P. 1
Latar Belakang

Latar Belakang

|Views: 31|Likes:
Published by Ari Nur Liyah

More info:

Published by: Ari Nur Liyah on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

1.

1 Latar Belakang Informasi atau data yang ditransmisikan dari satu tempat ke tempat lain memerlukan media sebagai perantara. Media perantara informasi tersebut di sebut modulator, yang bekerja mengubah informasi dan ditransmisikan. Secara umum modulator mengubah informasi atau data dalam bentuk sinyal. Sinyal dibentuk oleh transmiter dan ditransmisikan melalui media transmisi. Sinyal memiliki fungsi waktu atau bersifat periodik. Akan tetapi untuk mengembangkan pengolahan sinyal, bentuk sinyal dapat diekspresikan dalam bentuk fungs frekuensi. Sinyal ditinjau dari fungsi waktu terdiri atas sinyal analog dan sinyal digital. Sinyal analog adalah sinyal yang nilai levelnya bervariasi tergantung pada perubahan waktu. Sinyal digital adalah sinyal yang nilai levelnya bersifat konstan terhadap perubahan waktu, secara sederhana sinyal digital membawa informasi berupa bilangan biner nol atau satu. Biasanya sinyal digital juga dikenal dengan sinyal diskret.

Gambar sinyal analog dan digital

Sistem sinyal diskrit dapat di kategorikan dalam tinjauan linearitas, kasualitas, stabilitas, dan time invarian. Sinyal diskrit yang memenuhi kategori-kategori tersebut di sebut sebagai sistem sinyal Linear time invariant ( LTI ). Sistem sinyal yang memenuhi sifat Linear time invariant ( LTI ) yaitu besifat linear dan tidak berubah terhadap waktu. Sifat linear dan tidak berubah terhadap waktu dapat di simulasikan untuk sembarang sinyal masukkan dan menghasilkan unit sampling terhadap respon sistem sinyal secara keseluruhan. Hasil respon secara umum untuk sembarang sinyal masukkan yang memenuhi sifat LTI dapat dilihat dari hasil unit sampling terhadap respon yang terjadi. Tinjauan hasil sampling respon dinamakan hasil konvolusi yang dapat diselesaikan menggunakan formula konvolusi yang diperoleh. Sehingga konvolusi muncul akibat sifat linearitas dan invarian waktu pada sistem. Konvolusi merupakan hasil dari respon sistem terhadap sinyal masukkan yang berubah-ubah ynag dinyatakan oleh unit sampling sistem.. Suatu sinyal sembarang dengan fungsi input x(n) yang berubah-ubah dapat di dekomposisi dalam bentuk jumlahan bobot berupa deret untuk setiap unit x[n] yang di geser atau impuls. Sinyal masukkan x[n] yang dinyatakan sebagai jumlahan bobot impuls, dinyatakan dengan [ ] ∑ [ ] [ ]

Respon sistem merupakan jumlah bobot keluaran yang tepat dinyatakan dengan

Kovolusi secara matematis adalah metode untuk menggabungkan dua buah sinyal menjadi sinyal dalam bentuk lain. sinyal keluaran. maka bentuk respon yang berubah-ubah dan memenuhi sifat invarian waktu dinyatakan dengan [ ].[ ] [ ] [ ∑ [ ] ] [ ] [ ] ∑ [ ] [ ] Respon sinyal yang memenuhi sistem LTI terhadap unit sampling adalah [ ] . dan respon impuls. Secara sederhana konvolusi dapat di notasikan dengan [ ] [ ] [ ] Konvolusi dapat diselesaikan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : (a) (b) (a) (b) . Konvolusi terdiri atas sinyal masukkan. yang di definisikan dengan notasi [ ] [ ]. Sehingga definisi respon sinyal tersebut menjadi [ ] [ ] Persamaan 4 di substitusikan pada persamaan 3 sehingga menghasilkan [ ] ∑ [ ] [ ] Persamaan 5 adalah persamaan umum konvolusi yang terdiri atas sinyal masukkan x[n] yang berkonvolusi dengan h[n] menghasilkan respon keluaran sinyal y[n].

Bentuk sinyal masukkan (a) analitik (b) grafik 1.Gambar 1. Hasil sinyal yang di folding (a) analitik (b) grafik 2. Shifting ( Pergeseran ) adalah menggeser h[-k] sejauh n0 ke kanan untuk nilai n0 positif dan ke kiri untuk nilai n0 negatif untuk memperoleh h[n0-k] Contoh : 3. Folding ( Pencerminan ) adalah mencerminkan h[k] pada acuan k=0 untuk mendapatkan h[-k] Contoh : (a) (b) Gambar 2. Multiplication ( Perkalian ) adalah mengalikan x[k] dengan h[n0-k] untuk memperoleh V [k] = x[k] * h[n0-k] Contoh : .

0} 4. 1} {1. Summation ( Penjumlahan ) adalah menjumlahkan seluruh nilai deret produk v[k] Contoh : Berikut ini akan di lakukan penjumlahan untuk seluruh produk Tabel 1. 3. 2. 2} { 0. ↑ ↑ ↑ x[k] h[1-k] v1[k] { 1. ↑ ↑ ↑ x[k] h[3-k] v3[k] { 1. 2. 6. 1} {0.(a) (b) 4. -1. 1} -2. 0} 2. 0. ↑ ↑ ↑ x[k] h[2-k] v2[k] { 1. 3. -1} ↑ ↑ x[k] h[-k] v0[k] { 1. 1. 3. 0. -3. -1. 2. 1. 2. 3. -1} . 1} { 0. 2. 2. 1} {-1. ↑ ↑ ↑ x[k] h[4-k] v4[k] { 1. 2. 3. ↑ ↑ ↑ v[n] - 2. 1} {0. 1. 0. -1} { 2. 3. 3. 0. 2. 1} {0. 2. 1} {-1. -1} { 0. 1} {-1. 2. -1} { -1. 3. 1} 0. 1. 1. -1} { 1. 2. 2} 0. Hasil penjumlahan untuk seluruh nilai deret produk v[k] x[n] h[n] x[k] h[k] { 1. ↑ ↑ ↑ x[k] h[5-k] v5[k] { 1. 3. 0.

0. Sifat-sifat konvolusi dan Sifat konvolusi menggunakan notasi * yang menunjukkan sifat penjumlahan sinyal masukkan dan impuls untuk mendapatkan respon di tuliskan sesuai dengan persamaan 5. y1(n) dapat di anggap sebagai sinyal masukkan yang bersifat LTI apabila diberikan impuls h2(n). Ilustrasi ini di tinjukkan pada gambar di bawah gambar . 0} ↑ v-2[k] { 0. 2. 0. 0. Intepretasi untuk respon konvolusi Berdasarkan uraian di atas maka konvolusi bersifat komutatif. Sifat komutatif akan menghasilkan hasil yang sama untuk penukaran posisi pada notasi penjumlahan atau perkalian. Pada konvolusi sifat komutatif dapat di notasikan dengan ( ) ( ) ( ) ( ) (8) Konvolusi juga memiliki sifat asosiatif. 2. 1} ↑ x[k] { 1.x[k] { 1. 3} ↑ Langkah-langkah penyelesaian dengan menggunakan contoh dengan persoalan . 0. Notasi pada persamaan 5 menggunakan folding dan shifting untuk impuls h[n-k]. 0} ↑ ∑ [ ] h[-2-k] {1. 6. 0} ↑ { 3. 1. 2. 1. 2. 3. 1} ↑ h[-1-k] {-1. Berdasarkan tinjauan sifat fisis suatu sinyal dengan x(n) sebagai fungsi masukkan sinyal yang bersifat LTI dan impuls h1(n) akan menghasilkan respon sinyal y1(n). 0. Pada konvolusi hasil respon yang sama akan dapat ditunjukkan dengan menggunakan folding dan shifting pada x[n-k] sebagai impuls dan h[k] sebagai sinyal masukkan. 3. Notasi ini dapat ditulis secara matematis sebagai berikut ( ) ( ) [ ( ) ( ) ( )] ( ) ( ) . 1} ↑ v-1[k] { 1.

h2(n) masing-masing sebagai berikut. Intepretasi konvolusi untuk sifat asosiatif Selain komutatif dan asosiatif . Asosiatif c.Penyelesaian langkah-langkah persamaan di atas di tinjau dari persamaan 5 menggunakan sinyal masukkan y(n). Distributif . Komutatif b. sifat distributif di notasikan dengan persamaan berikut ( ) ( ) [ ( ) ( )] ( ) ( ) ( ) ( ) sehingga respon impuls pada konvolusi secara umum dapat di jumlahan sebelum di konvolusikan. dan di notasikan dalam persamaan matematis berikut ( ) ( ) ( ) untuk respon impuls yang banyak dapat dinotasikan dalam bentuk deret ( ) ∑ ( ) Agar sifat konvolusi lebih jelas dipahami dapat di terapkan pada contoh soal berikut : Suatu sinyal terdiri dari y(n) dan h1(n) . Tunjukkan sifat konvolusi a. Apabila sinyal masukkan menggunakan fungsi h(n) dan impuls menggunakan y1(n) kemudian y2(n) maka respon sinyal yang dihasilkan dapat dituliskan secara matematis sebagai berikut ( ) ( ) [ ( ) ( ) ( )] ( ) ( ) Ilustrasi ini di tinjukkan pada gambar di bawah gambar . konvolusi bersifat distributif.

Tunjukkan sifat konvolusi a. Distributif . h2(n) masing-masing sebagai berikut. Asosiatif c.Agar sifat konvolusi lebih jelas dipahami dapat di terapkan pada contoh soal berikut : Suatu sinyal terdiri dari y(n) dan h1(n) . Komutatif b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->