PENGERTIAN IBADAH DALAM ISLAM Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.

Definisi Ibadah Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah: [1]. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para RasulNya. [2]. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. [3]. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap. Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” [Adz-Dzaariyaat : 56-58] Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkanNya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah). B. Pilar-Pilar Ubudiyyah Yang Benar Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hambaNya yang mukmin: “Artinya : Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

” C. “Artinya : Barangsiapa yang beramal tanpa adanya tuntunan dari kami. maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf.” [Al-Anbiya’: 90] Sebagian Salaf berkata [2]. Syarat Diterimanya Ibadah Ibadah adalah perkara tauqifiyah yaitu tidak ada suatu bentuk ibadah yang disyari’atkan kecuali berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah.” [Al-Baqarah: 112] Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja. maka ia adalah mukmin muwahhid. dan raja’. Ikhlas karena Allah semata. [b]. Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah. “Inti agama ada dua pilar yaitu kita tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. maka ia adalah zindiq [3]. karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan jauh dari syirik kepada-Nya. Ittiba’. tidak dengan bid’ah. bebas dari syirik besar dan kecil.” [Al-Baqarah: 165] “Artinya : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. “Artinya : (Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. karena ia menuntut wajibnya taat kepada Rasul. ibadah disyaratkan harus benar. sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Syarat yang pertama merupakan konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illallaah. Wahua muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam Syaikhul Islam mengatakan. maka amalan tersebut tertolak.” . maka ia adalah murji’[4]. dan kita tidak beribadah kecuali dengan apa yang Dia syari’at-kan.“Artinya : Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cinta-nya kepada Allah. Apa yang tidak disyari’atkan berarti bid’ah mardudah (bid’ah yang ditolak) sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja. mengikuti syari’atnya dan meninggal-kan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. maka ia adalah haruriy [5]. dan ia berbuat kebajikan. Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya dengan hubb. khauf. Dan ibadah itu tidak bisa dikatakan benar kecuali dengan adanya dua syarat: [a].” [6] Agar dapat diterima. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.

Sesungguhnya Allah mempunyai hak dan wewenang Tasyri’ (memerintah dan melarang). dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kita dari hal-hal baru atau bid’ah. Pada yang kedua. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Dan sekiranya boleh bagi setiap orang untuk beribadah dengan tata cara dan kehendaknya sendiri. orang yang membuat tata cara ibadah sendiri dari dirinya. Karenanyalah Allah men-ciptakan manusia. [4]. Maka.” [Az-Zumar: 2] [2]. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama bagi kita[8] Maka. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. Pada yang pertama. "Artinya : Dan Rabb-mu berfirman. maka ia telah melibatkan dirinya di dalam Tasyri’. ‘Berdo’alah kepada-Ku. “Artinya : Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. D. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. Hak Tasyri’ adalah hak Allah semata.Sebagaimana Allah berfirman. nis-caya akan Aku perkenankan bagimu. Maka.” [Al-Kahfi: 110] Hal yang demikian itu merupakan manifestasi (perwujudan) dari dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallaah. maka setiap orang menjadi memiliki caranya tersendiri dalam ibadah.’” [Al-Mu’min: 60] . maka yang terjadi di dalam ke-hidupan manusia adalah kekacauan yang tiada taranya karena perpecahan dan pertikaian akan meliputi ke-hidupan mereka disebabkan perbedaan kehendak dan perasaan. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. Orang yang melaksanakannya di-puji dan yang enggan melaksanakannya dicela. padahal agama Islam mengajarkan kebersamaan dan kesatuan menurut syari’at yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya. “Artinya : Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaknya ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan sesuatu pun dalam ber-ibadah kepada Rabb-nya. berarti ia telah menambah ajaran agama dan menuduh bahwa agama ini tidak sempurna (mempunyai kekurangan). [3]. bahwasanya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan-Nya yang menyampaikan ajaran-Nya. [7] Bila ada orang yang bertanya: “Apa hikmah di balik kedua syarat bagi sahnya ibadah tersebut?” Jawabnya adalah sebagai berikut: [1]. kita tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat. Jika demikian halnya. Maka kita wajib membenarkan dan mempercayai beritanya serta mentaati perintahnya. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan bagai-mana cara kita beribadah kepada Allah. Muhammad Rasulullah. Keutamaan Ibadah Ibadah di dalam syari’at Islam merupakan tujuan akhir yang dicintai dan diridhai-Nya. mengutus para Rasul dan menurunkan Kitab-Kitab suci-Nya. barangsiapa beribadah kepada-Nya bukan dengan cara yang diperintahkan-Nya. beribadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada-Nya adalah kesyirikan.

barangsiapa yang meng-hendaki kebahagiaan abadi hendaklah ia menekuni ibadah kepada Allah semata. Sekalipun seseorang merasakan kelezatan atau kebahagiaan selain dari Allah. Ibadah dapat menghibur seseorang ketika dilanda musibah dan me-ringankan beban penderitaan saat susah dan mengalami rasa sakit. Sebagaimana halnya jasad membutuhkan makanan dan minuman. dan tidak pula untuk menjatuhkan mereka di dalam kesulitan. Akan tetapi ibadah itu disyari’atkan untuk berbagai hikmah yang agung. Termasuk keutamaannya juga. Karena manusia secara tabi’at adalah lemah. Bahkan kebutuhan ruh manusia kepada ibadah itu lebih besar daripada kebutuhan jasadnya kepada makanan dan minuman. Adapun bahagia karena Allah dan perasaan takut kepada-Nya. maka itulah kebahagiaan yang tidak akan terhenti dan tidak hilang. Termasuk keutamaan ibadah juga bahwasanya manusia sangat membutuhkan ibadah melebihi segala-galanya. hanya orang-orang ahli ibadah sejatilah yang merupakan manusia paling bahagia dan paling lapang dadanya. Tidak ada yang dapat menenteramkan dan mendamaikan serta menjadikan seseorang merasakan kenikmatan hakiki yang ia lakukan kecuali ibadah kepada Allah semata. sebagai puncak tujuannya dan yang paling dicintainya daripada yang lain. kelezatan. demi-kian pula hati dan ruh memerlukan ibadah dan menghadap kepada Allah. Di antara keutamaan ibadah bahwasanya ibadah mensucikan jiwa dan membersihkannya. Maka dari itu.Ibadah di dalam Islam tidak disyari’atkan untuk mem-persempit atau mempersulit manusia. bahkan sangat darurat membutuhkannya. “Tidak ada kebahagiaan.[9] Termasuk keutamaan ibadah bahwasanya ibadah dapat meringankan seseorang untuk melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan kemunkaran. tidak akan lama. keduanya tidak akan baik kecuali dengan menghadap (bertawajjuh) kepada Allah dengan beribadah. ketergantungan. Maka. bahwasanya seorang hamba dengan ibadahnya kepada Rabb-nya dapat mem-bebaskan dirinya dari belenggu penghambaan kepada makhluk. dan mengangkatnya ke derajat tertinggi menuju kesempurnaan manusiawi. semua itu ia terima dengan lapang dada dan jiwa yang tenang. kenikmatan dan kebaikan hati melainkan bila ia meyakini Allah sebagai Rabb. karena sesungguhnya esensi dan subtansi hamba itu adalah hati dan ruhnya. Maka jiwa tidak akan pernah merasakan kedamaian dan ketenteraman kecuali dengan dzikir dan beribadah kepada Allah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. fakir (butuh) kepada Allah. Keutamaan ibadah yang paling besar bahwasanya ibadah merupakan sebab utama untuk meraih . ia merasa percaya diri dan berjiwa besar karena ia berharap dan takut hanya kepada Allah saja. Pencipta Yang Maha Esa dan ia beribadah hanya kepada Allah saja. kemashlahatan besar yang tidak dapat dihitung jumlahnya. Pelaksanaan ibadah dalam Islam semua adalah mudah. maka kelezatan dan kebahagiaan tersebut adalah semu. harap dan rasa cemas kepada mereka. Maka dari itu. bahkan apa yang ia rasakan itu sama sekali tidak ada kelezatan dan kebahagiaannya. dan itulah kesempurnaan dan keindahan serta kebahagiaan yang hakiki.

keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. [Disalin dari buku Prinsip Dasar Islam Menutut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih. Penerbit Pustaka At-Taqwa Po Box 264 Bogor 16001. Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas. masuk Surga dan selamat dari siksa Neraka. Cetakan ke 2] .

Dan haram yaitu bagi orang yang berniat akan menyakiti perempuan yang dikawininya. telah bersabda Raulullah SAW kepada kami. Dalam hal ini ada empat belas orang sebagai berikut. hendaklah dia kawin karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. 1. nenek.Oleh karena itu. Tanpa pernikahan tidak akan terbentuk rumah tangga yang baik. sebapak dan seibu sajad) saudara dari bapake) saudara dari ibuf) anak dari saudara laki-laki dan seterusnyag) anak dari saudara perempuan dan seterusnya 1. yaitu a) ibu yang menyusuib) saudara sepersusuan 1. Dua orang dari sebab menyusu. sayang-menyayangi antara suami dan istri. Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. Hukum nikah terbagi lima macam: (1) sunnah.macam. nikah merupakan salah satu asas pokok hidup yang utama dalam pergaulan masyarakat.Pengertian dan Hukum nikah A. baik secara ekonomis maupun secara psikologis. Wajib yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan dan apabila tidak menikah bisa terjerumus ke dalam perzinahan. yaitu . Jaiz yaitu merupakan asal hukumnya. yaitu a) ibu. Sunnah yaitu bagi yang sudah memiliki kemampuan. manusia tidak dapat mengekang hawa nafsunya sehingga timbul pemerkosaan dan bencana di masyarakat. bapak kakek dan seterusnya b) anak. (3) makruh. maka hukum nikah ini dapat dibagi menjadi lima macam. Disamping itu. HUKUM DAN DALILNYA Pada dasarnya Islam sangat menganjurkan kepada umatnya yang sudah mampu untuk menikah. dengan pernikahan akan timbul kasih-mengasihi.Sabda rasulullah SAW yang artinya :“ Dari Abdullah bin Mas’ud. teratur dan bahagia serta akan timbul hal-hal yang tidak didinginkan dalam masyarakat. saling kenal mengenal.” (HR Muttafaqu ‘Alaih)MuhrimMuhrim ialah orang yang tidak halal dinikahi. Dan barang siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa karena dengan puasa hawa nafsunya terhadap perempuan akan berkurang. dan (5) haram. Namun karena adanya beberapa kondisi yang bermacam . ia berkata. Pernikaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan. Tujuh orang karena nasab (keturunan). Pengertian dan Hukum nikah Nikah yaitu suatu akad yang menghalalkan hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan dapat menimbulkan adanya hak dan kewajiban di antara keduanya. (4) jaiz. dan seterusnya sampai keatas. (2) wajib. Empat orang dari sebab perkawinan. Misalnya. tolong menolong antar keluarga suami dengan keluarga istri dan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsunya. Makruh yaitu bagi yang belum memiliki kemampuan. cucu dan seterusnya ke bawahc) saudaraseibu dan sebapak.

yang di dalamnya terdapat rasa cinta dan kasih sayang (mawadah warahmah) yang terjalin di antara anggota keluarga. bagi orang yang ingin menikahi dengan niat untuk menyakiti istrinya atau menyia nyiakannya. B. Mubah. yaitu : a.) dan memlihara kehormatan.hal yang mengharuskan segera nikah atau yang mengharamkannya. D. dan itulah yang akan membahagiakanmu. e. bagi orang yang mampu melaksanakan pernikahan dan kalau tidak menikah ia akan terjerumus dalam perzinaan. Karena sesumgguhnya nikah itu enghalangi pandangan (terhadap yang dilarang oleh agama. Rukun Nikah Rukun nikah yaitu: (1) adanya kedua mempelai. a.a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua)b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli)c) istri/suami dari anak (menantu)d) orang tua tirie) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu. Memperbanyak hubungan persaudaraan C.orang yang tidak memperoleh (biaya) untuk nikah. Dan barang siapa yang tidak sanggup. yaitu: (1) hartanya. Makruh.orang yang tidak terdesak oleh hal . dan (5) mahar. tentram. Hukum haram ini juga terkena bagi orang yang tidak mampu memberi belanja kepada istrinya. (2) wali. (4) agamanya. : “Hai golongan pemuda. barang siapa diantara kamu yang cukup biaya maka hendaklah menikah. 2. Menyalurkan hubungan biologis secara sah dan terhormat 4. Haram. maka hendaklah ia berpuasa. bagi orang . dan anak-anak.keperluan lain yang mesti dipenuhi. yaitu suami. Sabda Nabi Muhammad SAW. Kriteria Memilih Calon Isteri/Suami Dalam memilih calon isteri/suami ada beberapa kriteria yang ditetapkan dalam Islam sesuai petunjuk Rasulullah. Tujuan Nikah Tujuan pernikahan menurut ajaran Islam. hingga Allah mencukupkan dengan sebagian karunia-Nya. (4) akad. damai dan sejahtera lahir batin. Menciptakan keluarga yang sakinah. Firman Allah SWT : “Hendaklah menahan diri orang . bagi orang yang tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan Karena tidak mampu memberikan belanja kepada istrinya atau kemungkinan lain lemah syahwat. (2) kecantikannya.benar pria . Melahirkan keturunan yang sah 3. (3) dua orang saksi. Rukun nikah ada lima macam. sedang nafsunya tidak mendesak. (3) keturunannya. bagi orang yang berkehendak dan baginya yang mempunyai biaya sehingga dapat memberikan nafkah kepada istrinya dan keperluan .” (An Nur / 24:33) d. istri. Utamakanlah masalah agamanya. Wajib.” (HR Bukhari Muslim). yaitu: 1. Calon suami Calon suami harus memenuhi syarat .syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . Karena puasa itu adalah perisai baginya. Sunnah. b. c.

” (Riwayat Ahmad. atau umroh 6) Usia sekurang .3) Tidak dipaksa 4) Bukan mahram calon istri 5) Tidak sedang ihram.benar perempuan 3) Tidak dipaksa. Dua orang saksi Dua orang saksi harus memenuhi syarat . Muslim).) e. tenang. Wali Wali harus memenuhi syarat .syarat sebagi berikut : 1) Beragama Islam 2) Baligh (dewasa) 3) Berakal Sehat 4) Tidak sedang ihram. E. Kebutuhan seksual apabila tidak dapat . atau umroh Adil (tidak fasik) Mengerti maksud akad nikah Laki .syarat sebagai berikut : 1) Islam 2) 3) 4) 5) 6) 7) Baligh (dewasa) Berakal Sehat Tidak sedang ihram. Ijab dan Qabul ZZ Allah dan kamu menghalalkan mereka dengan kalimat Allah”. 4) Halal bagi calon suami 5) Bukan mahram calon suami 6) Tidak sedang ihram. aman. Pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam.kurangnya 19 Tahun b. Sabda Nabi SAW. atau umroh 5) Adil (tidak fasik) 6) Mempunyai hak untuk menjadi wali 7) Laki . haji. Calon istri Calon istri harus memiliki syarat . haji.laki Pernikahan yang dilakukan tanpa saksi tidak sah. Pernikahan dapat Menentramkan Jiwa.syarat sebagai berikut : 1) Beragama Islam 2) Benar . haji.kurangnya 16 Tahun c.Dengan pernikahan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan (seksual) dengan baik. ketenangan lahir dan bathin. bagi orang yang telah mampu serta telah terpenuhi sarat-sarat dan rukun pernikahan. dengan suasana cinta kasih sehingga mendapatkan ketentraman jiwa. (HR. mengandung beberapa hikmah sebagai berikut. atau umroh 7) Usia sekurang . 1. Upaya Menciptakan Keluarga Sakinah Hikmah NikahSalah satu perintah agama Islam terhadap umat manusia adalah melaksanakan pernikahan. haji.laki d. : “Tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil.

Talaq merupakan alternatif terakhir dalam pernikahan. maka panggilah perwakilan dari kedua belah pihak. Keempat. maka harus dipertahankan. 2. yakni perzinahan. tapi dibenci oleh Allah. Jadi. seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ar Rum : 21 yang artinya dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang. Pernikahan harus diniatkan untuk ibadah. Pernikahan dapat menghindarakan perbuatan maksiatLaki-laki dan perempuan yang telah melakukan akad pernikahan. maka pukulah sebagai pelajaran baginya. Pernikahan Dapat Melestarikan KeturunanAnak yang lahir diluar pernikahan yang sah maka tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. sehingga menjadi orang yang taat kepada kepada Allah 3. dengan pernikahan akan terbentuk kemashlahatan rumah tangga. keturunanan dan kemashlahatan masyarakat 1. Talaq Talaq yaitu melepaskan ikatan pernikahan antara suami dan isteri. khususnya menghadapi isteri yang berbuat nusyuz. Jadi. apabila masih tetap nusyuz. Kelima. Kedua. maka barulah diceraikan dengan secara baik-baik. Suami isteri harus saling adanya keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. yaitu: Pertama. maka pisah tempat tidur. dinasehati. Suami dan isteri harus dilandasi dengan keimanan kepada Allah. dalam arti selama masih bisa diupayakan untuk dipertahankan. Jadi. bukan semata-mata hanya untuk menyalurkan nafsu biologis 2. hendaklah dia kawin karenasesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan mata terhadap orang yang tidak halal dilihatnya dan akan memeliharanya dari godaan syahwat. Suami isteri harus memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi krisis dalam kehidupan rumah tangga. Hadis rasulullah SAW yang artinya Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara kamu serta berkeinginan hendak kawin. 3. . seperti tertekan dan gelisah. apabila masih tetap berbuat nusyuz.terpenuhi dengan semestinya akan menimbulkan gangguan jiwa. apabila masih belum bisa memperbaiki diri. Ketiga. Hukum talaq yaitu halah. apabila masih tetap berbuat nusyuz. kebutuhan biologis atau nafsu seksualnya dapat disalurkan sebagaimana mestinya sebab penyaluran nafsu seksual yang tidak semestinya akan menimbulkan perbuatan maksiat. sehingga keduanya merasakan kepuasan lahir dan batin 4. Suami isteri harus dapat saling menjaga rahasia masing-masing 5. jelaslah bahwa dengan pernikahan akan mendapatkan ketentraman jiwa. dengan pernikahan akan terhindar dari perbuatan maksiat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berpikir. siapa yang mengurusnya dan bagaimana silsilahnya. F.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful