ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

(http://uharsputra.wordpress.com/filsafat/islam-dan-ilmu/) Uhar Suharsaputra 1. Apakah Ilmu itu ? Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian : “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) “Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary) “Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary) dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”. 2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ; ‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.untuk terus membaca .sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga.dan tuhanmulah yang paling pemurah.mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan . hal inisejalan dengan fuirman ALLah: “sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) . Dia telah menciptakan Kamu dari segummpal darah .tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “. sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya: “bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan. (surat faatir:28) Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa.sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya. AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu. Bacalah. tuhanku . seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah.menjadi sangat penting. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu .’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya: “ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan). Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi .dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah . yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh .dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca . dalam hubungan inilah konsep membaca. dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal .dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi.t berfirman dalam AL qur.serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’ ALLah s.” Ayat –ayat trersebut .w. jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu. sebagai salah satu wahana menambah ilmu .

Dari hadist tersebut di atas . Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah. maka wajib bagi manusia(Muslim . zakat. 3. puasa.akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu .sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”. Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t. Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing. atau hanya Ilmu tertentu saja ?.bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. meskipun prinsip dasarnya sama . Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini . “Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina. Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam. t. sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim.Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut . banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti. Di samping ayat –ayat AL qur”an.seprti kewajiban shalat.mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar). semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu .nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . Dengan melihat uraian sebelumnya .karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi). t. t :44 ) : “Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina .tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan . :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : “Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu . Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu). karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim .dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah. AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat. dan haji .antara iman dan amal . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji .

Kedua. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid.selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya. Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib. Ilmu aqliyah . Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia. yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya. sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran. dan 2). kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut : “Ilmu fardu a’in . Ilmu yang bersifat tradisional (naqli). yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia. 1984 : 310) dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Adapun untuk kelompok ilmu yang . barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). bahkan ilmu menjahit. sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. ilmu pertanian. seperti yang tercakup dalam rukun Islam. sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah. Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan : “Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. bila kita lihat pengelompokan di atas . ilmu politik. ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. dan 2). Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84) Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya. Ilmu Fardu Kifayah. berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82) “Ilmu fardu kifayah. segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya. ilmu berhitung untuk jual beli. Ilmu Fardu a’in. Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu : 1. 2. persoalannya. Ilmu naqliyah. yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir.

html) Ilmu dan Hijrah Saat ini kita berada di awal tahun baru Islam 1430 H. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). tetapi juga hijrah-hijrah dalam bentuk yang lain. Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah.Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli (http://wildanhasan. konseptual. 3).kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul. Ilmu al huduri. Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1). 11. Al maksyufat. beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. Ilmu al husuli. formatif aposteriori dan 2). 1993). empiris. Al ma’qulat. Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra. Ilmu menjadi faktor penting bukan hanya untuk kesuksesan hijrah Rasulullah. mafsadat . maupun pikiran spekulatif Selain itu. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat. dan 3). Sebuah kalender umat Islam yang lahir dari momentum suksesnya hijrah Rasulullah saw dan para Sahabat dari Makkah al-Mukarramah ke Madinah al-Munawwarah. Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting. Hijrah dari syirik menuju tauhid. Sumber. hadis dan al hadis.blogspot. No. 2). sebagaimana dikemukakan A. Kesuksesan hijrah Rasulullah Saw tidak lepas dari faktor ilmu. Al manqulat. Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi. yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi . bid’ah menuju sunnah. ushul al tafsir. yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi. adalah sebagai berikut : 1). Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir. 2).com/2009/01/konsep-ilmu-dalam-islam-darihijrah. Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah.

Penggunaan kalimat fattabi'uhu dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa untuk dapat menempuh jalan Allah yang . konsep ini mengharuskan adanya proses cek dan re-cek (tabayyun) terhadap setiap informasi yang datang kepada sumber aslinya. Menurut kaidah Ushul Fiqih yang disepakati para ulama konsep ini diartikan.. Seseorang yang mampu membaca alam. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.menuju masalahat. Habib ataupun Syekh. ayat yang pertama menyeru Rasulullah saw. dan bersabda. sangat jelas bahwa kewajiban pertama dan paling utama umat Islam sebelum berkata dan beramal adalah berilmu (Iqra’). sistematis.” Kemudian beliau meletakkan tangannya pada garis yang berada di tengah dan membaca ayat. “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya.” Beliau lalu membuat dua garis di sebelah kanan garis tadi. Kedua.”(QS. Allah berfirman.. “Ini adalah jalan Allah. Iqra kauniyah (pembacaan alam semesta). Oleh karena itu di dalam Islam terdapat konsep Ittiba’. beliau membuat garis di telapak tangan dengan tangannya – begini – dan bersabda. ia berkata: “Kami pernah dudukduduk di rumah Rasulullah saw. dua garis lagi di sebelah kirinya. berdasar. Maka ikutilah Dia. Bacalah. Adalah.” Imam Ahmad dalam Musnad-nya meriwayatkan dari jabir ra. Kyai. penghafalan. Tidak boleh mengambil suatu pendapat tanpa terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya.” Hal inilah yang kemudian tersirat dalam surah al-‘Alaq ayat pertama “Iqra’ bismi Rabbika al-ladzi Kholaq” bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.sebagai cahaya dan petunjuk . Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. Al-‘Alaq: 1-4) Aktifitas membaca dapat dibagi dalam dua pengertian. Faathir: 28) Betapa pentingnya posisi ilmu dalam Islam ditunjukkan melalui konsepnya yang jelas. ‫التباع هو قبول قا ؤل القا ؤل وانت تعلم حخته‬ َْ “Ittiba’ adalah mengikuti pendapat seseorang dan anda mengetahui dasar (dalil) nya.”(QS. Al-An’am: 153) Dari ayat di atas Allah swt menegaskan bahwa dasar beragama adalah ilmu. pendalaman.”(QS. Al-Qur’an . Ilmu sangat berkaitan dengan aktifitas membaca dan tulis menulis. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Iqra Qur’aniyah adalah pembacaan. Pertama. Kendati seorang yang ummi. Jadi. Sebagai wahyu pertama yang diturunkan. ibrah dan manfaat dari alam untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin serta mendapatkan ridha Allah swt pada hakikatnya adalah seorang Ulama (orang yang berilmu). hanyalah ulama. Tetapi pada setiap orang yang dari bacaannya terhadap al-Qur’an ataupun alam semesta membuat dirinya takut dan makin bertakwa kepada Allah swt. dan evaluatif.diturunkan kepada Nabi yang Ummi. Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa kewajiban seorang muslim sebelum beramal adalah berilmu “al-Ilmu qobla al-Qaul wa al-‘Amal. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Iqra Kauniyah adalah pembacaan manusia terhadap alam semesta dalam setiap jenis dan bentuk apapun. “Garsi-garis ini adalah garis setan. Iqra Qur’aniyah (membaca alQur’an). pengertian dan pengamalan al-Qur’an. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. analitif. predikat Ulama tidak hanya terbatas pada seseorang yang lazim dikenal sebagai Ustadz. “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus. dan lain sebagainya. Bahwa ilmu dalam Islam harus melalui proses pencarian yang benar. mengambil hikmah. komprehensif.

Beragama dengan ilmu adalah hal yang mutlak adanya. Aqidah sahihah sebagai fondasi dasar keIslaman seseorang harus dijaga dan terus dipupuk dengan ilmu. kecuali Iblis yang memakai ilmu keliru sehingga sesat dan menyesatkan. Tetapi Allah menghilangkan ilmu agama dengan mematikan para ulama. Tidak akan mencabut ilmu dengan sekaligus dari manusia. Apabila pemimpin yang bodoh itu ditanya. Karena sesungguhnya setan menggoda manusia dari segala arah. kata dan amalnya akan diikuti. belakang. tidak bisa tidak. Sebaliknya jika ilmunya keliru maka dapat dibayangkan akan seperti apa kerusakan kata dan amal seseorang. Jadi ilmu yang keliru akan mengakibatkan kata dan amal yang keliru. depan. Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama bendabenda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. Sebagai contoh. Kedua. dosa orang yang mengingkari kewajiban shalat lima waktu lebih besar daripada orang yang meninggalkannya karena malas. Kemunkaran ini sangat berat. orang banyak akan memilihi orang-orang bodoh sebagai pemimpinnya. Kemunkaran ini berawal dari kerusakan ilmu-ilmu Islam. kanan dan kiri.lurus itu tiada cara lain kecuali dengan ilmu. tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya. Maka begitu pentingnya posisi ulama dalam Islam sebagai pewaris para Nabi.” (HR. Mereka sesat dan menyesatkan. Sebagaimana firman Allah swt: “Katakanlah. Sampai Rasulullah Saw mengatakan: “Bahwasanya Allah swt. yaitu jalan Allah (Islam). Betapa pentingnya ilmu dalam Islam sehingga di dalam al-Qur’an dan . Jika ilmunya benar maka aqidah akan benar. kemunkaran yang diakibatkan oleh ketiadaan ilmu (kebodohan). Karena jika seseorang melakukan amalan agama tanpa ilmu. lalu merebaklah kerusakan di tengah-tengah umat. Kemunkaran jenis ini mudah diatasi dengan memberikan nasehat dan pengajaran. Ilmu juga adalah ajaran yang pertama kali diajarkan Allah kepada manusia pertama Adam ‘alaihi salam dan menjadi tradisi para Nabi. Dari sisi ini kemunkaran terbagi dua: Pertama. sekalipun amalan itu adalah ibadah maka akan terjadi kekeliruan. kata dan amal tokoh umat yang keliru akan mengakibatkan umat yang keliru (rusak) pula. Kemudian Penggunaan kalimat &sabilih dalam bentuk mufrad (tunggal) menunjukkan bahwa jalan kebenaran itu hanya satu. Oleh karena itu kemunkaran terbesar dalam Islam adalah kemunkaran di bidang pokok-pokok agama (aqidah). Apabila sudah ditiadakan para ulama. Atau dosa orang yang menyatakan ayat-ayat alQur’an tidak valid lebih besar dosanya daripada orang yang meninggalkan ayat Allah karena malas. Muslim). kemunkaran yang diakibatkan oleh ilmu yang keliru. mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. al-Baqarah: 31) Ilmulah yang menundukkan para Malaikat. Allah swt Berfirman: “Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. akankah kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amal perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sesat amal perbuatannya di dunia ini. karena seringkali orang yang berkata dan beramal dengan ilmu yang keliru meyakini kebenaran ilmunya.” (al-Kahfi: 103-104) Selain. khusus maupun umum. Sementara penggunaan kalimat subul∃# dalam bentuk jama’ (plural) menunjukkan bahwa jalan kesesatan itu banyak dan beraneka ragam. jika ia adalah seorang pemimpin atau panutan umat.

Ilmu menurut para Ulama Wajib bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu.” Keutamaan ilmu Sungguh Allah telah memuji ilmu dan pemiliknya serta menganjurkan para hamba-Nya agar berbekal dengan ilmu.” Berkata al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullahu ta’ala: “Yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i. justru kehancuran dan kebatilan karena basis ilmu mereka bukan bismi Rabbika al-Ladzi Khalaq. maka ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i. “Tidak ada satupun yang lebih utama setelah menunaikan kewajiban selain menuntut ilmu. Ilmu yang di dalamnya terdapat pujian dan sanjungan dan itu hanya ada pada ilmu wahyu. hadits dan fiqih. Ilmu bila dimutlakkan dan datang nash-nash yang menjelaskan pujian dan keutamaannya. Ilmu yang berfaidah untuk mengetahui kewajiban seorang hamba berupa perkara agama. Ilmu yang benar karena tetap berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Al-Mujaadilah: 11) 2.as-Sunnah bertebaran keterangan yang mengharuskan kita berilmu dan keunggulan orang-orang yang berilmu. karena seseorang butuh makan dan minum sekali atau dua kali dalam sehari. di antara keutamaan ilmu adalah : 1. umat Islam menguasai peradaban dunia lebih dari 800 tahun. Lain halnya ilmu yang dimiliki kaum Kuffar (Barat). ilmu yang mereka miliki tidak melahirkan kebaikan dan kemaslahatan.” Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin Rahimahullahu ta’ala berkata: “Dan yang menjadi perhatian kita tentang ilmu adalah ilmu syar’i yaitu ilmu yang Allah swt turunkan kepada RasulNya yang mulia berupa penjelasan dan petunjuk. Ilmu yang lahir dari harapan atas ridla Allah (bismi Rabbika al-Ladzi khalaq). mensucikan-Nya dari segala kekurangan.” Nabi saw juga bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi. Dengan ilmu.” (QS.”(QS. AzZumar: 9) “ . para Nabi tidaklah mewariskan dinar atau dirham. Ilmu yang berbicara tentang Allah. akan tetapi mereka mewariskan ilmu maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak. “Manusia lebih butuh ilmu daripada makan dan minum. Sehingga melahirkan Peradaban yang memberikan cahaya pencerahan dan kebangkitan umat yang lain dari kebodohan dan keterbelakangan.” Dan telah diketahui bersama bahwa warisan para Nabi adalah ilmu syar’i tidak ada yang lain. Orang yang bodoh dan berilmu tidak sama Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Imam asy-Syafi’i Rahimahullahu ta’ala berkata. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah mengangkat derajat ahli ilmu “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. tetapi kebutuhannya terhadap ilmu sepanjang hayatnya. ilmu yang demikian berkisar pada ilmu tafsir.” Berkata Imam Ahmad Rahimahullahu ta’ala. Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam agama. baik dalam ibadah maupun pergaulannya sehari-hari.

Ibnu Majah 225. dan anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. Ibnu Majah 227. Menuntut ilmu jalan menuju surga Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga. maka Allah akan faqihkan ia dalam agamaNya. Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah Rasulullah saw bersabda: “ Orang yang berilmu akan dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di dalam air. ilmu yang bermanfaat. Muslim 1037). Hakim 1/91. Muslim 2699.” (QS. Darimi 1/99). Abu Dawud 3641. yang menegakkan keadilan. Ilmu adalah pahala yang tidak terputus Rasulullah saw bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara.”(HR. Persaksian Allah untuk orang yang berilmu “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Shadaqah jariyah. Tirmidzi 2682. Thaha: 114) 5. Tirmidzi 2646. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah bagaikan bulan purnama atas seluruh bintang. Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu ( "Ya Tuhanku.”(HR.3. 7. Ali-Imran: 18) 4. Bukhari 71." (QS. Penuntut ilmu bagaikan mujahid Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang masuk masjid kami untuk belajar dan mengajarkan maka ia seperti seorang mujahid di jalan Allah. Ahmad 5/196). Ahli ilmu orang yang takut kepada Allah ∃ “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah). Abu Dawud 3643. 9. yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ahmad 2/350. Ibnu Abi Syaibah 12/209). Faathir: 28) 6.”(HR. Faqih dalam agama termasuk tanda kebaikan Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan.” (HR. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Ibnu Majah 223. 10. Muslim 1631). .”(QS.” (HR. hanyalah ulama. tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. Ibnu Hibban 87. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful