PENGOLAHAN VINASSE DARI AIR LIMBAH INDUSTRI ALKOHOL MENJADI BIOGAS MENGGUNAKAN BIOREAKTOR UASB

Soeprijanto, Tontowi Ismail, Murtina Dwi L, dan Bernadeta Niken Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Email: soeprijanto@chem-eng.its.ac.id Abstrak Air limbah dari industri fermentasi etanol masih mempunyai kandungan bahan organik yang cukup tinggi, sehingga salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perfoma bioreaktor upflow anaerobic sludge blanket (UASB) untuk menguraikan air limbah fermentasi etanol menjadi biogas dan senyawa-senyawa yang lain. Bioreaktor diinokulasi dengan sludge sebanyak 4 L dari bioreactor UASB skala penuh. Bioreaktor dioperasikan dengan volume 9 L. Vinasse diumpankan melalui bagian bawah bioreaktor dengan laju alir volumetris 0,4 L/jam menggunakan dosing pump. Bervariasi beban organik diaplikasikan 5,49; 10,99; dan 16,49 kg/m3.hari dan waktu hidrolik (HRT) 22 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD maksimum dapat dicapai 61,59% dan volume maksimum biogas sebesar 4,59 L/hari (3,28 L CH4/hari) dengan beban organik 10,99 kg/m3.hari. Sedangkan dengan beban organik 5,49 kg/m3.hari menghasilkan kandungan gas CH4 maksimum sebesar 74,86%, yield gas CH4 0,11 m3CH4/kg COD dikonsumsi dan nilai kalor 11.875 kkal/kg. Kata-kata kunci: beban organik; biogas; bioreaktor UASB; vinasse; waktu tinggal hidrolik; yield gas CH4. Abstract Distillery wastewater from etanol fermentation has a high content of organic materials, therefore, it can be used as raw materials for biogas production. The purpose of the experiment was to study the performance of UASB bioreactor to convert wastewater to biogas and other simple materials. Bioreactor was inoculated with 4 L sludge from a full-scale UASB bioreactor. Bioreactor was operated on volume of 9 L. Vinasse was fed to the bottom of the bioreactor with a volumetric flow rate of 0.4 L/h using dosing pump. A variety of organic loading rate (OLR) applied were 5.49; 10.99; and 16.49 kg/m3.day, respectively; and hydraulic retention time (HRT) was approximately 22 h. The results showed that a maximum efficiency of COD removal achieved was 61.59% and a maximum biogas volume was 4.59 L/day (3.28 L CH4/day) with OLR of 10.99 kg/m3.day. While, OLR was applied at 5.49 kg/m3.day, obtaining a maximum CH4 content of 74.86%, CH4 yield of 0.11 m3CH4/kg COD consumed, and a heating value of CH4e of 11,875 kkal/kg, respectively. Keywords: biogas; bioreactor UASB; hydraulic retention time (HRT); organic loading rate (OLR); vinasse; yield of CH4.

1

1. Air limbah tersebut dapat diuraikan secara biologi dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam sebuah bioreaktor.02 – 1. Driessen dan Yspeert. baik pada instalasi pengolahan air limbah domestik atau pada indutsri.. Ramasamy.. et al. Pada umumnya lumpur dikeringkan dan selanjutnya dibuat sebagai tanah urukan atau dibakar. proses pengolahan ini kurang begitu menguntungkan karena menghasilkan banyak lumpur aktif dan hingga saat ini belum ada penyelesaian secara terintegrasi. 2000. vinasse yang dihasilkan akan berwarna coklat muda dengan kandungan padatan 20.000 mg/L.. Untuk bahan baku dari sirup gula tebu (sugar cane juice). 1999. Soeprijanto. padahal lahan yang dipergunakan untuk menampung buangan lumpur aktif yang berupa land fill adalah terbatas.000 mg/L. Vinasse merupakan salah satu bahan yang terdapat dalam air limbah dari industri etanol yang merupakan produk bawah (bottom product) pada proses distilasi etanol. dan sedikit kandungan lipids (Borup dan Muchmore. Liu et al. Apabila bahan baku alkohol berasal dari molasses maka vinasse akan berwarna hitam kemerahan dengan kandungan padatan 50. 2002). Yun. gula (Poompai.. 1999. kapital cost tinggi (sistem mekanik atau aerasi dilakukan dengan sistem 2 . protein.000 . Soeprijanto dan Prajitno. 1999). pada pengolahan limbah makanan. Sifat fisik dan kimia nya ditentukan oleh bahan baku awal produksi etanol.. Selain itu. Limbah vinasse rata-rata memiliki specific gravity antara 1. 2007. 2002. et al. PENDAHULUAN Air limbah yang dibuang dari industri pangan atau pertanian pada umumnya mempunyai kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Namun demikian. Disamping itu proses aerobik memerlukan lahan yang luas.04. Penguraian limbah organik dapat dilakukan dengan sistem aerobik seperti yang telah dilakukan oleh beberapa author (Yun. 2002). seperti pati.000 . Sistem pengolahan air limbah aerobik secara konvensional dengan menggunakan lumpur aktif merupakan pengolahan air limbah yang paling populer dilakukan. et al. 2004).100. pengolahan limbah organik juga dapat dilakukan dengan sistem anaerobik seperti yang telah dilakukan oleh beberapa author (Guerrero. 1992). et al. Tsukahara et al. 2005. 1994.. Sehingga pembuangan lumpur aktif dari tahun ke tahun semakin meningkat.40. et al. Pengolahan lumpur aktif dengan pembakaran biasanya menggunakan alat incinerator yang membutuhkan biaya mahal (Park.

(2004) menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD diperoleh sebesar 95.2 sampai 10. kapasitas beban organik merupakan batasan parameter. Fang dan Yu (2002) dan Yu dan Fang (2003) mempelajari pengaruh HRT dan konsentrasi influent pada hidrolisis air limbah gelatin. Sedangkan. Proses degradasi meningkat dari 84.000 mg/L (Lettinga dan Hulshoff. Kapasitas beban organik dan kapasitas hidrolik adalah merupakan kriteria desain kritis untuk reaktor upflow sludge bed. Sementara di dalam medesain reaktor untuk mengolah air limbah dengan beban organik yang rendah (COD < 2500 mg/L). Sedangkan untuk mengolah air limbah dengan beban organik tinggi. menggunakan air limbah susu dalam reaktor UASB.7. Del Pozo dan Diez (2005) mempelajari penyisihan air limbah dari rumah potong hewan menggunakan reaktor fixed-film anaerobic-aerobik terintegrasi.1 sampai 89.6 sampai 96.5 jam dan kecepatan beban organik tidak melebihi 15 kg COD/m3. et al.3 m/jam atau waktu tinggal hidrolik (HRT) minimum sebesar antara 4 .2 sampai 51.hari.000 .6%. Ramasamy et al. Sehingga reaktor UASB umumnya didesain untuk kecepatan alir keatas maksimum sebesar 1. Efisiensi penyisihan bahan organik dapat dicapai sebesar 93% dengan beban organik 0.9% dengan kenaikan konsentrasi influent dari 2 sampai 30 g COD/l. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang potensial untuk diproduksi secara optimal mengingat semakin terbatasnya sumber energi yang berasal dari fosil saat ini. tetapi degradasi menurun dari 65. Proses anaerobik secara konvensional dengan menggunakan sistem UASB (upflow anaerobic sludge blanket) nampaknya mempunyai keterbatasan dalam kapasitas pengolahannya. 1991). hari.3 % terjadi pada beban organik dalam rentang antara 7. dengan kata lain dikenal sebagai biogas. 3 . dengan peningkatan HRT dari 4 sampai 24 jam.. kapasitas hidrolik dari sistem reaktor umumnya merupakan batasan parameter. pada temperatur 35oC (Driessen dan Yspeert. Proses ini kebanyakan diaplikasikan pada buangan industri dengan beban organik medium yang mempunyai konsentrasi COD (chemical oxygen demand) dalam rentang 3.hari. 2001). pengolahan limbah secara anaerobik dapat menghasilkan gas yang terdiri atas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).77 kg COD/m3. karena keterbatasan transfer massa yang disebabkan oleh kondisi proses pencampuran kurang optimal di dalam reaktor (Shin. 1999).difusi) dan biaya operasional tinggi (kebutuhan nutrien dan kebutuhan energi selama aerasi adalah tinggi).8 kg/m3.

pH pada media ini kemudian diatur menjadi 7 dengan menambahkan larutan NaOH 2 N atau H2SO4 2 N.1 g COD/ g MLVSS. 2. Penggunaan mikroorganisme ini diharapkan dapat dengan mudah beradaptasi untuk mendegradasi vinassse dari limbah industri alkohol yang mempunyai karakteristik hampir sama dengan limbah yang dihasilkan oleh PT. Molindo. Sorini.2 Mikroorganisme Mikroorganisme yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sludge diperoleh dari unit pengolahan limbah anaerobik industri sorbitol di PT. Pandaan dengan vinasse. dan produksi biogas yang meliputi kandungan gas metan dan yield gas metan.000 mg COD/L dan sludge MLVSS 100. Sorini.Tujuan Penelitian adalah mempelajari pengaruh beban organik pada bioreaktor UASB terhadap efisiensi penyisihan COD. Pandaan.3 Pembuatan Starter Starter dibuat dengan mencampurkan sludge dari unit pengolahan limbah industri Sorbitol PT. dengan mencampurkan vinasse dengan konsentrasi 10.000 mg/L dan mempunyai pH rendah. Sorini. Manfaat dari penelitian ini adalah mengubah limbah cair dari limbah industri etanol (vinasse) untuk menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk boiler pada industri etanol sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil atau digunakan sebagai sumber energi alternatif yang lain. Lawang. 4 . 2.1 Persiapan Bahan Limbah vinasse diperoleh dari pabrik alkohol PT.000 mg/L. Rasio kandungan COD terhadap biomassa untuk fermentasi dibuat menjadi 0. Campuran ini kemudian diinkubasikan selama 5 hari. METODOLOGI 2. 2. yang mempunyai karakteristik nilai COD yang cukup tinggi sekitar 120.

kemudian ditambah dengan larutan vinasse hingga mencapai volume operasi 9 L.2. Pengukuran pH. Vinasse dengan bervariasi konsentrasi 5. tekanan bioreaktor dan produksi biogas dilakukan setiap hari.1.6 Tahap Operasi Bioreaktor UASB digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan dalam Gambar 3.000 mg/L. 1995). pH pada campuran influent secara kontinyu diatur dengan NaOH atau H 2SO4 untuk mendapatkan nilai pH mendekati netral. Bioreaktor juga dilengkapi dengan tangki penampung gas (gas holder).5 Persiapan Peralatan Bioreaktor yang digunakan terbuat dari bahan acrylic dengan volume 9 L dan dilengkapi dengan settler supaya sludge tidak terikut keluar dari system.7 Analisis Hasil Selama proses fermentasi berlangsung. kemudian diumpankan kedalam bioreaktor melalui bagian bawah dengan laju alir volumetris 0. Proses anaerobik ini dijalankan sampai konsentrasi COD air limbah yang keluar konstan. Biogas yang dihasilkan diarahkan menuju gas holder dan volumenya diukur dengan mengamati beda ketinggian dari gas holder. 2. untuk menampung biogas yang terbentuk serta termometer dan manometer air untuk mengukur suhu dan tekanan biogas didalam gas holder. Pada akhir operasi dilakukan analisis komposisi biogas dan nilai panas biogas(heating value).000 mg/l dan 15.4 L/jam menggunakan dosing pump. serta dilengkapi dengan termometer untuk mengukur suhu dan manometer H 2O untuk mengukur tekanan. analisis sampel dilakukan pada pengumpanan dan pengeluaran. temperatur. 10. dengan mengikuti metode standard (APHA.4 Pembuatan Umpan Umpan vinasse dengan komposisi COD : N : P = 500 : 5 :1 diumpankan kedalam bioreaktor.000 mg/L. 2. AWWA and WEF. 5 . Analisis COD dilakukan setiap 2 hari sekali. pH campuran diatur mendekati netral dengan menambahkan larutan NaOH 2N atau larutan H2SO4 2N. Starter yang sudah siap kemudian dimasukkan kedalam bioreaktor sebanyak 4 L (setengah dari volume reaktor). 2. sedangkan analisis MLSS dan MLVSS dilakukan setiap 4 hari karena perubahan konsentrasi tidak terlalu signifikan.

d) diisi dengan Porapack Q-80 mesh pada 80oC digunakan untuk menentukan komposisi gas metana. Semua pengukuran gas dinyatakan pada 0oC dan tekanan standard 760 mmHg.45 µm dan cairan yang lolos filter dianalisa untuk COD. Produksi biogas diukur menggunakan gas meter basah.000 mg/L.000 mg/L dan 15.99.49 kg/m3. Padatan tersuspensi dikeringkan dalam oven pada suhu 105 o C selama 24 jam. Bioreaktor dioperasikan dengan waktu tinggal hidrolik 22 jam. hal ini menunjukkan telah terjadi peruraian bahan organik oleh aktivitas mikroorganisme.000 mg/L. Kolom baja stainless (183 cmx 0. 3. sehingga diperoleh beban organik berturut-turut adalah 5. 10.Untuk analsis. sampel diambil sebanyak 20 ml. Skema peralatan bioreaktor UASB dalam skala laboratorium.49.1 Profil konsentrasi COD selama periode operasi Profil penyisihan konsentrasi COD selama periode operasi 16 hari dapat dilihat dalam Gambar 3. 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan nilai COD dari masing-masing beban organik yang diumpankan. kemudian dicentrifuge pada 3000g selama 10 menit dan supernatan disaring melalui filter membran Whatman dengan diameter pori-pori 0. dan 16.32 cm i. Bahan-bahan organik yang terkandung di dalam 6 .1. Metode analisis COD menggunakan Spectroquant Nova COD 60 A methods. Biogas Gas holder UASB Sludge bed Effluent Influent E-12 Feeding pump Recirculation pump Gambar 2. Vinasse diumpankan kedalam bioreaktor dengan konsentrasi COD bervariasi sebesar 5. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 3. Komposisi biogas (%methan) dianalisis menggunakan gas khromatografi (HP 5890A) dengan detektor konduktivitas panas (TCD).1.hari.

hari dengan penyisihan berturut-turut 6. Kemudian efisiensi penyisihan COD relatif konstan hingga hari ke 16.159 dan 2. Profil konsentrasi COD selama periode operasi.2 Profil Efisiensi Penyisihan COD Selama Periode Operasi Gambar 3. kemudian diikuti dengan beban organik 10.000 sampai 15. Dengan semakin besar beban organik yang diumpankan.49 kg/m3. Jumlah penyisihan COD yang tertinggi dapat dicapai sebesar 7. Besar efisiensi penyisihan COD pada beban organik 5.49 kg/m3.hari dicapai relatif stabil sebesar 53. 20000 17500 Konsentrasi COD (mg/L) 15000 12500 10000 7500 5000 2500 0 0 2 4 6 8 Waktu (hari) 10 12 14 16 5000 mgCOD/L 10000 mgCOD/L 15000 mgCOD/L Gambar 3. Penurunan konsentrasi COD maksimum rata-rata dapat dicapai pada hari ke 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal operasi hingga hari ke 10 terjadi kenaikan efisiensi penyisihan COD pada ketiga variasi konsentrasi umpan. maka laju pertumbuhan mikroorgaisme juga semakin meningkat.800 mg COD/L.952 mg COD/L pada beban organik 16.hari dan 16.01% pada hari ke 10 hingga ke 16. kemudian mencapai keadaan yang relatif stabil atau steady state hingga hari ke 16.hari. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi COD yang ditambahkan (5.vinasse merupakan senyawa yang kompleks diuraikan menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.2 menunjukkan profil efisien penyisihan COD selama periode operasi 16 hari.99 dan 5.1.000 mg COD/l). maka penyisihan COD juga semakin besar. sedangkan 7 . sehingga banyak bahan organik yang didegradasi.49 kg/m 3.49 kg/m3. 3.

Hasil-hasil penelitian inin sesuai dengan yang dilakukan oleh Rao et al. (2008) mempelajari laju beban oragnik 10 kg COD/m3. Bila dibandingkan antara beban organik 10.hari dengan efisiensi 61. bila beban organik yang diumpankan kedalam system dengan kisaran 29.hari.000 mg/L diperoleh penyisihan COD lebih besar dari pada 90%. (2007) menyampaikan penyisihan COD dalam kisaran 9296% dengan beban organik dalam kisaran 1. Baloch et al.16 -13.000 to 10. (2007).6 .49 kg/m 3. HRT 20 jam. menghasilkan efisiensi penyisihan COD 75 .99 kg/m3.55%. yang menyatakan bahwa penyisihan COD mencapai penurunan dari 65 . Rao et al. hari.99 dan 16.1 kg COD/ m3 hari.efisiensi penyisihan COD tertinggi dapat dicapai pada beban organik 10.96. Wolmarans dan de Villiers (2002) melaporkan dengan laju beban organik 18 kg COD/m 3. (2007) melakukan pengolahan air limbah gula beet dengan bioreaktor upflow anaerobic fixed bed pada skala pilot plant.000 mg/L.38 kg COD/m3d.9-23.. Farhadian et al.2 sampai 10. dan umpan COD 2. mencapai penyisihan COD 93-96% pada laju beban organik 2.2 kg COD/m3.000-8. 8 .3% terjadi pada beban organik dalam rentang antara 7. (2004) menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan COD diperoleh sebesar 95.6.8 kg/m3.93%. tetapi mempunyai efisiensi penyisihan COD lebih rendah. maka menggunakan beban organik yang lebih tinggi bakteri akan mengkonsumsi COD lebih banyak. (2007) mempelajari unjuk kerja karakteristik bioreactor anaerobic granular bed berbaffle diumpankan dengan air limbah minuman.hari dengan umpan 5. Ramasamy et al. Li et al.46. Tetapi hasil-hasil penelitian ini mempunyai efisiensi penyisihan COD lebih rendah bila dibandingkan dengan beberapa peneliti yang lain.hari menghasilkan penyisihan COD lebih besar dari 90%.hari.59%. dengan menggunakan air limbah susu dalam reactor UASB.

Zoetemeyer et al. yaitu acidogenesis dan methanogenesis (Baloch et al. Hal ini menyebabkan ketidak seimbangan antara acidogenesis dan methanogenesis karena proses didominasi oleh proses acidogenic dan aktivitas methanogenesis kurang baik didalam system. Dengan kelebihan substrat yang diumpankan kedalam bioreaktor. bahan organik diuraikan menjadi VFA. Pada tahap pertama acidogenic. 3.Efisiensi Penyisihan COD (% berat) 100 5.1982). maka menyebabkan bakteri acidogen dan acetogen semakin aktif dan semakin cepat tumbuh.hari dan 5 kg/m3. proses digerakkan terutama oleh dua tipe reaksi. yang menyebabkan produksi biogas menurun walaupun penyisihan COD lebih besar.000 mgCOD/L 12 14 16 Gambar 3. sehingga semakin banyak bahan organik dikonversi menjadi asam lemak yang menyebabkan menurunnya pH.000 mgCOD/L 80 60 40 20 0 0 2 4 6 8 Waktu (hari) 10 10.hari menghasilkan biogas lebih rendah dari pada beban 10.4 Produksi Biogas Proses degradasi secara anaerobik melibatkan sejumlah banyak bakteri yang berbeda-beda. karena proses sudah mencapai kondisi yang steady.. 9 . Gambar 3.2 Profil efisiensi penyisihan COD selama periode waktu operasi..28 L CH4/hari) dengan beban organik 10. 2007. Produksi maksimum biogas dapat dicapai sebesar 4.hari.hari.000 mgCOD/L 15. tetapi.3 menunjukkan produksi biogas selama waktu fermentasi.59 L/hari (3.99 kg/m3. kemudian dimetabolis menjadi metana dalam tahap berikutnya oleh bakteri methanogenic untuk menghasilkan gas metana (biogas).49 kg/m3. Produksi biogas hampir konstan setelah mencapai hari ke 10.99 kg/m3. Sedangkan bakteri metanogen tidak dapat bekerja secara optimal pada pH yg rendah. Sedangkan dengan beban organik 16.

dengan beban organik 2. yaitu biogas meningkat dari 16 .000 mgCOD/L 15. (P = 1 atm. Tetapi hasil ini lebih rendah bila dibandingkan dengan Baloch et al.000 mgCOD/L 10. Mereka menyampaikan volume gas metana rata-rata meningkat dari 0.000 mgCOD/L 5 4 3 2 1 0 0 2 4 6 8 Waktu (hari) 10 10.Gas metana yang dihasilkan dalam penelitian ini (3.08 – 0.19 L CH4/L. 8 Produksi biogas (L/hari) 7 6 5 4 3 2 1 0 0 2 4 6 8 Waktu (hari) 10 12 14 16 5. hari dan penurunan HRT dari 5 . Hari.hari) lebih besar bila dibanding dengan Cronin dan Lo (1998).3 hari. (2007).28 L CH4/hari = 0.16 -13.38 kg COD/ m3 hari.37 CH4 L/L.62 L CH4/hari untuk beban organik dari 2.000 mgCOD/L Gambar 3.91 g COD/L.000 mgCOD/L 15. T = 29oC). 6 Produksi gas metan (L/hari) 5. yang menyatakan bahwa produksi gas meningkat dengan meningkatnya beban organik.000 mgCOD/L 12 14 16 10 .3 Profil produksi biogas selama periode waktu operasi.

Hal ini menunjukkan bahwa bakteri metanogen (aktivitas metanogen) yang berada di dalam reaktor dapat bekerja secara baik. dibandingkan dengan hasil reaktor UASB yang lain yang oleh beberapa author.60% dan 58. sehingga aktivitas methanogenesis kurang baik didalam system. nilai kalor maksimum dapat dicapai sebesar 11.38 kg COD/ m3 hari.000 mg/L (6. Baloch et al. sedangkan pada COD yang lebih tinggi (COD 10. Demikian juga pada COD 15. dan kemungkinan sebagian bahan organik dikonversikan menjadi CO2.000 mg/L dan COD 15.5 hari.hari.460 kkal/kg dan 9. menghasilkan gas metana bervariasi dari 62-75% selama seluruh operasi reaktor. T = 29oC).000 mg/L.000 mg/L) menunjukkan produksi CH4 lebih rendah (71.45% gas metana.000 mg/L kandungan CH4 yang dihasilkan paling rendah dan dengan CO2 12. CH4 terbesar dapat dicapai pada umpan COD 5. karena bakteri tidak bisa bekerja maksimal pada COD 15.82% (v/v) lebih tinggi dari pada COD 5. tetapi mempunyai kandungan gas metana (CH4) yang lebih rendah dibandingkan pada COD 5. (P = 1 atm. dan diikuti oleh beban 10. menghasilkan 41 .000 mg/L sebesar 74. Tetapi kandungan metana pada reaktor ini lebih rendah. Kandungan metana meningkat dari 51 menjadi 58% pada HRT 3 -1. Bila dibandingkan dengan nilai kalor biogas yang dihasilkan.99 dan 16. Mereka menyampaikan bahwa kandungan metana dalam biogas yang diperoleh pada HRT 5 hari.000 mg/L.11% v/v). hal ini terlihat dengan COD 10.875 kkal/kg dengan beban organik sebesar 5. Hasil penelitian ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh oleh Cronin dan Lo (1998).000 mg/L dan terjadi substrat inhibition.Gambar 3.37%). Hal ini kemungkinan hasil aktivitas methanogenik sludge lebih rendah digunakan dalam penelitian ini 11 .16-13.86%. (2007) menggunakan beban organik 2. dengan nilai kalor masing-masing 11. 3.hari.4 Hubungan Produksi gas metan selama periode waktu operasi.49 kg/m3.49 kg/m3.744 kkal/kg.000 mg/L kandungan CO2 yang dihasilkan sebesar 9.5 Kandungan Gas Metana Kandungan gas metana.24% (v/v) paling tinggi. Walaupun volume biogas yang dihasilkan paling tinggi pada COD 10.

11 m3 CH4/kg COD dikonsumsi dan nilai kalor 11. Keadaan proses digester dapat mencapai steady setelah mencapai pada hari ke 10. sehingga sebagian bahan dapat diuraikan oleh mikroorganisme menjadi gas metan. Nilai ini masih lebih 12 .88%.0.hari.3 jam dengan beban organik 11. Saatci et al.32 .dibandingkan dengan reaktor UASB yang di umpan dengan granular sludge.30-0.7 kg COD/m3. 3.6 – 7.hari dengan reaktor UASB dengan umpan granular sludge.6 Yield Gas Metana Yield metana maksimum yang diperoleh dalam penelitian adalah mencapai 0. lebih rendah terhadap nilai-nilai yang diperoleh oleh beberapa author. Effisiensi maksimum penyisihan COD dapat dicapai sebesar 61. De Vegt et al (1992) melakukan dengan HRT 2 hari. menghasilkan yield methan 0.34 m3CH4/kg COD. 4.hari.32 m3CH4/kg COD.875 kkal/kg dengan beban organik 5.8 kg COD/ m3 hari.27-0.49 kg/m3. Sedangkan didasarkan pada produksi biogas. Rendahnya nilai yield gas metan yang dihasilkan dalam penelitian ini disebabkan oleh jenis bahan baku yang digunakan.hari. (2003) menyampaikan Laju konversi penyisihan COD menjadi metan adalah antara 0. KESIMPULAN Vinasse dalam air limbah industri alkohol dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas.9-23. (2007) melaporkan yield metan yang diperoleh dalam kisaran 0. yield gas CH4 sebesar 0. Nilai ini lebih rendah terhadap nilai teoritis yaitu sebesar 0. kandungan gas CH4 maksimum dapat dicapai sebesar 74. dan juga. dan dengan HRT 5 hari yield methan 0. sebagai bahan bakar alternatif.49 kg/m3.99 kg/m3.16 dan 0.. De Vegt et al. (1992) menyampaikan kemurnian gas metana yang diperoleh sebesar 85% dalam mengolah air limbah minuman pada suhu 15 .32 m3CH4/kg COD dikonsumsi menggunakan beban organik dalam kisaran 1.354 m3CH4/kg COD menggunakan beban organik dari 1.1 kg COD/ m3 hari.59 L/hari (3.27oC dan HRT 4. yaitu merupakan senyawa organik yang sangat kompleks. Rao et al.59% dan volume biogas maksimum sebesar 4.11 m3 CH4/kg COD dikonsumsi dengan beban organik 5.28 L CH4/hari) dengan beban organik 10.35 m3CH4/kg COD dikonsumsi (Tchobanoglous dan Burton. 1991).

F. 39. (2005). Mendez. Anaerobic Treatment of Brewery Wastewater Using UASB Reactors Seeded with Activated Sludge. pp. Lettinga. P. dan Muchmore. J. Lewis Publishers.P.. Chelsea. Baloch. Mesophilic acidification of Gelatinaceous Wastewater. Integrated Anaerobic-aerobic Fixed-film Reactor for Slauterhouse Wastewater Treatment. MI. kg/m3 Upflow Anaerobic Sludge Blanket Volatile Fatty Acids DAFTAR PUSTAKA APHA..H.. (2007). D. Bioresource Technol. PJ.V.. Sci. dan Lo.. hari Mixed Liquor Suspended Solids. A. Cronin. dan Yspeert. G. (2007).. J. kg/m3 Rasio Food/Microorganisms. Full-scale anaerobic treatment of low strength brewery wastewater at sub-optimal temperature. May. The performance of a phase separated granular bed bioreactor treating brewery wastewater. Washington DC. Fang. H. M. L. 64. Del Pozo.. and Umrania. 98.W.. C. F. dan Yu. 221-228. Bioresour. Of the 47th Industrial Waste Conference. VV. AWWA and WEF (1995). dan Hulshoff Pol.. 13 . 3080-3083. Res.64(4). Vereijken. 98. kg COD/kg MLVSS Hydrolic Retention Time.. 409-417. (1999). 24. UASB Process Design for Various Types of Wastewaters. 93 (2). Omil. H. 87-107. Guerrero. 33-38. 1114 -1122.B. Anaerobic Hydrolysis and Acidogenesis of Wastewaters from Food Indsutries with High Content of Organic Solids and Protein. L... Wat.. Water Res..Q. Farhadian. and Collier.. Purdue University. Wat. W. 33. MI. Borghei. Technol. Driessen. Food-processing Waste. Akunna. 3281-3290. (1992). JC. 1992. (1991). Medium and High Strength Effluent in The Agro-Industry. Daftar singkatan COD F/M HRT MLSS MLVSS UASB VFA = = = = = = = Chemical Oxygen Demand. M. Proc. 413-417. Res. American Public Health Association. 1849-1855. (2002). 99 –108. Tech. V.R.M. M. Treatment of beet sugar wastewater by UAFB. 15. Sci.rendah terhadap yang diharapkan pada perhitungan teoritis (Tchobanoglous dan Burton. R. 1991) yaitu sebesar 0. De Vegt. (1999). 8. (1998). (1992). 19th edition. Tech. Biotechnol. Wat. and Dekkers. Bioresource Technol. kg/m3 Mixed Liquor Volatile Suspended Solids. Standard Methods for Examination of Water and Wastewater.35 m3CH4/kg COD dikonsumsi. Water Environ. R dan Diez. K. Borup. T. dan Lema. Anaerobic Treatment of Low..

(1982).. (2002). Pondicherry University. T. 101-104. 377-387. (2002). K. GH. Hu. Suh. M. Han. 2131-2136. Gajalakshmi.N. H.V.. J. Treatment of Liquid Fraction Seperated from Liquidised Food Waste in an Upflow Anaerobic Sludge Blanket Reactor. Yagishita.Q. 98. Water Res. H.W. C. (2004).M. dan Sawayama. 55 – 66.S. 554-556. E. T... J. Y. Liu. Treatment of Different Industry Wastewaters. M. Technol. Feasibility Studies on the Treatment of Dairy Wastewaters with Upflow Anaerobic Sludge Blanket Reactors.. K.P. 103. (1994). J.S. Y. Steam Pressure Disruption of Municipal Solid Waste Enhances Anaerobic Digestion Kinetics and Biogas Yield. FTIITS. dan Park. Water SA.N. Pengolahan Limbah Padat Organik Menggunakan Slurry BioReaktor. Yun. Bioresource Technol.. dan Yu. Shin. Wastewater Engineering: Treatment. M.. Pondicherry. Biotechnol. B. Prakash. Technol. Yu.Y. Park. ITS. S. T. Treatment of Food Wastes Using Slurry-phase Decomposition.. (2007).. Soeprijanto dan Prajitno.. 37 (1).1334. Qaisar. J.S. Res. Mphil Thesis. Wolmarans. 21-27. J. and Cohen. Joseph. Poompavai. Sanjeevi. Start-up a UASB effluent treatment plant on distillery wastewater.K. G. 73. Ramasamy.G. Acidogenic of Gelatine-rich Wastewater in an Upflow Anaerobic Reactor: Influnce of pH and Temperature. M. Peruraian Limbah Makanan Menggunakan Bioreaktor Aerobik. Arslan.. Bioresour. Vanajakshi. H. H.S. Technol. 77. third ed. Bioeng. 303-311. S.S. dan Park.. Vogt. pH regulation of alkaline wastewater with carbon dioxide: A case study of treatment of brewery wastewater in UASB reactor couple with absorber. Saatci... J. P.. Bioeng.I.. Bioresour.A. pH influence on acidogenic dissimilation of glucose in an anaerobic digestor. FTI. dan Holbein.M.. H.. Bioresource Technology. K. P.Li. 11. and Sarma. Y. dan Abbasi. B. and Mei. L. Zoetemeyer..S. Tchobanoglous. S. Song. (2003). 16.. J. J. Y. Ogi. D. S. Removal of total lipids and fatty acids from sunflower oil factory effluent by UASB reactor. R.. Reddy. Kim.... Performance of UASB Reactor Treating Leachate from Acidogenic Fermenter in the Two-phase Anaerobic Digestion of Food Waste..Y.C. 14 .I.S.J.S. (1991). 93. 3441-3447.K. 35. Laporan Penelitian Program Studi D3 Teknik Kimia. Vogt.. Jithes. Zheng. Technol. Tsukahara. 269-272. (2008).I. Soeprijanto (2005).E. 84. 99.J. Korean Solid Wastes Eng...M.K.W. V. G. Biosci. (2007). and de Villiers.H. Wat.. Bioresour. J. (2000). (1999). F. Yoo.. Jurusan Teknik Kimia. Determination of Optimum Process Variables in the Design and Operation of Aerobic Composting for Food Wastes.. J. dan Lee. and Burton.. H. Y. Rao. A. Filamentous granular sludge bulking an alaboratory scale UASB reactor. 121-129. Park. 209-212.. Water Res. Park. R. 28(1). S. (2002). Disposal and reuse.. 63-68. 87. Yun. Bioresour. McGraw-Hill. van den Heuvel. B. pp. (2003). S. dan Fang.. New York. 34313438. Walter. Yun. (2001). 87.L.S.C. E. (2002).H. H. Soc. dan Konar. Long Term Operation of Slurry Bioreactor for Decomposition of Food Wastes. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.