P. 1
Jurnal MK

Jurnal MK

|Views: 370|Likes:
Published by Binacomp

More info:

Published by: Binacomp on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2011

pdf

text

original

Visi Mahkamah Konstitusi

Tegaknya konstitusi dalam rangka mewujudkan
cita negara hukum dan demokrasi demi kehidupan
kebangsaan dan kenegaraan yang bermartabat.

MAHKAMAH KONSTITUSI
LEMBAGA NEGARA PENGAWAL KONSTITUSI

Misi Mahkamah Konstitusi

• Mewujudkan Mahkamah Konstitusi sebagai salah satu
pelaku kekuasaan kehakiman yang modern dan terpercaya.
• Membangun konstitusionalitas
Indonesia dan budaya sadar berkonstitusi

SEKRETARIAT JENDERAL DAN KEPANITERAAN
MAHKAMAH KONSTITUSI

Jl. Medan Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110
Telp. (021) 23529000: Fax. (021) 3520177
P.O. Box. 999 Jakarta 10000
www.mahkamahkonstitusi.go.id

JURNAL
KONSTITUSI

MahkaMahkonstitusi
Republikindonesia

• Mencermati Ratio Decidendi MK dalam Putusan Nomor 122/Puu-Vii/2009
Tentang Penderogasian Norma Hukum dan Sifat Putusan PTuN
Widodo Ekatjahjana

• Pemberhentian Jaksa Agung Dan Hak Prerogatif Presiden

Riri Nazriyah

• Pelanggaran Sistematis, Terstruktur dan Masif: Suatu Sebab Pembatalan
Kehendak Rakyat dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2010

Veri Junaidi

• Pengujian Perppu oleh Mahkamah Konstitusi

Ni’matul Huda

• Penguatan Demokrasi Lokal Melalui Penghapusan Jabatan Wakil Kepala Daerah

Suharizal

• Pengujian Peraturan Perundang-Undangan dalam Sistem Peraturan Perundang-

undangan indonesia

H. Machmud Aziz

• Menegaskan Kembali Komitmen Negara Hukum: Sebuah Catatan Atas
Kecenderungan Defsit Negara Hukum di Indonesia
Wahyudi Djafar

• Menimbang Gagasan Negara Hukum (Deliberatif) di indonesia
Fahrul Muzaqqi

Volume 7 Nomor 5, Oktober 2010

JK Vol. 7 Nomor 5

Jakarta
Oktober 2010

Halaman
001-206

ISSN
1829-7706

J
U
R
N
A
L
K
O
N
S
T
IT
U
S
I

V
o
lu
m
e
7
N
o
m
o
r 5
, O
k
to
b
e
r 2
0
1
0

I
S
S
N
1
8
2
9
-
7
7
0
6

cver Jurnal.indd 1

11/23/10 7:39:40 PM

JURNAL
KONSTITUSI

TIDAK DIPERJUALBELIKAN

Volume 7 Nomor 5, Oktober 2010

Membangun Konstitusionalitas Indonesia
Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi

Mahkamah Konstitusi adalah lembaga negara pengawal konstitusi
dan penafsir konstitusi demi tegaknya konstitusi dalam rangka
mewujudkan cita negara hukum dan demokrasi untuk kehidupan
kebangsaan dan kenegaraan yang bermartabat. Mahkamah Konstitusi
merupakan salah satu wujud gagasan modern dalam upaya memperkuat
usaha membangun hubungan-hubungan yang saling mengendalikan
dan menyeimbangkan antar cabang-cabang kekuasaan negara.

SEKRETARIAT JENDERAL DAN KEPANITERAAN
MAHKAMAH KONSTITUSI

Jl. Medan Merdeka Barat No.6, Jakarta 10110
Telp. (021) 23529000: Fax. (021) 3250177
P.O. Box. 999 Jakarta 10000
www.mahkamahkonstitusi.go.id
e-mail: jurnal@mahkamahkonstitusi.go.id

jurMK (DI&KP).indd 1

11/23/10 7:40:36 PM

JURNAL
KONSTITUSI

Dewan Pengarah:

Moh. Mahfud MD
Achmad Sodiki
Harjono
Maria Farida Indrati
H.M. Akil Mochtar
H. Muhammad Alim
H.M. Arsyad Sanusi
Ahmad Fadlil Sumadi
Hamdan Zoelva

Penanggung Jawab: Janedjri M. Gaffar
Pemimpin Redaksi: Rizal Sofyan Gueci
Redaktur Pelaksana: Jefriyanto
Redaktur: Irfan Nur Rachman, Syukri Asy’ari, Abdul Ghoffar, Nalom
Kurniawan, M. Mahrus Ali, Abdullah Yazid, Meyrinda R. Hilipito, Ery Satria P
Sekretaris Redaksi: Mastiur Afrilidiany Pasaribu, Rumondang Hasibuan
Tata Letak dan Desain Sampul: Nur Budiman
Mitra Bestari: Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., MPA.,
Dr. M. Ali Safa’at, S.H., M.H.
Alamat Redaksi: Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta Pusat
Telp. 021-23529000 ps. 213, Faks. 021-3520177
e-mail: jurnal@mahkamahkonstitusi.go.id

Opini yang dimuat dalam jurnal ini tidak
mewakili pendapat resmi MK

jurMK (DI&KP).indd 2

11/23/10 7:40:36 PM

JURNAL
KONSTITUSI

Daftar Isi

Pengantar Redaksi ............................................................................... v-vii

Analisis Putusan

• Mencermati Ratio Decidendi MK Dalam Putusan Nomor
122/Puu-Vii/2009 tentang Penderogasian Norma Hukum
dan Sifat Putusan PtuN

Widodo Ekatjahjana .................................................................... 001-012

Wacana Hukum dan Konstitusi

• Pemberhentian Jaksa Agung Dan Hak Prerogatif Presiden

Riri Nazriyah ............................................................................... 013-040

• Pelanggaran Sistematis, terstruktur dan Masif Suatu Sebab
Pembatalan Kehendak Rakyat dalam Pemilihan Kepala
Daerah tahun 2010

Veri Junaidi ................................................................................... 041-072

• Pengujian Perppu Oleh Mahkamah Konstitusi

Ni’matul Huda ............................................................................ 073-092

• Penguatan Demokrasi Lokal Melalui Penghapusan Jabatan
Wakil Kepala Daerah

Suharizal ....................................................................................... 093-112

Volume 7 Nomor 5, Oktober 2010

jurMK (DI&KP).indd 3

11/23/10 7:40:36 PM

Daftar Isi

iv

Jurnal Konstitusi, Volume 7, Nomor 5, Oktober 2010

• Pengujian Peraturan Perundang-undangan Dalam Sistem
Peraturan Perundang-undangan indonesia

H. Machmud Aziz ...................................................................... 113-150

• Menegaskan Kembali Komitmen Negara Hukum: Sebuah
Catatan Atas Kecenderungan Defsit Negara Hukum di
indonesia

Wahyudi Djafar ........................................................................... 151-174

• Menimbang Gagasan Negara Hukum (Deliberatif) di
indonesia

Fahrul Muzaqqi .......................................................................... 175-198

Biodata Penulis .................................................................................... 199-202

Pedoman Penulisan Jurnal Konstitusi ............................................ 203-206

jurMK (DI&KP).indd 4

11/23/10 7:40:36 PM

Pengantar Redaksi

v

Jurnal Konstitusi, Volume 7, Nomor 5, Oktober 2010

Diskursus mengenai hukum konstitusi senantiasa menarik dikaji.
Demikian pula dengan gerak langkah Mahkamah Konstitusi dalam
menjalankan agenda konstitusionalnya juga menjadi salah satu
sumber kajian ilmiah yang substantif. untuk mewadahi berbagai
diskursus ilmiah tersebut, Jurnal Konstitusi Volume 7 Nomor 5,
Oktober 2010 kembali hadir di tangan para pembaca.
Sebagai wacana pembuka, Riri Nazriyah mengetengahkan ulasan
seputar Pemberhentian Jaksa Agung dan Hak Prerogatif Presiden.
Bahwa dalam tiga undang-undang tentang Kejaksaan yang pernah
ada (uu No 15 tahun 1961; uu No 5 tahun 1991 dan uu No
16 tahun 2004), semuanya mengatur bahwa Kejaksaan adalah
lembaga pemerintah, yang juga berada di dalam ranah kekuasaan
eksekutif. Ketiga undang-undang tersebut pun tidak ada yang
mengatur tentang masa jabatan Jaksa Agung. Kasus pemberhentian
Jaksa Agung yang “kontroversial” tersebut terjadi karena Pasal 22
ayat (1) huruf d uu 16 tahun 2004 mengandung multi tafsir atau
polyinterpretabel yang pada gilirannya mengakibatkan ketidakpastian
hukum.

Berlanjut pada bentuk pelanggaran yang sering terungkap
dalam persidang sengketa Pemilukada, Veri Junaidi mengulas

Pengantar Redaksi

jurMK (DI&KP).indd 5

11/23/10 7:40:37 PM

Pengantar Redaksi

vi

Jurnal Konstitusi, Volume 7, Nomor 5, Oktober 2010

Pelanggaran Sistematis, terstruktur dan Masif: Suatu Sebab
Pembatalan Kehendak Rakyat dalam Pemilihan Kepala Daerah
tahun 2010. Veri menjelaskan bahwa pembahasan terhadap bentuk
pelanggaran sistematis, terstruktur dan masif memang tidak
dilakukan terhadap seluruh perselisihan hasil pemilukada tahun
2010 yang telah dikabulkan oleh MK. Meskipun demikian, paling
tidak dokumentasi ini telah mengklasifkasikan bentuk pelanggaran
yang bersifat sistematif, massif dan terstruktur. Harapannya
klasifkasi ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi peserta dan
penyelenggara pemilu agar kedepan dapat menjunjung tinggi asas
luber dan jurdil.

Diskursus berikutnya adalah analisis seputar terobosan MK
dalam menguji Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang
(Perppu) yang disajikan oleh Ni’matul Huda. Dalam tulisannya yang
berjudul Pengujian Perppu oleh Mahkamah Konstitusi, dijelaskan
bahwa Mahkamah Konstitusi tidak memiliki wewenang untuk
menguji Perppu karena uuD 1945 tidak memberikan kewenangan
pengujian Perppu kepadanya. uuD 1945 sudah secara tegas
mengatur bahwa yang berwenang ‘menguji’ Perppu adalah DPR.
Adanya kebutuhan dalam praktik untuk menguji Perppu seharusnya
menjadi kajian yang serius bagi MPR untuk menentukan perlu
tidaknya mengubah uuD 1945.
Dari persoalan uji materi Perppu, kita beralih pada persoalan
otonomi daerah dan jabatan Wakil Kepala Daerah. Suharizal
dalam bahasannya yang berjudul Penguatan Demokrasi Lokal
Melalui Penghapusan Jabatan Wakil Kepala Daerah, menuliskan
bahwa demokrasi di tingkat lokal menjadi kebutuhan bagi
pencapaian tujuan otonomi daerah. Dibahas pula berbagai
Pproblem yang muncul pasca Pemilihan Kepala Daerah langsung,
khususnya hubungan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah,
serta memberikan gagasan tentang penghapusan Jabatan Wakil
Kepala Daerah.

Selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai hakikat
pengujian peraturan perundang-undangan, Machmud Aziz
membedah mengenai pengujian peraturan perundang-undangan
dalam analisisnya yang berjudul Pengujian Peraturan Perundang-
undangan dalam Sistem Peraturan Perundang-undangan indonesia.
Bahwa pengujian peraturan perundang-undangan dalam arti luas
pada dasarnya di samping untuk mengoreksi produk hukum
legislatif baik Pusat maupun Daerah agar sesuai atau tidak

jurMK (DI&KP).indd 6

11/23/10 7:40:37 PM

Pengantar Redaksi

vii

Jurnal Konstitusi, Volume 7, Nomor 5, Oktober 2010

bertentangan dengan konstitusi (uuD) sehingga produk hukum
tersebut dapat memberikan kepastian hukum (rechszekerheid),
perlindungan hukum (rechtsbescherming), keadilan hukum
(rechtsvaardigheid) dan kemanfaatan (nuttigheid) kepada setiap orang
atau masyarakat secara keseluruhan.
Bahasan selanjutnya adalah seputar putusan MK Nomor
122/Puu-Vii/2009 yang diulas oleh Widodo Ekatjahjana dalam
tulisannya Mencermati Ratio Decidendi MK dalam Putusan Nomor
122/Puu-Vii/2009 tentang Penderogasian Norma Hukum dan Sifat
Putusan PtuN. Dijelaskan bahwa Mahkamah Konstitusi mestinya
berwenang untuk melakukan pengujian terhadap norma dalam
Butir 37 undang-undang Nomor 9 tahun 2004. Apalagi, Mahkamah
Konstitusi dalam pertimbangan hukumnya juga menyatakan,
memang ada kerugian yang ditimbulkan akibat norma Pasal 118
undang Nomor 5 tahun 1986 diderogasi oleh norma Butir 37
undang-undang Nomor 9 tahun 2004.
Selanjutnya dua tulisan terakhir, membahas mengenai
negara hukum baik dalam teoritis maupun praksis. Wahyudi
Djafar menganalisis konsepsi negara hukum dalam tulisannya
Menegaskan Kembali Komitmen Negara Hukum: Sebuah Catatan
atas Kecenderungan Defsit Negara Hukum di indonesia. Dijabarkan
bahwa gagasan negara hukum, adalah kelanjutan dari pemikiran
tentang pembatasan kekuasaan, sebagai selah satu prinsip dari
konstitusionalisme-demokrasi. inti dari pemikiran tentang negara
hukum, adalah adanya pembatasan terhadap kekuasaan, melalui
sebuah aturan yuridis—undang-undang. suatu negara dapat
dikatakan menganut paham konstitusionalisme jikalau lembaga-
lembaga negara dan proses politik dalam negara tersebut secara
efektif dibatasasi oleh konstitusi.
Sebagai penutup, Fahrul Muzaqqi meneropong tentang negara
hukum dalam konteks demokrasi deliberatif dalam bahasannya
Menimbang Gagasan Negara Hukum (Deliberatif) di indonesia.
Dijelaskan bahwa musyawarah mufakat, demokrasi desa, gotong
royong dan kolektivitas. Secara konstitusional-historis, gagasan-
gagasan mereka tentang musyawarah mufakat itu mengejawantah
dalam sila keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan”. Pada dasarnya spirit deliberatif sangat tampak dalam
sila keempat Pancasila itu.

jurMK (DI&KP).indd 7

11/23/10 7:40:37 PM

Pengantar Redaksi

viii

Jurnal Konstitusi, Volume 7, Nomor 5, Oktober 2010

Akhirnya, kami berharap semoga kehadiran Jurnal Konstitusi
ini bisa bermanfaat bagi pembaca. untuk itu, demi perbaikan
edisi-edisi berikutnya, kritik membangun dari semua pihak sangat
kami harapkan.
Selamat membaca

Salam,
Redaksi

jurMK (DI&KP).indd 8

11/23/10 7:40:37 PM

Mencermati Ratio Decidendi Mk Dalam
Putusan Nomor 122/Puu-Vii/2009
Tentang Penderogasian Norma
Hukum dan Sifat Putusan PTuN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->