P. 1
Kepemimpinan Dalam Manajemen Kesehatan

Kepemimpinan Dalam Manajemen Kesehatan

|Views: 805|Likes:
Published by Chie Yhet Joulexz

More info:

Published by: Chie Yhet Joulexz on Dec 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2015

pdf

text

original

indahnya dunia islam dan keperawatan dalam hidup ku...

mari berbagi menambah ilmu tentang apa makna kita terlahir? kita hidup? kita ada saat ini...

Sabtu, 21 Maret 2009
kepemimpinan dalam manajemen kesehatan
BAB I Latar Belakang Banyak diantara kita yang berharap menjadi pemimpn suatu saat dan mengira bahwa memimpin adalah suatu proses dimana kita mempunyai bawahan atau pengikut yang banyak. Pada umumnya, seorang pemimpin dipresepsikan sebagai seorang yang paling tinggi jabatannya dalam suatu lembaga atau organisasi dan dia yang mengatus banyak hal. Tapi, jika ditinjau dari individual saja, suatu individual adalah pemimpin untuk dirinya sendiri, dimana individu mempunyai tugas sendiri untuk mengatur waktunya dalam pekerjaan, ibadah, interaksi social dan lain sebagainya. Setiap orang bisa menjadi seorang terpimpin. Setiap orang mempunyai kiat-kiat tersendiri dalam memimpin baik dalam sebuah organisasi, diri sendiri sanpai negara. Pemimpin berwenang dalam memerintah, jika pemimpin itu memimpin suatu organisasi atau lembaga, dia mempunyai wewenang untuk memerintah orang lain yang dengan perintah itu dapat menjalankan pekerjaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ruang Lingkup Permasalahan Bagaimanakah manajemen kepemimpinan dalam kesehatan?

Yang diperlukan dan harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut Suarti dan Bahtiar (2007). kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. kepemimpinan adalah suatu proses yang aktivitas kelompok terorganisasi dalam upaya menyusun dan mencapai tujuan. proses mempengaruhi kegiatan suatu organisasi dalam pencapaian tujuan. Menurut Sullivan dan Decker. dalam artian tidak diukur secara objektif. Seorang pemimpin tentunya bukanlah orang yang tidak mempunyai keahlian dalam mengatur anggotanya. yaitu: . Dari tiga defenisi atau pandangan para ahli di atas . Selain itu. Kepemimpinan merupakan interaksi antar kelompok. Agar mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Dasar Kepemimpinan Kepemimpinan pada dasarnya adalah subjektif.Bagaimanakah manajemen kepemimpinan dalam keperawatan? Tujuan Penulisan Agar mahasiswa mampu memahami hakekat seorang pemimpin Agar mahasiswa memahami manajemen kepemimpin dalam kesehatan dan praktik keperawatan. menurut Stogdill. Seorang pemimpin pasti memiliki suatu keahlian khusus sehingga ia dipercayakan menjadi seseorang pemimpin. Sedangkan Gardner mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu proses persuasi dan memberi contoh sehingga individu (pimpinan kelompok) membujuk kelompoknya untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan usulan pimpinan atau usulan bersama. kepemimpinan merupakan pengunaan keterampilan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan suatu dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya.

8). realistis. Kesanggupan mendelegasikan wewenang. Pandai mengawasi dan menganalisa. Mengakui kelemahan dan kekuatan diri sendiri dan orang lain. kepandaian. Memiliki keyakinan 6). 10). Kemampuan untuk menentukan prioritas Seseorang pemimpin yang baik harus mampu menentukan prioritas yang bermanfaat bagi orang . 13). Pemimpin memiliki kepemimpinan karismatik dan tidak dapat diukur kuantitasnya. Prestasi tunggu. Seperti para pemimpin di pemerintahan yang masih ada keengganan untuk melaksanakan tanggung jawab meski ia mampu menerima tanggung jawab. 3). Dapat menemukan dan menggunakan sumber daya secara tepat. 2). Menetapkan standar yang cukup tinggi. seseorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat berikut: Keinginan untuk menerima tanggung jawab Banyak para pemimpin yang hanya bertitle pemimpin. Dapat menerapkan dan meraih tujuan/ambisi/sasaran. dan lain-lain. memperbaiki kesalahannya dan mau menerima saran dari bawahannya mengenai sikapnya dalam memimpin.1). 9). cerdas. 17). 15). Selain memiliki keahlian seperti yang telah disebutkan di atas. baik. Belajar dari pengalaman langsung. Mengetahui tugasnya. tapi tidak berani untuk bertanggung jawab dan melaksanakan. 7). 12). Memiliki kecerdasan. Kemampuan untuk perceptive insight atau persepsi introspektif Seseorang pemimpin yang baik harus mampu menilai dirinya sendiri. dan mempunyai pengetahuan kerja. Sejak kecil terlihat adanya bakat sebagai pemimpin. 11). 5). Dapat mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan. Memiliki sifat adil. Memahami pengunaan kekuasaan. 4). Selalu tertarik untuk menyelesaikan pekerjaan. 16). 14).

Memikul kewajiban/tanggung jawab. Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan pengikutnya. Menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialami. 2. 2. Memeperbaiki kegagalan yang terjadi dalam pencapaian tugas. Seorang pemimpin dapat digolongkan sebagai ’pemimpin yang sebenarnya’ dan pemimpin yang ’bukan pemimpin’. kita lihat tabel dibawah ini: Pemimpin Bukan Pemimpin 1. 4. Menyelesaikan pekerjaan dengan mengorbankan pengikutnya. ’pemimpin yang sebenarnya’ akan menjalankan tugasnya untuk kepentingan banyak orang dan kepentingan dirinya secara seimbang. 4. 5. Melepaskan tanggung jawab. Kemampuan untuk berkomunikasi Sering sekali antara pimpinan dan bawahan terjadi kesalah pahaman akibat pemimpin tidak mampu menyampaikan wewenangnya secara jelas agar dipahami oleh bawahannya.2 Teori Kepemimpinan 1. 3. 5. 1. Menujukkan kepada pengikutnya bagaimana menjalankan suatu pekerjaan. Memaksa/menarik pengikutnya. Sedangkan pemimpin yang ’bukan pemimpin’ sebenarnya hanya menjalankan tugasnya jaika tugas tersebut memiliki tujuan pribadi dan banyak merugikan orang banyak. 3. Memberi semangat pengikutnya.banyak. tidak memprioritaskan kepentingan pribadi saja. 2. Memberikan kekuatan dengan ancaman dan paksaan. agar tujuan bersama dapat dicapai. Teori ”Trait” (bakat) Teori ini menekankan bahwa setiap orang adalah pemimpin (pemimpin dibawa sejak lahir bukan . Pemimpin yang efektif ialah pemimpin yang mengadakan komunikasi yang efektif. Maksudnya. Untuk membedakan kedua sifat tersebut.

Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang tersebut. tidak mempunyai tanggung jawab. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari prilaku orang lain. Teori ini disebut dengan ”Great Man Theory”. situasi dan lingkungan lainnya. kepemimpinan seorang dapat dipengaruhi dari siapa yang mengasuh. 2000) Teori X mengasumsikan bahwa bawahan tidak menyukai pekerjaan. Teori Hersey and Blanchard Menurut Hersey and Blanchard. mampu mandiri. Seorang pemimpn akan mengembangkan kepimpinannya sesuai dengan kemampuan dan inisiatif stafnya.3 Gaya Kepimpinan Tidak semua pemimpin memiliki gaya kepimpinan yang sama dalam memimpin anggotanya. Teori X dan Teori Y Mc Gregor Mc Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan individu secara keseluruhan yang mengadakan interaksi dengan dunia individu lainnya. Gaya kepemimpinan paternalistik dan demokrasi cenderung penganut teori Y Gaya kepimpinan yang tough (otoriter) cenderung penganut teori X 3. mampu mengawasi diri. Namun menurut teori kontemporer.didapatkan) dan mereka mempunyai karakteristik tertentu yang membuat mereka lebih baik dari orang lain (Marqus & Huston. mampu berimajinasi dan kreatif (Nursalam. juga tergantung dari prakarsa yang diambil atasan (Swanburg. 2. Singkatnya . cendrung menolak perubahan dan lebih suka dipimpin dari pada memimpin. kurang ambisi. 2002). bisa menerima tanggung jawab. Seorang pemimpin yang efektif harus mampu mengembangkan motivasi kerja stafnya sehingga staf mampu bekerja lebih produktif untuk mencapai tujuan organisasi. kepimpinan didasarkan pada kemampuan dan kematangan (kedewasaan) stafnya. Bawahan sangat tergantung pada atasan dan berkeinginan untuk diperlakukan adil. Sebaliknya teori Y mengasumsikan baha bawahan itu senang bekerja. . 2. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki kedua pihak. kepimpinan seseorang dapat dikembangkan bukan hanya dari pembawaan sejak lahir. 1998).

menyatakan bahwa gaya kepimpinan dapat diidentifikasikan berdasarkan perilaku pemimpin itu sendiri. Agar tujuan keperawatan tercapai dperlukan berbagai kegiatan dalam menerapkan keterampilan kepimpinan. gaya kepemimpinan ialah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan antara tujuan organisasi dan tujuan individu. Gaya Kepemimpinan Diktator Gaya kepimpinan yang dilakukan dengan menimbulakan ketakutan serta mengunakan ancaman dan hukuman merupakan bentuk dan pelaksanaan teori X. A. oleh karena itu kepribadian sesorang akan mempengaruhi gaya kepemimpinan yang digunakan. Gaya Kepimpinan Demokratis Ditemukan adanya peran serta dari bawahan dalam pengambilan sebuah keputusan yang dilakukan dengan cara musyawarah. kegiatan tersebut meliputi: .1 Kepimpinan Dalam Keperawatan Pemberian pelayanan dana asuhan keperawatan merupakan suatu kegiatan yang kompleks dan melibatkan berbagai individu. Segala keputusan berada di tangan pemimpin. Gaya Kepemimpinan Santai Peranan dari pemimpin hampir tidak terlihatkarena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Perilaku sesorang dipengaruhi oleh adanya pengalaman bertahuntahun dalam kehidupannya. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatur cara individu yang berjumlah banyak dalam melaksanakan tugasnya. Gaya kepemimpinan ini dasarnya sesuai dengan teori Y. pendapat dari bawahan tidak dapat dibenarkan. Seperti yang dijelaskan. 4). Gaya kepimpinan ini sesuai dengan teori Y (Azwar.Menurut Suarli dan Bahtiar (2007). 2). BAB III PEMBAHASAN 3. 3). untuk mencapai suatu tujuan . Menurut Kron. jika semua individu ingin menjadi pemimpin dalam pemberian pelayanan dan asuhan keperawatan tentunya akan sulit. Gaya Kepemimpinan Autokratis Pada dasarnya hampis sama dengan gaya kepemimpinan diktator namun bobotnya agak kurang. 1996). Gaya ini merupakan pelaksaan dari teori X. Gaya Kepemimpinan menurut Teori X dan Teori Y 1). Gilles (1970).

Untuk itu diperlukan kemampuan dalam hubungan antara manusia dan teknik-teknik keperawatan. Membuat Penugasan dan Memberi Penghargaan Setelah membuat penugasan. Disamping itu setiap individu dalam kelompok diusahakan untuk berpartisipasi. Pemberian Bimbingan Bimbingan merupakan unsur yang penting dalam keperawatan. 2. Bimbingan berarti menunjukan cara menggunakan berbagai metoda mengajar dan konseling. Sebagai seorang kepala ruangan perlu membuat perencanaan kegiatan di ruangan. Mendorong Kerja sama dan Partisipasi Kerja sama diantara perawat perlu ditingkat dalam melaksanakan keperawatan. Perencanaan dan Pengorganisasian Pekerjaan dalam suatu ruangan hendaknya direncanakan dan diorganisasikan. Seorang pemimpin perlu mengusahakan agar setiap perawat mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam suatu ruangan. Kerja sama dapat ditingkatkan melalui suasana demokrasi dimana setiap individu/perawat mengetahui apa yang diharapkan dari mereka. Seseorang pemimpin perlu menyadari bahwa bawahan bekerja sama dengan pemimpin bukan untuk dibawah pimpinan. Hal ini akan membuat setiap perawat merasa dihargai. . 5. Dalam memberi pengarahan. Kegiatan Koordinasi Pengkoordinasian kegiatan dalam suatu ruangan merupakan bagian yang penting dalam kepemimpinan keperawatan. seorang pemimpin harus membuat seseorang memahami apa yang diarahkan dan juga mempunyai tanggung jawab untuk melihat apakah pekerjaan tersebut dikerjakan dengan benar. 4. perlu diberikan pengarahan kepada perawat tentang kegiatankegiatan yang akan dilakukan secara singkat dan jelas. dan mereka mendapat pujian serta kritik yang membangun. Sumua kegiatan dikoordinasikan sehingga dapat dikerjakan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar. Hal ini akan membantu bawahan dalam melakukan tugas mereka sehingga dapat memberikan kepuasan bagi perawat dan klien.1. 3. Bimbingan yang diberikan meliputi pengetahuan dan keterampilan dalam keperawataan. Hal lain yang perlu dilakukan adalah melaporkan kepada atasan langsung tentang pencapaian kerja bawahan.

Kompetensi tersebut dikatagorikan menjadi 7 yaitu: KOMPETENSI PENJABARAN 1.2 Kompetensi yang harus Dimiliki oleh Manajer Keperawatan dalam Meningkatkan Efektivitas Kepemimpinan Kompetensi yang harus dimiliki Manajer Keperawatan telah dilaksanakan suatu penelitian 313 tenaga kesehatan di Austalia (Harris & Belakley.Pengambilan keputusan & Perencanaan Berfikir ulang dan menyusun kembali priorotas organisasi .6.Kepemimpinan Berkomunikasi tentang organisasi dan dalam memfalisitasi kegiatan Mendelegasikan dan mendapatkan orang lain untuk melaksanakan tugas dan menerima tanggung jawab Menseleksi dan memilih pegawai yang tepat Menciptakan budaya organisasi yang kondusif dan efektif Menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif Mengkonsultasikan dengan staf dan orang lain diluar organisasi yang sesuai tentang keadaan organisasi Mengenal kapan peraturan harus dilaksankan (fleksibilitas) 2. Evaluasi merupakan proses berkelanjutan untuk menganalisa kekurangan dan kelebihan staf. 1955). Evaluasi Hasil Penampilan Kerja Evaluasi hasil penampilan kerja dilakukan melalui pengamatan terhadap staf dan pekerjaan mereka. 3.

Anggaran Bertanya dan melihat rencana sebelumnya Mengontrol budged Menginterprestasikan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan Merencanakn jauh ke depan (misalnya 5 tahun ke depan) Menggunakan pengukuran dan rata-rata industri Menyediakan resiko terhadap kekurangan keuangan Mengkonsultasikan tentang masalah keuangan 5. mendengar dan tanggap terhadap semua pernyataan orang lain. provinsi dan nasional Menginterprestasikan perubahan industri dan mengimplementasikan dalam organisasi Menginterprestikan perubahan ekonomi staf Menempatkan organisasi sebagai bagian yang penting 3.Pengembangan Mengembangkan tim kerja yang efektif Mempertahankan dan mengembangkan hubungan profesional antar staf Memberikan umpan balik yang positif .Hubungan Masyarakat/Komunikasi Empati.Merespon secara cepat dan tepat tentang perubahan yang tidak diharapkan Mengantisipasi dan melaksanakan perencanaan perubahan anggaran Memberikan pedoman dan arahan tentang keputusaan dan organisasi melalui pengetahuan dari pemerintahan daerah. Menciptakan situasi yang kondusif dalam komunikasi Membaca dan tanggap terhadap situasi politik yang terjadi Menunjukkan rasa percaya diri melalui kemampuan berkomunikasi (verbal/nonverbal) dalam mempengaruhi orang lain Berkomunikasi secara efektif melalui tulisan Mengembangkan proses hubungan yang baik dalam atau diluar organisasi Menggunakan media untuk pemasaran /keuntungan organisasi 4.

Negosiasi Mengidentifikasi dan mengelola konflik Memfalisitasi perubahan Mendemonstrasikan pemahaman tentang perbedaan suatu pendapat Melakukan negosiasi dengan baik Mengklarifikasi kejadian yang melibatkan seluruh staf Melakukan negosiasi dengan staf.Menerapkan peran mentor yang efektif Menggunakan sistem pemberian penghargaan yang baik Mengembangkan meningkatkan dan mereview indikator organisasi 6. . kelompok dan organisasi luar Menjadi mediator terjadinya konflik antara staf dan kelompok.Personaliti Memfokuskan satu atau lebih dari dua kejadian dalam suatu periode Mengaplikasikan filosofi manajemen dan komitmen terhadap kualitas pelayanan Mengambil keputusan yang tepat Mengelola stress individu Menerima sesuatu terhadap kejadian yang tidak diharapkan Menggunakan koping yang efektif dalam setiap masalah Mensyukuri nikmat yang telah diberikan atas keberhasilan pencapaian tujuan 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->