jurnal ilmiah farmasi

Jurnal farmasi metode pemisahan elektroforesis Kapiler
SELASA, 19 OKTOBER 2010

IDENTIFIKASI GLIKOSIDA
IDENTIFIKASI GLIKOSIDA I. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Sebelum praktikum ini mahasiswa diharapkan telah mengerti apa apa yang dimaksud dengan glikosida dan penggolongan glikosida. 2. Setelah praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat melakukan identifikasi glokosida secara kimia dan kromatografi. II. DASAR TEORI Glikosida adalah senyawa yang menghasilkan satu atau lebih gula sebagai produk hidrolisis. Yang paling sering muncul adalah β-D-glikosa walaupun rhamnosa, digitoxa, cymarosa dan gula lain merupakan komponen glikosida. Jika gula yang dihasilkan glukosa maka disebut glikosida, tetapi karena gula lain mungkin muncul selama hidrolisis maka ditambahkan kata glikosida. Secara kimia, glikosida adalah asetal dengan gugus hidroksil gula terkondensasi dengan gugus hidroksil dengan komponen non gula disebut aglikon dan komponen gula disebut glikon. Secara biologi glikosida berperan sangat penting dalam tanaman yaitu terlibat dalam fungsi regulator, protettif dan sanitasi. Yang memiliki efek terafetik adalah: 1. Digitalis, Strophantus, Squill, Concallaria, dan Apocynum memiliki efek tonik jantung. 2. Senna, Aloe, Rhubarb, Cascara sagrada dan frangula mengandung emodin yang berguna sebagai laksatif. 3. Wintergreen atau gandapura mengandung gaultherin yang menghasilkan metal salisilat yang berguna sebagai analgesic topical. Glikosida sulit diklasifikasikan. Jika diklasifikasikan berdasarkan gula, ada beberapa gula yang jarang. Sedangkan jika berdasarkan aglikon, terlalu banyak jenis konstituen dalam tananam seperti tannin, sterol, karotenoid, antosianin dan termasuk senyawa yang belum diketahui. Klasifikasi secara kegunaan terafeutik memudahakan secara farmasetik tetapi sulit digunakan diluar bidang farmasetik. BOISINTESIS Biosintesis glikosida terdiri dari 2 bagian. Reaksi secara umum adalah penggabungan residu gula dengan aglikon. Diduga reaksi transfer ini sama pada semua system biologi. Hal ini kontras dengan jalur biosistesis yang berpariasi pada pembentukan aglikon yang cenderung harus dipertimbangkan satu per satu. Jalur biosintesis secara prinsip pembentukannya melibatkan transfer gugus uridylyl dari uridintrifosfat menjadi gula-1-fosfat. Ensim yang mengkatalis reaksi adalah uridylyl transferase dan telah dapat diisolasi dari tanaman, hewan dan mikroba. Fospat dari pentose, hekssa dan derivate gula lainnya mungkin terlibat. Reaksi lainnya dimediasi oleh glikosil transferase, melibatkan gula dari uridin difosfat menjadi akseftor (aglikon) lalu, membentuk glikosida.

Cascara sagrada Cascara sagrada atau Rhamnus purshiana adalah batang kering dari tanaman Rhamnus purshiana. Antrakuinon bebas hanya memiliki sedikit aktivitas terapeutik. Yang utama adalah barbaloin atau aloe-emodin antron C-10 glukosida. atau hibrida Rheum yang . senyawa seperti antrakuinon. Intermediet antranol dan antron akan membentuk antrakuinon. rheum atau kelembak adalah rhizome atau akar kering dari jaringan periderm tanaman Rheum officinale. frangula. Rhubarb Rhubarb. Biosintesis gula antarkuinon Biosintesis antrakuinon ditemukan dari studi mikroorganisma seperti Penicillium islandicum. Gel ini direkomendasikan untuk pengobatan luka baker tingkat 3 akibat sinar X dan saat ini dimanfaatkan sifatnya sebagai pelembab dan emolien. Residu gula memfasilitasi absorpsi dan translokasi aglikon pada situs kerjanya. enzim lain mungkin mentransfer gula lain ke monosakarida membentuk disakarida. Glikosida emodin ada pada batang segar selama 1 tahun penyimpanan. Obat ini berfungsi sebagai katartik kecuali Chrysarobinkarena terlalu iritan. Bukan sekedar sebagai laksatif tetapi mengembalikan tonus usus menjadi normal. palmatum. Kegunaan cascara sagrada adalah sebagai katartik. Aloe Aloe adalah lateks kering dari daun tanaman Aloe barbadensis. Rhubarb. tri-. total dihitung sebagai cascarosida. atau tetrahidroksi antrakuinon atau modifikasinya. Kegunaan aloe antara lain: • sebagai campuran dalam tingtur benzoin • sebagai katartik dengan situs kerja pada usus besar • dalam bentuk gel digunakan pada pengobatan luka bakar. Senna dan Chrysarobin. R. abrasi dan iritasi kulit. Aloe. Aloe mengandung beberapa glikosida antrakuinon. Glikosida antrakuinon adalah katartik stimulant dan bekerja dengan cara meningkatkan tonus otot halus dari usus besar. GLIKOSIDA ANTRAKUINON Sejumlah glikosida dengan aglikon yang berhubungan dengan antrasena ditemukan dalam tanaman obat seperti Cascara sagrada.(2) Setelah sekali glikosida terbentuk. Glikosida ini jika hidrolisis menghasilkan aglikon di-.8-trihidroksi-3-metil antrakuinon) dan rhamnosa. Yang pertama dibentuk adalah intermediet asam poli-β-ketometilen yang kemudian memberi variasi senyawa aromatic teroksigenasi mengikuti kondensasi intramolekular. Emodin. Glikosida ini dikonversi menjadi glikosida monomerik teroksidasi menghasilakan efek katartik yang lemah. Cascara sagrada kering untuk kualitas obat mengandung tidak kurang dari 7% hidroantrasen.6. Contohnya jika frangulin dihidrolisis maka akan mengasilkan emodin (1. dibentuk pada tanaman tinggi dengan jalur yang sama.Reaksi: UTP + gula-I-P ↔UDP-gula + PPi………………………………(1) UDP-gula + asektor ↔ asektor-gula (glikosida) +UDP…………. spesies yang memproduksi derivate antrakuinon melalui pembentukan unit asetat melalui kondensasi dari kepala ke ekor. Reaksi transglikosilasi membentuk glikosida muncul pada tahap akhir setelah inti antrakuinon terbentuk.

Dantron sulit diisolasi dalam bentuk murni sehingga dantron disintesis dari 1. eter. benzene atau pelarut lain. iritan pada membrane mucus. trikofitosis. Saponin memiliki rasa pahit. industri dan pemerintah meneliti berbagai tanaman yang mengandung saponin steroidal yang dapat dimanfaatkan sebagai precursor pembuatan kortison. gitogenin dari genus Agave • sarsasapogenin dan smilagenin dari genus Smilax • sarmentogenin dari genus Strophantus • sitosterol dari minyak mentah sayur-sayuran . Digunakan sebagai katartik dengan efek yang drastis pada peningkatan tonus otot usus. GLIKOSIDA SAPONIN Glikosida saponin banyak terdistribusi pada tumbuhan tinggi. Kegunaan chrysarobin adalah sebagai keratolitik pada pengobatan penyakit psoriasis. Saponin yang paling beracun disebut sapotoksin. Karena sumber tersebut terbatas. Kegunaan dantron selain sebagai katartik adalah sebagai intermediet dalam pembuatan antralin. Saponin jika dihidrolisis menghasilkan aglikon “ sapogenin” Sapogenin à senyawa yang dapat dikristalkan saat asetilasi. alizarin dan indatren. Tanaman yang mengandung saponin: Penelitian tentang tanaman yang mengandung saponin bertujuan untuk memperoleh precursor kortison. 30% emodinantron-monometil eter dan 30% dehidro-emodinantron-monometil eter. maka akademisi. Terdapat pula glikosida monomer dan antrakuinon bebas dalam jumlah kecil. Senna digunakan sebagai katartik. Chrysarobin Chrysarobin adalah serbuk goa netral dari tanaman Andira araroba . Konsentrasi terbanyak adalah sennosida A dan B. dan eksim kronis.8-dihidroksi antrakuinon berbentuk serbuk kristalin berwarna oranye yang praktis tidak larut air tetapi larut dalam alcohol. Sangat iritan sehingga tidak boleh digunakan pada wajah. Saponin membentuk larutan koloidal di dalam air dan berbusa jika dikocok. Steroid dari tanaman yang dapat menjadi sumber precursor pembuatan kortison diantaranya adalah: • diosgenin dan botogenin dari genus Dioscorea • hecogenin. Konstituen utama adalah 30-40% chrysophenolanthronol.ditumbuhkan di Cina.determinasi yang menentukan apakah suatu senyawa steroid dapat digunakan sebagai precursor adalah berdasarkan kepemilikan gugus hidroksil pada posisi 3 dan 11 pada molekul atau memiliki kemampuan untuk melakukan konversi menjadi bentuk tersebut.8-antrakuinon kalium disulfonat. manogenin. Sennosida C dan D adalah konstituen minor yang memiliki aglikon dimerik terdiri dari 1 molekul rhein dan 1 molekulaloe-emodin. Konstituen utama rhubarb medicinal adalah antron rhein. Dantron Dantron atau chrysazin adalah 1. Konstituen utama senna adalah glikosida dimerik dimana aglikon disusun oleh aloe-emodin dan atau rhein. pasangan isomer optic dengan aglikon rhein diantron (sennidin A dan B). Kortison mula-mula diisolasi dari korteks adrenal kemudian disintesis dari asam empedu ternak. merusak sel darah merah (hemolisis) dan beracun (hewan berdarah dingin). Senna Senna merupakan daun kering dari tanaman Cassia acutifolia. Kortison merupakan anti inflamasi golongan steroid yang banyak digunakan.

