P. 1
Pengertian Ibadah Dalam Islam

Pengertian Ibadah Dalam Islam

|Views: 121|Likes:
Published by Andigham Rachman

More info:

Published by: Andigham Rachman on Dec 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

PENGERTIAN IBADAH DALAM ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.

Definisi Ibadah Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: [1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para RasulNya. [2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. [3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkanNya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin: “Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

” [Al-Baqarah: 165] “Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. dan raja’. dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan. karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul. dan ia berbuat kebajikan. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: [a]. maka amalan tersebut tertolak. ibadah disyaratkan harus benar. “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja. siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja. bebas dari syirik besar dan kecil. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. “Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami. [b]. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam Syaikhul Islam mengatakan. karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya.” .” [Al-Baqarah: 112] Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. maka ia adalah haruriy [5]. Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf. maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” [Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata [2]. sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. “Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah. “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. maka ia adalah mukmin muwahhid. mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. tidak dengan bid’ah. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb.” [6] Agar dapat diterima.“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah. Ikhlas karena Allah semata. Ittiba’. maka ia adalah murji’[4]. Syarat Diterimanya Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah.” C. khauf. maka ia adalah zindiq [3].

D. padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. [4]. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat. Jika demikian halnya. bahwasanya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. Pada yang kedua. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya. maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’. Pada yang pertama. "Artinya : Dan Rabb-mu berfirman. Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia. maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah. [7] Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?” Jawabnya adalah sebagai berikut: [1]. barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya. Maka. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri.’” [Al-Mu’min: 60] . Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah. “Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya. Keutamaan Ibadah Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan). Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata.” [Az-Zumar: 2] [2]. dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela. ‘Berdo’alah kepada-Ku. nis-caya akan Aku perkenankan bagimu. kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Muhammad Rasulullah. “Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka.Sebagaimana Allah berfirman. [3]. Maka. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.” [Al-Kahfi: 110] Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah. maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan. beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan.

barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. bahkan sangat darurat membutuhkannya. fakir (butuh) kepada Allah. hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. ketergantungan. Maka. maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang. kelezatan. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya. Maka dari itu.Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia. “Tidak ada kebahagiaan. Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya. tidak akan lama. dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah. kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb. karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. Maka dari itu. sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain. demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah. Termasuk keutamaannya juga. dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki. maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu. Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya. ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja. Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja. keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung. harap dan rasa cemas kepada mereka. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih . dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi.[9] Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman. bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk.

Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001. Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas. masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka. Cetakan ke 2] . [Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih.keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

yaitu . tolong menolong antar keluarga suami dengan keluarga istri dan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. ia berkata. sebapak dan seibu sajad) saudara dari bapake) saudara dari ibuf) anak dari saudara laki-laki dan seterusnyag) anak dari saudara perempuan dan seterusnya 1. nenek.Sabda rasulullah SAW yang artinya :“ Dari Abdullah bin Mas’ud. baik secara ekonomis maupun secara psikologis. dengan pernikahan akan timbul kasih-mengasihi. Dan haram yaitu bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dikawininya. teratur dan bahagia serta akan timbul hal-hal yang tidak didinginkan dalam masyarakat. Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. Tujuh orang karena nasab (keturunan). saling kenal mengenal. manusia tidak dapat mengekang hawa nafsunya sehingga timbul pemerkosaan dan bencana di masyarakat. telah bersabda Raulullah SAW kepada kami.Pengertian dan Hukum nikah A. Pengertian dan Hukum nikah Nikah yaitu suatu akad yang menghalalkan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dapat menimbulkan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya. sayang-menyayangi antara suami dan istri. Sunnah yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan. Jaiz yaitu merupakan asal hukumnya. (4) jaiz. yaitu a) ibu. Empat orang dari sebab perkawinan. Dalam hal ini ada empat belas orang sebagai berikut. 1.macam. HUKUM DAN DALILNYA Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. Pernikaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan. Makruh yaitu bagi yang belum memiliki kemampuan. Dua orang dari sebab menyusu. (2) wajib. Dan barang siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang. nikah merupakan salah satu asas pokok hidup yang utama dalam pergaulan masyarakat. Tanpa pernikahan tidak akan terbentuk rumah tangga yang baik. hendaklah dia kawin karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. (3) makruh. Hukum nikah terbagi lima macam: (1) sunnah. maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam. Wajib yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan dan apabila tidak menikah bisa terjerumus ke dalam perzinahan. bapak kakek dan seterusnya b) anak. cucu dan seterusnya ke bawahc) saudaraseibu dan sebapak.” (HR Muttafaqu ‘Alaih)MuhrimMuhrim ialah orang yang tidak halal dinikahi. Disamping itu. yaitu a) ibu yang menyusuib) saudara sepersusuan 1. dan (5) haram. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam . Misalnya.Oleh karena itu. dan seterusnya sampai keatas.

Dan barang siapa yang tidak sanggup. a. damai dan sejahtera lahir batin. 2.hal yang mengharuskan segera nikah atau yang mengharamkannya. Haram. Calon suami Calon suami harus memenuhi syarat . yaitu: (1) hartanya. dan (5) mahar. Karena puasa itu adalah perisai baginya. B. Mubah. bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan Karena tidak mampu memberikan belanja kepada istrinya atau kemungkinan lain lemah syahwat. bagi orang yang berkehendak dan baginya yang mempunyai biaya sehingga dapat memberikan nafkah kepada istrinya dan keperluan . bagi orang yang mampu melaksanakan pernikahan dan kalau tidak menikah ia akan terjerumus dalam perzinaan. (4) akad. (3) dua orang saksi.” (HR Bukhari Muslim). Rukun nikah ada lima macam. : “Hai golongan pemuda. bagi orang . hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. Melahirkan keturunan yang sah 3. sedang nafsunya tidak mendesak. Rukun Nikah Rukun nikah yaitu: (1) adanya kedua mempelai. Utamakanlah masalah agamanya. yaitu : a. dan anak-anak. D. Firman Allah SWT : “Hendaklah menahan diri orang . Memperbanyak hubungan persaudaraan C. b.benar pria . Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama. istri. c. Kriteria Memilih Calon Isteri/Suami Dalam memilih calon isteri/suami ada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam Islam sesuai petunjuk Rasulullah. yaitu suami. Wajib. (4) agamanya.a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua)b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli)c) istri/suami dari anak (menantu)d) orang tua tirie) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu. Makruh. maka hendaklah ia berpuasa. (2) kecantikannya. (2) wali. Hukum haram ini juga terkena bagi orang yang tidak mampu memberi belanja kepada istrinya.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . Tujuan Nikah Tujuan pernikahan menurut ajaran Islam. Menciptakan keluarga yang sakinah. barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. Sabda Nabi Muhammad SAW. e. Sunnah. yaitu: 1. Menyalurkan hubungan biologis secara sah dan terhormat 4.orang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah.” (An Nur / 24:33) d. (3) keturunannya. tentram. bagi orang yang ingin menikahi dengan niat untuk menyakiti istrinya atau menyia nyiakannya. yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga.keperluan lain yang mesti dipenuhi.) dan memlihara kehormatan.orang yang tidak terdesak oleh hal . dan itulah yang akan membahagiakanmu.

laki Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. mengandung beberapa hikmah sebagai berikut. Upaya Menciptakan Keluarga Sakinah Hikmah NikahSalah satu perintah agama Islam terhadap umat manusia adalah melaksanakan pernikahan. haji. haji. E.) e. aman. Wali Wali harus memenuhi syarat . atau umroh 7) Usia sekurang . haji. atau umroh 5) Adil (tidak fasik) 6) Mempunyai hak untuk menjadi wali 7) Laki .syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar .syarat sebagi berikut : 1) Beragama Islam 2) Baligh (dewasa) 3) Berakal Sehat 4) Tidak sedang ihram.kurangnya 19 Tahun b. atau umroh Adil (tidak fasik) Mengerti maksud akad nikah Laki . Dua orang saksi Dua orang saksi harus memenuhi syarat .benar perempuan 3) Tidak dipaksa.Dengan pernikahan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan (seksual) dengan baik. Ijab dan Qabul ZZ Allah dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah”. haji. Calon istri Calon istri harus memiliki syarat .laki d. Pernikahan dapat Menentramkan Jiwa. ketenangan lahir dan bathin. Kebutuhan seksual apabila tidak dapat . 1. bagi orang yang telah mampu serta telah terpenuhi sarat-sarat dan rukun pernikahan. : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil. Pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam.kurangnya 16 Tahun c. 4) Halal bagi calon suami 5) Bukan mahram calon suami 6) Tidak sedang ihram.3) Tidak dipaksa 4) Bukan mahram calon istri 5) Tidak sedang ihram.” (Riwayat Ahmad. Sabda Nabi SAW. atau umroh 6) Usia sekurang . (HR. tenang. Muslim).syarat sebagai berikut : 1) Islam 2) 3) 4) 5) 6) 7) Baligh (dewasa) Berakal Sehat Tidak sedang ihram. dengan suasana cinta kasih sehingga mendapatkan ketentraman jiwa.

Jadi. dinasehati. Suami isteri harus saling adanya keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. maka barulah diceraikan dengan secara baik-baik. bukan semata-mata hanya untuk menyalurkan nafsu biologis 2. Suami isteri harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Kedua. Jadi. . apabila masih belum bisa memperbaiki diri. dalam arti selama masih bisa diupayakan untuk dipertahankan. maka pukulah sebagai pelajaran baginya. Hadis rasulullah SAW yang artinya Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. Hukum talaq yaitu halah. Ketiga. kebutuhan biologis atau nafsu seksualnya dapat disalurkan sebagaimana mestinya sebab penyaluran nafsu seksual yang tidak semestinya akan menimbulkan perbuatan maksiat. khususnya menghadapi isteri yang berbuat nusyuz. yakni perzinahan. Talaq Talaq yaitu melepaskan ikatan pernikahan antara suami dan isteri. tapi dibenci oleh Allah. Pernikahan harus diniatkan untuk ibadah. Kelima. 3. Suami dan isteri harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. sehingga keduanya merasakan kepuasan lahir dan batin 4. seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ar Rum : 21 yang artinya dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang. seperti tertekan dan gelisah. jelaslah bahwa dengan pernikahan akan mendapatkan ketentraman jiwa. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis dalam kehidupan rumah tangga. dengan pernikahan akan terbentuk kemashlahatan rumah tangga. apabila masih tetap berbuat nusyuz. maka panggilah perwakilan dari kedua belah pihak. apabila masih tetap nusyuz. 2. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. keturunanan dan kemashlahatan masyarakat 1. Suami isteri harus dapat saling menjaga rahasia masing-masing 5. maka pisah tempat tidur. sehingga menjadi orang yang taat kepada kepada Allah 3. Pernikahan dapat menghindarakan perbuatan maksiatLaki-laki dan perempuan yang telah melakukan akad pernikahan. yaitu: Pertama. Jadi. hendaklah dia kawin karenasesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. maka harus dipertahankan. siapa yang mengurusnya dan bagaimana silsilahnya. Pernikahan Dapat Melestarikan KeturunanAnak yang lahir diluar pernikahan yang sah maka tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.terpenuhi dengan semestinya akan menimbulkan gangguan jiwa. Keempat. dengan pernikahan akan terhindar dari perbuatan maksiat. Talaq merupakan alternatif terakhir dalam pernikahan. F. apabila masih tetap berbuat nusyuz.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->