P. 1
Sejarah TMII

Sejarah TMII

|Views: 2,259|Likes:
Published by fahmyfahriza

More info:

Published by: fahmyfahriza on Dec 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Sejarah TMII Siti Hartinah Soeharto—yang akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto—mempunyai gagasan membangun kawasan wisata Taman

Mini “Indonesia Indah”. Prakarsa itu diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual. Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK), yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968, Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan Miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No. 8, Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna, dan unsur budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia. Gagasan itu dilandasi, antara lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Tanggal 30 Januari 1971, pada penutupan Rapat Kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh Presiden, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan Miniatur Indonesia “Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung pembangunan proyek tersebut. Pada tanggal 11 Agustus 1971, dengan surat YHK, Ibu Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalam waktu 3,5 bulan. Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah Cempaka Putih, di atas tanah seluas + 14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyarankan lokasi di daerah sekitar Pondok Gede, Kecamatan Pasar Rebo, dengan luas tanah ± 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti perkembangan kota Jakarta di kemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniatur Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan-bangunan lain dalam ukuran yang sebenarnya. Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung Pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan. Rancangan bangunan lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek, sedang Nusa Consultants hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan. Berkat kegotong-royongan semua potensi nasional: masyarakat di sekitar lokasi, pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsur masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai. Pada tanggal 20 April 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan

pembukaannya oleh Presiden Soeharto. Gagasan dan Sumber IIham Tiada ketenaran tanpa awal gagasan dan karya yang mewujudkannya. Ketenaran Taman Mini "Indonesia Indah" di seluruh Nusantara dan di berbagai bagian dunia, tidak dapat dilepaskan dari pangkal tolaknya yang berupa gagasan yang terdengarnya sederhana tetapi mengandung nilai yang sangat tinggi. Gagasan ini berupa keinginan atau cita-cita untuk membangkitkan rasa bangga dan tebalnya rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, Indonesia. Gagasan ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Cita-cita ini diutarakan sebagai gagasan untuk mendirikan suatu tempat rekreasi yang mampu menggambarlan kebesaran dan keindahan Indonesia dalam bentuk miniatur. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no.8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Sebagai pemrakarsa, Ibu Tien Soeharto (Ibu Negara) telah melihat jauh ke depan akan pentingnya menciptakan suatu bangunan miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya, kekayaan alam, kebudayaan dan kekayaan lainnya. Bertekad cita-cita ini, dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita. Prakarsa Ibu Negara ini bersumber pada kenyataan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan di berbagai segi dan sumber. Pulaunya yang berjumlah belasan ribu. kelompok etnisnya yang memiliki ciri-ciri khas masing-masing, dalam bahasa, adat istiadat, perilaku tutur kata dan sebagainya, serta sumber daya alamnya yang sangat kaya ini tidak terlepas dari pengamatan Ibu Negara untuk melahirkan gagasan yang mulia dan sangat bermanfaat bila terwujud. Filsafat dan Asas Pendirian Tentulah ada asas-asas filsafat yang dijadikan landasan pendirian proyek miniatur ini. Kekokohan hasil proyek ini terbentuk berkat filsafat yang berpangkal pada amanatamanat Presiden Republik Indonesia yang pada intinya ialah keseimbangan usaha pembangunan fisik dan ekonomi dengan pembangunan mental spiritual. Filsafat inilah yang menjadi batu pijakan pembangunan dan pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah". Filsafat ini dijadikan pilihan landasan karena Ibu Negara sadar dan melihat bahwa pada awal pembangunan yang dilaksanakan pada akhir tahun 1960-an belum mendapatkan perhatian semestinya. Karena kesadaran dan perhatian beliau inilah, beliau berprakarsa pelaksanaan pembangunan mental spiritual. Secara lebih rinci ada lima aspek dan prospek yang dijadikan baik pijakan pembangunannya maupun pandangan dalam pengembangannya. Kelimanya ini ialah spiritual, pendidikan dan kebudayaan, teknologi, ekonomi, dan kesejahteraan. Pegangan teguh pada aspek dan prospek ini dapat dirasakan dan dilihat pada pengembangan yang telah berlangsung selama ini. Aspek dan prospek spiritual serta pendidikan dan kebudayaan tidak terlepas dari

Proyek Miniatur ini erat berpegang pada aspek dan prospek pembangunannya. "Pembangunan ekonomi berarti pengolahan kekuatan ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil melalui pananaman modal. yaitu kesejahteraan. yaitu meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengertian kepada bangsa-bangsa lain tentang Indonesia yang sebenarnya. kata-kata Neil Armstrong. kita ingin kehidupan kita lebih baik. dan wujud program pergelaran yang mengandung aspek dan prospek spiritual. teknologi. jangkauan pelaksanaan proyek ini ialah terjadinya proses pendidikan dan peningkatan pengetahuan bangsa sendiri mengenai tanah airnya. melatih diri dan mengasah otak belajar berorganisasi dan mulai membaktikan diri kepada masyarakat. sehingga terpupuklah rasa cinta kepada tanah airnya. makin maju. Jelaslah bahwa baik dari pandangan fisik maupun langkah operasional. angkasawan Amerika. manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. Aspek dan prospek ini tidak terlepas dari aspek dan prospek berikutnya. bangga kepada kebudayaannyan sendiri dan mau belajar hal-hal yang baik dari luar tanpa kehilangan kepribadian nasionalnya sendiri. Kaitan inidalam pembangunan dan pengembangan Proyek Miniatur "Indonesia Indah terlihat nyata bila kita melihat taman miniatur ini secara keseluruhannya. Mengenai aspek dan prospek teknologi. Mengenai aspek dan prospek spiritual beliau menyatakan bahwa setiap usaha pembangunan ekonomi tidak mungkin dilakukan tanpa pembangunan mental. mencintai alam dan bangsanya sendiri. Inilah sebetulnya misi didirikannya taman miniatur ini. Hanya dengan teknologi yang ditulangpunggungi ilmu. bertambah sejahtera dan adil" . . kata-kata Presiden Soeharto menjadi pegangannya. pendidikan dan kebudayaan.pandangan Presiden Soeharto. yang mengandung aspek dan prospek spiritual. dikatakan bahwa "Cita-cita kita adalah suatu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. merupakan dambaan dalam membangun dan mengembangkan Proyek Miniatur "Indonesia Indah" ini. manusia dapat melangkah maju dalam mewujudkan keinginan peningkatan ke arah ekonomi dan kesejahteraannya. Selanjutnya mengenai aspek dan prospek ekonomi. berusaha sendiri dan selalu ingin mengetahui hal-hal baru agar dapat maju. pendidikan dan kebudayaan. spiritual. Oleh Presiden Soeharto. dan sarana dalam meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan. rohaniah dan sosial . Dengan filsafat ini sebagai landasan. Kelima aspek dan prospek tersebut saling berkait. penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen" . a giant step of mankind yang artinya langkah kecil manusia tetapi berupa loncatan raksasa kemanusiaan. Secara keseluruhan di sini melibatkan penglihatan kita terhadap wujud fisik. yang berupa bangunan. ada sasaran yang ingin dijangkau oleh pendiri taman miniatur. Mengenai pendidikan dan kebudayaan beliau mengungkapkan bahwa putra-putri harus menyiapkan diri sejak sekarang. a little step of a man. Dikatakan oleh beliau bahwa. penggunaan teknologi. teknologi serta ekonomi dan kesejahteraan. Ke dalam sendiri. mencintai kerja dan berusaha mencapai prestasi yang tinggi .

dan menghidupkan kerajinan rakyat di seluruh daerah. dan hijau. berupa sebuah taman di atas sebidang tanah yang menggambarkan Indonesia yang besar ke dalam penampilan yang kecil Bangunan pokok berupa danau buatan dengan pulau-pulau yang menggambarkan wilayah Indonesia. biru mencitrakan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. dengan demikian meningkatkan kegiatan pariwisata. Logo menggunakan empat warna dasar. Danau kepulauan ini. Memupuk serta membina rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Visi. biru. yakni merah. Kepulauan buatan tersebut merupakan bagian terpenting dari proyek ini dan disebut Miniatur Arsipel Indonesia. sarana promosi bagi tiap-tiap daerah di seluruh tanah air.Arti TMII Arti Taman Mini “Indonesia Indah” adalah satu proyek untuk mencitrakan Indonesia yang lengkap dengan segala isinya dalam bentuk mini. menampung dan mengatur pemasarannya. Maksud dan tujuan pembangunan Taman Mini “Indonesia Indah”: Membangun dan mempertebal rasa cinta bangsa dan tanah air. dengan pencitraan grafis huruf dan warna. kuning lambang kekayaan dan keragaman budaya. kuning. keadaan gunung-gunung. Pulau-pulau dibangun secara geografis di atas laut buatan sesuai dengan skala asli. Misi dan Tujuan Visi proyek adalah menjadikan Taman Mini “Indonesia Indah” sebagai kawasan wisata budaya yang terkemuka. Menghargai serta menjunjung tinggi kebudayaan nasional Indonesia dengan jalan menggali dan menghidupkan kembali kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang. TMII menetapkan misinya sebagai wahana pelestarian. • • • Uraian mengenal Logo dan Maskot Dalam rangka meningkatkan citra positif dan menambah daya tarik masyarakat. kekayaan alam. dan tumbuh-tumbuhannya terlihat seperti perwujudan sesungguhnya. Dengan visi tersebut. Merah melambangkan semangat. . berikut bangunan-bangunan khas daerah di sekitarnya. dalam arti tinggi rendah daratan. • Memanfaatkan untuk menarik wisatawan. • Ikut aktif membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan dengan mempersembahkan suatu tempat rekreasi yang bersifat pendidikan kepada masyarakat Indonesia. hutan. dan pengembangan budaya bangsa. pada 26 September 2007 diluncurkan logo baru “tmii” sebagai brand name. pengenalan. secara keseluruhan dinamakan Taman Mini “Indonesia Indah”. • Memperkenalkan kebudayaan. dan hijau mengacu pada kekayaan alam. Oleh karena itu. sasaran pembangunannya tidak menitikberatkan pada keuntungan finansial melainkan pengembangkan kebudayaan nasional. dan warisan bangsa kepada sesama anak bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia.

• NITRA merupakan kesayangan dewa yang dikaruniai usia sangat panjang sebagai pembina generasi selanjutnya. Konsepnya menyajikan wahana dan fasilitas secara rekreatif. maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berbagai bentuk seni dan budaya masa kini tersajikan di sini. Pewarnaan dari merah ”t” menuju ke kuning “i” mengandung filosofi pergerakan terbit sampai terbenamnya matahari. warna biru adalah waktu saat beraktivitas dari kedinamisan. Maskot berupa tokoh epos Ramayana. logo. keragaman budaya. yakni Anjani Putra—disingkat NITRA—nama lain Sang Hanoman. sehingga mampu membasmi angkara murka dan membela kebenaran. komunikatif. • NITRA memiliki berbagai kesaktian. edukatif. diharapkan menjadi suri tauladan bagi generasi muda dan menjadi pilihan idola yang bersumber dari nilai budayanya sendiri. antara lain berwujud boneka. dan atraktif (RIEKA). • NITRA mencerminkan budi luhur. kekayaan alam. remaja. aneka warna seni dan budaya daerah. serta melambangkan TMII sebagai tujuan terbaik untuk melihat lebih dekat keindahan dan kekayaan budaya dan alam Indonesia. NITRA dapat berbentuk dua dimensi dan tiga dimensi. baik bentang darat. informatif. Pemilihan tokoh NITRA didasarkan atas pertimbangan: NITRA berwujud kera putih yang perkasa. seperti berjuang membela dan menegakkan kebenaran tanpa pamrih. mempunyai kepribadian menonjol. pengenalan dan pengembangan budaya. Grafis bulatan yang berputar tiada henti di atas kedua huruf “i” melambangkan kesatuan makna dari kata “Indonesia” dan kata “Indah”. Tokoh NITRA menjadi icon TMII dan berperan sebagai sarana pengenal yang mempunyai makna informatif agar mudah diingat dan lekat di hati Penggunaan maskot NITRA diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto bertepatan dengan ulang tahun ke-16 TMII pada 20 April 1991. mahir berdiplomasi sehingga dipercaya sebagai duta. Paparannya diwujudkan dalam bentuk Miniatur Arsipel Indonesia yang merupakan danau buatan dengan .Motif logo menggunakan huruf lengkung untuk menggambarkan kedinamisan. dan dewasa: ramah dan lucu tetapi mempesona. serta mewariskan segala sesuatunya untuk generasi yang akan datang. dan warna hijau adalah pencapaian dari sebuah kemakmuran. • Visualisasi NITRA mengarah pada bentuk fisik yang disesuaikan agar menarik dan disenangi anak-anak. • NITRA mempunyai watak yang dapat diteladani dan dapat menjadi sumber inspirasi yang menyatu dengan misi TMII sebagai wahana pelestarian. • Profil TMII Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) merupakan tempat rekreasi yang sangat populer dan akrab bagi warga kota Jakarta serta kota-kota lain di Indonesia. duta seni. dan kekayaan alam Indonesia. Miniatur Indonesia secara lengkap. ataupun produk cetak dan cenderamata sesuai kebutuhan. bahkan mancanegara. • Sebagai maskot.

seperti Istana Anak Anak Indonesia.535 hektar. sekaligus pemerkayaan cakrawala pengetahuan dan pewarisan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Berbagai jenis wahana dan fasilitas tersebut semuanya mempunyai dimensi rekreasi. 3498 tanggal 9 Oktober 1984 kawasan diperluas menjadi 394. lahan ini dapat ditransformasi menjadi kawasan untuk pendirian taman miniatur. budaya. Teater 4D’Motion. dan berbagai seluk beluk yang berkait dengan daerah bersangkutan. juga menawarkan nuansa yang menarik. Jakarta Timur. Tiap anjungan tersebut menampilkan rumah adat bercorak arsitektur tradisional berikut penyajian benda-benda budaya. yaitu Kelurahan Bambu Apus dan Ceger di Kecamatan Cipayung. Kunjungi Taman Mini “Indonesia Indah”. khususnya bagi generasi muda. lebih kurang 5 km dari bandara udara Halim Perdana Kusumah. Kemudian dengan usaha dan jerih payah. pendidikan. ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. berderet museum-museum yang memamerkan bukan hanya koleksi sejarah. pentas seni. Lahan ini pada mulanya adalah lahan yang dimiliki rakyat sebagai ladang dan sawah. Penampilan 15 museum. yang secara nyata menunjukkan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an Indonesia. berjarak sekitar 2 km dari terminal Kampung Rambutan. Teater Imax Keong Emas. dan 200 meter dari gerbang tol Jagorawi. Pengubahan lahan dari bentuk aslinya yang berupa ladang menjadi hamparan yang layak bangun memerlukan waktu yang tidak .tiruan kepulauan Indonesia berikut penampang daratnya beserta anjungan-anjungan daerah. Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Museum Transportasi. lihat pesona Indonesia. Letak yang strategis ini memudahkan pengunjung untuk mencapainya dengan berbagai jenis kendaraan. serta teknologi masa lalu dan masa kini melainkan juga menciptakan dialog dengan pengunjung melalui berbagai peragaan yang—pada gilirannya—menjadi tonggak penciptaan di masa depan. Kereta Gantung (skylift). Letak dan Luas Taman Mini “Indonesia Indah” terletak di Jakarta. Wahana rekreasi berupa 11 unit taman. Selain anjungan daerah. Keadaan fisik Kawasan Taman Mini "Indonesia Indah" pada awalnya mencakup kawasan seluas 145 ha. pelestarian. Museum Migas. berbagai wahana inovatif. pemanfaatan lahan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan. berada di dalam daerah administrasi empat kelurahan dan tiga kecamatan. Luas lahan 150 hektar. dan Taman Bunga Keong Emas. karena berdasar Keputusan Gubernur Jakarta No. dan Kelurahan Pinang Ranti di Kecamatan Kampung Makasar. antara lain Taman Burung. antara lain Museum Indonesia. Oleh karena TMII merupakan “Proyek Tumbuh”. upacara adat. Lahan ini sesungguhnya baru sebagian dari seluruh lahan peruntukan TMII. “monorel” Aeromovel. Taman Akuarium Air Tawar. serta Taman Budaya Tionghoa Indonesia dan TMII Waterpark yang kini sedang dibangun. merupakan sumber informasi tiada batas. Kelurahan Kampung Dukuh di Kecamatan Kramat Jati. keragaman kuliner.

yang memberikan beberapa alternatif dan saran untuk menjadi pegangan pelaksanaan proyek ini. TMII dapat dengan leluasa menampilkan beraneka ragamnya anjungan dan pergelaran lain. timbul kekhawatiran akan adanya perpecahan dalam tubuh kesatuan bangsa Indonesia. serta pembagiannya untuk digunakan dalam pembangunan anjungan. Dengan lingkungan alami yang ditempatinya. Akan tetapi ada pula kekurangan yang ditimbulkan oleh topografi bergelombang ini. Topografi semacam ini memberikan keuntungan karena dengan bentuk hamparan seperti ini. Reaksi dalam bentuk lunak maupun keras diatasi dengan memberikan pengertian kepada mereka yang kurang mendukung. menunjang untuk pengembangan dari segi fisik dan program. semua rintangan dapat diatasi. Ibu Tien soeharto sendiri yang ikut juga memberikan penjelasan-penjelasan tentang gagasan pembangunan proyek miniatur ini. Dalam Memorandum ini. Dengan adanya lahan basah. maka pola penataan lingkungan menjadi lebih alami dan dalam berbagai hal. Uluran tangan berupa peran serta DPR RI dalam memberikan saran sungguh membantu memperingan beban yang timbul karena adanya perbedaan pendapat tentang pembangunan proyek ini. tertangga1 4 Maret 1972. tetapi masih menginginkan penjelasan lebih rinci mengenai gagasan pendirian taman miniatur ini. pengolahannya menjadi hamparan yang layak pakai. dengan vegetasinya yang terpencar di sana-sini dari berbagai jenis tumbuhan. lingkungan basah ini memberikan kemudahan dalam pengembangan pergelaran kawasan perairan. museum dan bangunan-bangunan pokok serta bangunan penunjang. Hambatan yang Dihadapi Tugas yang sangat berat dalam mengemban misi ini masih dibebani oleh sikap dan tanggapan dari beberapa kalangan dan lapisan masyarakat yang belum sepenuhnya mendukung. Akan tetapi. sampai pun pada proses . Kenyataan ini telah dinikmati oleh pengembangan: Taman Angsa Arsipel Indonesia dan Taman Akuarium Air Tawar. Himbauan pun disampaikan kepada para dermawan dan penyumbang untuk membantu pelaksanaan proyek ini. TMII memperoleh keuntungan karena lingkungan semacam ini. diakui bahwa dengan rencana pembangunan proyek miniatur Indonesia Indah ini. walaupun disertai berbagai syarat dan pertimbangan. misalnya pembuatan bangunan yang memerlukan lahan rata. yaitu diperlukannya upaya perataan lahan untuk tujuan tertentu. Kalangan pendidikan dan pengusaha swasta pada dasarnya mendukung gagasan pendirian taman miniatur ini. Kemajuan mewujudkan gagasan pembangunan proyek miniatur ini didorong oleh Memorandum Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.terlalu lama dan upaya lain berupa perataan lahan. Saran dan kritik ditampung dan dijadikan bahan pertimbangan lebih rinci. Usaha ini diperingan dengan dukungan dalam berbagai bentuk dari berbagai kalangan. Keadaan semula yang berupa lahan bergelombang. dengan ketekunan dan tekad yang luhur. Kawasan TMII mempunyai topografi bergelombang. TMII mempunyai keleluasaan untuk mengembangkan denah yang beranekaragam. serta lahan basah yang berupa telaga.

yang hanya memiliki 26 anjungan. boleh dikatakan bahwa selama 21 tahun usianya. tetapi harus dapat mengajak masyarakat menemukan cara dan jalan dalam menuju cita-cita yang dinyatakan dalam uraian aspek dan prospek pembangunan Proyek Miniatur "Indonesia Indah". Untuk mempertahankan Taman Mini "Indonesia Indah" seperti keadaannya kini. DPR RI memberikan saran alternatifnya. diperlukan kesiapan dalam berbagai bidang. Dengan pegangan aspek dan prospek sebagai landasan filsafatinya. seperti akomodasi. Untuk melaksanakannya dituntut ketangguhan sumber daya manusia yang mampu mengejawantahkan cita-cita bangsa dalam bentuk yang relatif sangat terbatas. Mewujudkan tugas ini tidak mudah dan tidak ringan. Begitu pula dalam kawasan yang berupa lahan. dan dana penyelenggaraan yang harus tersedia untuk tidak membatasi gerak. apa lagi lebih mengembangkannya. kini sudah jauh berkembang dari keadaan pada awalnya. taman ini telah berkembang 220 % dalam wujud bangunan. Dorongan dan perlindungannya serta kesamaan pandangnya telah mendorong terwujudnya gagasan dan cita-cita dalam mengajak masyarakat untuk memahami secara lebih mendalam kebudayaan bangsa dan rasa cinta kepada tanah air mereka. beserta sarana penunjangnya. 6 rumah ibadah. Tokoh-tokoh yang Berjasa Tidak dapat diragukan lagi bahwa tokoh utama dalam penciptaan wujud taman yang mencerminkan budaya bangsa ialah Ibu Tien Soeharto yang juga Ibu Negara saat itu. Pengelolaan ini bukan sekedar menampilkan keberadaan fisiknya saja. Anjungan tidak sekedar menggelar pameran benda-benda peninggalan kebudayaan masa lalu atau menggelar pertunjukan tarian saja. . 24 museum dan taman. Dana dan sumber daya manusia untuk mengelolanya harus selalu tersedia dengan taraf yang cukup tinggi. rumah makan. 5 sarana rekreasi. pewujudan taman miniatur ini dan pembangunan pengembangannya akan selalu menghadapi hambatan yang sulit untuk diatasi. ini tidak luput dari kekerasan upaya untuk mempertahankannya. Namun. Taman Miniatur "Indonesia Indah" telah memiliki 22 bangunan pokok dan pendukung. TMII Kini dan Upaya Mempertahankan Proyek Miniatur "Taman Mini "Indonesia Indah" yang kemudian terkenal dengan sebutan Taman Mini "Indonesia Indah". keadaan seperti. Kenyataan seperti ini memang membanggakan karena menunjukkan kemajuan dalam perkembangannya. tetapi yang lebih penting ialah mewujudkan penampilan yang memenuhi landasan filsafati yang telah dijadikan pijakannya. Tanpa dorongan ini.pelaksanaannya. transportasi. Kegigihan dan kemantapan karsanya telah menguakkan pandangan ke masa depan pengembangan taman ini. Dibandingkan dengan pada waktu awal dibangunnya. Gagasan yang cemerlang yang diikuti langkah-langkah konsisten telah sanggup mengatasi segala rintangan yang tidak kecil. 27 anjungan daerah. dan bangunan-bangunan lain yang ikut melengkapi penampilan Taman Mini "Indonesia Indah". Tokoh pendamping yang seiring dan tidak dapat dipisahkan ialah Bapak Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai suami Ibu Tien.

pada tahun 1976. serta unit-unit lain yang menunjang merupakan sarana pencapaiannya. Oleh karena itu dalam pengembangan kegiatan Taman Mini "Indonesia Indah" kebutuhan dalam bidang sumber daya manusia dan dana menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengembangan programnya. tetapi diatur dalam surat-surat keputusan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. Pada tahun 1981 masih dari pemerintah DKI. Pada tahun 1987. selama empat tahun berturut-turut. hasil-hasil yang telah dicapai oleh TMII membuahkan penghargaan dari Pemerintah republik Indonesia berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990. TMII telah menerima penghargaan di bidang kepariwisataan dari pemerintah DKI Jakarta.Penyediaan sumber daya manusia dan dana seperti itu memerlukan strategi yang tepat. 1992 dan 1993. Adapun pada tahun 1995. Kemudian berturut-turut pada tahun 1977 dan 1978 memperoleh penghargaan kepariwisataan dari pemerintah DKI berupa "Palm Perunggu" dan "Palm Perak". Program dan penampilan masing-masing unit tersebut merupakan proses yang berlangsung untuk menuju jangkauan Taman Mini "Indonesia Indah". TMII berhasil memperoleh penghargaan berupa piagam . Dalam usianya yang baru setahun. telah dirancang pola pengelolaan dan penyusunan program untuk mencapai tujuan seperti yang diemban dalam misinya. Selanjutnya pada tahun 1994. tetapi pengakuan berupa sejumlah penghargaan dari berbagai kalangan resmi. pengembangan yang dilaksanakan Taman Mini "Indonesia Indah" ialah dalam melengkapi unit-unit dan komponen-komponennya sehingga landasan filsafati yang telah dijadikan pegangan dan pedoman dalam mengemban misi dapat dipenuhi. Penghargaan kepariwisataan dari pemerintah DKI Jakarta. Apa sebetulnya yang ingin dijangkau Taman Mini "Indonesia Indah" di masa depan? Landasan filsafat seperti yang telah diuraikan di depan tidak dapat ditinggalkan. baik dalam sistemnya maupun dalam personalianya. museum dan taman. HASIL YANG DICAPAI Sebagai sebuah kawasan wisata. TMII memperoleh penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian Travel Association (PATA). Di bidang pembinaan industri kecil. Selain pengembangan program ke dalam masing-masing anjungan dan unit-unit lain. Untuk menjangkau tujuan dalam misi Taman Mini "Indonesia Indah". TMII memperoleh penghargaan kepariwisataan berupa "Palm Emas". TMtl memperoleh plakat "Adikaryottama Wisata" juga dari pemerintah DKI Jakarta atas prestasinya mempertahankan "Adikarya Wisata". Pengelolaan Proyek Miniatur "Indonesia Indah" tidak begitu saja dilaksanakan. kehadiran TMII tak cuma diakui oleh masyarakat luas yang ditandai oleh padatnya pengunjung di hari-hari libur. Setiap waktu selalu ada penambahan komponen yang setapak demi setapak mengisi dasar filsafati yang telah digariskan. Dengan landasan tersebut untuk menjangkau masa depan. Pengembangan program semacam ini harus dilakukan apabila Taman Mini "Indonesia Indah" akan mampu menjangkau masa depan. adanya anjungan. berupa "Adikarya Wisata" diperoleh pada tahun 1991. Organisasi pengelolaannya ini selalu ditinjau untuk penyempurnaannya.

Di tiap Anjungan. mempelajari. Suasana kompetisi untuk menampilkan yang terbaik merangsang kreativitas dan daya inovasi para seniman daerah untuk menghasilkan karya-karya seni budaya berkualitas. Amerika. Nilai-nilai tradisi warisan leluhur turun temurun. TMII merupakan hasil karya putra-putri Indonesia dalam upaya melestarikan. melestarikan dan mengembangkan beragam aspek seni budaya Indonesia. Untuk menentukan kelompok kesenian yang akan tampil di TMII. "Pelangi Nusantara" secara aktif mengikuti berbagai pergelaran ke daerah-daerah dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kekayaan seni budaya bangsanya. Tim ini telah diakui oleh masyarakat luas sebagai salah satu . Dalam setahun Tim ini rata-rata melakukan sekitar 50 kali pentas untuk memenuhi permintaan berbagai pihak. Sebaliknya. tidak jarang didahului oleh serangkaian seleksi maupun festival tingkat daerah sehingga terpilihlah kelompok-kelompok terbaik yang menjadi duta seni daerahnya ke TMII. telah lebih dari 22 misi kesenian berhasil diemban dengan baik. dalam kiprahnya ke mancanegara. Eropa. Dalam upaya mempersiapkan generasi penerus untuk terus mencintai. sesampainya kembali di daerah akan menjadi motivasi bagi kelompokkelompok lainnya untuk berkarya dan berpretasi lebih baik lagi. tata nilai yang berlaku saat ini serta harapan-harapan bangsa Indonesia di masa datang tercermin dari berbagi bentuk peragaan statis maupun dinamis di seluruh areal TMII. Selain itu. ke berbagai kota dan negara di Asia. Atraksiatraksi menarik yang pada akhirnya akan mendorong pengunjung untuk datang ke daerah tersebut manakala ada kesempatan. membina dan mengembangkan serta menyebarluaskan ragam aspek budaya Indonesia. tim ini secara teratur mengisi acara kesenian kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia. mulai dari anak-anak hingga dewasa. Melalui sasana krida maupun sanggar-sanggar tari dan musik di lingkungan TMII. dan Australia."Adikaryottama Wisata 1995". setiap hari ada saja pesona budaya daerah yang bisa disaksikan pengunjung. Sementara itu. masyarakat dari berbagai generasipun dapat bersamasama mengenal. Upaya pendidikan dan pembinaan ini telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. yaitu "Pelangi Nusantara TMII" telah berhasil membantu upaya pemerintah dalam memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Pelangi Nusantara pada dasarnya merupakan tim operasional kesenian yang berfungsi sebagai unit percontohan. TMII melalui sanggar-sanggar pendidikan seninya secara aktif menggugah minat dan apresiasi generasi muda. kelompok-kelompok yang mampu tampil terbaik dan telah menunjukkan prestasi di TMIl. yang berarti Adi Karya yang Utama. Adikaryottama berasal dari bahasa sansekerta. menghayati dan mendalami seni budaya bangsanya. Sejak tahun 1978 sampai sekarang. maupun di tiap sudut bagiannya. Pada tahun 1995 pula TMII memperoleh Penghargaan Penghijauan Lingkungan dari Pemerintah DKI Jakarta. TMII tercatat sebagai kawasan wisata Indonesia yang paling banyak menggelar produk-produk kesenian daerah. Kesempatan yang dibuka luas oleh TMII di bidang seni budaya membawa dampak dalam menggairahkan semangat berkesenian di daerah-daerah. melalui tim kesenian andalannya. di berbagai kesempatan. TMII sendiri.

Kehadiran beragam museum dalam satu kawasan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan serta memenuhi keingintahuan mengenai berbagai hal tentang Indonesia. TMII bahkan juga membina ratusan penjual jamu gendong. Masyarakat kecil yang memiliki andil besar dalam pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia yang bemilai tinggi. waktu tampil yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. .pelopor pengembangan sistem pergelaran sesuai situasi dan kondisi masyarakat yang berkembang secara dinamis. mengacu ke era masa depan namun tetap mengakar pada tradisi dan filosofi Indonesia. Pohon-pohon Ini di tanam oleh para pimpinan negara-negara Non-Blok pada saat KTT Non X Blok tahun 1992 di Jakarta. diacarakan penanaman pohon beringin persahabatan di salah satu lokasi TMII. Di sisi lain. yang dikenal di negara asalnya dan dapat tumbuh di alam Indonesia. yang beberapa di antaranya adalah tokoh-tokoh dunia. Demikian pula pembinaan terhadap para penyandang cacat tubuh juga dilakukan. TMII kerap dikunjungi oleh Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan dari negara-negara sahabat di seluruh dunia. secara spesifik. Hampir di setiap kedatangan tamu-tamu kehormatan tersebut. Kini setidaknya telah ada 129 pohon beringin yang ditanam oleh para tamu negara. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh tim ini adalah keserasian tata busana atau kostum yang digunakan. berbagai jenis tarian berbeda. Hampir seluruh bangunan modern yang terdapat di TMII. serta fleksibilitas setiap penarinya yang mampu membawakan. Bentuk dan bangun arsitektur yang sangat aspiratif dan sekaligus inspiratif ini diupayakan untuk terus dipertahankan dan dikembangkan ke masa depan. bentuk-bentuk bangunan di TMII banyak di antaranya merupakan karya dan prestasi putra-putri bangsa Indonesia di bidang arsitektur Indonesia modern. TMII senantiasa berupaya menepis kesan suram dan "kuno" yang selama ini masih menjadi citra museum-museum kita di masyarakat. Dengan tampilan museum-museumnya yang menarik. TMII dihargai oleh masyarakat karena kepeloporannya secara terus menerus membangkitkan minat masyarakat untuk mencintai dan mengunjungi museum. Jumlah ini diperkaya dengan 108 pohon dari berbagai jenis. Dalam peranannya sebagi "Wajah Indonesia" yang mewakili citra bangsa dan negara Indonesia. sekaligus untuk memasarkan hasil karyanya. Bentuk-bentuk bangunan di tiap Anjungan Daerah merupakan hasil upaya TMII di bidang pelestarian ragam bentuk bangunan arsitektur tradisional. Di bidang industri kecil. Keseluruhannya akan membawa dampak positif bagi penyiapan dan pengembangan sumber daya manusia pembangunan. para pengrajin benda-benda seni dari berbagai daerah secara terus menerus dan berkesinambungan diberi kesempatan dan dibina untuk tampil dan berkarya. yang diharapkan dapat memberi sumbangan berarti bagi dinamika perkembangan dunia arsitektur di masa mendatang. Melalui museum-museumnya.

Hal ini hanya bisa terjadi karena kerja keras. Adapun ijin penyelenggaraan usaha Taman Mini "Indonesia Indah" diberikan oleh Gubernur KDKI Jakarta kepada Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan Taman Mini "Indonesia Indah" dengan SK Gubernur KDKI Jakarta No. dan profesionalisme pengelola TMII.Organisasi dan Manajemen TMII Organisasi Pengelolaan Taman Mini "Indonesia Indah" beserta segala bangunan-bangunan yang berada di atasnya adalah milik negara Republik Indonesia. Pelaksanaan Pengelolaan Dalam operasional sehari-harinya. ditandatangani Surat Persetujuan Bersama tentang Pelaksana Pengelolaan Pengusahaan Taman Mini "Indonesia Indah" antara Ketua Yayasan Harapan Kita dengan Gubernur KDKI Jakarta. Taman dan sarana lainnya. restasi dan Penghargaan Jumlah pengunjung TMII dari tahun ke tahun terus bertambah. : D. Pada tahun 1976. pengabdian. Pengelolaan Taman Mini "Indonesia Indah" dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Pengelolaan dan Pengusahaan Taman Mini "Indonesia Indah" atau BP3 TMII. Dengan demikian. Wisatawan. sedangkan manajermanajer dalam fungsi lini membawahi anjungan Daerah. TMII adalah sebuah kawasan wisata budaya milik seluruh rakyat dan bangsa Indonesia yang merupakan persembahan Yayasan Harapan Kita.I111552/d/3/75 Tanggal 12 Maret 1975. Pengakuan prestasi bukan hanya datang dari wisatawan yang datang berkunjung. Untuk kepentingan pembangunannya. baik nusantara maupun mancanegara telah menjatuhkan pilihan kepada TMII sebagai salah satu tempat wisata. Sebelum diresmikan. misi yang dicanangkan oleh penggagas di awal pembangunan TMII pun selangkah demi selangkah dapat terwujud. Dengan kata lain. I/Kpts/yKH/VIII/ 1971. Badan ini dibentuk berdasarkan SK Ketua Yayasan Harapan Kita. Manajer-manajer dalam fungsi staf menangani masalah-masalah operasional umum TMII. tepatnya pada tanggal 22 Agustus 1974. pengelolaan TMII diserahkan kepada Yayasan Harapan Kita. baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketua Yayasan Harapan Kita dengan SK Pengurus Yayasan Harapan Kita No. Badan ini bertugas sebagai pelaksana dari Yayasan Harapan Kita untuk membangun Miniatur Indonesia "Indonesia Indah". Museum. Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta memberikan penghargaan di . baik dalam fungsi staf maupun fungsi lini. sekitar satu tahun setelah peresmian.51 /1977 tanggal 10 September 1977. Untuk selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. membentuk Badan Pelaksana Pembangunan dan Persiapan Pengusahaan Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah" atau disebut BP5 "Indonesia Indah". manajemen Taman Mini "Indonesia Indah" dipimpin oleh seorang Jenderal Manajer. tanggal 23 Agustus 1971. Untuk selanjutnya. namun juga berupa berbagai penghargaan. yang dibantu oleh beberapa orang wakil dan sejumlah manajer.

melalui "Pelangi Nusantara TMII". Salah satu penghargaan "bergengsi" dari dunia internasional berupa "Soka Gakai International Peace and Culture Award" diterima dari Soka Gakai International (SGI) di penghujung tahun 1997. "wahana informasi" perkembangan seni budaya Indonesia.Canada. Penyelenggaraan Tumpeng Terbesar (2000). Pengakuan dan penghargaan telah didapat. Pada tahun 1987 dan 1995 Pacific Asian Travel Association (PATA) memberikan Penghargaan Pelestarian Kebudayaan Global Award. pada saat tim operasional di bidang seni budaya TMII ini tampil di peristiwa-peristiwa budaya internasional. duta-duta seni budaya TMII. Pemrakarsa Pergelaran Raja dan Ratu Dangdut (2001). Penghargaan pun bukan hanya datang dari dalam negeri. Pembuatan Ondel-ondel Buah dan Jajanan Pasar Terbesar (2001). Selain penghargaan-penghargaan tersebut di atas. Asian Tourism Festival di Fukuoka . Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan sejumlah penghargaan atas capaian kegiatan TMII. EXPO`89 Vancouver . Pembuatan Terompet Terbesar (2000).Korea Selatan. seperti dari EXPO `88 Brisbane . TMII telah menerima sejumlah penghargaan dari mancanegara. . TMII juga mencatat berbagai prestasi "Ter". Sementara pada tahun 2002 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata memberikan Piagam Penghargaan "Adikarya Pariwisata".USA. Misi Kesenian ke Seoul.Jepang. beberapa diantaranya adalah : Pembuatan Kue Dodol Betawi Terpanjang (1999). International Folks Dance Festival di Seoul . Sampai dengan tahun 2001 Pemda DKI Jakarta memberikan tujuh buah penghargaan di bidang kepariwisataan.bidang kepariwisataan kepada TMII. Replika Bangunan Komodo Terbesar (2000). EXPO`90 Osaka -Jepang. Replika Keong Emas Terbesar (2001). Taman dan Museum Terbanyak (2003). Layar lebar Teater Imax Keong Emas tercatat dalam "Guiness Book of Record" sebagai layar bioskop terbesar di dunia. Namun perjalanan karya cipta dan kreatifitas harus tetap berjalan untuk menjawab dinamika jaman. Khusus dalam bidang seni tari.Korea Selatan dan Tournament of Roses di Pasadena . Misi Kesenian Beautiful Indonesia ke Hongkong. Prestasi Penyelenggara Pemecahan Rekor Terbanyak (2003) dan masih banyak lainnya. Pada tahun 2001 Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan "Upakarti Kepeloporan" untuk Pembinaan Usaha Kecil.Australia.

ilmu. roda tamasya.Istana Anak-anak Indonesia Bangunan utama Istana Anak Anak Indonesia dinamai Graha Widya Tama. dan kegiatan lain yang dapat memperluas wawasan anak-anak. terdiri atas empat lantai dengan ruang terbuka di lantai dua. serta alat peraga lain yang menumbuhkan keinginan untuk tahu lebih banyak. gua sigura-gura. serta hutan buatan. Program-program yang diselenggarakan baik secara tetap maupun berkala meliputi permainan. medan permainan sehat dan mendidik. lambang kebersamaan anak laki-laki dan anak perempuan dalam menggapai prestasi setinggi langit. Istana ini dilengkapi bendabenda peraga ilmu pengetahuan dan teknologi. kolam renang Sendang Sejodo. seni. misalnya rumah bola. Bangunan ini memiliki dua sayap dan menara menjulang tinggi ke angkasa. Untuk kegiatan itu tersedia Panggung Kancil berbentuk bulat dilengkapi panggung terbuka yang dapat menampung 1. Di dalam ruang ini disajikan pameran wayang dan peragaan aneka alat permainan tradisional anak. kincir. Di dalam istana anak-anak dapat bebas bermain secara sendiri-sendiri atau dalam rombongan yang dipimpin oleh pengasuh dari sekolah atau kelompok bermain . telepon cerita. dan kereta api kelinci. alat musik diatonik dan pentatonik. sedang di halaman belakang terdapat air terjun buatan. berbentuk istana mirip dalam dongeng Cinderella ciptaan Hans Christian Andersen. Di halaman depan disediakan sarana bermain sehat. Istana Anak-Anak Indonesia dibangun dengan dasar pemikiran bahwa pendidikan anak-anak untuk menyongsong hari depan sangat penting. giring ombak.000 orang penonton.

The Living Sea. dan keragaman budaya Indonesia. Indonesia Indah II (Anak-anak Indonesia). dan mulai dioperasikan pada tanggal 20 April 1984. Semuanya menunjukkan keindahan lingkungan. Forces of Nature. Pada tahun 2004. dan Mistic India. Beberapa film tersedia untuk diputar. dan Indonesia Indah IV (Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia). namun juga diselingi pemutaran film-film impor yang bernuansa pendidikan dengan tema-tema hiburan. ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam perkembangan selanjutnya pemutaran film tidak hanya menampilkan film-film seri Indonesia Indah saja. teater ini mampu meng-upgrade sistem dan sekaligus memutar film IMAX DMR (Digital Re-Mastering). Speed. merupakan tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih. . Film-film itu antara lain To Fly. antara lain film Indonesia Indah I. Teknologi film imax menunjukkan kecanggihan dan kemampuannya untuk menimbulkan daya tarik kuat yang membuat penonton berdecak kagum. kekayaan alam. T-Rex. The First Emperor of China. Blue Planet. Indonesia Indah III (Indonesia Untaian Manikam di Khatulistiwa). yakni teknologi revolusioner yang memungkinkan transfer film laga format 35 mm ke dalam IMAX EXPERIENCE 70 mm.Teater Imax Keong Emas Teater Imax Keong Emas berbentuk keong raksasa. serta tema-tema lingkungan hidup. Sejak tahun 1984 Teater Imax Keong Emas telah memutar 20 judul film impor dengan masa sewa antara 1 dan 2 tahun. Island Adventure. Gedung teater yang sangat khas ini dimaksudkan sebagai sarana rekreasi yang mendidik guna memperkenalkan kekayaan alam dan budaya bangsa melalui tanyangan film layar raksasa dengan menggunakan kecanggihan teknologi sinematografi modem Proyektor IMAX. penonton serasa ikut berada di dalamnya dan ikut pula berperan sebagai pemain. Menonton film di teater ini. didirikan atas prakarsa lbu Tien Soeharto.

Dengan perahu ini pengunjung dapat menikmati suasana lautan sambil membayangkan betapa luasnya kepulauan Indonesia. yang ingin berkeliling disediakan perahu angsa dengan berbagai warna. Dengan perahu angsa itu pula pengunjung diajak mengenali satu persatu pulau-pulau yang ada di Indonesia. Bagi pengunjung. Dan adapun salah satu Taman flora di TMII adalah Taman Apotik Hidup . Selain menikmati keindahan pemandangan dari danau pengunjung memperoleh pengetahuan geografi dan kekayaan alam Indonesia.Perahu Angsa Danau Miniatur Arsipel Indonesia adalah sebuah danau luas yang di tengahnya terdapat pulau-pulau yang dibuat sesuai dengan kepulauan Indonesia yang sebenarnya. terutama anak-anak. Kesan yang diperoleh seakan pengunjung telah menjelajahi seluruh kepulauan Indonesia dengan perahu dalam waktu singkat.

Dari jumlah tersebut. tanaman langka seperti kayu rapet (parameria barbata schum) dan kedawung (parkia biglobosa auct. Pada kesempatan tertentu. menampilkan suasana sejuk dengan air terjun yang keluar dari bukit buatan.000 m2 ini berada di jalur sebelah utara berdampingan dengan Taman Kaktus. Taman ini memiliki koleksi sekitar 400 jenis tanaman obat asli Indonesia. Di taman obat ini pengunjung dapat berwisata sambil menimba ilmu pengetahuan. Pengunjung dapat belajar mengenali bermacam jenis tanaman berkhasiat obat yang ditunjang laboratorium dan perpustakaan dengan ratusan buku referensi tentang tanaman obat dalam berbagai bahasa. Gagasan itu diwujudkan dalam bentuk Taman Apotek Hidup (TAH) yang secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 20 April 1984. Bibit tanaman obat dapat dibeli dengan harga relatif terjangkau untuk buah tangan. misalnya kunyit.). Pertama.Lebih dari seratus ribu jenis tanaman asli Indonesia tersebar di kepulauan Nusantara. dan ketiga. tanaman yang sudah dibudidayakan menjadi tanaman obat keluarga (Toga). Jumlah tersebut dibagi berdasarkan tiga kategori. tanaman yang baru ditemukan dan masih diteliti khasiatnya. di bawahnya ada ruangan menyerupai gua digunakan untuk tempat pameran. jahe. kedua. baru ditemukan sekitar ratusan jenis tanaman berkhasiat obat. serta membudidayakan tanaman yang memiliki khasiat obat tersebut. Selain sebagai tempat pelestarian tanaman obat. Sementara di laboratorium tersedia beragam contoh hasil tanaman obat yang telah diawetkan (simplisia). Taman seluas 6. dan kumis kucing. pengunjung juga bisa menyaksikan atau mengikuti acaraacara yang berkaitan dengan pengobatan herbal. taman ini juga menjadi pusat pengetahuan dan penunjang pendidikan yang bermanfaat. Berdasarkan hal itulah Ibu Tien Soeharto memprakarsai untuk mengumpulkan. misalnya telosom (talinum paniculatum). Dan adapun salah satu Taman Fauna di TMII adalah Taman Bekisar . melestarikan.

Selain bentuk tubuh yang gagah. Lomba ini dapat ditonton oleh siapa saja yang tertarik. mesin penetas. Untuk menyebarluaskan pemahaman terhadap ayam yang khas ini. sangkar perawatan dan penangkaran. bekisar dipelihara orang sebagai jenis "unggas penyanyi". serta bentuk jengger dan rialnya yang indah. Ayam bekisar merupakan hasil kawin silang antara ayam hutan hijau jantan (Gallus varius) dengan ayam kampung betina (Gallus domestica). lengkap dengan naga yang bertengger di atas atapnya. dan tiang gantungan untuk lomba. Dan adapun salah satu Museum-museum di TMII adalah Museum Asmat . Taman Bekisar menyediakan sarana lomba yang bisa digunakan untuk latihan lomba bersama juga menyelenggarakan lomba ayam bekisar bertaraf nasional. taman ini memberikan pula penjelasan singkat tentang bagaimana merawat dan cara mengembangbiakkan ayam bekisar. warna bulu yang indah mengkilat. Selain itu dapat pula dilihat foto dan gambar mengenai berbagai sangkar bekisar yang pernah dibuat. bahkan beberapa dapat diperoleh. Di taman ini dapat dilihat percontohan ayam bekisar. Selain bekisar di taman seluas 4.Taman Bekisar merupakan taman rekreasi yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan ayam bekisar.000 m2 ini ditampilkan juga ayam kate dan merak sebagai pelengkap koleksi. termasuk kegiatan pembudidayaan ayam hutan sebagai sumber budi daya ayam bekisar. Bentuknya khas seperti kurungan bekisar raksasa.

memamerkan peralatan untuk membuat sagu. alat musik tiup dari bambu (fu). namun dikembangkan menjadi bangunan berarsitektur modern. yakni rumah pemujaan suku Tobati-Enggros. Pameran pada bangunan kedua bertema Manusia dan Kebudayaannya. Berada di atas lahan Taman Bunga Keong Emas dengan luas bangunan 6. yakni merah. Museum Asmat juga menyelenggarakan kegiatan secara berkala dengan tema khusus. memamerkan bermacam pakaian adat dan perhiasan. Di berbagai bagian bangunan diberi ragam hias dengan warna khas Asmat. senjata. memamerkan seni kontemporer yang merupakan hasil pengembangan pola-pola rancangan seni tradisional. Benda-benda yang dipamerkan berupa hasil seni modern orang Asmat yang mengacu pada permintaan pasar tetapi masih berpijak pada pola rancangan tradisional. dan berbagai hiasan perlambang yang menceritakan gejala kehidupan. Gedung terdiri atas tiga bangunan utama dan dua bangunan penghubung yang masing-masing berbentuk segi delapan. patung nenek moyang (mbis pole). Gedung museum mencontoh model rumah kariwari. Untuk memudahkan pengunjung memahami kehidupan suku Asmat secara keseluruhan. serta ruang pimpinan museum. peralatan berburu. Benda-benda pameran berupa benda-benda budaya yang mengandung nilai keperkasaan dan mencerminkan pandangan hidup orang Asmat yang selalu berkait dengan nenek moyang. Tema pameran pada bangunan ketiga adalah Manusia dan Hasil Kreatifitasnya. museum ini dapat dicapai melalui dua pintu masuk: berjalan kaki melalui Taman Bunga Keong Emas atau melewati jembatan Taman Aquarium Air Tawar. penduduk asli di tepi Danau Sentani. diberi kesan rumah panggung.500 m². dan hitam. putih. Tema pameran bangunan pertama berupa Manusia dan Lingkungannya. benda budaya dan upacara. diorama mata pencaharian hidup (menokok sagu).Perhatian besar orang-orang asing terhadap kekhasan seni ukir Asmat yang mengagumkan ditanggapi Ibu Tien Soeharto dengan meprakarsai mendirikan Museum Asmat. sedangkan dua bangunan penghubung sebagian dimanfaatkan untuk ruang pameran tetap dan sebagian lagi untuk ruang administrasi. perkusi (tifa). Ketiga bangunan utama digunakan untuk ruang pameran tetap koleksi museum. Ikatan batin dengan nenek moyang itu diwujudkan dalam ukiran perlambang di berbagai benda keseharian. tata pameran disusun berdasar tema. Atap berbentuk kerucut tiga setinggi 25 meter berbahan GRC dan pada permukaannya diberi kesan daun rumbia. Papua. misalnya Gelar Lomba Kreasi Tari Gerak Asmat dan Lomba Mewarnai Gambar Ragam Hias Asmat Dan adapun salah satu bangunan dan sasono di TMII adalah Peragaan Kayu Gede . perahu arwah kendaraan roh nenek moyang (wuramon). Di samping pameran tetap. dan kapak batu (si).

Di sinilah terletak sejumlah kayu gelondongan (kayu log). Dan adapun tempat peribadatan di TMII salah satunya adalah . yang lebih dikenal oleh pengunjung dengan sebutan ”Kayu Gede”. Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa ukuran diameter Kayu Gede ini adalah yang terbesar dalam sejarah perkayuan Indonesia. bahkan beberapa di antaranya ada kayu yang sudah berusia ratusan tahun dipamerkan sebagai suatu contoh. Terdapat 24 batang kayu gelondongan ”Kayu Gede” berbagai ukuran dengan diameter antara 2 dan 3 meter. Bahkan bisa jadi Kayu Gede merupakan bukti ukuran kayu terbesar yang masih tersisa dalam sejarah umat manusia. bahkan dunia. merupakan bukti kekayaan hutan Indonesia.Salah satu kekayaan hutan Indonesia diperagakan di TMII. Masjid Pangeran Diponegoro . lokasinya terletak di sebelah selatan terminal B Kereta Gantung dan di belakang Pusat Peragaan IPTEK.

Pembangunannya dilaksanakan tahun 1973 dan diresmikan tahun 1975 oleh Presiden Soeharto. serta menara berbentuk kubah berketinggian 26 meter untuk mengumandangkan adzan. ruang tunggu.Masjid Pangeran Diponegoro berdiri di atas lahan seluas 2. dan masjid Syuhada. Arsitekturnya diambil dari bentuk kebanyakan masjid di Indonesia. perpustakaan. kamar mandi. Lantai satu untuk para jamaah. Selain kegiatan rutin keagamaan. termasuk salat Jumat (jumatan) dan salat tarawih pada bulan Ramadhan. Ceramah keagamaan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan atau sekedar mengingatkan kembali aturan kehidupan dalam beragama pun dilaksanakan di masjid ini.850 m2 dengan luas bangunan 760 m2 dan terdiri dari dua lantai. gudang. baik perorangan maupun berjamaah. pelaksanaan salat dilakukan di Plaza Tugu Api Pancasila. khatib. Bangunan yang terletak di depan sebelah kanan gedung Sasana Kriya dan berbatasan dengan gereja Santa Chatarina—yang berarti menempati urutan pertama deretan rumah ibadah dari gerbang utama—ini dimaksudkan sebagai simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. Jakarta. Masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat Islam di lingkungan TMII. tempat wudhu. Namun untuk hari-hari besar. dan dapur. seperti Idhul Fitri dan Idhul Adha. sedang lantai dua tempat imam. mihrap. Pangeran Diponegoro dipilih sebagai nama masjid karena pertimbangan untuk mengabadikan nama seorang tokoh pahlawan nasional yang sekaligus pemimpin agama Islam yang bersama masyarakat Yogyakarta gigih melawan penjajahan Belanda. masjid Pangeran Diponegoro juga bisa digunakan . seperti masjid Al Azhar. tetapi juga bagi pengunjung dan masyarakat sekitarnya. Yogyakarta.

. baik secara sederhana maupun agak meriah.untuk akad nikah yang dapat dilanjutkan dengan syukuran. atapnya berbentuk setengah bola (doom) menyerupai gaya Bizantium yang dipengaruhi struktur ruangan Pantheon (Yunani Kuno). Bangunan masjid ini tidak memiliki hiasan dekoratif. dengan menambahkan tenda atau—bila berniat melanjutkan resepsi— menggunakan Sasana Utomo ataupun Sasono Adiguno yang berjarak sekitar 100 meter. yang mengandung makna bahwa kehidupan manusia merupakan bagian kecil dari struktur alam semesta dan bernaung di bawahnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->