Lanjutan dari : Kisah Nabi Muhammad SAW - Masa Kecil Nabi Muhammad Nabi Muhammad setelah berumur 12 tahun

di ajak pamannya untuk berdagang di negri syam. Dalam perjalanan ke sana, Seorang Pendeta Kristen menemui Nabi Muhammad dan Pamannya Abu Thalib. Pendeta kristen tersebut memberitahukan Abu Thalib bahwa menurut dia Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Akhir Jaman seperti yang di ramalkan baik di Injil maupun di Taurat. Selain itu Pendeta tersebut juga mengingatkan Pamannya untuk selalu menjaga Nabi Muhammad terutama dari orang-orang Yahudi karena mereka terkenal sering membunuh Nabi-nabi. Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh pendeta Kristen tadi, Abu Thalib segera mempercepat urusannya di Syam dan segera pulang ke Mekkah. Ketika Nabi Muhammad mencapai usia remaja, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Nabi Muhammad menemani pamannya, Abu Thalib berdagang ke arah Utara. Pada usia 20 tahun, Muhammad SAW mendirikan Hilful-Fudul, suatu lembaga yang bertujuan membantu orang-orang miskin dan teraniaya. Saat itu di Mekkah memang sedang kacau akibat perselisihan yang terjadi antara suku Quraisy dengan suku Hawazin. Melalui Hilful-Fudul inilah sifat-sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW mulai tampak, Karena aktivitasnya dalam lembaga ini, disamping ikut membantu pamannya berdagang, namanya semakin terkenal sebagai orang yang terpercaya. Relasi dagangnya semakin meluas karena berita kejujurannya segera tersiar dari mulut ke mulut, sehingga ia mendapat gelar Al-Amin, yang artinya orang yang terpercaya. Selain itu Nabi Muhammad juga terkenal sebagai orang yang adil dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Suatu ketika bangunan Ka’bah rusak karena banjir. Penduduk Mekkah kemudian bergotong-royong memperbaiki Ka’bah. Saat pekerjaan sampai pada pengangkatan dan peletakan Hajar Aswad ke tempatnya semula, terjadi perselisihan. Masing-masing suku ingin mendapat kehormatan untuk melakukan pekerjaan itu. Akhirnya salah satu dari mereka kemudian berkata, “Serahkan putusan ini pada orang yang pertama memasuki pintu Shafa ini.” Mereka semua menunggu, kemudian tampaklah Nabi Muhammad SAW muncul dari sana. Semua hadirin berseru, “Itu dia al-Amin, orang yang terpercaya. Kami rela menerima semua keputusannya.” Setelah mengerti duduk perkaranya, Nabi Muhammad SAW lalu membentangkan sorbannya di atas tanah, dan meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengah, lalu meminta semua kepala suku memegang tepi sorban itu dan mengangkatnya secara bersama-sama. Setelah sampai pada ketinggian yang diharapkan, Muhammad SAW meletakkan batu itu pada tempatnya semula. Dengan demikian selesailah perselisihan di antara suku-suku tersebut dan mereka pun puas dengan cara penyelesaian yang sangat bijak itu. Pada usia 25 tahun, atas permintaan Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar kaya raya, Nabi Muhammad SAW berangkat ke Suriah membawa barang dagangan saudagar wanita yang telah lama menjanda itu. Ia dibantu oleh Maisaroh, seorang pembantu lelaki yang telah lama bekerja pada Khadijah. Sejak pertemuan pertama dengan Nabi Muhammad

karena pada saat itu suku Quraisy memiliki adat dan budaya yang lebih menekankan perkawinan dengan gadis ketimbang janda. Tiba-tiba Malaikat Jibril muncul di hadapannya sambil berkata. Kekayaan istrinya digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk membantu orang-orang miskin dan tertindas. dan Fatimah. terdiri dari 2 anak lelaki bernama Al-Qasim dan Abdullah. Ia menyayangi orang-orang miskin. para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. ia lebih memilih untuk mendistribusikan keuangannya kepada hal-hal yang lebih penting. Dalam kehidupan rumah-tangganya dengan Khadijah. Nabi Muhammad SAW tidak menikah lagi sampai Khadijah meninggal. Ummu Kalsum. Walaupun harta kekayaan mereka semakin bertambah. Kedua anak lelakinya meninggal selagi masih kecil. pada tanggal 17 Ramadhan/6 Agustus 611. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. berkelakuan kasar dan lain-lain. Diriwayatkan pula bahwa Nabi Muhammad percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana. Khadijah yang berusia 40 tahun. Khadijah telah menaruh simpati melihat penampilan Nabi Muhammad SAW yang sopan itu.” Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab.SAW. Nufasah untuk menyampaikan isi hatinya kepada Nabi Muhammad SAW. Perbedaan umur yang sangat jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah. Yang hadir dalam acara itu antara lain Abu Thalib. Ia senantiasa pula dipercayai sebagai penengah bagi dua pihak yang bertikai di kampung halamannya di Mekkah. meminum minuman keras. ia melihat cahaya terang benderang memenuhi ruangan gua itu. Akhirnya Khadijah mengutus Maisaroh dan teman karibnya. Budak-budak yang telah dimiliki Khadijah sebelum pernikahan mereka. Muhammad tetap sebagai orang yang memiliki gaya hidup sederhana. Jibril lalu memeluk tubuh Nabi Muhammad SAW dengan sangat erat. Ruqayyah. Nabi Muhammad SAW sering berkhalwat (menyendiri) ke Gua Hira.” Mendengar jawaban Nabi Muhammad SAW. yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. “Iqra’ (bacalah). melamar Nabi Muhammad SAW untuk menjadi suaminya. salah satunya adalah Zaid bin Haritsah yang kemudian menjadi anak angkatnya. “Mâ anâ bi qâri’ (saya tidak dapat membaca). Sebaliknya istrinya pun ikhlas menyerahkan segalanya pada suaminya. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyakiti hati istrinya. dan 4 anak perempuan bernama Zainab. Menjelang usianya yang ke-40. ssebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah. saat Nabi Muhammad SAW berusia 50 tahun. Kekagumannya semakin bertambah mengetahui hasil penjualan yang dicapai Muhammad SAW di Suriah melebihi perkiraannya. Setelah bermusyawarah dengan keluarganya. Dari Pernikahannya dengan Khadijah. Waraqah bin Nawfal dan Abu Bakar as-Siddiq. tidak menjadi halangan bagi mereka. Suatu ketika. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi. sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq (Yang Benar). lamaran itu akhirnya diterima dan dalam waktu dekat segera diadakan upacara pernikahan dengan sederhana. semuanya ia bebaskan. Nabi Muhammad dikaruniai 6 orang anak. lalu melepaskannya dan kembali menyuruh Nabi Muhammad .

Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib. yang dalam tangan-Nya terletak hidup Waraqah. mulailah Rasulullah SAW berdakwah. Namun setelah dilakukan sampai 3 kali dan Nabi Muhammad SAW tetap memberikan jawaban yang sama. sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Setelah lebih tenang. dan Ummu Aiman. Mendengar cerita yang dialami Nabi Muhammad SAW. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu. pengasuh Nabi SAW sejak ibunya masih hidup. Dengan turunnya 5 ayat pertama ini. bangunlah. yang banyak mengetahui kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. mereka akan memusuhimu. Sungguh.” Sekujur tubuhnya terasa panas dan dingin berganti-ganti. selimuti aku. Al-Alaq 96: 1-5 Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan). atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari / masehi ) saat mendengar wahyu yang pertama ini. aku akan berjuang membelamu. istrinya. berarti Nabi Muhammad SAW telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi seorang rasul. lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah. . sekiranya aku dapat hidup pada hari itu. Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah. Khadijah mengajak Nabi Muhammad SAW datang pada saudara sepupunya. Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut. Kaummu akan mengatakan bahwa engkau penipu. sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Malaikat Jibril telah datang kepadamu. Untuk lebih menenangkan hati suaminya. Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah. dan mereka akan melawanmu. dan pakaianmu bersihkanlah. Waraqah bin Naufal. Mulamula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga dan rekanrekannya. Tuhan telah memilihmu menjadi nabi kaum ini. “Selimuti aku. Waraqah pun berkata. Kemudian Abu Bakar. “Aku telah bersumpah dengan nama Tuhan. dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah. Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini.SAW membaca. barulah ia bercerita kepada istrinya. dengan rasa ketakutan dan cemas Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah. Malaikat Jibril kemudian menyampaikan wahyu Allah SWT pertama.” Wahyu berikutnya yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMuddatsir: 1-7 : Hai orang yang berkemul (berselimut). saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun. bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya. Dialah yang pertama kali masuk Islam. bersabarlah.

Mulamula ia mengundang kerabat karibnya dalam sebuah jamuan. Dan (begitu pula) istrinya. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. jika aku berkata. Karena Nabi Muhammad SAW adalah orang yang terpercaya. sehingga mereka pun berkumpul di sekitar Nabi Muhammad SAW. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Sa’d bin Abi Waqqas. seperti.” Tapi khotbah ini ternyata membuat orang-orang yang berkumpul itu marah. Tidak ada Tuhan selain Allah. sebagian menolak dengan kasar. “Saudara-saudaraku. salah satunya adalah Abu Lahab.5: Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Ia pergi ke Bukit Shafa. Penyesalan kemudian tidak ada gunanya. dengarkanlah. mula-mula Nabi Muhammad SAW berkata. belasan orang telah masuk Islam. Keseluruh pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun alAwwalun. Zubair bin Awwam. Pada saat itu. turunlah ayat Al-Qur’an AL LAHAB 1 . Kejujuran saudara tidak ada duanya. mulai dari yang menentang dengan cara halus sampai dengan yang cara kasar. saudara akan terkena azabnya dan saudara nanti akan menyesal.” Kemudian Nabi SAW meneruskan. Bila saudara ingkar. bahkan sebagian dari mereka ada yang mengejeknya gila. . Allah telah memerintahkanku agar aku memperingatkan saudara-saudara. Saudara yang mendapat gelar al-Amin.Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya. pembawa kayu bakar. “Celakalah engkau hai Muhammad. kami tahu saudara belum pernah berbohong. percayakah kalian?” Dengan serentak mereka menjawab. “Kalau demikian. turunlah perintah agar Nabi Muhammad SAW menjalankan dakwah secara terang-terangan. Langkah dakwah seterusnya diambil Nabi Muhammad SAW dalam pertemuan yang lebih besar. Untuk menarik perhatian. Hendaknya kamu hanya menyembah Allah saja. “Percaya. Abdurrahman bin Auf. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Sebagai balasan terhadap ucapan Abu Lahab. Pada kesempatan itu ia menyampaikan ajarannya. Sebagian menolak dengan halus. di belakang bukit ini ada pasukan musuh yang siap menyerang kalian. Abu Lahab berteriak. Aku ini adalah seorang nazir (pemberi peringatan). Yang di lehernya ada tali dari sabut. dan Talhah bin Ubaidillah. Nabi Muhammad terus melanjutkan dakwahnya walaupun semakin banyak orang yang menentang. sambil berdiri di sana ia berteriak memanggil orang banyak. penduduk yakin bahwa pastilah terjadi sesuatu yang sangat penting. Usman bin Affan. Dari dakwah yang masih rahasia ini. Namun ternyata hanya sedikit yang menerimanya. Setelah beberapa lama Nabi SAW menjalankan dakwah secara diam-diam.

walaupun seluruh anggota keluarga dan sanak saudara mengucilkan saya. “Ambillah dia menjadi anak saudara. Hampir setiap hari ada yang menggabungkan diri dalam barisan pemeluk agama Islam. ia meminta agar Nabi Muhammad SAW menghentikan dakwahnya. seorang ahli retorika. dan orang-orang miskin serta lemah. “Demi Allah saya tidak akan berhenti memperjuangkan amanat Allah ini. budak.Proses di angkatnya Nabi Muhammad Menjadi Nabi Nabi Muhammad telah menjadi Nabi dan mulai menyebarkan dakwahnya. dan harta yang mereka kira diinginkan oleh Nabi Muhammad SAW. kaum feodal. Sungguh suatu penawaran yang tak mungkin saya terima. “Demi Allah. pekerja. Tantangan dakwah terberat datang dari para penguasa Mekah.” Mendengar jawaban ini. kaum Quraisy lalu mengutus Walid bin Mugirah menemui AbU Thalib dengan membawa seorang pemuda untuk dipertukarkan dengan Nabi Muhammad SAW. “Teruskanlah. berikutnya mereka menghadapi Nabi Muhammad SAW secara langsung. Mereka mengutus Utbah bin Rabi’ah. Meskipun sebagian dari mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang lemah. Kegigihan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwa mulai terlihat hasilnya. atau menyerahkannya kepada mereka. demi Allah aku akan terus membelamu”. “Sungguh jahat pikiran kalian. Tetapi Nabi Muhammad SAW menolak permintaannya dan berkata. Kebanyakan yang bergabung berasal dari kaum wanita. Awalnya secara diam-diam dan lama kelamaan sudah mulai berdakwah secara terbuka. untuk membujuk Nabi SAW. Pemuda itu bernama Umarah bin Walid. namun tanpa kenal lelah Nabi Muhammad SAW terus melanjutkan dakwahnya. Namun semua tawaran itu ditolak oleh Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan. tetapi serahkan kepada kami Muhammad untuk kami bunuh. dan para pemilik budak. asal Nabi Muhammad SAW bersedia menghentikan dakwahannya. Reaksi-reaksi keras menentang dakwah Nabi Muhammad SAW bermunculan. Abu Thalib pun berkata. tetapi semangat yang mendorong mereka untuk beriman sangat kuat. Mereka menawarkan takhta.Lanjutan Dari Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW . wanita.” Kembali mengalami kegagalan. Walid bin Mugirah berkata. Mereka ingin mempertahankan tradisi lama disamping juga khawatir jika struktur masyarakat dan kepentingan-kepentingan dagang mereka akan tergoyahkan oleh ajaran Nabi Muhammad SAW yang menekankan pada keadilan sosial dan persamaan derajat. Kalian serahkan anak kalian untuk saya asuh dan beri makan. Usul Quraisy itu ditolak mentah-mentah oleh Abu Thalib dengan berkata. Mereka menyusun siasat untuk melepaskan hubungan keluarga antara Abu Thalib dan Nabi Muhammad SAW dengen cara meminta pada Abu Thalib memilih satu di antara dua: memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar berhenti berdakwah. biarpun mereka meletakkan matahari di tangan . karena dia telah menentang kami dan memecah belah kita”. dan saya serahkan kemenakan saya untuk kalian bunuh. Gagal dengan cara pertama. Abu Thalib terpengaruh oleh ancaman itu. seorang pemuda yang gagah dan tampan.

semakin kuatlah posisi umat Islam dan dakwah Muhammad SAW pada waktu itu. dan suka menerima tamu. karena raja negeri itu adalah seorang yang adil. Semakin kejam mereka memperlakukan umat Islam. Berbagai usaha dilakukan oleh kaum Quraisy untuk menghalangi hijrah ke Habasyah ini. Mereka dipukul. dan kesengsaraan. Beberapa sumber menyatakan jumlah rombongan ini lebih dari 80 orang. dan Abdur Rahman bin Auf. Setiap suku diminta menghukum anggota keluarganya yang masuk Islam sampai ia murtad kembali. Bani Hasyim akhirnya mengungsi ke suatu lembah di luar kota Mekah. sejak saat itu umat Islam mendapat siksaan yang pedih dari kaum Quraisy Mekah. Dengan pertimbangan yang mendalam. Rombongan pertama terdiri dari 10 orang pria dan 5 orang wanita. dicambuk. Mereka dilempari kotoran. Mereka memutuskan segala macam hubungan dengan suku ini. aku tidak akan menghentikan dakwah agama Allah ini. Salah seorang budak bernama Bilal. termasuk hubungan jual-beli dan pernikahan. dan lain sebagainya. Persetujuan yang mereka buat dalam bentuk piagam itu mereka tanda-tangani bersama dan mereka gantungkan di dalam Ka’bah. di antara rombongan tersebut adalah Usman bin Affan beserta istrinya Ruqayah (putri Rasulullah SAW). pada tahun ke-5 kerasulannya. kemiskinan.” Setelah gagal dengan cara-cara diplomatik dan bujuk rayu. Hal ini membuat reaksi kaum Quraisy semakin keras. hingga agama ini menang atau aku binasa karenanya.kananku. justru semakin bertambah jumlah yang memeluk Islam. dikurung dalam kamar gelap dan dipukul hingga babak belur oleh anggota keluarganya sendiri. Akibatnya. Pemboikotan itu berhenti karena terdapat beberapa pemimpin Quraisy yang menyadari bahwa tindakan . dua orang kuat Quraisy masuk Islam. Secara keseluruhan. yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab. Nabi SAW merasa pasti rombongannya akan diterima dengan tangan terbuka. dan tidak diberi makan dan minum. Bani Hasyim menderita kelaparan. termasuk membujuk raja negeri tsb agar menolak kehadiran umat Islam disana. mendapat siksaan ditelentangkan di atas pasir yang panas dan di atas dadanya diletakkan batu yang besar dan berat. Usman bin Affan misalnya. Namun berbagai usaha itu pun gagal. dihalangi untuk melakukan ibadah di Ka’bah. Zubair bin Awwam. Tindakan pemboikotan yang dimulai pada tahun ke-7 kenabian Muhammad SAW dan berlangsung selama 3 tahun itu merupakan tindakan yang paling menyiksa. Dengan masuk Islamnya dua orang yang dijuluki “Singa Arab” itu. Kekejaman terhadap kaum Muslimin mendorong Nabi Muhammad SAW untuk mengungsikan sahabat-sahabatnya keluar dari Mekah. Tidak seorang pun penduduk Mekah boleh melakukan hubungan dengan Bani Hasyim. Untuk meringankan penderitaan itu. kaum Quraisy mulai melakukan tindak kekerasan. Budak-budak mereka yang telah masuk Islam mereka siksa dengan sangat kejam. maka mereka pun berusaha melumpuhkan Bani Hasyim dengan melaksanakan blokade. Mereka berpendapat bahwa kekuatan Nabi Muhammad SAW terletak pada perlindungan Bani Hasyim. lapang hati. Nabi SAW menetapkan Abessinia atau Habasyah (Ethiopia sekarang) sebagai negeri tempat pengungsian. dan bulan di tangan kiriku. Kemudian menyusul rombongan kedua yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib. Bahkan di tengah meningkatnya kekejaman tersebut.

Setelah Bani Hasyim kembali ke rumah mereka. Di Mekkah terdapat Ka’bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Dalam kesempatannnya berhadapan langsung dengan Allah SWT inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk mendirikan sholat 5 waktu sehari semalam. Tahun ke-10 kenabian ini benarbenar merupakan Tahun Kesedihan (’Âm al-Huzn) bagi Nabi Muhammad SAW. disoraki. hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT. Masyarakat jahiliyah Arab dari berbagai suku berziarah ke Ka’bah dalam suatu kegiatan tahunan. Peristiwa Isra Mi’raj ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1. Tiga hari kemudian.” . arsy (takhta Tuhan). sidratulmuntaha. yaitu kenaikan Nabi Muhammad SAW dari Masjidilaksa ke langit melalui beberapa tingkatan. Kiranya kini Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaramu dan ajaran-ajaran yang kamu bawa. sepeninggal dua pendukungnya itu ( Abu Thalib dan Khadijah ). kaum Quraisy tidak segan-segan melampiaskan kebencian kepada Nabi Muhammad SAW. Namun reaksi yang diterima Nabi SAW dari Bani Saqif (penduduk Ta’if). istrinya. juga meninggal dunia. yaitu antara suku Khazraj dan Aus. Dengan demikian Bani Hasyim akhirnya dapat kembali pulang ke rumah masing-masing. yaitu ke Ta’if. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. meninggal dunia dalam usia 87 tahun. mereka menyatakan diri masuk Islam di hadapan Nabi SAW. Suatu ketika Nabi SAW bertemu dengan 6 orang dari suku Aus dan Khazraj yang berasal dari Yatsrib. Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa Isra Mi’raj. Oleh karena itu kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari kamu ini. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. Di antara mereka yang tertarik dengan seruannya ialah sekumpulan orang dari Yathrib (dikemudian hari berganti nama menjadi Madinah). dan mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan mereka dalam kunjungan tersebut. Nabi Muhammad SAW mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Terlebih lagi. Namun usaha ini selalu diikuti oleh Abu Lahab dan kawan-kawannya dengan mendustakan Nabi Muhammad SAW. Maha Suci Allah. Nabi SAW diejek. Hingga kemudian Nabi Muhammad SAW berusaha menyebarkan dakwah ke luar kota. Mereka berkata. terus menuju Baitulmakmur. Setelah Nabi SAW menyampaikan pokok-pokok ajaran Islam. Pada tahun ke-10 kenabian. Kesadaran itulah yang mendorong mereka melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri. Abu Thalib. “Bangsa kami sudah lama terlibat dalam permusuhan. paman Nabi Muhammad SAW yang merupakan pelindung utamanya. Nabi Muhammad SAW memanfaatkan kesempatan itu untuk menyebarkan agama Allah SWT dengan mendatangi kemah-kemah mereka. dilempari batu sampai ia luka-luka di bagian kepala dan badannya. dan kursi (singgasana Tuhan).pemboikotan itu sungguh keterlaluan. Khadijah. Mi’raj. tidak jauh berbeda dengan penduduk Mekah. Isra. yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. yaitu perjalanan malam hari dari Masjidilharam di Mekah ke Masjidilaksa di Yerusalem.

Pada musim haji tahun berikutnya. Mereka menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Dalam waktu 2 bulan. Di desa ini mereka beristirahat selama beberapa hari. Abu Bakar. Mereka berjanji akan membela Nabi Muhammad SAW dari segala macem jenis ancaman. Pada saat yang bersamaan. keluarlah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar dari persembunyiannya. Goa Tsur namanya yang berlokasi kira-kira 3 mil sebelah selatan dari Kota Mekah. di tengah malam buta Nabi Muhammad SAW keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh para pengepung dari kalangan kaum Quraisy. sedikit demi sedikit. Nabi SAW menyetujui usul yang mereka ajukan. mereka menyatakan ikrar kesetiaan. membelanya sampai Nabi SAW mendapat wahyu untuk hijrah ke Yatsrib. Abu Bakar diminta mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam perjalanan. setelah usaha orang Quraisy mulai menurun karena mengira Nabi Muhammad SAW sudah sampai di Yatsrib. Pada malam hari yang direncanakan. Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar sampai di suatu desa kecil yang bernama Quba. Pada malam ke-4. Sementara Ali bin Abi Thalib diminta untuk menggantikan Nabi Muhammad SAW menempati tempat tidurnya agar kaum Quraisy mengira bahwa Nabi SAW masih tidur. Sementara itu Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar as-Sidiq tetap tinggal di Mekah bersama Nabi SAW. Pada musim haji berikutnya. Abdullah bin Uraiqit yang diperintahkan oleh Abu Bakar pun tiba dengan membawa 2 ekor unta yang memang telah dipersiapkan sebelumnya. Setelah 7 hari perjalanan. berangkatlah rombongan-rombongan muslimin. Jalur ini merupakan Jalur yang tidak umum untuk dilalui. Di hadapan Nabi SAW. datanglah delegasi Yatsrib yang terdiri dari 12 orang suku Khazraj dan Aus. Mereka berdua kemudian keluar dari Kota Mekah untuk menuju ke sebuah Gua. maka dinamakan Bai’at Aqabah. kaum Quraisy menjadi semakin kejam terhadap kaum muslimin. ke Yatsrib. Berangkatlah Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar menuju Yatsrib menyusuri pantai Laut Merah. Lokasi desa ini kira-kira sekitar 5 km dari Yatsrib. Karena ikrar ini dilakukan di Aqabah. Setiap suku diwakili oleh seorang pemudanya yang terkuat. Nabi Muhammad SAW menemui Abu Bakar yang telah menunggunya. Mereka meminta agar Nabi SAW bersedia pindah ke Yatsrib. Kaum Quraisy merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW sebelum ia sempat menyusul umatnya ke Yatsrib. kurang lebih 150 kaum muslimin telah berada di Yatsrib. Mengetahui adanya perjanjian antara Nabi Muhammad SAW dengan orang-orang Yatsrib. Hal ini membuat Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib. Secara diam-diam. termasuk 2 ekor unta. Pembunuhan itu direncanakan melibatkan semua suku. Di halaman rumah ini Nabi Muhammad SAW membangun sebuah masjid yang kemudian . Mereka menemui Nabi SAW di suatu tempat bernama Aqabah. Rombongan 12 orang tsb kemudian kembali ke Yatsrib sebagai juru dakwah dengan ditemani oleh Mus’ab bin Umair yang sengaja diutus oleh Nabi SAW atas permintaan mereka. jemaah haji yang datang dari Yatsrib berjumlah 75 orang. Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur selama 3 hari 3 malam menunggu keadaan menjadi lebih aman. sehingga ia merencanakan hijrah bersama sahabatnya. termasuk 12 orang yang sebelumnya telah menemui Nabi SAW di Aqabah. Rencana pembunuhan itu terdengar oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebagai Contoh. Orang sering pula menyebutnya Madinah al-Munawwarah (kota yang bercahaya).” Ternyata unta itu berhenti di tanah milik dua anak yatim. Oleh sebab itu mereka pergi ke tempat-tempat yang tinggi. Setelah lelah dan cemas menunggu. Sementara di tempat lain. Menurut mereka. Nabi Muhammad SAW kemudian diangkat menjadi pemimpin penduduk kota tersebut. di depan rumah milik Abu Ayyub al-Anshari. “Aku akan menginap dimana untaku berhenti. Hal Pertama yang berusaha Nabi Muhammad SAW tegakan di Madinah adalah Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di dalam Islam). yaitu Sahal dan Suhail. ( Shalawat )yang isinya: Setiap orang ingin agar Nabi SAW singgah dan menginap di rumahnya. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Biarkanlah dia berjalan sekehendak hatinya. Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah bin Zaid. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi SAW sebagai pusat peribadatan. karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. memandang ke arah Quba. Nabi Muhammad SAW tiba juga di Yastrib dan langsung disambut oleh Penduduk Yastrib.terkenal sebagai Masjid Quba. Dengan persaudaraan yang semacam ini .Hijrah Ke Madinah Nabi Muhammad SAW untuk menghindari kekejaman kaum Quraisy Mekah akhirnya melakukan Hijrah ke Madinah. Tujuh bulan lamanya Nabi SAW tinggal di rumah Abu Ayyub. Dengan demikian Nabi SAW memilih rumah Abu Ayyub sebagai tempat menginap sementara. Nabi Muhammad menjadi pemimpin kota Madinah di mana disini dakwah Nabi Muhammad dapat di terima dengan baik. Sejak itu nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinah an-Nabi (kota nabi). Tak lama kemudian. Ja’far bin Abi Thalib dengan Mu’az bin Jabal. Nabi SAW mempersaudarakan dan menyatukan Orangorang dari golongan Muhajirin dengan Orang-orang dari golongan Anshar. Ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan yang kokoh bagi pembentukan suatu masyarakat baru. Tetapi Nabi SAW hanya berkata. Tentu saja hal ini tidak begitu disukai oleh kaum Quraisy Mekah sehingga beberapa perang terjadi setelah ini. Ali bergabung dengan Nabi Muhammad SAW. seharusnya Nabi Muhammad SAW sudah tiba di Yatsrib. penduduk Yatsrib dengan cemas menunggu-nunggu tibanya rombongan Nabi Muhammad. dengan jarak mekkah ke yastrib. Mereka berbaris di sepanjang jalan dan menyanyikan lagu Thala’ al-Badru. Dengan cara ini diharapkan tiaptiap orang akan merasa terikat dalam suatu persaudaraan dan kekeluargaan dan menghindari perpecahan dikalangan umat muslim. menantikan dan menyongsong kedatangan Nabi Muhammad SAW dan rombongannya. yaitu antara kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah) dan Anshar (penduduk Madinah yang masuk Islam dan ikut membantu kaum Muhajirin). Di Madinah ajaran Nabi Muhammad SAW diterima dengan baik oleh penduduk di sana. sementara kaum Muslimin bergotong-royong membangun rumah untuknya. Untuk lebih ditailnya tentang kelanjutan kisah ini. Semenjak itu. klik di Lanjuta dari Kisah Nabi-Nabi : Kisah Nabi Muhammad SAW .

Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatan perjanjian dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Misalnya saja tempat belajar mengajar. Yaitu membangun hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Ubaidah bin Haris membawa 60 orang menuju Wadi Rabiah. sedangkan atapnya dari daun-daun dan pelepah kurma. dan disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadi kepala pemerintahan di Madinah. Untuk memperkokoh dan mempertahankan keberadaan negara yang baru didirikan itu. selain umat islam binaan Nabi Muhammad SAW. menggantikan persaudaraan berdasarkan keturunan. persamaan derajat. untuk menjaga kestabilan hidup di Madinah. Di Madinah. Hamzah bin Abdul Muttalib membawa 30 orang berpatroli ke pesisir Laut Merah. Rasulullah telah menciptakan suatu persaudaraan baru. kemudian ke Buwat dengan membawa 200 orang Muhajirin dan Anshar. Nabi Muhammad SAW juga merencanakan hal yang tidak kalah penting. baik langsung di bawah pimpinannya maupun tidak.pula. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan. Islam makin bertambah kuat. kehidupan sosial. yaitu tempat mereka saling bertemu sehingga rasa persaudaraan itu semakin kokoh. Isi piagam itu antara lain mengenai kebebasan beragama. Masjid ini berUkuran cukup besar. Nabi SAW sendiri membawa pasukan ke Abwa dan disana berhasil mengikat perjanjian dengan Bani Damra. Jika sebelumnya Nabi Muhammad telah meningkatkan rasa Ukhuwah Islamiyah penduduk kota Madinah. tempat melakukan ibada kepada Allah SWT secara brejamaah dan juga dapat digunakan sebagai tempat untuk berbagai hal. Sa’ad bin Abi Waqqas ke Hedzjaz dengan 8 orang Muhajirin. di sana juga masih terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. dan ke Usyairiah. Nabi Muhammad SAW juga langsung ikut membangun bersamasama kaum muslimin lainnya. Perjanjian tersebut diwujudkan melalui sebuah piagam yang disebut dengan Misaq Madînah atau Piagam Madinah. Sarana yang paling cocok untuk hal tersebut adalah sebuah Masjid. Dinding Masjid ini terbuat dari tanah liat. langkah berikutnya adalah menentukan sarana yang memfasilitasi rasa persaudaraan tersebut. Masjid yang dibangun ini kemudian dikenal sebagai Masjid Nabawi. Kemudian di bangun pula tempat tinggal Nabi Muhammad SAW yang berlokasi dekat dengan Masjid Nabawi. Masyarakat Madinah kini dengan di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW sudah dapat dikatakan sebagai sebuah negara. Dengan terbentuknya Negara Madinah. Ekspedisi-ekspedisi tersebut sengaja digerakkan Nabi Muhammad SAW sebagai aksi-aksi siaga dan melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk . Nabi Muhammad SAW mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka. Selain kedua hal tadi. Nabi Muhammad SAW kemudian merencanakan untuk membangun masjid dan dalam proses pembangunnya. disamping orang-orang Arab Islam juga masih terdapat golongan masyarakat Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. terutama Antara kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar. yaitu persaudaraan berdasarkan agama. Nabi Muhammad SAW mengadakan beberapa ekspedisi ke luar kota. melakukan pengadilan. tempat musyawarah dan lainnya. Di Madinah. dibangun di atas sebidang tanah dekat rumah Abu Ayyub al-Anshari. Di sini Nabi SAW mengadakan perjanjian dengan Bani Mudij. hak dan kewajiban masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban negerinya.

Tentara Islam berada dalam formasi yang kompak dengan panjang front kurang lebih 1. Mereka ingin menjalin hubungan dengan Nabi SAW karenan melihat kekuatan Nabi SAW. Perang Badar adalah perang antara Tentara muslimin Madinah yang terdiri dari 313 orang dengan perlengkapan senjata sederhana yang terdiri dari pedang. dan panah melawan pasuka Mekah yang berjumlah sekitar 1. Berkat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan semangat pasukan yang membaja. Tawanan yang pandai membaca dan menulis dibebaskan bila bersedia mengajari orang-orang Islam yang masih buta aksara. Abu Jahal.melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. Sebanyak 70 tewas dari pihak Quraisy. Tidak lama setelah perang Badar. Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian dengan suku Badui yang kuat. Sesudah perang Badar. Adapun jumlah pasukan Nabi Muhammad SAW hanya berjumlah 700 orang. Rasulullah menempatkan pasukan Islam di kaki bukit Uhud di bagian barat. tewas dalam perang tersebut.000 orang.000 yard. terutama mereka yang dulu memperlakukan penganut agama Islam dengan kejam. Tetapi ternyata suku-suku itu hanya memuja kekuatan semata. Mereka juga khawatir kafilah dagang mereka ke Suriah akan diganggu atau dikuasai oleh kaum muslimin. Nabi SAW juga menyerang Bani Qainuqa. tombak. Nabi SAW lalu mengusir kaum Yahudi itu ke Suriah. Tampaknya kekalahan di Perang Badar menimbulkan dendam yang luar biasa dari pihak Kaum Qurisy Mekkah. dengan dibantu oleh kabilah Tihama dan Kinanah. Puncak dari pertikaian ini adalah perang Badar ( 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriah ). Namun tawanan yang tidak memiliki kekayaan dan kepandaian apa-apa pun tetap dibebaskan juga. membawa 3. Di pihak kaum muslimin. dan 70 orang lainnya menjadi tawanan. Sekitar satu tahun setelah perang Badar. Mereka merasa takut kalau saja umat Islam membalas kekejaman yang pernah mereka lakukan. Sayap . kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Mereka memang tidak pernah sepenuh hati menerima perjanjian yang dibuat antara mereka dan Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekah menjadi resah. Pertikaian-pertikaian kecilpun mulai terjadi antara Kaum muslim dengan penduduk mekkah. suku Yahudi Madinah yang berkomplot dengan orang-orang Mekah. tepatnya 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk membebaskan para tawanan dengan tebusan sesuai kemampuan masing-masing. Perjanjian perdamaian dengan kabilah dimaksudkan sebagai usaha memperkuat kedudukan Madinah. hanya 14 yang gugur sebagai syuhada. Kemenangan itu sungguh merupakan pertolongan Allah SWT (QS. Orang-orang Yahudi Madinah tidak senang dengan kemenangan kaum muslimin. Ketegangan antara kelompok masyarakat di Mekkah dan Madinah pun terjadi. Pasukan Quraisy. Sementara itu. dalam menangani persoalan tawanan perang.000 ekor unta dan 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid. 3: 123). panglima perang pihak pasukan Quraisy dan musuh utama Nabi Muhammad SAW sejak awal. Tujuh ratus orang di antara mereka memakai baju besi.

pasukan Islam tak mampu menangkis serangan. Sisa-sisa pasukan Islam diselamatkan oleh berita tidak benar yang diterima musuh bahwa Nabi SAW sudah meninggal. Berita ini membuat mereka mengendurkan serangan untuk kemudian mengakhiri pertempuran itu. dan satu per satu pahlawan Islam berguguran. Tentara sekutu yang tertahan oleh parit tersebut mengepung Madinah dengan mendirikan perkemahan di luar parit hampir sebulan lamanya. pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Rasulullah di puncak bukit meninggalkan pos mereka dan turun untuk mengambil harta peninggalan musuh. Perang Uhud ini menyebabkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagai syuhada. Mereka tidak lagi menghiraukan gerakan musuh. untuk mengatasi hal ini Rasulullah menempatkan 50 pemanah di Ainain dibawah pimpinan Abdullah bin Jubair dengan perintah yang sangat tegas dan jelas yaitu “Gunakan panahmu terhadap kavaleri musuh. Pertempuran ini dikenal dengan nama pertempuran Khandaq ( Parit ) dan karena penyerangan dilakukan oleh beberapa suku. panjang 500 kaki). Pengepungan ini cukup membuat masyarakat Madinah menderita karena hubungan mereka dengan dunia luar menjadi terputus. Mereka terjepit. Situasi ini dimanfaatkan musuh untuk segera melancarkan serangan balik. Untuk memenagkan perang ini. kaum Yahudi Madinah yang dulu pernah di usir dari Madinah dan mengungsi di khaibar.kanan berada di kaki bukit Uhud sedangkan sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (tinggi 40 kaki. Nabi Muhammad SAW sendiri terkena serangan musuh. Pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi. Suasana kritis itu diperparah pula oleh pengkhianatan orang-orang Yahudi Madinah. Salman al-Farisi. bagian belakang kita aman. putri Rasulullah yang juga istri Ali. Tentara Quraisy mulai mundur dan kocar-kacir meninggalkan harta mereka.000 tentara. perang ini juga dikenal dengan nama perang Ahzab (sekutu beberapa suku). . Sayap kanan Muslim aman karena terlindungi oleh bukit Uhud. Rasulullah sendiri berada di sayap kiri. Jauhkan kavaleri dari belakang kita. Mereka lupa akan pesan Rasulullah untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaan bagaimana pun sebelum diperintahkan. Perang pun berkobar. Jika kalian melihat kami menang. membawa yang terluka keluar dari pertempuran. sahabat Rasulullah SAW. jangan bergabung. Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu.” Di belakang pasukan Islam terdapat 14 wanita yang bertugas memberi air bagi yang haus. jika kalian melihat kami kalah. Karena itulah perang ini disebut sebagai Perang Khandaq yang berarti parit. jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. jangan datang untuk menolong kami. Di antara wanita ini adalah Fatimah. yaitu Bani Quraizah. Selama kalian tetap di tempat. dibawah pimpinan Ka’ab bin Asad. mengusulkan agar kaum muslimin membuat parit pertahanan di bagian-bagian kota yang terbuka. Pasukan Gabungan yang menyerang Madinah ini berjumlah sebanyak 10. Tanpa konsentrasi penuh. sedangkan sayap kiri berada dalam bahaya karena musuh bisa memutari bukit Ainain dan menyerang dari belakang. dan mengobati luka tersebut. bekerja sama dengan masyarakat Mekkah mengepung Madinah. Prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur pasukan musuh yang jauh lebih besar itu.

Akhirnya diadakanlah Perjanjian Hudaibiyah antara Madinah dan Mekkah. Orang-orang kafir Quraisy melarang kaum muslimin masuk ke Mekah dengan menempatkan sejumlah besar tentara untuk berjaga-jaga. orang Quraisy harus keluar lebih dulu. Ada 2 faktor utama yang mendorong kebijaksanaan ini: 1. ketika ibadah haji sudah disyariatkan. 3. diharapkan Islam dapat tersebar ke luar. . Untuk itu mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa senjata ala kadarnya untuk menjaga diri. 6. 5. bulan yang dilarang adanya perang. Kaum muslimin belum boleh mengunjungi Ka’bah pada tahun tersebut. sehingga dengan melalui konsolidasi bangsa Arab dalam Islam. Apabila suku Quraisy dapat diislamkan. 4. yang isinya antara lain: 1. pihak Quraisy tidak harus mengembalikannya ke pihak Nabi Muhammad SAW. Kedua belah pihak setuju untuk melakukan gencatan senjata selama 10 tahun. Tetapi bila ada pengikut Nabi Muhammad SAW yang menyeberang ke pihak Quraisy. menghantam dan menerbangkan kemah-kemah dan seluruh perlengkapan tentara sekutu. 2. Bila ada pihak Quraisy yang menyeberang ke pihak Muhammad. Sementara itu pada malam hari angin dan badai turun dengan amat kencang. 2. hasrat kaum muslimin untuk mengunjungi Mekkah sangat bergelora. dan tidak boleh tinggal di Mekah lebih dari 3 hari 3 malam. Jika tahun depan kaum muslimin memasuki kota Mekah. Pada tahun 6 H. bukan untuk berperang. Kaum muslimin memasuki kota Mekah dengan tidak diizinkan membawa senjata. Tiap kabilah bebas melakukan perjanjian baik dengan pihak Muhammad SAW maupun dengan pihak Quraisy. Para pengkhianat Yahudi dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.400 orang kaum muslimin berangkat umrah pada bulan suci Ramadhan. tetapi ditangguhkan sampai tahun berikutnya. Setelah sebulan mengadakan pengepungan. untuk kemudian dari sana menyiarkan Islam ke daerahdaerah lain. persediaan makanan pihak sekutu berkurang. Mekah adalah pusat keagamaan bangsa Arab. mereka berkemah di Hudaibiyah yang terletak beberapa kilometer dari Mekah. Tujuan Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian tersebut sebenarnya adalah berusaha merebut dan menguasai Mekah. Sehingga mereka terpaksa menghentikan pengepungan dan kembali ke negeri masing-masing tanpa hasil apapun. ia harus dikembalikan. Nabi Muhammad SAW memimpin langsung sekitar 1.Namun akhirnya pertolongan Allah SWT menyelamatkan kaum muslimin. karena orang-orang Quraisy mempunyai kekuasaan dan pengaruh yang besar di kalangan bangsa Arab. kecuali pedang di dalam sarungnya. Sebelum tiba di Mekkah. maka Islam akan memperoleh dukungan yang besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful