RESUME

RETRIBUSI DAERAH

DISUSUN OLEH :

DENU PAHLAWARDI NIM : 0909134730

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

Pekanbaru. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis akan menerima segala LMkesempurnaan dalam penulisan selanjutnya. baik itu berupa isi analisis maupun cara penyajian. Penulis menyadari sepenuhnya dalam proses penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Rhidonya penulis dapat menyelesaikan Resume Retribusi Daerah dengan Dosen Pembimbing Ibu Maryati Bachtiar. Sebagai karya ilmiah. Penulis i .. Desember 2011 Hormat Kami. M. SH.Kn. Makalah ini merupakan apresiasi ilmu pengetahuan di Fakultas Hukum Universitas Riau.

........... Permasalahan Retribusi atau Retribusi Daerah................. 9.............................................................................................................. Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah............................... Perhitungan Retribusi Daerah...................................... 7.................... 5............................ 6....................... Peraturan Pemerintah Tentang Retribusi Daerah... 2................... i ii 1 1 2 3 5 6 8 9 9 11 ii ................................................ Objek Retribusi Daerah.................................. Perda Tentang Retribusi Di Pekanbaru.................... 3.......... 8..... DAFTAR ISI......................................................................... 10................................................................ Sarana dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah..............................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................... Definisi Retribusi Daerah.......... 1................... Terminologi Retribusi Daerah...................................... Jenis-jenis Retribusi Daerah................................................................. 4................................

c. 2. Retribusi daerah. b. selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu. Masa retribusi adalah suatu jangka tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari pemerintah daerah yang bersangkutan. a. untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. sebagaimana disebutkan dibawah ini. berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. sampai dengan kegiatan penagihan retribusi atau retribusi yang terutang kepada wajib retribusi yang terutang serta pengawasan penyetorannya.Retribusi 1. Peraturan daerah adalah peraturan yang ditetapkan oleh kepala daerah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. kabupaten/kota diberi peluang dalam menggali potensi sumbersumber keuangannya dengan menetapkan jenis retribusi selain yang telah 1 . Menurut Ahmad Yani (2002:55) “Daerah provinsi. e. adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek retribusi yang terutang. Definisi Retribusi Daerah Retribusi daerah sebagaimana halnya pajak daerah merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah yang diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Terminologi Retribusi Daerah Pemungutan retribusi daerah yang saat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 mengatur beberapa istilah yang umum digunakan. d. yang selanjutnya disebut retribusi. Daerah otonom.

yaitu jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. 2 . Retribusi dipungut oleh pemerintah daerah b. ia harus membayar retribusi yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kontribusi retribusi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah kabupaten/pemerintah kota yang relatif tetap perlu mendapat perhatian serius bagi daerah. Objek Retribusi Daerah Yang menjadi objek dari retribusi daerah adalah berbentuk jasa. Retribusi dikenakan pada setiap orang/badan yang mengunakan/ mengenyam jasa-jasa yang disiapkan negara. Siahaan (2005:6). dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan sesuai dengan aspirasi masyarakat”. Menurut Marihot P. Jasa yang tidak termasuk jasa umum adalah jasa urusan umum pemerintah. Adanya kontraprestasi yang secara langsung dapat ditunjuk d. “Retribusi Daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan”. Jasa umum meliputi pelayanan kesehatan. dengan demikian bila seseorang ingin menikmati jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah. dan pelayanan persampahan. Dalam pemungutan terdapat paksaan secara ekonomis c. Karena secara teoritis terutama untuk kabupaten/kota retribusi seharusnya mempunyai peranan/ kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah. Ciri-ciri retribusi daerah: a. fasilitas. atau kemanfaatan lainnya.ditetapkan. Menurut Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jasa yang dihasilkan terdiri dari: a. Departemen Keuangan-RI (2004:60). Jasa umum. Jasa adalah kegiatan pemerintah daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. 3.

tempat penyucian mobil. pada dasarnya pemberian izin oleh pemerintah tidak harus dipungut retribusi. dan penjualan bibit. usaha bengkel kendaraan. Jenis-jenis Retribusi Daerah Retribusi daerah menurut UU No 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 34 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang retribusi daerah dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu: a. yaitu jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prisip-prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta.b. Jasa usaha antara lain meliputi penyewaan aset yang dimiliki/ dikuasai oleh pemerintah daerah. Sesuai dengan Undang-Undang No 34 Tahun 2000 Pasal 18 ayat 3 hurup a. 2) Jasa yang bersangkutan merupakan kewenangan daerah dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi. Jasa Usaha. 4) Jasa tersebut layak untuk dikenakan retribusi. 3 . Akan tetapi dalam melaksanakan fungsi tersebut. c. pemerintah daerah mungkin masih mengalami kekurangan biaya yang tidak selalu dapat dicukupi oleh sumber-sumber penerimaan daerah yang telah ditentukan sehingga perizinan tertentu masih dipungut retribusi. disamping untuk melayani kepentingan dan kemanfaatan umum. 3) Jasa tersebut memberikan manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan yang diharuskan membayar retribusi. retribusi jasa umum ditentukan berdasarkan kriteria berikut ini: 1) Retribusi jasa umum bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa usaha atau perizinan tertentu. Retribusi Jasa Umum. 5) Retribusi tersebut tidak bertentangan dengan kebijakan nasional mengenai penyelenggaraannya. adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. penyediaan tempat penginapan. Perizinan Tertentu. 4.

Retribusi Jasa Usaha. 2) Jasa yang bersangkutan adalah jasa yang bersifat komersial yang seyogianya disediakan oleh sektor swasta. tetapi belum memadai atau terdapatnya harta yang dimiliki/ dikuasai oleh pemerintah daerah. adalah retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. Jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah b) Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan c) Retribusi Tempat Pelelangan d) Retribusi Terminal e) Retribusi Tempat Khusus Parkir f) Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggahan/ Villa g) Retribusi Penyedotan kakus 4 . 7) Pemungutan retribusi memungkinkan penyediaan jasa tersebut dengan tingkat dan atau kualitas pelayanan yang lebih baik. Kriteria retribusi jasa usaha adalah: 1) Bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa umum atau retribusi perizinan tertentu. Jenis-jenis retribusi jasa umum terdiri dari: 1) Retribusi Pelayanan Kesehatan 2) Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan 3) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akte Catatan Sipil 4) Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat 5) Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum 6) Retribusi Pelayanan Pasar 7) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 8) Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 9) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta 10) Retribusi Pengujian Kapal Perikanan b.6) Retribusi tersebut dapat dipungut secara efektif dan efisien serta merupakan satu sumber pendapatan daerah yang potensial.

Kriteria retribusi perizinan tertentu antara lain: 1) Perizinan tersebut termasuk kewenangan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah dalam rangka asas desentralisasi. Jenis-jenis retribusi perizinan tertentu terdiri dari: a) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan b) Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol c) Retribusi Izin Gangguan d) Retribusi Izin Trayek 5. 3) Biaya yang menjadi beban pemerintah dalam penyelenggaraan izin tersebut dan biaya untuk menanggulangi dampak negatif dari pemberian izin tersebut cukup besar sehingga layak dibiayai dari perizinan tertentu. barang. Retribusi Perizinan Tertentu. penggunaan sumber daya alam. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. sarana. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Sarana dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah Pemungutan retribusi daerah tidak dapat diborongkan. adalah retribusi atas kegiatan tertentu pemerintah daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. pengaturan. pemerintah daerah dapat mengajak bekerja sama badanbadan tertentu yang karena profesionalismenya layak dipercaya untuk ikut melaksanakan sebagian tugas 5 . prasarana. dalam pengertian ini tidak berarti bahwa pemerintah daerah tidak boleh bekerja sama dengan pihak ketiga.h) Retribusi Rumah Potong Hewan i) Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal j) Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga k) Retribusi Penyeberangan di Atas Air l) Retribusi Pengolahan Limbah Cair m) Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah c. Namun. artinya seluruh proses kegiatan pemungutan retribusi tidaka dapat diserahkan kepada pihak ketiga. Dengan sangat selektif dalam proses pemungutan retribusi. 2) Perizinan tersebut benar-benar diperlukan guna melindungi kepentingan umum.

misalnya beberapa kali masuk tempat rekreasi. Dengan demikian. Tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi daerah ditetapkan oleh kepala daerah. dan penagihan retribusi. ia dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar dua persen setiap bulan dari retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan Surat Tagihan Retribusi Daerah (STRD). Dokumen lain yang dipersamakan antara lain. 6. dan rencana penggunaan bangunan. luas lantai bangunan. berapa kali/berapa jam parkir kendaraan. dan sebagainya. Retribusi dipungut dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan. jumlah tingkat bangunan. berupa karcis masuk. kupon dan kartu langganan. Akan tetapi. b. Jika wajib retribusi tertentu tidak membayar retribusi tepat pada waktunya atau kurang membayar. a. Kegiatan pemungutan retribusi yang tidak dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga adalah kegiatan perhitungan besarnya retribusi yang terutang. besarnya retribusi yang terutang dihitung berdasarkan tarif retribusi dan tingkat penggunaan jasa. Tingkat Penggunaan Jasa Tingkat Penggunaan Jasa dapat dinyatakan sebagai kuantitas penggunaan jasa sebagai dasar alokasi beban biaya yang dipikul daerah untuk penyelenggaraan jasa yang bersangkutan. STRD merupakan surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda. ada pula penggunaan jasa yang tidak dapat dengan mudah diukur.pemungutan jenis retribusi tertentu secara lebih efisien. Tarif Retribusi Daerah 6 . pengawasan penyetoran retribusi. Perhitungan Retribusi Daerah Besarnya retribusi yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa atau perizinan tertentu dihitung dengan cara mengalikan tarif retribusi dengan tingkat penggunaan jasa. Dalam hal ini tingkat penggunaan jasa mungkin perlu ditaksir berdasarkan rumus tertentu yang didasarkan atas luas tanah. SKRD adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya pokok retribusi.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 ditetapkan bahwa tarif retribusi ditinjau kembali paling lama lima tahun sekali.Tarif Retribusi Daerah adalah nilai rupiah atau persentase tertentu yang ditetapkan untuk menghitung besarnya retribusi daerah yang terutang. pengawasan dilapangan. Tarif retribusi ditinjau kembali secara berkala dengan memperhatikan prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi. penatausahaan. yaitu keuntungan yang dapat dianggap memadai jika jasa yang bersangkutan diselenggarakan oleh swasta. dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. Biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan meliputi penerbitan dokumen izin. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 Pasal 21 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 Pasal 8-10 prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi daerah ditentukan sebagai berikut: 1) Tarif retribusi jasa umum ditetapkan berdasarkan kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. 3) Tarif retribusi perizinan tertentu ditetapkan berdasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan. penegakan hukum. c. hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan perekonomian daerah berkaitan dengan objek retribusi yang bersangkutan. kemampuan masyarakat. Menurut Kesit Bambang Prakosa (2003:49-52) prinsip dasar untuk mengenakan retribusi biasanya didasarkan pada total cost dari 7 . Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Daerah Tarif retribusi daerah ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan prinsip dan sasaran penetapan tarif yang berbeda antar golongan retribusi daerah. 2) Tarif retribusi jasa usaha ditetapkan berdasarkan pada tujuan utama untuk memperoleh keuntungan yang layak. Tarif dapat ditentukan seragam atau dapat diadakan perbedaan mengenai golongan tarif sesuai dengan sasaran dan tarif tertentu. dan aspek keadilan. misalnya perbedaan Retribusi Tempat Rekreasi antara anak dan dewasa.

c) Pelayanan seluruhnya merupakan privat good yang dapat disubsidi jika hal ini merupakan permintaan terbanyak dan penguasa enggan menghadapi masyarakat dengan full cost. tetapi retribusi dikenakan untuk mendisiplinkan konsumsi. Akan tetapi akibat adanya perbedaanperbedaan tingkat pembiayaan mengakibatkan tarif retribusi tetap dibawah tingkat biaya (full cost) ada 4 alasan utama mengapa hal ini terjadi: a) Apabila suatu pelayanan pada dasarnya merupakan suatu public good yang disediakan karena keuntungan kolektifnya. Misalnya retribusi air minum. Misalnya perumahan untuk tunawisma. d) Privat good yang dianggap sebagai kebutuhan dasar manusia dan groupgroup berpenghasilan rendah. d. guna mengurangi kemacetan. selain itu juga tergantung pada ketersediaan modal untuk memenuhi pertumbuhan penduduk. Cara Perhitungan Retribusi Besarnya retribusi daerah yang harus dibayar oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa yang bersangkutan dihitung dari perkalian antara tarif dan tingkat penggunaan jasa dengan rumus sebagai berikut: Retribusi Terutang = Tarif Retribusi x Tingkat Penggunaan Jasa 7. Kecukupan dan Elastisitas Elastisitas retribusi harus responsif kepada pertumbuhan penduduk dan pendapatan. Misalnya tarif kereta api atau bis disubsidi guna mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum dibandingkan angkutan swasta. Keadilan 8 .pelayananpelayanan yang disediakan. Misalnya fasilitas rekreasidari kolam renang. Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah Untuk menilai tingkat keefektivitasan dari pemungutan retribusi daerah ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu: a. b. b) Apabila suatu pelayanan merupakan bagian dari swasta dan sebagian lagi merupakan good public.

perhitungan besarnya retribusi terutang dan beberapa ketentuan lainnya. Seperti jenis-jenis retribusi daerah. Mudah dipungut sebab penduduk hanya mendapatkan apa yang mereka bayar. Kemampuan Administrasi Dalam hal ini retribusi mudah ditaksir dan dipungut. c. Permasalahan Retribusi atau Retribusi Daerah Permasalahan retribusi atau retribusi daerah lebih tepatnya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 2001 dimana yang dimaksud dengan retribusi daerah atau retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. jika tidak dibayar maka pelayanan dihentikan. 9. Peraturan Pemerintah Tentang Retribusi Daerah Peraturan yang memuat tentang retribusi daerah adalah Undang-undang No 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. dalam peraturan-peraturan ini diatur hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan retribusi daerah. Sedangkan retribusi jasa umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. 8. retribusi pelayanan persampahan atau kesehatan 3. yaitu disesuaikan dengan kemampuan dan manfaat yang diterima. retribusi pelayanan kesehatan 2. Mudah ditaksir karena pertanggungjawaban didasarkan atas tingkat konsumsi yang dapat diukur. retribusi parkir di tepi jalan umum 9 . retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat 5. retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akte catatan sipil 4. Jenis-jenis retribusi umum seperti yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1.Dalam pemungutan retribusi daerah harus berdasarkan asas keadilan. tata cara dan sarana pemungutan retribusi. direvisi menjadi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah.

retribusi pasar grosir dan atau pertokoan 3. Retribusi perizinan tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksud untuk pembinaan. Retribusi jasa usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial. retribusi penyebrangan di atas air 11. retribusi tempat khusus parkir 6.6. Jenis-jenis retribusi jasa usaha yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1. retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol 3. retribusi pengujian kapal perikanan. retribusi pengolahan limbah cair 12. retribusi pengujian kendaraan bermotor 8. pengaturan. retribusi terminal 5. 10 . sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. retribusi izin trayek. retribusi penggantian biaya cetak peta 9. retribusi izin mendirikan bangunan 2. retribusi tempat penginapan atau pesanggarahan atau vila 7. retribusi penyedotan kakus 8. retribusi pelayanan pasar 7. retribusi tempat rekreasi dan olah raga 10. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. retribusi pelayanan pelabuhan kapal 9. retribusi penjualan produksi usaha daerah. prasarana. retribusi pemakaian kekayaan daerah 2. Jenis-jenis retribusi perizinan tertentu yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1. retribusi izin gangguan 4. penggunaan sumber daya alam. barang. retribusi tempat pelelangan 4.

banyak dikenakan pungutanpungutan yang bisa dianggap "liar" dan tumpang tindih dengan peraturan / pungutan yang sudah berjalan. retribusi kotoran. Perda Tentang Retribusi Di Pekanbaru 1) Perda 2 tahun 1992 Izin Tempat Usaha Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 2) Perda 3 tahun 1992 Pengelolaan Perparkiran Dan Retribusi Parkir Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 3) Perda 4 tahun 1992 Retribusi Terminal Angkutan Penumpang Dan Barang Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 4) Perda 11 tahun 1992 Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru Nomor 17 Tahun 1975 Tentang Retribusi Pendaftaran Perusahaan Baru Dibidang Industri Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 11 . Krisis ekonomi menyebabkan semakin berkurangnya dukungan finansial Pemerintah Pusat kepada Daerah. Apabila yang bertentangan dengan PP ini diadakan penyesuaian dalam jangka waktu paling lama 1 tahun. sepanjang tidak bertentangan dengan PP ini dapat dilaksanakan tanpa memerlukan pengesahan. Berkaitan dengan diimplementasikannya UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah menyebabkan banyak Pemerintahan Daerah menggiatkan berbagai pungutan daerah dalam bentuk pajak atau retribusi atau sumbangan pembangunan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pungutan lainnya antara lain retribusi ternak ayam yang dibebankan per ekor ayam 10. Dalam prakteknya di lapangan terutama yang berkaitan dengan usaha peternakan ayam. Misalnya Perda tentang Retribusi Usaha Peternakan Ayam Komersial yang tumpang-tindih dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).Semua Peraturan Daerah yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan berdasarkan ketentuan PP No 20/1997 tentang retribusi daerah sebagaimana telah diubah dengan PP No 45/1998. retribusi pemanfaatan lahan sebagai aktifitas usaha. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dll.

Los Dan Kios Pasar Dalam Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 6) Perda 2 tahun 1993 Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru Nomor 9 Tahun 1980 Tentang Pemungutan Retribusi Angkat Sampah Dalam Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I Pekanbaru 7) Perda 5 tahun 1996 Retribusi Kebersihan 8) Perda 10 tahun 1996 Pemberian Sebagian Hasil Pajak Dan Retribusi Daerah Kepada Pemerintah Desa Dan Pemerintah Kelurahan 9) Perda 4 tahun 1998 Retribusi Pelayanan Kesehatan 10) Perda 8 tahun 1998 Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk Dan Akta Catatan Sipil 11) Perda 9 tahun 1998 Retribusi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah 12) Perda 18 tahun 1998 Retribusi Rumah Potong Hewan 13) Perda 19 tahun 1998 Retribusi Izin Trayek 14) Perda 20 tahun 1998 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 15) Perda 21 tahun 1998 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa 16) Perda 22 tahun 1998 Retribusi Izin Gangguan 17) Perda 23 tahun 1998 Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat 12 . Tentang Mendirikan. Pemakaian.5) Perda 1 tahun 1993 Perubahan Ketiga Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Prkanbaru Nomor 3 Tahun 1977. Sewa Toko.

18) Perda 4 tahun 1999 Retribusi Pelayanan Kesehatan 19) Perda 4 tahun 2000 Retribusi Kebersihan 20) Perda 5 tahun 2000 Retribusi Uang Leges 21) Perda 6 tahun 2000 Retribusi Pasar Hak Pengelolaan 22) Perda 7 tahun 2000 Izin Tempat Usaha 23) Perda 10 tahun 2002 Retribusi Daerah Di Bidang Izin Usaha Perdagangan. Tanda Daftar Gudang Dan Tanda Daftar Perusahaan 24) Perda 6 tahun 2003 Retribusi Jasa Kepelabuhanan 25) Perda 7 tahun 2003 Retribusi Rumah Potong Hewan 26) Perda 8 tahun 2003 Retribusi Dan Izin Pengendalian Pembuangan Limbah Cair 27) Perda 2 tahun 2004 Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat 28) Perda 5 tahun 2004 Retribusi Pelayanan Dan Perizinan Dibidang Kesehatan 29) Perda 4 tahun 2005 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 30) Perda 8 tahun 2006 Retribusi Pelayanan Pasar 31) Perda 9 tahun 2006 Retribusi Terminal 32) Perda 7 tahun 2007 Retribusi Izin Pengelolaan Dan Pengusahaan Sarang Burung Walet 13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful