BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem akuntansi yang mengakui berbagai pusat pertanggungjawaban pada keseluruhan perusahaan yang

mencerminkan rencana dan tindakan setiap pusat pertanggungjawaban dengan menetapkan pendapatan dan biaya tertentu yang ditampilkan dalam laporan keuangan perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban sebenarnya timbul sebagai akibat adanya wewenang yang diberikan dan bagaimana mempertanggungjawabkan dalam bentuk suatu laporan tertulis. Akuntansi pertanggungjawaban yang baik, dalam penerapannya harus menetapkan atau memberi wewenang secara tegas, karena dari wewenang ini akan menimbulkan adanya tanggungjawab. Dengan wewenang dan tanggungjawab tersebut akan memudahkan pengendalian terhadap

penyimpangan yang terjadi.

Akuntansi pertanggungjawaban banyak dipakai oleh perusahaan dan badan usaha lainnya karena memungkinkan perusahaan untuk merekam seluruh aktivitas usahanya, kemudian mengetahui unit yang bertanggungjawab atas aktivitas tersebut, dan menentukan unit usaha mana yang tidak berjalan secara efisien. Hasil dari

1

2

akuntansi pertanggungjawaban adalah laporan keuangan perusahaan atau badan usaha lainnya.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta adalah salah satu Kementerian Negara/Lembaga yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dengan menyusun laporan keuangan berupa Realisasi Anggaran dan Neraca disertai Catatan atas Laporan Keuangan. Penyusunan laporan keuangan KPKNL Surakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi Instansi dan

Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan nomor Per-51/PB/2008 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan latar belakang diatas, dan pentingnya penyusunan karya ilmiah, penulis mengambil judul “ANALISIS PENERAPAN ALAT AKUNTANSI PENGENDALI

PERTANGGUNGJAWABAN

SEBAGAI

PENGGUNAAN DANA APBN PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) SURAKARTA”

3

1.2 Perumusan dan Batasan Masalah 1.2.1 Bagaimana pelaksanaan dan penerapan sistem akuntansi

pertanggungjawaban pada satuan kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta ? 1.2.2 Bagaimana proses dan prosedur penyusunan laporan penggunaan anggaran APBN sebagai pelaksanaan dari sistem akuntansi

pertanggungjawaban ? 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1

Untuk mengetahui pelaksanaan dan penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban pada satuan kerja Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta?

1.3.2

Untuk mengetahui bagaimana proses dan prosedur penyusunan laporan penggunaan anggaran APBN sebagai pelaksanaan dari sistem akuntansi pertanggungjawaban ?

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Dapat mengetahui masalah yang sedang dihadapi oleh intansi serta mengetahui sampai sejauh mana akuntansi pertanggungjawaban dapat digunakan untuk pengendalian dana yang dianggarkan 1.4.2 Dapat dijadikan bahan pengenalan kepada publik sebagai informasi dan sarana perbaikan yang diperlukan sehubungan dengan penerapan akuntansi pertanggungjawaban.

4 1. Data keuangan meliputi catatan laporan keuangan tahun angaran 2008 pada Satuan Kerja KPKNL Surakarta. Laporan keuangan tahun anggaran 2008 yang berfungsi sebagai media analisa pengendalian penggunaan anggaran dan realisasinya. Penggolongan kode mata anggaran yang merupakan pengelompokkan anggaran menjadi penggunaan dana yang terkendali dan penggunaan dana yang tidak terkendali.1 Penggolongan Kode Perkiraan Rekening KPKNL Surakarta tidak dikaitkan dengan struktur organisasi yang ada melaikan sesuai dengan Badan Akuntansi Standart (BAS) yang telah ditetapkan Dirjen Keuangan Negara. meliputi : 1.6.6 Hipotesis 1.5 Batasan Masalah Batasan masaalah dalam penyusuan Karya Ilmiah ini sangat penting agar menghasilkan pembahasan yang lebih terarah. Dengan demikian. Data yang digunakan sebagai dasar penulisan Katya Ilmiah ini adalah data keuangan dan non keuangan. maka batasan masalah ditekankan pada penerapan akuntansi pertanggungjawaban pada penggunaan dana APBN yaitu pada operasional badan. 1. berdasarkan klasifikasi dan Kode Mata . Sedangkan data non keuangan meliputi latar belakang kantor KPNL Surakarta dan catatan hasil wawancara atau tanya jawab dengan pihak terkait. 2.

630.124.100. Realisasi Belanja Negara : Belanja Rupiah Murni 1.00.00 atau sebesar 69. 910.772. 1.54 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam DIPA sebesar Rp.080.90 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam DIPA dan SKPA sebesar Rp.2 Realisasi anggaran KPKNL Surakarta pada TA 2008 meliputi Realisasi Pendapatan adalah sebesar Rp. tetapi secara langsung di catat pada satu Kode Mata Anggaran berdasarkan jenis dan penggunaan dana pada KPKNL Surakarta.398.825. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah : Penerimaan Negara Bukan Pajak. 5.5 Anggaran diatas dapat disimpulkan bahwa sistem klasifikasi dan Kode Mata Anggaran Kegiatan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta tidak memberikan Informasi yang maksimal mengenai tempat terjadinya penggunaan biaya / pendapatan di setiap bagian. 1. yang terdiri dari: a.664. b.00 atau 200.00.7 Sistematika Pembahasan BAB I : PENDAHULUAN .6.900.829. 4. Sedangkan untuk realisasi anggaran belanja adalah sebesar Rp.642.

asumsi klasik. jenis serta sumber data. kerangka pemikiran dan Hipotesis. . manfaat penelitian. BAB III : METODOLOGI Bab ini menjelaskan tentang variabel dan pengukurannya. dan metode pengujian data.6 Dalam bab ini akan dibahas tentang latar belakang masalah. BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berhubungan dengan pembahasan masalah yang digunakan sebagai landasan dalam menganalisis masalah. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menyajikan gambaran umum objek yang menjadi tempat peneliatian. batasan masalah. metode analisis data. serta sistematika penulisan laporan. dan uji hipotesis BAB V : PENUTUP Dalam bab ini disajikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dianalisis serta saran-saran yang dianggap perlu dengan mendasarkan pada hasil-hasil yang telah dicapai. penelitian terdahulu. perumusan masalah. tujuan penelitian. statistic deskriptif. uji kualitas data. populasi serta sample. metode pengumpulan data.

7 .

1 Tinjauan Sistem Pengendalian Manajemen Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi yang mempraktikan desentralisasi.1. Anthony dan John Dearden dalam Management control system (Homewood : Illinois. Detector atau sensor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu proses yang sedang dikendalikan. . Suatu organisasi juga harus ada perangkat-perangkat untuk memastikan bahwa tujuan strategis organisasi dapat tercapai. Irwin. Richard D. Yang dimaksud Sistem Pengendalian Manajemen menurut Robert N. Elemen-elemen tersebut : 1.1 Sistem Pengendalian Manajemen 2. 1984) Sistem pengendalian manajemen adalah struktur dan proses sistematis yang terorganisir yang digunakan oleh manajemen untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan operasi organisasi sesuai dengan strategi dan kebijakan organisasi. Suatu sistem pengendalian mempunyai beberapa elemen yang memungkinkan pengendalian berjalan dengan baik. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin aktivitas yang sedang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan organisasi. Inc.8 BAB II LANDASAN TEORI 2 2. Salah satu pandangan bahwa sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengan strategi perusahaan.

Biasanya ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan atau dari apa yang seharusnya terjadi. Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan b. Assessor atau pembanding yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Mengevaluasi informasi e. Pemilihan komponen-komponen di atas juga harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari organisasi agar pelaksanaan kegiatan operasi yang dijalankan oleh anggota organisasi sesuai dengan keinginan manajemen puncak. Motivasi. Proses ini meliputi tiga aktivitas : a.agar bawahan bertindak secara efektif. Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya meliputi : a. Mengkomunikasikan informasi yang ada d. 3. . 4. Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk mengerjakan sesuai dengan yang digariskan. Pengendalian manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan dan pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari assessor. Pengendalian dilakukan mulai dari tingkat atas hingga bawah. Pengendalian manajemen melibatkan hubungan antara atasan-bawahan. Komunikasi. b. Mengkoordinasikan kegiatan masing-masing bagian c. Jaringan komunikasi yakni alat yang mengirim informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan efektor.9 2. Memutuskan apa yang akan dilakukan f.bawahan harus diberi motivasi untuk menyelesaikan tugasnya.

Richard D. Kemampuan seorang manajer atau pemimpin suatu organisasi dalam memotivasi. Untuk memahami suatu sistem dibutuhkan suatu pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. yakni suatu unit yang membawahi suatu tugas tertentu. Evaluasi.efisien atau efektifnya seorang bawahan melakukan tugasnya harus dievaluasi terlebih dahulu oleh manajer. Yang dimaksud dengan pusat pertanggungjawaban menurut Robert N. 1984) : Pusat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang mempunyai wewenang untuk melakukan tindakan-tindakan tertentuAdanya suatu pusat pertanggungjawaban adalah untuk memenuhi satu atau beberapa tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Secara garis besar pusat pertanggungjawaban dibedakan menjadi : a. Tujuannya adalah mengimplementasikan rencana strategi manajemen puncak. Lingkungan pengendalian manajemen dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengendalian manajemen yang meliputi prilaku organisasi dan pusat pertanggungjawaban. Suatu organisasi juga dibagi menjadi bagian-bagian yang disebut pusat pertanggungjawaban. Perilaku organisasi juga berkaitan erat dengan motivasi. Unit organisasi ini dikepalai oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Inc. mempengaruhi. Irwin. mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya akan menetukan efektifitas manajer. Anthony dan John Dearden dalam Management control system (Homewood : Illionis. Pusat Biaya .10 c.

2 Desentralisasi Organisasi Pemisahan yang jelas antara wewenang dengan tanggung jawab sangat diperlukan dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban. Karena pusat pendapatan adalah suatu organisasi pemasaran yang tidak mempunyai tanggung jawab terhadap laba. yaitu pusat biaya teknik dan pusat biaya kebijakan. c. d. Pusat Pendapatan Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban dimana output diukur dalam satuan moneter. tetapi disebarkan di seluruh organisasi dengan manajer pada berbagai tingkat membuat keputusan-keputusan penting yang berhubungan dengan lingkup tanggung . Pusat Laba Suatu pusat pertanggungjawaban yang diukur dalam ruang lingkup laba. 2. Secara umum ada dua macam pusat biaya. Pembentukan wewenang dan tanggung jawab secara normal dapat timbul dalam sebagai bentuk konsekuensi alami dari fungsi manajemen. Pusat Investasi Pusat investasi adalah suatu pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur atas dasar perbandingan antara laba dengan investasi yang digunakan.1. b.11 Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban dimana input diukur dalam satuan moneter dan output tidak diukur dalam satuan moneter. tetapi tidak ada hubungannya dengan input. yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Suatu organisasi yang terdesentralisasi adalah organisasi yang pembuatan keputusannya tidak diserahkan pada beberapa eksekutif-eksekutif puncak.

5) Sulit untuk mengevaluasi prestasi seorang manajer jika manajer tidak diberi banyak kebebasan. 3) Menambah tanggung jawab dan kewenangan pembuatan keputusan yang sering kali mengakibatkan kepuasan pekerjaan meningkat. antara lain : 1) Desentralisasi memberikan manajer-menajer tingkat yang lebih rendah mendapatkan pengalaman pokok dalam pembuatan keputusan. Beberapa keuntungan dari desentralisasi dalam pengambilan keputusan pada perusahaan bisnis. 4) Manajer-manajer tingkat yang lebih rendah secara umum memiliki informasi yang lebih rinci dan diperbaharui tentang kondisi-kondisi dalam bidang tanggung jawab mereka sendiri daripada manajer-manajer puncak. Edmons. 2) Manajemen puncak dibebaskan dari pemecahan persoalan hari ke hari yang banyak dan memiliki peluang untuk berkosentrasi pada strategi. Desentralisasi adalah masalah tingkatan. karena seluruh organisasi didesentralisasi sampai pada lingkup tertentu sejauh diperlukan.2000) : Pendelegasian otoritas dan tanggung jawab kepada individu yang berada pada posisi terbaik atas situasi dan kondisi tertentu sebagai pengambilan keputusan..suatu organisasi yang terdesentralisasi secara kuat adalah organisasi yang memberikan kebebasan pada manejer-manejer tingkat yang lebih rendah atau karyawan untuk membuat keputusan.12 jawab mereka. E. Dengan demikian yang dimaksud dengan desentralisasi menurut Thomas P. pada pembuatan keputusan yang tingkatnya lebih tinggi dan pada kegiatan-kegiatan koordinasi. Cindy D. . dan Bor-Yi Tsay dalam Fundamental Managerial Accounting Concepts (Irwin : McGraw-Hill.inc.

Ketika perusahaan tumbuh dalam ukuran dan beroperasi pada wilayah dan pasar yang berbeda.13 Desentralisasi yang efektif memerlukan pelaporan segmental. Hal ini mengurangi keefektifan dari tanggapan manajer lokal. . Akibatnya. Kualitas keputusan dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia. Pada pengaturan sentralisasi. Selain itu. diperlukan waktu untuk mengirim informasi lokal ke kantor pusat dan mengirim keputusan kembali ke unit lokal. Sebagai tambahan pada laporan laba rugi perusahaan secara keseluruhan. sehingga masalah seperti ini tidak akan muncul. dimana manajer lokal memiliki wewenang membuat dan mengimplementasikan keputusan. Namun. Terdapat banyak alasan di balik keputusan perusahaan melakukan disentralisasi. manajer pada jenjang yang lebih rendah. manajemen pusat mungkin tidak memahami kondisi-kondisi lokal. Masalah kedua adalah informasi yang berlebihan. Pada suatu organisasi yang beroperasi dalam berbagai pasar yang berbeda dengan ratusan atau ribuan produk yang berbeda. Pada organisasi yang terdesentralisasi. tidak mungkin terdapat seorang pun yang memiliki segala keahlian dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk memproses serta menggunakan informasi tersebut. antara lain : a) Kemudahan terhadap pengumpulan dan pemanfaatan informasi lokal. manajer lokal sering unggul dalam membuat keputusan yang lebih baik. yang berhubungan dekat dengan kondisi-kondisi pengoperasian mempunyai akses untuk informasi ini. kedua pengiriman informasi tersebut dapat mempertinggi kemungkinan bahwa manajer yang bertanggung jawab atas pengimplementasian keputusan salah dalam menerjemahkan suatu perintah. laporan-laporan dibutuhkan untuk segmen-segmen individual organisasi.

Organisasi selalu membutuhkan manajer yang terlatih untuk menggantikan posisi manajer jenjang lebih tinggi. manajemen pusat bebas berperan dalam upaya perumusan perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. Dengan mendesentralisasi keputusan-keputusan operasi. Kelangsungan operasi jangka panjang dari perusahaan harus lebih penting bagi manajemen pusat dari pada operasi sehari-hari.3 Peran Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Pengendalian Manajemen Di dalam suatu organisasi bisnis pada level middle-up akan sangat tidak mungkin sebagai manajer puncak untuk mengendalikan seluruh kegiatan operasi organisasinya secara perorangan. Untuk itu diperlukan perangkat dan sistem yang dapat menjamin dan meyakinkan manajer puncak bahwa anggota-anggota organisasinya dalam . sejauh mana manfaat yang berkaitan dengan perilaku tersebut dapat direalisasikan akan sangat tergantung pada cara-cara mengevaluasi dan menghargai kinerja para manajer. c) Melatih dan memotivasi manajer.1. Tentu saja. Pertanggungjawaban yang lebih besar mampu menghasilkan kepuasan kerja yang lebih tinggi dan memotivasi manajer lokal untuk berupaya lebih baik. Inisiatif dan kreativitas yang lebih tinggi akan muncul. 2. Manajer yang menghasilkan keputusan terbaik adalah manajer yang boleh dipromosikan.14 b) Fokus manajemen pusat.

Anggaran yang telah disusun oleh para manajer lini / produk merupakan suatu bentuk komitmen mengenai seberapa besar tanggung jawab dan wewenangnya atas pemakaian dan pengolahan sejumlah sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh organisasi yang dibebankan kepadanya.15 melaksanakan wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan keinginan manajer puncak. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara anggaran dengan laporan realisasi anggaran harus di analisis sedemikian rupa sehingga tindakan-tindakan korektif dapat dilakukan secara efektif. maka evaluasi dan analisis laporan realisasi anggaran menjadi tugas manajemen puncak. Setelah laporan realisasi anggaran disusun oleh masing-masing unit organisasi (pusat pertanggungjawaban). Informasi berupa . Sedangkan laporan realisasi anggaran akan menunjukkan sejauh mana prestasi manajer lini / produk tersebut dalam melaksanakan komitmennya seperti yang telah dituangkan dalam anggaran unit organisasi. Melalui informasiinformasi yang dihasilkan oleh akuntansi pertanggungjawaban inilah manajer puncak dapat mengendalikan kegiatan operasi organisasinya maupun memberikan tindakantindakan korektif atas pelaksanaan kegiatan operasi yang menyimpang dari aturan atas standar yang telah di tetapkan. Dengan menggunakan akuntansi pertanggungjawaban dimana struktur organisasi dibentuk menjadi beberapa pusat pertanggungjawaban maka seorang manajer puncak tidak perlu untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan operasi organisasi karena manajer puncak telah mendelagasikan sebagian wewenangnya kepada para manajer pusat pertanggungjawaban untuk melaksakan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan operasi organisasi.

Anthony dan Vijay Gonvindarajan dalam Management Control System (Irwin : McGraw-Hill. Inc. Konsep akuntansi pertanggungjawaban menjadi pedoman departemen akuntansi untuk mengumpulkan.2 Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban 2.1 Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Akuntansi pertanggungjawaban mendasarkan pada pemikiran bahwa seorang manajer harus dibebani tanggung jawab atas prestasinya sendiri dan prestasi bawahannya. 2.2.16 hasil analisis inilah yang kemudian dapat menunjukkan keefisienan dan keefektifan penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam pengendalian manajemen. 1998) : Sebuah sistem akuntansi yang dirancang bagi sebuah organisasi sedemikian rupa sehingga biaya-biaya dikumpulkan dan dilaporkan sesuai dengan tingkat pertanggungjawaban dalam organisasi. Luas wewenang dan tanggung jawab pembuatan keputusan harus ditentukan dengan baik melalui struktur organisasi. . Setiap tingkat pengawasan (supervisory area) dalam organisasi hanya dibebani dengan biaya yang menjadi tanggung jawab dan yang berada dibawah kendalinya. Akuntansi pertanggungjawaban dapat digunakan dengan baik jika terdapat kondisikondisi sebagai berikut : 1. Defenisi akuntansi pertanggungjawaban menurut Robert N. mengukur dan melaporkan prestasi sesungguhnya. prestasi yang diharapkan dan selisih yang timbul dalam setiap pusat pertanggungjawaban.

seorang manajer dapat dinilai prestasinya atas dasar tingkat kepuasan karyawan. Laporan prestasi dan umpan baliknya untuk manajer pusat pertanggungjawaban harus disajikan tepat waktu. Sistem akuntansi pertanggungjawaban hanya mengukur salah satu prestasi manajer pusat pertanggungjawaban. moral. yaitu prestasi keuangan. Manajer pusat pertanggungjawaban harus bertanggung jawab atas kegiatan pusat pertanggungjawaban yang dapat dikendalikannya. 4. dan sebagainya. Hanya biaya. Sistem akuntansi pertanggungjawaban dirancang khusus sesuai dengan struktur organisasi . Laporan prestasi harus mejadikan secara jelas selisih yang terjadi. tindakan koreksi. Selain prestasi keuangan. 5. 8. dan investasi yang terkendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang harus dimasukkan ke dalam laporan prestasinya. Manajer pusat pertanggungjawaban harus berusaha untuk mencapai tujuan yang ditentukan untuknya dan untuk pusat pertanggungjawabannya. Sebelum sistem akuntansi pertanggungjawaban disusun. laba. pendapatan.17 2. 9. harus lebih dahulu dipelajari garis wewenang dan tanggung jawab pembuatan keputusan sehingga dapat ditentukan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi. 3. 7. Manajer pusat pertanggungjawaban harus berperan serta dalam penentuan tujuan yang digunakan untuk mengukur prestasinya. dan tindak lanjutnya sehingga memungkinkan diterapkannya prinsip pengecualian. Harus ditentukan dengan jelas peranan prestasi manajemen terhadap struktur balas jasa atau perangsang dalam perusahaan. 6.

b. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tanggung jawab dalam hubungan dengan akuntansi pertanggungjawaban menurut Dominiak dan Louderback dalam Managerial Accounting (South Wesrtern College : International Thomson Publishing.18 untuk dapat menyajikan laporan-laporan prestasi yang berguna dalam menilai sumbangan manajer tingkat pertanggungjawaban tertentu dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan. . Tanggung jawab pada masing-masing karakteristik kegiatan operasi perusahaan juga berbeda-beda. 1997) adalah : a. hal ini disebabkan karena semakin besar skala perusahaan maka berpengaruh pada jumlah karyawan dan ruang lingkup kegiatan operasi perusahaan semakin besar pula. Karakteristik Kegiatan Operasi Perusahaan menurut karakteristik kegiatan operasi pada umumnya dapat dibedakan menjadi perusahaan manufaktur. demikian pula sebaliknya dalam perusahaan dengan skala kecil maka rentang tanggung jawab manajer juga lebih sedikit karena jumlah karyawan dan ruang lingkup kegiatan operasinya juga relatif kecil. sebagai contoh : bentuk tanggung jawab pada perusahaan manufaktur biasanya sesuai dengan produk yang dihasilkan sedangkan pada perusahaan jasa bentuk tanggung jawabnya akan disesuaikan dengan kemampuan penghasilan jasa dalam memuaskan kebutuhan dari klien. Ukuran Perusahaan/Instansi Pada perusahaan atau instansi dengan skala middle-up maka rentang tanggung jawab dari seorang manajer unit pertanggungjawaban akan semakin besar. perusahaan dagang dan perusahaan jasa.

Inc. Sebagai contoh: pada perusahaan dengan sifat pengendalian loose maka tanggung jawab dari organisasi akan diperlonggar sejauh hal tersebut sesuai dengan pencapaian tujuan organisasi. responsibility dan accountability.2. Beberapa prinsip dalam penyusunan organisasi yang dikemukakan oleh R.. Agarwal dalam bukunya Organization and Management (New Delhi: McGraw-Hill. Tanpa ketiga elemen yang membentuk organisasi tersebut maka kegiatan organisasi perusahaan tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan strategis yang telah dirancang sebelumnya. Oleh karena itu organisasi perlu dirancang sedemikian rupa sehingga ketiga elemen tersebut di atas dapat berjalan dengan lancar. demikian pula sebaliknya. Hal ini akan berpengaruh pada tanggung jawab pada organisasinya. D. sedangkan tinjauan mengenai elemen accountability adalah menyangkut persepsi mengenai kemampuan seseorang dalam melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan otoritas dan wewenang yang diberikan oleh manajer level atas. Elemen authority dan responsibility telah dijelaskan pada sub-bab di atas. 1982) : .19 c. Filosofi Manajer Tingkat Atas Filosofi pengendalian manajer tingkat atas dihubungkan dengan persepsinya terhadap manajer bawahannya dapat dibagi menjadi pengendalian sifat loose (longgar) atau tight (ketat).2 Organisasi untuk Akuntansi Pertanggungjawaban Organisasi dalam akuntansi pertanggungjawaban memerlukan beberapa elemen yang sangat terkait. 2. elemen tersebut adalah authority.

20 1) Prinsip spesialisasi (specialization). Setiap pejabat harus memiliki wewenang yang cukup untuk mengambil keputusan yang diperlukan dan melakukan tindakan yang tepat dalam rangka mencapai prestasi kerja dan tujuan secara efektif dan efisien. 3) Prinsip spesifikasi fungsional (functional specification). sehingga harus dibatasi jumlah bawahannya untuk setiap manajer yang besarnya tergantung pada situasi dan kondisi tertentu. Pekerjaan setiap anggota organisasi harus dibatasi sedapat mungkin ke dalam satu fungsi menurut keahliannya masingmasing. 6) Prinsip rentang pengendalian (span of control) kemampuan seorang manajer untuk mengawasi bawahannya secara efektif adalah terbatas. 5) Prinsip kesamaan wewenang dan tanggung jawab (party between authority and responsibility).3 Jaringan dalam Akuntansi Pertanggungjawaban Akuntansi pertanggungjawaban didasarkan pada premis bahwa semua biaya dapat dikendalikan dan masalah utama yang terjadi adalah sejauh mana rentang pengendalian tersebut. Untuk mengatasi masalah ini maka struktur organisasi dalam . Seluruh fungsi harus dijabarkan secara jelas dan tertulis. 4) Prinsip rantai kepemimpinan (chain of command). 2. 2) Prinsip satuan pengarahan (unity of direction). Fungsi-fungsi yang berhubungan harus disatukan dibawah pimpinan seorang manajer. Terdapat rantai komando kepemimpinan yang jelas dari atas ke bawah sehingga dapat dilakukan pendelegasian wewenang secara vertikal.2.

3. Untuk memastikan pertanggungjawaban dan akuntabilitas jaringan berjalan dengan baik maka struktur organisasi dalam suatu perusahaan harus dianalisa secara cermat dan pendapatan / biaya yang benar-benar terjadi harus dapat ditentukan. Pengkoordinasian Kerja dan Pengawasan Kerja (BPFE-Yogyakarta.21 suatu perusahaan dibagi menjadi sebuah jaringan pusat-pusat pertanggungjawaban individu. 1989). co.3 Sistem Pengendalian Anggaran 2. yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. M. b.. atau sebuah grup dimana fungsi-fungsi yang berhubungan erat mempunyai pimpinan tunggal yang bertanggung jawab atas aktifitas unit tersebut. Munandar dalam bukunya Budgeting .Perencanaan Kerja. Beberapa prinsip yang dikemukakan oleh Gary Siegel dan Helene Ramanauskas-Marconi dalam bukunya Behavioral Accounting (Ohio: South-Western Publishing. .1 Anggaran yang Efektif dan Efisien Menurut Drs. Untuk menciptakan struktur jaringan pertanggungjawaban yang efisien maka tanggung jawab dan ruang lingkup otoritas dari setiap individu. 2. dari manajemen puncak sampai dengan karyawan paling bawah harus dapat ditentukan secara logis dan jelas. 1994) anggaran adalah : Suatu rencana yang disusun secara sistematis. a.

Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian. maka perusahaan mempunyai tolak ukur untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan-kegiatan perusahaan.22 Anggaran yang telah ditetapkan merupakan komitmen manajemen untuk melaksanakan aktivitas operasi perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan atau direncanakan. yaitu : 1. sehingga perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukannya nanti. Dengan adanya rencana. alternatif manakah yang akan dipilihnya nanti. Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai pedoman kerja di waktu yang akan datang. Anggaran juga mempunyai beberapa unsur. Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat pengkoordinasian kegiatankegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Ada beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk menyusun rencana untuk menghadapi waktu yang akan datang. antara lain : a. Dengan adanya rencana berarti adanya suatu pegangan mengenai apa yang akan dilakukan nanti. Rencana diperlukan oleh perusahaan sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut di waktu yang akan datang. sehingga perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal. Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai alternatif pilihan. Dengan membandingkan antara . e. b. d. Rencana. ialah suatu penentuan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. c. sehingga jalannya perusahaan lebih terarah menuju tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Dinyatakan dalam unit moneter. yaitu : a) Anggaran strategis. sehingga tidak bias diharapkan partisipasinya dengan kegiatan-kegiatan yang lain. serta kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masalah-masalah personalia (personnel). kegiatan pembelanjaan (financing).23 rencana dan realisasi kerja yang telah dilakukan. menunjukkan bahwa anggaran berlaku untuk masa yang akan datang. yaitu satu periode akuntansi atau kurang. 2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan. Jangka waktu tertentu yang akan datang. Disamping itu. yaitu unit (kesatuan) yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam. maka perusahaan dapat menilai apakah perusahaan telah bekerja dengan sukses atau kurang sukses. yaitu mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Ada sebagian dari kegiatan perusahaan yang tidak direncanakan berarti ada sebagian dari kegiatan perusahaan yang tidak mempunyai pedoman dan arah. b) Anggaran taktis. kegiatan yang tidak direncanakan tidak dapat dinilai (evaluasi) realisasi kerjanya. karena tidak mempunyai suatu tolak ukur. ialah anggaran yang berlaku untuk jangka panjang. Ada dua macam anggaran. . 4. Secara garis besar kegiatan-kegiatan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok. yaitu kegiatan pemasaran (marketing). yaitu jangka waktu yang melebihi satu periode akuntansi (melebihi satu tahun). 3. kegiatan produksi (producing). ialah anggaran yang berlaku untuk jangka pendek. kegiatan administrasi (administrating).

Dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam anggaran dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin. sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya. untuk menuju tujuan yang telah ditetapkan. alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan kerja. Suatu anggaran dapat berfungsi dengan baik apabila taksiran-taksiran yang termuat didalamnya cukup akurat. Untuk . alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan. 2) Sebagai alat pengkoordinasian kerja Anggaran berfungsi sebagai alat pengkoordinasian kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang. saling kerja sama dengan baik. 1) Sebagai pedoman kerja Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang. 3) Sebagai alat pengawasan kerja Anggaran juga berfungsi sebagai tolak ukur.24 Proses penganggaran merupakan fase penting bagi manajemen suatu perusahaan yang bertujuan sebagai pedoman kerja. dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja atau kerang sukses bekerja.

Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan. jika terjadi hal-hal yang menyimpang dari yang telah dianggarkan. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual. produksi. syaratpembayaran barang yang dijual. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa : a. d. baik di bidang pemasaran. f.2 Anggaran dalam Akuntansi Pertanggungjawaban Akuntansi pertanggungjawaban dirancang untuk menilai prestasi manajer dengan tolak ukur anggaran. Dalam rangka . Modal kerja yang dimiliki perusahaan. pemilihan saluran distribusi dan sebagainya. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan. c. baik jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya. pembelanjaan. 2.25 bias melakukan penaksiran secara akurat diperlukan berbagai data. merupakan tempat yang baik untuk keefektifan anggaran. Kebijakan-kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsifungsi perusahaan. Penjualan tahun-tahun lalu. akan mudah ditunjuk siapa yang bertanggungjawab. g. b.3. Organisasi yang baik adalah yang terbagi atas pusat-pusat pertanggungjawaban dan setiap manajernya mengetahui wewenang dan tanggungjawab masing-masing. e. informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan didalam menyusun anggaran. administrasi maupun di bidang personalia. Dengan demikian. Tenega kerja yang dimiliki perusahaan.

terjadi negosiasi antara manajer pusat biaya dengan komite anggaran. Rancangan anggaran yang telah disepakati ini kemudian disahkan oleh komite anggaran menjadi anggaran yang harus dilaksanakan dan menjadi tolak ukur prestasi para manajer. anggaran yang partisipatif tersebut tidak akan dengan sendirinya menciptakan tindakan bagi para manajer untuk melaksanakannya. Seluruh rancangan anggaran ini akan ditampung oleh komite anggaran untuk dibahas kelayakannya dan dikombinasikan serta diselaraskan satu sama lain. Anggaran biaya yang disusun dengan pendekatan top-down dan bottom-up akan menimbulkan komitmen dalam diri para manajer untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam proses pembahasan rancangan anggaran ini. Reaksi tersebut . Tindakan para manajer tergantung bagaimana mereka bereaksi terhadap informasi yang tercantum dalam anggaran. Anggaran yang partisipatif seperti inilah yang cocok untuk penerapan akuntansi pertanggungjawaban. Untuk memenuhi konsep pertanggungjawaban. penyusun anggaran harus partisipatif. Dengan demikian. anggaran biaya harus disusun sesuai dengan tingkatan manajemen dalam organisasi. Tiap-tiap manajer pusat biaya harus mengajukan rancangan anggaran biaya untuk pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Namun demikian. dalam arti melibatkan peran serta para manajer. setiap perubahan yang terjadi atas rancangan anggaran merupakan hasil kesepakatan antara kedua belah pihak. Masing-masing manajer akan merasa bahwa anggaran tersebut adalah anggarannya dan mereka bersedia dinilai dengan tolak ukur anggaran tersebut.26 pengendalian biaya.

akumulasi dari pendapatan dan biaya aktual harus mengikuti pola jaringan pertanggungjawaban. memerlukan tiga dimensi pengklasifikasian dari biaya dan pendapatan selama proses akumulasi data.4. biaya sewa. Dalam hubungannya dengan akuntansi pertanggungjawaban.27 dapat bermacam-macam. 3. Salah satu cara untuk membangkitkan motivasi adalah denganmenerapkan sistem penghargaan dalam perusahaan. Adanya klasifikasi biaya terkendali dan biaya tidak terkendali pada masingmasing pusat pertanggungjawaban. Co. biaya overhead). Helene Ramanauskas-Marconi dalam Behavioral Accounting (Ohio: South-Western Publishing.4 Relevansi Informasi Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan 2. 2. yaitu: 1. dll). 2.1 Akumulasi Data Untuk memfasilitasi perbandingan periodik dari berbagai perencanaan anggaran. 1989). sistem penghargaan tersebut harus dihubungkan dengan keberhasilan manajer dalam melaksanakan anggaran pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. atau berdasarkan lini (seperti biaya gaji. biaya bahan baku. biaya persediaan. . tergantung pada motivasi masing-masing. Biaya diklasifikasikan berdasarkan pusat pertanggungjawaban. Adanya klasifikasi berdasarkan tipe biaya (seperti biaya langsung. Menurut Gary Siegel..

Wewenang dalam perolehan dan penggunaan jasa atau aktiva. Dengan demikian terdapat biaya terkendali dan biaya tidak terkendalikan. seluruh biaya dalam jangka panjang akan terkendalikan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi.28 Tipe akumulasi data seperti ini dapat membantu manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat dan berguna untuk beberapa dimensi dari kegiatan operasi perusahaan. Dalam hubungannya dengan waktu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setidak-tidaknya dikendalikan suatu biaya selalu dihubungkan dengan tingkatan manajemen dan jangka waktu. 2. Sebaliknya suatu biaya yang terkendalikan oleh manajer suatu departemen belum tentu terkendalikan oleh manajer bagian bawahnya.2 Penggolongan Biaya Untuk memenuhi akuntansi pertanggungjawaban. . Untuk menetapkan apakah suatu biaya dapat dikendalikan atau tidak oleh seorang manajer dapat digunakan pedoman sebagai berikut : a.4. biaya-biaya dalam sistem akuntansi pertanggungjawaban harus diklasifikasi menurut controllability atau dapat tidaknya biaya tersebut dikendalikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Suatu biaya tidak terkendalikan oleh manajer bagian tertentu mungkin terkendalikan oleh manajer departemen yang membawahinya atau oleh manajer bagian lain. Suatu biaya dikatakan terkendali jika biaya tersebut dapat dipengaruhi secara signifikan oleh seorang manajer pusat pertanggungjawaban dalam jangka waktu tertentu.

29 Seorang manajer yang memiliki dalam perolehan maupun penggunaan jasa atau aktiva jelas dapat mempengaruhi jumlah biaya jasa atau penggunaan aktiva tersebut. sehingga biaya tersebut merupakan biaya yang terkendalikan olehnya. Wewenang dalam penggunaan jasa atau aktiva. bertanggungjawab penuh atas terjadinya biaya tersebut. sehingga diharapkan dapat membantu manajer . Manajer pembelian menentukan harga dan jumlah bahan yang dibeli. Sebagai contoh manajer pemasaran yang berwenang memutuskan media promosi dan jumlah biayanya. sehingga dia dapat dimintai pertanggungjawaban atas biaya tersebut. tetapi secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah pemakaiannya. Seorang manajer mungkin tidak mempunyai wewenang dalam perolehan barang atau jasa. sedangkan manajer produksi menentukan jumlah pemakaiannya. sehingga manajer pembelian bertanggungjawab atas harga peolehan bahan baku. b. Sebagai contoh adalah biaya bahan baku. Dalam hal ini biaya pemakaian barang atau jasa tersebut merupakan biaya yang terkendalikan baginya. Seorang manajer yang secara signifikan tidak dapat mempengaruhi jumlah biaya dapat dibebani biaya tersebut jika manajemen puncak menghendaki agar dia menaruh perhatian. sedangkan manajer produksi bertanggungjawab atas biaya pemekaian bahan baku. c.

Biaya reparasi dan pemeliharaan adalah tanggung jawab bagian bengkel. biaya tersebut harus dibebankan sedemikian rupa sehingga dapat dipengaruhi secara signifikan oleh manajer pusat pertanggungjawaban yang bersangkutan. Mengubah dasar pembebanan dari alokasi ke pembebanan langsung. Untuk mengubah menjadi biaya terkendalikan. Cara lain untuk mengubah biaya tak terkendalikan menjadi terkendalikan adalah dengan mengubah letak tanggungjawab pengambilan keputusan. Mengubah letak tanggung jawab pengambilan keputusan. Biaya-biaya yang dialokasikan kepada pusat pertanggungjawaban dengan rumus-rumus tertentu merupakan biaya yang tidak terkendalikan karena tidak mencerminkan hubungan sebab-akibat. sehingga tidak mencerminkan tanggungjawab manajer pusat pertanggungjawaban itu. Biaya yang semula tidak terkendalikan oleh seorang manajer dapat diubah menjadi terkendalikan melalui dua cara. Dengan pendelegasian wewenang dari manajemen puncak kepada manajer pusat pertanggungjawaban mengakibatkan manajer tersebut berada dalam posisi dapat mempengaruhi secra signifikan biaya-biaya tertentu yang semula berada diluar tanggungjawabnya.3 Klasifikasi dan Kode Rekening .30 lain yang bertanggungjawab untuk mempengaruhi biaya tersebut. 2.4. 2. namun bagian produksi dapat dibebani dengan biaya tersebut karena pemakaian mesin dan peralatan turut mempengaruhi besarnya biaya tersebut. yaitu: 1.

Untuk memudahkan didalam proses pengolahan data. Daftar dari seluruh rekening beserta nomor kodenya disebut kerangka rekening atau chart of accounts.31 Akuntansi mencatat. biaya-biaya harus digolongkan dan diberi kode sesuai dengan tingkattingkat manajemen dalam struktur organisasi. biaya pemasaran. sistem dan akuntansi melaporkan pertanggungjawaban biaya-biaya yang menggolongkan. atau kombinasi keduanya. Berdasarkan laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi). rekening dibedakan atas : rekening neraca (riil). menggolongkan. utang dan modal. biaya. huruf. dan rekening laba-laba (nominal). . meringkas dihubungkan dengan tingkatan-tingkatan manajemen yang bertanggungjawab. Setiap transaksi diberi nama tertentu sebagai lambang dari transaksi tersebut. Dalam rangka pengendalian mencatat. yang dipisahkan antara biaya terkendalikan dengan tidak terkendalikan. rekening-rekening perlu diberi kode karena dengan begitu data akan lebih mudah diidentifikasi. seperti : penjualan. Rekening neraca terdiri dari golongan aktiva. Dalam sistem akuntansi kode yang digunakan biasanya adalah angka. biaya produksi. Setiap tingkat manajemen merupakan pusat biaya dan akan dibebani dengan biaya-biaya yang terjadi didalamnya. dan pendapatan / biaya di luar usaha. harga pokok penjualan. Oleh karena itu. biaya administrasi dan umum. Dengan demikian. klasifikasi rekening bermanfaat sebagai wadah atau sarana untuk menampung semua transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Rekeningrekening sejenis akan dikumpulkan dan diklasifikasikan kedalam suatu rekening tertentu. Rekening laba-rugi terdiri dari kelompok-kelompok yang sejenis. Nama-nama itu disebut dengan rekening. meringkas dan melaporkan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan.

metode produksi yang baru maupun produktifitas karyawan. Hal tersebut harus menjadi perhatian penting bagi manajemen puncak. Data tersebut harus diperbaharui sebagai bentuk antisipasi atas perubahan teknologi.5. Namun demikian seringkali pengendalian menjadi hal yang dapat dibagi dan bukannya absolut atas tindakan tertentu.1 Evaluasi Kinerja Manajemen Evaluasi kinerja masing-masing manajer harus dan hanya didasarkan pada pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan oleh manajer unit organisasi tersebut. 2. Perancangan standar yang efektif memerlukan kombinasi antara pengalaman. Motivasi dari seorang manajer dapat hilang ketika manajer tersebut diberikan penghargaan atau hukuman atas tindakan yang berada diluar ruang lingkup pengendalian manajer tersebut. layout perencanaan. Data historis merupakan awal tindakan yang baik untuk menentukan standar kinerja manajemen. Menentukan standar yang akan digunakan sebagai dasar penilaian prestasi kerja dari manajemen menjadi hal yang sangat krusial baik bagi manajemen puncak maupun manajer bawahan. penilaian dan kapasitas prediksi dari semua personel yang mempunyai tanggung jawab untuk menentukan kebijakan harga dan kuantitas produk. Suatu standar merupakan bentuk antisipasi atas situasi dan kondisi tertentu dimasa mendatang.2 Pelaporan Realisasi Anggaran Kualitatif .5.5 Sistem Pelaporan Akuntansi Pertanggungjawaban 2.32 2.

2. Selisih yang disebabkan oleh kesalahan standar dikenal dengan panning variance.5. Control varience dapatdisebabkan oleh faktor-faktor diluar kendali manajer yang bersangkutan sehingga tidak mencerminkan prestasi manajer tersebut dan faktor-faktor yang berada dalam kendali manajer yang bersangkutan sehingga mencerminkan prestasinya. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi harus menjadi perhatian yang penting dan hal tersebut merupakan hakekat dari management by exception. Komunikasi reguler antara penyaji laporan dengan pengguna laporan pertanggungjawaban harus selalu dilakukan untuk memastikan relevansi dari informasi yang disajikan tersebut. Jika laporan tersebut terlalu kompleks mana manajer akan mengalami kesulitan dalam menganalisis kegiatan operasi perusahaan.33 Laporan pertanggungjawaban harus dinyatakan dalam bentuk yang simple. manajemen dapat menentukan tindakan korektif yang perlu dilakukan dan penghargaan / sanksi yang pantas diberikan kepada manajer yang bersangkutan. Laporan pertanggungjawaban harus menyajikan jumlah anggaran dan jumlah aktual dari pendapatan dan biaya yang dapat dikendalikan. Selisih dapat disebabkan oleh kesalahan atau penyimpangan didalam pelaksanaan atau karena standarnya sendiri yang salah.3 Pelaporan Akuntansi Pertanggungjawaban Instansi . Di dalam penyajian laporan pertanggungjawaban selisih yang terjadi antara aktual dengan anggaran harus dianalisis dan di selidiki sebab terjadinya. Dengan mengetahui sebab terjadinya selisih. laporan pertanggungjawaban harus diterbitkan dengan dasar waktu yang efisien dan efektif. sedangkan selisih yang disebabkan oleh kesalahan atau penyimpangan didalam pelaksanaan dikenal dengan control varience. Lebih lanjut.

Laporan Arus Kas. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.05/2007 sebagai berikut: . 4. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-51/PB/2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. 171/PMK. Neraca. 171/PMK.(Peraturan Menteri Keuangan No.5. 7. Dasar hukum penyusunan laporan keuangan instansi pemerintah : 1. 3. 2.1 Laporan Keuangan Instansi Laporan keuangan instansi adalah bentuk pertanggungjawaban instansi pemerintah atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupa Laporan Realisasi Anggaran.05/2007/38). Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 6. dan Catatan Atas Laporan Keuangan.3. Penjelasan atas hasil Laporan Keuangan menurut Peraturan Menteri Keuangan No. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 5.34 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 171/PMK.

2. adalah laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan. kewajiban. 3. Laporan Arus Kas. surplus/deficit dan pembiayaan. Laporan Realisasi Anggaran. utang. adalah laporan yang menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktifitas operasi. . investasi aset non-keuangan. dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. yang selanjutnya disingkat LAK.2 Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Instansi Laporan Realisasi Anggaran disusun menggunakan basis kas yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN) atau dikeluarkan dari KUN. belanja. transfer.3. yang selanjutnya disingkat LRA. Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan pemerintah. 2. Neraca.5. Catatan Atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terperinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam LRA. pembiayaan dan non-anggaran. sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran yang masing-masing diperbandingkan dengan anggaran dalam suatu periode. yaitu asset. Penyajian aset. 4. dan LAK dalam rangka pengungkapan yang memadai.35 1. dan ekuitas dana dalam Neraca diakui berdasarkan basis akrual. yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan dari KUN.

Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN. Dalam penyusunan LK telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan. yaitu dengan membukukan penerimaan bruto. Pendapatan diakui pada saat kas diterima pada KUN.36 Penyusunan dan penyajian LK telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. pengakuan belanja terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). belanja disajikan menurut klasifikasi organisasi dan fungsi. sedangkan di Catatan atas Laporan Keuangan. Pendapatan disajikan sesuai dengan jenis pendapatan. Belanja disajikan di muka (face) laporan keuangan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja. (2) Belanja Belanja adalah semua pengeluaran KUN yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat. dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran). . Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran. Prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyusunan LK adalah: (1) Pendapatan Pendapatan adalah semua penerimaan KUN yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.

dan kandungan pertambangan. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak kepemilikan berpindah. serta dapat diukur dalam satuan uang. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca. dan Aset Lainnya. piutang. a. atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat. Piutang dinyatakan dalam neraca menurut nilai yang timbul berdasarkan hak yang telah dikeluarkan surat keputusan penagihannya. Dalam pengertian aset ini tidak termasuk sumber daya alam seperti hutan. Tagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang . Investasi. Aset lancar ini terdiri dari kas. Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai nominal. kekayaan di dasar laut. Aset Lancar Aset Lancar mencakup kas dan setara kas yang diharapkan segera untuk direalisasikan. Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar. Aset Tetap. dan persediaan.37 (3) Aset Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. termasuk sumber daya non-keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. dipakai.

Investasi Investasi adalah aset yang dimaksudkan untuk memperoleh manfaat ekonomik seperti bunga. yaitu . harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Investasi jangka pendek adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan untuk dimiliki dalam kurun waktu setahun atau kurang. apabila diperoleh dengan pembelian. Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk dimiliki selama lebih dari setahun. Persediaan dicatat di neraca berdasarkan: harga pembelian terakhir. Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah. atau manfaat sosial sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemerintah dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. dividen dan royalti. Investasi pemerintah diklasifikasikan kedalam investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang dibagi menurut sifat penanaman investasinya. b. harga wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.38 akan jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai bagian lancar TPA/TGR.

nasabah Lembaga Dana Kredit Pedesaan (LDKP). pemerintah daerah. nasabah Usaha Simpan Pinjam/Tempat Simpan Pinjam (USP/TSP) atau nasabah BPR. (i) Investasi Non Permanen Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang tidak termasuk dalam investasi permanen dan dimaksudkan untuk dimiliki secara tidak berkelanjutan. Investasi Non Permanen meliputi:  Seluruh dana pemerintah yang bersumber dari dana pinjaman luar negeri yang diteruspinjamkan melalui Subsidiary Loan Agreement (SLA) dan dana dalam negeri dalam bentuk Rekening Dana Investasi (RDI) dan Rekening Pembangunan Daerah (RPD) yang dipinjamkan kepada BUMN/BUMD dan Pemda. (ii) Investasi Permanen . dan pihak ketiga lainnya.39 non permanen dan permanen. anggota koperasi.  Seluruh dana pemerintah yang diberikan dalam bentuk Pinjaman Dana Bergulir kepada pengusaha kecil. Investasi non permanen sifatnya bukan penyertaan modal saham melainkan berupa pinjaman jangka panjang yang dimaksudkan untuk pembiayaan investasi perusahaan negara/ daerah. anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

40 Investasi Permanen untuk adalah dimiliki investasi secara jangka panjang yang dimaksudkan permanen berkelanjutan. . maka digunakan metode nilai bersih yang direalisasikan. PMN pada badan usaha atau badan hukum lainnya yang kurang dari 51 persen (minoritas) disebut sebagai Non BUMN. lembaga internasional. Jika suatu investasi bisa dipastikan tidak akan diperoleh kembali atau terdapat bukti bahwa investasi hendak dilepas. Penilaian investasi jangka panjang diprioritaskan menggunakan metode ekuitas. Investasi dalam bentuk pinjaman jangka panjang kepada pihak ketiga dan non earning asset atau hanya sebagai bentuk partisipasi dalam suatu organisasi. menggunakan metode biaya. yaitu kepemilikan modal bukan dalam bentuk saham pada perusahaan yang bukan perseroan. Investasi permanen meliputi seluruh Penyertaan Modal Negara (PMN) pada perusahaan negara. Investasi atau dimaksudkan untuk mendapatkan dividen menanamkan pengaruh yang signifikan dalam jangka panjang. PMN dapat berupa surat berharga (saham) pada suatu perseroan terbatas dan non surat berharga. PMN pada badan usaha atau badan hukum lainnya yang sama dengan atau lebih dari 51 persen disebut sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Hukum Milik Negara (BHMN). seperti penyertaan pada lembaga-lembaga keuangan internasional. dan badan usaha lainnya yang bukan milik negara.

Aset Lainnya Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar. TPA menggambarkan jumlah yang dapat diterima dari penjualan aset pemerintah secara angsuran kepada pegawai pemerintah yang dinilai sebesar nilai nominal dari kontrak/berita acara penjualan aset yang bersangkutan setelah dikurangi dengan angsuran yang telah dibayar oleh pegawai ke kas negara atau daftar saldo tagihan penjualan angsuran. c. Aset Tak Berwujud. dan aset tetap. Pada setiap tanggal neraca. investasi jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah Tagihan Penjualan Angsuran (TPA). pos investasi dalam mata uang asing dilaporkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca. Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun. Kemitraan dengan Pihak Ketiga.41 Investasi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs tengah BI pada tanggal transaksi. dan Aset Lain-lain. TGR merupakan suatu proses yang dilakukan terhadap bendahara/ pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu . Aset Tetap Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. d. Dana yang Dibatasi Penggunaannya.

hasil kajian/penelitian yang memberikan manfaat jangka panjang. Aset Lain-lain merupakan aset lainnya yang tidak dapat dikategorikan ke dalam TPA. goodwill. Aset Tak Berwujud meliputi software komputer. hak cipta (copyright). lisensi dan franchise. (4) Kewajiban Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi . Tagihan TGR. maupun Dana yang Dibatasi Pengg unaannya. paten. dan hak lainnya.42 kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh bendahara/pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya. TPA dan TGR yang akan jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca disajikan sebagai aset lainnya. Kemitraan dengan pihak ketiga merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan kegiatan yang dikendalikan bersama dengan menggunakan aset dan/atau hak usaha yang dimiliki. Aset Tak Berwujud merupakan aset yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan intelektual. Aset lain-lain dapat berupa aset tetap pemerintah yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah. Kemitraan dengan Pihak Ketiga.

Kewajiban Jangka Panjang Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. b. kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat. Dalam konteks pemerintahan. Aliran ekonomi sesudahnya seperti transaksi pembayaran. yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah. Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundangundangan. entitas pemerintahan lain. Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga. atau lembaga internasional. Kewajiban Jangka Pendek Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan. perubahan .43 pemerintah. Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. a. lembaga keuangan. Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Utang Bunga (accrued interest) dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal.

Definisi metodologi menurut Gorys Keraf adalah ”Kerangka teoritis yang dipergunakan oleh penulis dalam menganalisa. mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi itu” (Gorys Keraf. Ekuitas dana diklasifikasikan Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana Investasi. Kerangka teoritis merupakan metode–metode ilmiah yang akan diterapkan dalam pelaksanaan penulisan Tugas Akhir ini. . Ekuitas Dana Investasi mencerminkan selisih antara aset tidak lancar dan kewajiban jangka panjang. Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dan utang jangka pendek. yaitu selisih antara aset dan utang pemerintah.44 penilaian karena perubahan kurs mata uang asing. diperhitungkan dengan menyesuaikan nilai tercatat kewajiban tersebut.1 Metode Penelitian Penulisan ilmiah atau karya ilmiah memerlukan suatu metode untuk mencapai hasil yang baik. BAB III METODOLOGI 3 Aa 3. (5) Ekuitas Dana Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah. 2004:354). dan perubahan lainnya selain perubahan nilai pasar.

2001:62). Metode ini dilaksanakan dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada ibu Suci Wulandari sekalu kepala staff bendaharawan mengenai anggaran APBN yang diterima dan penggolongan kode mata anggaran. Observasi dilakukan pada bagian bendaharawan dengan mengamati secara langsung terhadap proses penyusunan dan pelaporan serta penggolongan kode mata anggaran untuk dana APBN yang diterima. Studi Pustaka ”Studi pustaka yaiu cara untuk mengumpulkan data dengan cara membaca buku-buku atau bahan-bahan kepustakaan yang berhubungan . Metode yang digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut : 1. 3. Metode Wawancara atau Interview Metode wawancara merupakan ”Cara pengumpulan data dengan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan tujuan penelitian” (Marzuki. Metode Observasi Metode observasi adalah ”Metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan penelitian secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang diselidiki” (Marzuki. 2001:58).2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan cara untuk memperoleh data atau bahan yang diperlukan dalam penyusunan Tugas Akhir.45 3. 2.

Data kuantitatif digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah daftar-daftar kode mata anggaran APBN yang sudah tercantum besarnya jumlah dana yang sudah dianggarkan. 3. Data Kualitatif . serta buku penulisan ilmiah untuk penyusunan laporan Tugas Akhir ini.46 dengan masalah yang dibahas dalam penulisan” (Gorys Keraf. misalnya banyaknya absensi. Dalam hal ini penulis mengumpulkan data dari laporan anggaran APBN dan laporan pertanggungjawaban penggunaan APBN. Data Kuantitatif Data kuantitatif adalah “Data yang bisa dihitung atau bisa diukur. besar gaji.3. 2001 : 55).1 Data Menurut Jenisnya Data menurut jenisnya dibagi menjadi dua yaitu .3 Jenis Data dan Sumber Data 3. gambaran umum Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) dan sumber data yang ada di KPKNL. 1. 2. lama bekerja dan sebagainya“ (Marzuki. 2004 : 187).

47 Data kualitatif adalah “Data yang diukur secara tidak langsung seperti ketrampilan. . sikap dan sebagainya“ (Marzuki. Data primer diperoleh penulis dengan melakukan observasi dan wawancara atau interview dengan pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta. majalah.2 Data Menurut Sumbernya Data menurut sumbernya dibagi menjadi dua yaitu : 1. proses penyusunan laporan penggunaan dana dan penjelasannya. 2001: 56). Data Primer “Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Data Sekunder “Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti misalnya dari biro statistik. aktifitas. 3.3. keterangan-keterangan dan publikasi lainnya” (Marzuki. Data kualitatif digunakan untuk menggambarkan gambaran umum perusahaan. 2001:55). 2. 2001: 55). Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. diamati dan dicatat untuk pertama kalinya” (Marzuki.

S.5 Metode Analisis Data .4 Metode Penulisan 1. Metode Deskripsi Sugestif Deskripsi adalah “Tulisan yang berisi pemaparan (deskripsi.48 3.S. 3. 1984: 22). uraian) tentang suatu objek sebagaimana adanya pada waktu tertentu“ (Yudiono K. Metode Eksposisi digunakan untuk menyajikan data laporan anggaran APBN dan realisasi anggaran tahun 2008 yang akan digunakan dalam perbandingan anggaran dan realisanya dengan metode analisa laporan keuangan komparatif (Comparative financial statement analysis) 2. paparan. Metode Eksposisi Metode Eksposisi adalah ”Metode penulisan yang dipergunakan untuk menyajikan analisa seorang penulis mengenai suatu pokok masalah tanpa kecenderungan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca” (Yudiono K. Metode deskripsi sugestif memperkenalkan tentang gambaran umum tentang Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang (KPKNL) Surakarta. 1984:19).

1 Sejarah Berdirinya Perusahaan KPKNL Surakarta merupakan salah satu instansi vertical dibawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yakni unit eselon satu Departemen Keuangan Republik Indonesia. Sejarah terbentuknya KPKNL Surakarta tidak terlepas dari sejarah berdirinya DJKN. dan menentukan apakah perbedaan-perbedaan itu menyangkut hal-hal yang principal. kemudian melakukan analisis perbedaan-perbedaan yang terjadi. Dalam analisis ini penulis melakukan pemahaman akan kondisi-kondisi yang ada dalam perusahaan.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.49 Penulis melakukan analisis dengan cara membandingkan antara teori-teori yang penulis miliki dengan data-data yang di dapat dari studi kasus. dari analisis ini penulis dapat menyimpulkan tentang efisiensi dan efektifitas penerapan sistem akuntansi pertanggungjawaban BAB IV PEMBAHASAN 4 A 4. dalam rangka pengamanan keuangan . Pada tahun 1955.

yang kemudian berubah nama menjadi Panitia Penyelesaian Piutang Negara (P3N). PUPN merupakan sebuah panitia interdepartemental yang beranggotakan pejabat-pejabat angkatan perang dan pejabat pemerintah lain. Berdasarkan pasal 4 UU No. sehingga secara resmi terbentuklah Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Pada awalnya PUPN berperan sebagai pembuat (produk hukum) pengurusan piutang negara sekaligus sebagai pelaksana di lapangan (petugas operasional). Penguasa Perang Pusat membentuk Panitia Penyelesaian Tunggakantunggakan Utang kepada Yayasan Pembelian dan Perbekalan.50 Negara. dan PUPN berfungsi sebagai pembuat keputusan atau produk hukum pengurusan piutang negara. PUPN bertugas mengurus piutang negara yang berdasarkan peraturan yang telah diserahkan kepadanya oleh pemerintah atau badan-badan Negara. dan melakukan pengawasan terhadap piutangpiutang yang dikeluarkan negara atau badan-badan negara apakah kredit tersebut benar-benar dipergunakan sesuai permohonan atau syarat-syarat pemberian kredit. Tahun 1960. Rapat Cipayung pada tanggal 25-26 Oktober 1960 memutuskan bahwa ruang lingkup dan wewenang P3N perlu diperluas dan dipertegas dalam rangka pengurusan piutang negara yang cepat dan efisien. Adapun yang melaksanakan tugas pengurusan adalah BUPN yang berada di Departemen kepada yayasan . Dalam rapat tersebut di hasilkan suatu Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 49 Prp. 49 tahun 1960. Berdasarkan namanya. Tugasnya yaitu menyelesaikan segala tunggakan utang para pedagang/instansi pemilik pemerintah. Akan tetapi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1976 dibentuklah Badan Urusan Piutang Negara yang disebut dengan BUPN.

01/2001 tanggal 23 Juli 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Wilayah Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara dan Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2NL). Dengan demikian di setiap Kanwil terdapat dua jenis satuan organisasi yang berada dibawahnya yaitu: Kantor Pelayanan Pengurusan Piutang Negara (KP3N) dan Kantor Lelang (KLN).01/2001 KP2LN Surakarta adalah instansi vertical DJPLN yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kantor Wilayah V DJPLN Semarang. . BUPN mempunyai instansi vertical di daerah yang terdiri atas Kantor Wilayah (Kanwil) BUPN di daerah tingkat I dan satuan organisasi di bawahnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Presiden No.51 Keuangan. Namun demikian. Berdasarkan Keputusan Menteri ini perubahan yang mendasar pada struktur organisasi DJPLN dimana dua kantor yaitu KP3N dan KLN digabung menjadi satu menjadi KP2LN. 21 tahun 1991 Subdit Lelang yang sebelumnya berada di bawah naungan Direktorat Jendral Pajak digabung dengan BUPN sehingga BUPN berubah nama menjadi Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN). Selanjutnya Menteri Keuangan menindaklanjuti dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 445/KMK. BUPLN diubah menjadi Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara. setelah dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 109 tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon 1 Departemen sebagaimana diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 47 tahun 2002. Mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 445/KMK.

Kantor Pelayanan dan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta berdiri seiring dengan adanya reorganisasi di Departemen Keuangan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor : 95 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan peraturan Presiden Nomor : 100/PMK. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 102/PMK.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jendral Kekayaan Negara.723644. Satuan organisasi Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) di bawah DJPLN berubah menjadi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Fax 0271 723693 4.52 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Saat ini Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta Menempati gedung di Jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor: 141 Surakarta dengan Telp. 66 tahun 2006 tentang Perubahan Unit Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia dari Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) menjadi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).1.2 Tugas dan Fungsi KPKNL Surakarta Seiring dengan adanya rorganisasi di tubuh Departemen Keuangan. dan kemudian berimbas pada reorganisasi Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara menjadi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara berdasar peraturan Menteri Keuangan Nomor : .01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan Jo. organisasi Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) berubah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). 0271.

7. Penyajian informasi bidang kekayaan Negara. piutang Negara dan lelang. verifikasi dan analisa pertimbangan permohonan pengalihan serta penghapusan kekayaan Negara. 2. penetapan. maka tugas dan fungsi KPKNL adalah 4. pemeriksaan harta kekayaan milik penanggung hutang/penjamin hutang. penagihan. Registrasi penerimaan berkas.53 100/PMK. usul pencegahan dan penyanderaan penanggung hutang dan/atau penjamin hutang.2 Fungsi KPKNL Surakarta 1. pendayagunaan. pengamanan kekayaan Negara. Registrasi. penilaian piutang Negara dan Lelang 4. penilaian.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaiman dan berdasar Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 102/PMK.1. 4. Pelaksanaan pelayanan lelang. pengadministrasian. pengelolaan barang jaminan.2. 5.1 Tugas KPKNL Surakarta Melaksanakan pelayanan dibidang kekayaan Negara.1. .01/2008 tersebut. Inventarisasi. eksekusi. Pelaksanaan pelayanan penilaian.2. serta penyiapan data usul penghapusan piutang Negara. 6. Penyiapan bahan pertimbangan atas permohonan keringanan jangka waktu dan/atau jumlah hutang. 3.

Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi. 10.1. Pelaksanaan bimbingan kepada Penjabat lelang. 9. 13.3 Struktur Organisasi dan Tugas Masing-masing Bagian 4. Inventarisasi. pengamanan.3. dan pendayaguaan barang jaminan.54 8. Pelaksanaan pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang atau penjamin hutang serta harta kekayaan lain. 14. 12. bagian-bagian atau posisi-posisi.1.1 Stuktur Organisasi “Struktur organisasi (disain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanismemekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Pelaksanaan administrasi Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang 4. wewenang dan tangung jawab yang berbeda-beda . Pelaksanaan penetapan dan penagihan piutang Negara serta pemeriksaan kemampuan penanggung hutang atau penjamin hutang dan eksikusi barang jaminan. maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan. Pelaksanaan pemberian pertimbangan dan bantuan hukum pengurusan piutang Negara dan Lelang. Verikasi dan pembukuan penerimaan pembayaran piutang Negara dan hasil lelang. 11. tugas.

Struktur Organisasi disusun agar dapat menjalin suatu kerjasama yang harmonis berdasarkan atas hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan perusahaan. Seksi Hukum dan Informasi h. tanggung jawab dan wewenang. Kepala Kantor b. Seksi Pelayanan Penilaian e.55 dalam suatu organisasi. Seksi Pengolaan Kekayaan Negara d. Hani Handoko. fungsi. Seksi Pelayanan Lelang g. Seksi Piutang Negara f. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja”(T. standarisasi. Hal ini ditunjukkan dengan kontak dan garis yang disusun menurut kedudukan setiap orang yang ada dalan organisasi tersebut. Sub Bagian Umum c. Kelompok Jabatan Fungsional GAMBAR 1 BAGAN ORGANISASI KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) SURAKARTA Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Sub bagian Umum . Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja. Struktur organisasi Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Surakarta terdiri dari : a. Dengan bagan struktur organisasi tersebut dapat diketahui hubungan antar tugas. 2001:169). koordinasi.

3.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.1.1 Kepala Kantor .2.3. 2009 4. Tugas dan tanggung jawab dari beberapa bagian dalan struktur organisasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta sebagai berikut : 4.1.56 Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.2 Tugas Masing-masing Bagian Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 102/PMK.

4. pengawasan dan pengendalian. sumber daya alam. bimbingan teknis. penerapan metode penilaian. rekonsiliasi nilai serta kesimpulan nilai dan laporan penilaian untuk kepentingan penilaian kekayaan Negara. 4.2. pemindahtanganan.1.3 Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan status penggunaan. penatausahaan dan penyusunan daftar barang milik Negara/kekayaan Negara. pengawasan barang milik Negara dilingkungan KPKNL. pengumpulan dan analisa data.3.2.2 Sub Bagian Umum Sub bagian umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian.1. pengamanan. rumah tangga.3. keuangan.4 Seksi Pelayanan Penilaian Seksi Pelayanan Penilaian mempunyai tugas melakukan penilaian yang meliputi identifikasi permasalahan. serta penatausahaan. tata usaha.3. real . dan pengkoordinasian penyelesaian temuan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. penghapusan. pemanfaatan.1. pengamanan dan pemeliharaan.57 Kepala kantor Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang mempunyai tugas mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyiapan bahan penyusunan rencana strategis dan laporan akuntabilitas. 4. survey pendahuluan.2.

pembukuan penerimaan hasil lelang. pengusulan pencegahan keluar wilayah RI. pendayagunaan. pengusulan dan pelaksanaan paksa jalan.2. eksekusi barang jaminan dan/atau harta kekayaan lain. property khusus dan usaha serta penilaian atas permintaan badan hokum Pemerintah dan penilaian terhadap obyek-obyek penilaian yang diamanatkan oleh undang-undang atau peratuan pemerintah. srta penyusunan minuta risalah lelang. inventarisasi piutang Negara.3.3. 4. pemblokiran. serta inventarisasi. penyiapan dan pelaksanaan lelang. 4. pembuatan salinan. petikan dan grosse . registrasi.5 Seksi Piutang Negara Seksi Piutang Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penetapan dan penagihan piutang Negara serta pemeriksaan kemampuan penanggung hutang dan/atau penjamin hutang.2. dan pemasaran barang jaminan. penyiapan pertimbangan penyelesaian atau penghapusan piutang Negara.58 property.1.pemberian pertimbangan keraingan hutang. pelaksana verifikasi dan penatausahaan risalah lelang. pengamanan. pemeriksaan barang jaminan milik penanggung hutang.1.6 Seksi Pelayanan Lelang Seksi pelayanan lelang mempunyai tugas melakukan pemeriksaan dokumen persyaratan lelang dan dokumen objek lelang.

1.8 Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masingberdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. serta verifikasi penerimaan pembayaran piutang Negara dan hasil lelang.59 risalah lelang.Perhutani (Persero). 4.3.1. pencatatan surat permohonan lelang. penggalian potensi lelang.3. penyajian informasi. pengurusan piutang Negara dan lelang.4 Visi dan Misi KPKNL Surakarta Visi dan Misi KPKNL Surakarta tidak terpisahkan dengan Visi Misi DJKN karena penjabaran dari visi misi akan dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan : .2. 4. pemberian pertimbangan dan bantuan hokum kekayaan Negara.7 Seksi Hukum dan Informasi Seksi Hukum dan Informasi mempunyai tugas melakukan registrasi dan penatausahaan berkas kasus piutang Negara. pelaksanaan superintendensi Pejabat Lelang serta pengawasan Balai Lelang dan Pengawasan lelang pada Perum Pegadaian dan lelang kayu kecil oleh PT.1. 4. penilaian.

Kabupaten Sukoharjo .1. Mewujudkan nilai kekayaan Negara yang riil dan dapat dijadikan sebagai acuan. Kota Surakarta 2. 2. Optimalisasi penerimaan. 4.01/2008 1. Kabupaten Karanganyar 4.1.60 4. 3. Melaksanakan pengurusan Piutang Negara yang efisien. 4. Mengamankan kekayaan Negara. Kabupaten Boyolali 3. efektif.4.2 Misi KPKNL Misi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta 1. transparan dan akuntabel 5.4.1 Visi KPKNL Surakarta “Menjadi Pengelola Kekayaan Negara. Kabupaten Klaten 5. Piutang Negara dan Lelang yang bertanggungjawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat” 4.5 Wilayah Kerja KPKNL Surakarta Wilayah kerja KPKNL Surakarta sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 102/PMK. Mewujudkan lelang sebagai instrument jual beli.1. dan efektifitas pengelolaan Kekayaan Negara. efisiensi pengeluaran.

Kabupaten Sragen 4.1.6 Potensi KPKNL Surakarta 1. Bank Mandiri (Persero) sebanyak 2 kantor cabang 5) PT.61 6. Kabupaten Wonogiri 7. BTN (persero) sebanyak 1 kantor cabang 4) PT. BNI (persero) Sebanyak 5 kantor cabang 3) PT.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJKN Jo. BRI (Persero) Sebanyak 8 kantor cabang 2) PT. Piutang Negara Berdasar Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK. Perbankan 1) PT.01/2007 tentang keanggotaan dan Tata Kerja Panitia Urusan Piutang Negara penyerah piutang di wilayah kerja KPKNL Surakarta sebagai berikut : a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 122/PMK. Non Perbankan 1) RS. BPD Jawa Tengah sebanyak 7 kantor cabang 6) Bank Harapan Santosa 7) PD. Soeradji Tirtonegoro. Bank Pasar Sebanyak 4 kantor b. Ortopedi Surakarta 2) RS.Klaten 3) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe A Bea Cukai Surakarta .

62 Sejak adanya Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah Jo. Berkas Piutang Negara yang saat ini diangani adalah penyerahan sebelum oktober 2006 dan penyerahan baru dari instansi pemerintah. 3. curator. Lelang Eksekusi. b. 2. Surat edaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor SE-01/KN/2006 tanggal 11 Desember 2006 dinyatakan bahwa terhitung sejak 6 Oktober 2006 PUPN/KP2LN sekarang KPKNL tidak lagi menerima penyerahan pengurusan piutang perusahaan Negara/Daerah. kepailitan. Pelayanan Lelang Jenis pelayanan lelang yang dilakukan oleh KPKNL Surakarta adalah : a. BUMN/BUMD. Sukarela. meliputi : Perhutani/Kayu dari tangan pertama. Pemerintah Pusat/Daerah. badan layanan umum. Fiducia. Pengelolaan Kekayaan Negara dan Penilaian Potensi di wilayah kerja KPKNL Surakarta dalam hal inventarisasi dan penilaian kekayaan Negara meliputi 226 satker dan 4 asset Cina/Asing. Hak Tanggungan.Lelang Non Eksekusi. Balai Lelang. Rampasan. Sitaan. PUPN. meliputi : Pengadilan Negeri/Agama. Temuan. .

63

4.1.7

Layanan Unggulan KPKNL Surakarta

Pelayanan merupakan serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan juga merupakan suatu proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat (Munir, 2000; 17). Masih banyak pengertian pelayanan yang dikemukakan oleh beberapa pakar yang lain. Pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang baik yang dilakukan oleh suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta termasuk bidang administrasi harus memuat beberapa aspek, antara lain : 1. Keterbukaan, yaitu adanya informasi pelayanan yang berupa loket informasi yang dimilikinya dan terpampang dengan jelas ; 2. Kesederhanaan yaitu mencakup prosedur palayanan dan persyaratan pelayanan 3. Kepastian yaitu menyangkut informasi waktu, biaya dan petugas pelayanan yang jelas ; 4. Keadilan yaitu memberi perhatian yang sama terhadap pelanggan tanpa adanya diskriminasi yang dapat dilihat dari materi atau kedekatan seseorang ; 5. Keamanan dan kenyamanan hasil produk pelayanan memenuhi kualitas teknis dan dilengkapi dengan jaminan purna pelayanan secara administrasi 6. Perilaku petugas pelayanan menyenangkan pelanggan, yaitu harus tanggap dan peduli dalam memberikan pelayanan dengan tidak mempersulit pelanggan untuk mencari keuntungan pribadi.

64

Berkaitan dengan adanya reformasi birokrasi di Departemen Keuangan diterbitkan surat edaran Nomor : 09/2007 tentang standart Operating Prosedure. Untuk KPKNL Surakarta jenis pelayanan tersebut meliputi :

a. Pelayanan Kekayaan negara

Pelayanan

di

bidang

kekayan

Negara

yaitu

pelayanan

inventarisasi,

pengadministrasian, pendayagunaan,pengamanan dan pemeliharaan terhadap kekayaan Negara, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pemantauan, penatausahaan, akuntansi, dan penyusunan daftar barang milik Negara serta penetapan status penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan dan penghapusan barang milik Negara/ kekayaan Negara.

b. Pelayanan Piutang Negara

Pelayanan di bidang Piutang Negara yaitu pelayanan terhadap pengurusan piutang Negara, evaluasi pelaksanaan pengurusan piutang Negara, pemberian bahan pertimbangan atas usul penghapusan piutang instansi pemerintah daerah, paksa badan atau penyelesaian piutang Negara, penyiapan bahan penetapan persetujuan / penolakan keringanan hutang, serta bimbingan teknis pengelolaan barang jaminan dan pemeriksaan harta kekayaan atau barang jaminan yang tidak diketemukan milik penanggung hutang atau penjamin hutang.

c. Pelayanan Lelang

Pelayanan di bidang Lelang yaitu pelayanan terhadap penggalian potensi, pemantauan, bimbingan teknis, evaluasi, verifikasi,penatausahaan risalah lelang,

65

pengembangan lelang, penyiapan bahan pengawasan lelang, pelaksanaan pemeriksaan kinerja lelang, pembukuan hasil lelang, dan bimbingan terhadap Profesi Pejabat Lelang, dan Jasa Lelang, serta pengawasan lelang.

Disamping itu, KPKNL Surakarta menerapkan pelayanan satu tempat atau pelayanan terpadu sehingga pengguna jasa (stake holder) KPKNL Surakarta akan terlayani dengan baik.

4.1.8

Slogan KPKNL Surakarta

Dengan semakin banyaknya tuntunan masyarakat dalam bidang pelayanan public maka KPKNL Surakarta bertekad mewujudkan pelayanan yang professional sehingga menetapkan motto “PROFESIONALISME ADALAH LAYANAN KAMI”.

4.2 Pembahasan

4.2.1

Analisis Penggolongan Kode Mata Anggaran

mencatat dan meringkas biaya-biaya dengan tingkat manajemen yang bertanggung jawab.66 Salah satu syarat penerapan akuntansi pertanggungjawaban adalah adanya klasifikasi dan Kode Perkiraan tiap akun. Kode Perkiraan Belanja 52. Kode Perkiraan Keuangan (Aktiva Lancar) 13. Tujuan mengklasifikasikan Kode Perkiraan buku besar di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta adalah untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan dan sebagai pengendali penggunaan anggaran Negara dan penerimaan Negara. Kode Perkiraan Estimasi Pendapatan 51. Berikut ini adalah pengelompokan atas Kode Perkiraan adalah sebagai berikut: 11. Kode Perkiraan Investasi pada Aktiva Tetap 42. Tabel 1 Susunan Kode Mata Anggaran Kegiatan KPKNL Surakarta . Kode Perkiraan Aktitva Tetap 21. Kode Perkiraan Cadangan Persediaan 32. Kode Perkiraan Pendapatan Ditangguhkan dan Utang KUN 31. Allotment perkiraan Belanja 53. Kode Perkiraan Belanja Modal Berikut ini table kode mata anggaran pada KPKNL Surakarta. Sistem akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem pengumpulan biaya untuk pengendalian biaya yaitu dengan cara menggolongkan. Setiap tingkat manajemen merupakan pusat biaya dan akan dibebani biaya-biaya yang terjadi di dalamnya dan dipisahkan antara biaya terkendali dengan biaya tidak terkendali.

67 Kode Perkiraan 111711 113712 115111 115199 131111 131311 131511 212411 212511 311411 321211 423227 423228 521219 524111 524119 423221 423227 423228 423291 Nama Perkiraan Kas di Bendahara Penerimaan Piutang dari KPPN Barang Konsumsi Persediaan lainnya Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bagunan Pendapatan yang Ditangguhkan Utang kepada KUN Cadangan Persediaan Diinvestasikan Dalam Asset Tetap Estimasi Pendapatan Bea Lelang Yang Dialokasikan Estimasi Pendapatan Biaya Pengurusan Piutang Dan Lelang Negara Allotment Belanja Barang Non Operasional Lainnya Allotment Belanja Perjalanan Biasa Allotment Belanja Perjalanan Laiinya Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro) Pendapatan Bea Lelang Pendapatan Biaya Pengurusan Piutang Dan Lelang Negara Pendapatan Jasa Lainnya .

68 423911 511111 511119 511119 511121 511122 511123 51125 511126 511129 511129 511151 512112 521111 521119 521219 522111 523111 523121 524111 524219 524219 523111 Penerimaan Kembali Belanja Pegawai Pusat TAYL Belanja Gaji Pokok PNS Belanja Pembulatan Gaji PNS Pengembalian Belanja Pembulatan Gaji PNS Belanja Tunjangan Suami/Istri PNS Belanja Tunjangan Anak PNS Belanja Tunjangan structural PNS Belanja Tunjangan PPh PNS Belanja Tunjangan Beras PNS Belanja Uang Makan PNS Pengembalian Belanja Uang Makan PNS Belanja Tunjangan Umum PNS Belanja Uang Honor Tidak Tetap Belanja Keperluan Perkantoran Belanja Barang Keperluan Lainnya Belanja Barang Non Operasional Lainnya Belanja Langganan Daya dan Jasa Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin Belanja Perjalanan Biasa Belanja Perjalanan Lainnya Pengembalian Belanja Perjalanan Lainnya Belanja Modal Peralatan dan Mesin .

2 Analisa Laporan Keuangan Instansi .69 (Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta. tetapi secara langsung di catat pada satu Kode Mata Anggaran berdasarkan jenis dan penggunaan dana pada KPKNL Surakarta. berdasarkan klasifikasi dan Kode Mata Anggaran diatas dapat disimpulkan bahwa sistem klasifikasi dan Kode Mata Anggaran Kegiatan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta tidak memberikan Informasi yang maksimal mengenai tempat terjadinya penggunaan biaya / pendapatan di setiap bagian. 4.2. 2009) Berdasarkan ringkasan dari klasifikasi dan Kode Mata Anggaran Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta yang telah disajikan diatas dapat disimpulkan bahwa klasifikasi dan kode perkiraan rekening KPKNL Surakarta tidak dikaitkan dengan struktur organisasi yang ada melaikan sesuai dengan Badan Akuntansi Standart (BAS) yang telah ditetapkan Dirjen Keuangan Negara. Dengan demikian.

2. SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Milik Negara (SIMAK-BMN).05/2007 tentang Sistem Akuntansi Instansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat serta Peraturan Direktorat Jenderal Perbendaharaan nomor Per-51/PB/2008 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga.1 Prosedur Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Prosedur penyusunan laporan pertanggungjawaban Instansi Pemerintah disusun sesuai dengan Sistem Akuntansi Instansi menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK. 4. Sistem Akuntansi Instansi atau disingkat SAI dilaksanakan Oleh kementrian Negara/lembaga yang memproses transaksi keuangan baik arus uang maupun barang. .1 Prosedur Penyusunan dan Pelaporan Atas Laporan Keuangan Instansi Sebagai Pelaksanaan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban. Informasi yang disajikan di dalamnya telah disusun sesuai ketetuan perundang-undangan yang berlaku.1.2.2.2. KPKNL Surakarta adalah salah satu Kementerian Negara/Lembaga yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi akuntansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran dengan menyusun laporan keuangan berupa Realisasi Anggaran dan Neraca disertai Catatan atas Laporan Keuangan. Penyusunan laporan keuangan KPKNL Surakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 171/PMK.70 4.05/2007 Bagian Ketiga tentang Sistem Akuntansi Keuangan.

71 Untuk melaksanakan SAI. Berikut ini gambaran Kerangka umum tentang SAI : GAMBAR 2 KERANGKA UMUM SAI SAI Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) Sistem Akuntansi Managemen dan Akuntansi BMN (SIMAK-BMN) (sumber :peraturan pemerintah no 171/PMK.2.2 Pelaporan Atas Laporan Keuangan Pertanggungjawaban Pelaporan atas Sistem Akuntansi Instansi dimulai dari Unit-unit Akuntansi instansi disetiap bagian dari KPKNL Surakarta yang menerima dana desentralisasi.2.1. UAI terdiri dari Unit Akuntansi Keuangan (UAK) dan Unit Akuntansi Barang (UAB). KPKNL Surakarta membentuk Unit Akuntansi Instansi (UAI) yang sesuai dengan hirarki pada struktur organisasi.05/2007) 4. Unit instansi KPKNL Surakarta selanjutnya melaksanakan fungsi akuntansi dan .

2 Analisis Laporan Pertanggungjawaban KPKNL Surakarta Tahun Anggaran 2008 Realisasi anggaran KPKNL Surakarta pada TA 2008 meliputi Realisasi Pendapatan adalah sebesar Rp.829. 910.825.398.080. 5.00 atau sebesar 69. yang merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran oleh unit-unit bagian di KPKNL Surakarta.642.00.664.72 pelaporan keuangan atas pelaksanaan anggaran sesuai dengan tingkat organisasinya yang menghasilkan laporan Keuangan Instansi. 4. baik sebagai entitas akuntansi maupun entitas pelaporan. Laporan yang dihasilkan berupa laporan realisasi anggaran. 1.100.900. Oleh Bagian Bendahara Kantor. Data Akuntansi dan laporan keuangan setiap unit/seksi instansi secara berkala disampaikan kepada bagian perbendaharaan KPKNL Surakarta.00.2. dan catatan atas laporan keuangan. data akuntansi dan laporan keuangan tiap unit/seksi di input kedalam Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN yang kemudian dikompilasi dan menghasilkan Laporan Anggaran dan Realisasi Penggunaan Anggaran serta Catatan Atas Laporan Keuangan KPKNL Surakarta sebagai Laporan Pertanggungjawaban Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta atas penggunaan Anggaran.124.2. Sedangkan untuk realisasi anggaran belanja adalah sebesar Rp. 4. yang terdiri dari: .772.630. neraca.00 atau 200.54 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam DIPA sebesar Rp.90 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam DIPA dan SKPA sebesar Rp.

Penerimaan Negara Bukan Pajak 3.90% 69.Belanja Rupiah Murni Anggaran Realisasi % Real. 910.825.630 Rp 1. Angg.124. Realisasi Belanja Negara a.100.90% Rp 1.642.664 Rp Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.124.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan adalah sebesar Rp.630 Rp Rp 5.772.54 persen dari anggaran yang ditetapkan dalam DIPA sebesar Rp.2. .003.630.73 2.080.829 200.900. Rp 910.100.829 181.398 4.772.642. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah a.2. 1.900.00 atau 200.854. 2009 4.664 Rp Rp 5.3.81% 4.825.080.829.398 69. Belanja Rupiah Murni Tabel 2 Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah dan Realisasi Belanja Negara TA 2008 Uraian Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah .3 Penjelasan Per Pos Laporan Realisasi Anggaran 4.54% 1.00.825.100.Penerimaan Negara Bukan Pajak Realisasi Belanja Negara .

800 1.200 1.3.400 1.600 1.54 persen dari .00 atau mencapai 200.74 Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah TA 2008 dapat dilihat pada Grafik dibawah ini: Grafik 1 Komposisi Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah TA 2008 2.825.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada TA 2008 terdiri dari Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 1. 2009 4.000 1.000 800 600 400 200 0 2008 2007 2007 2008 Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.2.100.829.

3.00 atau sebesar 21.100. 3.073.630. dan Kenaikan Pendapatan jasa Lainnya.829.00. 1.825. Dibandingkan dengan TA 2007. 4. Kenaikan Biaya Pengurusan Piutang dan Lelang Negara. Kenaikan reaslisasi PNBP disebabkan oleh : 1.630.2. Penyebab kenaikan ini adalah Kenaikan Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan ( Jasa Giro). 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya pada KPKNL Surakarta TA 2008 sebesar Rp1.080.097. Kenaikan Pendapatan Jasa Lembaga Keuangan ( Jasa Giro) Kenaikan Pendapatan Bea Lelang Kenaikan Biaya Pengurusan Piutang dan Lelang Negara.865.080.00 atau 38. 4.3 Penerimaan Negara Bukan Pajak Lainnya 1.732.440. Pendapatan TA 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp507. Realisasi PNBP lainnya dirinci dalam tabel 5 di bawah ini: .384.235. Kenaikan Pendapatan Bea Lelang.54 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp910. dan per 31 Desember 2007 sebesar Rp.08 persen . Kenaikan atas realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP) sebesar Rp.480.75 yang dianggarkan sebesar Rp 910.52 persen. Kenaikan Pendapatan jasa Lainnya.00.00 atau 200.

0 2008.007 2007.727.00% 34.812 Grafik 2 Komposisi Realisasi Penerimaan PNBP TA 2008 2008.984.700.252 2007.Pend.956.280.Pend.350. 0 2008. Biaya Pengurusan Piutang Negara .339.304.862 779.942.304.Pend.140 - % Naik/Turun -100.579.751.280.900.000 14.326.00% -100.73% -49.64% -100. 0 2007 2008 . 3. 779. Bea Lelang . Jasa Penjualan Hasil Sitaan .007 Rp 758. 6. 13.80% 32.751.033.48% PENDAPATAN JASA LAINNYA .577 Rp 1.285 Rp Rp 1.565 2008.033.285 2008.956.942.816. Jasa II Lainnya .252 Rp Rp Rp 1. Jasa Lembaga Keuangan (Jasa Giro) . 758.900.000 Rp 2.700.000 2007.478. Jasa Penjualan Asset . 23. 554.579.727.984.285 2007.339. 0 2007.Penerimaan Kembali Belanja Pegawai TAYL Jumlah 23.140 2008.145 2007. 15. 14.326.862 2007.000 2008.385 2008.285 Rp 6.00% 49.565 554.76 Tabel 3 Rincian Realisasi PNBP Lainnya Per 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 Uraian 31-Des-08 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31-Des-07 58.Penerimaan Uang Muka Gaji .000 15. 2.145 3.385 13. 1.57% 36.Pend. 58.Pend.000 2007.074.Pend.

00 atau sebesar 55.00 yang dikeluarkan dalam bentuk Surat Kuasa Pengguna Anggaran (SKPA).94 persen dari anggarannya.2. dan Belanja Modal.194.664.2. 2009 4.592.2.00.758. Belanja KPKNL Surakarta menurut jenis belanja terdiri atas: Belanja Pegawai.175.126. Jumlah realisasi Belanja tersebut terdiri dari realisasi Belanja Rupiah Murni sebesar Rp. Realisasi belanja TA 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp.77 Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.967.4.882.126. Kenaikan ini terutama disebabkan atas meningkatnya pengeluaran belanja barang khususnya untuk kegiatan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara untuk TA 2008 sebesar Rp.909.4.417.00 atau 41.577. Komposisi realisasi Belanja tersebut menurut jenis belanja disajikan pada Tabel 4 sebagai berikut: .1.436.00 atau mencapai 69.57 persen dari realisasi belanja TA 2007 sebesar Rp.4 Belanja Realisasi Belanja pada TA 2008 adalah sebesar Rp.1.194.733. Belanja Barang.909.437.94 persen dari anggarannya.00 atau 69.411.25 persen dari pagu sebesar Rp.

78 .

2009 Komposisi Realisasi Belanja Pemerintah Pusat menurut Jenis Belanja dapat disajikan seperti grafik 3 dibawah ini: grafik 3 grafik komposisi realisasi belanja pemerintah pusat menurut jenis biaya Bantuan Sosial 0% Belanja Pegawai 37.1.000.194.819.772.710.2.126.88% 61.72% 99.518.909.005.150.762.64% Setelah Revisi (Rp) Anggaran Realisasi Belanja Persentase Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.74.860.03% .75.79 Tabel 4 Rincian Realisasi Anggaran per Jenis Belanja Per 31 Desember 2008 Kode Uraian Jenis Jenis Belanja Bel.000.744.5.664.080.664.71% Belanja Barang 61. 51 52 53 Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Jumlah (Rp) 1.4.900.380.16% Belanja Modal 13.533.000.189.87.4.41% 69.

2.96 persen dari realisasi TA 2007 sebesar Rp1.744.380.800.66 % Belanja Gaji dan Tunjangan Belanja Honorarium 1.295.428.547. Perbandingan Realisasi Belanja Pegawai per jenis belanja antara relisasi Tahun 2008 dengan 2007 dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 Rincian Realisasi Belanja Pegawai Tahun Anggaran 2008 dan 2007 31 Des 2008 Belanja Pegawai (Rp) 31 Des 2007 (Rp) Naik (Turun) 2.658.000 . Hal ini berarti realisasi Belanja Pegawai TA 2008 mengalami penurunan sebesar Rp14.00 atau 1.000.00 yang berarti 87.1 Belanja Pegawai Realisasi Belanja Pegawai TA 2008 adalah sebesar Rp1.4. Penurunan realisasi tersebut disebabkan oleh belanja lembur pegawai KPKNL Surakarta pada Tahun 2008 tidak ada realisasi dikarenakan sebagian besar pegawai KPKNL Surakarta di fokuskan untuk menyelesaikan kegiatan inventarisasi dan penilaian BMN yang sudah disediakan anggaran tersendiri melalui SKPA.005.00.329.885.860.427.88 persen dari pagu yang ditetapkan dalam DIPA TA 2008 sebesar Rp1.80 4.65 % 0.00.000 1.533.516.278.005 72.320.227 72.

2009 4.480.820.00 yang berarti 61.00 Hal ini berarti realisasi Belanja Barang TA 2007 mengalami kenaikan sebesar Rp1.227 (1.07 % Total 1.000 110.819.346.080.533.518.005 1.00 atau 224.000 (100 %) 18.81 Belanja Lembur Belanja Uang Makan 0 130.380.622.695.92 persen dari realisasi belanja barang TA 2007.96 %) Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.743.2 Belanja Barang Realisasi Belanja Barang TA 2008 adalah sebesar Rp2.664. Rincian Belanja Barang TA 2008 terlihat pada tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6 Rincian Realisasi Belanja Barang TA 2008 dan 2007 31 Des 2008 Belanja Barang (Rp) 31 Des 2007 Naik/Turun (Rp) .4. Peningkatan ini disebabkan adanya realisasi kegiatan inventarisasi dan penilaian Barang Milik Negara yang dibiayai dengan SKPA dan masuk dalam DIPA sebagai belanja barang.189.762.542.000 63.690.2.72 persen dari pagu yang ditetapkan dalam DIPA TA 2008 sebesar Rp4.

800 1.3 Belanja Modal Realisasi Belanja Modal TA 2008 adalah sebesar Rp74.42 % 224.82 Belanja Barang Operasional Belanja Pemeliharaan Belanja Jasa Belanja Perjalanan Belanja Barang Non Operasional Total 417.592. Penurunan tersebut disebabkan pada TA 2008 karena pagu belanja modal jauh lebih kecil dibanding pagu belanja modal pada TA 2007.334.577.00.881 75.967 2.189 440.150.465 82.872.2.41 persen dari pagu yang ditetapkan dalam DIPA TA 2008 sebesar Rp75.710.825.308.254 106.100 0 775.380 135. Hal ini berarti realisasi Belanja Modal TA 2008 mengalami penurunan sebesar Rp13.92 % Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.37 %) 21.278.520.784.474 152.000.824. Rincian Belanja Modal TA 2008 dapat dilihat pada tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7 Rincian Realisasi Belanja Modal .577 290.561.00 yang berarti 99.518.200.196.709 (5.200.45 % 8.00.00 atau 18.819.11 % 47.4. 2009 4.56 persen dari realisasi belanja modal TA 2007 sebesar Rp88.582.000.

2.200 (18. Saldo bank sebesar Rp0.000 31 Des 2007 Naik/Turun (Rp) 88.1 Kas di Bendahara Pengeluaran Jumlah Kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2008 dan per 31 Desember 2007 masing-masing sebesar Rp0.6 PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA 4.2.00 merupakan saldo rekening koran bank yang dibuka oleh bendahara pengeluaran untuk kepentingan operasional kantor pada PT Bank Negara Indonesia Cabang Surakarta Nomor .200 (18.710.6.2.1 ASET LANCAR 4.000 88.710. 2009 4.56 %) Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.6.83 TA 2008 dan 2007 31 Des 2008 Belanja Modal (Rp) 74.56 %) Belanja Modal Tanah Belanja Modal Peralatan dan Mesin Belanja Modal Gedung dan Bangunan Total - - - 74.00.1.582.582.

002.062. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar Rp.7.87 % dibanding dengan saldo kas per 31 Desember 2007 sebesar Rp101.803. 31 .508.498.668.00.2759 an.6.630. baik saldo rekening di bank maupun saldo uang tunai yang berada di bawah tanggung jawab bendahara penerimaan yang belum disetor ke kas negara. Dana masih dalam proses identifikasi dan konfirmasi Rp258.003.503.2. Bendahara Pengeluaran KPKNL Surakarta.00.00.2.039.00 per 31 Desember 2007 sebesar Rp5.307.00 tersebut terbagi kedalam 3 (tiga) bagian yaitu: 1.00 atau 98.2 Kas di Bendahara Penerimaan Jumlah Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2008 sebesar Rp342. 4. 3.793.288.1.307.626. Terdapat peningkatan nilai Aset Tetap sebesar Rp1.527.751.071. Dana milik BUMN atau dana milik pihak ketiga lainnya Rp77. Saldo kas ini mencerminkan saldo yang berasal dari pungutan yang sudah diterima oleh bendahara penerimaan selaku wajib pungut yang belum disetorkan ke kas negara yang mencakup seluruh kas. Dari dana sebesar Rp342.668.d.00.00.84 Rekening 003. 2.807.6. Dana milik pemerintah dan atau DJKN yang belum disetor ke Kas Negara Rp6.92 %.00 atau 25.00.549.2 ASET TETAP Jumlah Aset Tetap Per 31 Desember 2008 sebesar Rp. 4. Aset Tetap dinilai dengan menggunakan metode harga perolehan (acquisition cost) dan untuk aset dengan perolehan s.978.

865.930.527.831.003.000.751.00 36.978.02 %) 2007 Naik/Turun 3.00 2. Komposisi Aset Tetap 2 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 8 dibawah ini Tabel 8 Tabel Rincian Aset Tetap Per 31 Desember 2008 dan 2007 Jenis Aset 2008 Tetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Total 7.92 % Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta.00 1.000.280.92 % 2.251.00 1.870.00 5.922.630.000.00 25.039.00 25.85 Desember 2004 telah menggunakan nilai wajar yang berasal dari penilaian Tim IP BMN KPKNL Surakarta yang memperhitungkan penyusutan.039.69 % (14.504.604.529.500. dengan metode yang pendekatan data pasar dan pendekatan biaya.100.000.00 1.700. 2009 Dari tabel komposisi Aset Tetap selama dua tahun terakhir (2008 dan 2007) seperti tersebut diatas dapat pula digambarkan dalam bentuk grafik komposisi aset yang dapat dijelaskan seperti pada Grafik 4 sebagai berikut : Grafik 4 Komposisi Aset Tetap .

86

TA 2008 dan 2007

3,000,000,000.00 2,500,000,000.00 2,000,000,000.00 1,500,000,000.00 1,000,000,000.00 500,000,000.00 0.00 Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan 2007 2008

Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta, 2009

4.2.6.2.1 Tanah

Jumlah nilai Tanah per 31 Desember 2008 sebesar Rp2.504.000.000,00 atau mengalami peningkatan nilai sebesar Rp672.130.000,00 atau 36,69 % dari nilai tanah per 31 Desember 2007 sebesar Rp1.831.870.000,00 namun kuantitasnya tidak bertambah. Mutasi peningkatan nilai tanah tersebut disebabkan penilaian dari Tim Penertiban BMN KPKNL Surakarta. Rincian aset tanah yang dimiliki KPKNL Surakarta dapat dilihat pada Tabel 9 berikut ini.

87

Tabel 9 Rincian Aset Tetap Tanah Per 31 Desember 2008 Legalitas Luas No Satker Tanah (m2) Bersertifikat m Kepemilikan Belu Nilai (Rp)

KPKNL 2.000 1 Surakarta KPKNL 187 2 Surakarta Mutasi Tambah Nilai (Penilaian Tim IP BMN) Nilai Tanah Per 31 Desember 2008 672.130.000 2.504.000.000 1.870.000 SHP - 1.830.000.000

Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta, 2009

4.2.6.2.2 Peralatan dan Mesin

Jumlah Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2008 sebesar Rp1.100.930.039,00 dan jumlah per 31 Desember 2007 sebesar Rp1.280.529.251,00. Terdapat penurunan sebesar Rp179.599.212,00 atau 14,02 % dari tahun 2007, hal ini disebabkan adanya hasil koreksi nilai tim penertiban aset. Tabel 10 Posisi Perbandingan Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2008 dan

88

31 Desember 2007 Kenaikan / 31 Desember 2008 31 Desember 2007 Penurunan Rp1.100.930.039,00 Rp1.280.529.251,00 (179.599.212,00)

Mutasi/perubahan peralatan dan mesin sebesar Rp.179.599.212,00 tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 11 Rincian Mutasi Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2008

Saldo Awal Pembelian Transfer Masuk/Hibah

Rp. Rp. Rp. Rp.

1.280.529.251,00 74.710.000,00 103.704.500,00 1.458.943.751,00

Pengurangan Koreksi Nilai Rp. Rp. Rp. 358.013.712,00 358.013.712,00 1.100.930.039,00

Jumlah

500.604.00.2.057. Sedangkan per 31 Desember 2007 sebesar Rp2. 2009 Penambahan Peralatan dan Mesin tidak sama dengan belanja modal.000.865.2.500.6.2.1 Pendapatan Yang Ditangguhkan Jumlah Pendapatan Yang Ditangguhkan per 31 Desember 2008 sebesar Rp6.2.6. Dibandingkan posisi Pendapatan Yang Ditangguhkan per 31 .3 Kewajiban Jangka Pendek 4.00.710. 4.6. Perubahan nilai asset berupa penambahan nilai gedung dan bangunan berasal dari koreksi nilai tim penertiban asset sebesar Rp1.000.89 Sumber : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surakarta. Penambahan yang dipengaruhi oleh belanja modal telah sama dengan pencatatan peralatan dan mesin yaitu perolehan BMN melalui transaksi pembelian sebesar Rp74.3 Gedung dan Bangunan Jumlah Gedung dan Bangunan per 31 Desember 2008 sebesar Rp3.922.700.00.3.88 persen. 4. hal ini disebabkan terdapatnya penambahan dan pengurangan peralatan dan mesin yang tidak dipengaruhi oleh belanja modal yaitu adanya hibah peralatan dan mesin dari Kantor Pusat DJKN serta adanya koreksi nilai oleh Tim Penertiban Asset.793.498.095.00.00 atau sebesar 36.

Rincian Ekuitas Dana disajikan pada Tabel 12 dibawah ini.657. Dibandingkan dengan tahun 2007 Ekuitas Dana mengalami kenaikan sebesar Rp1.25 % 25.2.2 Ekuitas Dana Jumlah Ekuitas Dana per 31 Desember 2008 sebesar Rp7. 4.718 27.6.00.967 (102.730. Tabel 12 Ekuitas Dana TA 2008 dan 2007 Naik/Turu Uraian 2008 2007 n Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana yang 7.003.00 atau mengalami penurunan sebesar Rp436.039 5.00 atau 98.317.785.00 atau 27.68 %) .527.975.815.937.464 105.083.961.741.46 %.25 %.751 Diinvestasikan Jumlah Ekuitas Dana 7.503 6.836.98 % 213.503.504.630.466.500.466. ini terdiri dari Ekuitas Dana Lancar dan Ekuitas Dana yang Diinvestasikan.3.90 Desember 2007 sebesar Rp443.741.

6.00. dan aset lainnya.2. penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut : .00 Rp5.6.464.2 Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Investasi adalah dana yang diinvestasikan dalam investasi jangka panjang.2. Ekuitas Dana Lancar pada KPKNL Surakarta terdiri atas Cadangan Persediaan sebesar Rp213.978. sedangkan per 31 Desember 2007 adalah sebesar BAB V PENUTUP Dari hasil analisis pada bab sebelumnya.00 yang merupakan akun penyeimbang dari akun Persediaan.751.630.003. Ekuitas dana investasi per 31 Desember 2008 pada KPKNL Surakarta terdiri dari Investasi Dalam Aset Tetap sebesar Rp7.1 Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Lancar adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara nilai aset lancar dengan kewajiban jangka pendek.039.3.2.2.527.3.91 4.836. 4. aset tetap.

Anggaran yang telah ditetapkan tersebut akan digunakan sebagai alat pengendalian kegiatan operasional oleh Kepala Kantor dan para kepla Bagian sebagai pusat pertanggungjawaban akan dievaluasi dan dianalisa prestasi aktualnya berdasarkan tiap kode perkiraan anggaran tersebut. Faktor yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas peranan akuntansi pertanggungjawaban dalam mengendalikan dan mengevaluasi kinerja manajemen adalah adanya Struktur organisasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta telah menunjukkan adanya pemberian otoritas dan tanggung jawab yang mutlak dan absoulut antara Kepala Kantor dengan Kepala Bagian. hal ini dibuktikan dengan Anggaran yang tetap yang diberikan Pemerintah dan partisipasi dari setiap Bagian instansi KPKNL Surakarta dalam Penggunaan Anggaran yang telah ditetapkan. Kesimpulan 1. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban dalam mengendalikan dan mengevaluasi kinerja manajemen perusahaan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta telah berjalan secara efektif dan efisien.1. yakni dengan melibatkan seluruh Bagian . Pemisahan fungsi-fungsi manajemen menjadi pusat pertanggungjawaban menunjukan bahwa instansi sangat mementingkan sistem pengendalian yang baik.92 5. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta telah menetapkan proses penyusunan anggaran dengan baik. 2.

tugas.93 pada berbagai tingkat.2.01/2008 sehingga seluruh kegiatan di dalam instansi dapat berjalan dengan baik. . Dengan adanya partisipasi tiap Bagian dalam proses penyusunan anggaran maka anggaran dapat dijadikan sebagai alat untuk menilai prestasi kerja manajemen / staff kantor selama periode anggaran tersebut dan anggaran dapat digunakan sebagai tolak ukur sejauh mana penghargaan atau hukuman dapat diberikan sebagai bentuk konsekuensi atas kinerja staff kantor. khususnya para kepala Bagian yang berkepentingan dengan anggaran . 5. Saran 1. 2. Kepada Kepala Bagian Bendaharawan agar dibuat Kode Perkiraan untuk penggunaan/pendapatan dana di setiap Bagian instansi agar dapat diketahui besarnya penggunaan/pendapatan dana setiap bagian dan juga sebagai pengendali penggunaan dana di setiap Bagian KPKNL Surakarta. Proses penyusunan ini telah memenuhi kriteria partisipasi seluruh staff Kantor KPKNL Surakarta. Kepada Kantor dan Kepala Bagian beserta staff agar dapat melaksanakan fungsi. wewenang dan tanggung jawab masing-masing secara profesional sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 102/PMK.

Managerial Accounting. D. Edisi 2. Pengkoordinasian kerja dan Pengawasan Kerja. New Delhi : McGraw – Hill. Co. Inc. Management Control System. Noreen. Anthony. Sistem Pengendalian Managemen. Richard D.. 2000. R. Drs. Inc. Gary. Garrison. Behavioral Accounting. Bor – Yi Tsay.. BPFE – Yogyakarta. Inc. Husein.. . Management Control th System. Robert N. Organization and Management. Munandar M. Halim Abdul. Helene Ramanauskas – Marconi. Ohio : South – Western Publishing. Anthony. 2000. Fakhri Muh. Bedford. Thomas P. Irwin. Louderback. Robert N. Dominiak. Irwin : McGraw – Hill. 2003. 1982. 1997. Inc. Eric W. 1994. 2000... Norton M. Management Accounting. South Westren College : International Thomson Publishing. Siegel. Budgeting – Perencanaan Kerja.. Govindarajan Vijay. Co. Edmonds.. Akademi Manajemen Perusahaan YKPN. Ray H.94 DAFTAR PUSTAKA Agarwal.. New Delhi : McGraw – Hill.. Cindy Edmonds. Co. Irwin : McGraw – Hill. Fundamental Managerial Accounting Concepts.. 1984. Tjahjono Achmad. 1989. 5 Edition. John Dearden.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful