ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

(http://uharsputra.wordpress.com/filsafat/islam-dan-ilmu/) Uhar Suharsaputra 1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah

dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca .serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s.untuk terus membaca .sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi . Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah . Bacalah. sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan. dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal .” Ayat –ayat trersebut .sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya. dalam hubungan inilah konsep membaca.menjadi sangat penting. sebagai salah satu wahana menambah ilmu .tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “.mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan . tuhanku . AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh . jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu.w.dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah . Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan). (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa. seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah. Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .dan tuhanmulah yang paling pemurah.dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu .sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga.t berfirman dalam AL qur. hal inisejalan dengan fuirman ALLah: “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) .

atau hanya Ilmu tertentu saja ?. Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam.sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”.bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.antara iman dan amal .akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu . maka wajib bagi manusia(Muslim . t. :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : “Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu . Di samping ayat –ayat AL qur”an. zakat. Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah. sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar). banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti. AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat.dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina. Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu). puasa. Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t.seprti kewajiban shalat. Dari hadist tersebut di atas .tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan . Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini . dan haji .Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut .karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi). 3. meskipun prinsip dasarnya sama . semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu . t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina .mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji . karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing.nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . Dengan melihat uraian sebelumnya . t.

Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya. Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia. ilmu pertanian. Ilmu aqliyah . dan 2). ilmu politik. yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya. ilmu berhitung untuk jual beli. barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). Ilmu Fardu a’in. bila kita lihat pengelompokan di atas . sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah. bahkan ilmu menjahit. berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya. persoalannya. sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran. yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir. Ilmu Fardu Kifayah. Ilmu naqliyah. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya. Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Adapun untuk kelompok ilmu yang . ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib.selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. seperti yang tercakup dalam rukun Islam. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid. 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. dan 2). kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . 2. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya. Kedua.

Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra. Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1). dan 3).Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli (http://wildanhasan. beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah. Sumber. 3). mafsadat .kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. bid’ah menuju sunnah. Al ma’qulat. adalah sebagai berikut : 1). sebagaimana dikemukakan A. Ilmu al huduri. yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah. yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat.html) Ilmu dan Hijrah Saat ini kita berada di awal tahun baru Islam 1430 H. Al maksyufat. 11. Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir.blogspot.com/2009/01/konsep-ilmu-dalam-islam-darihijrah. No. ushul al tafsir. hadis dan al hadis. formatif aposteriori dan 2). Hijrah dari syirik menuju tauhid. Ilmu menjadi faktor penting bukan hanya untuk kesuksesan hijrah Rasulullah. Sebuah kalender umat Islam yang lahir dari momentum suksesnya hijrah Rasulullah saw dan para Sahabat dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah. konseptual. Ilmu al husuli. Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). maupun pikiran spekulatif Selain itu. empiris. tetapi juga hijrah-hijrah dalam bentuk yang lain. Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi. Kesuksesan hijrah Rasulullah Saw tidak lepas dari faktor ilmu. 1993). 2). Al manqulat. 2).

Tidak boleh mengambil suatu pendapat tanpa terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya..” Imam Ahmad dalam Musnad-nya meriwayatkan dari jabir ra. Pertama. ayat yang pertama menyeru Rasulullah saw. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. Oleh karena itu di dalam Islam terdapat konsep Ittiba’. sistematis. Iqra Kauniyah adalah pembacaan manusia terhadap alam semesta dalam setiap jenis dan bentuk apapun. analitif. Bahwa ilmu dalam Islam harus melalui proses pencarian yang benar. ‫التباع هو قبول قا ؤل القا ؤل وانت تعلم حخته‬ َْ “Ittiba’ adalah mengikuti pendapat seseorang dan anda mengetahui dasar (dalil) nya. Ilmu sangat berkaitan dengan aktifitas membaca dan tulis menulis. sangat jelas bahwa kewajiban pertama dan paling utama umat Islam sebelum berkata dan beramal adalah berilmu (Iqra’). Al-An’am: 153) Dari ayat di atas Allah swt menegaskan bahwa dasar beragama adalah ilmu. Maka ikutilah Dia. predikat Ulama tidak hanya terbatas pada seseorang yang lazim dikenal sebagai Ustadz. Faathir: 28) Betapa pentingnya posisi ilmu dalam Islam ditunjukkan melalui konsepnya yang jelas.” Beliau lalu membuat dua garis di sebelah kanan garis tadi. beliau membuat garis di telapak tangan dengan tangannya – begini – dan bersabda. Kyai. ibrah dan manfaat dari alam untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin serta mendapatkan ridha Allah swt pada hakikatnya adalah seorang Ulama (orang yang berilmu). dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. konsep ini mengharuskan adanya proses cek dan re-cek (tabayyun) terhadap setiap informasi yang datang kepada sumber aslinya. Al-Qur’an . pengertian dan pengamalan al-Qur’an.” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada garis yang berada di tengah dan membaca ayat. “Garsi-garis ini adalah garis setan. dan lain sebagainya. dua garis lagi di sebelah kirinya. Bacalah. Al-‘Alaq: 1-4) Aktifitas membaca dapat dibagi dalam dua pengertian. komprehensif. pendalaman. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Tetapi pada setiap orang yang dari bacaannya terhadap al-Qur’an ataupun alam semesta membuat dirinya takut dan makin bertakwa kepada Allah swt. Adalah.sebagai cahaya dan petunjuk . Habib ataupun Syekh. Iqra kauniyah (pembacaan alam semesta). Menurut kaidah Ushul Fiqih yang disepakati para ulama konsep ini diartikan. Penggunaan kalimat fattabi'uhu dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa untuk dapat menempuh jalan Allah yang . Iqra Qur’aniyah (membaca alQur’an). “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus. Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa kewajiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu “al-Ilmu qobla al-Qaul wa al-‘Amal. Iqra Qur’aniyah adalah pembacaan. Sebagai wahyu pertama yang diturunkan. Kendati seorang yang ummi. penghafalan. hanyalah ulama. dan bersabda. Kedua. Jadi. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam..”(QS. Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. “Ini adalah jalan Allah. ia berkata: “Kami pernah dudukduduk di rumah Rasulullah saw. Seseorang yang mampu membaca alam.diturunkan kepada Nabi yang Ummi.” Hal inilah yang kemudian tersirat dalam surah al-‘Alaq ayat pertama “Iqra’ bismi Rabbika al-ladzi Kholaq” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”(QS. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.”(QS. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Allah berfirman. berdasar. dan evaluatif. mengambil hikmah.menuju masalahat.

depan. dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu lebih besar daripada orang yang meninggalkannya karena malas. Jika ilmunya benar maka aqidah akan benar. mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. kata dan amalnya akan diikuti. khusus maupun umum. Ilmu juga adalah ajaran yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama Adam ‘alaihi salam dan menjadi tradisi para Nabi. yaitu jalan Allah (Islam). Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. Allah swt Berfirman: “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. kanan dan kiri. Kedua. Jadi ilmu yang keliru akan mengakibatkan kata dan amal yang keliru. Atau dosa orang yang menyatakan ayat-ayat alQur’an tidak valid lebih besar dosanya daripada orang yang meninggalkan ayat Allah karena malas. Tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. sekalipun amalan itu adalah ibadah maka akan terjadi kekeliruan. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya. kecuali Iblis yang memakai ilmu keliru sehingga sesat dan menyesatkan. Dari sisi ini kemunkaran terbagi dua: Pertama. karena seringkali orang yang berkata dan beramal dengan ilmu yang keliru meyakini kebenaran ilmunya.” (HR. Beragama dengan ilmu adalah hal yang mutlak adanya. Muslim). Maka begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam sebagai pewaris para Nabi. kemunkaran yang diakibatkan oleh ilmu yang keliru. Mereka sesat dan menyesatkan. tidak bisa tidak. orang banyak akan memilihi orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. Betapa pentingnya ilmu dalam Islam sehingga di dalam al-Qur’an dan . lalu merebaklah kerusakan di tengah-tengah umat. jika ia adalah seorang pemimpin atau panutan umat. belakang.” (al-Kahfi: 103-104) Selain. Kemunkaran jenis ini mudah diatasi dengan memberikan nasehat dan pengajaran. Sebaliknya jika ilmunya keliru maka dapat dibayangkan akan seperti apa kerusakan kata dan amal seseorang. Apabila sudah ditiadakan para ulama. Sampai Rasulullah Saw mengatakan: “Bahwasanya Allah swt. Kemunkaran ini sangat berat. Kemunkaran ini berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam. Karena jika seseorang melakukan amalan agama tanpa ilmu. Oleh karena itu kemunkaran terbesar dalam Islam adalah kemunkaran di bidang pokok-pokok agama (aqidah). Sementara penggunaan kalimat subul∃# dalam bentuk jama’ (plural) menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan beraneka ragam. tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. al-Baqarah: 31) Ilmulah yang menundukkan para Malaikat. kemunkaran yang diakibatkan oleh ketiadaan ilmu (kebodohan). Aqidah sahihah sebagai fondasi dasar keIslaman seseorang harus dijaga dan terus dipupuk dengan ilmu. Sebagai contoh. Kemudian Penggunaan kalimat &sabilih dalam bentuk mufrad (tunggal) menunjukkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. akankah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini. Karena sesungguhnya setan menggoda manusia dari segala arah. Sebagaimana firman Allah swt: “Katakanlah. kata dan amal tokoh umat yang keliru akan mengakibatkan umat yang keliru (rusak) pula.lurus itu tiada cara lain kecuali dengan ilmu.

Ilmu yang di dalamnya terdapat pujian dan sanjungan dan itu hanya ada pada ilmu wahyu.”(QS. AzZumar: 9) “ . maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i. Ilmu yang lahir dari harapan atas ridla Allah (bismi Rabbika al-Ladzi khalaq). Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama.” Nabi saw juga bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi. Allah mengangkat derajat ahli ilmu “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Al-Mujaadilah: 11) 2. tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya. Ilmu yang benar karena tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Ilmu yang berbicara tentang Allah.” Berkata Imam Ahmad Rahimahullahu ta’ala. “Manusia lebih butuh ilmu daripada makan dan minum. Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu ta’ala berkata. hadits dan fiqih. “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu. Ilmu yang berfaidah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama.” Dan telah diketahui bersama bahwa warisan para Nabi adalah ilmu syar’i tidak ada yang lain. ilmu yang mereka miliki tidak melahirkan kebaikan dan kemaslahatan.” Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullahu ta’ala berkata: “Dan yang menjadi perhatian kita tentang ilmu adalah ilmu syar’i yaitu ilmu yang Allah swt turunkan kepada RasulNya yang mulia berupa penjelasan dan petunjuk. Lain halnya ilmu yang dimiliki kaum Kuffar (Barat).” (QS. di antara keutamaan ilmu adalah : 1. karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari. mensucikan-Nya dari segala kekurangan. baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari. Ilmu bila dimutlakkan dan datang nash-nash yang menjelaskan pujian dan keutamaannya. Orang yang bodoh dan berilmu tidak sama Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.as-Sunnah bertebaran keterangan yang mengharuskan kita berilmu dan keunggulan orang-orang yang berilmu.” Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu ta’ala: “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. akan tetapi mereka mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ilmu menurut para Ulama Wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu. para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham. Sehingga melahirkan Peradaban yang memberikan cahaya pencerahan dan kebangkitan umat yang lain dari kebodohan dan keterbelakangan. ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir.” Keutamaan ilmu Sungguh Allah telah memuji ilmu dan pemiliknya serta menganjurkan para hamba-Nya agar berbekal dengan ilmu. justru kehancuran dan kebatilan karena basis ilmu mereka bukan bismi Rabbika al-Ladzi Khalaq. umat Islam menguasai peradaban dunia lebih dari 800 tahun.

Ibnu Majah 225.” (QS. Muslim 1631). Ibnu Majah 227. hanyalah ulama. Ali-Imran: 18) 4. Penuntut ilmu bagaikan mujahid Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar dan mengajarkan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). maka Allah akan faqihkan ia dalam agamaNya. . Ahmad 2/350.” (HR. Darimi 1/99)." (QS. Tirmidzi 2682. Faqih dalam agama termasuk tanda kebaikan Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan. Tirmidzi 2646. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang. 7. Ahli ilmu orang yang takut kepada Allah ∃ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Muslim 1037). Ibnu Majah 223. 8.”(HR.” (HR. Shadaqah jariyah. yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ilmu yang bermanfaat. yang menegakkan keadilan. Menuntut ilmu jalan menuju surga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga. Abu Dawud 3641. Persaksian Allah untuk orang yang berilmu “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Faathir: 28) 6. 10. Bukhari 71. Ibnu Hibban 87.3. 9.”(QS. Ahmad 5/196). Hakim 1/91. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. Abu Dawud 3643.”(HR. dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah Rasulullah saw bersabda: “ Orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air. Ilmu adalah pahala yang tidak terputus Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara. Ibnu Abi Syaibah 12/209). Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu ( "Ya Tuhanku.”(HR. Thaha: 114) 5. Muslim 2699.