P. 1
Upaya Peningkatan Keefektifan Dan Efisiensi Pembelajaran Bahasa Inggris

Upaya Peningkatan Keefektifan Dan Efisiensi Pembelajaran Bahasa Inggris

|Views: 234|Likes:
Published by Erick Thomson

More info:

Published by: Erick Thomson on Dec 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2015

pdf

text

original

UPAYA PENINGKATAN KEEFEKTIFAN DAN EFISIENSI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SEWON, BANTUL

TAHUN AJARAN 2007/2008

Secara umum. Dengan memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan solusi yang diperlukan untuk mengatasinya. komponen-komponen yang terkait tersebut harus berupaya meningkatkan keefektifan dan efisiensi proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan karakteristik masing-masing kelas. berbicara (speaking). salah satu tujuan pembelaaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam bentuk lisan maupun tertulis. Bantul.BAB I PENDAHULUAN A. Keempat kompetensi ini diharapkan mampu mempersiapkan dan membekali siswa SMA untuk melanjutkan ke enjang pendidikan yang lebih tinggi atau untuk memasuki dunia kerja terutama di sektor yangmembutuhkan keterampilan berbahasa Inggris. maka peneliti berpikir bahwa perlu ada upaya untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di setiap sekolah. Dengan memperhatikan bahwa setiap kelas mempunyai karakteristik yang berbedabeda. berdasarkan kenyataan tersebut. maka upaya-upaya ini pun bisa diterapkan di SMA Negeri 1 Sewon. Untuk mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Inggris seperti yang tercantum dalam kurikulum. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bantul dengan menggunakan langkah-langkah penelitian tindakan . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. semua komponen yang terlibat dalam proses belaar mengajar di sekolah harus turut memberikan dukungan. Masing-masing sekolah menemui kendala yang berbeda-beda dalam mencapai tujuan tersebut. Kemampuan berkomunikasi ini meliputi mendengarkan (listening). tidak semua sekolah dapat dengan mudah mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Inggris sesuai dengan yang tercantum dalam kurikulum. membaca (reading). dan menulis (writing).

teknik penyampaian materi. speaking. Selain itu juga berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. peneliti akan terlebih dahulu mengidentifikasi masalah-masalah yang mengganggu proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah ini. reading memberikan stimulus pada writing (keterampilan produktif). siswa akan merasa bosan jika harus mengerjakan kegiatan yang sama terus-menerus. keefektifan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh penguasaan guru tentang grammar. reading. dan fasilitas yang tersedia) berhubungan dengan keempat keterampilan bahasa tersebut. Faktor-faktor tersebut adalah: guru. dan konteks wacana. waktu. Pembelajaran yang efektif juga dipengaruhi oleh teknik mengajar guru. Penggunaan fasilitas yang tersedia secara optimal akan membantu . dan writing. faktor-faktor di atas (guru. materi yang diajarka. Bantul.(action research). Untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi pembelajaran Bahasa Inggris. dan fasilitas yang tersedia. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan semua faktor yang ada selama proses belajar mengajar. Biasanya. Untuk langkah pertama. siswa. materi yang diajarkan. siswa. Effective reading tampaknya akan berpengaruh pada effective writing. waktu. Dari sudut pandang guru. Keefektifan pembelajaran reading dan writing dari sudut pandang guru kemungkinan akan memberikan hasil yang optimal jika guru menggunakan potensinya secara efisien. pembelajaran Bahasa Inggris juga berhubungan dengan empat macam keterampilan bahasa yaitu listening. Identifikasi Masalah Ada beberapa faktor yang turut berperan dalam upaya peningkatan keefektifan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. Selain berhubungan dengan faktor-faktor yang terlibat dalam proses belajar mengajar. teknik penyampaian materi. Sebagai keterampilan reseptif. Perasaan seperti ini akan menguarangi konsentrasi siswa sehingga mereka tidak akan menangkap materi dengan baik. B. kosakata. Efisiensi pembelajaran reading juga dipengaruhi oleh penggunaan fasilitas yang tersedia.

Jika dilihat dari sudut pandang siswa. Biasanya siswa akan menemukan gagasan ketika mereka menghubungkan pembelajaran bahasa dengan kondisi di sekelilingnya. pembelajaran listening dan speaking ini bisa dilakukan secara terpadu. Praktik berbahasa Inggris di dalam kelas akan membentu siswa mengekspresikan gagasannya dalam bahasa Inggris. kosakata. Jika dilihat dari sudut pandang siswa. Jadi. seperti menjawab pertanyaan dulu kemudian baru membeca materi. Keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris tidak hanya dilihat dari sudut pandang guru saja. karena proses belajar mengajar juga berhubungan dengan faktor-faktor yang lain. Keterampilan bahasa yang lain yaitu listening dan speaking. Seperti pada reading. Pembelajaran listening dan speaking akan lebih efisien jika guru memberikan masalah-masalah untuk didiskusikan. Pembelajaran listening yang efektif akan berpengaruh positif terhadap speaking karena keberhasilan dalam listening membuat pembelajarn speaking lebih mudah. Keefektifan ini juga tergantung pada informasi yang disampaikan guru terhadap siswa. dan pronunciation. Jadi. Dari sudut pandang guru. Mereka yang menguasai ketiga faktor tersebut akan dapat memahami pembicaraan orang lain dengan mudah. effectif listening berkaitan dengan penguasaan guru terhadap grammar. oleh karena itu kompetensi yang dimilikinya uga akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Guru adalah sumber pengetahuan di kelas. pembelajaran reading tergantung pada kebutuhan siswa untuk membaca. dan pronunciation. beberapa siswa mempraktikkan listening dan yang lainnya mempraktikkan speaking. penguasaan kosakata.siswa dalam memahami materi yang diajarkan dan memberikan pengetahuan serta gagasan untuk dikembangkan dalam writing. Kebutuhan itu bisa saja dilakukan untuk melakukan kegiatan tertentu. Dalam diskusi ini. agar pembelajaran listening lebih efektif maka siswa harus terlebih . mereka bisa menemukan apa yang mereka butuhkan dengan mudah. keefektifan dalam pembelajaran listening bergantung pada konsentrasi mereka selama proses belajar mengajar.

Misalnya. lagu. Pemberian materi secara tepat akan memberikan hasil yang optimal. sehingga mereka akan lebih mudah memahami materi tersebut. misalnya berita dari televisi atau radio. Siswa akan lebih mudah memahami materi yang berhubungan dengan masalahmasalah yang sering mereka dengar. menyusun kalimat menjadi paragraf yang baik. Keefektifan dalam pembelajaran speaking berhubungan dengan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Jika dilihat dari sudut pandang materi yang diajarkan. Selain dipengaruhi oleh pembicara yang mereka dengarkan. Efisiensi dalam penggunaan waktu dan tenaga akan membantu siswa dalam menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dalam writing. dan menyusun paragraf menjadi teks. proses belajar mengajar dimulai dari pembelajaran kata dalam kalimat. instruksi. dan sebagainya. Siswa yang aktif akan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk mengungkapkan gagasannya sehingga akan lebih lancar berbicara dalam bahasa Inggris. faktor lain yang turut berpengaruh adalah penggunaan waktu dan tenaga secara efisien. Selain itu. apakah pembicara itu penutur asli atau bukan. proses belajar mengajar juga dipengaruhi oleh penggunaan fasilitas yang tersedia. keefektifan berhubungan dengan fase-fase dalam menggunakan materi yang diperoleh. Selain dipengaruhi oleh peran siswa di dalam kelas. Dalam pembelajaran writing. keefektifan pembelajaran reading berhubungan dengan tingkat kesulitan materi. Penggunaan fasilitas pembelajaran secara optimal akan sangat membantu proses belajar mengajar Bahasa Inggris. Berhubungan dengan materi yang diajarkan. Materi yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari akan lebih efektif karena sudah akrab dengan siswa. Keautentikan materi juga berpengaruh pada keefeektifan . pengumuman. sehingga mereka tahu apa yang harus mereka dengarkan. keefektifan pembelajaran listening dipengaruhi oleh keautentikan materi tersebut. prakiraan cuaca. efisiensi dapat dicapai melalui penggunaan fasilitas seperti laboratorium bahasa dan tape recorder.dahulu mengetahui kebutuhannya.

apakah mereka aktif atau tidak. explicit dan implicit reading. skimming. Dalam mengungkapkan masalah-masalah itu. Siswa dibagi dalam tiga level. Kelompok A mendapatkan informasi yang tidak diketahui oleh kelompok B. Untuk memperoleh hasil yang optimal. efisiensi juga berhubungan dengan karakteristik kelas. akan lebih efektif dan efisien jika diberikan materi yang sederhana dulu kemudian baru materi yang lebih kompleks. mendengarkan radio dan televisi. Siswa akan lebih mudah mengekspresikan masalahmasalah yangsering mereka hadapi dalam kehidupannya. Salah satu upaya untuk mendorong siswa menjadi aktif adalah dengan menggunakan information gap. dan sebaliknya. dan membaca untuk hiburan. Misalnya untuk kelas yang pasif. yaitu beginner (pemula). Selain itu.pembelajaran speaking. dan sebagainya. menarik kesimpulan dari konteks. Bagi pemula. explicit reading dan membaca untuk hiburan akan lebih sesuai. Pembelajaran listening dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Caranya dengan membagi kelas menjadi dua kelompok. Berhubungan dengan teknik yang dipakai dalam proses belajar mengajar. dan advanced. Keefektifan berhubungan dengan pemilihan teknik yang tepat untuk kelas tertentu. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan penggunaan fasilitas yang tersedia. Keefektifan dalam pembelajaran speaking berkaitan dengan kegiatan siswa selama proses belajar mengajar. siswa akan melibatkan pikiran dan perasannya sehingga komunikasi yang dilakukan akan tampak natural. menjawab pertanyaan berdasarkan teks. . Dengan cara ini akan terjadi komunikasi antara kelompok A dan B secara alami. misalnya mendengarkan tape recorder. Efisiensi dalam speaking berhubungan dengan level siswa. Keefektifan berhubungan dengan mikro skills yang terlibat. proses ini harus efisien. apakah topik itu menarik atau tidak. menulis ulang lagu. Penggunaan teknik yang bervariasi dalam pembelajaran akan mengurangi kebosanan siswa. Dalam hal ini efisiensi berhubungan dengan topik. pembelajaran reading berhubungan dengan mikro skills: scanning. intermediate.

listening. Keefektifan dan efisiensi tergantung pada tingkat kesulitan materi. dan sebagainya. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006? . speaking. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. Misalnya. penerapan. D. speaking.Berhubungan dengan waktu dan tempat yang tepat untuk proses belajar mengajar. Tetapi. Sedangkan untuk pembelajaran listening dan speaking dapat dilakukan pada siang hari. oleh karena itu akan lebih efektif jika dilakukan pada pagi hari. pembelajaran listening akan lebih efektif dan efisien jika dilakukan di laboratorium bahasa. dan writing. reading dan writing membutuhkan banyak konsentrasi. dan writing berkaitan dengan ketersediaan media di dalam kelas. Rumusan Masalah Seperti apakah perencanaan. C. kaset. dan evaluasi yang dilakukan untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris pada kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. tidak ada perbedaan antara reading. Pembatasan Masalah Masalah-masalah dalam penelitian ininterfokus pada pengenalan dan penerapan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan oleh semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran untuk turut berperan dalam upaya untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. reading. Keefektifan dan efisiensi berhubungan dengan tempat yang sesuai untuk proses belajar mengajar listening. speaking. Misalnya. karena disana tersedia peralatan yang diperlukan untuk pembelajaran seperti tape recorder. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. dan writing dapat dilakukan di dalam kelas. pembelajaran reading.

5. penelitian ini dapat memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat. hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi untuk menyusun atau merencanakan proses belajar mengajar secara terpadu yang efektif dan efisien. dan evaluasi yang dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perencanaan. Bagi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. 2. F. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan aktifitas yang efektif dan efisien dalam pembelajaran Bahasa Inggris.E. Bantul. Bagi guru-guru yang lain. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai contoh untuk mengembangkan aktifitas yang efektif dan efisien dalam pembelajaran di kelas. Manfaat Penelitian 1. penerapan. Bgi guru Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. baik dari sekolah ini maupun dari sekolah lain. BAB II LANDASAN TEORI A. terutama untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. 3. Bagi Kepala SMA Negeri 1 Sewon. Deskripsi Teoretik . Bagi peneliti. 4. penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk mengungkapkan gagasan dalam rangka mengembangkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar terdapat dua istilah: belajar mengacu pada peserta didik (siswa) dan mengajar mengacu pada pengajar (guru). Menurut Edgarstones (1979: 9). Proses belajar mengajar bertujuan untuk menghasilkan perubahan pada peserta didik. Proses Belajar Mengajar Menurut Goetting (1942: 3). Proses Pembelajaran Bahasa Pembelajaran bahsa melatih siswa untuk memperhatikan nilainilai dalam komunikasi sehingga mereka dapat menggunakan bahasa dengan tepat. merencanakan pembelajaran. Ada tiga hal utama dalam proses belajar mengajar. dan penilaian hasil yang diperoleh (evaluasi). Sedangkan mengajar adalah suatu kegiatan yang dirancang untuk menghasilkan perubahan pada peserta didik (siswa) untuk memberikan dorongan.1. dan menggunakan strategi yang sesuai. yaitu pembentukan dan perumusan strategi. Seperti yang dipakai saat ini. bantuan. nunan (1989: 84) menyatakan bahwa tujuan pendidikan yang utama adalah menentukan proses belajar mengajar. Oleh karena itu. Sedangkan ahli lain. kita harus berusaha meyakinkan peserta . sudut pandang yang lain menekankan belajar sebagai suatu hasil atau produk. Karena subjek yang akan dikenai perubahan adalah peserta didik. maka proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan kondisi psikologis peserta didik agar tujuan tersebut dapat tercapai. dan pengarahan untuk perubahan tertentu. Littlewood (1984) menyatakan bahwa pembelajaran bahasa adalah respon alami terhadap kebutuhan komunikasi (baik produktif maupun reseptif). proses penerapan strategi. Kemudian. Satu sudut pandang menganggap belajar sebagai suatu proses atau aktifitas. secara ideal pengajaran meliputipenyusunan lingkungan belajar secara sistematis dengan menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran yang relevan dan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik untuk menghasilkan perubahan seefektif dan seekonomis mungkin. kata belajar. 2. harus dilihat dari dua sudut pandang.

dan menciptakan suasana kelas yang santai. Kemampuan beradaptasi mengacu pada kemampuan guru untuk memilih dan mengadaptasi programnya dalam mengajar. Proses Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien Menurut Popham dan Baker dalam Hadi dkk (1992). 3. Popham dan Baker menjelaskan bahwa proses belajar mengajar yang efektif tergantung pada pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan proses belajar mengajar. Littlewood juga menyatakan bahwa di dalam kelas. Guru harus bisa mengadaptasi kondisi kelas dan bersikap fleksibel dalam menggunkan teknik yang sesuai. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris bertujuan untuk memberikan kemampuan kepada peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris.didik agar selalu memperhatikan nilai-nilai komunikasi dari apa yang mereka pelajari. Untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif. Lebih jauh. Sedangkan fleksibilitas mengacu pada tingkah laku guru dalam kelas dan kemampuannya untuk bersikap sensitif terhadap perubahan yang dibutuhkan untuk peningkatan hasil pembelajaran. harus ada kerja sama antara guru dan peserta didik. Sedangkan Alatis dan Altman (1981: 44) mengusulkan bahwa . Harmer (1983) menyatakan bahwa komponen dalam pendekatan aktifitas yang seimbang adalah kemampuan guru untuk bisa beradaptasi dan bersikap fleksibel. kegelisahan dapat menjadi penghalang dalam belajar dan membuat siswa malas untuk mengekspresikan diri pada pembelajaran bahasa kedua. proses belajar mengajar yang efektif adalah kemampuan untuk menghasilkan perubahan yang diharapkan dari kemampuan dan persepsi siswa. Oleh karena itu kita harus menghindari kritik yang berlebihan terhadap penampilan mereka. berusaha memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan diri. Fleksibilitas artinya kemampuan untuk menggunakan berbagai macam teknik dan tidak hanya terpaku pada satu metodologi saja.

Seseorang dikatakan mempunyai kemampuan membaca secara efisien jika dia mampu menggunakan waktu yang tersedia dengan efektif untuk membaca dan memahami makna yang terkandung pada bacaan. biaya. ada dua hal utama yang diperlukan untuk mencapai proses belajar mengajar yang efektif. Pertama. Sebagai kesimpulan. harus ada kesesuaian antara kebutuhan siswa dan sistem ujian. dan harapan untuk prospek ke depan. Jadi. Kedua. Reading (membaca) yang efektif adalah kemampuan seseorang untuk membentuk makna dari teks yang sesuai dengan maksud penulis. Ahli lain. untuk melakukan kegiatan writing (menulis) yang efektif diperlukan banyak waktu. tuntutan sistem ujian. seorang guru perlu memahami ketidaksesuaian antara apa yang dibawa siswa dalam situasi pembelajaran bahasa yang formal dan tuntutan yang diminta oleh guru dan teks. 5. 4.untuk memaksimalkan keefektifan. dan pengeluaran. harus ada kegiatan analisis kebutuhan siswa. Efisiensi mencakup penggunaan waktu dan sumber daya secara efektif untuk menyelesaikan tugas tertentu. Kebutuhan siswa adalah hubungan antara kemampuan dan harapan siswa dari proses pembelajarannya. Pembelajaran Reading Carrel dkk (1988: 12) menyatakan bahwa reading adalah kemampuan bahasa yabg reseptif. Pembelajaran Writing Menurut Borowich (1996: 13). atau bahkan bisa . McWhorter (1992: 3) menyatakan bahwa efisiensi adalah kemampuan untuk menunjukkan sesuatu dengan sedikit usaha. harus ada gambaran seperti apa sistem ujian yang dipakai. Maksudnya adalah proses psikolinguistik dimana hal ini dimulai dengan perwujudan unsur kebahasaan yang disandikan oleh penulis dan diakhiri dengan makna yang dibentuk oleh pembaca.

mengungkapkan gagasan. 7. menyusunnya. Pembelajaran Listening Harmer (1983) menyatakan bahwa listening (mendengarkan) sebagai suatu keterampilan berbeda dengan writing. tetapi hanya bisa mendengarkannya. Menurutnya. percakapan sederhana . dan pengelompokan gagasan sehingga menjadi tulisan yang koheren. Penulis melakukan berbagai langkah. kita akan mempunyai gambaran untuk menanganinya. Harmer (1983: 48) menuliskan bahwa dalam mengajarkan writing. Harmer juga menjelaskan tentang kriteria materi untuk listening.dikatakan pemborosan waktu. pendengar tidak dapat melihat apa yang dia dengarkan. Pertama. jika memungkinkan. 6. seorang penulis akan menghabiskan banyak waktu untuk menghasilkan tulisan yang baik. dengan melihat kesulitan yang ada dalam materi listening. kita harus yakin pada kualitas tape recorder yang kita gunakan untuk kegiatan listening. bagaimana paragraf digabungkan. Kedua. Pembelajaran Speaking Menurut Finnochiaro dan Bonomo (1973: 110). kita harus memahami materi seperti apa yang ingin didengarkan oleh siswa. misalnya penyusunan kalimat menjadi paragraf. Dengan mengacu pada teori-teori di atas. menyusun dan menulis ulang gagasan tersebut. guru harus mempertimbangkan beberapa hal. Menulis secara efektif dan efisien akan menghasilkan tulisan yang baik yaitu tulisan yang koheren. untuk menumbuhkan minat dan mendorong komunikasi. Dalam listening. guru memberikan bantuan kepada siswa untuk memahami teks. Seorang penulis membutuhkan waktu yang longgar untuk mengekspresikan gagasan. Yang terakhir dan mungkin yang paling penting. Efisiensi dapat diperoleh apabila penulis mempunyai konsep yang jelas sebelum memulai kegiatannya. dan menulis ulang sehingga menghasilkan tulisan yang baik.

siswa. dan guru BK mempunyai kemauan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. lagu harus diajarkan. Dia juga menyatakan bahwa harus diperhatikan juga masalah yang berkaitan dengan pengucapan (pronunciation) pada waktu mengajarkan speaking. pembelajaran speaking (berbicara) tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari terutama berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan setiap hari. cerita harus diperkenalkan sehingga siswa dapat meresponnya.harus diikutsertakan pada awal pembelajaran. seperti grammar dan pronunciation. ketiga. proses pembelajaran harus berhubungan dengan percakapan yang autentik. mengidentifikasi masalah. kedua. Untuk mencapai pembelajaran speaking yang efektif. Kesimpulannya. grammar (termasuk kosakata dan structure) sebaiknya diajarkan selangkah demi selangkah sehingga siswa dapat mengikuti dengan baik dan akan tercapai hasil sesuai yang diharapkan. Kerangka Berfikir Keberhasilan dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris dapat dicapai jika semua komponen yang terkait seperti guru. Dalam mengujicobakan tindakan tersebut. atau dengan kata lain lebih bebas. Selain itu guru juga harus bisa mendorong siswa untuk mengekspresikan gagasannya dalam kelas. Dalam pembelajaran speaking. Sehubungan dengan kebutuhan untuk meningkatkan proses belajar mengajar Bahasa Inggris. Tetapi. . B. Peneliti pertama mengamati proses belajar mengajar. Sedangkan Robinett (1978) menjelaskan bahwa aktifitas lisan akan lebih bisa dikendalikan. maka komponen yang terkait tersebut harus melakukan suatu tindakan yang mendorong pencapaian keberhasilan tersebut. mempraktikkan tindakan dan mengevaluasinya. bekerja sama dengan guru untuk menemukan pemecahan masalah. pada waktu yang bersamaan juga harus diajarkan tentang unsur-unsur bahasa yang lainnya. dan keempat. Dalam hal ini. mereka menggunakan prinsip scientific method. kepala sekolah.

Untuk mencapai tujuan secara optimal. siswa. Proses belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. karena semua orang yang terlibat akan saling berbagi gagasan dan pendapat. aktifitas.Hal yang penting dalam penelitian tindakan (action research) adalah kolaborasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris dalam kelas selangkah demi selangkah. diantaranya guru. Semua komponen harus bisa mengenali masalah. Disini tidak ada yang bertindak sebagai pembuat keputusan yang utama. kurikulum. dan menerapkan aktifitas yang dapat meningkatkan motivasi siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006 mencakup banyak faktor. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dana. Subjek Penelitian . menghubungkan faktor-faktor yang ada dengan masalah yang dihadapi. dan kebijaksanaan sekolah. Kolaborasi artinya seluruh komponen mengetahui dan memahami bentuk tindakan yang akan diterapkan. dan juga meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. mengubah kelas yang pasif menjadi aktif. materi.

E. observasi awal akan dilakukan pada awal semester 1 tahun ajaran 2005/2006. sedangkan penelitian akan dilksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2005/2006. D. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. Informasi yang didapat akan digunakan untuk merumuskan masalah. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan keefektifan dan efisiensi dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. Instrumen Penelitian Peneliti sebagai partisipan dalam penelitian ini akan memimpin penelitian. siswa-siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sewon. pilihan. Kemudian. Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. Data akan dikumpulkan melalui pengamatan dan in-dept interview. C. dan harapan dari semua komponen. dan peneliti sendiri. dan menyusun wawancara. peneliti dan semua komponen yang terlibat dalam penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi dan menerapkan aktifitas yang dapat meningkatkan keefektifan dan efisiensi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Bantul pada tahun ajaran 2005/2006. guru-guru Bahasa Inggris. peneliti akan . yaitu dalam bentuk pendapat. mengamati. Sedangkan teknik yang akan digunakan untuk memvalidkan data yaitu dengan triangulation melalui in-dept interview dan pengamatan. B.Penelitian ini melibatkan Kepala Sekolah. guru-guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Untuk membuat data lebih valid. Data yang terkumpul akan ditulis dalam bentuk transkrip dan field-notes.memberikan kuesioner kepada seluruh anggota penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada. Evaluating Second Language Education. Masalah-masalah yang terpilih tersebut kemudian akan disusun menurut urutan hubungan sebab akibat. Cmbridge: . Charles. peneliti akan melakukan teknik triangulation dengan cara melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait. Untuk mencapai tujuan akhir. peneliti selanjutnya akan menganalisis masalah-masalah yang mempengaruhi keberadaan masalah utama dengan menggunakan teknik analisis objektif. Kemudian peneliti akan menyusun tujuan-tujuan yang ada berdasarkan kemungkinan untuk mengatasinya. J. untuk menambah masukan. F. DAFTAR PUSTAKA Alderson. Selain itu. Analisis Data Data dalam penelitian ini akan dikelompokkan berdasarkan tingkat urgensinya. peneliti akan melakukan interview kepada mereka yang ingin memberikan tambahan pendapat atau masukan. Kemudian peneliti bersama guru Bahasa Inggris menentukan masalah-masalah yang paling penting. (1992).

Communicative Classroom. William. Carrell. Inc. The Second Language Classroom Directions for the 1980’s. London: Methuen Co. Edgarstones. California: Prentice Hall. New York: Prentice Hall. Psychology of Education: A Pedagogycal Approach. E. Ltd. (1973). Jeremy. (1996). Technical Communication and Its Application. London: Longman Group Limited.Cambridge University Press. Littlewood. Borowich. (1979). (1983). (1984). The Foreign Language Learner: A Guide for Teachers. Jerome N. Mary et al. Designing Tasks for the Cambridge: Cambridge University Press. Language Acquisition Research and Its Implications for the Classroom. David. Cambridge: Cambridge University Press. Alatis.L. (1981). Nunan. New York: Regents Publishing Company. (1942). Teaching in the Secondary School. Oxford: Oxford University Press. (1990). Goetting. Inc. Finocchiaro. Interactive Approach to Second Language Reading. (1989). The Practice of English Language Teaching. James. Patricia L. . California: Cambridge University Press. Harmer. M. Inc.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->