Makalah Mahalnya pendidikan - Document Transcript BAB I<br />PENDAHULUAN<br />Latar Belakang<br />Perekonomian Indonesia semakin tak menentu

, Krisis multi dimensional yang terus membelenggu negara kita tak kunjung ada ujungnya, belum nampak adanya tanda-tanda Bangsa kita akan terbebas dari krisis multidimensional ini. Kehidupan masyarakat semakin menderita. Segala jenis kebutuhan sudah tak terjangkau lagi oleh masyarakat miskin. Kelaparan terjadi di banyak tempat di Indonesia, masalah kesehatan, pendidikan juga merupakan masalah bangsa ynag belum dapat ditemukan solusinya. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal. Untuk Makalah Mahalnya
pendidikan - Document Transcript
1. BAB I<br />PENDAHULUAN<br />Latar Belakang<br />Perekonomian Indonesia semakin tak menentu, Krisis multi dimensional yang terus membelenggu negara kita tak kunjung ada ujungnya, belum nampak adanya tanda-tanda Bangsa kita akan terbebas dari krisis multidimensional ini. Kehidupan masyarakat semakin menderita. Segala jenis kebutuhan sudah tak terjangkau lagi oleh masyarakat miskin. Kelaparan terjadi di banyak tempat di Indonesia, masalah kesehatan, pendidikan juga merupakan masalah bangsa ynag belum dapat ditemukan solusinya. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal. Untuk mejadikan Negara kita sebagai Negara yang maju, berhasil dibutuhkan generasi penerus yang sehat dan berwawasan luas.<br />Pendidikan sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang diharapkan. Masalah disana-sini masih sering terjadi. Namun yang paling jelas adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat dikalangan bawah. Seharusnya pendiikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini mempunyai konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak.Maka tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. <br />Pendidikan di Indonesia masih meupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak dini. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. Tanggung jawab orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Mahalnya biaya pendidikan sekarang ini dan banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi sang buah hatinya, sehingga membuat anak putus sekolah, anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah pertama artau sekolah menengah keatas. Padahal pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar sembilan tahun.

dan penghasilan per kepala yang menunjukkan.<br />Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Banyak anak yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. John Dewey.143 H. kekuatan bathin). Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. 1991:232. kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Dari 20. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996). <br />Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H. ke-105 (1998). bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. yang berasal dari kata "didik". yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.<br />Rumusan Masalah<br />Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah:<br />Apa dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat? <br />Bagaimana cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan?<br />Tujuan Penyusunan Karya Tulis<br />Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui mengenai:<br />Dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat. Dalam Kamus Bahasa Indonesia. Di antara 174 negara di dunia. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani. mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia .<br />Manfaat Penyusunan Karya Tulis<br />Diharapkan penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan suatu konsep pendidikan murah namun berkualitas sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang kurang mampu. tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan. kesehatan. bahwa Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. 1889 . tentang Pengertian Pendidikan . Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Dari beberapa Pengertian Pendidikan diatas dapat disimpulkan mengenai Pendidikan. Indonesia memiliki daya saing yang rendah.Jika masalah ini tidak mendapat perhatian maka program tersebut tidak akan terealisasi. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000).<br />Kondisi Pendidikan Indonesia saat Ini<br />Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan.<br />BAB II<br />TELAAH PUSTAKA<br />Pengertian Pendidikan<br />Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. <br />Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC). dan ke-109 (1999). Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. ke-99 (1997). pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index).<br />Cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan.1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter.

000. Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis).dalam kategori The Diploma Program (DP).<br />Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Mengingat pentingnya pendidikan untuk semua warga. <br />Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Namun harapan tersebut mungkin tahun ini belum ada. pada tingkat implementasinya. yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. masalah-masalah cabang. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. ia tidak transparan. Orang miskin tidak boleh sekolah. setelah Komite Sekolah terbentuk. bukan hanya terjadi pada sekolah swasta tetapi juga sekolah yang berstatus negeri.<br />Apa makna data-data tentang rendahnya kualitas pendidikan Indonesia ityu? Maknanya adalah. Karena itu. sehingga semua masyarakat dalam suatu bangsa tersebut dapat menikmatinya. masalah mendasar. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.<br />Padahal pendidikan adalah suatu bentuk hak asasi yang harus dipenuhi dari lembaga atau institusi yang berkewajiban memenuhinya secara merata. Namun. berbagai masalah itu dapat dikategorikan dalam 2 (dua) masalah yaitu :<br />Pertama. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Jika dibandingkan dengan teks yang dianjurkan oleh UUD. dan menjadi salah satu tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia.sampai Rp 1. rendahnya sarana fisik.000. Kedua. rendahnya kesejahteraaan guru. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah. seperti mahalnya biaya pendidikan. jelas ada something wrong (masalah) dalam sistem pendidikan Indonesia. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.<br />Dari pergantian tahun ajaran pendidikan. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Hasilnya. Orangtua siswa harus berfikir kembali untuk melanjutkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi akibat semakin tingginya biaya pendidikan. Oleh karena itu Negara dalam hal ini pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan secara murah dan bahkan gratis untuk masyarakatnya. dan sebagainya. Akibatnya. segala pungutan uang selalu berkedok. Bukannya hanya ditujukan untuk orang yang mampu membayarnya. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Sehingga muncul kata dalam salahsatu buku Eko Prasetyo kalau “orang miskin dilarang sekolah”.. Perguruan Tinggi . Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. "sesuai keputusan Komite Sekolah". yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan. sehingga posisinya sebagai salahsatu bidang yang mendapat perhatian serius dalam konstitusi Negara kita. masyarakat selalu mengharapkan kapan sebuah institusi pendidikan atau sekolah akan memasang spanduk atau iklan di depan sekolahnya yang bertuliskan “sekolah ini gratis”. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah.<br />Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Pendidikan bermutu itu mahal. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman KanakKanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Asumsinya. <br />Mahalnya pendidikan masih menjadi perbincangan dan permasalahan masyarakat setiapkali pergantian tahun ajaran. rendahnya prestasi siswa. mengingat anggaran pendidikan masih tergolong sedikit.000. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan pengambil kebijakan untuk memperhatikan hal tersebut.

untuk kemudian .<br />Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. yang kemudia akanmeningkatakan pendapatannya.Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN).or.1 juta orang (Data BPS .82% yang dialokasikan untuk pendidikan.<br />BAB III<br />PEMBAHASAN<br />Dampak Mahalnya Pendidikan <br />Secara umum. RUU Badan Hukum Pendidikan. sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. pelajar merupakan pihak yang paling merasakan seluruh dampak dari perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan di Indonesia. Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan. dampak dari mahalnya biaya pendidikan adalah:<br /> o Lemahnya Sumber Daya Manusia Salah satu sektor strategis dalam usaha pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah sektor pendidikan. tingginya biaya pendidikan saat ini tidak sesuai dengan mutu atau kualitas serta output pendidikan itu sendiri. Tak peduli apakah dampak tersebut baik atau buruk. Dalam pasal itu disebutkan.kau. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah. Padahal. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Akibatnya. Penyebab banyaknya pengangguran terdidik ini terlihat beragam dan menjadi semakin ironis jika dilihat dari mahalnya seorang pelajar (terdidik) telah membayar uang kuliah atau uang sekolah mereka<br /> o Lemahnya Taraf Ekonomi Masyarakat o Pendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan ekonomi. misalnya. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. Yanti Mukhtar (Republika. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari masih tingginya persentase pengangguran terdidik (Sarjana) yaitu sekitar 1. Akibatnya. Permasalahan ini dinilai sebagai permasalahan klasik yang terus muncul kepermukaan dan belum selesai hingga sekarang. Peningkatan pendapatan ini berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan. Tyler mengungkapkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. 10/5/2005).<br />Penguatan pada privatisasi pendidikan itu. dan RPP tentang Wajib Belajar.2009). Dengan begitu. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. <br />Seperti halnya perusahaan.id). seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). antara yang kaya dan miskin. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Sebagai salah satu entity atau elemen yang terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Sektor pendidikan ini memberikan peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas dan standar SDM di Indonesia untuk membangun Indonesia yang lebih baik kedepannya. <br />Dari APBN 2005 hanya 5.<br />Permasalahan yang ikut membawa dampak sangat besar pada pelajar adalah permasalahan mengenai mahalnya biaya pendidikan di Indonesia. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www. penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas.

Dalam Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN dan APBD.tenaga terdidik dan terlatih. manajemen kesehatan. Kalau kita ingin biaya pendidikan tidak mahal maka subsidi pemerintah harus besar. Sayangnya. dan kaum berduit lainnya dalam urusan pendidikan. dewan pendidikan (board of education).Usaha untuk menjadikan pendidikan tidak mahal untuk 'dikonsumsi' orang tua dan masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah Indonesia. Dengan mengembangkan konsep CBE. yang secara langsung akan meningkatakan pendapatan nasional. Untuk mereflesikan dan mengimplementasikan manajeman kesehatan yang berkualitas. o Kurangya Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Semakin tinggi pendidikan seseorang.<br />Cara Mengatasi Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Besar dan kecilnya subsidi pemerintah itulah yang membuat mahal atau murahnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau masyarakat. Mereka diminta membantu pemikiran. pengusaha. bahwa pendidikan memiliki suatu kemampuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja potensial. Australia memiliki pengalaman bagus untuk membuat biaya pendidikan tidak mahal bagi masyarakat. peran pendidikan sangat sentral dalam menghasilkan output-output yang akan berkontribusi untuk mentransformasikan pengetahuan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. Ketentuan semacam ini juga ada dalam Pasal 31 ayat (4) UUD 1945. Banyak hasil yang dipetik dari program ini. pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan. Dalam hal ini. Sementara itu Jones melihat pendidikan sebagai alat untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik dan terlatih yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sementara itu Vaizey melihat pendidikan menjdi sumber utama bakat-bakat terampil dan terlatih. Dengan adanya program seperti ini diharapkan terlahir generasi-generasi baru yang paham dan memiliki kemampuan serta kredibiolitas dalam menguapayakan penyelenggaraan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. dan menjadi lebih siap latih dalam pekerjaannya yang akan memacu tingkat produktivitas tenaga kerja. Seandainya saja .akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah. gagasan. jurusan dari berbagai pendidikan kesehatan dalam melakukan program pengabdian masyarakat seperti pengobatan gratis dan sebagainya yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Pendidikan memegang peran penting dalam penyediddan tenaga kerja. maka pemerintah melibatkan tokoh masyarakat. baik dengan meningkatkan subsidi maupun membangkitkan partisipasi masyarakat. Community-Based Education. maka semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Prediksi ketenagakerjaan sebagai dasar dalam perencanaan pendidikan harus mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada kaitannya dengan kebijaksanaan sosial ekonomi dari pemerintah. karena pranata ekonomi membutuhkan tenaga. o Permasalahan yang dihadapai adalah jarang ada ekuivalensi yang kuat antara pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan yang mengakibatkan munculnya pengangguran terdidik dant erlatih.Kecuali Jepang. pemerintah sendiri tidak konsisten dalam menjalankan ketentuan ini. dan sebagainya. korelasi antara pendidikan dengan pendapatan tampak lebih signifikan di negara yang sedang membangun. o Jones melihat. saat ini telah banyak pendidikan-pendidikan tinggi baik universitas maupun institusi yang telah membuka program kesehatan seperti jurusan kedokteran. dan dana untuk mengembangkan pendidikan baik melalui komite sekolah (school committee). keperawatan. kaum bisnis. Ini harus menjadi dasar untuk perencanaan pendidikan. Ia harus mampu memprediksi dan mengantisipasi kualifikasi pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja.<br />Selain itu. Menurutnya. Oleh karena itu. Pada jenjang pendidikan tinggi. atau secara langsung berhubungan dengan pihak sekolah. pendidikan tinggi diantaranya universitas merupakan pendidikan tertinggi yang bertugas memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bentuk yang bermanfaat.

Segala jenis kebutuhan sudah tak terjangkau lagi oleh masyarakat miskin. Celakanya. Lagi-lagi kita tidak konsisten menjalankan konsep. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. yaitu: Memperbesar dana APBN untuk pendidikan. karena kita tidak bisa menghilangkan penyakit 'tidak konsisten'.Usaha kedua yang sudah dicoba oleh pemerintah ialah membangkitkan peran serta masyarakat melalui dewan pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan komite sekolah/madrasah di tingkat sekolah. namun kurangnya komitmen masyarakat dan pemerintah maka mengakibatkan kedua solusi di atas tidak berjalan sesuai dengan harapan. maka akan selalu ada jalan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Untuk . banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja<br />BAB IV<br />PENUTUP<br /> o Kesimpulan o o o o o o o o Mahalnya pendidikan di Indonesia akan berpengaruh secara langsung terhadap: Lemahnya sumber daya manusia Lemahnya taraf ekonomi masyarakat.<br />Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan.Document Transcript 1. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. Kelaparan terjadi di banyak tempat di Indonesia. Krisis multi dimensional yang terus membelenggu negara kita tak kunjung ada ujungnya. Celakanya.Dalam Pasal 56 ayat (2) dan (3) dijamin eksistensi dan perlunya dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah untuk membantu sekolah. Kehidupan masyarakat semakin menderita. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. Untuk menangani masalah mahalnya biaya pendidikan. belum nampak adanya tanda-tanda Bangsa kita akan terbebas dari krisis multidimensional ini. Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan. o o Saran Mahalnya pendidikan bukan berbarti menghalangi untuk terus melanjutkan sekolah. Melibatkan unsur masyarakat. Sayangnya. termasuk mengatasi mahalnya pendidikan bagi rakyat banyak. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. dapat dilakukan dengan dua cara. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal. Pada dasarnya kedua solusi di atas telah dilakukan. yaitu sesuai dengan undang-undang sebesar 20% dari total APBN. Namun. Makalah Mahalnya pendidikan . Jika seorang anak berprestasi dan memiliki kemauan yang kuat. terutama mereka yang mampu secara ekonomi. BAB I<br />PENDAHULUAN<br />Latar Belakang<br />Perekonomian Indonesia semakin tak menentu.Sebenarnya kita sudah memiliki konsep yang bagus untuk mengatasi mahalnya biaya pendidikan.ketentuan UU dan UUD tersebut direalisasi maka sebagian permasalahan tentang mahalnya biaya pendidikan di negara kita tentu akan teratasi. Ketidaksadaran masyarakat akan kesehatan. pendidikan juga merupakan masalah bangsa ynag belum dapat ditemukan solusinya. Sayangnya. akhirnya biaya pendidikan kita pun tetap mahal bagi masyarakat kebanyakan. masalah kesehatan.

Tanggung jawab orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. John Dewey. sehingga membuat anak putus sekolah. Ini mempunyai konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak.<br />Manfaat Penyusunan Karya Tulis<br />Diharapkan penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan suatu konsep pendidikan murah namun berkualitas sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang kurang mampu. pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. <br />Pendidikan di Indonesia masih meupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak dini. Banyak anak yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya.<br />BAB II<br />TELAAH PUSTAKA<br />Pengertian Pendidikan<br />Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita .mejadikan Negara kita sebagai Negara yang maju. Padahal pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Jika masalah ini tidak mendapat perhatian maka program tersebut tidak akan terealisasi. anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah pertama artau sekolah menengah keatas. kekuatan bathin).<br />Rumusan Masalah<br />Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah:<br />Apa dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat? <br />Bagaimana cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan?<br />Tujuan Penyusunan Karya Tulis<br />Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui mengenai:<br />Dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat. 1889 .<br />Cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. berhasil dibutuhkan generasi penerus yang sehat dan berwawasan luas. Mahalnya biaya pendidikan sekarang ini dan banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi sang buah hatinya.143 H. Namun yang paling jelas adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat dikalangan bawah. <br />Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H. Seharusnya pendiikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Masalah disana-sini masih sering terjadi.Maka tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social.1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter.<br />Pendidikan sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang diharapkan.

Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. masalah mendasar. sehingga posisinya sebagai salahsatu bidang yang mendapat perhatian serius dalam konstitusi Negara kita.seperti makanan dan minuman. dan sebagainya.<br />Apa makna data-data tentang rendahnya kualitas pendidikan Indonesia ityu? Maknanya adalah. sehingga semua masyarakat dalam suatu bangsa tersebut dapat menikmatinya. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996). yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP). dan penghasilan per kepala yang menunjukkan. seperti mahalnya biaya pendidikan. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. bahwa Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. Dari beberapa Pengertian Pendidikan diatas dapat disimpulkan mengenai Pendidikan. tentang Pengertian Pendidikan . yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan. Mengingat pentingnya pendidikan untuk semua warga. ke-105 (1998). bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun.<br />Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146. kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000). yang berasal dari kata "didik". rendahnya kesejahteraaan guru. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). Bukannya hanya ditujukan untuk orang yang mampu membayarnya. Oleh karena itu Negara dalam hal ini pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan secara murah dan bahkan gratis untuk masyarakatnya. Sehingga muncul kata dalam salahsatu buku Eko Prasetyo kalau “orang miskin dilarang sekolah”.<br />Dari pergantian tahun ajaran pendidikan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia. <br />Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC).<br />Kondisi Pendidikan Indonesia saat Ini<br />Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. jelas ada something wrong (masalah) dalam sistem pendidikan Indonesia. Kedua. bukan hanya terjadi pada sekolah swasta tetapi juga sekolah yang berstatus negeri. dan menjadi salah satu tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia. 1991:232. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran. yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. rendahnya sarana fisik. Orangtua siswa harus berfikir kembali untuk melanjutkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi akibat semakin tingginya biaya pendidikan. Indonesia memiliki daya saing yang rendah.<br />Padahal pendidikan adalah suatu bentuk hak asasi yang harus dipenuhi dari lembaga atau institusi yang berkewajiban memenuhinya secara merata. dan ke-109 (1999). ke-99 (1997).052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20. <br />Mahalnya pendidikan masih menjadi perbincangan dan permasalahan masyarakat setiapkali pergantian tahun ajaran. masyarakat selalu . Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8. Di antara 174 negara di dunia. dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani. kesehatan. masalah-masalah cabang. berbagai masalah itu dapat dikategorikan dalam 2 (dua) masalah yaitu :<br />Pertama. Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis). yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. rendahnya prestasi siswa.

seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan.kau. Orang miskin tidak boleh sekolah. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan.000. sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan begitu. 10/5/2005).<br />Penguatan pada privatisasi pendidikan itu. Karena itu. penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan.sampai Rp 1.<br />Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Pendidikan bermutu itu mahal. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah.000. pada tingkat implementasinya. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial.id).82% yang dialokasikan untuk pendidikan. <br />Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah).or. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah. segala pungutan uang selalu berkedok.<br />Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang.000. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. misalnya. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas. Jika dibandingkan dengan teks yang dianjurkan oleh UUD. Namun harapan tersebut mungkin tahun ini belum ada. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. mengingat anggaran pendidikan masih tergolong sedikit.. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. Hasilnya. Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan pengambil kebijakan untuk memperhatikan hal tersebut. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). setelah Komite Sekolah terbentuk. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Namun. RUU Badan Hukum Pendidikan. <br />Seperti halnya perusahaan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman KanakKanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Asumsinya. dan RPP tentang Wajib Belajar. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Dalam pasal itu disebutkan. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Akibatnya.mengharapkan kapan sebuah institusi pendidikan atau sekolah akan memasang spanduk atau iklan di depan sekolahnya yang bertuliskan “sekolah ini gratis”. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www.<br />Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Akibatnya. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk . <br />Dari APBN 2005 hanya 5. "sesuai keputusan Komite Sekolah". Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Yanti Mukhtar (Republika. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. ia tidak transparan.

<br />Permasalahan yang ikut membawa dampak sangat besar pada pelajar adalah permasalahan mengenai mahalnya biaya pendidikan di Indonesia.<br />BAB III<br />PEMBAHASAN<br />Dampak Mahalnya Pendidikan <br />Secara umum. untuk kemudian akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah. maka semakin sadar akan pentingnya kesehatan. pelajar merupakan pihak yang paling merasakan seluruh dampak dari perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan di Indonesia. antara yang kaya dan miskin. Ia harus mampu memprediksi dan mengantisipasi kualifikasi pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja. Pendidikan memegang peran penting dalam penyediddan tenaga kerja. Peningkatan pendapatan ini berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan. o Kurangya Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Semakin tinggi pendidikan seseorang. Sementara itu Jones melihat pendidikan sebagai alat untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik dan terlatih yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. yang kemudia akanmeningkatakan pendapatannya. Tak peduli apakah dampak tersebut baik atau buruk. bahwa pendidikan memiliki suatu kemampuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja potensial. Akibatnya. Penyebab banyaknya pengangguran terdidik ini terlihat beragam dan menjadi semakin ironis jika dilihat dari mahalnya seorang pelajar (terdidik) telah membayar uang kuliah atau uang sekolah mereka<br /> o Lemahnya Taraf Ekonomi Masyarakat o Pendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan ekonomi. o Permasalahan yang dihadapai adalah jarang ada ekuivalensi yang kuat antara pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan yang mengakibatkan munculnya pengangguran terdidik dant erlatih.2009). Padahal. Menurutnya. Sektor pendidikan ini memberikan peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas dan standar SDM di Indonesia untuk membangun Indonesia yang lebih baik kedepannya. Oleh karena itu. karena pranata ekonomi membutuhkan tenaga. Ini harus menjadi dasar untuk perencanaan pendidikan. Tyler mengungkapkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang. dampak dari mahalnya biaya pendidikan adalah:<br /> o Lemahnya Sumber Daya Manusia Salah satu sektor strategis dalam usaha pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah sektor pendidikan. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Sementara itu Vaizey melihat pendidikan menjdi sumber utama bakat-bakat terampil dan terlatih.tenaga terdidik dan terlatih.menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Pada jenjang pendidikan tinggi. Sebagai salah satu entity atau elemen yang terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan. o Jones melihat. Permasalahan ini dinilai sebagai permasalahan klasik yang terus muncul kepermukaan dan belum selesai hingga sekarang. peran pendidikan sangat sentral dalam menghasilkan output-output . tingginya biaya pendidikan saat ini tidak sesuai dengan mutu atau kualitas serta output pendidikan itu sendiri. dan menjadi lebih siap latih dalam pekerjaannya yang akan memacu tingkat produktivitas tenaga kerja. korelasi antara pendidikan dengan pendapatan tampak lebih signifikan di negara yang sedang membangun. yang secara langsung akan meningkatakan pendapatan nasional. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari masih tingginya persentase pengangguran terdidik (Sarjana) yaitu sekitar 1.1 juta orang (Data BPS . Prediksi ketenagakerjaan sebagai dasar dalam perencanaan pendidikan harus mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada kaitannya dengan kebijaksanaan sosial ekonomi dari pemerintah.

di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. manajemen kesehatan. Celakanya. dan dana untuk mengembangkan pendidikan baik melalui komite sekolah (school committee).yang akan berkontribusi untuk mentransformasikan pengetahuan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. Lagi-lagi kita tidak konsisten menjalankan konsep. kaum bisnis. baik dengan meningkatkan subsidi maupun membangkitkan partisipasi masyarakat. Sayangnya. maka pemerintah melibatkan tokoh masyarakat.Usaha kedua yang sudah dicoba oleh pemerintah ialah membangkitkan peran serta masyarakat melalui dewan pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan komite sekolah/madrasah di tingkat sekolah. Namun. Community-Based Education. termasuk mengatasi mahalnya pendidikan bagi rakyat banyak. karena kita tidak bisa menghilangkan penyakit 'tidak konsisten'. Australia memiliki pengalaman bagus untuk membuat biaya pendidikan tidak mahal bagi masyarakat.<br />Cara Mengatasi Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Besar dan kecilnya subsidi pemerintah itulah yang membuat mahal atau murahnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau masyarakat. dewan pendidikan (board of education). Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja<br />BAB IV<br />PENUTUP<br /> o Kesimpulan o o Mahalnya pendidikan di Indonesia akan berpengaruh secara langsung terhadap: Lemahnya sumber daya manusia . di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah.Usaha untuk menjadikan pendidikan tidak mahal untuk 'dikonsumsi' orang tua dan masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah Indonesia. gagasan.<br />Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan.Dalam Pasal 56 ayat (2) dan (3) dijamin eksistensi dan perlunya dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah untuk membantu sekolah. Dalam Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN dan APBD.Kecuali Jepang. Sayangnya. jurusan dari berbagai pendidikan kesehatan dalam melakukan program pengabdian masyarakat seperti pengobatan gratis dan sebagainya yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Seandainya saja ketentuan UU dan UUD tersebut direalisasi maka sebagian permasalahan tentang mahalnya biaya pendidikan di negara kita tentu akan teratasi. atau secara langsung berhubungan dengan pihak sekolah. Dalam hal ini. Celakanya. pemerintah sendiri tidak konsisten dalam menjalankan ketentuan ini. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. saat ini telah banyak pendidikan-pendidikan tinggi baik universitas maupun institusi yang telah membuka program kesehatan seperti jurusan kedokteran. Mereka diminta membantu pemikiran. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar.Sebenarnya kita sudah memiliki konsep yang bagus untuk mengatasi mahalnya biaya pendidikan. pengusaha. Dengan mengembangkan konsep CBE. akhirnya biaya pendidikan kita pun tetap mahal bagi masyarakat kebanyakan. dan kaum berduit lainnya dalam urusan pendidikan. Banyak hasil yang dipetik dari program ini. Dengan adanya program seperti ini diharapkan terlahir generasi-generasi baru yang paham dan memiliki kemampuan serta kredibiolitas dalam menguapayakan penyelenggaraan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Ketentuan semacam ini juga ada dalam Pasal 31 ayat (4) UUD 1945. Kalau kita ingin biaya pendidikan tidak mahal maka subsidi pemerintah harus besar. dan sebagainya.<br />Selain itu. keperawatan. pendidikan tinggi diantaranya universitas merupakan pendidikan tertinggi yang bertugas memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bentuk yang bermanfaat. Sayangnya. Untuk mereflesikan dan mengimplementasikan manajeman kesehatan yang berkualitas.

namun kurangnya komitmen masyarakat dan pemerintah maka mengakibatkan kedua solusi di atas tidak berjalan sesuai dengan harapan. 2. Setiap keluarga harus memiliki perencanaan terhadap keluarganya sehingga dengan adanya perencanaan keuangan sejak awal maka pendidikan yang diberikan pada anak akan terus sehingga anak tidak akan putus sekolah. yaitu sesuai dengan undang-undang sebesar 20% dari total APBN.<br />Pendidikan sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang diharapkan.o o o dua cara.Maka tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. o o Saran Mahalnya pendidikan bukan berbarti menghalangi untuk terus melanjutkan sekolah. Pada dasarnya kedua solusi di atas telah dilakukan. dapat dilakukan dengan o o o Memperbesar dana APBN untuk pendidikan. Negara kita sebagai Negara yang maju. maka akan selalu ada jalan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. yaitu: Lemahnya taraf ekonomi masyarakat. Seharusnya pendiikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. terutama mereka yang mampu secara ekonomi. <br />Pendidikan di Indonesia masih meupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak dini. Melibatkan unsur masyarakat. Untuk menangani masalah mahalnya biaya pendidikan. Mahalnya biaya . Ini mempunyai konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak. Ketidaksadaran masyarakat akan kesehatan. Jika seorang anak berprestasi dan memiliki kemauan yang kuat. Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan. Tanggung jawab orang tua sangatlah berat karena harus membiayai anak sejak dia lahir sampai ke jenjang yang lebih tinggi. berhasil dibutuhkan generasi penerus yang sehat dan berwawasan luas. Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. Masalah disana-sini masih sering terjadi. Namun yang paling jelas adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat dikalangan bawah.

Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. John Dewey. sehingga membuat anak putus sekolah. Dalam Kamus Bahasa Indonesia.pendidikan sekarang ini dan banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi sang buah hatinya. pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman. pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya. Banyak anak yang putus sekolah karena orang tua tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya.<br />Rumusan Masalah<br />Yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah:<br />Apa dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat?<br />Bagaimana cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan?<br />Tujuan Penyusunan Karya Tulis<br />Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mengetahui mengenai:<br />Dampak mahalnya biaya pendidikan bagi masyarakat. tentang Pengertian Pendidikan . dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.<br />Cara mengatasi dampak mahalnya biaya pendidikan. kekuatan bathin).1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk untuk menghasilkan kesinambungan social. Padahal pemerintah ingin menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.143 H.<br />BAB II<br />TELAAH PUSTAKA<br />Pengertian Pendidikan<br />Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.<br />Manfaat Penyusunan Karya Tulis<br />Diharapkan penyusunan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka menciptakan suatu konsep pendidikan murah namun berkualitas sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat yang kurang mampu. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda. bahwa Pendidikan merupakan Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada . 1889 . <br />Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H. mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Jika masalah ini tidak mendapat perhatian maka program tersebut tidak akan terealisasi. anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah pertama artau sekolah menengah keatas. yang berasal dari kata "didik". 1991:232. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran. Dari beberapa Pengertian Pendidikan diatas dapat disimpulkan mengenai Pendidikan.

dan ke-109 (1999). yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. masalah-masalah cabang. berbagai masalah itu dapat dikategorikan dalam 2 (dua) masalah yaitu :<br />Pertama. Indonesia menempati urutan ke-102 (1996). Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis).<br />Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.036 SMA ternyata hanya tujuh sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP).918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya delapan sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8. rendahnya prestasi siswa. dan sebagainya. Dari 20. rendahnya kesejahteraaan guru. <br />Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC). Kedua. Orangtua siswa harus berfikir kembali untuk melanjutkan anaknya pada jenjang yang lebih tinggi akibat semakin tingginya biaya pendidikan. seperti mahalnya biaya pendidikan. bukan hanya terjadi pada sekolah swasta tetapi juga sekolah yang berstatus negeri.<br />Kondisi Pendidikan Indonesia saat Ini<br />Kualitas pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. ke-105 (1998). Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index). yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan. <br />Mahalnya pendidikan masih menjadi perbincangan dan permasalahan masyarakat setiapkali pergantian tahun ajaran. jelas ada something wrong (masalah) dalam sistem pendidikan Indonesia. bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000). Sehingga muncul kata dalam salahsatu buku Eko Prasetyo kalau “orang miskin dilarang sekolah”.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). rendahnya sarana fisik. Di antara 174 negara di dunia.perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.<br />Apa makna data-data tentang rendahnya kualitas pendidikan Indonesia ityu? Maknanya adalah. yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan. masalah mendasar. yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan. ke-99 (1997). kesehatan.<br />Padahal pendidikan adalah suatu bentuk hak asasi yang harus dipenuhi dari lembaga atau institusi yang berkewajiban . dan penghasilan per kepala yang menunjukkan. kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia.

sehingga semua masyarakat dalam suatu bangsa tersebut dapat menikmatinya. "sesuai keputusan Komite Sekolah".000. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Namun. Akibatnya. segala pungutan uang selalu berkedok.000. Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah.memenuhinya secara merata.<br />Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). mengingat anggaran pendidikan masih tergolong sedikit. Hasilnya. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana.<br />Dari pergantian tahun ajaran pendidikan. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.sampai Rp 1. dan menjadi salah satu tujuan didirikannya Negara Republik Indonesia. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh . Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. sehingga posisinya sebagai salahsatu bidang yang mendapat perhatian serius dalam konstitusi Negara kita. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Orang miskin tidak boleh sekolah. Jika dibandingkan dengan teks yang dianjurkan oleh UUD. Bukannya hanya ditujukan untuk orang yang mampu membayarnya. Namun harapan tersebut mungkin tahun ini belum ada. Karena itu.<br />Penyebab Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Pendidikan bermutu itu mahal. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. Asumsinya. <br />Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). setelah Komite Sekolah terbentuk. masyarakat selalu mengharapkan kapan sebuah institusi pendidikan atau sekolah akan memasang spanduk atau iklan di depan sekolahnya yang bertuliskan “sekolah ini gratis”. Mengingat pentingnya pendidikan untuk semua warga.000. Oleh karena itu Negara dalam hal ini pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan secara murah dan bahkan gratis untuk masyarakatnya.. ia tidak transparan. pada tingkat implementasinya. Oleh sebab itu dibutuhkan keseriusan pengambil kebijakan untuk memperhatikan hal tersebut.

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagai salah satu entity atau elemen yang terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. 10/5/2005). Dengan begitu. pelajar merupakan pihak yang paling merasakan seluruh dampak dari perubahan yang terjadi pada sektor pendidikan di Indonesia. dan RPP tentang Wajib Belajar.<br />Permasalahan yang ikut membawa dampak sangat besar pada pelajar adalah permasalahan mengenai mahalnya biaya pendidikan . terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Akibatnya.<br />BAB III<br />PEMBAHASAN<br />Dampak Mahalnya Pendidikan <br />Secara umum. antara yang kaya dan miskin. Dalam pasal itu disebutkan. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan.or. Sektor pendidikan ini memberikan peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas dan standar SDM di Indonesia untuk membangun Indonesia yang lebih baik kedepannya. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ).kau.id). seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. <br />Dari APBN 2005 hanya 5. Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. dampak dari mahalnya biaya pendidikan adalah:<br /> o Lemahnya Sumber Daya Manusia Salah satu sektor strategis dalam usaha pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia adalah sektor pendidikan. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. RUU Badan Hukum Pendidikan. Akibatnya. 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban.<br />Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www. misalnya.kebijakan pendidikan yang kontroversial.82% yang dialokasikan untuk pendidikan.<br />Penguatan pada privatisasi pendidikan itu. <br />Seperti halnya perusahaan. penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Yanti Mukhtar (Republika. Tak peduli apakah dampak tersebut baik atau buruk. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu.

bahwa pendidikan memiliki suatu kemampuan untuk menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja potensial. o o Kurangya Kesadaran Masyarakat Akan Kesehatan Semakin tinggi pendidikan seseorang. yang kemudia akanmeningkatakan pendapatannya. Menurutnya. Padahal. Sementara itu Jones melihat pendidikan sebagai alat untuk menyiapkan tenaga kerja terdidik dan terlatih yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. yang secara langsung akan meningkatakan pendapatan nasional. karena pranata ekonomi membutuhkan tenaga.1 juta orang (Data BPS . o Jones melihat. Ini harus menjadi dasar untuk perencanaan pendidikan. Sementara itu Vaizey melihat pendidikan menjdi sumber utama bakat-bakat terampil dan terlatih. korelasi antara pendidikan dengan pendapatan tampak lebih signifikan di negara yang sedang membangun.tenaga terdidik dan terlatih. Permasalahan ini dinilai sebagai permasalahan klasik yang terus muncul kepermukaan dan belum selesai hingga sekarang. Pada jenjang pendidikan tinggi. o Permasalahan yang dihadapai adalah jarang ada ekuivalensi yang kuat antara pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan yang mengakibatkan munculnya pengangguran terdidik dant erlatih.2009).di Indonesia. Prediksi ketenagakerjaan sebagai dasar dalam perencanaan pendidikan harus mengikuti pertumbuhan ekonomi yang ada kaitannya dengan kebijaksanaan sosial ekonomi dari pemerintah. Pendidikan memegang peran penting dalam penyediddan tenaga kerja. maka semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Tyler mengungkapkan bahwa pendidikan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang. tingginya biaya pendidikan saat ini tidak sesuai dengan mutu atau kualitas serta output pendidikan itu sendiri. dan menjadi lebih siap latih dalam pekerjaannya yang akan memacu tingkat produktivitas tenaga kerja. Ia harus mampu memprediksi dan mengantisipasi kualifikasi pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja. Peningkatan pendapatan ini berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan. Penyebab banyaknya pengangguran terdidik ini terlihat beragam dan menjadi semakin ironis jika dilihat dari mahalnya seorang pelajar (terdidik) telah membayar uang kuliah atau uang sekolah mereka<br /> o Lemahnya Taraf Ekonomi Masyarakat Pendidikan memiliki daya dukung yang representatif atas pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu. pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari masih tingginya persentase pengangguran terdidik (Sarjana) yaitu sekitar 1. peran pendidikan sangat sentral dalam menghasilkan output-output yang akan berkontribusi untuk mentransformasikan pengetahuan kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan . untuk kemudian akan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat berpendapatan rendah.

<br />Cara Mengatasi Mahalnya Biaya Pendidikan<br />Besar dan kecilnya subsidi pemerintah itulah yang membuat mahal atau murahnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau masyarakat. termasuk mengatasi mahalnya pendidikan bagi rakyat banyak. Untuk mereflesikan dan mengimplementasikan manajeman kesehatan yang berkualitas. Dalam hal ini. banyak .bagi kesejahteraan bangsa Indonesia. pemerintah sendiri tidak konsisten dalam menjalankan ketentuan ini. dan dana untuk mengembangkan pendidikan baik melalui komite sekolah (school committee). Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan.Kecuali Jepang. dan sebagainya. baik dengan meningkatkan subsidi maupun membangkitkan partisipasi masyarakat.Usaha untuk menjadikan pendidikan tidak mahal untuk 'dikonsumsi' orang tua dan masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah Indonesia. Banyak hasil yang dipetik dari program ini. atau secara langsung berhubungan dengan pihak sekolah. Australia memiliki pengalaman bagus untuk membuat biaya pendidikan tidak mahal bagi masyarakat. saat ini telah banyak pendidikan-pendidikan tinggi baik universitas maupun institusi yang telah membuka program kesehatan seperti jurusan kedokteran. Celakanya. pendidikan tinggi diantaranya universitas merupakan pendidikan tertinggi yang bertugas memberikan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bentuk yang bermanfaat. Dengan mengembangkan konsep CBE. Mereka diminta membantu pemikiran. kaum bisnis. keperawatan. pengusaha. Dalam Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas disebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN dan APBD. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. Ketentuan semacam ini juga ada dalam Pasal 31 ayat (4) UUD 1945. Sayangnya.Dalam Pasal 56 ayat (2) dan (3) dijamin eksistensi dan perlunya dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah untuk membantu sekolah. Kalau kita ingin biaya pendidikan tidak mahal maka subsidi pemerintah harus besar. manajemen kesehatan. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. Dengan adanya program seperti ini diharapkan terlahir generasi-generasi baru yang paham dan memiliki kemampuan serta kredibiolitas dalam menguapayakan penyelenggaraan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. gagasan.<br />Selain itu. dan kaum berduit lainnya dalam urusan pendidikan. jurusan dari berbagai pendidikan kesehatan dalam melakukan program pengabdian masyarakat seperti pengobatan gratis dan sebagainya yang ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sayangnya. Community-Based Education. maka pemerintah melibatkan tokoh masyarakat. Seandainya saja ketentuan UU dan UUD tersebut direalisasi maka sebagian permasalahan tentang mahalnya biaya pendidikan di negara kita tentu akan teratasi.Usaha kedua yang sudah dicoba oleh pemerintah ialah membangkitkan peran serta masyarakat melalui dewan pendidikan di tingkat kabupaten/kota dan komite sekolah/madrasah di tingkat sekolah. dewan pendidikan (board of education).

<br />Sekarang hampir di seluruh kabupaten/kota dan provinsi sudah dibentuk lembaga yang disebut dewan pendidikan. yaitu sesuai dengan undang-undang sebesar 20% dari total APBN. Lagi-lagi kita tidak konsisten menjalankan konsep. Jika seorang anak berprestasi dan memiliki kemauan yang kuat. o Melibatkan unsur masyarakat. Untuk menangani masalah mahalnya biaya pendidikan. di samping komite sekolah/madrasah yang dibentuk pada banyak sekolah. namun kurangnya komitmen masyarakat dan pemerintah maka mengakibatkan kedua solusi di atas tidak berjalan sesuai dengan harapan.Sebenarnya kita sudah memiliki konsep yang bagus untuk mengatasi mahalnya biaya pendidikan. karena kita tidak bisa menghilangkan penyakit 'tidak konsisten'. dapat dilakukan dengan dua cara. Sayangnya. o o o Saran Mahalnya pendidikan bukan berbarti menghalangi untuk terus melanjutkan sekolah. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah yang tidak dapat menjalankan fungsinya secara benar. terutama mereka yang mampu secara ekonomi. banyak dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja<br />BAB IV<br />PENUTUP<br /> o Kesimpulan Mahalnya pendidikan di Indonesia akan berpengaruh secara langsung terhadap: o o o o o Lemahnya sumber daya manusia Lemahnya taraf ekonomi masyarakat. akhirnya biaya pendidikan kita pun tetap mahal bagi masyarakat kebanyakan. Celakanya. Ketidaksadaran masyarakat akan kesehatan. o Pada dasarnya kedua solusi di atas telah dilakukan. Namun.dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah hanya menjadi aksesori saja. . yaitu: Memperbesar dana APBN untuk pendidikan. maka akan selalu ada jalan untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful