MODUL

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
MATERI PENINGKATAN KUALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (GPAI) TINGKAT SEKOLAH DASAR (SD)

DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA 2011

MODUL PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
Penulis : Ali Mudhofir Hak Cipta dan Hak Moral pada penulis Hak Penerbitan atau Hak Ekonomi pada Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia Dilarang mengutip sebagian atau seluruh buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin dari penulis Cetakan Pertama, 2011

DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

Page 2 of 57

KATA PENGANTAR
Syukur al-hamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. atas terselesaikannya penulisan modul ini, meski menempuh jalan yang panjang dengan berbagai lika-liku hambatan dan tantangan namun pada akhirnya modul dapat diselesaikan dengan baik. Modul yang ada di tangan pembaca ini merupakan salah satu modul yang dipersiapkan untuk program peningkatan kualitas dan kompetensi para guru PAI di sekolah SD. Program peningkatan kualitas dan kompetensi guru PAI di sekolah ini merupakan proyek kerjasama antara Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Agama IAIN/UIN/STAIN di Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas guru PAI yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan diIndonesia. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sedalamdalamnya kepada: 1. Dirjen Pendis Kementerian Agama RI yang dengan kewenangannya memberikan izin kegiatan peningkatan kualitas guru PAIS.
2. Direktur Direktorat Pendidikan Agama Islam (Direktur PAIS) yang telah

memfasilitasi pelaksanaan peningkatan kualitas guru PAIS. 3. Para pimpinan LPTK Agama di Indonesia yang telah ikut bersama-sama sejak awal mendesain program ini sampai pembuatan buku/modul pelatihan peningkatan kualitas guru PAIS ini. 4. 5. Teman-teman penulis/Tim penulis modul yang telah dengan tekun dan ulet menyelesaikan penulisan modul ini. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian modul ini Tegur sapa dari para pembaca yang budiman selalu penilis harapkan demi kesempurnaan modul ini dimasa yang akan datang.

Page 3 of 57

Hanya kepada Allah Swt penulis mengharap semoga modul sederhana ini menjadi bagian dari amal jariah penulis bagi generasi penerus terutama sekali bagi para pemerhati dan pecinta ilmu kependidikan, Amin. Jakarta, 23 Maret 2011 Penulis

Page 4 of 57

DAFTAR ISI
Kata Pengantar___ 3 Daftar Isi ___4 PENDAHULUAN A. Standar Kompetensi Matadiklat___ 7 B. Kompetensi Dasar dan Indikator___ 7 C. Gambaran Umum Isi Modul___ 8 D. Peta Konsep___ 8 MODUL 1 KONSEP DASAR PROFESI A. Pengantar___ 9 B. Tujuan___ 9 C. Uraian Materi___ 9 1. Pengertian Profesi___ 9 2. Syarat Profesi___ 11 3. Urgensi Profesi dalam kehidupan___ 12 4. Rangkuman___ 14 D. Latihan___ 15 E. Balikan dan tindak lanjut___ 15 MODUL 2 PROFESIONALITAS GURU PAI A. Pengantar___ 19 B. Tujuan___ 19 C. Kegiatan Belajar 1___ 20 1. Pengertian Profesionalitas Guru PAI__20 2. Standar Kualifikasi Guru PAI___ 20 D. Kegiatan Belajar 2___ 20 1. Standar Kompetensi Guru PAI___ 20 2. Sertifikasi guru PAI___ 23 3. Sikap profesionalitas guru PAI___ 24 4. Hak dan Kewajiban Guru PAI___ 26 E. Rangkuman___ 27 F. Latihan___ 27 G. Tes Formatif___ 28 H. Balikan dan Tindak lanjut___ 30 I. Kunci Jawaban___ 30 MODUL 3 PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS GURU PAI A. Pengantar___ 31 B. Tujuan___ 31 C. Uraian Materi___ 31 1. Menguasai model pengembangan profesionalitas GPAI___ 31

Page 5 of 57

E. Rangkuman___48 E. Tujuan___ 39 C. Kode etik profesi guru___ 44 4. Tes Formatif___ 49 G.2. Uraian Materi___ 39: 1. Latihan___ 49 F. Strategi pengembangan profesionalitas___ 33 D. G. Pengertian etika kerja. Pengantar___ 39 B. Etos kerja dan loyalitas kerja___ 41 3. Poin-poin kode etik guru___ 46 D. Rangkuman___ 35 Latihan___ 36 Tes Formatif___ 36 Balikan dan Tindak lanjut___ 38 MODUL 4 ETIKA PROFESI DAN KODE ETIK PENDIDIK A. F. etos kerja dan kode etik___ 40 2. Balikan dan Tindak lanjut___ 51 DAFTAR PUSTAKA ___ 52 GLOSSARIUM ___ 54 KUNCI JAWABAN MODUL 1-4 Page 6 of 57 .

3. B. Mampu menunjukkan sikap guru PAI yang rahmatan lil alamin di sekolah 1. Menjelaskan pengertian kode etik profesi guru 2. Menyebutkan butir-butir kode etik profesi guru. Mendeskripsikan urgensi peningkatan profesionalitas guru PAI 4. Mencontohkan perilaku yang menggambarkan kode etik profesi guru . Menjelaskan peran/posisi guru di sekolah 3. Mendeskripsikan berbagai upaya pengembangan profesionalisme guru PAI 1. Standar Kompetensi Mata Diklat: Memiliki pemahaman yang utuh tentang teori profesionalisme dan mampu mengembangkan berkelanjutan. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator: diri sebagai guru PAI yang profesional secara No 1 Kompetensi Dasar Memahami konsep dasar profesionalisme Indikator 1. Menjelaskan urgensi profesionalisme dalam kehidupan 1. 2 Menguasai upaya peningkatan profesionalitas guru PAI secara berkelanjutan Memiliki sikap professional sebagai guru PAI di sekolah Memahami kode etik profesi guru PAI 3 4 Page 7 of 57 . Menggambarkan konsep kualifikasi dan kompetensi guru 2. Menjelaskan unsur /syarat profesionalisme 3. Menjelaskan pengertian profesionalisme 2.PENDAHULUAN MODUL A. Memiliki sikap professional sebagai guru PAI di sekolah 2.

Stand. ethical) 2.Kual ifi. Gambaran Umum Isi Modul Modul ini secara umum berisi tentang konsep dasar profesi yang meliputi pengertian profesionalisme unsur/syarat profesionalisme dan urgensi profesionalisme dalam kehidupan manusia.Model: growth with character (excellence. kemudian diteruskan dengan pembahasan tentang sikap profesionalitas yang harus dimiliki oleh semua guru PAI. Pengertian Profesi 2. professionali sm.Non-Diklat 1. D. apa syarat-syarat seseorang guru disebut guru professional.Stand. Pengertian Profesional i.Isi Etika Profesi 3.C.Pencit.Hak/Kewaj iban GPAI 5. Bagaimana usaha untuk menjadikan seorang guru menjadi professional menjadi kajian berikutnya. dan diakhiri dengan kajian tentang kode etik profesi guru.Strategi: a.Diklat b. Setelah itu diteruskan pada pembahasan tentang guru professional.Pengertian Etika Profesi 2. Peta Konsep PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MODUL 2 MODUL 1 KONSEP DASAR PROFESI: 1.tas GPAI 2.kasi GPAI 3.Kom petensi GPAI 4.Kode Etik Guru Page 8 of 57 .IsLa m yang damai 1.Syarat Profesi 3.Urgensi Profesi dalam kehidupan PROFESION A LI TAS GURU PAI (GPAI): MODUL 3 PENINGKATA N PROFESIONA LI TAS GPAI: MODUL 4 ETIKA DAN KODE ETIK PROFESI: 1.

Page 9 of 57 .

(Jakarta: Gramedia.1 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. istilah profesionalisasi ditemukan sebagai berikut: Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan 1 John M. Uraian Materi 1. 1990). 3. Pengertian Profesi. Menjelaskan pengertian profesi Menyebutkan syarat/prinsip-prinsip profesionalisme Urgensi profesionalismedalam kehidupan manusia C.MODUL 1 KONSEP DASAR PROFESI A. apa urgensi profesi dalam kehidupan baik bagi individu maupun orang lain. Professionalism artinya sifat professional. B. 449 Page 10 of 57 . apa syarat-syarat/ prinsip-prinsip profesionalitas. Professional artinya orang yang ahli atau tenaga ahli. yang akan mengantarkan anda memiliki pemahaman tentang apa profesionalisme itu. Kamus Inggris Indonesia. Secara etimologi profesi dari kata profession yang berarti pekerjaan. Tujuan Setelah mempelajari modul 1 ini diharapkan anda dapat: 1. 2. Pengantar Pada modul 1 ini anda akan mempelajari konsep dasar profesi keguruan. Echols & Hassan Shadily.

(Bandung: Remaja Rosdakarya. (Jakarta: Balai Pustaka. Profesionalitas adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. 107 4 Sudarwan Danim. (Bandung: Alfabeta. Ahmad Tafsir. 2010). hal. hal. guru PAI diharapkan memiliki profesionalitas keguruan yang memadai sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara efektif. 1992). kejuruan dan sebagainya) tertentu. maka ada yang mensyaratkan adanya suatu sikap bahwa pemilik keahlian tersebut akan mengabdikan dirinya pada jabatan tersebut. Hanya saja tidak semua orang yang mempunyai kapasitas dan keahlian tertentu sebagai buah pendidikan yang ditenpuhnya menempuh kehidupannya dengan keahlian tersebut. 2005). dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pendidikan dan pembelajaran agama Islam. profesionalitas guru PAI adalah suatu “keadaan” derajat keprofesian seorang guru PAI dalam sikap.4 2 Depdiknas.keahlian (keterampilan. 56. Dengan demikian.3 Sudarwan Danim merujuk pendapat Howard M. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Mills berpendapat bahwa profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut kemampuan intelektual khusus yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan yang bertujuan untuk menguasai ketrampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu. pengetahuan. Vollmer dan Donald L. 3 Page 11 of 57 . 897. Dalam hal ini. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Ahmad Tafsir memberikan pengertian profesionalisme sebagai paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang professional. (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan (3) mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya. Profesionalisasi adalah proses membuat suatu badan organisasi agar menjadi profesional2. Profesional adalah (1) bersangkutan dengan profesi. Secara istilah profesi biasa diartikan sebagai suatu bidang pekerjaan yang didasarkan pada keahlian tertentu.

hal. Profesi memiliki teori-teori yang baku secara universal. hal. 4. Profesi harus memiliki suatu keahlian yang khusus. dan kecakapan yang memenuhi standar mutu dan norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 3. 10. 6. 5 6 Sekretariat Negara. 8. 4. Profesi harus diambil sebagai pemenuhan panggilan hidup. sehingga dapat diterapkan untuk kemaslahatan orang lain. Guru Profesional & Implementasi Kurikulum. Dalam kaitan ini seorang pekerja profesional dapat dibedakan dari seorang pekerja amatir walaupun sama-sama menguasai sejumlah teknik dan prosedur kerja tertentu. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Syafruddin Nurdin. Tidak semua pekerjaan disebut profesi. seorang pekerja profesional memiliki filosofi untuk menyikapi dan melaksanakan pekerjaannya. yaitu: 1. Syarat-syarat Profesi. yaitu :7 1. kemahiran. 2. 3. 14 – 15 Page 12 of 57 . 13-14 7 .Profesional menurut rumusan Undang-Undang nomor 14 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 ayat 4 digambarkan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. 2. Ibid. 2005).5 Dari berbagai pengertian di atas tersirat bahwa dalam profesi digunakan teknik dan prosedur intelektual yang harus dipelajari secara sengaja. 5. hanya pekerjaan yang memenuhi syarat-syarat tertentulah yang disebut profesi. Sementara Ahmad Tafsir mengemukakan 10 kriteria/syarat untuk sebuah pekerjaan yang bisa disebut profesi. 9. dan lain sebagainya. Ciputat Press. Panggilan hidup yang sepenuh waktu Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian Kebakuan yang universal Pengabdian Kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif Otonomi Kode etik Klien Berperilaku pamong Bertanggung jawab.. Profesi adalah diperuntukkan bagi masyarakat.6 2. Menurut Syafrudin Nurdin ada delapan kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat disebut sebagai profesi. 7. (Jakarta: PT. UURI No.

Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Profesi memiliki organisasi profesi. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Profesi miliki klien yang jelas. minat. Profesi memiliki kode etik. panggilan. 8. prinsip profesional guru mencakup karakteristik sebagai berikut10: 1. Profesi mengenali hubungan profesinya dengan bidang-bidang lain. 7. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”9.. Teks lengkapnya sebagai berikut: “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. 8.. Profesi harus dilengkapi dengan kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif.108-112. Motivasi intrinsik tersebut akan berdampak pada munculnya etos kerja yang unggul (exellence) yang ditunjukkan dalam lima bentuk kerja sebagai berikut: a. jelas bahwa guru yang memiliki profesional tinggi akan selalu berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan standar ideal akan 8 9 Ahmad Tafsir. 2. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal. 5. 9.8 Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS Pasal 39 (ayat 2) jabatan guru dinyatakan sebagai jabatan professional. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ilmu Pendidikan. 3. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. 9.hal. Berdasarkan kriteria ini.5. menilai hasil pembelajaran. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan keprofesionalan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi berkelanjutan. 6. Memiliki bakat. Lihat: UURI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS 10 Lihat: UURI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Page 13 of 57 . 10. Urgensi Profesionalisme dalam Kehidupan Pada dasarnya profesionalisme dan sikap professional itu merupakan motivasi intrinsik yang ada pada diri seseorang sebagai pendorong untuk mengembangkan dirinya menjadi tenaga profesional. 4. Memiliki kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan keprofesian. 6. 7. dan idealisme. Memiliki ikatan kesejawatan dan kode etik profesi. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 7 ayat 1. Pemegang profesi memegang otonomi dalam melakukan profesinya. 3.

cara bicara. Guru yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu aktif dalam seluruh kegiatan dan perilakunya untuk menghasilkan kualitas yang ideal. b. Hal ini mengandung makna bahwa profesionalisme yang tinggi ditunjukkan dengan adanya upaya untuk selalu mencapai kualitas dan cita-cita sesuai dengan program yang telah ditetapkan. para guru diharapkan selalu berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang dapat mengembangkan profesinya. penggunaan bahasa. (d) menelaah kepustakaan. dan meyakini akan potensi dirinya bagi perkembangan di masa depan. d. dan sebagainya. seminar. (b) mengikuti penataran atau pendidikan lanjutan. Memanfaatkan setiap kesempatan pengembangan profesional. serta (e) memasuki organisasi profesi. dan sebagainya. serta. Memiliki kebanggaan terhadap profesinya. c. diharapkan agar para guru memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesinya. membuat karya ilmiah. postur. penampilan. (c) melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. berdedikasi tinggi terhadap tugas-tugasnya sekarang. hubungan antar pribadi. Berdasarkan kriteria ini. Rasa bangga ini ditunjukkan dengan penghargaan akan pengalamannya di masa lalu. e.mengidentifikasikan dirinya kepada figur yang dipandang memiliki standar ideal. ia akan selalu mencari dan secara aktif selalu memperbaiki din untuk memperoleh hal-hal yang lebih baik dalam melaksanakan tugasnya. Page 14 of 57 . Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara citra profesi melalui perwujudan perilaku profesional. Secara kritis. sikap hidup sehari-hari. Perwujudan dilakukan melalui berbagai cara. Meningkatkan dan memelihara citra profesi. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi. Profesionalisme ditandai dengan kualitas derajat kebanggaan akan profesi yang dipegangnya. Dalam kaitan ini. Berbagai kesempatan yang dapat dimanfaatkan antara lain: (a) mengikuti kegiatan ilmiah seperti lokakarya.

Profesionalitas adalah suatu sebutan terhadap kualitas dan derajat keahlian yang dimiliki seseorang untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. berakhlak mulia. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Rangkuman Berdasar uraian pada modul 1 di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. kemahiran. Profesional mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengan profesinya. sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajat keprofesian seseorang. cakap. mandiri.UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menempatkan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sangat urgen karena berfungsi untuk meningkatkan martabat guru sendiri dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. kreatif. Profesionalisme adalah faham atau ajaran yang menekankan bahwa segala sesuatu pekerjaan harus dilakukan dengan professional. Selanjutnya Pasal 6 menyatakan tujuan menempatkan guru sebagai tenaga professional yaitu: “Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. berilmu. Di samping itu juga PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru pasal 2 yang mempersyaratkan bagi guru professional memenuhi standar kualifikasi. Guru merupakan jabatan profesi didasarkan pada UU nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 7. sehat. Page 15 of 57 . kompetensi dan sertifikasi. Dengan demikian. Ini tertera pada pasal 4: “Kedudukan guru sebagai tenaga professional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional”. 2. yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa.” D.

dan pada sisi yang lain akan dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional. bukankan menyebarkan ilmu itu keharusan bagi siapa saja yang memiliki ilmu? Bagaimana pendapat anda? 3. Guru sebagai tenaga professional termaktub dalam aturan perundangundangan berikut. 4. maka tidak semua orang boleh menjadi guru. c. Secara yuridis formal guru di Indonesia dimasukkan dalam jabatan profesi sejak: a. Tahun 2005 d. KECUALI: a. Tahun 2008 2. karena akan dapat meningkatkan martabat dan harkat guru di satu sisi. Tahun 1989 b. Profesionalitas seseorang sangat urgen dalam semua segi kehidupan. E. Tahun 2003 c. UU SISDIKNAS b. Apa perbedaan antara pekerjaan yang dilandasi dengan profesionalisme dan yang asal-asalan (amatir)? 2. Dengan menggunakan prinsip profesionalitas. Apa manfaat jabatan guru dengan menggunakan prinsip profesionalitas? Apa konsekwensi yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan lahirnya UU Nomor 14/2005 dan PP 74/2008 ? F. PP 74/2008 Page 16 of 57 . Test Formatif Pilihlah alternatif jawaban yang paling tepat! (Ingat! jangan melihat kunci jawaban sebelum anda selesai menjawab soal-soal berikut). UUGD. 1. termasuk dalam jabatan guru. Latihan-latihan Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut: 1.3.

d. KECUALI: a. dia menekuni tiap hari sebagai sumber penghidupan. Berikut ini tanda-tanda orang yang melakukan pekerjaan dengan amatiran. Memiliki minat yang kuat meski bukan sarjana S1 b. Bekerja sesuai permintaan orang c. menjadi guru Agama sesuai dengan panggilan hatinya. Bekerja sesuai bidang keahliannya 4. c. Memerlukan pendidikan keahlian khusus d. Profesional c. Selalu berpenampilan necis di depan kelas 5. Tidak ada standar pekerjaan yang jelas b. Profesionalisme d. c. Dilakukan sebagai sambilan kalau ada waktu 7. Boleh dilakukan siapa saja asal bisa. Bekerja dengan tanpa pamrih upah/gaji yang akan diperolehnya d.d. Memegangi tugas pokok dan fungsi sebagai guru PAI d. Orang yang bekerja secara professional adalah orang yang: a. UUD/45 3. Guru PAI yang professional selalu melakukan pekerjaan/tugasnya dengan: a. melaksanakan dan menilai pembelajaran. Mampu membuat merencanakan. maka dia disebut : a. Profesi Page 17 of 57 . Setiap hari selalu mengajar untuk memenuhi 24 jam meski pada bidang studi yang berbeda. Memiliki pengalaman mengajar melebihi 6 tahun 6. Mampu membuat siswa senang ketika belajar dengannya. Pak Amin sarjana S1 jurusan PAI Fakultas Tarbiyah IAIN. c. Bekerja tanpa mengenal lelah b. Profesionalitas b. Guru PAI yang professional adalah guru PAI yang : a. Selalu ikhlas dalam melakukan pekerjaan b.

Bu Aminah dalam mengajarkan Agama Islam di SMA ini tidak diragukan lagi. Kalau semua guru PAI memenuhi prinsip profesionalitas maka yang akan mendapat manfaat adalah: a. Profesionalisme 9.100% 80 .8. kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar tersebut. Profesional c. Pemerintah b. Profesionalitas d. Kata yang tepat diisikan dalam titik-titik di atas adalah : a. …….. Guru PAI sendiri dan siswa d. Sekolah G. Semua pihak yang terkait dengan pendidikan. Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar X 100% Jumlah soal Arti tingkat penguasaan: 90 . Profesi b. Profesionalisme Teori/paham yang berpendapat bahwa: “Guru harus memenuhi semua ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan”. Profesional c. Hitunglah jawaban yang benar. 10. Balikan dan Tindak Lanjut Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. Profesi b. e. Siswa c. Paham itu disebut: a.89% = baik sekali = baik Page 18 of 57 . dia selalu mengikuti pekembangan teori pembelajaran modern/inovativ. Profesionalitas d.

H. 3. terutama bagian yang belum dikuasai. Jika masih di bawah 80%. 5. 10.79% < 70% = cukup = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih anda Bagus! dan dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya.70 . 7 8. 4. 9. C B C D D Page 19 of 57 . B D D C C 6. anda harus mengulangi materi kegiatan belajar tersebut. Kunci Jawaban 1. 2.

MODUL 2 PROFESIONALITAS GURU PAI A. Setelah mempelajari modul 2 ini diharapkan anda dapat: 1. 5. Menjelaskan maksud profesionalitas guru PAI Menggambarkan standar kualifikasi yang harus dipenuhi oleh guru PAI Menguraikan standar kompetensi dan sertifikasi yang harus dipenuhi oleh guru PAI Menggambarkan sikap profesionalitas guru PAI Menggambarkan hak-hak dan kewajiban guru 2. Page 20 of 57 . 4. kompetensi dan sertifikasi yang harus dipenuhi oleh guru PAI sebagai tenaga professional serta hak-hak apa yang akan diperoleh dan kewajiban apa yang harus dipenuhi oleh guru PAI setelah menjadi guru profesional . pada modul 2 ini anda akan belajar tentang profesionalitas guru PAI yaitu terpenuhinya standar kualifikasi. 3. B. Pengantar Setelah anda mempelajari tentang konsep dasar prefesionalisme serta yang terkait dengan profesionalisme. Tujuan Modul 2 ini terdiri dari Kegiatan belajar (KB) 1 dan KB 2.

Standar Kompetensi Guru PAI Berdasar UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dengan demikian. Setelah dinyatakan layak akan mendapatkan sertifikat pendidik sebagai bukti pengakuan profesionalitas guru PAI tersebut. PP 74 Tahun 2008 dan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007. pengetahuan. sebutan profesionalitas guru PAI lebih menggambarkan suatu “keadaan” derajat keprofesian setiap guru PAI untuk bangkit menggapai sikap. Pengertian Profesionalitas Guru PAI Profesionalitas guru PAI adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para guru PAI terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya dalam pembelajaran bidang studi PAI. juga Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007. juga Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun D. Pada dasarnya. baik pendidikan prajabatan (preservice training) maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training) agar para guru PAI benar-benar memiliki profesionalitas yang standar. SMA/MA/SMK atau bentuk lain yang sederajat. Standar Kualifikasi Guru PAI Berdasar UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam hal ini.C. Uraian Materi Kegiatan Belajar 1: 1. Guru PAI pada SD/MI SMP/MTs. dan Permenag Nomor 16/2010 semua guru di Indonesia minimal berkualifikasi akademik D-IV atau S-1 program studi yang sesuai dengan bidang/jenis mata pelajaran yang dibinanya. yaitu berpendidikan akademik S-1 atau D-IV dan telah lulus uji kompetensi melalui proses sertifikasi. guru PAI diharapkan memiliki profesionalitas keguruan yang memadai sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara efektif. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008. Uraian Materi Kegiatan Belajar 2 1. Para guru PAI secara bertahap diharapkan akan mencapai suatu derajat kriteria profesional sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005. harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) program studi PAI yang terakreditasi. 2. profesionalisasi guru PAI merupakan suatu proses berkesinambungan melalui berbagai program pendidikan. Page 21 of 57 .

dan intelektual. f. sosial. i. penyelenggaraan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar pendidikan agama. pengembangan kurikulum pendidikan agama. komunikasi secara efektif. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) PP 74/2008 meliputi kompetensi pedagogik. tindakan yang sesuai dengan norma agama. dan santun dengan peserta didik. Page 22 of 57 . empatik. kultural. dihayati. keterampilan. g. d. j. dan kebudayaan nasional Indonesia. hukum. kompetensi sosial. dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. kompetensi kepribadian. dan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama. Empat kompetensi guru tersebut bersifat holistik. pemahaman karakteristik peserta didik dari aspek fisik. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan agama. moral. artinya merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait. e. b. sosial. dikuasai. pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki dalam bidang pendidikan agama. penguasaan teori dan prinsip belajar pendidikan agama. c. Kompetensi kepribadian sebagaimana dimaksud pada Permenag Nomor 16/2010 ayat (1) meliputi: a. Kompetensi pedagogik sebagaimana dimaksud pada Permenag Nomor 16/2010 ayat (1) meliputi: a. h.2008. dan perilaku yang harus dimiliki. standar kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan. Khusus untuk guru PAI berdasar Permenag Nomor 16/2010 pasal16 ditambah satu kompetensi lagi yaitu kompetensi kepemimpinan. penyelenggaraan kegiatan pengembangan pendidikan agama. emosional. pemanfaatan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran pendidikan agama.

d. tanggung jawab yang tinggi. Page 23 of 57 . kepemilikan etos kerja. pengembangan materi pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama secara kreatif. penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan agama. b. rasa bangga menjadi guru. e.b. dan sikap komunikatif dengan komunitas guru. penampilan diri sebagai pribadi yang mantap. kondisi fisik. c. dan berwibawa. konsep. c. struktur. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. stabil. ras. kemampuan membuat perencanaan pembudayaan pengamalan ajaran agama dan perilaku akhlak mulia pada komunitas sekolah sebagai bagian dari prosespembelajaran agama. Kompetensi kepemimpinan sebagaimana dimaksud pada Permenag Nomor 16/2010 ayat (1) meliputi: a. warga sekolah dan warga masyarakat. penampilan diri sebagai pribadi yang jujur. d. sikap adaptif dengan lingkungan sosial budaya tempat bertugas. bertindak objektif. Kompetensi Sosial sebagaimana dimaksud pada Permenag Nomor 16/2010 ayat (1) meliputi: a. serta penghormatan terhadap kode etik profesi guru. c. latar belakang keluarga. agama. dan rasa percaya diri. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran pendidikan agama. dan status sosial ekonomi. b. dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. penguasaan materi. Kompetensi Profesional sebagaimana dimaksud pada Permenag Nomor 16/2010 ayat (1) meliputi: a. dewasa. serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin. pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. berakhlak mulia. arif. sikap inklusif. e.

b.11 Sementara Permenag Nomor 16/2010 pasal 13 tentang kualifikasi guru PAI mengatur sebagai berikut: ”Guru Pendidikan Agama minimal memiliki kualifikasi akademik Strata 1 /Diploma IV. Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif. motivator. Sertifikasi Guru PAI Setelah standar kualifikasi dan kompetensi guru PAI terpenuhi masih satu lagi persyaratan yang harus dipenuhi untuk disebut sebagai guru PAI professional yaitu sebagaimana pada Pasal 11 UU GD Nomor 14/2005 yaitu guru PAI harus sudah lulus proses sertifikasi. fasilitator. dari program studi pendidikan agama dan/atau program studi agama dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat profesi guru pendidikan agama”12. kemampuan menjadi inovator. pembimbing dan konselor dalam pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah. dan akuntabel. Berikut ini teks pasal 11 tersebut : (1) (2) (3) Sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. kemampuan mengorganisasikan potensi unsur sekolah secara sistematis untuk mendukung pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah. transparan. Sertifikasi bagi calon guru dilaksanakan melalui pendidikan profesi. dan mengarahkan pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah dan menjaga keharmonisan hubungan antar pemeluk agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. c. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. 2. mengendalikan. 12 11 Page 24 of 57 . -kemampuan menjaga. yaitu pendidikan selama satu tahun setelah S1 (baik bagi alumni keguruan atau non UU Nomor 14/2005 Tentang Guru Dan Dosen Lihat: Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah. serta d.

Tanggung jawab pribadi yang mandiri yang mampu memahami dirinya. mengelola dirinya.keguruan ) yang diakhiri dengan uji kompetensi keguruan. seorang guru mampu menunjukkan otonominya. moral dan spiritual. Guru profesional mempunyai tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dalam memahami dirinya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaksi yang efektif. intelektual. lihat : PP 74 Tahun 2008 pasal 4 s/d pasal 14 Page 25 of 57 . Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan tugas- tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melalui penguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang tugas-tugasnya. sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung sebagai sebagai guru kepada peserta didik. bangsa negara. Sikap Profesionalitas Guru PAI. orang tua. Di samping dengan keahliannya. Sebagai illustrasi profesionalitas Guru PAI (GPAI) berikut tampak perbandingan antara sikap professional dan sikap amatir (tidak professional). Dengan keahliannya itu. mengendalikan dirinya menghargai serta mengembangkan dirinya. masyarakat. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melalui penampilan guru sebagai makhluk yang beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma-norma agama dan moral. baik pribadi maupun sebagai pemangku profesinya.13 3. Adapun bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji portofolio. dan agamanya. PROFESIONAL GPAI memandang tugas sebagai bagian dari ibadah GPAI memandang profesi guru adalah mulia dan terhormat GPAI menganggap kerja itu adalah 13 AMATIR GPAI memandang tugas semata-mata bekerja GPAI memandang profesi guru biasa saja GPAI memandang kerja itu hanya Tentang sertifikasi guru.

berbicara. emosional rendah seperti marah. dan sebagainya GPAI akan bekerja sehingga sasaran GPAI amatir akan berbuat tanpa tercapai mempedulikan ketercapaian sasaran GPAI menghasilkan sesuatu melebihi GPAI amatir menghasilkan sekedar dari yang diharapkan memenuhi persyaratan GPAI menghasilkan sesuatu produk GPAI amatir menghasilkan produk atau pelayanan bermutu atau pelayanan dengan mutu rendah GPAI mempunyai janji untuk masa GPAI amatir tidak memiliki masa depan depan yang jelas Page 26 of 57 . dan GPAI amatir berpenampilan dan berbusana secara sopan dan elegan berbicara semaunya GPAI akan menjaga lingkungan GPAI amatir tidak memperhatikan kerjanya selalu rapi dan teratur lingkungan kerjanya GPAI bekerja secara jelas dan terarah GPAI amatir bekerja secara tidak menentu dan tidak teratur GPAI tidak membiarkan terjadi GPAI amatir mengabaikan atau kesalahan menyembunyikan kesalahan GPAI berani terjun kepada tugas-tugas GPAI amatir menghindari pekerjaan yang sulit yang dianggap sulit GPAI akan mengerjakan tugas secepat GPAI amatir akan membiarkan mungkin pekerjaannya terbengkalai GPAI akan senantiasa terarah dan GPAI amatir bertindak tidak terarah optimistik dan pesimis GPAI akan memanfaatkan dana secara GPAI amatir akan menggunakan dana cermat tidak menentu GPAI bersedia menghadapi masalah GPAI amatir menghindari masalah orang lain orang lain GPAI menggunakan nada emosional GPAI amatir menggunakan nada yang lebih tinggi seperti antusias. ketakutan. bergairah permusuhan. sikap gembira. penuh minat.PROFESIONAL amanah GPAI memandang profesi guru sebagai panggilan jiwa GPAI menganggap kerja itu nikmat dan menyenangkan GPAI menganggap kerja itu sebagai bentuk pengabdian GPAI memiliki rasa/ruhul jihad dalam mengajarnya GPAI mempelajari setiap aspek dari tugasnya GPAI akan secara cermat menemukan apa yang diperlukan dan diinginkan AMATIR mencari nafkah GPAI memandang profesi guru sebagai keterpaksaan GPAI memandang kerja itu beban dan membosankan GPAI memandang kerja itu murni mencari penghasilan GPAI mengajar sekedar menggugurkan kewajiban GPAI amatir mengabaikan untuk mempelajari tugasnya GPAI amatir menganggap sudah merasa cukup apa yang diperlukan dan dinginkan GPAI memandang. penyesalan.

memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya14. c. j. dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan. Pasal 14 UU GD Nomor 14 Tahun 2005 menegaskan: Ayat (1) menegaskan : Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. f.4. tunjangan khusus. dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi. d.penghargaan. guru berhak: a. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Page 27 of 57 . dan peraturan perundang-undangan. (3) Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat diberi gaji berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama. g. tunjangan fungsional. Hak dan Kewajiban Guru Karena guru merupakan jabatan professional. memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi. memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. maka setiap guru harus mengetahui dengan benar apa hak-hak dan kewajibannya selaku tenaga professional. memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan. e. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual. 14 Sekekretariat Negara . i. h. Sementara Pasal 15 menegaskan: (1) Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 berupa penghasilan lain berupa tunjangan profesi. (2) Guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah diberi gaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan. memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi. kode etik guru. dan/atau k. memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. b. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

suku. (b)kompetensi kepribadian. b. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa15. 4.Sementara itu kewajiban guru menurut UUGD Nomor 14/2005 Pasal 20 adalah: a. pemerintah memberikan hak-hak yang mampu mengangkat harkat dan martabat guru di masyarakat. (c)kompetensi sosial. ras. dan kondisi fisik tertentu. 2. dan keahlian/keterampilan yang dimiliki untuk melaksanakan tugasnya dalam pembelajaran bidang studi PAI secara optimal efektif dan efisien. dan (d)kompetensi professional. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. F. d. atau latar belakang keluarga. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik bagi guru/calon guru yang telah memenuhi persyaratan dan lulus uji kompetensi. 6. Sebagai konskwensi pengakuan jabatan guru sebagai profesi. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. merencanakan pembelajaran. Standar kompetensi mengarah pada keahlian/kecakapan minimal harus yang dimiliki oleh guru PAI dalam melaksanakan tugas pembelajaran PAI. 3. dan e. 5. Standar kualifikasi guru PAI mengarah pada jenjang pendidikan minimal S1/D-IV jurusan PAI PTAI yang terakreditasi. bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelaminn. teknologi. di samping itu juga ada kewajiban yang melekat pada dirinya. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. E. harus terpenuhi standar kualifikasi. Rangkuman 1. Untuk mendapatkan derajat profesionalitas yang diidamkan oleh para guru PAI. hukum. Profesionalitas guru PAI adalah gambaran atau keadaan derajat keprofesian setiap guru PAI dalam menggapai sikap mental. agama. Page 28 of 57 . Meliputi 4 (empat) macam: (a) kompetensi pedagogic. pengetahuan. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. standar kompetensi dan sertifikasi. dan seni. Latihan Jawablah pertanyaan berikut: 15 Ibid. c. dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.

Menguasai materi dan bahan ajar dengan baik merupakan wujud kompetensi: a. kompetensi dan sertifikasi! Apa yang dimaksud kompetensi pedagogic. b. 5. Mampu mengembangkan silabus dan membuat RPP merupakan wujud kompetensi: a.1. 2. Jelaskan apa yang dimaksud kualifikasi. c. d. KECUALI: a. Berikut merupakan syarat untuk memenuhi standar kualifikasi guru PAI. Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional 4. Pedagogik Page 29 of 57 . Lulusan S1/D-IV Lulusan prodi PAI Lulusan S2 PAI cakap mengajar Sarjana S1 lulusan S1prodi PAI menguasai materi lulusan S1PGSD/PGMI perkembangan peserta didik adalah merupakan wujud Standar kualifikasi untuk guru kelas SD/MI adalah: Memahami kompetensi: a. d. kepribadian. d. 3. Test formatif Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari alternatif jawaban berikut! 1. a. c. d. b. c. b. 2. b. sosial dan professional? Bedakan antara kompetensi pedagogik dan professional! G. c. 3.

Kepribadian Sosial Profesional Mampu memilih metode dan media pembelajaran yang mendidik adalah wujud dari kompetensi: a. 10. c. c. Guru PAI memiliki performan dan kepribadian mantab dan stabil. Serifikasi guru hakekatnya adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan : Page 30 of 57 . Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional 8. 6. d. Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional profesionalisme guru pekerjaan guru kesejahteraan guru profesionalisme dan kesejahteraan guru 9. Mampu melakukan interaksi dengan sesama guru dalam MGMP merupakan wujud dari kompetensi : a. Guru PAI mampu menggunakan ICT merupakan wujud dari kompetensi: a. c. b. d. b. c.b. a. b. d. merupakan wujud dari kompetensi: a. b. Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional 7. b. d. d. c. d. c.

a 7. anda harus mengulangi materi kegiatan belajar tersebut. Kunci jawaban 1. d 3. b 9. kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar tersebut. Jika masih di bawah 80%. a 10.100% = baik sekali 80 . d Page 31 of 57 .a 4. Hitunglah jawaban yang benar. Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar X 100% Jumlah soal Arti tingkat penguasaan: 90 .89% 70 . a 6. d 2. I.79% = baik = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih anda Bagus! dan dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya. Balikan dan tindak lanjut Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. d 5.H. a 8. terutama bagian yang belum dikuasai.

Menguasai model pengembangan profesionalitas GPAI 2. Strategi pengembangan profesionalitas C. maka pada modul 3 ini akan dipaparkan apa upaya yang dapat dilakukan baik oleh GPAI sendiri. serta bagaimana para GPAI mampu mewujudkan misi Islam yang rahmatan lil’alamin dimuka bumi ini. Uraian Materi 1. Tujuan 1. juga apakah hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh GPAI setelah terpenuhi sikap profesionalitasnya. dan bagi yang sudah professional mampu meningkatkan profesionalitasnya. Model pengembangan profesionalitas Guru PAI Mengembangkan profesionalitas guru merupakan hal yang amat strategis dalam upaya mewujudkan reformasi pendidikan nasional. Mohammad Surya Page 32 of 57 .MODUL 3 UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU PAI A. Pengantar Setelah anda pahami apakah profesionalitas GPAI itu. oleh sekolah maupun oleh pemerintah agar para GPAI di Indonesia menjadi professional. B. apa standar kualifikasi. kompetensi yang harus dipenuhi oleh GPAI untuk mewujudkan profesionalitas tersebut.

yaitu kemauan kuat GPAI yang secara intrinsik menjiwai keseluruhan pola-pola profesionalitas. yaitu senantiasa melakukan perbaikan secara terus menerus. a) Excellence (keunggulan). kemauan kuat (passion) pada profesionalisme. (Bogor: Ghalia Indonesia. hal. 81 Page 33 of 57 . Landasan Menjadi Guru Yang Baik. dan (4) continuous improvement. (3) passion for service. profesionalitas dapat dikembangkan dengan mendinamiskan tiga pilar utama karakter yaitu: keunggulan (excellence).. yaitu semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. yaitu semangat untuk senantiasa menambah pengetahuan baik melalui cara formal ataupun informal. yaitu semangat untuk mewujudkan pengabdian kepada orang lain atas dasar kemanusiaan. 2010). dan etika (ethical). yaitu memiliki kecakapan dalam menemukan potensi dirinya. being the first and the best you can be atau motivation. (2) passion for business. (2) (3) opening your gift atau ability. yaitu: (1) passion for knowledge. dkk. 16 Mohammad Surya. Dengan menggunakan model tersebut. yaitu semangat untuk melakukan secara sempurna dalam melaksanakan usaha. yaitu memiliki komitmen untuk senantiasa berada dalam koridor tujuan dalam melaksanakan kegiatannya demi mencapai keunggulan. tugas dan misinya. yaitu memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi yang pertama dan terbaik dalam bidangnya. dengan cara : (1) commitment atau purpose. yang mempunyai makna bahwa GPAI harus memiliki keunggulan tertentu dalam bidang dan dunianya. b) Passion for Profesionalisme. dan (4) passion for people.dengan merujuk pada pendapat Hermawan Kertajaya mengemukakan model pengembangan profesionalitas dengan pola “growth with character”16 yaitu pengembangan profesionalitas yang berbasis karakter.

melainkan dengan sistem pelatihan melalui internet dan sejenisnya. Strategi Pengembangan Profesionalitas Guru PAI a) In-house training (IHT). yaitu pelatihan yang dilaksanakan secara internal di kelompok kerja guru. Program magang adalah pelatihan yang dilaksanakan di dunia kerja atau industri yang relevan dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru. responsibility yaitu tanggung jawab terhadap dirinya. b) Program magang. e) Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus. Pelatihan melalui belajar jarak jauh dapat dilaksanakan tanpa menghadirkan instruktur dan peserta pelatihan dalam satu tempat tertentu. lembaga. Pelatihan melalui kemitraan sekolah dapat dilaksanakan antara sekolah yang baik dengan yang kurang baik. (4) (5) (6) fairness. c) Kemitraan sekolah. dan sebagainya. tugas profesinya. sekolah atau tempat lain yang ditetapkan untuk menyelenggarakan pelatihan. yaitu penuh kepedulian terhadap berbagai hal yang terkait dengan tugas profesi. dan citizenship. bangsa. yaitu sikap untuk menghormati siapapun yang terkait langsung atau tidak langsung dalam profesi. care. Dalam pilar ketiga ini. keluarga. menjadi warga negara yang memahami seluruh hak dan kewajibannya serta mewujudkannya dalam perilaku profesinya. antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. (3) respect. 2. di Page 34 of 57 . d) Belajar jarak jauh. sekurang-kurangnya ada enam karakter yang esensial yaitu: (1) (2) trustworthiness. Pelatihan jenis ini dilaksanakan di lembaga-lembaga pelatihan yang diberi wewenang.c) Ethical atau etika yang terwujud dalam watak yang sekaligus sebagai fondasi utama bagi terwujudnya profesionalitas paripurna. yaitu melaksanakan tugas secara konsekuen sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. yaitu kejujuran atau dipercaya dalam keseluruhan kepribadian dan perilakunya. dan Allah Swt.

lanjut dan tinggi. k) Workshop. h) Pendidikan lanjut. penelitian eksperimen ataupun jenis yang lain dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran. Pengikutsertaan guru dalam pendidikan lanjut ini dapat dilaksanakan dengan memberikan tugas belajar. melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Kursus singkat dimaksudkan untuk melatih meningkatkan kemampuan guru dalam beberapa kemampuan seperti kemampuan melakukan penelitian tindakan kelas. Workshop dilakukan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pembelajaran. rotasi tugas mengajar. dan sebagainya. penulisan RPP. Penelitian dapat dilakukan guru dalam bentuk penelitian tindakan kelas. diskusi dengan rekan sejawat dan sejenisnya. menengah. melalui rapat dinas.mana program disusun secara berjenjang mulai dari jenjang dasar. i) Diskusi masalah-masalah pendidikan. pengembangan silabus. peningkatan kompetensi maupun pengembangan karirnya. j) Seminar. analisis kurikulum. Diskusi ini diselenggarakan secara berkala dengan topik diskusi sesuai dengan masalah yang di alami di sekolah. merencanakan. dan lain-lain sebagainya. baik di dalam maupun di luar negeri bagi guru yang berprestasi. l) Penelitian. g) Pembinaan internal oleh sekolah. Pembinaan internal ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru-guru yang memiliki kewenangan membina. menyusun karya ilmiah. Pengikutsertaan guru di dalam kegiatan seminar dan pembinaan publikasi ilmiah juga dapat menjadi model pembinaan berkelanjutan bagi peingkatan keprofesian guru. f) Kursus singkat di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. pemberian tugastugas internal tambahan. Page 35 of 57 . Workshop dapat dilakukan misalnya dalam kegiatan menyusun KTSP. Pembinaan profesi guru melalui pendidikan lanjut juga merupakan alternatif bagi peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru.

Di antara model untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalitas GPAI adalah “growth with character” yaitu pengembangan profesionalitas yang berbasis karakter dengan mendasarkan pada tiga pilar yaitu keunggulan (excellence). Media pembelajaran yang dibuat guru dapat berbentuk alat peraga. Dengan menggunakan model tersebut. Rangkuman 1. n) Pembuatan media pembelajaran.m)Penulisan buku/bahan ajar. buku pelajaran ataupun buku dalam bidang pendidikan. dapat disusun sebuah instrumen indek kinerja guru PAI . D. dan sebagainya. dan etika (ethical). diklat maupun di luar sekolah misalnya studi lanjut. 2. Strategi yang dapat dipakai untuk meningkatkan profesionalitas amat banyak baik yang dilakukan di dalam sekolah misalnya diskusi MGMP. Berdasarkan item-item yang ada dalam standar kompetensi guru PAI yang telah dikemukakan di atas dan pilar-pilar peningkatan profesionalitas guru pada modul 3. Untuk meningkatkan profesionalitas guru PAI di sekolah. profesionalitas dapat dikembangkan dengan mendinamiskan tiga pilar tersebut secara kontinu dan berkesinambungan. semangat kuat untuk menjadi profesional (passion for professionalism). maupun bahan ajar elektronik atau animasi pembelajaran. alat praktikum sederhana. seminar. program magang bagi calon guru. Bahan ajar yang ditulis guru dapat berbentuk diktat. Page 36 of 57 . perlu dirumuskan sebuah instrumen yang jelas dan akurat yang dapat merekam dan menggambarkan indeks kinerja guru PAI selama melaksanakan tugasnya sebagai guru. Karya teknologi/seni yang dibuat guru dapat berupa karya yang bermanfaat untuk masyarakat atau kegiatan pendidikan serta karya seni yang memiliki nilai estetika yang diakui oleh masyarakat. o) Pembuatan karya teknologi/karya seni.

Perkembangan guru Karakter guru Model pengembangan profesionalitas guru Guru profesional Memiliki buku referensi Memiliki sarana ICT Memiliki komitmen Memiliki kelompok MGMP merupakan 2. b. Keunggulan Profesonalisme Etik Pendukung 5. c. Profesionalisme c. Trustworthiness (dapat dipercaya=amanah) dalam profesi kependidikan termasuk unsur: a. model peningkatan profesionalitas strategi peningkatan profesionalitas prinsip profesionalitas b. Dalam model “growth with character”? “ tanggungjawab” unsur: a. Guru PAI aktif dalam melakukan interaksi peer group (kelompok sejawat) seperti MGMP merupakan: a. b. c. Latihan Diskusikan dan susunlah secara berkelompok (maksimal 5 orang perkelompok) indeks kinerja Guru PAI F. “Growth with character” hakekatnya adalah : a. Keunggulan b. Di antara unsur penciptaan guru PAI yang excellence adalah: d. Tes Formatif 1. c. Pendukung 4. Page 37 of 57 . c. 3.E. a. d. d. Etik d. b.

c. Ini termasuk : a. tercermin dalam: a. model peningkatan profesionalitas strategi peningkatan profesionalitas prinsip profesionalitas indikator profesionalitas b. b. d. Trustworthiness respect Fairnees b. d. Sikap mental seperti ini menunjukkan adanya: a. model peningkatan profesionalitas strategi peningkatan profesionalitas prinsip profesionalitas indikator profesionalitas b. kedisiplinan Page 38 of 57 . keuletan mengajar PAI b. seminar dan workshop merupakan: a. kedisiplinan mengajar PAI meningkatkan pelayanan siswa menguasai materi PAI for knowledge merupakan sikap mental yang mendukung 10. responsibility c. keikhlasan mengajar kesetiakawanan sesama guru kegigihan studi lanjutan d. 7. 6. d. hal ini tercermin dalam bentuk: a. 9. Passion for service merupakan sikap mental yang mendukung profesionalitas guru PAI. Guru PAI setelah membaca berbagai buku dan majalah keagamaan mampu mendesain pembelajaran PAI yang inovativ dan menarik.d. indikator profesionalitas Guru PAI aktif mengikuti kegiatan diklat. Guru PAI menghargai karya media pembelajaran inovativ yang ditemukan oleh temannya. Passion profesionalisme guru PAI. 8. d. c. c. c.

8.89% < 70% = baik = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih anda Bagus! dan dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya. 7. 2. anda harus mengulangi materi kegiatan belajar tersebut. Kunci Jawaban 1. H. 3 4 5 c c c c b 6. kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar tersebut. b b c c c Page 39 of 57 .100% 70 . 10. Balikan dan Tindak Lanjut Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini.79% = baik sekali = cukup 80 . Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar X 100% Jumlah soal Arti tingkat penguasaan: 90 . Jika masih di bawah 80%. 9. Hitunglah jawaban yang benar. terutama bagian yang belum dikuasai.G.

4. 2. 3. dan kode etik merupakan tiga hal yang saling terkait dan mempunyai peranan yang besar dalam mewujudkan profesionalisme Page 40 of 57 . Pengantar Setelah anda menguasai apa upaya yang dapat dilakukan baik oleh GPAI sendiri. Tujuan 1. dan meningkatkan profesionalitasnya. oleh sekolah maupun oleh pemerintah agar para GPAI di Indonesia menjadi professional. Uraian Materi Etika kerja.MODUL 4 ETIKA PROFESI DAN KODE ETIK PENDIDIK A. B. etos kerja dan loyalitas kerja GPAI. serta kode etik pendidik. Menguasai etika kerja Etos kerja dan loyalitas kerja GPAI Menguasai kode etik pendidik Poin-poin kode etik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) C. sebagai pegangan anda di tengah-tengah pelaksanaan tugas sebagai guru. maka pada modul 4 ini anda akan dilatih untuk mengenali dan menguasai etika kerja. etos kerja. serta bagaimana para GPAI mampu mewujudkan misi Islam yang rahmatan lil’alamin dimuka bumi ini.

Etika kerja lazimnya dirumuskan atas kesepakatan para pendukung pekerjaan itu dengan mengacu pada sumber-sumber dasar nilai dan moral tersebut di atas. Dengan adanya etika. Dalam dunia pekerjaan. Dengan demikian. Etika. dan mengamalkan ketiga dalam keseluruhan kinerjanya. etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia dalam memilih dan memutuskan polapola perilaku yang sebaik-baiknya berdasarkan timbangan moral-moral yang berlaku. Menjadi guru adalah meneruskan perjuangan para Ulama’. Sebagai acuan pilihan perilaku. Efektivitas. 1. Uraian berikut akan mengemukakan persoalan yang berkenaan dengan hal itu. Secara umum. Page 41 of 57 . Oleh karena itu. efisiensi. sudah seharusnya memahami. akan tercipta suatu pola-pola hubungan antar manusia baik dan harmonis. Berikut ini slogan yang kiranya patut dijadikan landasan etika kerja para guru PAI dalam melaksanakan tugas pembelajaran: 1. menghayati. seperti saling menghormati. saling menolong. Dengan etika kerja itu. etika sangat diperlukan sebagai landasan perilaku kerja para guru dan tenaga kependidikan lainnya. Agama sebagai sumber norma dan etika kerja telah banyak dicontohkan oleh para nabi dan ulama’ terdahulu sehingga mampu memberikan energi dan spirit dalam melakukan pekerjaan secara profesional. etika bersumber pada norma-norma moral yang berlaku. Etika Kerja. manusia dapat memilih dan memutuskan perilaku yang paling baik sesuai dengan norma-norma moral yang berlaku. saling menghargai. Sumber yang paling mendasar adalah agama sebagai sumber keyakinan yang paling asasi. dan produktif. maka suasana dan kualitas kerja dapat diwujudkan sehingga menghasilkan kualitas pribadi dan kinerja yang efektif.dan kualitas kerja. dan produktivitas suatu pekerjaan akan banyak tergantung kepada tiga unsur tersebut. efisien. filsafat hidup. pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungnnya. dan sebagainya. Rumusan etika kerja yang disepakati bersama itu disebut kode etik. Ulama’ adalah pewaris para nabi.

Secara umum. terutama dalam hal adanya kasuskasus penyimpangan tindakan. menghayati. kode etik ini diperlukan dengan beberapa alasan. perilaku etika para pekerja akan dikontrol. dan mengamalkan isi dan semua kode etik yang telah disepakati bersama. Dengan kode etik itu pula. d. sehingga dapat menjaga dan meningkatkan stabilitas internal dan eksternal pekerjaan. Melindungi anggota masyarakat dan praktek-praktek yang menyimpang dan ketentuan yang berlaku. dan dikembangkan. yaitu sumber-sumber nilai yang dijadikan rujukan dalam pemilihan dan keputusan perilaku. 2. b. Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian pekerjaan yang tercermin melalui unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi Page 42 of 57 . Menjadi guru adalah Ibadah Menjadi guru adalah berkah Menjadi guru adalah pengabdian ilmu Menjadi guru adalah amanah Dari etika kerja itulah kemudian dirumuskan kode etik yang akan menjadi rujukan dalam melakukan tugas-tugas profesi. diperbaiki. Pada hakikatnya. Untuk berbagai pekerjaan yang tergolong profesional. dinilai. Untuk mengontrol terjadinya ketidakpuasan dan persengketaan dan para pelaksana. antara lain seperti berikut: a. Etos Kerja dan Loyalitas Kerja Sebenarnya. Melindungi para praktisi di masyarakat. kata “etos” bersumber dan pengertian yang sama dengan etika. semua pekerja dan suatu lingkungan pekerjaan sejenis memerlukan adanya perangkat kode etik yang dirumuskan dan disepakati oleh semua anggotanya.2. Semua anggota harus menghormati. c. akan tercipta suasana yang harmonis dan semua anggota akan merasakan adanya perlindungan dan rasa aman dalam melakukan tugas-tugasnya. 3. 4. Untuk melindungi pekerjaan sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian. 5. biasanya telah dibuat kode etik profesi yang ditetapkan oleh masing-masing organisasinya.

etos kerja merupakan tuntutan internal untuk berperilaku etis dalam mewujudkan unjuk kerja yang baik dan produktif. kebiasaan bekerja keras. orientasi pengabdian pada masyarakat. etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku pekerja ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal. pengertian. dan keikhlasan. moral. fisik. Kualitas unjuk kerja dan hasil kerja banyak ditentukan oleh kualitas etos kerja ini. (2) sikap terhadap pekerjaan. kebiasaan pengembangan diri. Hal itu dapat berarti bahwa merek dipandang memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat akan memiliki keunggulan dalam kompetensi-kompetensi tersebut. seperti orientasi terhadap hasil tambah. kebiasaan hubungan antarmanusia. Kebiasaan kerja. Perwujudan unjuk kerja yang baik. Beberapa unsur kebiasaan kerja antara lain: kebiasan mengatur waktu. dan sebagainya. Dengan demikian. dan sebagainya. Page 43 of 57 . Dengan disiplin kerja. seorang pekerja akan selalu bekerja dalam pola-pola yang konsisten untuk melakukan dengan baik sesuai dengan tuntutan dan kesanggupannya. merupakan pola-pola perilaku kerja yang ditunjukkan oleh pekerja secara konsisten. karena sikap mendasari arah dan intensitas unjuk kerja. Disiplin yang dimaksud yaitu bukan disiplin yang mati dan pasif. sangat diharapkan seorang pekerja akan senantiasa melakukan pekerjaannya secara efektif dan produktif dalam kondisi pribadi sehat dan berkembang. didasari oleh sikap dasar yang positif dan wajar terhadap pekerjaannya. intelektual pribadi. Perwujudan unjuk kerja ini bersumber pada kompetensi aspek kepribadian yang mencakup aspek religi. tetapi disiplin yang hidup dan aktif yang didasari oleh penuh pemahaman.kehidupannya. Sikap terhadap pekerjaan merupakan landasan yang paling berperan. (3) kebiasaan-kebiasaan bekerja. Demikian pula keinginan untuk senantiasa mengembangkan kualitas pekerjaan dan unjuk kerja merupakan refleksi sikap terhadap pekerjaan. orientasi terhadap pengembangan diri. Mencintai pekerjaan sendiri adalah salah satu contoh sikap terhadap pekerjaan. disiplin kerja. Dengan demikian. Sebagai suatu kondisi internal. Orientasi kerja juga termasuk ke dalam unsur sikap ini. Dengan etos kerja yang baik dan kuat. etos kerja mengandung beberapa unsur antara lain: (1) disiplin kerja.

Dalam aspek sosial. etos kerja bersumber pada kualitas ketaqwaan seseorang yang diwujudkan dalam keseluruhan perilakunya. Adapun yang menjadi sasaran loyalitas. ihsan. dan atasan. etos kerja bersumber dan tercermin dalam kualitas kondisi fisik yang memadai sesuai dengan tuntutan pekerjaannya. Selanjutnya. etos kerja ditunjukkan dengan kualitas kompetensi sosial yaitu kemampuan melakukan hubungan sosial secara efektif. etos kerja berpangkal pada kualitas kompetensi penalaran yang dimilikinya yaitu perangkat pengetahuan yang diperlukan untuk menunjang unjuk kerja dalam melaksanakan tugas dan kewajiban pekerjaannya. pemerintah. para pekerja harus memahami dan menghayati maksud dan isi loyalitas itu. dan sebagainya. jujur. Dengan loyalitas ini. antara lain negara. Mereka yang beretos kerja kuat akan memiliki nilai-nilai moral yang kuat sebagai kendali dan seluruh perilakunya. organisasi. Loyalitas kerja merupakan landasan dan haluan berperilaku kerja dalam bentuk kesediaan untuk mengikuti dan menaati hal-hal yang menjadi keharusannya. banyak hubungan. etos kerja bersumber dan kualitas nilai moral yang ada dalam dirinya. Loyalitas kerja merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen dan pekerja terhapap berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaannya. Sebagai suatu komitmen. sikap rasa memiliki lingkungan kerja. agar dapat mengamalkannya secara aktif Page 44 of 57 . Ia bekerja untuk kepentingan keberhasilan lingkungan tempat ia bekerja. Dalam hubungan ini. Loyalitas kerja akan ditunjukkan dengan kesediaan secara ikhlas untuk menaati dan melaksanakan segara ketentuan dan tugas-tugas yang diberikannya. majikan. ikhlas. etos kerja tercermin dan kualitas diri yang sedemikian rupa dapat menunjang keefektivan dalam pekerjaan seperti sifat-sifat mampu mengenal dan memahami diri. senang bergaul. Secara fisik. masyarakat. Loyalitas kerja sangat diperlukan untuk mengarahkan perilaku unjuk kerja secara memadai. secara pribadi (personal). dan sebagainya. kerja ditandai. Secara intelektual. pekerja akan merujuk bentuk dan kualitas perilaku unjuk kerjanya. Sementara itu. dan istiqomah. secara moral. seperti dalam sifat-sifat luwes. Sikap merasa bagian dan lingkungan kerja. antara lain dengan kualitas iman. merupakan contoh sikap loyalitas kerja. penampilan diri. komunikatif.Dalam aspek religi.

Keahlian tersebut menuntut dipenuhinya standar persiapan profesi melalui pendidikan khusus. 3. Selanjutnya keanggotaan profesi menuntut keikutsertaan secara aktif dalam ikatan profesi dan usaha-usaha pengembangan profesi melalui penelitian dan pelayanan. mereka yang menaati etika kerja dan memiliki etos kerja yang tinggi dan kuat. dan sebagainya. Para pekerja harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai kepada siapa ia harus loyal. serta pengalaman kerja dalam bidang tersebut. Page 45 of 57 . cenderung akan memiliki loyalitas kerja yang baik.dan dinamis. pribadi dan profesional. dan dilandasi oleh bidang keilmuan tertentu yang secara terus-menerus dikembangkan melalui penelitian. Suatu profesi merupakan posisi yang dipegang oleh orang-orang yang mempunyai dasar pengetahuan dan ketrampilan dan sikap khusus tertentu dan mendapat pengakuan dan masyarakat sebagai suatu keahlian. Dalam hubungan inilah guru seharusnya memahami dasar-dasar kode etik guru sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugasnya. Keguruan merupakan suatu jabatan profesional karena pelaksanaannya menuntut keahlian tertentu melalui pendidikan formal yang khusus serta rasa tanggung jawab tertentu dan para pelaksananya. Atas dasar nilai yang dianut oleh guru. Kode Etik Guru.maka kegiatan layanan pendidikan yang diberikan oleh guru dapat berlangsung dengan arah yang jelas dan atas keputusan-keputusan yang berlandaskan nilai-nilai. Pola tatanan itu seharusnya diikuti dan ditaati oleh setiap orang yang menjalankan profesi tersebut. dalam bentuk bagaimana loyalitas diwujudkan. Artinya. dan prosedur yang legal. dan masyarakat. Kode etik profesi merupakan tatanan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi. Etika kerja dan etos kerja sangat menentukan prwujudan loyalitas kerja. Para guru seyogyanya berpikir dan bertindak atas dasar nilai-nilai. Loyalitas yang pasif dan mati hanya akan membuat kekakuan kerja dan dapat merusak integritas pribadi dan pekerjaan. peserta didik (siswa). Pekerjaan keguruan tidak dapat lepas dari nilai-nilai yang berlaku.

beberapa isu tidak dapat diselesaikan dengan kode etik. Dengan memperhatikan pengertian dan keterbatasan di atas. ada beberapa kesulitan dalam menerapkan kode etik. ada beberapa isu legal dan etika yang tidak dapat tergarap oleh kode etik. menyenangkan. f. g. kreatif. kadang-kadang timbul konflik dalam lingkup kode etik.Meskipun kode etik itu dijadikan sebagai pedoman atau standar pelaksanaan kegiatan profesi. b. kode etik guru dikembangkan atas dasar nilai dan moral yang menjadi landasan bagi perilaku bangsa Indonesia. Dengan demikian. ada beberapa hal yang dapat diterima dalam waktu atau tempat tertentu. kadang-kadang ada konflik antara kode etik dan ketentuan hukum. (2) mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya”. Dalam rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 42 dinyatakan “Setiap tenaga kependidikan berkewajiban untuk: (1) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna. e. c. profesi. h. Kode etik profesi sebagai perangkat standar berperilaku. Nilai-nilai itu kemudian dijabarkan secara khusus konsep dan kegiatan layanan keguruan dalam berbagai tatanan. dan dialogis. d. kode etik sulit untuk menjangkau lintas budaya. Hal itu berarti seluruh kegiatan profesi keguruan di Indonesia seharusnya bersumber dari nilai dan moral Pancasila. dinamis. dikembangkan atas dasar kesepakatan nilai-nilai dan moral dalam profesi itu. dan (3) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga. Rekomendasi UNESCO/ILO tanggal 5 Oktober 1988 tentang “Status Guru” menegaskan status guru sebagai tenaga profesional yang harus mewujudkan kinerjanya di atas landasan etika profesional serta mendapat perlindungan profesional. pekerjaan keguruan memerlukan adanya kode etik profesi agar layanan yang diberikan oleh para guru dapat terlaksana secara profesional dan akuntabel. tetapi kode etik ini masih memiliki beberapa keterbatasan antara lain: a. Di samping itu. kode etik sulit untuk menembus berbagai situasi. Page 46 of 57 . mungkin tidak cocok dalam waktu atau tempat lain.

Mengingat kode etik itu merupakan suatu kesepakatan bersama dan para anggota suatu profesi. kejujuran profesional. tugas. juli 1989). sesama guru (hubungan kesejawatan). Juni 1979). Kesembilan butir itu memuat hubungan guru atau tugas guru dengan : a. d. i. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah menetapkan kode etik guru sebagai salah satu kelengkapan organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI. pengembangan dan peningkatan kualitas diri. (4) tahap penyempurnaan (Kongres XVI. f. pada garis besarnya mencakup dua hal yaitu preambul sebagai pernyataan prinsip dasar pandangan terhadap posisi. pembinaan kehidupan sekolah. b. PGRI telah merumuskan poin-poin kode etik guru Indonesia. Pengembangan kode etik guru dalam empat tahapan yaitu: (1) tahap pembahasan/perumusan (lahun 1971-1973). kejujuran dalam memperoleh dan menyimpan informasi tentang peserta didik. (3) tahap penguraian (Kongres PGRI XIV. h. organisasi profesi. 4. Poin-poin Kode Etik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). c. dan tanggung jawab guru. dan pemerintah dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Kode etik ini secara terus menerus dimasyarakatkan kepada masyarakat dan khususnya kepada setiap guru/anggota PGRI. adalah sebagai berikut: Page 47 of 57 . orang tua murid dan masyarakat. e. Rumusan dan isi senantiasa diperbaiki dan disesuaikan dalam setiap kongres. maka kode etik ini ditetapkan oleh organisasi yang mendapat pensetujuan dan kesepakatan dan para anggotanya. pembentukan pribadi peserta didik. (2) tahap pengesahan (Kongres PGRI ke XIII Nopember 1973). g. dan pernyataan-pernyataan yang berupa rujukan teknis operasional yang termuat dalam sembilan butir batang tubuhnya. Khusus mengenai kode etik guru di Indonesia. Adapun lingkup isi kode etik guru di Indonesia.

Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial. seleksi. Guru belum berada dalam posisi secara proporsional dalam keseluruhan proses sistem pendidikan nasional Indonesia. c. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Hal itu berkaitan erat dengan belum terwujudnya satu sistem yang efektif mengenai manajemen guru di Indonesia khususnya yang menyangkut aspek-aspek standar. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. belum teraktualisasikan secara nyata dalam keseluruhan kemauan dan tindakan politik. Kedudukan profesi keguruan di Indonesia masih belum memiliki kejelasan dan ketegasan. Belum terdapat satu kebijakan pemerintah untuk menempatkan guru pada posisi dan proporsi yang mendukung Page 48 of 57 . termasuk kesesuaian dengan perundang-undangan yang berlaku. pendidikan. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. rekrutmen. di samping belum memasyarakatnya kode etik di kalangan para guru itu sendiri. pembinaan. Keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan sumber daya manusia. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. e. b. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. Guru memelihara hubungan profesi.a. penempatan. promosi dan mutasi. h. dan sebagainya. Sementara itu. g. sebagai suatu profesi yang masih berkembang. Penerapan kode etik guru di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala baik internal maupun eksternal. mengembangkan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. i. f. Guru secara pribadi dan bersama-sama. d. rentangan keragaman para petugas masih cukup luas.

Secara umum. etos kerja. 4. etika dapat diartikan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi sesama manusia.perwujudan profesi keguruan secara efektif. Rangkuman Etika kerja. (2) tahap Page 49 of 57 . Pengembangan kode etik guru dalam empat tahapan yaitu: (1) tahap pembahasan/perumusan (lahun 1971-1973). Efektivitas. dan kalaupun ada masih dalam pandangan sempit dan subjektif. 2. pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungnnya. Masyarakat pengguna jasa layanan keguruan belum memberikan respon yang proporsional dalam berbagai tatanan. D. Hal ini pula yang mungkin merupakan salah satu sebab belum adanya pengakuan yang objektif dari masyarakat dan pemerintah. masyarakat luas masih belum memiliki pemahaman yang jelas terhadap profesi keguruan. Perlu diakui pula bahwa unjuk kerja para guru dewasa ini dalam berbagai tatanan masih belum dapat terwujud secara konseptual dan profesional. Etika. Sanksi terhadap berbagai kasus pelanggaran etika keguruan belum dapat diterapkan secara proporsional karena belum tersedia perangkat ketentuan hukum yang baku. Kode etik profesi merupakan tatanan/tanda/norma yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan aktivitas suatu profesi. Sementara itu. 5. efisiensi. Etos kerja lebih merupakan kondisi internal yang mendorong dan mengendalikan perilaku pekerja ke arah terwujudnya kualitas kerja yang ideal. Pola tatanan itu seharusnya diikuti dan ditaati oleh setiap orang yang menjalankan profesi tersebut. Etos kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian pekerja yang tercermin melalui unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya. dan produktivitas suatu pekerjaan akan banyak tergantung kepada tiga unsur tersebut 1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) telah merumuskan poin-poin kode etik melalui konggres . 3. dan kode etik merupakan tiga hal yang saling terkait dan mempunyai peranan yang besar dalam mewujudkan profesionalisme dan kualitas kerja seseorang.

pengesahan (Kongres PGRI ke XIII Nopember 1973). 3. d. juli 1989).Guru PAI itu bagus. c. E. Juni 1979). 2. (3) tahap penguraian (Kongres PGRI XIV. d. Latihan-latihan: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas! 1. c. Guru PAI memiliki kebiasaan disiplin masuk kelas meski hujan turun dengan lebat. (4) tahap penyempurnaan (Kongres XVI. Ini merupakan: a. Etos kerja Etika kerja Kode etik guru komitmennya Page 50 of 57 . b. c. Etika Kode etik Etos kerja Etika kerja 3. Kata yang tepat diisikan pada titik-titik itu adalah: a. Pak Ahmad guru PAI itu tidak mau mengambil lap top yang ada di ruang guru meski tidak ada orang yang mengetahui. 1.. 2. b. Etos kerja guru PAI Etika guru PAI Kode etik guru PAI Unjuk kerja Guru PAI ……. d. etos kerja dank ode etik? Bedakan ketiga istilah tersebut! Tunjukkan contoh kalimat yang menggunakan ketiga kata tersebut! F. b. Tes Formatif. buktinya ia selalu mengkoreksi PR anak didiknya setiap mereka mengumpulkan PR dan memberinya catatan pekerjaan dan dikembalikan lagi kepada mereka. Berarti pak Ahmad memegangi: a. Apa yang dimaksud dengan etika.

Etika Kode etik Etos kerja Etika kerja 5.4. sering bolos itu menunjukkan lemahnya: a. b. Dari faktor pemerintah penyebab masih banyaknya pelanggaran kode etik guru disebabkan : a. Kendala tersebut bersumber dari: a. b. c. Page 51 of 57 . d. c. c. Pemerintah guru sendiri masyarakat semuanya b. c. Kode etik guru sebenarnya berfungsi sebagai : a. d. Hakekatnya yang mengawali pelaksanaan kode etik guru di lapangan adalah: a. d. banyaknya jumlah guru sempirnya lapangan kerja terbatasnya kemampuan memberi reward/gaji para guru terbatasnya kompetensi guru. b. Dari faktor guru adanya pelanggaran kode etik guru disebabkan antara lain: a. 8. c. banyaknya jumlah guru sempirnya lapangan kerja terbatasnya kemampuan memberi reward/gaji para guru terbatasnya kompetensi guru. Kepala sekolah Cabang dinas/Kemenag Guru/diri sendiri Sejawat guru standar proses pembelajaran standar norma pelaksaan profesi guru standar kompetensi guru 7. d. b. c. b. 9. d. Masih banyaknya guru yang malas mengajar. 6. Di lapangan memang penerapan kode etik masih banyak menghadapi kendala.

Balikan dan Tindak Lanjut Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat di bagian akhir modul ini. d 6. Kunci Jawaban 1. Rumusan kode etik dilahirkan oleh : G. H.79% = cukup Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih anda Bagus! dan dapat meneruskan dengan kegiatan belajar selanjutnya. c 9.100% = baik sekali 80 . c 3. c 5. a 2.d.89% < 70% = baik = kurang 70 . c 4. kemudian gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar tersebut. a. b 10. Jika masih di bawah 80%. d 8. d. Hitunglah jawaban yang benar. b Page 52 of 57 . anda harus mengulangi materi kegiatan belajar tersebut. c 7. c. Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar X 100% Jumlah soal Arti tingkat penguasaan: 90 . b. terutama bagian yang belum dikuasai. standar kualifikasi guru Pemerintah Kepala sekolah Organisasi profesi PGRI 10.

Page 53 of 57 .

Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Guru. Problema. Landasan Kependidikan. Landasan Kependidikan. 2001) Muhammad Nurdin. (Bandung: Alfabeta. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. (Yogyakarta: Andi Offset. 2007). UURI No. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak Indonesia. 1994) Samsul Nizar. UURI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pendidikan Agama pada Sekolah. 1983) Piet A. (Jakarta: PT Rineka Cipta. 2010) Mukhtar & Ervin A. Profil Pendidik Profesional. Filsafat Pendidikan Islam. 2010) Islam. 1990) Made Pidarta. dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Page 54 of 57 . PP 74 Tahun 2008 Tentang Guru _____________. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi III. Kamus Inggris Indonesia. 2001) Nasution. Sosiologi Pendidikan. Pendekatan Historis Teoritis. (Bandung: Remaja Rosdakarya. (Jakarta: Misaka Galiza. Priambodo. Echols & Hassan Shadily. Profesionalisasi dan Etika Profesi Depdiknas. (Jakarta: PT Bumi Aksara. (Jakarta: PT. (Jakarta: Balai Pustaka. dan Praktis. Made Pidarta. Landasan Menjadi Guru Yang Baik. Uno. 2005) Hamzah B. Priambodo. Mengukir Prestasi: Panduan Menjadi Guru Profesional. 2008) Mukhtar & Ervin A. Profesi Kependidikan. (Jakarta: Ciputat Press. dkk. 2007). (Bogor: Ghalia Indonesia. Rineka Cipta. (Jakarta: Gramedia. Mohammad Surya. 2007). (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Group..DAFTAR PUSTAKA Ahmad Tafsir. (Jakarta: Misaka Galiza. 2002) Sekretariat Negara. (Bandung: Jemmars. Mengukir Prestasi: Panduan Menjadi Guru Profesional. John M. Sahertian. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen _____________. Solusi. Kiat Menjadi Guru Profesional. 1992) Sudarwan Danim.

(Yogyakarta: Hikayat Publishing. 2005) Page 55 of 57 . Syafruddin Nurdin. (Jakarta: PT. 2006). Guru Profesional & Implementasi Kurikulum. Ciputat Press. Guru Sebagai Profesi.Suparlan.

: adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Profesi Profesional Profesionalisasi Profesionalitas Profesionalisme Kualifikasi Akademik Sertifikasi Organisasi Profesi Guru Page 56 of 57 . dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Sertifikat Pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada Guru sebagai tenaga profesional. mengajar. danpendidikan menengah. : adalah proses membuat suatu badan organisasi agar menjadi profesional. : adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk Guru. : adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh Guru untuk mengembangkan profesionalitas Guru. melatih. : adalah ijazah jenjang pendidikan akademik yang harus dimiliki olehGuru sesuai dengan jenis. memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya. mengarahkan. : adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya : suatu paham yang mengajarkan bahwa segala sesuatu pekerjaan harus dilandasi dengan keahlian tertentu. kejuruan dan sebagainya) : adalah bersangkutan dengan profesi. menilai. pendidikan dasar.GLOSSARIUM Guru : Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. jenjang. membimbing.

dan perilaku yang harus dimiliki. : kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran : kemampuan guru yang mencakup ihwal sifat/ kepribadian. sesame guru. : pada hakikatnya merupakan dasar pertimbangan dalam pembuatan keputusan tentang moral manusia dalam interaksi dengan lingkungnnya. keterampilan. : merupakan kondisi internal dalam bentuk komitmen dan pekerja terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaannya : perilaku etika para pekerja akan dikontrol. dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. dikuasai. : kerja lebih merujuk kepada kualitas kepribadian pekerjaan yang tercermin melalui unjuk kerja secara utuh dalam berbagai dimensi kehidupannya. dan dikembangkan Kompetensi pedagogik Kompetensi kepribadian Kompetensi sosial Kompetensi professional Etika Etos kerja Loyalitas kerja kode etik Page 57 of 57 .Kompetensi : seperangkat pengetahuan. diperbaiki. : kemampuan guru dalam menguasai materi/bahan ajar. : kemampuan guru yang menyangkut hubungan interaksi dengan siswa. orang tua siswa dan dengan organisasi profesi. dihayati. dinilai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful