MAKALAH Konservasi Sumber Daya Alam Hayati

Taman Nasional Alas purwo
di susun oleh : 1. TITIN MARTINA MARPAUNG 2. MENTARI PURWAKASIWI 3. MUHAMMAD IRFAN E14100022 E14100120 E14100131

Departemen Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor 2011

BAB I

Secara geografis terletak di ujung timur Pulau Jawa wilayah pantai selatan antara 8°26’45”–8°47’00” LS dan 114°20’16”–114°36’00” BT.767 Ha Zona Pemanfaatan (Intensive use zone) seluas 250 Ha Zona Penyangga (Buffer zone) seluas 1. Ditunjuk sebagai taman nasional sejak tahun 1993 dengan luas wilayahnya sekitar 43. Kawasan ini terdiri dari hutan mangrove.420 ha. hutan bambu dan terumbu karang. Dalam keadaan biasa. Sungai di kawasan TN Alas Purwo umumnya dangkal dan pendek. Mata air banyak terdapat di daerah Gunung Kuncur. Secara administratif pemerintahan termasuk Kecamatan Muncar. Keadaan tanah hampir keseluruhan merupakan jenis tanah liat berpasir dan sebagian kecil berupa tanah lempung. Sungai yang mengalir sepanjang tahun hanya terdapat di bagian Barat TN yaitu Sungai Segoro Anak dan Sunglon Ombo. Purwoharjo dan Tegal Delimo.203 Ha. Rata – rata curah hujan 1000 – 1500 mm per tahun dan iklimnya termasuk tipe B dengan temperature 22°-31° C. yaitu : • • • • Zona Inti (Sanctuary zone) seluas 17. hutan tanaman. Goa Basori. dan Sendang Srengenge. bergelombang ringan sampai barat dengan puncak tertinggi Gunung Lingga Manis (322 mdpl). TN Alas Purwo dengan luas 43. dan kelembaban udara 40-85 %. Secara umum kawasan TN Alas Purwo mempunyai topografi datar. Latar Belakang Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. hutan pantai.1. Kabupaten Banyuwangi Propinsi Dati I Jawa Timur.420 ha terdiri dari beberapa zonasi. musim di TN Alas Purwo pada bulan April sampai Oktober adalah musim kemarau dan bulan Oktober sampai April adalah musim hujan.200 Ha Zona Rimba (Wilderness zone) seluas 24.PENDAHULUAN 1. Gunung Kunci. Jenis-jenis flora yang ada antara lain ketapang (Terminalia . Wilayah TN Alas Purwo sebelah Barat menerima curah hujan lebih tinggi bila dibandingkan dengan wilayah sebelah Timur.

berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2. Ayam hutan (Gallus sp. Ajag (Cuon alpinus).2 Tujuan . Sebutan G-land dapat diartikan. Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai. Satwa yang ada antara lain Banteng (Bos javanicus). burung kirik-kirik laut (Merops philippinus). Kijang (Muntiacus muntjak). trinil pantai (Actitis hypoleucos). Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus). Australia. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. nyamplung (Calophylum inophylum). dan trinil semak (Tringa glareola). dan Afrika Selatan. sawo kecik (Manikara kauki) dan lain-lain. karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Lutung (Presbytis cristata). Burung merak (Pavo muticus). Penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Rusa (Cervus timorensis). kepuh (Sterculia foetida). kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis) Penyu lekang (Olive ridely turtle). keben (Baringtonia asiatica). juga pada periode bulan Oktober-Desember dapat dilihat sekitar 16 species burung yang berimigrasi dari Australia. Pasir tersebut bewarna kuning.cattapa). 1. Penyu hijau (Chelonia mydas).5 mm.). Penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus). macan tutul (Panthera pardus melas).

Mengetahui flora dan fauna apa saja yang terdapat di kawasan Taman 2 Nasional Alas Purwo. BAB II PEMBAHASAN .1 Mengetahui tentang kawasan Taman Nasional Alas Purwo. 3 Mengetahui pengelolaan konservasi di Taman Nasional Alas Purwo.

Secara resmi. zona penyangga itu berada sebagai zona di antara kawasan konservas idan kawasan pemukiman manusia.Salah satu gangguan terhadap pengelolaan zona penyangga TNAP adalah korupsi didalam Perum Perhutani. Kalau pengelolaannya tidak membantu masyarakat yang paling membutuhkan bantuan. Itu bukan pengelolaan bersama masyarakat yang akan memperbaiki kehidupannya dan meningkat ekonominya. Dalam fungsinya zona penyangga termasuk fungsi melindungi kawasan konservasi terhadap gangguan dari luar. tetapi merupakan pengelolaan yang mendukung dan memperkuat strata ekonomi yang sudah ada. Sudah muncul masalah pencarian dana pada tingkat lokal. Namun oknum-oknum Perum Perhutani sendiri yang juga melakukan korupsi. tanah yang dikelola masyarakat tidak harus dibeli. Akibatnya situasi ekonomi di daerah penyangga maupun keadaan kawasan TNAP sangat buruk. Tanah sering dijual belikan dan ada pembayaran dengan kayu. tanah itu masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga tetap dibeli. dan terbaliknya.program itu sangat penting karena merupakan salah satu cara pengelolaan resmi pemanfaatan zona penyangga yang memberikan tanah lebih luas kepada masyarakat. Selama ini masyarakat juga boleh menanam tanaman pertanian sebelum pohon produksi terlalu besar. Walaupun mahal. TNI dan Polri sering terlibat dengan hutan produksi karena sejak desentralisasi mulai harus lebih mandiri dengan pencarian dana. ada oknum-oknum Perum Perhutani yang memaksa masyarakat membeli tanah itu. dan masyarakat bermanfaat dengan mengunakan tanah Perum Perhutani untuk menanam tanaman pertanian. Selain membantu Perum Perhutani mengelola hutan produksi. Walaupun begitu. yang dilaksanakan oleh Perum Perhutani. sejumlah masyarakat menanam dan mengelola tanaman hutan produksi sampai pohonnya sudah berumur kurang lebih enam tahun. Orang yang mempunyai uang lebih mampu mengunakan tanah Perum Perhutani itu. Apalagi. maka kawasan konservasi masih akan diganggu olehnya. . Ada dua cara korupsi yang utama dalam pengelolaan zona penyangga.Pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan upaya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan produksi. Perum Perhutani bermanfaat dengan mengerjakan masyarakat. Dalam program PHBM. Perum Perhutani yang membiarkan aktivitas itu dengan cara kolusi.

Semua itu menyebabkan pengelolaan zona penyangga menjadi tidak jelas. Balai TNAP berperan yang lebih keras dalam pendekatan pengelolaan keragaman hayati dan integritas ekosistem-ekosistem yang terlindung. baik dengan kolusi bersama petugas Perum Perhutani maupun tidak. Lagi pula kredibilitas TNAP berkurang karena seolah-olah tujuan jangka tengah sampai panjang yang diutamakan para pengelola itu tidak dianggap bermanfaat oleh masyarakat. Anggapan itu muncul karena keberadaan zona penyangga yang memiliki . Secara resmi upahnya uang. Pengembangan Pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo TNAP sudah disebut salah satu taman nasional yang paling stabil dan aman di Indonesia. dan petugas yang memasukkan uang itu ke dalam sakunya. tetapi pembayaran yang sebenarnya dengan kayu memenuhi tujuan jangka pendek oknum-oknum Perum Perhutani serta masyarakat. Tetapi. yaitu PHBM yang condong.Sepertinya dalam situasi itu petugas dan pekerja berdua yang bermanfaat. maka peran jangka panjang zona penyangga itu lebih sulit dipahami oleh masyarakat. pekerja masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penebangan hutan produksi di zona penyangga sebenarnya diberi upah oleh Perum Perhutani. Karena manfaat-manfaat jangka pendek yang ditunjuk sebagai lebih diinginkan. Cara pengelolaan zona penyangga Perum Perhutani. Kalau dilihat kembali pengelolaan secara resmi. Lagi pula ada kemungkinan pengambilan kayu yang lebih banyak. Balai TNAP yang melaksanakan penyuluhan. tetapi sebagai akibat cara-cara pengelolaan zona penyangga tersebut pelaksanaan penyuluhan itu lebih susah. Kalau dibayar dengan kayu pekerja itu menerima barang yang harganya lebih tinggi daripada upah resmi.Mereka tidak bisa memanfaatkan zona penyangga sehingga dipaksa memasuki zona rimba atau zonainti. pandangan jangka pendek dan kesalah pahaman TNAP yang didukung oleh tindakantindakan tersebut. kenyataan di lapangan para pekerja itu sering dibayar dengan kayu. Namun seharusnya ditentukan pengelolaan resmi yang berlaku sampai tingkat bawah. Selain mendukung KKN. tetapi sebenarnya sangat buruk efeknya.Keberadaan korupsi berarti pengelolaan itu ditentukan oleh kemauan dan keputusan individu-individu yang sulit diramalkan. Efek-efek upaya penyuluhan terhadap masyarakat dikurangi. pasti tidak sesuai dengan fungsinya.

tetapi belum dikembangkan secara sepenuhnya. penyuluhan dan kegiatan seperti itu. serta melaksanakan upaya bantuan dan pembinaan daerah penyangga.sumber daya alam dan dilakukan kegiatan oleh masyarakat di luar kawasan konservasi yang sebenarnya. Tetapi belum ada cara yang efektif untuk melawan korupsi itu dan membuat pengelolaan zona penyangga lebih luas. serta anggapan yang masih agak kuat tentang suasana angker dan keramat di sana. dan peralatan seni. Yang jelas. dan diperbolehkan memakait anah zona penyangga. Keadaan ekonomi di daerah penyangga dan pelaksanaan kelestarian dan konservasi di dalam TNAP sedang hanya berubah denganpelan. dengan cara-cara pengelolaan yang sedang dilaksanakan di TNAP. dan program PHBM melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sekarang ini pengelolaan TNAP sudah mulai mengikuti cara-cara yang bisa disebut partisipatif. tanaman. upaya mencari keseimbangan antara masyarakat dan kawasan konservasi itu akan diperbaiki dan diperkuat.Walaupun begitu. Tetapi keterlibatan masyarakat masih terbatas di tingkat agak bawah. seharusnya cara pengelolaan berubah menjadi lebih partisipatif lagi. Dari semua pihak ada yang sadar akan korupsi dan ketidaksesuaian dalam pengelolaan zona penyangga. Makanya bisa dikatakan TNAP sedang mengalami masa peralihan. Dengan lebih banyak pihak yang terlibat. Dan anggapan bahwa kawasan TNAP angker dan keramat dikatakan sudah mulai berkurang. pembinaan daerah penyangga termasuk bantuan ternak. Pengetahuan itu berada di Balai TNAP.Kalau benar-benar ingin diubah untuk memperbaiki situasi ekonomi masyarakat maupun keberlanjutan kawasan konservasi. masih ada kekurangan dalam pengelolaan TNAP. proses pengelolaan menjadi lebih transparan dan terbuka. pembinaan daerah penyangga. tidak akan ada perubahan yang drastis. Cara-cara pengelolaan sudah mulai menjadi partisipatif. dengan memutuskan dalam proses itu. Pada umumnya Balai TNAP menunjukkan rasa peduli terhadap baik pihak kemanusiaan maupun lingkungan alam. Belum juga ada dana yang mencukupi untuk melakukan patroli.Kalau pengelolaan TNAP dikembangkan menjadi pengelolaan partisipatif yang sebenarnya.Masyarakat diberikan bantuan. Namun masyarakat belum mempunyai peran yang aktif dalam pengelolaan TNAP. dan masyarakat sekitar yang tahu juga. Antara lain penyuluhan. . menerima penyuluhan. dalam Perum Perhutani.

Potensi-potensi seperti wisata alam bisa dikembangkan sesuai dengan kemauan semua pihak. Peluang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi tidak hanya dari segi pemanfaatan. Namun tidak mudah tujuan-tujuan itu dicapai dan proses itu perlu banyak waktu. Karena cara pengelolaan sudah mulai berubah memiliki aspek-aspek partisipatif. TNAP ada kesempatan menjadi contoh untuk membantu taman nasional lain diIndonesia melaksanakan pengelolaan yang lebih arif dan efektif. TNAP memiliki peluang yang sangat mungkin untuk menjadi contoh pengelolaan yang sangat efektif. sumber manusia menjadi lebih banyak juga. yang membantu membuat jelas komunikasi antara masyarakat. Adanya dialog juga. para pengeloladan pihak lain. Selain menjamin keberlanjutan kawasan konservasi itu serta ekonomi masyarakat sekitar dengan lebih baik. dan kenaikan kesadaran tentang pentingnya konservasi. tetapi juga dalam hal perlindungan dan pelestariannya. Pengelolaan partisipatif bukan hanya merupakan peluang kepada masyarakat untuk mengeksploitasi TNAP.berarti lebih jelas. Ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam juga tidak bisa cepat diubah.Memang di atas ditulis hasil pengelolaan partisipatif yang ideal. lebih mudah perubahan itu dilanjutkan sampai masyarakat dan pihak-pihak lain berperan dalam pengelolaan TNAP. Sebagai salah satu taman nasional yang paling stabil dan aman di Indonesia. . Tetapi jelas juga dalam konteks pengelolaan taman nasional tidak mungkin dan juga tidak arif masyarakat lokal dilarang ikut serta merumuskan kebijakan dan pengelolaan taman nasional. Dengan keterlibatan lebih banyak orang.atau setidaknya permasalahan bisa didebatkan supaya hasil yang paling bermanfaatakan dicapai.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Ketergantungan masyarakat sekitar TNAP sangat tinggi. Selain itu juga perlu adanya pengkajian tentang bagaimana cara pelaksanaan pengelolaan parisipatif seharusnya dilakukan sesegera mungkin.1. Upaya untuk mengembangkan pengelolaan TNAP menjadi pengelolaan partisipatif akan lebih menjamin keberlanjutan kawasan konservasi sertaekonomi dan budaya masyarakat. Ada aspek-aspek pengelolaan TNAP yang efektif dan sudah mulai menjadipengelolaan partisipatif. Pengelolaan TNAP sedang mengalami masa peralihan menuju ke arah lebih bersifat partisipatif. . Saran Masyarakat perlu dilibatkan oleh TNAP dan Perum Perhutani dalam pengelolaan dan memutuskan dalam hal-hal yang langsung mempengaruhi kehidupannya. 4. 3. Namun perubahan situasi ekonomi masyarakat dan kelestarian kawasankonservasi belum sangat efektif. Kesimpulan 1. 3.2. 2. dan bentukbentuk interaksi dan pemanfaatan bermacam-macam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful