ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

(http://uharsputra.wordpress.com/filsafat/islam-dan-ilmu/) Uhar Suharsaputra 1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah

sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga.tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “.dan tuhanmulah yang paling pemurah.t berfirman dalam AL qur. tuhanku .sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi .” Ayat –ayat trersebut .dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi. AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu .serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s.menjadi sangat penting. dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal . sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan. Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan .dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah .untuk terus membaca . seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui. (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa.’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan).w. hal inisejalan dengan fuirman ALLah: “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) .dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca . Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah . sebagai salah satu wahana menambah ilmu . dalam hubungan inilah konsep membaca.sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya. Bacalah. yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh .

Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t.seprti kewajiban shalat.bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah.tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan .Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut .karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi).antara iman dan amal .sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”. :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : “Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji .dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. atau hanya Ilmu tertentu saja ?. meskipun prinsip dasarnya sama . 3. puasa. Dari hadist tersebut di atas .nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar). Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam. Dengan melihat uraian sebelumnya . Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu). t. AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat. Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini . dan haji . Di samping ayat –ayat AL qur”an. sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina . zakat. maka wajib bagi manusia(Muslim . t.akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu . Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing.mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina. karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti. semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu .

sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . dan 2). yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya. sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran. berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. Ilmu Fardu a’in. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya. ilmu politik. persoalannya. 2. ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Adapun untuk kelompok ilmu yang . dan 2). barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya. yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir. Kedua. Ilmu naqliyah. 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Ilmu Fardu Kifayah. ilmu pertanian. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia. yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah. Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1.selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib. bila kita lihat pengelompokan di atas . bahkan ilmu menjahit. Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid. ilmu berhitung untuk jual beli. Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya. Ilmu aqliyah . seperti yang tercakup dalam rukun Islam.

html) Ilmu dan Hijrah Saat ini kita berada di awal tahun baru Islam 1430 H. mafsadat . Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1). konseptual. bid’ah menuju sunnah.Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli (http://wildanhasan. yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi. yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . ushul al tafsir. Ilmu menjadi faktor penting bukan hanya untuk kesuksesan hijrah Rasulullah. adalah sebagai berikut : 1). Ilmu al huduri. Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. 2). hadis dan al hadis. 2). beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. Hijrah dari syirik menuju tauhid. Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir. Ilmu al husuli. tetapi juga hijrah-hijrah dalam bentuk yang lain. sebagaimana dikemukakan A. No. Al manqulat. Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah. maupun pikiran spekulatif Selain itu. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). Al ma’qulat. Kesuksesan hijrah Rasulullah Saw tidak lepas dari faktor ilmu. 1993). 11.com/2009/01/konsep-ilmu-dalam-islam-darihijrah. empiris.blogspot. Sumber.kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. dan 3). Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi. 3). formatif aposteriori dan 2). Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra. Sebuah kalender umat Islam yang lahir dari momentum suksesnya hijrah Rasulullah saw dan para Sahabat dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah. Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah. Al maksyufat.

Sebagai wahyu pertama yang diturunkan. “Garsi-garis ini adalah garis setan. Bahwa ilmu dalam Islam harus melalui proses pencarian yang benar. ibrah dan manfaat dari alam untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin serta mendapatkan ridha Allah swt pada hakikatnya adalah seorang Ulama (orang yang berilmu). ‫التباع هو قبول قا ؤل القا ؤل وانت تعلم حخته‬ َْ “Ittiba’ adalah mengikuti pendapat seseorang dan anda mengetahui dasar (dalil) nya. predikat Ulama tidak hanya terbatas pada seseorang yang lazim dikenal sebagai Ustadz. Iqra Qur’aniyah (membaca alQur’an). Faathir: 28) Betapa pentingnya posisi ilmu dalam Islam ditunjukkan melalui konsepnya yang jelas. Al-An’am: 153) Dari ayat di atas Allah swt menegaskan bahwa dasar beragama adalah ilmu.menuju masalahat. dan evaluatif. Tidak boleh mengambil suatu pendapat tanpa terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya. Tetapi pada setiap orang yang dari bacaannya terhadap al-Qur’an ataupun alam semesta membuat dirinya takut dan makin bertakwa kepada Allah swt.” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada garis yang berada di tengah dan membaca ayat. penghafalan. Seseorang yang mampu membaca alam. ia berkata: “Kami pernah dudukduduk di rumah Rasulullah saw. Pertama. “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus. Ilmu sangat berkaitan dengan aktifitas membaca dan tulis menulis. “Ini adalah jalan Allah. Jadi. pengertian dan pengamalan al-Qur’an. analitif. Menurut kaidah Ushul Fiqih yang disepakati para ulama konsep ini diartikan. komprehensif.”(QS.” Beliau lalu membuat dua garis di sebelah kanan garis tadi. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.”(QS. Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa kewajiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu “al-Ilmu qobla al-Qaul wa al-‘Amal. Al-Qur’an .. Habib ataupun Syekh. Iqra kauniyah (pembacaan alam semesta). Maka ikutilah Dia. Adalah. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. dan lain sebagainya.sebagai cahaya dan petunjuk . dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Kedua..diturunkan kepada Nabi yang Ummi. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). dua garis lagi di sebelah kirinya. beliau membuat garis di telapak tangan dengan tangannya – begini – dan bersabda. ayat yang pertama menyeru Rasulullah saw. pendalaman. Iqra Kauniyah adalah pembacaan manusia terhadap alam semesta dalam setiap jenis dan bentuk apapun. mengambil hikmah. Kendati seorang yang ummi. hanyalah ulama. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. dan bersabda. konsep ini mengharuskan adanya proses cek dan re-cek (tabayyun) terhadap setiap informasi yang datang kepada sumber aslinya. Iqra Qur’aniyah adalah pembacaan. Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. Penggunaan kalimat fattabi'uhu dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa untuk dapat menempuh jalan Allah yang . Oleh karena itu di dalam Islam terdapat konsep Ittiba’. sangat jelas bahwa kewajiban pertama dan paling utama umat Islam sebelum berkata dan beramal adalah berilmu (Iqra’). Allah berfirman. Al-‘Alaq: 1-4) Aktifitas membaca dapat dibagi dalam dua pengertian.” Hal inilah yang kemudian tersirat dalam surah al-‘Alaq ayat pertama “Iqra’ bismi Rabbika al-ladzi Kholaq” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” Imam Ahmad dalam Musnad-nya meriwayatkan dari jabir ra. Kyai. sistematis. Bacalah. berdasar. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya.”(QS.

Kemunkaran ini sangat berat. dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu lebih besar daripada orang yang meninggalkannya karena malas.” (al-Kahfi: 103-104) Selain. kata dan amalnya akan diikuti. Sampai Rasulullah Saw mengatakan: “Bahwasanya Allah swt. kata dan amal tokoh umat yang keliru akan mengakibatkan umat yang keliru (rusak) pula. lalu merebaklah kerusakan di tengah-tengah umat. depan. Tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia.” (HR. Karena jika seseorang melakukan amalan agama tanpa ilmu. Aqidah sahihah sebagai fondasi dasar keIslaman seseorang harus dijaga dan terus dipupuk dengan ilmu. karena seringkali orang yang berkata dan beramal dengan ilmu yang keliru meyakini kebenaran ilmunya. tidak bisa tidak. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya. Sebaliknya jika ilmunya keliru maka dapat dibayangkan akan seperti apa kerusakan kata dan amal seseorang. mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. yaitu jalan Allah (Islam). akankah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini. belakang. Kedua. Maka begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam sebagai pewaris para Nabi. Betapa pentingnya ilmu dalam Islam sehingga di dalam al-Qur’an dan . Karena sesungguhnya setan menggoda manusia dari segala arah. Sebagai contoh. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. kemunkaran yang diakibatkan oleh ilmu yang keliru. Kemudian Penggunaan kalimat &sabilih dalam bentuk mufrad (tunggal) menunjukkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. Ilmu juga adalah ajaran yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama Adam ‘alaihi salam dan menjadi tradisi para Nabi. al-Baqarah: 31) Ilmulah yang menundukkan para Malaikat. kanan dan kiri. Mereka sesat dan menyesatkan. kecuali Iblis yang memakai ilmu keliru sehingga sesat dan menyesatkan. Kemunkaran ini berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam. tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. kemunkaran yang diakibatkan oleh ketiadaan ilmu (kebodohan). sekalipun amalan itu adalah ibadah maka akan terjadi kekeliruan. Dari sisi ini kemunkaran terbagi dua: Pertama. Oleh karena itu kemunkaran terbesar dalam Islam adalah kemunkaran di bidang pokok-pokok agama (aqidah). Beragama dengan ilmu adalah hal yang mutlak adanya. Jadi ilmu yang keliru akan mengakibatkan kata dan amal yang keliru. Apabila sudah ditiadakan para ulama. khusus maupun umum. Kemunkaran jenis ini mudah diatasi dengan memberikan nasehat dan pengajaran. Jika ilmunya benar maka aqidah akan benar. Sementara penggunaan kalimat subul∃# dalam bentuk jama’ (plural) menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan beraneka ragam. Muslim). Sebagaimana firman Allah swt: “Katakanlah.lurus itu tiada cara lain kecuali dengan ilmu. Allah swt Berfirman: “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. orang banyak akan memilihi orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. jika ia adalah seorang pemimpin atau panutan umat. Atau dosa orang yang menyatakan ayat-ayat alQur’an tidak valid lebih besar dosanya daripada orang yang meninggalkan ayat Allah karena malas.

Orang yang bodoh dan berilmu tidak sama Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. umat Islam menguasai peradaban dunia lebih dari 800 tahun. ilmu yang mereka miliki tidak melahirkan kebaikan dan kemaslahatan. baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari. Ilmu bila dimutlakkan dan datang nash-nash yang menjelaskan pujian dan keutamaannya.” Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullahu ta’ala berkata: “Dan yang menjadi perhatian kita tentang ilmu adalah ilmu syar’i yaitu ilmu yang Allah swt turunkan kepada RasulNya yang mulia berupa penjelasan dan petunjuk. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama.” (QS.”(QS. Sehingga melahirkan Peradaban yang memberikan cahaya pencerahan dan kebangkitan umat yang lain dari kebodohan dan keterbelakangan. Lain halnya ilmu yang dimiliki kaum Kuffar (Barat). ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. akan tetapi mereka mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak. Dengan ilmu. Ilmu yang lahir dari harapan atas ridla Allah (bismi Rabbika al-Ladzi khalaq).as-Sunnah bertebaran keterangan yang mengharuskan kita berilmu dan keunggulan orang-orang yang berilmu. Allah mengangkat derajat ahli ilmu “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Ilmu yang berbicara tentang Allah. AzZumar: 9) “ . di antara keutamaan ilmu adalah : 1.” Dan telah diketahui bersama bahwa warisan para Nabi adalah ilmu syar’i tidak ada yang lain. “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu. Ilmu yang di dalamnya terdapat pujian dan sanjungan dan itu hanya ada pada ilmu wahyu. mensucikan-Nya dari segala kekurangan. Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu ta’ala berkata. Ilmu menurut para Ulama Wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. hadits dan fiqih. karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari. tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya. maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i.” Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu ta’ala: “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. Al-Mujaadilah: 11) 2. Ilmu yang benar karena tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.” Keutamaan ilmu Sungguh Allah telah memuji ilmu dan pemiliknya serta menganjurkan para hamba-Nya agar berbekal dengan ilmu. Ilmu yang berfaidah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama. justru kehancuran dan kebatilan karena basis ilmu mereka bukan bismi Rabbika al-Ladzi Khalaq.” Berkata Imam Ahmad Rahimahullahu ta’ala. para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham.” Nabi saw juga bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi. “Manusia lebih butuh ilmu daripada makan dan minum.

Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah Rasulullah saw bersabda: “ Orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air. Faathir: 28) 6. Muslim 1037). Ibnu Majah 223. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang. Ilmu adalah pahala yang tidak terputus Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara. Faqih dalam agama termasuk tanda kebaikan Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan. Ibnu Hibban 87.” (QS. Ahli ilmu orang yang takut kepada Allah ∃ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. . Shadaqah jariyah.”(QS. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Tirmidzi 2646. hanyalah ulama.3. 10. Ibnu Abi Syaibah 12/209). Ibnu Majah 227. Penuntut ilmu bagaikan mujahid Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar dan mengajarkan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah. Bukhari 71.”(HR. Ahmad 5/196). tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. Muslim 2699. Ali-Imran: 18) 4.” (HR.”(HR. yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. yang menegakkan keadilan. Muslim 1631). 9. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu ( "Ya Tuhanku. Persaksian Allah untuk orang yang berilmu “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Darimi 1/99). 8.”(HR. ilmu yang bermanfaat. Ahmad 2/350. 7. Abu Dawud 3643. Hakim 1/91.” (HR. Tirmidzi 2682." (QS. Menuntut ilmu jalan menuju surga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga. dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Abu Dawud 3641. Thaha: 114) 5. Ibnu Majah 225. maka Allah akan faqihkan ia dalam agamaNya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful