RESUME

RETRIBUSI DAERAH

DISUSUN OLEH :

DENU PAHLAWARDI NIM : 0909134730

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala Rahmat dan Rhidonya penulis dapat menyelesaikan Resume Retribusi Daerah dengan Dosen Pembimbing Ibu Maryati Bachtiar. Penulis menyadari sepenuhnya dalam proses penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. baik itu berupa isi analisis maupun cara penyajian. Makalah ini merupakan apresiasi ilmu pengetahuan di Fakultas Hukum Universitas Riau. M. SH. Sebagai karya ilmiah. Desember 2011 Hormat Kami.Kn. Penulis i . Pekanbaru. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis akan menerima segala LMkesempurnaan dalam penulisan selanjutnya.

....................................................... 4......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................. 8...... DAFTAR ISI............................... Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah............................................ 2...... 3................. i ii 1 1 2 3 5 6 8 9 9 11 ii . Perda Tentang Retribusi Di Pekanbaru.. Jenis-jenis Retribusi Daerah.............................................................................................................................. 1.......... Definisi Retribusi Daerah....... 10......... Sarana dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah............ Peraturan Pemerintah Tentang Retribusi Daerah................... Objek Retribusi Daerah...................................................... Terminologi Retribusi Daerah....................................................................................................................... 6................................................................. 7................................................................................. 5................................................... Perhitungan Retribusi Daerah........................ 9................. Permasalahan Retribusi atau Retribusi Daerah.....

e. c. Peraturan daerah adalah peraturan yang ditetapkan oleh kepala daerah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. untuk meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. sebagaimana disebutkan dibawah ini. kabupaten/kota diberi peluang dalam menggali potensi sumbersumber keuangannya dengan menetapkan jenis retribusi selain yang telah 1 . selanjutnya disebut daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu. Terminologi Retribusi Daerah Pemungutan retribusi daerah yang saat ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 sebagai perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 mengatur beberapa istilah yang umum digunakan. yang selanjutnya disebut retribusi. sampai dengan kegiatan penagihan retribusi atau retribusi yang terutang kepada wajib retribusi yang terutang serta pengawasan penyetorannya. Definisi Retribusi Daerah Retribusi daerah sebagaimana halnya pajak daerah merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah yang diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. b. Daerah otonom. adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi daerah. 2. berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Retribusi 1. Menurut Ahmad Yani (2002:55) “Daerah provinsi. d. a. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek retribusi yang terutang. Masa retribusi adalah suatu jangka tertentu yang merupakan batas waktu bagi wajib retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinan tertentu dari pemerintah daerah yang bersangkutan.

Dalam pemungutan terdapat paksaan secara ekonomis c. Kontribusi retribusi terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah Pemerintah kabupaten/pemerintah kota yang relatif tetap perlu mendapat perhatian serius bagi daerah. Siahaan (2005:6). dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. 2 . dengan demikian bila seseorang ingin menikmati jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah. Retribusi dipungut oleh pemerintah daerah b. Adanya kontraprestasi yang secara langsung dapat ditunjuk d. Karena secara teoritis terutama untuk kabupaten/kota retribusi seharusnya mempunyai peranan/ kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah. “Retribusi Daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan”. fasilitas. atau kemanfaatan lainnya. Menurut Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Objek Retribusi Daerah Yang menjadi objek dari retribusi daerah adalah berbentuk jasa.ditetapkan. Jasa umum meliputi pelayanan kesehatan. 3. Departemen Keuangan-RI (2004:60). Jasa yang tidak termasuk jasa umum adalah jasa urusan umum pemerintah. Ciri-ciri retribusi daerah: a. Retribusi dikenakan pada setiap orang/badan yang mengunakan/ mengenyam jasa-jasa yang disiapkan negara. Jasa adalah kegiatan pemerintah daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. ia harus membayar retribusi yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan pelayanan persampahan. yaitu jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Jasa umum. sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dan sesuai dengan aspirasi masyarakat”. Jasa yang dihasilkan terdiri dari: a. Menurut Marihot P.

Jasa Usaha. Jasa usaha antara lain meliputi penyewaan aset yang dimiliki/ dikuasai oleh pemerintah daerah. tempat penyucian mobil. usaha bengkel kendaraan. 4. retribusi jasa umum ditentukan berdasarkan kriteria berikut ini: 1) Retribusi jasa umum bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa usaha atau perizinan tertentu. 4) Jasa tersebut layak untuk dikenakan retribusi. pada dasarnya pemberian izin oleh pemerintah tidak harus dipungut retribusi. 3 . pemerintah daerah mungkin masih mengalami kekurangan biaya yang tidak selalu dapat dicukupi oleh sumber-sumber penerimaan daerah yang telah ditentukan sehingga perizinan tertentu masih dipungut retribusi. dan penjualan bibit.b. Sesuai dengan Undang-Undang No 34 Tahun 2000 Pasal 18 ayat 3 hurup a. Akan tetapi dalam melaksanakan fungsi tersebut. adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. 5) Retribusi tersebut tidak bertentangan dengan kebijakan nasional mengenai penyelenggaraannya. Perizinan Tertentu. yaitu jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prisip-prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. 2) Jasa yang bersangkutan merupakan kewenangan daerah dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi. penyediaan tempat penginapan. Jenis-jenis Retribusi Daerah Retribusi daerah menurut UU No 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 34 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang retribusi daerah dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu: a. 3) Jasa tersebut memberikan manfaat khusus bagi orang pribadi atau badan yang diharuskan membayar retribusi. Retribusi Jasa Umum. disamping untuk melayani kepentingan dan kemanfaatan umum. c.

2) Jasa yang bersangkutan adalah jasa yang bersifat komersial yang seyogianya disediakan oleh sektor swasta. adalah retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta.6) Retribusi tersebut dapat dipungut secara efektif dan efisien serta merupakan satu sumber pendapatan daerah yang potensial. Retribusi Jasa Usaha. Jenis-jenis Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah b) Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan c) Retribusi Tempat Pelelangan d) Retribusi Terminal e) Retribusi Tempat Khusus Parkir f) Retribusi Tempat Penginapan/ Pesanggahan/ Villa g) Retribusi Penyedotan kakus 4 . Jenis-jenis retribusi jasa umum terdiri dari: 1) Retribusi Pelayanan Kesehatan 2) Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan 3) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akte Catatan Sipil 4) Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat 5) Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum 6) Retribusi Pelayanan Pasar 7) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 8) Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 9) Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta 10) Retribusi Pengujian Kapal Perikanan b. tetapi belum memadai atau terdapatnya harta yang dimiliki/ dikuasai oleh pemerintah daerah. Kriteria retribusi jasa usaha adalah: 1) Bersifat bukan pajak dan bersifat bukan retribusi jasa umum atau retribusi perizinan tertentu. 7) Pemungutan retribusi memungkinkan penyediaan jasa tersebut dengan tingkat dan atau kualitas pelayanan yang lebih baik.

barang. 2) Perizinan tersebut benar-benar diperlukan guna melindungi kepentingan umum. Namun. pengaturan. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. pemerintah daerah dapat mengajak bekerja sama badanbadan tertentu yang karena profesionalismenya layak dipercaya untuk ikut melaksanakan sebagian tugas 5 . Kriteria retribusi perizinan tertentu antara lain: 1) Perizinan tersebut termasuk kewenangan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah dalam rangka asas desentralisasi. adalah retribusi atas kegiatan tertentu pemerintah daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. dalam pengertian ini tidak berarti bahwa pemerintah daerah tidak boleh bekerja sama dengan pihak ketiga. sarana. Retribusi Perizinan Tertentu. artinya seluruh proses kegiatan pemungutan retribusi tidaka dapat diserahkan kepada pihak ketiga. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. penggunaan sumber daya alam. Jenis-jenis retribusi perizinan tertentu terdiri dari: a) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan b) Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol c) Retribusi Izin Gangguan d) Retribusi Izin Trayek 5.h) Retribusi Rumah Potong Hewan i) Retribusi Pelayanan Pelabuhan Kapal j) Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga k) Retribusi Penyeberangan di Atas Air l) Retribusi Pengolahan Limbah Cair m) Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah c. 3) Biaya yang menjadi beban pemerintah dalam penyelenggaraan izin tersebut dan biaya untuk menanggulangi dampak negatif dari pemberian izin tersebut cukup besar sehingga layak dibiayai dari perizinan tertentu. prasarana. Dengan sangat selektif dalam proses pemungutan retribusi. Sarana dan Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah Pemungutan retribusi daerah tidak dapat diborongkan.

kupon dan kartu langganan. dan penagihan retribusi. a. Dengan demikian. ada pula penggunaan jasa yang tidak dapat dengan mudah diukur. Tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi daerah ditetapkan oleh kepala daerah. Dalam hal ini tingkat penggunaan jasa mungkin perlu ditaksir berdasarkan rumus tertentu yang didasarkan atas luas tanah. Retribusi dipungut dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan. Perhitungan Retribusi Daerah Besarnya retribusi yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa atau perizinan tertentu dihitung dengan cara mengalikan tarif retribusi dengan tingkat penggunaan jasa. pengawasan penyetoran retribusi. b. luas lantai bangunan. misalnya beberapa kali masuk tempat rekreasi. jumlah tingkat bangunan. STRD merupakan surat untuk melakukan tagihan retribusi dan atau sanksi administrasi berupa bunga dan atau denda. dan rencana penggunaan bangunan. Tingkat Penggunaan Jasa Tingkat Penggunaan Jasa dapat dinyatakan sebagai kuantitas penggunaan jasa sebagai dasar alokasi beban biaya yang dipikul daerah untuk penyelenggaraan jasa yang bersangkutan. 6. berapa kali/berapa jam parkir kendaraan. Kegiatan pemungutan retribusi yang tidak dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga adalah kegiatan perhitungan besarnya retribusi yang terutang. Tarif Retribusi Daerah 6 . Akan tetapi. SKRD adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya pokok retribusi. besarnya retribusi yang terutang dihitung berdasarkan tarif retribusi dan tingkat penggunaan jasa. Dokumen lain yang dipersamakan antara lain.pemungutan jenis retribusi tertentu secara lebih efisien. Jika wajib retribusi tertentu tidak membayar retribusi tepat pada waktunya atau kurang membayar. dan sebagainya. ia dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar dua persen setiap bulan dari retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan Surat Tagihan Retribusi Daerah (STRD). berupa karcis masuk.

c. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 ditetapkan bahwa tarif retribusi ditinjau kembali paling lama lima tahun sekali.Tarif Retribusi Daerah adalah nilai rupiah atau persentase tertentu yang ditetapkan untuk menghitung besarnya retribusi daerah yang terutang. Tarif retribusi ditinjau kembali secara berkala dengan memperhatikan prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 Pasal 21 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 Pasal 8-10 prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi daerah ditentukan sebagai berikut: 1) Tarif retribusi jasa umum ditetapkan berdasarkan kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan. Menurut Kesit Bambang Prakosa (2003:49-52) prinsip dasar untuk mengenakan retribusi biasanya didasarkan pada total cost dari 7 . penegakan hukum. pengawasan dilapangan. dan aspek keadilan. kemampuan masyarakat. dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut. 2) Tarif retribusi jasa usaha ditetapkan berdasarkan pada tujuan utama untuk memperoleh keuntungan yang layak. penatausahaan. Prinsip dan Sasaran Penetapan Tarif Retribusi Daerah Tarif retribusi daerah ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan prinsip dan sasaran penetapan tarif yang berbeda antar golongan retribusi daerah. Tarif dapat ditentukan seragam atau dapat diadakan perbedaan mengenai golongan tarif sesuai dengan sasaran dan tarif tertentu. hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan perekonomian daerah berkaitan dengan objek retribusi yang bersangkutan. misalnya perbedaan Retribusi Tempat Rekreasi antara anak dan dewasa. Biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan meliputi penerbitan dokumen izin. yaitu keuntungan yang dapat dianggap memadai jika jasa yang bersangkutan diselenggarakan oleh swasta. 3) Tarif retribusi perizinan tertentu ditetapkan berdasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan.

Cara Perhitungan Retribusi Besarnya retribusi daerah yang harus dibayar oleh orang pribadi atau badan yang menggunakan jasa yang bersangkutan dihitung dari perkalian antara tarif dan tingkat penggunaan jasa dengan rumus sebagai berikut: Retribusi Terutang = Tarif Retribusi x Tingkat Penggunaan Jasa 7. Misalnya fasilitas rekreasidari kolam renang.pelayananpelayanan yang disediakan. d. b. Akan tetapi akibat adanya perbedaanperbedaan tingkat pembiayaan mengakibatkan tarif retribusi tetap dibawah tingkat biaya (full cost) ada 4 alasan utama mengapa hal ini terjadi: a) Apabila suatu pelayanan pada dasarnya merupakan suatu public good yang disediakan karena keuntungan kolektifnya. c) Pelayanan seluruhnya merupakan privat good yang dapat disubsidi jika hal ini merupakan permintaan terbanyak dan penguasa enggan menghadapi masyarakat dengan full cost. b) Apabila suatu pelayanan merupakan bagian dari swasta dan sebagian lagi merupakan good public. selain itu juga tergantung pada ketersediaan modal untuk memenuhi pertumbuhan penduduk. Misalnya tarif kereta api atau bis disubsidi guna mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum dibandingkan angkutan swasta. tetapi retribusi dikenakan untuk mendisiplinkan konsumsi. guna mengurangi kemacetan. Kriteria Efektivitas Retribusi Daerah Untuk menilai tingkat keefektivitasan dari pemungutan retribusi daerah ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu: a. Misalnya perumahan untuk tunawisma. Keadilan 8 . d) Privat good yang dianggap sebagai kebutuhan dasar manusia dan groupgroup berpenghasilan rendah. Misalnya retribusi air minum. Kecukupan dan Elastisitas Elastisitas retribusi harus responsif kepada pertumbuhan penduduk dan pendapatan.

retribusi parkir di tepi jalan umum 9 .Dalam pemungutan retribusi daerah harus berdasarkan asas keadilan. c. Sedangkan retribusi jasa umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. perhitungan besarnya retribusi terutang dan beberapa ketentuan lainnya. Seperti jenis-jenis retribusi daerah. yaitu disesuaikan dengan kemampuan dan manfaat yang diterima. Mudah ditaksir karena pertanggungjawaban didasarkan atas tingkat konsumsi yang dapat diukur. retribusi pelayanan persampahan atau kesehatan 3. Mudah dipungut sebab penduduk hanya mendapatkan apa yang mereka bayar. Kemampuan Administrasi Dalam hal ini retribusi mudah ditaksir dan dipungut. 8. jika tidak dibayar maka pelayanan dihentikan. Peraturan Pemerintah Tentang Retribusi Daerah Peraturan yang memuat tentang retribusi daerah adalah Undang-undang No 18 Tahun 1997 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 9. tata cara dan sarana pemungutan retribusi. Jenis-jenis retribusi umum seperti yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1. retribusi penggantian biaya cetak kartu tanda penduduk dan akte catatan sipil 4. dalam peraturan-peraturan ini diatur hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan retribusi daerah. retribusi pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat 5. direvisi menjadi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2001 Tentang Retribusi Daerah. retribusi pelayanan kesehatan 2. Permasalahan Retribusi atau Retribusi Daerah Permasalahan retribusi atau retribusi daerah lebih tepatnya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 2001 dimana yang dimaksud dengan retribusi daerah atau retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian ijin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

retribusi penyebrangan di atas air 11. retribusi pelayanan pelabuhan kapal 9. retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol 3. 10 . retribusi pengolahan limbah cair 12. retribusi tempat rekreasi dan olah raga 10. retribusi penyedotan kakus 8. penggunaan sumber daya alam. retribusi tempat pelelangan 4. retribusi pengujian kapal perikanan. retribusi pengujian kendaraan bermotor 8. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. Retribusi jasa usaha adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial. Jenis-jenis retribusi perizinan tertentu yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1. retribusi tempat penginapan atau pesanggarahan atau vila 7. pengaturan. retribusi penjualan produksi usaha daerah. retribusi terminal 5. barang. retribusi pelayanan pasar 7. retribusi izin trayek. prasarana.6. retribusi izin gangguan 4. Retribusi perizinan tertentu adalah kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksud untuk pembinaan. retribusi tempat khusus parkir 6. retribusi izin mendirikan bangunan 2. Jenis-jenis retribusi jasa usaha yang diatur dalam PP No 66/2001 antara lain : 1. retribusi pasar grosir dan atau pertokoan 3. retribusi penggantian biaya cetak peta 9. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. retribusi pemakaian kekayaan daerah 2.

Krisis ekonomi menyebabkan semakin berkurangnya dukungan finansial Pemerintah Pusat kepada Daerah. Berkaitan dengan diimplementasikannya UU No 22/1999 tentang Otonomi Daerah menyebabkan banyak Pemerintahan Daerah menggiatkan berbagai pungutan daerah dalam bentuk pajak atau retribusi atau sumbangan pembangunan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pungutan lainnya antara lain retribusi ternak ayam yang dibebankan per ekor ayam 10. banyak dikenakan pungutanpungutan yang bisa dianggap "liar" dan tumpang tindih dengan peraturan / pungutan yang sudah berjalan. Misalnya Perda tentang Retribusi Usaha Peternakan Ayam Komersial yang tumpang-tindih dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). sepanjang tidak bertentangan dengan PP ini dapat dilaksanakan tanpa memerlukan pengesahan. retribusi kotoran. retribusi pemanfaatan lahan sebagai aktifitas usaha.Semua Peraturan Daerah yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan berdasarkan ketentuan PP No 20/1997 tentang retribusi daerah sebagaimana telah diubah dengan PP No 45/1998. Apabila yang bertentangan dengan PP ini diadakan penyesuaian dalam jangka waktu paling lama 1 tahun. Perda Tentang Retribusi Di Pekanbaru 1) Perda 2 tahun 1992 Izin Tempat Usaha Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 2) Perda 3 tahun 1992 Pengelolaan Perparkiran Dan Retribusi Parkir Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 3) Perda 4 tahun 1992 Retribusi Terminal Angkutan Penumpang Dan Barang Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 4) Perda 11 tahun 1992 Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru Nomor 17 Tahun 1975 Tentang Retribusi Pendaftaran Perusahaan Baru Dibidang Industri Dalam Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 11 . Dalam prakteknya di lapangan terutama yang berkaitan dengan usaha peternakan ayam. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dll.

5) Perda 1 tahun 1993 Perubahan Ketiga Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Prkanbaru Nomor 3 Tahun 1977. Tentang Mendirikan. Sewa Toko. Los Dan Kios Pasar Dalam Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru 6) Perda 2 tahun 1993 Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Pekanbaru Nomor 9 Tahun 1980 Tentang Pemungutan Retribusi Angkat Sampah Dalam Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I Pekanbaru 7) Perda 5 tahun 1996 Retribusi Kebersihan 8) Perda 10 tahun 1996 Pemberian Sebagian Hasil Pajak Dan Retribusi Daerah Kepada Pemerintah Desa Dan Pemerintah Kelurahan 9) Perda 4 tahun 1998 Retribusi Pelayanan Kesehatan 10) Perda 8 tahun 1998 Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk Dan Akta Catatan Sipil 11) Perda 9 tahun 1998 Retribusi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah 12) Perda 18 tahun 1998 Retribusi Rumah Potong Hewan 13) Perda 19 tahun 1998 Retribusi Izin Trayek 14) Perda 20 tahun 1998 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 15) Perda 21 tahun 1998 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa 16) Perda 22 tahun 1998 Retribusi Izin Gangguan 17) Perda 23 tahun 1998 Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat 12 . Pemakaian.

Tanda Daftar Gudang Dan Tanda Daftar Perusahaan 24) Perda 6 tahun 2003 Retribusi Jasa Kepelabuhanan 25) Perda 7 tahun 2003 Retribusi Rumah Potong Hewan 26) Perda 8 tahun 2003 Retribusi Dan Izin Pengendalian Pembuangan Limbah Cair 27) Perda 2 tahun 2004 Retribusi Pelayanan Pemakaman Dan Pengabuan Mayat 28) Perda 5 tahun 2004 Retribusi Pelayanan Dan Perizinan Dibidang Kesehatan 29) Perda 4 tahun 2005 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 30) Perda 8 tahun 2006 Retribusi Pelayanan Pasar 31) Perda 9 tahun 2006 Retribusi Terminal 32) Perda 7 tahun 2007 Retribusi Izin Pengelolaan Dan Pengusahaan Sarang Burung Walet 13 .18) Perda 4 tahun 1999 Retribusi Pelayanan Kesehatan 19) Perda 4 tahun 2000 Retribusi Kebersihan 20) Perda 5 tahun 2000 Retribusi Uang Leges 21) Perda 6 tahun 2000 Retribusi Pasar Hak Pengelolaan 22) Perda 7 tahun 2000 Izin Tempat Usaha 23) Perda 10 tahun 2002 Retribusi Daerah Di Bidang Izin Usaha Perdagangan.