pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah

2011/12/26 12:31:19 PM. Hasil pencarian artikel tentang pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. You can download full article about pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah.Page 0 Pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah Lingkungan dan bangunan pertanian adalah salah satu cabang disiplin ilmu dalam teknik pertanian yang fokus pada pengendalian lingkungan dalam bangunan pertanian untuk pengaruh beberapa jenis pupuk organik dan pupuk urea terhadap sifat tanah dan hasil kacang panjang di lahan kering pinggiran perkotaan denpasar bali Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. 7 No.1 (2007) p: 43-53 PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS ABSTRAK Puryana, Mitra Dwi. 2008. Pertumbuhan Kacang Merah pada Medium yang Berbeda. Karya Ilmiah, Biologi, Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Probolinggo. Penanggungjawab: Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian Wakil: Kepala Balai Penelitian Tanah Editor: R.D.M. Simanungkalit Didi Ardi ABDULLAH IBNU ABBAS DAN PENGARUH PEMIKIRANNYA DALAM PERKEMBANGAN PENAFSIRAN AL QUR’ANhttp://www.uinsuska.info/ushuluddin/attachments/074_IBNU%20ABBAS%20DA N%20PENGARUH. Hasil Pencarian pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan tanaman DAN PUPUK UREA TERHADAP. pengaruh urea terhadap sifat tanah dan hasil kacang panjang pengaruh pupuk kandang terhadap tanaman, 64 pengaruh nomor ruas setek dan dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan PERANAN BAHAN ORGANIK TERHADAP KESUBURAN TANAH pengaruh pupuk organik pada tanaman kangkung, pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang tanah, pengangguran tenaga kerja indonesia, pemberian pupuk kandang sapi pada tanaman lobak 2005pengaruh aras pupuk kandang pada beberapa jenis tanah terhadap penampilan pertumbuhan tanaman dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman kacang kelembapan pada tanah bekas tanaman 1:1 serta pupuk kandang lalu Pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah . PENDAHULUAN Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya. PT. NASA berusaha berperan meningkatkan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan ( Aspek K – 3 ).

d. tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 3. b. Kadar air benih berkisar 9-12 %. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.2. tidak keriput dan cacat. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. Curah hujan antara 800-1. c.2. SYARAT PERTUMBUHAN 2.0-6.1. Kelembaban udara berkisar 65-75 %. b. Penyiapan Benih Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat.5. c.1. 2.1. Iklim a. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.3. 3. Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a. b. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. Suhu udara sekitar 28-320C. Media Tanam a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur. kerdil. Bila suhunya di bawah 100C. d. Untuk menjamin . Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. layu dan akhirnya mati.Cara Budidaya Kacang Tanah II.1. pertumbuhan tanaman akan terhambat. III. Ketinggian Tempat Ketinggian penanaman optimum 50 – 500 m dpl. Pembibitan 3. c.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan. Drainase dan aerasi baik. pH antara 6. Kulit benih mengkilap. lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah. e.300 mm/tahun. bahkan kerdil. d. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul. 2.500 m dpl.

kualitas benih. panjang menyesuaikan.3. 3. lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. 30 x 20 cm. ketebalan bedengan 20-30 cm. Pupuk kandang 2 – 4 ton/ha.5. atau 20 x 20 cm.3.1.2. Pembentukan Bedengan Buat bedengan ukuran lebar 80 cm. Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah. Pada tanah yang subur. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) .2. Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha). Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha).5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.2. Pengolahan Media Tanam 3. b.2. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm. Persiapan dan Pembukaan lahan Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya.2.1. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Penentuan Pola Tanam Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan.2. Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb : alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah: a. 3. 3. . c. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm. dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam. 3. diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.3. 3. Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara: 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. 3. ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat. Diantara bedengan dibuatkan parit. Pemberian Natural GLIO Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO. serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit. Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pemberian Natural GLIO pada sore hari. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.2. Teknik Penanaman 3.4. alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2.

3.5. Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman.5. 3. Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan. b. akhirnya mengering.3. Uret Gejala: memakan akar. Hama a.3. Pengendalian: penyemprotan .1. penggunaan pupuk kandang yang sudah matang. 3. perambatan. jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.5. karena dapat mengganggu penyerbukan. bertujuan untuk menutup bagian perakaran. Pemberian POC NASA dan HORMONIK Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki).6.4.2.2. Hama dan Penyakit 3. batang bagian bawah dan polong. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.1.4. Akhirnya tanaman layu dan mati.5 1 jam. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II). Penyiangan dan Pembumbunan Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong. Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki).4. Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan. benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0. untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah. Pengendalian: olah tanah dengan baik. misalnya pemangkasan.3. penyiangan intensif. 3. Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan. karena dapat mengganggu penyerbukan. Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan.4. pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). Cara Penanaman Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis.4. 3.4. 3.3. menanam serempak. 3. Perendaman Benih dengan POC NASA Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak. Pemeliharaan Tanaman 3.3. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). 3. Ulat Penggulung Daun Gejala: daun terlipat menguning.4. 3. Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Penyulaman Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati.

(2) penyemprotan menggunakan Pestona. Pengendalian: tanaman dicabut. daun tinggal tulang. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten. dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. Ulat Jengkal (Plusia sp) Gejala: menyerang daun kacang tanah. 3. menanam tanaman yang tahan. b. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam f. akhirnya mati. membakar tanaman yang terserang cendawan. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. menanam serentak. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam. d. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). Ulat Grayak (Spodoptera litura) Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Penyakit Karat Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Akar tanaman membusuk. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona. Pengendalian: Pergiliran tanaman. e. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810. Penyakit layu atau “Omo Wedang― Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E. Penyakit Sclerotium Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten. c. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: . air jangan sampai menggenang.2. menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR. Gejala: tanaman layu.5. ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek. Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: timbul bercakbercak berukuran 1-5 mm. Kumbang Daun Gejala: daun tampak berlubang. 3. e. Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas. juga bisa busuk. Gejala: Polong kosong. Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.S. dibuang dan dimusnahkan.6. (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura. Penyakit Bercak Daun Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Pengendalian: (1) penanaman serentak. juga makan pucuk bunga. d. Penyakit Gapong Penyebab: diduga Nematoda. Daun gugur sebelum waktunya. Penyakit sapu setan Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil.menggunakan Pestona. c.F.). tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. gunakan varietas yang tahan. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. Penyakit a. pergiliran tanaman. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. daun-daun kecil rimbun.

. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. Polong sudah berisi penuh dan keras. b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran.a) Batang mulai mengeras.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful