KONSEP ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR By Arva Rochmawati, SST

A. Latar Belakang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
• ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial

dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif. • Kemajuan Teknologi yang bersumber dari ulah perbuatan manusia akan berefek pada pergeseran nilai social, moral, dan kultural yang akan mengakibatkan harkat dan martabat manusia menurun. Oleh karena itu diperlukan adanya unsur Humaniora yang mengarahkan manusia untuk lebih halus, manusiawi, dan berbudaya. • Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai 3 jenis kemampuan :
1. Personal : kepribadian Indonesia yang dinilai dari sikap, tingkah laku dan tindakan 2. Akademis : dapat berkomunikasi secara ilmiah, menguasai peralatan analisis, berpikir

logis, kritis, sistematis, tidak emosional, dan mempunyai konsep dlm mengidentifikasi serta merumuskan masalah 3. Profesional : setelah lulus diharapkan mampu bertindak terampil sesuai dengan profesinya dalam kehidupan nyata.
• Sehingga untuk memenuhi 3 kemampuan para tenaga ahli tersebut, diperlukan adanya

Ilmu Budaya Dasar, yang bertujuan supaya : 1. Mahasiswa perlu mengenal lebih mendalam dirinya sendiri dan orang lain sebagai manusia yang selain fisik tetapi juga mempunyai pemikiran dan perasaan 2. Mahasiswa perlu mengenal perilaku diri sendiri dan orang lain untuk bekal pergaulan hidup 3. Mahasiswa perlu bersikap luwes dalam pergaulan baik jiwa, perasaan, dan perilakunya
4. Mahasiswa perlu lebih aware terhadap hasil budaya manusia

71

B. Lingkup Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

ISBD diharapkan dapat membekali mahasiswa berupa kemampuan dasar tentang pemahaman, pemaknaan dan pengamalan nilai-nilai dasar kemanusiaan baik sebagai pribadi, sebagai warga Negara Indonesia, anggota keluarga, warga masyarakat dan sebagai bagian dari alam ciptaan Tuhan. Tujuannya memberikan landasan berfikir, bersikap dan bertindak agar lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang utuh yaitu pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat rohani dan jasmani, cerdas, trampil, mandiri, memiliki jati diri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemanusiaan dan kebangsaan.
C. Pokok Bahasan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

1. Manusia dan Cinta Kasih  Seorang yang mempunyai cinta mendalam pada sesuatu maka akan diungkapkan kasih sayangnya dengan perilaku.  Cinta kasih tercipta dengan sempurna apabila kedua belah pihak sama-sama saling menerima dan memberi  Cinta dan Nafsu berbeda karena cinta bersifat memberi sedangkan nafsu cenderung menuntut .  Unsur-unsur dasar cinta : a. b. c. d. Pengasuhan : seorang ibu mengasuh anaknya dengan tulus Tanggung jawab : suatu tindakan yang benar-benar berdasarkan sukarela Perhatian : suatu perbuatan yang yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka diri Pengenalan : keinginan mengetahui rahasia orang lain Apabila terdapat satu kesatuan dari unsur-unsur tersebut maka akan tercipta keserasian, keseimbangan, dan kedamaian. Pengurangan nilai kemanusiaan (dehumanisasi) disebabkan karena pada diri manusia tersebut tidak terdapat dasar agama, nilai, moral, dan norma dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Cinta menimbulkan kreatifitas dalam bentuk produk keindahan/ seni.  Macam-macam cinta : Agaphe (Yunani) : Manusia dengan Tuhan Philia : Orang tua dengan Anak (dalam keluarga) Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71

Eros (bisa dinalar)/ Amor (tidak bisa dinalar) : Antar lawan jenis Agaphe + Philia : Antar sesame manusia, antar manusia – lingkungan  Cinta juga memiliki tiga tingkatan : a. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kpd Allah, rasulullah dan berjihad di jalan Allah b. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dst
c. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat,

harta dan tempat tinggal. 2. Manusia dan Keindahan  Pengertian keindahan : Leo Tolsoy : “Menyenangkan bagi yang melihat” Sulzer : “Yang indah itu hanyalah yang baik” Alexander Baumgarten : “Keseluruhan yang merupakan : susunan yang teratur, terdiri atas bagian-bagian yang erat hubungannya satu sama lain, juga dengan keseluruhan” Immanuel Kant : Arti subjektif : sesuatu yang tanpa direnungkan, dikaitkan dengan kegunaan praktis yang dapat mendatangkan rasa senang Arti Obyektif : Adanya keserasian dari objek terhadap tujuan yang dikandungnya dan tidak ditinjau dari segi kegunaannya The Liang Gie : Arti luas : Keindahan mengandung ide kebaikan Arti estetik murni : Keindahan terkait dengan pengalaman estetik seseorang yang melalui persepsi penglihatan, pendengaran, dan perasaan Arti sempit : keindahan terbatas pada persepsi penglihatan  Sifat-sifat umum keindahan : a. Unity (Kesatuan) b. Balance (Keseimbangan) c. Contrast (Kebalikan)  Perasaan Keindahan mempunyai watak yang tetap/ statis dan mempunyai ekspresi Kontemplasi : Dasar untuk menciptakan sesuatu yang indah dinamis (dipengaruhi keadaan lingkungan)  Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71

bencana. kecelakaan  Sumber Penderitaan : Akibat perbuatan manusia. sakit psikosomatis  Siksaan : berasal dari orang lain : fisik/ psikis  Neraka : akibat dosa. berkomunikasi dengan orang lain (psikiater) 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . akibat penyakit. dan rugi  Macam Penderitaan : Disengaja : melawan kesenangan untuk tujuan tertentu (ex. tak menyenangkan. sudah dapat dirasakan di dunia  Cara manusia menghadapi penderitaan : - Sikap negatif : antipati terhadap penderitaan (kompensasi negatif). akibat siksaan/ azab Tuhan  Penderitaan mengandung : rasa sakit. matiraga. bertapa. wabah. sakit rohani. inisiatif (kompensasi positif). Manusia dan Penderitaan  Pengertian : Asal kata dhra : menahan. dan menikmati sesuatu yang indah Kontemplasi dan Ekstasi pada manusia derajatnya berbeda-beda 3. penyesalan. Puasa. menyakiti diri sendiri) Tidak sengaja : kelaparan. merasakan. dan neraka  Rasa Sakit : sakit fisik. seperti :  Agresi : emosi tak terkendali  Regresi : reaksi primitive/ kekanak-kanakan  Fiksasi : pembatasan pada satu pola (membisu. pertobatan. dll)  Proyeksi : melemparkan sikap negatif pada orang lain  Indentifikasi : menyamakan dengan orang lain yang lebih baik  Narsisme : merasa dirinya superior  Autisme : menutup diri secara total dari dunia nyata - Sikap positif : ketabahan. siksaan.  Ekstasi : Dasar untuk menyatakan. sehingga akan timbul frustasi. memukul-mukul. menanggung Franklien JM : keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit.

Defentio (mempertahankan diri). hak Politik.A. H. bapak sebagai bapak. keadilan distribusi (bila terlaksana apabila hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama sedangkan hal-hal yang sama diperlakukan sama).M.4. hak akan nilai Sedangkan hak asasi menurut PBB : hak asasi pribadi. Manusia dan Keadilan  Pengertian : Aristoteles : Kelayakan (titik tengah dari kedua ujung yang ekstrim) tindakan manusia Plato : Orang yang mampu mengendalikan diri dengan perasaan dan akalnya Sokrates : identik dengan pemerintahan. Hak asasi ada 3 : Hak hidup. hak kebebasan/ kemerdkaan. keadilan komutatif (berdasarkan ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum) Aristoteles : keadilan distributif dan keadilan komutatif JHon Locke : keadilan adalah hak asasi yaitu hak-hak alami yang dimiliki sejak lahir dan keadilan merupakan kebutuhan naluri manusia. Pujo Wiyoto : Pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah  Hak (Austin Fagothey) : wewenang moral untuk mengerjakan. Ekonomi. hak memilih jenis dan jenjang kehidupan Sifat-sifat yang lekat pada manusia (Thomas Hobbes) : Competitio (menguasai manusia lain). meninggalkan sesuatu  Hak objektif : sesuatu dimana orang mempunyai hak atasnya  Hak Subyektif : wewenang moral yang bukan kekuatan dan dapat dihalangi oleh sesuatu kekuatan  Macam-macam keadilan : Plato : keadilan legal/ moral (membayar pajak). menuntut. perlakuan yang sama dalam hokum. Gloria (dihormati dan dipuji) Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . memiliki. apabila pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan baik itulah adil Confusius (orang Kong Hu Cu): keadilan terjadi apabila anak berperan sebagai anak. dan raja sebagai raja Charles E. mempergunakan. : Menghubungkan keadilan dengan tujuan Negara dan keadilan merupakan sistim nilai antara individu dengan masyarakat sebagai makhluk sosial Prof.

Pancasila. tingkat dan jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat dan system keagamaan yang berbeda (memandang agama sebagai fenomena social). berkehendak tidak baik = kesengsaraan/ tidak bahagia) 71 Usaha kebajikan : individual. cita-cita yang belum tercapai disebut dengan angan-angan. kebajikan. keyakinan/ kepercayaan  Cita-cita : keinginan yang ada dalam hati seseorang. dan kebahagiaan • Sumber kebajikan : Rasa (berkehendak baik = kebajikan.5. harapan = ada usaha tetapi belum kesampaian  Kebajikan : sesuatu yang mendatangkan kebaikan. keselamatan. bersifat keagamaan. yg hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dng hak milik bersama yg dikontrol oleh negara Religius : bersifat religi. berdasar wahyu Bersumber dari abstraksi nilai (ideologi) : kebenaran hanya berlaku untuk kelompok tertentu . kapitalisme. diwujudkan dengan perjuangan/ usaha. liberalisme) Bersumber dari hasil pemikiran seseorang : kebenaran sangat relative  Macam-macam pandangan hidup : Liberalisme : kebebasan Sosialisme : menekankan pada perhatian masyarakat secara keseluruhan Komunisme : paham atau ideologi (dl bidang politik) yg menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels. kelompok •  Keyakinan : Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .  Unsur-unsur pandangan hidup : cita-cita. ideology (William 1959) mengandung dua hal = unsure-unsur filsafat dan pembenaran intelektual norma-norma (ex. yg bersangkut-paut dng religi Sosio-Religius : hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat. perbedaan atau masyarakat secara utuh dengan berbagai system agama. keuntungan. Manusia dan Pandangan Hidup Manusia yang menginginkan kebahagiaan maka dia harus mempunyai tuntunan/ pegangan/ pandangan hidup  Pengertian (Berdasar sumbernya) : Bersumber dari agama : kebenaran mutlak. kemakmuran.

 Sikap orang lain dapat berupa : tidak simpati. jijik)  Ketidakpastian : tidak dapat ditentukan. tenaga sebagai wujud kesetiaan. dengki. ada yang kurang pada dirinya sehingga sulit menyesuaikan diri. memboikot. tidak mempedulikan. tidak mau mendekati. Tuhan  Pengabdian : Perbuatan baik berupa : pikiran. Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian  Pengertian : Kewajiban dalam melakukan tugas tertentu sehingga harus ada kesanggupan untuk menentukan sikap dan resiko dari suatu perbuatan  Unsur-unsur tanggung jawab : kesadaran. dan keberanian  Macam-macam tanggung jawab : terhadap diri sendiri. Dasarnya adalah tanggung jawab 7. rasa takut yang lain (demam panggung)) Kecemasan moral : bersifat emosional (iri. tidak tenang. manusia/ masyarakat. tidak sabar. pendapat. terpisah dan terpencil yang dikarenakan perilaku yang tidak dapat diterima masyarakat. kecintaan. nama baik dan martabat yang menyentuh nilai kemanusiaan. takut. tanpa arah yang jelas. cemas. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . phobia. kurang PeDe. mengisolasi. Penyesuaian diri. lingkungan. dsb)  Macam-macam kecemasan (Sigmund Freud) : Kecemasan obyektif : ada bahaya eksternal yang nyata Kecemasan neurotic : ada bahaya naluriah (ex. benci.  Keterasingan : tersisih. biasanya tertuju pada status. tanpa asal-usul yang jelas. Murung. tidak mau berurusan. Manusia dan Kegelisahan  Pengertian : Suatu perasaan tidak tenteram. khawatir  Kegelisahan berasal dari perasaan maupun pemikiran yang bermanifestasi fisik (ex.• Aliran naturalisme = hidup dihubungkan dengan kekuatan tertinggi (alam) • Aliran intelektualisme = dasar adalah logika/ akal • Aliran gabungan 6.

objek yang dituju oleh pernyataan tersebut (ex. terancam hak kodratinya. 8. Manusia dan Harapan  Pengertian : harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . kegelisahan. sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi (masa depan)  Persamaan harapan dan cita-cita : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud. Setiap manusia akan mati) • Teori Korespondensi : suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dng. mengandung arti psikologis yang berdampak : khawatir/ takut kehilangan. Jakarta itu ibukota Republik Indonesia) • Teori Pragmatis : suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Yuyun Suriasumantri : • Teori Koherensi/ konsistensi: suatu pernyataan dianggap benar bila konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar (ex. merasa tidak punya apa-apa. menginginkan sesuatu yang lebih baik/ meningkat  Harapan manusia/ kebutuhan manusia (Abraham Maslow) : • • • • • Kelangsungan hidup (survival) Keamanan (safety) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love) Diakui lingkungan (status) Perwujudan cita-cita (self actualization)  3 Macam kepercayaan : • Kepercayaan pada diri sendiri = hakekatnya percaya pada Tuhan • Kepercayaan pada orang lain/ masyarakat • Kepercayaan pada Tuhan  3 teori kebenaran Dr. Kesepian : merasa tidak berteman.

Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader kesehatan . d. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya 2. pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi masyarakat secara keseluruhan. e. pelayanan medis kontrasepsi Menggerakan dan membina masyarakat. imbalan jasa diletakan pada nilai gotong royong/ kekeluargaan dan biasanya lebih murah • Faktor yang lain lokasi Puskesmas yang lebih jauh dari tempat tinggal BIDAN salah satu tim anggota kesehatan masyarakat Berpijak dari temuan tersebut maka khususnya kesehatan Ibu dan anak mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan status kesehatan ibu dan anak dalam wilayah kerjanya : oleh karena itu FUNGSI BIDAN ADALAH : a. Memberikan pelayanan persalianan . KB. pola pikir. Membina kelompok dasawisma di bidang kesehatan Membina kerjasama lintas program dan lintas sektor serta dukun bayi 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . lebih diterima sebagai anggota keluarga. termasuk peran serta masyarakat “ dehumanisasi “ memberikan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan masalah kesehatan setempat c. Hakekat manusia Universal : akan tetapi perwujudannya beraneka ragam. ada kelemahan akan tetapi ada keunggulan yang diungkapkan secara tidak seragam. Sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk corak ungkapan pikiran dan perasaan tingkah laku al : • Masyarakat masih cenderung minta pertolongan ke dukun bayi karena dukun dianggap masih kharismatik. atau dapat dikatakan bahwa masalah budaya adalah tata nilai yang daat menimbulkan krisis-krisis kemasayrakatan yang akan menyebabkan atau terjadi pengurungan terhadap seseorang. b.D. ada persamaan tapi ada pula perbedaan. Masalah tersebut mencakup : 1. Masalah-masalah Budaya dalam Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Masalah budaya adalah segala sistem atau tata nilai atau sikap mental.

PUS. 2. Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya g. serta pembagian wilayah. Jenis Kelamin. Untuk itu bidan harus mengadakan hubungan yang efektif dengan masyarakat utamanya key person yang pertama kali harus dipelajari adalah bahasa Langkah selanjutnya adalah mempromosikan diri dengan menampilkan kepribadian yang sesuai dan dianut oleh masyarakat dengan tujuan akhir adalah : produk kebidanan diminati masyarakat E. PKK. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Tokoh Masyarakat. Karang Taruna. Menghubungi pamong desa untuk mendapatkan peta desa. Mencatat jumlah KK.f. Mengenal struktur kemasyarakatan seperti LKMD. mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. • ISD adalah Ilmu sosial yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menaggapi masalah-masalah sosial. 4. Mempelajari geografi penduduk. Mendeteksi dini adanya efek samping dan komplikasi baik kontrsepsi ataupun penyakit sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya Sedangkan PERMENKES No 363/ Menkes/ 1980 mengatur tentang aspek sosial budaya dasar tugas dan kewenangan bidan yaitu : mengenal wilayah. • Upaya ilmiah untuk memahami peristiwa/ pernyataan budaya yang pada umumnya dianggap unik yang apabila dipelajari akan membuat orang lebih halus dan berbudi. Pengertian • IBD adalah Ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya. struktur pemerintahan & komposisi penduduk serta sistem pemerintahan desa dengan cara : 1. 3.

F. (1) lingkaran paling luar adalah melambangkan kebudayaan sebagai artefacs atau benda-benda fisik. (2) lingkaran berikutnya melambangkan kebudayaan sebagai sistim tingkah laku dan tindakan berpola. 74-75). Kerangka Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat (1996. (3) lingkaran yang berikutnya lagi adalah melambangkan kebudayaan sebagai sistim gagasan. dan (4) lingkaran hitam yang letaknya paling dalam dan bentuknya yang paling kecil atau merupakan pusat atau inti dari seluruh bagan. melambangkan kebudayaan sebagai sistim gagasan yang ideolagis 71 KELOMPOK SOSIAL Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .

Bersistem dan berproses B. Kategori social : kelompok individu yang sadar akan ciri-ciri yang sama c. Ada hubungan timbal balik 3. Mempunyai pola interaksi 2. Tipe Kelompok Sosial 1. SST A. Kelompok Sosial : Keluarga d.Kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Tipe secara Umum a. waktu karena pusat perhatian sama e.Himpunan/ kesatuan manusia yang hidup bersama . George Simmel : berdasarkan ukuran besar/ kecil a. Merton : 1. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok 3. Kategori Statistik : Pengeompokan atas dasar cirri tertentu yang sama b. Kelompok Tidak teratur : perkumpulan orang-orang pada satu tempat. Setiap anggota kelompok harus sadar merupakan bagian kelompok 2. Pengertian Kelompok Sosial : . Pihak yang berinteraksi didefinisikan orang lain sebagai anggota kelompok Soerjono Soekarta : 1. Triad : 3 orang sebagai focus hubungan sosial 2. Monad : 1 orang sebagai focus hubungan social b. Syarat Kelompok Sosial : Robert K. Ada factor yang dimiliki bersama sehingga berhubungan erat 4. Dyad : 2 orang sebagai focus hubungan social c. Organisasi formal : kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . berkaidah dan punya pola perilaku 5. Berstruktur.By Arva Rochmawati.

Ferdinand Tonnies a. Publik : kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Paguyuban (Gemeinschaff) Kehidupan bersama anggota yang diikat hubungan batin yang murni. interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat komunikasi 8. Max Weber a. Membership group : kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok b. Informal Group Kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu/ pasti 6. Ikatan Pedagang) 5. alamiah dan kekal Dasar : Rasa cinta dan kesatuan Macam : ikatan darah. ikatan tempat. Kerumunan : kumpulan manusia sampai batas-batas waktu tertentu dan mempunyai ikatan social tertentu. bersifat sebagai bentuk dalam fikiran belaka.3. Merton a. ikatan jiwa-fikiran b. Charles Horton Coole (berdasar hubungan) : a. hubungan tidak bersifat pribadi dan sifat tidak begitu langgeng 4. Kelompok Primer : ciri-ciri saling mengenal antar anggota dan kerjasama bersifat pribadi (keluarga) b. Formal Group Kelompok yang mempunyai peraturan2 tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar manusia b. mekanis (hubungan timbal balik) (ex. Berdasar Community 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Kelompok social tidak teratur a. terdiri banyak orang. Kelompok Sekunder : Kelompok besar. b. Robert K. Patembayan (Gesellschaff) Ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek. Reference Group : Kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilaku 7.

sistim kehidupan individual. Masyarakat Perkotaan Hubungan kurang erat. SST Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .a. Masyarakat Pedesaan Hubungan erat. focus : penggunaan kebutuhan hidup 71 INTERAKSI SOSIAL By Arva Rochmawati. focus : pemenuhan kebutuhan hidup b. sistim kehidupan berkelompok atas dasar kekeluargaan.

• • • Antara orang perorangan Antara perorangan dengan kelompok manusia atau sebaliknya Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia 2. Bentuk Interaksi Sosial Kerja sama / Cooperation Kerja sama adalah proses yang terjadi karena orang sadar memiliki kepentingan yang sama. Adanya kontak sosial. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Pengertian Hubungan social yang dinamis menyangkut hubungan antar individu. • Kerja sama kontrak: atas dasar tertentu • Kerja sama tradisional: bagian dari unsur sistem sosial 71 Macam pelaksanaan kerja sama: • Kerukunan: gotong royong. pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan yang diwujudkan dalam bentuk organisasi. Syarat terjadinya interaksi sosial: 1.A. Macam-macam kerja sama menurut teori sosiologi: • Kerja sama spontan: serta merta • Kerja sama langsung: hasil perintah atasan/penguasa. antara kelompok manusia atau perorangan dengan kelompok manusia. tolong menolong. Komponen komunikasi: • • • • Komunikator Media/saluran Feedback Komunikan B. Adanya komunikasi Suatu proses dimana individu memberikan rangsangan untuk merubah tingkah laku individu lain.

Cooptation: kegoncangan. Persaingan ekonomi b. Perbedaan sosial (reorganisasi sistem nilai) 71 Bentuk pertentangan: a. Perbedaan kepentingan d. Menyalurkan keinginan individu/kelompok yang bersifat kompetitif untuk hasil terbaik b. Sebab pertentangan: a. Pertentangan pribadi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Joint Venture: kerja sama dalam pengusaha proyek tertentu. Persaingan kebudayaan c.• • Bergaining: pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang dan jasa antara 2 organisasi atau lebih. kelompok manusia bersaing mencari keuntungan tanpa menggunakan ancaman. Persaingan/Competition Persaingan adalah proses sosial dimana individu. Tipe-tipe persaingan: a. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan/pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari • • Coalition: kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Perbedaan kebudayaan c. Persaingan kedudukan & peranan d. dengan mendudukkan individu sesuai dengan kemampuan Pertentangan/Konflik Pertentangan adalah proses sosial dimana individu/kelompok berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman/kekerasan. Alat untuk seleksi. Perbedaan individu b. Persaingan ras Fungsi persaingan: a.

Pertentangan politik e. Barokah itu menyergapkan rindu ditengah kejengkelan. Ilmu Budaya Dasar. 2004. 1996. SST Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Barokah itu adalah keajaiban yang hanya terjadi pada orang-orang beriman.. 2009.b.. Barokah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut disaat dada kita sesak oleh masalah. Jakarta : Ghalia Indonesia Barokah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Pertentangan bersifat internas Sumber Pustaka : Hartono H. 71 KONSEP KELUARGA By Arva Rochmawati. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. SELAMAT BELAJAR WAHAI SAUDARAQ… SEMOGA ILMU YANG KAU PELAJARI MEMBAWA MASLAHAT BAGI UMAT .. Pertentangan rasial c. Aziz A. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan. Ilmu Sosial Dasar.::ALLAHUMMA AAMIIN::. Pertentangan kelas sosial d. Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin.

B. 1988) • Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang terkait dalam hubungan darah.A. Fungsi Psikologis • Memberikan kasih sayang dan rasa aman • Memberi perhatian anggota keluarga • Membina proses pendewasaan anggota keluarga • Memberikan identitas yang baik 3. Face to face. Fungsi Biologis (Bapak dan Ibu) • Meneruskan Keturunan • Memelihara dan membesarkan anak • Memenuhi kebutuhan gizi • Memelihara dan merawat kesehatan 2. ciri-ciri : Cooperatif. Keluaga bersifat gemen schaf (adanya hubungan Batin/ murni/ sejak lahir). Fungsi Ekonomi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . perkawinan/pengangkatan dalam satu rumah tangga yang saling berinteraksi dan mempunyai peran serta dalam mempertahankan kebudayaan. Pengertian : • Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal dalam satu atap dan saling ketergantungan. Fungsi Keluarga : 1. (Departemen kesehatan RI. Fungsi Sosiologis • Memberi sosialisasi pada anak dalam interaksi social diantara anggota keluarga • Membentuk norma dan tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak • Meneruskan nilai budaya keluarga 4. Fungsi pendidikan • Menyekolahkan anak • Mempersiapkan anak untuk masa depan • Mendidik anak sesuai tingkat perkembangan anak 5. saling membutuhkan.

Macam-macam keluarga besar : a.• • • 6. ibu. Toba. Sasak & Kekeluargaan unilateral = yang menjadi anggota mempunyai hubungan darah dari ayah atau ibu saja 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Hubungan darah baik pada ayah maupun ibu (ex. Melayu. Madura.Terikat kebiasaan yang sudah berlangsung turun temurun . unilateral.Telah melampaui satu generasi dari sepasang suami isteri . Keluarga Kecil (somah/ batih/ nuclear family) : meliputi ayah. Single Family : keluarga duda/ janda 5. Sunda. Mentawai (uma). Mencari nafkah Mengatur keuangan Menabung untuk masa depan Fungsi Rekreasi Memberi kesempatan pada anak untuk mengetahui hal-hal baru Fungsi Religi • Menanam rasa keagamaan terhadap keluarga (anak) • Mebiasakan anak mengamalkan ajaran agama sejak dini C. Dayak. Bentuk-bentuk Keluarga : 1. Keluarga Besar (Extendeed Family) . Unilateral rangkap = satu stam/ suku : patrilineal dan matrilineal klan 3.Ikatan genealogis (dasar) . bali. nias. Serial Family : keluarga berantai 4. Sifat : • • Matrilineal/ klan (garis keturunan yang ditonjolkan yang pihak wanita) ex. tradisional c. Riau. 7. Aceh. Composite Family : keluarga yang perkawinannya berpoligami Kekeluargaan bilateral/ parental = mpy. 2. batak (marga). dan anak-anak yang belum menikah. Jawa. Minangkabau dan Enggano Patrilineal/ gen ex. Toraja) b. Gayo Tiang keutuhan bentuk kekeluargaan : exogami.

G. Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga 1. 2. Ada perbedaan dan kekhususan Mempunyai peranan dan fungsi masing-masing. Asuh Memelihara dan merawat anak agar kesehatannya terpelihara sehingga anak sehat fisik. Asah Memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga tumbuh dewasa dan bisa mandiri dalam menghadapi masa depan. Tiga Fungsi Pokok Keluarga 1. social. Asih Kasih sayang. 2. Peran dan Fungsi Anggota Keluarga : 1. Ada Keterbatasan Setiap anggota memiliki keterbatasan dalam menjalankan tugas dan fungsi. pendidikan. D. rasa aman. 3. membantu mencari nafkah Peran anak : melaksanakan psiko social sesuai tingkat perkembangan baik fisik. perhatian.6. tambahan keluarga. sosial dan spiritual. 4. mental. kehangatan dalam tumbuh kembang anak sesuai usia dan kebutuhan. pelindung. Kabitas/Cahabitation: wanita dan pria yang hidup bersama tanpa pernikahan membentuk keluarga. E. 5. F. 3. 3. mendidik anak. Peran Ayah : mencari nafkah. Ciri-Ciri Struktur Keluarga • • • Terorganisasi Saling hubungan dan ketergantungan. pelindung. Pembentukan keluarga Menjelang kelahiran anak Menghadapi bayi Menghadapi anak pra sekolah Menghadapi anak sekolah 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . dan KK Peran ibu : mengurus RT. 2. mental.

8. Pemeliharaan sumber daya 3. Pemeliharaan fisik 2. 2. 9. 4. 6. Ciri Keluarga Indonesia K. Menghadapi anak remaja Melepaskan anak ke masysrakat Berdua kembali Masa tua H. 7. 5. 5. 1. 8. Meningkatkan semangat I. 3. 6. 7. Diikat dalam tali perkawinan Ada hubungan darah Ada ikatan batin Ada tanggung jawab Ada pengambil keputusan Kerja sama Komunikasi Satu rumah Suami sebagai pengambil keputusan Satu kesatuan utuh Bertanggung jawab Meneruskan nilai budaya Ikatan keluarga erat Semangat gotong royong 71 J. Pedesaan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Pengaturan jumlah keluarga 6.6. Pola Kehidupan Keluarga Indonesia 1. Ciri Keluarga 1. Penempatan anggota keluarga ke masyarakat 8. Pembagian tugas sesuai kedudukan 4. Pemeliharaan ketertiban 7. 2. Tugas Keluarga 1. 3. Sosialisasi 5. 4.

Terlibat kehidupan politik Kebudayaan By Arva Rochmawati. f. a.a. Konsumtif Tradisional Agraris Tenang Sederhana Akrab Menghormati orang tua Perkotaan d. 2. b. Demokratis e. Dinamis b. Rasional c. c. d. Individual f. SST Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . e.

Misal penggunaan bahasa tertentu. tukang kayu. dll) Merupakan adat tata perilaku 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . 2. tersusun dalam kehidupan masyarakat. kebiasaan. 5. tanggapan bersyarat. Unsur – unsur kebudayaan Ralph Linton : 1. 4. Unsur spesialistis : unsur yang dinikmati oleh sebagian masyarakat (pandai besi.Klukhohn : 1. dll. pola pakaian. 3. dan nilai yang bersifat abstrak (pancasila. Unsur individual pecularities : merupakan unsur keistimewaan individual (phobia) C. hasil perilaku. dokter. corak hubungan social 2.A. pola rumah. didapatkan dengan belajar. Unsur universal : Idea. Wujud kebudayaan (Koentjaraningrat) 1. Ralph Linton : Kebudayaan merupakan warisan social (Social Heredity) baik warisan yang bersifat umum maupun khusus.) 3. gagasan. Kebudayaan : manifestasi kehidupan manusia B. hasil perilaku yang teratur oleh tata perilaku yang didapatkan dengan belajar dan tersusun dalam kehidupan masyarakat. 6. Wujud kebudayaan ideal : Ide. Sistim religi Sistim kemasyarakatan Sistim pengetahuan Sistim bahasa Sistim kesenian Sistim ekonomi Sistim teknologi C. UU. teratur oleh tata perilaku. 7. bidan. Unsur alternative : unsure yang dinikmati individu tertentu (pesawat terbang. sikap terhadap hal-hal supranatural) 4. Keseluruhan dari : perilaku manusia. Pengertian Koentjaraningrat : Keseluruhan dari perilaku.

Amerika dengan corak berbeda. Misal warna kulit. bentuk. Proses terbentuknya kebudayaan 1. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . luas tanah b. majalah. Difusi kebudayaan (setingkat dengan Asimilasi): - Penyebaran sebuah/ sekelompok unsur kebudayaan yang terbatas dan lepaslepas. Menulis di Eropa dan Amerika. internet. - Difusi unsure-unsur tersebut dari tempat penemuannya ke daerah-daerah lain. Akulturasi (Penerapan dari kebudayaan lain) 71 Bila sebuah kebudayaan lengkap telah mempengaruhi kebudayaan lain dengan sangat meresap dan ekstensif. iklim. Persamaan tersebut dapat karena tingkatan-tingkatan evolusi dari unsure kebudayaan tersebut yang sama. Wujud kebudayaan social (Activities) : sistim social yang kongkrit (subak/ irigasi) 3. D. air. persenjataan. microchip. agama. Faktor ras (induk bangsa) : ras adalah segolongan manusia yang mempunyai sifat dan cirri-ciri tubuh tertentu yang turun-temurun. Faktor lingkungan geografis : letak. radio. dan bentuk tengkorak 2. rambut. Contoh : kebudayaan Jepang menerima secara besarbesaran unsure kebudayaan Cina terus menerus dalam jangka lama. - Isi dan bentuk unsur budaya yang sama pada daerah yang berbeda. dll. komputer. tanah. Faktor-faktor yang berpengaruh : a. Wujud kebudayaan fisik (Artifacts) : candi. bentuk permukaan tanah. Faktor saling kontak antar bangsa-bangsa dengan beragam kebudayaan melalui : perdagangan. buku. bangunan. Babylonia. Misal : pertanian ditemukan di Asia tenggara. ilmu hitung pada bangsa Hindu. Difusi dan akulturasi kebudayaan : a. dan internet c.- Mengarahkan perilaku manusia dalam masyarakat 2. mencetak di Timur Jauh Cina dan Eropa b. migrasi. Asia barat daya. biji mata. tv. Maya.

Penetrasi (Masuknya dari bawah maupun atas) Merupakan gabungan difusi dan akulturasi : Penetrasi damai : pengaruh Hindu. kebudayaan Barat merusak kebudayaan primitif. Anggapan dasar kebudayaan 1. Contoh : penyebaran agama islam menyebabkan disintegrasi budaya Hindu. penangkap ikan. Mongolia. fisik geografi. Bangsa pemelihara ternak : Arab.d. Padang rumput Afrika Utara F. Islam pada kebudayaan Indonesia Peperangan : Kebudayaan Babylonia runtuh akibat kalah perang Disientegrasi : dasar-dasar kebudayaan dirusak/ dihancurkan oleh unsureunsur kebudayaan asing.c. A. Tanah pedalaman Anatolia. Tingkatan Kebudayaan (Dr. dan pengembara : Hidup pada zaman batu tua (palarolithicum) Bergantung pada alam Peralatan dari batu Cenderung menetap sebagai petani 2. usia anak 2 71 tahun (biologis) Kebiasaan makan tanah liat oleh karena kekurangan mineral tertentu (biologis) Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Bangsa pemburu. lingkungan social. Bangsa petani : Hidup pada zaman batu baru (neolithikum) Tidak lagi mengembara Peralatan batu halus Pertanian rendah dan tinggi (memakai bajak/ tidak) 3. Padang rumput Kirgis. Misal : Pantangan hubungan seks bagi ibu sesudah melahirkan s. Boonkes) Bentuk Kebudayaan materi (cara makan) dari cara hidup : 1. E. Asia Tengah. Kebudayaan dapat disesuaikan (adaptasi) : menyesuaikan diri terhadap kebutuhan fisiologis/ biologis.

unsure-unsur kebudayaan yang baik/ buruk meupun unsure baru dapat menggoncangkan susunan lama. Unsure-unsur adaptif yang mirip cenderung berintegrasi c. Aspek lingkungan yang berubah memerlukan adaptasi kebudayaan yang baru. Sifat kebudayaan bersumber dari adaptasi kebudayaan b. Kebudayaan jawa By Arva Rochmawati. Unsure-unsur yang bertentangan tidak dapat berintegrasi Dampak dari integrasi : Perubahan pada satu unsure sering menimbulkan pantulan yang dahsyat. kebiasaan pacaran. karena : a. dll. Kebudayaan merupakan suatu integrasi : unsure-unsur atau sifat-sifat yang terpadu menjadi suatu kebudayaan bukanlah sekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang terkumpul secara acak. Kebudayaan selalu berubah : terdapat kebebasan individu untuk memperkenalkan variasi dalam cara berperilaku sehingga dapat menjadi milik bersama dan akhirnya menjadi bagian dari kebudayaan. Kesimpulan : kebudayaan merupakan struktur yang tersusun rapi di mana suatu komponen tertentu mempunyai hubungan yang sangat erat dengan banyak komponen lain dan diperlukan. Misal suku di India yang kekurangan gizi akibat dari tidak diperbolehkan makan daging sapi. diatas pohon (lingkungan sosial) Kebiasaan pakaian : daerah panas dan dingin (fisik geografis) Bangunan benteng (sosial) Ternak dalam rumah (lingkungan sosial) 2. 3. Misal cara hidup. cara berpakaian. SST Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 .- Kebiasaan tempat tinggal seperti rumah panggung.

A. Ngarang wulu : duda kawin dengan adik almarhum isterinya 3. taklik) . Rujuk . Adat Perkawinan 1. Lokasi kebudayaan Jawa : Jawa Tengah dan Jawa Timur B. Wayuh : Poligami 4.Bila suami tidak mau menjatuhkan talak lapor ke kaum KUA yang akan menjatuhkan putusan . misan (tunggal mbah buyut). Rangkaian upacara perkawinan : a. Upacara adat : temu dan sungkeman i. pancer lanang (anak dua orang saudara sekandung laki2). Larangan Perkawinan : saudara sekandung. Ngoko : lugu. Penentuan hari dan tanggal perkawinan e. Pegatan .Syarat : persetujuan kedua belah pihak. Ijab kabul/akad nikah h. andhap (kasar) 2. sasrahan) : sekarang jadi satu dengan paningset f. pihak laki-laki lebih muda menurut ibunya daripada pihak wanita. Nontoni : belum saling kenal c. Bahasa Jawa: 1. Menjelang saat perkawinan g.Laki-laki menjatuhkan talak (wanita . Nakokake b. Asok Tukon (srakah. Kedhaton : bahasa keraton C. madya 3. 2. dihadapan penghulu .Perukunan kembali sebelum melebihi 100 hari Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .Usaha berjenjang ini disebut rapak (masa introspeksi diri) 71 6. Ngunduh temanten : dilakukan setelah sepasaran 5. isteri tidak dalam keadaan hamil. Paningsetan : uang muka / tanda/ simbol untuk mengikat dulu d. Krama : inggil.

Wong cilik 3. Sistim Religi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Sistim Kemasyarakatan Penggolongan masyarakat : 1. (pasca nikah=uxorilokal. Mertua dan menantu=neolokal) Pembagian warisan : cara damai dan cara sepikul segendongan E. Sistim Kekerabatan Kulawarga. Atas dasar agama : .. Biasanya ikut rumah mertua 71 Joko/ sinoman : bujangan - F.Biasanya sebelum jatuh talak yang ketiga .Wanita (janda) baru boleh bergaul dengan laki-laki lain setelah lewat masa iddah yaitu 3 bulan 10 hari (3x haid) D. hub. batih. Atas dasar darah keturunan keraton : .Santri .Agama kejawen Wong cilik : - Wong baku : keturunan orang-orang yang dulu pertama-tama datang dan menetap Kuli gandok/ lindung : laki-laki telah kawin tetapi tidak mempunyai tempat tinggal sendiri.Bila lebih dari 100 hari disebut : balen . Atas dasar kedudukan : Priyayi : pegawai negeri dan kaum terpelajar Wong cilik 2.Bendara . somah Keluarga luas (2-3 keluarga) Sanak sedulur : derajat tiga Alur waris : tujuh turunan.

SST Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . perkembangan nilai budaya By Arva Rochmawati.Islam santri : Patuh dan teratur menjalankan ajaran agama Islam kejawen : tidak tertib dalam menjalankan ajaran agama (islam + hindu) KONSEP Masyarakat.

Sistim bilateral/ parental/ sejalur. Koentjoroningrat Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat yang berkesinambungan dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Prof. J. Mempunyai adat istiadat. b. 3. Gillin Masyarakat adalah sekelompok manusia yang tersebar yang mempunyai kebiasaan. 4. pertalian darah masih dapat ditunjukkan) 71 persamaan keturunan/ darah. Linton Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup bekerja sama sehingga dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Dr. Adanya suatu rasa identitas yang kuat dan mengikat semua warganya. norma-norma. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi dengan adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terkait oleh rasa identitas bersama. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .J. 4. 2. terdiri atas suami. Kesatuan-kesatuan Social Masyarakat : 1. Kesatuan sosial terkecil. isteri. hukum serta aturan yang mengatur pola tingkah laku anggotanya. Kesatuan Genealogis (kesatuan tunggal darah) : anggota disatukan oleh Somah/ batih/ keluarga (mrp. Adanya interaksi antar anggota. dari pihak ayah/ ibu. C. sikap dan perasaan persatuan yang sama. dan anak (Poligami maupun poliandri)) Kerabat/ famili (terdiri atas beberapa keluarga/ batih. 2.P. B. tradisi. M. Ciri-ciri Masyarakat 1. Adanya kesinambungan dalam waktu. misal : a. mrp. 3.L Gillin dan J. Herskovits Masyarakat adalah sekelompok individu yang dikoordinasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.A. Pengertian 1.

Misal Desa di Jawa. a. Bali. tidak harus mempunyai pertalian darah. Kesatuan Gabungan/ Campuran Penggolongan-penggolongan tidak terdapat batas yang tegas. religius . 2. mrp. lingkungan) 3. pertahanan. nama suku tersendiri bahasa maupun adat (suku Jawa. Desa dan masy. 5. Klan/ Family Parental (Sekelompok/ golongan yg mementingkan keturunan sepihak dari laki-laki/ perempuan. Terdapat dalam kesatuan genealogis dan territorial e. Manifestasi sacral : upacara adat dan selamatan d. Huta dan Kuria di Batak Masyarakat merupakan campuran antara : genealogis & teritorial atau Kesatuan lainnya Penggolongan atas dasar proses pembentukan dan tujuannya : ♣ Paguyuban/ Kesatuan kodrat : . Suku/ Stam (kerabat-kerabat bilateral yang luas. Bertempat tinggal pada daerah yang sama b. Kesatuan sacral (kesatuan religius) a.c. Sistim unilateral) Kesatuan Territorial (kesatuan tunggal daerah) a. ekonomi. Mempunyai : tata tertib sendiri. mpy.Solidaritas sangat kuat ♣ Patembayan : 71 genealogis. anggota percaya mempunyai persamaan darah. Uma di Mentawai. terdapat 2 tipe (masy. Persatuan anggota oleh ikatan gaib/ religius b. kesadaran dalam mempertahankan daerah tempat tinggal. Batak)) d. kekerabatan. Kesatuan TOTEMITIS (bila sifat gaibnya sangat dominan dibanding genealogis dan teritorial) 4. magis. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . teritorial dan sakral. pertanian. Dalam aktifitas perkawinan. pertalian darah sukar/ tidak dapat ditunjukkan. peperangan dikuasai oleh ssesuatu yang gaib (religius magis) c.Dasar ikatan : genealogis.

gol. bagian dari hasil pertanian. Kanak-kanak. seperti : Warisan. gol. Orang tua. perhitungan oleh karena persamaan kepentingan tujuan Solidaritas tidak cukup besar Cepat terbentuk tetapi juga mudah pecah Persatuan atas dasar jenis kelamin : ♣ Golongan kaum lelaki ♣ Golongan Kaum Perempuan ♣ Sering terjadi pada masyarakat primitif ♣ Berhubungan dengan hak dan kewajiban. Anak. cara berpakaian (adanya deferensiasi pada masy. gol. 2. atau mungkin golongan itu memang terikat oleh suatu sistem nilai. Unsur-Unsur Masyarakat 1. Golongan sosial ini terdiri dari manusia-manusia yang oleh pihak luar disatukan berdasarkan ciri tertentu yaitu “sifat Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . gol. usia. Pemuda (sudah kawin). pendapatan. dengan maksud untuk membedakan penyakit-penyakit yang spesifik pada kedua jenis kelamin tersebut. Anak dewasa (blm kawin). bagian dari hasil buruan. D. Kategori sosial Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya ciri-ciri yang obyektif yang dikenakan pada manusia-manusianya. dll Contoh: masyarakat suatu negara ditentukan melalui hukumnya bahwa ada kategori warga jenis kelamin laki-laki dan kategori warga jenis kelamin wanita. primitif) c. Hal tersebut tumbuh sebagai akibat reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan itu. Golongan sosial Golongan sosial adalah merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. norma dan adat istiadat tertentu. Dasar ikatan : kehendak.b. Penggolongan berdasarkan usia : Pada masy. bahkan sering kali ciri itu dikenakan kepada pihak mereka dari pihak luar kalangan mereka sendiri. gol. Walaupun demikian golongan sosial itu mempunyai ikatan identitas sosial. seperti seks. Primitif. Contoh: di Indonesia ada konsep golongan pemuda.

Kelompok-kelompok yang terdiri dari sekawanan anak remaja atau geng. misalnya Minangkabau. 3. Kelompok . Suatu golongan sosial dapat juga timbul karena pandangan negatif dari orang-orang lain diluar golongannya. Rw atau masyarakat pengrajin. Rt. 2). pedagang. Contoh: golongan gepeng dalam masyrakat kota terjadi karena ciri-ciri yang menyolok dan membedakan dengan warga kota lainnya yang baik status sosialnya. 4. Kelompok dan perhimpunan Kelompok merupakan sekumpulan manusia yang berinteraksi antar anggotanya. desa. mempunyai adat istiadat tertentu. Sifat kepemimpinan berdasarkan kewibawaan kharisma serta hubungannya berdasarkan atas perorangan. Komunitas merupakan pengertian dari masyarakat dalam arti sempit karena komunitas bersifat khusus dengan adanya ciri tambahan yaitu ikatan lokasi (dibatasi wilayah geografi) Contoh: kesatuan-kesatuan seperti kota. petani. norma-norma berkesinambungan dan adanya rasa identitas yang sama serta mempunyai organisasi dan sistem pimpinan. Pada kelompok dasar organisasinya adalah organisasi adat. serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas dan merupakan pangkal dari perasaan patriotisme dan nasionalisme. Himpunan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 1). misalnya kepala adat di beberapa wilayah Indonesia. Contoh: Kelompok-kelompok yang terikat oleh hubungan keturunan atau kekerabatan suatu marga misalnya masyarakat batak. Komunitas Komunitas adalah suatu kesatuan hidup manusia yang menempati wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat.muda” golongan ini oleh masyarakat umum digambarkan sebagai suatu golongan yang masih penuh vitalitas dan semangat. hubungan berdasarkan kekeluargaan. Misalnya sekelompok tetangga yang sering bergaul Kelompok-kelompok lain termasuk dalam organisasi adat.

F. Saling memerlukan. pimpinan berdasarkan wewenang dan hukum. organisasi profesi seperti IBI. sehingga semua mereka akan menyebut dirinya sebagai kelompok kami. Seperasaan. Adanya Tata tertib : bisa berupa peraturan tertulis untuk perbaikan anggota masyarakat 3. Adanya Kesatuan : Dalam penggunaan sarana dan peraturan meskipun tidak tertulis Anggota masyarakat menyesuaikan diri 2. sifat hubungannya berdasarkan kontrak. Di antara individu saling membutuhkan baik kebutuhan psikologis seperti rasa aman maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. organisasi buatan. perkumpulan pemberantasan buta huruf.  Himpunan berdasarkan kelompok ilmu pengetahuan misal. 3).IDI dan PPNI  Himpunan untuk kegiatan keagamaan misalnya Muhammadiyah E. Masing-masing individu menyadari perasaannya di dalam kelompok. dasar organisasinya. Masyarakat Pedesaan 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . perasaan kami. 2). dan kelompok masyarakat itu sendiri memberi kemungkinan dilaksanakannya peranan tersebut. Seseorang berusaha mengidentifikasi dirinya sebanyak mungkin orang di dalam kelompok tersebut. Contoh:  Himpunan berdasarkan pendidikan yayasan pendidikan. Adanya kerja sama : untuk tujuan bersama E. Sepenanggungan. Unsur-unsur community sentiment adalah sebagai berikut: 1). Syarat-Syarat terbentuknya Masyarakat 1.Himpunan merupakan kesatuan manusia yang berdasarkan sifat tugas atau guna.

Teknologi. Perubahan-perubahan sosial lambat karena masyarakatnya tertutup terhadap pengaruh dari luar. Jalan fikiran orang-orang desa pada umumnya lebih praktis lebih mementingkan pada kekerabatan. 2). Masyarakat desa pada umumnya hidup dalam kebersamaan lebih mementingkan kelompok dan keluarganya. Ciri masyarakat pedesaan: a. sedangkan bahasa asing biasanya agak sulit diterima oleh masyarakat desa. Pola kebudayaan meliputi: 1). norma dan nilai masyarakat pedesaan. g. Pada masyarakat pedesaan tidak dikenal adanya pembagian kerja berdasarkan keahlian tetapi biasanya pembagian kerja berdasarkan usia.Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama. merupakan sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis. Pada umumnya teknologi di pedesaan masih bersifat tradisional atau sederhana. Penggunaan bahasa daerah (tradisional) di pedesaan umumnya lebih banyak digunakan. Pola kebudayaan. c. d. cara-cara memproduksi. di suatu daerah tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor agraris. bila memasak dan menghidangkan makanan yang diutamakan adalah pemenuhan kebutuhan biologis tidak diperhatikan soal-soal bahwa orang lain senang atau tidak. Contoh. sangat religius hal ini karena cara berfikir secara efektifitas artinya semua hal ada hubungannya dengan rasa kebersamaan dan kehidupan warga desa cenderung kearah keagamaan. Pola kehidupan masyarakat pedesaan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: a. f. memakai dan memelihara peralatan hidup dalam kebudayaan suatu suku bangsa. e. Pandangan kebutuhan kehidupan diutamakan pada keperluan utama dari kehidupannya. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Kehidupan keagamaan. b. Di desa lapangan pekerjaan umumnya kurang. mengingat fisik masingmasing karena sistem kerja mereka adalah gotong royong. sebagai alat komunikasi. Bahasa.

Kesenian. Sistem religi (keagamaan) Sistem religi di pedesaan umumnya masih dipertahankan oleh masyarakat. paman. mendapat haid pada remaja putri. nenek. ada saat-saat tertentu mengadakan upacara-upacara pada tempat-tempat tertentu. Nenek moyang ataupun kekuatan tinggi lainnya. Golongan orang-orang tua di masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting misalnya. apabila ada kesulitan-kesulitan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . kakek. Dewa. Di pedesaan masyarakatnya masih mempertahankan nilai-nilai seni yang terkandung. kepala suku atau marga. dapat ditemukan di daerah pedalaman atau terpencil. ilmu ghaib juga mempunyai pemimpin atau pelukunya yaitu dukun. Ada kewajiban tertentu bagi anakanaknya dan pemuda untuk mempelajari kesenian daerah. kelahiran bayi. Walaupun pada akhirnya religi dan ilmu ghaib sering kelihatan sama dan sulit diberi batasan yang jelas namun pada dasarnya terletak pada sikap manusia pada saat ia menjalankan agamanya yaitu ia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Orang akan selalu meminta nasehat-nasehat kepada mereka. orang tua. Nilai dan norma di masyarakat pedesaan. Sebaliknya pada saat ia menjalankan ilmu ghaib ia berusaha memanipulasi kekuatan-kekuatan tinggi dan ghaib agar kehendaknya dapat dijalankan dan keinginannya tercapai. Tingkat kepercayaan yang ada di masyarakat terhadap dukun sangat tinggi. ada di wilayahnya atau desanya.3). Adat istiadat asli Adat istiadat asli biasanya digunakan dalam mengatur hubungan antara individu. upacara perkawinan. Ulama/Kyai sangat dihormati. Norma-norma yang umumnya digunakan oleh masyarakat desa adalah: a. diatur oleh pola-pola ideal. Di samping sistem religi ada sekelompok masyarakat tertentu di pedesaan yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan terhadap ilmu ghaib (magic) seperti halnya dengan sistem religi. kematian. Ruh. Hubungan sosial antara para warga masyarakat desa sangatlah luas. misalnya dalam hubungan antara orang-orang tua dan muda. yang umumnya dianggap keharusan dan yang mengandung peraturan-peraturan lebih khusus. meminang. 4). dll.

Kehidupan keagamaan berkurang hal ini karena cara berfikir yang rasional (realita masyarakat). agama. Hukum dan peraturan pemerintah Sistem ini terdiri dari norma-norma yang timbul dari UUD 1945 dan hukum-hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah. paham politik. G. karena perbedaan kepentingan. c. Memang di kota-kota juga beragama tetapi pusat kegiatannya hanya di tempat-tempat peribadatan. Qiyas dan pendapat Ulama. Biasanya mereka bertani semata-mata untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Mata pencaharian penduduk desa disesuaikan dengan lokasi tempat tinggalnya. Pola Interaksi Hubungan antar warga pedesaan umumnya lebih erat dan lebih mendalam. Apabila agama yang resmi dianut adalah agama Islam. b. c. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Kehidupan keluarga di kota sering sukar untuk disatukan. Hukum agama Sistem norma merupakan norma dan nilai yang diperoleh dari agama yang dianut. Pandangan penggunaan kebutuhan hidup sesuai dengan pandangan masyarakat sekitarnya. Masyarakat Perkotaan Ciri masyarakat perkotaan: 1). Masyarakat kota pada umumnya bersikap individualistik tanpa harus bergantung pada orang lain. hukum yang diambil mereka berasal dari Al Qur’an.yang dihadapinya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan sehingga karena dekat dan merasa satu keluarga masyarakat yang berasal dari wilayah yang sama dianggap sebagai keluarga sendiri. Mereka dianggap sebagai pengambil keputusan terhadap masalahmasalah yang dihadapi. 2). 3). b. Mata Pencaharian Penduduk masyarakat pedesaan umumnya hidup dari pertanian. dsb. Sejumlah peraturan-peraturan ini telah disampaikan. Hadist.

Jalan pikiran orang-orang kota biasanya lebih rasional hal ini menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor-faktor kepentingan pribadi. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota karena sistem pembagian kerja yang diatas dan lingkupnya lebih luas. 8). Perubahan-perubahan sosial lebih cepat di kota karena lebih terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Kesenian. Pembagian kerja di antara warga lebih tegas dan mempunyai batas-batas nyata sehingga gejala demikian dapat menimbulkan kelompok-kelompok kecil yang didasarkan pada pekerjaan yang sama atau keahlian yang sama dalam pergaulan. Pola kehidupan masyarakat kota dapat kita lihat dari aspek: a. 3). radio dan internet. Terutama orang muda sehingga sering menimbulkan pertentangan dengan golongan tua. Teknologi yang digunakan sudah lebih maju dan modern. Umumnya bersifat modern dan merupakan kreasi dari seniman-seniman kota dan mengikuti perkembangan teknologi. 5). umumnya informasi tentang perkembangan teknologi mudah didapat melalui: media cetak. Bahasa. Bahasa yang digunakan umumnya adalah bahasa Indonesia. televisi. 6). Kehidupan masyarakat perkotaan mulai berkurang. norma dan nilai masyarakat kota.4). penggunaan bahasa daerah hanya oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Sistem religi (keagamaan). Teknologi. Pola kebudayaan meliputi: 1). Pembagian waktu yang teliti akibat dari jalan kehidupan yang cepat guna dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan individu. 7). karena pola pikir masyarakat sudah mengarah lebih percaya pada hal-hal yang bersifat pasti dan nyata. Pola kebudayaan. 2). karena pengaruh era globalisasi. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . 4).

Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan. d. Untuk mengembangkan pertumbuhan jiwa. Peraturanperaturan yang berdasarkan adat istiadat sedikit sekali dipakai sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Sehubungan dengan perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan perkotaan. interaksi dan mata pencaharian. Hubungan antara warga masyarakat kota. Masyarakat Pinggiran Masyarakat pinggiran kota terbentuk karena adanya perluasan kota. umur dan golongan. Mata Pencaharian. Sebab-sebab pendorong orang desa meninggalkan tempat tinggalnya: a. Mereka merasa dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain dan umumnya menganggap bahwa masalah orang lain adalah urusan orang tersebut. banyak yang pergi ke kota. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Permasalahan masyarakat pedesaan dan perkotaan. persamaan pekerjaan. menimbulkan terjadinya urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. c. merasa tertekan oleh adat istiadat yang mengakibatkan cara hidup yang monoton. Keadaan di masyarakat pinggiran kota umumnya merupakan perpaduan antara sifat masyarakat kota dan desa. b. c. b.Nilai dan Norma Nilai dan norma di masyarakat kota umumnya sudah mengalami pergeseran. baik dari segi pola kebudayaan. Peraturan pemerintah umumnya lebih sering dipakai dalam mengatur tata kehidupan masyarakat kota. Mata pencaharian masyarakat kota umumnya sudah lebih bervariasi. I. mereka akan berhubungan dengan orang lain karena ada kepentingan dan urusan. Rekreasi yang merupakan salah satu faktor penting di bidang spiritual kurang sekali dan kalaupun ada perkembangannya sangat lambat. Penduduk desa terutama kaum mudanya. H. Penggunaan hukum agama masih digunakan oleh sekelompok orang tertentu yang menganut nilai keagamaan yang cukup tinggi. Di desa lapangan kerja pada umumnya kurang. umumnya sudah bersifat individual. Pola Interaksi.

Indikator pelayanan kesehatan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Kelebihan modal di kota lebih banyak daripada di desa. d. d. Penduduk desa kebanyakan mempunyai anggapan bahwa di kota banyak pekerjaan serta banyak penghasilan (uang). b. Faktor-faktor penarik kota adalah: a. Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat a). f.e. Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dan dari segala lapisan. Indikator komprehensif   Angka kematian kasar menurun Umur harapan hidup meningkat b). Peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat. b. e. pencegahan. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan terutama untuk ibu dan anak. Beberapa indikator dari masyarakat sehat menurut WHO adalah: 1). J. Penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit. Di kota lebih banyak kesempatan mendirikan perusahaan industri sehingga banyak menyerap tenaga kerja. Bagi penduduk desa yang mempunyai keahlian lain selain bertani dan menginginkan pasaran yang lebih luas untuk hasil produksinya. Kota merupakan suatu tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya. e. hal ini tidak mungkin didapatkan di desa. Mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan. c. Peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan di manfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup. c. Masyarakat Sehat Ciri masyarakat sehat: a. Pendidikan lebih banyak di kota dan dengan sendirinya lebih mudah di dapat.

. 1996. Tingginya angka kesakitan karena penyakit menular 4). 2009. Pahami ini supaya dirimu tidak kehilangan adab dalam berdo’a (Al-Hikam) Berdo’alah sebanyak-banyaknya saudaraq…semoga dari sekian do’a yang kau panjatkan terkabul salah satunya. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan.. 2004. Ilmu Sosial Dasar. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. Sumber Pustaka : Hartono H. Jakarta : Ghalia Indonesia Berdo’a adalah memenuhi perintah Allah. atau semuanya tergantung dari seberapa tulus Do’a yang kau panjatkan kepada Illahi Robbi 71 ASPEK SOSIAL BUDAYA KESEHATAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Bukan supaya Allah memenuhi perintahmu. sebagian. Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin. Masalah kesehatan lingkungan.. Aziz A.masalah kesehatan dalam masyarakat Indonesia: 1). Tingginya angka pertumbuhan penduduk 2). Meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak menular 5). Tingginya angka kematian ibu dan anak 3). Indikator pelayanan kesehatan    Rasio antar kesehatan dan jumlah penduduk seimbang Distribusi tenaga kesehatan merata Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit. fasilitas kesehatan lainnya Masalah.   Angka kematian ibu dan anak menurun Angka kematian karena penyakit menular menurun Angka kelahiran menurun 2).

Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya. Apabila masyarakat sudah menganggap bidan adalah orang yang patut dicontoh maka ia akan melaksanakan hal-hal yang diajarkan dan dianjurkan oleh bidan. 2. memahami bahwa nasyarakat merupakan bagian dari dirinya. tetanus. Jenis kematian adalah:   Karena penyakit antara lain. pertusis. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. 3. 4. Agar tugas dan fungsinya dapat dilaksanakan secara efektif. SST Bidan sebagai salah satu anggota tim kesehatan terdekat dengan masyarakat. sehingga bidan memiliki kharima tersendiri bagi masyarakat setempat. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . 5. pelayanan KB pengayoman medis kontrasepsi. 6. Membina kerjasama lintas program. campak. mengenai persalinan.By Arva Rochmawati. khususnya kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya. Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Anak Angka kematian bayi masih tinggi yaitu 58/1000 kelahiran hidup. A. lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat. 7. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh bidan supaya dikenal oleh masyarakat ialah ia harus mempromosikan diri dengan menampilkan kepribadian sesuai norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. mempunyai peran yang sangat menentukan dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Mendeteksi adanya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit lain dan berusaha mengatasi sesuai kemampuannya. Menurut Departemen Kesehatan RI fungsi bidan di wilayah kerjanya ialah: 1. Membina kelompok dasawisma di bidang kesehatan. Karena BBLR. salah satu kunci keberhasilan hubungan yang efektif adalah komunikasi. Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi. bidan harus mengupayakan hubungan yang efektif dengan masyarakat. dengan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat. Kegiatan bidan yang pertama kali harus dilakukan apabila mendatangi suatu wilayah adalah mempelajari bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat setempat.

angka kelahiran kasar berkisar antara 26-32/1000 penduduk. bahwa kelahiran anak adalah Kurangnya pemenuhan nutrisi bagi anak dan baik. ibu yang baru bersalin memberikan nasi pakpak kepada bayinya agar tumbuh sehat dan kuat. muntah dan masuk angin pada bayi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan anak dan tahan hidup anak yaitu: 1. anak itu tumpuan dihari tua. Di beberapa masyarakat tradisional. Angka kematian tersebut berkaitan erat dengan faktor sosial budaya di masyarakat: • • Pandangan sebagian masyarakat.6/1000. Demikian pula halnya dengan pemberian colostrum. sesuai dengan kedudukan. Sementara colostrum sangat berperan dalam menambah daya kekebalan tubuh bayi. usia. karena merupakan sumber rejeki. Faktor ibu. Faktor pencemaran lingkungan 3. Selain itu ada yang menganggap bahwa colostrum dapat menyebabkan diare. Dalam setiap masyarakat ada aturan-aturan yang menentukan kuantitas. Sebagai contoh pemberian ASI menurut konsep kesehatan modern ataupun medis dianjurkan selama 2 tahun dan pemberian makanan padat sebaiknya dimulai sesudah bayi berumur 4 tahun. (umur. Pada beberapa masyarakat tradisional di Indonesia kita bisa melihat konsepsi budaya yang terwujud dalam perilaku. Angka kelahiran dan angka kesuburan masih cukup tinggi. jarak kelahiran) 2. paritas. Namun. memprioritaskan ayah sebab ayah adalah pencari nafkah. kualitas dan jenis-jenis makanan yang seharusnya dikonsumsi oleh anggota-angoota rumah tangga. Faktor kekurangan gizi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . jenis kelamin dan situasi-situasi tertentu.Angka kematian balita masih 10. Mereka percaya bahwa apa yang keluar dari mulut ibu merupakan yang terbaik untuk bayi. colostrum ini dianggap sebagai susu yang sudah rusak dan tidak baik untuk diberikan kepada bayi karena warnanya yang kekuning-kuningan. ayah yang bekerja sebagai pencari nafkah berhak mendapat jumlah makanan yang lebih baik dan lebih banyak daripada anggota keluarga yang lain. Misalnya: Ibu yang sedang hamil tidak diperbolehkan/dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi adalah makanan yang diberikan. berkaitan dengan pola pemberian makan pada bayi yang berbeda dengan konsepsi kesehatan modern. pada suku Sasak di Lombok.

Larangan. c). juga tidak mengetahui kapan harus datang ke pelayanan kesehatan. Pendekatan yang digunakan dalam strategi pelaksanaan program KB. infeksi. toxemia dan anemia. Pengaruh sosial budaya juga berdampak pada tingkat pendidikan kaum wanita yang rendah terutama pada wanita dewasa muda yang masih berkisar 25. Faktor luka 5. Dalam sosial budaya tertentu terdapat budaya pantang terhadap makanan tertentu yang mestinya sangat dibutuhkan. pre eklamsi. melahirkan dan nifas. Belum adanya jenis kelamin tertentu dalam keluarga terkadang memaksa ibu untuk hamil lagi yang kemungkinan membahayakan kesehatan mereka sendiri. Angka kematian ibu yang tinggi. kelahiran. dll. Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara pemilihan jenis/bahan makanan.4% disebabkan perdarahan.7%. Pemahaman dan keyakinan dalam masyarakat mengenai program KB identik dengan kontrasepsi yang dipromosikan pemerintah padahal dengan memakai cara kontrasepsi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . kebiasaan dan adat istiadat yang mengatur tentang kehidupan wanita. cara memasak dan cara penyajian yang serasi sehingga nilai gizinya pun kurang seimbang.4. DM. Bermacam-macam pendekatan dapat digunakan untuk melaksanakan program KB. Pemahaman tentang KB. terutama kesehatan ibu seperti waktu hamil. Faktor pengendalian penyakit perorangan B. kondisi ini menyebabkan ibuibu tidak mengetahui perawatan semasa hamil. Banyak kepercayaan. perawatan bayi dan semasa nifas. Kematian ibu merupakan salah satu indikator derajat kesehatan dimana jumlah yang banyak adalah ibu masa hamil. Proses kehamilan dan persalinan merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita yang berkisar 94. Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Ibu Sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu diantaranya adalah: • • • Kepercayaan.000 kelahiran hidup. b). partus dan nifas. Pola makan tersebut berpengaruh terhadap timbulnya penyakit: anemia. Anggapan. Adanya penilaian anak yang berbeda-beda menurut jenis kelamin. menurut Sensus Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) angka kematian ibu maternal 450/100. a).

Terbatasnya pembiayaan untuk pembangunan kesehatan dari Pemerintah. karena perubahan orientasi nilai budaya Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . f). Kehamilan. proses kelahiran lebih cepat dan tidak terlalu menyakitkan. Pada ibu hamil mungkin timbul gejala-gejala mengidam. dengan alasan tidak memiliki keluhan yang berarti selama hamil. C. Perubahan selera makan ibu hamil dipengaruhi oleh hormon dan rasa hatinya. mengeluarkan darah kotor dan mengencangkan rahim. Perawatan pasca melahirkan Mengembalikan energi yang terkuras selama proses melahirkan serta melakukan perawatan pengembalian kondisi fisik. jarak kehamilan yang terlalu dekat. g). kegagalan kontrasepsi. maka orang tersebut dapat dikatakan ber-KB. Selama kehamilan sebagian besar ibu-ibu tidak memeriksakan diri secara teratur ke puskesmas/tempat pemeriksaan kesehatan lain. h). Mengidam. 3. Jumlah penduduk yang besar serta distribusi yang tidak merata. Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Pelayanan Kesehatan. Secara tradisional dengan minum jamu-jamu tertentu agar kondisi bisa seperti semula. Pembangunan kesehatan di Indonesia terhambat oleh berbagai faktor yaitu: 1. Sebagian besar alasan melakukan aborsi karena masalah ekonomi. sikap. tingkah laku dan kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat masih belum mampu memperoleh upaya pelayanan kesehatan. suami kawin lagi atau jumlah anak terlalu banyak. Adat istiadat. Tingkat pendidikan yang belum memadai. d)Aborsi. Sebagian besar masyarakat sudah mempercayakan proses kelahirannya pada bidan atau dokter karena memiliki pengetahuan dan peralatan modern dan canggih sehingga lebih memberikan perasaan aman. 4. Melahirkan. 2. e).apapun sepanjang tujuannya untuk menjarangkan/menghentikan kelahiran. Tetapi banyak juga yang melakukan perawatan khusus selama kehamilan baik secara tradisional maupun modern. Arus perubahan yang cepat seringkali tidak diikuti dengan perubahan sikap dan pola tingkah laku yang sesuai dengan masyarakat.

berhasil guna dan berdaya guna sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. D. Petugas kesehatan umumnya pendatang sehingga ada perbedaan pengakuan dan penerimaan sebagai keluarga. Ditambah dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masih rendah. imbalan jasa kepada petugas relatif lebih mahal serta dibatasi dengan tarif. Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a.2%. Pelayanan posyandu tidak/kurang tersedia ruangan yang tertutup dan memadai untuk menjaga privacy. dilihat dari frekuensi kunjungan ANC Ibu Hamil yang berkisar 317X sebesar 54%. UU ini merupakan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan. masyarakat yang memeriksakan diri ke Puskesmas 59. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.9%. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap petugas kesehatan rendah. Wujud pembanguna kesehatan di Indonesia adalah SKN (Sistem Kesehatan Nasional) yang diatur dalam UU No 23 Th 1982 tentang Kesehatan.7%. swasta 28. Posyandu 11.mereka terhambat sehingga menimbulkan konflik dalam sistem nilai budaya yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa baik masyarakat. swasta maupun pemerintah secara sinergis. 71 Nilai-nilai Filosofi Pembangunan Dasar pijakan: Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Pengertian Sistem Kesehatan Nasional Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. b.

c. Menurunkan angka kesakitan umum.a. Menurunkan angka kematian bayi dan anak. Penyelenggaraan pembangunan didasarkan pada prinsip kemanusiaan yang dijiwai. Menurunkan angka kekurangan gizi balita. Menghasilkan lebih banyak tenaga masyarakat untuk berperan dalam LKMD. 2). Tujuan Khusus: • • • • Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki untuk menolong diri sendiri. Menurunkan angka kelahiran. Landasan idiil: Pancasila Landasan Konstitusional: UUD 1945 Prinsip dasar pembangunan: Perikemanusiaan. Pembangunan Tujuan PKMD Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu hidup. digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurunkan angka kematian bayi dan ibu bersalin. b. Kesehatan menjadi titiksentral pembangunan kesehatan. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . ASPEK SOSIAL BUDAYA KESEHATAN YANG BERPENGARUH DALAM PELAYANAN KEBIDANAN kesehatan di Indonesia dirasionalkan dalam wujud PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa). Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berpartisipasi dalam berswadaya. Meningkatkan kesehatan masyarakat dalam memenuhi beberapa indikator kesehtan antara lain: 1). Kesehatan adalah hak azasi bangsa. 3). 5). Kesehatan sebagai investasi bangsa. 4).

I tahun 1974. SST I. A. Untuk memenuhi tuntutan manusia yang asasi. Menurut Pasal 1 UU Perkawinan No. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan melalui jenjang perkawinan. Terjadinya perkawinan dibawah usia 20 tahun akan menyebabkan depresi dalam hubungan seksual karena kurangnya pengetahuan pendidikan seks bagi kedua pasangan. kecakapan mental dan produksi. perlu ditingkatkan pemberian informasi kepada wanita untuk mengerti tentang alamat reproduksi dan masalah yang ditimbulkan melalui pembinaan dan penyuluhan yang berkesinambungan. Tujuan perkawinan menurut UU Perkawinan adalah membentuk keluarga/rumah tangga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan adalah fitrah manusia.By Arva Rochmawati. B. Tujuan Perkawinan. Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang wanita dengan seorang pria sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia serta untuk mendapatkan keturunan sebagai pewaris dan penerus kedua orang tuanya yang kenudian hari akan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Ikatan lahir adalah hubungan formal yang dapat dilihat sedangkan suami istri adalah fungsi masing-masing pihak sebagai akibat dari adanya ikatan lahir batin. Aspek Sosial Budaya Pada Setiap Perkawinan Sosial budaya sangat berkaitan dengan cara pendekatan dalam melakukan perubahan perilaku masyarakat yang erat kaitannya dengan masalah-masalah kependudukan karena proses perkawinan dapat mengakibatkan kelahiran dan hal tersebut merupakan resiko yang tinggi bagi ibu-ibu di seluruh dunia. Pengertian. serta pada usia 35 tahun fungsi-fungsi tubuh mengalami penurunan yaitu kekuatan otot. Oleh karena itu. Tujuan perkawinan dalam Islam: a. perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri.

b. Untuk membentengi akhlak yang luhur. Islam memandang perkawinan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan dan melindungi masyarakat dari kekacauan. c. Menegakkan rumah tangga yang Islami. Agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Maka setiap muslim dan muslimah yang ingin membina rumah tangga yang Islami, ajaran Islam telah memberikan beberapa kriteria tentang calon pasangan yang ideal. d. Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah. Rumah tangga adalah satu lahan subur bagi peribadataan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih lain, sampai-sampai berhubungan suami istri termasuk ibadah (sedekah). e. Untuk mencari keturunan yang shalih. Perkawinan bukan hanya sekedar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang shalih dan bertaqwa kepada Allah SWT. C. Pernikahan Dini. Munculnya pernikahan dibawah umur yang sering terjadi karena adanya beberapa faktor seperti faktor tradisi, pendidikan dan ekonomi. Salah satu contoh dari faktor tradisi adalah pernikahan dibawah umur yang dilakukan oleh penduduk di Kec. Jangkar Kab. Situbondo. Pernikahan yang dilakukan di tempat ini dikarenakan oleh faktor tradisi, ekonomi dan pendidikan. Karena sebagian besar perempuan di masyarakat ini yang menikah di usia dini adalah mereka yang setelah lulus SD tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Karena kuatnya adat di masyarakat ini mengakibatkan anak perempuan juga mau tidak mau harus mengikuti tradisi yang ada. Faktor ekonomi yang mendasari para orang tua untuk menikahkan anaknya di usia muda. Karena sebagian besar para orang tua memiliki anggapan bahwa setelah mereka menikahkan anak perempuannya, maka orang tua sudah tidak berkewajiban lagi untuk membiayai kebutuhan anaknya. Para orang tua tersebut belum paham tentang akibat buruk yang akan timbul pada anak Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71

yang menikah pada usia dini baik dari segi kesehatan maupun dari segi psikologis. Karena mereka dipaksakan untuk memikirkan kondisi rumah tangga yang mereka bina di usia dini sehingga mereka mengalami tekanan pada jiwanya dan ini mengganggu psikologis seorang anak. Pernikahan di usia dini banyak menimbulkan masalah terhadap keselamatan ibu dan bayi, menimbulkan problem sosial dan problem lainnya. Dari segi fisik dan biologis akan berakibat pada: a). Ibu banyak menderita anemia selagi hamil dan melahirkan. b). Salah satu pemyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi. c). Mengalami masa reproduksi yang lebih panjang, sehingga memungkinkan banyak peluang besar untuk melahirkan dan mempunyai anak. d). Pernikahan menghentikan kesempatan mengecap pendidikan yang lebih tinggi, berinteraksi dengan lingkungan sebaya, maka dia tidak memperoleh kesempatan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas, sehingga berimplikasi terhadap kurangnya informasi dan sempitnya kesempatan mendapatkan kerja, yang otomatis lebih mengenalkan kemiskinan status ekonomi keluarga rendah karena pendidikan yang minim. e). Bayi lahir dengan berat rendah. Tradisi, kondisi kultur sosial dan tempat merupakan faktor-faktor yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Tradisi nikah di bawah umur merupakan konsensus masyarakat, walaupun nikah di bawah umur menjadi tradisi di tempat ini, sesuai data yang di dapat angka perceraian sangatlah minim sekali. Selain itu secara psikologis dan biologis masyarakat setempat sudah mampu melaksanakan pernikahan di bawah umur dan anak yang dilahirkan selalu sehat, pintar dan hampir tidak ada masalah dalam segala aspek. II. Aspek sosial budaya pada setiap trimester kehamilan. Perawatan kehamilan merupakan slah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan, di samping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Memahami perilaku perawatan kehamilan (ante natal care) adalah penting ntuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri. Kenyataan yang ada di kalangan masyarakat Indonesia, masih banyak ibuAkademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71

ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal biasa, alamiah dan kodrati. Mereka merasa tidak perlu memeriksakan dirinya secara rutin ke bidan maupun dokter. Masih banyak ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan yang sering kali karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi. Permasalahan-permasalahan pada kehamilan dan persalinan dipengaruhi juga oleh faktor nikah usia muda yang masih banyak dijumpai di daerah pedesaan. Di samping itu, dengan masih adanya preferensi terhadap jenis kelamin anak khususnya pada beberapa suku, yang menyebabkan istri mengalami kehamilan yang berturut-turut dalam jangka waktu yang relatif pendek, menyebabkan ibu mempunyai resiko tinggi saat melahirkan. Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantanganpantangan terhadap beberapa makanan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil, tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. Dikatakan pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia pada wanita hamil disebabkan karena kurangnya zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan darah. Beberapa kepercayaan yang ada misalnya di Jawa Tengah, ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat, ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengajaharus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Contoh lain di daerah Subang, ibu hamil pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar sehingga akan mempersulit persalinan. Dan memang, selain ibunya kurang gizi, berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi. Selain itu, larangan untuk memakan buah-buahan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71

atau keputusan berada di tangan suami yang seringkali menjadi panik melihat keadaan krisis yang terjadi. kodok (memasukkan tangan ke dalam vagina dan uterus untuk mengeluarkan placenta). biaya murah. infeksi dan eklamsia (keracunan kehamilan). dimana jarak rumah si ibu dengan tempat pelayanan kesehatan cukup jauh.seperti pisang. Di daerah pedesaan kebanyakan ibu hamil masih mempercayai dukun beranak untuk menolong persalinan yang biasanya di rumah. Kondoso-kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan profesional dapat berakibat fatal bagi ibu dalam proses persalinan. nyanda (setelah persalinan. Kefatalan ini sering terjadi tidak hanya karena penanganan yang kurang baik tetapi juga karena ada faktor keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga. Tidak jarang pula nasehat-nasehat yang diberikan oleh teman atau tetangga mempengaruhi keputusan yang diambil. ketimun dan lain-lain bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilih harus dengan persetujuan kerabat yang lebih tua. Interaksi antara kondisi kesehatan ibu hamil dengan kemampuan penolong persalinan sangat menentukan hasil persalinan yaitu kematian atau bertahan hidup. Keadaan ini seringkali pula diperberat oleh faktor geografis. nanas. Penelitian Iskandar dkk (1996) menunjukkan beberapa tindakan/praktek yang membawa resiko infeksi seperti. Umumnya. tidak tersedianya transportasi atau Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . namun praktek-praktek tradisional tertentu masih dilakukan. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat praktek-praktek persalinan oleh dukun yang dapat membahayakan ibu. Kepanikan dan ketidaktahuan akan gejala-gejala tertentu saat persalinan dapat menghambat tindakan yang seharusnya dilakukan dengan cepat. Secara medis penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan adalah perdarahan. Pemilihan dukun sebagai penolong persalinan pada dasarnya disebabkan karena beberapa alasan antara lain dikenal secara dekat. Disamping itu juga masih adanya keterbatasan jangkauan pelayanan kesehatan yang ada. terutama di daerah pedesaan. ibu dengan posisi bersandarkan kaki diluruskan ke depan selama berjam-jam yang dapat menyebabkan perdarahan dan pembengkakan). Walaupun sudah banyak dukun beranak yang dilatih. mengerti dan dapat membantu dalam upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta merawat ibu dan bayi sampai 40 hari. mengolesi (membasahi vagina dengan minyak kelapa untuk memperlancar persalinan).

Aspek Sosial Budaya Selama Persalinan Kala I. Jika BB-nya cukup. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang. tidak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Minum minyak kelapa memudahkan persalinan. akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar. sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweigth. II dan IV Ada suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput fatimahakan merangsang mulas. Serta adanya suatu keyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan.faktor kendala ekonomi dimana ada anggapan bahwa membawa si ibu ke rumah sakit kan memakan biaya yang mahal. rumput fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil. Akan halnya telur tidak masalah. Madu tidak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. minyak kelapa tidak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin. sebaiknya segera dihentikan. bau dan berwarna. III. Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan. II. Memang. apalagi disertai gatal. mulut rahim sudah lembek/tipis dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Namun dalam dunia kedokteran. letak kepala bayi sudah masuk panggul. Begitu BBnya naik dari batas yang ditentukan. maka bila terjadi infeksi pada vagina bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Sehingga bila air ketuban pecah duluan persalinan menjadi seret. Jadi. Karena. Karena bayi akan keluar lewat saluran lahir. Keluarnya cairan keputihan pada usia kehamilan tua justru tidak normal. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. air rumput fatimah hanya boleh diminum bila pembukaan sudah mencapai 3-5 cm. Keluarnya lendir semacam keputihan agak banyak menjelang persalinan. Harus diketahui pula. Jadi madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Memang minyak kelapa konotasinya membuat lancar dan licin. Sebab madu termasuk karbohidratyang paling tinggi kalorinya. karena mengandung protein yang juga menambah kalori. dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Jika hal ini terjadi segera konsultasikan ke dokter. Mungkin secara psikologis ibu hamil meyakini. yang membuat persalinan lancar bukan keputihan melainkan air ketuban.

ikan laut dan lele. karena bisa mengakibatkan keguguran. nenas. sebaiknya dihindari. terutama kesiapannya dalam melahirkan. melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak. Faktor lain yang juga harus diperhatikan: riwayat kesehatan ibu. apakah pernah menderita diabetes. apakah mencukupi atau tidak dan lingkungan sekitar. Hal ini benar karena bisa mengakibatkan perdarahan atau keguguran. gizi ibu selama hamil. Bahkan. Bila ia takut dan cemas. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Dampak positifnya tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas adalah merugikan karena masa nifas memerlukan makanan yang bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat. keong. sulit konsentrasi dalam belajar. daging. Aspek Sosial Budaya Dalam Masa Nifas. Ibu hamil tidak boleh cemas karena akan berpengaruh pada bayinya. hipertensi atau sakit lainnya. kemampuan komunikasi yang kurang dan tidak bisa bekerja sama. Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket. Sebenarnya kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. berdasarkan penelitian. apakah men-support atau tidak karena ada kaitannya dengan emosi ibu. misalnya empat anak. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu. Demikian juga dengan masakan yang menggunakan arak. buah pare. Begitu juga tape. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . ibu yang cemas saat hamil bisa melahirkan anak hiperaktif. Duren mengandung alkohol. Macam-macam aspek sosial budaya pada masa nifas yaitu: o Masa nifas dilarang makan telur. gula merah dan makanan yang berminyak. Buah nanas juga. daung lembayung.Makan duren. Yang membuat ari-ari lengket bukan daun kemangi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan. jadi panas ke tubuh. hingga mempersulit persalinan. udang. sehingga bila terjadi sesuatu bisa segera ditangani. Aspek sosial budaya pada masa nifas adalah suatu hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia untuk mencapai tujuan bersama pada masa sesudah persalinan. IV. bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus operasi. tape dan nanas bisa membahayakan persalinan.

o Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/diurut. o Masa nifas tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari. o Masa nifas setelah waktu Maghrib harus puasa tidak makan makanan yang padat. disaring. makanan harus disangan/dibakar. disamping itu organ-organ kandungan pada masa nifas belum pulih kembali. Dampak positifnya tidak ada sedangkan dampak negatifnya bagi ibu nifas adalah ibu nifas perlu membawa bayinya ke pelayanan kesehatan paling tidak untuk pemberian imunisasi. Dampak poritifna tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas tentunya ada karena masa nifas harus cukup istirahat. diberi pilis/lerongan dan tapel. akan tetapi hal ini dapat menyebabkan ibu kurang nutrisi sehingga produksi ASI menjadi berkurang. Dampak positifnya tidak ada sedangkan dampak negatifnya abu. garam dan asam tidak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui untuk memperbanyak produksi ASI nya. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Dampak positifnya jika pijatannya benar maka peredaran darah ibu dan bayi menjadi lamcar. Karena tenaga yang tersedia sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi. 71 o Masa nifas tidak diperbolehkan berhubungan intim. o Masa nifas harus minum abu dari dapur dicampur air. dicampur garam dan asam diminum supaya ASI banyak. kurangi kerja berat. Dampak positifnya tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas merugikan karena makanan yang sehat akan mempercepat penyembuhan luka. Pilis dan tapel dapat merusak kulit bagi yang tidak kuat/menyebabkan alergi. Dampak negatifnya apabila pijatan salahsangat berbahaya karena dapat merusak kandungan. Dampak positifnya bagi ibu nifas dapat menyebabkan badan ibu nifas mengalami penimbunan lemak. o Masa nifas dilarang tidur siang.o Setelah melahirkan atau setelah operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa garam ”ngayep” dilarang banyak makan dan minum.

CARA-CARA PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA DALAM PRAKTEK KEBIDANAN By Arva Rochmawati. aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuhan jalan lahir maupun involusi rahim.Dampak positifnya dari sisi medis. Alasannya. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis. SST 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Contoh infeksi atau malah perdarahan. yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. senggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi. Sedangkan dampak negatifnya tidak ada.

yang oleh sebagian orang dianggap menjelma sebagai agama.Rumah sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan. menggunakan berbagai sumber daya seperti ketenagaan. Keyakinan yang dianut harus sekaligus merupakan kebenaran sehingga cara berkeyakinan itu harus benar pula. Agar bidan dapat menjalankan peran fungsinya dengan baik maka perlu adanya pendekatan sosial budaya yang dapat menjembatani pelayanannya kepada pasien. fasilitas. apalagi dalam usaha kita mengembangkan ataupun menerapkan ide-ide baru dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Agama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan jasmani. Hal inilah yang harus kita lihat dan sadari. Manusia dalam hidupnya selalu mempunyai pengharapan dan cita-cita sehingga ia selalu berusaha untuk mewujudkan keyakinan dan pengharapannya dalam karya yang konkret. A. Manusia dalam mewujudkan keyakinan dan pengharapannya mengikuti aturan-aturan tertentu atau norma. energi dan waktu. mesin. Pelayanan kebidanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit. Hal tersebut merupakan satu point interest masyarakat pedesaan yang patut diterima dan diperhatikan. tenaga bidan bertanggung jawab memberikan pelayanan kebidanan yang optimal dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam selama berkesinambungan. Salah satu syarat dalam kehidupan manusia yang teramat penting adalah keyakinan. Bidan harus memiliki ketrampilan profesional agar dapat memberikan pelayanan kebidanan yang bermutu untuk memenuhi tuntutan kebutuhan nasional ataupun kebutuhan global. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . baik yang berhubungan dengan manusia. Tanpa keyakinan kehidupan akan diliputi oleh perasaan bimbang. dalam memproduksi jasa pelayanan kesehatan (pelayanan medis dan kebidanan) untuk masyarakat. bahan. Pendekatan Melalui Agama Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari unsur keyakinan. modal. haji dan kyai. Manusia memerlukan suatu bentuk keyakinan dalam hidupnya karena keyakinan akan melahirkan tata nilai guna menopang hidup budayanya. alam ataupun yang sifatnya gaib. Oleh karena itu. Kehidupan masyarakat di pedesaan sangat religius sehingga setiap sikap atau perilakunya sehari-hari diliputi oleh rasa keagamaan yang kuat dan yang paling utama adalah penghormatan yang berlebihan terhadap tokoh-tokoh agama seperti alim ulama.

6. 3. Mereka tidak nyaman mengenai agama mereka sendiri atau menyangkal mempunyai kebutuhan spiritual. Alasan mengapa bidan kadang gagal memberi asuhan spiritual karena: 1. keluarga. Menguraikan kepercayaan yang berhubungan dengan keselamatan dan praktikpraktik kelompok agama tertentu. Mereka memandang agama sebagai masalah pribadi. agama dapat menjadi sumber penyejuk bagi klien dan keluarga serta dapat mempengaruhi tindakan yang dipercaya tepat untuk kondisi klien. 2. Agama mengharuskan umat manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aktivitasnya. 5. Mereka menganggap pemenuhan kebutuhan spiritual bukan tanggung jawabnya. Agama sebagai komponen integral dari budaya dapat mempengaruhi penjelasan klien tentang penyebab penyakit. c.Agama berperan penting dalam pembentukan persepsi klien tentang sehat sakit. Pada masa kritis seperti penyakit serius/saat menghadapi kematian. Mereka salah mengira kebutuhan spiritual sebagai kebutuhan psikososial. 4. masyarakat serta bangsa. Agama memberikan dorongan batin dan moral yang mendasar dan melandasi cita-cita dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya. 2. Agama memberikan petunjuk kepada manusia untuk selalu menjaga kesehatannya. Asuhan spiritual dan fenomena kebidanan Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . 3. b. d. Memeriksa cara-cara dimana agama dapat dimasukkan ke dalam praktik kebidanan. Agama dapat menghindarkan umat manusia dari segala hal/perbuatan yang bertentangan dengan ajarannya. Mengeksplorasi makna agama dalam kehidupan klien. persepsi keparahannya dan pilihan terhadap penyembuhan. Mereka kurang pengetahuan tentang spiritualitas dan agama orang lain. Mereka merasa agama sebagai masalah pribadi yang hanya memperhatikan hubungan individu dengan penciptanya. Adapun aspek-aspek pendekatan melalui agama dalam memberikan pelayanan kebidanan dan kesehatan diantaranya: a. Tujuan Pendekatan Agama adalah: 1.

Dalam integrasi pelayanan kesehatan dan kepercayaan keagamaan/spiritual maka fokus rencana asuhan adalah membantu klien mempertahankan keyakinannya dalam menghadapi kritis kesehatan dan mempergunakan keyakinan tersebut dalam memperkuat pola koping. Berbagai aspek agama dalam memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari upaya pelayanan kesehatan yang ditinjau dari segi agama. Ada beberapa langkah yang dapat memberikan tuntunan bagi umat manusia untuk memelihara kesehatan yang dianjurkan oleh agama antara lain: 1). 3. Makan makanan yang bergizi. b. 2). Upaya Pencegahan Penyakit. Menjaga kebersihan (kebersihan merupakan sebagaian dari iman). 3). di antaranya: a. Upaya pemeliharaan kesehatan Upaya dini yang dilakukan dalam pemeliharaan kesehatan dimulai sejak ibu hamil yaitu sejak janin di dalam kandungan. WUS. Dengan pemberian imunisasi.1. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . 2). Pengkajian kultural mencakup pengkajian hubungan agama dan persoalan spiritual dengan status kesehatan klien. Hal tersebut bertujuan agar bayiyang dilahirkan dalam keadaan sehat begitu juga dengan ibunya. 4). Keyakinan keagamaan berpengaruh terhadap masalah kesehatan keseluruhan. Berolahraga. Adapun pencegahan penyakit antara lain: 1). ibu hamil. 2. Pengobatan di waktu sakit. Pemberian ASI pada anak sampai usia 2 tahun. musid SD kelas 1 sampai kelas 3. Dalam ajaran agama pencegahan penyakit lebih baik daripada pengobatan waktu sakit. Kesehatan merupakan faktor utama bagi umat manusia untuk dapat melakukan atau menjalani hidupnya dengan baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit dan kecatatan. bidan dapat menjadi terapeutik dengan menanyakan pertanyaan yang mengklarifikasi masalah dan memberi dukungan untuk penyelesaian masalah klien tanpa memberi pendapat pribadi. Imunisasi dapat diberikan kepada bayi dan balita.

Contoh-contoh kaidah dalam agama yang berhubungan dengan kebidanan.3). Pemakaian IUD bertujuan menjarangkan kehamilan. bukan kontrasepsi. Dapat dilakukan pada kelompok pengajian atau kelompok-kelompok keagamaan lainnya. Memberikan penyuluhan kesehatan. Pandangan agama Islam terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB). Pandanngan agama Islam dalam pemakaian IUD. Pemakaian IUD bertujuan menghentikan kehamilan. Pendapat/pandangan agama Islam yang memperbolehkan/menghalalkan pemakaian kontrasepsi IUD: a. c. c. Mekanisme IUD belum jelas. b. Selain itu pada waktu pemasangan dan pengontrolan IUD harus dilakukan dengan melihat aura wanita. Ada dua pendapat mengenai hal tersebut yaitu memperbolehkan dan melarang penggunaan penggunaan alat kontrasepsi. Pendapat/pandangan yang memperbolehkan: 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Ada dua pendapat yaitu memperbolehkan/menghalalkan dan melarang/mengharamkan. karena IUD dalam rahim tidak menghalangi pembuahan sel telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel telur (masih ada kegagalan). Pemakaian IUD bersifat aborsi. Pendapat/pandangan agama Islam yang melarang/mengharamkan kontrasepsi IUD: a. Pelayanan kontrasepsi sistem operasi yaitu MOP dan MOW juga mempunyai dua pandangan yang memperbolehkan dan melarang. Karena ada beberapa ulama yang mengatakan penggunaan alat kontrasepsi itu adalah sesuatu atau hal yang sangat bertentangan dengan ajaran agama karena berlawanan dengan takdir/kehendak Tuhan. b. Upaya Pengobatan penyakit Manusia dianjurkan untuk berobat jika sakit. Pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obatobatan dan alat lainnya.

maka manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya. Empati berasal dari kata Yunani berarti merasa sama. kita tidak cukup hanya bersimpati terhadap kesenian itu. tetapi perlu juga pandangan indah serta suara merdu. Apresiasi Seni Apresiasi seni adalah kesadaran akan nilai seni yang meliputi pemahaman dan kemampuan untuk menghargai karya seni. dikenal dengan rasa keindahan karena diperuntukkan guna melengkapi kesejahteraan hidup. Kesenian tradisional adalah kesenian yang dipegang teguh pada norma dan adat kebiasaan. o Dengan melihat aura orang lain. semua dapat dipenuhi melalui kesenian. maka manusia perlu dan selalu mancari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Rasa keindahan yang dirasakan dapat dimiliki dan disalurkan oleh setiap orang. Yang menjadi sumber apresiasi seni adalah: Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . B. • Begitu juga halnya mengenai melihat aura orang lain apabila diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan dan tindakan hal tersebut dapat dibenarkan. manusia semata-mata tidak hanya memenuhi isi perut. Dalam mengadakan pendekatan terhadap kesenian. yang ada secara turun temurun atau kesenian baru hasil dari pengembangan kebudayaannya. tetapi lebih dari itu yaitu secara empati. Pendekatan Melalui Kesenian Tradisional Kesenian tradisional merupakan produk dari manusia sebagai homoestetikus.• Apabila suami istri yang dalam keadaan yang sangat terpaksa dalam kaedah hukum (Islam) mengatakan keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang dilarang dengan alasan kesehatan/keselamatan jiwa. Kesenian secara umum. Jadi dalam menghayati suatu karya seni secara empati berarti kita menempatkan diri kita ke dalam karya seni itu. Pendapat agama yang melarang: o Sterilisasi berakhir dengan kemandulan. o Mengubah ciptaan Tuhan dengan cara memotong atau mengikat tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/tuba).

b. baik secara materi maupun spiritual. c. Peranan Seni a. Seni menjadikan manusia berbudi luhur. persepsi. Karya-karya seni pada zaman primitif merupakan alat-alat yang mampu menimbulkan suasana magis dan misterius dalam pemujaan serta kehidupan pada waktu itu. ketidaksetujuan atau ketidaksepahaman biasanya diungkapkan dalam bentuk kartun dan nyanyian dalam drama modern. Seni sebagai kebutuhan Dalam memenuhi kebutuhan hidup maka manusia melengkapi dirinya dengan berbagai perlengkapan dan peralatan sebagai penunjang atau pelengkap untukpenyempurnaan pekerjaannya. Sejarah telah mencatat akan prestasi-prestasi kesenian dalam peranannya membentuk sikap budi manusia. Pengetahuan kesenian yang meliputi pengetahuan mengenai karya seni. perasaan. Seni sebagai ungkapan gagasan dan alat komunikasi Sebagai ungkapan gagasan yaitu untuk mengungkapkan buah pikiran dalam suatu wujud. Kesenian sebagai pembentuk peradaban manusia Kesenian dalam kehidupan manusia ikut mendidik manusia dan masyarakat menjadi beradab. Hakekat karya eni adalah wujud dari hasil dan usaha. perkembangan kesenian dan estetika manusia. Sebagai alat komunikasi berisi pesan yang diinformasikan pada orang lain. sejarah seni. Hakikat karya seni adalah wujud dari hasil dan usaha untuk mengungkapkan gagasan. Juga karya-karya kesenian klasik yang puitis heroik maupun karya-karya modern. Kepekaan eksistensi yang berkembang pada diri masing-masing. yang tidak disadari sesuai dengan lingkungan yang membinanya. b. Secara keseluruhan kesenian hanyalah ditujukan untuk kebahagiaan manusia. Ternyata seni mempunyai peranan dalam Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 .a. yang nyata dan dapat ditanggapi atau dipergunakan oleh orang lain. Kesenian diciptakan oleh manusia untuk melengkapi kebahagiaan manusia seluruhnya. dan masyarakat baik dalam bentuk buah pikiran. maupun segala harapan dapat juga berupa pernyataan kritik. pemecahan bentuk dan penemuan-penemuan baru. agar kehidupan manusia menjadi lebih harmonis. kesemuanya memberi pengaruh yang besar dalam peradaban manusia.

serta jauh dari pamrih-pamrih ekonomi. Kesenian sebagai Seni Terapi Kesenian sebagai terapi pada kejiwaan. ekonomi.  dalam bahasa daerah setempat. Pendekatan Melalui Paguyuban 1. sebagai pelipur lara. menciptakan lagu. Inilah kenyataan tentang suatu gejala aktivitas manusia yang dinamakan SENI. dapat dimasukkan pesan-pesan kesehatan Menciptakan lagu-lagu berisikan tentang permasalahan kesehatan misalnya. Untuk itu dengan seni diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mengatasi stress tersebut baik stress fisik maupun batin. C. Pengertian : suatu kelompok atau masyarakat yang diantara para warganya diwarnai dengan hubungan-hubungan sosial yang penuh rasa kekeluargaan. Misalnya dengan menyanyi. mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. kepercayaan. menyusun komunikasi antar individu. Disamping memenuhi kebutuhan dalam hubungan kegiatan sosial kita mengenai situasi politik. kematian dan lain-lainnya. paguyuban adalah bentuk kehidupa bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . bersifat batiniah dan kekal. misalnya:  Kesenian wayang kulit. perkawinan. Juga memenuhi kebutuhan fisik seperti gedung. makanan bergizi. Kita ketahui kehidupan zaman sekarang ini permasalahan semakin kompleks. iri hati. cinta. menyatakan keinginan atau tujuan bersama. Jadi peranan seni dalam kehidupan manusia merupakan suatu cara atau usaha hasil budi manusia untuk mencapai tujuan. dll. dll. alat penyimpanan. tubuh dan jiwa manusia mempunyai batas untuk dapat mengatasinya. bahan pembungkus.kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hasrat mengungkapkan atau menyatakan perasaan mengenai aspek-aspek pokok kehidupan sehari-hari tentang kelahiran. seni memahat patung. kebahagiaan atau kesejahteraan. Menurut Ferdinand Tonnies. mempengaruhi situasi masyarakat. alat pengangkutan. Kesenian sebagai Media Penyuluh Kesehatan Seorang petugas bisa menyelipkan pesan-pesan kesehatan didalamnya.

Karang Taruna. 6). Sifat gotong royong masih kuat. contohnya organisasi. akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama. Paguyuban karena tempat yaitu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong menolong. 2. Paguyuban karena jiwa pikiran yaitu paguyuban yang terdiri dari orang yang tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan.bersifat kekal. Sebagai tenaga Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Adanya keinginan untuk meningkatkan kebersamaan. Hubungan kekeluargaan masih kental. Intimate Exclusive : hubungan menyeluruh yang mesra. Pos Kamling/Ronda. : hubungan tersebut hanyalah untuk kita saja dan tidak untuk orang Private : hubungan bersifat pribadi. c. b. 2. RT. 4). yaitu: 1. Pelayanan Kebidanan Dengan Pendekatan Paguyuban Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan diperlukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat khususnya paguyuban. 2). paguyuban semacam itu tidak sekuat dengan ikatan paguyuban berdasarkan keturunan. Terdapat tiga tipe yang ada di masyarakat. Ciri-ciri Paguyuban Menurut Ferdinand Tonnies ciri-ciri pokok dari paguyuban antara lain: a. Selalu memegang teguh adat lama yang konservatif. contohnya arisan. 3. Kehidupan seperti ini bersifat organis dan sejati. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesehatan. Tidak suka menonjolkan diri. RW. yaitu khusus untuk beberapa orang saja. Tipe Paguyuban. 5). contoh kelompok kekerabatan. keluarga besar. Adanya hubungan perasaan kasih sayang. PKK. Paguyuban karena ikatan darah yaitu paguyuban berdasarkan keturunan. 3). lain diluar kita. Secara umum ciri paguyuban yaitu: 1).

pencatatan. 2. Meja ketiga. d. Meja pertama. c. Sebagai sarana pelayanan terdekat di masyarakat dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. 3. Selain itu juga dapat Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Posyandu: Adalah suatu forum komunikasi alih teknologi dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. pelayanan. Petugas kesehatan atau bidan harus mengadakan kerjasama dengan pamong desa untuk mengajak masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dengan giat datang ke posyandu. Selain diadakan posyandu di puskesmas-puskesmas upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. dll. 5. kelompok PKK. Mengadakan pendekatan-pendekatan dan menjalin kerjasama. penimbangan. RW. b. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Memberikan nilai strategis untuk pembangunan sumber daya manusia sejak dini. tokoh masyarakat. Petugas kesehatan atau bidan harus mengadakan pendekatan-pendekatan dengan organisasi masyarakat yang ada dilingkungan tersebut seperti kader desa. Meja kelima. penyuluhan. Misalnya saja dengan mengadakan kegiatan posyandu di puskesmaspuskesmas. Manfaat posyandu yaitu: a. Meja kedua. Pelaksanaan Sistem Pelayanan Posyandu Pelaksanaan sisten pelayanan di posyandu agar lebih teratur dan lebih terkoordinir maka dilakukan dengan sistem lima meja. 4. diantaranya: 1. Sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dalam pembentukan kaderkader dari masyarakat. RT. Mendorong peran serta masyarakat sehingga aktif dalam meningkatkan kesehatan. Meja keempat.kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya kesehatan. pendaftaran. Karang Taruna.

hal ini sangat penting karena penggunaan salah satu teknik di atas mempunyai keterbatasanketerbatasan. penghargaan ataupun hadiahhadiah yang lainnya. Hal ini dapat menggugah motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam kesehatan. Teknik Kombinasi. 2. Petugas memberikan sangsi tertentu kepada masyarakat yang tidak bersedia menjadi akseptor KB. 4. Akan tetapi kelemahan dan teknik adalah perlunya disediakan imbalan yang bersifat materil sehingga memberatkan keadaan ekonomi seperti yang terjadi sekarang ini serta dapat menurunkan peran serta masyarakat jika imbalan ini kurang atau dihilangkan sehingga peran serta yang ada tidak lestari. Teknik Pemberian Imbalan. Petugas memberikan ancaman baik dalam bentuk sangsi ataupun hukuman. Sebagai contoh: upaya imunisasi untuk pencegahan penyakit. bentuk-bentuk imbalannya dapat berupa materi. Selain itu masyarakat memiliki budaya dan kesadaran yang berbedabeda. karena ingin menghindari hukuman maka muncul peran serta masyarakat yang sifatnya terpaksa. D. lalu para tokoh masyarakat. Penggunaan teknik ini memang akan memunculkan peran serta dari masyarakat yang sifatnya terpaksa maka tidak akan lestari jika tidak ada orang yang memberi ancaman lagi maka masyarakat tidak akan berperan serta lagi. pertama-tama pamong desa mengumumkan pemberian imunisasi bagi semua bayi. Petugas memberikan suatu imbalan bagi masyarakat yang ingin turut serta berperan aktif. Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik yang ada.dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah pneduduk yang memiliki balita untuk mengadakan penyuluhan kesehatan agar ingin mendatangi posyandu. berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . Pendekatan Melalui Pesantren Pesantern merupakan tempat untuk mendidik agar peserta didik menjadi orang yang bertaqwa. pemimpin kader dan para kader mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki bayi untuk memperlihatkan manfaat imunisasi bagi bayi. Teknik Penggunaan Ancaman. 3.

penyehatan ruangan dan bangunan. Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 kesehatan bersifat menyeluruh dan merupakan upaya yang berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu keadaan tertentu serta dilaksanakan . terpelihara. c. dengan melibatkan secara aktif penghuni pondok pesantren. rohani. pencegahan (preventif). Pengertian Pemeliharaan Kesehatan Di Pondok Pesantren Adalah upaya pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat pondok pesantren dan lingkungannya yang bersifat peningkatan kesehatan (promotif). Meningkatkan kemampuan untuk melakukan alih ketrampilan kepada masyarakat pondok pesantren dalam bidang kesehatan (bagi kader yang dilatih). Lingkungan dan bangunan pondok pesantren tidak memungkinkan sebagai tempat bersarang dan berkembang biaknya serangga. pengobatan (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif). Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Di Pondok Pesantren 1. melakukan upaya peningkatan kesehatan perorangan dan kelompok. pembuangan sampah. Bangunan pondok pesantren harus kuat. 3. pembuangan air limbah/kotor. Lingkungan dan bangunan pondok pesantren selalu dalam keadaan bersih dan tersedia sarana sanitasi yang memadai. Meningkatkan kemampuan menggerakkan peran serta masyarakat pondok pesantren dalam berbagai upaya kesehatan masyarakat (bagi kader yang dilatih).Untuk memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan perlu peran serta aktif dari seluruh penghuni pondok pesantren sehingga kondisi sanitasi yang meliputi antara lain penyediaan air bersih. Meningkatkan derajat kesehtan masyarakat pondok pesantren baik jasmani. Pemeliharaan secara terpadu. b. memberikan P3P dan P3K di pondok pesantren. Meningkatkan kemampuan masyarakat pondok pesantren untuk dapat menjelaskan konsep sehat dan sakit. Persyaratan kesehatan lingkungan di pondok pesantren: a. penyehatan makanan dan minuman dan lain sebagainya dapat terpenuhi. 2. maupun sosial secara mandiri. utuh. binatang pengerat dan binatang pengganggu lainnya. 4. mudah dibersihkan dan dapat mencegah penularan penyakit dan kecelakaan.

meliputi: o o o o Upaya yang bersifat meningkatkan kesehatan (promotif). (psikologik). • Penyakit-penyakit yang sering dijumpai di pondok pesantren adalah umum terdapat pada masyarakat di negara yang sedang berkembang. kepercayaan (spiritual) yang kejiwaan memungkinkan individu dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia. terpadu dan berkesinambungan. psikologik dan sosial secara tepat sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. yang menunjukkan salah satu segi kualitas hidup manusia. Upaya yang bersifat pengobatan (kuratif). dll Penyakit infeksi Penyakit kurang gizi. Upaya yang bersifat pemulihan (rehabilitatif). • Sakit adalah suatu keadaan adanya gangguan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan fisik. seperti scabies. Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam masyarakat pondok pesantren dilakukan secara paripurna. Upaya yang bersifat pencegahan penyakit (preventif). yaitu penyakit menular yang khas seperti: Diare Tifus TBC paru Batuk pilek (ISPA) Pneumonia Malaria DHF Penyakit kulit.Pemeliharaan Kesehatan Di Pondok Pesantren • Sehat adalah keadaan keseimbangan yang dinamis dari aspek fisik (biologis). panu. masyarakat (sosial). Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 .

Banjar dinas. Contohnya. Kartu Keluarga dimulai disini. Kalau dulu hanya untuk kepentingan sawah. Jenis Banjar Banjar dengan berkembangnya jaman juga mulai berubah. Urusan sosial seperti saat ada kematian. Di dalamnya terdapat rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Umumnya nama Banjar itu sangat khas berbau Bali. Dalam subak ini diatur masalah pengairan.5. 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . Pendekatan Sistem Banjar (Bali) Sistem Kemasyarakatan Banjar Banjar merupakan organisasi kemasyarakatan masyarakat tradisional Bali. ketuanya disebut kelian adat. Kasarnya kalau kita tidak memberi maka kita tidak akan menerima. tergantung dari seberapa luas wilayah kelurahan tersebut. Kelian adat dan kelian dinas suatu banjar tidak selalu orang yang sama. Banjar Pemedilan dan masih banyak lagi. juga masalah lain yang berkaitan dengan pertanian seperti misalnya penanggulangan hama. sistem banjar dibedakan atas namanya. Jumlah banjar di tiap kelurahan juga sangat beragam. Berbeda dengan sistem RT/RW yang memakai angka. Banjar Tegalantang Klod. Banjar Tegal-linggah. Walaupun misalnya punya dua orang kelian. ketuanya disebut kelian dinas. fungsinya lebih ke urusan administrasi. pertemuan) apapun. Umumnya sekitar 5 sampai ratusan banjar. dalam setiap sangkep (musyawarah. pengadaan upacara di pura subak. kedua kelian ini biasanya diwajibkan hadir. Awalnya subak itu merupakan organisasi yang hanya mengatur masalah-masalah di sawah berhubung masyarakat Bali saat itu sebagian besar mata pencahariannya bertani. membantu anggota yang sawahnya panen dan sebagainya. Prinsip utamanya adalah saling memberi dan menerima. tepatnya bertambah fungsi. namun sekarang banjar juga mengurus masalah administrasi dari pemerintahan. sudah ada sejak jaman dahulu kala dan mulanya dikenal dengan nama subak. Banjar adat. Organisasi ini seperti sistem RT/RW pada masyarakat Indonesia modern. upacara perkawinan krama banjar serta upacara-upacara keagamaan diatur disini. Urusan administrasi seperti membuat KTP. Prinsip Banjar Peranan banjar sangat penting.

sebelum orang tersebut berumah tangga. sehingga diharapkan saling membantu satu sama lain. Anak-anak kecil di Bali begitu di sayang dan dihormati. hal ini dalam rangka menyiapkan jalan bagi roh nenek moyangnya saat menjelma nanti. dianggap sebagai jalan tangga menuju ke tingkat kehidupan berikutnya. dengan melalui tahapan dan rintangan sampai akhirnya menyatu dengan Tuhan Sang Pencipta. seorang krama banjar sering tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas (seperti sibuk kerja). Dalam setiap kegiatan banjar tidak harus diikuti oleh semua anggota keluarga. karena merekalah yang akan melanjutkan garis keturunan keluarganya dan menjaga orang tuanya serta melaksanakan upacara penguburan dan pengabenan nantinya. Apabila seorang krama banjar tidak pernah ikut dalam kegiatan banjar meninggal. seperti memotong bambu untuk upacara tertentu maka harus diwakilkan pada anggota keluarga yang laki-laki. Sebab dalam pandangan banjar lain adalah memalukan jika sampai saat terakhir krama banjar tetap tidak memberi maaf dan berharap keluarganya yang tersisa akan kembali aktif dalam kegiatan banjar. upacara kematian. Seseorang tidak dapat dikukuhkan menjadi anggota banjar penuh. selama kehidupan di dunia ini ada pengalaman yang kritis khususnya pada saat anak melangkah dewasa. perkawinan dan sebagainya. Setiap kali kehidupan di dunia ini. maka krama banjar yang lain biasanya tetap datang ke rumahnya dan melakukan segala sesuatu yang diperlukan. sudah dimulai sejak bayi masih ada di dalam kandungan ibunya. Upacara Agama Masyarakat Bali percaya bahwa roh pribadi setiap orang akan mengalami reinkarnasi beberapa kali ke dunia. dalam agama Hindu. maka apabila nanti orang itu mempunyai kegiatan/upacara. jangan harap ada anggota banjar yang akan hadir di rumahnya untuk membantu. Berbagai upacara selama perjalanan hidup ini. Kecuali jika kegiatan itu melibatkan kegiatan yang sensitif terhadap jenis kelamin. walaupun dengan terpaksa. terutama yang laki-laki.Bila misalnya dalam setiap kegiatan banjar seperti gotong royong. Cara-Cara Pendekatan Bidan Di Dalam Wilayah Banjar Bali Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR 71 . tetapi bisa diwakilkan salah satu anggota keluarga. Adalah kewajiban bagi setiap orang untuk berumah tangga dan memiliki anak.

1988.. b. Surabaya Hartono H. Bidan harus mengenal sistem/struktur masyarakat setempat (jenis kelamin. Jakarta : Aksara Habib Mustopo. anak dan KB. Jakarta : Ghalia Indonesia 71 Akademi Kebidanan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta | ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR . umur. Ilmu Budaya Dasar. Sumber : Drs. f. Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin. Abu Ahmadi. 1993. Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lestari untuk keluarganya. Bersama kelompok dan masyarakat menaggulangi masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu. 1996.a. g. 2009. Ilmu Budaya Dasar. di bidang kesehatan. pendidikan. Bidan harus mengenal sistem/struktur masyarakat setempat. c. Aziz A. dengan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat. 1988. Membina kerja sama lintas program.. agama). individu keluarga dan masyarakat itu sendiri. H. i. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. yang terjangkau sampai ke daerah pedalaman. Pemerintah menjalankan/menerapkan Pos Kes Des (Pos Kesehatan Desa).. Ilmu Sosial Dasar. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan. masyarakat. lintas sektoral dan lembaga swadaya Bidan harus bekerja sama dengan Pamong Desa (keliang). Jakarta : Bina Aksara Kuncoroningrat. Ilmu Sosial Dasar. Pengantar Ilmu Antropologi. 2004. e. Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan untuk memelihara dan Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader termasuk dukun meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (peran bidan sebagai pendidik). h. mata pencaharian. d. yang ditujukan kepada seluruh masyarakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful