P. 1
Makalah Pengantar Ilmu Lingkungan

Makalah Pengantar Ilmu Lingkungan

|Views: 497|Likes:
Published by Ade Okta Yurwendra

More info:

Published by: Ade Okta Yurwendra on Dec 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

Makalah Pengantar Ilmu Lingkungan (PIL

)
Pemanfatan Limbah Udang

Kelas Dosen Kelompok Nama Anggota

: PIL-18 : Musfil AS, Ir., M.Eng.Sc. : :
1. Luthfi Ardiansyah

2710100063 2710100072 2710100083 2710100093 2710100096

2. M. Nurus Shobah 3. Ade Okta Y. 4. Abar Rakanda P. 5. Girindra Abhilasa

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Permasalahan kedua dicari dengan pandangan masyarakat terutama masyarakat sekitar tambak udang dan tempat mengenai limbah kulit udang. Apa yang dimaksud dengan limbah kulit udang? 2. bahkan sering dibiarkan membusuk. 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala). Permasalahan pertama hanya terbatas pada mengetahui definisi limbah kulit udang dan apa saja kandungan kulit udang.1 Latar Belakang Udang adalah komoditas andalan sektor perikanan yang umumnya diekspor dalam bentuk beku. Dari usaha pengolahan udang dihasilkan limbah udang sebesar 30% – 75% yang terbuang percuma tanpa diolah bahkan menyebabkan pencemaran.2 Rumusan Masalah 1. Limbah sebanyak itu.025 ton.3 Batasan Masalah 1. maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785.2011 BAB I PENDAHULUAN 1.723 ton atau 400 kilogram (kg) per hektar. 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510. 1. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap. Bagaimana pemanfaatan limbah kulit udang? 1.000 ton per tahun. Adapun Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor udang terbesar di dunia dengan nilai ekspor antara 850 juta sampai 1 miliar dollar AS per tahun. jika tidak ditangani secara tepat.847 hektar (ha) dengan volume produksi 191. Bagaimana pandangan masyarakat mengenai permasalahan limbah kulit udang? 3. Data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2001 seluas 478. 3. karena selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang hanya terbatas untuk pakan ternak saja seperti itik. Permasalahan ketiga terbatas mengenai hal-hal yang dapat dilakukan dalam upaya pemanfaatan limbah kulit udang. Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor. 2.4 Tujuan . akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran limbah industri.266 ton. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor. 1.

mengetahui penggunaan limbah kulit udang 2. • Pemerintah Masukan dalam penetapan kebijakan sehingga kebijakan yang diambil merupakan kebijakan terbaik yang dapat menguntungkan semua pihak. memberikan solusi terhadap pemanfaatan limbah udang 1. memberikan pengetahuan tentang masalah kulit udang 3.1. • Pihak swasta dan organisasi Menambah khasanah tentang pemanfaatan limbah kulit udang. . • Masyarakat Menambah khasanah masyarakat terutama masyarakat awam dan masyarakat di daerah sekiatar peternakan udang tentang pemanfaatan limbah kulit udang. yaitu: • Akademisi dan Mahasiswa Untuk memberi informasi dan menggali ide-ide kreatif dalam upaya memberikan kontribusi untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan sekitar.5 Manfaat Pembuatan makalah ini mempunyai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk berbagai pihak.

1 LIMBAH KULIT UDANG Udang merupakan hewan invertebrata dari kelompok Arthopoda sp yakni Crustaceae sp (Hawab. Scyllarus sp (Udang kipas) Data tahun 2001. dan beberapa hidup di laut. Dari proses pembekuan udang untuk ekspor. Polisakaridanya merupakan rantai tak bercabang dari polimer asetilglukosamin dan terdiri dari ribuan unit. molusca dan annelida. Dari proses pembekuan udang (cold storage) dalam bentuk udang beku headless atau peeled untuk ekspor. 60-70 persen dari berat udang jadi limbah (bagian kulit dan kepala). Beberapa contoh udang yang banyak di budidayakan dalam Suyanto dan Mujiman (2001) yaitu : A. maka pada tahun 2004 potensi udang diperkirakan sebesar 785.BAB II PEMBAHASAN II. jika tidak ditangani secara tepat. Hidup di air tawar. Panulirus versicolor (Udang barong ) E. Kandungan Kulit Udang 1. Di Indonesia saat ini ada sekitar 170 pengolahan udang dengan kapasitas produksi terpasang sekitar 500. Panulirus dasypus (Udang karang) F. karena selama ini pemanfaatan limbah cangkang udang tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Limbah sebanyak itu. Khitosan Dalam Stevens (2001) khitosan adalah turunan deasetilasi dari kitin. 2004). akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penaeus monodon (Udang windu) B. Penaeus merguiensis (Udang putih) C. Dari usaha pengolahan udang dihasilkan limbah udang sebesar 30% – 75% yang terbuang percuma tanpa diolah bahkan menyebabkan pencemaran. 60-70 persen dari berat udang menjadi limbah (bagian kulit dan kepala) sehingga diperkirakan akan dihasilkan limbah udang sebesar 510. Dengan asumsi laju peningkatan tersebut tetap. Macrobrachium ronserbergii (Udang galah) D. potensi udang nasional mencapai 633.681 ton.000 ton per tahun.025 ton.266 ton. . Kitin adalah polisakarida struktural ekstaselular yang ditemukan dalam jumlah besar pada kutikula artopoda dan dalam jumlah kecil ditemukan dalam spons. Menurut Chandra (2005) udang termasuk ordo Decapoda (Si kaki sepuluh). Jumlah tersebut sangat besar untuk ukuran limbah industri. bahkan sering dibiarkan membusuk. Metapenaeus monoceros (Udang werus) G.

kemudian dipanaskan pada suhu 900C selama satu jam. ditiriskan dan dikeringkan. serta mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun (Antara. Bentuk akhir khitosan bisa berbentuk serbuk atau serpihan. Karakteristik fisiko-kimia khitosan berwarna putih dan berbentuk kristal. Secara kimiawi khitosan hanya dibedakan oleh gugus radikal CH3CO(Hawab. Tahap pengolahan cangkang udang menjadi khitosan yaitu limbah cangkang udang dicuci dengan air mengalir dan dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering. sedangkan untuk bahan makanan lain masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara. Kemudian dicampur HCL 1 N dengan perbandingan 1:10 untuk kulit udang dibandingkan dengan pelarut. Beberapa aternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan non kimia adalah penggunaan kunyit pada tahu. 1994). Perolehan kitin dari cangkang udang menggunakan proses demineralisasi dan deproteinasi. Khitosan sebagai hasil pengolahan limbah cangkang udang juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pengawet makanan non kimia. Selanjutnya khitosan diperoleh melalui proses deasetilasi kitin. 2001). khitosan sedikit mudah larut dalam air dan mempunyai muatan positif yang kuat. Bahan yang sudah kering lalu digiling sampai menjadi serbuk. tetapi tidak larut dalam pelarut organik lainnya. dapat larut dalam larutan asam organik. yaitu memanaskan dalam larutan basa. Pelarut khitosan yang baik adalah asam asetat. kemudian dicuci dalam air panas dua kali lalu direbus selama 10 menit. Penggunaan limbah cangkang udang sebagai alternatif pengawet makanan non kimia tidak hanya bermanfaat sebagi pengawet makanan yang aman tetapi juga untuk menghindarkan dampak negatif bagi lingkungan. Oleh sebab itu berbagai macam penelitian dilakukan untuk mencari bahan pengawet makanan non kimia. II. Diaduk sampai merata sekitar 1 jam.(Arbianto. Selanjutnya dibiarkan sebentar. 2005). Penggunaan pengawet makanan dari zat kimia dapat membahayakan bagi kesehatan manusia. Dibiarkan sebentar. Menurut Linawati Hardjito sebagai ketua Departemen THP FPIK-IPB. Residu berupa padatan dicuci dengan air sampai PH netral dan selanjutnya dikeringkan dalam oven pada suhu 800C selama 24 jam atau dijemur sampai kering. sebab limbah tersebut dapat meningkatkan biological oxygen demand dan chemical oxygen demand.5 persen dengan perbandingan 1:6 antara cangkang udang dan pelarut. Namun saat ini hanya terbatas pada pengawetan ikan asin. Limbah udang yang telah dimineralisasi dicampur dengan larutan NaOH 3. lalu dipanaskan pada suhu 900C selama satu jam. 2004). yang dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain. yaitu penghilangan protein dan kandungan mineral dengan menggunakan larutan basa dan asam. 2006). penggunaan air ki pada mie basah dan asam sitrat untuk pengawetan ikan (Media indo. 2005). lalu diaduk merata sekitar 1 jam.3 PEMANFAATAN LIMBAH UDANG 1. Larutan lalu disaring dan didinginkan sehingga diperoleh residu padatan yang kemudian dicuci dengan . Limbah Udang Sebagai Pengawet Makanan Bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan makanan (POM.

Limbah udang sebagai bahan pengawet makanan Selain dimanfaatkan sebagai bahan ternak. S. 3.selain mengandung gizi yang penting serta ramah lingkungan karena dengan kandungan protein yang terkandung dapat memperbaiki atau membuat struktur tanah menjadi lebih subur. Tahap pengujian khitosan pada tahu yaitu khitosan dalam berbagai konsentrasi dilarutkan dalam asam asetat kemudian tahu yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dalam khitosan dan ditiriskan kemudian diamati (Antara.html Kurnia Wiji Prasetiyo.com/archive/index. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. Lalu kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik yang mengandung protein yang diperlukan oleh tumbuhan. Makanan yang beredar di pasaran sering mengandung formalin. Larutan kemudian disaring untuk mendapatkan residu berupa padatan. salah satunya adalah sebagai pengawet makanan non kimia. Khitosan mempunyai banyak kegunaan. limbah udang dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. enzimologi. Kitin dan khitosan yang terkandung dalam cangkang udang adalah salah satu bahan dasar dalam berbagai bidang seperti biokimia. BRKP dan DKP. tahu. 2006). dan bahan ini tidak beracun serta dapat terurai di alam (Kompas. tekstil dan sebagainya. Limbah udang sebagai bahan pakan ternak Dengan menggunakan konsep Bio-cyclo Farming dan Ekologi Industri. saat ini timnya sudah berhasil membuat kitin dan khitosan (gklinis. Bentuk akhir dari khitosan bisa berbentuk serbuk maupun serpihan (Kompas. seperti formalin. Diaduk sampai merata selama 1 jam dan dibiarkan selama 30 menit. 2006). kemudian dikeringkan dengan dengan oven suhu 700C selama 24 jam atau dijemur sampai kering. Jika digunakan sebagai pengawet maka ditambahkan metanol hingga 15% (Pemkotmalang. maka Kitosan dari limbah cangkang udang dari bidang perikanan.indonesianaquaculture. ikan asin. Menurut Jamal Basmal sebagai pimpinan tim PRPP-Sosek. 2003). lalu dipanaskan selama 90 menit dengan suhu 1400C.Hut. lalu dilakukan pencucian dengan air sampai PH netral. Hal itu dikarenakan dalam limbah cangkang udang mengandung polimerglukosamina (kitin). http://www. 2003). Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Khitosan dibuat dengan menambahkan NaOH 50 persen dengan perbandingan 1:20 untuk kitin dibanding pelarut. Selama ini makanan yang beredar di masyarakat banyak menggunakan pengawet makanan yang mengandung zat kimia. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan sangat aman bagi tumbuhan . Jika kandungan formalin yang terdapat pada makanan tersebut mencapai 6 gr/kg maka membahayakan kesehatan manusia . dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman.air sampai PH netral dan dikeringkan pada suhu 800C selama 24 jam atau dijemur sampai kering. Dengan kandungan proteinnya. Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak. “pengolahan limbah cangkang udang” 2. 2005). diantaranya mie basah. pertanian. ikan segar dan ayam potong (POM.php/t-149.. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. 2005).

hati. Dengan menggunakan konsep Bio-cyclo Farming dan Ekologi Industri. Penanganan Limbah kitosan adalah karena sifat polikationiknya. Sebab. Hal itu dikarenakan setiap bahan pangan harus menggunakan bahan pengawet yang sesuai. pluranium dan uranium dalam perairan dan untuk mengikat zat warna tekstil dalam air limbah. efek sampingnya akan terlihat setelah jangka panjang. Ø Bahan baku dari limbah cangkang udang menjadi kitosan Ada peluang besar dalam inovasi pengolahan limbah cangkang udang yang berbasis bioindustri perikanan dan kelautan. yakni biopolimer yang secara komersial potensial dalam berbagai bidang dan industri. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. Pada penanganan limbah cair. hal ini diungkapkan oleh Sugeng Heri Suseno selaku ketua peneliti THP FPIK-IPB. Kitosan sebagai chelating agent yang dapat menyerap logam beracun seperti mercuri. antara ikan asin dengan formalin dan ikan asin dengan khitosan. berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan. Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak (bid.Peternakan). . Efek yang dapat ditimbulkan antara lain mata berair. maka Kitosan dari limbah cangkang udang dari bidang perikanan. Penelitian yang diuji cobakan pada ikan asin ini menunjukkan hasil yang setara. Menurut Sugeng efek yang ditimbulkan khitosan lebih kecil bahkan hampir tidak ada apabila dibandingkan dengan formalin. Mengenai pertanyaan apakah khitosan juga dapat diberlakukan pada produk selain ikan asin. Dengan kandungan proteinnya. Kitosan dapat dimanfaatkan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. penggunaan khitosan sebagai bahan pengawet kayu relatif aman karena sifatnya yang non toxic dan biodegradable.(Radar Yogya. selama ini bahan pengawet yang sering digunakan merupakan bahan kimia beracun yang kurang ramah lingkungan dan unbiodegradable. 2005). pankreas. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti formalin adalah khitosan. karena terjadi akumulasi formalin pada tubuh. Untuk menanggulangi penggunaan formalin sebagai bahan pengawet maka dicarilah pengawet makanan alternatif pengganti formalin. tembaga. Reduce Dari segi lingkungan. gangguan pada pencernaan. menstruasi serta diduga bersifat karsinogen. 2005). Dengan keunggulan yang relatif sama dan biaya yang lebih murah maka penggunaan khitosan pada ikan asin diharapkan dapat menggantikan pengawet ikan asin yang mengandung zat kimia (Antara. limbah tersebut merupakan sumber potensial pembuatan kitin dan khitosan. 2. timah. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin. ginjal. dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman. 2006). sistem saraf pusat. Dengan mengguanakan Kitosan sebagai bahan pengawet kayu dari limbah cangkang udang ini. Sebab. Reuse Kitosan dari limbah dari bidang perikanan. 3.dapat digunakan sebagai agensia penggumpal dalam penanganan limbah terutama limbah berprotein yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang tentu tidak mengurangi bahan-bahan yang berbahaya bagi tanaman. Sugeng sebagai peneliti THP FPIK-IPB mengatakan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara.

pengecilan ukuran. Industri Tekstil. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan sangat aman bagi tumbuhan . e. Industri Kosmetika. Kitin dan turunannya (karboksimetil kitin. Jika larutan ini dipintal dan dimasukkan dalam etil asetat maka akan terbentuk serat tenun yang potensial untuk industri tekstil.5 – 6. Peternakan). Pada industri film untuk fotografi. pencucian. tidak toksik. Dengan kandungan proteinnya. radang usus dan sakit tulang. Kitin dan kitosan dapat digunakan sebagai bahan pemercepat penyembuhan luka bakar. Kini telah dikembangkan produk baru shampoo kering mengandung kitin yang disuspensi dalam alkohol. Industri Pengolahan Pangan. hidroksietil kitin dan etil kitin) dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan benang operasi. c. b. maka akan menstimulir pertumbuhan mikrobia mikrobia yang dapat mengurai jamur. Hasilya dapat langsung diolah menjadi kitosan melalui proses deasetilisasi. Misalnya larutan 0. Benang operasi ini mempunyai keunggulan dapat diurai dan diserap dalam jaringan tubuh. Serat tenun dapat dibuat dari kitin dengan cara membuat suspensi kitin dalam asam format. Kitosan mempunyai sifat antimikrobia melawan jamur lebih kuat dari Kitin. dapat disterilisasi dan dapat disimpan lama. Pada kerajinan batik. Recycle Recycle limbah cangkang udang dimulai dengan proses pembuatan kitin yang dilakukan dengan cara pengeringan. f. Misalnya untuk menyembuhkan influenza. Lalu kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik yang mengandung protein yang diperlukan oleh tumbuhan. lebih baik dari yang terbuat dari tulang rawan.Pakan ternak yang dihasilkan dari limbah Kitosan ini dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak-ternak (bid. Bidang Fotografi. pencucian. Kitin dan Kitosan dapat diterapkan di bidang industri maupun bidang kesehatan.4% kitosan jika disemprotkan pada tanaman tomat dapat menghilangkan virus tobacco mozaik. Shampoo ini mempunyai kelebihan dapat meningkatkan kekuatan dan berkilaunya rambut. Industri Fungisida. maka pakan ternak yang dihasilkan baik untuk diberikan kepada hewan ternak. a. 4. pengeringan dan penepungan hingga menjadi kitosan bubuk. d. Selain itu Kitosan juga dapat disemprotkan langsung pada tanaman. Jika Kitosan ditambahkan pada tanah. karena adanya interaksi antara polimer tersebut dengan protein rambut. maka dari larutan ini dapat dibuat film untuk berbagai kegunaan. . Bidang Kedokteran/Kesehatan. Jika kitin dilarutkan dalam larutan dimetilasetamida LICI.selain mengandung gizi yang penting serta ramah lingkungan karena dengan kandungan protein yang terkandung dapat memperbaiki atau membuat struktur tanah menjadi lebih subur. deproteinisasi dengan NaOH.0 % garam kitosan. Termasuk pembuatan lotion dan shampoo cair yang mengandung 0. Selain itu juga sebagai bahan pembuatan garamgaram glukosamin yang mempunyai banyak manfaat di bidang kedokteran. kemudian ditambahkan triklor asam asetat dan segera dibekukan pada suhu 20 derajat C selama 24 jam. penambahan tembaga kitosan dapat memperbaiki mutu film yaitu untuk meningkatkan fotosensitivitasnya. pasta kitosan dapat menggantikan ”malam” (wax) sebagai media pembatikan.

menstruasi serta di duga bersifat karsinogen. Penelitian yang diuji cobakan pada ikan asin ini menunjukkan hasil yang setara. Jika kandungan formalin yang terdapat pada makanan tersebut mencapai 6 gr/kg maka membahayakan kesehatan manusia (Radar Yogya. pankreas. Pada pemanasan tinggi kitin akan menghasilkan pyrazine yang potensial sebagai zat penambah cita rasa. 2005). efek sampingnya akan terlihat setelah jangka panjang. 2003). Kitin dan khitosan adalah salah satu bahan dasar dalam berbagai bidang seperti biokimia. dan bahan ini tidak beracun serta dapat terurai di alam (Kompas. saat ini timnya sudah berhasil membuat kitin dan khitosan (gklinis. ikan segar dan ayam potong (POM.599 ton atau hanya 660 kg per hektar. Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. yakni dengan mengelola limbah cangkang udang menjadi kitin dan khitosan.com/2008/12/21/limbah-cangkang-udang-menjadi-kitosan/ Boy Macklin “Limbah Cangkang Udang Menjadi Kitosan” Indonesia merupakan salah satu negara pemasok udang terbesar di dunia. Mikrokristalin kitin jika ditambahkan pada adonan akan dapat meningkatkan pengembangan volume roti tawar yang dihasilkan. Menurut Sugeng efek yang ditimbulkan khitosan lebih kecil bahkan hampir tidak ada apabila dibandingkan dengan formalin. Untuk menanggulangi penggunaan formalin sebagai bahan pengawet maka dicarilah pengawet makanan alternatif pengganti formalin. Padahal limbah cangkang udang dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Saat ini pengolahan limbah cangkang udang di Indonesia masih belum maksimal. http://onlinebuku. Tahun 2005 pada areal 397. Selain itu juga sebagai pengental dan pembentuk emulsi lebih baik dari pada mikrokristalin sellulosa. Menurut Jamal Basmal sebagai pimpinan tim PRPP-Sosek. 2006). Efek yang dapat ditimbulkan antara lain mata berair. hati.553 ton atau 690 kg per hektar.852 ha serta volume produksi sebanyak 416. maka keduanya dapat digunakan sebagai media pewarnaan makanan. karena terjadi akumulasi formalin pada tubuh. seperti formalin. 2003). antara ikan asin dengan formalin dan . BRKP dan DKP.850 ha dan 281.475 ha dengan produksi 226. tekstil dan sebagainya. 2006).847 ha dengan volume produksi 191. Dari data Direktorat Jenderal Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa areal tambak udang nasional pada tahun 2003 seluas 478. Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air. tahu. diantaranya mie basah. gangguan pada pencernaan.901 ton.723 ton atau 400 kg per hektar. Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin. Salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti formalin adalah khitosan. salah satunya adalah sebagai pengawet makanan non kimia. hal ini diungkapkan oleh Sugeng Heri Suseno selaku ketua peneliti THP FPIK-IPB.616 ton (Prasetiyo. Makanan yang beredar di pasaran sering mengandung formalin. Untuk tahun 2004 di targetkan pada areal 328. hanya terbatas pada campuran pakan ternak. ginjal. 2006). Selama ini makanan yang beredar di masyarakat banyak menggunakan pengawet makanan yang mengandung zat kimia. Jika digunakan sebagai pengawet maka ditambahkan metanol hingga 15% (Pemkotmalang. hingga tahun 2009 ditargetkan luas areal budidaya udang mencapai 851. Hal itu dikarenakan dalam limbah cangkang udang mengandung polimerglukosamina (kitin). Khitosan mempunyai banyak kegunaan. enzimologi. sistem saraf pusat.Karena sifat kitin dan kitosan yang dapat mengikat air dan lemak. pertanian.475 ha dengan produksi 251. Tahun 2006 seluas 480. ikan asin.

tahu banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan hampir setiap hari dijumpai dalam menu keluarga. 2005). 2005). Mengenai pertanyaan apakah khitosan juga dapat diberlakukan pada produk selain ikan asin. http://falkhi. Sehingga tidak jarang para pembuat tahu menggunakan bahan pengawet kimia untuk mencegah kerusakan pada tahu. Khitosan yang terbukti efektif sebagai pengawet makanan non kimia pada ikan asin diharapkan juga dapat digunakan sebagai pengawet makanan non kimia pada makanan lain seperti tahu. Selain rasanya enak.com/2010/12/limbah-cangkang-udang-sebagai-pengawet. Namun dikarenakan tahu mengandung kadar air yang tinggi. 2005). maka tahu mudah rusak (Republika. Sebagai salah satu produk pangan sumber nabati.html . Hal itu dikarenakan setiap bahan pangan harus menggunakan bahan pengawet yang sesuai. Banyaknya konsumen tahu di Indonesia menjadi alasan untuk meneliti keefektifan khitosan sebagai pengawet makanan non kimia pada tahu.ikan asin dengan khitosan. Sugeng sebagai peneliti THP FPIK-IPB mengatakan perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut (Antara. Terlebih lagi kemudahan dalam mengenali ciri-ciri tahu yang baik dibandingkan makanan lain. bakso dan ikan segar. Dengan begitu tahu bisa awet dalam waktu yang lama.blogspot. mie basah. Dengan keunggulan yang relatif sama dan biaya yang lebih murah maka penggunaan khitosan pada ikan asin diharapkan dapat menggantikan pengawet ikan asin yang mengandung zat kimia (Antara. produk tahu mudah diolah menjadi masakan serta harganya relatif murah.

1 Mei 2011 pukul 11:30 Bynes.detik. Budi. 11 Mei 2011 pukul 19:40 Cities”.”Menilik Pro-Kontra Pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya”.30 Hakim.com/tag/surabaya/) Senin. 14 Mei 2011 pukul 10.”Fakta-fakta Tol Tengah di Kota-kota Besar di Luar Negeri”.yahoo.com/2011/01/09/toltengah-untuk-siapa/) Sabtu.diunduh (http://www.vistapulsa.wordpress. 11 Mei 2011 pukul 19:40 Faiz. Abdul. 9 Mei 2011 pukul 19.diunduh (http://rasanrasan.2011. 14 Mei 2011 pukul 10.diunduh Sugiharto.”Tol Tengah Kota dan Politik Lokal yang Sehat”. “Removing Freeways Restoring (http://www.45 Preservation Institute.kompasiana.com/lihat/berita/51619/menilik-pro-kontra-pembangunan-tol-tengah-kotasurabaya) Senin.com/freeways/) Selasa.antarajatim.com/mencarititik-tengah-tol-tengah-kota.diunduh (http://groups.html) Minggu.com/group/tionghoa-net/message/89327) Selasa.”HIPMI JATIM : Pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya Harus Menguntungkan Semua Pihak”. Januar. 9 Mei 2011 pukul 19.2011.com/read/2011/02/10/135001/1568621/466/gubernur-beri-sinyaltol-tengah-tetap-dibangun-alternatif-atas-sungai) Sabtu.com/hileudnews?title=Fakta-fakta+Tol+Tengah+di+Kotakota+Besar+di+Luar+Negeri&id=495621 .”Tol Tengah untuk Siapa?”. Alternatif di Atas Sungai”.2011.45 Lazuardi.diunduh (http://surabaya.diunduh (http://hileud. Adi.”Gubernur Beri Sinyal Tol Tengah Tetap Dibangun.30 Prarismawan.diunduh (http://www.DAFTAR PUSTAKA Adi. “Mencari titik tengah tol tengah kota”.2007. Amanda.2011.preservenet.2010.2011. Ahmad.2011.diunduh (http://metro. Aji.

. Maka dari itu masyarakat umum perlu mengetahui hal ini agar limbah kulit udang di lingkungan sekitar mereka dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan. Peneliti mengembangkan zat yang terkandung dalam limbah kulit udang agar bisa diolah lebih lanjut dan bervariasi. III.2. Limbah kulit udang mengandung zat khitosan yang gunanya bisa bermacam-macam seperti yang telah dibahas dalam pembahasan.1. Kesimpulan Limbah kulit udang merupakan suatu limbah yang tidak terpakai tetapi dalam pembahasan di atas telah disebutkan bahwa limbah kulit udang ini banyak manfaatnya.BAB III Kesimpulan dan saran III. Saran • • • Seharusnya ada kerjasama antara peneliti dengan penambak udang agar guna dari limbah kulit udang ini. Pemerintah juga mendukung adanya riset dari limbah kulit udang ini berupa dana maupun fasilitas agar limbah dapat dioptimalkan penggunaannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->