P. 1
Budaya Tato Suku Dayak

Budaya Tato Suku Dayak

|Views: 449|Likes:

More info:

Published by: Rendra Deardo Sinaga on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

TATTO DAYAK

SENI TATO PADA SUKU DAYAK Sebelum seni tato (seni lukis rajah tubuh) suku terasing di Kepulauan Mentawai (sekitar 110 km arah Barat dari garis pantai Sumatera Barat) punah, sebaiknya dilakukan usaha-usaha untuk mengkaji dan mendokumentasikannya. Soalnya, tato tradisi orang Mentawai hanya merupakan karya seni seumur manusia yang memakai. “Keberadaan tato suku/orang Mentawai berbeda dengan tato sekarang (modern), yang lebih merupakan urban sub-cultures, seperti dipakai kaum muda untuk jati diri gengnya. Tato Mentawai luar biasa dan unik, memenuhi seluruh tubuh dari kepala sampai kaki dan sarat dengan simbol dan makna,” jelas Adi Rosa, pelukis dan peneliti seni rupa jebolan pascasarjana seni rupa ITB, di Padang, Senin (31/7).Hasil pencekan Kompas di Siberut, Kepulauan Mentawai Sabtu- Kamis (22-27/7), menunjukkan, generasi muda asli Mentawai tidak lagi berminat mewarisi budaya tato tersebut. Kebiasaan membuat tato sudah mulai hilang karena dilarang pemerintah tahun 1970. Hanya orang berusia 45 tahun ke atas yang bertato dan jumlahnya sekitar seribu- dua ribu (5 persen). Menurut Adi Rosa, kini dosen seni rupa IKIP Padang, tato merupakan salah satu budaya etnis tertua bangsa Indonesia yang hanya ditemui pada orang (suku) Mentawai dan Dayak. Bagi orang Mentawai, tato merupakan busana abadi yang dapat dibawa mati. Bahkan juga merupakan alat komunikasi dan status sosial. “Saya ramalkan, 10-15 tahun mendatang, tato Mentawai punah. Makanya dari sekarang harus dilakukan pendokumentasian baik secara visual maupun tertulis (dibukukan),” kata Adi, peneliti tato Mentawai. Dia mengakui, tato sebagai lukisan tubuh begitu terabaikan dari kajian-kajian seni rupa Indonesia. Buktinya, dalam buku Seni Rupa Indonesia yang diterbitkan Direktorat Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1975) dan buku Sejarah Seni Rupa Indonesia yang diterbitkan melalui Proyek Pengadaan Buku Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Depdikbud (1982), tidak ada membahas masalah tato di Indonesia. Dari Medan, ada kekhawatiran tarian tradisi Melayu Ahoi bisa lenyap di masa datang akibat kemajuan zaman. Hal itu dikemukakan Kepala Bidang Program Pekan Budaya Melayu (PBM) XI, Dahri Uhum, di Medan, Selasa (1/8). Dalam PBM XI, hanya lima tim yang ikut lomba, yang dijuarai kabupaten Labuan Batu, diikuti Kodya Binjai, Deli Serdang, Langkat, dan Medan. Tarian Ahoi, katanya, menghilang seiring dengan kemajuan teknologi yang melanda sampai ke pematang sawah. Orang memanen padi, telah menggunakan mesin. Padahal, tarian ini dilakukan sebagai ungkapan rasa bahagia dalam menyambut panenan yang berhasil. PEREMPUAN SUKU DRUNG dan DAI, MERAJAH WAJAH u MELINDUNGI DIRI satulelaki.com – Membuat tato di tangan atau badan, adalah hal yang biasa. Namun merajah wajah atau mentato wajah, hanya dilakukan oleh minoritas suku bangsa Cina Drung dan Dai, yang telah menjadi adat kebiasaan yang diturunkan oleh leluhur mereka. Diantara minoritas suku bangsa Drung, para perempuannya memiliki rajah pada wajah mereka. Pada jaman dulu, para perempuan kedua suku itu merajah wajah meraka disaat beranjak ke usia 12 atau 13 sebagai simbol kedewasaan. Caranya, adalah seorang perempuan yang berusia lanjut akan membenamkan sebilah bambu kedalam air berisi cairan hitam serta mencorengkannya ke wajah perempuan yang akan dirajah wajahnya. Kemudian menusukan sebuah sebuah duri ke dalam kulit dengan ujung yang telah dicelup warna hitam. Ketika goresan terbentuk, suatu bentuk berwarna biru tua tertinggal pada wajah. Rajah tersebut digoreskan antara kedua alis

ini. Pada waktu itu orang-orang suku bangsa Drung biasanya diserang oleh kelompok suku bangsa lain. Kemudian mereka mengetahui bahwa warna hitam tubuh dapat mengusir mahluk tersebut dan mereka mulai merajah tubuh mereka untuk melidungi diri mereka dari serangan tersebut.Pada masa lalu anak-anak suku Dai menggambari tubuh mereka dengan lubang-lubang kecil ketika mereka berusia 5 atau 6 tahun yang dikatakan sebagai usia terbaik.Tidak ada gambar tertentu pada rajah suku Dai. tato Mesir baru ada pada 1300 SM. Tapi. Sumatera Barat. . Seperti sebagian orang yang lain. ada juga tato yang memiliki sejarah sebagai alat ritual. Sekarang rajah digambarkan pada bagian belakang tangan dalam bentuk bunga bersegi delapan serta sebuah titik rajah diantara alis mata dari para gadis yang melambangkan kecantikan mereka. dan para perempuannya ditangkap dan dijadikan budak. Orang-orang suku bangsa Dai memiliki sejarah rajah. tato memang tak pernah satu macam. Tapi. mereka tetap mempertahankan kebiasaan rajah mereka dan hal itu merupakan simbul kedewasaan dari para perempuan suku bangsa Drung. Dengan rajah ini mereka dapat mengenali dengan mudah teman-teman satu suku mereka bahkan ketika mereka tidak memakai pakaian minoritas mereka. Supaya terhindar dari perkosaan para perempuan suku bangsa Drung merajah wajah mereka supaya menjadi kurang menarik dan dengan demikian melindungi diri mereka. 1500 SM-500 SM. tato adalah penanda. tato tertua ditemukan pada mumi Mesir dari abad ke-20 SM. Dalam catatan Ady Rosa. Menurut Encyclopaedia Britannica. mereka tinggal dipinggir sungai dan sering diserang oleh mahluk asing. lengan atau diantara alis. Tapi. Institut Teknologi Bandung (ITB). Para lelaki serta perempuannya dirajah berdasarkan adat kebiasaan suku bangsa Dai. Kemudian mereka dirajah pada usia 14 atau 15 tahun sebagai simbul mencapai kedewasaan. Hal itu merupakan suatu tragedi. Pada jaman kuno. Bangsa Proto Melayu ini datang dari daratan Asia (Indocina). Sementara dalam suku bangsa Dai. Kata ini pertama kali tercatat oleh peradaban Barat dalam ekspedisi James Cook pada 1769. Bagi kalangan pelaku kriminal. dan biasanya hanya berbentuk huruf. Menurut magister seni murni. Waktu berlalu.Rajah pada orang-orang suku bangsa Drung minoritas berasal dari Dinasti Ming sekitar 350 tahun yang lalu. Walaupun para perempuan suku bangsa Drung tidak terancam oleh suku minoritas lainnya sekarang ini. Universitas Negeri Padang.Bentuk-bentuk rajah ini terkenal diantara orang sepanjang sungai Drung bagian hulunya. pada Zaman Logam. kebanyakan bergambar macan atau dragon yang digambar dengan cairan tanaman yang berwarna hitam. kebiasaan merajah kehilangan fungsi aslinya dan telah menjadi simbul dari keberanian dan ketangkasan dari para lelaki dan kecantikan bagi para perempuannya. merajah juga merupakan sebuah kebiasaan kuno mereka dan masih dapat ditemukan pada beberapa desa di pedalaman wilayah suku bangsa itu atau Anda dapat melihatnya pada suku bangsa Dai yang telah berusia lanjut. dosen Seni Rupa. 48 tahun. tanda permanen yang dibuat dengan cara memasukkan pewarna ke dalam lapisan kulit itu ditemui hampir di seluruh belahan dunia. orang Mentawai sudah menato badan sejak kedatangan mereka ke pantai barat Sumatera. Sedangkan sepanjang alur sungai rajah tersebut lebih sederhana dengan dua atau tiga garis di bawah dagu. Sebutan tato konon diambil dari kata tatau dalam bahasa Tahiti.mata serta sekitar mulut dengan bentuk jajaran genjang (wajik) dan pada pipi dengan bentuk titik-titik yang membentuk sebuah gambar kupu-kupu terbang. Untuk lelakinya dirajah pada bagian otot yang kuat dan perempuannya pada bagian belakang tangan. mereka memanfaatkan tato untuk menunjukkan identitas kelompok.[wti] MENTAWAI TERTUA di DUNIA CIRI tato jenis itu tentulah kasar.

Dalam masyarakat itu. dan penatoan. bagi masyarakat Mentawai. dan Tai Ka Manua (roh awang-awang). Tangkai kayu ini dipukul pelan-pelan dengan kayu pemukul untuk memasukkan zat pewarna ke dalam lapisan kulit. dan suku Sumba di Sumatera Barat. Budaya rajah ini juga ditemukan pada suku Rapa Nui di Kepulauan Easter. Sipatiti ini bukanlah jabatan berdasarkan pengangkatan masyarakat. suku Maori di Selandia Baru. Di Mentawai. Ady. Tubuh bocah yang akan ditato itu lalu mulai digambar dengan lidi. dan Kepulauan Marquesas. Indian Haida di Amerika.D. Salah satu kedudukan tato adalah untuk menunjukkan jati diri dan perbedaan status sosial atau profesi. seperti dukun atau kepala suku. kera. usia 11-12 tahun. tato juga memiliki fungsi sebagai simbol keseimbangan alam. Inggris (54 SM).” Menurut penelitian Ady. Hawaii. tato dikenal dengan istilah titi. Keahliannya harus dibayar dengan seekor babi. dijuluki ”Jenderal Tato”. Sebelum penatoan akan dilakukan punen enegat. Kedudukan tato diatur oleh kepercayaan suku Mentawai. dipilihlah sipatiti –seniman tato. dan tumbuhan harus diabadikan di atas tubuh. seperti babi. ”Arat Sabulungan”. Ahli berburu dikenal lewat gambar binatang tangkapannya. yang oleh dua guru besar ITB. selain Mentawai dan Mesir. tato juga terdapat di Siberia (300 SM). ”Jadi. alias upacara inisiasi yang dipimpin sikerei. Pewarna yang dipakai adalah campuran daun pisang dan arang tempurung kelapa. pengobatan. suku Dayak di Kalimantan. tato Mentawai-lah yang paling tua di dunia. ”Mereka menganggap semua benda memiliki jiwa. pindah rumah. burung. di puturukat (galeri milik sipatiti). menemukan sedikitnya empat kedudukan tato di sana. Sekumpulan daun itu dirangkai dalam lingkaran yang terbuat dari pucuk enau atau rumbia.Pirous dan Primadi Tabrani. dukun Mentawai sudah punya lebih dulu…. Bagi orang Mentawai. benda-benda seperti batu. perkawinan. Inilah yang kemudian dipakai sebagai media pemujaan Tai Kabagat Koat (Dewa Laut). Tato dukun sikerei. misalnya. Setelah itu. Mereka akan berunding menentukan hari dan bulan pelaksanaan penatoan.” kata Ady kepada Hendra Makmur dari Gatra. JANJI GAGAK BORNEO . atau buaya. Istilah ini berasal dari kata sa (se) atau sekumpulan. rusa. Fungsi tato yang lain adalah keindahan. yang pada 1992 menelusuri pusat kebudayaan Mentawai di Pulau Siberut.” kata Ady Rosa. Sikerei diketahui dari tato bintang sibalu-balu di badannya HIKAYAT ARAT SABULUNGAN SECARA berseloroh Ady menyatakan. serta bulung atau daun. melainkan profesi laki-laki. Sketsa di atas tubuh itu kemudian ditusuk dengan jarum bertangkai kayu. yang diyakini memiliki tenaga gaib kere atau ketse. yang telah 10 tahun meneliti tato. suku-suku di Eskimo. orangtua memanggil sikerei dan rimata (kepala suku). sebelum para jenderal punya bintang. A. Arat Sabulungan dipakai dalam setiap upacara kelahiran. Dalam penelitian Ady Rosa. tato merupakan roh kehidupan. Ketika anak lelaki memasuki akil balig. Tai Ka-leleu (roh hutan dan gunung). berbeda dengan tato ahli berburu. hewan. Maka masyarakat Mentawai juga bebas menato tubuh sesuai dengan kreativitasnya.”Itu artinya.

. Baruamas Jabang Balumus. Tato juga dipercaya mampu menangkal roh jahat. Namun. tengah. itu dilakukan di bagian pangkal lengan.PENATOAN awal. tato hanya muncul untuk kepentingan estetika.lalu menggosokkannya ke seluruh tubuh kuau. makin kaya. dan bawah. tempat hidup manusia. Akibatnya. 1990. atau paypay sakoyuan. Dunia tengah. tato menunjukkan status kekayaan seseorang. tatonya dilanjutkan dengan pola durukat di dada. Hingga kini. alias perempuan tak bertato. teknik dan desain tato terbaik dimiliki suku Kayan. proses penatoan dilakukan setelah ia bisa mengayau kepala musuh. menuturkan. Karena tak mampu. kemudian titi teytey pada pinggang dan punggung.” kata tokoh bernama asli Masuka Djanting itu. titi takep di tangan. Ketika usianya menginjak dewasa. Toh. Di Indonesia. Maka. tradisi tato tak hilang pada kaum Hawa. konon. Diduga. titi puso di atas perut. mereka berlayar ke Samudra Pasifik dan Selandia Baru. tokoh adat Dayak dari suku Taman. dianggap lebih rendah derajatnya dibandingkan dengan yang bertato. alam terbagi tiga: atas. serta mengusir penyakit ataupun roh kematian. ”Makin bertato. motif serupa ditemui juga pada beberapa suku di Hawaii. tato ditemukan di seluruh masyarakat Dayak. akhirnya kuau argus meminta burung gagak untuk duduk di atas semangkuk tinta. Charles Hose menceritakan janji burung gagak borneo dan burung kuau argus untuk saling menghiasi bulu mereka. Bagi suku ini. tradisi tato Mentawai lebih demokratis dibandingkan dengan tato Dayak di Kalimantan. Charles Hose. titi rere pada paha dan kaki. Hose menilai. Dalam buku Natural Man. serta suku Maori di Selandia Baru. setelah ada pelarangan itu. tedak kayaan. menurut Ady. bulan. Dalam kesimpulan Ady Rosa. tradisi tato bagi laki-laki ini perlahan tenggelam sejalan dengan larangan mengayau. rajin mencatat legenda-legenda yang dipercaya orang Dayak itu. suku Rapa Nui di Kepulauan Easter. penatoan hanya dilakukan bila memenuhi syarat tertentu. Sedangkan ular naga adalah motif yang memperlihatkan dunia bawah. Contohnya adalah tradisi tato dalam kebudayaan Dayak Iban dan Dayak Kayan. Tapi.” katanya. kuau adalah burung bodoh.Secara luas. Meski masyarakat Dayak tidak mengenal kasta. Tato sebagai wujud ungkapan kepada Tuhan terkait dengan kosmologi Dayak. Bagi lelaki. dalam tato masyarakat Dayak ada aspek lain selain simbol strata sosial. Simbol yang mewakili kosmos atas terlihat pada motif tato burung enggang. gagak berhasil mulus melakukan tugasnya. opsir Inggris di Kantor Pelayanan Sipil Sarawak pada 1884. burung gagak dan burung kuau memiliki warna bulu dan ”dandanan” seperti sekarang. pemakan bangkai itu. Bagi masyarakat Dayak. tato Mentawai berhubungan erat dengan budaya dongson di Vietnam. SETELAH HAID PERTAMA DALAM legenda itu. Kepulauan Marquesas. Di kedua suku itu. Dari negeri moyang itu. menato diyakini sebagai simbol dan sarana untuk mengungkapkan penguasa alam. mereka menganggap tato sebagai lambang keindahan dan harga diri. dan matahari. dari sinilah orang Mentawai berasal. disimbolkan dengan pohon kehidupan. 67tahun. Dalam budaya Dayak. A Record from Borneo terbitan Oxford University Press. Namun. Sejak saat itulah. Sayang. ”Tato adalah wujud penghormatan kepada leluhur.

semua kaum pria dalam rumah tersebut tidak boleh keluar dari rumah. kepala kampung. Di masyarakat Dayak Iban. Selama penatoan.Kalau si anak sampai menangis. seluruh anggota keluarga juga wajib menjalani berbagai pantangan. Dulu. tato menggambarkan status sosial. Lainnya adalah tedak usuu diseluruh tangan. penatoan dimulai ketika seorang wanita berusia 16 tahun. Motif ini diwariskan turun temurun untuk menunjukkan garis kekerabatan seseorang. atau setelah haid pertama. Konon. keselamatan orang yang ditatoito akan terancam. tidak ada salahnya kita lestarikan menjadi sesuatu seni tinggi yang di proses melalui suatu lembaga seni Indonesia.Ada tiga macam tato yang biasa disandang perempuan Dayak Kayan.Upacara adat dilakukan di sebuah rumah khusus. Selain itu. dan tedak hapii di seluruh paha. Simbol dunia bawah hanya menghiasi tubuh masyarakat biasa. lesung besar diletakkan diatas tubuhnya. yang meliputi seluruh kaki dan dipakai setelah dewasa. Antara lain tedak kassa. ini lho Borneo the richest island in the world. Kepala adat. tangisan itu harus dilakukan dalam alunan nada yang juga khusus. kalau pantangan itu dilanggar. which is happened only in INDONESIA. Akan halnya TATTOO ini. . dan hal ini dapat diperlihatkan ke dunia. agar anak yang ditato tidak bergerak. Di kalangan suku Dayak Kenyah. dan panglima perang menato diri dengan simbol dunia atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->