P. 1
Contoh karangan eksposisi

Contoh karangan eksposisi

|Views: 490|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Gama Abiyyu Rizqillah on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2014

pdf

text

original

Contoh karangan eksposisi MEMELIHARA IKAN Oleh Beni Umbara Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa

diprlihara oleh manusia. Ikan sangat beragam mulai dari warna, jenis juga harganya. Dengan memelihara ikan, akan memberikan ketenangan,kesegaran bagi pemiliknya begitu juga orang melihatnya. Dalam memelihara ikan kita harus berhati-hati, karena jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar, jenis dan warna ikan air laut juga lebih beragam. Untuk memelihara ikan,hal pertama yang harus disiapkan yaitu akuarium. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. Setelah akuarium diisi dengan air, selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan sebaiknya yang masih segar, dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun goresan. Dalam memberi makan ikan harus teratur,jangan terlalu banyak karena akan membuat air keruh, oleh dan ikan akan mati. Memberi makanikan sebaiknya dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari, pilihlah makanan ikan yang sesuai dan bergizi. Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih. Hati-hati dalam memilih jenis ikan, jangan sampai ikan yang besar disatukan dengan ikan kecil, bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil. Akuarium juga dapat diletakan diruang tamu, hal ini dapat memberikan nilai tambahyaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang melihatnya. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat orang yang stress menjadi bugar,dan bersemangat kembali.tak heranlah banyak orang yang

praktek ini jelas menunjang program pemerintah yang telah kewalahan menahan lajunya pertumbuahan penduduk. namun. kelihatannya adopsi anak di Indonesia oleh orang asing tidaklah seburuk yang dinilai oleh banyak orang. Contoh karangan argumentasi DOPSI ANAK INDONESIA OLEH ORANG ASING. sedangkan jaminan sosial yang lebih baik menanti anak-anak yang malang itu disana ? dilain pihak. dan ramai-ramai mulailah kita menentang praktek-praktek adopsi seperti itu. dari realita yang ada. baik ikan air tawar maupun ikan air laut. Orang-orang pun mulai menjadi sibuk memberikan penilaian yang cenderung senada dengan bicara ‘bapak’ dan ‘Ibu’ yang berpengaruh itu. pemandangan seperti ini kemudian menjadi langka dan lenyap sama sekali. mengapa kita harus omong besar soal harga diri dan hal abstrak lainnya kalau dalam kenyataan belum ada kesejahteraan yang merata dan memadai disini.mempunyai hobi memelihara ikan. yang jelas berbeda dari rupa pasangan ‘orang tua ‘-nya. siapa pula yang mau dianggap kepribadian dan bermental ‘penjual anak’ pada bangsa lain dan . mendorong kereta bayi berisi seorang bayi berkulit sawo matang. setelah beberapa orang yang berpengaruh di kalangan pemerintahan mulai angkat bicara soal citra pribadi dan harga diri bangsa yang direndahkan melalui praktek adopsi anak Indonesia oleh orang asing. di Bandara Halim Perdana Kusuma sekali –sekali kelihatan sepasang suami istri yang jelas berkebangsaan asing. Bicara soal harga diri suatu bangsa memang bukanlah masalah yang sederhana. MENGAPA TIDAK Beberapa tahun yang lalu.

hari depan yang lebih cerah . dan psikologis dari praktek adopsi ini sebelum orang-orang keburu menilai yang jelek-jeknya saja. dan bisa diluruskan asalkan ada penataan administrasi yang lebih bertanggung jawab . kalau kita mau jujur tentang keberadan bangsa dan negara kita. dengan kata lain. untuk memperoleh data mengenai kemungkinan jaminan kehidupan dan tunjangan pendidikan yang layak bagi anak yang akan diadopsi itu. penanaman modal asing. jangan malu-malulah menerima uluran tangan pihak asing yang secara tidak langsung memperbaiki taraf hidup sebagaian bocah-bocah kita yang dinegaranya sendiri sukar mempertahankan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu. kalau kita memang ingin konsekuen menjadi bangsa yang berkepribadian yang mandiri. kita ini sebenarnya masih jauh sekali dari impian mejadi negara yang mandiri. Tetapi rasanya anggapan ini salah kaprah. Keinginan dan kerinduan untuk memelihara dan menyayangi anak itu sendiri pun dapat pula dipakai sebagai pegangan bahwa anak itu tidak akan ditelantarkan. apa lagi jika kita lihat kegigihan calon orang tua memperjuangkan ‘anak’ mereka selama ini. budaya. mereka cuma take babies dan give money saja. Apalagi jika uluran tangan tadi didasarkan pada rasa kasih sayang yang tulus untuk menyayangi buah hati yang berlainan ras ini. yang sejahtera dan mampu tampil sebagai negara yang menetukan di dalam percaturan dunia. Jadi. Hal ini tentu saja mustahil. Prosedur pengangkatan anak yang benar dan bertanggung jawab akan diulai dengan mendeteksi keberadaan calon orang tua angkat. mungkin praktek-praktek seperti pinjaman dari luar negeri. studi keluar negeri dan segala bentuk hubungan serta ‘produk’ yang berbau luar negeri lebih baik dijauhkan. Sebuah survey dan studi perlu dilakukan untuk meneliti dampak sosial. dan bukan hanya sekedar take and give .masalahnya menjadi semakin kompleks ketika pihak yang menetang praktek adopsi ini memandangnya sebagai salah satu bentuk ekspor komoditi non-migas yang memberi keuntungan bagi segelintir manusia yang tidak punya harga diri.

. ini. dan oleh karena itu harus dicegah. Dari hal-hal yang yang diuraikan diatas. tentunya ini tidak berlaku bagi keluarga-keluarga yang mapan. peningkatan kesejahteraan keluarga yang tidak mampu. dibandingkan jika anak-anak itu tetap tinggal disini. serta perluasan kesempatan bagi sebagian anak untuk hidup lebih baik.diajanjikan disana. seperti peledakan jumlah penduduk. perlulah kita mengadakan berbagai penelitian dan pemikiran kembali. agaknya dapatlah ditarik kesimpulan bahwa sebaiknya kita kita tidak terburu-buru menilai adopsi anak Indonesia oleh orang asing itu merupakan tindakan yang memalukan seluruh bangsa. yang justru membantu kita menyelesaikan beberapa masalah yang mendesak. yang broken home. karena sebenarnya dalam hal itu masih banyak terdapat hal-hal positif. Tetapi bagaimana dengan keluarga yang tidak mampu. serta ribuan anak lain yang tidak mempunyai jaminan masa depan yang cerah dinegeri sendiri? salahkah jika ada pihak asing yang denan tulus bersedia mengasuh mereka? Adopsi anak Indonesia oleh orang asing seperti ini bukanlah pelarian tanggung jawab sosial di negara kita. kalau kita mau sedikit jujur pada diri kita sendiri. Hal ini sebaiknya dipandang sebagai salah satu alternatif pemecahan-pemecahan masalah-masalah besar yang kita hadapi. anak-anak diluar nikah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->