P. 1
Proposal Penelitian Biologi

Proposal Penelitian Biologi

|Views: 366|Likes:
Published by karotex

More info:

Published by: karotex on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pendidikan merupakan perwujudan dari salah satu tujuan pembangunan nasional Indonesia, yaitu ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini bidang pendidikan merupakan salah satu bidang pambangunan yang dapat parhatian serius dari pemerintah. Dengan memahami tujuan pendidikan maka tercermin bahwa pendidikan merupakan factor yang sangat strategis sebagai dasar pembangunan bangsa. Sejalan dengan itu apabila dihubungkan dengan ekstensi dan hakaikat hidup manusia, kegiatan pendidikan diarahkan pada manusia sebagai mahluk individu, sosial, dan religius. Menurut Shertian (2000) pendidikan merupakan usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidiakn bertujuan untuk menngkatkan kualitas sumberdaya manusia, dan salah satu usahanya adalah melaui suatu proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha tersebut, guru merupakan sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secara terus menerus. Sekarang ini masalah pendidiakn menghadapi berbagai masalah salah satunya adalah rendahnya kualitas hasil pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Hal ini tercermin dari masih relative rendahnya nilai rata-rata ujian nasional (UN) yang dicapai siswa khususnya pada mata pelajaran biologi. Rendahnya mutu pandidiakn di indonesia, banyak opini yang muncul baik datangya dari pejabat, pakar dan praktisi pendidikan ataupun masyarakat antara lain, kurangnya kualitas tenaga pengajar, gaji guru yang rendah, muatan kurikulum terlalu padat dan pola pembelajaran yang kurang menarik. Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan (yang sebenarnya sudah cukup baik) di Indonesia yang disebabkan sulitnya menyediakan guru-guru berkompetensi untuk mengajar di daerah-daerah. Sebenarnya kurikulum Indonesia tidak kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi mendatang sehingga profesi ini tidak begitu dihargai. Sistem pendidikan yang sering berganti-ganti, bukanlah masalah utama, yang menjadi masalah utama adalah pelaksanaan di lapangan, kurang optimal. Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yang belajar. Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yang disediakan pemerintah. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan depdiknas untuk meningkatkan kompetensi guru, tetapi tindak lanjut yang tidak membuahkan hasil dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi. Jadi terkesan yang penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya, tanpa memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh. Jika kondisi semacam itu tidak diubah untuk dibenahi kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Maka pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yg berkualitas mesti bermodal/berbiaya besar. Tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berkompetensi dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Pendidikan biologi merupakan bagian dari pendidikan sains dan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidiakn nasional yang ada. Biologi merupakan wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan sikap serta bertanggung jawab kepada lingkungan. Biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam dan mahluk hidup secara sistematis sehingga pembelajaran biologi bukan hanya penguasaan kumpulan-kumpulan fakta tetapi

maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Studi Konsistensi Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Biologi Di SMA Negeri Sekota Jambi” 1. Dalam hal ini fakta. Pada saat ini. Masalah-masalah pembelajaran sain atau biologi diantaranya adalah: pengajaran sain sang hanya mencurahkan pengetahuan (tidak berdasarkan praktek). salah satunya diakibatkan kurangnya konsep dan guru belum sempurna dalam menerapkan pengolaan kegiatan pembelajaran? 2. Pengamatan hanya dilakukan pada guru-guru biologi di kota jambi . Berdasarkan pemantauan penulis di SMA N di kota jambi sebagian besar siswa mengalami kesiulitan dalam belajar biologi.3 Keterbatasan Masalah Agar penelitian terarah dan dapat mencapai sasaran maka perlu adanya batasan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. kurang aktif dalam bertanya maupun dalam menjawab pertanyaan dalam proses belajar mengajar. Variasi kegiatan belajar mengajar (KBM) sangat sedikit. Sejauh mana kekonsistensisan guru dalam menerapkan model pembelajaran yang terdapat pada RPP yang ia bua 1. sehingga proses belajar mengajar hanya didominasi oleh guru sehinnga siswa bertindak pasif dalam belajar. Namun pada kenyataan yang ada dalam pendidikan biologi belum adanya peningkatan mutu pendidikan.juga proses penemuan. Kondisi seperti ini menyebabkan siswa kebanyakan diam (pasif). Tanya jawab. Guru harus biasa memilih model yang tepat dan sesuai dengan materi pembelajaran untuk diterapkan di kelas. atau diskusi tanpa didasarkan pada hasil kerja praktek. Untuk itu diperlukan suatu pengolaan pembelajaran melalui penerapan dengan model yang sesuai yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar. Keterlibatan secara aktif tersebut mencakup keterlibatan fisik maupun intelektual emosional (Dimyati dan Mujiono. Penelitian ditekankan pada kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran yang ada dalam RPP yang ia buat 2. Kesulitan yang dialami siswa tidak lain kurangnya konsep dan guru belum sempurna dalam menerapkan pengolaan kegiatan pembelajaran. Penelitin ini dilaksanakan pada pelajaran biologi 3. hal ini dapat dilihat banyak guru hanya mengajar dengan menyampaikan materi kepada siswa saja. guru hanya mengajar dengan ceramah dikombinasikan dengan media dan siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri sekota jambi pada kelas XI semester 1 4.2 Identifikasi Masalah Dari latar belakang masalah di atas maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. 2006) Tetapi dalam kenyataanya selama ini guru masih belum maksimal dalam melakukan pengolaan pembelajaran dengan baik. Apakah rendahnya mutu pendidiakan. konsep. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode pambalajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan uraian di atas. dan prisip sains lebih banyak dicurahkan melalui ceramah. Hal ini juga harus didukung dengan konsistensi guru dalam menerapkan model yang ia pilih dan sesuai dengan RPP yang ia susun.

Untuk mengetahui sejauh mana kekonsistensisan guru dalam menerapkan model pembelajaran di SMA Negeri di kota jambi 1. 1. Setiap guru memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama dalam menerpkan model pembelajaran pada mata pelajaran biologi. 2.1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah: Sebagai bahan evaluasi bagi guru dan kepala sekolah dan dinas terkait dalam meningkatkan mutu pendidikan.4 Tujuan Penelitian Sesuai dengan masalah yang diteliti maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. ruang lingkup penelian ini hanya pada SMA Negeri sekota jambi. 1. Apakah para guru biologi sekota jambi sudah konsisten dalam menerapkan model pembelajaran yang ada di RPP yang ia buat? 2.7 Ruang Lingkup Penelitian Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan penelitian maka.1 Belajar Dan Mengajar . 1.6 Asumsi Penelitian 1. salah satunya adalah dengan konsistensinya guru dalam menerapkan model pembelajaran yang terdapat di RPP yang ia buat. Pada penelitian ini diasumaikan bahwa kekonsistensisan guru dalam menerapkan model pembelajaran dapat meingkatkan hasil belajar biologi siswa.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Untuk melihat apakah guru biologi sekota jambi sudah konsisten dalam menerapkan model pembelajaran yang terdapat di RPP yang ia buat 2. Sejauh mana kekonsistensisan guru dalam menerapkan model pembelajaran yang ia buat di RPP? 1.8 Definisi Operasional Agar pembaca mudah memahami hasil penelitian ini maka peneliti mencantumkan definesi operasional sebagai berikut: Guru Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimal Model pembelajaran Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1.

2006) dan terkontrol.2006). agar proses belajar tersebut mengarah pada tercapainya tujuan dalam kurikulum maka guru harus merencanakan dengan seksama dan sistematis berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan perubahan tingkahlaku siswa sesuai dengan apa yang diharapkan. 2 Tahun 1989).2 Belajar. Berbicara tentang belajar pada dasarnya berbicara tentang bagaimana tingkahlaku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman (Snelbeker 1974 dalam Toeti 1992:10) Dari pengertian di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa agar terjadi proses belajar atau terjadinya perubahan tingkahlaku sebelum kegiatan belajar mengajar dikelas seorang guru perlu menyiapkan atau merencanakan berbagai pengalaman belajar yang akan diberikan pada siswa dan pengalaman belajar tersebut harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 2. Dalam pembelajaran proses belajar tersebut terjadi secara bertujuan ( Arief Sukadi 1984:8 dalam Rusfidra. pengolahan informasi. 2. 2. Apapun yang dipelajari siswa . 3.1. Untuk itu siswalah yang harus bertindak aktif. Tujuan -tujuan pembelajaran telah dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku. Dalam sistem pendidikan kita (UU. Setiap mahasiswa akan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.1. Davies mengatakan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik seorang guru perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman berbagai prinsip-prinsip belajar. retensi. maka siswalah yang harus belajar. Aktifitas guru untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan proses belajar siswa berlangsung optimal disebut dengan kegiatan pembelajaran. yang paling memungkinkan proses belajar siswa berlangsung optimal. emosi dan faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. belajar adalah perubahan tingkahlaku. 1. khususnyai prinsip berikut: 1. No. Sedangkan Morgan menyebutkan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga ciri-ciri sebagai berikut. 3. perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman. Peran guru disini adalah sebagai pengelola proses belajar mengajar tersebut. Guru bertugas membantu orang belajar dengan cara memanipulasi lingkungan sehingga siswa dapat belajar dengan mudah. Proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri siswa. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses membuat orang belajar. Seorang siswa akan belajar lebih baik apabila mempengoreh penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajarnya terjadi 4. seorang guru tidak saja dituntut sebagai pengajar yang bertugas menyampaikan materi pelajaran tertentu tetapi juga harus dapat berperan sebagai pendidik.1 Belajar Menurut Gagne (1984:dalam Rusfidra. artinya guru harus mengadakan pemilihan terhadap berbagai starategi pembelajaran yang ada. perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama. Mengajar dan Pembelajaran . Seorang siswa akan lebih meningkat lagi motivasinya untuk belajar apabula ia diberi tangungjawab serta kepercayaan penuh atas belajarnya (Davies 1971 dalam Rusfidra.2006) mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan. dan 5. bukan karena pertumbuhan.2006) belajar didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman. bukan orang lain. Galloway dalam Toeti Soekamto (1992: 27 dalam Rusfidra.2. Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan mahasiswa akan membuat proses belajar lebih berarti.

Belajar mungkin saja terjadi tanpa pembelajaran.2006) mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa.S.2008) mengatakan apa yang dilakukan guru agar proses belajar mengajar berjalan lancar.SLTP dan SMU (1994 dalam Arianto Sam. (Gagne dan Briggs 1979:3 dalam Rusfidra.2008) istilah belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. 1984:10 dalam Rusfidra. Dalam buku pedoman melaksanakan kurikulum SD. Mengajar diartikan dengan suatu keadaan untuk menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. lingkungan. Fungsi belajar dilakukan oleh komponen siswa.2006). Sebenarnya belajar dapat saja terjadi tanpa pembelajaran namun hasil belajar akan tampak jelas dari suatu pembelajaran. Pembelajaran mengubah masukan yang berupa siswa yang belum terdidik menjadi siswa yang terdidik. Situasi ini tidak harus berupa transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa saja tetapi dapat dengan cara lain misalnya belajar melalui media pembelajaran yang sudah disiapkan. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Oleh karena itu lingjungan belajar yang mendukung dapat diciptakan. Belajar. agar proses belajar ini dapat berlangsung optimal. Sementara itu dalam keseharian di sekolah-sekolah istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami sama dengan proses belajar mengajar dimana di dalamnya ada interaksi guru dan siswa dan antara sesama siswa untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkahlaku siswa. juga secara khusus mencoba dan berusaha untuk mengimplementasikan kurikulum dalam kelas. Apa yang dipahami guru ini sesuai dengan pengertian yang diuraikan dalam buku pedoman kurikulum (1994:3) Sistem pendidikan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sistem masyarakat yang memberinya masukan maupun menerima keluaran tersebut. Fungsi sistem pembelajaran ada tiga yaitu fungsi belajar. Sementara itu pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. bermoral dan membuat siswa merasa nyaman merupakan bagian dari aktivitas mengajar. Dikatakan pula bahwa proses menciptakan lingkungan belajar sedemikian rupa disebut dengan pembelajaran. fungsi pembelajaran dan fungsi penilaian. Selama ini Gredler 1986 (dalam Arianto Sam.Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa buku.2008) menegaskan bahwa proses perubahan sikap dan tingkahlaku itu pada dasarnya berlangsung pada suatu lingkungan buatan (eksperimental) dan sangat sedikit sekali bergantung pada situasi alami (kenyataan). guru dll. fungsi pembelajaran dan penilaian yang terbagi dalam pengelolaan belajar dan sumber-sumber belajar) dilakukan oleh sesuatu di luar diri siswa (Arief. namun pengaruh suatu pembelajaran dalam belajar hasilnya lebih sering menguntungkan dan biasanya mudah diamati. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Sepintas pengertian mengajar hampir sama dengan pembelajaran namun pada dasarnya berbeda. Duffy dan Roehler 1989 (dalam Arianto Sam. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan berlangsungnya proses belajar dalam diri siswa. Dalam pembelajaran kondisi atau situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perancang atau guru. Jadi pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar .

Pandangan yang demikian akan berefek.(Arief. pemecahan masalah (d) Aktivitas anak memecahkan masalah . Guru yang berkualitas. sbb. setiap guru harus memiliki kualifikasi pendidikan sarjana satu atau diploma IV. Ia mengembangkan trik-trik tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Selain itu. dari tidak bisa menjadi bisa dan sebagainya. profesional dan berpengetahuan. fasilitator sekaligus ilmuwan. namun juga mendidik. Sukadi.12 dalam Rusfidra. berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Guru adalah motivator. kompetensi sosial. Guru merupakan faktor determinan dalam revitalisasi pendidikan nasional.apabila dalam dirinya terjadi perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu. melatih. sbb. : (a) Child oriented (b) Guru hanya sebagai pembantu/ pembimbing (c) Metode mengarah pada penemuan. Dalam menjalankan fungsinya sebagai agen pembelajaran. tidak hanya berprofesi sebagai pengajar. oleh karena itu agar kemampuan siswa dapat dikontrol dan berkembang semaksimal mungkin dalam proses belajar di kelas maka program pembelajaran tersebut harus dirancang terlebih dahulu oleh para guru dengan memperhatikan berbagai prinsip-prinsip pembelajaran yang telah diuji keunggulannya. yaitu : (1) Guru pemegang peran utama dalam mengajar Pandangan yang demikian akan berefek. menilai dan mengevaluasi peserta didik. berfikir sendiri terhadap masalah yang dihadapi tinggi. mengarahkan.2006) 2. membimbing. ia tahu lebih banyak daripada pembuat aplikasi tersebut. guru harus memiliki empat kompetensi dasar. Guru merupakan Tingkatan keahlian dari seorang hacker. bahkan yang tidak terdokumentasi. kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. : (a) Pembelajaran terpusat pada guru ( teacher oriented ) (b) Metode pemberitahuan lebih dominan (c) Hafalan lebih ditekankan dan kreativitas serta inisiatif anak kurang (2) Guru berperan dalam merangsang anak dalam belajar dan berfikir serta menentukan alternatif pemecahan sendiri terhadap masalah yang ia hadapi. Ciri Guru Yang Baik Menurut S Nasution. yaitu kompetensi pedagogis. 1991. Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui semua hal pada bidangnya. Dalam pembelajaran hasil belajar dapat dilihat langsung. ada beberapa prinsip umum guru yang baik yang disarikan sebagai berikut : a) Memahami dan menghormati murid b) Menghormati ( menguasai bahan sepenuhnya ) bahan yang diberikan c) Mampu menyesuaikan metode dengan bahan d) Mampu menyesuaikan bahan dengan kesanggupan anak e) Mampu mengaktifkan anak dalam belajar .2 Guru Guru merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Kalau bidangnya berkaitan dengan aplikasi. Guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimal Secara umum ada dua Sikap dan pandangan guru tentang mengajar.

membimbing. guru harus memiliki empat kompetensi dasar. guru adalah seorang komunikator ulung karena ia harus mampu memberi jiwa terhadap . telepon. melatih. Dalam menjalankan fungsinya sebagai agen pembelajaran. mengarahkan. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang baik pendidikannya. setiap guru harus memiliki kualifikasi pendidikan sarjana satu atau diploma IV. Oleh karena itu. profesional dan berpengetahuan. menghidupkan suasana belajar dan menjadi manusia pembelajar (learning person). seorang guru adalah motivator dan fasilitator dalam transformasi IPTEK pada anak didik. Guru yang berkualitas. Sistem PTJJ merupakan salah satu solusi mengatasi kesenjangan antara keterbatasan sumber daya pendidikan dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi. bangsa yang jelek pendidikannya tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju”.f) Mampu memberikan pengertian bukan hanya dengan kata-kata belaka g) Merumuskan tujuan yang akan dicapai setiap pelajaran yang diberikan h) Tidak terikat hanya pada satu teks book saja i) Tidak hanya mengajar tapi membentuk kepribadian anak Guru merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sebagai ilmuwan. menguasai kelas dan mengendalikan perilaku anak didik. Selain sebagai sebuah profesi. kompetensi sosial. mengarahkan. profesional dan berpengetahuan. faksimili atau e-mail. membangun kebersamaan. Menurut Zamroni 2006 (dalam Arianto Sam. guru pada abad ke XXI adalah seorang saintis yang menguasai ilmu pengetahuan yang ditekuninya. Dalam menjalankan tugasnya sebagai agen pembelajaran. Selain itu. namun juga mendidik. calon guru sebaiknya adalah insan terpilih untuk jabatan profesi mulia. kompetensi sosial. Guru. kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Secara umum metode penyampaian materi ajar di pendidikan tinggi dilakukan dalam dua bentuk. yaitu kompetensi pedagogis. menilai dan mengevaluasi peserta didik. guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi pembelajaran. Sebagian besar komunikasi antara dosen dan mahasiswa dilakukan melalui surat. Guru merupakan faktor determinan dalam revitalisasi pendidikan nasional. menjadi teladan. kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Untuk meningkatkan kompetensi guru IPA yang cerdas dan berpengetahuan agaknya model pembelajararan jarak jauh dapat dijadikan sebagai sebuah solusi meningkatkan kualifikasi pendidikan guru ketika daya tampung sistem pendidikan tatap muka sangat terbatas.2008) profesi guru adalah profesi “saintis plus” yang harus menguasai IPTEK dan mampu sebagai motivator dan fasilitator. Sebab itu. guru tergolong elit intelektual. Guru bukanlah profesi kelas dua. melatih. Ciri utama PTJJ adalah terpisahnnya dosen dan mahasiswa karena faktor jarak. namun guru juga mendidik. ---Presiden Susilo Bambang Yudhoyono--Salah satu komponen penting dalam upaya meningkatkaan mutu pendidikan nasional adalah adanya guru yang berkualitas. membimbing. tidak hanya sebagai pengajar.2008). Upaya peningkatan kualifikasi guru dapat dilakukan di perguruan tinggi. Menurut Rustaman 2006 (dalam Arianto Sam. maka guru diharapkan memiliki empat kompetensi dasar. berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Guru adalah motivator. Sebagai motivator dan fasilitator proses belajar. menilai dan mengevaluasi peserta didik. fasilitator sekaligus ilmuwan. tidak hanya berprofesi sebagai pengajar. yaitu pendidikan tinggi tatap muka (konvensional) dan pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ). yaitu kompetensi pedagogis.

SD 8. berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2006 yang diumumkan beberapa waktu lalu. Menurut Shanghai Jiaotong University (2005) tak satupun perguruan tinggi di Indonesia yang masuk rangking dalam 100 perguruan tinggi terbaik di Asia dan Australia. Pasca pemberlakuan UU Guru dan Dosen. pada PTJJ. guru yang mengajar di pendidikan dasar dan pendidikan menengah disyaratkan memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S-1) atau diploma IV (D-IV). Sisanya sekitar 1. flexible learning dan home schooling menjadi komponen penting dalam strategi nasional dan global untuk mendidik mahasiswa dalam jumlah besar. Model pembelajaran.790. SMP 42. Komunikasi antara dosen dan mahasiswa lebih banyak dilakukan melalui surat. dan teknik pembelajaran. semakin besar kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan. telepon.75 persen. model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan. metode. Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A.9 juta orang belum berkualifikasi sarjana. 2006b). Dalam kondisi tersebut.16 persen. virtual university.03 persen. e-learning. 1990 dalam akhmad sudrajat) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran. Semakin tinggi kualitas SDM. guru yang belum berkualifikasi sarjana diberikan kesempatan mencapai kualifikasi minimal tersebut dalam waktu 10 tahun. seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. UN 2006 berhasil meluluskan 1. Sementara itu. Berdasarkan data Balitbang Depdiknas (2004) guru SMA yang berkualifikasi sarjana baru 72. yaitu: (1) model interaksi sosial. faksimili atau e-mail 2. Semakin tinggi kualitas guru diharapkan kualitas pendidikan nasional akan meningkat. Berbeda dengan pendidikan tatap muka.88 persen. Faktanya. Ditinjau dari metode penyampaian materi ajar dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Sebagai misal.3 Model pembelajaran Menurut akhmad sudrajat model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.922 peserta SPMB pada tahun tersebut. Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. dikenal dua model pendidikan. Kendati demikian. Kuatnya kaitan antara pendidikan dengan SDM dalam mengukur keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diperlihatkan oleh United Nation Development Program (UNDP). Berkenaan dengan model pembelajaran. dosen dan mahasiswa dibatasi oleh jarak karena faktor geografis.informasi yang diberikan oleh saran komunikasi yang super canggih. hingga kini kualitas pendidikan masih sangat rendah. dipandang paling punya peran strategis dalam upaya mendongkrak keberhasilan . Dengan kata lain. Meningkatnya keinginan masyarakat untuk mengikuti pendidikan tinggi ternyata tidak diikuti oleh tersedianya insfrastruktur pendidikan tinggi yang memadai. (2) model pengolahan informasi. Karena itu. guru SMK 62. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2005 hanya dapat menampung 84. Semakin terdidik suatu masyarakat semakin besar peluang memiliki SDM yang berkualitas.881 siswa (Rusfidra. (3) model personalhumanistik.30 persen dan TK 3. dan (4) model modifikasi tingkah laku. perlu dicari alternatif lain seperti menerapkan pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) untuk menyediakan kesempatan belajar yang lebih murah dan pemerataan kesempatan belajar di pendidikan tinggi. Gagasan tentang universitas terbuka dan PTJJ. yaitu model pendidikan tinggi tatap muka (konvensional) dan PTJJ. Benyamin Surasega.443 orang peserta di 53 PTN dari 304. open learning.

membentuk hubungan positif.proses belajar mengajar.22. guru belum mampu menciptakan model-model pembelajaran yang menarik sehingga siswa belum melaksanakan. Sewaktu masuk kelas guru dapat menjelaskan pada siswa pentingnya menggali informasi dengan debat serta menunjukkan tatacara debat secara sehat. sehingga guru diharapkan mampu menyampaikan materi dengan tepat tanpa mengakibatkan siswa mengalami kebosanan. tim pro berganti menjadi tim kontra dalam permasalahan yang sama. Jangan berharap banyak anak akan mampu menyerap isi pembelajaran dengan baik. diskusi interaktif. pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang diterapkan pada universitas terbuka dan berbagai program sertifikasi online juga terus menerus dikembangkan. Penciptaan suasana yang menyenangkan anak. Bagi guru dapat menerapkan model pendekatan pribadi secara akrab dengan siswa. Idealnya aktivitas semuanya dijalankan siswa. yaitu tatap muka dan berpusat pada guru (teacher center) sampai dengan pembelajaran berpusat pada siswa (student center). Utusan kelompok maju ke depan kelas berhadapan dengan kelompok lain dan siswa lainnya sebagai pendukung. siswa diharapkan dapat tertarik dan terus tertarik mengikuti pelajaran. guru dapat menyajikan model pembelajaran yang merangsang anak untuk kreatif. Bila hal ini telah dipahami dan disepakati seluruh siswa. Model pembelajaran yang menarik cukup banyak. Pengertian menarik disini. Kelompok satu dapat ditunjuk sebagai tim affirmative (pro) dan kelompok lain sebagai tim negatif (kontra). Motivasi sangat besar pengaruhnya pada pribadi anak untuk mau melaksanakan dengan penuh kepercayaan. Harapannya siswa akan memahami permasalahan secara luas baik dari sisi setuju maupun tidak setuju. Namun sebaliknya. 2. Ambil contoh dengan pendekatan problem solving pada mata pelajaran sosial dan model kerja kelompok pada mata pelajaran eksakta.2007 dalam Admin 2008 Pengajaran ataupun pendidikan dapat tertanam secara baik pada diri siswa. guru dapat berperan sebagai moderator jalannya debat. Terdapat model pembelajaran paling konvensional. serta memberi motivasi. anak merasa nyaman menerima dan mudah memahami isi materi pelajaran yang disampaikan guru dalam proses belajar mengajar. guru dan siswa dapat membagi kelompok-kelompok tim debat beserta juru bicara dan pendampingnya. Karena ia bergerak dengan melihat kondisi kebutuhan siswa. Untuk tahap awal. pertama kali yang harus ditempuh membuat perencanaan tema apa yang kiranya mengundang pro kontra siswa dalam menanggapi. Bila guru ilmu sosial ingin menampilkan model debat. mengembangkan rasa percaya diri. Berbagai model pembelajaran yang telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian. debat dsb. jika dalam pembelajaran sudah terselimuti rasa takut berlebihan pada guru yang mengajarnya. Setelah suasana tercipta dengan penuh keakraban dan menyenangkan. sudah ketakutan terlebih dahulu. Journal Teknodik. dengan keingintahuan yang berkelanjutan. Kenapa selama ini eksakta dianggap menakutkan siswa ? Selain materi ajarnya sulit. Tema dan tatacaranya telah dipahami terlebih dahulu oleh guru. bila guru yang bersangkutan mampu menyajikan secara menarik. Dalam waktu yang telah dise-pakati. nak jangan dibuat takut untuk mencoba permainan sesuai dengan kemampuannya. namun untuk pertamakali guru dapat memberi contoh sebagai moderator yang baik. serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas individu maupuh kelompok. tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar siswa. merupakan langkah awal guru dalam melaksanakan pembelajaran yang baik. di antaranya permainan kartu soal.4 Konsistensi .

Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab para peserta didik. taat asas. Untuk melihat hasil belajar dilakukan suatu penilaian terhadap siswa yang bertujuan untuk mengetahui apakah siswa telah menguasai materi atau belum. Setidak-tidaknya ada tiga hal yang mampu memicu tidak suksesnya kegiatan belajar mengajar yang berujung pada hasil nilai yang rendah. yang dimaksud hasil belajar siswa adalah hasil nilai ulangan harian yang diperoleh siswa dalam mata pelajaran IPA. yang seringkali muncul adalah ketidakpuasan. Dalam penelitian tindakan kelas ini. Baik dirasakan oleh siswa itu sendiri. Lebih-lebih jika banyak siswa yang mendapat nilai rendah dan berujung pada ketidaklulusan. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu. dan tugas-tugas terstruktur yang berkaitan dengan konsep yang sedang dibahas. sesuai: perbuatan hendaknya–dng ucapan (Panji Prabowo 2008) 2. hingga saat ini masih menjadi tolok ukur paling ampuh melihat tingkat keberhasilan belajar siswa. Sedangkan S. baik tes tertulis. Pengertian Konsistens menurut KBBI adalah tetap (tidak berubah-ubah).5 Hasil belajar Menurut Nana Sudjana hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran yaitu berupa tes yang disusun secara terencana. Sebagai ekspresi melihat nilai yang didapat siswa pada Ujian Nasional maupun nilai Ujian Akhir Sekolah. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu materi tertentu dari mata pelajaran yang berupa data kuantitatif maupun kualitatif. ajek. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (formatif).Onsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dgn sintaksis. Kelulusan pun bertumpu pada nilai ini. nilai ulangan tengah semester (sub formatif) dan nilai ulangan semester (sumatif). ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan. Ulangan harian minimal dilakukan tiga kali dalam setiap semester. Pertama. juga menjadi tolok ukur tingkat kesuksesan guru mengajar. Penilaian merupakan upaya sistematis yang dikembangkan oleh suatu institusi pendidikan yang ditujukan untuk menjamin tercapainya kualitas proses pendidikan serta kualitas kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Cullen. guru bahkan segenap keluarga besar sekolah. Berhubungan dgn pengertian sintaksis yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika tidak terdpat rumus P seperti yang kedua P dan penyangkalan adalah pembuktian dari axioma dari teori yang terkait di bawah sistem deduktif. orang tua siswa. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model. pandangan-pandangan dan temuan-temuan kajian baru dari berbagai bidang tentang . Nilai Ujian Akhir Nasional. 2003 dalam Noor Latifah 2008). tes lisan maupun tes perbuatan. meskipun belakangan banyak guru yang protes agar kelulusan siswa tidak ditentukan dari nilai Ujian Akhir Nasional. tidak hanya mengenai pengetahuan tetapi juga membentuk kecakapan dan penghayatan dalam diri pribadi individu yang belajar. Tujuan ulangan harian untuk memperbaiki modul dan program pembelajaran serta sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan nilai bagi para peserta didik. Nasution berpendapat bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan pada individu yang belajar. perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu melaju lebih dahulu daripada proses pengajaran dan pembelajaran sehingga hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran tidak cocok/pas dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa. 2 selaras. Kedua.

E. BAB III METODE PENELITIAN 3. ( Ruseffendi. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mengguanakan observasi. karakteristik. Selama ini mayoritas guru baru memainkan peran sebagai pengajar. falsafah. proses yang sedang berlangsung. kenapa tidak dilaksanakan secara maksimal. sopan santun atau unggah-ungguh dalam kehidupannya sehari-hari. Peran sebagai pengajar lebih mudah dibanding dengan peran sebagai pendidik. Fenomena itu bisa berupa bentuk. Adapun peran sebagai pendidik. mengenai subjek yang akan kita teliti. 2006:72). aktivitas. orangtua dan masyarakat justru sangat dominan mewarnai kepribadian anak. falsafah. baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia.pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma. Guru hanya berkonsentrasi seputar kurikulum dan melupakan perannya sebagai pendidik. lebih-lebih nilai ujian nasional guru yang bersangkutan akan mendapat label tidak mampu dan tidak berhasil. kesamaan. pendapat yang berkembang. wawancara atau angket mengenai keadaan sekarang ini. . Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu. Akibat dari penilaian yang demikian sangat dimaklumi bila guru seluruh negeri tercinta ini hanya bercokol pada aspek pengajaran dan mengesampingkan peran tugas sebagai pendidik. akibat atau efek yang terjadi. mengingat masyarakat dan sekolah baru mau memotret keberhasilan guru hanya berdasar pencapaian nilai dalam ujian saja. Tanggungjawab pendidikan memang tidak hanya pada sekolah saja. Jangan kaget bila sampai saat ini banyak anak yang pandai/cerdas. berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma. Idealnya peran kedua-duanya dapat dilaksanakan dengan baik dan anak memiliki bekal hidup secara komplit. Meskipun demikian. Hal ini sangat dimaklumi. Ketiga. Fakta ini sungguh memprihatin-kan. sehingga anak dapat menghayati dengan benar serta mau melaksanakan dengan penuh kesadaran. guru harus mampu menanamkan nilai-nilai moral baik pada anak. Sebagai pengajar guru berkewajiban menyampaikan pemaham-an ilmu pengetahuan kepada anak sesuai dengan bidangnya masing-masing. namun kurang memiliki etika. Betapa sedihnya kaum guru bila belum mampu menuntaskan semua isi materi pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. 1994: 30) Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomenafenomena yang ada. dan metodologi pembelajaran Posisi guru dalam pembelajaran di kelas tidak sekadar pengajar tetapi juga sebagai pendidik. atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata.T.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Negeri kota jambi pada semester ganjil tahun ajaran 2009/2010 pada tanggal 02 Agusstus 2010. perubahan. Sehebat apapun guru dalam mengajar tanpa mampu meraih nilai maksimal. dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang tidak memadai atau tidak cocok lagi. Hal ini bukan semata-mata kesalahan anak. hubungan. misalnya kondisi atau hubungan yang ada. bila sekolah mampu berbuat yang terbaik. tetapi secara umum dunia pendidikan harus mau ikut bertanggungjawab.2 Rancangan penelitian Berdasarkan masalah yang akan diteliti maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode analitik. 3.

bila item pertanyaan pada angket disertai kemungkinan jawabanya. yaitu.3 Populasi Dan Sample 3.menurut faisal (1981:4) disebut angket tertutup.4. 3. kelompok untuk mana hasil penelitian akan diterapkan atau diberlakukan dalam penelitian ini. kemudian membuat nomor. yaitu: sensus tentang hal-hal yang nyata. sehingga responden tinggal memilih jawaban . Adapun insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3. Sampling merupakan persoalan metodologikal yang krusial dalam penelitian survey. sensus tentang halhal yang tidak nyata. Sampel yang dipilih untuk penelitian harus serupa dengan populasinya. Dalam penelitian survey. Adapun jenis dari penelitian deskriptif pada penelitian ini adalah daskriptif Analitik. 3.3. Dalam penelitian ini diperlukan sebanyak 30% sample dari populasi yang ada.1 Angket (kuisioner) Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup dangan jawaban yang telah disediakan pada setiap item pertnyaanya. dimasukkan dalam tempat dan dilocok. maka para peneliti biasanya memilih sebuah sub kelompok (sampel) dari populasi tersebut. sensus dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori. karena hasil atau kesimpulan penelitian yang diambil dari sampel akan diberlakukan/digeneralisasikan kepada populasinya. Kita melakukan pengocokkan terus sampai memperoleh sejumlah kertas kecil bernomor sebanyak yang diperlukan.3. Dimana studi jenis ini merupakan studi pengumpulan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif kecil jumlahnya. 3.2 Sampel Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. populasi adalah kelompok untuk mana para peneliti ingin melakukan generalisasi. Lebih lanjut dijelaskan. dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. kertas kecil kemudian digulung. Karena biasanya tidak mungkin melakukan survey terhadap seluruh angota populasi.4 Instrument penelitian Menurut suharsimi (1999 : 151) instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar peneliti lebih mudah mendapatkan hasil dan hasilnya lebih baik. dalam arti lebih cermat.1 populasi Populasi adalah keseluruahan objek penelitian (Arikunto. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang individu. dan analitik sampel tentang hal-hal yang tidak nyata.nomor pada kertas-kertas kecil. target populasi kami adalah semua guru bidang studi biologi di kelas XI SMA Negeri kota jambi tahun ajaran 2009/20010l dari semua lulusan program sarjana. Sample harus representative artinya segala karasteristik populasi harus tercermin dalam sample yang akan diambil. 2005). dalam hal ini semua guru bidang studi biologi di kelas XI SMA Negeri kota jambi tahun ajaran 2009/20010l. 2005). analitik sampel tentang hal-hal yang nyata. lengkap sistematis. Untuk penelitian ini teknik pengambilan sample yang digunakan adalah teknik random sederhana yaitu dengan cara memberi nomor semua anggota populasi. Prinsip pokok dalam memahami tentang pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa bagaimana cara sampel tersebut dipilih mempengaruhi kesimpulan-kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian. Berdasarkan ruang lingkupnya (sensus atau survai sampel) dan subyeknya (hal nyata atau tidak nyata).

C Ujicoba angket Angket yang sudah disusun tersebut kemudian di ujicobakan.5.2 Sumber data Menurut suharsimi (1999:112) sumber data adalah subjek dari mana data diperoleh. Penyusunan indikator Sebelum angket ini disusun. datanya berupa nilai ujian akhir biologi siswa. Menurut sugiono (2005:213) untuk menentukan valid atau tidak valid suatu butir dalam angket digugunakan rumus angka kasar. sering (sr). terlebih dahulu dibuat kisi-kisi angket yang meliputi indikator faktor internal guru biologi saat melakukan proses pembelajaran. 3. Dalam pembuatan angket tertutup ini penulis menggunakan sekala likert. Apabila peneliti menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya. Adapun responden penelitian ini adlah guru biologi kelas XI SMA Negeri kota jambi.4. Melakukan diskusi dengan guru biologi dan kepala Sekolah untuk rencana observasi 2. Menganalisis temuan saat melakukan observasi dan pelaksanaan observasi 3. tidak pernah (tp). Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran 4. baik pertanyaan tertulis atau lisan. 3. kadang-kadang(kd). Dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini ini dokumentasi proses pemebelajaran biologi di kelas XI SMA Negeri kota jambi. dan yang kedua data tentang nilai ujian biologi siswa kelas XI SMA Negeri kota jambi. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran yang dilakukan guru kelas XI SMA Negeri kota jambi 3. Kemudian untuk data tentag hasil ujian.3 Observasi Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap mengamati (observasi) yaitu: 1.2 Dokumentasi Penelitian ini juga menggunakan alat pengumpulan data dengan dokumentasi. yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti. Untuk kriteria penilaian peritem jawaban yang dijawab dijelaskan dalam tabel berikut: No Tingkatan skala likert Skort jawaban 1 Selalu 1 2 Sering 2 3 Kadang-kadang 3 4 Tidak pernah 4 Sumber : Sugiono (2005:108) Adpun lankah.yang dinilainya paling sesuai. Menurut sugiono (2005:107) sekala likert terdiri dari empat tingkatan yaitu selalu (sl). B. Penyusunan angket Setelah kisi-kisi angket dibuat selanjutnya dilakukan penyusunan penrnyataan angket yang berhubungan dengan indikator. yang pertama adalah data tentang keterampilan guru biologi kelas XI SMA Negeri kota jambi dalam menerapkan model pembelajaran.1 Data penelitian Dalam penelitian ini ada dua data yang digunakan.4. 3. .5 Pengumpulan data 3. maka sumber data disebut responden.5.langkah yang dilakukan dalam penyusunan angket adalah A.

Metode Statistic.blogspot. Harga mutlak dihitung dari selisih F(Z¬¬¬i). PT Raja Grafido Persada Silbermen M.... Jakarta Shertian. S. Selanjutnya dihitung proporsi Z1.6 Analisis data Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan uji normalitas. Jakarta Sudjana N. Menentukan peluang F (Z¬¬¬i) = P< (Z¬¬¬i) berdasarkan daftar distribusi normal baku. Tarsito Bandung Sudijono A 2006...Zn. Yogyakarya Silbermen M.. Penilaian Hasil Proses Belajar Mngajar.. jika proporsi ini dinyatakan oleh S(Z¬¬¬i) maka rumusnya S (Zi) = 5. Pt. jika (L0) < (Lt) maka table terdistribusi normal dan jika sebaliknya sample terdistribusi normal.Z2.S(Z¬¬¬i) dan diambil dari harga mutlak Yang paling besar sebagai L. 4. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data angket penelitian terdistribusi normal. 1996. Jakarta. Yogyakarya Rusfidra..Z2. pengertian belajar. 1997. 7. Yang lebih kecil atau sama dengan Z.Zn. http://sobatbaru. Rusfidra... Konsep Dasar Dan Teknik Supervise Pendidikan Dalan Rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia. DAFTAR PUSTAKA Ahmad dan joko. Jakarta Arianto Sam di 2008. Rineka Cipta. 1996.. Yapendia. 6. 1993 Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.. Zi = Keterangan: Z¬¬¬¬¬1 ¬¬¬=angka baku X = rata-rata S = simpangan baku 3.Xn untukl diubah menjadi angka baku Z1.hitung (L0). X2. 2000.05. Dari L table (Lt) untuk sebanyak N dan taraf nyata @= 0.05 dan dibandingkan dengan (L0). Model Belajar Mengajar. Menurut sujana (1992:466) langkah-langkah lilliefors sebagai berikut: Membuat tabulasi data Mengadakan pengamatan tarhadap X¬1. 2006. Pada taraf nyata @= 0.3. Pustaka Setia Bandung Ari kontoro S.…………. PT Rosdakarya.…………. 2006. Universitas Terbuka. Dalam penelitian ini digunakan uju lilloefors. Active Learning. Pengantar Evaluasi Pendidikan.html . Bandung Sudjana N. 2006.com/2008/05/pengertianbelajar. Oleh : Dr.. Bumi Aksara. Nusa Media. Active Learning.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->