KESEIMBANGAN UMUM DAN TEORI EKONOMI KESEJAHTERAAN

1. Keseimbangan umum dan efisiensi. 2. Eksternalitas dan kegagalan pasar

1

harga aset tersebut akan naik dan tingkat bunganya menurun. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan. Opportunity cost yang rendah akan mendorong masyarakat untuk memegang uang lebih banyak dengan cara menjual aset berimbal bunga. Untuk memahami interaksi keseimbangan pasar barang dan pasar uang dalam membentuk permintaan agregat.tingkat harga yang membentuk keadaan keseimbangan itu disebut harga keseimbangan. Peningkatan penjualan aset menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang.keseimbangan umum terjadi apabila pasar uang dan pasar brang berada dalam keseimbangan secara bersamasama dan keseimbangan itu diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga Keseimbangan Pasar Uang Dalam perekonomian bunga. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikan permintaan aset tersebut. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio kekayaannya untuk ditukarkan dengan aset yang memberikan bunga. Mekanisme sebaliknya akan terjadi jika suku bunga berada di bawah tingkat keseimbangan. pasokan uang melebihi permintaan. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dakn penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Akibatnya. Kurva LM 2 .Keseimbangan umum dan efisiensi Keseimbangan umum adalah kondisi dimana jumlah permintaan sama dengan jmlah penawaran. keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu.jumlah barang pada keadaan itu disebut kuantitas seimbang. Mekanisme penyesuaian berjalan karena pada tingkat bunga tersebut. keseimbangan pasar uang digambarkan dalam panel pendapatanbunga sebagai kurva LM (akronim dari Liquidity preference = Money supply).1. opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. misal obligasi.

Tidak dijelaskan mengapa pada situasi tersebut suku bunga harus naik. Dengan demikian. Menurut ekonomi konvensional. Untuk menggambarkan hubungan positif pendapatan dan suku bunga di pasar uang tersebut. Kelebihan permintaan yang terjadi di pasar uang disebabkan peningkatan kebutuhan uang untuk bertransaksi karena kenaikan pendapatan. kepemilikan aset yang merupakan salah satu wujud tabungan pun cenderung meningkat ketika pendapatan naik. tidak ada alasan bagi seseorang untuk meningkatkan penjualan aset berbunga. justru dapat menyebabkan kenaikan permintaan aset. Apabila seseorang mengalami kenaikan pendapatan. maka tidak ada mekanisme yang menyebabkan kenaikan bunga. Logika derivasi kurva LM di atas memiliki kelemahan saat menjelaskan kenaikan suku bunga di pasar uang. kelebihan permintaan uang ini akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ke tingkat yang sama dengan pasokan uang. yang dapat diwujudkan sebagai aset berbunga maupun uang. apakah uang tambahan tersebut diperoleh dengan mengurangi kepemilikan aset berbunga? Justru sebaliknya. Peningkatan pendapatan akan meningkatkan permintaan uang untuk transaksi dan berjagajaga walau tingkat bunga tetap. Jika kenaikan pendapatan tidak menyebabkan kenaikan penjualan aset. peningkatan pendapatan menyebabkan kenaikan suku bunga di pasar uang. Pada tingkat bunga semula. Akan tetapi. Pada penjelasan mekanisme penyeimbangan di pasar uang disebutkan bahwa kenaikan suku bunga saat terjadi kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh peningkatan penjualan aset berbunga. pada kasus kelebihan permintaan itu disebabkan oleh kenaikan pendapatan. Akan tetapi. 3 . Kenaikan pendapatan akan sekaligus dialokasikan sebagai peningkatan konsumsi dan peningkatan tabungan.diderivasikan dari kurva permintaan dan penawaran dengan mengetahui arah perubahan suku bunga ketika terjadi perubahan pendapatan. ia memang membutuhkan uang lebih banyak untuk membiayai kenaikan konsumsi. Hal ini dapat digambarkan sebagai pergeseran kurva permintaan uang ke kanan atas. kurva LM memiliki kemiringan positif. terjadi kelebihan permintaan uang.

Peningkatan ekspektasi laba diperlukan untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran uang. kurva LM ini tidak memiliki daya gravitasi karena tidak ada mekanisme dalam pasar yang dapat menyeimbangkan pasar uang ketika terjadi perubahan pendapatan. Dalam perekonomian tanpa bunga. Dari teori kuantitas uang kita tahu bahwa jika pendapatan riil bertambah namun jumlah uang tetap. Penurunan harga sewa menurunkan biaya usaha pertanian pada tingkat pendapatan tetap. tidak akan ada kenaikan penjualan aset produktif. kenaikan tingkat imbal tidak terjadi dan kelebihan permintaan uang akan terus berlangsung selama pasokan uang tidak bertambah. kurva LM tidak memiliki daya gravitasi. Dengan kata lain. permintaan uang untuk spekulasi dipengaruhi secara negatif oleh tingkat imbal yang diharapkan dari aset produktif. orang akan cenderung memegang uang lebih banyak karena opportunity cost turun. Jika kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh kenaikan pendapatan. sehingga tingkat imbal pertanian kembali naik. Hubungan antara pendapatan dan tingkat imbal yang menyeimbangkan pasar uang ini dicerminkan oleh kurva LM positif dalam panel pendapatan-tingkat imbal. situasi ekonomi bisa terjadi di luar kurva LM. tetapi tidak terbentuk sendiri oleh interaksi pasar uang. Jika tingkat imbal turun.Jika terjadi kenaikan pendapatan. Misal. Dengan demikian. penurunan tingkat imbal pertanian mendorong orang untuk menjual tanah pertanian sehingga harga jual dan sewa tanah pertanian turun. kenaikan bunga memang diperlukan untuk mencapai keseimbangan pasar uang. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran uang yang ditimbulkan oleh perubahan pendapatan akan tetap berlangsung selama pasokan uang tidak bertambah. Akibatnya. 4 . Proses penyeimbangan permintaan dan penawaran uang juga akan terjadi melalui proses pergantian portofolio kekayaan. salah satu dari dua variabel harus berubah: kecepatan peredaran uang naik atau harga turun. Akan tetapi.

Kenaikan pendapatan nasional akan meningkatkan nilai tabungan pada berbagai tingkat suku bunga. hubungan di atas digambarkan sebagai kurva IS. Tingkat bunga akan mengarah pada tingkat di mana terjadi keseimbangan tabungan nasional dan investasi. Belanja agregat hanya akan sama dengan produksi nasional jika seluruh tabungan disalurkan menjadi investasi. Tabungan nasional (national saving) dibentuk oleh dua komponen: tabungan swasta dan tabungan pemerintah. yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor (NX = X—M). mencakup konsumsi (C). Belanja agregat terdiri dari komponen domestik. 5 . Akibatnya. interaksi tabungan dan investasi merupakan interaksi permintaan dan penawaran modal dengan bunga sebagai harga. Tabungan pemerintah dibentuk dari surplus anggaran karena pendapatan pajak melebihi belanja pemerintah (GS = T – G).Keseimbangan Pasar Barang Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat (aggregate expenditure—AE) sama dengan produksi nasional (Y). Kurva ini mewakili tingkat bunga yang dapat menyeimbangkan tabungan dan investasi pada berbagai tingkat pendapatan. Untuk bersaing menawarkan modalnya. Tingkat bunga akan turun hingga permintaan modal sama dengan pasokan. Dalam panel pendapatan-bunga. dan komponen asing berupa ekspor neto (NX). investasi (I) dan belanja pemerintah (G). Tabungan swasta merupakan sisa dari pendapatan neto pajak setelah dikurangi konsumsi (PS = Y – T – C). Y=C+I+G Y=C+S+T C + S + T = C+ I + G S + (T – G) = I Dalam perekonomian bunga. terjadi kelebihan pasokan modal pada tingkat bunga yang berlaku. penawar bersedia mengurangi suku bunga yang ia terima.

Jika tingkat imbal harapan dari investasi naik. Sebaliknya. Perusahaan akan mencari modal untuk membiayai investasinya. kenaikan tingkat imbal harapan mendorong mereka mengalokasikan lebih besar tabungan mereka untuk investasi sekalipun rasio bagi hasil tidak berubah. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. permintaan dan penawaran modal dipengaruhi secara positif oleh tingkat imbal harapan. penawaran dan permintaan modal akan naik secara simultan pada rasio bagi hasil tetap. Tabungan seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh pendapatannya. pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. selisih tabungan dan investasi mengecil dan permintaan agregat meningkat. elastisitas penawaran modal kurang dari elastisitas permintaan modal karena tingkat imbal hanya berpengaruh kecil pada tabungan. Akibatnya. Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang Mayoritas ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini. Walau sama positif. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Naiknya tingkat imbal harapan yang disebabkan penurunan pajak atau pemberantasan korupsi akan mendorong perusahaan memperbesar pembelian barang-barang modal. baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal. 6 . Pada sisi pemilik modal. Interaksi permintaan dan penawaran modal akan membawa rasio bagi hasil pada tingkat yang menyeimbangkan keduanya. Permintaan dan penawaran modal dipengaruhi secara berbeda oleh rasio bagi hasil.Dalam perekonomian nonbunga. peningkatan rasio bagi hasil akan mengurangi imbal harapan bagi pemilik perusahaan sehingga permintaan akan turun. Kurva IS mencerminkan hubungan positif itu di panel pendapatan-imbal. Penawaran modal semakin besar jika rasio bagi hasil meningkat karena imbal harapan bagi pemilik modal meningkat.

Perubahan persediaan menjadi sinyal bagi perusahaan untuk menyesuaikan produksi untuk menjaga tingkat persediaan yang optimal.Akan tetapi. Belanja agregat mengandung unsur konsumsi sehingga dipengaruhi positif oleh produksi nasional. Produksi berjalan efisien(efficiency in production) 2. Karena asumsi konsumsi otonom positif (C0 > 0) dan hasrat marjinal konsumsi positif kurang dari satu (0 < MPC < 1). Karenanya. persediaan akan naik Efesiensi 1. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi (Input Efficiency) Penggunaan factor produksi dikatakan efisien secara teknis bila factor produksi yang digunakan untuk memproduksi output yang satu tidak dapat direalokasi untuk menambah output yang lain tanpa mengurangi produksi output yang bersangkutan. sebagaimana telah dijelaskan bahwa perubahan pendapatan tidak serta-merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. 7 . belanja agregat menjadi lebih dari produksi nasional pada rentang produksi nol hingga satu titik di mana belanja agregat seimbang dengan produksi nasional. Efisiensi Produksi (Efficiency in production) a. Selisih antara belanja agregat dan produksi nasional akan merubah tingkat persediaan barang. Ketika belanja agregat kurang dari produksi nasional. Dengan kata lain. tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM. penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Jika produksi nasional lebih tinggi dari tingkat keseimbangan itu. Terjadi mekanisme pertukaran yang efisien (efficiency In exchange) b. Efisiensi Pertukaran (Efficiency in Exchange) Perekonomian telah berjalan efisien bila: a. belanja agregat akan kurang dari produksi nasional.

jika aktivitas dan tindakan individu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. Sedangkan efisiensi pasar adalah suatu keadaan apabila suatu pasar sudah dapat mengalokasikan seluruh sumber-sumber daya yang pada umumnya secara efisien A. Produsen mencapai keseimbangan (producer’s equilibrium).sumer’s equilibrium). 1991. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) 1. Bohm. Barang dan jasa diproduksi dengan biaya paling rendah 2. Barang dan jasa yang diproduksi memenuhi kebutuhan konsumen untuk mencapai keseimbangan konsumen (con. dimana MRSyx = Px/Py 2. di mana MRTyx = Px/Py 3. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) 4. Efisiensi Output (Output Efficiency) 1. Efek atau dampak samping kegiatan produksi terhadap konsumen (effects of producers on consumers) 3. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini (Pearee dan Nash. 1991) : 1. Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers) 2.b. Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi 8 . JENIS-JENIS EKSTERNALITAS Efisiensi alokasi sumber daya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu.Eksternalitas dan Efisiensi Pasar Eksternalitas adalah kerugian atau keuntungan yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain yang tidak tercermin dalam harga pasar.

danau. sehingga produksi ikan terganggu dan akhirnya merugikan produsen lain yakni para penangkap ikan (nelayan). suatu agen ekonomi (perusahaan-produsen) yang menghasilkan limbah (wasteproducts) ke udara atau ke aliran sungai mempengaruhi pihak dan agen lain yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam berbagai bentuk. jika aktivitasnya merubah atau menggeser fungsi utilitas rumahtangga (konsumen). Sebagai contoh. Suatu proses produksi (misalnya perusahaan pulp) menghasilkan limbah-residu-produk sisa yang beracun dan masuk ke aliran sungai. Dampak atau efek samping yang sangat populer dari kategori kedua yang populer adalah pencemaran atau polusi. Kategori ini meliputi polusi suara (noise). berkurangnya fasilitas daya tarik alam (amenity) karena pertambangan. Hal ini terjadi ketika produsen hilir membutuhkan air bersih untuk proses produksinya. Dampak Konsumen Terhadap Konsumen Lain Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika aktivitas seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau menggangu fungsi utilitas konsumen yang lain. Konsumen seorang individu bisa dipengaruhi tidak hanya oleh efek samping dari kegiatan produksi tetapi juga oleh konsumsi oleh individu yang lain. bisingnya 9 . dan inilah yang dimaksud dengan efek suatu kegiatan produksi terhadap produksi komoditi lain. Misalnya.dari produsen lain. bahaya radiasi dari stasiun pembangkit (polusi udara) serta polusi air. 3. Dampak Produsen Terhadap Konsumen Suatu produsen dikatakan mempunyai ekternal efek terhadap konsumen. yang semuanya mempengaruhi kenyamanan konsumen atau masyarakat luas. Dalam hal ini. Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya pemurnian atau pembersihan air yang dipakai (eater intake clen-up costs) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water polution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). kegiatan produksi pulp tersebut mempunyai dampak negatif terhadap produksi lain (ikan) atau nelayan. Dalam hal ini. kepuasan konsumen terhadap pemanfaatan daerah-daerah rekreasi akan berkurang dengan adanya polusi udara. Dampak kategori ini bisa dipahami lebih jauh dengan contoh lain berikut ini. 2. Dampak atau efek dari kegiatan suatu seorang konsumen yang lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk. atau semacamnya.

yang memerlukan instrumen ekonomi untuk menginternalisasikan dampak tersebut dalam aktivitas dan analisa ekonomi. Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempunyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu. Dampak jenis ini misalnya terjadi ketika limbah rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan mencemarinya sehingga menganggu perusahaan tertentu yang memanfaatkan air baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan yang memanfaatkan air bersih. air. asap rokok seseorang terhadap orang sekitarnya dan sebagainya.suara alat pemotong rumput tetangga. Lebih jauh Baumol dan Oates (1975) menjelaskan tentang konsep eksternalitas dalam dua pengertian yang berbeda : 1. dan suara merupakan contoh eksternalitas jenis yang tidak habis. Eksternalitas yang tidak habis (an udeplatable externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public goods) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber 10 . Keberadaan eksternalitas yang merupakan barang publik seperti polusi udara. kebisingan bunyi radio atau musik dari tetangga. 4. 2. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsipprinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Dalam pandangan ekonomi. Dari dua konsep eksternalitas ini. dan juga bagi orang lain. B. Dampak Konsumen Terhadap Produsen Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok produsen tertentu. besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya. barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh orang lain. Dengan kata lain. eksternalitas jenis kedua merupakan masalah pelik dalam ekonomi lingkungan.

kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemilikan atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. Pertama. Keberadaan Barang Publik Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor diatas diuraikan satu per satu berikut ini. Masyarakat atau konsumen cenderung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik ini. Barang publik yang berkaitan dengan lingkungan meliputi udara segar.daya yang efisien tidak terpenuhi. 1. maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. hidup yang nyaman dan sejenisnya. maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. Selanjutnya. Kalau ini dibiarkan. barang publik sempurna (pure public good) didefinisikan sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. ketidaksempurnaan pasar. Karena ciri-cirinya diatas. barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya. pemandangan yang indah. barang ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). Ciri kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusion) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukkan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya. mendorong sebagain masyarakat sebagai “free rider”. Tapi dalam menetapkan harga ini menjadi masalah tersendiri dalam analisa ekonomi lingkungan. rekreasi. common property resources). jika si A mengetahui bahwa barang tersebut akan disediakan oleh si B. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik. maka si A 11 . Dalam hal ini. barang publik tidak diperjualbelikan sehingga tidak memiliki harga. Karakteristik barang atau sumber daya publik. Ada dua ciri utama dari barang publik ini. Sebagai contoh. Satu-satunya mekanisme yang membedakannya adalah dengan menetapkan harga (nilai moneter) terhadap barang publik tersebut sehingga menjadi bidang privat (dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan atau memperbaiki kualitas lingkungan itu sendiri. public goods. Kajian ekonomi sumber daya dan lingkungan salah satunya menitikberatkan pada persoalan barang publik atau barang umum ini (common consumption. air bersih.

Jika akhirnya si B berkeputusan untuk menyediakan barang tersebut. Dari sekian banyak kegiatan ekonomi yang berlangsung di kota itu. Namun tidak seperti barang publik. maka si A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B. akan mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Sumber-sumber daya milik bersama. Kalaupun ada kontribusi. keberadaan sumber daya milik bersama ini. Domba-domba itu dilepas begitu saja di lahan rumput penggembalaan yang mengelilingi 12 . maka si A bisa ikut menikmatinya karena tidak seorangpun yang bisa menghalanginya untuk mengkonsumsi barang tersebut. dari pemeliharaan domba yang mereka ambil bulunya ( wol ) untuk dijual sebagai bahan pakaian. dan Cuma-Cuma. tidak ekskludabel. TRAGEDI BARANG UMUM Andaikanlah anda hidup di sebuah kota kecil di abad pertengahan. Jadi. Sumber Daya Bersama Keberadaan sumber daya bersama–SDB (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan barang publik diatas. yang paling menonjol adalah pemeliharaan domba. karena sifat barang publik yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi umum. karena masyarakat cenderung memberikan nilai yang lebih rendah dari yang seharusnya (undervalued). maka sumbangan itu tidaklah cukup besar untuk membiayai penyediaan barang publik yang efisien. pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak pemanfaatannya yang efisien. Contoh klasik tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus SDB ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) yang dikenal dengan istilah Tragedi Barang Umum (the Tragedy of the Commons). Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. sumber daya milik bersama memiliki sifat bersaingan. sama halnya dengan barang-barang publik. 2. Pemanfaatannya oleh seseorang. Banyak keluarga di kota itu yang mengandalkan asap dapurnya. Keadaan seperti ini akhirnya cenderung mengakibatkan berkurangnya insentif atau rangsangan untuk memberikan kontribusi terhadap penyediaan dan pengelolaan barang publik.tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B.

kesadaran suatu keluarga untuk membatasi jumlah dombanya juga tidak akan ada gunanya. sehingga setiap orang bisa melepas kawanan dombanya ke sana untuk memakan rumputnya. Belum sempat rumput baru tumbuh. jumlah penduduk dan jumlah domba di Kota Umum terus bertambah. karena mereka. tidak mungkin pemeliharaan domba secara masal berlangsung terus. sedangkan lahan penggembalaan tidak bertambah luas. Tanpa rumput. Lambat laun. Namun secara individual. penduduk Kota Umum sebenarnya bisa mencegah 13 . Tidak ada yang memiliki lahan tersebut. Apa sesungguhnya yang menimbulkan tragedi itu ? Mengapa penduduk membiarkan populasi domba bertambah begitu cepat sehingga justru menghancurkan lahan penggembalaan Kota Umum ? Jawabannya bersumber pada perbedaan antara insentif pribadi dan insentif sosial. Selama ini kepemilikan bersama itu tidak menimbulkan masalah. para pemilik domba itu dapat mengatur keseluruhan populasi hewan ternaknya agar tidak melebih daya dukung padang. sudah ada banyak domba yang menunggunya. secara individual hanya merupakan bagian dari seluruh penduduk pemilik domba. dan pada gilirannya Industri wol di kota Umum juga ditutup. maka kesempatan keluarga lain untuk melakukan hal yang sama menjadi berkurang. Pencegahan padang rumput di Kota Umum berubah menjadi padang pasir hanya dapat terjadi jika semua pemilik domba bekerja sama mengupayakan hal itu secara kolektif. Mengingat masing-masing keluarga mengabaikan dampak eksternal dalam memutuskan jumlah domba yang hendak dipelihara. sehingga pada akhirnya padang rumput itu pun menjadi padang gersang. seiring dengan waktu. Tragedi Barang Umum terjadi akibat adanya masalah eksternalitas. Rumput itu. Siapa saja bisa memanfaatkannya tanpa biaya. Hanya dengan kerja sama. Disamping itu jika tidak diikuti oleh yang lain.Kota Umum. masing-masing keluarga pemilik domba tidak memiliki insentif untuk memulai usaha mulia tersebut. maka pada akhirnya jumlah domba secara keseluruhan menjadi terlalu banyak. Pada intinya. Karena jumlah domba yang memakan rumputnya sedemikian banyak. Banyak keluarga di kota itu yang kehilangan mata pencaharian. Jumlah domba pun segera menyusut. Selama setiap orang bisa memperoleh sebidang lahan untuk menggembalakan dombanya. pada akhirnya padang rumput itu kehilangan kemampuan dan kesempatan untuk memulihkan diri. Jika mau berpikir lebih panjang. Pada saat sebuah keluarga mengiring domba-dombanya ke padang rumput itu. Kota Umum itu tidak bersifat bersaingan. bahkan lahan itu sudah dianggap milik bersama. Pokoknya tidak ada masalah.

Atau. karena lahan penggembalaannya sudah habis terbagi. 3. dengan cara seperti yang ditempuh masyarakat modern untuk memecahkan persoalan polusi. Ada satu pelajaran penting yang terkandung dalam kisah Tragedi Barang Umum ini. Filsuf Yunani kuno. status padang rumput akan berubah dari sumber daya milik bersama menjadi barang pribadi. Aristoteles. Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak sempuna (Inperfect Market) seperti pada kasus monopoli (penjual tunggal). Mereka dapat membagi-bagi lahan penggembalaan itu kepada masing-masing keluarga. Mereka bisa berembug bersama untuk menentukan jumlah maksimal domba yang yang dapat dipelihara oleh setiap keluarga. pernah mengutarakan masalah yang terkandung dalam sumber daya milik bersama : “Apa yang diperuntukkan bagi orang banyak. Ketidaksempurnaan Pasar Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome). Para pendatang juga tidak akan ikut memelihara domba-domba baru. 14 . Atau. Bahkan sebenarnya ada solusi yang lebih sederhana untuk Kota Umum. Dengan cara ini. sehingga masing-masing keluarga akan berusaha agar lahannya terus ditumbuhi rumput secara berkesinambungan. Setia keluarga mendapat sebidang lahannya sendiri. hal inilah yang terjadi di Inggris pada abad ketujuhbelas. pemanfaatan setiap sumber daya milik bersama selalu cenderung berlebihan. Pelajaran dasar ini ternyata sudah diketahui sejak ribuan tahun yang lampau. atau menerbitkan dan melelang izin penggembalaan terbatas. pemerintah bisa mengubah sumber daya milik bersama itu menjadi barang swasta.terjadinya tragedi itu. pada saat itu pula ia mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk melakukan tindakan serupa. penduduk kota di abad pertengahan itu bisa mngatasi masalah pemanfaatan padang rumput secara berlebihan. Artinya. Untuk mengatasi masalah ini. Dalam kenyataannya. yakni pada saat seseorang memanfaatkan suatu sumber daya milik bersama. dengan cara mengenakan pajak kepemilikkan domba. karena semua orang mengutamakan kepentingannya sendiri dibanding kepentingan orang lain”. pemerintah dapat menerapkan regulasi atau memberlakukan pajak. tidak akan dipelihara secara memadai. Akibat adanya eksternalitas negatif. mereka bisa menginternalisasikan eksternalitas itu.

sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk : 1. Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan atuanaturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan semestinya. melalui kebijaksanaan dan sebagainya. praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse-off). Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp. Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentinan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. Sebagi contoh. Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar 15 . Pada kondisi yang demikian akan hanya berakibat terjadinya penignkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen. Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barang-barang tertentu seperti menegnakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri.Ketidaksempurnaan pasar ini misalnya terjadi pada praktek monopoli dan kartel. Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usahausaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka 2. Perusahaaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. 3. 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. sehingga secara keseluruhan. Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang emmpunyai otoritas tertentu. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. 4. Contoh konkrit dari praktek kartel ini adalah Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dengan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan meningkatknya harga yang lebih tinggi dari normal.

dan denda informal ini belum tentu menjadi revenue pemerintah.agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan. Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu 16 .

wikipedia.google.org 17 .wikipedia.com www.com/2010/05/eksternalitas-dan-kebijakan-publik.html http://en.org/wiki/Welfare_economics www.Refrensi http://ana-ekonomi.blogspot.

18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful