BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Teknologi kedokteran modern semakin canggih. Salah satu tren yang berkembang saat ini adalah fenomena bayi tabung. Teknologi ini telah dirintis oleh PC Steptoe dan RG Edwards pada 1977. Hingga kini, banyak pasangan yang kesulitan memperoleh anak mencoba menggunakan teknologi bayi tabung. Bayi tabung pertama lahir ke dunia ialah Louise Brown. Ia lahir di Manchester, Inggris, 25 Juli 1978 atas pertolongan Dr. Robert G. Edwards dan Patrick C. Steptoe. Sejak itu, klinik untuk bayi tabung berkembang. Teknik bayi tabung ini telah menjadi metode yang membantu pasangan subur yang tidak mempunyai anak akibat kelainan pada organ reproduksi wanita. Sedangkan di Indonesia, bayi tabung pertama bernama Nugroho Karyanto lahir pada tanggal 2 Mei 1988 di Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta oleh tim dokter yang dipimpin oleh Prof Dr dr Sudraji Sumapraja SpOG. Ketika hubungan suami isteri yang dilakukan secara konvensional tidak mampu mengantarkan sperma sampai ke sel indung telur dalam rahim, proses bayi tabung bisa menjadi alternatif bagi pasangan suami isteri (pasutri) untuk mendapatkan keturunan. Di Indonesia sudah mulai terbuka untuk peminat bayi tabung, tetapi masih jarang dilakukan. Biayanya yang sangat mahal menyebabkan pasutri yang susah memiliki keturunan enggan memilih proses bayi tabung sebagai alternatif solusi. Selain itu, pro kontra keabsahan cara bayi tabung bagi pasutri agar mendapatkan keturunan jika dinilai dari kaca mata agama juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat. Namun demikian, teknologi bayi tabung bisa dibilang mengalami perkembangan yang pesat. Ini merupakan akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan modern dan teknologi kedokteran serta biologi yang canggih. Apabila teknologi bayi tabung ini ditangani oleh orang-orang yang kurang beriman dan mengerti makna bayi tabung yang sebenarnya, dikhawatirkan dapat merusak peradaban umat manusia, merusak nilai-nilai agama,moral,dan budaya bangsa. Oleh karena itu, penyusun ingin membahas tentang bayi tabung secara terperinci.

1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1

a. Bagaimanakah sudut pandang hukum negara dan agama terkait bayi tabung? 1. Bagaimanakah perkembangan bayi tabung di Indonesia? d. Mengetahui proses terbentuknya bayi tabung c. Apakah dampak dilakukannya bayi tabung? e. Bagaimanakah proses terbentuknya bayi tabung? c. Mengetahui perkembangan bayi tabung di Indonesia d. Mendapatkan informasi tentang faktor diadakannya bayi tabung b.3 Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: a. Mengetahui sudut pandang hukum negara dan agama tentang bayi tabung 2 . Apa saja faktor yang mendorong diadakannya bayi tabung? b. Mengetahui dampak dilakukannya bayi tabung e.

Identitas donor dirahasiakan dengan rapi dan tidak diberitahukan kepada wanita yang mengambilnya. Dengan teknik tersebut. maka diperlukan seorang wanita lain yang disewa untuk mengandung anak bagi pasangan tadi. Bahkan orang bisa menjualbelikan benih-benih itu dengan harga yang sangat mahal misalnya karena benih dari seorang pemenang Nobel di bidang kedokteran. manusia terus-menerus mengalami perubahan karena ilmu pengetahuan berkembang sehingga cakrawala berpikir kita kian hari kian maju. Pasangan yang mandul bisa mencari benih yang subur dari bank-bank tersebut. kepada penguasa atau siapapun. dan lain-lain. Dengan pemisahan antara persetubuhan dan pembuahan ini. imbas dari perkembangan itu sendiri tidak hanya bergerak ke arah positif. Dengan demikian teknik kedokteran telah mengatur dan menguasai hukum alam yang terdapat dalam tubuh manusia pria dan wanita. tetapi juga menawarkan sisi negatifnya kepada umat manusia.  Bank Sperma Praktik bayi tabung membuka peluang pula bagi didirikannya bank-bank sperma. Berikut ini adalah permasalahan yang timbul karena bayi tabung. Tahun 1980 di Amerika sudah ada 9 bank sperma non-komersial. Wanita yang rahimnya disewa biasanya meminta 3 . Dalam kasus ini.  Wanita Sewaan untuk Mengandung Anak Ada kemungkinan bahwa benih dari suami istri tidak bisa dipindahkan ke dalam rahim sang istri karena ada gangguan kesehatan atau alasan-alasan lain. matematika. Praktik bank sperma adalah akibat lebih jauh dari teknik bayi tabung. Sementara itu bank-bank sperma yang komersil bertumbuh dengan cepat.BAB II PERMASALAHAN Dalam segala bidang. Wanita yang menginginkan pembuahan artifisial bisa memilih sperma itu dari banyak kemungkinan yang tersedia lengkap dengan data mutu intelektual dari pemiliknya. maka bisa muncul banyak kemungkinan lain yang menjadi akibat dari kemajuan ilmu kedokteran di bidang pro-kreasi manusia. Dalam perjanjian sewa rahim ini ditentukan banyak persyaratan untuk melindungi kepentingan semua pihak yang terkait. pembuahan dapat dilakukan tanpa persetubuhan. Kini bank sperma malah menyimpannya dan memperdagangkannya seolah-olah benih manusia itu suatu benda ekonomis.  Pembuahan Dipisahkan dari Hubungan Suami-Isteri Teknik bayi tabung memisahkan persetubuhan suami istri dari pembuahan bakal anak. Namun sebaliknya.

Kalau wanita tahu orangnya. Kalau benih diambil dari seorang donor. Praktik seperti ini biasanya belum ada ketentuan hukumnya. apakah pembuahan yang dilakukan antara sel telur istri dan sel sperma dari orang lain sebagai pendonor itu perlu diketahui atau disembunyikan identitasnya.imbalan uang yang sangat besar. Suami istri bisa memilih wanita sewaan yang masih muda. Sebelum ada teknik bayi tabung. 4 . Kedua. sehat dan punya kebiasaan hidup yang sehat dan baik. Pertama. dalam arti bahwa sel telur istri atau sperma suami tidak mengandung benih untuk pembuahan. wanita sewaan juga telah menyumbangkan darah dan dagingnya selama mengandung bayi tersebut.  Masalah Orang Tua Anak Hasil Bayi Tabung atau Legalitas Bayi Tabung Bayi yang benihnya berasal dari pasangan suami–istri.  Sel Telur atau Sperma dari Seorang Donor Biasanya masalah ini dihadapi kalau salah satu dari suami atau istri mandul. maka orang tua biologis adalah orang tua legal. maka timbul persoalan juga tentang siapakah orang tua bayi itu. tetapi hukum yang dipakai untuk menyelesaikan masalah tersebut belum dibuat. Masih banyak masalah lain lagi yang bisa muncul. Itu berarti bahwa benih yang mandul itu harus dicarikan penggantinya melalui seorang donor. apakah pria pendonor itu perlu tahu kepada siapa benihnya telah didonorkan. orang tua anak itu adalah orang tua yang menerima dan membesarkannya dalam keluarga. Orang tua bayi tersebut menuntut di pengadilan. sehingga kalau muncul kasus bahwa wanita sewaan ingin mempertahankan bayi itu dan menolak uang pembayaran. Secara biologis orang tua bayi itu adalah donor yang telah memberikan benihnya. tetapi dikandung dan dilahirkan oleh wanita sewaan dapat menimbulkan persoalan siapakah orang tua dari bayi itu. Namun. Masalah ini akan menjadi lebih sulit karena sudah masuk unsur baru. yaitu benih dari orang lain. Sudah pernah terjadi bahwa seorang wanita sewaan tidak mau mengembalikan bayi yang telah dikandung dan dilahirkannya. Bisa dikatakan bahwa bayi orang tua itu adalah pasangan yang memiliki benih tadi. maka pastilah sulit dipecahkan. Mana yang disebut orang tua? Orang tua biologis atau orang tua legal. mungkin ada bahaya untuk mencari hubungan pribadi dengan orang itu. tetapi secara legal.

Teknik bayi tabung ini telah menjadi metode yang membantu pasangan subur yang tidak mempunyai anak akibat kelainan pada organ reproduksi anak pada wanita. klinik untuk bayi tabung berkembang pesat. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. Steptoe dari Inggris ). Edwards dan Patrick C. pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair (Wikipedia). dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus. Sejak itu. antara lain:  Faktor hubungan seksual. yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang). ejakulasi terhambat. Ia lahir di Manchester. ejakulasi dini yang berat. kemudian hasil pembuahan itu dimasukkan lagi ke dalam rahim sang ibu untuk kemudian mengalami masa kehamilan dan melahirkan anak seperti biasa. Secara teknis. Steptoe. 5 . Robert G.BAB III PEMBAHASAN 2. Sel telur itu kemudian diletakkan dalam suatu mangkuk kecil dari kaca dan dipertemukan dengan sperma dari suami wanita tadi. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal. dokter mengambil sel telur dari indung telur wanita dengan alat yang disebut “laparoscop” ( temuan dr. Bayi tabung adalah suatu istilah teknis. 2. Setelah terjadi pembuahan di dalam mangkuk kaca itu tersebut.1 Definisi Bayi Tabung Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi. Inggris. Patrick C. Istilah ini tidak berarti bayi yang terbentuk di dalam tabung.2 Faktor Diadakannya Bayi Tabung Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas sehingga pasangan suami istri tidak mempunyai anak. Bayi tabung pertama lahir ke dunia ialah Louise Brown. ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing). melainkan dimaksudkan sebagai metode untuk membantu pasangan subur yang mengalami kesulitan di bidang ”pembuahan” sel telur wanita oleh sel sperma pria. 25 Juli 1978 atas pertolongan Dr.

berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita. Tahapan ini berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan. Faktor infeksi. pengobatan gangguan sperma. Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur. Inseminasi buatan dengan sperma suami dilakukan bila terjadi gangguan kualitas dan kuantitas sperma. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Pengobatan gangguan sperma yang disebabkan karena infeksi pada buah pelir. Sebagai contoh. Itu berarti tidak semua pasangan infertil dapat mengatasi masalahnya dan dapat mempunyai anak.  Faktor hormon. mungkin juga tidak. Tahap pertama. mungkin memberikan hasil yang baik. berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.  Faktor fisik. Contoh lain. pada keadaan di mana gangguan kesuburan tidak dapat diatasi. pada umumnya tidak memuaskan.  Fakror psikis. 2. Cara yang ada untuk membuka kembali saluran telur yang tersumbat ternyata tidak memberikan hasil yang baik. Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan dengan terapi stimulasi. Cara pintas yang tersedia ialah inseminasi buatan dengan menggunakan sperma suami dan teknik “bayi tabung”. 6 . melainkan langsung ke tujuan akhir. Oleh karena itu. gangguan dalam melakukan hubungan seksual sehingga sperma tidak dapat masuk ke vagina. misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim. yaitu menghasilkan kehamilan. infertilitas yang disebabkan karena penyumbatan saluran telur. tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Cara pintas ini tidak lagi bertujuan memperbaiki gangguan kesuburan.3 Proses Terjadinya bayi Tabung Adapun proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam tiga tahap. Berbagai cara dan pengobatan telah tersedia untuk mengatasi gangguan kesuburan. berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu. dan gangguan mulut rahim sehingga sel spermatozoa gagal masuk ke dalam rahim. dilakukan cara lain yang merupakan cara pintas. misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan set spermatozoa dan sel telur. tetapi tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada operasi petik ovum.

Tujuan dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi embrio sehingga embrio bisa berkembang normal. Oleh karena itu bagi pasutri yang telah memilih cara bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. tahap operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU). Tahap ketiga. tahap post OPU. Proses bayi tabung memang tidak bisa dilakukan secara instan. satu dari sepuluh pasangan suami isteri (pasutri) tidak mampu menghasilkan keturunan. Dengan kata lain. 2. Gangguan kesuburan bisa terjadi karena 7 .4 Perkembangan Bayi Tabung di Indonesia Meskipun program bayi tabung sudah diperkenalkan sejak tahun 1977. Tahap ini bisa dilakukan ketika sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari dan pertumbuhan folikelnya seragam. Tahap ini meliputi dua fase.Tahap kedua. 12%-15% di antaranya mengalami gangguan kesuburan. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. sejak awal memang dituntut mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal. program ini baru dilakukan di Indonesia pada tahun 1988. Keberhasilan program tersebut sekaligus mematahkan anggapan negatif bahwa Indonesia dinilai belum mampu menjalankannya. Setelah proses ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Saat ini dari 15 juta pasangan usia subur yang terdapat di Indonesia. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai 200pg/ml/folikel matang. yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan.

Jadi. tingginya biaya program bayi tabung di Indonesia menjadi penyebab utama pasien lebih memilih melakukannya di luar negeri karena di sana biayanya lebih murah. Apalagi keturunan merupakan investasi yang tak terukur oleh apapun. telaten. Komunikasi yang terjalin baik di antara suami isteri serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat. Malaysia. Risiko lain adalah tingkat kegagalannya juga cukup tinggi. maupun Singapura. pasutri yang menjalani program tersebut dituntut sabar. Selain itu. Tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi pasutri yang aktivitasnya super padat. sejumlah tantangan dan kendala yang ada bukan berarti tidak bisa diselesaikan. Penyebab tingginya biaya tidak lain karena mahalnya obat-obatan yang harus dikonsumsi seorang isteri selama menjalani program tersebut. Faktor biaya ternyata menjadi kendala utama para pasutri dalam menjalani program ini. Thailand. Menurut dr. Australia. Vietnam. harganya bisa sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan negara Malaysia. yakni hanya sekitar 1500 orang saja. Akibatnya. Andon Hestiantoro. Meskipun begitu. Artinya. antara lain: adanya masalah pada sperma baik bentuk maupun jumlahnya. Apalagi di negara-negara tersebut obat-obatan itu disubsidi penuh oleh pemerintah alias gratis. Atau mereka yang tinggal jauh dari klinik yang melayani program bayi tabung. Selama ini Indonesia memang belum mampu memproduksi sendiri obat-obatan tersebut sehingga akhirnya mengandalkan pada impor. Dengan demikian. prosedur pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara instan sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama. munculnya endometriosis derajat sedang dan berat. 8 . dan juga Vietnam. mereka lebih memilih melakukannya di luar negeri seperti di Singapura. proses pematangan sel telur mengalami gangguan. SpOG (K). persiapan mental pasti sangat dibutuhkan agar siap menghadapi segala risiko yang akan terjadi. sangat memungkinkan bisa membantu menyelesaikan semua itu. ataupun faktor lain yang tidak diketahui penyebabnya. Kepala Klinik Yasmin Kencana Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). jika diambil 10% dari jumlah pasutri yang mengalami gangguan kesuburan hanya sekitar 150-200 pasutri yang melakukan program bayi tabung di Indonesia.beberapa faktor. terdapat sumbatan pada saluran telur. dan juga disiplin mengikuti prosedur. Dari sekian pasutri yang mengalami gangguan kesuburan dan memilih melakukan program bayi tabung di Indonesia sebagai solusi untuk mendapatkan keturunan ternyata jumlahnya relatif sedikit. Bahkan ada yang menyebutkan hingga 30%. Sisanya.

Cacat bawaan ini mencakup cacat yang terlihat maupun yang tidak.2. Akibatnya. kemungkinan terjadinya sebesar 5%. Di satu sisi program bayi tabung memang bisa membantu pasutri yang sulit mempunyai momongan akibat gangguan kesuburan. Dari beberapa sel telur tersebut kadang-kadang berkembang secara bersamaan di dalam rahim. dampak bayi tabung memang berisiko menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Dampak bayi tabung serta program bayi tabung sendiri memang sesuatu yang dilematis. serta alergi. tetap membuka peluang terjadinya pendarahan. Apalagi sukses kehamilan yang bisa mengantarkan hingga bisa melahirkan anak semakin kecil kemungkinannya. jantung. mengalami risiko keguguran sebesar 20%. proses bayi tabung juga berisiko menyebabkan pendarahan saat tahap pengambilan sel telur (Ovum Pick-Up). Akibatnya. peluang janin untuk bisa terus berkembang di dalam rahim akan semakin sedikit. 9 . terjadinya Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS). terjadilah akumulasi cairan di perut. rhumatoid arthritis (lupus). Dampak negatif bayi tabung lainnya antara lain: kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik).5 Dampak Bayi Tabung Kasus cacat bawaan memang banyak ditemukan pada pembuahan buatan dibandingkan dengan pembuahan alami. semisal kelainan pada ginjal. OHSS merupakan komplikasi dari perkembangan sel telur sehingga dihasilkan banyak folikel. Jika ini terjadi. Cairan ini bisa sampai ke dalam rongga dada. Artinya. yakni sebesar 15%. Hanya saja risiko terjadinya OHSS relatif kecil. Pada proses bayi tabung. Adapun dampak negatif bayi tabung yang sudah diketahui adalah efek samping bagi ibu dan anak akibat dari penggunaan obat-obatan pemicu ovulasi yang digunakan selama proses bayi tabung. Dampak bayi tabung yang lain adalah risiko bayi terlahir kembar. tetapi penggunaan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rahim saat proses pengambilan sel telur. Belum lagi tingkat keberhasilan pembuahan buatan juga relatif kecil. Meskipun pada faktanya jarang terjadi. segala risiko yang harus dihadapi pasien adalah suatu pilihan yang sulit dihindari. pembuahan dilakukan terhadap beberapa sel telur sekaligus. terjadi kehamilan kembar yang bisa lebih dari dua. Selain itu. maupun organ tubuh lainnya. Namun di sisi lain. hanya sekitar 1% saja. Karena keberadaan cairan tersebut bisa mengganggu fungsi tubuh maka harus dikeluarkan. Hanya 40% pasien yang sukses mendapatkan kehamilan. ibu terserang infeksi.

Bila anak terlahir setelah masa 300 hari sejak perceraian. b. anak yang terlahir statusnya sah bagi pasutri tersebut. c. c. dan bukan dari pasangan yang memiliki benih (Pasal 42 UU No. Jika embrio diimplantasikan ke rahim gadis. Undang-undang bayi tabung berdasarkan hukum perdata dapat ditinjau dari beberapa kondisi berikut ini: a. 2. Pada fasilitas pelayanan kesehatan tertentu. Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. bisa ditemui dalam Pasal 127 ayat (1) UU No.2.7 Sudut Pandang Agama terhadap Bayi Tabung  Agama Islam 10 . Jika sperma dan sel telur berasal dari orang yang tidak terikat perkawinan tetapi embrionya diimplantasikan ke rahim wanita yang terikat perkawinan. Hasil pembuahan sperma dan ovum dari suami isteri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim isteri dari mana ovum berasal. 1/1974 dan Pasal 250 KUH Perdata). maka anak yang terlahir statusnya sah dari pasangan penghamil. maka status anak yang terlahir adalah anak di luar nikah. Namun. yakni hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami isteri yang sah dengan ketentuan: a. status anak tidak sah sehingga ia tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan mantan suami dari sang ibu (Pasal 255 KUH Perdata). Pasal tersebut mengatur tentang upaya kehamilan yang dilakukan di luar cara alamiah. maka anak yang terlahir statusnya sah dan memiliki hubungan waris serta keperdataan selama suami menerimanya (Pasal 250 KUH Perdata). jika embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang isteri ketika ia telah bercerai dari suaminya. Jika sperma berasal dari pendonor dan setelah terjadi embrio diimplantasikan ke dalam rahim isteri.6 Sudut Pandang Hukum terhadap Bayi Tabung Adapun hal-hal berkaitan dengan bayi tabung jika dilihat dari sudut pandang hukum perdata di Indonesia. b. Dengan demikian status anak tersebut adalah anak sah sehingga ia memiliki hubungan waris dan keperdataan sebagaimana yang berlaku pada anak kandung. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. maka status anak yang terlahir sah jika anak tersebut lahir sebelum 300 hari sejak perceraian terjadi. Jika embrio diimplantasikan ke rahim wanita lain yang telah bersuami.

sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik. karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina). Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh). Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari‟ah. sebab hal ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidah agama. dakwah dan bimbingan Islam di Kerajaan Saudi Arabia telah mengeluarkan fatwa pelarangan praktek bayi tabung. 2. 4. 42:50) Namun demikian ada fatwa lain yang dikeluarkan oleh majelis Mujamma‟ Fiqih Islami. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd azzari‟ah. dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari‟ah. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram. Karena praktek tersebut akan menyebabkan terbukanya aurat. tersentuhnya kemaluan dan terjamahnya rahim. disebutkan bahwa Alim ulama di lembaga riset pembahasan ilmiah. 11 . Kendatipun mani yang disuntikkan ke rahim wanita tersebut adalah mani suaminya. Majelis ini menetapkan sebagai berikut: Pertama: Lima perkara berikut ini diharamkan dan terlarang sama sekali. dan sebaliknya). 2. fatwa. Menurut salah satu putusan fatwa ulama Saudi Arabia. (QS. 1.Menurut Fatwa MUI (hasil komisi fatwa tanggal 13 Juni 1979). Sperma yang diambil dari pihak lelaki disemaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya. 3. yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. karena dapat mengakibatkan percampuran nasab dan hilangnya hak orang tua serta perkara-perkara lain yang dikecam oleh syariat. baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan. Firman Allah SWT: Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia memfatwakan sebagai berikut: 1.

sebagai berikut: 1. Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri. Kedua: Dua perkara berikut ini boleh dilakukan jika memang sangat dibutuhkan dan setelah memastikan keamanan dan keselamatan yang harus dilakukan. In-vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung itu menjelaskan proses pembuahan itu. 5. Demikian pula perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran amanah dari orangorang yang lemah iman di rumah-rumah sakit yang dengan sengaja mengganti sperma ataupun indung telur supaya operasi tersebut berhasil demi mendapatkan materi dunia. Proses pemindahan ini disebut embryo transfer (ET). kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain. Di dalam tabung ini pula embryo diberi zat-zat makanan sampai saatnya ia dimasukkan di dalam rahim sang wanita.  Agama Katolik Pada saat sel telur dibuahi oleh sperma. maka kehidupan manusia dimulai. 4. disebut embryo. Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya. dan embryo itu yang dimasukkan ke dalam rahim wanita itu. embryo dan fetus itu sebenarnya menjabarkan tahap-tahap perkembangan anak. dan pada saat zygote itu bertumbuh. Sel. Umumnya sel-sel telur ini dibuahi dan dipilih yang paling sehat. kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia mengandung persemaian benih mereka tersebut. sehingga artinya proses pembuahan sel telur oleh sperma dilakukan di dalam tabung. Jadi istilah zygote. Sedangkan sel-sel 12 . Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya. Secara umum beberapa perkara yang sangat perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah aurat vital si wanita harus tetap terjaga (tertutup) demikian juga kemungkinan kegagalan proses operasi persemaian sperma dan indung telur itu sangat perlu diperhitungkan. embryo disebut sebagai fetus. Pada tahap lanjut.sel telur diambil dari ibunya dengan laparascopy.Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang suami istri. Sel telur yang dibuahi disebut zygote. sehingga ketiga istilah itu adalah nama lain dari bayi. sedangkan sperma diambil dengan car amasturbasi. Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan.3. 2. Invitro artinya „di dalam gelas/ tabung‟.

atau kalau ia tidak dapat mengandung karena alasan kesehatan. dengan motif apa pun itu dilakukan. “Kenyataan ialah bahwa. Masturbasi selalu dianggap sebagai perbuatan dosa. sesungguhnya 13 . Praktek IVF atau bayi tabung menghilangkan hak sang anak untuk dikandung dengan normal. Kadang sel telur yang dibuahi dimasukkan ke dalam freezer. karena dilakukan secara tidak normal. bertentangan dengan hakikat tujuannya”. KGK 2352 menyebutkan: “Masturbasi adalah rangsangan alat-alat kelamin yang disengaja dengan tujuan membangkitkan kenikmatan seksual. maka kita dapat melihat bahwa praktek IVF/bayi tabung dan ET itu tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Pengambilan sperma dilakukan dengan masturbasi. 3. IVF dan ET dilakukan jika sang wanita tidak dapat mengadung dengan cara yang normal. ini juga berarti menghilangkan haknya untuk dikandung oleh ibunya yang asli. karena embryo yang tidak berguna dihancurkan/ dibuang. dan yang sering dilakukan untuk maksud demikian. dan tidak pernah dibenarkan. 4. di luar hubungan suami isteri yang normal. karena penggunaan kekuatan seksual dengan sengaja. IVF adalah percobaan yang tidak mempertimbangkan harkat sang bayi sebagai manusia. yang paling jelas adalah ajaran Paus Yohanes Paulus II dalam surat ensikliknya Evangelium Vitae 14/ The Gospel of Life yang mengatakan demikian: “Bermacam teknik reproduksi buatan (seperti bayi tabung) yang kelihatannya seolah mendukung kehidupan. melainkan hanya untuk memenuhi keinginan orang tua. Aspek pro-creation juga disalah gunakan. karena beberapa alasan: 1. Jika melibatkan „ibu angkat‟. Umumnya IVF melibatkan aborsi. 2. Mungkin. baik Wewenang Mengajar Gereja dalam tradisinya yang panjang dan tetap sama maupun perasaan susila umat beriman tidak pernah meragukan. melalui hubungan perkawinan suami istri. Bayangkan bagaimana embryo tersebut dibekukan/ „frozen‟. Melihat penjabaran ini. tidak dipenuhi dengan normal. Jadi kedua aspek hubungan suami istri yang disebutkan dalam Humanae Vitae 12. dan karenanya meminta seorang wanita lain untuk mengandung anaknya (ibu angkat).embryo yang tidak sehat itu dibuang (ini adalah aborsi). untuk dipakai di waktu mendatang. untuk mencap masturbasi sebagai satu tindakan yang sangat bertentangan dengan ketertiban”. IVF/ bayi tabung jelas meniadakan aspek „persatuan/ union‟ antara suami dengan istri. Persatuan sel telur dan sperma dilakukan di luar hubungan suami istri yang normal. 5.

jumlah embryo yang dihasilkan sering lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk implantasi ke dalam rahim wanita itu. karena hal itu memisahkan pro-creation dari konteks hubungan suani istri.“ Maka kita mengetahui bayi tabung/ IVF yang merupakan teknik reproduksi buatan bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik. Lagipula. umumnya di dalam jangka waktu yang pendek. pada dasarnya merendahkan kehidupan manusia pada tingkat “materi biologis” semata yang dapat dibuang begitu saja. yang mempunyai tingkat resiko kematian yang tinggi. teknik-teknik yang demikian mempunyai tingkat kegagalan yang cukup tinggi: tidak hanya dalam hal pembuahan (fertilisasi) tetapi juga dari segi perkembangan embryo. Terpisah dari kenyataan bahwa hal tersebut tidak dapat diterima secara moral. dan “spare-embryo” [embryo cadangan] ini lalu dihancurkan atau digunakan untuk penelitian yang dengan dalih ilmu pengetahuan atau kemajuan ilmu kedokteran. 14 .membuka pintu ancaman terhadap kehidupan.

agama. jika sperma berasal dari pendonor dan setelah terjadi embrio diimplantasikan ke dalam rahim isteri.2 Saran Berdasarkan pembahasan di atas. bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh) sebab hal ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidah agama.1 Kesimpulan Bayi tabung merupakan salah satu metode untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan yang kesulitan untuk mendapatkannya (memiliki masalah kesuburan). maka anak yang terlahir statusnya sah dan memiliki hubungan waris serta keperdataan selama suami menerimanya (Pasal 250 KUH Perdata). pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari)  Melakukan di praktik kedokteran yang legal 15 . Metode bayi tabung menjadi pro-kontra dalam masyarakat jika dipandang dari segi hukum. menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF).BAB IV PENUTUP 3. setelah proses injeksi selesai dilakukan. bayi tabung bertentangan dengan ajarannya karena melibatkan aborsi/penghancuran embrio yang tidak digunakan. dapat diberikan saran antara lain:  Sebaiknya pasangan suami istri mempertimbangkan secara matang sebelum memilih metode bayi tabung serta memikirkan dampaknya  Apabila memutuskan untuk melakukan metode bayi tabung. Menurut agama Islam. Menurut hukum negara. Keabsahan metode ini berbeda-beda menurut sudut pandang berbagai agama di Indonesia. 3.dan sosial. Namun menurut agama Katolik. sebaiknya memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil. dan melakukan berbagai persiapan (persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik.

wordpress.bayitabung.co.com/2008/05/30/hasil-anak-inseminasi-dan-bayi-tabung/ http://www.org/2009/01/22/tentang-bayi-tabung/ http://wikipedia.scribd.com/doc/21985425/Pandangan-Islam-Terhadap-aborsi-Bayi-Tabung-danKeluarga-Berencana http://katolisitas.id 16 .net/77/menelisik-dampak-bayi-tabung/ http://udhiexz.DAFTAR PUSTAKA http://www.