Metode perawatan jenaza pasien berdasarkan agama islam

OLEH:
NAMA NIM PRODI KELAS : AGUS SETIAWAN WAYAN : 10C10383 : S-1 KEPERAWATAN : II B

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI
2011/ 2012

yaitu dengan merawat sampai menguburkan serta mendo'akannya. Dan ini harus kita tanamkan pada diri kita masing-masing dan juga anak-anak kita untuk jadi anak yang sholeh dan sholehah. B. Kecuali tiga perkara. . 1. SIAPA ORANG YANG MERAWAT Keluarga terdekat (Ayah. Bila Urutan tersebut di atas tidak ada baru beralih kepada yang lain . Jadi kesimpulanya pengurusan jenazah adalah menjadi kewajiban keluarga terdekat si mayit. Ibunya. bila seluruh masyarakat tidak ada yang merawat maka seluruh masyarakat akan dituntut dihadapan Allah Swt. Inilah yang perlu kita pikirkan sepertinya di millist ini belum pernah ada yang memberikan pencerahan. kalau keluarga yang terdekat tidak ada. Bagaimana kalau kita seandainya sementara kita di tengah hutan belantara jauh dari pemukiman dan kita punya teman cuma beberapa orang saja. Karena kewajiban merawat jenazah yang pertama adalah keluarga terdekat. ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mau mendo'akan kedua orangtuanya. barulah orang muslim yang lainnya berkewajiban untuk merawatnya. pastilah kita akan berdosa. TUNTUNAN MERAWAT JENAZAH Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah. Pengurusan jenazah kebanyakan tidak dilakukan oleh keluarga dekat. mendapat pahala yang banyak. karena ajal bila sudah tiba saatnya. Fenomena lain yang banyak terjadi sekarang. Rasulullah SAW telah bersabda : " Apabila telah mati anak Adam. Mungkin diantara kita masih banyak yang belum tahu tentang tatacara merawat jenazah dan kalaupun sudah tahu. apalagi kalau yang meninggal adalah orangtua atau anak kita. bahkan samapi mendo'akannya juga minta orang lain yang mendo'akan. shodaqoh jariyah. sementara kita tidak tahu mayat ini harus diapakan. Kakak/Adiknya dst) namun sebaiknya yang sejenis pria oleh pria wanita oleh wanita kecuali Suami / istrinya atau ayah dan ibunya. Suami/Istrinya. pastilah tidak bisa ditunda kapanpun dan dimanapun. HUKUM MERAWAT JENAZAH Hukum merawat Jenazah dalah Wajib Kifayah artinya cukup dikerjakan oleh sebagian masyarakat . bahkan keluarga tinggal terima bersih karena sudah membayar orang untuk merawatnya. Anak putra/Putrinya. bila kita menghendaki kalau kita mati nanti anak kita dan keluarga dekat kita yang merawatnya. terutama di kota-kota besar.A. semoga bias mengingatkannya kembali.sedang bagi orang yang mengerjakannya. Permasalahan yang lain dan mungkin bisa saja terjadi adalah. Kalau kita tidak bisa merawatnya sampai menguburkannya berarti kita tidak (birrul walidaini) berbakti kepada kedua orangtua kita. namun setiap orang tentunya wajib mengetahui tatacara bagaimana merawat jenazah yang sesuai dengan tuntunan agama Islam. maka terputuslah amalnya.disisi Allah Swt." Disinilah kita harus menunjukkan bakti kita yang terakhir apabila orangtua kita meninggal.

maka kamu akan lepas kejelekannya tersebut dari bebanmu. Jangan ditunda. maka segerakanlah perawatannya. melimpahkan kasih sayangnya.(Al Hadist) Percepatkanlah penyelenggaraan jenazah. 3. Keluarga/ ahli waris segera menyelesaikan hak insani/Adam. Menguburkannya. Al Hadist. mema'afkannya serta memulyakannya. dan wanita yang tidak ada suami bila telah menemukan jodohnya. KAIFIAT (CARA PERAWATAN JENAZAH) Bila telah terang. jelas ajalnya seseorang. 4. Menyebarluaskan berita kematiannya kepada keluarga/ ahli waris. bila ia seorang yang baik. Mengucapkan kalimat tarji' untuk istirja'(pasrah dengan ikhlas dan ingat bahwa kita bersama akhirnya juga akan mengalami kematian (Innalillahi wainna ilaihi rooji'uun (Al Baqorah Ayat 156) Mendoakannya (Allahumma ighfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu) artinya : Ya Allah semoga Alloh mengampuni . tidak ada keharusan menunggu berkumpulnya seluruh kerabat. dilarang ditangguhkannya yaitu sholat bila telah datang waktunya. Dikatupkan mulutnya. utang piutang. dan kakinya diluruskan. WAKTU PENYELENGGARAAN Sesegera mungkin. nyata. kerabat dan masyarakat lingkungannya. Diutamakan ditelentangkan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan kiblat (untuk daerah Sidangoli berarti kepala disebelah utara) Ditutup muka wajahnya. mengambil alih tanggunga jawab hingga bagi yang telah wafat tiada lagi memiliki kewajiban. . HAK & KEWAJIBAN TERHADAP JENAZAH Memandikannya / Mensucikannya. Kecuali mempertanggung jawabkan amal perbuatannya. dengan ikatkan kain. Lemaskan terutama tangan. Mempersiapkan keperluan/perlengkapan perawatan mayat/ jenazah. Sabda Rasullulah Ada 3(tiga) hal Hai Ali. Adapun yang perlu dilakukan adalah : Pejamkan matanya. serta seluruh tubuhnya. Mengkafaninya/ Membungkus seluruh tubuhnya. dan lingkarkan dagu.. perdekatkanlah kebaikannya dan bila tidak demikian. Mensalatkannya. Jenazah bila telah nyata kematiannya.2. pelipis sampai ubunubun.

CARA-CARA MEMANDIKAN MAYAT Bujurkanlah jenazah ditempat yang tertutup serta diutamakan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan.7. Mengeringkan seluruh tubuh badannya dengan handuk hingga kering . Lidi dan sebagainya untuk membersihkan kuku. cendana dsb.5. segera dan rata. Menyiram berulang kali sejumlah gasal. Disunahkan menyiram air mulai anggota yang kanan diawali dari kepala bagian kanan terus kebawah.rambut dsb. misalnya 3. untuk meredam bau. Mati di atas perjalanan laut. CARA PELAKSANAAN MEMANDIKAN MAYAT Mulai menyiram anggota wudhu secara urut. Tutuplah bagian auratnya sekedarnya. tak perlu dibawa ke darat untuk dimakamkan apabila untuk mencapai daratan perlu waktu lama. maka kain kafannya cukup pakaian ihromnya dan tidak boleh diberi parfum sebagaimana jenazah biasa. karena dilarang menganiaya seseorang jenazah dengan menimbulkan kerusakan atau cacat tubuhnya. dan gigi palsunya (Kalau ada) Bersihkan kotoran najisnya dengan didudukkan dan meremas bagian perutnya hingga kotorannya keluar. Menyiram seluruh tubuh Menggosok seluruh tubuh dengan air sabun. MENSUCIKAN JENAZAH Perlengkapan yang diperlukan : Air suci yang mensucikan yang cukup.9.5. hingga 3(tiga) kali serta memulainya anggota wudhu sebelah kanan. kemudian bagian kiri dan diulang 3(tiga) kali PERHATIAN !!!!! Dilarang memotong kuku. Mati saat Ihrom. tertib. JENAZAH YANG TIDAK MENDAPAT PERLAKUAN SEPERTI BIASA Mati sahid dalam peperangan tidak perlu dimandikan dan dikafani cukup dimakamkan dengan pakaiannya yang melekat. 6. C. Bersihkan rongga mulutnya dari riak atau darah kalau ada Bersihkan kuku-kuku jari kaki dan tangannya. hingga rata dan bersih sesuai kebutuhan. Sarung tangan/ handuk tangan untuk membersihkan kotoran darah atau najis lain. Lepaskanlah seluruh pakaian yang melekat dan menutup. Menyiram dengan larutan kapur barus atau bau-bauan yang harum.serta pengikat dagu dan pergelangan tangan. dengan dicampuri bau-bauan Serbuk/larutan kapur barus.11 kali. Lepaskan logam seperti cincin. Handuk untuk mengeringkan badan/ tubuh mayat selesai dimandikan.

Adapun bagi mayat wanita disunahkan 5 lapis. Sehelai tutup dada. penutup lobang Serbuk kapur barus. Sehelai tutup aurat dengan terlipat panjang. Mukena untuk rambut h. 1. Tali sebanyak 7 diletakkan di: a. tutuplah lubang mata. Perut e. serta melebar lingkaran badan dengan ditaburi serbuk kapur barus. 2. Kapas 5 helai kapas selembar telapak tangan 7 Bulatan kecil. . Apabila anggota tubuh terluka dalam menggosok dan membersihkan bagian terluka supaya hati-hati dengan lembut seakan memberlakukan pada waktu masih hidup tidak boleh semena-mena. Selain 3 lapis itu ditambah baju kurung dan sorban. kain putih. Bentangkan tutup dada. Letakkan kain memanjang seluruh tubuhnya. Perlengkapan a. baju. D. Ujung kaki 2. sebagai penutup bagian aurat bawah. Perhatian : Bahan perlengkapan. tiap-tiap lapis hendaknya dapat menutup seluruh tubuhnya. 1. Selembar lingkaran badan dan yang lebih panjang dari seluruh tubuh. Pergelangan tangan g. 4. Baju. Ujung Kepala b. Pinggang/ pada lengan tangan d. c. cukup yang sederhana. dengan masih terhampar ke atas. Kerudung dan 2 lapis yang menutup seluruh tubuhnya.Perhatian : Saat menyiram air pada wajah muka. mulut dan telinganya. b. MENGKAFANI JENAZAH. cendana dsb yang berfungsi sebagai pengharum. 3. Kain Basahan. Khusus wanita dilengkapi dengan : f. masing-masing berupa Sarung. g. agar tidak kemasukan air. Segi tiga tutup kepala/rambut d. Demikian juga disunahkan bagi mayat laki² dikafani sampai 3 lapis kain. Tujuh utas tali dari sobekan kain putih. Aturlah dan letakkan sehelai tutup kepala/rambut. hidung. Leher c. PERSIAPAN PENGATURAN BAHAN KAFAN 1. Lutut f. Baju untuk penutup bagian dada dan lengan. mukena adalah yang sehari-hari dipakai. tidak berlebihan jenisnya.demikian juga bagai jenazah wanita kain basahan. dengan berlobang pada bagian lehernya e.

2 telinga. Bagi jenazah Wanita : a. 2 hidung dan 1. CARA PELAKSANAAN MENGKAFANI 1. tertib.suci b. 4. Letakkan sehelai tutup aurat (Semacam Celdam) memanjang dan melebarke bawah dan merupakan kain lipatan 6.Lengan siku kanan dan kiri e.Katupkan tutup dada melalui lubang pada lehernya c.Letakkan tiga pintalan rambut ke bawah belakang kepala b. Bagi wanita aturlah mukena.pusar dengan bulatan kapas yang ditaburi serbuk kapur barus 3. 3.Tutupkan kain mukena pada rambut kepala.Lipatkankain basahan melingkar badan perut dan auratnya. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang menyembahyangkannya.Tutuplah segitiga kain putih di bagian rambut kepala dengan ikatan pada jidat. dalam keadaan tertutup selubung kain kafan (jangan sampai mayat telanjang secara terbuka). Mayat sudah dimandikan dan dikafani c. di atas penutup CD . Katupkan lipatan tutup Celdam-nya 5. 2 mata. d. 2. f. . Syarat-syarat sholat Jenazah a. c. g. 2. Tutuplah tujuh lubang yaitu. Tutuplah lembaran kapas yang ditaburi sebuk kapur barus pada: a. Bagi Jenazah pria : a. Sholat mayit sama syaratnya dengan sholat lain yaitu menutup aurat. kecuali kalau sholat dilakukan di atas kubur atau sholat ghoib. 6.Di bawah dan atas peregelangan tangan. SHOLAT JENAZAH.baju dan kain basahan yang sesuai dengan letaknya.Kedua pergelangan kakinya.Wajah muka b. b.Ketiak kanan & kiri d. menyeluruh.Kedua lingkaran mulut.Leher kanan & kiri c.5. Letakkan janazah membujur di atas kain kafan.Tutupkan belahan kain baju pada dada. Katupkan dengan melingkar tubuh badannya kain kafan yang rapat.nya.

Dalam posisi takbir ke 4 Lalu bedo'a (Allahumma laa tahrimnaa ajrahu/ha walaa taftinna ba'dahu / ha wagfirlana walahu/ha 11. kemudian bersedekap kembali. Letak Imam paling muka diikuti oleh para ma'mum. F. Hendaknya berjalan secara cepat-segera.lalu takbir kembali dengan mengangkat kedua tangan dan bersedekap kembali (ini sedekap ke 3(tiga) 8. Selesai berdo'a lalu takbir lagi dengan mengangkat kedua tangan dan kemudian bersedekap (ini takbir ke empat) 10. Kaum Wanita. cukup jauh dari arus air.(ini Merupakan takbir pertama) 4. lalu takbir lagi dengan mengangkat kedua tangan. 3. sedang mayat wanita Imam menghadap dekat perutnya. MENGUBUR MAYAT A. dan karena diutamakan pelaksanaan penyelesaian Jenazah sesegera mungkin.dari penggalian binatang buas. Setelah membaca Surat Al Fatihah . Tempat penguburan Tempat penguburan adalah tempat penguburan khusus kaum muslimin. jika yang menyolati sedikit usahakan dibuat 3 baris / shaf. Pilih tempat yang cukup kuat tanahnya. apabila mayit laki-laki. PEMBRANGKATAN MAYAT 1. Persiapan Penguburan. 2. Penutup lubang lahat harus cukup kuat dan rapat. 1. Keranda Janazah hendaknya tertutup rapat dan sesederhana mungkin. Pembuatan liang lahat sekurang-kurangnya jangan sampai bau busuk mayit dapat keluar. Setelah takbiratul ihrom. .D. tangan diletakkan bersedekap lalu membaca Surat Al Fatihah. Selesai berdo'a baru salam E. terpisah dari kuburan bukan muslim. hendak nya Imam berdiri menghadap dekat kepala mayit. 5. Mayit diletakkan paling muka. Dalam posisi bersedekap membaca do'a (Allohummagfir lahu/ha warhamhu/ha wa'afihi/ha wa'fu anhu/ha) 9. 6. 3. Segerakanlah pemberangkatan penguburan dengan iring-iringan terutama keluarga terdekat. Dalam posisi bersedekap tersebut membaca Sholawat (Allaahuma solli a'ala muhammad wa'ala alihi washbihi wasallim) 7. Selesai membaca sholawat. 3. 2.tidak mudah longsor dan hanyut tergusur aliran air. Setelah semua siap lalu dimulai dengan takbiratul ihrom oleh Imam setelah itu baru makmum. 4. maka cukup dikubur di tempat yang tersedia dan yang terdekat. dengan pengertian tidak selalu di tempat kuburan keluarga. 2. walaupun keluarga terdekat tidak diperkenankan turut mengiringi jenaah dalam proses penguburan.dan sampai dapat dibongkar oleh binatang. CARA MENGERJAKAN SHALAT JENAZAH 1. B. supaya tidak mudah longsor ke bawah.

4. Do'a selesai penguburan : "Ya allah. Setiap mengangkat dan meletakkan mayat hendaklah diiringi do'a "Bismillah wa'ala millati rosulillah" . CARA PENGUBURAN MAYAT 1. Lepaskan semua ikatan tali. Ya allah tetapkanlah dia dengan perkataan yang benar di dunia dan akhirat. Letakkkan gumpalan tanah sebagai penyangga di bagian belakang badan. Dua/tiga orang lelaki. dari keluarga jenazah terdekat dan diutamakan yang tidak junub pada malam hari. sebelumnya. serta dilonggarkan kain kafannya (pipi pelipis tidak harus meneyentuh tanah) 7. Bagi yang melihat iringan jenazah hendaknya menghormati dan berdiri tegak. Tutuplah rongga dengan rapat dengan kayu atau batu untuk kemudian ditimbuni tanah yang cukup padat dan rapat. dan lapangkanlah tempatnya. 3.Nakir. 2. SELESAI . arah kepala di sebelah barat. dan empukkanlah bumi tempat tidurnya dan jauhkanlah dia darisiksaan kubur. agar jasad tidak terlentang. Letakkan usungan keranda Janazah di sebelah liang kubur yang longggar. 8. 2. 10. 3. 9. sampai janazah lewat. pinggang.mukanya menghadap kiblat. Dibuka tutup keranda dan selubung jenazah. dan lindungilahdia dari siksaan neraka. G. Lain-lain : 1. Masukkan jenazah dari arah kaki . perut.artinya : Dengan nama Allah serta mengikuti tuntunan Rasullah. Para pelayat diutamakan turut serta menimbuni tanah dengan tiga kali taburan tanah. 6. kaki. Disunahkan berdo'a setelah selesai penguburan sebelum meninggalkan kuburan dengan harapan siap menjawab pertanyaan Malaikat Mungkar . dan badan jasadnya dihadapkan miring/serong. Buatlah onggakan gundukan tanah asal tidak melebihi sejengkal tangan tingginya. menyiapkan diri menerima jenazah. Letakkan jenazah secara membujur .ampunilah dia dan kasihinilah dia dan sejahterakanlah dia dan maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang terhormat. didahulukan kepalanya dimasukkan (dari arah selatan) 5. kepala.4.masuk dalam liang kubur dengan berdiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful