P. 1
Tugas Proposal

Tugas Proposal

|Views: 384|Likes:
Published by Vivi Sri Mulia

More info:

Published by: Vivi Sri Mulia on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

Analisis data hasil penelitian ini menggunakan metode statistik untuk

melihat keberhasilan siswa dalam belajar, yang menentukan pengolahan

datanya dilakukan dengan uji normalitas dan uji homogenitas.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah sampel berasal dari

populasi yang terdistribusi normal, memakai uji Liliefors (Sudjana, 2005:

246-247) dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Data X1,X2,X3,...Xn yang diperoleh dari data yang terkecil hingga ke

data yang terbesar.

b. Data X1, X2, X3, ....Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, Z3, ....Zn dengan

rumus sebagai berikut:

Zi =

S

X

Xi

Keterangan:

Xi = skor siswa yang diperoleh siswa yang ke-i

X = skor rata-rata

S = simpangan baku

34

c. Dengan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung

peluang.

F (zi) = P (z e zi)

d. Dengan menggunakan proporsi Z1, Z2, Z3,...Zn yang lebih kecil atau

sama dengan Zi, jika proporsi ini dinyatakan dengan S (Zi), maka:

S (Zi) =

n

Zi

Zyang

Z

Z

banyaknyaZ

e

....

..........

3

,2

,1

e. Menghitung selisih F(Zi) ± S(Zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

f. Diambil harga yang paling besar di antara harga mutlak selisih tersebut

dan disebut selisih L0.

g. Membandingkan nilai L0 dengan Ltabel. Kriterianya diterima yaitu

hipotesis itu normal jika L0 < Ltabel, selain itu hipotesis ditolak.

Setelah dilakukan uji normalitas diperoleh kelas sampel terdistribusi

normal (Lampiran 15 dan Lampiran 16).

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas berfungsi untuk melihat apakah kedua sampel

mempunyai varians yang homogen atau tidak. Untuk uji homogenitas

dilakukan langkah-langkah menurut Sudjana (2005: 249) sebagai berikut:

a. Mencari varians masing-masing data kemudian dihitung harga F dengan

rumus:

F =

2

2

2

1

S

S

Keterangan:

F = varians kelompok data

S1 = varians hasil belajar kelas eksperimen

35

S2 = varians hasil belajar kelas kontrol

b. Jika harga F sudah ditetapkan maka dibandingkan F tersebut dengan

harga F yang terdapat di dalam distribusi F dengan taraf signifikan 5%

dan pembilang = n1 ± 1 dan dk penyebut = n2 ± 1. Bila harga F yang

terdapat dari perhitungan lebih kecil dari harga F pada tabel berarti

kelompok data mempunyai varians yang homogen. Sebaliknya jika

harga F yang didapat dari perhitungan lebih besar dari harga F yang ada

dalam tabel berarti kedua kelompok data memiliki varians tidak

homogen (Sudjana, 2005: 249).

Setelah dilakukan uji homogenitas diperoleh kedua sampel

mempunyai varians yang homogen (Lampiran 17).

3. Uji Hipotesis

Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas maka dilakukan uji

hipotesis. Untuk menguji hipotesis karena data terdistribusi normal dan

kedua kelompok data memiliki varians yang homogen maka digunakan uji-t

Sudjana (2005: 239). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

t =

2

1

2

1

1

1

n

n

s

x

x

dengan

2

1

1

2

2

2

2

1

1

2

!

n

n

S

n

S

n

S

Dimana:

1

x = nilai rata-rata kelas eksperimen

2

x = nilai rata-rata kelas kontrol

36

S1 = standar deviasi kelas eksperimen

S2 = standar deviasi kelas kontrol

S = standar deviasi gabungan

n1 = jumlah siswa kelas eksperiman

n2 = jumlah siswa kelas kontrol

Harga thitung dibandingkan dengan ttabel, kriteria pengujiannya

adalah jika thitung > ttabel pada taraf signifikasi 0,05 dan dk = n1 + n2 - 2 berarti

hipotesis nol ditolak dan hipotesis kerja diterima. Jika thitung < ttabel pada

taraf signifikasi 0,05 dan dk = n1 + n2 - 2 berarti hipotesis kerja ditolak.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Dari penelitian yang telah dilakukan pada kelas sampel, diperoleh

data tentang hasil belajar siswa. Data tersebut diperoleh dari tes akhir pada

kegiatan penelitian. Tes akhir yang diberikan berjumlah 20 soal. Pada

kelas eksperimen tes akhir diikuti oleh 28 orang siswa sedangkan pada

kelas kontrol diikuti oleh 32 orang siswa. Tabulasi data kedua kelas

sampel tersebut dapat dilihat pada Lampiran 14. Berdasarkan hasil analisis

jawaban siswa pada kegiatan tes akhir diperoleh data nilai hasil belajar

siswa yang seperti pada Tabel 3.

Tabel 3. Nilai Rata-rata Tes, Simpangan baku dan Varians Kelas

Eksperimen dan Kelas Kontrol

37

Kelas

N

X

S

S2

Eksperimen

28

69,10

11,22

126,03

Kontrol

32

62,03

13,25

175,58

Keterangan :

N = jumlah anggota sampel

X = nilai rata-rata

S = simpangan baku

S2

= varians

Berdasarkan Tabel 6. dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa pada

kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan pemberian tugas

meringkas dalam model pembelajaran Gal¶perin memiliki nilai rata-rata

yang lebih tinggi dari hasil belajar siswa kelas kontrol yang hanya

perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran Gal¶perin. Data secara

rinci dapat dilihat pada Lampiran 15 dan 16.

B. Hasil Analisis Data

Untuk dapat menarik suatu kesimpulan dilakukan dengan uji

normalitas, uji homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis

untuk menentukan statistik mana yang akan digunakan.

1. Hasil Uji Normalitas

Data hasil tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol diolah

untuk menentukan uji normalitas. Pada uji normalitas ini digunakan uji

Liliefors seperti yang tertera pada teknik analisis data. Berdasarkan uji

normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh harga L0 dan

Lt pada taraf nyata 0,05 seperti terlihat pada Tabel 4. berikut:

33

38

Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.

Kelas

N

E

L0

Lt

Keterangan

Eksperimen

28

0,05

0,124

0,1658

Normal

Kontrol

32

0,05

0,152

0,1568

Normal

Berdasarkan Tabel 4. terlihat bahwa kedua kelas eksperimen

dan kelas kontrol memiliki L0 < Lt, berarti data kedua kelas sampel

terdistribusi normal. Perhitungan lengkap uji normalitas dapat dilihat

pada Lampiran 15 dan 16.

2. Hasil Uji Homogenitas

Untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol apakah

memiliki varians yang homogen atau tidak, maka dilakukan uji F.

Analisis homogenitas sampel dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Kelas

E

Fhitung

Ftabel

Kesimpulan

Eksperimen

0,05

1,393

1,876

Homogen

Kontrol

Dari Tabel 5. terlihat bahwa kedua kelas sampel memiliki

Fhitung < Ftabel berarti kelas eksperimen dan kelas kontrol bervarians

homogen. Untuk lebih jelasnya uji homogenitas dapat dilihat pada

Lampiran 17.

39

3. Hasil Uji Hipotesis

Dari uji normalitas dan uji homogenitas kelas eksperimen dan

kelas kontrol didapatkan bahwa data kelas eksperimen dan kelas

kontrol tersebut terdistribusi normal dan memiliki varians yang

homogen. Untuk pengujian hipotesisnya digunakan uji-t. Hasil uji

hipotesis dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Hasil Uji Perbedaan Dua Rata-rata Tes Akhir

Kelas

thitung

ttabel

Kesimpulan

Eksperimen

2,23

1,67

Hipotesis

diterima

Kontrol

Dari hasil perhitungan dengan uji-t didapat harga thitung 2,23

dan pada taraf nyata 0,05 didapat harga ttabel 1,67 dengan derajat

kebebasan 58, dengan demikian thitung > ttabel maka hipotesis kerja

diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar

siswa yang berarti antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan

penerapan tugas meringkas dalam model pembelajaran Gal¶perin

dengan kelas kontrol yang hanya diberikan penerapan model

pembelajaran Gal¶perin. Untuk langkah-langkah uji hipotesis ini dapat

dilihat pada Lampiran 18.

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis data tes akhir didapat rata-rata hasil

belajar kimia siswa pada kelas eksperimen 69,10 (Lampiran 15) dan pada

kelas kontrol 62,03 (Lampiran 16), data ini menunjukkan hasil belajar

40

siswa dengan pemberian tugas meringkas dalam model pembelajaran

Gal¶perin lebih tinggi daripada hanya dengan menggunakan model

pembelajaran Galperin. Hal ini disebabkan karena dengan adanya tugas

meringkas dalam model pembelajaran Gal¶perin dapat mengarahkan siswa

untuk lebih siap mengikuti proses pembelajaran. Sehingga proses

pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan berlangsung lebih efisien

karena siswa telah memiliki pengetahuan awal sebelum pembelajaran

dilakukan.

Hal ini sesuai dengan pendapat Winkel (1996:278) yang

menyatakan bahwa ³Tujuan pemberian tugas yaitu agar siswa berlatih

mengolah meteri pelajaran, belajar membagi waktu dengan baik, belajar

teknik-teknik studi yang efisien dan efektif´.

Sebelum meringkas siswa terlebih dahulu membaca materi

pelajaran, sehingga siswa dapat memahami dan mengerti dari materi

pelajaran. Sejalan dengan itu Soedarsono (1989:77) mengungkapkan

bahwa ³Membuat ringkasan merupakan jalan yang paling baik yang

dilakukan setelah membaca dan mengerti bagian-bagian yang akan

diringkas´. Sesuai dengan pendapat tersebut tugas meringkas dapat

meningkatkan aktifitas belajar siswa. Siswa yang biasanya tidak mencatat

materi pembelajaran akan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Dengan demikian siswa akan memahami dan mengerti materi pelajaran

yang akan diajarkan.

41

Menurut hasil pengamatan selama melakukan penelitian, terlihat

bahwa siswa pada kelas eksperimen lebih cepat dalam menyelesaikan

soal-soal yang terdapat pada LDS, sehingga waktu menjadi lebih efisien.

Hal ini disebabkan karena siswa telah memiliki pengetahuan awal sebelum

pembelajaran dilakukan dengan mengerjakan tugas rumah membuat

ringkasan. Ringkasan yang dibuat diambil dari bermacam-macam buku

sumber yang tersedia di perpustakaan, hal ini dengan sendirinya bisa

melengkapi pengetahuan siswa karena masing-masing buku memiliki

kekurangan dan kelebihan, sehingga antara siswa yang satu dengan yang

lain bisa saling melengkapi.

Namun jika ditinjau dari segi ketuntasan belajar siswa secara rata-

rata, hasil belajar siswa pada kelas sampel sudah berada diatas nilai

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan pihak sekolah yaitu

60,00. Hal ini disebabkan karena kelas sampel sama-sama menerapkan

model pembelajaran Gal¶perin melalui beberapa rangkaian tahap kegiatan

yaitu tahap orientasi, tahap latihan, umpan balik dan tahap lanjutan,

dimana model pembelajaran ini merupakan gabungan dari beberapa

metode mengajar. Beberapa metodenya yaitu metode ceramah dan metode

diskusi. Gabungan metode ini dapat meningkatkan interaksi siswa dan

menuntut keterlibatan siswa secara aktif. Jadi kelemahan metode yang satu

dapat ditutup oleh metode lainnya.

Dari uji t pada taraf nyata 0,05 dan derajat kebebasan 58

diperoleh harga thitung 2,23 dan harga ttabel 1,67. Dengan demikian thitung >

42

ttabel yang berarti bahwa H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa tugas

meringkas dalam model pembelajaran Gal¶perin memberikan pengaruh

positif yang berarti terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan

Minyak Bumi kelas X di SMAN 2 Gunung Talang.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka

dapat disimpulkan bahwa tugas meringkas dalam model pembelajaraan

Gal¶perin berpengaruh positif secara signifikan terhadap peningkatan hasil

belajar siswa pada pokok bahasan Minyak Bumi kelas X di SMA Negeri 2

Gunung Talang. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar siswa

kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka disarankan

beberapa hal :

43

1. Supaya guru dan calon guru dapat menerapkan model pembelajaran

Gal¶perin yang disertai dengan pemberian tugas meringkas sebagai variasi

dalam pembelajaran kimia khususnya materi Minyak Bumi di SMA.

2. Penelitian ini masih terbatas pada materi Minyak Bumi maka diharapkan

ada penelitian lanjutan untuk materi lain.

3. Diharapkan dalam penyusunan kelompok belajar diinformasikan pada

pertemuan sebelumnya dan dipastikan siswa sudah duduk dengan

kelompok yang sudah ditetapkan sebelum pelajaran dimulai agar tidak

terjadi keributan dalam pengangkatan kursi sekaligus menghemat waktu.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi

Aksara.

Asmiyanto, Taufik. Model Pembelajaran Tipe Gal¶Perin. (http://www.ceds-

id.org/?p=10. Diakses: 19 Juni 2009).

Deswita. 2008. Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIs

SMPN 18 Padang Dengan Pemberian Tugas Meringkas Materi di Rumah di

Iringi Dengan Persentasi Hasil Kerja. Skripsi. Padang: FMIPA UNP.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2004. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan

Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.

Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperative. Surabaya: Unesa.

Ibrahim, R dan Nana Syaodih S. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka

Cipta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->