glukosa. cherry. stout dan porter bertujuan untuk menutupi rasa pahit. Selain itu grup ini juga diwakili oleh prunasin yang terdapat pada . asparagin. plum. Dioscorea Yam adalah nama popular untuk beberapa spesies Dioscorea dan kadang salah aplikasi disebut sebagai kentang. Glycyrrhizin meningkatkan retensi cairan dan natrium sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan jantung dan hipertensi. Sedangkan tananam dikotil yang mengandung sapogenin antara lain Strophantus dari family Apocynaceae. ammonium klorida. Percabangan muncul kemungkinan setelah pembentukan hidrokarbon triterpenoid (squalene) membentuk steroid dalam satu arah dan triterpenoid siklik. GLIKOSIDA SIANOFOR Beberapa glikosida menghasilkan asam hidrosianat sebagai produk hidrolisis yang umumnya ditemukan dalam tanaman rosaceae. Biasanya disebut sebagai glikosida sianogenik. Jika glikosida ini dihidrolisis rasa manisnya hilang & terjadi konversi menjadi asam glycyrrhetik dan 2 molekul asam glukoronat. rokok. Glycyrrhiza mengandung glikosida saponin àdisebut glycyrrhizin (asam glycyrrhizik) yang 50x lebih manis daripada gula. dan diocoreaceae. Biosintesis glikosida saponin Glikosida saponin dikelompokkan menjadi 2 (berdasarkan aglikonnnya) – Saponin netral merupakan derivate steroid dengan rantai sampaing spiroketal – saponin asam memiliki aglikon triterpenoid sedikit yang diketahiu tentang biosintesis triterpenoid hanya diketahiu bahwa asetat dan mevalonat bergabung untuk membentuk senyawa triterpenoid. Secara komersial. Glycyrrhiza Glycyrrhiza adalah rhizome kering dari akar Glycyrrhiza glabra / licorice Spanyol. Asam glycyrrhetik adalah derivate triterpen pentasiklik tipe β amyrin. licorice ditambahkan pada permen karet. Glycyrrhiza diduga memiliki efek demulcent dan ekspektoran. Botogenin dan diosgenin merupakan bahan yang digunakan sebagai precursor steroid (akar tanaman Dioscorea spiculiflora). 22. Jika licorice ditambahkan pada bir akan menambah jumlah busa sedangkan penambahan licorice pada rootbeer. derivate kumarin. Sifat surfaktan saponin dapat memfasilitasi absorpsi obat yang sedikit seperti glikosida antrakuinon. peach dan biji-bijian dari famili rosaceae lainnya. manitol dan 20% pati. coklat dan tembakau kunyah. Biasanya digunakan sebagai bahan tambahan pencita rasa. Dengan demikian jalur pembentukan kedua tife sapogenin adalah serupa dan merupakan reaksi kopling unit asetat dari kepala keekor. saat ini merupakan precursor utama glukokortikosteroid yang dibuat dengan proses melibatkan mikroba. Glikosida sianofor yang umum adalah derivate mandelonitril (bensaldehidsianohidrin). atau kuinin. menutup rasa obat yang pahit seperti aloe. Studi farmakologi menunjukkan dapat dimanfaatkan pada sediaan dermatologi sebagai anti inflamasi dan ekstrak akar licorice dimanfaatkan untuk pengobatan tukak lambung dan penyakit Addison (insufisiensi adrenokortikoid kronik). Inti steroid dari botogenin terbentuk dengan cara transfer atom O dari posisi 12 ke 11 dari molekul polisiklik sebelum dapat digunakan sebagai intermediet dalam produksi kortison.Tanaman yang mengadung sapogenin diantaranya dari family Liliaceae. Amaryllidaceae. apricot. sehingga glikosida yang mengandung amygdalin dapat diklasifikasikan sebagai glikosida aldehid).23-dihidrostigmasterol. Jenis yang banyak terdistribusi adalah amygdalin (catatan: produk hidrolisis lainnnya adalah benzaldehid. Diosgenin dihasilkan dari hidrolisis dioscin. Konstituen lainnya adalah glikosida flavonoid. Grup ini diwakili oleh amygdalin yang banyak ditemukan pada almond pahit.

GLIKOSIDA ISOTHIOSIANAT Beberapa biji-bijian dari tanaman Cruciferae mengandung glikosida dengan aglikon isothiosianat.tanaman Prunus serotina. Flavonoid yang banyak dikenal antara lain rutin. prunase. hesperitin. Mustard putih / sinapis alba adalah biji matang yang dikeringkan dari tanaman varietas Brassica alba.Gluconapin dari biji “rape” Mustard Mustard hitam / sinapis nigra atau mustard coklat adalah biji matang yang dikeringkan dari tanaman varietas Brassica nigra. quercitrin dan bioflavonoid citrus (termasuk hesperidin. Cherry liar dalam bentuk sirup digunakan sebagai pencita rasa terutama dalam sediaan obat batuk sebagai ekspektoran sedative.Sinalbin dari tanaman mustard putih . Contoh tanaman: Kegunaan glikosida sianorgenik: • sebagai bahan tambahan pencita rasa. pati dan minyak atsiri. kalium hydrogen sulfat dan glukosa. Jika adanya penambahan air pada biji yang dihaluskan maka sinigrin akan dihidrolisis oleh myorosin menjadi allyl isothiosianat (minyak mustard) yang volatile. asam trimetil galat. Jika terjadi paparan maka kloroplastid dalam sel batang meningkat maka persentase glukosida mandelonitril akan meningkat juga. Penggunaan secara eksternal sebagai rubafasien dan vesikan. diosmin dan naringen). Rutin dan . Rutin dan hesperidin disebut vitamin P atau factor permeabilitas. asam p-kumarat. Baik amygdalin dan prunasin menghasilkan Dmandelonitril sedangkan sambunigrin dari Sambucus nigra melepaskan Lmandelonitril. • Beberapa sediaan antikanker mengandung amygdalin atau dikenal sebagai laetril (vitamin B-17) diklaim memiliki kemungkinan mengontrol anemia (sel darah bulan sabit). Cherry liar Cherry liar adalah stem batang yang dikeringkan secara hati-hati dari tanaman Prunus serotina. GLIKOSIDA FLAVONOL Glikosida flavonol adalah glikosida dengan aglikon dari golongan flavonoid. Batang cherry liar mengandung glikosida sianogenik yaitu prunasin (D-mandelonitril glukosida. Aglikon ini dapat berupa rantai alifatik atau aromatic. Mustard hitam bersifat iritan local dan emetic. glikosida sinigrin (kalium myoronat) dan enzim myorisin. • FDA belum menemukan efikasi laetril untuk pengobatan kanker walaupun beberapa negara melegalkan penjualannya .Sinigrin dari tanaman mustard hitam . Selain itu terdapat pula resin yang jika dihidrolisis menghasilkan scopoletin. dan sinalbin yang jika dihidrolisis menghasilkan acrinil isothiosianat. glukosida. Glikosida isothiosianat yang penting diantaranya adalah: . Konstituen myrosin. Konstituen lainnya adalah enzim hidrolisis. Konstituen mustard adalah 30-35% minyak.

Glukovanillin jika dihidrolisis menghasilkan glukosa dan vanillin. Glikosida populin yang merupakan benzoil salicin dapat diasosiasikan dengan salicin yang berasal dari tanaman famili Salicaceae. FLAVONOL RUTIN GLIKOSIDA ALKOHOL Salicin adalah glikosida dari tanaman Salix sp. Vanilla adalah buah yang belum matang tetapi sudah tumbuh penuh dari tanaman Vanilla planifolia. Bioflavonoid citrus (termasuk hesperidin. Salicin jika dihidrolisis oleh emulsin menghasilkan D-glukosa dan saligenin (salisin alkohol). Mekanisme kerja salicin mirip dengan asam salisilat dan diduga salicin dioksidasi menjadi asam salisilat didalam tubuh manusia. Koumarin Koumarin adalah lakton dari asam o-hidroksinamat yang berbentuk kristal . Sumber utama salicin adalah Salix purpurea dan Salix fragilis. Glukovanillik alkohol jika dihidrolisis menghasilkan glukosa dan vanillik alkohol yang kemudian jika dioksidasi akan menjadi vanillin. Derivat koumarin Derivat koumarin yang memiliki efek farmakologis contohnya scopoletin (6metoksi-7-hidrosi koumarin) dari tanaman Viburnum prunifolium atau V. Santonin yang dihasilkan dari tanaman Artemisia cina memilki efek anthelmintik. Beberapa glikosida derivat koumarin terhidroksilasi terdapat pada tumbuhan berikut: – skimmin dari tanaman star anis jepang – aesculin dari pohon „horse chesnut‟ – daphnin dari tanaman merezeum – fraxin dari tanaman „ash bark‟ – scopolin dari belladonna – limetin dari jeruk Dari semua hidroksi koumarin yang disebutkan diatas. opulus sebagai antispasmodik. tidak ada yang memiliki potensi sebagai obat. Yang juga memiliki efek farmakologi adalah koumarin yang mengandung lakton seperti cantharidin dan methoksalen yang digunakan untuk tujuan dermatologi. tetapi penggunaannya di amerika sudah dilarang karena potensi toksisitasnya yang tinggi. dan Populus sp. Kegunaan vanillin adalah sebagai bahan pencita rasa.hesperidin digunakan untuk pengobatan pada perdarahan kapiler dan meningkatkan kemungkinan pembuluh darah kapiler pecah. Aglikon dari vanilla disebut vanillin atau metilprotokatekuik aldehid. Salicin memiliki efek farmakologi sebagai anti rematik. GLIKOSIDA LAKTON Meskipun kaumarin banyak terdistribusi pada tanaman. Hidrolisis salicin GLIKOSIDA ALDEHID Vanilla adalah glikosida yang memilki aglikon aldehid sebagai konstituen utama. tetapi glikosida yang mengandung koumarin sangat jarang. penutup rasa dan sebagai penampak bercak pada beberapa hasil kromatografi. Vanilla hijau mengandung 2 glikosida yaitu glukovanillin (avenein) dan glukovanillik alkohol. hesperitin. Kebanyakan batang pohon willow dan poplap mengandung salicin. diosmin dan naringen) digunakan untuk terapi „common cold‟ atau flu.

dan Trifolium pratense.Asam sulfat Petroleum eter . Tanaman penghasil koumarin antara lain Anthoxanthum odoratum. Uva ursi adalah daun kering dari tanaman Arctostaphylos urva-ursi. amonia. Arbutin jika dihidrolisis akan menghasilkan hidrokuinon dan glukosa. tidak berwarna. Galium trifolium.Aquadest Timbal asetat . cantharides yang diekskresikan melalui ginjal akan mengiritasi saluran urin menyebabkan terjadinya priapisma. Efek samping dari penggunaan methoksalen adalah karsinogenesis. pahit. Methoksalen.Etanol Simplisia apii folium . silfur dioksida atau kloroform. chimaphila atau Ericaceae lainnya.Asam sulfat P Lempeng KLT silica gel GF254 . Methoksalen dapat diberikan secara oral atau topikal. Kemudian hasilnya disimpan dalam tempat tertutup rapat dan diberi beberapa tetes kloroform. GLIKOSIDA FENOL Glikosida fenol adalah glikosida yang memiliki aglikon fenolik. FDA telah melarang pengguna koumarin sebagai bahan pencita rasa karena adanya interaksi antara kumarin dengan beberapa obat.kloroform Isopropanol . Dikumarol dapat dibuat analognya dengan cara sintesis yaitu garam warfari yang saat ini banyak digunakan sebagai antikoagulan.Asam klorida Serbuk zink . Jika digunakan secara internal. Contoh dari glikosida fenol adalah arbutin dari tanaman uva ursi. aromatik dan rasa membakar. 8-metoksi psoralen atau xanthotoksin berasal dari tanaman Ammi majus. lalu dikeringkan dengan suhu dibawah 40oC. Cantharides bersifat iritan dan dimanfatkan sebagai vesikan dan rubafasien. Methoksalen dapat memfasilitasi repigmentasi pada vitiligo idiopatik dan penanggulangan psoriasis.Anisaldehid-asam sulfat Asam pelklorat . bau khas. Cantharides Cantharides adalah serangga kering dari spesies Cantharis vesicatoria atau yang lebih dikenal sebagai lalat spanyol/rusia atau blister.Methanol Asam asetat anhidrat . Melilotus albus.Etil asetat Etil asetat .Asam formiat Benzena . Cantharides dibuat dengan cara merendam serangga dalam cuka encer atau serangga diberi uap panas dari larutan cuka. Melilotus officinalis. Arbutin digunakan sebagai diuretik dan astringen III. Psoralen Psoralen adalah furokumarin fotosensitisasi yang terdapat pada famili tanaman Umbelliferae yang biasanya menyebabkan fototoksik. Derivat koumarin yaitu bishidroksikoumarin atau dikumarol digunakan sebagai antikoagulan. Efek ini dianggap sebagai afrodisiak tetapi pemakaian secara internal ini berbahaya.Besi (III) klorida ALAT: Erlenmeyer Corong pisah . ALAT DAN BAHAN BAHAN: Simplisia digitalis folium . katarak dan degenerasi kulit sehingga penggunaanya harus dibawah pengawasan spesialis. Selama terapi menggunakan methoksalen pasien harus menghindari paparan sinar matahari.prismatis. Koumarin larut alkohol dan saat ini sudah dapat disintesis. Cantharides digunakan secara topical untuk menghilangkan”warts”.

tambahkan Na2SO4 anhidrat P. 2. uapkan pada suhu tidak lebih dari 500C. Sari filtrate 3x.3 ml asam sufat P dan 1 tetes besi (III) klorida 0. Saring. Uapkan 0. Pada filtrate tambahkan 12. menunjukkan adanya glikosida dan aglikon kardenolida. Jika terbentuk warna biru hijau maka simplisia mengandung glokosida. 4. Panaskan pada suhu 1100C selama 10 menit. lalu saring. saring. Tidak adanya fluoresensi menandakan adanya glikosida. 2. saring. Encerkan 0. Panaskan pada suhu 1100C selama 10 menit.1 ml larutan percobaaan A dengan 2.2 ml larutan percobaan diatas pengas air. setelah beberapa menit diatas cincinberwarna hijau biru. Totolkan 20 µL filtrate pada lempeng KLT silica gel GF254 setebal 0.9 ml methanol.5 g serbuk simplisia disari dengan 15 ml campuran (7 bagian volume etanol 96% + 3 bagian volume air) maserasi selama 30 menit. terjadi warna jingga setelah beberapa menit.5 ml Pb(II)asetat 0. D. 4. Penyiapan larutan percobaan untuk identifikasi glikosida. Uji Identifikasi Glikosida Dengan Menggunakan Metode KLT. 5. 3. kemudian tambahkan hati-hati campuran 0. Uapkan 0. terbentuk cincin berwarna merah pada batas cairan. Larutkan sisa dengan 2 ml methanol P.3 M. dinginkan. Elusi dengan campuran benzene P-etanol 95% (70:30) dengan jarak gambar 10 cm. Amati dengan sinar biasa dan UV 366 nm. 1. 4. Uji Identifikasi Umum Terhadap Glikosida (libermann Burchard). 3. B. tiap kali dengan 10 ml campuran (3 bagian volume kloroform P + 2 bagian volume isopropanol P). CARA KERJA A. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehid-asam sulfat LP.25 mm. Semprot kromatogram kedua dengan asam perklorat. Tambahkan 10 tetes asam sulfat. menujukkan adanya glokosida dan glokon 2 deoksigula. 3. C.3 M. diamkan. Teteskan besi(III) klorida 0.4 M. 1. Larutkan sisanya dalam I ml asam asetat anhidrat P. Pada kumpulan sari.Kertas saring Penangas air Cawan penguap Tabung reaksi Chamber KLT IV. 1. Uji Identifikasi Terhadap Glikosida Jantung 1. Larutkan sisa dengan 3 ml asam asetat P dengan sedikit pemanasan. kocok. 2. Amati dengan sinar biasa dan UV 366 nm. aduk.1 ml larutan percobaan diatas penangas air. Sari 300 ml serbuk simplisia dengan 5 ml methanol P selama 5 menit.5 ml air dan 12. Muncul bercak biri menandakan adanya glikosida. 1. tambahkan baljet LP. 2. .

methanol (1:1) v/v kedalam 200 mg simplisia. . 3. Uji Identifikasi Glikosida Flavonoid 1. pisahkan fase methanol. 2. diamkan 1 menit. kocok hati-hati. Buat larutan percobaan dengan cara menambahkan 3 ml campuran kloroform. Langsung totolkan dan elusi. Tambahkan 5 ml petroleum eter. Uapkan filtrate hingga kering. setelah didiamkan beberapa saat. larutkan sisa dalam 2 ml etanol 95%. uapkan hingga kering. Dinginkan dan saring. 2. dan residu yang tersisa dilarutkan dalam 5 ml etil asetat. saring selagi panas menggunakan saring kecil berlipat. F. Aduk sambil dihangatkan diatas penangas air selama 10 menit. Ambil lariutan percobaan 1 ml. dicegah agar pelarut tidak terlalu banyak menguap. Buat larutan percobaan dengan cara menyari 1000 mg serbuk simplisia dengan 10 ml methanol selama 10 menit di atas penangas air. Uji Identifikasi Glokosida Jantung Dengan Menggunakan Metode KLT. Dinginkan saring. Identifikasi Glikosida Flanonoid Dengan Metode KLT 1. + larutan Pb asetat 25% dalam air. + ammonia atau larutan NaOH 0. Uji glikosida 3-flavonol. Deteksi dengan cara dilihat dibawah UV-254 dan UV-366 sebelum sebelum dan sesudah diuapi ammonia. c. Larutka residu dalam 2 ml campuran kloroformmethanol (1:1) v/v untuk ditotolkan pada lempeng silica gel GF254 lalu diesulasi. + larutan FeCl3 2% dalam air. b. Tambahkan HCl P. Jenuhkan chamber dengan 20 ml eluen campuran etil asetat-asam formiat-air (10:2:3) v/v. 1. Tambahkan pereaksi berikut amati warna/endapan yang terjadi. ambil bagian yang jernih untuk percobaan. jika dalam 2-5 menit terjadi perubahan warna menunjukan adanya glikosida 3 flavonol. Deteksi dengan vanillin-asam fosfat. dipanaskan.2 N. larutkan sisanya dalam 2 ml etanol 95%.E. tambahkan serbuk Zn dan 2 ml HCl 2N. G. Uapkan fase methanol hingga kering.5:10) v/v. Buat laporan percobaan dengan cara menyari 200 mg simplisia dengan 5 ml methanol hangat selama 5 menit. 3. Jenuhkan chamber dengan 20 ml eluen yang terdiri dari campuran etil asetatmetanol-air (100:13. Uapkan 1 ml larutan percobaan hingga kering. 2. a.

kemudian disaring. Hasil maserasi dari Apii Folium dan Digitalis Folium berwarna hijau pekat. praktikan tidak melakukan proses maserasi yang dibuat dari dari serbuk simplisia Apii Folium dan Digitalis Folium. Kemudian masing-masing maserat disaring dengan kertas saring yang sebelumnya dijenuhkan dulu dengan air agar memperlancar proses penyaringan. Pada filtrate ditambahkan 12. Filtrat yang diperoleh dipindahkan ke dalam corong pisah. Uji Identifikasi Terhadap Glikosida Jantung Di dalam uji identifikasi glikosida jantung ada dua hal yang duji. D.etanol). kemudian dikocok dengan hati-hati. Setelah dikocok. langkah percobaan juga dilakukan sama halnya dengan Digitalis Folium dan hasil akhir yang didapatkan untuk Apii Folium adalah timbulnya endapan yang berwarna hijau dan larutan yang terbentuk menjadi berwarna hijau juga. Penyiapan Larutan Percobaan Untuk Identifikasi Glikosida Pada proses penyiapan larutan percobaan untuk uji identifikasi glikosida. C.5 ml air dan 12. Uji Identifikasi Umum terhadap Glikosida (Liebermann-Burchard) Percobaan uji identifikasi umum glikosida. akan terjadi dua fase yaitu fase yang lebih keruh berada pada bagian atas. Fase bawah adalah fase klorofom dimana filtrate terlarut didalamnya. katup corong harus tetap terbuka agar proses penggojogan berjalan sempurna tetapi harus dijaga agar filtrate tidak tumpah keluar corong pisah.5 ml Pb (II) asetat 0. hal ini tidak dilakukan karena maserat dari serbuk Apii Folium dan Digitalis Folium sudah terlebih dahulu disiapkan oleh staf dosen farmakognosi. PEMBAHASAN A. Hasil penyarian pada tahap ini berwarna hijau. Pada proses penggojogan filtrate dalam corong pisah. dan fase bening pada bagian bawah. dikocok dan didiamkan beberapa menit. B. Uji Identifikasi Glikosida Dengan Menggunakan Metode KLT Uji ini tidak dilakukan. Tujuan disiapkannya maserat agar pada praktikum selanjutnya yang dikerjakan oleh praktikan menjadi lebih efisien dan menunjukkan hasil yang signifikan karena yang dipakai yakni maserat yang sudah dibuat oleh tangan para ahli dan maserat memiliki tingkat kemurnian yang tinggi.4 M. Untuk maserat Apii Folium. Fungsi penambahan campuran ini adalah untuk memisahkan endapanendapan halus yang masih lewat dari hasil penyaringan. yaitu terbentuknya warna biru hijau pada larutan. Filtrat yang telah dihasilkan ditambahkan Na2SO4 anhidrat. Filtrat yang dihasilkan berwarna hijau kekuningan (untuk Digitalis Folium). uji tersebut yakni : . Larutan sisa yang telah diuapkan di atasa penangas air ditambahkan dengan 2 mL methanol P dan didapat hasilnya berupa larutan berwarna hijau dengan timbul endapan yang juga berwarna hijau.V. Fungsi penguapan ini adalah untuk menguapkan pelarutpelarut yang digunakan dalam proses penyarian (kloroform. filtrate di sari sebanyak 3 kali dengan 10 ml campuran yang terdiri dari 6 ml kloroform P dan 4 ml isopropanol P. Kemudian fase ini dipisahkan dan sisanya kembali disari dengan campuran yang sama sampai 3 kali. Berat jenis kloroform lebih besar dari berat jenis air. Fungsi penambahan Na2SO4 anhidrat ini adalah untuk menarik molekul air yang terdapat dalam sari. kemungkinan ini dikarenakan kurang sempurnanya proses pembuatan larutan. Sari kemudian disaring dan filtratnya diuapkan pada suhu tidak lebih dari 500C.isopranol. sampel serbuk apii tidak menunjukkan hasil pisitif .

Pb asetat dan ammonia.9 ml methanol dan ditambah beberapa tetes Baljet LP. F. uji positif terhadap glikosida ditunjukkan dengan timbulnya warna jingga atau oranye. Selanjutnya dalam corong pisah dilakukan penggojogan dengan hati-hati. disaring dengan menggunakan kertas saring berlipat. Untuk Apii Folium sama halnya dengan dengan Digitalis Folium yang menunjukkan tidak terjadinya warna jingga. akan tetapi yang terjadi . Filtrat diencerkan dengan 10 ml air. Masing-masing simplisia dibagi 3 sama rata. glikosida mengandung glikon 2-dioksigula akan menunjukkan terbentuknya cincin berwarna merah coklat pada batas cairan dan setelah beberapa menit di atas cincin berwarna hijau biru. Digitalis Folium setelah penambahan 2 tetes FeCl3 terjadi perubahan warna dari hijau muda menjadi kuning pucat. Selagi panas. diambil 1 mL dan dilarutkan dalm 5 mL eil asetat. 2. Jadi. Percobaan ini diawali dengan pembuatan larutan percobaan dengan cara 1000 mg serbuk simplisia Apii Graveolus disari dengan 10 ml methanol selama 10 menit di atas penangas air. sedangkan untuk larutan Apii Folium menunjukkan hasil yang negatif karena tidak terbentuk cincin berwarna coklat merah pada batas cairan. tujuan penyaringan pertama ini adalah untuk memisahkan seratserat halus yang ada pada ekstraknya. Tujuan penambahan petroleum eter dalam corong pisah untuk memisahkan filtrate dengan metode ekstraksi cair-cair. Pada percobaan uji identifikasi terhadap glikosida jantung. seharusnya terjadi warna jingga. Uji Identifikasi Glikosida Jantung Dengan Menggunakan Metode KLT Uji ini tidak dilakukan. pada Digitalis Folium dan Apii Folium negatif terhadap uji adanya aglikon kardenolida. Untuk Digitalis Folium tidak terjadi warna jingga seteleh didiamkan selama beberapa menit. Uji Identifikasi Glikosida Flavonoid 1. Uji Glikosida Pengujian dengan beberapa Reagen seperti FeCl3. Diambil bagian jernihnya untuk percobaan. Digitalis Folium ditambahkan 3 tetes NaOH 0. Uji yang pertama adalah uji adanya aglikon kardenolida. kemudian dimasukkan ke dalam corong pisah dan ditambahkan petrolelum eter sebanyak 5 ml. Pada perobaan uji identifikasi umum glikosida. dan selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi. karena hasil percobaan mengarah ke negatif. proses pembuatan larutan percobaan menunjukkan hasil dari pengujian glikosida. Setelah dilakukan percobaan sesuai dengan prosedur maka diperoleh hasil larutan Digitalis folium menunjukkan hasil positif.1 ml larutan percobaan dengan 2. Uji yang kedua adalah uji komponen glikon 2 dioksigula. kemungkinan ini dikarenakan kurang sempurnanya proses pembuatan larutan. KESIMPULAN Komponen glikosida terdiri dari glikon dan aglikon.1. karena telah terbentuk cincin berwarna coklat pada batas cairan. larutan serbuk digitalis folium belum menunjukkan hasil positif. Digitalis folium setelah ditambahkan 3 tetes Pb Asetat dari hijau muda menjadi kuning. Menurut pustaka. Pembuatan larutan percobaan. didiamkan beberapa saat maka akan terbentuk dua fase yaitu fase atas berwarna bening yakni eter P dan fase bawah berwarna hijau muda yang merupakan fase etanol diuapkan hingga kering. E.2N dari hijau muda menjadi kuning. 2. Uji ini dilakukan dengan mengencerka 0. sampel serbuk apii tidak menunjukkan hasil pisitif . yaitu terbentuknya warna biru hijau pada larutan. Menurut pustaka.

Materia Medika. jimbaran. Bahan Ajar Farmakognosi Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Udayana. karena telah terbentuk warna coklat dibawah cairan.. Diberdayakan oleh Blogger. Anonym. kemudian diatasnya terbentuk cincin berwarna hijau kebirun. Pada percobaan uji identifikasi terhadap glikosida jantung. Jilid I. Jakarta. Bali. Depkes RI. jimbaran. Depkes RI. jimbaran. DAFTAR PUSTAKA 2009.dkk.Bali. Farmakope Indonesia Ed. 2009.... Bali.ialah warna pucat putih. Gambar template oleh TayaCho. Diposkan oleh JURNAL ILMIAH FARMASI-KEDOKTERAN di 23:54 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 0 komentar: Poskan Komentar Posting LamaBeranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) PENGIKUT ARSIP BLOG  ▼ 2010 (6) o ▼ Oktober (6)  IDENTIFIKASI GLIKOSIDA  STANDARISASI DAN SPESIFIKASI SIMPLISIA DAN EKSTRAK. Dir. VI. Jurnal Praktikum Farmakognosi Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Udayana. POM. Jakarta. 1995.  LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI FARMASI  IDENTIFIKASI ALKALOID  jurnal ilmiah farmasi: Jurnal farmasi Elektrofores. Jend. 2009. larutan digitalis folium menunjukkan hasil positif. Ariasih . IV. . Penuntu Praktikum Farmakognosi Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.  Jurnal farmasi Elektroforesis MENGENAI SAYA JURNAL ILMIAH FARMASI-KEDOKTERAN Lihat profil lengkapku Template Picture Window..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful