BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu. Sebagai contoh, Microsoft membuat sebuah perangkat lunak Windows. Yang berhak untuk membuat salinan dari Windows adalah hanya Microsoft sendiri. Kepemilikan hak cipta dapat diserahkan secara sepenuhnya atau sebagian ke pihak lain. Sebagai contoh Microsoft menjual produknya ke publik dengan mekanisme lisensi. Artinya Microsoft memberi hak kepada seseorang yang membeli Windows untuk memakai perangkat lunak tersebut. Orang tersebut tidak diperkenankan untuk membuat salinan Windows untuk kemudian dijual kembali, karena hak tersebut tidak diberikan oleh Microsoft. Walaupun demikian seseorang tersebut berhak untuk membuat salinan jika salinan tersebut digunakan untuk keperluan sendiri, misalnya untuk keperluan backup. Contoh lain, musisi pop pada umumnya menyerahkan seluruh kepemilikan dari ciptaannya kepada perusahaan label dengan imbalan-imbalan tertentu. Misalnya Michael Jackson membuat sebuah album, kemudian menyerahkan hak cipta secara penuh ke perusahaan label Sony. Setelah itu yang memiliki hak cipta atas album tersebut bukanlah Michael Jackson tetapi Sony.

1

Serah terima hak cipta tidak melulu berhubungan dengan pembelian atau penjualan. Sebagai contoh adalah lisensi GPL yang umum digunakan pada perangkat lunak OpenSource. GPL memberikan hak kepada orang lain untuk menggunakan sebuah ciptaan asalkan modifikasi atau produk derivasi dari ciptaan tersebut memiliki lisensi yang sama. Kebalikan dari hak cipta adalah public domain. Ciptaan dalam public domain dapat digunakan sekehendaknya oleh pihak lain. Sebuah karya adalah public domain jika pemilik hak ciptanya menghendaki demikian. Selain itu, hak cipta memiliki waktu kadaluwarsa. Sebuah karya yang memiliki hak cipta akan memasuki public domain setelah jangka waktu tertentu. Sebagai contoh, lagu-lagu klasik sebagian besar adalah public domain karena sudah melewati jangka waktu kadaluwarsa hak cipta. Lingkup sebuah hak cipta adalah negara-negara yang menjadi anggota WIPO. Sebuah karya yang diciptakan di sebuah negara anggota WIPO secara otomatis berlaku di negara-negara anggota WIPO lainnya. Anggota non WIPO tidak mengakui hukum hak cipta. Sebagai contoh, di Iran, perangkat lunak Windows legal untuk didistribusikan ulang oleh siapapun.

1.2 RUMUSAN MASALAH 1. Mendeskripsikan Sejarah dan definisi Hak Cipta. 2. Mendeskripsikan Dasar hukum Hak Cipta. 3. Mendeskripsikan Ruang Lingkup Hak Cipta. 4. Mendeskripsikan Jenis – jenis Hak Cipta 5. Mendeskripsikan Cara Pendaftaran Hak Cipta. 6. Mendeskripsikan Contoh Kasus Hak Cipta & Cara Penyelesaiannya.

2

3 .1.3 TUJUAN PENULISAN MASALAH Tujuan Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Hukum Milik Perindustrian semester IV.

Sebelum penemuan mesin ini oleh Gutenberg. Baru ketika peraturan hukum tentang copyright mulai diundangkan pada tahun 1710 dengan Statute of Anne di Inggris. peraturan tersebut juga mengatur masa berlaku hak eksklusif bagi pemegang copyright. kemungkinan besar para penerbitlah. copyright diberikan secara otomatis kepada karya cipta. si pengarang otomatis mendapatkan hak eksklusif copyright 4 . Copyright ini diciptakan sejalan dengan penemuan mesin cetak. yaitu selama 28 tahun. bukan para pengarang. dan pengarang tidak harus mendaftarkan karyanya untuk mendapatkan copyright. proses untuk membuat salinan dari sebuah karya tulisan memerlukan tenaga dan biaya yang hampir sama dengan proses pembuatan karya aslinya. yang kemudian setelah itu karya tersebut menjadi milik umum. Selain itu. hak monopoli tersebut diberikan langsung kepada penerbit untuk menjual karya cetak. Dalam konvensi ini. Segera setelah sebuah karya dicetak atau disimpan dalam satu media. yang pertama kali meminta perlindungan hukum terhadap karya cetak yang dapat disalin.1 Sejarah dan definisi Hak Cipta  Sejarah Hak Cipta di Indonesia Konsep hak cipta di Indonesia merupakan terjemahan dari konsep copyright dalam bahasa Inggris (secara harafiah artinya "hak salin"). Berne Convention for the Protection of Artistic and Literary Works ("Konvensi Bern tentang Perlindungan Karya Seni dan Sastra" atau "Konvensi Bern") pada tahun 1886 adalah yang pertama kali mengatur masalah copyright antara negara-negara berdaulat. Peraturan tersebut juga mencakup perlindungan kepada konsumen yang menjamin bahwa penerbit tidak dapat mengatur penggunaan karya cetak tersebut setelah transaksi jual beli berlangsung.BAB II PEMBAHASAN 2. hak tersebut diberikan ke pengarang. bukan penerbit. Sehingga. Awalnya.

Perubahan undang-undang tersebut juga tak lepas dari peran Indonesia dalam pergaulan antarnegara. 5 . dan pada akhirnya dengan Undangundang Nomor 19 Tahun 2002 yang kini berlaku. pemerintah meratifikasi kembali Konvensi Bern melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1997 dan juga meratifikasi World Intellectual Property Organization Copyrights Treaty ("Perjanjian Hak Cipta WIPO") melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 1997. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997. Ratifikasi tersebut diwujudkan dalam bentuk Undang-undang Nomor 7 Tahun 1994. Undangundang tersebut kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. Pada tahun 1958.TRIPs ("Persetujuan tentang Aspek-aspek Dagang Hak Kekayaan Intelektual"). hingga si pengarang secara eksplisit menyatakan sebaliknya atau hingga masa berlaku copyright tersebut selesai. Perdana Menteri Djuanda menyatakan Indonesia keluar dari Konvensi Bern agar para intelektual Indonesia bisa memanfaatkan hasil karya. cipta. pemerintah meratifikasi pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO).terhadap karya tersebut dan juga terhadap karya derivatifnya. yang mencakup pula Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Propertyrights . yang merupakan undang-undang hak cipta yang pertama di Indonesia[1]. Pada tahun 1982. Pada tahun 1997. Pemerintah Indonesia mencabut pengaturan tentang hak cipta berdasarkan Auteurswet 1912 Staatsblad Nomor 600 tahun 1912 dan menetapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta. Pada tahun 1994. dan karsa bangsa asing tanpa harus membayar royalti.

prosedur. 2. metode atau konsep yang telah dituangkan dalam wujud tetap. tidak ada keharusan untuk mendaftarkan. Biasanya publikasi dilakukan dengan mencantumkan tanda Hak Cipta ©. Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Untuk mendapatkan perlindungan melalui Hak Cipta. Dengan demikian. 3. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menyatakan bahwa Hak Cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan. Definisi Hak Cipta Beberapa definisi mengenai Hak Cipta: 1. begitu suatu ciptaan berwujud. Hak Cipta: hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan ? pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. UU No. Pada umumnya pula. Pendaftaran hanya semata-mata untuk keperluan pembuktian belaka. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. 6 . hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. Pada dasarnya. maka secara otomatis Hak Cipta melekat pada ciptaan tersebut. seni dan sastra yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan diberikan pada ide.

18/ 1997 dan dinotifikasikan ke WIPO tanggal 5 Juni 1997. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty g) Keputusan Presiden RI No.2. 7 . dengan konsekuensi Indonesia harus melindungi dari seluruh negara atau anggota Berne Convention. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty 2. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the World Intellectual Property Organization f) Keputusan Presiden RI No. 12 1987beserta Peraturan pelaksanaannya. diubah UU no. Perlindungan Hak Cipta diatur dalam Undang-undang no.3 Ruang Lingkup Hak Cipta Menurut pasal 1 UU no 19 Tahun 2002 yang dimaksud dengan hak cipta adalah hak eklusif bagi pencipta atas pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. diubah lagi UU no.7 tahun 1987.6 tahun 1982 tentang Hak Cipta . a) Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO) b) Undang-undang Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan c) Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta d) Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek e) Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works h) Keputusan Presiden RI No.2 Dasar hukum Hak Cipta Indonesia saat ini telah meratifikasi konvensi internasional dibidang hak cipta yaitu namanya Berne Convension tanggal 7 Mei 1997 dengan Kepres No.

Pertunjukan 6. kecekatan. bahkan perkembangan perdagangan internasional. Karya senimatografi 11. program komputer. software. pamflet. Karya fotografi 10. imajinasi. 8 . Lagu-lagu. Alat peraga yang dibuat guna tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan 4. Peta 9. Menurut pasal 12 UU hak cipta adalah sebagai berikut : 1. Sedangkan ciptaan adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan. Karya siaran 5. kuliah.Penciptaan adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran. artinya bahwa konsep hak cipta telah sesuai dengan kepentingan masyarakat untuk melindungi hak-hak si pencipta berkenaan dengan ciptaannya bukan kepada penerbit lagi. Buku-buku. Terjemahan dan tafsiran meskipun hak cipta karya asli tetap dilindungi Pekembangan pengaturan hukum hak cipta sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dewasa ini. ketrampilan atau keahlian yang dituangkan kedalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Seni batik 8. seni atau sastra. Ceramah. karya tipografis 2. juga rekamanya 7. pidato atau ciptaan lainnya yang diwujudkan dengan cara pengucapan 3.

pidato. tari. dan  karya hasil pengalihwujudan berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali diumumkan.  pasal 30 UU Hak Cipta menyatakan bahwa Hak Cipta atas Ciptaan:  program komputer  sinematografi  fotografi. tafsir. program komputer. dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu  alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan  lagu atau musik dengan atau tanpa teks  drama atau drama musikal. yaitu:  buku. kolase. dan seni terapan  arsitektur  peta  seni batik  fotografi  sinematografi  terjemahan. dan semua hasil karya tulis lain  ceramah. seni patung. dan karya lain dari hasil pengalihwujudan. pewayangan. pamflet. kuliah. dan pantomim  seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis. koreografi. seni ukir. saduran.  database. database. Ciptaan yang dilindungi Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menetapkan secara rinci ciptaan yang dapat dilindungi. seni pahat. 9 . gambar. seni kaligrafi. bunga rampai. perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan.

pada umumnya. seni dan sastra  Ciptaan yang bersifat abstrak Ciptaan yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang hak cipta Hak-hak yang tercakup dalam hak cipta  Hak eksklusif Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:   Membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk. Ciptaan yang tidak diberi Hak Cipta Sebagai pengecualian terhadap ketentuan di atas. Menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan).4 Jenis – jenis Hak Cipta  Hak ekonomi = hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan nya  Hak moral = hak yang melekat pada diri pencipta yang tidak dapat dihapus tanpa alasan apapun. Mengimpor dan mengekspor ciptaan. 10 . tidak diberikan Hak Cipta untuk hal-hal berikut:  hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara  peraturan perundang-undangan.  pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah. 2. atau  keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya.  Hal – hal yang tidak bisa di daftarkan sebagai hak cipta:  Ciptaan di luar bidang ilmu pengetahuan. salinan elektronik).  putusan pengadilan atau penetapan hakim.

sesuai penggunaan Persetujuan TRIPs WTO (yang secara inter alia juga mensyaratkan penerapan bagian-bagian relevan Konvensi Bern). Hak moral diatur dalam pasal 24–26 Undang-undang Hak Cipta. misalnya pada medium 11 . walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan[2]. hak moral mencakup hak agar ciptaan tidak diubah atau dirusak tanpa persetujuan. Yang dimaksud dengan "hak eksklusif" dalam hal ini adalah bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut. sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni. Hak cipta di Indonesia juga mengenal konsep "hak ekonomi" dan "hak moral".  Hak ekonomi dan hak moral Banyak negara mengakui adanya hak moral yang dimiliki pencipta suatu ciptaan. Secara umum. keaslian. dan hak untuk diakui sebagai pencipta ciptaan tersebut.  menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum. suatu ciptaan harus mengandung faktor "keahlian. dan usaha". walaupun misalnya hak cipta atas ciptaan tersebut sudah dijual untuk dimanfaatkan pihak lain. di Inggris misalnya. Contoh pelaksanaan hak moral adalah pencantuman nama pencipta pada ciptaan. Pada sistem yang juga berlaku berdasarkan Konvensi Bern. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan. suatu hak cipta atas suatu ciptaan diperoleh tanpa perlu melalui pendaftaran resmi terlebih dahulu. rekaman. Menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain. sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta. bila gagasan ciptaan sudah terwujud dalam bentuk tertentu. Perolehan hak cipta Setiap negara menerapkan persyaratan yang berbeda untuk menentukan bagaimana dan bilamana suatu karya berhak mendapatkan hak cipta. siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun.

pita video. walaupun suatu ciptaan tidak perlu didaftarkan dulu untuk melaksanakan hak cipta. ceramah. tafsir. himpunan lagu yang direkam dalam satu media. serta komposisi berbagai karya tari pilihan). perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan. seni ukir. gambar. arsitektur. sinematografi. drama. fotografi. foto. Dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia. partitur lagu. saduran. bunga rampai (misalnya buku yang berisi kumpulan karya tulis. program komputer. tari. seni patung. Namun demikian. drama musikal. ciptaan tersebut harus memuat suatu 12 . terdapat perbedaan penerapan prinsip tersebut antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta. Prinsip ini umum berlaku. pewayangan. koreografi. misalnya dalam hukum Inggris (Copyright Designs and Patents Act 1988) dan Indonesia (UU 19/2002 pasal 8). dan tidak termasuk desain industri (yang dilindungi sebagai kekayaan intelektual tersendiri). Ciptaan hasil pengalihwujudan seperti terjemahan.tertentu (seperti lukisan. seni rupa dalam segala bentuk (seperti seni lukis. pidato. dan seni terapan). atau surat). seni pahat. peta. agar suatu ciptaan seperti buku atau film mendapatkan hak cipta pada saat diciptakan. Ciptaan yang dapat dilindungi Ciptaan yang dilindungi hak cipta di Indonesia dapat mencakup misalnya buku. seni kaligrafi. dan database dilindungi sebagai ciptaan tersendiri tanpa mengurangi hak cipta atas ciptaan asli (UU 19/2002 pasal 12). seni batik (dan karya tradisional lainnya seperti seni songket dan seni ikat). lagu atau musik dengan atau tanpa teks. Pemegang hak cipta bisa jadi adalah orang yang memperkerjakan pencipta dan bukan pencipta itu sendiri bila ciptaan tersebut dibuat dalam kaitannya dengan hubungan dinas. pemegang hak cipta sudah berhak atas hak cipta tersebut. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. yaitu sebagai bukti hak cipta yang sah. kuliah. Penanda hak cipta Dalam yurisdiksi tertentu. pantomim. pendaftaran ciptaan (sesuai dengan yang dimungkinkan oleh hukum yang berlaku pada yurisdiksi bersangkutan) memiliki keuntungan. pamflet. kolase.

Pada perkembangannya. Pemberitahuan atau pesan tersebut terdiri atas sebuah huruf c di dalam lingkaran (yaitu lambang hak cipta. persyaratan tersebut kini secara umum bersifat manasuka kecuali bagi ciptaan yang diciptakan sebelum negara bersangkutan menjadi anggota Konvensi Bern. kecuali 20 tahun setelah pertama kali disiarkan untuk karya siaran. Di Indonesia. atau sepanjang hidup penciptanya ditambah 70 tahun. Di kebanyakan negara di dunia. persyaratan tersebut kini umumnya tidak diwajibkan lagi. jangka waktu perlindungan hak cipta secara umum adalah sepanjang hidup penciptanya ditambah 50 tahun atau 50 tahun setelah pertama kali diumumkan atau dipublikasikan atau dibuat. terutama bagi negara-negara anggota Konvensi Bern. atau tanpa batas waktu untuk hak moral pencantuman nama pencipta pada ciptaan dan untuk hak cipta yang dipegang oleh 13 . Pemberitahuan hak cipta tersebut bertujuan untuk memberi tahu (calon) pengguna ciptaan bahwa ciptaan tersebut berhak cipta. Masa berlaku tersebut juga dapat bergantung pada apakah ciptaan tersebut diterbitkan atau tidak diterbitkan. ©). jangka waktu berlakunya hak cipta biasanya sepanjang hidup penciptanya ditambah 50 tahun. Jika ciptaan tersebut telah dimodifikasi (misalnya dengan terbitnya edisi baru) dan hak ciptanya didaftarkan ulang. Bentuk pesan lain diperbolehkan bagi jenis ciptaan tertentu. masa berlaku hak cipta semua buku dan ciptaan lain yang diterbitkan sebelum tahun 1923 telah kadaluwarsa. Jangka waktu perlindungan hak cipta Hak cipta berlaku dalam jangka waktu berbeda-beda dalam yurisdiksi yang berbeda untuk jenis ciptaan yang berbeda. akan tertulis beberapa angka tahun. dan bukan pada tanggal meninggalnya pencipta. atau kata "copyright". Di Amerika Serikat misalnya. hak cipta tepat mulai habis masa berlakunya pada akhir tahun bersangkutan. Dengan perkecualian pada sejumlah kecil negara tertentu. yang diikuti dengan tahun hak cipta dan nama pemegang hak cipta."pemberitahuan hak cipta" (copyright notice). Secara umum.

dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari penciptanya. Penegakan hukum atas hak cipta Penegakan hukum atas hak cipta biasanya dilakukan oleh pemegang hak cipta dalam hukum perdata. kegiatan dalam lingkup pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perkecualian dan batasan hak cipta Perkecualian hak cipta dalam hal ini berarti tidak berlakunya hak eksklusif yang diatur dalam hukum tentang hak cipta. Kepentingan yang wajar dalam hal ini adalah "kepentingan yang didasarkan pada keseimbangan dalam menikmati manfaat ekonomi atas suatu ciptaan". Termasuk dalam pengertian ini adalah pengambilan ciptaan untuk 14 . Pemakaian ciptaan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta apabila sumbernya disebut atau dicantumkan dengan jelas dan hal itu dilakukan terbatas untuk kegiatan yang bersifat nonkomersial termasuk untuk kegiatan sosial. kegiatan penelitian dan pengembangan. namun kini semakin lazim pada perkara-perkara lain.Negara atas folklor dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama (UU 19/2002 bab III dan pasal 50). misalnya. Dalam Undang-undang Hak Cipta yang berlaku di Indonesia. sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/2002 bab XIII). Sanksi pidana secara umum dikenakan kepada aktivitas pemalsuan yang serius. Contoh perkecualian hak cipta adalah doktrin fair use atau fair dealing yang diterapkan pada beberapa negara yang memungkinkan perbanyakan ciptaan tanpa dianggap melanggar hak cipta. beberapa hal diatur sebagai dianggap tidak melanggar hak cipta (pasal 14–18). Sanksi pidana atas pelanggaran hak cipta di Indonesia secara umum diancam hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah. namun ada pula sisi hukum pidana.

penyebutan atau pencantuman sumber ciptaan yang dikutip harus dilakukan secara lengkap. pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah. Artinya. Demikian pula halnya dengan pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita. Di Amerika Serikat. dapat menimbulkan gangguan atau bahaya terhadap pertahanan keamanan negara. putusan pengadilan atau penetapan hakim. dan ketertiban umum" (pasal 17)[2]. peraturan perundang-undangan. Khusus untuk pengutipan karya tulis. Selain itu. ataupun menimbulkan masalah kesukuan atau ras. dan nama penerbit jika ada. yaitu tidak berhak cipta. Pasal 14 Undang-undang Hak Cipta mengatur bahwa penggunaan atau perbanyakan lambang Negara dan lagu kebangsaan menurut sifatnya yang asli tidaklah melanggar hak cipta. ataupun keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya (misalnya keputusan-keputusan yang memutuskan suatu sengketa). lembaga penyiaran. 15 . semua dokumen pemerintah. untuk dijadikan cadangan semata-mata untuk digunakan sendiri[2].19 Tahun 2002 pasal 13. tidak ada hak cipta atas hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara. Selain itu. seorang pemilik (bukan pemegang hak cipta) program komputer dibolehkan membuat salinan atas program komputer yang dimilikinya. bertentangan dengan norma kesusilaan umum yang berlaku dalam masyarakat. dengan mencantumkan sekurang-kurangnya nama pencipta. Menurut UU No. tidak peduli tanggalnya. Undang-undang Hak Cipta juga mengatur hak pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan atau mewajibkan pihak tertentu memperbanyak ciptaan berhak cipta demi kepentingan umum atau kepentingan nasional (pasal 16 dan 18). ataupun melarang penyebaran ciptaan "yang apabila diumumkan dapat merendahkan nilai-nilai keagamaan.pertunjukan atau pementasan yang tidak dikenakan bayaran. ketika orang mengambil hak cipta seseorang maka orang tersebut akan mendapat hukuman yang sesuai pada kejahatan yang di lakukan. berada dalam domain umum. judul atau nama ciptaan.

Keberhasilan proyek perangkat lunak bebas seperti Linux. 16 . yaitu adanya masyarakat informasi baru. 2. lisensi semacam itu disebut copyleft atau lisensi perangkat lunak bebas. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan IntelektualDepartemen Hukum dan HAM (Ditjen HKI-DepkumHAM). Kritik atas konsep hak cipta Kritikan-kritikan terhadap hak cipta secara umum dapat dibedakan menjadi dua sisi. Ciptaan dapat didaftarkan ke Kantor Hak Cipta. dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap. yang dirancang untuk memastikan kebebasan ciptaan dan tidak menerapkan hak eksklusif yang bermotif uang. Mozilla Firefox.5 Cara Pendaftaran Hak Cipta Cara pendaftaran Hak Cipta Perlindungan suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk yang nyata. dan Server HTTP Apache telah menunjukkan bahwa ciptaan bermutu dapat dibuat tanpa adanya sistem sewa bersifat monopoli berlandaskan hak cipta. pencipta maupun pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan mendapat surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan tersebut. Pendaftaran ciptaan tidak merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan hak cipta. yaitu sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta tidak pernah menguntungkan masyarakat serta selalu memperkaya beberapa pihak dengan mengorbankan kreativitas. Namun demikian. dan sisi yang berpendapat bahwa konsep hak cipta sekarang harus diperbaiki agar sesuai dengan kondisi sekarang. Produk-produk tersebut menggunakan hak cipta untuk memperkuat persyaratan lisensinya.dan surat kabar atau sumber sejenis lain.

permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan   satu Badan Hukum dengan demikian nama-nama harus ditulissemuanya . 75.Beberapa Hal Tentang Pengajuan Permintaan Hak Cipta Syarat untuk permohonan pendataran Hak Cipta:    mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan: nama. contoh ciptaan dengan ketentuan sebagai berikut: 17 . kewarganegaraan uraian ciptaanrangkap dua surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan :   melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi KTP. 12 Tahun 1997) 1. 2. b. melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya.000 (tujuhpuluh lima ribu rupiah). surat kuasa khusus. apabila permohonan diajukan melalui kuasa. Permohonan pendaftaran ciptaan diajukan dengan cara mengisi formulir yang disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 2 (dua). Pemohon wajib melampirkan: a.  Prosedur Pendaftaran Ciptaan (Berdasarkan Undang-Undang No. membayar biaya permohonannya pendaftaran sebesar Rp. dengan menetapkan satu alamat pemohon .

sinematografi: 2 (dua) buah rekamannya. fotokopi kartu tanda penduduk. seni ukir. dan 18 . terjemahan: 2 (dua) buah naskah yang disertai izin dari pemegang hak cipta. tari (koreografi): 10 (sepuluh) buah gambar atau 2 (dua) buah rekamannya. CD/VCD/DVD: 2 (dua) buah disertai dengan uraian ciptaannya. salinan resmi akta pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisasi notaris. seni lukis. seni batik. fotografi: 10 (sepuluh) lembar. karya pertunjukan: 2 (dua) buah rekamannya. seni pahat. logo dan gambar: masingmasing 10 (sepuluh) lembar berupa foto. pewayangan: 2 (dua) buah naskah tertulis atau rekamannya. alat peraga: 1 (satu) buah disertai dengan buku petunjuknya. program komputer: 2 (dua) buah disket disertai buku petunjuk pengoperasian dari program komputer tersebut.                      buku dan karya tulis lainnya: 2 (dua) buah yang telah dijilid dengan edisi terbaik. seni kaligrafi. drama: 2 (dua) buah naskah tertulis atau rekamannya. arsitektur: 1 (satu) buah gambar arsitektur. seni motif. seni patung. Apabila suatu buku berisi foto seseorang harus dilampirkan surat tidak keberatan dari orang yang difoto atau ahli warisnya. karya siaran: 2 (dua) buah rekamannya. p e t a: 1 (satu) buah. saduran dan bunga rampai: 2 (dua) buah naskah. tafsir. apabila pemohon badan hukum. seni kerajinan tangan dan kolase: masing-masing 10 (sepuluh) lembar berupa foto. pantomim: 10 (sepuluh ) buah gambar atau 2 (dua) buah rekamannya. lagu: 10 (sepuluh) buah berupa notasi dan atau syair.

000. 75..00 2. 150.00 4. Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Satuan Tarif 1. Biaya pencatatan lisensi Hak Cipta Per permohonan Rp.000. 50. Biaya permohonan pendaftaran suatu ciptaan berupa program komputer Per permohonan Rp. Biaya permohonan pencatatan pemindahan hak atas suatu ciptaan yang terdaftar dalam daftar umum ciptaan Per permohonan Rp.000. bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp.000.000.00 5.00 3. Biaya permohonan petikan tiap pendaftaran ciptaan dalam daftar umum ciptaan Per permohonan Rp.000.00. 50. Biaya permohonan pendaftaran suatu ciptaan Per permohonan Rp. Biaya permohonan perubahan nama dan alamat suatu ciptaan yang terdaftar dalam daftar umum ciptaan Per permohonan Rp.000. 19 .00 6. Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 75.75.*) Dalam hal permohonan pendaftaran ciptaan yang pemegang hak ciptanya bukan si pencipta sendiri.(tujuh puluh lima ribu rupiah).50 Tahun 2001 No. pemohon wajib melampirkan bukti pengalihan hak cipta tersebut. 75.

Makki Ungu dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus pelanggaran hak cipta. diminta menjadi pengawas selam oleh tim ekspedisi Metro TV yang akan mengadakan peliputan panorama bawah laut di perairan Sorong. seorang instruktur selam. Kasus bermula ketika pada bulan Februari 2004 lalu. Papua. permasalahan bermula saat tak ada kata sepakat soal kontrak pihaknya dengan Aksima. vokalis grup Rasio.  Majalah Berita Mingguan Tempo.  EMI Music Gugat Hi5 dan YouTube  Blogger Dituduh Bocorkan Lagu Guns N' Roses  BluWiki. Sjukrie.6 Contoh Kasus Hak Cipta & Cara Penyelesaiannya Contoh Kasus pelanggaran Hak cipta Beberapa contoh kasus pelanggaran Hak cipta:  Makki ungu terjerat kasus pelanggaran hak cipta.E. Menurut Pebri. Michael F.2. oleh Pebrian Gineung Aratidino. pada halaman 88 memuat artikel tentang kasus gugatan hak cipta yang melibatkan seorang fotografer bawah laut melawan Harian Media Indonesia. edisi 9 April 2006. label milik Makki.com Tuding Apple Langgar Hak Cipta 20 .

hakim dapat memerintahkan pelanggar untuk menghentikan kegiatan Pengumuman dan/atau Perbanyakan Ciptaan atau barang yang merupakan hasil pelanggaran Hak Cipta. (3) Sebelum menjatuhkan putusan akhir dan untuk mencegah kerugian yan g lebih besar pada pihak yang haknya dilanggar. b. pertunjukan atau pameran karya. mengubah isi Ciptaan. c. meniadakan nama Pencipta yang tercantum pada Ciptaan itu. pertemuan ilmiah. mengganti atau mengubah judul Ciptaan. (2) Pemegang Hak Cipta juga berhak memohon kepada Pengadilan Niaga agar memerintahkan penyerahan seluruh atau sebagian penghasilan yang diperoleh dari penyelenggaraan ceramah. mencantumkan nama Pencipta pada Ciptaannya. atau d.  Pasal 56 (1) Pemegang Hak Cipta berhak mengajukan gugatan ganti rugi kepada Pengadilan Niaga atas pelanggaran Hak Ciptaannya dan meminta penyitaan terhadap benda yang diumumkan atau hasil Perbanyakan Ciptaan itu.PENYELESAIAN SENGKETA Cara penyelesaian sengketa mengenai hak cipta di atur dalam UNDANGUNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA BAB X  Pasal 55 Penyerahan Hak Cipta atas seluruh Ciptaan kepada pihak lain tidak mengurangi hak Pencipta atau ahli warisnya untuk menggugat yang tanpa persetujuannya: a. 21 . yang merupakan hasil pelanggaran Hak Cipta.

22 . (4) Dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari setelah gugatan didaftarkan. Pengadilan Niaga mempelajari gugatan dan menetapkan hari sidang.  Pasal 59 Gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55. dan Pasal 58 wajib diputus dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari terhitung sejak gugatan didaftarkan di Pengadilan Niaga yang bersangkutan.  Pasal 60 (1) Gugatan atas pelanggaran Hak Cipta diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga. (3) Panitera menyampaikan gugatan kepada Ketua Pengadilan Ni aga paling lama 2 (dua) hari terhitung setelah gugatan didaftarkan. (2) Panitera mendaftarkan gugatan tersebut pada ayat (1) pada tanggal gugatan diajukan dan kepada penggugat diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dengan tanggal yang sama dengan tanggal pendaftaran. Pasal 56. Pasal 57 Hak dari Pemegang Hak Cipta sebagai mana dimaksud dalam Pasal 56 tidak berlaku terhadap Ciptaan yang berada pada pihak yang dengan itikad baik memperoleh Ciptaan tersebut semata-mata untuk keperluan sendiri dan tidak digunakan untuk suatu kegiatan komersial dan/atau kepentingan yang berkaitan dengan kegiatan komersial.  Pasal 58 Pencipta atau ahli waris suatu Ciptaan dapat mengajukan gugatan ganti rugi atas pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.

23 . (3) Putusan atas gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang memuat secara lengkap pertimbangan hukum yang mendasari putusa n tersebut harus diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dan apabila diminta dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun terhadap putusan tersebut diajukan suatu upaya hukum. Pasal 61 (1) Pemanggilan para pihak dilakukan oleh juru sita paling lama 7 (tujuh) hari setelah gugatan didaftarkan. (4) Isi putusan Pengadilan Niaga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) wajib disampaikan oleh juru sita kepada para pihak paling lama 14 (empat belas) hari setelah putusan atas gugatan diucapkan. (2) Permohonan kasasi sebagaima na dimaksud pada ayat (1) diajukan paling lama 14 (empat belas) hari setelah tanggal putusan yang dimohonkan kasasi diucapkan atau diberitahukan kepada para pihak dengan mendaftarkan kepada Pengadilan yang telah memutus gugatan tersebut.(5) Sidang pemeriksaan atas gugatan dimulai dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari setelah gugatan didaftarkan. (2) Putusan atas gugatan harus diucapkan paling lama 90 (sembilan puluh) hari setelah gugatan didaftarkan dan dapat diperpanjang paling lama 30 (tiga puluh) hari atas persetujuan Ketua Mahkamah Agung. (3) Panitera mendaftar permohonan kasasi pada tanggal permohonan yang bersangkutan diajukan dan kepada pemohon kasasi diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh panitera dengan tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan pendaftaran. Pasal 62 (1) Terhadap putusan Pengadilan Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (4) hanya dapat diajukan kasasi.

(4) Panitera wajib mengirimkan berkas perkara kasasi yang bersangkutan kepada Mahkamah Agung paling lama 14 (empat belas) hari setelah lewat jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Putusan atas permohonan kasasi harus diucapkan paling lama 90 (sembilan puluh) hari setelah permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah Agung. (2) Panitera wajib mengirimkan permohonan kasasi dan memori kasasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada pihak termohon kasasi paling lama 7 (tujuh) hari setelah memori kasasi diterima oleh panitera.  Pasal 64 (1) Mahkamah Agung wajib mempelajari berkas perkara kasasi dan menetapkan hari sidang paling lama 7 (tujuh) hari setelah permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah Agung.Pasal 63 (1) Pemohon kasasi wa jib menyampaikan memori kasasi kepada panitera dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal permohonan kasasi didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (2). (3) Termohon kasasi dapat mengajukan kontra memori kasasi kepada panitera paling lama 14 (empat belas) hari setelah tanggal termohon kasasi menerima memori kasasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan panitera wajib menyampaikan kontra memori kasasi kepada pemohon kasasi paling lama 7 (tujuh) hari setelah kontra memori kasasi diterima oleh panitera. (2) Sidang pemeriksaan atas permohonan kasasi mulai dilakukan paling lama 60 (enam puluh) hari setelah permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah Agung. (4) Putusan atas permohonan kasasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang memuat secara lengkap pertimbangan hukum yang mendasari putusan tersebut harus diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum. 24 .

dan Pasal 65 tidak mengurangi hak Negara untuk melakukan tuntutan pidana terhadap pelanggaran Hak Cipta.(5) Panitera Mahkamah Agung wajib menyampaikan salinan putusan kasasi kepada panitera paling lama 7 (tujuh) hari setelah putusan atas permohonan kasasi diucapkan. 25 . Pasal 56.  Pasal 65 Selain penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 dan Pasal 56. para pihak dapat menyelesaikan perselisihan tersebut melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa. (6) Juru sita wajib menyampaikan salinan putusan kasasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) kepada pemohon kasasi dan termohon kasasi paling lama 7 (tujuh) hari setelah putusan kasasi diterima oleh panitera.  Pasal 66 Hak untuk mengajukan gugatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55.

BAB II PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran 26 .

org/wiki/Hak_cipta 27 .php?name=News&file=article&sid=94&them e=Printer  http://id.DAFTAR PUSTAKA  By Direktorat Riset dan Kajian Strategis. lihat Wikipedia:Hak cipta  Vivanews.com/kioss/index. All Rights Reserved  Institut Pertanian Bogor  Untuk hak cipta Wikipedia.wikipedia.com  http://kioss.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful