FILSAFAT SEJARAH

BAB I PENDAHULUAN Filsafat sejarah tidak hanya masa lampau dalam masa sekarang tetapi juga berusaha untuk membuat proyeksi ke masa depan. Beberapa pandangan atau aliran dalam pengkajian sejarah bermacam-macam sehingga memerlukan beberapa pilihan untuk mengkaji lebih lanjut. Dalam filsafat ada berbagai metode dan objek filsafat yang sangat perlu untuk di ketahui. Makalah ini akan membahas beberapa hal tersebut. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Filsafat Sejarah Kesadaran manusia tentang sejarah telah dimulai sejak adanya filsafat yang berfikir mengenai sejarah, perkembangan bangsa dan bangunan. Beberapa ahli filsafat Yunani kuno telah melangkah maju dengan berpendapat bahwa arus sejarah yang simpang siur itu sebetulnya berdasar sebuah rencana yang masuk akal ( Meullen, 1987: 24). Marcus Tullius Cicero menyebut Herodatus sudah berusaha menjaring sumber-sumber yang dapat dipercaya dan berusaha dengan jujur untuk mencapai kebenaran ( Pospoprodjo, 1987 : 10). Namun demikian istilah filsafat sejarah baru untuk pertama kali di kemukakan oleh Voltaire (1694-1778) (Lowith, 1970 : 1). Ungkapan filsafat sejarah secara tradisional berarti usaha memberikan keterangan atau tafsiran yang luas mengenai seluruh proses sejarah ( Gardiner, 1987: 123). Filsafat sejarah tidak hanya berusaha untuk memahami masa lampau dalam perspektif masa kini, akan tetapi juga berusaha untuk membuat sesuatu proyeksi ke masa depan. Kaerna itu seorang filosof filsafat sejarah berusaha untuk memehami perkembangan kemanusiaan secara utuh. Filsafat sejarah dalam istilah lain disebut dengan Historisitas. Historisitas dalam filsafat barat menjadi agenda penting pemikiran modern dan dianggap sebagai langkah evaluatif yang

dapat membuka pemahaman tentang masa depan. Historisitas tidak hanya sebagai cirri khusus zaman moder, tetapi juga telah di alami oleh zaman sebelumnya. Namun demikian Historositas tidak selalu di alami dengan cara yang sama pada setiap periode sejarah. Pada zaman modern manusia lebih sadar akan historisitasdi bandingkan denga zaman sebelumnya (Bertens, 1987 : 186). Manusia zaman modern dalam memahami historisitasnya lebih dinamik dan kreatif, ia tidak hanya berusaha untuk meramalkan tentang corak dan bentuk masa depan ideal yang di inginkannya lebih dari ia berusaha untuk mewujudkan cita-citanya itu.

Russell, ( 1989 : 1) mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam lingkungan masyarakat yang tidak mereka ciptakan. Struktur sosial, ekonomi dan politik merupakan factor penentu, apakah dapat memperlancar atau menghambat perkembangan biografis mereka. Maka untuk memahami sejarah individu perlu dimengerti struktur yang membentuklatar belakang atau pilihan-pilihan hidupnya. Agar para individu bias memahami sejarah mereka maka hendaknya mereka berpegang teguh pada struktur yang jelas, yaitu arah kecenderunga sejarah. Marx melihat proses sejarah sebagai upaya untuk merekontruksi sejarah manusia untuk kembali ke zaman prasejarah yang tanpa kelas. Comte mengemukakan bahwa sejarah adalah proses perkembangan intelektual dan kebudayaan manusia. Sedangkan Spengler, Tonybebe dan Sorokin melihat pasang surut, kebangkitan dan kehancuran kebudayaan manusia dalam serah.

Berdasarkan

kenyataan

bahwa

sejarah

tidak

dapat

di

pastikan

begitu

saja

perkembangannya, maka muncullah kelompok historisme-kritis yang melawan aliran historisme. Aliran historisme adalah aliran filsafat sejarah yang beranggapan bahwa ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk meramalkan perkembangan sejarah dengan membentuk alur atau pola “ hokum atau frend” yang menentukan jalanya sejarah (Popper, 1985 : 3). Pandangan-pandangan tentang sejarah telah bantak di tampilkan oleh para filosof filsafat sejarah. Hal ini menandakan bhwa filsafat sejarah ada gunanya terlebih bagi peneliti sejarah. Ankersmith, (1987 : 10) mengatakan bahwa dengan di latarbelakangi oleh filsafat sejarah, seorang peneliti sejarah akan lebih mampu mengadakan suatu penilaian pribadi mengenai pengadaan pangkajian sejarah masa kini dengan

ia berpendapat bahwa setiap hal yang berhubungan satu sama lain dalam system besar dan kompleks atau keseluruhan yang sisebut dengan absolute. Dalam dunia Timur.memuaskan. Dalam bukunya mengenai filsafat sejarah Hegel membahas dunia timur. Dalam dunia Yunani-Romawitimbullah subjektifitas. Pembagian ini didasarkan atas Trias Hegel yakni : roh objektif. 200 : 142). Hegel dalam bukunya Philosophy of Histori mengembangkan sebuah teori yang didasarkan pada pandangan bahwa Negara merupakan realitas kemajuan pikiran kea rah kesatuan dengan nalar. B. membawa Hegel pada keyakinan bahwa terdapat suatu pemikiran atau subtansi mental (Collinson. roh subjektif dan roh mutlak. Ia melihat Negara aebagai kesatuan wujud dari kebebasan objektif dan nafsu subjektif adalah organisasi rasional dari sebuah kebebasan yang sebenarnya berubah-ubah dan sewenang-wenang jika di biarkan pada tingkah laku individu. manusia masih dalam keadaan alami sedangkan roh berkarya dan menyusun dalam objektifitas ( seperti hukum alam). roh menempatkan diri di luar . karena ia berpendapat bahwa yang riil adalah apa yang rasional dan bahwa yang benar adalah keseluruhan. Pengetahuan mengenai filsafat sejarah. Filsafat Sejarah Hegel George Wilhem Friedrich Hegel (1770-1831) merupakan seorang filosof idealis. Ia juga seorang filosof manis dalam fakta. ia yakin bahwa atau jiwa adalah realitas terakhir. dunia Yunani-Romawi dan dunia Germania.Teorinya tentang kebenaran berkaitandengan ini. Sebab pengkajian sejarah turut di tentukan oleh diskusi-diskusi antara filosf sejarah mengenai tujuan kemungkinan-kemungkinan dalam pengkajian sejarah. roh belum sadar diri. Idealis manistik sebagaimana yang ia kemukakan disebutnya dalam Phenomenology of Mind. Aliran tersebut diantaranya : 1. memaparkan latar belakang bagi seorang ahli sejarah untuk menentukan posisinya sendiri terhadap usaha-uaha memasukkan pendekatan baru terhadap sejarah. Aliran Dalam Pengkajian Sejarah Dalam pengkajian sejarah banyak terhadap aliran yang oleh tiap pendukungnya terus disuarakan sehingga perlu diadakan suatu pilihan.

2. 2000:3). Dalam sejarah filsafat barat hanya Marx yang mengembangkan sebuah pemikiran yang pada dasar filosofis namun kemudian menjadi teori perjuangan gerakan pembebasan. Negara adalah tujuan yang sesungguhnya dari manusia. Pemikiran Mark tidak hanya tinggal diam di wilayah teori. Maka bagi Negara. bukan oleh individu-individu tertentu ( . Ia melihat bahwa Negara adalah kesetuan wujud kebebasan objektif dan nafsu subjektifnya adalah organisasi rasional dari sebuah kebebasan yang sebenarnya berubah-ubah dan sewenang-wenang jika di biarkan pada tingkah laku individu ( Collinson. melainkan ideology yang di kenal ideology Marxisme dan komunisme. 2001: 65). yang menjadi komponen inti dari ideology komunisme pemikiran Marx juga telah menjadi salah satu rangsangan besar bagi perkembangan sosiologi.dan berhadapan dengan apa yang secara objektif ada. Motor perubahan dan perkembangan menurut Karl Marx adalah pertentangan antara kelas-kelas sosial.bentuk kekuasaan dalam Negara. Filsafat Sejarah Karl Marx Karl Heinrich Marx ( 1818-1883) adlah filosof Jerman yang pemikiranya telah menjadi inspirasi dasar “ Marxisme” sebagi ideology perjuangan kaum buruh. Akan tetapi roh subjektif kurang memahami kenyataan objektif. Baru dengan munculnya roh mutlak didalam dunia Germania terjadi perukunan antara yang subjektif dan yang objektif ( Smith. perubahan dalam aspek sejarah tidak dapat membatalkan pemberian itu sendiri dan berbagai tahap yang berkesinambungan dengan ide mewujudkan diri mereka di dalamnya sebagai prinsip-prinsip politik yang jelas” ( Hegel. 2001 : 143) lebih lajut dalam pengantar bukunya Philosophy of History ia menulis : “ Negara adalah ide tentang roh didalam perwujudan lahir kehendak manusia dan kebebasanya. ilmu ekonomi dan filsafat kritis ( MagnisSuseno. Ideologi ini dalam sejarah telah menjadi kekuatan sosial politik. Negara mendamaikan kepentingan perorangan dan masyarakat. tidak sekedar sarana. 1987 : 38-39). Filsafat sejarah bagi Hegel representasinya yang nyata terlihat dalam bentuk. Negara merupakan realitas kemajuan pikiran ke arah kesatuan yang nalar. Negara didirikan atas ketaatan hakhak perorangan pada kewajiban-kewajiban masyarakat.

c. Tahap hak milik pribadi tidak dapat di hindari karena pembagian kerja juga tidak bisa dihindari. Tiga tahap filsafat sejarah Marx menggambarkan pola “ satu langkah ke belakang. Tahap kedua-yang masih berlangsung : adalah tahap pembagian kerja sekaligus tahap kepemilikan hak pribadi dan hak keterasingan. meskipun tidak pernah tanpa kepentingan atau cita-cita. tetapi keterasingan tersebut merupakan tahap yang harus dilalui oleh umat manusia. Maka meskipun keterasingan manusia dinilai negative. Pemisahan ini berlangsung sangat ekstrim dalam kapitalisme yang notabene juga salah satu tahap dimana perkembangan kekuatankekuatan produksi mencapai tingkat yang paling tinggi ( Elster. Materialisme histories menekankan bahwa tahap-tahap berurutan dalam penghancuran ini juga sebagai tenggang waktu. Tahap ketiga : adalah tahap kebebasan yaitu apabila hak milik pribadi telah di hapus ( Magnis. Apa yang di putuskan dan di usahakan oleh orang-orang besar yang dikenal dari bukubuku sejarah popular. Tahap pertama : Adalah masyarakat purba sebelum pembagian kerja dimulai. Hanya melalui pembagian kerja umat manusia dapat menjamin keberlangsungan hidupnya.Magnis-Suseno. Ketika para produsen dengan cepat terpisah dari sarana-sarana produksi mereka. 2000: 102) Jadi system hak milik pribadi bukan sebuah “ kecelakaan” melainkan tahap yang pasti dalam perjalanan umat manusia ke tahap kebebasan. 2000:125). dua langkah ke depan”. . Komunitas-komunitas primitif harus di hancurkan terlebih dahulu sebelum satu komunitas bisa di buat lagi pada tingkat yang lebih sempurna. 2000:16) Marx membedakan Arga tahapan manusia : a. b. Dalam garis besarnya selalu akan bergerak dalam rangka kepentingan kelas mereka serta mencerminkan struktur kekuasaan kelas-kelas dalam masyarakat yang bersangkutan. maka kerja mereka semakin produktif. Maka menurut Marx tidak tepat jika sejarah di pandang sebagai hasil tindakan raja-raja dan orang-orang besar lainya.

. tetapi selalu kembali seperti perputaran musim.Menurut Marx masyarakat masa depan yang di idealkan adalah komunisme. Seperti yang di kutip oleh Fromm dalam Manuskrip II. Yang berpandangan bahwa alur perkembangan sejarah itu tidak maju. dan humanisme yang paling maju adalah naturalisme. Filsafat sejarah dalam arti ini disebut dengan “ Filafat sejarah kritis” dengan tokohnya antara lain Popper. Marx menegaskan bahwa : komunismne merupakan penghapusan kepemilikan pribadi secara positif yang merupakan apresrasi nyata dari watak manusia melalui dan untuk manusia. Aliran Siklus. Filsafat sejarah dalam arti ini disebut “ filsafat sejarah formal atau spekulatif” yang secara khas berurusan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti “ apa arti (makna. Komunisme sebagai naturalisme yang paling maju adalah humanisme. Diatara tokohtokoh utama yang paling mewakili tepri ini : Vico. Patrick Gardiner (1985 : 123-124) mengatakan bahwa ungkapan filsafat sejarah menunjukkan kepada dua jenis penyelidikan yang sangat berbeda. tujuan ) sejarah? “atau hukum-hukum pokok mana yang mengatur perkembangan dan perubahan dalam sejarah?”. Komunisme pengembalian manusia sebagai makluk sosial yaitu pengembalian yang lengkap dan sadar yang mencampurkan semua kekayang dan perkembangan sebelumnya. 2. David Bebbyngton (1979 :17-20) membagi filsafat sejarah ke dalam lima aliran yaitu : 1. Tentang struktur mana yang mendukung atau memajukan kebebasan tindakan mereka semua. Herder. Marx. Hegel. Tokoh yang mewakili aliran ini adalah Nietzsche dan Tonybee. Secara tradisional ungkapan tersebut telah digunakan untuk menunjukkan kepada usaha memberikan keterangan atau tafsiran yang luas mengenai seluruh proses sejarah. Comte. Tonybee dan lain-lain. Secara modern ungkapan tersebut berarti suatu kritik terhadap filsafat sejarah formal atau spekulatif. terutama kritik dari sudut logika maupun metodologi. Aliran pemikiran yang khusus berhubungan dengan tradisi Yahudi dan Kristiani.

Komunisme 3. mengetahui supaya manusia dapat menantikan apa yang akan terjadi) (Hamersma. Filosof yang mewakili aliran ini adalah Comte. Manusia harus menyelidiki gejala-gejala dan hubungan antara gejala-gejala ini supaya ia dapat meramalkan apa yang akan terjadi. Hanya ada satu hal yang terpenting yaitu “ Savor p our prevour” ( mengetahui supaya siap untuk bertindak. Aliran Historisme. Tokoh yang bergabung dalam aliran ini ialah Vico. Ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif –ilmiah. 1983 :54). Filsafat Sejarah Auguste Comte Auguste Comte ( 1798-1870) adalah pendiri aliran filsafat positivisme yang anti metafisisme. Tokoh yang bergabung dalam aliran ini adalah Agustinus dan Niehbuhr. akan tetapi juga sebagai gerak garis lurus. Collingwood. Aliran ini menolak keyakinan bahwa sejarah adalah linier. Ranke. 4.Aliran inn sangat dipengaruhi oleh pandangan agama. 3. . 5. An Intruduction to the Philosophy of History. Sejarah tidak hanya dilihat sebagai siklus. 2001:168). Aliran pemikiran yang melihat perkembangan sejarah sebagai suatu proses yang bergerak secara linier kea rah kemajuan. Menurut mereka perkembangan sejarah sangat di tentukan oleh berbagai factor dalam kebudayaan manusia. Baginya tidak ada gunanya mencari “ kakekat” kenyataan. mengatakan bahwa para filosof filsafat sejarah dalam pandangannya tentang sejarah berdasarkan pada situasi yang di hadapi pada waktu itu dan mencoba untuk memperlihatkan komunisme adalah solusi teka-teki sejarah dan mengetahui bahwa dirinya merupakan solusi ( Fromm. Aliran yang dipengaruhi oleh filsafat sejarah Marxisme John Edward Sulivan ( 1970 : 265-290) dalam bukunya Propets of The Wesr .

Metode Intuitif : Plotinus dan Bergson Dengan jalan metode intuitif dan dengan pemakain symbol-simbol diusahakan membersihkan intelektual ( bersama dengan pencucian moral) sehingga tercapai suatu penerangan pemikiran. Dengan jalan bertanya ( berdialog). . 1982 :11). membersihkan. jiwa manusia.definisi atau prinsip-prinsip yang jelas dengan sendirinya ditarik kesimpulan-kesimpulan. Thomas Aquinas. Metode Filsafat Sebenarnay jumlah metode filsafat hampir saam banyaknya dengan definiusi para ahli dan filusuf sendiri karena metode adalah suatu alat pendekatan untuk mencapai hakikat sesuai dengan corak pandangan filusuf itu sendiri. membedaka. Metode ini bersifat sintesis-deduktif dengan bertitik tolak dari definisi. tahap metafisik atau abstrak dan tahap positif atau riel ( Koento Wibisono. tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan. C. baik secara individual maupun secara kelompok berkembang menurut hukum tiga tahap. Positif dalam arti Comte adalah yang berguna untuk diketahui. Hukum-hukum bersifat „positif „. menyisihkan dan menolak yang akhirnya ditemukan hakikat. 3. tercapai perubahan. Sejarah umat manusia. Sedangkan Bergson denga jalan pembaura antara kesadaran dan proses perubahan. yaitu tahap teologi atau fiktif. filsafat abad pertengahan. 2.Hubungan antara gejala-gejala oleh Comte disebut „konsep-konsep‟dan „hukumhukum‟. Metode Skolastik : Aristoteles. Metode Kritis : Socrates dan Plato Metode ini bersifat analisis istilah dan pendapat atau aturan-aturan yang dikemukakan orang merupakan hermenecetika yang menjelaskan keyakinan dan memperlihatkan pertentangan. Beberapa metode filsafat : 1.

Metode Transendal : Immanuel Kant dan Neo Skolastik Metode ini bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu dengan jalan analisis diselisiki syarat-syarat aprori bagi pengertian demikian. Hakeat segala sesuatu adalah reduksi atau penyaringan. David Hume. Reduksi Transendental 8. 7. Dialektis itu di ungkapkan sebagai tiga langkah yaitu dua pengertian yang bertentangan kemudian di damaikan ( tesis-antitesis-sintesis) . Hanya pengalamanlah yang menyajikan pengertian benar. Reduksi Eidetis c.4.hakikat sederhana ( ide terang da berbeda dengan lainya) dari hakikat-hakikat itu di dedukasikan secara matematis segala pengertian lainya. maka semua pengertian ( ide-ide) dalam intropeksi di bandingkan dengan cerapan-cerapan ) impresi dan kemudian disusun bersama secara geometris. Berkeley. Metode Geometris : Rene descarfes dan pengikutnya Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks dicapai intusi akan hakikat. refleksi atau fenomin dalam kesadaram mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni. 5. Fenomenologi adalah suatu aliran yang membicarakan tentang segala sesuatu yang menampakkan diri atau membicarakan gejala. Yakni dengan jalan beberapa pemotongan sistematis (reduction). 6. antitesis. Metode Dialektis : Hegel dan Marx Dengan jalan mengikuti pikiran atau alam sendiri menurut triade tesis. Menurut Huserl ada 3 macam reduksi yaitu : a. sintesis dicapai hakekat kenyataan. Eksistensialisme. Metode Empiris : Hobbes. Locke. Metode Fenomenologis : Huserl. Reduksi Fenomenologis b.

A. Di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencangkup apa saja hal-hal yang konkrit ataupun abstrak. kenyataan maupun yang ada dalam kemungkinan. D. Objek Formal Filsafat. 10. Yaitu sudut pandang yang di tunjukkan pada bahan dari peneliti atau pemberntukan pengetahuan. Metode ini dinilai cukup netral sebab sama sekali tidak mengendalikan salah satu filsafat.9. yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya. Objek Filsafat Objek filsafat ini terdiri dari 1. Ada yang bersifat khusus yang terbagi menjadi dua yaitu ada secara mutlak ( theodicae) dan tidak mutlak yang trdiri dari manusia ( antropologi metafisik) dan ( kosmologi). . Yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan atau hal yang di selidiki. Ada yang bersifat umum (ontology ). H. 2. Menurut Dr. Dardiri bahwa objek material adalah sesuatu yang ada. Kenyataan yamg di pahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif (eksata). baik yang ada dalam pikiran. Segala yang ada itu di bagi menjadi dua yaitu : a. suatu dari sudut mana objek material tersebut di pandang . Metode Analitika Bahasa : Wiittgenstern. b. Metode non-Positif. Keistimewaanya adalah semua dan hasilnya selalu didasarkan pada penelitian bahasa yang logis. Objek Meterial Filsafat. Dengan jalan analisa pemakaina baahsa sehari-sehari ditentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan filosofis.

Objek dalam filsafat : Objek material filsafat. metode analitika bahasa. metode dialektis. 2. metode intuitif. B. . filsafat sejarah Karl Marx. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari para pembaca untuk perbaiakan yang akan dating. filsafat sejarah Auguste Comte. 3. Aliran dalam pengkajian sejarah : filsafat sejarah Hegel. 5. Ungkapan filsafat sejarah secara tradisonal adalah usaha untuk memberikan keterangan atau tafsiran yang luas mengenai seluruh proses sejarah.Contoh : Objek materialnya adalah manusia ini ditinjau dari sudut pandang yang berbedabeda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia diantaranya Psikologi. Filsafat sejarah tidak hanya untuk memahami masa lampau dalam pandangan masa kini. metode geometris. 4. Penutup Kami sadar dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan. akan tetapi juga berusaha untuk membuat proyeksi ke masa depan. metode fenomenologis. Kesimpulan 1. metode transcendental. Metode-metode dalam filsafat : Metode Kritis. objek formal filsafat. metode sekolastik. Antropologi. metode empiris. metode non-positifisme. Sosiologi dsb BAB III PENUTUP A.

siapakah yang menentukan gerak sejarah? 2. artinya tidak diberi satu jawaban yang dapat diterima dan dapat memuaskan semua orang. teori tentang sejarah penulisan sejarah (perkembangan historiografi) k. Masalah tersebut dapat dikatakan sejarah serba teori. teori tentang cara penelitian sejarah c. di satu sisi benar. sebagai falsafah atau perkembangan ilmu sejarah/falsafah sejarah Pemecahan masalah tersebut memang penting untuk seorang sejarawan. arti. gerak sejarah. isi. dsb. Dapatkah manusia menentukan perjalanan sejarah?. Julius Caesar. bagaimanakah sifat gerak sejarah itu? 3. Secara singkat dapat dirumuskan bahwa sejarah serba teori meliputi bidang-bidang teori seperti: a. di sisi lain mungkin salah. dsb. Masalah lain yang erat huungannya dengan masalah ini ialah tentang peranan tokoh-tokoh besar. Socrates. karena ilmu sejarah menyelidiki tentang dasar-dasar pengertian sejarah. teori tentang cara dan penafsiran rekonstruksi fakta e. Mahatma Gandhi. seperti Iskandar Zulkarnain. teori tentang metode-metode ilmiah yang digunakan dalam ilmu sejarah. Bagi kita yang penting adalah masalah tempat manusia dalam sejarah. teori tentang penyusunan pengertian f. ditegaskan sebagai berikut: 1. tujuan dan makna sejarah h. misalnya: penelitian.Perkembangan Teori Sejarah PERKEMBANGAN TEORI SEJARAH “TEORI GERAK SEJARAH” Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Program Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Profesi Angkatan II Tahun 2008-2009 Oleh: Hari Budiyanto I. Jawabannya bersifat relatif atau tidak absolut. pemikiran tentang sejarah serba obyek. bentuk. apakah peranan manusia dalam sejarah atau apakah arti sejarah bagi manusia? Apabila masalah tersebut tidak dapat dipecahkan secara memuaskan. dsb. g. Napoleon Bonaparte. penyusunan pengertian. Gajah Mada. Lao Tse. teori tentang kualifikasi sejarah sebagai ilmu. Frnaklin Delano Roosevelt. gerak. Untuk memudahkan pemecahan masalah tersebut. teori tentang sumber-sumber sejarah b. penempatan manusia dalam sejarah dan penentuan sejarah sebagai sifat azasi manusia i. tafsiran sejarah. teori tentang penulisan sejarah atau sejarah serba subyek j. tujuan sejarah. makna. setidak-tidaknya akan . teori tentang rekonstruksi fakta-fakta d. Teori Dalam Sejarah Ilmu sejarah menyelidiki arti. atau manusia itu seperti wayang yang hanya digerakkan saja oleh sejarah. Lenin. ilmu sejarah murni. Masalah yang berkaitan dengan filsafat sejarah tersebut tidak dapat dipecahkan secara absolut. yaitu tentang kebebasan manusia atau peranan manusia dalam sejarah.

yaitu tidak menyebut sebab-sebab yang pasti. apakah sebabnya bangsa Manchu menguasai Tiongkok? 2. Dalam analisis tersebut terdapat juga adanya gerak sejarah. hukum sejarah seperti halnya menganalisis suatu benda dalam ilmu pengetahuan alam. mengapa mereka tetap berbangsa Manchu meskipun kebudayaannya Tionghoa? 4. yaitu gerak sejarah seperti dilaksanakan bangsa Manchu dan Tiongkok disebabkan oleh siapakah? Manusia sendiri ataukah kekuatankekuatan di luar manusia? Apakah pemimpin-pemimpin manchu bermusyawarah untuk memiliki kebudayaan Tionghoa dengan maksud tertentu? Apakah pemimpin-pemimpin Tiongkok sudah bulat tekadnya untuk memasukkan Manchu ke negerinya setelah memperhitungkan segala sesuatu? Ataukah segala sesuatu itu berlangsung dengan serba kebetulan saja? Mungkinkah bahwa memang itulah nasib bangsa-bangsa? Dewa-dewakah yang merencanakan? Tuhankah yang mengatur segala-galanya? Apabila dipersingkat. Ayah dan nenek laki-laki salah seorang pemimpinnya telah dibunuh secara khianat oleh bangsa Tionghoa. hanya rangkaian peristiwa yang saling berhubungan dengan menunjukkan keterkaitannya. Analisis sejarah yang obyektif bila analisis itu didasarkan pada sumber-sumber yang ditemukan. Menganalisis sejarah (kejadian sejarah) berarti mencari hakekat dari kejadian-kejadian tersebut. mengapa bangsa Manchulah yang menguasai Tiongkok.terdapat suatu rangkuman tentang makna sejarah. yang perlu dipermasalahkan di sini adalah: 1. 1975: 54) II. Hasil analisis tersebut adalah penyusunan atau penceritaan kembali suatu cerita sejarah . siapakah yang menggerakkan bangsa Manchu ke Tiongkok? 3. suku bangsa Manchu adalah segerombolan yang kecil dan tak penting. dan diam di sebuah lembah subur di Manchuria. maka masalah-masalah itu bentuknya sebagai berikut: Jiwa besar Manusia Khalayak Gerak Sejarah . siapakah yang menggerakkan hati orang Tionghoa untuk memanggil bangsa Manchu? Masalah di atas dapat dirangkum menjadi satu masalah. seperti halnya jika dilihat sepintas lalu saja. mengapa mereka tidak tetap berdiam di lembah yang subur itu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sukar untuk dijawab dengan tepat. Lima puluh tahun sebelum waktu itu. apa sebab mereka memiliki kebudayaan Tionghoa sebelum menyerbu ke Tiongkok? 3. Seperti telah diketahui bangsa Manchu dapat menguasai Tiongkok selama 248 tahun (16441912). Siapakah Yang menentukan Gerak Sejarah Cerita sejarah melukiskan segala sesuatu dengan lugas. seperti contoh berikut ini: Nio Joe Lan. tetapi dapat pula dipersoalkan: 1. 1952: 155-160 dalam bukunya Tiongkok Sepandjang Abad menyatakan suku bangsa Tartar Manchu telah menaklukkan Tiongkok dengan cara sangat mudah dan mengagumkan. peranan pikiran manusia yang menganalisis (subyek) hanya terbatas kepada kemampuan mencari adanya saling hubungan antara cerita yang terdapat pada sumber-sumber sejara tersebut (Sutrasno. akan tetapi dapat dicari sebabsebab yang sesuai. tetapi ini tak merupakan suatu kemalangan besar. sebab-akibat dapat diterangkan. mengapa bukan bangsa-bangsa nomaden lain di sebelah utara Tiongkok? 2. maka bersumpahlah pemimpin tiu untuk membalas dendam dan ia menepati sumpahnya.

yaitu ekonomi atau kekuatan-kekuatan produksi. Kekuatan Masyarakat 4. Pendapat Sanusi Pane didasarkan atas kepercayaan terhadap Tuhan. dengan terbatas. Dewata Di luar Manusia 3. supaya sanggup dengan terbatas. tetapi dapat lebih dari satu jawaban . dapatlah dimengerti bahwa munculnya masalah itu dipandang sebagai akibat pendapat manusia tentang dirinya. III. Pada dasarnya alam raya sama dengan alam kecil. masalah tersebut harus dipandang khusus mengenai manusia. pertentangan kelas dijadikan sebagai pengetahuan yang nyata. Faham bahwa manusia itu otonom dalam istilah filsafat disebut indeterminism dan faham heteronom disebut determinism. Dalam perjuangan untuk keadilan dan politik. kehidupan mutlak. yaitu manusia. peminat sejarah juga manusia. peran sejarah hanya manusia saja. Tuhan : Kekuatan 2. atau ayat-ayat kitab agama. Cosmos menunjukkan bahwa alam itu teratur dan di alam itu hukum alam berkuasa. nasib manusia ditentukan kekuatan di luar kekuatan dirinya. tetapi langsung menuju sebab yang nyata yang merusakkan dan memperbaiki penghidupannya. kekuatan x (tidak dikenal) c. manusia bebas menentukan nasibnya sendiri.Disebabkan oleh 1. manusia disebut heteronom. alam sekitar beserta isinya b. Salah satu sendi penting adalah anggapan tentang manusia dan alam. Oleh kerena itu. Nasib Dari bagan di atas tampaklah betapa sukarnya untuk membicarakan masalah tersebut. macro cosmos sama dengaan micro cosmos. Masalahnya berkisar pada pertanyaan. upaya merasa. manusia tidak membutuhkan atau mencari-cari Tuhan lagi. Bagaimanakah manusia memandang dirinya sendiri? Sejarah adalah sejarah manusia. Pada umumnya manusia lebih condong menerima kekuatan di luar pribadinya daripadaa ia percaya bahwa segala sesuatu ditentukan oleh dirinya sendiri. Menurut Sanusi Pane (1955: 7) sejarah ialah perwujudan kehendak Tuhan bagi manusia dalam dunia. Mempelajari sejarah berarti berdaya upaya dengan semangat terbatas mengetahui kehendak Tuhan itu. yaitu: a. Dua pendapat di atas menunjukkan bahwa masalah gerak sejarah tidak dapat dijawab dengan satu jawaban saja. hidup dan bekerja sebagai hamba Tuhan yang lebih insyaf. manusia tidak bebas menentukan nasibnya.Untuk lebih jelasnya akan diuraikan di bawah ini. maka manusialah yang harus dipandang sebagai inti permasalah tersebut. Tuhan A. dengan istilah internasional otonom b. Cosmos bukan chaos atau kekacauan! Hukum apakah yang . Menurut Tan Malaka. Pengertian-pengertian Dasar Gerak Sejarah Untuk memudahkan masalah gerak sejarah. setelah manusia mencaji cerdas dan dapat memikirkan pergaulan hidup. Gerak Sejarah Menurut Hukum Fatum Alam fikiran Yunani menjadi dasar alam fikiran Barat. Pendapat berbeda dikemukakan oleh Tan Malaka (1944: 5) bahwa setelah ilmu dan penelitian menjadi sempurna. Mempelajari sejarah adalah berusaha mengetahui kehendak Tuhan. penulis sejarah manusia juga. siapakah yang menentukan nasibnya? Penentu nasib manusia adalah: a. setelah manusia mulai meninggalkan dogma agama. gerak sejarah berpangkal kepada sebab nyata yang merusakkan dan memperbaiki penghidupannya.

Zaman lampau telah terjadi menurut kodrat alam. setiap peristiwa akan terjadi lagi. Zaman yang akan datang akan terjadi seperti telah dikodratkan manusia tidak akan dapat mengubah qadar itu. Oleh karena itu kejadian/peristiwa sejarah dari masa itu melukiskan kejadian/peristiwa yang tergantung pada qadar. Faham Santo Agustinus Faham fatum Yunani kemudian menjelma dalam agama Nasrani sebagai faham ketuhanan dengan sifat-sifat yang sama: a. bintang. terulang lagi.dsb tidak dapat menyimpang dari jalan yang sudah ditentukan oleh nasib. yaitu cakram berputar dan jika digambarkan sebagai berikut: Cakra Manggilingan Roda mati hidup yang berputar terus Maut Mati Lahir Hidup Arti Cakra manggilingan ialah bahwa manusia tidak dapat melepaskan diri dari cakram itu. demikian pula setiap peristiwa akan terulang kembali. B. Hukum siklus di Indonesia disebut Cakra Manggilingan. menurut ketentuan faham menjadi kehendak Tuhan . hidup bergerak naik turun seirama dengan gerak irama cakram di jagat raya. segala sesuatu berulang menurut hukum siklus. sesuai dengan gerak cakram jagat kecil.berlaku dalam macro dan micro cosmos? Alam raya dan alam manusia dikuasai oleh nasib (qadar). Hukum alam yang menjadi dasar segala hukum cosmos ialah hukum lingkaran atau hukum siklus. menurut kenyataan. Cakram adalah lambang nasib (qadar) yang berputarterus serba abadintanpa henti putusnya. Manusia terikat dengan cakram itu. Sifat cerita sejarah ialah realistis. Seperti matahari tiap pagi terbit. Oleh karena itu terdapat dalil bahwa di dunia tidak terdapat sesuatu (peristiwa) yang baru. Kekuatan tunggal fatum menjadi Tuhan b. manusia hanya menjalani dan menjalankan qadarnya. menurut rencana alam. bahwa setiap kejadian atau peristiwa tertentu akan terulang (sikuls A. Apabila digambarkan seperti gambar di bawah ini: Benih Malam Musim Hujan Berbuah Tumbuh Sore Pagi Pancaroba Pancaroba Berbunga Siang Kemarau ABC Arti hukum siklus iaalah. Perjalanan alam semesta ditentukan oleh nasib. bahwa segala kejadian/peristiwa berlangsung dengan pasti (Sutrasno.60-61). terlaksana menurut qadar. yaitu suatu kekuatan gaib yang menguasai macro cosmos dan micro cosmos. Nasib (qadar) adalah kekuatan tunggal yang menentukan gerak sejarah. Setiap kejadian. manusia. perjalanan matahari. B dan C). Qadar. nasib atau fatum bagi alam fikiran Yunani merupakan kekuatan tunggal. serba keharusan. bulan.

ia menerima segala sesuatu. Bila Civitas Dei itu akan menjadi wujud belum diketahui. Pendapat Ibnu Kholdun tertuang dalam bukunga An Arab Philosophy of history translated and arranged by Charles Issawi MA. ialah yang dapat dipandang sebagai ahli sejarah yang paling pertama. Masa sejarah adalah masa percobaan. Keharusan kodrat ilahi menurut faham ini ditambah dengan ancaman di akhirat. yaitu sebelum dan sesudah kiamat. ialah bahwa manusia tidak bebas menentukan nasibnya sendiri. Teorinya didasarkan pada kehendak Tuhan sebagai pangkal gerak sejarah seperti Santo Agustinus. menyerahkan nasib kepada gereja. tetapi nyatalah bahwa Tuhan akan mengadakan pemilihan. akan tetapi Ibnu Kholdun tidak memusatkan perhatiannya kepada akhirat. manusia hanya menanti-nantikan kedatangan Civitas Dei. barang siapa menentang kehendak Tuhan akan menjadi penduduk neraka atau jahanam. Apakah nasib yang akan diterima kelak? Fiat Voluntas tua. Kesimpulan dari penjelmaan hukum cakra manggilingan. Sejarah sebagai wujud qadar menjadi sejarah sebagai wujud kehendak Tuhan. Bagi alam fikiran Yunani manusia menerima segala sesuatu dengan amor fati (gembira). barang siapa taat dan menerima kehendak Tuhan di terima di sorga. apa yang diterima sebagai kehendak Tuhan. yaitu kisah perubahan- .c. Gerak sejarah dunia diibaratkan riwayat hidup manusia. Gerak sejarah bermata air kodrat ilahi dan bermuara pada Civitas Dei. masuk civitas diaboli (kerajaan iblis) atau neraka. kecemasan dan ketakutan meliputi seluruh alam fikiran itu. Kehendak tuhan harus diterima dengan rela dan ikhlas. Pendapat Ibnu Kholdum Tentang Sejarah Ibnu Kholdun (1332-1406) adalah seorang sarjana Arab yang ternama. Tuhan sudah menentukan perjalanan hidup manusia dan alam. bagi alam kodrat ilahi pemberian Tuhan diterima dengan fiat voluntas tua (kehendak Tuhan terlaksanalah). Maka peri kehidupan manusia ditujukan kepada Civitas Dei. halaman 26-30: Sejarah ialah kisah masyarakat manusia atau kisah kebudayaan dunia. dewasa bijaksana Babilonia 6 kiamat Tua Pemilihan antara baik-jahat Tujuan gerak sejarah ialah terwujudnya Kehendak Tuhan. C. tujuan sejarah ialah agar manusia sadar akan perubahan-perubahan masyarakat sebagai usaha penyempurnaan peri kehidupannya. kepada akhirat. Zaman lampau sebagai perwujudan kehendak Tuhan adalah cermin atau hikmah untuk mengetahui kodrat ilahi. Demikianlah pandangan sejarah Eropa di masa abad pertengahan (midlle ages). kehendak Tuhan terlaksanalah! Manusia menyerah kepada kehendak Tuhan. manusia tidak dapat mengubah garis hidup yang sudah ditentukan. yaitu Civitas Dei atau Kerajaan Tuhan. Tuhan sudah menentukan perjalanan hidup yang sudah ditentukan Tuhan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jafet 3 adulescentia Pemuda Ibrahim sampai Daud 4 inventus Kejantanan Daud 5 gravitas Dewasa. Zaman yang akan datang adalah masa medan perjuangan untuk mendapat tempat di Civitas Dei. babakan waktu disusun menurut tingkatan-tingkatan hidup manusia: No Santo Agustinus Artinya Zaman 1 intifia Bayi Adam sampai Nuh 2 pueritia Kanak-kanak Sem. Ia menerima nasib dari Tuhan. masa ujian bagi manusia. Baginya sejarah adalah ilmu berdasarkan kenyataan. Santo Agustinus menghimpun suatu teori sejarah berdasarkan fiat voluntas tua itu. manusia tidak dapat melepaskan diri dari dari kodrat ilahi.

yaitu keharusan yang memaksa segala sesuatu untuk maju. pemberontakan. yaitu suatu revolusi yang mematahkan kekuatan heteronomi. maka masyarakat dan negara akan mengalami kemajuan. Teori Agustinus menciptakan manusia menyerah. Keadaan dunia dan keadaan negara-negara dan adat lembaganya serta cara-cara penghidupannya (produksi) tidak tinggal tetap dan bersifat kekal (tak berubah) akan tetapi terus berubah sepanjang masa dan berubah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Perbedaan antara teori Santo Agustinus dan Ibnu Kholdun tampak dari akhir tujuan terakhir. Justru perubahan-perubahan itu berupa revolusi. negara dengan manusianya menuju ke arah kesempurnaan hidup. kepercayaan pada diri pribadi sendiri bertambah dalam diri manusia. atau kegiatan dalam macam-macam ilmu dan usaha. 1963: 72). Puncak gerak sejarah ialah umat manusia bahagia dengan beraneka ragam masyarakat. kisah revolusi. Sifat menyerah pada nasib berkurang dan harga diri memperkuat semangat otonom manusia. Moh. masa. maka iklim. dsb. kisah kegiatan dan pekerjaan manusia. Jika digambarkan sebagai berikut: Gerak evolusi . teori Ibnu Kholdun mendidik manusia menjadi pejuang yang tak kenal mundur. masa saling membantu terus ke masa persatuan golongan. daerah dan negara juga akan mengalami perubahan itulah hukum yang telah ditentukan oleh Allah untuk para mukmin (R. D. tetapi dicari dari dalam diri sendiri. Agustinus mengakhiri sejarah dengan dwitunggal sorga-neraka. Gerak sejarah menuju ke arah kemajuan yang tidak ada batasnya. manusia berdiri sendiri (otonom. negara.perubahan yang terjadi karena kodrat masyarakat itu seperti masa kebiadaban. Sumber gerak sejarah tidak di cari di luar pribadinya. Kemajuan ilmu pengetahuan seirama dengan kemajuan filsafat dan teknik mengakibatkan timbulnya alam fikiran baru di Eropa. kesatuan hidup lainnya yang sempurna. tujuan fatum yang serba tidak tentu diberi batasan yang jelas. Hubungan dengan cosmos diputus. Manusia lambat laun melepaskan diri ari agama serta berani mengembangkan semangat otonom. Perhatian manusia berubah dari duniaakhirat ke dunia-fana. Demikian halnya manusia. Manusia melenyapkan sorga-neraka sebagai tujuan. Abad ke-18 dan 19 merupakan masa revolusi jiwa yang luar biasa. kota-kota mengalami perubahan. Manusia dan semua lembaga-lembaga yang diciptakannya dapat maju karena perubahan. ikatan dengan Tuhan ditiadakan. Hukum siklus yang mengekang daya pencipta lenyap kekuatannya. yaitu pekerjaan untuk mendapatkan nafkah. Renaissance dan Akibatnya Pada masa renaissance pengaruh gereja mulai berkurang. pemberontakan yang timbul antara bangsa dengan bangsa dan kisah kerajaan-kerajaan dan negara-negara yang timbul karena revolusi dan pemberontakan itu. Semangat otonom itulah yang mendorong manusia ke arah pengertian tentang kehendak Tuhan. Dengan tegas Ibnu Kholdun menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat karena qadar Tuhan. Ali. dan umumnya kisah dari perubahan yang terjadi karena kodrat manusia. Lingkaran cakra manggilingan diterobos dan gerak sejarah tidak berputar-putar lagi. Gerak sejarah berpangkal pada kemajuan (evolusi). Evolusi tak terbatas adalah tujuan manusia. pergantian lembaga. Ibnu Kholdun dengan tegas menyatakan perubahan sebagai dasar kemajuan dan itulah yang kemudian disebut teori evolusi (teori kemajuan) yang dicetuskan oleh Charles Darwin. bagi Ibnu Kholdun sejarah menuju ke arah timbulnya beraneka warna masyarakat. yang terdapat dalam masyarakat adalah “naluri” untuk berubah. waktu. tetapi maju menurut garis lurus yang tidak ada akhirnya.

manusia menjadi alat dari dinamika ekonomi. tidak otonom dalam arti luas. Jelaslah bahwa otonomi yang dibanggakan manusia abad 19 sebetulnya hanya pembebasan dari Tuhan dan penambatan dari hukum ekonomi. timbullah faham-faham baru yang berpedoman pada evolusi tak terbatas. tidak memerlukan fatum. tetapi ke arah kemajuan duniawi. paham Spengler tentang kebudayaan pasti runtuh apabila sudah melewati puncak kebesarannya. Pada abad ke-20 historical materialism diperjuangkan oleh Partai Komunis. Dunia yang tersedia ini tidak untuk difikirkan. Kebebasan manusia sangat terbatas oleh keharusan ekonomi. Manusia pada dasarnya tidak bebas. E. kefanaan. tetapi harus diubah menurut kehendak manusia menurut hukum alam. maka dalam dunia yang seolah-olah tidak memerlukan Tuhan lagi itu. Evolusi berarti evolusi jasmaniah. Mitos evolusi menjadi sumber dinamika yang dahsyat dan mengeluarkan manusia dari alam rohaniah. gerak sejarah ditentukan oleh cara-cara menghasilkan barang kebutuhan masyarakat (produksi). itulah keharusn alam yang mesti terjadi. manusia dan alam semesta. manusia hanya dapat mempercepat jalan gerak sejarah dan tidak dapat mengubah atau menahan gerak sejarah. Spengler meramalkan keruntuhan Eropa. taknik. seperti jam tangan yang setelah diputar berjalan dengan sendirinya. Cara produksi menentukan perubahan dalam masyarakat. kelas manusia istimewa akan lenyap pada saat amsayarat tanpa kelas dapat diwujudkan. Faham historical materialism menerangkan bahwa pangkal gerak sejarah ialah ekonomi. yaitu karena pertentangan kelas. Sejarah berlangsung dengan sendirinya. Gerak sejarah tidak menuju ke akhirat. Tafsiran Sejarah Menurut Oswald Spengler (1880-1936) Karya Oswald Spengler yang berpengaruh adalah Der Untergang des Abendlandes (Decline of the West) atau Keruntuhan Dunia Barat/Eropa. 2008: 6-13) yang dicetuskan oleh Karl Marx (1818-1883) dan Frederick Engels (1820-1895). perubahan itu ditimbulkan oleh pertentangan kelas. dsb. Demikianlah secara singkat faham historical materialism (Croce. Ramalan itu didasarkan atas keyakinan bahwa gerak sejarah ditentukan oleh hukum alam. Tujuan sejarah ialah menciptakan kebahagiaan untuk setiap manusia. Hukum itu tampak pada siklus: No Alam Manusia Tumbuhan Hari Kebudayaan 1 Musim semi Masa pemuda Masa pertumbuhan Pagi Pertumbuhan 2 Musim panas Masa dewasa Masa berkembang Siang Perkambangam 3 Musim rontok Masa puncak Masa berbuah Sore Kejayaan 4 Musim dingin Masa tua Masa rontok Malam Keruntuhan Tiap-tiap masa pasti datang menurut waktunya. diantaranya faham historical materialism atau economic determinism. Persamaan itu berdasarkan kehidupan yang dikuasai oleh hukum siklus sebagai wujud dari fatum. Semua perubahan terjadi tanpa persetujuan manusia. filsafat alam sekitarnya diselidiki dengan semangat evolusi. evolusi duniawi. evolusi kebendaan. Suatu kebudayaan mendekati keruntuhan apabila kultur . Sejarah menjadi perjuangan manusia untuk menciptakan dunia baru guna kebahagian manusia. pabirk. Dengan ilmu pengetahuan. misalnya kemajuan teknik: kapal api. Oleh sebab itu keruntuhan suatu kebudayaan dapat diramalkan terlebih dahulu menurut perhitungan. Gerak sejarah terlaksana dengan pasti menuju ke arah masyarakat yang tidak mengenal pertetangan kelas. Seperti halnya historical materialism. Gerak sejarah tidak memerlukan Tuhan. hewan. Gerak sejarah bersifat mekanis. tidak memerlukan manusia agar dapat terlaksana.Sejarah adalah medan perjuangan manusia dan cerita sejarah adalah epos perjuangan ke arah kemajuan. kereta api. Dalil Spengler ialah bahwa kehidupan sebuah kebudayaan dalam segalanya sama dengan kehidupan tumbuhan.

Menurut Toynbee gerak sejarah berjalan menurut tingkatan-tingkatan seperti berikut (http://nobsnews. Sparta. kebudayaan Barat sampai pada masa tua (musim dingin). sesudah civilization itu kebudayaan Barat pasti akan runtuh c. growth of civilizations. meruntuhkan kebudayaan. maka daya cipta dan gerak sejarah akan membeku. Tiongkok. Nasib kebudayaan dapat diramalkan. Apabila minoritas lemah dan kehilangan daya mencipta. yaitu keruntuhan kebudayaan: 1. Gerak sejarah tidak bertujuan sesuatu kecuali melahirkan. yaitu lahirnya kebudayaan b. Turki. mengembangkan. . membesarkan. Polinesia. Tafsiran Arnold J. Minoritas menyerah. kemerosotan kebudayaan. manusia Barat harus dengan bersikap berani menghadapi keruntuhan itu Mempelajari sejarah tujuannya ialah untuk mengetahui suatu kebudayaan didiagnose seperti seorang dokter menentukan penyakit si penderita. Jumlah kecil itu menciptakan kebudayaan dan jumlah yang banyak (mayoritas) meniru keudayaan tersebut. Spengler menyelidikinkebudayaan Barat dan setelah membandingkan kebudayaan Barat dengan sejarah kebudayaan-kebudayaan yang sudah tenggelam. decline of civilizations. dissolution of civilization. Maya. 21 kebudayaan yang sempurna. Romawi. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kebudayaan digerakkan oleh sebagian kecil dari pemilik kebudayaan. Hindu. karena challenge and response atau tantangan dan jawaban antara manusia dengan alam sekitarnya). Kesimpulan Toynbee ialah bahwa gerak sejarah tidak terdapat hokum tertentu yang menguasai dan mengatur timbul tenggelamnya kebudayaan-keudayaan dengan pasti. maka mayoritas tidak lagi bersedia mengikuti minoritas. breakdown of civilizations. yaitu: a. maka keruntuhan (decline) mulai tampak. maka apabila tantangan alam itu baik timbullah suatu kebudayaan. Toynbee mengarang buku A Study of History tahun 1933. yang kurang sempurna. Kalahari. Gobi). yaitu kemerosotan kebudayaan 2. suatu kebudayaan tidak dapat berkembang. Dalam alam yang baik manusia berusaha untuk mendirikan suatu kebudayaan seperti di Eropa. Di daerah yang terlalu dingin seolah-olah manusia membeku (Eskimo). Keruntuhan itu terjadi dalam 3 masa. Yang disebut kebudayaan (civilization) oleh Toynbee ialah wujud kehidupan suatu golongan seluruhnya. terjadi karena minoritas kehilangan daya mencipta serta kehilangan kewibawaannya. yaitu hilang dan lenyapnya kebudayaan Suatu kebudayaan terjadi. Peraturan dalam kebudayaan (antara minoritas dan mayoritas pecah dan tentu tunas-tunas hidupnya suatu kebudayaan akan lenyap. yaitu civilization b.com/1993 /10/introduction. India. yaitu perkembangan kebudayaan c. antara lain: Yunani. Apabila kultur sudah kehilangan jiwanya. Tanpa minoritas yang kuat dan dapat mencipta. mundur. maka pertumbuhan kebudayaan tidak ada lagi. antara lain: Eskimo. sehingga untuk seterusnya kebudayaan itu dapat menentukan sikap hidupnya. maka tantangan dari alam tidak dapat dijawab lagi. F. Apabila kebudayaan sudah memuncak. di daerah yang terlalu panas tidak dapat timbul juga suatu kebudayaan (Sahara.sudah menjadi Civilization (kebudayaan yang sudah tidak dapat tumbuh lagi). Toynbee Arnold J. genesis of civilizations.htm): a. ia berkesimpilan: a. Barat/Eropa. Teori Toynbee didasarkan atas penelitian terhadap 21 kebudayaan yang sempurna dan 9 kebudayaan yang kurang sempurna.blogspot. disintegration civilization. dsb. yaitu kehancuran kebudayaan 3.

Ia menyatakan adanya cultural universal dan di dalam alam kebudayaan itu terdapat masyarakat dan aliran kebudayaan. sensate. yaitu apabila tubuh kebudayaan yang sudah membatu itu hancur lebur dan lenyap. Manusia hanya menerima ketentuan itu . yaitu idealistic. seperti terdapat dalam alam fikiran Yunani berdasarkan hukum fatum. IV. Di alam yang luas ini terdapat 3 tipe yang tertentu. dan Society. maka terdapat gambaran naik-turun. Ia hanya melukiskan perubahan-perubahan dalam tubuh kebudayaan yang menentukan sifatnya untuk sementara waktu. ketuhanan. Tiga jenis kebudayaan adalah suatu cara untuk menghargai atau menentukan nilai suatu kebudayaan. Dengan pergantian itu. timbul tenggelam. ia menerima teori siklus seperti hukum fatum ala Spengler. tidak ada pula kehancuran seperti pendapat Spengler. Gerak sejarah berputar-putar. pasang surut. Menurut Sorokin tidak terdapat hari akhir seperti pendapat Agustinus. Dengan demikian garis besar teori Toynbee mirip dengan Santo Agustinus. lenyapnya kebudayaan. karangannya yang terkenal adalah: Social Cultural and Dynamics (1941). berputar-putar dan tidak terdapat sesuatu yang baru. Untuk mwnhindarkan keruntuhan suatu kebudayaan yang mungkina dilakukan adalah mengganti norma-norma kebudayaan dengan norma-norma ketuhanan. Ia menilai gerak sejarah dengan gaya. peristiwa. Teori Pitirim Sorokin Pitirim Sorokin adalah ilmuwan Rusia yang mengungsi ke Amerika Serikat sejak Revolusi Komunis 1917. yaitu akhir gerak sejarah adalah Civitas Dei atau Kerajaan Tuhan. maka tujuan gerak sejarah ialah kehidupan ketuhanan atau kerajaan Allah menurut paham Protestan. kepercayaan b. Sorokin menyatakan bahwa gerak sejarah menunjukkan fluctuation of age to age. Tanpa arah tujuan. Pelaksanaan kehendak Tuhan. dipersingkat dan disederhanakan sehingga menjadi teori siklus. perpaduan antara ideational-sensate. mati dan mejadi fosil. yaitu serba jasmaniah. yaitu suatu kompromis. ia hanya melukiskan prosesnya atau jalannya gerak sejarah. ideational. The Crisis of Our Age (1941). Sorokin dalam menafsirkan gerak sejarah tidak mencari pangkal gerak sejarah atau muara gerak sejarah. Sorokin juga menolak teori Agustinus dan Toynbee yang menuju ke arah Kerajaan Tuhan. Sifat Gerak Sejarah Dari teori-teori yang memberikan arah dan tujuan gerak sejarah dapat disimpulkan sebagai berikut: a. teori ini kemudian diperluas dan diperdalam oleh Oswald Spengler. Apabila sifat ideational dipandang lebih tinggi dari sensate dan sifat idealistic ditempatkan diantaranya. dan menolak teori Karl Marx. Setiap kejadian. yaitu: a.b. mengenai keduniawian. keagamaan. Sorokin mengemukakan teori yang berlainan. maka seolah-olah daya hidup itu membeku dan terdapatlah suatu kebudayaan itu tanpa jiwa lagi. Ia adalah seorang Sosiolog. fakta pasti akan terjadi lagi seperti yang sudah-sudah. Setelah pertumbuhan terhenti. Culture and Personality (1947). yaitu naik turun. G. berpusat pada panca indera c. irama dan corak ragam yang kaya raya dipermudah. c. yaitu kerohanian. gerak sejarah ditentukan oleh kehendak Tuhan dan menuju ke arah kesempurnaan manusia menuju kehendak Tuhan. Toynbee menyebut masa ini sebagai petrification. kehancuran kebudayaan mulai tampak setelah tunas-tunas kehidupan itu mati dan pertumbuhan terhenti. pembatuan atau kebudayaan itu sudah menjadi batu. b. timbul-tenggelam dan pasang-suruta dalam gerak sejarah tidak menunjukkan irama dan gaya yang tetap dan tertentu.

dan tidak dapat mengubah nasibnya. Semakin meningkat. f. yang membuat cerita sejarah. Alam semesta harus dan dapat dikuasai oleh manusia. dasar mutlak gerak sejarah adalah manusia b. Akhir gerak sejarah adalah Kerajaan Tuhan (Civitas Dei) bagi yang dapat diterima Tuhan dan kerajaan setan (Civitas Diaboli) bagi yang ditolak oleh Tuhan. Aliran ini merupakan perpaduan otonomi dan heteronomi. Gerak sejarah adalah perjuangan manusia untuk mencapai kemajuan yang setinggi mungkin. ideational. bahwa gerak sejarah itu akan sampai pada masa bahagia apabila manusia menerima Tuhan serta kehendak Tuhan sebagai dasar perjuangannya. yaitu pengalaman manusia yang dihimpun sejak zaman purbakala. semakin luas dan dalam pengetahuan manusia dan makin berkuasalah ia. yaitu suatu aliran yang sangat luas dan berpusatkan pendapat mutlak bahwa manusialah yang terpenting di dunia ini. d. Reaksi terhadap faham evolusi menghasilkan beberapa aliran baru. Sejarah adalah pengalaman manusia dan ingatan tentang pengalaman-pengalaman yang diceritakan. apakah tujuannya. Manusia tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan melepaskan diri dari sejarah. karena ia yang membuat pengalaman menjadi sejarah. Dari uraian di atas dapat disimpulkan secara ringkas bahwa: a. isi gerak sejarah adalah pengalaman kehidupan manusia c.Aliran inilah yang sangat berpengaruh terhadap gerak sejarah di dunia Barat. manusia adalah subyek dan obyek sejarah. 2) aliran irama gerak sejarah menurut Sorokin yang menyatakan bahwa gerak sejarah tidak bertujuan apa-apa dan bahwa gerak itu hanya menunjukkan datang-lenyapnya atau bergantigantinya corak. d. dimanakah letak batas-batas kemungkinannya? Demikianlah sifat gerak sejarah sebagai daya penggerak manusianuntuk menciptakan dunia baru yang bersifat positif dan optimistis. tujuannya ialah manusia sempurna dalam arti yang luas. yaitu sempurna sebagai manusia fatum. Manusia dan sejarah adalah dwitunggal. manusia hitorical materialism dan manusia amr. e. Peran manusia dalam sejarah ialah menciptakan sejarah. Dengan senang hati manusia melaksanakan gerak sejarah dengan penuh harapan akan mengalami kemajuan yang tidak terhingga. Masyarakat tak berkelas itu adalah tujuan gerak sejarah setelah melalui masa kapitalis. apakah manusia itu. sehingga bangsa-bangsa di Eropa dan Amerika menglami kemajuan yang pesat. V. gerak sejarah membawa manusia setingkat demi setingkat terus ke arah kemajuan. maka gerak sejarah merupakan perimbangan antara kehendak Tuhan dengan usaha manusia. sensate dan idealistic 3) aliran kemanusiaan. Ia adalah penutur sejarah. Sejarah memang luas artinya. sebagai manusia bertuhan. Tugas Manusia Dalam Sejarah atau Manusia dan Sejarah Manusia tidak dapat dilepaskan dari sejarah. yaitu: 1) aliran menuju ketuhanan seperti faham Toynbee. Manusia mampu dan dapat mengubah dunia serta menentukan nasibnya sendiri. Disamping faham evolusi terdapat pula faham historical materialism yang menentukan masyarakat tanpa kelas adalah tujuan sejarah. Ada juga yang berpendapat bahwa ikhtiar. c. Evolusi dengan kemajuan yang tidak terbatas. Manusia dibentuk . pokok dasar gerak sejarah adalah masalah kemanusiaan. Manusia tanpa sejarah adalah khayal. usaha dan perjuangan manusia dapat menghasilkan perubahan nasib yang sudah ditentukan Tuhan.

Setelah memiliki sekadar pengetahuan tentang ilmu sejarah. Manusia adalah ciptaan sejarah dan ia mempunyai batas kemungkinan untuk menciptakan sejarah baru. Masalah manusia adalah masalah sejarah. VI Penutup Uraian tentang cerita sejarah pada umumnya hanya memberikan sekedar penjelasan. Penjelasan itu hanya sekadar memberikan pengertian tentang sejarah agar dapat dimengerti bahwa sejarah itu suatu ilmu yang mulia. maka kesadaran manusia tentang sejarah dapat diperjuangkan untuk membangkitkan semangat juang bagi kepentingan bangs dan negara. .oleh sejarah dan manusia membentuk sejarah.