P. 1
Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat

Evaluasi Pemberdayaan Masyarakat

|Views: 112|Likes:

More info:

Published by: Wendi Irawan Dediarta on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

TUGAS METODE PEMBERDAYAAAN

EVALUASI PEMBERDAYAAN “ Diajukan unuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Metode Pemberdayaaan “

Disusun Oleh : Wendi Irawan D Deria Hadianisa Januar Irfansyah Karnati (150310080137) (150310080147) (150310080168) (150310080174)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

BAB I PENDAHULUAN Dalam pengertian yang lebih luas, pemberdayaan masyarakat merupakan proses untuk memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya untuk mencapai suatu keberlanjutan dalam jangka panjang. Pemberdayaan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan sustainable development dimana pemberdayaan masyarakat merupakan suatu prasayarat utama serta dapat diibaratkan sebagai gerbong yang akan membawa masyarakat menuju suatu keberlanjutan secara ekonomi, sosial dan ekologi yang dinamis. Lingkungan strategis yang dimiliki oleh masyarakat lokal antara lain mencakup lingkungan produksi, ekonomi, sosial dan ekologi. Melalui upaya pemberdayaan, warga masyarakat didorong agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang dimilikinya secara optimal serta terlibat secara penuh dalam mekanisme produksi, ekonomi, sosial dan ekologi-nya.

BAB II PEMBAHASAN EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Proyek Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Pada Program Pengembangan Wilayah atau Area Development Program (ADP) di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur) Wahana Visi Indonesia merupakan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan. LSM ini memiliki program ADP (Area Development Program) yang telah berlangsung sejak tahun 1999 di wilayah Jakarta Timur, khususnya di wilayah Kelurahan Tengah. Program ADP dilaksanakan dengan metode pelatihan, pemberian bantuan dan pembangunan infrastruktur. ADP memfokuskan programnya pada tiga bidang yaitu bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Tujuan program ADP secara umum adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat agar masyarakat bisa hidup mandiri. Sedangkan tujuan program ADP secara khusus menitikberatkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, peningkatan prestasi belajar anak, dan peningkatan status ekonomi keluarga. Penelitian ini dilakukan di wilayah kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat jati, Kotamadya Jakarta Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan didukung pendekatan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan adalah studi kasus yakni untuk memperoleh informasi secara mendalam. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan tiga metode kualitatif (triangulasi) yakni dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik bola salju yaitu proses pengumpulan data secara bertahap dan berlapis, setiap tambahan data menambah kelengkapan dan kedalaman data yang dikumpulkan, Dan pendekatan kuantitatif dilakukan menggunakan metode survai yaitu pengambilan sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh peneliti menghasilkan beberapa

kesimpulan yaitu tingkat partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan program ADP, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi warga tersebut, output program ADP, efek program ADP dan dampak Program ADP. Tingkat partisipasi warga bervariasi pada setiap tahapan kegiatan, namun secara umum dapat dikatakan memiliki nilai yang tinggi. Hal ini bisa dilihat pada tingginya tingkat partisipasi warga pada tahap pelaksanaan program yakni sebanyak 70 persen, pada tahap menikmati hasil sebesar 70 persen, dan pada tahap evaluasi sebesar 60 persen, sedangkan pada tahap perencanaan program sebesar 40 persen. Kemudian faktor-faktor yang mendukung tingkat partisipasi warga adalah faktor pendamping, fasilitas yang memadai, monitoring dari pengurus dan pendamping, dan keterlibatan semua pihak. Sedangkan faktor penghambat tingkat partisipasi warga adalah faktor internal dan eksternal dari individu. Output program ADP yang dihasilkan setelah penggunaan input antara lain meningkatnya hubungan kerjasama antara Wahana Visi Indonesia dengan institusi kesehatan, meningkatnya kemampuan institusi kesehatan dalam menyediakan pelayanan kesehatan gratis, meningkatnya akses warga ke tempat pembuangan sampah, meningkatnya komitmen masyarakat untuk melakukan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), meningkatnya kapasitas dan kemampuan warga dalam mengelola sampah, meningkatnya jumlah anak yang memiliki buku paket, meningkatnya partisipasi anak dalam forum kegiatan anak-anak, meningkatnya jumlah anak yang dapat mengakses kegiatan ekstrakulikuler, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam berorganisasi melalui KUB, dan meningkatnya kualitas produk KUB. Efek yang diterima oleh warga Kelurahan Tengah adalah meningkatnya akses warga ke pelayanan kesehatan melalui program mobile clinic, meningkatnya sanitasi lingkungan yang baik dengan dibangunnya saluran air dan beroperasinya 18 unit gerobak sampah, meningkatnya kemudahan warga untuk mengakses pelayanan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas, dan meningkatnya pendapatan kelompok usaha selama setahun terakhir. Dampak pada bidang kesehatan adalah terjadi penurunan beberapa kasus penyakit seperti saluran pernapasan, diare dan kulit. Data menunjukkan

penurunan jumlah kasus penyakit saluran pernapasan menjadi 36,2 persen pada tahun 2006 dari 36,7 persen pada tahun 2005. Penyakit diare juga mengalami penurunan kasus menjadi 5,1 persen dari 5,3 persen pada tahun 2005. dan penyakit kulit kasusnya turun menjadi 3,3 persen dari 4,3 persen kasus pada tahun 2005. Dampak pada bidang pendidikan adalah terjadi peningkatan prestasi belajar anak di sekolah. Data Wahana Visi Indonesia menunjukkan bahwa sebesar 66,5 persen siswa Sekolah Dasar (SD) binaan Wahana Visi Indonesia mendapatkan nilai rata-rata tujuh disekolahnya. Dan siswa SMP juga menunjukkan kenaikan rata-rata nilai tujuh sebesar 19,9 persen pada tahun 2006 dibandingkan tahun 2005 hanya 19,1 persen saja. Hal ini tentu menjadi prestasi yang luar biasa bagi anak-anak, orang tua dan LSM Wahana Visi Indonesia sendiri. Wahana Visi Indonesia mentargetkan di tahun 2009 tejadi penurunan jumlah keluarga miskin menjadi 2074 kepala keluarga dari data tahun 2003 sebesar 8296 kepala keluarga. Dampak proyek bidang ekonomi membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat merealisasikannya. Analisis Kasus: Hasil evaluasi program yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia sebagai salah satu LSM terhadap salah satu program kerja utama yang dilakukannya yakni ADP (Area Development Program) menunjukan bahwa program ADP tersebut telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkapkan oleh LSM dalam program tersebut dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil dari penelitian yang dilakukan terhadap tingkat partisipasi warga dalam mengikuti kegiatan program ADP, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi warga tersebut, output program ADP, efek program ADP dan dampak Program ADP. Dari beberapa indikator tersebut terlihat jelas bahwa partisipasi masyarakat dalam program ini sangat tinggi, keterlibatan masyarakat dapat dilihat pada saat perencanaan program sampai pada pelaksanaan program. Masyarakat sangat antusias dalam mewujudkan segala tujuan yang ingin dicapai melalui program ini oleh Wahana Visi Indonesia karena memang program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat itu sendiri. Kemudian masyarakat pun

sungguh-sungguh dalam melaksanakan rencana yang dibuat dengan baik sehingga program ADP dapat terlaksana dengan efektif dan efisien dalam mencapai tujuannya. Kemudian output, efek, dan dampak dari program ADP dapat dirasakan oleh masyarakat dengan baik, segala bentuk permasalahan yang ada di ruang lingkup bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dapat diatasi dengan baik sehingga masyarakat sekitar sangat terbantu, pola hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat pun menjadi semakin baik khususnya pada tiga bidang tadi. Yang harus diperhatikan lebih dari pelaksanaan program ADP ini adalah bagaimana meminimalisir lagi faktor-faktor penghambat agar dalam pelaksanaannya program ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien lagi, faktor penghambat tersebut salah satunya adalah faktor internal dan eksternal dari individu. Untuk meminimalir hambatan ini pelaksana program harus lebih jeli lagi dalam membaca kemudian mempengaruhi faktor internal dan eksternal dari individu ini agar bisa lebih baik. Secara keseluruhan program ADP yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia ini telah berhasil dan mendapat apresiasi sangat baik dari sebagian besar masyarakat yang merupakan objek dari program ADP ini. Setelah diadakan evaluasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan program ini, ke depannya program ADP ini harus memperluas cangkupannya dalam bidang-bidang yang belum tersentuh di lingkungan masyarakat dan bidang itu memang perlu untuk diberdayakan agar masyarakat bisa terus terbantu dalam mengatasi masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitarnya.

BAB III PENUTUP Pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu tema sentral dalam pembangunan masyarakat seharusnya diletakkan dan diorientasikan searah dan selangkah dengan paradigma baru pendekatan pembangunan. Paradigma pembangunan lama yang bersifat top-down perlu direorientasikan menuju pendekatan bottom-up yang menempatkan masyarakat atau petani di pedesaan sebagai pusat pembangunan atau oleh Chambers dalam Anholt (2001) sering dikenal dengan semboyan “put the farmers first”. Aspek penting dalam suatu program pemberdayaan masyarakat adalah program yang disusun sendiri oleh masyarakat, mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mendukung keterlibatan kaum miskin dan kelompok yang terpinggirkan lainnya, dibangun dari sumberdaya lokal, sensitif terhadap nilainilai budaya lokal, memperhatikan dampak lingkungan, tidak menciptakan ketergantungan, berbagai pihak terkait terlibat (instansi pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, LSM, swasta dan pihak lainnya), serta berkelajutan. Proses pemberdayaan masyarakat yang efisien akan meningkatkan kesesuaian program pembangunan dengan kenyataan setempat dan memperkuat keberlanjutan program karena masyarakat mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA Yenni Kurnia. Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat (Studi Kasus Proyek Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi pada Program Pengembangan Wilayah atau Area Development Program (ADP) di Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur).(Diakses tanggal 18 oktober 2010) Subejo2 Dan Supriyanto. Metodologi Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. (Diakses tanggal 10 oktober 2010).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->