AKUNTANSI PENDIDIKAN

Dalam Rangka Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Tugas Pembiayaan Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Riau
Oleh : Kelompok 9

Dewa Sumarta Kelas D PPS Dumai semester 2

UNIVERSITAS RIAU 2011

semoga tulisan ini bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca semua pada umumnya dan juga agar lebih memahami tentang peran dan sikap pengelola pendidikan dalam memahami pembiayaan pendidikan yang dalam hal ini membahas tentang Akuntansi Pendidikan dalam proses pengelolaan pendidikan khususnya di sekolah. Namun penyusun menerima saran dan kritikan konstruktif dari pembaca dengan senang hati. Akhir kata. dan para pengikutnya. baik dari isi maupun maupun dari kualitas. Dan tugas ini merupakan bagian proses pembelajaran yang dianggap penting dan selalu di hadapi sebagai pengelola pendidikan.Kata Pengantar Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang tiada hentinya memberikan petunjuk. Penyusun menyusun ringkasan ini dengan baik. Tak lupa Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw. keluarga. Dumai. Judul dari makalahya adalah “Akuntansi Pendidikan” Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembiayaan Pendidikan. Dengan segala rasa syukur yang tinggi penyusun berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dosen mata kuliah Pembiayaan Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Riau yaitu membuat makalah yang berkaitan dengan Pembiayaan Pendidikan. sahabat. 22 Oktober 2011 Penyusun . rahmat dan karunia-Nya.

........ Identifikasi Masalah....................................... DAFTAR ISI............ Siklus akuntansi Pendidikan................................................................... Saran ........................................................................................................................................................................ Laporan Keuangan dalam Akuntansi pendidikan........................................................................................................................ B........................................................... Kesimpulan............. BAB III A............................................................................................................................................................... Pengertian Akuntansi.. Sistematika..............................i BAB I PENDAHULUAN A.......................................................................................................................................................... BAB IV KESIMPULAN A........................................................................................ Kerangka Pemikiran........................ Tujuan.......................................... ................................ B.. .......................................... D...................................................................................... F............................................................................ E...................... Metodologi................. B....................................................................... Pengertian Pendidikan........ Definisi dari Sudut Pandang Proses Kegiatan..................................................................... C................................................. BAB II LANDASAN TEORITIS A.............. B.................... C.........................................................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR........................... Latar Belakang Masalah.....

Persaingan ini sering tidak diiringi dengan peningkatan kualitas sekolah yang bersangkutan. Dengan di berlakukannya otonomi daerah. Namun semenjak diberlakukannya otonomi daerah di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. maupun lulusan sekolah tersebut. Sektor pendidikan merupakan investasi dalam pengelolaan dan pembinaan sumber daya manusia agar mampu mengolah sumber daya alam secara optimal untuk kemajuan daerah. belum terlihat perubahan dan dampak yang signifikan bagi perkembangan serta peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat di bidang pendidikan. Oleh karena itu. baik pengajar. mengingat pengelolaan sektor ini memerlukan perspektif jangka panjang. Namun. Latar Belakang Masalah Era pasca reformasi melahirkan kembali semangat demokratisasi. Dalam era otonomi daerah. Apabila . kesehatan. sarana dan prasarana.1. Pemerintah daerah pada umumnya terpaku pada pembangunan secara fisik semata dan keuntungan jangka pendek. pendidikan. seperti system birokrasi pemerintah. Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki wewenang seluas-luasnya untuk mengembangkan sektor pendidikan. Padahal. Otonomi telah membawa jiwa dan semangat dalam desentralisasi. Sekolah harus menggunakan dana seefektif dan seefisien mungkin demi peningkatan dan pelayanan dan kualitas pendidikan sekolah. industri dan sektor lainnya. Jika kita perhatikan desentralisasi dalam otonomi daerah berarti ada pelimpahan wewenang dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk menangani beberapa sector. Salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius adalah sektor pendidikan. secara otomatis masing-masing daerah berlomba-lomba meningkatkan pendapatan daerahnya dengan berbagai usaha termasuk di bidang pendidikan. warna dan corak pendidikan di daerah tergantung pada komitmen dan kepedulian Bupati/Walikota sebagai Kepala Pemerintah Kabupaten/Kota. akuntabilitas dan tranparansi dalam setiap aspek kehidupan manusia. terjadi persaingan antara sekolah swasta dan publik. hal itu tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur atas kualitas suatu sekolah. Terbatasnya alokasi dana dari pemerintah adalah suatu kendala yang tak urung membuat kualitas pendidikan sekolah belum juga beranjak. pemerintah daerah memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. pariwisata. Selanjutnya dalam pelayanan dan penyediaan pendidikan.

sarana dan prasarana. terjadi persaingan antara sekolah swasta dan publik. 1. Apabila dana dari pemerintah tidak mencukupi. Dalam menghadapi tantangan tersebut. Dengan pengelolaan dana yang transparan. Namun. professional dan kompetitif. sekolah dapat mengupayakan melalui dana dari masyarakat. Persaingan ini sering tidak diiringi dengan peningkatan kualitas sekolah yang bersangkutan. Pengelolaan dana harus dilandasi semangat akuntabilitas dan transparansi. Pengelolaan dana harus dilandasi semangat akuntabilitas dan transparansi. masyarakat dapat mengetahui ke mana saja dana sekolah tersebut dibelanjakan. Sekolah harus menggunakan dana seefektif dan seefisien mungkin demi peningkatan dan pelayanan dan kualitas pendidikan sekolah. baik pengajar. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dijelaskan bahwa akuntansi pendidikan merupakan faktor yang sangat penting didalam upaya mencapai hasil yang baik bagi pengelola pendidikan didalam melaksanakan pengembangan pendidikan yang bermutu. Dalam pelayanan dan penyediaan pendidikan. Terbatasnya alokasi dana dari pemerintah adalah suatu kendala yang tak urung membuat kualitas pendidikan sekolah belum juga beranjak. maupun lulusan sekolah tersebut. Seiring dengan berjalannya otonomi daerah. Apakah akuntansi sektor pendidikan tersebut yang menjadi pemahaman dasar yang harus di pahami bagi pengelola pendidikan ? .2. Dalam hal ini penulis mengidentifikasi masalah dari akuntansi pendidikan sebagai berikut : 1. pendidikan menjadi pijakan dan arah roda perjalanan bangsa ini. Dengan pengelolaan dana yang transparan.dana dari pemerintah tidak mencukupi. berlangsung pula globalisasi di mana tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini ke depan akan semakin berat. masyarakat dapat mengetahui ke mana saja dana sekolah tersebut dibelanjakan. sekolah dapat mengupayakan melalui danan dari masyarakat. hal itu tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur atas kualitas suatu sekolah.

Kerangka Pemikiran Akuntansi Pendidikan adalah proses pencatatan.5. Mengusulkan langkah-langkah yang tepat dengan penerapan akuntansi pendidikan sehingga ketercapaian program pendidikan dapat terukur dengan baik. Apakah peran dan fungsi akuntansi pendidikan dalam dunia pendidikan ? 1. 1. pelaporan. 2. Pemikiran Penulis mencoba untuk belajar mengungkapkan hasil pemikiran penulis pribadi dan kemudian dituangkan pada makalah ini.jurnal serta pendapat dan buku yang ada baik melalui media cetak yang berhubungan erat dengan penyusunan makalah ini. penulis menggunakan beberapa metode antara lain : 1. Metodologi . Selain itu penulis juga memanfaatkan perkembangan teknologi.3 Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah untuk: a. dengan browsing internet untuk mencari artikel yang berkaitan dengan akuntansi pendidikan baik yang tertulis dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.4. Menyarankan strategi apa yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan pendidikan c. Mengidentifikasi masalah – masalah yang dihadapi dalam pengelolaan pendidikan b. dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi dalam bidang pendidikan 1. penulis membaca buku-buku. jurnal. peringkasan. penggolongan. Studi Pustaka Pada metode ini. . Untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan.2.

yang diawali dengan kata pengantar kemudian daftar isi. Pengertian Pendidikan. kerangka pemikiran makalah.6. Dalam Bab II (Landasan Teoritis) terdiri dari Pengertian Akuntansi . Dalam Bab IV (Kesimpulan dan Saran). Dalam Bab III ( Peran dan Fungsi Akuntansi dalam Dunia Pendidikan ) terdiri Siklus Akuntansi Pendidikan. 2. Sistematika penulisan dalam makalah ini terdiri dari lima Bab. Dalam Bab I (Pendahuluan) terdiri dari latar belakang masalah. Laporan Keuangan dlam Akuntansi Pendidikan 5. . Definisi dari sudut pandang Proses Kegiatan 4. disini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran dari saya untuk kajian makalah ini. tujuan penulisan. Sistematika 1. metode penulisan 3. identifikasi masalah.1.

analis keuangan menggunakan akuntansi untuk dasar menyatakan opini (pendapat) terhadap investasi yang akan direkomendasikan. yaitu proses pencatatan. Akuntansi adalah suatu proses.Pengertian Akuntansi Akuntansi merupakan kumpulan konsep dan teknik yang digunakan untuk mengukur dan melaporkan informasi keuangan dalam suatu unit usaha ekonomi. analisis keuangan dankaryawan. . Untuk mengetahui akuntansi secara lebih mendalam sebaiknya mengerti terlebih dahulu definisi atau batasan akuntansi. Berikut di bawah ini adalah beberapa definisi akuntansi: AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) pada tahun 1941.pemilik. kreditur berkepentingan terhadap kemampuan bayar terhadap kewajiban perusahaan dalam menyelesaikan pinjamannya. Informasiakuntansi sangat potensial untuk dilaporkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.1. mendefinisikan akuntansi sebagai : “seni mencatat. Investor tentunya dalam ekspektasi dan harapanterhadap hasil investasinya dalam bentuk hasil usaha dan keuntungan (deviden). 2. pemerintah. karyawan berharap ingin bekerja di perusahaan yang mampu untuk mendukung pengembangan karir dan penghasilan yang lebih baik. serta menafsirkan hasilhasilnya.” Dari definisi ini ada 3 aspek penting yaitu : 1. penggolongan dan peringkasan transaksi. Manajer perusahaan membutuhkan informasi akuntansi untuk pengambilankeputusan manajerial dan bisnis. kreditur. pemerintah memerlukan informasi terhadap pajak dan regulasi (peraturan).BAB II LANDASAN TEORITIS 2.seperti: manajer perusahaan. menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang. Akuntansi memproses transaksi keuangan dengan cara yang mempunyai pola tertentu (bukan sembarang atau acak-acakan) dan mengunakan satuan uang sebagai alat pengukur.

Fungsinya menyajikan informasi kuantitatif tentang lembaga-lembaga ekonomi. mengukur dan mengkomunikasikan informasi ekonomi untuk memperoleh pertimbangan dan keputusan yang tepat oleh pemakai informasi yang bersangkutan.” Dari definisi ini dapat ditarik pengertian bahwa : 1. Prosedur-prosedur yang digunakan dalam akuntansi adalah mencatat. adalah sebagai berikut : “proses mengenali . penggolongan dan peringkasanbelaka. pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi. menyajikan dan menafsirkan. bahwa informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan keputusan mengenai kesatuan usaha yang bersangkutan. dan menyajikan data keuangan haruslah disusun secara sistematis.” Definisi ini mengandung dua pengertian: 1. sehingga dapat digunakan untuk menafsirkan dan membuat analisis terhadap laporan yang dibuat. Definisi lain dinyatakan oleh Accounting Principles Board (APB) tahun 1970: “Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. penyajian. . melainkan meliputi juga penafsiran terhadap hasil dari prosesproses tersebut. bahwa akuntansi merupakan proses yang terdiri dari identifikasi. Mac Farland : “Akuntansi adalah suatu seni pencatatan. Sasaran dari akuntansi adalah data keuangan atau peristiwa yang bersifat finansial. Akuntansi tidak sekadar proses pencatatan. Prosedur mencatat. Dan definisi yang lainnya adalah menurut George A. 2. serta penafsiran secara sistematis dari data keuangan perusahaan atau perseorangan. Kegiatan Akuntansi. menggolongkan. 3. menggolongkan. terutama yang bersifat keuangan. penggolongan.” Definisi menurut American Accounting Association tahun 1966.3. Kegunaan Akuntansi. 2. yang bertujuan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis.

yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. beliefs. afeksi dan kognisi seseorang. akhlak mulia. pembuatan mendidik. 2." 2. via "educatio/nis". dan/latihan bagi peranannya di masa yang akan datang". b. . Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children).2. pengendalian diri. c. and skills. kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik. serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat d. Menurut Undang-Undang 1. Ensiklopedi Wikipedia : Education is a social science that encompasses teaching and learning specific knowledge. cara. pengajaran. Tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi. "to rear". 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.2 Pengertian Pendidikan Pendidikan dapat didefinisikan menurut berbagai panadangan definisi tersebut dapat di kategorikan sebagai berikut : a. 2 tahun 1989 : "Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan.. kepribadian. proses. Kamus Besar Bahasa Indonesia : "pendidikan n proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Bahasa Yunani : berasal dari kata Pedagogi. bringing up.Menurut bahasa (etimologi) 1. "to bring up". The word education is derived from the Latin educare meaning "to raise". kecerdasan. UU SISDIKNAS No. "to train". Menurut Kamus dan ensiklopedi 1. UU SISDIKNAS no. Definisi awam Definisi pendidikan secara awam adalah suatu cara untuk mengembangkan ketrampilan. raising.

4. kemauan dan watak. Bangsa Jerman : berasal dari kata Erziehung yang setara dengan educare. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti. April 2007) 2. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk . Menurut para ahli. Bahasa Romawi : berasal dari kata educare. Paulo Freire ia mengatakan. definisi pendidikan adalah "Berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik nalar peserta didik dan mengatur moral mereka" (Warta Politeknik Negeri Jakarta. 3. 8. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. yaitu : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan/potensi anak. 9. mengubah kejiwaan. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka. mematangkan perasaan. e. mengubah kepribadian sang anak. pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Bahasa Jawa : berasal dari kata panggulawentah (pengolahan). Rosseau : Mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anakanak.2. damana melalui praksis mengubah keadaan itu.Menurut para ahli pendidikan 1. Darmaningtyas mengatakan tentang difinisi pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang ledih baik. John Dewey. yaitu mengeluarkan dan menuntun. pikiran. 7. agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Heageveld : Mendidik adalah membantu anak dalam mencapai kedewasaan 4. 6. pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Bojonegoro : Mendidik adalah memeri tuntunan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapai kedewasaan 5. pikiran serta jasmani anak. dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan. mengolah. tapi dibutuhkan pada masa dewasa. Langefeld : Mendidik adalah membimbing anak dalam mencapai kedewasaan 3. tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia.

seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual. Definisi dari Sudut Pandang Proses Kegiatan Apabila ditinjau dari sudut pandang kegiatannya akuntansi dapat di definisikan sebagai proses pencatatan. Memeroses atau menganalisa data yang relevan c. pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental.menghasilkan kesinambungan social. Mengubah data menjadi informasi yang dapat di gunakan untuk pengambilan keputusan. Definisi ini menunjukkan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut berbagai kegiatan. peringkasan. Horne.Frederick J. Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang diambil b. 10. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. penggolongon. Pada dasarnya akuntansi harus: a. . Mc Donald. emosional dan kemanusiaan dari manusia. pelaporan.3. pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat 2.H. dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi. yang bebas dan sadar kepada vtuhan. 11.

metode-metode.BAB III PERAN DAN FUNGSI AKUNTANSI DALAM DUNIA PENDIDIKAN Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah menyediakan informasi kuantitatif. prinsip-prinsip akuntansi. Walaupun demikian. Siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam tiga tahap. Siklus akuntansi adalah proses penyediaan laporan keuangan organisasi selama suatu periode tertentu. yaitu penjurnalan tarnsaksi dan pemindahbukuan ke dalam buku besar. yaitu : . pencatatan. dan pemindahbukuan selama periode berjalan membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan pekerjaan di akhir periode. Dalam menyusun suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diterima secara umum. yaitu aktivitas pengumpulan dan penglahan data keuangan untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar-ikhtisar lainnya yang dapat digunakan untuk membantu para pemakainya dalam membuat atau mengambil keputusan. serta persiapan untuk pencatatan transaksi berikutnya. terutama yang bersifat keuangan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan. A. serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi dapat dibagi menjadi pekerjaan yang dilakukan selama periode berjalan. prosedurprosedur. Banyaknya langkah yang harus ditempuh pada akhir periode secara tidak langsung menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan dilakukan pada bagian akhir. dan penyiapan laporan keuangan pada akhir periode. Alur proses akuntansi pendidikan dimulai dengan pencatatan transaksi pertama sampai dengan penyusunan laporan keuangan dan penutupan pembukuan secara keseluruhan. Siklus Akuntansi Pendidikan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses akuntansi. Pekerjaan yang dilakukan di akhir periode termasuk juga mempersiapkan akun untuk mencatat transaksi-transaksi pada periode selanjutnya.

Laporan Keuangan Dalam Akuntansi Pendidikan Laporan Keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Jadi. Tahap pencatatan. ibarat sebuah foto. pembuatan neraca saldo setelah penutupan. komponen neraca meliputi Aset yang terbagi menjadi Aset Lancar dan Aset Tetap. Neraca. penyusunan kertas kerja. 3. laporan ini akan memberikan informasi tentang arus kas masuk maupun keluar dari institusi pendidikan yang berguna untuk memberikan gambaran mengenai alokasi kas ke dalam berbagai kegiatan institusi pendidikan. yakni dari kegiatan operasi. perubahan posisi kas dilihat dari 3 (tiga) sisi. Tahap pengikhtisaran. dan realisasi pembelanjaan. merupakan laporan yang menggambarkan kinerja keuangan suatu entitas. dilakukan penyusunan Laporan Surplus Defisit. laporan yang menggambarkan perubahan posisi kas dalam satu periode akuntansi. kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran bukti transaksi serta bukti pencatatan. Laporan Surplus Defisit. dan investasi. B. Laporan keuangan menggambarkan pencapaian kinerja program dan kegiatan. dan Modal. . 2. Berikut merupakan komponen-komponen Laporan Keuangan : 1. kemajuan realisasi pencapaian target pendapatan. Laporan Arus Kas. dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Neraca. penyusunan neraca saldo berdasarkan akun-akun buku besar. kegiatan dalam tahap ini adalah sebagai berikut. pembiayaan. dalam tahap ini. Kewajiban yang terbagi atas Kewajiban Lancar dan Kewajiban Jangka Panjang. pembuatan ayat jurnal penutup. neraca merupakan sebuah gambaran posisi keungan dari suatu lembaga pada waktu tertentu. Laporan Arus Kas. neraca hanya menampilkan gambaran institudi pendidikan pada saat tanggal neraca saja. Tahap pelaporan. realisasi penyerapan belanja. dan membuat ayat jurnal pembalik. kinerja adalah kemampuan suatu lembaga dalam menciptakan pendapatan. pembuatan ayat jurnal penyesuaian. Pada umumnya. Dalam konteks ini. 3. Sesuai dengan namanya. Di dalam laporan ini.1. Kegiatan ini dilakukan dengan sarana buku harian atau jurnal untuk kemudian diposting berdasarkan kelompok ke dalam akun buku besar. 2.

terutama yang bersifat keuangan agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan. SARAN Dalam penulisan makalah ini penulis hanya membahas tentang Akuntansi pendidikan . Dari langkah –langkah yang diambil tersebut dapat menghasilkan sumber daya yang siap pakai. A. Setelah memperhatikan parameter yang ditentukan maka akuntansi pendidikan dapat memberikan informasi kuantitatif. tranparan. Namun penulis masih belum menyentuh pembahasan yang detil tentang indikator dan instrument yang harusnya di pakai dalam akuntansi pendidikan. professional.BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan pemahaman penulis Akuntansi Pendidikan adalah sesuatu yang dilakukan Pengelola pendidikan baik itu di tingkat daerah maupun pusat dalam proses penetapan kebijakan pendidikan sehingga terciptanya pembiayaan pendidikan yang efektif. kompetitif demi kemajuan pendidikan dalam jangka waktu yang ditentukan. Selanjutnya dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan baik dalam redaksionalnya maupun dalam susunannya . akuntabel. Kritik dan saran lebih lanjut sangat diharapkan penulis sehingga makalah ini menjadi lebih sempurna. tepat guna. efisien. .

Daftar Pustaka Bastian. Erlangga http://books.google.id/books?id=uW9K2kD7Sm4C&pg=PA222&dq=daftar+pustaka+akuntan si+pendidikan . Jakarta. Indra. 2006.co. Akuntansi Pendidikan.