DIODA

DIODA (Laporan Praktikum Elektronika Dasar I

)

Penyusun : 1. Eka Nurhayanti 2. Febrianti Manulang 3. Hanny Kruisdiarti (0913022088) (0913022044) (0913022048)

4. Mitha P. Mahardika (0913022054) 5. Merta Dhewa Kusuma (0913022052) Program Studi : Pendidikan Fisika Kelas Dosen :B : Drs. Eko Suyanto, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2011

Fleming (1849-1945) pada tahun 1904.A. Untuk Semi konduktor tipe P berfungsi sebagai Anoda dan untuk semi konduktor tipe N berfungsi sebagai katoda.c. Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J. Gambar Konfigurasi Dioda Masing-masing konduktor yang terdapat pada dioda memiliki fungsi. Menguji arah aliran arus sebuah dioda dan untuk mengenali terminal-terminalnya b. Dioda memiliki buah dua kutub yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Tinjauan Pustaka Dioda Dioda ialah jenis vacum tube yang memiliki dua buah elektroda. Dioda adalah salah satu komponen elektronika pasif. Menguji suplai daya d. Judul : Dioda 2. Dioda terbuat dari bahan semi konduktor tipe P dan semi konduktor tipe N yang di saling dihubungkan. Pada daerah sambungan 2 . Menguji penghalusan dan suplai daya c. sederhana 3. Tujuan : a.ISI 1.c. Menguji aturan kerja suplai daya d. radio transistor sederhana d.

Gambar 1 : Simbol dan struktur dioda Gambar ilustrasi di atas menunjukkan sambungan PN dengan sedikit porsi kecil yang disebut lapisan deplesi (depletion layer). pada sisi P banyak terbentuk hole-hole yang siap menerima elektron sedangkan di sisi N banyak terdapat elektron-elektron yang siap untuk bebas merdeka. Untuk mengetahui letak anoda dan katoda biasanya diberi tanda pada ujungnya berupa gelang atau berupa titik yang menandakan letak katoda. Karenanya ini mengingatkan kita pada arus konvensional dimana arus mudah mengalir dari sisi P ke sisi N. dimana terdapat keseimbangan hole dan elektron.7 volt yang dinamakan sebagai break down voltage. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Gaya barier ini dapat ditembus dengan tegangan + sebesar 0.jenis semi konduktor yang berlawanan ini akan muncul daerah deplesi yang akan membentuk gaya barier. Seperti yang sudah diketahui. Anoda dan Katoda Sisi Positif (P) disebut Anoda dan sisi Negatif (N) disebut Katoda. Lambang dioda seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. yaitu tegangan minimum dimana dioda akan bersifat sebagai konduktor/penghantar arus listrik. Lalu .

maka akan terbentuk hole pada sisi N karena ditinggal elektron. Bahkan lapisan deplesi (depletion layer) semakin besar dan menghalangi terjadinya arus. Kalau mengunakan terminologi arus listrik. Karena baik hole dan elektron masing-masing tertarik ke arah kutup berlawanan. Dalam hal ini. Ini disebut aliran hole dari P menuju N. Demikianlah sekelumit bagaimana dioda hanya dapat mengalirkan arus satu arah saja. Tidak serta merta diatas 0 volt.jika diberi bias positif. tetapi memang tegangan beberapa volt diatas nol baru bisa terjadi konduksi. sisi N mendapat polaritas tegangan lebih besar dari sisi P. dengan arti kata memberi tegangan potensial sisi P lebih besar dari sisi N. Gambar 2 : dioda dengan bias maju Sebalikya apakah yang terjadi jika polaritas tegangan dibalik yaitu dengan memberikan bias negatif (reverse bias). Ini disebabkan karena adanya dinding deplesi (deplesion layer). maka elektron dari sisi N dengan serta merta akan tergerak untuk mengisi hole di sisi P. Dengan tegangan bias maju yang kecil saja dioda sudah menjadi konduktor. maka dikatakan terjadi aliran listrik dari sisi P ke sisi N. Untuk dioda . Tentu kalau elektron mengisi hole disisi P. Gambar 3 : dioda dengan bias negatif Tentu jawabanya adalah tidak akan terjadi perpindahan elektron atau aliran hole dari P ke N maupun sebaliknya.

Pencatu daya jenis ini biasanya digunakan pada peranti elektronika sederhana yang tidak sensitif akan perubahan tegangan. yaitu pencatu daya tak distabilkan dan pencatu daya distabilkan. tegangan maaupun arus keluaran dari pencatu daya tidak distabilkan. Pencatu daya distabilkan. Gambar 4 : grafik arus dioda Sebaliknya untuk bias negatif dioda tidak dapat mengalirkan arus. pencatu jenis ini menggunakan suatu mekanisme loloh balik untuk menstabilkan tegangan keluarannya. namun memang ada batasnya. Kira-kira 0. bebas dari variasi tegangan .7 volt. sehingga berubah-ubah sesuai keadaan tegangan masukan dan beban pada keluaran. dimana dioda tidak lagi dapat menahan aliran elektron yang terbentuk di lapisan deplesi. Pencatu jenis ini juga banyak digunakan pada penguat daya tinggi untuk mengkompensasi lonjakan tegangan keluaran pada penguat.yang terbuat dari bahan Silikon tegangan konduksi adalah diatas 0. pencatu daya listrik dibagi menjadi dua macam.Pencatu daya tak distabilkan merupakan jenis pencatu daya yang paling sederhana. Pencatu daya tak distabilkan dan Pencatu daya distabilkan. Pada pencatu daya jenis ini. Pencatu daya listrik Secara garis besar.2 volt batas minimum untuk dioda yang terbuat dari bahan Germanium. Sampai beberapa puluh bahkan ratusan volt baru terjadi breakdown.

Tegangan positif phasa yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT . Pada rangkaian ini. Ada dua jenis kalang yang digunakan untuk menstabilkan tegangan keluaran.masukan. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). antara lain: Penyearah Prinsip penyearah (rectifier) yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar-1 berikut ini. Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (full wave) diperlukan transformator dengan center tap (CT) seperti pada gambar-2. Transformator (T1) diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan sekundernya. beban keluaran. maupun dengung. dioda (D1) berperan hanya untuk merubah dari arus AC menjadi DC dan meneruskan tegangan positif ke beban R1.

Gambar-4 menunjukkan bentuk keluaran tegangan DC dari rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor..transformator sebagai common ground. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti gambar di atas. Ternyata dengan filter ini bentuk gelombang tegangan keluarnya bisa menjadi rata. Gambar 3 adalah rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor C yang paralel terhadap beban R. . Sebenarnya garis b-c bukanlah garis lurus tetapi eksponensial sesuai dengan sifat pengosongan kapasitor. Garis b-c kira-kira adalah garis lurus dengan kemiringan tertentu. dimana pada keadaan ini arus untuk beban R1 dicatu oleh tegangan kapasitor. Walaupun terlihat di sini tegangan ripple dari kedua rangkaian di atas masih sangat besar. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya untuk men-catu motor dc yang kecil atau lampu pijar dc. bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai.

Bisa juga dengan menggunakan transformator yang tanpa CT. Namun jika beban arus semakin besar. Jika arus I = 0 (tidak ada beban) maka kurva b-c akan membentuk garis horizontal. dapat ditulis : e -T/RC 1 – T/RC sehingga jika ini disubsitusi ke rumus (4) dapat diperoleh persamaan yang lebih sederhana : Vr = VM(T/RC) VM/R tidak lain adalah beban I. maka diperole Vr = VM (1 – e -T/RC) Jika T << RC. Perhitungan ini efektif untuk mendapatkan nilai tegangan ripple yang diinginkan. sehingga dapat ditulis : VL = VM e -T/RC Jika persamaan (3) disubsitusi ke rumus (1). VL adalah tegangan discharge atau pengosongan kapasitor C.Kemiringan kurva b-c tergantung dari besar arus (I) yang mengalir ke beban R. . Penyearah gelombang penuh dengan filter C dapat dibuat dengan menambahkan kapasitor pada rangkaian gambar 2. kemiringan kurva b-c akan semakin tajam. Tegangan yang keluar akan berbentuk gigi gergaji dengan tegangan ripple yang besarnya adalah : Vr = VM -VL dan tegangan dc ke beban adalah Vdc = VM + Vr/2 Rangkaian penyearah yang baik adalah rangkaian yang memiliki tegangan ripple (Vr) paling kecil. sehingga dengan ini terlihat hubungan antara beban arus I dan nilai kapasitor C terhadap tegangan ripple Vr. tetapi dengan merangkai 4 dioda seperti pada gambar-5 berikut ini.

Anda barangkali sekarang paham mengapa rangkaian audio yang anda buat mendengung. coba periksa kembali rangkaian penyearah catu daya yang anda buat. Project board 2.T/Vr = (0. anda mendisain rangkaian penyearah gelombang penuh dari catu jala-jala listrik 220V/50Hz untuk mensuplai beban sebesar 0.01)/0. tentu bisa dengan memparalel dua atau tiga buah kapasitor 4. Dioda 1N4001 . Jika rumus (7) dibolakbalik maka diperoleh. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Jika dipasaran tidak tersedia kapasitor yang demikian besar.75 Vpp.75 = 6600 uF Untuk kapasitor yang sebesar ini banyak tersedia tipe elco yang memiliki polaritas dan tegangan kerja maksimum tertentu. Tegangan kerja kapasitor yang digunakan harus lebih besar dari tegangan keluaran catu daya.5) (0. C = I. apakah tegangan ripple ini cukup mengganggu.5 A. Berapa nilai kapasitor yang diperlukan sehingga rangkaian ini memiliki tegangan ripple yang tidak lebih dari 0.Sebagai contoh.

Resisitor 6.3. Prosedur Percobaan Percobaan 5a : Menguji Diode Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam percobaan ini adalah . Lampu 12 Volt 5. Multimeter Digital 11. Kapasitor 100 µ F 5. Osiloskop 10. Catu daya 9. Transformator 7. Kabel 4. Multimeter Analog 8.

c. Mengukur besar tegangan yang melewati lampu dan tegangan yang melewati tiap arah dioda. kemudian menyalakan. Mengukur tahanan dalam rangkaian menggunakan multimeter analog dengan rentang Ω : 100 Rentang Ω : 100 ohmmeter Ω -Ve Ω+ Ve Batang penguji hitam Batang penguuji merah .1. 12 V kesebuah lampu 12 V. Menambahkan diode secara seri dengan lampu. 4. seperti pada gambar dibawah ini 1N4001 12 Volt Lampu 12 Volt 3. dan memperhatikan berapa kuat nyala lampu 2. Menghubungkan suplai d.

Menyusun sirkit seperti gambar dibawah ini dengan sebuah resistor muatan sebesar 1 K0 1N4001 A Beban 1 K0 20 Volt Kabel a.5. Mengukur tahanan dalam rangkaian menggunakan multimeter digital dengan rentang Ω x 1000K Ω 1000 K + - Batang penguji merah Batang penguji hitam Percobaan 5b : Penghalusan dan Suplai Daya Adapan langkah-langkah yang dilakukan dalam percobaan ini adalah 1. 0 Volt B 20 Volt C1 1N4001 .c.

Setelah itu. tegangan muatan. . yang sederhana Menyusun sirkit seperti gambar di bawah ini : Kemudian mencatat besar tahanan muatan. Percobaan 5e : Aturan kerja suplai daya d.c. dan arus muatan ketika tahanan diubah dari 10k0 ke 100R0. Mengulangi dengan memakai ukuran-ukuran kapasitor yang berlainan.2. radio transistor sederhana Menyusun sirkit suplai daya sederhana seperti gambar di bawah ini : Kemudian menyalakan suplai daya dan radio. Mengukur tegangan pada AB dengan memakai CRO dan menyelidiki bentuk gelombangnya   Tanpa menyertakan C1 dalam sirkit Dengan menyertakan C1 dalam sirkit 3. menggambar grafik arus/tegangan pada rentang ukurannya yang lengkap. Mengulangi pengukuran diatas dengan beberapa seri “sumbatan” dan kapasitor kedua yang dihubungkan untuk membentuk filter π Percobaan 5c : Suplai daya d.c. Pengamat lalu memperhatikan distorsi suara yang muncul. 4.

6.03 V Diode 9.6 A = 600 mA Hasil Pengukuran 100R 6.6 10. Hambatan (R) Tegangan (V) Arus (I) mA 10K 12.35 0.15 V Diode 0. Lankah awalnya kita harus menyusun rangkaian seperti di bawa ini .700 mA 7.93 V Percobaan 5b Tegangan AB dengan memakai CRO Tanpa menyertakan C1 13. 3. 2. Komponen yang diukur 1. Data Hasil percobaan Percobaan 5a Lampu menyala Lampu tidak menyala Lampu 3. Analisis Data Percobaan 5a Pada percobaan ini.6 Volt Menyertakan C1 16. Percobaan 5e No.52 Volt Percobaan 5c Pada output terdapat distorsi yang sangat jelas ketika diperdengarkan suara.82 V Lampu 0. praktikan menguji arah aliran arus sebuah diode.7 A = 10.

Adapun hambatan yang di dapatkan sebesar 8 Ω. beban yang digunakan sebesar 10kΩ dan tegangan yang digunakan sebesar 21 Volt.03 Volt dan tegangan yang melewati diode sebesar 9.15 Volt dan tegangan yang melewati diode sebesar 0. Saat lampu tidak menyala tegangan yang melewati lampu sebesar 0.82 Volt.1N4001 12 Volt Lampu 12 Volt Saat lampu menyala..93 Volt. Nyala lampu lebih kuat karena…. Jika kita menggunakan multimeter analog dengan rentang Ω : 100( baterai bertegangan rendah 1.5 Volt) maka arus akan mengalir jika terminal positif ahmmeter dihubungkan ke katoda dan terminal negatifnya ke anoda. Adapun rangkaian percobaannya adalah . tegangan yang melewati lampu sebesar 3. Percobaan 5b Untuk percobaan 5b.

Percobaan 5e .c. tegangannya sebesar 16.c.1N4001 A Beban 1 K0 20 Volt Kabel a. radio transistor sederhana ini diawali dengan merakit alat seperti pada gambar di bawah ini : Dengan muatan berupa radio transistor yang memerlukan sumber tegangan 9 V d. 0 Volt B 20 Volt C1 1N4001 Tegangan pada AB tanpa menggunakan C1 dalam sirkit sebesar 13. Percobaan 5c Percobaan menguji suplai daya d.40 Volt. menguji kejelasan distorsi suara. Berdasarkan hasil percobaan. Pada kapasitor 100 mF besar tegangannya adalah 18. Percobaan ini.52 Volt.c. Selanjutnya menyalakan suplai daya dan radio. diketahui bahwa semakin besar kapasitor yang digunakan maka akan semakin jelas distorsi suara yang terjadi.6 Volt dan saat C1 ( 10 mF) di pasang pada sirkit.

c. diawali dengan menyusun sirkit seperti gambar di bawah ini : Setelah itu.Percobaan aturan kerja suplai daya d. . Berdasarkan data hasil pengamatan maka dapat dibuat grafik hubungan antara tegangan dan arus. Hasil pengukuran telah dilampirkan pada Data dan Hasil Pengamatan.c. tegangan muatan. dan arus muatan ketika tahanan diubah dari 10k0 ke 100R0. yang sederhana ini. sederhana ini hanya memperoleh sedikit perbaikan sehubungan dengan aturan kerja. melakukan pengukuran besar nilai tahanan muatan. Berikut grafik hubungan antara tegangan dan arus (mA) : Dapat dilihat bahwa kurva aturan kerja suplai daya d.

Arus akan mengalir jika terminal positif ahmmeter dihubungkan ke katoda dan terminal negatifnya ke anoda 2. Semakin besar kapasitor yang digunakan maka akan semakin jelas distorsi suara yang terjadi 3. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. sederhana hanya memperoleh sedikit perbaikan sehubungan dengan aturan kerja .c.8. Kesimpulan : Berdasarkan data hasil pengamatan dan analisis data percobaan. Kurva aturan kerja suplai daya d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful