ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

(http://uharsputra.wordpress.com/filsafat/islam-dan-ilmu/) Uhar Suharsaputra 1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah

tuhanku . Bacalah.menjadi sangat penting. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu .sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga. (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.w. sebagai salah satu wahana menambah ilmu .dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi.untuk terus membaca . Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah . dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal .mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan . jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu. AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah.’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan).dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah . hal inisejalan dengan fuirman ALLah: “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) .t berfirman dalam AL qur.dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca . yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh .” Ayat –ayat trersebut .tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “.serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s. Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya. dalam hubungan inilah konsep membaca.dan tuhanmulah yang paling pemurah. sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan.sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi .

Dengan melihat uraian sebelumnya . Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t. sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. dan haji .tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan . Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu). karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . 3. atau hanya Ilmu tertentu saja ?.mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : “Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu . t.sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”.akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu . banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti. puasa. Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing.antara iman dan amal . Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah. Dari hadist tersebut di atas . AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat. meskipun prinsip dasarnya sama . sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar).nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . maka wajib bagi manusia(Muslim . t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina . Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini . Di samping ayat –ayat AL qur”an. semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu . Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam. zakat. “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina. Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji .Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut .bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi).seprti kewajiban shalat.dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. t.

Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya. bila kita lihat pengelompokan di atas . yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir. persoalannya. Kedua. seperti yang tercakup dalam rukun Islam. Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya. dan 2). kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . Ilmu Fardu a’in. bahkan ilmu menjahit. ilmu politik. ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran. yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya. ilmu berhitung untuk jual beli. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia. Ilmu naqliyah. Adapun untuk kelompok ilmu yang . 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Ilmu Fardu Kifayah. Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. 2. Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib. sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid. ilmu pertanian.selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. dan 2). yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya. Ilmu aqliyah . Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya. sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1.

Ilmu al husuli. Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah. Sumber. Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat. adalah sebagai berikut : 1). tetapi juga hijrah-hijrah dalam bentuk yang lain.kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. Al maksyufat.html) Ilmu dan Hijrah Saat ini kita berada di awal tahun baru Islam 1430 H. 2). Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir. Al manqulat. 11. mafsadat .Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli (http://wildanhasan. Ilmu menjadi faktor penting bukan hanya untuk kesuksesan hijrah Rasulullah. Ilmu al huduri. beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. empiris. hadis dan al hadis. 1993). Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. No. konseptual. yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . Hijrah dari syirik menuju tauhid. Sebuah kalender umat Islam yang lahir dari momentum suksesnya hijrah Rasulullah saw dan para Sahabat dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah. Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah. formatif aposteriori dan 2).blogspot. 2). Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). bid’ah menuju sunnah. yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi. Kesuksesan hijrah Rasulullah Saw tidak lepas dari faktor ilmu. dan 3). ushul al tafsir.com/2009/01/konsep-ilmu-dalam-islam-darihijrah. sebagaimana dikemukakan A. Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra. maupun pikiran spekulatif Selain itu. Al ma’qulat. 3). Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1).

” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada garis yang berada di tengah dan membaca ayat. ‫التباع هو قبول قا ؤل القا ؤل وانت تعلم حخته‬ َْ “Ittiba’ adalah mengikuti pendapat seseorang dan anda mengetahui dasar (dalil) nya. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Al-Qur’an .”(QS.. dan bersabda. Bahwa ilmu dalam Islam harus melalui proses pencarian yang benar. penghafalan.menuju masalahat.” Imam Ahmad dalam Musnad-nya meriwayatkan dari jabir ra. Oleh karena itu di dalam Islam terdapat konsep Ittiba’. Habib ataupun Syekh. Penggunaan kalimat fattabi'uhu dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa untuk dapat menempuh jalan Allah yang . mengambil hikmah. Kendati seorang yang ummi. “Garsi-garis ini adalah garis setan. komprehensif. sangat jelas bahwa kewajiban pertama dan paling utama umat Islam sebelum berkata dan beramal adalah berilmu (Iqra’). berdasar.diturunkan kepada Nabi yang Ummi. Kyai. pengertian dan pengamalan al-Qur’an. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Sebagai wahyu pertama yang diturunkan. Iqra kauniyah (pembacaan alam semesta). pendalaman. ibrah dan manfaat dari alam untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin serta mendapatkan ridha Allah swt pada hakikatnya adalah seorang Ulama (orang yang berilmu). Bacalah. Iqra Kauniyah adalah pembacaan manusia terhadap alam semesta dalam setiap jenis dan bentuk apapun. ia berkata: “Kami pernah dudukduduk di rumah Rasulullah saw. Pertama. Faathir: 28) Betapa pentingnya posisi ilmu dalam Islam ditunjukkan melalui konsepnya yang jelas.” Hal inilah yang kemudian tersirat dalam surah al-‘Alaq ayat pertama “Iqra’ bismi Rabbika al-ladzi Kholaq” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa kewajiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu “al-Ilmu qobla al-Qaul wa al-‘Amal. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.sebagai cahaya dan petunjuk .”(QS. Iqra Qur’aniyah (membaca alQur’an). Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. sistematis. ayat yang pertama menyeru Rasulullah saw. Maka ikutilah Dia. Tetapi pada setiap orang yang dari bacaannya terhadap al-Qur’an ataupun alam semesta membuat dirinya takut dan makin bertakwa kepada Allah swt. Kedua. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Menurut kaidah Ushul Fiqih yang disepakati para ulama konsep ini diartikan. Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. konsep ini mengharuskan adanya proses cek dan re-cek (tabayyun) terhadap setiap informasi yang datang kepada sumber aslinya. Ilmu sangat berkaitan dengan aktifitas membaca dan tulis menulis.. Allah berfirman. “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus. dan lain sebagainya. “Ini adalah jalan Allah. Adalah. predikat Ulama tidak hanya terbatas pada seseorang yang lazim dikenal sebagai Ustadz. dan evaluatif. Seseorang yang mampu membaca alam.” Beliau lalu membuat dua garis di sebelah kanan garis tadi. Tidak boleh mengambil suatu pendapat tanpa terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya. Iqra Qur’aniyah adalah pembacaan.”(QS. Al-An’am: 153) Dari ayat di atas Allah swt menegaskan bahwa dasar beragama adalah ilmu. hanyalah ulama. Jadi. dua garis lagi di sebelah kirinya. analitif. beliau membuat garis di telapak tangan dengan tangannya – begini – dan bersabda. Al-‘Alaq: 1-4) Aktifitas membaca dapat dibagi dalam dua pengertian.

Sampai Rasulullah Saw mengatakan: “Bahwasanya Allah swt. kanan dan kiri. belakang. Karena jika seseorang melakukan amalan agama tanpa ilmu. depan. akankah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini. sekalipun amalan itu adalah ibadah maka akan terjadi kekeliruan. Ilmu juga adalah ajaran yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama Adam ‘alaihi salam dan menjadi tradisi para Nabi. yaitu jalan Allah (Islam). Betapa pentingnya ilmu dalam Islam sehingga di dalam al-Qur’an dan . Atau dosa orang yang menyatakan ayat-ayat alQur’an tidak valid lebih besar dosanya daripada orang yang meninggalkan ayat Allah karena malas. Sebagai contoh. kemunkaran yang diakibatkan oleh ketiadaan ilmu (kebodohan). orang banyak akan memilihi orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. Beragama dengan ilmu adalah hal yang mutlak adanya. karena seringkali orang yang berkata dan beramal dengan ilmu yang keliru meyakini kebenaran ilmunya. Sebagaimana firman Allah swt: “Katakanlah.” (HR. Dari sisi ini kemunkaran terbagi dua: Pertama. mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Kemunkaran jenis ini mudah diatasi dengan memberikan nasehat dan pengajaran. Kemudian Penggunaan kalimat &sabilih dalam bentuk mufrad (tunggal) menunjukkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. al-Baqarah: 31) Ilmulah yang menundukkan para Malaikat.” (al-Kahfi: 103-104) Selain. Aqidah sahihah sebagai fondasi dasar keIslaman seseorang harus dijaga dan terus dipupuk dengan ilmu. tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Oleh karena itu kemunkaran terbesar dalam Islam adalah kemunkaran di bidang pokok-pokok agama (aqidah). Karena sesungguhnya setan menggoda manusia dari segala arah. khusus maupun umum. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya. tidak bisa tidak. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu lebih besar daripada orang yang meninggalkannya karena malas. kata dan amal tokoh umat yang keliru akan mengakibatkan umat yang keliru (rusak) pula.lurus itu tiada cara lain kecuali dengan ilmu. Jika ilmunya benar maka aqidah akan benar. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. jika ia adalah seorang pemimpin atau panutan umat. lalu merebaklah kerusakan di tengah-tengah umat. Kemunkaran ini berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam. kemunkaran yang diakibatkan oleh ilmu yang keliru. Allah swt Berfirman: “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Maka begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam sebagai pewaris para Nabi. kecuali Iblis yang memakai ilmu keliru sehingga sesat dan menyesatkan. Sebaliknya jika ilmunya keliru maka dapat dibayangkan akan seperti apa kerusakan kata dan amal seseorang. Kemunkaran ini sangat berat. Tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Jadi ilmu yang keliru akan mengakibatkan kata dan amal yang keliru. Mereka sesat dan menyesatkan. Kedua. kata dan amalnya akan diikuti. Sementara penggunaan kalimat subul∃# dalam bentuk jama’ (plural) menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan beraneka ragam. Apabila sudah ditiadakan para ulama. Muslim).

Allah mengangkat derajat ahli ilmu “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Dan telah diketahui bersama bahwa warisan para Nabi adalah ilmu syar’i tidak ada yang lain. para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham.as-Sunnah bertebaran keterangan yang mengharuskan kita berilmu dan keunggulan orang-orang yang berilmu. ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir. Ilmu menurut para Ulama Wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Orang yang bodoh dan berilmu tidak sama Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Ilmu yang di dalamnya terdapat pujian dan sanjungan dan itu hanya ada pada ilmu wahyu. akan tetapi mereka mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak. ilmu yang mereka miliki tidak melahirkan kebaikan dan kemaslahatan. Dengan ilmu. Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu ta’ala berkata. maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i. hadits dan fiqih.” Keutamaan ilmu Sungguh Allah telah memuji ilmu dan pemiliknya serta menganjurkan para hamba-Nya agar berbekal dengan ilmu. Al-Mujaadilah: 11) 2. Ilmu yang berbicara tentang Allah. mensucikan-Nya dari segala kekurangan. tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya.” Berkata Imam Ahmad Rahimahullahu ta’ala. umat Islam menguasai peradaban dunia lebih dari 800 tahun. Lain halnya ilmu yang dimiliki kaum Kuffar (Barat).” Nabi saw juga bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi.” (QS. Ilmu bila dimutlakkan dan datang nash-nash yang menjelaskan pujian dan keutamaannya. Sehingga melahirkan Peradaban yang memberikan cahaya pencerahan dan kebangkitan umat yang lain dari kebodohan dan keterbelakangan. Ilmu yang lahir dari harapan atas ridla Allah (bismi Rabbika al-Ladzi khalaq). justru kehancuran dan kebatilan karena basis ilmu mereka bukan bismi Rabbika al-Ladzi Khalaq. “Manusia lebih butuh ilmu daripada makan dan minum. karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari. baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari. “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu.” Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullahu ta’ala berkata: “Dan yang menjadi perhatian kita tentang ilmu adalah ilmu syar’i yaitu ilmu yang Allah swt turunkan kepada RasulNya yang mulia berupa penjelasan dan petunjuk. AzZumar: 9) “ .” Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu ta’ala: “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. Ilmu yang benar karena tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.”(QS. Ilmu yang berfaidah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama. di antara keutamaan ilmu adalah : 1. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama.

3. Persaksian Allah untuk orang yang berilmu “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Tirmidzi 2682.”(HR. Ibnu Majah 227. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang. hanyalah ulama. 8.”(HR. Faqih dalam agama termasuk tanda kebaikan Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan. Muslim 1631). para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Menuntut ilmu jalan menuju surga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.”(HR. Ahmad 5/196). Ilmu adalah pahala yang tidak terputus Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara. Ibnu Hibban 87.” (HR. . Abu Dawud 3641.” (QS. Ibnu Majah 225. Thaha: 114) 5. Ahmad 2/350. Hakim 1/91. maka Allah akan faqihkan ia dalam agamaNya. Bukhari 71. yang menegakkan keadilan. Muslim 2699. 10.”(QS. ilmu yang bermanfaat. Penuntut ilmu bagaikan mujahid Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar dan mengajarkan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah. Ibnu Abi Syaibah 12/209). Shadaqah jariyah. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu ( "Ya Tuhanku. Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah Rasulullah saw bersabda: “ Orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air. dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. 7. Darimi 1/99). yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Abu Dawud 3643. Ibnu Majah 223." (QS.” (HR. 9. Faathir: 28) 6. Ali-Imran: 18) 4. Tirmidzi 2646. Ahli ilmu orang yang takut kepada Allah ∃ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Muslim 1037).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful