PENGEMBANGAN DESAIN STRATEGI PEMBELAJARAN

Upaya Menginovasi Strategi Pembelajaran dalam Tinjauan Teoritis Operasional
Makalah ini Disusun Sebagai Pengganti Tatap Muka Perkuliahan Selama Mengikuti PPL-KKN Integratif yang Berlangsung Sejak 16 Juli s/d 27 Oktober 2011 di MAN Sabdodadi Bantul Untuk Mata Kuliah Desain Pembelajaran Yang diampu oleh Drs. Jamroh Latief, M.SI.

Disusun oleh: M. Nurul Ikhsan Saleh 08470064

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2011
1

Pandangan mengenai bagaimana belajar terjadi menjadi isu dari dekade ke dekade selanjutnya. metode pembelajaran dimaknai sebagai cara-cara yang dapat digunakan untuk mencapai hasil pembelajaran yang diharapkan. Ungkapan ini mengandung pengertian bahwa konsepsi atau pandangan tentang bagaimana belajar terjadi menjadi titik tolak bagaimana upaya membelajarkan siswa ditempuh. Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. revolusi psikologi kognitif telah memberi kontribusi wawasan baru tentang hakekat berpikir. . Sedangkan. yakni belajar sebagai proses konstruksi pengetahuan. Lihat Made Wena. dan strategi pembelajaran dimaknai sebagai penataan cara-cara itu sehingga tersusun suatu urutan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. dan kedua di atas. baik pada guru maupun siswa. 139. adalah interpretasi dan konstruksi1 dari apa yang dialami (dilakukan. yakni belajar sebagai pemerolehan respon. dan belajar sebagai pemerolehan pengetahuan. hal. yang ditandai dengan menumbuhkan kemampuan berpikir dan belajar yang teratur secara mandiri. pandangan kedua bercirikan menerima dan memahami isi serta melihat hubungan-hubungan. Sedangkan dalam perspektif yang berbeda. dan menumbuhkan sikap kreatif dalam berpikir dan belajar. yakni belajar sebagai pemerolehan respon. Srategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. dan yang ketiga. khususnya terkait dengan strategi pembelajaran. (Jakarta: PT Bumi Aksara. dalam konteks konsepsi atau pandangan belajar yang ketiga. Proses belajar yang terjadi dari pandangan pertama adalah menerima dan mengingat. didengar. sejak pertengahan abad ini. pembelajaran didefinisikan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. dan dibaca) pebelajar atau siswa. belajar sebagai pemerolehan pengetahuan. menumbuhkan sikap kritis dalam berpikir. metode/strategi pembelajaran dimaknai sebagai 1 Maksud pembelajaran konstruksi yaitu guru harus mampu menumbuhkan kebiasaan berpikir produktif. dilihat. Setidak-tidaknya ada tiga kategori pandangan mengenai belajar yang berkembang di abad 20 hingga awal abad 21 ini. Jika kita amati. 2009). dan belajar sebagai konstruksi pengetahuan. Dalam konteks pandangan belajar yang pertama.PENGEMBANGAN DESAIN STRATEGI PEMBELAJARAN Upaya Menginovasi Strategi Pembelajaran dalam Tinjauan Teoritis Operasional Pendahuluan Salah satu kemampuan dan keahlian profesional utama yang harus dimiliki oleh guru adalah kemampuan bidang pendidikan dan keguruan.

Respon yang berhasil adalah memperkuat otomatisasi. belajar dipandang sebagai pemerolehan pengetahuan. yang berkembang terutama setengah abad terakhir. yaitu apa itu belajar2. Pandangan bahwa belajar sebagai pemerolehan respon. akan dipaparkan strategi pembelajaran yang dikembangkan dengan pijakan tiga pandangan tentang bagaimana belajar terjadi itu. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Lihat Trianto. Hasil belajar dapat dievaluasi dengan pengukuran seberapa besar perubahan tingkah laku itu. maka kurikulum menjadi fokus pembelajaran. metafora belajar sebagai pemerolehan respon ini adalah pembuatan situasi yang dapat membangkitkan respon siswa dan pemberian reinforcement untuk setiap respon. Drill dan latihan (praktik) adalah epitome pembelajaran dalam pandangan belajar ini. Pandangan belajar sebagai pemerolehan respon menganggap proses belajar terjadi secara mekanistik. Pada bagian awal dipaparkan tiga metafora belajar itu. dan bukan karena pertumbuhan atau perkembangan tumbuhnya atau karakteristik seseorang sejak lahir. seperti 2 Belajar di sini. 2009).upaya penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendukung proses membangun pengetahuan oleh siswa. Kedua. memberikan gambaran pergeseran pandangan tentang bagaimana belajar terjadi. Konsep Belajar dalam Berbagai Perspektif Kita yang aktif dalam dunia pendidikan ataupun yang memiliki high reponsibility tinggi terhadap dunia pendidikan pasti akan selalu pempertanyakan beberapa hal yang terkait langsung dengan dunia pendidikan. (Jakarta: Kencana. 3 . Karena pemerolehan pengetahuan menjadi pusat perhatian para ahli psikologi. diartikan sebagai perubahan pada individu yang terjadi melalui pengalaman. Implikasinya dalam pembelajaran. 16. dan sebaliknya kegagalan respon dipandang sebagai lemahnya otomatisasi. merupakan metafora baru setelah revolusi kognitif tahun 1950-an dan 1960-an. belajar sebagai pemerolehan pengetahuan. dan tujuan pembelajaran adalah menambah tingkah laku yang benar. hal. dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Implikasinya dalam pembelajaran jelas sekali. Pada karya tulis yang berbentuk makalah ini. Konsep Landasan. dan puncaknya terjadi pada masa-masa setelah Perang Dunia II. Dalam pandangan ini siswa menjadi pemproses informasi dan guru sebagai penyaji informasi. Pandangan ini telah menjadi dasar yang amat kuat dalam praktik dan penelitian belajar dan mengajar lebih dari separo abad ini. dan belajar sebagai konstruksi pengetahuan. dan kemudian dilanjutkan dengan paparan strategi pembelajaran yang relevan dengan masing-masing pandangan tentang belajar.

Seperti tercermin dalam lima prinsip pembelajaran konstruktivis yaitu. Mengenai pandangan terhadap belajar yang terakhir ini. teori pembelajaran yang bervisi pada belajar konstruktivis ini boleh dikatakan masih dalam proses kajian. pengukuran belajar siswa dalam konteks pembelajaran. penyikapan masalah-masalah yang muncul dan relevan pada belajar siswa. Ketiga. Terampil adalah tidak hanya mengetahui bagaimana melakukan sejumlah tindakan. namun para ahli pembelajaran menggunakannya sebagai pijakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran. penyesuaian kurikulum yang diarahkan pada konsepsi siswa.penciptaan situasi yang dapat membuat siswa memperoleh pengetahuan. Kedua. Orang bukanlah perekam informasi. Hingga sekarang. Mengetahui sesuatu tidak berarti hanya telah menerima informasi. menemukan dan memaknai pandangan-pandangan siswa. Pertama. suatu otonomi siswa dalam menggunakan metakognisinya. tetapi makna apa yang dapat diperoleh siswa atau guru dari aktivitas pembelajaran itu. Pertanyaan yang lazim diajukan bukan lagi apakah pembelajaran lebih efektif. pembelajaran berdasarkan buku teks dan ceramah menjadi fokus. evaluasi terhadap belajar siswa lebih mengarah pada penemuan bagaimana struktur dan proses pengetahuan siswa daripada berapa banyak yang dipelajari siswa. Para peneliti masih terus berusaha mengembangkan teori dan model pembelajaran baru berdasarkan konstruktivisme. tetapi juga telah menginterpretasikannya dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang lain. Pandangan terhadap siswa berubah dari penerima pengetahuan ke pembangun (konstruktor) pengetahuan. dan hasil belajar dapat dievaluasi dengan mengukur jumlah perolehan pengetahuan dan retensi. muncul setelah pertumbuhan psikologi kognitif pada dekade 1970-1980-an. dan asumsi-asumsinya mengenai hakekat belajar. Ketiga. tetapi pembangun struktur pengetahuan. menstrukturkan belajar menurut konsep utama. dan Kelima. kegiatan belajar dipadnang sebagai konstruksi pengetahuan. Meskipun konstruktivisme dalam pendidikan tidak dimaksudkan untuk mengembangkan strategi pembelajaran. tetapi juga mengetahui kapan melakukannya dan mengadaptasi unjuk kerja ke berbagai keadaan. . selama belajar berlangsung. Dengan metafora ini. untuk tujuan pembelajaran menambah pengetahuan dalam diri siswa. pusat perhatian pembelajaran terletak pada pengubahan dari apa yang dikehendaki kurikulum ke kognisi siswa. Berhubungan dengan hal ini. untuk mengontrol proses kognitifnya. Keempat. Tes pilihan ganda dan tes-tes prestasi yang lain menjadi populer sebagai alat ukur.

dengan maksud untuk membuat isi-isi bidang studi menjadi lebih bermakna bagi siswa. Menurut taksonomi variabel pembelajaran. Sequencing dilakukan untuk menunjukkan urutan-urutan yang perlu diikuti dalam mempelajari isi bidang studi. Oleh karena itu. Pengorganisasian dapat melibatkan keseluruhan isi bidang studi. Pembuatan pensintesis dan pengurutan isi pembelajaran merupakan satu kegiatan yang tak terpisahkan dengan analisis tujuan dan analisis karakteristik bidang studi. Sedangkan bagi pandangan belajar yang ketiga lebih sering menyebut pengembangan strategi pembelajaran dengan ungkapan penggubahan lingkungan belajar. 5 . Dalam makalah ini. tepatlah jika penggarapan strategi pengorganisasian isi dilakukan segera setelah dilakukan analisis tujuan dan isi atau karakteristik bidang studi. dengan mengacu pada organisasi isi. sedangkan strategi pengelolaan lazim ditetapkan berdasarkan karakteristik siswa. Pengorganisasian yang pertama menuntut strategi makro. Synthesizing dilakukan dengan cara menunjukkan keterkaitan antar isi bidang studi secara keseluruhan. metode pembelajaran dikategorikan menjadi tiga ranah: Strategi pengorganisasian isi pembelajaran Strategi penyampaian pembelajaran Strategi pengelolaan pembelajaran Strategi pengorganisasian isi pembelajaran lazim didasarkan pada tujuan dan karakteristik bidang studi (dikenali dengan melakukan analisis isi dan tujuan pembelajaran). Strategi Pengorganisasian Isi Dua langkah yang amat penting dalam penetapan strategi pengorganisasian isi pembelajaran adalah synthesizing dan sequencing. sedangkan pengorganisasian yang kedua menuntut strategi mikro. strategi penyampaian pembelajaran didasarkan pada karakteristik bidang studi dan kendala.Pengembangan Desain Strategi Pembelajaran Ungkapan pengembangan strategi pembelajaran lebih sering dipakai untuk konteks pandangan belajar yang pertama dan kedua. dan secara simultan dikelola untuk mendukung strategi penyampaian pembelajaran. kedua ungkapan tersebut digunakan dengan maksud agar dapat dipakai sebagai penunjuk terminologis dalam basis teori belajar apa strategi pembelajaran itu dikembangkan. atau hanya melibatkan sebagian kecil isi bidang studi.

Teknik-teknik penyampaian isi di dalam kelas yang sudah lazim digunakan guru. atau mengarahkan siswa secara langsung ke sumber informasi selama pembelajaran berlangsung. dan belajar dipandang sebagai pemerolehan belajar atau penyerapan informasi. Oleh karena fokus perhatiannya terletak pada penataan interaksi siswa dengan sumber belajar. penjelasan. maka strategi pengelolaan ini amat tergantung pada hasil analisis karakteristik siswa. yang meliputi penggunaan ceramah. Strategi Pengelolaan Pembelajaran Strategi pengelolaan pembelajaran menaruh perhatian pada penataan interaksi siswa dengan sumber belajar yang dirancang akan dipakai dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis sumber dapat ditetapkan bentuk-bentuk interaksi siswa-mediaguru. . dan dijalankan oleh guru. Lihat Hisyam Zaini. Perhatian utama diberikan pada penjadwalan penggunaan setiap sumber belajar ini. Penetapan ini akan sangat tergantung pada hasil analisis kondisi. belajar dipandang sebagai pembentukan respon. didasari pandangan belajar yang berperspektif bihavioris-kognitivis. 3 Pada dunia perkuliahan. (Yogyakarta: CTSD IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi. 2002). dkk. menjadi bagian penting dari strategi penyampaian pembelajaran. tanya jawab. salah satu tuga guru (dosen) ketika mempersiapkan perkuliahan adalah memikirkan bagaimana agar mahasiswa dapat memproses informasi yang disampaikan dan bagaiamana agar proses dosen dapat mengaitkan informasi (isi) dengan pengetahuan yang sebelumnya dimiliki mahasiswa. Bahwa. Semua strategi pembelajaran dirancang untuk meningkatkan daya serap atau perolehan belajar. terutama analisis sumber belajar yang tersedia dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. pemberian ilustrasi. Deskripsi hasil analisis karakteristik siswa menjadi pijakan dalam memilih dan menetapkan strategi pengelolaan. Hasil kegiatan dalam langkah ini akan berupa penjadwalan penggunaan komponen strategi pengorganisasian dan penyampaian pembelajaran. atau menggunakan buku teks untuk pemberian tugas-tugas rumah. sehingga adagium pembelajaran yang terkenal selama ini berbunyi peningkatan daya serap atau peningkatan perolehan belajar. pendemonstrasian.Strategi Penyampaian Pembelajaran Penetapan strategi penyampaian isi3 pembelajaran menaruh perhatian pada pemilihan dan penetapan media yang optimal untuk menyampaikan isi pembelajaran. hal. Strategi pembelajaran yang dikembangkan secara terstruktur tersebut. 130. Semua itu dirancang.

Konsepsi-konsepsi itu dapat mempengaruhi keputusankeputusan atau cara-cara mereka berinteraksi dengan siswa di dalam kelas. Implikasi epistemologis dari pandangan bahwa ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terkonstruksi. tanya jawab. penjelasan. atau menggunakan buku teks untuk pemberian tugas-tugas rumah masih berguna. Strategi yang menonjol antara lain adalah strategi belajar kooperatif dengan mengutamakan aktivitas siswa daripada aktivitas guru. tetapi juga konsepsi mereka terhadap belajar dan mengajar. Peranan guru dalam pembelajaran dipengaruhi oleh konsepsi-konsepsi mereka terhadap belajar dan mengajar. panel diskusi. bukti-bukti. Penggubahan Lingkungan Belajar Pembelajaran yang berperspektif konstruktivis. dan simulasi. Belajar adalah proses aktif pada diri siswa. mungkin beberapa strategi pembelajaran tradisional seperti penggunaan ceramah. pengalaman lapangan. Pergeseran perspektif kelas yang seperti ini sejalan dengan pergeseran pandangan terhadap belajar dan mengajar yang ketiga. Karakteristik lingkungan belajar dan pembelajaran yang berperspektif konstruktivis mempertimbangkan konsepsi utama yang dibawa siswa ke dalam situasi belajar sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran. yang mencakup konstruksi makna dan acapkali terbentuk melalui negosiasi interpersonal. dan argumen-argumen. dan memberikan alternatif-alternatif itu melalui aplikasi. yakni belajar sebagai pembangunan pengetahuan. mengarahkan siswa ke dalam ide-ide alternatif dari yang diyakini sebelumnya. pergeseran pandangan tentang belajar dan mengajar dari siswa sebagai perespon dan penerima informasi ke siswa sebagai pengkonstruk/pembangun pengetahuan telah mengubah pula perspektif kehidupan kelas yang menempatkan interaksi guru-siswa dan siswa-siswa ke dalam hubungan yang unik. diskusi. Pendek kata. adalah hubungan skema konseptual dengan dunia nyata secara 7 . jika kita berpijak dari pandangan konstruktivistik. meskipun hadirnya di dalam kelas-kelas konstruktivis menjadi lebih tipikal. pemberian ilustrasi. pendemonstrasian. studi kasus. Guru juga membawa konsepsi mereka ke dalam situasi pembelajaran. pemecahan masalah. brainstorming.Adagium pembelajaran ini akan menjadi lain. Peranan guru yang utama adalah mengendalikan ide-ide dan interpretasi siswa dalam belajar. mengenai kegiatan laboratorium. tidak hanya konsepsi mengenai pengetahuan mereka. atau mengarahkan siswa secara langsung ke sumber informasi selama pembelajaran berlangsung.

anak memiliki caracara berpikir dan berimajinasi. dan wacana dari mana siswa mengkonstruk pengetahuan mereka. 65. Kedua. tetapi terkonstruk secara personal dan secara sosial. Karakteristik lingkungan kelas yang berperspektif konstruktivis ini antara lain: Pertama. Penekanan belajar tidak dalam hal hubungannya dengan otoritas eksternal. siswa tidak dipandang secara pasif. guru juga membawa konsepsi mereka ke dalam situasi belajar. tetapi juga pandangan mereka terhadap belajar dan mengajar yang dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan siswa di dalam kelas. (Jakarta: Kencana. Pandangan terhadap pengetahuan yang demikian itu. siswa mengkonstruksi makna. memiliki konsekuensi yang sungguh-sungguh terhadap konseptualisasi pengajaran dan belajar. pengetahuan tidak bersifat “out there”. Lingkungan itu bukan hanya tugas belajar sebagai paket. Kurikulum tidak dipandang sebagai kumpulan entitas keterampilan yang ditransfer kepada siswa. pengajaran bukan mentransmisi pengetahuan tetapi mencakup organisasi situasi di dalam kelas dan desain tugas yang memudahkan siswa menemukan makna4. tetapi konstruksi pengetahuan oleh siswa. Kelima. tetapi tugas belajar seperti diinterpretasikan oleh siswa. Dengan demikian suatu desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat linear yang diwali dari pentuan kebutuhan. bahan-bahan. tetapi aktif untuk belajar mereka sendiri— mereka membawa konsepsi mereka ke dalam situasi belajar. Ketiga. dan acapkali dengan melalui negosiasi interpersonal. Keempat. tidak hanya dalam hal pengetahuan mereka. . sumbersumber lain. Lihat Wina Sanjaya. 2010). Melalui bahasa dan kultur.langsung. Modul-modul seringkali diangkat dari pengalaman personal siswa. tetapi lebih berguna dipandang sebagai rangkaian tugas dan strategi. Lingkungan belajar juga mencakup organsiasi sosial dan interaksi antara siswa-guru dan siswa-siswa. Belajar tentang dunia tidak menempatkannya dalam vakum sosial. selanjutnya rencangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil tentang efektivitas desain yang disusun. kurikulum bukan sesuatu yang perlu dipelajari tetapi program tugas-tugas belajar. Melalui suatu desain orang bisa melakukan langkah-langkah yang sistematis untuk memecahkan suatu persoalan yang dihadapi. dan Keenam. Kerangka Teoritis untuk Pengembangan Strategi Pembelajaran 4 Suatu desain muncul karena kebutuhan manusia untuk memecahkan persoalan. hal. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Tujuan umum dalam pengembangan kurikulum adalah membuat lingkungan kelas yang memberikan setting sosial untuk mendukung proses pembangunan pengetahuan oleh siswa. belajar mengutamakan proses aktif. mempertimbangkan isu kehidupan nyata yang dihadapi siswa. kemudian mengambangkan rancangan untuk merespons kebutuhan tersebut. masyarakat sekitar atau masyarakat umum.

siswa bekerja kolaboratif dengan yang lain. Untuk tujuan ini. Namun demikian. Dari poin di atas menunjukkan. Membandingkan teori-teori itu sama halnya membandingkan apel dengan jeruk. sintesis. dan (6) pendukung belajar. pemahaman. Di dalam perspektif konstruktivis ini. Banyak teori pembelajaran untuk domain kognitif dideskripsikan dalam berbagai literatur-dari metode pengorganisasian bahan tercetak hingga penciptaan lingkungan belajar terbuka. akan tetapi ini tidak selalu demikian. Pembelajaran yang menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi (kemampuan analisis. mungkin penting bagi siswa mengingat informasi untuk menerapkan suatu keterampilan. Ada enam poin strategi pembelajaran. (3) fokus belajar. dan eksperimen untuk memecahkan berbagai masalah yang menantang. Penekanan tujuan belajar akan menunjukkan tipe belajar. Kontrol Belajar 9 . poin ini merupakan aplikasi taksonomi pembelajaran. melakukan simulasi. dan evaluasi). memahami hubungan-hubungan (understanding relationships). Pokok pikirannya terletak pada domain knowledge. ada gunanya membandingkan teori untuk membangun kerangka pemahaman teoretik kita terhadap teori satu dengan teori yang lain. Misalnya. Sementara itu bagi para konstruktivis tujuan belajar untuk pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi seperti itu. yaitu (1) tipe belajar. misalnya. yakni apllying generic skills. dan juga memperluas informasi dalam beberapa domain. siswa mengembangkan keterampilan. akan menempatkan ketegori ini pada kuadran empat. juga digunakan untuk mengembangkan level belajar yang lebih rendah.Bahasan tentang konstruktivisme dalam pendidikan lekat dengan domain kognitif. menginginkan pengembangan kognitif. Melalui aktivitas pemecahan masalah. sekaligus kita bisa melihat kategori-kategori tersebut secara overlap. (4) pengelompokan belajar. menerapkan keterampilan intelektual (applying skills). Tipe Belajar Tipe belajar berkaitan dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. dan menerapkan keterampilan intelektual yang lebih tinggi (applying generic skills). secara simultan untuk mengembangkan keterampilan yang lebih tinggi. mensintesis taksonomi belajar: mengingat informasi (memorizing information). (5) interaksi belajar. Pada hakikatnya. yaitu proses membangun pengetahuan oleh orang yang belajar. bahwa kita bisa melihat kategori secara terpisah. menggunakan bebagai sumber. (2) kontrol belajar.

kontrol belajar ada pada guru atau desainer pembelajaran. Pengambilan peran antara yang perpusat pada guru dan berpusat pada siswa lebih menggambarkan sebuah kontinum. pemilihan isi. Kunci dalam paradigma teori pembelajaran yang baru adalah penciptaan lingkungan yang berfokus pada siswa (learner-centered). Siswa bekerja . dan di jenjang apa? Siapa yang mengevaluasi belajar? Di sini. Penetapan tujuan belajar. di sisi lain siswa belajar domain spesifik atau interdisipliner yang terkait dengan tujuan belajar atau misi yang telah diplih. Guru yang menetapkan strategi pembelajaran. Ada pengorganisasi belajar di sekitar skenario berbasis tujuan. Pengelompokan Belajar Aspek ini mempertimbangkan jumlah siswa yang bekerjasama. dan evaluasi dilakukan oleh guru. dan menuntut siswa belajar isi tertentu untuk bisa mencapai misi atau tujuan. Guru pula yang memilih isi yang penting bagi siswa. Fokus Belajar Fokus belajar memiliki rentangan cakupan yang amat luas. Strategi ini fleksibel. kontrol belajar adalah guru. penetapan strategi pembelajaran. dan membimbing proses belajar. Skenario memiliki tujuan proses maupun tujuan isi. dari menggunakan topik khusus dari domain tertentu hingga pemecahan masalah yang interdisipliner. penetapan titik kontinum yang berbeda lebih tepat untuk kondisi yang berbeda. di mana siswa lebih berperan dalam penentuan hasil belajar dan pemilihan cara untuk mencapai hasil belajar mereka. yakni: Siapa yang menentukan tujuan pembelajaran? Siapa yang menentukan bagaimana tujuan itu akan dicapai? Siapa yang memilih isi? Siapa yang memilih jenis dan level sumber dan bahan pendukung? Siapa yang memilih kapan sumber dan bahan pendukung itu digunakan? Siapa yang mengatur kegiatan apa yang akan dilakukan. sementara orientasi belajar pemecahan masalah tercapai. Satu titik ekstrem tidak selalu lebih baik daripada yang lain.Dalam paradigma pembelajaran tradisional. Teacher centered Learner centered Ada sejumlah pertanyaan pemandu untuk menetapkan strategi pembelajaran yang tepat pada kontinum tersebut. Sementara bagi yang lain menekankan peran guru sebagai pencipta lingkungan belajar agar siswa dapat mengontrol belajarnya sendiri.

Berbagai kemungkinan bis terjadi sebagai berikut: Human Studentteacher Studentstudent Other Nonhuman Studenttools Studentinformation Studentenvironment/ma nipulatives Other Fasilitas Pendukung Belajar Fasilitas pendukung belajar diperlukan siswa untuk tumbuh dan berkembang. akses informasi. Pendukung ini ada dua macam: pendukungkognitif dan pendkung emosional. motivasi. perangkat kolaborasi dan percakapan antar siswa. komputer. dsb. Dalam setiap kategori mungkin terdapat bernacam-macam tipe interaksi yang melibatkan siswa dalam proses belajar. merupakan bentuk cognitive support. pengurutan atau penataan tingkat kesulitan tugas-tugas merupakan strategi-strategi untuk emotional support. 11 .individual atau berkelompok? Untuk tujuan pembandingan biasanya dibedakan atas: individual. dorongan tingkat keyakinan. Pendukung kognitif terdiri atas elemen-elemen yang memberi dukungan terhadap proses siswa membangun pemahaman. berpasangan. Guru juga bisa memberikan umpanbalik. strategi-strategi berpikir. Model-model pemberian dukungan untuk belajar yang berfokus pada strategi perencanaan pesan pembelajaran. pengetahuan. Secara kognitif. guru bisa memberikan kasus-kasus yang terkait. dan kasus-kasus yang terkait. umpnbalik. Interaksi Belajar Biasanya kategori interaksi belajar ini dibedakan atas interaksi: manusia dan nonmanusia. Penggunaan penekanan tentang pentingnya tugas. perangkat konstruksi pengetahuan. dan kelompok (7+). Bagi para konstruktivis yang memaknai strategi pembelajaran sebagai penciptaan lingkungan belajar berfokus pada elemen emosional sebaik fokus pada elemen kognitif. di area bidang studi. evaluasi. Setiap tipe pengelompokan memiliki pertimbangan logis dan proses yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan pembelajaran. Sedangkan pendukung emosional terdiri atas elemen-elemen yang mendukung sikap siswa. interaksi manusia. dan keyakinan diri. seperti pemilihan dan pengorganisasian pesan agar bahan-bahan mudah dipelajari siswa. sumbersumber informasi yang relevan. tim (3-6). Ini bisa berbentuk bahan-bahan cetak. dan kompetensi.

Pengembangan strategi pembelajaran pada dasarnya tergantung pada tujuan belajar apa yang ingin dicapai.Model-model pembelajaran berbasis proyek atau berbasis masalah (project or problem-based learning) merupakan model-model pembelajaran yang berorientasi pada pemberian dukungan kognitif maupun emosional. setidaktidaknya sebagai starting point untuk memulai proses analisis dan diskusi pengembangan strategi pembelajaran. dan kondisi. . Sejumlah poin strategi pembelajaran yang disajikan di atas dimaksudkan menjadi pertimbangan-pertimbangan saat kita menetapkan strategi pembelajaran untuk konteks pembelajaran tertentu. karakteristik bidang studi. Penutup Srategi pembelajaran sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).DAFTAR PUSTAKA Sanjaya. Konsep Landasan. Hisyam. Wina. 2009. 13 . Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana. Yogyakarta: CTSD IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jakarta: Kencana. Srategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. 2002. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. 2010. Wena. 2009. Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Trianto. Made. Jakarta: PT Bumi Aksara. Zaini. dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful