P. 1
DEPRESI

DEPRESI

|Views: 84|Likes:
Published by Annissa Syaira

More info:

Published by: Annissa Syaira on Dec 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2015

pdf

text

original

DEPRESI

Menentukan tanda dan gejala
tidak

Diagnosis Apakah os punya Episode Depresi mayor

Diagosa alternatif

terapi

Tanda dan Gejala

Terkadang tidak tampak gangguan mood, akan tetapi gejala somatic tampak lebih dominan. Biasanya menunjukkan gejala fatique, gangguan gastrointestinal, nyeri pada bagian tubuh belakang dan bingung

Episode depresi mayor
-Depresi mood lebih dari satu hari -Aktifitas yang berkurang -Psikomotor agitasi/ retardasi -Insomnia/ hiperinsomnia -Hilang semangat -Hilang konsentrasi -Keinginan untuk mati, bunuh diri

TERAPI Modalitas terapi yang dapat digunakan pada fase akut depresi Psikoterapi Farmakoterapi Kombinasi psikoterapi dan farmakoterapi ECT .

Ada beberapa cara atau terapi yang dapat digunakan Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI) Dopamine norepinephrine reuptake inhibitor Norepinephrin dan spesifik serotoninergic antidepressant(NaSSA) Selectif norepineprin reuptake inhibitor Selektif serotonin reuptake enhancer(SSRE) Serotonin & norepinephrine reuptake inhibitor ( SNRI) Serotonin modulators Tetracycline antidepressant Tricyclic antidepressant (TCA) Reversibel inhibitor of monoamine oxidase type A (RIMA) .

Dopamine Norepinephirine Reuptake Inhibitor (Bupropion) Alternative pengobatan pada pasien gangguan perkembangan seksual Aktivitas : menghambat re uptake dopamine dan merusak blocker nor ephineprine dan serotonin reuptake Efek : pengurangan gejala depresi Onset : 4 minggu .FARMAKOTERAPI 1.SSRI Terapi pilihan pada depresi mayor Aktifitasnya menghambat reuptake serotonin Efek yang diharapkan pengurangan gejala depresi 2.

Reboxetin Menghambat norepinefrin.3. merusak serotonin reuptake dan tidak signifikan terhadap reseptor muskarinic Efek: mengurangi gejala depresi .

.4.SNRI ( Duloxetine dan Venlafaxine) Venlafaxine adalah pilihan pada pasien depresi dan anxietas Efek:Mengurangi gejala depresi Onset: Kurang dari 1 minggu.

PEMANTAUAN SETELAH TERAPI FASE AKUT Monitoring efek obat. respon terapi Mengetahui derajat bahaya pada pasien Monitoring gejala symptomatic dan status fungsional .

ANSIETAS .

kaku otot Kegelisahan Mudah lelah Sulit konsentrasi ..GAD Gejala gejala tubuh multipel yang tidak diterangkan Kecemasan yang berlebihan Orang – orang yang mengalami kesulitan untuk mengendalikan kecemasan Insomnia Tidak peka terhadap rangsangan .

berkeringat ..PANIC DISORDER Pusing Nyeri dada atau tidak nyaman.gangguan pencernaan - Menggigil. pernapasaan dangkal Palpitasi atau takikardi Mual.

suatu hubungan.SAD .Ketakutan yang mentap pada saat berada dalam masyarakat . atau suatu fobia .Ketakutan yang luar biasa yang bercampur dengan fungsi normal.Berkeringat -Palpitasi . aktivitas sosial.

TERAPI TERAPI NON FARMAKOLOGI EDUKASI TEKNIK RELAKSASI PERUBAHAN GAYA HIDUP .

menemukan dasar gejala dan teknik teknik untuk memastikan diagnosa monitoring panik secara berkala Relaksasi pernafasan Pernafasan perut membnatu mengontrol fisiologi yang overaktif Perubahan struktur kognitif investigasi dan menjauhi ketakutan dari kesalahan interpretasi dari sensasi tubuh Mengajari pasien bagaimana berpikir tentang suatu situasi yang berbeda.TERAPI NON FARMAKOLOGI CBT Merupakan Psikoedukasi Mengidentifikasi gejala gejala. .

FARMAKOTERAPI Hal-hal yang harus doperhatikan * Usia pasien Respon terapi Harus diperhatikan bahwa respon terapi akan menunjukkan hasil yang berbeda pada tiap orang Resiko terjadinya overdosis dan merugikan diri Toleransi obat * Harga .

.Benzodiazepin Aksi = meningkatkan GABA yang merupakann neurotransmiter utama dalam otak Mengurangi transmisi neural CNS Menyebabkan ketergantungan Dianjurkan untuk terapi jangka pendek Digunakan dengan hati hati pada pasien yang memilki riwayat penyalahgunaan obat.

farmakoterapi TCA HYDROXYZINE MAOI BETA BLOKER ANTIKONVULSAN .

Kurang Perhatian/Gangguan Hiperaktif (ADHD) .

GEJALA Hiperaktif Bersikap tanpa berpikir Melamun Tidak pernah istirahat Banyak bicara .

GEJALA Tingkah laku agresif Pendidikan akademis yang kurang Sulit diatur Kesulitan dalam menyelesaikan tugas .

.DIAGNOSIS ≥ 6 gejala spesifik yang ada dan cukup untuk menyebabkan maladapatasi dan tidak konsisten dengan umur waktu berkembang.

pekerjaan (tidak termasuk perilaku oposisi atau gagal memahami instruksi) Tidak suka mengerjakan tugas yang memerlukan mental (pekerjaan rumah.) Mudah bingung akibat rangsangan dari luar Lupa pada kegiatan sehari – hari. . dll. buku. pensil. pekerjaan sekolah) Kehilangan sesuatu yang penting untuk tugasnya dan aktifitas (mainan.Tipe perilaku kurang memperhatikan Membuat kecerobohan pada tugas sekolah dan aktifitas lain Sulit menahan perhatian pada tugas atau aktifitas bermain Tidak melihat waktu mendengar saat berbicara langsung Tidak mengikuti instruksi dan gagal dalam menyelesaikan tugas sekolah.

Kesulitan bermain atau mengerjakan aktifitas pada waktu Luang secara sunyi Selalu berjalan atau bergerak. seolah olah dikemudikan seperti motor . Meninggalkan tempat duduk dalam ruang kelas atau saat lain dimana dibutuhkan situasi duduk Berlari atau memanjat yang berlebihan pada situasi yang tidak tepat.Perilaku hiperaktif Bingung. kaki dan tangan menggeliat saat memngambil posisi duduk.

Perilaku Impulsif Memberikan jawaban yang Kabur sebelum pertanyaan diselesaikan Sulit dalam menunggu giliran Menyela atau mengacau (menyela pembicaraan orang atau permainan) .

a tidak terjadi secara terpisah selama mengalami gangguan perkembangan. social dan pelajaran Gejal.Kriteria tambahan penting untuk mendiagnosis ADHD Onset sebelum umur 7 tahun Durasi ≥ 6 bulan Terjadi pada ≥ 2 tempat (sekolah atau rumah) memiliki hasil buruk pada pendidikan akademis. . skizofrenia atau gangguan psicosis lain.

TERAPI NON FARMAKOTERAPI * EDUKASI FARMAKOTERAPI Atomoxetine Buprapion Clonidine TCA .

AUTIS .

mengepak-ngepakkan telapak tangan dan lengan. mengibaskan jari. bergaya. memutar-mutar) Gerakan berulang-ulang (contoh memutar. menepuk.GEJALA AUTIS GEJALA AUTIS Lebih suka menyendiri Ketertarikan yang aneh terhadap objek (contoh pakaian. membenturkan kepala) Sedikit kontak mata Ketidakacuhan terhadap nyeri Reaksi terhadap rangsangan bisa jadi ekstrim Tidak bisa nyaman ketika sakit . berjalan dengan jempol kaki.

GEJALA AUTIS Echolalia Meminta hal yang sama Retardasi mental Bisa terjadi kejang Perkembangan kognitif tidak seimbang Mungkin terdapat sedikit fungsi yang lebih baik (contoh anak bisa memiliki pemikiran abstrak yang baik tetapi buruk di memori dan sifat Gejala awal termasuk tidak respon saat dipanggil dan tidak unjuk .

DIAGNOSA Triase diagnostik Defisist sosial Defisit berbahasa Perilaku yang aneh dan ketertarikan yang tidak biasa .

Strategi penguatan positif sebaiknya digunakan. Seharusnya dimulai sesudah perkiraan karakteristik perilaku anak dan lingkungan. Kemampuan sosial sebaiknya diperoleh sebagai bagian dari rencana perbaikan perilaku.TERAPI 1. perawat dan guru seharusnya dilatih untuk melaksanakan strategi perilaku pada semua lingkungan si anak. TATA LAKSANA PERILAKU Lebih efektif ketika dimulai lebih awal dan dan digunakan secara konsisten Penguatan perilaku yang diinginkan menggunakan teori psikologi tingkah laku. Melaksanakan latihan perilaku dan protokol pengaturan dirumah dan sekolah. . Orang tua.

edukasi.PENATALAKSANAAN MEDIS Tidak ada obat-obatan farmakologis yang bisa mengibati autis. Pengobatan lebih bermanfaat ketika digunakan dengan perkembangan. terapi perilaku dan perbaikan. Tidak ada obat-obatan tunggal yang secara konsisten berguna dengan austic spectrum disorder (ASD) .

Tujuan Farmakoterapi Mengurangi gejala utama Mencegah perilaku agresif dan melukai. Memudahkan intervensi Meningkatkan manfaat intervensi non medis Memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarganya .

Penyakit Alzheimer dan dementia .

Dapat terjadi pada penyakit Alzheimer. kapasitas untuk belajar. Kesadaran berfikir kurang efektif. Memikir koprihensi (kekuatan untuk mengerti). stroke dan penyakitpenyakit lainnya yang mempengaruhi fungsi otak. bahasa. kemampuan memutuskan sesuatu perkara dari suatu hal yang dilihat dan yang telah ditugaskan untuk menyelesaikannya.DEMENSIA merupakan suatu gejala klinis yang disebabkan penyakit otak yang ditandai dengan melemahnya bermacam-macam fungsi dari cortex cerebri yang meliputi memori/mengingat. kurangnya rasa sosial dan motivasi. orientasi (mengetahui posisi dlam waktu dan ruang). kalkulasi. memutuskan sesuatu hal. . Biasanya didahului atau diikuti kontrol emosi yang berkurang.

Setelah hilangnya daya ingat pasien dapat juga menderita gangguan dalam berbicara.AD (alzheimer disease) Lebih sering disebabkan oleh dementia. Biasanya diikuti dengan proses hilangnya memori/ingatan secara lambat. satusatunya dapat dijumpai pada pasien dibawah usia 50 tahun dan karena faktor keturunan dijumpai pada pasien dibawah usia 60 tahun. Biasanya dijumpai pada pasien diatas usia 60 tahun. Beberapa tahun kemudian terlihat adanya gejala-gejala melemahnya daya ingat karena faktor-faktor lingkungan. melemahnya kemampuan untuk memutuskan suatu perkara dari sesuatu hal yang dilihat dan hilangnya kemampuan fungsi untuk memutuskan suatu perkara yang telah ditugaskan untuk menyelesaikannya .

DIAGNOSA Penilaian yang teliti terhadap tindakan-tindakaN medis. neurologik. kejiwaan. Meninjau kembali secara teliti gejalagejala prilaku yang menyimpang dan melemahnya daya ingat dari pasien dan pelayanan yang diberikan . pemberian obat-obatan dan riwayat hubungan kemasyarakatan.

vit B12 dan kadar folat. dan tes serology syphilis (kalau diduga ada penyakit syphilis).Pemeriksaan fisik Singkirkan penyebab-penyebab yang dapat dirawat yang menimbulkan dementia. . tes fungsi ginjal. fungsi tiroid. Gambaran saraf (MRI dan CT Scan). Test diagnosis CBC (complete blood cell count). Test Neuropsychologis (untuk mengetahui hubungan antara fungsi otak dengan prilaku pasien). LFT (left fronto transverse). serum elektrolit. kadar gula darah.

Pemeriksaan mental pasien.Pemeriksaan keadaan mental dan prilaku Skor interprestasi harus juga melibatkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penampilan pasien. .

TERAPI NON FARAMAKOTERAPI TERAPI DAYA INGAT TERAPI PERILAKU .

TERAPI FARMAKOTERAPI inhibitor cholinesterase VITAMIN E ] SELEGILINE .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->