P. 1
Keseimbangan Umum Dan Teori Ekonomi Kesejahteraan

Keseimbangan Umum Dan Teori Ekonomi Kesejahteraan

|Views: 2,331|Likes:
Published by Daeng Rahman

More info:

Published by: Daeng Rahman on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2013

pdf

text

original

KESEIMBANGAN UMUM DAN TEORI EKONOMI KESEJAHTERAAN

1. Keseimbangan umum dan efisiensi. 2. Eksternalitas dan kegagalan pasar

1

Akibatnya. Kurva LM 2 .Keseimbangan umum dan efisiensi Keseimbangan umum adalah kondisi dimana jumlah permintaan sama dengan jmlah penawaran.1. Mekanisme sebaliknya akan terjadi jika suku bunga berada di bawah tingkat keseimbangan. Mekanisme penyesuaian berjalan karena pada tingkat bunga tersebut. Penurunan permintaan uang diimbangi dengan kenaikan permintaan aset tersebut. keseimbangan permintaan dan penawaran uang akan terjadi pada tingkat bunga tertentu.keseimbangan umum terjadi apabila pasar uang dan pasar brang berada dalam keseimbangan secara bersamasama dan keseimbangan itu diperoleh keseimbangan pendapatan nasional dan keseimbangan tingkat bunga Keseimbangan Pasar Uang Dalam perekonomian bunga. opportunity cost memegang uang menjadi terlalu tinggi. Opportunity cost yang rendah akan mendorong masyarakat untuk memegang uang lebih banyak dengan cara menjual aset berimbal bunga.tingkat harga yang membentuk keadaan keseimbangan itu disebut harga keseimbangan.jumlah barang pada keadaan itu disebut kuantitas seimbang. misal obligasi. Apabila suku bunga berada di atas tingkat keseimbangan. pasokan uang melebihi permintaan. Mekanisme ini akan terus berjalan hingga uang yang ingin dipegang masyarakat sama dengan pasokan uang. Untuk memahami interaksi keseimbangan pasar barang dan pasar uang dalam membentuk permintaan agregat. harga aset tersebut akan naik dan tingkat bunganya menurun. Ekonomi konvensional berpendapat bahwa interaksi permintaan dakn penawaran uang akan senantiasa membawa suku bunga pada tingkat keseimbangan. Peningkatan penjualan aset menurunkan harga dan menaikkan suku bunga hingga permintaan uang sama dengan pasokan uang. keseimbangan pasar uang digambarkan dalam panel pendapatanbunga sebagai kurva LM (akronim dari Liquidity preference = Money supply). Masyarakat akan berusaha mengurangi porsi uang dalam portofolio kekayaannya untuk ditukarkan dengan aset yang memberikan bunga.

Menurut ekonomi konvensional. Hal ini dapat digambarkan sebagai pergeseran kurva permintaan uang ke kanan atas. Pada penjelasan mekanisme penyeimbangan di pasar uang disebutkan bahwa kenaikan suku bunga saat terjadi kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh peningkatan penjualan aset berbunga. apakah uang tambahan tersebut diperoleh dengan mengurangi kepemilikan aset berbunga? Justru sebaliknya. Untuk menggambarkan hubungan positif pendapatan dan suku bunga di pasar uang tersebut. Dengan demikian. Akan tetapi. Kelebihan permintaan yang terjadi di pasar uang disebabkan peningkatan kebutuhan uang untuk bertransaksi karena kenaikan pendapatan. ia memang membutuhkan uang lebih banyak untuk membiayai kenaikan konsumsi. Kenaikan pendapatan akan sekaligus dialokasikan sebagai peningkatan konsumsi dan peningkatan tabungan. maka tidak ada mekanisme yang menyebabkan kenaikan bunga. Tidak dijelaskan mengapa pada situasi tersebut suku bunga harus naik. justru dapat menyebabkan kenaikan permintaan aset. Peningkatan pendapatan akan meningkatkan permintaan uang untuk transaksi dan berjagajaga walau tingkat bunga tetap. terjadi kelebihan permintaan uang. Akan tetapi. Jika kenaikan pendapatan tidak menyebabkan kenaikan penjualan aset. Pada tingkat bunga semula. kepemilikan aset yang merupakan salah satu wujud tabungan pun cenderung meningkat ketika pendapatan naik. Apabila seseorang mengalami kenaikan pendapatan. pada kasus kelebihan permintaan itu disebabkan oleh kenaikan pendapatan. tidak ada alasan bagi seseorang untuk meningkatkan penjualan aset berbunga.diderivasikan dari kurva permintaan dan penawaran dengan mengetahui arah perubahan suku bunga ketika terjadi perubahan pendapatan. 3 . Logika derivasi kurva LM di atas memiliki kelemahan saat menjelaskan kenaikan suku bunga di pasar uang. peningkatan pendapatan menyebabkan kenaikan suku bunga di pasar uang. kurva LM memiliki kemiringan positif. kelebihan permintaan uang ini akan mendorong bunga naik hingga permintaan uang kembali ke tingkat yang sama dengan pasokan uang. yang dapat diwujudkan sebagai aset berbunga maupun uang.

kurva LM ini tidak memiliki daya gravitasi karena tidak ada mekanisme dalam pasar yang dapat menyeimbangkan pasar uang ketika terjadi perubahan pendapatan. kurva LM tidak memiliki daya gravitasi. Misal. Jika kelebihan permintaan uang ditimbulkan oleh kenaikan pendapatan. sehingga tingkat imbal pertanian kembali naik. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran uang yang ditimbulkan oleh perubahan pendapatan akan tetap berlangsung selama pasokan uang tidak bertambah. Peningkatan ekspektasi laba diperlukan untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran uang. kenaikan tingkat imbal tidak terjadi dan kelebihan permintaan uang akan terus berlangsung selama pasokan uang tidak bertambah.Jika terjadi kenaikan pendapatan. salah satu dari dua variabel harus berubah: kecepatan peredaran uang naik atau harga turun. tetapi tidak terbentuk sendiri oleh interaksi pasar uang. Akan tetapi. Hubungan antara pendapatan dan tingkat imbal yang menyeimbangkan pasar uang ini dicerminkan oleh kurva LM positif dalam panel pendapatan-tingkat imbal. 4 . tidak akan ada kenaikan penjualan aset produktif. Dari teori kuantitas uang kita tahu bahwa jika pendapatan riil bertambah namun jumlah uang tetap. Proses penyeimbangan permintaan dan penawaran uang juga akan terjadi melalui proses pergantian portofolio kekayaan. Akibatnya. kenaikan bunga memang diperlukan untuk mencapai keseimbangan pasar uang. Dengan kata lain. Dalam perekonomian tanpa bunga. penurunan tingkat imbal pertanian mendorong orang untuk menjual tanah pertanian sehingga harga jual dan sewa tanah pertanian turun. situasi ekonomi bisa terjadi di luar kurva LM. permintaan uang untuk spekulasi dipengaruhi secara negatif oleh tingkat imbal yang diharapkan dari aset produktif. Dengan demikian. Jika tingkat imbal turun. orang akan cenderung memegang uang lebih banyak karena opportunity cost turun. Penurunan harga sewa menurunkan biaya usaha pertanian pada tingkat pendapatan tetap.

mencakup konsumsi (C). Tingkat bunga akan turun hingga permintaan modal sama dengan pasokan. Tingkat bunga akan mengarah pada tingkat di mana terjadi keseimbangan tabungan nasional dan investasi. dan komponen asing berupa ekspor neto (NX). Tabungan nasional (national saving) dibentuk oleh dua komponen: tabungan swasta dan tabungan pemerintah. Akibatnya. Y=C+I+G Y=C+S+T C + S + T = C+ I + G S + (T – G) = I Dalam perekonomian bunga. terjadi kelebihan pasokan modal pada tingkat bunga yang berlaku. yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor (NX = X—M). Dalam panel pendapatan-bunga. penawar bersedia mengurangi suku bunga yang ia terima. Tabungan pemerintah dibentuk dari surplus anggaran karena pendapatan pajak melebihi belanja pemerintah (GS = T – G). Belanja agregat terdiri dari komponen domestik. 5 . Kenaikan pendapatan nasional akan meningkatkan nilai tabungan pada berbagai tingkat suku bunga. Belanja agregat hanya akan sama dengan produksi nasional jika seluruh tabungan disalurkan menjadi investasi. Kurva ini mewakili tingkat bunga yang dapat menyeimbangkan tabungan dan investasi pada berbagai tingkat pendapatan. hubungan di atas digambarkan sebagai kurva IS. Tabungan swasta merupakan sisa dari pendapatan neto pajak setelah dikurangi konsumsi (PS = Y – T – C).Keseimbangan Pasar Barang Keseimbangan di pasar barang terjadi ketika belanja agregat (aggregate expenditure—AE) sama dengan produksi nasional (Y). Untuk bersaing menawarkan modalnya. interaksi tabungan dan investasi merupakan interaksi permintaan dan penawaran modal dengan bunga sebagai harga. investasi (I) dan belanja pemerintah (G).

Sebaliknya. elastisitas penawaran modal kurang dari elastisitas permintaan modal karena tingkat imbal hanya berpengaruh kecil pada tabungan. Mayoritas ekonom Islam juga berpendapat bahwa mekanisme yang mirip terjadi dalam perekonomian tanpa bunga. Pada sisi pemilik modal. Interaksi permintaan dan penawaran modal akan membawa rasio bagi hasil pada tingkat yang menyeimbangkan keduanya. penawaran dan permintaan modal akan naik secara simultan pada rasio bagi hasil tetap. Keseimbangan Pasar Barang dan Pasar Uang Mayoritas ekonom konvensional maupun Islam berpendapat bahwa pada harga yang tetap. baik yang menggunakan basis bunga maupun imbal. Jika tingkat imbal harapan dari investasi naik. Permintaan dan penawaran modal dipengaruhi secara berbeda oleh rasio bagi hasil. 6 . kenaikan tingkat imbal harapan mendorong mereka mengalokasikan lebih besar tabungan mereka untuk investasi sekalipun rasio bagi hasil tidak berubah. Kurva IS mencerminkan hubungan positif itu di panel pendapatan-imbal. Naiknya tingkat imbal harapan yang disebabkan penurunan pajak atau pemberantasan korupsi akan mendorong perusahaan memperbesar pembelian barang-barang modal. Perusahaan akan mencari modal untuk membiayai investasinya. Ekonomi konvensional menganggap bahwa pendapatan dan bunga akan selalu menuju pada tingkat keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang ini karena di masing-masing pasar terdapat mekanisme penyeimbangan. Tingkat pendapatan dan bunga keseimbangan ini terletak di perpotongan kurva IS dan LM. Pendapatan dan tingkat imbal akan menuju ke tingkat keseimbangan ini. selisih tabungan dan investasi mengecil dan permintaan agregat meningkat. Tabungan seseorang lebih banyak dipengaruhi oleh pendapatannya. Walau sama positif.Dalam perekonomian nonbunga. pendapatan dan bunga/imbal akan berada pada tingkat yang menyeimbangkan sekaligus pasar barang dan pasar uang. Penawaran modal semakin besar jika rasio bagi hasil meningkat karena imbal harapan bagi pemilik modal meningkat. permintaan dan penawaran modal dipengaruhi secara positif oleh tingkat imbal harapan. peningkatan rasio bagi hasil akan mengurangi imbal harapan bagi pemilik perusahaan sehingga permintaan akan turun. Akibatnya.

Karenanya. 7 . tingkat bunga selalu terjadi di kurva IS namun dapat terjadi di luar kurva LM. belanja agregat menjadi lebih dari produksi nasional pada rentang produksi nol hingga satu titik di mana belanja agregat seimbang dengan produksi nasional. belanja agregat akan kurang dari produksi nasional. Ketika belanja agregat kurang dari produksi nasional. Terjadi mekanisme pertukaran yang efisien (efficiency In exchange) b. Produksi berjalan efisien(efficiency in production) 2. Selisih antara belanja agregat dan produksi nasional akan merubah tingkat persediaan barang. Dengan kata lain.Akan tetapi. Efisiensi Pertukaran (Efficiency in Exchange) Perekonomian telah berjalan efisien bila: a. sebagaimana telah dijelaskan bahwa perubahan pendapatan tidak serta-merta menimbulkan perubahan tingkat bunga di pasar uang yang membawa pada keseimbangan permintaan dan penawaran uang. penentuan tingkat bunga di panel pendapatan-bunga dapat hanya ditentukan oleh kurva IS tanpa melibatkan kurva LM. Karena asumsi konsumsi otonom positif (C0 > 0) dan hasrat marjinal konsumsi positif kurang dari satu (0 < MPC < 1). Perubahan persediaan menjadi sinyal bagi perusahaan untuk menyesuaikan produksi untuk menjaga tingkat persediaan yang optimal. Efisiensi Produksi (Efficiency in production) a. Jika produksi nasional lebih tinggi dari tingkat keseimbangan itu. persediaan akan naik Efesiensi 1. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi (Input Efficiency) Penggunaan factor produksi dikatakan efisien secara teknis bila factor produksi yang digunakan untuk memproduksi output yang satu tidak dapat direalokasi untuk menambah output yang lain tanpa mengurangi produksi output yang bersangkutan. Belanja agregat mengandung unsur konsumsi sehingga dipengaruhi positif oleh produksi nasional.

sumer’s equilibrium). Efisiensi Output (Output Efficiency) 1. Bohm. dimana MRSyx = Px/Py 2. Barang dan jasa diproduksi dengan biaya paling rendah 2. Efek atau dampak dari suatu konsumen terhadap konsumen lain (effects of consumers on consumers) 4. Eksternalitas itu dapat terjadi dari empat interaksi ekonomi berikut ini (Pearee dan Nash. Produsen mencapai keseimbangan (producer’s equilibrium). Barang dan jasa yang diproduksi memenuhi kebutuhan konsumen untuk mencapai keseimbangan konsumen (con.b. Dampak Suatu Produsen Terhadap Produsen Lain Suatu kegiatan produksi dikatakan mempunyai dampak eksternal terhadap produsen lain jika kegiatannya itu mengakibatkan terjadinya perubahan atau penggeseran fungsi produksi 8 . Efek atau dampak satu produsen terhadap produsen lain (effects of producers on other producers) 2. JENIS-JENIS EKSTERNALITAS Efisiensi alokasi sumber daya dan distribusi konsumsi dalam ekonomi pasar dengan kompetisi bebas dan sempurna bisa terganggu. 1991. Efek atau dampak samping kegiatan produksi terhadap konsumen (effects of producers on consumers) 3. Efek akan dampak dari suatu konsumen terhadap produsen (effects of consumers on producers) 1. 1991) : 1.Eksternalitas dan Efisiensi Pasar Eksternalitas adalah kerugian atau keuntungan yang diderita atau dinikmati pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lain yang tidak tercermin dalam harga pasar. jika aktivitas dan tindakan individu pelaku ekonomi baik produsen maupun konsumen mempunyai dampak (externality) baik terhadap mereka sendiri maupun terhadap pihak lain. di mana MRTyx = Px/Py 3. Sedangkan efisiensi pasar adalah suatu keadaan apabila suatu pasar sudah dapat mengalokasikan seluruh sumber-sumber daya yang pada umumnya secara efisien A.

Sebagai contoh. bisingnya 9 . Dampak kategori ini bisa dipahami lebih jauh dengan contoh lain berikut ini. berkurangnya fasilitas daya tarik alam (amenity) karena pertambangan. bahaya radiasi dari stasiun pembangkit (polusi udara) serta polusi air. Dampak Konsumen Terhadap Konsumen Lain Dampak konsumen terhadap konsumen yang lain terjadi jika aktivitas seseorang atau kelompok tertentu mempengaruhi atau menggangu fungsi utilitas konsumen yang lain. sehingga produksi ikan terganggu dan akhirnya merugikan produsen lain yakni para penangkap ikan (nelayan). Dampak atau efek samping yang sangat populer dari kategori kedua yang populer adalah pencemaran atau polusi. 2.dari produsen lain. jika aktivitasnya merubah atau menggeser fungsi utilitas rumahtangga (konsumen). yang semuanya mempengaruhi kenyamanan konsumen atau masyarakat luas. Dampak atau efek dari kegiatan suatu seorang konsumen yang lain dapat terjadi dalam berbagai bentuk. 3. Suatu proses produksi (misalnya perusahaan pulp) menghasilkan limbah-residu-produk sisa yang beracun dan masuk ke aliran sungai. suatu agen ekonomi (perusahaan-produsen) yang menghasilkan limbah (wasteproducts) ke udara atau ke aliran sungai mempengaruhi pihak dan agen lain yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam berbagai bentuk. atau semacamnya. Dalam hal ini. Hal ini terjadi ketika produsen hilir membutuhkan air bersih untuk proses produksinya. kegiatan produksi pulp tersebut mempunyai dampak negatif terhadap produksi lain (ikan) atau nelayan. Dampak Produsen Terhadap Konsumen Suatu produsen dikatakan mempunyai ekternal efek terhadap konsumen. Dalam hal ini. kepuasan konsumen terhadap pemanfaatan daerah-daerah rekreasi akan berkurang dengan adanya polusi udara. Dampak atau efek yang termasuk dalam kategori ini meliputi biaya pemurnian atau pembersihan air yang dipakai (eater intake clen-up costs) oleh produsen hilir (downstream producers) yang menghadapi pencemaran air (water polution) yang diakibatkan oleh produsen hulu (upstream producers). dan inilah yang dimaksud dengan efek suatu kegiatan produksi terhadap produksi komoditi lain. Konsumen seorang individu bisa dipengaruhi tidak hanya oleh efek samping dari kegiatan produksi tetapi juga oleh konsumsi oleh individu yang lain. Misalnya. danau. Kategori ini meliputi polusi suara (noise).

B. Eksternalitas yang tidak habis (an udeplatable externality) adalah suatu efek eksternal yang mempunyai ciri barang publik (public goods) yang mana barang tersebut bisa dikonsumsi oleh seseorang. air. 2. Dari dua konsep eksternalitas ini. barang itu tidak bisa dikonsumsi oleh orang lain. dan juga bagi orang lain. Dalam pandangan ekonomi. kebisingan bunyi radio atau musik dari tetangga. Dampak Konsumen Terhadap Produsen Dampak konsumen terhadap produsen terjadi jika aktivitas konsumen mengganggu fungsi produksi suatu produsen atau kelompok produsen tertentu. asap rokok seseorang terhadap orang sekitarnya dan sebagainya. Keberadaan eksternalitas yang merupakan barang publik seperti polusi udara. eksternalitas jenis kedua merupakan masalah pelik dalam ekonomi lingkungan. 4.suara alat pemotong rumput tetangga. dan suara merupakan contoh eksternalitas jenis yang tidak habis. Dengan kata lain. yang memerlukan instrumen ekonomi untuk menginternalisasikan dampak tersebut dalam aktivitas dan analisa ekonomi. eksternalitas dan ketidakefisienan timbul karena salah satu atau lebih dari prinsip-prinsip alokasi sumber 10 . Eksternalitas yang bisa habis (a deplatable externality) yaitu suatu dampak eksternal yang mempunyai ciri barang individu (private good or bad) yang mana jika barang itu dikonsumsi oleh seseorang individu. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB EKSTERNALITAS Eksternalitas timbul pada dasarnya karena aktivitas manusia yang tidak mengikuti prinsipprinsip ekonomi yang berwawasan lingkungan. Lebih jauh Baumol dan Oates (1975) menjelaskan tentang konsep eksternalitas dalam dua pengertian yang berbeda : 1. Dampak jenis ini misalnya terjadi ketika limbah rumahtangga terbuang ke aliran sungai dan mencemarinya sehingga menganggu perusahaan tertentu yang memanfaatkan air baik oleh ikan (nelayan) atau perusahaan yang memanfaatkan air bersih. besarnya konsumsi seseorang akan barang tersebut tidak akan mengurangi konsumsi bagi yang lainnya.

public goods. Kalau ini dibiarkan. Ada dua ciri utama dari barang publik ini. Karena ciri-cirinya diatas. Sebagai contoh. barang publik tidak diperjualbelikan sehingga tidak memiliki harga. kegagalan pemerintah merupakan keadaan-keadaan dimana unsur hak pemilikan atau pengusahaan sumber daya (property rights) tidak terpenuhi. barang ini merupakan konsumsi umum yang dicirikan oleh penawaran gabungan (joint supply) dan tidak bersaing dalam mengkonsumsinya (non-rivalry in consumption). barang publik dimanfaatkan berlebihan dan tidak mempunyai insentif untuk melestarikannya.daya yang efisien tidak terpenuhi. 1. mendorong sebagain masyarakat sebagai “free rider”. Karakteristik barang atau sumber daya publik. maka ini akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan terhadap ekonomi terutama dalam jangka panjang. rekreasi. hidup yang nyaman dan sejenisnya. Dalam hal ini. Selanjutnya. maka si A 11 . Kajian ekonomi sumber daya dan lingkungan salah satunya menitikberatkan pada persoalan barang publik atau barang umum ini (common consumption. pemandangan yang indah. Sejauh semua faktor ini tidak ditangani dengan baik. Tapi dalam menetapkan harga ini menjadi masalah tersendiri dalam analisa ekonomi lingkungan. maka eksternalitas dan ketidakefisienan ini tidak bisa dihindari. Ciri kedua adalah tidak ekslusif (non-exclusion) dalam pengertian bahwa penawaran tidak hanya diperuntukkan untuk seseorang dan mengabaikan yang lainnya. common property resources). Bagaimana mekanisme timbulnya eksternalitas dan ketidakefisienan dari alokasi sumber daya sebagai akibat dari adanya faktor diatas diuraikan satu per satu berikut ini. Pertama. Barang publik yang berkaitan dengan lingkungan meliputi udara segar. jika si A mengetahui bahwa barang tersebut akan disediakan oleh si B. air bersih. barang publik sempurna (pure public good) didefinisikan sebagai barang yang harus disediakan dalam jumlah dan kualitas yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat. ketidaksempurnaan pasar. Keberadaan Barang Publik Barang publik (public goods) adalah barang yang apabila dikonsumsi oleh individu tertentu tidak akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut. Satu-satunya mekanisme yang membedakannya adalah dengan menetapkan harga (nilai moneter) terhadap barang publik tersebut sehingga menjadi bidang privat (dagang) sehingga benefit yang diperoleh dari harga itu bisa dipakai untuk mengendalikan atau memperbaiki kualitas lingkungan itu sendiri. Masyarakat atau konsumen cenderung acuh tak acuh untuk menentukan harga sesungguhnya dari barang publik ini.

maka si A bisa ikut menikmatinya karena tidak seorangpun yang bisa menghalanginya untuk mengkonsumsi barang tersebut. tidak ekskludabel. Sumber-sumber daya ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. Keadaan seperti ini akhirnya cenderung mengakibatkan berkurangnya insentif atau rangsangan untuk memberikan kontribusi terhadap penyediaan dan pengelolaan barang publik. Jadi. Sumber-sumber daya milik bersama.tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B. Kalaupun ada kontribusi. Domba-domba itu dilepas begitu saja di lahan rumput penggembalaan yang mengelilingi 12 . sumber daya milik bersama memiliki sifat bersaingan. TRAGEDI BARANG UMUM Andaikanlah anda hidup di sebuah kota kecil di abad pertengahan. dari pemeliharaan domba yang mereka ambil bulunya ( wol ) untuk dijual sebagai bahan pakaian. pemerintah juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak pemanfaatannya yang efisien. Sumber Daya Bersama Keberadaan sumber daya bersama–SDB (common resources) atau akses terbuka terhadap sumber daya tertentu ini tidak jauh berbeda dengan keberadaan barang publik diatas. maka si A tidak mau membayar untuk penyediaan barang tersebut dengan harapan bahwa barang itu akan disediakan oleh si B. akan mengurangi peluang bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. 2. karena masyarakat cenderung memberikan nilai yang lebih rendah dari yang seharusnya (undervalued). dan Cuma-Cuma. karena sifat barang publik yang tidak ekslusif dan merupakan konsumsi umum. Namun tidak seperti barang publik. sama halnya dengan barang-barang publik. Dari sekian banyak kegiatan ekonomi yang berlangsung di kota itu. Contoh klasik tentang bagaimana eksternalitas terjadi pada kasus SDB ini adalah seperti yang diperkenalkan oleh Hardin (1968) yang dikenal dengan istilah Tragedi Barang Umum (the Tragedy of the Commons). Pemanfaatannya oleh seseorang. yang paling menonjol adalah pemeliharaan domba. maka sumbangan itu tidaklah cukup besar untuk membiayai penyediaan barang publik yang efisien. keberadaan sumber daya milik bersama ini. Banyak keluarga di kota itu yang mengandalkan asap dapurnya. Jika akhirnya si B berkeputusan untuk menyediakan barang tersebut.

pada akhirnya padang rumput itu kehilangan kemampuan dan kesempatan untuk memulihkan diri. kesadaran suatu keluarga untuk membatasi jumlah dombanya juga tidak akan ada gunanya. Tragedi Barang Umum terjadi akibat adanya masalah eksternalitas. Hanya dengan kerja sama. sehingga setiap orang bisa melepas kawanan dombanya ke sana untuk memakan rumputnya. Pada intinya. Banyak keluarga di kota itu yang kehilangan mata pencaharian. Pokoknya tidak ada masalah. sehingga pada akhirnya padang rumput itu pun menjadi padang gersang. Disamping itu jika tidak diikuti oleh yang lain. karena mereka. maka kesempatan keluarga lain untuk melakukan hal yang sama menjadi berkurang. Pada saat sebuah keluarga mengiring domba-dombanya ke padang rumput itu. Namun secara individual. sedangkan lahan penggembalaan tidak bertambah luas. sudah ada banyak domba yang menunggunya. Rumput itu. Lambat laun. penduduk Kota Umum sebenarnya bisa mencegah 13 . dan pada gilirannya Industri wol di kota Umum juga ditutup. secara individual hanya merupakan bagian dari seluruh penduduk pemilik domba.Kota Umum. masing-masing keluarga pemilik domba tidak memiliki insentif untuk memulai usaha mulia tersebut. Selama setiap orang bisa memperoleh sebidang lahan untuk menggembalakan dombanya. Mengingat masing-masing keluarga mengabaikan dampak eksternal dalam memutuskan jumlah domba yang hendak dipelihara. seiring dengan waktu. Karena jumlah domba yang memakan rumputnya sedemikian banyak. jumlah penduduk dan jumlah domba di Kota Umum terus bertambah. Siapa saja bisa memanfaatkannya tanpa biaya. maka pada akhirnya jumlah domba secara keseluruhan menjadi terlalu banyak. bahkan lahan itu sudah dianggap milik bersama. Tanpa rumput. Jika mau berpikir lebih panjang. Belum sempat rumput baru tumbuh. Pencegahan padang rumput di Kota Umum berubah menjadi padang pasir hanya dapat terjadi jika semua pemilik domba bekerja sama mengupayakan hal itu secara kolektif. Jumlah domba pun segera menyusut. tidak mungkin pemeliharaan domba secara masal berlangsung terus. Selama ini kepemilikan bersama itu tidak menimbulkan masalah. para pemilik domba itu dapat mengatur keseluruhan populasi hewan ternaknya agar tidak melebih daya dukung padang. Tidak ada yang memiliki lahan tersebut. Apa sesungguhnya yang menimbulkan tragedi itu ? Mengapa penduduk membiarkan populasi domba bertambah begitu cepat sehingga justru menghancurkan lahan penggembalaan Kota Umum ? Jawabannya bersumber pada perbedaan antara insentif pribadi dan insentif sosial. Kota Umum itu tidak bersifat bersaingan.

karena lahan penggembalaannya sudah habis terbagi. dengan cara seperti yang ditempuh masyarakat modern untuk memecahkan persoalan polusi. pemerintah dapat menerapkan regulasi atau memberlakukan pajak. penduduk kota di abad pertengahan itu bisa mngatasi masalah pemanfaatan padang rumput secara berlebihan. 3. Dengan cara ini. hal inilah yang terjadi di Inggris pada abad ketujuhbelas. Para pendatang juga tidak akan ikut memelihara domba-domba baru. Mereka bisa berembug bersama untuk menentukan jumlah maksimal domba yang yang dapat dipelihara oleh setiap keluarga. dengan cara mengenakan pajak kepemilikkan domba. pemanfaatan setiap sumber daya milik bersama selalu cenderung berlebihan.terjadinya tragedi itu. pemerintah bisa mengubah sumber daya milik bersama itu menjadi barang swasta. atau menerbitkan dan melelang izin penggembalaan terbatas. Artinya. Setia keluarga mendapat sebidang lahannya sendiri. 14 . yakni pada saat seseorang memanfaatkan suatu sumber daya milik bersama. Untuk mengatasi masalah ini. tidak akan dipelihara secara memadai. Akibat adanya eksternalitas negatif. Bahkan sebenarnya ada solusi yang lebih sederhana untuk Kota Umum. Ketidaksempurnaan Pasar Masalah lingkungan bisa juga terjadi ketika salah satu partisipan didalam suatu tukar manukar hak-hak kepemilikan (property rights) mampu mempengaruhi hasil yang terjadi (outcome). pada saat itu pula ia mengurangi kesempatan bagi orang lain untuk melakukan tindakan serupa. karena semua orang mengutamakan kepentingannya sendiri dibanding kepentingan orang lain”. Aristoteles. Filsuf Yunani kuno. pernah mengutarakan masalah yang terkandung dalam sumber daya milik bersama : “Apa yang diperuntukkan bagi orang banyak. Ada satu pelajaran penting yang terkandung dalam kisah Tragedi Barang Umum ini. Atau. Hal ini bisa terjadi pada pasar yang tidak sempuna (Inperfect Market) seperti pada kasus monopoli (penjual tunggal). Dalam kenyataannya. sehingga masing-masing keluarga akan berusaha agar lahannya terus ditumbuhi rumput secara berkesinambungan. Pelajaran dasar ini ternyata sudah diketahui sejak ribuan tahun yang lampau. mereka bisa menginternalisasikan eksternalitas itu. Mereka dapat membagi-bagi lahan penggembalaan itu kepada masing-masing keluarga. Atau. status padang rumput akan berubah dari sumber daya milik bersama menjadi barang pribadi.

4. sehingga pihak-pihak yang berkepentingan bisa memberikan uang jasa atau uang pelicin untuk keperluan tertentu. Sebagi contoh. untuk menghindari resiko yang lebih besar kalau ketentuan atau aturan diberlakukan dengan sebenarnya. Praktek mencari keuntungan bisa juga berasal dari pemerintah sendiri secara sah misalnya memberlakukan proteksi berlebihan untuk barang-barang tertentu seperti menegnakan pajak impor yang tinggi dengan alasan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam negeri. Kegagalan Pemerintah Sumber ketidakefisienan dan atau eksternalitas tidak saja diakibatkan oleh kegagalan pasar tetapi juga karena kegagalan pemerintah (government failure). Aksi pencarian keuntungan (rent seeking) bisa dalam berbagai bentuk : 1. Kegagalan pemerintah banyak diakibatkan tarikan kepentinan pemerintah sendiri atau kelompok tertentu (interest groups) yang tidak mendorong efisiensi. Praktek mencari keuntungan ini bisa juga dilakukan oleh aparat atau oknum tertentu yang emmpunyai otoritas tertentu. Pada kondisi yang demikian akan hanya berakibat terjadinya penignkatan surplus produsen yang nilainya jauh lebih kecil dari kehilangan surplus konsumen. sehingga secara keseluruhan. praktek monopoli ini merugikan masyarakat (worse-off). Pencari keuntungan (rent seeker) bisa dari perusahaan itu sendiri atau dari pemerintah atau oknum memungkinkan membayar kurang dari 1 milyar 15 . Contoh konkrit dari praktek kartel ini adalah Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dengan memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit sehingga mengakibatkan meningkatknya harga yang lebih tinggi dari normal. Praktek jenis ini bisa mendorong terjadinya eksternalitas. Kelompok yang punya kepentingan tertentu (interest groups) melakukan loby dan usahausaha lain yang memungkinkan diberlakukannya aturan yang melindungi serta menguntungkan mereka 2. Berdasarkan perhitungan atau estimasi perusahaan A harus mengeluarkan biaya (denda) yang besar (misalnya Rp.Ketidaksempurnaan pasar ini misalnya terjadi pada praktek monopoli dan kartel. melalui kebijaksanaan dan sebagainya. 3. 1 milyar) untuk menanggulangi efek dari limbah yang dihasilkan itu. Perusahaaan A yang mengeluarkan limbah yang merusak lingkungan. Kelompok tertentu ini memanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan (rent seeking) melalui proses politik. Praktek mencari keuntungan ini membuat alokasi sumber daya menjadi tidak efisien dan pelaksanaan atuanaturan yang mendorong efisiensi tidak berjalan dengan semestinya.

dan denda informal ini belum tentu menjadi revenue pemerintah. Sehingga akhirnya dampak lingkungan yang seharusnya diselidiki dan ditangani tidak dilaksanakan dengan semestinya sehingga masalahnya menjadi bertambah serius dari waktu ke waktu 16 .agar peraturan sesungguhnya tidak diberlakukan.

blogspot.wikipedia.com www.org/wiki/Welfare_economics www.wikipedia.google.com/2010/05/eksternalitas-dan-kebijakan-publik.Refrensi http://ana-ekonomi.html http://en.org 17 .

18 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->