P. 1
Makalah Fotosintesis

Makalah Fotosintesis

|Views: 381|Likes:
Published by Indah Khoiriyah

More info:

Published by: Indah Khoiriyah on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

Glukoneogenesis dan Fotosintesis

Kelompok II

GLUKONEOGENESIS dan FOTOSINTESIS
GLUKONEOGENESIS Glukoneogenesis adalah reaksi penbentukan glukosa dari senyawasenyawa bukan karbohidrat yang umum terjadi pada hewan dan manusia. Proses pembentukan glukosa ini bukan merupakan tahapan kebalikan dari glikolisis. Hal ini disebabkan oleh adanya tiga reaksi yang tidak dapat balik karena enzim yang digunakan berbeda. Ketiga reaksi tersebut adalah : 1. Pengubahan asam piruvat menjadi fosfoenol piruvat Reaksi ini dikatalisis oleh piruvat karboksilase yang mengandung biotin sebagai koenzim dan mengkatalisis reaksi pembentukan oksaloasetat. Di dalam miokondria oksaloasetat di ubah menjadi malat oleh malat ,dan dehidrogenase keluar menuju sitosol. Malat dioksidasi kembali menjadi oksaloasetat, oksaloasetat yang terbentuk dikatalis oleh fosfoenolpirufat karboksilase untuk menghasilkan fosfoenolpirufat. 2. Pengubahan fruktosa 1,6-difosfat menjadi fruktosa 6-fosfat Reaksi ini dikatalis oleh fruktosa 1,6-difosfatase yang akan menghidrolisis gugus 1-fosfat menghasilkan fruktosa 6 fosfat. 3. Pengubahan glukosa 6-fosfat menjadi glukosa Reaksi bersifat tidak balik, defosforilasi glukosa 6-fosfat menjadi glukosa bebas, yang dikatalis oleh glukosa 6-fosfatase. Reaksi pembentukan glukosa dari piruvat atau gliserol dimulai dalam mitokondria. Pembentukan glukosa dengan sumber piruvat karboksilase menghasilkan oksaloasetat. Kemudian produk ini mengalami transaminasi mengahasilkan aspartat. Aspartat keluat dari mitikondria menuju sitoplasma dan mengalami transaminasi kembali untuk membentuk okasaloasetat. Selanjutnya dekarboksilase dan fosforilasi oksaloasetat oleh fosfoenol piruvat karboksilase membentuk fosfoenol piruvat. Produk ini diubah berturut-turut menjadi 2fosfogliseratdan 3-fosfogliserat. Produk ini diubah kembali menjadi gliseraldehid

1

Kemudian fruktosa 6-fosfat dibentuk dari fruktosa 1. Dihidroksiaseton fosfat selanjutnya diproses seperti pada reaksi glukoneogenesis dari piruvat.6-difosfat Fruktosa 1. Kemudian senyawa ini dioksidasi oleh NAD menjadi dihidroksiaseton fosfat dengan enzim gliserol fosfat dehidrogenase. Berikut ini adalah reaksi berurutan di dalam glukoneogenesis yang dimulai dari piruvat : Piruvat + CO2 +ATP → oksaloasetat + DP + Pi * Oksaloasetat + GTP ↔fosfoenolpiruvat + CO2 + GDP * Fosfoenolpiruvat + H2O ↔ 2-fosfogliserat 2-Fosfogliserat + ATP ↔ 3-fosfogliseroilfosfat + ADP Gliseraldehid 3-fosfat ↔ Dihidroksiaseton fosfat Gliseraldehid 3-fosfat + Dihidroksiaseton fosfat ↔ Fruktosa 1. Dan dengan bantuan enzim-enzim glikolisis.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II 3-fosfat yang berada dalm kesetimbangan dengan dihidroksiaseton fosfat yang berkondensasi menghasilkan fruktosa-1. Glukoneogenesis dengan sumber piruvat ini umumnya terjadi pad usus. Glukosa 6-fosfat merupakan enzim terakhir pada pembentukan glukosa dari piruvat. Pembentukan glukosa dari gliserol terjadi dalam hati dan ginjal. Enzim ini membebaskan glukosa dari ikatan fosfat.6 difosfat. hati dan ginjal. membentuk gliserol 3-fosfat dengan katalis gliserol kinase.6-difosfatase.fosfat Glukosa 6-fosfat + H2O→ glukosa + pi* Jumlah : 2 pirufat + 6ATP + 2GTP + 2NADH + 2H+ + 4H2O → glukosa + 2NAD+ + 4ADP + 2GDP + 6Pi Keterangan * = reaksi tidak dapar balik pada glikolisis x2 x2 x2 x2 3-Fosfogliseroilfosfat + NADH + H+ ↔ gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + Pi x2 2 .6-difosfat + H2O → Fruktosa 6-fosfat Fruktosa 6 fosfat ↔ glukosa 6. trombosit.6-difosfat Fruktosa 1. Mulamula gliserol mengalami fosforilasi.6-difosfat dengan cara hidrolisis oleh enzim fruktosa 1. fruktosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 6-fosfat.

Dalam reaksi dengan molekul ini tidak terjadi penambahan jumlah atom karbon sehingga tidak ada peningkatan dalam substrat glukoneogenesis.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II 2x = reaksi harus dikalikan 2 karena kebtuhan 2 prekusor 3 karbon untuk sintesis 1 molekul glukosa. 3 . Asetat dan Ko A dapat menjadi substrat glukoneogenesis melalui pemecahan 2 karbon yang melewati siklus krebs.

Gambar Mekanisme Pengontrolan Lintas Glikolisis vs Glukoneogenesis Sintesis glukosa dari prekusor yang lebih kecil berjalan pada kecepatan yang tinggi selama masa normalisasi setelah kerja otot yang berat seperti setelah berlari 4 . dan oksaloasetat melalui proses deaminasi.dengan demikian sintesis glukosa dapat dilaksanakan bukan hanya dari piruvat. Proses glukoneogenesis diatur secara berlawanan dengan proses glikolisis. Fruktosa difosfataseI. modulator alosterik positif asettil KoA. empat dari ATP dan dua dari GTP di tamabh 2 molekul NADH yang diperlukan untuk setiap tahap reduksi. Enzim ini dihambat kuat oleh AMP yang sifatnya berlawanan dengan fosfofruktokinase (suatu enzim yang berperan dalam glikolisis) dimana enzim tersebut diaktifkan oleh AMP dan ADP tetapi dihambat oleh sitrat dan ATP. glutamat. gliserol yang merupakn hasil hidrolisis lemak juga merupakan prekusor bagi pembentukan glukosa. dan aspartat yang kan terubah menjadi asam piruvat.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Setiap satu molekul glukosa yang dari 2 asam piruvat diperlukan enam gugus fosfat berenergi tinggi. Selain itu. tetapi juga dari prekursor piruvat seperti senyawa antara siklus asam sitrat yang mengalami oksidasi menjadi oksaloasetat. Prekusor lainnya seperti asam amino yang bersifat glukogenetik dapat mengalami pengubahan total menjadi glukosa dan glikogen. α-ketoglutarat. satu diantara enzim-enzim glikolitik yang tidak digunakan dalam proses glukoneogenesis dan dihambat oleh kelebihan ATP dan asam amino tertentu. terdapat 3 enzim yang mengatur dalam mekanisme tersebut: Piruvat karboksilase. Contohnya alanin. Piruvat kinase. Konversi biosintetik piruvat menjadi glukosa diaktifkan oleh penumpukan asetilKoA.

Pengubahan glukosa menjadi asam laktat di dalam otot dan pengubahan kembali asam laktat menjadi glukosa dalam hati yang berjalan secara berkesinambungan dikenal dengan nama siklus cori . Gambar Siklus Cori 5 .Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II cepat 100 meter. kelebihan oksigen yang dikonsumsi akan digunakan untuk menghasilkan ATP yang diperlukan untuk sisntesis kembali glukosa darah dan pembentukan glikogen oto dari asam laktat yang terbentuk selama aktifitas muskular tersebut. Selama normalisasai. Akibatnya glikogen akan di pecah menjadi glukosa dan glikolisis berlangsungsecara anaerobik menghasilkan asam laktat. Karena aktifitas muskular yang amat intensif menyebabkan supply oksigen ke dalam otot tidak mencukupi kebutuhan O2 untuk pemecahan molekul glukosa secara aerobik.

Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Dalam daur karbon dioksida. Reaksi ini akan menghasilkan ATP dan NADH sebagai sumber energi berikutnya yang digunakan untuk mensintesis karbohidrat (glukosa) sekaligus melepaskan molekul oksigen. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Tumbuhan bersifat autotrof. alga. karbondioksida. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. 6 . Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Penelitian yang telah dilakukan mengenai fotosintesis. euglena. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan hanya terjadi pada sel tumbuhan tetapi juga berlangsung pada organism eukariot tingkat rendah (ganggang. dll. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. oksigen yang dihasilkan kemudian ditangkap oleh sel heterotrof untuk selanjutnya digunakan dalam proses respirasi sel yang akan mengubah hlukosa menjadi CO2 dan H2O. dinoflagelata. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.) dan organism prokariot seperti cyanobakeri atau ganggana biru hijau. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. sel fotosintetik menangkap energi matahari dalam bentuk foton (kuantum energi cahaya) yang ditangkap oleh pigmen penyerap cahaya yang kemudian diteruskan dalam bentuk aliran elektron melalui reaksi fotokimia.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan.

Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. air. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. PROSES Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Pada respirasi. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Namun secara umum. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. dan energi kimia. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. seperti fisika. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. kimia. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. menuju mesofil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. 7 . maupun biologi sendiri.

Sebagai contoh. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Pada dasarnya. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan.500 nm) dan violet (< 400 nm). Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 700 nm). yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Dalam reaksi terang. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. klorofil pada sel fotosintetik akan menyerap energi matahari dan mengubahnya menjadi bentuk kimia sebagai produk senyawa 8 . klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Pada tahap reaksi terang. biru (410 . Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II tepatnya pada bagian stroma.600 nm). Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuninghijau. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. hijau kuning (510 .

Fotosistem sendiri dapat dibedakan menjadi dua. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate karboksilase. Pigmen-pigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid dan membentuk perangkat pigmen yang berperan penting dalam fotosintesis. dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga. Energi yang diperoleh P700 ditransfer dari 9 . yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack. dan akseptor elektron. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. Pada fotosistem I ini penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm sehingga klorofil a disebut juga P700.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. klorofil b berwarna hijau tua. FOTOKIMIA Fotosistem adalah suatu unit yang mampu menangkap energi cahaya matahari yang terdiri dari klorofil a. yakni ATP dan NADPH. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco. kompleks antena. Elektron ini selanjutnya masuk ke sistem siklus elektron. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Elektron yang dilepaskan klorofil a mempunyai energi tinggi sebab memperoleh energi dari cahaya yang berasal dari molekul perangkat pigmen yang dikenal dengan kompleks antena. Klorofil a berada dalam bagian pusat reaksi.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II bernergi tinggi. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Di dalam kloroplas terdapat beberapa macam klorofil dan pigmen lain. Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur. seperti klorofil a yang berwarna hijau muda. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Kedua senyawa berenergi tinggi ini selanjutnya digunakan dala reaksi gelap untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa.

empat oleh setiap fotosistem. Lubang elektron kedua dari fotosistem II selanjutnya diisi oleh elektron dari H2O yang teroksidasi menjadi 4H+ dan gas oksigen. Jika kuanta cahaya diserap oleh fotosistem I. Molekul pembawa elektron yang ketiga adalah Feredoksin-NADP oksidareduktase yang akan memindahkan elelktronnya ke NADP+ sehingga menjadi NADPH. 2H2O → 4H+ + 4e. yaitu : Tahap I : a. Untuk membentuk satu molekul O2 yang membutuhkan aliran 4 elektron maka sejumlah delapan kuanta harus diserap. Dengan potensial redoks yang lebih besar. satu oleh masing-masing fotosistem. akan cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekul-molekul air. Pada fotosistem II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. b.+ O2 Untuk setiap elektron yang mengalir dari H2O menuju NADP+ dan dua kuanta cahaya yang diserap. P680 yang teroksidasi merupakan agen pengoksidasi yang lebih kuat daripada P700. Molekul pembawa elektron berikutnya adalah peredoksin (protein besisulfur) yang akan memindahkan elektronnya melalui mekanisme perubahan valensi Fe (II) menjadi Fe (III).Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II kompleks antena. Proses ini meninggalkan lubang elektron pada fotosistem I yang selanjutnya akan diisi oleh elektron yang dikeluarkan dari hasil penyinaran cahaya terhadap fotosistem II. Aliran elektron diawali dari pusat reaksi fotosistem I merupakan gabungan molekul kompleks klorofil a dengan protein khusus (P700) yang akan memberikan elektronnya ke molekul pembawa elektron I (P430) dengan pusat aktif Fe-S. Fdred2+ + 2H+ + NADP+ → Fdoks3+ + NADPH + H+ 10 . elektron kaya energi akan dilepaskan dari pusat reaksi dan mengalir di sepanjang rantai pembawa elektron menuju NADP+ yang akan tereduksi menjadi NADPH. Aliran elektron dalam reaksi fotokimia terjadi melalui 2 tahap. c.

Plastokuinon (PQ) mengalami reduksi (Qa → Qb) menjadi platokuinol dan memberikan elektronnya ke sitokrom b6. c. Pusat reaksi teroksidasi dari fotosistem II yang menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 (P680) dan merupakan senyawa kompleks protein-klorofil memebrikan elektronnya ke molekul pembawa elektron pertama. Sitokrom b6f selanjutnya memberikan elektron ke sitokrom f dan dilanjutkan ke plastosianin (protein dengan pusat aktif Cu (I) – Cu (II). Plastosianin memberikan elektronnya ke pusat reaksi P700 dan lubang kosong pada pusat reaksi P680 diisi kembali oleh elektron dri H2O. pheopitin (Ph) yang selanjutnya akan memindahkan elektronnya ke plastokuinon (PQ). b. d.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Tahap II : a. Dengan demikian persamaan keseluruhan reaksi fotokimia yang terjadi selama fase ternag cahaya adalah sebagai berikut : 2H2O + NADP+ → O2 + NADPH + 2H+ 11 .

yang menyumbang 2 elektron. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. Ketiga. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Kedua. jika kloroplas diberi cahaya. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Pada akhir reaksi Calvin. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.3-bifosfogliserat (1. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. Pertama. kemudian daur dimulai lagi.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. dan regenerasi.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II SIKLUS CALVIN Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. Pada fase regenerasi. Jika kloroplas diberi cahaya. Secara bersamaan. 12 . Kemudian pada fase reduksi. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. reduksi. terletak di permukaan luar membran tilakoid.3-bisPGA terbentuk. RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). ion H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.

tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati.3-Pgaldehida. Siklus Calvin – Benson 13 .Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. sebagian lainnya dibawa keluar. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas.

7-difosfat + H2O → 2 sedoheptulosa 7-fosfat + 2Pi (11) 2 sedoheptulosa 7-fosfat + 2gliseraldehis 3-fosfat → 2 ribosa 5-fosfat + 2 xilosa 5-fosfat 2 ribosa 5-fosfat → 2 ribulosa 5-fosfat 4 xilosa 5-fosfat → 4 ribulosa 5-fosfat 6 ribulosa 5-fosfat + 6ATP → 6 ribulosa 1.6-difosfat 3 fruktosa 1.5-difosfat + H2O → 12 3-Fosfogliserat 12 3-fosfogliserat + 12ATP → 12 1.7-difosfat (10) (9) 2 sedoheptulosa 1.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Reaksi keseluruhan dalam siklus Calvin terdiri dari 15 tahap reaksi. yaitu : 6CO2 + 6Ribulosa 1.5-difosfat + 6ADP (12) (13) (14) (15) 14 .3-difosfogliserat (1) (2) 12 1.3-difosfogliserat + 12NADPH + 12H+ → 12gliseraldehid 3-fosfat + 12NADP+ + 12Pi 5 gliseraldehid 3-fosfat → 5 dihidroksi aseton fosfat 3 gliseraldehid 3-fosfat + 3 dihidroksi aseton fosfat → 3fruktosa 1.6-difosfat + 3H2O → 3 fruktosa 6-fosfat + 3Pi Fruktosa 6-fosfat → Glukosa 6-fosfat Glukosa 6-fosfat + H2O → Glukosa + Pi (5) (6) (7) (8) (3) (4) 2 fruktosa 6-fosfat + 2gliseraldehid 3-fosfat → 2 xilosa 6-fosfat + eritrosa 4fosfat 2 eritrosa 4-fosfat + 2dihidroksiaseton fosfat → 2 sedoheptulosa 1.

Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II Total reaksi : 6CO2 + 18 ATP + 12H2O + 12 NADH + 12H+ → C6H12O6 + 18 Pi + 18 ADP + 12 NADP+ 15 .

jagung. yang terjadi di sel mesofil. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan menjadi oksaloasetat. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. digunakan 5 ATP. Tumbuhan C4 memfiksasi karbon dengan membentuk senyawa berkarbon empat sebagai produknya. Dalam tumbuhan C4 terdapat dua jenis sel fotosintetik : sel seludang-berkas pembuluh dan sel mesofil. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Dalam keseluruhan proses ini. Namun. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. dan famili rumput. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II SIKLUS HATCH-SLACK Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Di antara seludang-berkas pembuluh dan epidermis daun terdapat sel mesofil Siklus ini didahului oleh masuknya CO2 ke dalam senyawa organik dalam mesofil.Tumbuhan C4 ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. 16 . yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. Hal ini dapat terjadi jika ada fotorespirasi. Sel seludang berkas pembuluh tersusun menjadi kemasan yang padat di sekitar berkas pembuluh. Tergolong tumbuhan C4 yang penting dalam pertanian adalah tebu. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2.

5-difosfat. 17 . Fotorespirasi terjadi jika konsentrasi O2 lebih tinggi dari CO2 sehingga O2 akan bersaing dengan CO2 untuk berikatan dengan molekul ribulosa 1.fosfogliserat. Hasil dari reaksi oksigenasi ini adalahfosfoglikolat dan 3.Glukoneogenesis dan Fotosintesis Kelompok II FOTORESPIRASI Pada malam hari sel hijau daun tumbuhan (baik C3 maupun C4) melakukan respirasi dan fosforilasi dalam mitokondria dengan menggunakan substrat yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Fosfoglikolat selanjutnya terdefosforilasi menghasilkan glikolat yang akan berubah menjadi glisin dan kemudian masuk ke dalam mitokondria.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->