PENGERTIAN IBADAH DALAM ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.

Definisi Ibadah Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: [1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para RasulNya. [2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. [3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkanNya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin: “Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf.” [Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata [2]. maka ia adalah zindiq [3]. Ikhlas karena Allah semata. “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja. maka ia adalah haruriy [5]. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan. Syarat Diterimanya Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah. karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. khauf. ibadah disyaratkan harus benar. maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb. maka ia adalah mukmin muwahhid. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam Syaikhul Islam mengatakan. [b]. “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. maka amalan tersebut tertolak. maka ia adalah murji’[4]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. “Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami. siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja.” [Al-Baqarah: 112] Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah.“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah. sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah. tidak dengan bid’ah. dan raja’.” [Al-Baqarah: 165] “Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas.” C. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: [a]. dan ia berbuat kebajikan. Ittiba’. karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. bebas dari syirik besar dan kecil.” [6] Agar dapat diterima. “Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.” .

orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya.’” [Al-Mu’min: 60] . kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata. mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. Muhammad Rasulullah. "Artinya : Dan Rabb-mu berfirman. Pada yang kedua. D. Pada yang pertama. berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan). nis-caya akan Aku perkenankan bagimu. [7] Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?” Jawabnya adalah sebagai berikut: [1]. maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’. beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan. dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. bahwasanya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka. Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). [3]. “Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat. Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata.Sebagaimana Allah berfirman. Maka. [4]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.” [Az-Zumar: 2] [2]. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya. ‘Berdo’alah kepada-Ku. Maka. Keutamaan Ibadah Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. Jika demikian halnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah. “Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya.” [Al-Kahfi: 110] Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah. barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya. maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan.

dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi. Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung. maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah. Maka dari itu. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja. Termasuk keutamaannya juga. semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. tidak akan lama. Maka. harap dan rasa cemas kepada mereka. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih . keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah. maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang. “Tidak ada kebahagiaan. kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb. Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya. karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman. bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya. bahkan sangat darurat membutuhkannya. hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah. dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja.Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia.[9] Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya. Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman. kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. kelezatan. dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. ketergantungan. bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk. Maka dari itu. barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. fakir (butuh) kepada Allah.

Cetakan ke 2] . Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001. masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka. [Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih. Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas.keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dan barang siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang. hendaklah dia kawin karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. nikah merupakan salah satu asas pokok hidup yang utama dalam pergaulan masyarakat. Disamping itu. sebapak dan seibu sajad) saudara dari bapake) saudara dari ibuf) anak dari saudara laki-laki dan seterusnyag) anak dari saudara perempuan dan seterusnya 1. baik secara ekonomis maupun secara psikologis. teratur dan bahagia serta akan timbul hal-hal yang tidak didinginkan dalam masyarakat.Pengertian dan Hukum nikah A.Oleh karena itu. Tanpa pernikahan tidak akan terbentuk rumah tangga yang baik.Sabda rasulullah SAW yang artinya :“ Dari Abdullah bin Mas’ud. Empat orang dari sebab perkawinan. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam . dan seterusnya sampai keatas. cucu dan seterusnya ke bawahc) saudaraseibu dan sebapak. Hukum nikah terbagi lima macam: (1) sunnah. maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam.macam. sayang-menyayangi antara suami dan istri. HUKUM DAN DALILNYA Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. (4) jaiz. (3) makruh. Tujuh orang karena nasab (keturunan). Pernikaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan. ia berkata. (2) wajib. yaitu a) ibu yang menyusuib) saudara sepersusuan 1. saling kenal mengenal. telah bersabda Raulullah SAW kepada kami. Sunnah yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan. bapak kakek dan seterusnya b) anak. Pengertian dan Hukum nikah Nikah yaitu suatu akad yang menghalalkan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dapat menimbulkan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya. Makruh yaitu bagi yang belum memiliki kemampuan. nenek. tolong menolong antar keluarga suami dengan keluarga istri dan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. Dua orang dari sebab menyusu. yaitu . Dan haram yaitu bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dikawininya. dan (5) haram.” (HR Muttafaqu ‘Alaih)MuhrimMuhrim ialah orang yang tidak halal dinikahi. Jaiz yaitu merupakan asal hukumnya. Wajib yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan dan apabila tidak menikah bisa terjerumus ke dalam perzinahan. manusia tidak dapat mengekang hawa nafsunya sehingga timbul pemerkosaan dan bencana di masyarakat. Dalam hal ini ada empat belas orang sebagai berikut. Misalnya. yaitu a) ibu. dengan pernikahan akan timbul kasih-mengasihi. 1. Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin.

syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . b. (4) agamanya. (2) wali. Kriteria Memilih Calon Isteri/Suami Dalam memilih calon isteri/suami ada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam Islam sesuai petunjuk Rasulullah.keperluan lain yang mesti dipenuhi. (3) dua orang saksi. yaitu : a.benar pria . bagi orang yang berkehendak dan baginya yang mempunyai biaya sehingga dapat memberikan nafkah kepada istrinya dan keperluan .) dan memlihara kehormatan. a. Melahirkan keturunan yang sah 3. D.orang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah. hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. Karena puasa itu adalah perisai baginya. B. Wajib. Sunnah. (2) kecantikannya. Menyalurkan hubungan biologis secara sah dan terhormat 4. bagi orang yang mampu melaksanakan pernikahan dan kalau tidak menikah ia akan terjerumus dalam perzinaan. (4) akad. Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama.hal yang mengharuskan segera nikah atau yang mengharamkannya. Rukun Nikah Rukun nikah yaitu: (1) adanya kedua mempelai. damai dan sejahtera lahir batin. tentram. dan itulah yang akan membahagiakanmu. bagi orang yang ingin menikahi dengan niat untuk menyakiti istrinya atau menyia nyiakannya. maka hendaklah ia berpuasa. Haram. istri.orang yang tidak terdesak oleh hal . 2. yaitu suami. bagi orang . Makruh. dan anak-anak. e. Menciptakan keluarga yang sakinah. (3) keturunannya. sedang nafsunya tidak mendesak. Utamakanlah masalah agamanya. Firman Allah SWT : “Hendaklah menahan diri orang . Dan barang siapa yang tidak sanggup.” (HR Bukhari Muslim).a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua)b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli)c) istri/suami dari anak (menantu)d) orang tua tirie) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu. : “Hai golongan pemuda. c. dan (5) mahar. Mubah.” (An Nur / 24:33) d. barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. Memperbanyak hubungan persaudaraan C. Calon suami Calon suami harus memenuhi syarat . yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga. yaitu: 1. Tujuan Nikah Tujuan pernikahan menurut ajaran Islam. Sabda Nabi Muhammad SAW. yaitu: (1) hartanya. bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan Karena tidak mampu memberikan belanja kepada istrinya atau kemungkinan lain lemah syahwat. Hukum haram ini juga terkena bagi orang yang tidak mampu memberi belanja kepada istrinya. Rukun nikah ada lima macam.

atau umroh 7) Usia sekurang . (HR.syarat sebagai berikut : 1) Islam 2) 3) 4) 5) 6) 7) Baligh (dewasa) Berakal Sehat Tidak sedang ihram. Kebutuhan seksual apabila tidak dapat . Pernikahan dapat Menentramkan Jiwa. haji.laki d. tenang.Dengan pernikahan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan (seksual) dengan baik. Upaya Menciptakan Keluarga Sakinah Hikmah NikahSalah satu perintah agama Islam terhadap umat manusia adalah melaksanakan pernikahan.kurangnya 19 Tahun b. E.kurangnya 16 Tahun c. atau umroh 6) Usia sekurang .syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . Wali Wali harus memenuhi syarat . haji.) e. Pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam. Calon istri Calon istri harus memiliki syarat . atau umroh 5) Adil (tidak fasik) 6) Mempunyai hak untuk menjadi wali 7) Laki .benar perempuan 3) Tidak dipaksa. Muslim). haji.” (Riwayat Ahmad. 1. Sabda Nabi SAW.3) Tidak dipaksa 4) Bukan mahram calon istri 5) Tidak sedang ihram.syarat sebagi berikut : 1) Beragama Islam 2) Baligh (dewasa) 3) Berakal Sehat 4) Tidak sedang ihram. Dua orang saksi Dua orang saksi harus memenuhi syarat . dengan suasana cinta kasih sehingga mendapatkan ketentraman jiwa. haji. aman. : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil. mengandung beberapa hikmah sebagai berikut. 4) Halal bagi calon suami 5) Bukan mahram calon suami 6) Tidak sedang ihram. Ijab dan Qabul ZZ Allah dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah”. bagi orang yang telah mampu serta telah terpenuhi sarat-sarat dan rukun pernikahan.laki Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. atau umroh Adil (tidak fasik) Mengerti maksud akad nikah Laki . ketenangan lahir dan bathin.

bukan semata-mata hanya untuk menyalurkan nafsu biologis 2. kebutuhan biologis atau nafsu seksualnya dapat disalurkan sebagaimana mestinya sebab penyaluran nafsu seksual yang tidak semestinya akan menimbulkan perbuatan maksiat. 3. Jadi. seperti tertekan dan gelisah. dalam arti selama masih bisa diupayakan untuk dipertahankan. Keempat. yaitu: Pertama. F.terpenuhi dengan semestinya akan menimbulkan gangguan jiwa. Suami isteri harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. dengan pernikahan akan terbentuk kemashlahatan rumah tangga. Pernikahan harus diniatkan untuk ibadah. Suami dan isteri harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. 2. sehingga keduanya merasakan kepuasan lahir dan batin 4. Jadi. apabila masih tetap nusyuz. Pernikahan dapat menghindarakan perbuatan maksiatLaki-laki dan perempuan yang telah melakukan akad pernikahan. Jadi. dengan pernikahan akan terhindar dari perbuatan maksiat. maka panggilah perwakilan dari kedua belah pihak. Kedua. Talaq Talaq yaitu melepaskan ikatan pernikahan antara suami dan isteri. dinasehati. siapa yang mengurusnya dan bagaimana silsilahnya. Kelima. apabila masih belum bisa memperbaiki diri. . Suami isteri harus dapat saling menjaga rahasia masing-masing 5. Hukum talaq yaitu halah. maka harus dipertahankan. sehingga menjadi orang yang taat kepada kepada Allah 3. apabila masih tetap berbuat nusyuz. jelaslah bahwa dengan pernikahan akan mendapatkan ketentraman jiwa. yakni perzinahan. maka pisah tempat tidur. tapi dibenci oleh Allah. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis dalam kehidupan rumah tangga. Suami isteri harus saling adanya keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Ketiga. maka pukulah sebagai pelajaran baginya. keturunanan dan kemashlahatan masyarakat 1. Talaq merupakan alternatif terakhir dalam pernikahan. Pernikahan Dapat Melestarikan KeturunanAnak yang lahir diluar pernikahan yang sah maka tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. hendaklah dia kawin karenasesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. apabila masih tetap berbuat nusyuz. Hadis rasulullah SAW yang artinya Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. maka barulah diceraikan dengan secara baik-baik. khususnya menghadapi isteri yang berbuat nusyuz. seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ar Rum : 21 yang artinya dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful