KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

Oleh: Tono Kartono, S.Pd.

A.

Latar Belakang Masalah

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik.

Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita.

Dalam kenyataannya bahwa proses komunikasi itu tidak selama lancar , hal terjadi dikarenakan kurangnya memperhatikan unsur-unsur yang mestinya ada dalam proses komunikasi.

Dari uraian tersebut, bahwa dalam komunikasi itu perlu diperhatikan mengenai unsure-unsur yang berkaitan dengan proses komunikasi, baik itu oleh komunikator maupun oleh komunikan, dan juga bahwa komunikator harus memahami dari tujuan komunikasi.

1

Efektivitas proses komunikasi dalam menajemen pendidikan. Untuk mengetahui fungsi-fungsi komunikasi d. Fungsi-fungsi komunikasi d. Tujuan dan unsure-unsur komunikasi c. Untuk mengetahui efektivitas proses komunikasi dalam manajemen pendidikan D. . C.B. Tujuan Penulisan Makalah Sesuai dengan permasalah yang telah dikemukakan di atas. Sistematika Penulisan Sebagai langkah akhir dalam penulisan makalah ini. Untuk mengetahui arti komunikasi b. Untuk mengetahui tujuan dan unsure-unsur komunikasi c. Pengertian Komunikasi b. maka tujuan penulisan ini diarahkan untuk : a. maka klasifikasi sistematika penulisannya meliputi bab I Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah. Pembatasan Masalah Dalam penulisan makalah ini. penulis membatasi masalahnya sebagai berikut : a.

tujuan penulisan.pembatasan masalah. dan sistematika penulisan. dan bab III merupakan bab terakhir dalam penulisan makalah ini yang berisikan tentang kesimpulan. fungsi-fungsi komunikasi. dan efektivitas proses komunikasi dalam manajemen pendidikan. bab II diibahas tentang pengertian komunikasi. . tujuan dan unsure-unsur komunikasi komunikasi.

yang artinya sebagai segala usaha dan kemampuan seseorang untuk persuasi”. jelaslah bahwa dalam setiap hubungan antara orang-orang atau kelompok-kelompok akan terjadinya komunikasi dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan.BAB II PEMBAHASAN A.[1] Berdasarkan dari pengertian tersebut.[2] Dari uraian tersebut. penjeleasan. baik itu dalam bentuk informasi atau berita maupun yang sifatnya berkaitan dengan pribadi dalam mengutarakan perasaan pribadi. Hakikat Pemimpin Dalam prose interaksi antara individu yang satu dengan yang lainya terjadi komunikasi dalam rangka penyampaian informasi. bahwa komunikasi merupakan sebagai usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan tidak terlepas dari kemampuan yang dimilikinya untuk berkomunikasi terhadap orang lain di dalam menyampaikan tujuan yang diinginkan. Ia adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok di dalam suatu organisasi”. perasaan. 3 Selanjutnya menurut Aristoteles yang dikutif oleh Marsetio Donosepoetro mengartikan “Rhetoric dengan komunikasi. ide. pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok. gagasan. Menurut Oteng Sutisna mengemuakakan bahwa “Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi. dan ide kepada orang lain. Dengan demikian bahwa komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi .

Hal sesuai dengan pendapat Maman Ukas mengemukakan tujuan komunikasi sebagai berikut : 1. Memilih. yaitu : 1. 4. 2. 5. 4. yang umumnya bias dinyatakan dalam kata-kata permbuatan yang oleh komunikasi diharapkan akan dicapai. . mengembangkan. Memimpin. Tujuan dan Unsur-Unsur Komunikasi Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orangorang.[3] Selanjutnya Oteng Sutisna mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi tentunya memerlukan unsur-unsur komunikasi. begitu pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan. 3. mengarahkan. 3. Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien. B. atau ide yang dimaksud untuk membangkitkan respon dipihak orang-orang kepada siapa berita itu idtujukan. Harus ada suatu sumber. 2.sikap dan perbuatan orang-orang yang menjadi lawan bicara atau lawan untuk berkomunikasi. menilai anggota organisasi. perasaan. memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi. Suatu berita dalam suatu bentuk diperlukan untuk menyatakan fakta. ide atau infromasi untuk diberikan. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha. Harus ada suatu saluran yang menghubungkan sumber berita dengan penerima berita. Harus ada suatu maksud yang hendak dicapai. yaitu seorang komunikator yang mempunyai sejumlah kebutuhan.

Hal ini sebagaimana menurut Maman Ukas bahwa fungsi komunikasi adalah : 1. Fungsi komando akan perintah 3. jelaslah bahwa dalam kegiatan komunikasi itu di dalamnya terdapat unsure-unsur yang ada dalam komunikasi. Fungsi-Fungsi Komunikasi Sesuai dengan tujuan dari komunikasi. Umpan balik memungkinkan sumber berita untuk mengetahui apakah berita itu telah diterima dan dinterprestasikan dengan betul atau tidak. dengan melalui komunikasi maka apa yang ingin disampaikan oleh narasumber atau pemimpin kepada . baik itu unsur sumber yang merupakan sebagai komunikator yang memiliki informasi atau berita yang akan disapaikan terhadap penerima informasi dengan melalui atau menggunakan saluran atau media komunikasi. Akhirnya harus ada umpan balik atau respon dipihak penerima berita. Harus ada penerima berita. dan apabila salah satu unsur itu tidak ada kemungkinan proses komunikasi akan mengalami hambatan. Fungsi informasi 2.5. bahwa fungsi informasi. Fungsi integrasi[5] Dari fungsi komunikasi tersebut.[4] Berdasarkan dari unsure-unsur tersebut. Fungsi mempengaruhi dan penyaluran 4. maka dalam suatu organisasi komunikasi mempunyai beberapa fungsi. antar unsur yang satu dengan yang lainnya jelas sekali adanya suatu keterkaitan. C.

sehingga tidak merasa bahwa sebenarnya apa yang dilakukan bawahannya itu merupakan beban. Suatu perintah akan berisikan aba-aba untuk pelaksanaan kerja yang harus dipahami dan dimengerti serta yang dijalankan oleh bawahan. D. Dan dalam mepengaruhi bahwa komunikator harus luwes untuk melihat situasi dan kondisi di mana bawahan akan diberikan tugas dan tanggung jawab. Melalui lisan manajer atau pemimpin dengan bawahan dapat berdialog langsung dalam menyampaikan gagasan dan ide.bawahannya dapat diberikan dalam bentuk lisan ataupun tertulis. Fungsi komando akan perintah tentunya berkaitan dengan kekuasaan. ia akan merasakan tugas dan tanggung jawab. di mana seseorang itu akan saling berhubungan dan saling memberikan pengaruh kepada satu sama lain dalam rangka terciptanya suatu proses komunikasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Pada fungsi integrasi bahwa organisasi sebagai suatu sistem harus berintegrasi dalam satu total kesatuan yang saling berkaitan dan semua urusan satu sama lain tak dapat dipisahkan. Efektivitas Proses Komunikasi dalam Manajemen Pendidikan . Dengan perintah terjadi hubungan atasan dan bawhaan sebagai yang diberikan tugas. Dalam fungsi pengaruh berarti memasukan unsure-unsur yang meyakinkan dari pada atasan baik bersifat motivasi maupun bimbingan. di mana kekuasaan orang adalah hak untuk memberi perintah kepada bawahan di mana para bawahan tunduk dan taat dan disiplin dalam menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. oleh karena itu orang-orang yang berada dalam suatu organisasi atau kelompok merupakan suatu kesatuan sistem. sehingga bawahan merasa berkewajiban harus menjalankan pekerjaan atau tugas yang harus dilaksanakannya.

ke atas. dan untuk menenrima respon sikap. Agar komunikasi berjalan efektif. Komunikator berkeinginan menimbulkan suatu respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu. Menurut Marsetio Donosepoetro mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada beberapa ketentuan.Dalam prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses social untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka mempengaruhi orang lian. sesuai dengan maksud komunikasi. itu diminta oleh komuniktor. Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan. komunikator hendaknya mampu mengatur aliran pemberitaan ke tiga arah. Bagi setiap orang atau kelompok dalam organisasi hendaknya mungkin untuk berkomunikasi dengan setiap orang atau kelompok lain.[6] 3. menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Demikian pula komunikasi secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. yakni ke bawah. Ini disebut penerima yang terntetu. ke samping atau mendatar. 2. Karena komunikasi mempunyai suatu maksud. antara lain : 1. . Suatu komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul pada penerima. Proses komunikasi dalam menyampaikan suatu tujuan lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. maka suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada sekumpulan orang tertentu.

baik itu ke bawah. dann ke samping. penyimpangan bias dengan mudah menyelinap. dalam memilih informasi untuk keperluan pelaporan. ke atas. Menurut Oteng Sutisna bahwa “Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal.Terjadinya proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal. Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin. Selanjutnya biasanya orang ingin mendengar laporan-laporan yang menyenangkan. sebagai mana menurut Oteng Sutisna mengemukan bahwa “Komunikasi formal terjadi. saran ide. memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan insani yang baik. ia akan mengetahui kepentingan dan perhatian personil serta sikap mereka terhadap . atau informasi secara pribadi. Selanjutnya menurut Maman Ukas bahwa “Komunikasi informal adalah komunikasi yang tidak resmi dan terjadinya pada saat organisasi saling bertukar pikiran.”[8] Komunikasi informal ini tentunya dengan cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan atau hubungan sosial tidak secara formal.”[9] Jika komunikator menaruh perhatian kepada saluran-saluran komunikasi informal. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota. Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu. Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima. Akibatnya ialah sering pemindahan informasi yang diperindah atau dibiaskan.”[7] Dalam struktur komunikasi harus adanya suatu jaminan informasi dan pikiranpikiran akan mengalir bebas ke semua arah yang diperlukan.

sehingga terjadi timbal balik di antara keduanya. di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan. Sedangkan komunikasi pasif terjadi di mana komunikator menyampaikan informasi atau ide terhadap halayaknya atau komunikan sebagai penerima informasi. . Oleh sebab itu suatu manajemen pendidikan akan berhasil apabilla terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan. walaupun ada hambatan.organisasi dan masalah-masalahnya. lagi pula komunikasi informal itu membawa kepada putusan-putusan yang dibuat di antara orang-orang pada tahap organisasi yang sama. Dalam kegitan suatu organisasi atau lembaga khusunya dalam hal pengelolaan pendidikan tentunya tidak terlepas dengan komunikasi. yaitu komunikasi aktif dan komunikasi pasit. akan tetapi komunikan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan respon atau timbal balik dari proses komunikasi. Dalam prosesnya komunikasi itu terbagai dalam 2 macam komunikasi. Berdasarkan hal tersebut. sehingga terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Komunikasi aktif merupakan suatu proses komunikasi yang berlangsung dengan aktif antara komunikator dengan komunikan. maka komunikator dan komunikan harus dengan cermat segera mengatasi permasalahan yang menyebabkan terjadi suatu hambatan. sehingga proses komunikasi dapat berlangsung. di manan antara keduanya sama-sama aktif berkomunikasi. bahwa tujuan dari suatu organisasi atau instansi tentunya dapat tercapai secara optimal apabila proses komunikasinya lancar tanpa adanya suatu hambatan.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Menentapkan dan menyebarkan maksud dari pada suatu usaha. penjeleasan. pertanyaan dari orang ke orang lain atau dari kelompok ke kelompok. mengarahkan. perasaan. Memimpin. . menilai anggota organisasi. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan. Ia adalah proses interaksi antara orang-orang atau kelompok-kelompok yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang dan kelompok-kelompok di dalam suatu Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok yang dalam prosesnya ada tujuan komunikasi. Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan efisien. memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang mau memberikan kontribusi. harus ada suatu saluran atau media komunikasi. 12 Di samping tujuan tersebut. adanya suatu berita atau informasi. 3. 2. mengembangkan. Memilih. unsur-unsur komunikasi meliputi . harus ada suatu sumber. harus ada suatu maksud atau tujuan. ide. 5. yaitu : 1. 4. dan harus ada penerima berita. KESIMPULAN Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi.

yang meliputi komunikasi aktif dan komunikasi pasif. Proses komunikasi dalam organisasi atau lembaga itu bisa terjadi secara formal maupun secara informal. fungsi komando akan perintah. Hendaknya mungkin bagi semua anggota untuk bertindak sebagai sumber komunikasi maupun sebagai penerima. Sistem komunikasi informal menyalurkan informasi dan pikiran-pikiran penting yang tak terpikirkan orang untuk disalurkan secara formal. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam.Sesuai dengan tujuannya bahwa terjadinya komunikasi mempunyai beberapa fungsi. fungsi mempengaruhi dan penyaluran. antara lain : fungsi informasi. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya. Garis-garis komunikasi hendaknya dibuat sependek dan selangsung mungkin. memupuk ikatan dan persahabatan yang membantu bagi hubungan-hubungan insani yang baik. dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. dan fungsi integrasi. Saluran-saluran itu hendaknya perlu dipahami oleh setiap anggota. di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan. Satu saluran komunikasi formal tertentu atau lebih ke dan dari setiap personal atau anggota adalah perlu. B. Saran-Saran . sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan.

sehingga kegiatan komunikasi terjadi aktif tidak pasif. Komunikan hendaknya mememahi keberadaannya sebagai penerima pesan atau informasi. Komunikator hendaknya memiliki kemampuan dalam proses penyampaian informasi. . dan menggunakan saluran atau alat bantu komunikasi sesuai dengan kebutuhan. Dalam proses komunikasi hendaknya terjalin kerjasama yang baik. sehingga terjadinya timbal balik dan tercapainya tujuan yang telah diteapkan.Berdasarkan pada uraian tersebut. maka penulis menyampaikan saran-saran yang berkaitan dengan proses komunikasi dalam manajemen pendidikan sebagai berikut: 1. 3. sehingga dapat efektif dan efisien. 2.

Maman Ukas. Landasan Manajemen Pendidikan. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Pengembangan Sarana Belajar. Nanang Fattah. Marsetio Donosepoetro.Nyoman Bertha. Psikologi Pendidikan.DAFTAR PUSTAKA Arief Furchan. Analisis Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. M. Maman Suherman. (Jakarta : Mutiara Sumber-Sumber Benih Kecerdasan. 1983). (Bandung : FIP IKIP Bandung. (Jakarta : Karunia. (Surabaya : 1982). Prinsip. Manajemen Konsep. (Bandung : Rosdakarya. I. 1986). 1983). (Bandung : Ossa Promo. Administrasi Pendidikan. (Bandung : IKIP Bandung. . Burhanuddin. dan Aplikasi. (Malang : Bumi Aksara. 1999). 1981). 2004). Dadang Sulaeman dan Sunaryo. Manajemen dalam Pengertian dan Pendidikan Berpikir. (Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Filsafat dan Teori Pendidikan. Ngalim Purwanto. 1994). 1996).

[3] Maman Ukas. Maman Ukas. Administrasi Pendidikan Konteporer. 35. Op. cit. Syaiful Sagala.. [6] Marsetio Donosepoetro. Kepemimpinan Kepala Sekolah (Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Wahjosumidjo.Oteng Sutisna. 1995. 314-315. [4] [5] Oteng Sutisna. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. h.. h. 1983). (Bandung : Angkasa. 1999) h. Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis untuk Praktek Profesional. 315. 1983) h. Op. h. Prinsip. 15 [1] Oten Stuisna. . 37. 190. dan Aplikasi. 2005). (Bandung : Angkasa. (Bandung : Alfabeta. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. Manajemen dalam Pengertian dan Pendidikan Berpikir. [2] Marsetio Donosepoetro.. (Surabaya : 1982) h. 192. Manajemen Konsep. (Bandung : Ossa Promo.cit. Op. cit.

cit. h. cit. Op. 195. Op. 197. h. Oteng Sutisna. cit. Op. h.[7] [8] [9] Oteng Sutisna. 317.. Maman Ukas... .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful