ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

(http://uharsputra.wordpress.com/filsafat/islam-dan-ilmu/) Uhar Suharsaputra 1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah

sebagai salah satu wahana menambah ilmu .untuk terus membaca . jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu.w.’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan). sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan.dan tuhanmulah yang paling pemurah. dalam hubungan inilah konsep membaca.mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan . dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal . Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah . (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa.menjadi sangat penting.sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi . tuhanku .” Ayat –ayat trersebut .sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu . Bacalah.tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “. AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh . Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya.dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca .dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi.t berfirman dalam AL qur. hal inisejalan dengan fuirman ALLah: “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) . seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah. Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah .serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s.

t. atau hanya Ilmu tertentu saja ?. Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah. Dengan melihat uraian sebelumnya . sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. puasa. t. sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar). dan haji .dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina.nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu). t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina .mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . maka wajib bagi manusia(Muslim . meskipun prinsip dasarnya sama . Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam. Di samping ayat –ayat AL qur”an. Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing.seprti kewajiban shalat. Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini .antara iman dan amal .sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”. semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu .bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji . Dari hadist tersebut di atas .Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut . Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t. karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti.karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi).akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu . 3. zakat. AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat.tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan . :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : “Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu .

Adapun untuk kelompok ilmu yang . Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Ilmu naqliyah. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid. sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran. kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. bahkan ilmu menjahit. yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir. Ilmu Fardu a’in. Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib. bila kita lihat pengelompokan di atas . dan 2). sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya. berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. dan 2). ilmu politik. ilmu berhitung untuk jual beli. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya. yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya. Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya. ilmu pertanian. persoalannya.selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. seperti yang tercakup dalam rukun Islam. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya. 2. barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia. 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. Ilmu aqliyah . Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). Kedua. Ilmu Fardu Kifayah. yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah.

hadis dan al hadis. Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah. yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi. Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1). sebagaimana dikemukakan A. Al manqulat. formatif aposteriori dan 2). Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra.Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli (http://wildanhasan. maupun pikiran spekulatif Selain itu. Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir. 11.com/2009/01/konsep-ilmu-dalam-islam-darihijrah. mafsadat . 2). empiris. Ilmu menjadi faktor penting bukan hanya untuk kesuksesan hijrah Rasulullah.blogspot. dan 3). Sumber. No. Al ma’qulat. Hijrah dari syirik menuju tauhid. Ilmu al huduri. Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah. yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. adalah sebagai berikut : 1). Ilmu al husuli. 1993). Kesuksesan hijrah Rasulullah Saw tidak lepas dari faktor ilmu.kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. 3). Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi. konseptual. Sebuah kalender umat Islam yang lahir dari momentum suksesnya hijrah Rasulullah saw dan para Sahabat dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah. tetapi juga hijrah-hijrah dalam bentuk yang lain. ushul al tafsir. 2).html) Ilmu dan Hijrah Saat ini kita berada di awal tahun baru Islam 1430 H. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. bid’ah menuju sunnah. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat. Al maksyufat.

ia berkata: “Kami pernah dudukduduk di rumah Rasulullah saw. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. pengertian dan pengamalan al-Qur’an. Al-‘Alaq: 1-4) Aktifitas membaca dapat dibagi dalam dua pengertian. ayat yang pertama menyeru Rasulullah saw. konsep ini mengharuskan adanya proses cek dan re-cek (tabayyun) terhadap setiap informasi yang datang kepada sumber aslinya. dan bersabda. beliau membuat garis di telapak tangan dengan tangannya – begini – dan bersabda. Al-An’am: 153) Dari ayat di atas Allah swt menegaskan bahwa dasar beragama adalah ilmu. Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. komprehensif. Bahwa ilmu dalam Islam harus melalui proses pencarian yang benar. ibrah dan manfaat dari alam untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin serta mendapatkan ridha Allah swt pada hakikatnya adalah seorang Ulama (orang yang berilmu). berdasar. Tidak boleh mengambil suatu pendapat tanpa terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya.. hanyalah ulama.sebagai cahaya dan petunjuk . Habib ataupun Syekh. Faathir: 28) Betapa pentingnya posisi ilmu dalam Islam ditunjukkan melalui konsepnya yang jelas.” Imam Ahmad dalam Musnad-nya meriwayatkan dari jabir ra. sistematis. Bacalah. Tetapi pada setiap orang yang dari bacaannya terhadap al-Qur’an ataupun alam semesta membuat dirinya takut dan makin bertakwa kepada Allah swt. Iqra Kauniyah adalah pembacaan manusia terhadap alam semesta dalam setiap jenis dan bentuk apapun. Al-Qur’an . Ilmu sangat berkaitan dengan aktifitas membaca dan tulis menulis. Pertama. ‫التباع هو قبول قا ؤل القا ؤل وانت تعلم حخته‬ َْ “Ittiba’ adalah mengikuti pendapat seseorang dan anda mengetahui dasar (dalil) nya. Iqra Qur’aniyah (membaca alQur’an).” Beliau lalu membuat dua garis di sebelah kanan garis tadi.menuju masalahat. Iqra kauniyah (pembacaan alam semesta). “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. dan evaluatif.diturunkan kepada Nabi yang Ummi. Iqra Qur’aniyah adalah pembacaan. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.”(QS. “Ini adalah jalan Allah. Adalah. penghafalan. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. sangat jelas bahwa kewajiban pertama dan paling utama umat Islam sebelum berkata dan beramal adalah berilmu (Iqra’). Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa kewajiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu “al-Ilmu qobla al-Qaul wa al-‘Amal. Kyai.” Hal inilah yang kemudian tersirat dalam surah al-‘Alaq ayat pertama “Iqra’ bismi Rabbika al-ladzi Kholaq” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Jadi. Menurut kaidah Ushul Fiqih yang disepakati para ulama konsep ini diartikan. pendalaman. Maka ikutilah Dia.” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada garis yang berada di tengah dan membaca ayat. Penggunaan kalimat fattabi'uhu dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa untuk dapat menempuh jalan Allah yang . Kedua. “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus. predikat Ulama tidak hanya terbatas pada seseorang yang lazim dikenal sebagai Ustadz. Allah berfirman. Seseorang yang mampu membaca alam. analitif. dua garis lagi di sebelah kirinya.”(QS. Kendati seorang yang ummi. mengambil hikmah. Sebagai wahyu pertama yang diturunkan. dan lain sebagainya. Oleh karena itu di dalam Islam terdapat konsep Ittiba’. “Garsi-garis ini adalah garis setan.”(QS.. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain).

Kemudian Penggunaan kalimat &sabilih dalam bentuk mufrad (tunggal) menunjukkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. kanan dan kiri. Tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Ilmu juga adalah ajaran yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama Adam ‘alaihi salam dan menjadi tradisi para Nabi. Apabila sudah ditiadakan para ulama. kemunkaran yang diakibatkan oleh ketiadaan ilmu (kebodohan). Karena jika seseorang melakukan amalan agama tanpa ilmu. Atau dosa orang yang menyatakan ayat-ayat alQur’an tidak valid lebih besar dosanya daripada orang yang meninggalkan ayat Allah karena malas. Sampai Rasulullah Saw mengatakan: “Bahwasanya Allah swt. dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu lebih besar daripada orang yang meninggalkannya karena malas. Dari sisi ini kemunkaran terbagi dua: Pertama. Maka begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam sebagai pewaris para Nabi. kata dan amalnya akan diikuti. Sementara penggunaan kalimat subul∃# dalam bentuk jama’ (plural) menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan beraneka ragam. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya. kemunkaran yang diakibatkan oleh ilmu yang keliru. yaitu jalan Allah (Islam). sekalipun amalan itu adalah ibadah maka akan terjadi kekeliruan. kata dan amal tokoh umat yang keliru akan mengakibatkan umat yang keliru (rusak) pula. Jadi ilmu yang keliru akan mengakibatkan kata dan amal yang keliru. Kemunkaran jenis ini mudah diatasi dengan memberikan nasehat dan pengajaran. Aqidah sahihah sebagai fondasi dasar keIslaman seseorang harus dijaga dan terus dipupuk dengan ilmu. jika ia adalah seorang pemimpin atau panutan umat. orang banyak akan memilihi orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. karena seringkali orang yang berkata dan beramal dengan ilmu yang keliru meyakini kebenaran ilmunya. Karena sesungguhnya setan menggoda manusia dari segala arah. lalu merebaklah kerusakan di tengah-tengah umat. tidak bisa tidak. al-Baqarah: 31) Ilmulah yang menundukkan para Malaikat. Muslim). Jika ilmunya benar maka aqidah akan benar. Beragama dengan ilmu adalah hal yang mutlak adanya. akankah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini. Sebagaimana firman Allah swt: “Katakanlah.” (HR. Kedua. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. Betapa pentingnya ilmu dalam Islam sehingga di dalam al-Qur’an dan .lurus itu tiada cara lain kecuali dengan ilmu. tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Kemunkaran ini sangat berat. Kemunkaran ini berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam. Oleh karena itu kemunkaran terbesar dalam Islam adalah kemunkaran di bidang pokok-pokok agama (aqidah).” (al-Kahfi: 103-104) Selain. Mereka sesat dan menyesatkan. kecuali Iblis yang memakai ilmu keliru sehingga sesat dan menyesatkan. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. khusus maupun umum. mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. belakang. depan. Sebaliknya jika ilmunya keliru maka dapat dibayangkan akan seperti apa kerusakan kata dan amal seseorang. Sebagai contoh. Allah swt Berfirman: “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya.

Sehingga melahirkan Peradaban yang memberikan cahaya pencerahan dan kebangkitan umat yang lain dari kebodohan dan keterbelakangan.” Nabi saw juga bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi. Allah mengangkat derajat ahli ilmu “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. justru kehancuran dan kebatilan karena basis ilmu mereka bukan bismi Rabbika al-Ladzi Khalaq. “Manusia lebih butuh ilmu daripada makan dan minum. karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari. Ilmu yang di dalamnya terdapat pujian dan sanjungan dan itu hanya ada pada ilmu wahyu. Ilmu yang berbicara tentang Allah. Al-Mujaadilah: 11) 2.” Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullahu ta’ala berkata: “Dan yang menjadi perhatian kita tentang ilmu adalah ilmu syar’i yaitu ilmu yang Allah swt turunkan kepada RasulNya yang mulia berupa penjelasan dan petunjuk. maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i. ilmu yang mereka miliki tidak melahirkan kebaikan dan kemaslahatan. Dengan ilmu.” Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu ta’ala: “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. mensucikan-Nya dari segala kekurangan. Ilmu yang benar karena tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.” Dan telah diketahui bersama bahwa warisan para Nabi adalah ilmu syar’i tidak ada yang lain. Orang yang bodoh dan berilmu tidak sama Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Ilmu menurut para Ulama Wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu. umat Islam menguasai peradaban dunia lebih dari 800 tahun. ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir.” Keutamaan ilmu Sungguh Allah telah memuji ilmu dan pemiliknya serta menganjurkan para hamba-Nya agar berbekal dengan ilmu.” Berkata Imam Ahmad Rahimahullahu ta’ala. para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham. Lain halnya ilmu yang dimiliki kaum Kuffar (Barat). Ilmu yang lahir dari harapan atas ridla Allah (bismi Rabbika al-Ladzi khalaq). “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu.as-Sunnah bertebaran keterangan yang mengharuskan kita berilmu dan keunggulan orang-orang yang berilmu. AzZumar: 9) “ . Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu ta’ala berkata. baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari. hadits dan fiqih. Ilmu yang berfaidah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama. tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama. di antara keutamaan ilmu adalah : 1.”(QS. Ilmu bila dimutlakkan dan datang nash-nash yang menjelaskan pujian dan keutamaannya. akan tetapi mereka mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak.

Muslim 1037). Menuntut ilmu jalan menuju surga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga. Thaha: 114) 5.”(HR.3. Tirmidzi 2646. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu ( "Ya Tuhanku. maka Allah akan faqihkan ia dalam agamaNya. Darimi 1/99). Persaksian Allah untuk orang yang berilmu “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah).”(QS. Faqih dalam agama termasuk tanda kebaikan Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan. tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). 7. Shadaqah jariyah. Ali-Imran: 18) 4." (QS. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang. Ibnu Majah 223. Abu Dawud 3643. Bukhari 71. Ahmad 2/350.” (QS. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. Ibnu Abi Syaibah 12/209). Ibnu Majah 227.”(HR. Muslim 1631). Muslim 2699. Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah Rasulullah saw bersabda: “ Orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air. Ibnu Hibban 87. Ahli ilmu orang yang takut kepada Allah ∃ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. ilmu yang bermanfaat. Faathir: 28) 6. Hakim 1/91. 9. 8. dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Ilmu adalah pahala yang tidak terputus Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara. Tirmidzi 2682. Penuntut ilmu bagaikan mujahid Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar dan mengajarkan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah. hanyalah ulama. 10.” (HR. . yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(HR. Abu Dawud 3641. Ibnu Majah 225. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).” (HR. Ahmad 5/196). yang menegakkan keadilan.