P. 1
Memahami Konsep Luas Bangun Datar Untuk Anak Sekolah Dasar

Memahami Konsep Luas Bangun Datar Untuk Anak Sekolah Dasar

|Views: 3,866|Likes:

More info:

Published by: Sri Edo Kusumaning Rahayu on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2015

pdf

text

original

Memahami Konsep Luas Bangun Datar untuk Anak Sekolah Dasar Read more: Memahami Konsep Luas Bangun

Datar untuk Anak Sekolah Dasar|EDUCATION FOR OUR COUNTRY - PENDIDIKAN UNTUK NEGERI KITA Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives Nah, kita ini kan guru, guru harus cerdas duluan sebelum mencerdaskan anak buahnya, Yuk, kita belajar bersama-sama tentang materi materi ajar kita. Pertamax , kita aka pelajari tentang luas Bangun Datar, sebelum kita mengarak ke hitung-menghitung Luas Bangun Darat, kita harus kenalkan dulu konsep pengenalannya. Sungguh ironis sekali jika kita menyuguhkan semua rumus yang dikemas kedalam tabel, kemudian memerintahkan kepada mereka untuk , menghapal semua rumus dalam satu waktu. Jika demikaian mereka bukan akan menjadi sesorang yang "memahami" namun lebih tepatnya adalah sebagai "mesin penghapal"

Menurut teori yang di kemukakan oleh Bruner, Tidak hanya tingkat kedalaman konsep yang diberikan pada siswa tetapi harus disesuaikan dengan tingkat kemampuannya, cara penyampaian materi pun demikian pula. Guru harus mengetahui tingkat perkembangan mental siswa dan bagaimana pengajaran yang harus dilakukan sesuai dengan tahap-tahap. Sebelum membahas mengenai kegiatan yang kita lakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa, ada baiknya kita tau bagaimana sih penerapan yang dikemukakan oleh Bruner dalam pembelajaran matematika usia Sekolah Dasar ? Berikut ini penjelasannya : Aplikasi Teori Bruner Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Penerapan teori belajar Bruner dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan: 1. Sajikan contoh dan bukan contoh dari konsep-konsep yang anda ajarkan. Misal : untuk contoh mau mengajarkan bentuk bangun datar segiempat, sedangkan bukan contoh adalah berikan bangun datar segitiga, segi lima atau lingkaran. 2. Bantu si belajar untuk melihat adanya hubungan antara konsep-konsep. Misalnya berikan pertanyaan kepada sibelajar seperti berikut ini ” apakah nama bentuk ubin yang sering digunakan untuk menutupi lantai rumah? Berapa cm ukuran ubin-ubin yang dapat digunakan? 3. Berikan satu pertanyaan dan biarkan biarkan siswa untuk mencari jawabannya sendiri. Misalnya Jelaskan ciri-ciri/ sifat-sifat dari bangun Ubin tersebut? Sebagai pengantar dalam memahami konsep luas, dapat dimulai dengan kegiatan berikut. a. Menutup benda yang memiliki permukaan datar (misalnya meja) dengan berbagai bangun datar yang lebih kecil sebagai satuan luas, Misalnya lihat gambar dibawah ini :

Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku. Setelah itu lanjutkan dengan benda yang memiliki permukaan datar lainnya, misalnya papan tulis dan sebagainya. Catatan: Meskipun hasil ini belum menunjukkan luas secara tepat tetapi cukup untuk mengantarkan siswa menuju pengertian luas yang sebenarnya. b. Menggambar bangun datar kemudian ditutup dengan gambar bangun datar yang lain yang lebih kecil sebagai satuan luas, misal seperti pada Gambar berikut.

Kemudian hitunglah banyaknya satuan luas penutupnya. Hasil hitungan tersebut merupakan luas daerah yang diukur dengan satuan yang tidak baku. Setelah itu lanjutkan dengan bangun datar lainnya, misalnya jajargenjang, segitiga dan sebagainya. c. Setelah itu buatlah tabel seperti di bawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai pemahaman mengenai luas.

.

kita tidak mesti mencantumkan satuan luas yang sudah baku seperti cm^2. Keberhasilan itu tidak hanya dilihat dalam upaya memilih alat. tetapi satu persegi satuan secara umum. Dalam pembicaraan selanjutnya. akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. di mana pada . akan tetapi guru harus membuat strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan guna menghindari kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran.net) yang menyatakan bahwa siswa sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun sudah berada pada tahap operasional konkret. Penerapan konsep matematis pada aspek yang dikenali akan sangat membantu siswa dalam memahami mata pelajaran matematika.1 di atas. maka akan terlihat bahwa ’persegi’ merupakan satuan yang paling mudah dibayangkan dan menutup secara rapat. Oleh karena itu. pendidikan menengah maupun pendidikan tinggi.aji. tugas utama bagi guru adalah menciptakan suasana belajar yang baik yang dapat memotivasi siswa sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Keberhasilan peserta didik tidak terlepas dari peranan guru dalam proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Konsep-konsep matematika yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan diberikan secara bertahap sesuai dengan perkembangan mental dan intelektual siswa.0fees. m^2 dan sebagainya. pendekatan dan teknik pembelajaran. logis dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada jenjang pendidikan dasar. MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MENGHITUNG VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI REPRESENTASI ENAKTIF. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat menyimpulkan bahwa luas bangun datar adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutup (secara rapat) daerah tersebut. Berdasarkan teori Piaget (dalam http:// www. Pembelajaran yang mengakomodasi lingkungan siswa. Konsep-konsep tersebut tersusun secara hierarkis. Salah satu upaya untuk membuat siswa memahami konsep abstrak dalam matematika dilakukan dengan menerapkan konsep-konsep tersebut dalam aspek-aspek kehidupan yang terkait dengan kehidupan siswa.Dari Tabel 2. IKONIK DAN SIMBOLIK PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI 8 MAND BAB I PENDAHULUAN A.

ikonik dan simbolik dengan alasan bahwa penerapan konsep melalui representasi enaktif. Namun kenyataannya penjelasan materi yang diberikan oleh guru seringkali dirasakan sulit bagi siswa di dalam memahaminya. dapat dilihat dari hasil ujian siswa Tahun Ajaran 2007/2008 semester pertama yang hanya memperoleh rata-rata 5. siswa diberikan penjelasan materi dengan menggunakan gambar atau diagram kemudian pada representasi simbolik. Rendahnya prestasi belajar matematika merupakan sebuah fenomena yang terjadi hampir di semua sekolah. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari? . Bertitik tolak dari permasalahan tersebut di atas. B. Oleh karena itu penulis merasa tertarik dengan penerapan konsep pembelajaran melalui representasi enaktif. maka peneliti bersama dengan guru kelas V SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari menyepakati untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika dengan melakukan penelitian tindakan kelas dan merumuskan dalam sebuah judul “Meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok melalui representasi enaktif. mereka belum dapat dipisahkan dari dunia kongkrit atau hal-hal yang faktual. maupun volume atau isi dari kubus dan balok tersebut. bahkan masih ada siswa yang belum bisa membedakan antara kubus dengan balok. Hal ini juga terjadi di SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. masih sangat terikat pada fakta-fakta perseptual.75.tahap ini anak mengembangkan pemikiran logis. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas V SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari sekaligus observasi awal pada tanggal 2 Maret 2009.65. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 hasil ujian siswa semester pertama hanya mencapai 5. guru menjelaskan bahwa masih banyak materi matematika yang belum dikuasai oleh siswa. Salah satunya adalah permasalahan tentang menghitung volume kubus dan balok. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan di atas. siswa diberikan contoh konkret sesuai dengan materi yang akan disajikan. artinya bahwa siswa mempunyai karakteristik sendiri. Akibatnya adalah rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman konsep tentang volume kubus maupun balok. siswa diberikan penjelasan materi dengan menggunakan simbol-simbol abstrak. sehingga dengan demikian siswa akan lebih mudah memecahkan masalah matematika khususnya yang berkaitan dengan volume kubus maupun balok pada tingkatan yang lebih kompleks. Bahkan. Hal ini disebabkan oleh proses penyajian materi yang tidak sesuai dengan karakteristrik siswa sekolah dasar. dari tahun ke tahun prestasi belajar siswa masih tergolong rendah. di mana dalam proses berpikirnya. Proses penyajian tahapan pembelajaran seperti ini sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang merupakan dasar bagi penerapan konsep karena siswa dapat melihat langsung bagaimana cara menemukan volume kubus dan balok. Hal ini. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok dapat ditingkatkan melalui representasi enaktif. Permasalahan siswa tersebut harus dicarikan solusinya agar tidak mempengaruhi penguasaan konsep matematika pada jenjang kelas berikutnya. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari”. apalagi salah satu ciri dari matematika adalah obyeknya bersifat abstrak dan hirarkis yang menyebabkan tingkat kesulitan yang relatif tinggi bagi siswa sekolah dasar. kemudian pada representasi ikonik. Banyaknya materi matematika yang tidak dikuasai oleh siswa yang disebabkan oleh pemahaman konsep dasar yang masih rendah sehingga menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan dalam matematika.

khususnya yang berkaitan dengan cara mengajarkan konsep matematika yang tepat pada siswa sekolah dasar.C. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. D. dapat meningkatkan pemberdayaan representasi enaktif. Kajian Teori 1. Bagi Peneliti Dapat mengetahui secara langsung permasalahan dalam pembelajaran. maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok melalui representasi enaktif. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Proses Belajar-Mengajar Matematika . 2. ikonik dan simbolik dalam pembelajaran matematika agar prestasi belajar siswa meningkat. Bagi Siswa Dapat meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok yang pada akhirnya siswa dapat meningkatkan prestasi belajar matematikanya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 3. Bagi Sekolah Dengan hasil penelitian ini diharapkan SD Negeri 8 Mandonga. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Bagi Guru Sebagai bahan masukan bagi guru dalam meningkatkan proses pembelajaran di kelasnya apalagi pada siswa yang berada pada tahap operasi konkret. 4.

Dengan belajar. 1986: 38-39). Howard L. 2004: 127). manusia melakukan perubahan-perubahan kualitas individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Belajar adalah suatu proses dan bukan suatu hasil. Kita pun hidup menurut hidup dan bekerja menurut apa yang telah kita pelajari. Belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis dan seterusnya. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang diubah melalaui praktek dan latihan dan perubahan itu relatif permanen. mendefinisikan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar adalah memperoleh pengetahuan. Belajar sebagai perubahan sikap akibat pengalaman dan latihan. adannya tendensi ke arah yang lebih sempurna atau lebih baik dari dalam keadaan sebelumnya. Berdasarkan uraian di atas.Belajar adalah penambahan pengetahuan. Whittaker (dalam Ahmadi. akan tetapi lebih luas dari itu. Morgan. Belajar bukan hanya mengingat. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah penambahan pengetahuan yang dieroleh melalui latihan dan pengalaman sehingga terjadi perubahan tingkah laku individu. Skinner (1958) (dalam Walgito. . Di samping itu juga dikemukakan bahwa perubahan perilaku itu sebagai akibat belajar karena latihan (practice) atau karena pengalaman. Hilgard menyatakan bahwa belajar adalah proses yang melahirkan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboratorium atau dalam lingkungan alamiah) (Nasution. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Cronbach mendefinisikan belajar yang efektif adalah melalui pengalaman. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan. Menurut Soemantoro (1998: 103). Belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Bertolak dari uraian di atas. 2004: 166-167) mendefinisikan belajar merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresivitas. seseorang berinteraksi langsung dengan objek belajar dengan menggunakan semua alat indranya. (1984) menjelaskan bahwa belajar itu adalah perubahan perilaku atau performance itu relative permanent. belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan. dkk. Menurut Hamalik (2007: 27-28) bahwa belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Dalam proses belajar. Karena itu. Kingsley mendefinisikan belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan. Belajar itu bukan sekedar pengalaman. Ini berarti bahwa sebagai akibat dari belajar adannya sifat progresivitas. Semua aktifitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. belajar merupakan suatu proses. yang secara lebih khusus mengartikan belajar adalah menyerap pengetahuan. Belajar adalah proses dari perkembangan hidup manusia. Para ahli beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu atau menuntut ilmu. James O. yakni mengalami. Mc Geoch menjelaskan bahwa belajar membawa perubahan dalam performance dan perubahan itu sebagai akibat dari latihan (practice). Menurut pengertian ini.

sehingga sasaran yang diharapkan dapat tercapai atau terlaksana dengan baik. maksudnya adalah: a. pengetahuan dan sikap. apabila kita ingin mengajarkan sesuatu kepada anak/peserta didik dengan baik dan berhasil pertama-tama yang harus diperhatikan adalah metode atau cara pendekatan yang akan dilakukan. Metode mengajar yang diterapkan dalam suatu pengajaran dikatakan efektif bila menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan atau dengan kata lain tujuan tercapai. 2006: 73). Dalam definisi ini dikatakan bahwa seseorang mengalami proses belajar kalau ada perubahan dari tidak tahu menjadi tahu. Crow dan Alice Crow (dalam Roestiyah. Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaan metode mengajar yang serasi dengan tujuan mengajar. jika pengetahuan tentang metode dapat mengaplikasikannya dengan tepat maka sasaran untuk mencapai tujuan akan semakin efektif dan efisien. Metode mengajar yang dipergunakan akan menentukan suksesnya pekerjaan selaku guru kelas (Hadi. Menurut Simanjuntak (1993: 8) bahwa prinsip cara belajar peserta didik aktif dalam pengajaran matematika adalah bahwa setiap konsep baru selalu diperkenalkan melalui kerja praktek yang cukup. dalam menguasai ilmu pengetahuan. Pengalaman peserta didik melalui kerja praktek merupakan hal yang diutamakan. .Lestes D. 2005: 141). Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Simanjuntak (1993: 80-81). Dengan demikian. Berdasarkan uraian di atas. Proses penyampaian itu sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu (Sanjaya. karena metode atau cara pendekatan yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Mengajar adalah suatu aktifitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar. Belajar dilihat dari asal-usul katanya berarti memperlihatkan sesuatu kepada seseorang melalui tanda atau simbol. c. Dengan kata lain bahwa untuk menerapkan suatu metode atau pendekatan dalam pengajaran matematika sebelumnya menyusun strategi belajar-mengajar. bahwa masalah ini sangat penting bagi para calon guru karena menyangkut kelancaran tugasnya. Penggunaan tanda atau simbol dimaksudkan untuk membangkitkan atau menumbuhkan respon mengenai kejadian seseorang. Pengalaman langsung yang dialami peserta didik akan membawanya pada tingkat memahami. b. Belajar merupakan suatu proses di mana guru terutama melihat apa yang terjadi selama murid menjalani pengalaman edukatif. Kata teach atau mengajar berasal dari bahasa Inggris Kuno. maka dapat disimpulkan bahwa cara belajar siswa aktif akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika dalam proses belajarnya dengan memperlihatkan hal-hal yang konkret dan melalui kerja praktek. Bertolak dari penjelasan di atas. Menurut Nasution (1986: 8). jika materi yang diajarkan dirancang terlebih dahulu. yaitu taecan. Metode atau pendekatan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik. mengajar adalah menanamkan pengetahuan pada anak. Guru-guru yang telah berpengalaman umumnya sependapat. maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah menyerap pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu sehingga terjadi perubahan individu dalam kebiasaan dan bertindak. dengan strategi belajarmengajar yang sudah tersusun dapat ditentukan metode mengajar atau teknik mengajar dan akhirnya dapat dipilih alat peraga atau media belajar sebagai pendukung materi pelajaran yang diajarkan. 1994: 8) mendefinisikan belajar sebagai perubahan individu dalam kebiasaan. Menyampaikan materi dimulai dari hal-hal yang konkrit dan mengarahkan ke hal-hal yang abstrak. Istilah mengajar juga berhubungan dengan token yang berarti tanda atau simbol.

Konsep tersebut menunjukan bahwa aktifitas adalah sebagai unsur pokok dalam pertumbuhan kognitif. sifat-sifat objek atau kejadian-kejadian yang ditentukan dengan mengabstrasikannya. 2008: 10) mendefinisikan konsep sebagai suatu klasifikasi dari objek-objek. Misalnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah upaya yang dilakukan dalam bentuk menanamkan pengetahuan dan kebudayaan termasuk mengatur dan mengorganisasikan lingkungan di sekitar siswa agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif yang memungkinkan terjadinya proses belajar secara optimal. sedangakan pengalaman belajar yang pasif dan hanya menikmati pengalaman orang lain saja akan mempunyai kosekuensi yang minimal terhadap pertumbuhan kognitif termasuk perkembangan intelektual. maka harus diadakan pendekatan belajar dalam mengajarkan konsep antara lain: a. seorang siswa telah memahami konsep luas trapesium maka siswa tersebut akan dapat membedakan rumus luas trapesium dengan rumus luas bangun datar yang lain. Selanjutnya Gagne (dalam Henisrawati. 1993: 73-74) menyatakan bahwa pemahaman akan konsep matematika dapat dipahami oleh siswa lebih mendasar.Selanjutnya Hamalik (2007: 44-48) menjelaskan bahwa mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah. 2008: 37) mengenai pertumbuhan kognitif sangat erat dan penting hubungannya dengan umur serta perkembangan moral. Dienes (dalam Simanjuntak. 2. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa konsep adalah salah satu dari objek matematika yang sifatnya abstrak yang dapat mengklasifikasikan/menggolongkan objek-objek atau kejadian-kejadian ke dalam contoh atau bukan contoh dari suatu objek tertentu. Supaya siswa memperoleh sesuatu dari belajar matematika maka suasana abstrak harus diubah dengan menggunakan simbol-simbol. Materi pelajaran yang harus diajarkan harus ada hubungannya atau pengaitan dengan yang sudah dipelajari. Farrel dan Farme (dalam Henisrawati. 2008: 10) mengemukakan bahwa konsep dalam matematika adalah ide abstrak yang meyakinkan orang dapat mengklasifikasikan objek-objek atau kejadiankejadian ke dalam contoh dan bukan contoh dari suatu objek tertentu. b. Penting bagi pendidik . Mengajar adalah usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa. Konsep dalam Matematika Matematika memiliki karakteristik tertentu dan salah satu karakteristiknya adalah objeknya bersifat abstrak. Konsep merupakan salah satu dari objek matematika. 3. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. c. Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Manusia Teori Jean Piaget (dalam Ali. Siswa yang belajar matematika harus menggunakan benda-benda konkret dan membuat abstraksi dari konsep-konsepnya. Mengajar adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid.

Dengan demikian. Hal ini dipertegas oleh Soepartinah Pakasi (dalam Simanjuntak. Tingkat operasi formal : 11 tahun ke atas Pada tingkat operasi konkret anak telah dapat mengetahui simbol-simbol matematis. Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai aktifitas gradual dari fungsi intelektual dari kongkrit menuju abstrak. tetapi belum dapat menghadapi hal-hal yang abstrak. Selanjutnya. proses pembelajaran yang aktif akan terjadi sehingga mampu membawa peseta didik untuk maju ketaraf atau tahap berikutnya. 1993: 69) bahwa dalam perkembangan anak. 1993: 70) langkah yang paling baik belajar matematika adalah dengan . kemudian baru diberi pelajaran. Sekarang tidak demikian keadaannya. Dengan teori dan konsep belajar Bruner bahwa kemampuan belajar anak didik sekolah dasar dengan matematika tidak ada perbedaan selama dipenuhi syaratnya Bruner (dalam Simanjuntak. Piaget membagi tingkat-tingkat perkembangan. artinya anak sekarang sudah mampu memperhatikan lebih dari satu dimensi sekaligus dan juga untuk meghubungkan dimensi-dimensi ini satu sama lain (Haditono. d. Transmisi sosial. b. Dengan lingkungan yang penuh rangsangan untuk belajar tersebut. Tingkat sensorik motoris : 0-2 tahun b. 2001: 222) 4. sebab dasar perkembangan mental (kognitif) adalah melalui pengalaman-pengalaman berbuat aktif dengan berbuat terhadap benda-benda sekeliling dan perkembangan bahasa merupakan salah satu kunci untuk mengembangkan kognitif anak. Equilibrium atau self regulation. dapat dihasilkan peserta didik yang memahami pengalaman belajar yang diterimanya. Model pendidikan yang aktif adalah model yang tidak menunggu sampai peserta didik siap sendiri. Tingkat praoperasional : 2-7 tahun c. Anak mulai kurang egosentrismenya dan lebih sosiosentris (anak mulai membentuk per group) (Soemantoro. Cara berpikir anak yang operasional konkret kurang egosentris. yaitu: a. perkembangan kognitif harus sejalan dengan perkembangan bahasa sebab perkembangan bahasa dan perkembangan berpikir saling mempengaruhi . Menyesuaikan sistem pengajaran dengan kebutuhan peserta didik merupakan jalan untuk meningkatkan prinsip lama yaitu guru tinggal menunggu sampai peserta didik siap sendiri. c. Kematangan. tetapi sekolahlah yang mengajar lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga dapat memberi kemungkinan maksimal pada peserta didik untuk berinteraksi. Tahapan Enaktif. yaitu: a. Tingkat operasi konkret : 7-11 tahun d. 1998: 132-133). Ditandai oleh desentrasi yang besar. Apabila kita menginginkan perkembangan mental anak lebih cepat memasuki tahap lebih tinggi dapat dilakukan dengan memperkaya pengalaman-pengalaman anak terutama pengalaman konkret. Piaget mendefinisikan empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak. Pengalaman fisik/lingkungan.untuk mengetahui isi dan ciri-ciri dari setiap tahap perkembangan kognitif peserta didiknya sehingga dapat mengambil keputusan tindak edukatif yang tepat. Ikonik dan Simbolik Bruner mengatakan bahwa tiap-tiap pelajaran dapat diajarkan secara baik dalam bentuk ilmiah pada tiap anak didik dan setiap tingkatan pertumbuhannya.

karena langkah permulaan belajar konsep. Tahapan enaktif Perhatikan gambar di bawah. Bruner dalam belajar matematika menekankan pendekatan dengan bentuk spiral. pengertian akan lebih melekat bila kegiatan-kegiatan yang menunjukan representasi (model) konsep dilakukan oleh siswa sendiri dan antara pelajaran yang lalu dengan yang dipelajari harus ada kaitannya. 2008: 13) mengemukakan bahwa dalam proses belajarnya siswa melewati tiga tahap. Tahapan ikonik 3. Tahap Ikonik Tahap ikonik adalah suatu tahapan dalam pembelajaran di mana konsep matematika direpresentasikan dalam bentuk bayangan visual. kemudian pada tahap-tahap yang lebih tinggi (sesuai kemampuan siswa) konsep ini diajarkan dalam bentuk yang abstrak dengan menggunakan notasi yang lebih umum dipakai dalam matematika. Tahap Simbolik Tahap simbolik adalah suatu tahapan dalam pembelajaran di mana konsep matematika direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak (simbol yang lazim digunakan berdasarkan kesepakatan orang-orang dalam bidang yang bersangkutan). yaitu: a. Pendekatan spiral dalam belajar mengajar matematika adalah menanamkan konsep dan dimulai dengan benda konkret secara intuitif. gambar atau diagram yang menggambarkan situasi konkret yang terdapat pada tahap enaktif. ini merupakan contoh sebuah bangun ruang yaitu gambar sebuah kubus. baik simbol-simbol yang verbal maupun lambang-lambang matematika atau lambang-lambang abstrak yang lain. Penelitian yang dilakukan Henisrawati (2008: 45) menyimpulkan bahwa pemahaman konsep luas bangun datar melalui tahapan pembelajaran dalam teori Bruner pada siswa kelas V SD Negeri 1 Palarahi dapat ditingkatkan. representasi ikonik dan representasi simbolik dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 8 Baruga Kota kendari. c. b. pelajaran matematika harus diberikan secara terstruktur agar konsep . Tahap Enaktif Tahap enaktif adalah suatu tahapan dalam pembelajaran di mana konsep matematika dipelajari secara aktif yang direpresentasikan melalui benda-benda konkret atau situasi nyata. Kerangka Pemikiran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada semua jenjang pendidikan. 2.melakukan penyusunan presentasinya. Penelitian yang Relevan Hasil penelitian Arsat (2007: 40) menyimpulkan bahwa melalui representasi enaktif. Secara umum dari ketiga tahapan di atas dapat dicontohkan sebagai berikut: 1. Bruner (dalam Henisrawati. Karena itu. Tahapan simbolik Hitunglah volume sebuah kubus jika diketahui panjang salah satu rusuknya 2 satuan! B. Karena sifat metematika itu abstrak dan hirarkis maka diperlukan pemahaman yang tinggi bagi yang mempelajarinya. C.

b. B. penyediaan alat peraga maupun evaluasi dalam menyiapkan materi menghitung volume kubus dan balok melalui tahapan representasi enaktif. 3. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Pemahaman siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari pada konsep menghitung volume kubus dan balok dapat ditingkatkan melalui tahapan representasi enaktif. untuk sampai ke hal-hal yang abstrak tersebut. a. yaitu: (1) perencanaan. D. 2. yaitu 1 (satu) kali pertemuan untuk tiap siklus. Pada tahap ini. dan (4) refleksi. terlebih dahulu harus disajikan dalam bentuk konkret atau bentuk nyata. Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan pada pelaksanaannya diadakan sebanyak 4 (empat) siklus yang didasarkan pada silabus pengajaran guru matematika kelas V SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. Faktor siswa yaitu untuk melihat bagaimana persiapan siswa dalam mempelajari konsep menghitung volume kubus dan balok melalui tahapan representasi enaktif. siswa sudah berpikir logis. Namun. Faktor sumber belajar yaitu untuk melihat apakah sumber belajar yang tersedia mendukung pembelajaran matematika pada materi volume kubus dan balok.Membuat lembar observasi. . Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2009 sampai dengan 5 Desember 2009. Usia sekolah dasar yang masih berada pada taraf operasional konkret sangat penting dalam penanaman konsep. Secara rinci setiap tahapan kegiatan dijelaskan berikut ini.Membuat alat evaluasi.Membuat alat bantu pembelajaran. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan sebagai acuan penyusunan skenario pembelajaran . yaitu terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. selanjutnya dalam bentuk bayangan visual atau semi konkret. . Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. Perencanaan Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah: . Faktor yang Diselidiki Faktor-faktor yang akan diselidiki dalam penelitian ini adalah sebagai: 1. termasuk hal-hal yang abstrak. ikonik dan simbolik. Penanaman konsep yang memenuhi karakteristik seperti ini harus disajikan dalam tahapan enaktif.Membuat skenario pembelajaran. dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VA yang berjumlah 31 orang. ikonik dan simbolik. . BAB III METODE PENELITIAN A.yang diperoleh juga melalui langkah yang terstruktur. Faktor guru yaitu untuk melihat bagaimana persiapan guru dalam pelaksanaan. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas.Menyiapkan jurnal untuk refleksi diri. ikonik dan simbolik. Dengan penanaman konsep dasar pada siswa sekolah dasar diharapkan menjadi acuan bagi siswa untuk belajar konsep pada tingkat yang lebih kompleks. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari tahapan kegiatan. kemudian dalam bentuk simbol-simbol abstrak. Diharapkan dari ketiga tahapan ini prestasi belajar siswa meningkat. Ciri utama dalam penelitian tindakan kelas yaitu adannya tindakan-tindakan (aksi) tertentu serta adanya siklus untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. C. (2) pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan tindakan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran. ikonik dan simbolik”. . (3) observasi dan evaluasi. D.

. Kegiatan pendahuluan . Siswa-siswa yang menjadi subyek dalam penelitian ini dikatakan memahami konsep matematika . .Memberikan apersepsi.Guru memberikan penjelasan tentang menghitung volume kubus dan balok dengan menggunakan lambang-lambang abstrak sebagai wakil dari representasi simbolik.Guru memberikan contoh soal tentang materi yang telah dipelajari. . Kegiatan pembelajaran dikatakan terlaksana dengan baik apabila minimal 85% kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik. . b. . peneliti bersama dengan guru mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan. . sedangkan data kualitatif diambil dengan menggunakan lembar observasi dan jurnal refleksi diri. .Guru menjelaskan materi tentang volume kubus dan balok dengan memperlihatkan contoh konkret di depan kelas sebagai wakil dari representasi enaktif.Guru melakukan tanya jawab dengan siswa. yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Refleksi Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi peneliti bersama dengan guru mengadakan refleksi yaitu melihat kelemahan-kelemahan pada saat pelaksanaan tindakan siklus sebelumnya untuk diperbaiki pada siklus berikutnya. yaitu indikator tentang keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang termuat dalam lembar observasi dan indikator pemahaman konsep matematika siswa dalam penelitian ini. Observasi dan evaluasi Observasi dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan. . Kegiatan penutup .Guru memberikan kesempatan kepada siswa untguk menjawab soal yang telah diberikan. Tahapan Penelitian Tindakan Kelas Adapun tahapan penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini adalah G. d. F. 2. .Memotivasi siswa. Indikator Kinerja Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ada 2 (dua) macam. . 3. .Membahas pekerjaan rumah (PR). Data dan Teknik Pengambilan Data Sumber data adalah siswa dan guru. . c. Kegiatan inti .adalah sebagai berikut: 1.Menyampaikan indikator pencapaian hasil belajar. Data dalam penelitian ini terdiri atas dua macam.Guru memberi evaluasi atau tugas lain untuk dikerjakan dirumah.Guru dan siswa melakukan refleksi.Guru memberikan penjelasan dengan gambar tentang menghitung volume kubus dan balok dengan menggunakan kubus satuan di papan tulis sebagai wakil dari representasi ikonik.Guru memberikan soal latihan kepada siswa .Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan di depan kelas.Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. Setelah observasi dilakukan. .Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencari volume kubus dan balok dengan menggunakan kubus-kubus satuan. .Guru bersama siswa merangkum materi yang telah dipelajari. Data kuantitatif diambil dengan menggunakan tes hasil belajar. E.Guru menyuruh siswa mengerjakannya soal yang telah diberikan di depan kelas. . a.Menyampaikan materi yang akan dipelajari.

Bahkan masih banyak siswa yang tidak bisa membedakan antara kubus dan balok maupun menghitung volume bangun tersebut. Oleh karena itu. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari”. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus I. Kegiatan Pendahuluan Penelitian ini diawali dengan observasi sekaligus wawancara antara peneliti dengan guru kelas V SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari pada tanggal 2 Maret 2009. ikonik dan simbolik dalam mengajarkan materi menghitung volume kubus dan balok maka ada beberapa hal yang disiapkan sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman konsep tentang kubus dan balok sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan siklus I. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan tindakan siklus I sekaligus yang menyajikan materi adalah peneliti sendiri dibantu dengan salah seorang teman sebagai pengamat. Tindakan Siklus I a. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.0 (ketentuan dari sekolah bersangkutan). 2.yang diajarkan apabila minimal 80% jumlah siswa telah memperoleh nilai 6. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk tindakan siklus I. 19 November 2009 dengan pokok bahasan mencari volume kubus dan balok dengan sub pokok bahasan mencari volume kubus. b. 3. 5. 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut diperoleh ada beberapa masalah yang dihadapi guru dalam mengajarkan matematika. . Membuat lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa selama pelaksanaan proses belajarmengajar. dilaksanakan dalam satu kali pertemuan untuk tiap siklus di mana dalam proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Menyiapkan alat bantu yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar 4. Hal-hal tersebut sebagai berikut: 1. Di mana masih banyak siswa yang tidak paham tentang materi matematika di antaranya tentang materi menghitung volume kubus dan balok. Tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Kamis. Menyiapkan jurnal refleksi diri. Perencanaan Dengan diterapkannya representasi enaktif. untuk memecahkan masalah tersebut guru besama peneliti menyepakati meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika dengan melakukan penelitian tindakan kelas dan merumuskan dalam sebuah judul “Meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok melalui representasi enaktif.

Selanjutnya jawaban siswa tersebut disimpulkan oleh guru dengan cara mengulang kembali jawaban siswa. Selanjutnya guru menggambarkan di papan tulis bentuk kubus yang di dalamnya terdapat kubus satuan. akan tetapi siswa masih takut untuk bertanya. Setelah ketiga tahapan tersebut dilaksanakan. Pada siklus I ini.Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyampaikan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipelajari. Evaluasi untuk siklus I berupa tes tertulis yang dilaksanakan pada hari Kamis. Tes ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana konsep volume kubus yang telah dipelajari. Pada saat siswa menyelesaikan soal tersebut. d. Kegiatan selanjutnya dengan menjelaskan pengertian kubus sekaligus memberikan contoh alat peraga bentuk kubus. Refleksi Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I selesai. Berdasarkan hasil tes siklus I. Kemudian memberikan motivasi tentang manfaat bangun ruang dalam kehidupan sehari hari dan guru juga memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengingatkan tentang mencari luas bangun datar serta kaitannya dengan bangun ruang. Ini sebagai tahapan enaktif. Ini merupakan tahapan ikonik.66% dari 31 orang siswa dengan nilai rata-rata 7. guru meminta siswa untuk bertanya. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan contoh soal sebagai tahapan simbolik dan meminta siswa menghitung volume kubus dari soal tersebut.0 sebesar 89. Setelah itu. Sedangkan pada siswa yaitu masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. guru tidak memberikan tugas rumah dan untuk refleksi.0. Mereka saling mengganggu dengan teman sebangkunya. Indikator kinerja untuk pelaksanaan skenario pembelajaran juga berhasil. Hasil observasi terhadap guru menunjukan bahwa guru tidak memberikan tugas latihan (PR) kepada siswa. bahkan pada saat siswa diminta mencari volume kubus hanya sebagian siswa saja yang mengerjakannya. Di mana selama pelaksanaan tindakan guru tidak memberikan tugas rumah sebagai latihan bagi siswa.10. 19 November 2009 dengan menyisahkan 1 jam pembelajaran. Hasil tes tindakan siklus I. Akan tetapi. guru mengamati kegiatan siswa dengan berkeliling di dalam kelas dan melihat pekerjaan siswa. Siswa masih ragu dan takut bertanya kepada guru. Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. Skenario pembelajaran yang telah terlaksana adalah sebesar 86.95% yang melampaui target yang telah dirancang yaitu sebesar 85%. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan soal latihan dan siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan soal tersebut. Kemudian guru meminta salah seorang siswa untuk menyelesaikannya di depan kelas dengan bimbingan guru. menunjukan bahwa siswa telah memahami konsep kubus karena telah melampaui apa yang telah ditargetkan yaitu sebesar 80% dengan ratarata minimal 6. Selama siswa mencari volume kubus yang diberikan. Sebagian siswa belum menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan. guru kemudian berdiskusi dengan pengamat mengenai hal-hal yang terjadi pada saat pelaksanaan tindakan. Kemudian guru mengecek kambali pemahaman siswa dengan cara meminta siswa menghitung jumlah kubus satuan yang terbentuk. c. Kemudian guru mengecek pemahaman siswa dengan meminta siswa untuk bertanya. guru mengamati kegiatan siswa dengan berkeliling dan memperhatikan pekerjaan siswa. tetapi nampaknya siswa masih ragu juga untuk menyampaikannya. Selanjutnya guru menuliskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Sedangkan hasil observasi terhadap siswa menunjukan hal-hal sebagai berikut: Sebagian siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. siswa masih ragu dan takut . Selama proses pembelajaran masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru. siswa diminta memperhatikan penjelasan guru selama proses belajar-mengajar berlangsung. Observasi dan Evaluasi Observasi dilakukan sejak awal sampai akhir pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. siswa yang memperoleh nilai ≥ 6. guru menjelaskan cara mencari volume kubus dengan menggunakan kubus satuan. Guru membimbing siswa dengan mengingatkan kembali volume kubus. siswa masih ragu bertanya. kemudian siswa diminta menghitung jumlah kubus satuan yang terbentuk.

mengerjakan soal latihan dan bertanya apabila benar-benar tidak dipahami materi yang telah disajikan. Ini sebagai tahapan enaktif. maka kekurangankekurangan tersebut akan diperbaiki pada siklus II. Membuat lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa selama pelaksanaan proses belajarmengajar. Kegiatan selanjutnya dengan menjelaskan pengertian balok sekaligus memberikan contoh alat peraga bentuk balok. 3.bertanya pada guru serta sebagian siswa belum menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. Menyiapkan alat bantu yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar 4. Ini merupakan tahapan ikonik. siswa masih ragu dan takut bertanya. kemudian siswa diminta menghitung jumlah kubus satuan yang terbentuk. guru menjelaskan cara mencari volume balok dengan menggunakan kubus satuan. Kemudian siswa memberikan contoh soal sebagai tahapan simbolik. Kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki yaitu guru harus memberikan tugas rumah sebagai latihan bagi siswa. 3. Selama siswa mencari volume balok yang diberikan. Perencanaan Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut: 1. Pelaksanaan tindakan siklus II sekaligus yang menyajikan materi adalah peneliti sendiri dibantu dengan salah seorang teman sebagai pengamat. Selain itu juga. Selama proses pembelajaran masih ada beberapa siswa yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru bahkan pada saat siswa diminta mencari volume balok maupun rusuk pada kubus hanya sebagian siswa saja yang mengerjakannya. guru menggunakan alat peraga berupa kubus di mana didalamnya terdapat kubus satuan dan meminta siswa menghitung panjang rusuknya. . guru mengamati kegiatan siswa dengan berkeliling di dalam kelas dan melihat pekerjaan siswa. Kemudian guru mengecek kambali pemahaman siswa dengan cara meminta siswa menghitung jumlah kubus satuan yang terbentuk. 21 November 2009 dengan pokok bahasan mencari volume kubus dan balok dengan sub pokok bahasan mencari volume balok dan mencari rusuk pada kubus jika volumenya diketahui. siswa diminta memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru. Selain itu juga. Selanjutnya guru menggambarkan di papan tulis bentuk balok yang di dalamnya terdapat kubus satuan. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan contoh soal sebagai tahapan simbolik dan meminta siswa menghitung volume balok dari soal tersebut. dilaksanakan dalam satu kali pertemuan di mana dalam proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. b. 5. Tindakan siklus II dilaksanakan pada hari Sabtu. Tindakan Siklus II a. kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II. Untuk mencari rusuk pada kubus. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus II. Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan siklus II. 2. Akan tetapi. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyampaikan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipelajari. Menyiapkan jurnal refleksi diri. Dengan melihat kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I. Setelah itu. Siswa mengerjakannya dengan bimbingan guru. Selanjutnya guru menuliskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Membuat rencana perbaikan pembelajaran untuk tindakan siklus II. Kemudian memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengingatkan tentang mencari luas bangun datar serta kaitannya dengan bangun ruang. tetapi nampaknya siswa masih ragu juga untuk menyebutkannya. Kemudian guru mengecek pemahaman siswa dengan meminta siswa untuk bertanya.

akan tetapi siswa masih takut untuk bertanya. d. Hasil tes tindakan siklus II. guru mengamati kegiatan siswa dengan berkeliling dan memperhatikan pekerjaan siswa. c. Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan siklus III.0 sebesar 80.90. 5. Guru membimbing siswa dengan mengingatkan kembali volume balok dan mencari rusuk pada kubus jika volumenya diketahui. guru kemudian berdiskusi dengan pengamat mengenai hal-hal yang terjadi pada saat pelaksanaan tindakan. Perencanaan Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut: 1. Sebagian siswa belum menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan. Kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki yaitu guru harus memberikan motivasi serta . Menyiapkan alat bantu yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar 4. Tes ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana konsep volume balok dan mencari rusuk pada kubus yang telah dipelajari. kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus II akan diperbaiki pada siklus III. siswa masih ragu dan takut bertanya pada guru serta sebagian siswa belum menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. Skenario pembelajaran yang telah terlaksana adalah sebesar 86. Membuat lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa selama pelaksanaan proses belajarmengajar. Indikator kinerja untuk pelaksanaan skenario pembelajaran juga berhasil.0. Hasil observasi terhadap guru menunjukan bahwa guru tidak memberikan motivasi kepada siswa serta membimbing siswa selama mengerjakan soal latihan di depan kelas. Selanjutnya jawaban siswa tersebut disimpulkan oleh guru dengan cara mengulang kembali jawaban siswa. Evaluasi untuk siklus II berupa tes tertulis yang dilaksanakan pada hari Sabtu. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan soal latihan dan siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan soal tersebut. Membuat rencana perbaikan pembelajaran untuk tindakan siklus III. Tindakan siklus III a. maka kekurangan-kekurangan tersebut akan diperbaiki pada siklus III. Kemudian guru meminta salah seorang siswa untuk menyelesaikannya di depan kelas tanpa bimbingan guru. 3. Dengan melihat kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus II. Berdasarkan hasil tes siklus II. 4. Pada saat siswa menyelesaikan soal tersebut.64% dari 31 orang siswa dengan nilai rata-rata 6. guru meminta siswa untuk bertanya. Selain itu juga.96% yang telah melampaui target yang telah dirancang yaitu sebesar 85%. 21 November 2009 dengan menyisahkan waktu 45 menit. Sedangkan hasil observasi terhadap siswa menunjukan hal-hal sebagai berikut: Sebagian siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Observasi dan Evaluasi Observasi dilakukan sejak awal sampai akhir pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. siswa yang memperoleh nilai ≥ 6.Setelah ketiga tahapan tersebut dilaksanakan. Sedangkan pada siswa yaitu masih ada siswa ribut dan yang tidak memperhatikan penjelasan guru. Di mana selama pelaksanaan tindakan guru tidak memberikan motivasi serta tidak membimbing siswa selama menyelesaikan soal di depan kelas. Sebelum pembelajaran selesai guru memberikan tugas rumah sebagai latihan bagi siswa dan untuk refleksi diri dengan mengingatkan siswa agar memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran berlangsung. menunjukan bahwa siswa telah memahami konsep balok dan mencari rusuk pada kubus jika volumenya diketahui karena telah melampaui apa yang telah ditargetkan yaitu sebesar 80% dengan rata-rata minimal 6. Menyiapkan jurnal refleksi diri. 2. Siswa masih ragu dan takut bertanya kepada guru. Refleksi Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II selesai.

Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan contoh soal sebagai tahapan simbolik dan meminta siswa mencari salah satu rusuknya jika volume dari balok tersebut diketahui. Kemudian memberikan motivasi tentang manfaat bangun ruang dalam kehidupan sehari hari. Ini merupakan tahapan ikonik. Selanjutnya jawaban siswa tersebut disimpulkan oleh guru dengan cara mengulang kembali jawaban siswa. guru meminta siswa untuk bertanya.19. bahkan pada saat siswa diminta mengerjakan soal latihan sebagian besar sudah melaksanakannya. Tes ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana konsep yang telah dipelajari siswa tentang mencari rusuk pada balok jika dua rusuk serta volumenya diketahui.8% yang telah melampaui target yang telah .0 sebesar 83. Tindakan siklus III dilaksanakan pada hari Kamis. Hal ini dapat dilihat dari ada beberapa orang siswa yang bertanya. 3 Desember 2009 dengan pokok bahasan mencari volume kubus dan balok dengan sub pokok bahasan mencari rusuk pada salah satu balok jika dua rusuk serta volumenya diketahui. Sebelum pembelajaran selesai guru memberikan tugas rumah dan untuk refleksi. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyampaikan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipelajari. sebagian besar siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Ini sebagai tahapan enaktif. siswa yang memperoleh nilai ≥ 6. Kemudian guru mengecek kambali pemahaman siswa dengan cara meminta siswa mencari salah satu rusuk yang belum diketahui dengan bimbingan guru. Setelah ketiga tahapan tersebut dilaksanakan. Pelaksanaan tindakan siklus III sekaligus yang menyajikan materi adalah peneliti sendiri dibantu dengan salah seorang teman sebagai pengamat. dilakukan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. Selanjutnya guru menuliskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.membimbing siswa dalam menyelesaikan soal latihan. Selain itu juga. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus III. 3 Desember 2009 dengan menyisahkan waktu 35 menit (1 jam pembelajaran). guru harus sering mengontol siswa dan pandai menciptakan sesuatu yang dapat mendorong siswa untuk memberikan respon balik selama proses pembelajaran. Hasil tes tindakan siklus III.87% dari 31 orang siswa dengan nilai rata-rata 7. Guru membimbing siswa dengan mengingatkan kembali volume balok dan mencari rusuk pada balok. Selama proses pembelajaran. Kegiatan selanjutnya dengan menjelaskan cara mencari rusuk-rusuk pada balok jika dua rusuk serta volumenya diketahui dengan menggunakan alat peraga bentuk kubus satuan. Sedangkan hasil observasi terhadap siswa menunjukan bahwa siswa sudah merespon apa yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan hasil tes siklus III. Kemudian siswa diminta menghitung salah satu rusuknya. Siswa sudah bisa merespon apa yang disampaikan oleh guru. menunjukan bahwa siswa telah memahami konsep mencari salah satu rusuk pada balok jika dua rusuk serta volumenya diketahui karena telah melampaui apa yang telah ditargetkan yaitu sebesar 80% dengan rata-rata minimal 6.0. Indikator kinerja untuk pelaksanaan skenario pembelajaran juga berhasil. c. b. Observasi dan Evaluasi Observasi dilakukan sejak awal sampai akhir pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Evaluasi untuk siklus III berupa tes tertulis yang dilaksanakan pada hari Kamis. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan soal latihan dan siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan soal tersebut. Skenario pembelajaran yang telah terlaksana adalah sebesar 95. siswa diminta agar rajin belajar di rumah serta memperhatikan penjelasan guru selama proses belajar-mengajar berlangsung. Selanjutnya guru menanyakan tugas yang belum dipahami dan guru juga memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengingatkan tentang volume balok. Kemudian guru meminta salah seorang siswa untuk menyelesaikannya di depan kelas dengan bimbingan guru. Selanjutnya guru menggambarkan di papan tulis bentuk balok yang di dalamnya terdapat kubus satuan. Hasil observasi terhadap guru menunjukan bahwa guru tidak mengamati kegiatan siswa selama menyelesaikan soal latihan yang diberikan.

Di mana selama pelaksanaan tindakan guru tidak mengamati kegiatan siswa dalam menyelesaikan soal latihan. Selanjutnya guru menggambarkan di papan tulis gabungan antara kubus dan balok yang di dalamnya terdapat kubus satuan. Sedangkan pada siswa yaitu sudah menunjukan respon yang baik selama proses belajar-mengajar. Selanjutnya guru menanyakan tugas yang belum dipahami dan guru juga memberikan apersepsi kepada siswa dengan mengingatkan tentang volume kubus dan balok. Observasi dan Evaluasi Observasi dilakukan sejak awal sampai akhir pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Setelah ketiga tahapan tersebut dilaksanakan.dirancang yaitu sebesar 85%. siswa diminta agar rajin belajar di rumah. dilakukan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. guru kemudian berdiskusi dengan pengamat mengenai hal-hal yang terjadi pada saat pelaksanaan tindakan. Siswa sudah bisa merespon apa yang disampaikan oleh guru. Membuat rencana perbaikan pembelajaran untuk tindakan siklus IV. c. b. 2. Selama proses pembelajaran. maka kekurangan-kekurangan tersebut akan diperbaiki pada siklus IV. guru meminta siswa untuk bertanya. Kemudian siswa diminta menghitung jumlah kubus satuan yang terbentuk. 5. 5 Desember 2009 dengan pokok bahasan mencari volume kubus dan balok dengan sub pokok bahasan hubungan volume kubus dan balok. Kegiatan selanjutnya dengan menjelaskan cara mencari volume gabungan antara kubus dan balok dengan alat peraga bentuk kubus dan balok. Guru membimbing siswa dengan mengingatkan kembali volume kubus dan balok Pada siklus IV guru tidak memberikan tugas rumah dan untuk refleksi. Selama menyelesaikan soal latihan. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus IV. Pada akhir pembelajaran guru meminta siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. Perencanaan Hal-hal yang dilakukan pada tahap ini sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut: 1. Hal ini dapat dilihat ada beberapa orang siswa yang bertanya. walaupun ada beberapa orang siswa yang masih ribut akan tetapi secara umum sudah merespon apa yang disampaikan oleh guru. sebagian besar siswa sudah memperhatikan penjelasan guru. Tindakan siklus IV dilaksanakan pada hari Sabtu. Ini sebagai tahapan enaktif. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan contoh soal sebagai tahapan simbolik dan meminta siswa mencari volume gabungan kubus dan balok tersebut dengan bimbingan guru. Selanjutnya jawaban siswa tersebut disimpulkan oleh guru dengan cara mengulang kembali jawaban siswa. Dengan melihat kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus III. Pelaksanaan tindakan siklus IV sekaligus yang menyajikan materi adalah peneliti sendiri dibantu dengan salah seorang teman sebagai pengamat. . Ini merupakan tahapan ikonik. guru mengamati kegiatan siswa dengan berkeliling dan memperhatikan jawaban siswa. Kemudian guru meminta salah seorang siswa untuk menyelesaikannya di depan kelas dengan bimbingan guru. Menyiapkan alat bantu yang diperlukan dalam proses belajar-mengajar 4. Menyiapkan jurnal refleksi diri. Membuat lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa selama pelaksanaan proses belajarmengajar. Refleksi Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus III selesai. Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyampaikan pokok bahasan dan sub pokok bahasan yang akan dipelajari. 3. Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan siklus IV. Kemudian memberikan motivasi tentang manfaat bangun ruang dalam kehidupan sehari hari. Tindakan Siklus IV a. Kegiatan selanjutnya adalah guru memberikan soal latihan dan siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan soal tersebut. 5. d. Selanjutnya guru menuliskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

guru kemudian berdiskusi dengan pengamat mengenai hal-hal yang terjadi pada saat pelaksanaan tindakan. dengan strategi belajar-mengajar yang sudah tersusun dapat ditentukan metode mengajar atau teknik mengajar dan akhirnya dapat dipilih alat peraga atau media belajar sebagai pendukung materi pelajaran yang diajarkan. Tetapi secara umum siswa sudah menunjukan respon yang baik kepada guru selama proses pembelajaran berlangsung. yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan maupun perbaikan pembelajaran. siswa terlihat antusias dan bersemangat karena siswa dapat langsung melihat bagaimana cara menemukan rumus volume kubus dan balok secara langsung dengan menggunakan kubus satuan walaupun ada sebagian siswa yang masih ribut. . Pada tahapan ikonik. Sedangkan hasil observasi terhadap siswa menunjukan bahwa secara umum siswa sudah merespon apa yang disampaikan oleh guru. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang ada baik dari lembar observasi maupun nilai hasil ujian yang melampaui target yang telah dirancang sebelumnya. Hasil tes tindakan siklus III. Indikator kinerja untuk pelaksanaan skenario pembelajaran juga berhasil. penelitian ini dihentikan pada tindakan siklus IV. Tes ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana konsep yang telah dipelajari siswa tentang gabungan antara dua bangun ruang (kubus dan balok). pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok dilakukan dengan menggunakan gambar sesuai dengan benda-benda kongkret yang telah ditampilkan pada tahapan enaktif.06. pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol abstrak dengan berpatokan pada tahapan enaktif dan ikonik. Pada tahapan enaktif. Selama proses pembelajaran. Pembahasan Penelitian ini terdiri dari 4 siklus. Berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran maupun hasil tes akhir. Sedangkan pada siswa yaitu sudah menunjukan respon yang baik selama proses belajar-mengajar.0 sebesar 87. Di mana selama pelaksanaan tindakan guru tidak mengkonstruksikan menghitung volume gabungan kubus dan balok dengan kubus satuan. 5 Desember 2009 dengan menyisahkan waktu 45 menit. untuk meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok dilakukan melaui 3 tahapan yaitu melalui representasi enaktif. Dengan demikian. Berdasarkan hasil tes siklus IV. pemahaman siswa terhadap konsep menghitung volume kubus dan balok mengalami peningkatan.10% dari 31 orang siswa dengan nilai rata-rata 7. Refleksi Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus IV selesai.66% yang telah melampaui target yang telah dirancang yaitu sebesar 85%. Dalam proses pembelajaran. pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok dilakukan dengan menggunakan alat peraga bentuk kubus dan balok serta kubus satuan yang mempermudah siswa dalam mencari rumus volume kubus dan balok. Ini berarti bahwa siswa mempunyai pengalaman yang tidak mudah dilupakan dan siswa dapat menghubungkan secara nyata antara konsep yang dipelajari dengan benda nyata. menunjukan bahwa siswa telah memahami konsep menghitung volume gabungan antara kubus dan balok karena telah melampaui apa yang telah ditargetkan yaitu sebesar 80% dengan rata-rata minimal 6. Evaluasi untuk siklus III berupa tes tertulis yang dilaksanakan pada hari Sabtu. siswa akan lebih mudah memahami konsep jika penyajiannya dimulai dari hal yang konkret hingga ke hal-hal yang abstrak.Hasil observasi terhadap guru menunjukan bahwa guru tidak mengkonstruksikan cara mencari volume gabungan antara kubus dan balok.0. ikonik dan simbolik yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Bruner bahwa dalam belajar. selama proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung semua aktifitas guru maupun siswa diobservasi oleh seorang observer yang disiapkan dalam lembar observasi. d. Skenario pembelajaran yang telah terlaksana adalah sebesar 91. Sedangkan pada tahapan simbolik. siswa yang memperoleh nilai ≥ 6. Selain itu juga. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Simanjuntak (1993: 80-81) bahwa untuk menerapkan suatu metode atau pendekatan dalam pengajaran matematika sebelumnya menyusun strategi belajarmengajar. B.

90. ikonik dan simbolik dapat meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. B.06.0 sebesar 87. Berdasarkan hasil evaluasi pada siklus II nilai rata-rata keberhasilan siswa mengalami penurunan bila dibandingkan derngan siklus I.10. Pada tes siklus III yang memperoleh nilai ≥ 6. di mana masih banyak siswa yang belum bisa menentukan rusuk dari sebuah kubus terutama tentang penggunaaan akar-akar maupun penggunaan pangkat sebagai syarat untuk menentukan rusuk kubus.0 sebesar 89.87% dengan rata-rata 7. siklus III sebesar 83.10. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dari empat (4) siklus dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep menghitung volume kubus dana balok melalui representasi enaktif. Pada tes siklus II yang memperoleh nilai ≥ 6. Dari hasil evaluasi yang diperoleh pada beberapa tindakan yang dilaksanakan dalam 4 siklus dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran melalui representasi enaktif.10% dengan rata-rata 7. Bila dibandingkan dengan siklus I yang mempelajari volume kubus siswa sudah bisa menggunakan operasi perkalian sehingga siswa bisa menyelesaikan soal yang diberikan. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas. Hal ini telah mencapai target yang telah dirancang yaitu minimal 80% jumlah siswa telah memperoleh nilai 6.0 sebesar 83.90. ikonik dan simbolik. Untuk meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume bangun ruang (kubus dan balok) sebaiknya materi disajikan dengan menggunakan representasi enaktif. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes siklus I yang memperoleh nilai ≥ 6. siklus IV sebesar 87.19. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari dapat ditingkatkan.0 dan minimal 85% pelaksanaan tindakan sesuai dengan skenario pembelajaran.87% dengan rata-rata 7.66% dengan rata-rata 7. sehingga masalah yang dihadapi oleh guru kelas V SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari dapat terpecahkan. Penurunan rata-rata keberhasilan siswa juga dapat dilihat pasa siklus IV bila dibandingkan dengan siklus III akan tetapi pada siklus IV presentase keberhasilan siswa mengalami peningkatan artinya yang memperoleh nilai ≥ 6 lebih banyak sehingga persentase keberhasilan siswa lebih tinggi. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan rujukan untuk melakukan penelitian yang serupa. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes tiap siklus yaitu siklus I sebesar 89. Walaupun antara siklus I dengan siklus II persentase keberhasilan siswa mengalami penurunan tetapi secara umum indikator keberhasilan siswa dalam penelitian ini telah tercapai yaitu minimal 80% jumlah siswa telah mencapai nilai minimal 6.64% dengan rata-rata 6. BAB V PENUTUP A.0 sebesar 80. Pada tes siklus IV yang memperoleh nilai ≥ 6. ikonik dan simbolik pada menghitung volume kubus dan balok siswa telah memahami konsep tentang menghitung volume kubus dan balok. siklus II sebesar 80.10% dengan rata-rata 7.66% dengan rata-rata 7. 2.Dengan diterapkannya representasi enaktif.06.19. maka peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut: 1.0 maka siswa dikatakan telah memahami konsep tentang menghitung volume kubus dan balok. Walaupun secara rata-rata keberhasilan siswa mengalami penurunan antara siklus III dan siklus IV tetapi pada siklus IV yang memperoleh nilai ≥ 6 lebih banyak sehingga persentase keberhasilan siswa lebih tinggi. .64% dengan rata-rata 6. hal ini disebabkan oleh materi pada siklus II yaitu sub pokok bahasan menghitung volume balok dan mencari sebuah rusuk pada kubus jika volumenya diketahui.

Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya.net. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Wina.K. Teknik Mengajar Secara Sistematis. Ikonik dan Simbolik Pada Siswa Kelas V SD Negeri 8 Baruga. 1998. 2005. Haditono. Lisnawati. Andi. Meningkatakan Pemahaman Konsep Luas Bangun Datar Melalaui Representasi Enaktif. Bumi Aksara. Peningkatan Pemahaman Konsep Luas Bangun Datar Siswa Kelas V SD Negeri 1 Palarahi Melalui Tahapan Pembelajaran dalam Teori Bruner. Yogyakarta. Proyek PGSM. Amirul. Jakarta. (Diakses pada Tanggal 15 Mei 2009). FKIP Unhalu. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Skripsi. 1994. . Metode Mengajar Matematika 1. Oemar. Bimo. Ali. Jakarta. Skripsi. Simanjuntak. 1993. Roestiyah. Jakarta. dkk. Proses Belajar-Mengajar. dkk. Rineka Cipta. 2008. Gadjah Mada University Press. http:// www. Soemantoro. Kendari. dkk. Arsat. Henisrawati. Mohammad. Jakarta.aji.0fees. Jakarta. Bumi Aksara. 2006. Jakarta. S. N. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Abu. Sanjaya. Hamalik. Bumi Aksara. Pengantar Psikologi Umum. FKIP Unhalu. Nasution. Jakarta. Jemmars. Bandung. Didaktik Metodik. Rineka Cipta. 2007. Jakarta. Kencana Prenanda Media Grup. 1986. 2008. Siti Rahayu. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). 2001.DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. 1999. Wasti. 2004. 2007. dkk. Rineka Cipta. 2004. Depdiknas. Walgito. Yogyakarta. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Hadi. Kendari. Jakarta.

2 5 a. b. Kamis. b. Pelaksanaan tindakan Pertemuan siklus I Kamis. b.lampiran Lampiran Jadwal Kelas Pelaksanaan VA SD Uraian Penelitian Negeri Tindakan Kelas 8 Mandonga Waktu 2 19 35 pada Kota 1 Siswa Kendari No 1 (observasi 2 a. Sabtu. b. 3 4 a. Tes 2 3 a. 3 Kegiatan Kegiatan dan wawancara) Senin. × Pelaksanaan Tes 21 × Pelaksanaan Tes 3 × Pelaksanaan Tes 5 × tindakan Pertemuan tindakan Pertemuan tindakan Pertemuan Keterangan Pendahulualuan Maret 2009 siklus I pertama November 2009 menit siklus II pertama II 2009 menit siklus III pertama III 2009 menit siklus IV pertama IV 2009 menit siklus November 35 siklus Desember 35 siklus Desember 35 Lampiran 2 . Sabtu.

Guru memberikan soal latihan kepada siswa. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti f. Kompetensi Dasar : Menghitung volume kubus dan balok. Guru menyimpulkan jawaban siswa. kubus. b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada akhir pembelajaran. Guru memberikan penjelasan tentang menghitung volume kubus dengan menggunakan lambanglambang abstrak. Guru memberikan motivasi pada siswa. Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan di depan kelas. Menggunakan rumus untuk menentukan volume kubus. Kegiatan Inti a. Kegiatan Akhir a. Guru memberikan penjelasan dengan gambar tentang menghitung volume kubus dengan menggunakan kubus satuan di papan tulis sebagai wakil dari tahapan ikonik. i. Guru menjelaskan materi tentang volume kubus dengan memperlihatkan contoh konkret di depan kelas sebagai wakil dari tahapan enaktif. d. Volume C.Siklus RENCANA (RPP) PELAKSANAAN 1 PEMBELAJARAN Sekolah : SD Negeri 8 Mandonga Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 1 Standar Kompetensi : Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. 2. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Metode Tujuan kegiatan pembelajaran Menemukan rumus Menggunakan rumus untuk Materi Kubus Metode pembelajaran: Ceramah. Guru memberikan contoh soal tentang materi yang telah dipelajari. Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi pelajaran yang akan dibahas. j. c. 2. d. 2. b. B. g. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Menemukan rumus volume kubus. l. Indikator : 1. . Pembelajaran dapat: kubus. Ajar Balok Pembelajaran penugasan. h. k. c. Alokasi waktu : 2 × 35 menit A. e. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencari volume kubus dengan menggunakan kubuskubus satuan. Guru memberikan apersepsi kepada siswa. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa 3. Guru menyuruh siswa mengerjakannya soal yang telah diberikan di depan kelas. Setelah 1. siswa diharapkan volume menentukan volume Dan tanya jawab. D. Kegiatan Awal a. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal yang telah diberikan.

Rumus volume kubus adalah . 200604 A. Hitunglah 3. Guru Wa NIP. Alat/Bahan/ Sumber Belajar Alat/Bahan : Kubus satuan. Hitunglah volume Bentuk kubus satuan di bawah Instrumen ini! 2. Guru dan siswa melakukan refleksi. 19510424 197501 Siklus II RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP) .Ma 006 Negeri St. alat peraga (kubus). Ode 19810918 SD 19 Mata Rusni. b. c. Sumber Belajar : Buku paket matematika untuk kelas V yaitu Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung oleh M. Hj. kubus di atas maksimun! volumenya! sebuah Hitunglah Kendari. F. Guru memberikan tugas rumah (PR). E. Jakarta. . 1. NIP. Sisi kubus satuan yang kubus dibutuhkan adalah agar 5 volume satuan. November 1Pelajaran La NIM 8 Nurhayati 2 Ode A1C1 2009 Peneliti Arifin 063 Mandonga L 004 2 05 Mengetahui: Kepala Dra. Penerbit Erlangga. Khafid dan Suyadi.

Menggunakan rumus untuk menentukan volume balok. Menemukan rumus volume balok. Guru memberikan tugas (PR) sebagai latihan di rumah bagi siswa. Kegiatan Inti a. 2. Alokasi waktu : 3 × 35 menit A. Kegiatan Awal a. Kompetensi Dasar : Menghitung volume kubus dan balok. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa 3. Menggunakan rumus untuk menentukan volume balok. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Rumus volume kubus adalah p × l × t Rusuk kubus (s) adalah s = . Guru memberikan penjelasan dengan gambar tentang menghitung volume balok dengan menggunakan kubus satuan di papan tulis sebagai wakil dari tahapan ikonik. Indikator : 1. Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi pelajaran yang akan dibahas. g. B. f. Guru memberikan penjelasan tentang menghitung volume balok dengan menggunakan lambanglambang abstrak. h. Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan di depan kelas. Menemukan rumus volume balok 2. c. Menemukan rumus rusuk kubus jika volume diketahui.Sekolah : SD Negeri 8 Mandonga Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 1 Standar Kompetensi : Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Guru menyuruh siswa mengerjakannya soal yang telah diberikan di depan kelas. C. e. Guru menjelaskan materi tentang volume balok dengan memperlihatkan contoh konkret di depan kelas sebagai wakil dari tahapan enaktif. c. Guru memperlihatkan cara memperoleh rusuk sebuah kubus jika volumenya diketahui. Kegiatan Akhir a. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran: Ceramah. j. l. E. 3. i. Siswa dapat menanyakan materi apabila ada yang tidak dimengerti. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti. k. Guru memberikan contoh soal tentang materi yang telah dipelajari. 2. Guru memberikan apersepsi kepada siswa. d. 3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal yang telah diberikan. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat: 1. penugasan. b. b. tanya jawab. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Menemukan rumus rusuk pada kubus jika ada yang sudah diketahui. Siswa dapat memperhatikan penjelasan apa yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. 3. Materi Ajar Volume Kubus Dan Balok D. d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada akhir pembelajaran. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencari volume balok dengan menggunakan kubuskubus satuan. Guru memberikan motivasi pada siswa. 2.

Hitunglah volumenya! b. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat: Menemukan rumus untuk mencari panjang. Materi Ajar Volume Kubus Dan Balok . Penerbit Erlangga. Hitunglah volume balok di bawah ini! 2. Alokasi waktu : 2 × 35 menit A. Kompetensi Dasar : Menghitung volume kubus dan balok. Guru dan siswa melakukan refleksi. lebar dan tinggi pada balok jika ada yang sudah diketahui. Rusuk sebuah kubus adalah 8 satuan. Alat/Bahan/ Sumber Belajar Alat/Bahan : Kubus satuan. Khafid dan Suyadi. Guru membimbing siswa mengerjakan soal latihan. Panjang rusuk sebuah balok 3 cm. Indikator : Menemukan rumus untuk mencari panjang. alat peraga (balok). Tujuan Perbaikan Pembelajaran 1. Hitunglah volumenya! Siklus III RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Negeri 8 Mandonga Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 1 Standar Kompetensi : Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Siswa diminta memperhatikan penjelasan guru. Hitunglah volume balok yang dibutuhkan agar volume balok di atas maksimun! 3. F. Jakarta. B. 3. Guru memberikan tugas rumah. 2.b. lebarnya 2 cm sedangkan tingginya 2 cm. Sumber Belajar : Buku paket matematika untuk kelas V yaitu Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung oleh M. a. c. lebar dan tinggi pada balok jika ada yang sudah diketahui. Bentuk Instrumen 1. H. Guru memberikan motivasi kepada siswa secara maksimal. C.

Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Guru menyimpulkan jawaban siswa. Guru menyuruh siswa mengerjakannya soal yang telah diberikan di depan kelas. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti e. Penerbit Erlangga. lebar dan tinggi pada balok jika volume diketahui dengan menggunakan lambang-lambang abstrak. F. f. Kegiatan Akhir a. Guru menanyakan tugas (PR) yang belum dipahami oleh siswa. Guru memberikan penjelasan dengan gambar tentang mencari panjang. Guru memberikan apersepsi kepada siswa. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa 3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal yang telah diberikan. Hitunglah tingginya! . b. Guru dan siswa melakukan refleksi c. d. Guru memberikan tugas rumah. p=. Jika panjang rusuk balok tersebut adalah 3 cm serta dan lebarnya 2 cm.l=.D. Guru memberikan penjelasan tentang mencari panjang. Jakarta. Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi pelajaran yang akan dibahas. G. Guru memberikan motivasi pada siswa. E. Bentuk Instrumen 1. k. Alat/Bahan/ Sumber Belajar Alat/Bahan : Kubus satuan dan alat peraga (balok) Sumber Belajar : Buku paket matematika untuk kelas V yaitu Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung oleh M. Hitunglah lebar dari balok di atas jika panjangnya 3 satuan dan tingginya 2 satuan serta volumenya 12 satuan! 3. h. 2. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran: Ceramah. Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan di depan kelas. e.t= b. g. i. tanya jawab. Guru memberikan contoh soal tentang materi yang telah dipelajari. c. lebar dan tinggi pada balok jika volume diketahui dengan menggunakan kubus satuan sebagai wakil dari tahapan enaktif. d. c. Guru menjelaskan materi tentang mencari panjang. Langkah-langkah Pembelajaran 1. penugasan. lebar dan tinggi pada balok jika volume diketahui dengan menggunakan kubus satuan di papan tulis sebagai wakil dari tahapan ikonik. j. Hitunglah panjang balok di bawah ini jika volumenya 12 satuan! 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada akhir pembelajaran. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. b. Kegiatan Awal a. Volume sebuah balok adalah 12 cm3. Khafid dan Suyadi. Kegiatan Inti a.

Siklus 4 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN Siklus IV RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Negeri 8 Mandonga Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 1 Standar Kompetensi : Menghitung volume kubus dan balok dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. . Metode Pembelajaran Metode pembelajaran: Ceramah. Kompetensi Dasar : Menghitung volume kubus dan balok. . Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat: Menghitung gabungan antara dua bangun ruang (kubus dan balok). B. Indikator : Menemukan hubungan volume kubus dan balok. Alokasi waktu : 3 × 35 menit A. Tujuan Perbaikan Pembelajaran Guru mengamati kegiatan siswa pada saat mengerjakan soal latihan. tanya jawab. penugasan.C. Materi Ajar Volume Kubus Dan Balok D.

Guru memberikan motivasi pada siswa. Guru memberikan penjelasan dengan gambar tentang menghitung volume gabungan antara dua bangun ruang (kubus dan balok) di papan tulis sebagai wakil dari tahapan ikonik. 2. Guru memberikan penjelasan tentang mencari volume gabungan antara dua bangun ruang (kubus dan balok) dengan menggunakan lambang-lambang abstrak. Bentuk Instrumen 1. Kemudian di atas balok itu ditempatkan sebuah kubus yang memiliki panjang rusuk 2 cm. Khafid dan Suyadi. Guru menyuruh siswa mengerjakannya soal yang telah diberikan di depan kelas. g. Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan yang telah diberikan di depan kelas. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti e. e. Guru menjelaskan materi tentang menghitung volume gabungan antara dua bangun ruang (kubus dan balok) dengan menggunakan alat peraga kubus dan balok sebagai wakil dari tahapan enaktif. Sebuah balok dengan panjang 3 cm. Guru memberikan contoh soal tentang materi yang telah dipelajari. Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi pelajaran yang akan dibahas. c. G. c. Sumber Belajar : Buku paket matematika untuk kelas V yaitu Pelajaran Matematika Penekanan pada Berhitung oleh M. karton. d. Guru memberikan apersepsi kepada siswa. Jakarta. d. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal yang telah diberikan. Hitunglah volume bangun di atas! 3. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. Guru menyimpulkan jawaban siswa. Guru menanyakan tugas (PR) yang belum dipahami oleh siswa. Penerbit Erlangga. h. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada akhir pembelajaran.E. i. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Alat/Bahan/ Sumber Belajar Alat/Bahan : Kubus dari gardus. Volume gabungan kubus dan balok = volume kubus + volume balok b. b. lebar 2 cm serta tinggi 2 cm. Kegiatan Akhir a. Kegiatan Awal a. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa 3. Hitunglah volum bangun di bawah ini! 2. f. k. Guru dan siswa melakukan refleksi F. Kegiatan Inti a. j. Hitunglah volumen bangun tersebut! . b.

Pemberian soal latihan. 9. 4. Pengarahan dalam menyelesaikan jawaban siswa. Refleksi guru dan siswa. 16. 6. Penggunaan media dengan gambar sebagai representasi ikonik. 2. 17. 8.Lampiran 3 Indikator Lembar Observasi 1. Merangkum materi. 12. 5. 13. Menginformasikan materi yang dipelajari. 7. Pemberikan apersepsi. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Penjelasan materi. Penjelasan dengan simbol-simbol abstrak. 15. . Pemberikan motivasi. 3. Pemberian tugas rumah. 14. Penggunaan alat peraga sebagai representasi enaktif. 10. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Pengecekan pemahaman siswa. Penyimpulan jawaban siswa. 11. Pengamatan kegiatan siswa.

Lampiran 4 Siklus I Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Belajar-Mengajar No. Guru memberikan motivasi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menggunakan gambar sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Aspek-aspek yang Diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 7 9 10 11 12 13 Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. Guru memperlihatkan benda konkrit sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Ya . Guru menyuruh siswa mengerjakan di depan kelas. Guru memberikan apersepsi. Guru memperlihatkan cara memperoleh volume kubus dengan menggunakan kubus satuan. Guru menyatakan konsep yang diajarkan dalam bentuk simbolik. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru mengamati kegiatan siswa. Guru mengecek pemahaman siswa pada setiap tahapan pembelajaran.

Mengkonstruksi dengan menggunakan alat peraga berupa kubus-kubus kecil. Menuliskan contoh soal di papan tulis. Meminta siswa untuk bertanya. Menggunakan alat peraga bentuk kubus. Memisalkan volume (V) panjang (p). Menggambarkan bangun kubus di papan tulis. Mengingatkan tentang luas bangun datar. Meminta salah seorang siswa mengerjakan di papan tulis.Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Menuliskan di papan tulis. Mengajukan pertanyaan lisan. Dengan berkeliling kelas. Menuliskan di papan tulis. lebar (l) dan tinggi (t). 14 15 16 . Manfaat bangun ruang dalam kehidupan sehari-hari.

- Kendari. S. Guru menyimpulkan jawaban siswa. Mengarahkan siswa tentang volume kubus. Siklus II . Guru memberikan pekerjaan rumah. Ya Ya Ya Tidak Membantu siswa menyelesaikan langkah penyelesaian yang tidak dimengerti.Pd.17 Guru mengarahkan siswa mengerjakan soal yang telah diberikan di depan kelas. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas. 19 November 2009 Observer Hasman. Mengulang kembali jawaban siswa.

mengamati kegiatan siswa. Guru memperlihatkan cara memperoleh volume balok dengan menggunakan kubus satuan serta mencari rusuk dari sebuah kubus jika volumenya diketahui. Aspek-aspek yang Diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Guru Guru Guru Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Guru Guru Guru Guru mengecek pemahaman siswa pada setiap tahapan pembelajaran. menyampaikan tujuan pembelajaran. memberikan apersepsi.Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Belajar-Mengajar No. Guru menyatakan konsep yang diajarkan dalam bentuk simbolik. . Guru memperlihatkan benda konkrit sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. memberikan soal latihan kepada siswa. memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. memberikan motivasi. Guru menggunakan gambar sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran.

Menggambarkan bangun kubus dan balok di papan tulis. Dengan berkeliling di dalam kelas. Mengajukan pertanyaan lisan. Meminta siswa untuk bertanya. Mengkonstruksi dengan menggunakan alat peraga berupa kubus-kubus kecil. Menuliskan contoh soal di papan tulis. Menggunakan alat peraga bentuk kubus dan balok. Meminta salah seorang siswa mengerjakan di papan tulis. . Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Menuliskan di papan tulis. Menuliskan di papan tulis. Mengingatkan tentang luas bangun datar. lebar (l) dan tinggi (t).Guru menyuruh siswa mengerjakan di depan kelas. Memisalkan volume (V) panjang (p).

Siklus III Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Belajar-Mengajar No. Guru menyimpulkan jawaban dari siswa. S. Kendari. Memberikan 1 nomor soal tugas. Mengarahkan siswa tentang volume kubus dan balok. Tidak Ya Ya Ya Mengulang kambali jawaban siswa.14 15 16 17 Guru mengarahkan siswa mengerjakan soal yang telah diberikan di depan kelas. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas. Aspek-aspek yang Diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 . 21 November 2009 Observer Hasman.Pd. Guru memberikan pekerjaan rumah.

7 8 9 10 11 12 13 Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memberikan motivasi. Guru memberikan apersepsi. Guru memperlihatkan cara memperoleh rusuk sebuah balok dengan menggunakan kubus satuan jika volumenya diketahui. Guru memperlihatkan benda konkrit sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Guru menggunakan gambar sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Guru menyatakan konsep yang diajarkan dalam bentuk simbolik. Guru mengecek pemahaman siswa pada setiap tahapan pembelajaran. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. Guru mengamati kegiatan siswa. Guru menyuruh siswa mengerjakan di depan kelas. Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya

Ya Ya Tidak Ya Menuliskan di papan tulis. Menuliskan di papan tulis. Pentingnya bangun ruang dalam kehidupan sehari-hari. Mengingatkan tentang volume balok. Meminta siswa menghitung rusuk-rusuk kubus satuan. Menggunakan alat peraga bentuk balok. Menggambarkan bangun balok di papan tulis. Memisalkan volume (V) panjang (p), lebar (l) dan tinggi (t). Mengajukan pertanyaan lisan. Meminta siswa untuk bertanya. Menuliskan contoh soal di papan tulis. Meminta salah seorang siswa mengerjakan di papan tulis. 14 15 16 17 soal yang telah diberikan di depan kelas. Guru menyimpulkan jawaban dari siswa. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas. Guru memberikan pekerjaan rumah. Ya Ya Ya Ya Membantu siswa menyelesaikan langkah penyelesaian yang tidak dimengerti. Mengulangi kembali jawaban siswa

Mengarahkan siswa tentang mencari rusuk kubus dan balok jika volume diketahui. Memberikan 1 nomor soal. Kendari, 3 Desember 2009 Observer

Hasman, S.Pd Siklus IV Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Belajar-Mengajar No. Aspek-aspek yang Diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Guru menginformasikan kepada siswa tentang materi yang diajarkan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru memberikan motivasi. Guru memberikan apersepsi.

Mengingatkan tentang volume kubus dan balok. Guru memperlihatkan benda konkrit sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran.Guru memperlihatkan volume gabungan antara dua bangun (kubus dan balok) dengan kubus satuan. Ya Ya Ya Ya Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Menuliskan di papan tulis. Pentingnya bangun ruang dalam kehidupan sehari-hari. Menuliskan di papan tulis. Guru mengamati kegiatan siswa. Guru mengecek pemahaman siswa pada setiap tahapan pembelajaran. Guru menyuruh siswa mengerjakan di depan kelas. Menggambarkan gabungan antara bangun kubus dan balok di papan tulis. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Menggunakan alat peraga bentuk kubus dan balok. Guru menggunakan gambar sebagai wakil dari konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran. Guru memberikan soal latihan kepada siswa. Guru menyatakan konsep yang diajarkan dalam bentuk simbolik. .

Memisalkan volume (V) panjang (p). Ya Ya Ya Tidak Membantu siswa menylesaikan langkah yang tidak dimengerti. Mengulang kembali jawaban siswa. Meminta siswa untuk bertanya. Kendari. Meminta salah seorang siswa mengerjakan di papan tulis. Menuliskan contoh soal di papan tulis. S. Guru memberikan pekerjaan rumah.Pd. Guru membimbing siswa untuk merangkum materi yang telah dibahas. 14 15 16 17 Guru mengarahkan siswa mengerjakan soal latihan yang telah diberikan. 5 Desember 2009 Observer Hasman. . Dengan berkeliling di dalam kelas. Mengajukan pertanyaan lisan. Mengarahkan siswa tentang volume kubus dan balok. lebar (l) dan tinggi (t). Guru menyimpulkan jawaban siswa.

memperhatikan penjelasan guru dengan baik. mencatat materi yang diajarkan oleh guru. menanyakan materi yang belum dimengerti. menjawab soal latihan di depan kelas. Setelah disuruh oleh guru. merangkum materi yang telah diberikan. Aspek-aspek yang diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Ya Tidak Ya Ya Ya Sebagian siswa masih bermain dengan teman sebangkunya. menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. Tidak .Lampiran 5 Siklus I Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar-Mengajar No.

Hanya sebagian siswa. Kendari. Siswa menanyakan materi yang belum dimengerti. Bagi yang sudah paham dengan bimbingan guru. 19 November 2009 Observer Hasman. Menyelesaikan dengan bimbingan guru.Siswa masih ragu dan takut bertanya. Siswa mencatat materi yang diajarkan oleh guru. . Siklus II Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar-Mengajar No.Pd. Aspek-aspek yang diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. S.

Hanya sebagian siswa. Setelah disuruh oleh guru. Siswa masih ragu dan takut bertanya. merangkum materi yang telah diberikan. Dengan bimbingan guru. Kendari. Menyelesaikan dengan bimbingan guru.Siswa Siswa Siswa Siswa Ya Tidak Ya Ya Ya menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. Ya Tidak Sebagian siswa masih banyak yang ribut. Tidak ada tugas yang diberikan. Siklus III Lembar Observasi Aktivitas Siswa . 21 November 2009 Observer Hasman.Pd. menjawab soal latihan di depan kelas. S. mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh guru.

mencatat materi yang diajarkan oleh guru. Semua siswa mengerjakannya. merangkum materi yang telah diberikan. mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh guru. Aspek-aspek yang diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Ya Ya Ya Ya Ya Ya Kadang-kadang masing saling menggagu dengan temannya Setelah disuruh oleh guru. Ada beberapa orang siswa.dalam Proses Belajar-Mengajar No. Hampir semua siswa menyelesaikannya. menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru. menjawab soal latihan di depan kelas. menanyakan materi yang belum dimengerti. memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Ya Kendari. Menyelesaikan dengan bimbingan guru. Dengan bimbingan guru. 3 Desember 2009 .

Ya . Siklus IV Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Proses Belajar-Mengajar No. S. Aspek-aspek yang diobservasi Ya/Tidak Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Siswa Ya Ya Ya Ya memperhatikan penjelasan guru dengan baik.Observer Hasman. merangkum materi yang telah diberikan. menanyakan materi yang belum dimengerti.Pd. mengerjakan tugas rumah yang diberikan oleh guru. mencatat materi yang diajarkan oleh guru. menjawab soal latihan di depan kelas. menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru.

Pd. B. Tindakan Siklus II Berdasarkan hasil observasi. 2. 5 Desember 2009 Observer Hasman. Siswa masih merasa ragu dan takut bertanya kepada guru. Sebagian siswa belum menyelesaikan soal latihan yang diberikan. Guru tidak memberikan tugas latihan (PR) kepada siswa. S. Lampiran 6 Jurnal Refleksi Diri A.Ya Ya Kadang-kadang masih ribut Setelah disuruh oleh guru. Ada beberapa orang saja Hanya sebagian siswa. evaluasi serta refleksi maka kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus II adalah: . evaluasi dan refleksi maka kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I adalah: 1. Semua siswa mengerjakannya. Tindakan Siklus I Berdasarkan hasil observasi. Menyelesaikan dengan bimbingan guru. Sebagian siswa tidak memperhatikan penjelasan guru 3. 4. Kendari. Dengan bimbingan guru.

2. Jawablah soal di bawah dengan baik dan lengkap! 3. C. evaluasi serta refleksi maka kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus III adalah: 1. Dahulukan soal yang dianggap mudah! 4. Sebagian siswa masih ribut dan masih takut bertanya kepada guru tentang materi yang tidak dimengerti. Guru tidak mengkonstruksikan menghitung volumen gabungan antara kubus dan balok melalaui kubus satuan. Periksa kembali lembar jawaban sebelum dikumpul! Siklus I . 3. tetapi secara umum siswa sudah merespon apa yang disampaikan oleh guru. Lampiran 7 Soal Tes Petunjuk: 1. Masih ada beberapa orang siswa yang ribut. Guru tidak mengarahkan siswa mengerjakan soal di depan kelas. D.1. Guru tidak memberikan motivasi kepada siswa. evaluasi serta refleksi maka kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus III adalah guru tidak mengamati kegiatan siswa. Tulis nama dengan lengkap pada lembar jawaban anda! 2. 2. Tindakan Siklus III Berdasarkan hasil observasi. Tindakan Siklus IV Berdasarkan hasil observasi. Hanya sebagian siswa yang menyelesaikan soal latihan yang diberikan. 4. Kerjakan soal di bawah ini secara mandiri! 5.

Hitunglah volume dari kubus satuan di bawah ini! 2. Berapakah volumenya! Kunci Jawaban Siklus I 1. Hitunglah volume kubus satuan di bawah ini agar volumenya maksimum! 3. Dik: rusuk kubus (s) = 6 cm Dit: Volume Kubus (V) …? Penyelesaian: V=s×s×s =6×6×6 = 216 Jadi volume kubus tersebut adalah 216 cm3 . Dik: rusuk kubus (s) = 4 satuan Dit: volume kubus (V) …? Penyelesaian: V=s×s×s =4×4×4 = 64 Jadi volume kubus tersebut adalah 64 satuan volume 3.1. Dik: panjang rusuk (s) = 5 satuan panjang Dit: Volume Kubus (V) …? Penyelesaian: V=s×s×s =5×5×5 = 125 Jadi volume kubus tersebut adalah 125 satuan volume 2. Jika rusuk sebuah kubus adalah 6 cm.

Hitunglah bangun kubus yang dibutuhkan agar volume balok di bawah ini maksimum! 3. a. Kerjakan soal di bawah ini secara mandiri! 5. Dahulukan soal yang dianggap mudah! 4. Tulis nama dengan lengkap pada lembar jawaban anda! 2. Jika panjang rusuk dari sebuah balok adalah 7 cm. Hitunglah volume balok di bawah ini! 2.Soal Tes Petunjuk: 1. Jawablah soal di bawah dengan baik dan lengkap! 3. Hitunglah rusuk dari sebuah kubus jika volumenya 125 cm3! Kunci Jawaban . lebar 4 cm dan tinggi 3 cm. Berapakah volumenya! b. Periksa kembali lembar jawaban sebelum dikumpul! Siklus II 1.

s = = = =5 Jadi rusuk kubus adalah 5 cm Soal Tes .Siklus II 1. volume balok (V) …? b. V = p × l × t =7×4×3 = 84 Jadi volume balok adalah 84 cm3 b. Dik: panjang (p) = 6 satuan panjang Lebar (l) = 5 satuan lebar Tinggi (t) = 3 satuan tinggi Dit: volume balok (V) …? Penyelesaian: V=p×l×t =6×5×3 = 90 Jadi volume balok tersebut adalah 90 satuan volume 3. Dik: panjang (p) = 7 cm Lebar (l) = 4 cm Tinggi (t) = 3 cm Volume kubus 125 cm3 Dit: a. rusuk kubus (s) …? Penyelesaian: a. Dik: panjang (p) = 5 satuan panjang Lebar (l) = 4 satuan panjang Tinggi (t) = 3 satuan tinggi Dit: volume balok (V) …? Penyelesaian: V=p×l×t =5×4×3 = 60 Jadi volume balok tersebut adalah 60 satuan volume 2.

Jawablah soal di bawah dengan baik dan lengkap! 3. tinggi 3 cm serta volumenya 120 cm3! Kunci Jawaban Siklus III 1. Dahulukan soal yang dianggap mudah! 4. Dik: panjang (p) = 4 satuan panjang Lebar (l) = 3 satuan lebar Volume balok (V) = 24 satuan volume Dit: tinggi balok (t) …? Penyelesaian: =2 Jadi tinggi balok adalah 2 satuan tinggi 2. Dik: tinggi balok (t) = 3 cm Lebar balok (l) = 8 cm Volume balok (V) = 120 cm . Hitunglah lebar dari balok di bawah ini jika volumenya 126 satuan! 3. Periksa kembali lembar jawaban sebelum dikumpul! Siklus III 1.Petunjuk: 1. Tulis nama dengan lengkap pada lembar jawaban anda! 2. Dik: panjang (p) = 7 satuan panjang tinggi (t) = 6 satuan tinggi Volume balok (V) = 126 satuan volume Dit: lebar balok (l) …? Penyelesaian: =3 Jadi lebar balok adalah 3 satuan lebar 3. Hitunglah tinggi dari bangun balok di bawah ini jika volumenya 24 satuan! 2. Kerjakan soal di bawah ini secara mandiri! 5. Hitunglah panjang dari sebuah balok jika lebarnya 8 cm.

Hitunglah volumen bangun tersebut! Kunci Jawaban Siklus IV 1.Dit: panjang balok (p) …? Penyelesaian: =5 Jadi panjang balok adalah 5 cm Soal Tes Petunjuk: 1. Kerjakan soal di bawah ini secara mandiri! 5. Jawablah soal di bawah dengan baik dan lengkap! 3. Hitunglah volume bangun di bawah ini! 3. Dahulukan soal yang dianggap mudah! 4. Sebuah balok dengan panjang 6 cm. Kemudian di atas balok itu ditempatkan sebuah kubus yang memiliki panjang rusuk 8 cm. Tulis nama dengan lengkap pada lembar jawaban anda! 2. Hitunglah volume bangun di bawah ini! 2. lebar 4 cm serta tinggi 5 cm. Dik: rusuk kubus (s) = 3 satuan panjang balok (p) = 5 satuan panjang Lebar balok (l) = 3 satuan lebar Tinggi balok (t) = 3 satuan tinggi Dit: volume bangun tersebut …? Penyelesaian: V kubus = s × s × s =3×3×3 = 27 Jadi volume kubus adalah 27 satuan volume V balok = p × l × t =5×3×3 = 45 Jadi volume balok adalah 45 satuan volume . Periksa kembali lembar jawaban sebelum dikumpul! Siklus IV 1.

Dik: rusuk kubus (s) = 8 cm3 panjang balok (p) = 6 cm3 Lebar balok (l) = 4 cm3 Tinggi balok (t) = 5 cm3 Dit: volume bangun tersebut …? Penyelesaian: V kubus = s × s × s =8×8×8 = 512 Jadi volume kubus adalah 512 cm3 V balok = p × l × t =6×4×5 = 120 Jadi volume balok adalah 120 cm3 Jadi volume bangun tersebut adalah Volume kubus + volume balok = 512 + 120 = 632 cm3 . Dik: rusuk kubus (s) = 4 satuan panjang balok (p) = 8 satuan panjang Lebar balok (l) = 6 satuan lebar Tinggi balok (t) = 4 satuan tinggi Dit: volume bangun tersebut …? Penyelesaian: V kubus = s × s × s =4×4×4 = 64 Jadi volume kubus adalah 64 satuan volume V balok = p × l × t =8×6×4 = 192 Jadi volume balok adalah 192 satuan volume Jadi volume bangun tersebut adalah Volume kubus + volume balok = 64 + 192 = 256 satuan volume 3.Jadi volume bangun tersebut adalah Volume kubus + volume balok = 27 + 45 = 72 satuan volume 2.

Ikonik Dan Simbolik No Nama Siswa Nilai Hasil Belajar Siklus I Siklus II Siklus III Siklus IV 1 Junaidin 8 7 9 8 2 Yahya 6.6 8 7 22 Inayah 8.5 8 8 6.5 8 5 Ari Anggara 7 8 8 9 6 Dimas 7 6.5 8 8 3 Akmal Ali Hasdi 7 6.5 12 Tandri Aji 8 9 8 7 13 Jonatan Edo 4.Lampiran 8 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Sesudah Diterapkan Pembelajaran Melalui Representasi Enaktif.5 8 6 20 Intan Saputri 6.7 6 7.5 25 Ratna 6 5.5 7 5 5 21 Intan Narisma .5 7 Vikram 8 9 8 7 8 Hendriawan 8 7.5 4 5 3 14 Melina 6 7 6.5 27 Winda Putri P 7 8 6.5 6 9 8 29 Erni Silvia 8 6.5 8 10 Nur Ramadhan A 9 7 7 9 11 Saliman 7 6.5 5 6.5 9 8 9 23 Miranda Ayu 5 4 4 6 24 Murni .5 5.5 7 .5 7.5 8 9 30 Nur Dijah 6 7 7 6 31 Iliwua 8.5 19 Andriana 6 7.5 7 6 26 Siti Chaenur 6.5 8 28 Dian Yunita Syarni 8.5 5 7 4 Ardiansyah 6.5 8 7.5 15 Arni 5 4 5 5.5 9 7.5 16 Novi Aliyanti 8 .5 7 6.6.5 7 8.5 9 Nur Holis Majid 7 8 9.5 7 17 Sumardi 9 8 7 8 18 Astrid Diva 8 8 7 6.

Gambar 4.87% 87.19 7.Rata-rata 7.96% 95.90 7. Guru memperkenalkan kubus satuan kepada siswa. Kubus satuan .10% Lampiran 9 Tabel Presentase Pencapaian Keterlaksanaan Skenario Pembelajaran Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Tindakan Keterlaksanaan skenario Pembelajaran Hasil Belajar Siklus I Siklus II Siklus III Siklus IV 86.95% 86. Guru menuliskan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan yang dipelajari.66% 80.10 6. Guru menjelaskan pengertian kubus sebagai wakil dari tahapan enaktif.66% 89.06 Persentase keberhasilan individu 89.10% Lampiran 10 Dokumentasi Gambar 1.64% 83.64% 83.87% 87.8% 91. Gambar 2.66% 80. Gambar 3.

lembar observasi dan jurnal refleksi diri. “Meningkatkan Pemahaman Konsep Menghitung Volume Kubus dan Balok Melalui Representasi Enaktif.Si. (4) refleksi. khususnya yang berkaitan dengan cara mengajarkan konsep matematika yang tepat pada siswa sekolah dasar Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.0 maka siswa dikatakan memahami konsep tentang menghitung volume kubus dan balok. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Guru membimbing siswa menyelesaikan soal latihan dengan simbol-simbol abstrak. H. selaku Pembimbing II atas segala waktu yang diluangkan untuk membimbing dan memberikan arahan-arahan kepada peneliti hingga selesainya penyusunan skripsi ini. Guru memantau siswa menyelesaikan soal latihan. M. selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan MIPA.19.. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA dan Drs. Dr. yaitu (a) kegiatan pembelajaran dikatakan terlaksana dengan baik apabila minimal 85% kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik (b) siswa-siswa yang menjadi subyek dalam penelitian ini dikatakan memahami konsep matematika yang diajarkan apabila minimal 80% jumlah siswa telah memperoleh nilai 6.. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti apa yang telah didesain dalam faktor-faktor yang diselidiki. M. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT.. Bapak Drs. (2) bagi guru sebagai bahan masukan bagi guru dalam meningkatkan proses pembelajaran di kelasnya apalagi pada siswa yang berada pada tahap operasi konkret. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Hafiludin Samparadja. Guru meminta siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ada 2 (dua) macam. (2) pelaksanaan tindakan. Barlian.Si. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari empat siklus. Gambar 10. Aceng Haetami.. (4) bagi peneliti dapat mengetahui secara langsung permasalahan dalam pembelajaran. selaku Dekan FKIP Universitas Haluoleo. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari.90. (2) data tentang hasil belajar siswa diambil dengan menggunakan alat evaluasi hasil belajar. ikonik dan simbolik.06.64% dengan rata-rata 6.66% dengan rata-rata 7. Guru meminta salah seorang siswa menghitung jumlah kubus satuan sebagai wakil dari tahapan ikonik. Gambar 6.Gambar 5. Gambar 9. atas segala rahmat dan hidayah yang diberikan kepada penulis sehingga penyusunan skripsi dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Konsep menghitung Volume Kubus Dan balok Melalui Representasi Enaktif. M. 2. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Pemahaman siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari pada konsep menghitung volume kubus dan balok dapat ditingkatkan melalui tahapan representasi enaktif. ikonik dan simbolik agar prestasi belajar siswa lebih baik. M. Gambar 7. Ir. Bapak Drs.Pd. . ABSTRAK ABSTRAK LA ODE ARIFIN (A1C1 05 063). Guru menjelaskan cara mencari volume kubus dengan menggunakan kubus satuan. Bapak Prof. (3) bagi sekolah dengan hasil penelitian ini diharapkan SD Negeri 8 Mandonga..87% dengan ratarata 7..Pd.Si. selaku Rektor Universitas Haluoleo Kendari.10% dengan rata-rata 7. Ikonik dan Simbolik pada Siswa Kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari” ini dapat terselesaikan. siklus III sebesar 83. (3) observasi dan evaluasi. Hal ini telah mencapai target yang telah dirancang yaitu minimal 80% jumlah siswa telah memperoleh nilai 6. Usman Rianse. S. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan kepada berbagai pihak yang langsung maupun tidak langsung membantu penulis terutama kepada: 1. Adapun tahapan penelitian ini adalah: (1) perencanaan. guru menjelaskan volume kubus dengan menggambarkan di papan tulis Gambar 8. 3. Data tersebut diperoleh dari data tes hasil belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok dapat ditingkatkan melalui representasi enaktif.0 (ketentuan dari sekolah bersangkutan).Pd. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Desember 2009 di kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Tahun Ajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 31 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan. H. dapat meningkatkan pemberdayaan tahapan enaktif. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa seluruh rangkaian kegiatan penelitian mulai dari tahap penyusunan proposal hingga penyelesaian penyusunan skripsi ini penulis senantiasa mendapat bantuan dan petunjuk dari berbagai pihak. M. S. siklus IV sebesar 87. La Misu. Teknik pengambilan data: (1) data tentang kondisi pembelajaran diambil dengan menggunakan lembar observasi. Hal ini dapat dilihat pada hasil tes tiap siklus yaitu siklus I sebesar 89.Pd. Ikonik dan Simbolik Pada Siswa Kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari”.10.S. siklus II sebesar 80. ikonik dan simbolik pada siswa kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok melalui representasi enaktif. Sumber data penelitian yaitu terdiri dari siswa dan guru. M. selaku Pembimbing I dan Bapak La Ili.. Manfaat dari penelitian ini adalah: (1) bagi siswa dapat meningkatkan pemahaman konsep menghitung volume kubus dan balok yang pada akhirnya siswa dapat meningkatkan prestasi belajar matematikanya.

Tahapan Enaktif. Hj. Bapak Drs. Tindakan Siklus IV 38 B.Ma. Rosmadewi. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Matematika serta seluruh staf administrasi dalam lingkungan FKIP Universitas Haluoleo. S. 5. Hipotesis Penelitian 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Kendari. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada kedua orang tuaku (La Golu san Wa Ode Undu) serta kakak (Hadaria) dan adik (Sariati) yang selalu mendoakan agar penulisan skipsi ini tidak mengalami hambatan. Jenis Penelitian 19 B. Iwan. St. Ibu Dra. 6. Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Manusia 12 4. Indikator Kinerja 24 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penelitian yang Relevan 17 C. Hasil Penelitian 25 1. Utu Rahim. Hadi. Semoga Allah SWT membalas segala budi baik dari semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan hasil penelitian ini. Pelaksanaan Tindakan 20 E. Amin. 9. Delwi. Tindakan Siklus I 26 3. M. Januari 2010 Penulis DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSETUJUAN ii ABSTRAK iii KATA PENGANTAR iv DAFTAR ISI vi DAFTAR LAMPIRAN viii BAB I PENDAHULUAN A. Setting Penelitian 19 C. Kegiatan Pendahuluan 25 2. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 4 C. Pembahasan 41 BAB V PENUTUP . Kerangka Pemikiran 17 D. Konsep dalam Matematika 10 3.. Kajian Teori 6 1. Putu. Hadi Siharis. Saherman. Proses Belajar-Mengajar Matematika 6 2. Keluarga besar mahasiswa pendidikan matematika khususnya angkatan 2005 Hasman. Ibu Wa Ode Rusni. Tahapan Penelitian Tindakan Kelas 23 G. selaku guru Kelas V SD Negeri 8 Mandonga yang turut membantu dalam pelaksanaan penelitian ini. Data dan Teknik Pengambilan Data 23 F.Pd. Siswa-siswi SD Negeri 8 Mandonga yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian. Siklus III 34 5. Tujuan Penelitian 4 D. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 7. 8. Faktor yang Diselidiki 19 D.Pd.4. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini sangat penulis harapkan. A. S. selaku Kepala SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari. Nurhayati L. Manfaat Penelitian 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dedi.Pd. Jiji dan kawan-kawan yang tidak bisa kusebut satu persatu. Tindakan Siklus II 30 Halaman 4. La Ode Arbiki. Ikonik dan Simbolik 14 B.

Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Sesudah Diterapkan Pembelajaran Melalui Representasi Enaktif. Kesimpulan 45 B. Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Belajar-Mengajar 60 5. Ikonik dan Simbolik 97 9. Jurnal Refleksi Diri 82 7. Lembar Observasi aktivitas Siswa dalam Proses Belajar-Mengajar 78 6. Saran 45 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN No. Rencana pelaksanaan Pembelajaran 49 3. Lampiran Halaman 1. Dokumentasi 99 . Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VA SD Negeri 8 Mandonga Kota Kendari 48 2. Indikator Lembar Observasi 69 4. Tabel Persentase Pencapaian Keterlaksanaan Skenario Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa Kelas VA SD Negeri 8 Mandonga 98 10. Insrumen tes dan Kunci Jawaban 84 8.A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->