PENGERTIAN IBADAH DALAM ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.

Definisi Ibadah Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: [1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para RasulNya. [2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. [3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkanNya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin: “Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

” [6] Agar dapat diterima. “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. [b]. Ikhlas karena Allah semata. karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul.” C. mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan. “Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami. Syarat Diterimanya Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah. dan raja’.“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah. khauf.” . maka ia adalah murji’[4]. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah. siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja.” [Al-Baqarah: 165] “Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. ibadah disyaratkan harus benar. karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: [a]. maka ia adalah haruriy [5]. maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam Syaikhul Islam mengatakan. bebas dari syirik besar dan kecil.” [Al-Baqarah: 112] Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. maka amalan tersebut tertolak. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb. maka ia adalah zindiq [3]. “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja. “Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf. maka ia adalah mukmin muwahhid. Ittiba’. dan ia berbuat kebajikan.” [Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata [2]. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. tidak dengan bid’ah.

Maka. Maka. orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya. nis-caya akan Aku perkenankan bagimu. kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri.” [Al-Kahfi: 110] Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah.’” [Al-Mu’min: 60] . Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. Jika demikian halnya. Pada yang pertama. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.Sebagaimana Allah berfirman. berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan). ‘Berdo’alah kepada-Ku. Muhammad Rasulullah. barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya. D. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata. Pada yang kedua. "Artinya : Dan Rabb-mu berfirman. Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia. maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’. [3]. beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan. “Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya. maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka. Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. [7] Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?” Jawabnya adalah sebagai berikut: [1]. Keutamaan Ibadah Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat.” [Az-Zumar: 2] [2]. bahwasanya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. “Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah. [4]. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela.

bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya. dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb. semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. ketergantungan. Maka dari itu. kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu. dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih . Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman. Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja. Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. “Tidak ada kebahagiaan. fakir (butuh) kepada Allah. harap dan rasa cemas kepada mereka. bahkan sangat darurat membutuhkannya. hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. tidak akan lama. maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah. bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk. sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah.Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia. barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya. Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. kelezatan. Termasuk keutamaannya juga. Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya. Maka dari itu.[9] Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja. Maka. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah. dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah.

Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas.keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka. [Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih. Cetakan ke 2] . Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001.

Oleh karena itu. Sunnah yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan. (4) jaiz. Misalnya. nenek. Dan barang siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang. manusia tidak dapat mengekang hawa nafsunya sehingga timbul pemerkosaan dan bencana di masyarakat. maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam. Pengertian dan Hukum nikah Nikah yaitu suatu akad yang menghalalkan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dapat menimbulkan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya. yaitu a) ibu yang menyusuib) saudara sepersusuan 1. yaitu a) ibu. telah bersabda Raulullah SAW kepada kami. dan seterusnya sampai keatas. Jaiz yaitu merupakan asal hukumnya. Dua orang dari sebab menyusu. tolong menolong antar keluarga suami dengan keluarga istri dan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. (3) makruh. Dalam hal ini ada empat belas orang sebagai berikut. Pernikaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan. Tujuh orang karena nasab (keturunan). (2) wajib. Tanpa pernikahan tidak akan terbentuk rumah tangga yang baik.” (HR Muttafaqu ‘Alaih)MuhrimMuhrim ialah orang yang tidak halal dinikahi.Pengertian dan Hukum nikah A. yaitu . dengan pernikahan akan timbul kasih-mengasihi. Disamping itu. sebapak dan seibu sajad) saudara dari bapake) saudara dari ibuf) anak dari saudara laki-laki dan seterusnyag) anak dari saudara perempuan dan seterusnya 1. HUKUM DAN DALILNYA Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. Wajib yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan dan apabila tidak menikah bisa terjerumus ke dalam perzinahan. Dan haram yaitu bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dikawininya. bapak kakek dan seterusnya b) anak. baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Makruh yaitu bagi yang belum memiliki kemampuan. Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. hendaklah dia kawin karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat.Sabda rasulullah SAW yang artinya :“ Dari Abdullah bin Mas’ud. Hukum nikah terbagi lima macam: (1) sunnah.macam. 1. dan (5) haram. ia berkata. saling kenal mengenal. Empat orang dari sebab perkawinan. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam . nikah merupakan salah satu asas pokok hidup yang utama dalam pergaulan masyarakat. cucu dan seterusnya ke bawahc) saudaraseibu dan sebapak. sayang-menyayangi antara suami dan istri. teratur dan bahagia serta akan timbul hal-hal yang tidak didinginkan dalam masyarakat.

) dan memlihara kehormatan. Wajib. Kriteria Memilih Calon Isteri/Suami Dalam memilih calon isteri/suami ada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam Islam sesuai petunjuk Rasulullah. Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama.benar pria . dan anak-anak. bagi orang yang berkehendak dan baginya yang mempunyai biaya sehingga dapat memberikan nafkah kepada istrinya dan keperluan . bagi orang . yaitu suami. yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga. Menyalurkan hubungan biologis secara sah dan terhormat 4. barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. Firman Allah SWT : “Hendaklah menahan diri orang .orang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah. e. Menciptakan keluarga yang sakinah. bagi orang yang mampu melaksanakan pernikahan dan kalau tidak menikah ia akan terjerumus dalam perzinaan. : “Hai golongan pemuda. a. Makruh. dan (5) mahar.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . Hukum haram ini juga terkena bagi orang yang tidak mampu memberi belanja kepada istrinya. (2) wali. Dan barang siapa yang tidak sanggup. Sunnah.” (An Nur / 24:33) d. damai dan sejahtera lahir batin. B. dan itulah yang akan membahagiakanmu. yaitu: (1) hartanya. (4) akad. (4) agamanya. Karena puasa itu adalah perisai baginya. sedang nafsunya tidak mendesak. Haram. Rukun nikah ada lima macam. yaitu : a. maka hendaklah ia berpuasa.” (HR Bukhari Muslim). hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. Sabda Nabi Muhammad SAW. (2) kecantikannya. (3) dua orang saksi. Mubah.orang yang tidak terdesak oleh hal . Tujuan Nikah Tujuan pernikahan menurut ajaran Islam. Melahirkan keturunan yang sah 3. Memperbanyak hubungan persaudaraan C. Rukun Nikah Rukun nikah yaitu: (1) adanya kedua mempelai. tentram. D. Calon suami Calon suami harus memenuhi syarat . yaitu: 1.keperluan lain yang mesti dipenuhi.hal yang mengharuskan segera nikah atau yang mengharamkannya. Utamakanlah masalah agamanya. bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan Karena tidak mampu memberikan belanja kepada istrinya atau kemungkinan lain lemah syahwat.a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua)b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli)c) istri/suami dari anak (menantu)d) orang tua tirie) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu. c. b. bagi orang yang ingin menikahi dengan niat untuk menyakiti istrinya atau menyia nyiakannya. (3) keturunannya. 2. istri.

Ijab dan Qabul ZZ Allah dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah”.laki Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. atau umroh 7) Usia sekurang . Calon istri Calon istri harus memiliki syarat . mengandung beberapa hikmah sebagai berikut. atau umroh 5) Adil (tidak fasik) 6) Mempunyai hak untuk menjadi wali 7) Laki . Wali Wali harus memenuhi syarat . Pernikahan dapat Menentramkan Jiwa.kurangnya 19 Tahun b.” (Riwayat Ahmad. Kebutuhan seksual apabila tidak dapat . Pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam.syarat sebagi berikut : 1) Beragama Islam 2) Baligh (dewasa) 3) Berakal Sehat 4) Tidak sedang ihram. Muslim). ketenangan lahir dan bathin. 4) Halal bagi calon suami 5) Bukan mahram calon suami 6) Tidak sedang ihram.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . dengan suasana cinta kasih sehingga mendapatkan ketentraman jiwa.3) Tidak dipaksa 4) Bukan mahram calon istri 5) Tidak sedang ihram. Sabda Nabi SAW. atau umroh 6) Usia sekurang . : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil. haji. (HR. Dua orang saksi Dua orang saksi harus memenuhi syarat .syarat sebagai berikut : 1) Islam 2) 3) 4) 5) 6) 7) Baligh (dewasa) Berakal Sehat Tidak sedang ihram. E.benar perempuan 3) Tidak dipaksa. 1.laki d. tenang. Upaya Menciptakan Keluarga Sakinah Hikmah NikahSalah satu perintah agama Islam terhadap umat manusia adalah melaksanakan pernikahan. haji. bagi orang yang telah mampu serta telah terpenuhi sarat-sarat dan rukun pernikahan.) e.Dengan pernikahan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan (seksual) dengan baik.kurangnya 16 Tahun c. aman. atau umroh Adil (tidak fasik) Mengerti maksud akad nikah Laki . haji. haji.

maka panggilah perwakilan dari kedua belah pihak. Pernikahan harus diniatkan untuk ibadah. Hadis rasulullah SAW yang artinya Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. hendaklah dia kawin karenasesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. apabila masih belum bisa memperbaiki diri. siapa yang mengurusnya dan bagaimana silsilahnya. khususnya menghadapi isteri yang berbuat nusyuz. bukan semata-mata hanya untuk menyalurkan nafsu biologis 2. sehingga keduanya merasakan kepuasan lahir dan batin 4. dengan pernikahan akan terbentuk kemashlahatan rumah tangga. dalam arti selama masih bisa diupayakan untuk dipertahankan. Suami isteri harus saling adanya keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. 2. F. Kedua. Suami isteri harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing. yakni perzinahan. yaitu: Pertama. jelaslah bahwa dengan pernikahan akan mendapatkan ketentraman jiwa. Suami isteri harus dapat saling menjaga rahasia masing-masing 5. maka pukulah sebagai pelajaran baginya. Suami dan isteri harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. seperti tertekan dan gelisah. dengan pernikahan akan terhindar dari perbuatan maksiat. Kelima. Jadi. tapi dibenci oleh Allah. Pernikahan dapat menghindarakan perbuatan maksiatLaki-laki dan perempuan yang telah melakukan akad pernikahan. Jadi. maka barulah diceraikan dengan secara baik-baik. maka pisah tempat tidur. Hukum talaq yaitu halah. maka harus dipertahankan. Talaq merupakan alternatif terakhir dalam pernikahan. kebutuhan biologis atau nafsu seksualnya dapat disalurkan sebagaimana mestinya sebab penyaluran nafsu seksual yang tidak semestinya akan menimbulkan perbuatan maksiat. Keempat. apabila masih tetap berbuat nusyuz. dinasehati.terpenuhi dengan semestinya akan menimbulkan gangguan jiwa. Ketiga. apabila masih tetap nusyuz. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis dalam kehidupan rumah tangga. Pernikahan Dapat Melestarikan KeturunanAnak yang lahir diluar pernikahan yang sah maka tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. apabila masih tetap berbuat nusyuz. sehingga menjadi orang yang taat kepada kepada Allah 3. seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ar Rum : 21 yang artinya dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang. Jadi. 3. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. Talaq Talaq yaitu melepaskan ikatan pernikahan antara suami dan isteri. keturunanan dan kemashlahatan masyarakat 1. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful