Percobaan II

Judul Tujuan Hari/ Tanggal Tempat : Pemurnian Zat Cair Dengan Destilasi : Agar mahasiswa terampil dalam melakukan destilasi : Rabu / 19 Oktober 2011 : Laboraturium Kimia FKIP Unlam Banjarmasin

I.

DASAR TEORI Sebagian besar materi di alam berada sebagai campuran zat-zat murni.

Campuran adalah materi yang terdiri dari dua macam zat atau lebih dan masih memiliki sifat-sifat zat penyusunnya. Campuran dibedakan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen dan heterogen ini dapat dipisahkan. Adapun cara-cara pemisahan campuran dapat dilakukan

berdasarkan perbedaan sifat fisika, misalnya ukuran partikel, titik didih, titik leleh, kecepatan elusi (perambatan) zat pelarut yang suatu lapisan zat, kelarutan dan lainlain. Untuk memperoleh zat yang murni tersebut, ada beberapa pemisahan campuran yang dapat dilakukan, yaitu: a. Pemisahan zat padat dari zat padat lainnya : 1. Pengayakan 2. Pelarutan b. Pemisahan zat padat dari zat cair dalam larutan : 1. Penguapan dan kristalisasi 2. Sertifugasi c. Pemisahan zat padat dari zat cair dalam suspensi : 1. Penyaringan (filtrasi) d. Pemisahan beberapa zat padat dari campuran : 1. Teknik kromatografi e. Pemisahan zat cair yang tidak saling melarut : LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 34

1. Teknik cairan pisah (funnel) yang disebut juga dengan ekstraksi f. Pemisahan zat cair dari larutannya: 1. Teknik destilasi  Destilasi Destilasi (penyulingan) adalah metode pemisahan bahan kimia berdasarkan pada perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau

didefinisikan juga sebagai teknikpemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. A. Prinsip Dan Dasar Pemisahan Secara Destilasi Pada umumnya, prinsip dari destilasi adalah penguapan dan pengembunan kembali uapnya, pada tekanan dan suhu tertentu. Penerapan destilasi didasarkan pada teori bahwa pada suatu larytan, masingmasing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal destilasi didasarkan pada hukum Rault dan hukum dalton. Untuk larutan dan campuran ideal, tekanan PA dan komposisi uap larutan ditentukan bila tekanan PA0 dan fraksi mol komponen zat murni XA diketahui ( hukum Raoult) : PA = PA0. XA dan hukum Dalton XA= PA / (PA + PB +.....). Komposisi kedua hukum ini menunjukkan bahwa untuk campuran ideal, fraksi mol uap lebih tinggi daripada dalam larutan.

B.

Syarat Utama Pemisahan dengan Destilasi Pemisahan dengan destilasi dilakukan dengan mengetahui komposisi antara

fase air dan fase uap. Proses destilasi dapat dengan mudah dilakukan terhadap campuran, dimana antara komponen satu dengan komponen lain dalam campuran memiliki kriteria, yaitu: 1. Dalam keadaan standar berupa cairan, saling melarut menjadi campuran homogen. 2. Mempunyai sifat penguapan relatif cukup besar.

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011

35

Kondensor Memiliki dua celah. Pendingin yang biasa digunakan adalah air yang dialirkan dari dasar pipa. Berskala suhu tinggi diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel haed dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. pemanasan. b. 4. kolom stripping. tujuannya adalah agar bagian dari dalam pipa lebih lama mengalami kontak dengan air. Labu didih Berfungsi sebagai tempat suatu campuran zat cair yang akan didestilasi. 2. Steel head Berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk kekondensor dan biasannya labu destilasi dengan leher berfungsi sebagai steel head. Sebagian besar. 3. memberikan komposisi titik didih maksimum atau minimum. Termometer Biasanya digunakan untuk mengukur suhu uap zat yang didestilasi selama proses berlangsung. dan labu penampungan destilat. Selain itu juga terdapat cooler. 5.3. C. menafraksilasi. Umumnya termometer yang digunakan harus memenuhi syarat. ataupun tabung reaksi tergantung pemakaiannya. Labu penampung destilat Selain labu bisa juga digunakan erlenmeyer. kondensor. 1. yaitu: a. yaitu celah masuk dan celah keluar yang berfungsi untuk aliran air kran. sehingga pendinginan lebih sempurna. penyimpanan campuran azeotrop terhadap hukum raoult. Peralatan Penting dalam Destilasi Alat destilasi atau desikator terdiri atas termometer. steel head. Tidak membentuk cairan azeotrop. Yaitu campuran yang memiliki titik didih yang konstan. labu didih. LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 36 .

Untuk senyawa murni. Destilasi biasa (destilasi sederhana) Pada destilasi biasa. cairan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Jenis-jenis Destilasi Destilasi memiliki beberapa jenis. batang. yaitu kecenderungan sebuah subtansi untuk menguap / menjadi gas. kemudian didinginkan sehingga menjadi cair kembali yang ditampung pada wadah terpisah. Jeenis-jenis destilasi diantaranya: 1.tergantung dari keperluan zat yang akan didestilasi dan mekanisme kerjanya. untuk mengoksidasi zat-zat yang berguna sebagai khasiat obat yang terdapat dalam daun. destilasi adalah penguapan atau pengembuhan kembali uap yang diperoleh pada tekanan dan temperatur tertentu. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didhnya lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Zat yang titik didihnya lebih tinggi masih tertinggal pada wadah semula. Beberapa contoh penggunaan teknik destilasi adalah industri minuman beralkohol yaitu memperoleh kadar alkohol yang dikehendaki. Penangas Berfungsi untuk pemanasan. bisa juga digunakan mantel lisstrik yang biasannya sudah terpasang pada desikator. Pada prinsipnya. D. Selain perbedaan titik didih. Destilasi digunakan pada tekanan atmosfer 1 atm. Saat dipanaskan. dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil (mudah menguap). juga perbedaan kevolatilan. Dalam industri farmasi. Aplikasi sederhana dari destilasi jenis ini adalah memisahkan campuran air dengan alkohol. dimana alkohol memiliki titik didih lebih rendah daripada air. Destilasi digunakan untuk memisahkan dua atau lebih komponen zat cair yang memiliki titik didih berbeda.6. suhu yang terdapat pada LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 37 . akar tanaman maupun memurnikan alkohol dari air. Uap ini dialirkan.

Selain itu destilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air disemua temperatur tetapi dapat didestilasi dengan air. Destilasi fraksionasi Fungsi dari destilasi fraksionasi adalah memisahkan komponenkomponen cair dua atau lebih dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didih namun perbedaan titik didih antar zatnya hampir sama. sehingga pemisahan akan terjadi lebih sempurna (Hukum Raoult). makin banyak prosea fraksinasi tersebut. dengan pengertian dapat terdekomposisi sebelum LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 38 . Akan tetapi dengan titk didih lebih tinggi akan terkondensasi sewaktu melewati kolom atas. Aplikasi dari destilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari pohon eucalptus.patkan pada tempat terjadinya proses destilasi adalah sama dengan titik didih destilat. proses pemisahan akan terjadi dalam banyak tahap. Makin banyak trap yang dipunyai. 4.termometer yang dite. kedua zat cair akan menguap. Destilasi uap Destilasi uap digunaakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200°C atau lebih. sedangkan pada bagian atas akan terdapat campuran uap yang banyak mengandung fraksi titik didih rendah. minyak sitrus (deum citri) dari lemon dan juga dapat digunakan untuk ekstraksi minyak parfum dari tumbuhan. akan terjadi proses penguapan tersendiri. Sewaktu campuran dipanaskan. 3. Pada bagian bawah aakan terdapat campuran uap yang banyak mengandung fraksi yang mempunyai titik didih tinggi. 2. Sifat yang fundamental dari destilasi uap adalah dapat mendestilasi campuran senyawa dibawah titik didih dan masing-masing senyawa campurannya. Destilasi vakum Destilasi vakum biasanya digunakan jika senyawa yang ingin didestilasi tidak stabil. Dengan menggunakan kolom yang panjang dan mempunyai sekat/trap.

Aspirstor berfungsi sebagai penurun tekanan pada destilasi ini. Untuk mengurangi tekanan digunakan pompa vakum atau aspirator. Sifat-sifat metanol: LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 39 . berikut dijelaskan mengenai keduannya.  Spiritus Spiritus adalah zat cair yang mengandung alkohol yang mudah menguap dan terbakar. Metode destilasi ini tidak dapat digunakan pada pelarut dengan titik didih yang rendah jika kondensornya menggunakan air dingin karena komponen yang menguap tidak dapat dikondensasi oleh air. a.atau mendekati titik didihnya atau campuran yang memiliki titik didih diatas 150°C. 5. dimana zat cair akan menguap. Pengertian teknis yang sengaja diberi pewarna biru dengan tujuan membedannya dengan alkohol lain dan air. Destillasi penyulingan Destilasi penyulingan digunakan untuk memisahkan zat cair dari zat padat atau dari zat lainyang memiliki titik didih jauh berbeda. setelah itu uap didinginkan sehingga diperoleh uap zat cair murni yang disebut destilat. Metanol disebut wood alcohol karena pada zaman dahulu diproses dengan teknik sampling destilasi kayu. Contoh destilasi penyulingan adalah pemisahan air dari larutan garam. Metanol merupakan alkohol paling sederhana dengan rantai C yang pendek. pemisahan air tawar dari air laut dan pemurnian air dalam laboraturium untuk mendapatkan air suling. Uap tersebut akan naik dan keluar dari tabung. Oleh karena spiritus merupakan campuran metanol dan etanol. Metanol Metanol dikenal dengan metil alkohol atau wood alcohol dengan rumus kimia CH3OH. Warna biru pada spiritus merupakan campuran cuppel (Cu2+ ) yang diberikan agar penggunaan spiritus dapat dikendalikan. Campuran dipanaskan. Spiritus didefinisikan sebagai campuran metanol dan etanol dengan lainnya merupakan metanol kelas perbandingan tertentu (yakni 3:1).

mati) 3. Etanol melarutkan senyawa baik polar maupun nonpolar. Pelarut etanol yang digunakan di industri diperoleh dari hidrasi etena. Tahap proses: . Terbakar nyala biru 4. Etanol merupakan senyawa karbon dari alkohol selain metanol. makanan (pewarna. dan produksi plastik.Amilum diubah menjadi glukosa dengan cara mencampur amilum dengan air dan memanaskannya pada suhu < 40 0C. melalui proses fermentasi dengan bantuan enzim dalam ragi.1. pelarut bahan baku dan bahan aditif bagi etanol induustri. Bersifat polar dan nonpolar. Etanol banyak digunakan sebagai pelarut. Selain dengan hidrasi etena. larut dalam air. minyak wangi). Cairan tak berwarna.Dalam tanaman yang mengandung karbohidrat terdapat amilum. Td: 78. Cairan tidak berwarna. higroskopis. Digunakan sebagai bahan pendingin/anti beku. Etanol dapat dibuat dari senyawa karbohidrat. perasa). yakni polisakarida (amilum). pernis dan cat. b. (C6H5O5)n + nH2O amilase nC6H12O6 LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 40 . obat-obatan (obat batuk sirup dan antiseptik). Td = 65°C 2. terbakar dengan nyala kuning Etanol merupakan senyawa karbon dari alkohol selain metanol.4°C 3. pembersih kaca. Mudah menguap. Etanol Etanol atau ethyl alkohol merupakan salah satu turunan senyawa hidroksil atau OH dari gugus OH. . larut sempurna dalam air 2. etanol juga dapat diperoleh dari proses fermentasi senyawa karbohidrat. Sifat ini dimanfaatkan dalam pembuatan produk untuk perawatan tubuh (krim. Sifat-sifat etanol: 1. Lebih toksik dari etanol (memabukkan-kebutaan.

bakteri ragi akan mati. Keadaan ketajaman pembelokan memberikan gambaran pendekatan tentang ketajaman pemisahan. Pemisahan yang sempurna akan diperolah pada kurva yang mempunyai sudut pembelokan yang tajam. Karena pada kadar tersebut.Glukosa diubah menjadi etanol dengan bantuan enzim zimase. Hal ini dimungkinkan untuk campuran yang mudah dipisahkan atau peralatan yang cukup efektif. C6H12O6 zimase C2H5OH + 2CO2 Proses fermentasi hanya menghasilkan etanol dengan kadar 12 – 15 %. 3. Untuk mendapatkan kadar etanol dengan kadar sampai ~ 96 %. Karena hai ini berhubungan langsung dengan LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 41 .  Kurva Titrasi Cara yang umum digunakan dalam melukiskan hasil destilasi adalah dengan menggambarkan kurva destilasi.  Diagram Pada Destilasi 1. Diagram titik didih Adalah diagram yang menyatakan hubungan antara temperatur atau titk didih dengan komposisi uap dan cairan yang berkesinambungan. Reaksi bersifat eksoterm. dimana komponen. titik didih atau sifat-sifat fisika lain dari destilat digambarkan terhadap persen atau jumlah destilat. Sedangkan untuk kadar ~ 100%. 2. alkohol 96 % dapat dipanaskan dengan CaO yang berfungsi untuk mengikat air didalam larutan ~ 96% alkohol tersebut. Diagram entalpi-komposisi Adalah diagram yang menyatakan hubungan antara entalpi dengan komposisi suatu sistem pada tekanan tertentu. Diagram kesetimbangan uap-cair Adalah diagram yang menyatakan hubungan kesetimbangan antara komposisi uap dengan komposisi cairan. maka dilakukan penyulingan..

Kecepatan uap yang naik ke dalam atau kecepatan aliran destilat. ALAT DAN BAHAN 2. Faktor-faktor penting yang mempengaruhi ketajaman pemisahan dalam proses destilasi.2 Bahan 1.1 Alat 1. Penangas air 5. Seperangkat alat destilasi 7. II. Pipet tetes 6. Gelas ukur 100 ml 3. 2.kemurnian fraksi yang dikumpulkan. Spiritus 250 mL 3. yaitu: 1. Statif dan klem 8. Perbedaan komposisi yang mungkin ada diantara cairanpada keadaan kesetimbangan (hubungan kesetimbangan uap dan cairan atau volatilitas relatif). Corong 2. 3. Batu didih 2. Hot plate 4. Vaselin : 1 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah : 1 set : 1 pasang : 1 buah LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 42 . Makin banyak jumlah destilat transisi atau makin kecil efisiensi alat yang digunakan. Termometer 100oC 2. Perbandingan kondensat yang kembali kearah kolom fraksinasi atau refluks ratio. Efektifitas kontak dari uap dan cairan yang biasa dinyatakan dalam flat teoritis atau HETP.

3. yaitu destilat yang suhunya sudah mendekati suhu didih sebenarnya sampai suhu konstan. IV. Melakukan pemanasan dengan suhu yang diatur perlahan sampai mendidih. Memasang peralatan destilasi sederhana dengan labu bundar 250 mL yang diklem dan diletakkan di atas penangas air.5 mL Suhu (oC) 68oC 68oC 68oC 69oC 69oC 69oC 69oC 68oC LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 43 . Mengalirkan air pendingin/kondensor. Mengamati dan mencatat suhu di mana tetesan pertama mulai jatuh.III. Memasukkan beberapa potong kecil batu didih ke dalam labu. 6. 7. 8. 5. 2. 9. HASIL PENGAMATAN Tabel pengamatan untuk metanol Volume (mL) Tetesan pertama 5 mL 10 mL 15 mL 20 mL 25 mL 30 mL 37. arah aliran dari bawah ke atas. Mengatur pemanasan supaya destilat menetes secara teratur dengan kecepatan satu tetes per detik. Menampung destilat murni. PROSEDUR KERJA 1. Ujung kondensor dilengkapi dengan tabung/labu destilat 250 mL. Memasukkan 150 mL spiritus ke dalam labu. 4. Mencatat suhu dan volume destilat secara teratur setiap 5 mL penampungan destilat sampai sisa yang didestilat tinggal sedikit.

Pertama-tama yang dilakukan adalah merangkai alat destilasi yang terdiri dari: thermometer. statif dan klem.Tabel pengamatan untuk etanol Volume (mL) 5 mL 10 mL 15 mL 20 mL 25 mL 30 mL 37.5 mL 57.5 mL 42. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: 1. Apabila terjadi kebocoran. bak penampung air. maka kemungkinan nanti destilat yang didapat akan LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 44 . Sebagaimana diketahui bahwa methanol memiliki titik didih 65oC dan etanol memiliki titik didih 78oC. Rangkaian alat harus benar agar hasil destilasi yang diperoleh juga memiliki nilai yang akurat. kondensor.5 mL Suhu (oC) 69oC 70oC 72oC 72oC 74oC 77oC 78oC 79oC 79oC 79oC 79oC V. maka methanol dapat dipisahkan terlebih dahulu karena mempunyai titik didih yang lebih rendah dari etanol.5 mL 52. berdasarkan perbedaan ini. ANALISIS DATA Percobaan destilasi ini bertujuan untuk memisahkan etanol dan methanol pada spiritus berdasarkan pada perbedaan titik didihnya. hot plate. labu bundar. Pada rangkaian alat destilasi harus diperhatikan dengan baik agar sambungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya tidak terjadi kebocoran. penangas air dan labu destilat.5 mL 47.

Batu didih akan mencegah terjadinya proses bumping pada saat pemanasan. Hal ini dimaksudkan agar suhu larutan lebih tinggi dan tekanannya juga tinggi.lebih sedikit. Tingginya titik didih ini bertujuan agar cairan dalam penangas tidak menguap terlebih dahulu sebelum zat yang dimurnikan menguap. Selain itu. dengan adanya batu didih maka gelembung-gelembung udara tadi akan diserap oleh pori-pori batu didih dan dikeluarkan kembali dalam bentuk gelembung udara yang lebih kecil sehingga dapat mencegah terjadinya ledakan pada labu bundar. ruangan di selang kondensor tidak akan terisi penuh dengan air karena air yang masuk bisa langsung keluar sebelum selang terisi penuh. dengan adanya batu didih maka tekanan uap larutan tetap optimal sehingga proses destilasi akan LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 45 . 4. Jika air diisi searah dengan aliran destilat. Batu didih juga berfungsi untuk meratakan panas sehingga suhu menjadi rata pada seluruh bagian dalam larutan. maka jumlah destilat yang dihasilkan juga banyak. 5. Pengaturan pemanasan dilakukan agar suhu campuran yang mendidih berada dikisaran titik didih destilat. agar destilat yang dihasilkan adalah destilat yang diinginkan. vaselin dioleskan pada sambungan-sambungan alat destilasi. Batu didih yang diletakkan di dalam labu bundar berisi spiritus berfungsi untuk mengontrol suhu agar tidak terlalu jauh dari titik didih. Pada saat labu bundar dipanaskan maka akan terbentuk gelembung-gelembung udara yang besar. Sehingga uap yang dihasilkan juga banyak. Digunakan penangas air karena air memiliki titik didih 100oC yang berarti lebih tinggi daripada titik didih methanol dan etanol. supaya mudah dalam pemasangan dan pelepasan alat. dan hal ini menghindari keluarnya uap air dari celah antar sambungan. 3. Aliran di dalam kondensor dibuat berlawanan arah dengan aliran destilat supaya seluruh ruang di selang kondensor terisi penuh dengan air. yaitu destilat murni yang tidak mengandung zat lain yang mempunyai titik didih yang berbeda dengan destilat itu. Jika uap yang dihasilkan banyak. Oleh sebab itu. 2.

suhu pada tetesan pertama adalah 69oC.79oC sampai volume destilat 57. yang menetes bukanlah etanol. Saat memisahkan methanol. Suhu meningkat menjadi 74oC saat volumenya 20 mL. Jumlah destilat yang dihasilkan menurut penghitungan (1 mL = 20 tetes) adalah 750 tetes (37. ini tidak sesuai dengan titik didih etanol 78oC.5 mL. Mestinya. Pada percobaan memisahkan methanol dari spiritus.lebih cepat. Suhu turun menjadi 68oC saat destilat yang tertampung sebanyak 37. ia jadi tercampur dalam labu destilat. Ini sesuai dengan titik didihnya yaitu 65oC. saat volume destilat 15 mL suhunya 72oC. Destilat yang dihasilkan sebanyak 57. Hal ini disebabkan karena tidak diperhatikannya waktu yang tepat untuk masing-masing pemisahan. Larutan juga akan mendidih dan menguap pada suhu yang seharusnya. ketika masih pada suhu (titik didih LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 46 .5 mL). meneteslah tetesan pertama dari etanol. begitu pula saat destilat yang tertampung sudah 10 mL. methanol saja yang mendidih. Proses destilasi didahului dengan penguapan senyawa cair dengan pemanasan. ketika suhu mencapai 69oC. yaitu 69oC. Saat volume destilat 5 mL suhunya 70oC.5 mL berupa etanol. Karena pada suhu ini. Destilat yang dihasilkan sebanyak 37. Hal ini menjadikan destilat tidak murni karena bisa menjadi saat tetesan awal. tetesan pertama destilat diperoleh pada suhu 68oC. dilanjutkan dengan pengembunan uap yang terbentuk dan menampungnya dalam wadah yang terpisah untuk mendapatkan destilat. tapi methanol.5 mL. Sehingga pada tetesan dimana tetesan itu adalah benar-benar etanol. begitu pula saat volumenya 15 mL. Hasil ini tidak relevan dikarenakan mungkin saat praktikum praktikan kurang teliti dalam melakukan perhitungan. Ini adalah tetesan pertama dari methanol. suhunya tetap 68oC. Suhu terus meningkat dari 77oC . Saat memisahkan etanol. Pada pemanasan selanjutnya. suhu pada tetesan pertama adalah 65oC.5 mL berupa methanol. namun ternyata saat destilat diukur dengan gelas ukur. Saat destilat yang tertampung sudah sebanyak 5 mL. Suhu relative tetap saat destilat yang tertampung mulai 15 mL sampai 30 mL. hanya terdapat 19 mL methanol.

spiritus menguap terlebih dahulu. Zat-zat lain tersebut tidak ikut didestilasi karena belum mencapai titik didihnya. sehingga mengurangi perbandingan komposisi komponennya. Jadi totalnya adalah 59 mL. sehingga ada uap yang seharusnya menetes ke labu destilat tapi malah menetes keluar dari sistem destilasi. Jadi mungkin masih ada etanol yang belum terdestilasi dalam labu destilat. tujuan destilasi untuk memisahkan komponen berdasarkan perbedaan titik didih sudah tercapai. 2. berarti efisiensi destilasi ini hanya 39. Ini bisa juga disebabkan karena saat sebelum dimasukkan ke dalam labu untuk didestilasi. Berarti perbandingannya adalah 1:2.3%. destilasi yang dilakukan sudah benar karena berhasil memisahkan methanol dan etanol. Mungkin spiritus yang digunakan tidak murni hanya terdiri dari methanol dan etanol saja. Dari hasil perhitungan didapat kadar methanol adalah sekitar 27% dan etanol 13%. baru kemudian dilakukan penggantian labu destilat. meskipun terjadi beberapa ketidaksesuaian. Ini tidak sesuai dengan keterangan yang menjelaskan bahwa perbandingan seharusnya adalah 1:3. 3. Namun. Terjadi kesalahn pada penempatan posisi thermometer.suatu zat) sudah tidak ada tetesan lagi. Walaupun sudah mencapai titik didihnya. Hasil destilasi ini yaitu methanol 19 mL dan etanol 40 mL. masih terlalu banyak ketidakakuratan dalam proses destilasi ini. mungkin zat-zat inilah yang keluar saat kebocoran. Hal ini disebabkan: 1. Terjadi kebocoran pada sambungan antara ujung kondensor dengan labu destilat. LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 47 . tapi malah keluar dari system destilasi karena kebocoran yang terjadi. Jika seperti ini. Padahal spiritus awal yang dimasukkan ke dalam labu adalah 150 mL. tapi terkandung zat lain. Berarti ada 91 mL yang tak terbentuk ke dalam labu destilat. Ini menyebabkan uap cairan menempel pada temperature dan tidak melewati kondensor untuk melalui proses pengembunan. Adapun hasilnya methanol 27% dan etanol 13% bisa dianggap sebagai destilat murni jika spiritus yang digunakan memang hanya mengandung methanol dan etanol.

Titik didih methanol adalah 65oC. tapi juga minyak tanah. bensin dan pewarna yang dimaksudkan untuk merusak susunan alcohol agar tidak dikonsumsi manusia.Apabila hasilnya methanol 27% dan etanol 13% tidak dianggap sebagai destilat murni karena berdasarkan literature. Jika seperti ini. sehingga data hasil percobaan dapat diterima. Data ini menunjukkan masih banyak kesalahan dalam percobaan ini. 7. yaitu: 1. Ini cukup jauh berbeda. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil pengamatan. sedangkan dari percobaan didapat data 68oC. suhu meningkat sampai 79oC. Pemisah methanol dan etanol dari larutan spiritus dapat dilakukan dengan destilasi sederhana. LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 48 . Dari percobaan didapat destilat methanol sebanyak 19 mL dan etanol sebanyak 40 mL dari 150 mL spiritus sehingga ada 91 mL spiritus yang tidak terdestilasi karena terdapat kandungan zat lain pada spiritus atau karena kebocoran pada sambungan antara kondensor dan labu destilat dan ketidaktepatan posisi thermometer. maka efisiensi destilasi tak dapat ditentukan karena ada komponen yang tak ikut didestilasi atau keluar system sehingga tak masuk dalam labu destilat. 4. 2.3%. berbeda dengan yang seharusnya yaitu 1:3. dan telaah pada dasar teori dapat disimpulkan beberapa hal. Pada selanjutnya. yaitu 39. VI. Efisiensi hasil destilasi yang didapat dari hasil percobaan ini masih kurang. sedangkan dari percobaan didapat data 69oC. ini tidak jauh berbeda. 3. spiritus yang dijual di pasaran tidak hanya terdiri dari methanol dan etanol. Destilasi dilakukan berdasarkan pada kemampuan volatilitas komponen yang didasari dari perbedaan titik didih. jadi mungkin terjadi kesalahan dalam percobaan ini. 6. Titik didih etanol adalah 78oC. 5. analisis data. Ini mendekati nilai titik didih dari etanol. Perbandingan methanol dan etanol dalam percobaan ini adalah 1:2.

Kimia FIsika Edisi Keempat. dkk. Crainei. Yogyakarta: Kimia FMIPA UGM. Jakarta: Erlangga.W. Pengantar Praktikum Kimia Organik. Jakarta: Erlangga. Petunjuk Praktikum Kimia Organik. Matsjeh. 1988. Fessenden dan Fessenden. Atkins. Banjarmasin: Laboratorium Kimia FKIP UNLAM. Willeh and Sond. Jakarta: Erlangga. 1994. DAFTAR PUSTAKA Alberty. Kimia Fisika Jilid I. Anwar.VII. Chairil. Kimia Organik Dasar I. Solomons. 2003. 2010. A dan Farington Daniels. Yogyakarta: FMIPA UGM. 1996. 1992. T. 1996. Kimia Organik. Hart. Organic Chemistry Fourth Edition. Kimia Dasar I. Kimia Organik Jilid I Edisi Ketiga.Inc. Sukri. USA:John LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 49 . Yogyakarta: UGM. Sabirin. Robert.Graham. 1993. Syahmani dan Rilia Iriani. 2003. Jakarta:Erlangga.

Efisiensi hasil destilasi : Efisiensi = = = = = 39. Perbandingan kandungan antara metanol dan etanol : a. Perhitungan 1. Kandungan metanol murni : % metanol = = = 12. Kandungan etanol murni : % metanol = = = 26.3% LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 50 .67% : 26. Nyata Metanol : etanol = 12. Teoritis Metanol : etanol = 1 : 3 b.LAMPIRAN A.67 % 2.67 % 3.67% =1:2 4.

6 68. Buatlah grafik yang baik dari titik didih terhadap volume destilat.5 57. dari setiap percobaan di atas! Jawab : Titik Didih Metanol 69.8 68.5 Titik Didih Metanol Titik Didih Etanol 80 78 76 74 72 70 68 66 64 5 10 15 20 25 30 37.5 Titik Didih Etanol LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 51 .5 52.8 67.2 69 68.2 68 67.5 42. Pertanyaan Dan Jawaban 1.6 67.4 1 5 10 15 20 25 30 37.4 68.B.5 47.

sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Fraksi Petrolium eter Premium Kerosin (minyak tanah) Solar Minyak diesel Minyak bakar Minyak pelumas Lilin Aspal Rentang Suhu (Titik didih) 20oC – 70oC 70oC – 180oC 180oC – 250oC 250oC – 350oC 350oC – 450oC 250oC – 400oC >350oC >400oC >450oC LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 52 . Jelaskan tentang temperatur yang digunakan untuk menetapkan jenis fraksi minyak hasil destilasi? Jawab : a.2. b. Jenis destilasi apa yang akan digunakan? b. Rentang temperatur yang digunakan untuk menetapkan jenis fraksi minyak hasil destilasi. Jenis destilasi yang digunakan adalah destilasi terfraksi (destilasi bertingkat). Bila anda diminta memisahkan minyak mentah menjadi fraksi-fraksi yang mempunyai titik didih berbeda: a. Jenis ini cocok untuk memisahkan minyak mentah menjadi fraksi-fraksi yang mempunyai titik didih berbeda.

Gambar Rangkaian Alat Destilasi LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 53 .C.

150 mL spiritus . LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 © 2011 54 .Memasukkan beberapa potong kecil batu didih campuran (spiritus + batu didih) .Menampung dalam gelas ukur destilat  Mengamati dan mencatat suhu pada tetesan pertama.  Mencatat suhu dan volume destilat setiap 5 mL. arah alir dari bawah ke atas.Memanaskan / mengatur pemanasan tetesan destilat .Memasukkan ke dalam labu . Flowchart  Memasang peralatan destilasi sederhana.D.  Mengalirkan air pendingin / kondesor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful