8 Keterampilan Dasar Mengajar

Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, begitulah falsafah yang sering kita dengar. Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. Untuk itu peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara muridmurid suatu kelas . Secara etimologi atau dalam arti sempit guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kelas. Secara lebih luas guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masingmasing dalam berpikir dan bertindak. Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu, akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kratif dalam mengarahkan perkembangan akan didik nya menuju sebuah cita-cita luhur mereka. Untuk mencampai hal tersebut diatas maka dibutuhkan ketrampilan-ketrampilan dasar seorang guru dalam mengajar. Turney (1973) mengemukakan 8 (delapan) keterampilan dasar mengajar, yakni: Pertama, keterampilan bertanya yang mensyaratkan guru harus menguasai teknik mengajukan pertanyaan yang cerdas, baik keterampilan bertanya dasar maupun keterampilan bertanya lanjut Kedua, keterampilan memberi penguatan. Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberikan penguatan karena penguatan merupakan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan perhatian. Ketiga, keterampilan mengadakan variasi, baik variasi dalam gaya mengajar, penggunaan media dan bahan pelajaran, dan pola interaksi dan kegiatan Keempat, keterampilan menjelaskan yang mensyaratkan guru untuk merefleksi segala informasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Setidaknya, penjelasan harus relevan dengan tujuan, materi, sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa, serta diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pelajaran sesuai dengan keperluan. Kelima, keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Dalam konteks ini, guru perlu mendesain situasi yang beragam sehingga kondisi kelas menjadi dinamis. Keenam, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Hal terpenting dalam proses ini adalah mencermati aktivitas siswa dalam diskusi. Ketujuh, keterampilan mengelola kelas, mencakupi keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, serta pengendalian kondisi belajar yang optimal.

keterampilan membuka dan menutup pelajaran. pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). keterampilan memberikan penguatan. Ketrampilan bertanya di bedakan atas ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya lanjut. Komponen-komponen yang di maksud adalah : . ade rukmana. yang mensyaratkan guru agar mengadakan pendekatan secara pribadi. Asep sunary S. pemahaman (conprehention question). Mpd. Dalam proses belajar mengajar. 1. serta merencanakan dan melaksana-kan kegiatan belajar-mengajar. mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak. guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Ketrampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. keterampilan mengadakan variasi. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. pertanyaan retoris (rhetorical question). di masukkan dalam golongan pertanyaan. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu. mengorganisasi-kan. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. membimbing dan memudahkan belajar. mengulang pertanyaan sendiri. ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil. bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif. keterampilan menjelaskan. ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan. keterampilan bertanya. Semoga dengan kita mampu menguasai 8 ketrampilan dasar tersebut dapat menjadikan diri kita sebagai guru yang profesional sehingga mampu menghantarkan murid-murid kita menuju pendidikan yang paripurna. menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda. pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question). keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan ( compliance question). yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo Bloom. keterampilan mengelola kelas.Pd. Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal.Kedelapan. Pertanyaan yang baik di bagi manjadi dua jenis. Seorang guru professional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom. mengulang jawaban siswa. yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question). Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Sumber : dibaca dari Buku Pengelolaan Kelas/Drs. Ketrampilan Bertanya Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. pertanyaan penerapan (application question). baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

Pemberian acuan. mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement). Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran. Penyebaran. Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran. Ketrampilan Memberikan Penguatan Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons. Karena itu. Pengaturan urutan pertanyaan. penguatan dengan cara mendekati. gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru. dan pergantian posisi guru . kebermaknaan. memperbesar pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. apakah bersifat verbal ataupun non verbal. Pemusatan perhatian siswa (focusing). yaitu kehangatan dan evektifitas. penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan. siswa senantiasa menunjukkan ketekunan. 2. Ketrampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh mahasiswa calon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan. Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.Variasi dalam cara mengajar guru. terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan. semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan ketrampilan bertanya lanjut. merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif.Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat. penguatan dengan sentuhan (contact). kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence). Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal. dalam situasi belajar mengajar. diungkapkan dengan menggunakan katakata pujian. yaitu : . yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. pemusatan. dan menghindari penggunaan respons yang negatif. 3. Pemindah giliran. yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penggunaan penguatan secara evektif harus memperhatikan tiga hal. yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen. penghargaan. meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice). Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa. serta penuh partisipasi. Ketrampilan Mengadakan Variasi Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga. Ketrampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh. Dan penguatan non-verbal. persetujuan dan sebagainya. Pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.

dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. serta berlatih bersikap positif. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi. dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar. Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa. 5. 6. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa. menimbulkan motivasi.Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. memberi acuan melalui berbagai usaha. atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik). dan penggunaan balikan. berinteraksi sosial. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan.dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). pemberian tekanan. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir. dilihat dan diraba (audio visual aids). . . 4. Komponen ketrampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan. dan mengevaluasi. yaitu : Merencanakan. penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum. . hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan. dan diraba. serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan. Secara garis besar komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids). penggunaan contoh dan ilustrasi. variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditif aids). Ketrampilan Menjelaskan Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. yakni dapat didengar. pengambilan kesimpulan. Dan penyajian suatu penjelasan. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan. dilihat. Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa. atau pemecahan masalah. rumus. kejemuan.Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa.

Ketrampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan. Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran. Ruang Lingkup Pembelajaran Kooperatif . Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa. Remaja Rosdakarya Baru Bandung: 1990. dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang objektif dan dikembangkannya pola observasi yang sistematis dan objektif. Pedoman Microteaching. yaitu berkisar antara 3 – 8 orang untuk kelompok kecil. Ketrampilan Mengelola Kelas Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. LAN. dan seorang untuk perseorangan. Menjadi Guru Profesional. Daftar Pustaka Fareid Wadjdi. Dari delapan kompetensi yang telah dijelaskan di atas. Selaha satu faktor yang dapat mengukur proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Diharapkan setelah menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar. diperoleh balikan (feed back) yang cepat dan tepat. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas. 2007 Moh. ketrampilan membimbing dan memudahkan belajar dan ketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. penguasaan komponen ketrampilan mengajar secara lebih baik.7. PT. 8. Jakarta. makin banyaknya jumlah siswa bertanya. Komponen ketrampilan yang digunakan adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan secara pribadi. Jakarta: UNJ. dan bersifat represif ketrampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Uzer Usman. PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) A. yang paling penting bagi guru adalah bagaimana cara guru dapat menggunakan agar proses pembelajaran dapat berjalan baik. Praktik Mengajar “modul Diklat Calon Widyaiswara†ン. ketrampilan mengorganisasi. 2005 ___________.

hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. menfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar samasama. saling membantu. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar. maka siswa akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengans sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah. Mereka diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerjasama dengan baik dengan kelompoknya. siswa yang berbeda latar belakangnya. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. B. Jadi. suku/ras. Selama belajar secara kooperatif siswa tetap tinggal dalam kelompoknya selama beberapa kali pertemuan . kemampuan.Pembelajaran yang bernaung dalam teori kontruktivis adalah kooperatif. memberikan penjelasan kepada teman sekelompoknya dengan baik. dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar. siswa diberi lembar kegiatan yang isinya pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk diajarkan. jenis kelamin. Di dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orangsiswa yang sederajat tetapi heterogen. dan siswa yang mendominasi kelompok saling memberikan motivasi atau menggantungkan diri pada sehingga ada interaksi promotif kelompok Adanya akuntabilitas individual Akuntabilitas individual sering yang mengukur penguasaan materi diabaikan sehingga tugas-tugas pelajaran tiap anggota kelompok sering diborong oleh seorang dan kelompok diberi umpan balik anggota kelompok sedangkan tentang hasil belajar para anggota kelompok lainnya hanya . Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Eggen & Kauchak. berdiskusi dan sebagainya. Jadi dalam pembelajaran kooperatif siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. seperti menjadi pendengar aktif. Selama bekerja dalam kelompok. dan satu sama lain saling membantu. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru. Agar terlaksana dengan baik. Perbedaan antara pengajaran kelompok belajar kooperatif dengan pengajaran konvensional dapat disaksikan pada tabel berikut ini: Kelompok Belajar Kooperatif Kelompok Belajar Konvensional Adanya salin ketergantungan Guru sering membiarkan adanya positif. 1996: 279). Dengan bekerja secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama.

dan mengelola konflik secara langsung diajarkan Pada saat belajar kooperatif sedang Pemantauan melalui observasi dan berlangsung guru terus melakukan intervensi sering tidak dilakukan pemantaun melalui observasi dan oleh guru pada saat belajar melakukan intervensi jika terjadi kelompok sedang berlangsung. . dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang memberikan bantuan Pimpinan kelompok dipilih secara Pemimpin kelompok sering demokratis atau bergilir untuk ditentukan oleh guru atau kelompok memberikan pengalaman dibiarkan untuk memilih ketua memimpin bagi para anggota kelompoknya dengan cara masingkelompok masing. etnik. dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim. mempercayai orang lain. yaitu hasil belajar akademik. ras. jenis kelamin. 2007. masalah dalam kerjasama antara anggota kelompok Guru memperhatikan secara proses Guru sering tidak memperhatikan kelompok yang terjadi dalam proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar kelompok-kelompok belajar Penekanan tidak hanya pada Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas tetapi juga penyelesaian tugas. Keterampilan sosial yang Keterampilan sosial sering tidak diperlukan dalam kerja gotong secara langsung diajarkan royong seperti kepemimpinan. baik Kelompok belajar biasanya homogen dalam kemampuan akademik. Lingkungan belajar dan Sistem Pengelolaannya. Tuuan-tujuan pembelajaran ini mencakup 3 (tiga) jenis tujuan penting. Perbedaan Pembelajaran Kooperatif dengan pembelajaran konvensional Struktur tujuan kooperatif terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan mereka jika hanya siswa lain dengan siapa mereka bekerjasama mencapai tujuan tersebut. C. hubungan inter personal (antar pribadi yang saling menghargai) Tabel 2. 2007: 44). anggotanya. kemampuan berkomunikasi. penerimaan terhadap keragaman.“mendompleng” keberhasilan “pemborong” Kelompok belajar heterogen. Dalam Trianto.

maka pembelajaran kooperatif ini mempunyai ciri-ciri tertentu dibandingkan dengan model pengajaran lainnya. Meskipun demikian. dan siswa memiliki ruang dan peluang untuk secara bebas mengendalikan aktivitas-aktivitas di dalam kelompoknya (Trianto. Tingkah laku demokratif dipandangnya sebagai dasar demokrasi. membandingkan jawaban. Apabila diperhatikan secara seksama. memastikan kebenaran sebuah jawaban. menyusun keterampilan-keterampilam kooperatif tersebut secara terinci dalam 3 tingkatan keterampilan yaitu: (1) Keterampilan kooperatif tingkat awal. Mengambil giliran dan berbagi tugas. 1997 (dalam Trianto. Proses demokrasi dan peran aktif merupakan ciri yang khas dari lingkungan pembelajaran kooperatif. 2007: 47) . Keterapilan kooperatif disini dimaksudkan untuk melancarkan peranan hunbungan kerja dan tugas. gurtu menerapkan struktur tingkat tinggi. Lungren (dalam Trianto. dan siswa dapat bekerja secara produktif dalam kelompok. sedangkan perana tugas dapat dilakukan dengan membagi tugas antar kelompok. yaitu menggantikan teman dengan tugas dan tanggung jawab tertentu dalam kelompok Mendorong adanya partisipasi. maka siswa perlu diajarkan keterampilanketerampilan kooperatif.Pembelajaran Kooperatif bertitik tolak pada pandangan John Dewey dan Herbert Thelan (dalam Trianto. dan sekolah dipandangnya sebagai laboratorium untuk mengembangkan tingkah laku demokrasi. guru tidak dibenarkan mengelolah tingkah laku siswa dalam kelompok secara ketat. membuat kesimpulan dan menghubungkan pendapat-pendapat dengan topik tertentu. Menafsirkan. Dalam pembentukan kelompok. memotivasi semua anggota kelompok untuk memberikan konstribusi Menggunakan kesepakatan yaitu menyamakan persepsi. Diantaranya: • Mengolaborasi. 2007: 46). yaitu memperluas konsep. antara lain: • • • • Berada dalam tugas. Selain itu agar pembelajaran kooperatif dapat berjalan sesuai dengan harapan. 2007: 45) yang menyatakan bahwa pendidikan dalam masyarakt yang demokratis seyogyanya mengajarkan proses demokratis secara langsung. 2007: 45). Arends. dan guru juga mendefenisikan semua prosedur. Bertanya yaitu meminta penjelasan atau klarifikasi sebuah informasi. yaitu menyusun sebuah pemahaman terhadap informasi dengan kalimat yang berbeda Memerikas ketepatan. (2) Keterampilan kooperatif tingkat menengah antara lain: • • • • Mendengarkan dengan aktif yaitu menggunakan pesan fisik atau verbal sebagai indikator menyerap informasi secara energik. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok. yaitu menjalankan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya. (3) Keterampilan kooperatif tingkat mahir.

jenis kelamin yang beragam. anggota kelompok berasal dari ras. dan rendah. Fase 6 Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok Memberikan . suku. 3. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Terdapat 6 (enam) langkah utama atau tahapan di dalam pembelajaran kooperatif. dan 4. D. tujuan. Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. Bila memungkinkan. dan penghargaan. Membimbing kelompok bekerja dan belajar Fase 5 Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingamsing kelompok mempresentasikan hasil Evaluasi kerjanya. sedang. maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan kerjasama antar siswa dan saling ketergantungan dalam struktur pencapaian tugas. budaya. Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar.menyatakan bahwa. yaitu sebagai berikut: Fase Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Fase 2 Menyajikan informasi Fase 3 Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan Mengorganisasikan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. siswa ke dalam kelompok kooperatif Fase 4 Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mere ka. pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 2. Dari uraian tinjauan di atas.

kelompok 4-5 anggota 5-6 anggota 5-6 anggota dengan anggota 4-5 kelompok kelompok. dan pendekatan struktural yang meliputi Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT). JIGSAW. Investigasi Kelompok (Teams Games Tournaments atau TGT). berdua. Yaitu STAD. dan kelompok “ahli” Pemilihan Topik Biasanya guru Biasanya guru Biasanya siswa Biasanya guru Tugas Utama Siswa dapat Siswa mempelajari Siswa Siswa mengerjakan menggunakan materi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang lembar kegiatan & kelompok ‘ahli’ inquiry kompleks diberikan secara saling membantu kemudian sosial dan kognitif untuk menuntaskan membantu anggota materi belajarnya kelompok asal mempelajari materi itu Penilaian Tes mingguan Bervariasi dapat Menyelesaikan Bervariasi berupa tes proyek dan menulis mingguan laporan. Berikut ini disajikan perbandingan diantara keempat variasi model pembelajar kooperatif: Investigasi Pendekatan Kelompok Struktural Tujuan Kognitif Informasi Informasi Informasi akademik Informasi akademik akademik akademik tingkat tinggi & sederhana sederhana sederhana keterampilan inquiry Tujuan Sosial Kerja kelompok Kerja kelompok Kerja sama dalam Keterampilan dan kerjasama dan kerjasama kelompok kompleks kelompok & keterampilan sosial Struktur Tim Kelompok belajar Kelompok belajar Kelompok belajar Bervariasi. dapat menggunakan tes essay Pengakuan Lembar Publikasi lain Lembar pengakuan Bervariasi pengetahuan & dan publikasi lain publikasi lain STAD JIGSAW . setidaknya terdapat empat pendekatan yang seharusnya merupakan bagian dari kumpulan strategi guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif. Beberapa Variasi dalam Model Cooperative Learning Walaupun prinsip dasar pembelajaran kooperatif tidak berubah. heterogen dengan heterogen dengan heterogen dengan bertiga. Tahapan-Tahapan Model Pembelajaran Kooperatif E. kelompok orang menggunakan pola kelompok “asal”.penghargaan Tabel 3. terdapat beberapa variasi dari model tersebut.

Djangi Muh. Surabaya: Universitas Negeri Malang. Made. Soeparman.2004.FPMIPA UNM.uga. S. http://www. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek.Pd.2001. 2000. Glazer. 2000. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grafindo Perkasa. Pengajaran Langsung. Sudjana. Nurhadi.Nana. Makassar. Mohammad Nur. Mohammad Nur. Pembelajaran Berdasarkan Masalah . Makalah dalam Jurnal Transformasi. 2000.2007. . Jakarta Sardiman A.1994.Bandung:Sinar Baru Algensindo. Singaraja:Aneka Widya SIKIP Singaraja. Memanfaatkan Siswa yang Pandai sebagai Tutor Sebaya dalam Pengajaran Biologi di SMA. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.htm Ibrahim.Prestasi Pustaka Publisher.epltt/problem basedinstruc.M. PT. Jasri.2001.edu. Trianto.Pd.2000. Muslimin. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Ardana.E. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang Kardi. Problem Based Instruction. Kurikulum 2004 Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.coe. 2007.Surabaya: Universitas Negeri Surabaya I Wayan Dasna dan Sutrisno.M. Pengembangan Model Kooperatif Individuasi Berbantu Berwawasan Konstruktivis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful