PENDAHULUAN 1.

LATAR BELAKANG Sumber belajar mencakup apa saja yang dapat digunakan untuk membantu tiap orang untuk belajar dan manampilkan kompetensinya. Sumber belajar meliputi, pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan latar (AECT 1994), Menurut Dirjen Dikti (1983: 12), sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. Degeng (1990: 83) menyebutkan sumber belajar mencakup semua sumber yang mungkin dapat dipergunakan oleh si pembelajar agar terjadi prilaku belajar. Dalam proses belajar komponen sumber belajar itu mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi, baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan. Sumber belajar yang beraneka ragam disekitar kehidupan peserta didik, baik yang didesain maupun non desain belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Sebagian besar guru kecenderungan dalam pembelajaran memanfaatkan buku teks dan guru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington (1984), bahwa dari sekian banyaknya sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan. Hal senada juga diperkuat oleh suatu hasil penelitian mengenai kebutuhan informasi, yang menyatakan bahwa banyak sumber belajar diperpustakaan yang belum dikenal dan belum diketahui penggunaannya. Keadaan ini diperparah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar juga masih bergantung pada kehadiran guru, kalau guru tidak hadir maka sumber belajar lain termasuk bukupun tidak dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Oleh karena itu kehadiran guru secara fisik mutlak diperlukan, disisi lain sebenarnya banyak sumber belajar disekitar kehidupan peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Dalam kaitan dengan pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran Science, Richarson dalam Suthardi, (1981:147) mengemukakan, “Science necessarily begins in the environment in which we live. Consequently the students study of science should have this orientation”. Dari alam sekitar peserta didik

dan pengelolaan sumber belajar. (3) memperolehnya. lebih terarah. (g) Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya. Di samping kemampuan di atas. (2) mengetahui sifat masing-masing sumber belajar. guru perlu (1) mengetahui proses komunikasi dalam proses belajar. Sajian ini akan mencoba menyoroti dari 3 (tiga) bagian yaitu. pemanfaatan sumber belajar. (c) Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. Dikti (1983: 38-39). Akan tetapi pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar sangat tergantung pada guru. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber belajar. (b) Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar. .dapat dibimbing untuk mempelajari berbagai macam masalah kehidupan. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi usaha pemanfaatan alam sekitar sebagai sumber belajar yaitu (a) kemauan guru (b) kemampuan guru untuk dapat melihat alam sekitar yang dapat digunakan untuk pembelajaran (c) kemampuan guru untuk dapat menggunakan sumber alam sekitar dalam pembelajaran. Dalam pemanfaatan sumber belajar. Menurut Ditjend. (f) Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. (h) Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif. baik secara fisik maupun sifat-sifat yang ditimbulkan oleh faktor lain yang mempengaruhi sumber belajar tersebut. (e) Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber. (d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. yang bahannya diperoleh dari teori komunikasi dan psikologi pendidikan. guru harus mampu: (a) Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. yaitu tahu benar dimana lokasi suatu sumber dan bagaimana cara memberikan pelayanannya. lebih lancar. Kemampuan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa guru perlu menyadari pentingnya kemampuan-kemampuan khusus yang dikembangkan bila menginginkan proses belajar mencapai sasaran yang optimal. guru mempunyai tanggung jawab membantu peserta didik belajar agar belajar lebih mudah. sumber belajar.

Isi pesan itu sendiri ada yang disajikan dengan isyarat verbal dan ada yang menggunakan tulisan. TUJUAN Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah: 1) Mengetahui landasan teori pemanfaatan sumber belajar 2) Mengetahui perkembangan sumber belajar 3) Mengetahui fungsi sumber belajar 3. 1989: 143). MANFAAT Manfaat dari pembahasan makalah ini adalah: 1) Dapat memahami landasan teori pemanfaatan sumber belajar 2) Dapat memahami perkembangan sumber belajar 3) Dapat memahami fungsi dari sumber belajar PEMBAHASAN Perkembangan Sumber Belajar a. kulit binatang dan kulit karang. sumber belajar utamanya adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok karena sumber belajar lainnya dianggap belum ada atau masih sangat langka (Sadiman. Sumber Belajar Praguru Pada zaman praguru.2. Sumber belajar . kulit pohon. Perbedaan ini terletak pada tingkat kemajuan peradaban masing-masing suku bangsa itu sendiri. debu. daun-daunan. Bentuk benda yang digunakan sebagai sumber belajar antara lain adalah : batu-batu.

Orang yang menangani secara khusus tentang pendidikan disebut Guru dibantu dengan sumber belajar penunjang yang berbentuk masih sederhana dan jumlahnya terbatas sekali. Oleh sebab itu kelancaran proses instruksional dan kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. peranan orang. Contoh sumber . Akibat perubahan itu terjadi pula perubahan pada sistem pendidikan dan pada kondisi sumber belajar komponen lainnya dari sistem tersebut. maka pengetahuan diperoleh dengan coba-coba sendiri. Oleh sebab itu kondisi pendidikan masih sederhana dan berada di bawah kontrol keluarga dan anggota masyarakat.jumlahnya langka. b. Sehingga tidak ada keteraturan isi pembelajaran. rumusan tujuan pembelajaran tidak dirumuskan dalam kurikulum. tetapi sudah diserahkan kepada orang tertentu. desain pemilihan bahan. maka lahirlah sumber belajar baru yang berbentuk cetak lainnya yang belum pernah ada sebelumnya. pendidikan masih tertutup. Lahirnya Guru sebagai Sumber Belajar Utama Pendidikan pada zaman praguru tahap demi tahap berubah. sedangkan pencari pengetahuan jumlahnya lebih banyak. teknik yang digunakan. isi ajaran. sehingga kedudukan orang merupakan belajar utama. Dengan diketemukannya alat cetak. Konsekuensi diketemukannya sumber belajar tersebut adalah terjadinya perubahan tugas dan peranan guru dalam pembelajaran. Proses belajar tidak lagi ditangani oleh anggota keluarga. c. dengan lahirnya sumber belajar cetak maka tugas guru menjadi ringan. Semula guru merupakan sumber belajar utama yang mempunyai tugas sangat berat. namun demikian sumber belajar masih sangat terbatas. pada akhirnya dapat diproduksi peralatan dan bahan yang jumlahnya besar. Dengan demikian terjadi perubahan pada cara pengelolaan. Sumber Belajar Dalam Bentuk Cetak Adanya perkembangan industri yang cepat.

. Misalnya: program televisi pendidikan. komunikasi. Dengan lahirnya sumber belajar cetak ini. sosiologi. program radio pendidikan. teori belajar. panplet. sehingga merupakan kejutan baru dalam sistem instruksional pada saat itu. film pendidikan.belajar cetak adalah: buku. Pada akhir perang dunia kedua mulai timbul suatu kecendrungan baru dalam bidang audiovisual kearah dua kerangka konseptual baru yang paralel. disebut sebagai empat perkembangan keajaiban yang terjadi dalam dunia pendidikan sehingga dianggap sebagai revolusi pendidikan. maka isi pembelajaran dapat diperbanyak dengan cepat dan disebarkan ke berbagai pihak dengan mudah. Keempat perkembangan sejarah sumber belajar ini oleh Eric Ashby dalam Sadiman (1989). Setelah timbul istilah teknologi dalam pendidikan yang pada akhir perang dunia kedua mulai berubah menjadi ilmu baru yang disebut teknologi pendidikan dan teknologi instruksional. komputer pendidikan dan lain-lain. Sumber Belajar yang Berasal dari Teknologi Komunikasi Dengan diketemukannya berbagai alat dan bahan (hardware dan software) pada abad 17. lebih spesifik dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. komik. majalah. yaitu teori komunikasi dan konsep sistem (AECT. koran. 1977). Sumber belajar seperti ini lebih populer dengan istilah media instruksional. efeknya sangat besar terhadap sistem pendidikan secara keseluruhan. Karena pengaruh-pengaruh ilmu sosial seperti: psikologi. Pengertian teknologi dalam pendidikan populer dengan istilah audio visual. yakni pemanfaatan bahan-bahan audio visual dan berbentuk kombinasi lainnya dalam sistem pendidikan. maka cara mendesain sumber belajar lebih terarah. d. slide pendidikan.

sumber yang dimanfaatkan. dan digunakan untuk keperluan belajar.Sumber Belajar yang Didesain dan Dimanfaatkan. ada sebagian dari kenyataan yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. membuat semuanya itu menjadi sumber belajar. sedangkan yang lainnya menjadi sumber belajar karena dimanfaatkan. Namun demikan tidak semua sumber yang didesain untuk keperluan pendidikan. Inilah yang disebut bahan atau sumber instruksional. diaplikasikan. Kenyataan bahwa sumber-sumber ini dimanfaatkan untuk membantu belajar manusia. Fungsi sumber belajar menurut Hanafi (1983: 4-6) adalah untuk: a. yaitu dengan jalan (1) Memepercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik. Jadi. Kelompok yang kedua. Meningkatkan produktifitas pendidikan. AECT dalam Miarso (1986: 88) disebutkan bahwa ada kesangsian apakah fasilitas yang ada dalam masyarakat. . sama pentingnya dengan sumber belajar yang didesain. Fungsi Sumber Belajar Agar sumber belajar yang ada dapat berfungsi dalam pembelajaran harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (2) Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi. Sumber yang lain. namun dapat ditemukan. Sumber belajar yang didesain untuk keperluan belajar telah banyak dikenal orang. sebagian sumber menjadi sumber belajar karena didesain untuk itu. Inilah yang disebut sebagai: Sumber belajar dari dunia nyata. Beberapa sumber dapat dimanfaatkan untuk memberikan fasilitas belajar karena memang sumber itu khusus didesain untuk keperluan belajar. misalnya museum semuanya itu didesain khusus terutama untuk pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum. sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah peserta didik.

f. terutama dengan adanya media massa. karena (1) Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkret. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan jalan: (1) Perencanaan program pembelajaran yang lebih sistematis. (2) Memberikan pengetahuan yang bersifat langsung. Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan: (1) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional.b. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas. c. Peranan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran Sumber belajar mempunyai peran yang sangat erat dengan pembelajaran yang dilakukan. Lebih memantapkan pembelajaran dengan jalan (1) Meningkatkan kemampuan manusia dalam penggunaan berbagai media komunikasi (2) Penyajian data dan informasi secara lebih konkrit. Peranan sumber belajar dalam pembelajaran Individual. (2) Penyajian informasi yang mampu menembus geografis. Memungkinkan belajar secara seketika. e. dengan jalan: (1) Pemanfaatan secara bersama lebih luas tenaga atau kejadian yang langka. adapun peranan tersebut dalam pembelajaran adalah sebagai berikut: a. sedang guru mempunyai . Titik berat pembelajaran individual adalah pada peserta didik. (2) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan kemampuannya. (2) Pengembangan bahan pelajaran yang dilandasi penelitian. Pola komunikasi dalam belajar individual sangat dipengaruhi oleh peranan sumber belajar yang dimanfaatkan dalam proses belajar. d.

Hasil belajar sangat tergantung oleh kualitas guru. karena guru merupakan sumber belajar utama. yaitu pendekatan yang menggunakan teknik personalized system of instruksional (PSI) yang ditunjang dengan berbagai sumber berbentuk audio visual yang didesain khusus untuk belajar individual. (d) Bentuk sajiannya singkat. padat. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Klasikal Pola komunikasi dalam belajar klasikal yang dipergunakan adalah komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik. pembimbing. b. dalam pendekatan ini guru berperan menunjukkan sumber belajar yang perlu dipelajari. karena frekuensi belajar didominari interaksinya dengan guru. kombinasi warna dan suara. jelas dan menyeluruh. sehingga peserta didiklah yang bertanggung jawab dalam memilih. Sumber belajar hendaknya dirancang berdasarkan prinsip: (a) Dialog. (b) Persuasif dan bukan menggurui atau mendikte. sehingga peranan sumber belajar sangat penting. Dalam pembelajaran individual terdapat tiga pendekatan yang berbeda yaitu : (1) Front line teaching method. (2) Keller Plan. pengarah. peranan guru dalam interaksi dengan peserta didik lebih banyak sebagai konsultan.peranan sebagai penunjang atau fasilitator. (c) Pemilihan sumber belajar yang tepat. penerima hasil kemajuan belajar peserta didik. Sumber lain seolah-olah tidak ada peranannya sama sekali. Pemanfaatan sumber belajar . oleh sebab itu frekwensi pertemuannya jarang sekali. peranan guru cenderung sebagai penasehat dibanding pendidik. diskusi yang disajikan menarik melalui permainan. (3) Metode proyek. Waktu yang digunakan untuk melaksanakan tugas dalam pembelajaran individual 10 % dari total waktu belajar. merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan belajar. Dalam pembelajaran individual. pengelola belajar. drama.

Audio visual 50%. menyatukam bahwa 75 % pengetahuan diperoleh melalui indera penglihatan. kemudian makin mendekati akhir pelajaran turun menjadi 3-5 menit. maka pengetahuan yang mengendap hanya 10% (b) Mendengarkan saja pengetahuan yang mengendap hanya 20%. Dan (e) Mengungkapkan sendiri pengetahuan yang mengendap bisa 80%. bahwa perhatian yang penuh dalam belajar dengan metode ceramah makin lama makin menurun drastis. visual saja 20%.selain guru. 6 % indera sentuhan dan rabaan dan 6 % indera penciuman dan lidah. 13 % indera pendengaran. Di samping itu guru sering memaksakan penggunaan sumber belajar yang kurang relevan dengan ciri-ciri peserta didik dan tujuan belajar. Keterbatasan penggunaan sumber belajar terjadi karena metode pembelajaran yang utama hanyalah metode ceramah. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan SOVOCOM COMPANY di Amerika dalam Sadiman (1989: 155-156). Misalnya dalam 50 menit belajar. sangat selektif dan sangat ketat di bawah petunjuk dan kontrol guru. Audio saja 10%. Peranan Sumber Belajar secara keseluruhan seperti terlihat dalam pola komunikasinya selain guru rendah. hal ini terjadi karena sumber belajar yang tersedia terbatas. bahwa guru harus pandai memilih dan mengkombinasikan metode pembelajaran dengan belajar yang ada. maka pada awal belajar attention spannya berkisar antara 12-15 menit. Dari penjelasan tersebut diatas. Tetapi kalau proses belajar hanya menggunakan methode (a) Membaca saja. Menurut Percipal and Ellington (1984). (c) Melihat saja pengetahuan yang mengendap bisa 50%. tentang kemampuan manusia dalam menyimpan pesan adalah : verbal (tulisan) 20%. . Di samping itu British Audio Visual Association (1985). (f) Mengungkapkan sendiri dan mengulang pada kesempatan lain 90%.

c. e. menurut Derek Rowntere dalam bukunya Educational Technologi in Curriculum Development (1982). Tutorial adalah belajar dengan guru pembimbing. sumber belajarnya antara lain adalah bab dari suatu buku. harian. topik masalah dan tujuan instruksional tertentu. Micro teaching.c. Guru memegang kontrol dan kendali sepenuhnya dalam menetapkan isi dan . bentuknya dapat bab dari buku. b. f. Peranan Sumber Belajar dalam Belajar Kelompok Pola komunikasi dalam belajar kelompok. Simulasi (persentasi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya). Buzz sessions (diskusi singkat) adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik untuk didiskusikan singkat sambil jalan. Pola Instruksional Tradisional Pembelajaran tradisional pada umumnya guru mempunyai kedudukan sebagai satu-satunya sumber belajar dalam sistem instruksional. (proyek pembelajaran yang direkam dengan video). Sumber belajar yang digunakan adalah materi yang digunakan sebelumnya. menyajikan dua pola komunikasi yang secara umum ditetapkan dalam belajar yaitu pola: a. materi dari program audio visual. atau masalah dalam praktek laboratorium. d. Controllet discussion (diskusi dibawah kontrol guru). Team project (tim proyek) adalah suatu pendekatan kerjasama antar anggota kelompok dengan cara mengenai suatu proyek oleh tim. Pola-Pola Instruksional a. sumber belajarnya adalah masalah yang ditemui dalam belajar.

ketrampilan. Dalam situasi inilah maka dalam pola instruksional terdapat sub komponen baru yaitu alat yang dipakai oleh guru sebagai sarana untuk membantu pelaksanaan kegiatan. misalnya atas buku teks. tetapi juga sarana untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan ketrampilan khusus. c. di samping untuk mengembangkan terus pengetahuan. Pola Instruksional dengan sumber belajar berupa orang (guru) bekerja sama dengan sumber belajar lain Makin majunya ilmu dan cakrawala manusia mengakibatkan tiap generasi penerus harus belajar lebih banyak untuk menjadi manusia terdidik. Pola Instruksional dengan sumber belajar berupa orang dibantu sumber lain Kecenderungan standarisasi masukan pada dasarnya beranggapan bahwa adanya standar tersebut mempunyai nilai ekonomis. dan teknik baru. alat audio visual. Mulai dirasakan perlu adanya cara baru dalam mengkomunikasikan segala pengetahuan dan pesan baik secara verbal maupun non verbal. di samping juga dapat memperbaiki kontrol atas proses kegiatan. satu bentuk papan tulis dan lain-lain sumber. bahkan kadang-kadang juga dalam menilai kemajuan belajar mahasiswa b. dan juga mengubah situasi belajar. satu bentuk dan desain gedung serta fasilitas sekolah. Agar sistem pendidikan secara efektif. kiranya diperlukan adanya standarisasi dalam proses dengan .metode belajar. Nilai ekonomis yang diperoleh dengan adanya standar masukan. Di samping itu mulai disadari bahwa standarisasi pada masukan belum dapat menjamin hasil yang baik. Perkembangan teknologi mula-mula dengan ciri instrumentasi sebagai perpanjangan anggota badan manusia mengubah orientasi. dan lain-lain. buku. Alat tidak lagi merupakan hasil pengetahuan manusia. mengubah teknik. maka tidak memadai apabila dipakai sumber belajar yang berupa guru.

Meningkatnya kebutuhan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Guru yang baik dapat ditugaskan untuk mempersiapkan bahan pembelajaran yang lengkap secara sistematis dan terprogram dalam bentuk modul atau paket untuk keperluan belajar mandiri lainnya. Dalam hubungan ini sumber belajar tertentu khusus dipersiapkan untuk dapat dipakai oleh peserta didik dalam kegiatan instruksional secara langsung. tetapi masih dimungkinkan memperbanyak karyanya berupa berbagai media instruksional. d. lebih . semakin dirasakan terbatasnya sumber belajar yang berupa guru. Dengan demikian kehadiran guru dapat sepenuhnya digantikan oleh sumber belajar yang diciptakannya. latar belakang pengalaman cukup luas dan pola berpikir sudah lebih matang. juga berkembangnya lapangan kerja baru yang memberikan jaminan hidup yang lebih baik. Sumber ini lazim berupa media yang dipersiapkan secara khusus oleh kelompok gurumedia yang berinteraksi dengan peserta didik secara tidak langsung. Memperbanyak guru yang baik tidak mungkin dapat dilaksanakan secara fisik. akan membatasi jumlah guru yang baik. maka interaksi langsung antar peserta didik dengan media yang dipersiapkan oleh guru ahli. dapat berjalan tanpa intervensi guru kelas. yaitu melalui media. Media semacam ini disebut guru-media. Hadirnya orang lain dalam pembelajaran dimaksudkan agar belajar menjadi lebih mudah. Guru dan guru media ini saling berinteraksi dengan peserta didik berdasarkan satu tanggung jawab bersama. Pola Instruksional dengan belajar mandiri. namun dalam batas-batas tertentu manusia dalam belajar memerlukan bantuan pihak lain. Apabila peserta didik sudah mempunyai disiplin yang tinggi. lebih efektif. Di samping meningkatnya tuntutan profesional terhadap guru. Kualitas dan Hasil Pembelajaran Dalam batas-batas tertentu manusia dapat belajar dengan sendiri dan mandiri tanpa bantuan orang lain.jalan lebih memprogram proses itu sendiri.

Hakekatnya pembelajaran secara umum dilukiskan Gagne sebagai upaya yang tujuannya adalah membantu orang belajar. kendala. biasanya diukur dengan tingkat pencapaian sibelajar. dan karakteristik peserta didik. selanjutnya mengamati hasil pembelajaran sebagai akibat dari penggunaan metode di bawah kondisi pembelajaran yang ada. maka hasil ini harus ditetapkan lebih dahulu sebelum menetapkan metode pembelajaran. diantaranya adalah peserta didik itu sendiri. setiap peserta didik diperlakukan sebagai manusia yang bermartabat. Efek ini bisa berupa efek yang disengaja dirancang oleh sebab itu merupakan efek yang diinginkan. Pada tingkat yang amat umum sekali. Hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi yang berbeda. dan daya tarik (appeal). Kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang dilakukan yaitu strategi pengorganisasian pembelajaran makro dan mikro. upaya inilah yang dimaksud dengan pembelajaran. Peristiwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar yang diatur oleh guru. Ada 4 aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan . Keefektifan Pembelajaran. masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas hasil belajar.efisien dan mengarah pada tujuan. hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu: (1) keefektifan (effectivenees) (2) efesiensi (efficiency). dan juga berupa efek nyata sebagai hasil penggunaan metode pembelajaran tertentu. Pembelajaran yang baik belum dapat menjamin baiknya prestasi belajar. strategi penyampaian pembelajaran. Dalam interaksi pembelajaran tersebut. Bila acuan pembelajaran adalah pada efek atau hasil pembelajaran yang diinginkan. karakteristik isi. Langkah ini akan terbalik. yang minat dan potensinya perlu diwujudkan secara optimal. apabila acuan pembelajaran adalah pada efek atau hasil pembelajaran yang nyata (actual) maka metode pembelajaran yang akan dipakai ditetapkan lebih dahulu. serta strategi pengelolaan pembelajaran di bawah kondisi yang ada yaitu karakteristik tujuan.

dimana kualitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si-belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan. Efisiensi Pembelajaran. Itulah sebabnya pengukuran kecenderungan si belajar untuk terus dan atau tidak terus belajar dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran itu sendiri atau dengan bidang studi. Daya Tarik Pembelajaran. .keefektifan pembelajaran yaitu: (1) kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut tingkat kesalahan (2) kecepatan unjuk kerja (3) tingkat alih belajar (4) tingkat retensi dari apa yang dipelajari. Dengan hadirnya sumber belajar dimaksudkan agar dalam pembelajaran menjadi lebih mudah. upaya inilah yang dimaksud dengan pembelajaran. lebih efektif. lebih efisien dan mengarah pada tujuan. Daya tarik pembelajaran erat kaitannya dengan daya tarik bidang studi. KESIMPULAN Sumber belajar adalah segala sesuatu dan dengan mana seseorang mempelajari sesuatu. baik sumber belajar yang direncanakan maupun sumber belajar yang dimanfaatkan. mencakup semua sumber yang mungkin dimanfaatkan secara tunggal atau secara kombinasi. biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan si-belajar untuk tetap/terus belajar.

1994. 1979. 2008. Teknologi Instruksional. Elington. Rita C. Hillsdale. Seels. S. Gagne. SD. Raharjo. Suthardhi. Henry & Perceval. Depdikbud. A Handbook of Educational technology. Jakarta Tahun II. Fred.J. & Briggs. C. 1983. (1) 146-159. Anung Haryono. Washington. New York: Holt. Jakarta: Ditjen Dikti.M. Analisis Pendidikan. 1981. Instructional Technology: The definition and Domains of the Field. Richey. Regeluth. Selecting Media for Learning. Media Pendidikan. Barbara B. Proyek Pengembangan Institusi Pendidikan Tinggi..J: Lawrence Erlbaum Associates.. 3-36. R. London: Kogan Page Ltd. 1977. DC: Associations and Technology. Rajawali. Instructional Design Theories and Models: An Overview f their Current Status. 1983.DAFTAR PUSTAKA AECT. N. Washington DC: Association for Education Communication and Technology. Pentoville Road. R. Renerhart and Winston. L.M. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Arif Sadiman. Jakarta: CV. 1984. “Pemanfaatan Alam Sekitar sebagai Sumber Belajar Anak”. Principles of Instructional Design. .

M.Pd DISUSUN OLEH : Evi Susanti Siti Khodijah Sri Darminah PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SRIWIJAYA TAHUN AJARAN 2011 .LANDASAN TEORI PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DOSEN PENGAMPUH: Dr. Purwanto.Si Dr. Nyayu Khodijah.A Dr. M. Hartono. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful