P. 1
Tata Cara Penyembelihan Qurban

Tata Cara Penyembelihan Qurban

|Views: 39|Likes:

More info:

Published by: Bimantoko Hadi Sriyono on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2012

pdf

text

original

Tata Cara Penyembelihan Qurban Berqurban sebagaimana definisi di atas yaitu menyembelih hewan qurban, sehingga menurut jumhur

ulama tidak boleh atau tidak sah berqurban hanya dengan memberikan uangnya saja kepada fakir miskin seharga hewan qurban tersebut, tanpa ada penyembelihan hewan qurban. Karena maksud berqurban adalah adanya penyembelihan hewan qurban kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. Dan menurut jumhur ulama yaitu mazhab Imam Malik, Ahmad dan lainnya, bahwa berqurban dengan menyembelih kambing jauh lebih utama dari sedekah dengan nilainya. Dan jika berqurban dibolehkan dengan membayar harganya akan berdampak pada hilangnya ibadah qurban yang disyariatkan Islam tersebut. Adapun jika seseorang berqurban, sedangkan hewan qurban dan penyembelihannya dilakukan ditempat lain, maka itu adalah masalah teknis yang dibolehkan. Dan bagi yang berqurban, jika tidak bisa menyembelih sendiri diutamakan untuk menyaksikan penyembelihan tersebut, sebagaimana hadits riwayat Ibnu Abbas RA: “Hadirlah ketika kalian menyembelih qurban, karena Allah akan mengampuni kalian dari mulai awal darah keluar”. Ketika seorang muslim hendak menyembelih hewan qurban, maka bacalah: “Bismillahi Wallahu Akbar, ya Allah ini qurban si Fulan (sebut namanya), sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW: “Bismillahi Wallahu Akbar, ya Allah ini qurban dariku dan orang yang belum berqurban dari umatku” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Bacaan boleh ditambah sebagaimana Rasulullah SAW memerintahkan pada Fatimah AS: “Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan qurbanmu, karena sesungguhnya Allah mengampunimu setiap dosa yang dilakukan dari awal tetesan darah qurban, dan katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadah (qurban) ku, hidupku dan matiku lillahi rabbil „alamiin, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang paling awal berserah diri” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi) Berqurban dengan Cara Patungan Qurban dengan cara patungan, disebutkan dalam hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari:

1

Kemudian kami membeli kambing seharga 7 dirham. Dan berkata Ibnul Qoyyim dalam kitabnya ‘Ilamul Muaqi’in setelah mengemukakan hadits tersebut: “Mereka diposisikan sebagai satu keluarga dalam bolehnya menyembelih satu kambing bagi mereka.“Seseorang di masa Rasulullah SAW berqurban dengan satu kambing untuk dirinya dan keluarganya. Karena mereka adalah sahabat akrab. Disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. sedang saya dalam keadaan sulit dan tidak mampu membelinya”. Kami berkata:” Wahai Rasulullah SAW harganya mahal bagi kami”. datang pada Rasulullah SAW seorang lelaki dan berkata: “Saya berkewajiban qurban unta. Maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk membeli tujuh ekor kambing kemudian disembelih”. dan kami mendapati hari Raya „Idul Adha.دزا‬ ‫ل‬ ‫هللا‬ ً‫ال ساب ع، َذب ح ب قسن، َزجل ب قسن، َزجل ب يد، َزجل ب يد، َزجل بسجل، َزجل بسجل، زجل ف أخر ،-َ س ل ع ل ي‬ ‫.جم ي عا ع ل يٍا َك بسَا‬ Dari Abul Aswad As-Sulami dari ayahnya. Oleh karena itu sebagai sebuah pembelajaran dapat saja beberapa orang membeli seekor kambing kemudian disembelih. berkata: Saat itu kami bertujuh bersama Rasulullah saw. Mereka semua makan. Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan pada kami. Sebagaimana anak-anak sekolah dengan dikoordinir oleh sekolahnya membeli hewan qurban kambing atau sapi kemudian diqurbankan. ‫هللا ز سُل مع س ب عة ساب ع ك ىت :ق ال جدي عه ي ً،أب عه ال س لمي، األ سُد أب ي عه‬ ‫ف أدزك ىا‬ ‫هللا ز سُل ف أمسو ا .‫ل‬ ‫هللا‬ . Masing-masing orang memegang 4 kaki dan dua tanduk sedang yang ketujuh menyembelihnya. Maka Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk mengumpulkan uang setiap orang satu dirham. dalam suatu safar.‫ل‬ ‫هللا‬ ً‫س فسي، ف ي -َسل ع ل ي‬ - ً‫ب س ب عة أ ضح ية ف ا ش تسي ىا ما، م ىا زجل ك ل ف جمع ،-َ س ل ع ل ي‬ ٌ‫دز‬ ‫هللا ز سُل أمسو ا ث‬ ٌ‫:ق ال )َأ سم ىٍا أغ الٌا، ال ضحاي ا أف ضل إن( :ف قال . Berkata Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad: “Di antara sunnah Rasulullah SAW bahwa qurban kambing boleh untuk seorang dan keluarganya walaupun jumlah mereka banyak sebagaimana hadits Atha bin Yasar dari Abu Ayyub Al-Anshari.ب ٍا غ ل ي ىا ل قد هللا ، ز سُل ي ا :َق ل ىا .األ ضح‬ . kemudian kami semuanya bertakbir” (HR Ahmad dan Al-Hakim). Rasulullah SAW bersabda:” Sesungguhnya yang paling utama dari qurban adalah yang paling mahal dan paling gemuk”. 2 . Dalam hadits lain diriwayatkan oleh Ahmad dari Ibnu Abbas. sehingga manusia membanggakannya dan melakukan apa yang ia lakukan” (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). dari kakeknya.

daging. Maliki dan Hambali membolehkannya. Ali berkata:” Kami memberi dari uang kami” (HR Bukhari). Menurut mazhab Hanafi kulit hewan qurban boleh dijual dan uangnya disedekahkan. Dan memerintahkan kepadaku untuk tidak memberi tukang jagal sedikitpun”. maka menurut jumhur ulama seperti mazhab Hanafi. Sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah SAW. padahal mereka mengaku pengikut mazhab Syafi’i. beliau menyembelih dua kambing yang pertama untuk dirinya dan yang kedua untuk orang yang belum berqurban dari umatnya. maka para ulama sepakat membolehkan. Kemudian uang tersebut dibelikan pada sesuatu yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga. atau dimanfaatkan maka dibolehkan. Kecuali dihadiahkan kepada fakir-miskin. susu dll dengan uang yang menyebabkan hilangnya manfaat barang tersebut. Hukum Memberi Upah Tukang Jagal Qurban Sesuatu yang dianggap makruh mendekati haram juga memberi upah tukang jagal dari hewan qurban. Jika dalam bentuk nadzar. Tetapi jika tanpa wasiat dan keluarganya ingin melakukan dengan hartanya sendiri. Sesuai dengan hadits dari Ali RA: “Rasulullah SAW memerintahkanku untuk menjadi panitia qurban (unta) dan membagikan kulit dan dagingnya. Sedangkan mazhab Syafi’i tidak membolehkannya. sesuai dengan hadits: “Siapa yang menjual kulit hewan qurban. mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti pendapat jumhur ulama. Jumhur ulama menyatakan hukumnya makruh mendekati haram. maka ahli waris berkewajiban melaksanakannya. Anehnya. Orang yang belum berqurban berarti yang masih hidup dan yang sudah mati. kulit. 3 . Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal Berqurban atas nama orang yang meninggal jika orang yang meninggal tersebut berwasiat atau wakaf. maka dia tidak berqurban” (HR Hakim dan Baihaqi).Hukum Menjual Bagian Qurban Orang yang berqurban tidak boleh menjual sedikitpun hal-hal yang terkait dengan hewan qurban seperti.

Dan jika hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang sunnah. tangannya dimana ia 4 . maka Aku mencintainya. aqiqah. Seorang yang sukses dalam pendidikan atau karirnya kemudian menyembelih binatang sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dll. Aqiqah adalah kambing yang disembelih terkait dengan kelahiran anak pada hari ketujuh sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah. keempat. Pertama. maka Aku menjadi pendengarannya dimana ia mendengar. Qurban (taqarrub). atau hanya sekedar pendekatan diri kepada Allah SWT sebagai ibadah sunnah. hadyu. seperti seorang yang melakukan akad nikah. Jika terjadi penyembelihan binatang ternak dikaitkan dengan waktu tertentu. sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah. Apalagi jika penyembelihan itu tujuannya untuk syetan atau Tuhan selain Allah maka ini adalah jelas-jelas sebuah bentuk kemusyrikan. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri pada-Ku (taqarrub) dengan sesuatu yang paling Aku cintai. Jika yang lahir lelaki disunnahkan 2 ekor dan jika perempuan satu ekor. udhiyah sebagaimana diterangkan di atas. kedua. atau meninggalkan di antara kewajiban atau melakukan hal-hal yang diharamkan. Sedangkan selain bentuk ibadah di atas. qurban (taqarrub) dan berkorban (tadhiyah). upacara tertentu dan keyakinan tertentu maka dapat digolongkan pada hal yang bid’ah. Hadyu adalah binatang ternak yang disembelih di Tanah Haram di hari-hari Nahr karena melaksanakan haji Tamattu dan Qiran. Jika Aku telah mencintainya. Kemudian dirayakan dengan walimah menyembelih kambing.Kategori Penyembelihan Amal yang terkait dengan penyembelihan dapat dikategorikan menjadi empat bagian. ketiga. masuk ke dalam penyembelihan biasa untuk dimakan. dengan sesuatu yang aku wajibkan. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman (dalam hadits Qudsi): “Siapa yang memerangi kekasih-Ku. yaitu upaya seorang muslim melakukan pendekatan diri kepada Allah dengan amal ibadah baik yang diwajibkan maupun yang disunnahkan. baik dalam haji atau umrah. ketiganya memiliki titik persamaan dan perbedaan. niscaya aku telah umumkan perang padanya. penyembelihan biasa. Penutup Sesuatu yang perlu diperhatikan bagi umat Islam adalah bahwa berqurban (udhiyah). menjadi penglihatannya dimana ia melihat. disedekahkan atau untuk dijual.

5 . niscaya Aku beri dan jika ia minta perlindungan.memukul dan kakinya. Jika ia meminta. dimana ia berjalan. maka Aku lindungi” (HR Bukhari).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->