MAKALAH Proses Pengasapan Ikan

Untuk memenuhi Tugas makalah mata kuliah teknologi hasil perikanan yang dibimbing oleh bapak Dr.Ir. Basori, Msi

Disusun oleh:
1. Ari Rofiah 2. Dewi Tita Muharromi (091040200016) (091040200008)

Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 2011/2012

KATA PENGANTAR Puji dan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT. Desember 2011 . oleh karenanya untuk lebih sempurnanya karya tulis ini kami bersedia menerima masukan demi perbaikan karya tulis ini dan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. 2. Penulisan makalah yang berjudul “Proses Pengasapan Ikan” merupakan satu syarat untuk dapat menyelesaikan tugas mata kuliah teknologi hasil perikanan. Sehubungan dengan selesainya penulisan makalah pengawasan mutu ini. Dalam penulisan karya tulis ini mungkin masih terdapat kesalahan. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini. Sidoarjo. sesungguhnya dengan perkenan dan kuasa-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah pengawasan mutu ini dalam bentuk karya tulis sederhana ini sebagaimana yang telah disusun secara sistematis. Bapak Basori selaku dosen pembimbing mata teknologi hasil perikanan yang telah banyak menyumbangkan pemikiran-pemikiran.

I. Ketika itu. umumnya orang mengawetkan daging ikan dengan cara dikeringkan dibawah terik matahari. berwarnaa coklat kehitaman dan ternyata ikan yang diasapkan lebih awet. bahkan daging ikan pun lebih masak dan siapuntuk disantap. pengasapan panas dan pengasapan langsung dan tidak langsung. mulai dari ikan bandeng sampai ikan salmon. meskipun begitu teknis pengasapannya tidak banyak berubah. produk pengasapan sudah terjamin mutunya.I. Konon terjadinya tanpa sengaja.1 Latar Belakang Ikan asap sudah dikenal sejak zaman dahulu kala. Sejak saat itulah proses pengasapan iakn lebih berkembang. Dapat mengetahui keuntungan dan kelemahan menggunakan proses pengasapan. Proses pengasapan yang sudah mulai dikenal orang dan berkembang pula teknik pengasapan lainnya yaitu pengasapan elektrik dan pengasapan cair. . Lebih awet dan tahan lama disimpannya. orang mengeringkan dengan bantuan batuan api sehingga pengaruh asap pun tidak dapat dihindari. Sehingga makanan produk olahan daging ikan dengan pengasapan mempunyai cita rasa asap didalamnya. Adapun beberapa cara pengasapan ikan yaitu dengan cara: pengasapan dingin. PENDAHULUAN I. Lebih menarik penampakannya serta lebih lezat rasanya. Namun pada musim hujan dan musim dingin. Jenis ikan yang di asap pun beraneka ragam.2 Tujuan Untuk memberikan informasi terhadap mahasiswa maupun masyarakat tentang proses pengasapan ikan yang terdiri berbagai macam teknik pengasapan yang sedang berkembang saat ini. Dengan memakai proses pengasapan yang semakin modern.

.warna keseluruhan suram dan berbau busuk. . . Pada kadar air rendah bahan lebih sulit dirusak oleh mikroba. b. .warna keseluruhan termasuk kulit cemerlang.. Kedua senyawa membentuk lapisan mengkilat pada permukaan ikan.II.sirip kuat. besar kecilnya ikan yang diasap.dinding perut lembek. dan menurunkan kadar air ikan.insang berwarna kelabu dengan lendir tebal. TINJAUAN PUSTAKA 2. Tanda ikan yang sudah busuk: .mata suram dan tenggelam. . Kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat fungisida (membunuh kapang).daging kenyal. .warna kulit suram dengan lendir tebal.insang berwarna merah.sisik suram dan mudah lepas. jenis ikan yang diasap. Ciri-ciri khas ikan asap yang baik adalah : . Asap mengandung senyawa fenol dan formaldehida.dinding perut kuat.bau ikan segar .1 Pengertian Ikan Asap Ikan asap adalah ikan yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras yang banyak menghasilkan asap dan lambat terbakar. Berbagai cara penggasapan tergantung kepada faktor-faktor berikut : a. masing-masing bersifat bakterisida (membunuh bakteri). Tanda ikan yang masih segar: . . . Panas pembakaran juga membunuh mikroba. .sisik kuat dan mengkilat.mata jernih menonjol. . .

Untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu tinggi maka harus digunakan jenis kayu keras ( non-resinous) atau sabut dan tempurung kelapa. senyawa tersebut memberikan warna dan rasa yang diinginkan pada ikan asap. Pengeringan mempunyai fungsi penting dalam pengawetan ikan asap.2 Prinsip Pengawetan Ikan Dengan Cara Pengasapan Asap kayu terdiri dari uap dan padatan yang berupa partikel-partikel yang amat kecil yang keduanya mempunyai komposisi kimia yang sama tetapi dalam perbandingan yang berbeda. dan berwarna coklat emas muda. sebab kayu-kayu yang lunak akan menghasilkan asap yang mengandung senyawa-senyawa yang dapat menyebabkan hal-hal dan . c.a. suhu dan kandungan air dari ikan yang diasapi. b. guaikol dan piragatol. bau dan rasa: produk memberikan bau atau aroma yang khas ikan asap (bau asap yang sedap dan merangsang selera). Butiran-butiran asap mengambil peranan penting dalam pewarnaan. maka selulose akan diuraikan menjadi alkohol-alkohol berantai lurus yang lebih pendek. 2. rupa dan warna: produk harus licin. kecepatan penyerapan asap kedalam daging ikan dan pengeringannnya tergantung kepada banyaknya asap yang terjadi. asam asetat dan phenol yang terkandung dalam asap. quinol. Senyawa-senyawa kimia yang menguap diserap oleh ikan terutama dalam bentuk uap. Selain lignin diuraikan menjadi turunan-turunan phenol. berair. mengkilat. Persentase setiap senyawa kimia pada asap yang dihasilkan tergantung kepada jenis kayu yang digunakan. aldehid-aldehid. Dengan menggunakan teknik kromatografi kertas telah diketahui adanya kurang lebih 20 macam senyawa kimia dalam asap. Bila kayu atau serbuk kayu dibakar. Partikel-partikel padatan tidak begitu penting pada proses pengasapan dan asap akan mengawetkan makanan karena adanya aksi desinfeksi dari formaldehid. ketonketon dan asam-asam organic.

udara jenuh yang telah panas tidak dapt dipanasi lagi secara cepat untuk mengurangi kandungan uap airnya dan oleh karena itu kapasitas menurun. Jadi pada tahap pengasapan.pengasapan tidak dapat menyembunyikan atau menutupi karakteristik-karakteristik dari ikan yang sudah mundur mutunya.sehingga kemungkinan daging ikan bagian dalam tidak mengalami efek pengeringan. Dalam keadaan lembab.bau yang tidak diinginkan. Sebagian besar dari penyebab rendahnya mutu ikan asap ialah digunakannya ikan-ikan yang sudah hampir busuk yang akan menghasilkan produk akhir yang lembek.3 Faktor Yang Mempengaruhi Mutu Ikan Asap A. Pada tahap kedua. dan udara ini akan masuk atau naik dengan cepat ke unit pengasapan dan melintasi ikan-ikan didalamnya. Kecepatan pengeringan akan menjadi lambat karena air harus merembes dahulu dari lapisan dalam daging ikan. lengket dan permukaannya tidak cemerlang. dimana permukaan ikan sudah agak kering suhu ikan akan mendekati suhu udara dan asap. Bahan Mentah (raw material) Seperti halnya dengan cara-cara pengawetan ikan lainnya. bila udara dingin yang masuk kedalam unit pengasapan dipanasi. maka beratnya kan manjadi lebih ringan daripada udara di luar. Selain .bila pengeringan mula-mula dilakukan pada suhu yang terlalu tingi dan terlalu cepat. maka permukaan ikan akan menjadi keras dan akan menghambat penguapan air selanjutnya dari lapisan dalam. Oleh karena itu. 2. Banyaknya uap air yang diserap oleh udara tergantung suhunya. kecepatan penguapan air tergantung pada kapasitas pengering udara dan asap juga kecepatan pengaliran asap. untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik harus menggunakan bahan mentah (ikan) yang masih segar. Tinggi rendahnya efisiensi proses pengeringan dipengaruhi oleh kelembaban udara sekelilingnya. jadi bila udara dingin dipanasi maka kapasitas pengeringan akan lebih tinggi.

Faktor-faktor lainnya juga dapat menentukan mutu dari produk akhir. Lainnya dalam bentuk sayatan (fillet) atau dibelah dengan berbagai cara. Sebaliknya .Larutan di atas 100% akan merusak produk yaitu dengan terbentuknya kristal-kristal garam di atas permukaan ikan. Satu hal yang harus diingat yaitu cara apapun yang dilakukan ikan harus benar-benar dibersihkan sebelum dilakukan proses pengawetan yang sebenarnya. larutan garam yang digunakan harus mempunyai kejenuhan antara 70 – 80%.dari kesegarannya. Karena banyaknya garam yang terserap oleh ikan yang merupakan hal yang sangat penting pada proses pengawetan. misalnya pengaruh musim dan kondisi ikan tersebut. Perlakuan-perlakuan Pendahuluan (pretreatments) Di daerah-daerah perikanan. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa ikan asap yang dibuat dari ikan kurus yang baru bertelur mempunyai rupa dan rasa yang kurang memuaskan bila dibandingkan dengan ikan asap yang dibuat dari ikan-ikan gemuk dan dalam kondisi yang sangat baik B. Untuk mendapatkan perlakuan yang seragam campuran air garam dan ikan harus sekali-sekali diaduk. Sebaliknya bila menggunakan larutan garam yang kejenuhannya di bawah 50% akan menghasilkan ikan asap yang kurang baik mutunya.Seringkali penambahan garam ke dalam larutan garam dilakukan secara sembarangan saja tanpa mengguankan salinometer (alat untuk mengukur kepekatan garam). maka kepekatan garam dalam larutan harus selalu dikontrol. masing-masing dengan karakteristik tertentu. Untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik. beberapa jenis ikan asap dibuat dari ikan utuh atau sudah disaingi kadang-kadang tanpa kepala. Sekarang pada umumnya penggaraman dilakukan dengan cara penggaraman basah atau larutan (brine salting). Perlakuan pendahuluan yang paling umum dilakukan ialah penggaraman.

lalu dilakukan tahap pengeringan yaitu untuk menghilangkan sebagian air sebelum proses pengasapan. Pengeringan Sebelum Pengasapan Setelah penggaraman dan pencucian dengan air tawar. maka tahap pengeringan harus dilakukan dalam lemari pengering.4 Tahap-Tahap Pengasapan A. yaitu untuk mencegah terjadinya pencemaran ikan oleh bakteri-bakteri dan kotoran-kotoran yang berasal dari insang dan sisik ikan-ikan yang telah digarami sebelumnya. Pengeringan atau penirisan dapat dilakukan dengan cara mengantung ikan di atas rak-rak pengering di udara yang terbuka. Hal ini dapat dilakukan pada kondisi iklim di mana kelembaban nisbi rendah.Akan tetapi bila iklim setempat mempunyai kelembaban yang tinggi hingga proses pengeringan menjadi sangat lambat. Kilap ini merupakan salah satu criteria yang diinginkan pada ikan asap yang bermutu baik. 2. Protein ikan yang larut dalam garam akan membentuk lapisan yang agak lengket dan setelah kering akan menyebabkan permukaan ikan menjadi mengkilap. yaitu dengan cara penggaraman kecil ( dry salting) dan penggaraman basah atau larutan (brine salting). Penggaraman menyebabkan daging ikan menjadi lebih kompak. . Efek lain yang dapat timbulkan oleh pemakaian larutan garam bekas ialah adanya protein ikan yang melarut dan ini akan membentuk gumpalan-gumpalan yang akan menempel pada ikan hingga menyebabkan rupa ikan tidak menarik lagi. sedangkan kejenuhan yang lebih rendah akan mengakibatkan rupa yang agak suram. penggaraman dapat dilakukan dengan dua cara. Kilap yang baik dapat diperoleh dengan menggunakan larutan garam yang mempunyai kejenuhan 70 – 80%. C. Penggaraman Proses penggaraman dilakukan sebelum ikan diasapi.setiap kelompok ikan (batch) harus menggunakan larutan garam baru dan wadah-wadah harus dibersihkan.

C. Oleh karena itu. Pemanasan secara tidak langsung menyebabkan terjadinya penguapan air pada daging ikan. B. sehingga permukaan air dan dagingnya mengalami pengeringan. Pada pengasapan dingin panas yang timbul karena asap tidak begitu tinggi efek pengawetannya hamper tidak ada. Hal ini akan memberikan efek pengawetan karena bakteri-bakteri pembusuk lebih aktif pada produk-produk berair. menggumpalkan protein ikan dan menguapkan sebagian air dari dalam jaringan daging ikan. Pengeringan Ikan yang sudah digarami dan ditiriskan dimasukkan ke dalam kamar asap yang berisi asap panas hasil pembakaran. Pada konsentrasi tertentu. Suhu yang tinggi dapat menghentikan aktifitas enzim-enzim yang tidak diinginkan. Untuk meningkatkan daya awet ikan. waktu untuk penasapan harus diperpanjang. Pengasapan Tujuan dari pengasapan adalah untuk mengawetkan dan memberi warna dan rasa spesifik pada ikan. Disamping itu garam juga menyebabkan daging ikan menjadi enak. Pada pengasapan panas karena jarak antara sumber api (asap) dengan ikan biasanya dekat.garam dapat menghambat pertumbuhan bakteri. maka suhunya lebih tinggi sehingga ikan menjadi masak. sebenarnya asap sendiri daya pengawetnya sangat terbatas (yang tergantung . Pemanasan Ikan dapat diasapi dengan pengasapan panas atau dengan pengasapan dingin.karena garam menarik air dan menggumpalkan protein dalam daging ikan. proses pengeringan mempunyai peranan uang sangat penting dan ketahanan mutu produk tergantung kepada banyaknya air yang diuapkan. Jadi disini ikan selain diasapi juga terpanggang sehingga dapat langsung dimakan D.

5 Metode Pengasapan 1. 2. Spesies ikan tropis dapat di asap secara dingin pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan spesies ikan yang berasal dari perairan beriklim sedang karena proteinnya terdenaturasi pada suhu yang lebih tinggi . produk ikan secara perlahan diasapi dengan temperatur yang rendah (15-30°C) untuk mencegah koagulasi dari protein otot. waktu pengasapan pun lebih pendek yaitu 3-8 jam dan bahkan ada yang hanya 2 jam. . daging ikan menjadi masak dan tidak perlu diolah terlebih dahulu sebelum disantap. Pengasapan panas pada prinsipnya merupakan usaha penanganan ikan secara perlahan. sehingga agar ikan dapat tahan lama. misalnya dengan pemakaian zat-zat pengawet atau penyimpanan pada suhu rendah. Sedangkan di Indonesia pengasapan dingin jarang digunakan.kepada lama dan ketebalan asap). Bahan dasarnya bisa segar atau beku. dibandingkan untuk pengawetan ikan akibat asap. Karena suhunya tinggi. Pada pengasapan panas terjadi penyerapan asap. pengasapan harus dikombinasikan dengan cara-cara pengawetan lainnya. Melalui suhu yang tinggi. ikan cepat menjadi matang tetapi kadar air di dalam daging masih tinggi sehingga tidak tahan lama . Pengasapan Dingin Pada pengasapan dingin. Pengasapan panas menggunakan suhu yang cukup yaitu 80-90°C. Pengasapan dingin biasanya diterapkan di daerah beriklim sedang. 2. Pengasapan Panas Pengasapan panas lebih dirancang untuk meningkatkan aroma melalui aroma dari asap itu sendiri.

Kabel lalu dihubungkan dengan listrik arus searah atau bolak-balik tegangan tinggi sehingga timbul medan listrik. Iakn langsung direndam dalam larutan asap cair sebelum di asap.3. satu dihubungkan dengan kabel bermuatan listrik positif dan yang lain dengan negative.6 Pengaruh Pengasapan Pada Ikan Yang Diasap A. Ikan digantung dengan kawat pada kabel kayu berkabel listrik tersebut. Pengasapan Elektrik Ikan diasapkan dengan asap dari pembakaran gergaji yang dilewatkan medan listrik tegangan tinggi. Asap naik melewati medan listrik sehingga menjadi muatan listrik positif dan negative. lalu tahap pengasapan dan tahap pematangan. Larutan ini lalu diberi garam secukupnya. Setiap dua ekor ikan digunakan sebagai elektroda. Ikan pun mengalami tahap pengeringan untuk mempersiapkan permukaan ikan menerima partikel asap. Asap cair merupakan suspensi dari partikel padat dan cair dalam medium gas yang diperoleh dengan mengkondensasikan asap pembakaran kayu. Daya Awet Ikan . 4. Dengan cara ini penguapan air pada daging ikan tidak secepatnya pengasapan biasa sehingga setelah pengasapan diperlukan pengeringan. gergaji dibakar. 2. Pada lantai ruangan pengasapan. Pada destilasi kayu tersebut. vinegar kayu dipisahkan dari tar dan hasilnya diencerkan dengan air. Asap cair pada dasarnya adalah asam cuka(vinegar) dari kayu yang diperoleh dari destilasi kering terhadap kayu. Pengasapan Cair Ikan terlebih dahulu dicelup dalam larutan asap. Pada ruangan pengasapan dipasang kayu melintang dibagian atas dililiti kabel listrik.

B. Rupa Ikan Kulit ikan yang sudah diasapi biasanya akan menjadi mengkilap. Namun jumlah zat-zat tersebut yang terserap selama ikan diasapi sangat sedikit sekali. sehingga daya awetnya sangat terbatas. Rasa tersebut dihasilkan oleh asam-asam organic dan phenol serta zat-zat lain sebagai pembantu . Rasa Ikan Setelah diasapi ikan mempunyai rasa yang sangat spesifik.Seperti telah disebutkan tadi. bahwa asap mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan bahkan membunuh bakteri-bakteri pembusuk.Hal ini disebabkan karena terjadinya reaksi-reaksi kimia di antara zat-zat yang terdapat dalam asap. yaitu rasa keasap-asapan yang sedap. Warna Ikan Warna ikan asap yang baik biasanya kuning emas sampai kecoklatan dan warna ini timbul karena terjadinya reaksi kimia antara phenol dari asap dengan oksigen dari udara D. C. yaitu antara formaldehid dengan phenol yang menghasilkan lapisan damar tiruan pada permukaan ikan sehingga menjadi mengkilap. Untuk berlangsungnya reaksi ini diperlukan suasan asam dan asam ini telah tersedia di dalam asap itu sendiri.

. Kayu pengasap Agar tidak merusak cita rasa bandeng asap yang dihasilkan.500 ml air. dan berfungsi sebagai bumbu atau pemantap cita rasa. Garam Garam diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 25%. ampas tebu. atau serbuk gergaji. Larutan garam dibuat dengan melarutkan 500 g garam dalam tiap 1. Larutan garam tersebut digunakan untuk merendam ikan. arang.HASIL DAN PEMBAHASAN 3. sabut kelapa.III. adalah sebagai berikut : Bahan Baku Bahan baku utama dalam pembuatan ikan asap adalah ikan segar. diusahakan sudah berada dalam kondisi agak kering (75%). Kayu atau bahan bakar yang digunakan. sebaiknya dipilih bahan bakar dari beberapa jenis kayu seperti kayu api-api. tempurung kelapa. batang jagung. a.1 Kebutuhan Bahan Bahan-bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan ikan asap. b.

2 Kebutuhan Alat Beberapa jenis alat yang diperlukan unuk memproduksi ikan asap. . Lemari asap (tungku atau drum) Sebagai tempat bahan bakar dinyalakan. 3. diperlukan dalam proses pengasapan. Air Bersih Air bersih yang memenuhi syarat sebagai air minum diperlukan dalam jumlah relatif kecil untuk mencuci bahan dan mambuat larutan perendam. 2. namun hanya digunakan dalam proses pembuangan insang dan isi perut ikan. Pisau Pisau tidak digunakan untuk memotong-motong ikan. 3. Baskom Baskom diperlukan untuk merendam bandeng dalam larutan perendam (larutan bumbu). antara lain adalah sebagai berikut: 1.c.

. Persiapan Pengasapan Setelah permukaan Ikan kering.3 Proses Pengolahan Ikan Asap Langkah-langkah pembuatan ikan asap adalah sebagai berikut: 1. dibuang insang dan isi perutnya. ikan dipersiapkan untuk diasap.3. Perendaman Ikan basah direndam dalam larutan garam selama ± 15-20 menit. kemudian dicuci hingga benar-benar bersih dan ditiriskan. tiriskan dan anginanginkan ± 15 menit sampai permukaannya kering. disiangi dibersihkan sisiknya. Pembersihan. Bagian ekor diikat satu per satu kemudian : a. 1. Gantung dengan ekor ke bawah dan kepala menghadap ke atas dengan menggunakan kaitan kawat. Antara masing-masing lapisan diberi jarak kira-kira sama dengan rata-rata panjang ikan agar pengasapan merata ikan harus dibolak-balik. Susun satu persatu di atas anyaman bambu. kemudian disusun dalam lemari pengasapan secara berlapis-lapis.Pencucian Ikan yang telah diperiksa tingkat kesegarannya. atau c. atau b. dengan jarak masing-masing ± 1cm. 3. Gantungkan dalam ruang pengasapan.

Pengemasan Pada dasarnya wadah pengemasan berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap bandeng asap.4. Siapkan bahan bakar berupa arang atau potongan kayu di bawah ruang pengasapan. Panas diatur pada suhu ± 30° . 2). bersifat tahan panas dan penahan air yang baik. Bubuhkan ampas tebu atau serbuk gergaji sedikit demi sedikit sampai timbul asap: 1). Plastik polyethylene harganya relatif murah. sebagai media pemasaran dan dapat meningkatkan nilai tambah makanan yang dikemas melalui penampakan kemasan yang menarik. Hasil pengasapan ditandai dengan bau harum yang khas dari ikan asap. Pengasapan a.80° C. Panas diatur pada suhu ± 70° .40° C selama 4 jam terus menerus. Jenis plastik yang digunakan adalah plastik polyethylene. Keluarkan ikan asap dari lemari pengasapan lalu bungkus atau kemas dalam kantong plastik. Mayoritas ikan asap dikemas dengan menggunakan plastik atau dengan plastik sekaligus kertas karton. Sedangkan kertas yang digunakan adalah kertas karton dengan berbagai macam ukuran tergantung satuan produk yang akan dikemas. selama 2-3 jam (harus dijaga agar panas merata dan ikan tidak sampai hangus). kemudian bakar. 5. c. b. .

Diagram Alir Pembuatan Bandeng Asap IV. PENUTUP .

2004. sedangkan bila disimpan pada suhu rendah (+30C) dapat tahan lebih dari 150 hari.tergantung kepada kesegaran ikan yang dipakai. Jenis kayu yang digunakan sebagai sumber asap dan d. Kontrol terhadap suhu dan jumlah asap dalam kamar pengasap.Kesimpulan Ikan yang diawetkan dengan pengasapan hanya mempunyai daya awet yang relative singkat. Pengasapan dan fermentasi. Kesegaran dan kondisi ikan yang akan diasap b. Moeljanto. Zaelanie. Jakarta : Penebar Swadaya. banyaknya asap yang terserap. misalnya menggunakan zat-zat pengawet ( preservative). penggalengan atau penyimpanan pada suhu renda. 1987.lama pengasapan. maka hal-hal yang harus diperhatikan: a. SPi. Konsentrasi dan kebersihan larutan garam c. . serta kadar garam dan kadar air pada produk akhir. ikan bandeng yang diasap dengan cara kombinasi pengasapan panas dan dinginbila disimpan pada suhu kamar hanya tahan sampai 7 hari. Kadar garam dan kadar air bandeng asap tersebut masing-masing 4% – 57%. Mp dan Nurdian Rahmi. Untuk memperpanjang daya awet dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikannya dengan cara-cara pengawetan lainnya. Universitas Brawijaya. Diktat Matakuliah Teknologi Hasil Perikanan. Menurut hasil percobaan yang dilakukan di Lembaga Penelitian Teknologi Perikanan. Untuk mendapatkan ikan asap yang bermutu baik. Saran DAFTAR PUSTAKA Ir.

1989. H. Karmas. R. .com/wp-content/uploads/2007/09/teknologi-pengasapan- Adawyah. and E. Pengolahan dan Pengawetan Ikan.E. R. Jakarta: Universitas Terbuka. 2009. S. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. 2007. dan S.jpg gambar: http://bisnisukm. Giyatmi. Evaluasi Pada Pengolahan Bahan Pangan.sumber ikan2. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Penerbit ITB. Hal: 88-102 Harris. Irianto.