PENGERTIAN IBADAH DALAM ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.

Definisi Ibadah Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: [1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para RasulNya. [2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. [3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkanNya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin: “Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf. sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah.“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah. tidak dengan bid’ah.” . Ikhlas karena Allah semata. maka ia adalah haruriy [5]. khauf. “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. maka ia adalah mukmin muwahhid. dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan.” [Al-Baqarah: 112] Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. “Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. ibadah disyaratkan harus benar.” [Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata [2]. Syarat Diterimanya Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah. maka ia adalah murji’[4].” C. Ittiba’. siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja. karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul. “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam Syaikhul Islam mengatakan. dan ia berbuat kebajikan. dan raja’. “Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami.” [6] Agar dapat diterima. maka amalan tersebut tertolak. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah. maka ia adalah zindiq [3]. [b].” [Al-Baqarah: 165] “Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: [a]. bebas dari syirik besar dan kecil. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

bahwasanya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. Maka. maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya.Sebagaimana Allah berfirman. Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). “Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri.’” [Al-Mu’min: 60] . beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan. [4]. maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah. ‘Berdo’alah kepada-Ku. dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Pada yang kedua. [3]. “Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Pada yang pertama. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah. Jika demikian halnya. D. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela.” [Az-Zumar: 2] [2].” [Al-Kahfi: 110] Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya. Muhammad Rasulullah. [7] Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?” Jawabnya adalah sebagai berikut: [1]. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan). "Artinya : Dan Rabb-mu berfirman. barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya. maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan. kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat. Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Maka. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. Keutamaan Ibadah Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. nis-caya akan Aku perkenankan bagimu.

Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman. ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja. Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah. harap dan rasa cemas kepada mereka. Maka. keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah. bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk. maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang. Termasuk keutamaannya juga. Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja. kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya. maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu. hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung. ketergantungan. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. bahkan sangat darurat membutuhkannya. Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya. dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi. dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan.[9] Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit. dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. fakir (butuh) kepada Allah. Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain. “Tidak ada kebahagiaan. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman. semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. Maka dari itu. tidak akan lama.Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia. kelezatan. karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya. Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih . Maka dari itu. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya.

Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Cetakan ke 2] .keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. [Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih. Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001. masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka.

nikah merupakan salah satu asas pokok hidup yang utama dalam pergaulan masyarakat. manusia tidak dapat mengekang hawa nafsunya sehingga timbul pemerkosaan dan bencana di masyarakat. HUKUM DAN DALILNYA Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. sebapak dan seibu sajad) saudara dari bapake) saudara dari ibuf) anak dari saudara laki-laki dan seterusnyag) anak dari saudara perempuan dan seterusnya 1. Dan barang siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang. Pernikaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan. (3) makruh. yaitu a) ibu. cucu dan seterusnya ke bawahc) saudaraseibu dan sebapak. Tanpa pernikahan tidak akan terbentuk rumah tangga yang baik. Sunnah yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan. dan (5) haram. Disamping itu. dan seterusnya sampai keatas. bapak kakek dan seterusnya b) anak.” (HR Muttafaqu ‘Alaih)MuhrimMuhrim ialah orang yang tidak halal dinikahi. Dan haram yaitu bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dikawininya.Sabda rasulullah SAW yang artinya :“ Dari Abdullah bin Mas’ud. Makruh yaitu bagi yang belum memiliki kemampuan. nenek. yaitu a) ibu yang menyusuib) saudara sepersusuan 1. Hukum nikah terbagi lima macam: (1) sunnah. Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. Pengertian dan Hukum nikah Nikah yaitu suatu akad yang menghalalkan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dapat menimbulkan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya. Empat orang dari sebab perkawinan.macam.Pengertian dan Hukum nikah A. hendaklah dia kawin karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam . saling kenal mengenal. (4) jaiz. sayang-menyayangi antara suami dan istri. Jaiz yaitu merupakan asal hukumnya. Dalam hal ini ada empat belas orang sebagai berikut. telah bersabda Raulullah SAW kepada kami. yaitu . maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam. tolong menolong antar keluarga suami dengan keluarga istri dan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. 1. Misalnya. (2) wajib.Oleh karena itu. Dua orang dari sebab menyusu. dengan pernikahan akan timbul kasih-mengasihi. ia berkata. teratur dan bahagia serta akan timbul hal-hal yang tidak didinginkan dalam masyarakat. Wajib yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan dan apabila tidak menikah bisa terjerumus ke dalam perzinahan. Tujuh orang karena nasab (keturunan).

(3) dua orang saksi. Utamakanlah masalah agamanya.a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua)b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli)c) istri/suami dari anak (menantu)d) orang tua tirie) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu. Haram. tentram. yaitu : a. maka hendaklah ia berpuasa. Sabda Nabi Muhammad SAW. : “Hai golongan pemuda. Sunnah. barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. yaitu suami. yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga. Wajib.” (An Nur / 24:33) d. bagi orang yang ingin menikahi dengan niat untuk menyakiti istrinya atau menyia nyiakannya.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar .benar pria . Rukun nikah ada lima macam. Makruh. (4) agamanya. Karena puasa itu adalah perisai baginya. Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama. hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. Rukun Nikah Rukun nikah yaitu: (1) adanya kedua mempelai. dan (5) mahar. Menciptakan keluarga yang sakinah. yaitu: (1) hartanya. Calon suami Calon suami harus memenuhi syarat . dan itulah yang akan membahagiakanmu. b.keperluan lain yang mesti dipenuhi. dan anak-anak. sedang nafsunya tidak mendesak.hal yang mengharuskan segera nikah atau yang mengharamkannya. bagi orang . (4) akad. Hukum haram ini juga terkena bagi orang yang tidak mampu memberi belanja kepada istrinya. bagi orang yang mampu melaksanakan pernikahan dan kalau tidak menikah ia akan terjerumus dalam perzinaan. bagi orang yang berkehendak dan baginya yang mempunyai biaya sehingga dapat memberikan nafkah kepada istrinya dan keperluan . Tujuan Nikah Tujuan pernikahan menurut ajaran Islam. Kriteria Memilih Calon Isteri/Suami Dalam memilih calon isteri/suami ada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam Islam sesuai petunjuk Rasulullah. D.orang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah. bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan Karena tidak mampu memberikan belanja kepada istrinya atau kemungkinan lain lemah syahwat. (2) kecantikannya. (2) wali. 2. Memperbanyak hubungan persaudaraan C. e. Melahirkan keturunan yang sah 3.” (HR Bukhari Muslim). istri. yaitu: 1. damai dan sejahtera lahir batin. Mubah. a. c.) dan memlihara kehormatan. Menyalurkan hubungan biologis secara sah dan terhormat 4. B. Firman Allah SWT : “Hendaklah menahan diri orang .orang yang tidak terdesak oleh hal . Dan barang siapa yang tidak sanggup. (3) keturunannya.

ketenangan lahir dan bathin. Pernikahan dapat Menentramkan Jiwa.kurangnya 19 Tahun b.kurangnya 16 Tahun c.” (Riwayat Ahmad. Calon istri Calon istri harus memiliki syarat . E.laki Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. Wali Wali harus memenuhi syarat . haji. mengandung beberapa hikmah sebagai berikut. atau umroh 5) Adil (tidak fasik) 6) Mempunyai hak untuk menjadi wali 7) Laki . 1. Dua orang saksi Dua orang saksi harus memenuhi syarat .3) Tidak dipaksa 4) Bukan mahram calon istri 5) Tidak sedang ihram. Ijab dan Qabul ZZ Allah dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah”. bagi orang yang telah mampu serta telah terpenuhi sarat-sarat dan rukun pernikahan. Upaya Menciptakan Keluarga Sakinah Hikmah NikahSalah satu perintah agama Islam terhadap umat manusia adalah melaksanakan pernikahan. aman. atau umroh 7) Usia sekurang . atau umroh 6) Usia sekurang .syarat sebagi berikut : 1) Beragama Islam 2) Baligh (dewasa) 3) Berakal Sehat 4) Tidak sedang ihram. Sabda Nabi SAW. tenang. dengan suasana cinta kasih sehingga mendapatkan ketentraman jiwa.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar .Dengan pernikahan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan (seksual) dengan baik.benar perempuan 3) Tidak dipaksa.) e. Kebutuhan seksual apabila tidak dapat .syarat sebagai berikut : 1) Islam 2) 3) 4) 5) 6) 7) Baligh (dewasa) Berakal Sehat Tidak sedang ihram. haji. atau umroh Adil (tidak fasik) Mengerti maksud akad nikah Laki . (HR.laki d. : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil. Pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam. Muslim). haji. haji. 4) Halal bagi calon suami 5) Bukan mahram calon suami 6) Tidak sedang ihram.

Hadis rasulullah SAW yang artinya Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. sehingga keduanya merasakan kepuasan lahir dan batin 4. 3. kebutuhan biologis atau nafsu seksualnya dapat disalurkan sebagaimana mestinya sebab penyaluran nafsu seksual yang tidak semestinya akan menimbulkan perbuatan maksiat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. dengan pernikahan akan terhindar dari perbuatan maksiat. Pernikahan Dapat Melestarikan KeturunanAnak yang lahir diluar pernikahan yang sah maka tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. seperti tertekan dan gelisah. siapa yang mengurusnya dan bagaimana silsilahnya. Hukum talaq yaitu halah. yaitu: Pertama. maka barulah diceraikan dengan secara baik-baik. Jadi. Pernikahan harus diniatkan untuk ibadah. Kelima. seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ar Rum : 21 yang artinya dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang. Suami isteri harus saling adanya keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Ketiga. Keempat. Suami isteri harus dapat saling menjaga rahasia masing-masing 5. Kedua. Suami isteri harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing. tapi dibenci oleh Allah. F. keturunanan dan kemashlahatan masyarakat 1. Suami dan isteri harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. apabila masih tetap nusyuz. maka pukulah sebagai pelajaran baginya. maka harus dipertahankan. jelaslah bahwa dengan pernikahan akan mendapatkan ketentraman jiwa. hendaklah dia kawin karenasesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. Talaq merupakan alternatif terakhir dalam pernikahan. maka pisah tempat tidur. sehingga menjadi orang yang taat kepada kepada Allah 3. apabila masih tetap berbuat nusyuz. Jadi. dalam arti selama masih bisa diupayakan untuk dipertahankan. . dengan pernikahan akan terbentuk kemashlahatan rumah tangga. apabila masih belum bisa memperbaiki diri. Talaq Talaq yaitu melepaskan ikatan pernikahan antara suami dan isteri. yakni perzinahan. Jadi. maka panggilah perwakilan dari kedua belah pihak. apabila masih tetap berbuat nusyuz.terpenuhi dengan semestinya akan menimbulkan gangguan jiwa. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis dalam kehidupan rumah tangga. bukan semata-mata hanya untuk menyalurkan nafsu biologis 2. 2. dinasehati. Pernikahan dapat menghindarakan perbuatan maksiatLaki-laki dan perempuan yang telah melakukan akad pernikahan. khususnya menghadapi isteri yang berbuat nusyuz.