indahnya dunia islam dan keperawatan dalam hidup ku...

mari berbagi menambah ilmu tentang apa makna kita terlahir? kita hidup? kita ada saat ini...

Sabtu, 21 Maret 2009
kepemimpinan dalam manajemen kesehatan
BAB I Latar Belakang Banyak diantara kita yang berharap menjadi pemimpn suatu saat dan mengira bahwa memimpin adalah suatu proses dimana kita mempunyai bawahan atau pengikut yang banyak. Pada umumnya, seorang pemimpin dipresepsikan sebagai seorang yang paling tinggi jabatannya dalam suatu lembaga atau organisasi dan dia yang mengatus banyak hal. Tapi, jika ditinjau dari individual saja, suatu individual adalah pemimpin untuk dirinya sendiri, dimana individu mempunyai tugas sendiri untuk mengatur waktunya dalam pekerjaan, ibadah, interaksi social dan lain sebagainya. Setiap orang bisa menjadi seorang terpimpin. Setiap orang mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam memimpin baik dalam sebuah organisasi, diri sendiri sanpai negara. Pemimpin berwenang dalam memerintah, jika pemimpin itu memimpin suatu organisasi atau lembaga, dia mempunyai wewenang untuk memerintah orang lain yang dengan perintah itu dapat menjalankan pekerjaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ruang Lingkup Permasalahan Bagaimanakah manajemen kepemimpinan dalam kesehatan?

Seorang pemimpin pasti memiliki suatu keahlian khusus sehingga ia dipercayakan menjadi seseorang pemimpin. Dari tiga defenisi atau pandangan para ahli di atas . kepemimpinan adalah suatu proses yang aktivitas kelompok terorganisasi dalam upaya menyusun dan mencapai tujuan. Kepemimpinan merupakan interaksi antar kelompok.Bagaimanakah manajemen kepemimpinan dalam keperawatan? Tujuan Penulisan Agar mahasiswa mampu memahami hakekat seorang pemimpin Agar mahasiswa memahami manajemen kepemimpin dalam kesehatan dan praktik keperawatan. Agar mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Dasar Kepemimpinan Kepemimpinan pada dasarnya adalah subjektif. Sedangkan Gardner mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu proses persuasi dan memberi contoh sehingga individu (pimpinan kelompok) membujuk kelompoknya untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan usulan pimpinan atau usulan bersama. Yang diperlukan dan harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut Suarti dan Bahtiar (2007). yaitu: . Menurut Sullivan dan Decker. kepemimpinan merupakan pengunaan keterampilan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan suatu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya. Selain itu. kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. menurut Stogdill. proses mempengaruhi kegiatan suatu organisasi dalam pencapaian tujuan. Seorang pemimpin tentunya bukanlah orang yang tidak mempunyai keahlian dalam mengatur anggotanya. dalam artian tidak diukur secara objektif.

15). 7). Memiliki keyakinan 6).1). 5). 11). 3). Belajar dari pengalaman langsung. 8). Sejak kecil terlihat adanya bakat sebagai pemimpin. dan lain-lain. 17). Pemimpin memiliki kepemimpinan karismatik dan tidak dapat diukur kuantitasnya. Selain memiliki keahlian seperti yang telah disebutkan di atas. Menetapkan standar yang cukup tinggi. Memiliki sifat adil. baik. 12). Dapat menerapkan dan meraih tujuan/ambisi/sasaran. 4). Memiliki kecerdasan. Kemampuan untuk menentukan prioritas Seseorang pemimpin yang baik harus mampu menentukan prioritas yang bermanfaat bagi orang . Pandai mengawasi dan menganalisa. Dapat mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan. realistis. Mengetahui tugasnya. 16). 9). 14). Kesanggupan mendelegasikan wewenang. Seperti para pemimpin di pemerintahan yang masih ada keengganan untuk melaksanakan tanggung jawab meski ia mampu menerima tanggung jawab. kepandaian. 2). memperbaiki kesalahannya dan mau menerima saran dari bawahannya mengenai sikapnya dalam memimpin. 10). Memahami pengunaan kekuasaan. Kemampuan untuk perceptive insight atau persepsi introspektif Seseorang pemimpin yang baik harus mampu menilai dirinya sendiri. Prestasi tunggu. seseorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat berikut: Keinginan untuk menerima tanggung jawab Banyak para pemimpin yang hanya bertitle pemimpin. Selalu tertarik untuk menyelesaikan pekerjaan. dan mempunyai pengetahuan kerja. Mengakui kelemahan dan kekuatan diri sendiri dan orang lain. cerdas. 13). Dapat menemukan dan menggunakan sumber daya secara tepat. tapi tidak berani untuk bertanggung jawab dan melaksanakan.

4. Pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang mengadakan komunikasi yang efektif. Menujukkan kepada pengikutnya bagaimana menjalankan suatu pekerjaan. kita lihat tabel dibawah ini: Pemimpin Bukan Pemimpin 1. Menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialami. Memberikan kekuatan dengan ancaman dan paksaan. Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan pengikutnya. 5. 5. Kemampuan untuk berkomunikasi Sering sekali antara pimpinan dan bawahan terjadi kesalah pahaman akibat pemimpin tidak mampu menyampaikan wewenangnya secara jelas agar dipahami oleh bawahannya. Untuk membedakan kedua sifat tersebut. agar tujuan bersama dapat dicapai.banyak. Sedangkan pemimpin yang ’bukan pemimpin’ sebenarnya hanya menjalankan tugasnya jaika tugas tersebut memiliki tujuan pribadi dan banyak merugikan orang banyak. 4. 2. 2. Teori ”Trait” (bakat) Teori ini menekankan bahwa setiap orang adalah pemimpin (pemimpin dibawa sejak lahir bukan . 3. Menyelesaikan pekerjaan dengan mengorbankan pengikutnya. ’pemimpin yang sebenarnya’ akan menjalankan tugasnya untuk kepentingan banyak orang dan kepentingan dirinya secara seimbang. 1. Seorang pemimpin dapat digolongkan sebagai ’pemimpin yang sebenarnya’ dan pemimpin yang ’bukan pemimpin’. Memaksa/menarik pengikutnya.2 Teori Kepemimpinan 1. Melepaskan tanggung jawab. Memeperbaiki kegagalan yang terjadi dalam pencapaian tugas. Memberi semangat pengikutnya. 3. 2. Maksudnya. tidak memprioritaskan kepentingan pribadi saja. Memikul kewajiban/tanggung jawab.

Bawahan sangat tergantung pada atasan dan berkeinginan untuk diperlakukan adil. Gaya kepemimpinan paternalistik dan demokrasi cenderung penganut teori Y Gaya kepimpinan yang tough (otoriter) cenderung penganut teori X 3. mampu mengawasi diri. Singkatnya . 2. bisa menerima tanggung jawab. Teori Hersey and Blanchard Menurut Hersey and Blanchard. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari prilaku orang lain. 2000) Teori X mengasumsikan bahwa bawahan tidak menyukai pekerjaan. Teori ini disebut dengan ”Great Man Theory”. Sebaliknya teori Y mengasumsikan baha bawahan itu senang bekerja.didapatkan) dan mereka mempunyai karakteristik tertentu yang membuat mereka lebih baik dari orang lain (Marqus & Huston.3 Gaya Kepimpinan Tidak semua pemimpin memiliki gaya kepimpinan yang sama dalam memimpin anggotanya. 2. kepimpinan seseorang dapat dikembangkan bukan hanya dari pembawaan sejak lahir. cendrung menolak perubahan dan lebih suka dipimpin dari pada memimpin. . mampu mandiri. tidak mempunyai tanggung jawab. 1998). Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki kedua pihak. Seorang pemimpin yang efektif harus mampu mengembangkan motivasi kerja stafnya sehingga staf mampu bekerja lebih produktif untuk mencapai tujuan organisasi. 2002). Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang tersebut. Seorang pemimpn akan mengembangkan kepimpinannya sesuai dengan kemampuan dan inisiatif stafnya. situasi dan lingkungan lainnya. mampu berimajinasi dan kreatif (Nursalam. kepemimpinan seorang dapat dipengaruhi dari siapa yang mengasuh. Teori X dan Teori Y Mc Gregor Mc Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan individu secara keseluruhan yang mengadakan interaksi dengan dunia individu lainnya. kepimpinan didasarkan pada kemampuan dan kematangan (kedewasaan) stafnya. kurang ambisi. juga tergantung dari prakarsa yang diambil atasan (Swanburg. Namun menurut teori kontemporer.

3). Seperti yang dijelaskan.1 Kepimpinan Dalam Keperawatan Pemberian pelayanan dana asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan melibatkan berbagai individu. untuk mencapai suatu tujuan . Menurut Kron. kegiatan tersebut meliputi: . Perilaku sesorang dipengaruhi oleh adanya pengalaman bertahuntahun dalam kehidupannya. Segala keputusan berada di tangan pemimpin. Gilles (1970). pendapat dari bawahan tidak dapat dibenarkan. Gaya Kepemimpinan Diktator Gaya kepimpinan yang dilakukan dengan menimbulakan ketakutan serta mengunakan ancaman dan hukuman merupakan bentuk dan pelaksanaan teori X. oleh karena itu kepribadian sesorang akan mempengaruhi gaya kepemimpinan yang digunakan. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatur cara individu yang berjumlah banyak dalam melaksanakan tugasnya. Agar tujuan keperawatan tercapai dperlukan berbagai kegiatan dalam menerapkan keterampilan kepimpinan. Gaya ini merupakan pelaksaan dari teori X. A. menyatakan bahwa gaya kepimpinan dapat diidentifikasikan berdasarkan perilaku pemimpin itu sendiri.Menurut Suarli dan Bahtiar (2007). 1996). gaya kepemimpinan ialah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan antara tujuan organisasi dan tujuan individu. Gaya Kepemimpinan Autokratis Pada dasarnya hampis sama dengan gaya kepemimpinan diktator namun bobotnya agak kurang. 2). BAB III PEMBAHASAN 3. Gaya kepemimpinan ini dasarnya sesuai dengan teori Y. jika semua individu ingin menjadi pemimpin dalam pemberian pelayanan dan asuhan keperawatan tentunya akan sulit. Gaya Kepimpinan Demokratis Ditemukan adanya peran serta dari bawahan dalam pengambilan sebuah keputusan yang dilakukan dengan cara musyawarah. Gaya kepimpinan ini sesuai dengan teori Y (Azwar. Gaya Kepemimpinan Santai Peranan dari pemimpin hampir tidak terlihatkarena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. 4). Gaya Kepemimpinan menurut Teori X dan Teori Y 1).

. Hal ini akan membuat setiap perawat merasa dihargai. Hal lain yang perlu dilakukan adalah melaporkan kepada atasan langsung tentang pencapaian kerja bawahan. Pemberian Bimbingan Bimbingan merupakan unsur yang penting dalam keperawatan. 5. Seorang pemimpin perlu mengusahakan agar setiap perawat mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu ruangan. 2. Disamping itu setiap individu dalam kelompok diusahakan untuk berpartisipasi. Hal ini akan membantu bawahan dalam melakukan tugas mereka sehingga dapat memberikan kepuasan bagi perawat dan klien. Perencanaan dan Pengorganisasian Pekerjaan dalam suatu ruangan hendaknya direncanakan dan diorganisasikan. Dalam memberi pengarahan. Bimbingan berarti menunjukan cara menggunakan berbagai metoda mengajar dan konseling. Mendorong Kerja sama dan Partisipasi Kerja sama diantara perawat perlu ditingkat dalam melaksanakan keperawatan. 3. 4. Membuat Penugasan dan Memberi Penghargaan Setelah membuat penugasan. Untuk itu diperlukan kemampuan dalam hubungan antara manusia dan teknik-teknik keperawatan. Bimbingan yang diberikan meliputi pengetahuan dan keterampilan dalam keperawataan. perlu diberikan pengarahan kepada perawat tentang kegiatankegiatan yang akan dilakukan secara singkat dan jelas.1. Sebagai seorang kepala ruangan perlu membuat perencanaan kegiatan di ruangan. Sumua kegiatan dikoordinasikan sehingga dapat dikerjakan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar. Kerja sama dapat ditingkatkan melalui suasana demokrasi dimana setiap individu/perawat mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. seorang pemimpin harus membuat seseorang memahami apa yang diarahkan dan juga mempunyai tanggung jawab untuk melihat apakah pekerjaan tersebut dikerjakan dengan benar. dan mereka mendapat pujian serta kritik yang membangun. Seseorang pemimpin perlu menyadari bahwa bawahan bekerja sama dengan pemimpin bukan untuk dibawah pimpinan. Kegiatan Koordinasi Pengkoordinasian kegiatan dalam suatu ruangan merupakan bagian yang penting dalam kepemimpinan keperawatan.

Kepemimpinan Berkomunikasi tentang organisasi dan dalam memfalisitasi kegiatan Mendelegasikan dan mendapatkan orang lain untuk melaksanakan tugas dan menerima tanggung jawab Menseleksi dan memilih pegawai yang tepat Menciptakan budaya organisasi yang kondusif dan efektif Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif Mengkonsultasikan dengan staf dan orang lain diluar organisasi yang sesuai tentang keadaan organisasi Mengenal kapan peraturan harus dilaksankan (fleksibilitas) 2.2 Kompetensi yang harus Dimiliki oleh Manajer Keperawatan dalam Meningkatkan Efektivitas Kepemimpinan Kompetensi yang harus dimiliki Manajer Keperawatan telah dilaksanakan suatu penelitian 313 tenaga kesehatan di Austalia (Harris & Belakley.Pengambilan keputusan & Perencanaan Berfikir ulang dan menyusun kembali priorotas organisasi . 1955). Evaluasi Hasil Penampilan Kerja Evaluasi hasil penampilan kerja dilakukan melalui pengamatan terhadap staf dan pekerjaan mereka. 3.6. Kompetensi tersebut dikatagorikan menjadi 7 yaitu: KOMPETENSI PENJABARAN 1. Evaluasi merupakan proses berkelanjutan untuk menganalisa kekurangan dan kelebihan staf.

mendengar dan tanggap terhadap semua pernyataan orang lain.Anggaran Bertanya dan melihat rencana sebelumnya Mengontrol budged Menginterprestasikan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan Merencanakn jauh ke depan (misalnya 5 tahun ke depan) Menggunakan pengukuran dan rata-rata industri Menyediakan resiko terhadap kekurangan keuangan Mengkonsultasikan tentang masalah keuangan 5. provinsi dan nasional Menginterprestasikan perubahan industri dan mengimplementasikan dalam organisasi Menginterprestikan perubahan ekonomi staf Menempatkan organisasi sebagai bagian yang penting 3.Pengembangan Mengembangkan tim kerja yang efektif Mempertahankan dan mengembangkan hubungan profesional antar staf Memberikan umpan balik yang positif . Menciptakan situasi yang kondusif dalam komunikasi Membaca dan tanggap terhadap situasi politik yang terjadi Menunjukkan rasa percaya diri melalui kemampuan berkomunikasi (verbal/nonverbal) dalam mempengaruhi orang lain Berkomunikasi secara efektif melalui tulisan Mengembangkan proses hubungan yang baik dalam atau diluar organisasi Menggunakan media untuk pemasaran /keuntungan organisasi 4.Merespon secara cepat dan tepat tentang perubahan yang tidak diharapkan Mengantisipasi dan melaksanakan perencanaan perubahan anggaran Memberikan pedoman dan arahan tentang keputusaan dan organisasi melalui pengetahuan dari pemerintahan daerah.Hubungan Masyarakat/Komunikasi Empati.

Personaliti Memfokuskan satu atau lebih dari dua kejadian dalam suatu periode Mengaplikasikan filosofi manajemen dan komitmen terhadap kualitas pelayanan Mengambil keputusan yang tepat Mengelola stress individu Menerima sesuatu terhadap kejadian yang tidak diharapkan Menggunakan koping yang efektif dalam setiap masalah Mensyukuri nikmat yang telah diberikan atas keberhasilan pencapaian tujuan 7.Negosiasi Mengidentifikasi dan mengelola konflik Memfalisitasi perubahan Mendemonstrasikan pemahaman tentang perbedaan suatu pendapat Melakukan negosiasi dengan baik Mengklarifikasi kejadian yang melibatkan seluruh staf Melakukan negosiasi dengan staf.Menerapkan peran mentor yang efektif Menggunakan sistem pemberian penghargaan yang baik Mengembangkan meningkatkan dan mereview indikator organisasi 6. kelompok dan organisasi luar Menjadi mediator terjadinya konflik antara staf dan kelompok. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful