Teknik Fermentasi

Disusun oleh:

Raissa Desriani Azian Lestari

PEMBENTUKAN ASAM ORGANIK OLEH ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PADA MEDIA EKSTRAK DAGING BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.)

Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola dan kemampuan dua isolat bakteri asam laktat. . Lactobacillus casei dan Lactobacillus fersantum dalam membentuk asam organik menggunakan media buah durian.

Media fermentasi Pada penelitian ini digunakan media fermentasi buah durian (Durio zibenthinus murr ) .

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia tenggara. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. .

Isolat Isolat yang digunakan Lactobacillus casei Lactobacillus fersantum .

Metode analisa Digunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk mengukur Kadar dan jenis asam yang terbentuk selama fermentasi. .

media MRS agar (Oxoid). NaOH 0. larutan 0. kapas.5% (w/v) (NH4)2HPO4-0. asam oksalat. asam asetat. 7. 5.1 N. isolat bakteri asam laktat B1 dan B2 hasil isolasi dari tempoyak .24 dengan H3PO4). dan asam propionat). indikator phenolphtalien 1%. ekstrak buah durian 2.4% (v/v) buffer acetonitril (pada pH 2. akuades netral. 4. 6. 8. alkohol 70%.BAHAN DAN METODOLOGI Alat dan bahan 1. alumunium foil dan kertas saring. 9. asam butirat. larutan standar asam organik (asam laktat. 3.

METODOLOGI PEMBUATAN EKSTRAK DAGING BUAH DURIAN PERBANYAKAN ISOLAT DAN PEMBUATAN SUSPENSI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGUKUR KADAR DAN JENIS ASAM ORGANIK FERMENTASI BAKTERI ASAM LAKTAT .

pH ekstrak diatur hingga pH 6 Ekstrak disterilkan pada suhu 121oC dengan tekanan 1-2 atm selama 15 menit . dan selanjutnya disaring untuk mendapatkan ekstrak buah durian. kemudian diblender dan dipanaskan dalam waterbath selama 20 menit pada suhu 80o C.Pembuatan media ekstrak daging buah durian Daging buah durian yang matang ditambahi akuades steril dengan perbandingan 1: 5 (w/v).

Selanjutnya dilakukan penggojokan dengan vortex mixer selama 1-2 menit. Isolat bakteri yang berumur 48 jam kemudian disuspensikan dengan akuades steril.Perbanyakan isolat dan pembuatan suspensi bakteri asam laktat Masing-masing koloni isolat bakteri asam laktat jenis B1 dan B2 yang diisolasi dari tempoyak dibiakkan Sharpe Agar (MRSA) miring dengan cara goresan. .

4. Kemudian diinkubasi dan diamati pada hari ke-0. 2. dan 12.Fermentasi bakteri asam laktat Suspensi bakteri asam laktat diinokulasikan ke dalam 25 ml media ekstrak daging buah durian dengan kepadatan 106 sel/ml sebanyak 42 buah labu erlenmeyer. 10. . 6. 8.

0 mm). pH sampel diukur dengan pH meter (Orion model 420 A).Pengukuran kadar dan jenis asam organik Kadar dan jenis asam organik diukur menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).15 m x 6. sedangkan kolom yang digunakan adalah LC-C8 ShinPack (0. . Detektor yang digunakan adalah UV-Vis Shimadzu SPD-6AV dengan panjang gelombang 214 nanometer.

Hasil Percobaan : isolat B1 .

Hasil Percobaan : Isolat B2 .

• Kedua isolat juga menunjukkan perbedaan pada pola pembentukan asam asetat. asam asetat. sedangkan isolat L. casei mampu membentuk asam laktat. dan asam propionat. Perbedaan jenis dan kadar asam organik yang terbentuk diduga berhubungan dengan perbedaan jalur fermentasi dari kedua isolat bakteri asam laktat. asam butirat. fersantum hanya membentuk asam laktat dan asam asetat. .Pembahasan • Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat L.

. sedangkan isolat B2 bersifat fakultatif heterofermentatif.kedua isolat bakteri asam laktat mempunyai perbedaan secara fisiologis. Perbedaan sifat fisiologis ini menyebabkan jalur fermentasi antara kedua isolat bakteri berbeda. Produksi asam asetat oleh isolat B2 lebih tinggi dari isolat B1. yaitu isolat B1 bersifat heterofermentatif.

Perubahan pH .

37 untuk kedua isolat. .26 untuk isolat B1 dan 4.23 untuk isolat B2 pada hari ke 12.Nilai pH substrat pada awal fermentasi adalah 4. Selama waktu fermentasi pH substrat bakteri asam laktat menurun hingga 4.

.asam organik oleh kedua isolat bakteri asam laktat dalam substrat buah durian. . Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Djaafar. dkk. Nilai pH pada kedua isolat bakteri asam laktat tersebut masih merupakan pH optimum bagi aktivitas bakteri asam laktat .1996) bahwa derajat keasaman (pH) yang optimum bagi aktivitas bakteri asam laktat berkisar antara pH 3 – 8.Perubahan pH disebabkan karena terbentuknya asam .

‡”—„ƒŠƒ’ †‹•‡„ƒ„ƒƒ”‡ƒ –‡”„‡–—›ƒƒ•ƒ ƒ•ƒ‘”‰ƒ‹‘Ž‡Š ‡†—ƒ‹•‘Žƒ–„ƒ–‡”‹ƒ•ƒŽƒ–ƒ–†ƒŽƒ •—„•–”ƒ–„—ƒŠ†—”‹ƒ ‹Žƒ‹’ ’ƒ†ƒ‡†—ƒ‹•‘Žƒ–„ƒ–‡”‹ƒ•ƒ Žƒ–ƒ––‡”•‡„—–ƒ•‹Š‡”—’ƒƒ’  ‘’–‹—„ƒ‰‹ƒ–‹˜‹–ƒ•„ƒ–‡”‹ƒ•ƒŽƒ–ƒ–  ƒŽ‹‹•‡•—ƒ‹†‡‰ƒŠƒ•‹Ž’‡‡Ž‹–‹ƒ Œƒƒˆƒ” † „ƒŠ™ƒ†‡”ƒŒƒ– ‡ƒ•ƒƒ ’ ›ƒ‰‘’–‹—„ƒ‰‹ƒ–‹˜‹–ƒ• „ƒ–‡”‹ƒ•ƒŽƒ–ƒ–„‡”‹•ƒ”ƒ–ƒ”ƒ’   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful