PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION(STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN MENGELOLA DATA/INFORMASI DI TEMPAT KERJA

(Studi pada Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Kelas XII SMK Negeri 1 Purwokerto)

ABSTRACT Arizna. 2010.Implementation of Student Teams Achievement Division Method of Cooperative Learning to Increase Student Learning Outcomes on Training Subject of Communication (A Study of AP 1 Students in Class X of SMK Negeri 1 Tanggul). Thesis, Office Administration Education of Management Department, Faculty of Economy. State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M (II) Drs. Agus Hermawan, M.Si., M.Bus Keywords: Cooperative Learning, Student Teams Achievement Division Methode, Student Learning Outcomes. One of the problems that we have to face in our education today is about weaknesses in the learning process. Recent learning processes evidently burden students with so many materials and assignments that students finally feel bored in the class. In learning activities, many approaches have been conducted by teachers; nevertheless, it has not yet shown satisfying results. It was proved by the results of both school and national examinations and individual skill tests achieved by students. Schools themselves have not yet been able to create a learning environment that enables students to think critically, creatively, and responsibly, as well as gives students opportunities to explore their own imaginative ideas. Hence, it is important that a learning method can encourage students to be active in learning processes. The research tried to implement a Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model. STAD is a method of cooperative learning that students are trained to overcome a real-life problem while for the group divisions, this method is chosen as what expected that students are able to find information themselves in the group then solve any test or problem cooperatively. The purposes of the research are: 1) to describe the implementation Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model on the topic of communication, 2) to know the increase of student learning outcomes through the implementation of Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model, 3) to know the Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model increase effect of student learning outcomes, and 4) to know student response of implement Student Teams Achievement Division model of cooperative learning method. Subjects of the research are 40 AP 1 students of class X in SMK Negeri 1 Tanggul. The research is a qualitative research designed in the form of classroom action research (CAR). The research data were collected by 1) test, 2) observation sheets, 3) questionnaire, 4) documentation and 5) field notes. This kind of research is a classroom action research conducted in 2 cycles. Each cycle involves 4 stages, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation, 4) reflection. Data analysis in the research is done in a descriptive way. The result shows that generally Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model has been done well. Students helped each other, did interaction, discussed with the teacher and their classmates, contributed

ii scores for teams, gave respect to others, and became independent and good students. It can be seen from the observation result of students‟ cooperative skills. In the implementation of cycle 1, based on the observation between two observers it shows a success stage. The implementation of Student Teams Achievement Division method and cooperative learning model on AP 1 students of class X of SMK Negeri 1 Tanggul is good. It is shown by the increase from cycle I that is 70% to 90% in cycle 2. The increase of 20% shows the learning thoroughness. In the cycle I the number of students completing their learning changes from 29 students to 37 students. Although in the action implementation there were many weaknesses and constraints in the cycle I, the researcher tried to improve it in the cycle 2. Based on the result it can be concluded that the implementation of Student Teams Achievement Division method of cooperative learning model can increase the learning outcome of the training subject of communication in the topic of correspondent. It can be seen through 3 aspects, namely cognitive and affective and psychomotor that increase in every cycle. Some suggestions that the researcher recommends are: 1) School to give science about cooperative method of way teaches that more medley please to learn subject. 2) Teachers should be more increase student motivation for think active in solves a problem, mutually, cooperative and give guidance on student to solve a problem. 3) Diknas must socialize about cooperative learning to learn school and teacher via training or seminar to increase science instructor for implement this method. 4) Writer expects research it cans be referenced for further researcher deep inscriptive of science.

metodeStudent Teams Achievement Division(STAD). 3) Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran komunikasi. Data penelitian dikumpulkan melalui 1) tes. yang dirancang dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Skripsi. sehingga siswa merasa bosan di dalam kelas. 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas pada mata pelajaran komunikasi. S. kreatif. 2) lembar observasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran kooperatif model STAD. dan memberi peluang bagi siswa untuk menjelajahi idenya yang imajinatif. Proses pembelajaran yang ada selama ini ternyata hanya membuat siswa sangat terbebani dengan materi dan tugas yang diberikan oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. M. Jurusan Manajemen Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita sekarang adalah masalah lemahnya proses pembelajaran.Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif metode Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Komunikasi (Studi pada Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Kelas X SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember). STAD merupakan bentuk pembelajaran kooperatif di mana siswa dilatih untuk bekerja secara berkelompok beranggotakan 4 orang yang heterogen untuk memecahkan suatu masalah yang ada di dunia nyata. 3) angket.Pd. Subyek penelitian adalah siswa kelas X AP 1 di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember dengan jumlah 40 siswa. M. Agus Hermawan. 4) Untuk mengetahui respons siswa kelas terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran komunikasi. 4) dokumentasi dan 5) catatan lapangan. ini ditunjukkan dengan hasil-hasil ujian siswa baik ujian nasional maupun ujian sekolah serta keterampilan individu siswa itu sendiri. Dalam pembelajaran di kelas telah banyak pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh guru tetapi sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan.Si.M (II) Drs. Wening Patmi Rahayu. hasil belajar siswa.Bus Kata kunci: model pembelajaran kooperatif. diharapkan siswa dapat memecahkan permasalahan serta mencari informasi sendiri dalam kelompok yang kemudian bekerja sama untuk mencapai ketuntasan belajar bersama.. M.ABSTRAK Arizna. Fakultas Ekonomi. Pembimbing: (I) Dr. Dalam penelitian ini mencoba menerapkan metode pembelajaran kooperatif metodeStudent Teams Achievement Division. 2010. Jenis penelitian . bertanggung jawab. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah metode pembelajaran untuk membangkitkan semangat peserta didik agar aktif dalam proses pembelajaran. Universitas Negeri Malang. Dari pihak sekolah sendiri juga belum berdaya untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan siswa berpikir kritis..

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Penerapan model pembelajaran STAD pada kelas X APK 1 SMK Negeri 1 Tanggul sudah baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif metode STAD secara umum telah dilaksanakan dengan baik. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: 1) Sekolah diharapkan memberi pengetahuan mengenai berbagai metode atau cara mengajar yang lebih beragam kepada guru mata pelajaran. menyumbangkan skor untuk kelompok. Setiap siklus mencakup 4 tahap kegiatan yaitu: 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan. Pada pelaksanaan siklus 1 berdasarkan perbandingan dari kedua pengamat menunjukkan taraf keberhasilan. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi keterampilan kooperatif siswa. sopan dan mandiri. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan dari siklus 1 sebesar 70 % menjadi sebesar 90 % pada siklus 2. dan 4) refleksi. tenggang rasa. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran komunikasi pada pokok bahasan melakukan komunikasi tertulis. 2) Guru hendaknya lebih meningkatkan motivasi siswa untuk berpikir lebih aktif dalam memecahkan suatu masalah. Siswa saling membantu. afektif dan psikomotorik yang meningkat setiap siklusnya. Meskipun dalam pelaksanaan tindakan banyak kekurangan dan kelemahan pada siklus 1 maka peneliti mencoba memperbaiki pada siklus 2. Peningkatan sebesar 20% tersebut sudah menunjukkan ketuntasan belajar yaitu dari siklus 1 yang hanya 29 siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 37 siswa yang tuntas belajar. saling berinteraksi tatap muka. 4) Penulis mengharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitipeneliti selanjutnya dalam penulisan karya ilmiahnya. Hal ini dapat dilihat dari ketiga aspek yaitu aspek kognitif. 3) Diknas hendaknya dapat memberikan sosialisasi mengenai modelmodel pembelajaran kooperatif terhadap guru atau sekolah melalui pelatihan atau seminar. berdiskusi dengan guru dan teman.ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. 3) pengamatan. saling bekerja sama antar siswa dan memberikan bimbingan pada siswa untuk memecahkan suatu masalah. .

Pd. 2. Skripsi ini disusun sebagai persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran.Si. selaku penguji yang telah memberikan masukan dan koreksi terhadap kesempurnaan penulisan skripsi ini.M. M.Bus. Ery Tri Djatmiko Rudiyanto W.A. Bapak Imam Bukhori. selaku pembimbing I yang telah memberikan banyak bimbingan dan dorongan sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. 3. M. Ibu Dr. M. S..M.W. M. sepatutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Keberhasilan penulis dalam menyusun skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak.. Bapak Dr. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya.Pd. Agus Hermawan. S. 4.KATA PENGANTAR Alhamdulillahi Robbil„Alamin. Oleh karena itu. M. Bapak Drs. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif MetodeStudent Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Komunikasi (Studi pada Siswa Jurusan Administrasi Perkantoran Kelas X SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember)”..Si selaku Deka . Wening Patmi Rahayu. M. selaku pembimbing II yang banyak memberikan masukan dan saran dalam penyelesaian skripsi ini.

DAFTAR ISI Halaman ABSTRACT................................................................................................ i ABSTRAK................................................................................................... iii KATA PENGANTAR.................................................................................. v DAFTAR ISI............................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR.................................................................................... ix DAFTAR TABEL........................................................................................ x DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang.............................................................................1 B. Rumusan Masalah........................................................................7 C. Tujuan Penelitian.......................................................................... 8 D. Kegunaan Penelitian.....................................................................8 E. Keterbatasan Penelitian.................................................................10 F. Definisi Istilah.............................................................................. 10 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Temuan Penelitian yang Relevan..................................................12 B. Kajian Teori.................................................................................18 1. Hakikat Belajar dan Pembelajaran............................................18 2. Pengertian Pembelajaran Kooperatif.........................................20 3. Beberapa Metode Pembelajaran Kooperatif..............................23 4. Pembelajaran Kooperatif Metode STAD (Student Teams Achievement Division).....................................25 5. Kebaikan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD........................................................34 6. Hasil Belajar............................................................................36 7. Hubungan Antara Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD dengan Hasil belajar omunikasi....................................................

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian.................................................... B. Kehadiran Peneliti........................................................................ 44 C. Lokasi Penelitian.......................................................................... 44 D. Data dan Sumber Data.................................................................. 45 E. Teknik Pengumpulan Data............................................................ 46 F. Tahap-Tahap Penelitian................................................................ 48 BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Sekolah........................................................... 56 B. Paparan Data................................................................................ 60 1. Paparan Data Pra Tindakan.................................................... 60 2. Paparan Data Siklus 1............................................................ 61 a. Tahap Perencanaan Siklus 1................................................. 62 b. Tahap Pelaksanaan Siklus 1................................................. 63 c. Tahap Observasi Siklus 1..................................................... 69 d. Tahap Refleksi Siklus 1....................................................... 75 3. Paparan Data Siklus 2............................................................ 76 a. Tahap Perencanaan Siklus 2................................................ 76 b. Tahap Pelaksanaan Siklus 2................................................. 77 c. Tahap Observasi Siklus 2..................................................... 82 d. Tahap Refleksi Siklus 2....................................................... 86 e. Respons Siswa.................................................................... 87 C. Temuan Penelitian........................................................................ 91 1. Temuan Siklus 1....................................................................

91 2. Temuan Siklus 2.................................................................... 92 BAB V PEMBAHASAN A. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Model STAD pada Mata Pelajaran Komunikasi Siswa Kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kab. Jember...................... 93 B. Hasil Belajar Siswa Kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada Mata Pelajaran Komunikasi...................................... 96 C. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada Mata Pelajaran Komunikasi...................................... 98 D. Respons Siswa Kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember terhadap Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD pada Mata Pelajaran Komunikasi.................................................. 101 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan................................................................................... 104 B. Saran............................................................................................. 106 DAFTAR RUJUKAN................................................................................... 108 LAMPIRAN................................................................................................. 110 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN..................................................... 158 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas.................................................. 4.1 Struktur Organisasi Sekolah....................................................................

.............................................. 68 4......................................................................................................... Silabus.............2 Hasil Post Test Siswa pada Siklus 1.........................4 Hasil Observasi Pengamatan Aktivitas Guru Siklus................................ 71 4...................3 Kategori Keberhasilan Tindakan................................................. Hasil Belajar Siswa.......................................... 83 4....... 129 b................................6 Hasil Pre Test Siswa pada Siklus 2. 85 4........... Rencana Pembelajaran Siklus 2.......................... 73 4..............5 Hasil Analisis Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran.... 112 3... 89 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1............. 113 b......................10 Hasil Angket Respons Siswa Terhadap Pembelajaran STAD.................. a......................................... 111 2............................ 71 4...................9 Hasil Analisis Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran........8 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru Siklus 2....................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 4................................................................... Soal Pre Test dan Post Test Siklus 2.......... 81 4........ 65 4... 79 4..................................... a....... 130 .................................................................. Materi Surat Niaga........... a............................................... Materi Surat Pribadi.......................... 117 4....... Rencana Pembelajaran Siklus 1.......... 124 5........ 120 b.........................7 Hasil Post Test Siswa pada Siklus 2.......... Soal Pre Test dan Post Test Siklus 1........11 Kriteria Respons Siswa.................................................1 Hasil Pre Test Siswa pada Siklus 1............................ 88 4.........................

....... 146 10.............. Lembar Observasi Mengenai Ketepatan Peneliti Siklus 1......... Lembar Observasi Catatan Lapangan Siklus 1....... 142 9................. 131 b. Lembar Observasi Mengenai Ketepatan Peneliti Siklus 2......................................... a................ 136 b................. Angket Respons Siswa.................................. Lembar Observasi Mengenai Aktivitas Siswa Siklus 2....... a.................... Topik Diskusi Siklus 1........... 133 7.................... 148 Dokumentasi................................................................................................. 140 b........ 15 BAB I PENDAHULUAN A......... Topik Diskusi Siklus 2.............. a................ Lembar Observasi Catatan Lapangan Siklus 2....... Latar Belakang Masalah .. Lembar Observasi Mengenai Aktivitas Siswa Siklus 1......................... 144 b.................................... a............................6........... 138 8....

. Untuk itu perlu kiranya siswa SMK dibekali dengan kemampuan dasar dan keterampilan teknik yang memadai. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah antara lain dengan jalan melengkapi sarana dan prasarana. meningkatkan kualitas tenaga pengajar. produktif.Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan sesuai tuntutan pembangunan bangsa. mandiri. terutama dalam menyiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh. dimana kualitas suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan. serta penyempurnaan kurikulum yang menekankan pada pengembangan aspek-aspek yang bermuara padpeningkatan dan pengembangan kecakapan hidup (Life Skill) yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk dapat menyesuaikan diri. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal. kreatif dan mampu berwirausaha. Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan pendidikan kejuruan tingkat menengah atas yang disediakan pemerintah dalam rangka menyiapkan tenaga kerja siap pakai. apabila dilakukan pengembangan dan perbaikan terhadap komponen pendidikan itu sendiri. dan berhasil di masa yang akan datang. Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan. Hal ini sesuai dengan tujuan instruksional pendidikan menengah kejuruan yaitu siswa diharapkan menjadi tenaga profesional yang memiliki keterampilan yang memadai. dan profesional pada bidang masing-masing. kreatif.

Johnson (dalam Supriadi. . Model pembelajaran kooperatif ini didasarkan atas pandangan konstruktivis yang menyatakan bahwa anak secara aktif membentuk konsep. Hal ini terbukti dengan masih seringnya digunakan model ceramah atau konvensional yang hampir pada semua mata pelajaran atau mata pelajaran termasuk mata pelajaran komunikasi. Kenyataan pengajaran komunikasi yang seperti ini menunjukkan bahwa pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi pokok sangatlah penting. 1995: 56) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menekankan adanya kerja sama antar siswa dengan kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar bersama. menyesuaikan dengan skema pengetahuan yang sudah dimiliki dalam struktur kognitifnya dan menambahkan atau menolaknya (Suparno. Padahal tidak semua materi komunikasi harus diajarkan dengan model ceramah atau konvensional. prinsip dan teori yang disajikan kepadanya. Salah satu model yang dapat mengarahkan kepada siswa untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung adalah model pembelajaran kooperatif. 1997).Namun dalam kenyataannya proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah khususnya SMK saat ini masih belum seluruhnya berpusat pada siswa. Model pembelajaran kooperatif ini dapat melatih siswa untuk menemukan dan memahami konsep-konsep yang dianggap sulit dengan cara bertukar pikiran atau diskusi dengan teman-temannya melalui kegiatan saling membantu dan mendorong untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Mereka mengolahnya secara aktif.

antara lain lebih dapat memotivasi siswa dalam berkelompok agar mereka saling mendorong dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi yang disajikan. Belajar tradisional dalam hal ini adalah belajar secara individu.Johnson (dalam Nur. 1995: 1) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif sesuai dengan teori motivasi karena struktur tujuan dalam pembelajaran kooperatif adalah struktur tujuan kooperatif yang menciptakan suatu situasi dimana satu-satunya cara agar anggota kelompok dapat mencapai tujuan pribadi mereka hanya apabila kelompoknya berhasil. siswa yang belajar dalam kelompok ternyata memiliki perolehan pengetahuan yang lebih baik dibandingkan siswa yang belajar secara tradisional. Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa metode pembelajaran yaitu: STAD (Student Teams Achievement Division). Dalam pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki ciri khusus yaitu kelompok yang terbentuk dari siswa berkemampuan tinggi. Dikatakan juga. 1997: 29) penggunaan pembelajaran kooperatif khususnya metode STAD memiliki keuntungan. yaitu: (1) Presentasi kelas oleh guru. dan rendah. (2) . dimana setiap siswa bertanggung jawab memperoleh pengetahuannya sendiri. Jigsaw. Situasi yang tercipta ini akan membuat setiap anggota kelompok harus saling membantu teman dalam kelompoknya dengan melakukan apa saja yang dapat membantu kelompok itu agar berhasil dan yang paling penting adalah saling memberi dorongan kepada teman dalam kelompoknya untuk melakukan upaya yang maksimum. Dalam penelitian ini peneliti memilih model pembelajaran kooperatif dengan metode STAD sebagai objek eksperimen Menurut Johnson (dalam Noornia. TGT (Teams Games Tournament). sedang. penelitian kelompok (Group Investigation). TAI (Team Assisted Individualization). Ciri lainnya adalah adanya empat tahap penting di dalamnya.

yang mana keadaan tersebut selain dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi juga meningkatkan interaksi sosial siswa. dan (4) Adanya tahap penghargaan (Handayanto. saling memberi dan menerima. saling mendengar. untuk mata pelajaran Komunikasi nilai minimalnya adalah 70. karena pada ulangan harian ke-1 50% siswa mendapatkan nilai di bawah nilai minimal. Sedangkan siswa mendengarkan apa yang dijelaskan guru serta mencatat hal yang dianggap penting oleh siswa dan siswa kurang diberi kebebasan . Berdasarkan observasi pendahuluan mandiri yang dilakukan peneliti beberapa waktu sebelumnya. diperoleh bahwa hasil belajar pada Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (AP 1) di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember untuk mata pelajaran Komunikasi masih rendah.Studi kelompok. Penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran komunikasi diharapkan dapat tercipta suasana belajar siswa aktif yang saling berkomunikasi. 2000: 115). untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 2. Hal tersebut terlihat dari nilai ulangan harian yang diperoleh Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (AP 1) di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember masih kurang memuaskan. sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan pelaksanaan pembelajarannya masih disampaikan dengan menggunakan model ceramah sebagai model yang lebih dominan diterapkan daripada model lain. (3) Tes individu. saling berbagi. sedangkan pada ulangan harian ke-2 hampir 65% siswanya mendapatkan nilai di atas minimal yang telah ditentukan.

untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap materi yang diajarkan. sehingga menyebabkan suasana belajar yang kurang menarik dan komunikatif. sehingga menyebabkan suasana belajar yang kurang menarik dan komunikatif. Kondisi ini diduga akan sangat mempengaruhi hasil belajar. Hal inilah yang menyebabkan rata-rata nilai siswa masih rendah. khususnya siswa kelas X jurusan Administrasi Perkantoran dalam mengoptimalkan hasil belajar pada mata pelajaran Komunikasi. maka proses belajar akan terasa membosankan bagi siswa karena terasa monoton. . padahal perlu diketahui mata pelajaran Komunikasi memiliki kontribusi yang besar dalam pencapaian kompetensi yang harus dimiliki para siswa jurusan Administrasi Perkantoran. padahal perlu diketahui mata pelajaran Komunikasi memiliki kontribusi yang besar dalam pencapaian kompetensi yang harus dimiliki para siswa jurusan Administrasi Perkantoran. Hal ini dapat menghambat usaha siswa. jenuh dan menurunnya motivasi belajar. Penerapan pembelajaran yang konvensional tersebut masih bersifat berpusat pada guru(teacher centered). Model ceramah sebagai model utama bukan berarti tidak cocok untuk digunakan tetapi penggunaan model tersebut yang mendominasi menyebabkan siswa merasa bosan. Jika penerapan model pembelajaran untuk mata pelajaran Komunikasi hanya menggunakan model ceramah sebagai model utama. minat belajar dan daya tarik siswa dalam mengikuti pelajaran serta berkaitan pula dengan mas depan siswa. khususnya Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (AP 1) di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan hasil belajar pada mata pelajaran Komunikasi.

sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Komunikasi. Hal ini yang mendorong peneliti untuk memilih pembelajaran kooperatif metode STAD di dalam melakukan penelitian. hubungan yang lebih positif. saling membantu. maka diperlukan variasi dan kreativitas dalam model pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran Komunikasi yang dalam penerapannya di dalam kelas akan tercipta suasana belajar siswa aktif yang saling komunikatif. Pemilihan metode pembelajaran STAD jika dibandingkan dengan metode dari model pembelajaran kooperatif lainnya apabila dikaitkan dengan jurusan dan mata pelajaran yang diteliti yaitu jurusan Administrasi Perkantoran dan mata pelajaran Komunikasi merupakan alternatif terbaik serta memiliki potensi keberhasilan yang cukup besar baik karena faktor kesederhanaan dan kemudahan dalam prakteknya. . disebabkan metode STAD memiliki potensi lebih daripada pembelajaran dengan menggunakan model konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar siswa melalui sistem gotongroyong. saling berbagi. dan penyesuaian psikologis yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh dengan persaingan. Pemilihan metode STAD sebagai fokus penelitian ini. Johnson & Johnson (dalam Lie. saling mendengar. yang mana keadaan tersebut selain dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi juga meningkatkan interaksi sosial siswa. 2002:7) menyatakan bahwa suasana belajar kooperatif menghasilkan hasil belajar yang lebih baik.Penerapan sistem pembelajaran konvensional secara terus-menerus tanpa variasi tersebut dapat menjadi kendala dalam pembentukan pengetahuan secara aktif khususnya dalam mata pelajaran Komunikasi. saling memberi dan menerima.

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. selain itu mata pelajaran Komunikasi hanya ada pada jurusan Administrasi Perkantoran. Bagaimanakah respons siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran komunikasi? C. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1.Sedangkan pemilihan Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (AP 1) di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember sebagai objek penelitian lebih dikarenakan kesamaan jurusan yang diambil oleh peneliti dengan obyek yang diteliti. Berdasarkan uraian di atas. B. maka tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: . Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember? 2. Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada mata pelajaran komunikasi 3. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada mata pelajaran komunikasi? 4. judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah“PenerapanModel Pembelajaran Kooperatif Metode Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata pelajaran Komunikasi Siswa Kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (AP 1) di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember”.

D. 3. Bagi Kepala SMK Negeri 1 Tanggul . Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada mata pelajaran komunikasi. aktif dalam kegiatan belajar mengajar. dan sebagainya. 4. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam memecahkan suatu masalah baik langsung maupun tidak langsung dan juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna bagi berbagai pihak.1. mengemukakan pendapat. bersosialisasi. Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada mata pelajaran komunikasi. antara lain: 1. Bagi Siswa SMK Negeri 1 Tanggul Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa agar tercipta kebiasaankebiasaan positif seperti kebiasaan bekerja sama dalam kelompok. 3. Bagi Guru Mata pelajaran Komunikasi Penelitian ini dapat memberikan masukan-masukan kepada guru agar dapat menerapkan strategi pembelajaran selain ceramah yang lebih bervariasi sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember 2. Untuk mengetahui respons siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD pada mata pelajaran komunikasi. 2.

4. Hasil catatan Lapangan yang diperoleh dari kedua observer dalam penelitian ini adalah sam . Diharapkan Kepala SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember dapat mendorong dan memfasilitasi guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif metode STAD ini. E. 2. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan AP 1 yang berjumlah 40 siswa. Bagi Peneliti Penelitian ini akan memberikan manfaat bagi peneliti karena peneliti akan lebih mengetahui permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar khususnya dalam model pembelajaran kooperatif 10 dan sebagai bekal bagi peneliti untuk menjadi tenaga pendidik di masa yang akan datang. Model pembelajaran kooperatif dalam penelitian ini terbatas pada metode Student Teams Achievement Division(STAD). Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini adalah penerapan model kooperatif metode STAD terhadap hasil belajar siswa kelas X AP 1 SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember pada mata pelajaran komunikasi. 5. 4. maka diperlukan pembatasan masalah sebagai berikut: 1. Untuk memudahkan penelitian dalam mencapai sasaran. 3. sehingga guru tidak hanya menggunakan model ceramah atau konvensional terus-menerus. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember. Materi yang diajarkan adalah materi untuk kelas X semester I yaitu Komunikasi khususnya pada materi melakukan komunikasi tertulis. 6. Topik diskusi yang diberikan pada masing-masing kelompok hanya satu dan sama yaitu materi melakukan komunikasi tertulis (surat-menyurat).Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi perbaikan kualitas pendidikan khususnya di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember.

yang merupakan keahlian dasar dari seorang sekretaris dalam administrasi pekerjaan di kantor. Temuan Penelitian yang Relevan Berbagai penelitian menunjukkan bahwa di samping pembelajaran kooperatif membantu mengembangkan tingkah laku kooperatif siswa.F. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. STAD (Student Teams Achievement Divisions) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif untuk mengelompokkan siswa secara heterogen dengan melibatkan pengakuan tim dan tanggung jawab kelompok untuk pembelajaran individu anggota demi tercapainya tujuan pembelajaran. Hasil belajar siswa adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari proses belajar mengajar yang memungkinkan untuk diukur dan dicerminkan oleh nilai tes yang diperoleh dari hasilpre test di awal danpost test di akhir proses belajar mengajar. 2. Slavin dalam Ibrahim (2001:16) menelaah penelitian dan melaporkan bahwa 45 penelitian telah dilaksanakan pada semua tingkat kelas dan meliputi bidang studi Bahasa. Definisi Istilah 1. Mata pelajaran Komunikasi memiliki pengertian dimana salah satu pihak memberikan informasi kepada pihak lain dengan tujuan saling mengerti dan mempengaruhi. . Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama dalam kelompok untuk mencapai ketuntasan belajar. 4. 3. Geografi. secara bersamaan membantu siswa dalam pembelajaran akademis mereka.

Nigeria dan Jerman.Skripsi Puji Ekowati (2006) yang berjudul “Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran STAD Pada Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Hasil belajar Siswa Kelas X Di SMAN I Srengat Blitar Pada Pokok Bahasan Permasalahan Ekonomi”. kerja sama siswa dapat dibilang berlangsung dengan baik karena antara siswa satu dengan siswa yang lainnya saling membantu untuk menyelesaikan tugas kelompok. observasi.rata yang diperoleh adalah 82. Studi yang telah ditelaah dilaksanakan di sekolah-sekolah pinggiran dan pedesaan Amerika Serikat. Matematika dan Bahasa Inggris. Dari penelitian yang dilakukan dua siklus ini diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa padapre-test siklus 1 hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata 65. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa 1) penerapan pembelajaran kooperatif model . Dari segi kemampuan.Ilmu Sosial. Sedangkan analisis datanya melalui beberapa tahap yaitu mereduksi data.40. Dari 45 laporan 37 menunjukkan bahwa hasil akademis kelas kooperatif lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pada siklus 2 diperoleh kenaikan nilai rata-rata kelas yaitu nilai rata. sedangkanpost-test diperoleh nilai rata-rata 75. wawancara. dan penyajian kesimpulan serta verifikasi. Beberapa Studi di bawah ini menunjukkan tidak banyak perbedaan dan tidak ada satu pun studi yang menunjukkan hasil negatif. Israel. diantaranya adalah: 1. Sains. penyajian data.71. teknik pengumpulan data menggunakan tes. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). dan angket. catatan lapangan. Respons yang diberikan siswa terhadap penanganan surat masuk dan surat keluar dengan pembelajaran kooperatif model STAD sangat positif.

Dalam penelitian ini diajukan saran yaitu pembelajaran kooperatif model STAD dapat dijadikan alternatif pilihan dalam praktek pembelajaran di kelas untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dari tiga siklus dalam penelitian ini diperoleh hasil berdasarkan hasil tes pada setiap akhir siklus. pembelajaran kegiatan pokok ekonomi dengan pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan . penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. catatan lapangan. dan angket. bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut tentang penerapan pembelajaran kooperatif model STAD dengan mata pelajaran yang lain dan subjek penelitian yang valid. observasi.STAD untuk meningkatkan hasil belajar dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran penanganan surat masuk dan surat keluar. 2. 2) pembelajaran kooperatif model STAD dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan keterampilan dan aktivitas siswa dalam belajar. Data diperoleh melalui tes (pre-test danpost-test). perlu penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektivitas penerapan pembelajaran kooperatif model STAD yaitu berupa pengadaan ruangan. dimana yang menjadi subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas 1B SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang yang terdiri dari 42 siswa. penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data. sajian data.Skripsi Endah Sulistyowati (2006) yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Dan Aktivitas Belajar Ekonomi Siswa Kelas I SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang”.

3. waktu dan pengelolaan siswa. Persentase aktivitas siswa pada siklus 1 sebesar 82. Berdasarkan hasil analisis angket 15 siswa diketahui bahwa siswa merasa senang dengan pembelajaran menggunakan pendekatan kooperatif model STAD. Hal tersebut ditunjukkan pada siklus 1 rata-rata kelas siswa adalah 56. Sedangkan berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa peranan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran kooperatif sangatlah penting agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran. dan untuk peneliti selanjutnya agar mengetahui lebih jauh tentang penerapan model STAD dalam pembelajaran mata pelajaran Ekonomi dengan melakukan penelitian pada pokok bahasan yang berbeda dan menggunakan bentuk penilaian yang beragam.Jurnal oleh M. pada siklus 2 nilai rata-rata kelas adalah 56.3. hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran kontekstual dengan pendekatan kooperatif model STAD adalah hasil pengelolaan kelas berupa pengelolaan tempat.4 dan pada siklus 2 nilai rata-rata kelas adalah 59.2.1% dan meningkat pada siklus 2 menjadi 83.5% serta pada siklus 2 meningkat menjadi 91%. Dalam penelitian ini diajukan beberapa saran yaitu: pembelajaran kontekstual dengan pendekatan kooperatif dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran. berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa yang dilakukan setiap siklus. persentase rata-rata aktivitas belajar kelas dalam pembelajaran kontekstual dengan pendekatan kooperatif model STAD menunjukkan peningkatan yang cukup baik.hasil belajar siswa. Setyarini yang berjudul: “Pembelajaran Konstruktivisme .

4.17%.71%.85%. Data kuantitatif diperoleh melalui tes. dari siklus II ke siklus III sebesar 5.4%.7%. (3) minat siswa terhadap pembelajaran kimia dari siklus I ke siklus II sebesar 14. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata.59%. dan (4) keterampilan siswa bekerja di laboratorium. Jurnal Pendidikan oleh Styarini (2004) yang berjudul:“PenggunaanModel Pembelajaran Kooperatif Metode STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri 5 Semarang”. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus.Melalui Model Cooperative Learning Tipe STAD Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Kimia (PTK Di Kelas XI IPA2 SMAN 5 Bandar Lampung TP 2006/2007)”.Berdasarkan hasil diskusi dengan guru bidang studi kimia kelas XI IPA2 SMAN 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2006/2007 diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata hasil tes formatif siswa pada pokok bahasan larutan asam basa adalah 59. dari siklus II ke siklus III sebesar 6. dari siklus II ke siklus III sebesar 7. Upaya meningkatkannya adalah dengan menerapkan pembelajaran konstruktivisme melalui modelcooperative learning tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan rata-rata (1) aktivitas siswa. (4) keterampilan siswa bekerja di laboratorium dari siklus I ke siklus II sebesar 17. dari siklus II ke siklus III sebesar 5. (3) minat siswa terhadap pembelajaran kimia. Proses pembelajaran masih terpusat pada guru. minat belajar dan aktivitas siswa rendah.98%. (2) penguasaan konsep siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 12.21%. (2) penguasaan konsep siswa. Pokok bahasan .rata (1) aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 8.

Jurnal Pendidikan oleh Istikomah (2006).16%. 5.66% dan siklus III sebesar 14.33%. Dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil akan memudahkan pembelajaran karena pada mata pelajaran gambar teknik dituntut adanya kerja sama antar siswa dan ketelitian. siklus II mencapai 81. siklus II mencapai 75% dan siklus III mencapai 90%. siklus II sebesar 7. Dalam penelitian yang dilakukan pada siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang pada mata pelajaran akuntansi dengan .16%. 6. Hal ini terbukti pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 5. siklus II sebesar 63.33%.yang diambil adalah hewan vetebrata dan invertebrata. Sedangkan kinerja guru pada siklus I mencapai 71. keaktifan siswa dan kinerja guru. Styarini mengungkapkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. siklus II sebesar 12. Menegaskan bahwa model pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. sehingga mempermudah guru dalam penyampaian materi dan juga latihan-latihan penunjang materi.88%. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat sebesar 7.18%. Keaktifan belajar siswa pada siklus I mencapai 49.33% dan siklus III sebesar 83. Jurnal Pendidikan oleh Endy (2005) yang berjudul:“PenerapanModel Pembelajaran Kooperatif Metode STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Gambar Teknik di SMK Negeri 1 Kendal”.19% dan siklus III sebesar 9. Respons yang positif oleh siswa dan guru terhadap model pembelajaran kooperatif metode STAD karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa.33%.89%. Sedangkan keaktifan siswa dalam pembelajaran siklus I sebesar 59.66% dan siklus III mencapai 89.5%.

44% dan siklus III sebesar 97. Dalam perkembangannya konsep belajar mengajar beralih ke konsep belajar efektif. siklus II sebesar 93.48% dan siklus III sebanyak 26.16%. Hal ini terbukti pada siklus 1 terdapat peningkatan sebesar 13. Belajar merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting karena semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat menimbulkan berbagai perubahan yang melanda aspek kehidupan manusia. Siswa juga terlibat secara aktif selama pembelajaran berlangsung.kompetensi mengelola administrasi dana kas bank dan kas kecil melalui pembelajaran kooperatif metode STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hakikat Belajar dan Pembelajaran Pengertian belajar bermacam-macam tergantung dari mana belajar tersebut ditinjau. B.56%. siklus II sebesar 19. KAJIAN TEORI 1. Bahkan indikator ketercapaian hasil belajar siswa melebihi dari yang ditetapkan yaitu 90% dari keseluruhan siswa dengan mendapat nilai minimal 70. Menurut Sadirman (2005:22) pengertian belajar secara luas adalah kegiatan psiko-fisik menuju perkembangan pribadi seutuhnya.79%. Peningkatan keaktifan siswa pada siklus 1 sebesar 81. Kemudian dalam arti sempit belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.81%. .

Belajar adalah aktivitas manusia dimana semua potensi manusia dikerahkan. 1994:6) belajar merupakan perubahan yang bersifat abadi atau permanen dalam tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman. keterampilan dan nilai sikap. mengajar atau membelajarkan. tetapi juga melibatkan kemampuan-kemampuan yang bersifat emosional bahkan tidak jarang melibatkan kemampuan fisik. tingkah laku dan pengalaman. mengevaluasi hasil belajar mengajar yang berupa dampak pengajaran. Menurut Dimyati (1999:3) hasil belajar diperoleh dari suatu interaksi tindak lanjut dan tindak mengajar. sedangkan peran siswa adalah bertindak belajar. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. dan merupakan hakikat dari perannya dalam mengubah tingkah laku pelajar. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuanpengetahuan. Kata kunci yang menandai belajar menurut pandangan ini adalah perubahan. yaitu .Menurut Winkel (1997:56) mengemukakan bahwa belajar sebagai suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan. tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Di Vesta juga mendefinisikan belajar merupakan sesuatu yang penting diketahui oleh guru sebagai fasilitator oleh karena tugas mereka adalah mengembangkan proses belajar secara efisien. dimana perubahan tersebut bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Dalam pembelajaran guru berperan membuat desain instruksional. Menurut Di Vesta dan Thomspon (dalam Mappa. kegiatan ini tidak terbatas hanya pada kegiatan mental intelektual. Dari sisi guru. menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

belajar terdiri dari tiga komponen penting. Lebih lanjut lagi menurut Gagne. kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. maka responsnya menurun. Oleh karena itu beberapa ahli mengemukakan pandangan yang berbeda tentang belajar. Belajar merupakan tindakan dan perilaku internal siswa yang kompleks. mencapai hasil belajar dan menggunakan hasil belajar sebagai acuannya. kondisi eksternal dan hasil belajar. serta harapan masa depan yang berbeda-beda. yaitu kondisi internal. Tanpa kerja sama kehidupan akan punah (Lie. 2. Tindakan belajar tentang suatu hal tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar. yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah seluruh mental yang meliputi ranahranah kognitif dan psikomotorik. atau sekolah. 1999: 9) menyatakan bahwa belajar adalah suatu perilaku pada saat orang belajar. latar belakang. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Manusia memerlukan kerja sama karena manusia merupakan makhluk individual yang mempunyai potensi. tidak akan ada individu. keluarga. 2002:27). .mengalami proses belajar. organisasi. Lain halnya dengan Gagne (dalam Dimyati. Penyebab belajar itu adalah hal-hal diluar siswa yang sukar ditentukan. 1999:10) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Skinner (dalam Dimyati. Tanpa kerja sama. hasil belajar merupakan kapabilitas.

2004:61). dalam interaksi tersebut harus ada saling tenggang rasa. Dimana. model pembelajaran kooperatif berbeda dengan sekedar belajar dalam kelompok. Prosedur model pembelajaran kooperatif yang . 1997). Dalam pembelajaran. Menurut Lie (2002:28). Selanjutnya riset-riset mulai dilakukan para peneliti pendidikan. interaksi tersebut dapat terjadi dan ditemukan dalam proses pembelajaran kooperatif.Perbedaan antar manusia yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan perdebatan dan kesalahpahaman antar sesamanya. Dalam hal ini. dkk. Perbedaan ini terletak pada adanya unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif yang tidak ditemui dalam pembelajaran kelompok yang dilakukan asal-asalan. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan interaksi yang baik antar individu. sedangkan penekanan pola kerja kooperatif yang diaplikasikan pada pembelajaran di dalam kelas dimulai sekitar 1970 (Noornia. Para ahli psikologi sosial telah mengembangkan pola kerja kooperatif pada sekitar tahun 1920. Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) sebenarnya bukan suatu bentuk pembelajaran yang baru.”pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan” (Nurhadi. untuk menemukan berbagai model atau teknik-teknik pembelajaran kooperatif pada pembelajaran di dalam kelas.

Tidak semua kerja kelompok bisa dianggap belajar kooperatif. etnis dan jenis kelamin yang berbeda-beda. Pembelajaran lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. b.dilakukan dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif. Sistem penilaian dalam metode ini mampu memacu siswa yang berkemampuan rendah untuk bekerja tanpa ada rasa minder karena bagaimanapun juga mereka bisa menyumbangkan nilai kepada kelompoknya. Sebaliknya. Kelompok dibentuk dari siswa yang berkemampuan tinggi. d. agama. karena keberhasilan kelompok sangat bergantung pada usaha setiap anggota kelompok untuk saling belajar dan mengajari teman-temannya sehingga teman sekelompoknya paham. dan rendah. sedang. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. Saling ketergantungan yang positif antar anggota kelompok. Sistem pengajarancooperative learning bisa didefinisikan sebagai sistem kerja atau belajar kelompok yang terstruktur. budaya. Apabila mungkin. Lima unsur pokok yang termasuk dalam struktur ini adalah sebagai berikut: a. siswa yang berkemampuan tinggi tidak merasa dirugikan oleh teman yang berkemampuan rendah karena mereka juga telah memberikan sumbangan nilai. c. Ciri-ciri pembelajaran kooperatif menurut Ibrahim (2000:6) adalah sebagai berikut: a. karena setiap anggota diharuskan bekerja menyumbangkan pikiran untuk menyelesaikan tugas dan pada akhir pembelajaran . Tanggung jawab perseorangan. b. anggota kelompok berasal dari ras.

baik pada keunggulan. d. Hal ini disebabkan karena didalam kelompok terdapat perbedaan latar belakang masing-masing anggota sehingga proses ini dapat memperkaya siswa dalam perkembangan mental dan emosional. Beberapa Metode Pembelajaran Kooperatif Dalam pembelajaran kooperatif banyak sekali metode yang dikenalkan antara tipe pembelajaran yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan. 3. Evaluasi kelompok ini bisa dilakukan setelah beberapa kali kerja kelompok. karena dalam proses kelompok ini tiap anggota akan berusaha untuk saling berkomunikasi secara baik dalam rangka mencapai kata mufakat untuk menyelesaikan masalah yang didalam prosesnya mereka harus bisa menggunakan kata-kata yang bijaksana. e. c.siswa harus berusaha agar memperoleh nilai yang tinggi agar dia mampu menyumbangkan poin nilai kepada kelompoknya. cara pembelajaran maupun kekurangannya. Tatap muka antar anggota. agar setiap anggota dapat berinteraksi untuk memadukan pikiran yang berbeda dalam menyelesaikan masalah sehingga tercipta rasa saling menghargai. memanfaatkan kelebihan dan mengisi kekurangan masing-masing anggota yang memiliki latar belakang yang berbeda sehingga dapat memperluas wawasan untuk lebih memahami pelajaran. Evaluasi proses kelompok. Tipe pembelajaran . Komunikasi antar anggota. karena keberhasilan belajar dari kelompok sangat menentukan tercapainya tujuan belajar.

penelitian kelompok (Group Investigation). Seluruh siswa diberi kuis tentang materi itu dan harus dikerjakan sendirisendiri. TGT (Teams Games Tournament). Jigsaw. jenis kelamin dan suku. TAI (team-Assisted Individualization). TAI(Team Assisted Individualization) TAI atau pengajaran individual dibantu tim pada dasarnya hampir sama dengan STAD. TGT(Teams Games Tournament) . dan tim yang mencapai kriteria tertentu dapat diberikan penghargaan. b. Skor siswa dibandingkan dengan rata-rata skor terdahulu mereka dan poin diberikan berdasarkan pada seberapa jauh siswa menyamai atau melampaui prestasi yang lalunya sendiri. dalam penggunaan tim belajar empat anggota berkemampuan campur dan penghargaan untuk tim berkinerja tinggi. selanjutnya siswa diminta berlatih dalam kelompok kecil sampai setiap anggota kelompok mencapai skor maksimal pada kuis yang akan diadakan pada akhir pelajaran. STAD(Student Teams Achievement Division) STAD dikembangkan oleh Robert slavin. Dalam STAD atau tim siswa kelompok prestasi. Penerapannya guru mula-mula menyajikan informasi kepada siswa. siswa dikelompokkan dalam tim belajar beranggotakan empat atau lima orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi. a. TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pembelajaran individu. c. bedanya bila STAD menggunakan satu langkah pengajaran di kelas.kooperatif yang sudah diterapkan yaitu: STAD (Student Teams Achievement Division). Poin anggota tim ini dijumlahkan untuk mendapat skor tim.

diskusi kelompok dan perencanaan serta proyek kooperatif. GI(Group Investigation) Group Investigation adalah strategi pembelajaran yang dirancang agar siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan mengembangkan keterampilan meneliti. Siswa yang mengajarkan informasi yang diperoleh kepada kelompok lain. masing-masing anggota kelompok akan mengadakan lomba dengan anggota kelompok lain. JigsawDalam metode jigsaw setiap kelompok mendapat satu topik bahasan. Artinya kelompok dibongkar dan siswa-siswa yang mempunyai topik yang sama dari kelompok yang berbeda bertemu atau membentuk kelompok baru yang disebut “kelompok ahli”. Tiap kelompok diberi tanggung jawab untuk memilih topik yang . Pada akhir kegiatan setiap anggota mengerjakan tes untuk semua sub topik dan topik yang dipelajari. d. sesuai dengan tingkat kemampuannya. dan setiap anggota kelompok mencari informasi tentang isi satu sub topik dari topik yang dipelajari. Kemudian.TGT atau pertandingan-pertandingan tim merupakan pengembangan dari STAD. Penilaian kelompok didasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh dari masing. Setelah siswa belajar dalam kelompoknya. sampai semua anggota menguasai sub topik yang dikerjakan. e. Skor hasil tes tiap kelompok dihitung dan diumumkan secara terbuka. Didalam teknik ini siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil menggunakan inkuiri kooperatif.masing anggota kelompok. anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asalnya dan mengajarkan sub topik yang dikuasainya kepada kelompok lain. Anggota kelompok ahli ini saling mengajarkan dan mendiskusikan perolehannya.

Lebih khusus lagi untuk mempersiapkan semua anggota kelompok dalam menghadapi tes individu. Penyajian difokuskan pada konsep-konsep dari materi yang dibahas. satu siswa dari kelompok bawah dan dua siswa dari kelompok . Menetapkan siswa dalam kelompok Kelompok menjadi hal yang sangat penting dalam STAD karena didalam kelompok harus tercipta suatu kerja kooperatif antar siswa untuk mencapai kemampuan akademik yang diharapkan. b. 1997: 21) ada lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif metode STAD. Kelompok kecil ini mempunyai anggota 4-5 siswa yang berkemampuan tinggi. dan apabila memungkinkan berasal dari suku. agam dan etnis yang berbeda (Ibrahim. 2000: 20). kuis atau diskusi. terdiri dari laki-laki dan perempuan. Menurut Slavin (dalam Noornia. Siswa dalam pembelajaran kooperatif metode STAD dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. rendah. siswa bekerja pada kelompok untuk menuntaskan materi pelajaran melalui tutorial. membagi tugas-tugas menjadi sub-sub topiknya tersebut. Penyajian Kelas Penyajian kelas merupakan penyajian materi yang dilakukan guru secara klasikal dengan menggunakan presentasi verbal atau teks.diminati. Mereka juga mengintegrasikan materi sub-sub topiknya untuk menyusun laporan kelompok. Fungsi dibentuknya kelompok adalah untuk saling meyakinkan bahwa setiap anggota kelompok dapat bekerja sama dalam belajar. Kelompok yang dibentuk sebaiknya terdiri dari satu siswa dari kelompok atas. sedang. yaitu: a. Setelah penyajian materi. Pembelajaran Kooperatif Metode STAD (Student Teams Achievement Division) Pembelajaran kooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. 4. Laporan hasil kerja kelompok dilaporkan kesemua anggota kelompok.

c. Skor peningkatan individual Skor peningkatan individual berguna untuk memotivasi agar bekerja keras memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil sebelumnya. nilai pretes yang dilakukan oleh guru sebelumnya melaksanakan pembelajaran kooperatif metode STAD. Menurut Maidiyah (1998: 7-13) langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD adalah sebagai berikut 28 a. Tes dan Kuis Siswa diberi tes individual setelah melaksanakan satu atau dua kali penyajian kelas dan bekerja serta berlatih dalam kelompok. Kelompok dapat diberi sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya jika dapat mencapai kriteria yang telah ditetapkan bersama. Skor peningkatan individual dihitung berdasarkan skor dasar dan skor tes. walaupun ini tidak berarti siswa dapat menentukan sendiri teman sekelompoknya. Guru perlu mempertimbangkan agar jangan sampai terjadi pertentangan antar anggota dalam satu 27 kelompok. Skor dasar dapat diambil dari skor tes yang paling akhir dimiliki siswa. e.sedang. Persiapan STAD 1) Materi . Siswa harus menyadari bahwa usaha dan keberhasilan mereka nantinya akan memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kesuksesan kelompok. Pengakuan kelompok Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan kelompok selama belajar. Pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru. d.

1998:7-8): a) Merangking siswa Merangking siswa berdasarkan hasil belajar akademiknya di dalam kelas. Guru tidak boleh membiarkan siswa memilih kelompoknya sendiri karena akan cenderung memilih teman yang disenangi saja.Materi pembelajaran kooperatif metode STAD dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. dibuat lembar kegiatan (lembar diskusi) yang akan dipelajari kelompok kooperatif dan lembar jawaban dari lembar kegiatan tersebut. Sebelum menyajikan materi pembelajaran. 2) Menetapkan siswa dalam kelompok Kelompok siswa merupakan bentuk kelompok yang heterogen. Bila memungkinkan harus diperhitungkan juga latar belakang. Jika hasil baginya tidak bulat. Salah satu informasi yang baik adalah skor tes. misalnya ada 42 siswa. sedang dan rendah. ras dan sukunya. Sebagai pedoman dalam menentukan kelompok dapat diikuti petunjuk berikut (Maidiyah. Dengan demikian ada sepuluh kelompok yang akan dibentuk. Gunakan informasi apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan rangking tersebut. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi. berarti ada delapan kelompok yang beranggotakan empat siswa dan dua kelompok yang beranggotakan lima siswa. Untuk menentukan berapa banyak kelompok yang dibentuk bagilah banyaknya siswa dengan empat. c) Membagi siswa dalam kelompok . b) Menentukan jumlah kelompok Setiap kelompok sebaiknya beranggotakan 4-5 siswa.

yaitu penyampaian materi pelajaran oleh guru. 3) Menentukan Skor Awal Skor awal siswa dapat diambil melaluiPre Test yang dilakukan guru sebelum pembelajaran kooperatif metode STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa. d) Mengisi lembar rangkuman kelompok isikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok pada lembar rangkuman kelompok (format perhitungan hasil kelompok untuk pembelajaran kooperatif metode STAD). 4) Kerja sama kelompok Sebelum memulai pembelajaran kooperatif. tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas. Dengan demikian tingkat hasil belajar ratarata semua kelompok dalam kelas kurang lebih sama. sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan rangking. Mengajar .Dalam melakukan hal ini. b. Selain itu. kerja kelompok. seimbangkanlah kelompok. sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok. skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya. 5) Jadwal Aktivitas STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur.kelompok yang dibentuk yang terdiri dari siswa dengan tingkat hasil belajar rendah.

c) Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. d) Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah.Setiap pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas. 2) Pengembangan a) Guru menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran 31 b) Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna. Dalam presentasi kelas. petunjuk praktis. memunculkan masalah-masalah yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari. aktivitas kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi teka-teki. . e) Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 1) Pendahuluan a) Guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting untuk memunculkan rasa ingin tahu siswa. dan sebagainya. yang meliputi pendahuluan. bukan hafalan. b) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru. pengembangan. 3) Praktek terkendali a) Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru. b) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan konsep atau untuk menimbulkan rasa senang pada pembelajaran. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diajukan. dan kuis.

Jika ada seorang teman . Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah: a) Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya. Kegiatan Kelompok 1) Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD.peraturan lain sesuai kesepakatan bersama. d) Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan. Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal. 2) Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan. dan kemudian guru memberikan umpan balik. c) Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru. b) Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran. b) Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya.c) Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini. c) Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. yaitu: a) Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru. c.

Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi. Penghargaan Kelompok 1) Menghitung skor individu dan kelompok Setelah diadakan kuis. Kuis atau Tes Setelah siswa bekerja dalam kelompok selama kurang lebih dua kali penyajian. guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu. Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa. Setiap siswa menerima satu lembar kuis. 2) Menghargai hasil belajar kelompok Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok. guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. e. Waktu yang disediakan guru untuk kuis adalah setengah sampai satu jam pelajaran. f.yang belum memahami. d) Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. 3) Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan. Hasil dari kuis itu kemudian diberi skor dan akan disumbangkan sebagai skor kelompok. Setelah itu guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian. Dengan demikian setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya. Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru. d. Mengembalikan kumpulan kuis yang pertama . guru memberikan kuis atau tes individual.

perilaku sosial. b. keterampilan. Rasa percaya diri siswa meningkat. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara anggota kelompok yang berbeda etnis. baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku. i. Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dapat dipraktekkan. b. f. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian. Keuntungan jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut : a. e. Kebaikan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STADSetiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. Dapat mengembangkan prestasi siswa. Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21)cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Kelebihan: a. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois. informasi. d. dan pandangan-pandangan. c.Guru mengembalikan kumpulan kuis pertama kepada siswa 5. . c. begitu juga dengancooperative learning. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. h. siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya. g.

d. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. Kebanyakan pengajar enggan untuk menerapkan sistem ini karena beberapa alasan. agama. Sedangkan keuntungan model pembelajaran kooperatif metode STAD untuk jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut 35 a. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah. f. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. jenis kelamin. dan orientasi tugas. belajar mendengarkan pendapat orang lain. karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat. dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. c.j. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya. kelas sosial. b. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas. Menurut Lie (2002:22) bahwa alasan pengajar enggan menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas yaitu: . g. normal atau cacat. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama. k. etnis. Sampai saat ini model pembelajaran kooperatif metode STAD belum banyak diterapkan dalam dunia pendidikan kita. e.

d. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka. Banyak siswa tidak senang disuruh untuk kerja sama dengan yang lain. serta penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya. b. misalnya tiga.a. . Siswa yang tekun juga merasa timnya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka. maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas. menyebabkan siswa yang lambat berpikir tidak dapat berlatih belajar mandiri. c. kelemahan-kelemahan lain yang mungkin terjadi menurut Soewarso (1998:23) adalah bahwa pembelajaran kooperatif bukanlah obat yang paling mujarab untuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelompok kecil. b. sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. yaitu kurang dari empat. Dan juga pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama sehingga target mencapai kurikulum tidak dapat dipenuhi. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif. Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning mempunyai kekurangan sebagai berikut: a. adanya suatu ketergantungan. e. c. Selain di atas. maka kerja kelompok akan kurang efektif. Banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok. tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepat. Kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka diterapkan dalam grup. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan.

hasil belajar siswa menunjukkan kompetensi siswa. Hasil belajar merupakan kemampuan aktual siswa yang dapat diukur secara langsung melalui tes. pengajar mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian materi. atau sikap yang diperoleh. kebiasaan. Dengan cara inilah maka setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar berhasil mencapai tujuan dengan baik. Untuk dapat mengembangkan kompetensi. Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (dilakukan. Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang sebagai hasil dari proses belajar yang dapat tercermin dalam bentuk pengetahuan. 6. Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMK Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hasil Belajar Keberhasilan suatu pengajaran salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Apabila dikaitkan dengan belajar. kecakapan. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. sikap. Selain itu. . Selanjutnya. dan keterampilan terhadap ilmu yang dipelajarinya. Hasil belajar merupakan suatu proses mental yang mengarah pada penguasaan pengetahuan. sehingga bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. sebaiknya dalam satu anggota kelompok ditugaskan untuk membaca bagian yang berlainan. dan dilaksanakan dengan menimbulkan tingkah laku menetap. pemahaman. maka pengertian prestasi akan mengarah pada hasil belajar yang telah dicapai. sehingga mereka dapat berkumpul dan bertukar informasi.Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas bahwa untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif metode STAD. dan sebagainya). konsep-konsep. dikerjakan. disimpan. Hasil belajar merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar. maka proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa. proses belajar merupakan salah satu indikator dari mutu pengajaran yang pada akhirnya mencerminkan mutu pendidikan.

yang meliputi faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non-sosial. minat. sedangkan faktor lingkungan non-sosial antara lain gedung sekolah dan letaknya. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar. . kemampuan dasar. teman sekelas. Siswa diminta untuk memilih satu dari dua atau lebih jawaban. 1) Mengenal(Recognition)/pengetahuan) Dalam pengenalan mencakup ingatan tentang hal yang telah dipelajari atau disimpan dalam ingatan. keadaan cuaca. sikap. serta waktu belajar. Faktor lingkungan sosial terdiri dari guru. a. bakat. alat belajar. dan psikomotor. hukum. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 5) Sintesis Siswa diminta untuk membuat suatu pola baru atau generalisasi. 4) Analisis Siswa diminta untuk menganalisis/merinci hubungan atau situasi yang kompleks atas konsep-konsep dasar. Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari dalam diri sendiri yang meliputi faktor jasmani. cara) untuk diterapkan dalam situasi baru. gagasan. dalil. daya pikir. dan motivasi. 2) Pemahaman Siswa diminta untuk membuktikan bahwa ia memahami hubungan yang sederhana di antara fakta-fakta atau konsep 3) Penerapan atau Aplikasi Siswa diminta untuk memiliki kemampuan untuk menyeleksi atau memilih suatu abstraksi tertentu (konsep. dan penalaran. Arikunto (2002:117) menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi ranah kognitif. masyarakat. Ranah kognitif Ranah ini berhubungan dengan pengetahuan. afektif. Tahaptahap yang berkaitan dengan ranah kognitif adalah sebagai berikut. aturan. tetangga. dan keluarga.Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor.

Ranah Psikomotorik Ranah ini berhubungan dengan keterampilan. Ranah Afektif Ranah ini bersangkutan dengan perasaan/kesadaran. 2) Kesiapan Mencakup kemampuan menempatkan diri dalam keadaan dimana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan. mengakui. atau gerakan peniruan. baik fisik maupun motorik. 3) Penilaian atau penentuan sikap Mencakup menerima suatu nilai. dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. 5) Pembentukan pola hidup Mencakup kemampuan menghayati nilai dan membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi. dan menentukan sikap. . dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut.6) Evaluasi Siswa diminta untuk memulai/berpendapat mengenai kasus-kasus tertentu b. 4) Organisasi Mencakup kemampuan membentuk sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup. terdiri atas tujuh perilaku sebagai berikut: 1) Persepsi Mencakup kemampuan memilah-milahkan (mendiskriminasikan halhal) secara khas. 3) Gerakan terbimbing Mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai contoh. terdiri dari lima perilaku sebagai berikut 1) Penerimaan Mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperlihatkan hal tersebut. kesediaan memperhatikan. menghargai. c. 2) Partisipasi Mencakup kerelaan.

membentuk sikap menerima perbedaan antar sesamanya. 5) Gerakan kompleks Mencakup kemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap. dan antara siswa yang mengalam kesulitan belajar. Pembelajaran kooperatif di desain untuk membantu pengembangan kerja sama dan interaksi antar siswa. Seperti dalam kebanyakan model pembelajaran kooperatif. dan memperbaiki interaksi antar siswa yang mempunyai latar belakang etnik yang berbeda. STAD bekerja berdasarkan prinsip siswa bekerja bersama-sama untuk belajar dan . terutama motivasi intrinsik. dan psikomotorik yang diperoleh oleh siswa selama kegiatan belajar mengajar dan dapat diukur. 7) Kreativitas Berdasarkan pengertian di atas. secara lancar. dan tepat 6) Penyesuaian pola gerakan Mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus yang berlaku. dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai dalam belajar kognitif. serta untuk menghilangkan persaingan yang sering ditemukan dalam kelas yang cenderung menghasilkan kelompok-kelompok siswa yang menang dan siswa yang kalah (Slavin dalam Hidayah. 2005:11). efisien.4) Gerakan yang terbiasa Mencakup kemampuan melakukan gerakan-gerakan tanpa contoh. Pengalaman belajar secara kooperatif mendorong siswa untuk meningkatkan motivasi yang tinggi untuk belajar. afektif. menimbulkan kepuasan yang tinggi. Hubungan Antara Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD dengan Hasil belajar Komunikasi Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran dari pendekatan konstruktivisme. 7.

Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan pembelajaran komunikasi dengan pembelajaran kooperatif metode STAD pada peserta didik. 2000: 115). materi. baik dalam kemampuan akademis. Karena pada pembelajaran komunikasi tidak seharusnya menempatkan siswa sebagai pendengar saja. sehingga model pembelajaran ini dapat melatih tanggung jawab siswa terhadap proses belajarnya.bertanggung jawab terhadap belajar teman-temannya dalam tim dan juga dirinya sendiri (Handayanto. jenis kelamin. Untuk mendeskripsikan proses belajar ini. Dalam pembelajaran kooperatif metode STAD ini tanggung jawab siswa terhadap proses belajar lebih besar karena siswa lebih banyak bekerja dari pada sekedar mendengarkan informasi. STAD merupakan metode pembelajaran yang cocok diterapkan dalam kelas yang memiliki karakteristik yang heterogen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(classroom action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktek pembelajaran di kelasnya. suku. sesuai untuk diterapkan dalam mata pelajaran komunikasi khususnya pada materi melakukan komunikasi tertulis (surat-menyurat). BAB III METODE PENELITIAN A. Karena PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas. tetapi siswa juga harus diberdayakan agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya (learning to do) dengan meningkatkan interaksi dengan lingkungan sosialnya sehingga mampu membangun pemahaman dan pengetahuannya sendiri (learning to know). dan bukan pada input kelas (silabus. peneliti mengumpulkan data berupa uraianuraian atau kalimat dan bukan angka-angka. motivasi dan lain-lain. . Pembelajaran kooperatif metode STAD yang menuntut siswa untuk melakukan kegiatan diskusi bersama kelompok.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. refleksi.dll) ataupun output (hasil belajar). Kehadiran Peneliti Rancangan penelitian yang dipandang cocok dalam penelitian ini dalah penelitian tindakan partisipasi. yang menuntut peneliti sebagai instrumen penelitian yang utama sekaligus sebagai pengumpul data. dan pelaporan hasil penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepada peserta didik pada materi komunikasi dengan pembelajaran kooperatif metode STAD. 2. observasi. Dalam penelitian ini terjadi kerja sama antara peneliti dengan guru mata pelajaran. yang dalam penelitian terbentuk rangkaian siklus kegiatan. Tindakan adalah sesuatu kerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. B. menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat mutu suatu hal yang menarik minat penting bagi peneliti. Berdasarkan tujuan penelitian. 3. melakukan tindakan. PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. C. penelitian dimaksudkan sebagai jalan keluar alternatif pembelajaran komunikasi yang selama ini masih berjalan secara konvensional. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Tindakan partisipasi ini diambil karena peneliti berpartisipasi langsung dalam proses penelitian. Arikunto (2002) menjelaskan PTK melalui paparan gabungan definisi dari ketiga kata “penelitian + tindakan + kelas” sebagi berikut: 1. Disini peneliti bertindak sebagai pengamat sekaligus berperan serta sebagai pengajar mata pelajaran komunikasi. Lokasi Penelitian . mulai dari awal sampai dengan akhir penelitian. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek. peneliti juga terlibat langsung dalam merencanakan tindakan.

114 Tanggul. Sudirman No. Jawa Timur. . Jember.Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanggul Kabupaten Jember yang terletak di jalan PB. Sedangkan subyek dalam penelitian ini yaitu semua peserta didik kelas X Jurusan Administrasi Perkantoran (AP 1) yang berjumlah 40 peserta didik.

.

.

.

e) Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya. c) Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. bukan hafalan. .31 b) Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna. d) Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah. b) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diajukan. 3) Praktek terkendali a) Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru.

d) Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan. c. b) Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah: a) Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya. guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok. Kegiatan Kelompok 1) Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD. b) Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran.peraturan lain sesuai kesepakatan bersama. . 2) Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan. yaitu: a) Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru. c) Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru. dan kemudian guru memberikan umpan balik.c) Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini. Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal.

Setiap siswa menerima satu lembar kuis. Dengan demikian setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya. guru memberikan kuis atau tes individual. Penghargaan Kelompok 1) Menghitung skor individu dan kelompok . Jika ada seorang teman yang belum memahami. 33 3) Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi. d. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. Hasil dari kuis itu kemudian diberi skor dan akan disumbangkan sebagai skor kelompok. Kuis atau Tes Setelah siswa bekerja dalam kelompok selama kurang lebih dua kali penyajian. teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan. d) Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. Waktu yang disediakan guru untuk kuis adalah setengah sampai satu jam pelajaran. e.c) Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya.

b. Keuntungan jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut : a. dan pandangan-pandangan. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian. baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku. Rasa percaya diri siswa meningkat. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. 2) Menghargai hasil belajar kelompok Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok. informasi. Kebaikan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STADSetiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan.Setelah diadakan kuis. perilaku sosial. Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. d. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. c. . c. Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara anggota kelompok yang berbeda etnis. b. Dapat mengembangkan prestasi siswa. Mengembalikan kumpulan kuis yang pertama Guru mengembalikan kumpulan kuis pertama kepada siswa. begitu juga dengancooperative learning. siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya. 34 5. f. Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa. keterampilan. Setelah itu guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian. guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21)cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Kelebihan: a. guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu.

dan orientasi tugas. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah. kelas sosial. i. dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. Sedangkan keuntungan model pembelajaran kooperatif metode STAD untuk jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut : 35 a. karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois. etnis. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya. b. Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dapat dipraktekkan. j. Kebanyakan pengajar enggan untuk menerapkan sistem ini karena beberapa alasan. Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa. d. h. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. f. k. g. g. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas. c.e. f. jenis kelamin. agama. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. belajar mendengarkan pendapat orang lain. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. e. Menurut Lie (2002:22) bahwa alasan pengajar enggan menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas yaitu: . normal atau cacat. Sampai saat ini model pembelajaran kooperatif metode STAD belum banyak diterapkan dalam dunia pendidikan kita.

Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan. misalnya tiga. Selain di atas. Siswa yang tekun juga merasa timnya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka.a. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet. serta penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya. b. Kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka diterapkan dalam grup. Banyak siswa tidak senang disuruh untuk kerja sama dengan yang lain. tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepat. Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning mempunyai kekurangan sebagai berikut: a. adanya suatu ketergantungan. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif. c. d. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka. yaitu kurang dari empat. menyebabkan siswa yang lambat berpikir tidak dapat berlatih belajar mandiri. maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas. . b. c. e. Dan juga pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama sehingga target mencapai kurikulum tidak dapat dipenuhi. sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. maka kerja kelompok akan kurang efektif. kelemahan-kelemahan lain yang mungkin terjadi menurut Soewarso (1998:23) adalah bahwa pembelajaran kooperatif bukanlah obat yang paling mujarab untuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelompok kecil. Banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok.

pengajar mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian materi.Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas bahwa untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif metode STAD. sebaiknya dalam satu anggota kelompok ditugaskan untuk membaca bagian yang berlainan. sehingga mereka dapat berkumpul dan bertukar informasi. Dengan cara inilah maka setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar berhasil mencapai tujuan dengan baik. 6. Hasil Belajar Keberhasilan suatu pengajaran salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Selanjutnya. Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMK .

kemudian dihitung nilai rata-rata dengan rumus sebagai berikut % 100 maksimal skor perolehan skor rata rata nilai Persentase Kategori taraf keberhasilan tindakan dapat ditentukan sebagai berikut: . Hasil observasi peneliti dan teman sejawat meliputi aktivitas dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil observasi terhadap aktivitas peneliti dalam pembelajaran Analisis data hasil observasi menggunakan analisis persentase. yang mengerti memberi tahu yang belum mengerti dan di kelas telah tercipta suasana yang kondusif. Mereka bertukar pendapat. adapun setiap munculnya deskriptor (penilaian “ya”) mendapatkan skor 1.70 5) Pada saatpost test siswa sudah mulai mengerjakan secara individu dan tidak tampak ada kecurangan.masing indikator dijumlahkan dan hasilnya disebut jumlah skor. saling memberi dan menerima gagasan maupun pendapat orang lain. saling belajar. Secara keseluruhan berdasarkan pengamatan peneliti. terlihat bahwa sebagian besar siswa sudah aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Skor yang muncul terhadap masing. sedangkan untuk penilaian “tidak” (tidak munculnya deskriptor) mendapat skor 0.

.

3 Kategori Keberhasilan Tindakan Taraf Keberhasilan Kategori Nilai 86-100 Sangat Baik A 66-85 Baik B 46-65 Cukup C 26-45 Kurang D 0-25 Sangat Kurang E (Sumber: Silabus KTSP SMK Negeri 1 Tanggul. 2009) .71 Tabel 4.

Awal 1. Lutfar terhadap aktivitas peneliti dapat dilihat pada tabel 4. √ √ 3.Pd dan M. √ √ 10 . Melakukan aktivitas rutin di awal tatap muka (memberi salam dan mempresentasi siswa). Mengingatkan materi yang akan dipelajari. Mengingatkan kompetensi yang ingin dicapai. Menjelaskan aturan main pembelajaran kooperatif metodeStudent Teams Achievement Division √ √ 8. √ √ 5. Memotivasi siswa. meminta siswa dari masing-masing kelompok untuk menjawab. . MemberikanPre Test √ √ 6 Mengembangkan pengetahuan awal. √ √ 2. √ √ 2.Hasil observasi kedua pengamat yaitu Ibu RR. S. Membagikan topik diskusi sebagai pengganti pertanyaan lisan kepada siswa. Membagi siswa menjadi 10 kelompok √ √ 9. √ √ 4. Retno. Inti 7.Meminta siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban tersebut. √ √ 11.4 Hasil Observasi Pengamatan Aktivitas Guru Siklus 1 No Tahap Indikator Pengamat 1 Pengamat 2 Ya Tidak Ya Tidak 1.4 berikut: Tabel 4.

2) Hasil Observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran Hasil observasi aktivitas siswa tetap dianalisis menggunakan analisis persentase dan kriteria keberhasilan tindakan yang sama dengan analisis dan kriteria keberhasilan untuk kegiatan peneliti. √ √ 15. Berdasarkan hasil data observasi kedua pengamat pada tabel 4..√ √ 3. Dengan demikian persentase nilai rata-rata adalah % 33 . Pengamat 2 jumlah skor yang diperoleh adalah 28 sedangkan skor maksimal adalah 30. Melakukan aktivitas rutin pada akhir tatap muka.Memberikanpost test √ √ 14. hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat keberhasilan kegiatan penelitian termasuk dalam kategori A. Observasi kedua pengamat terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4. 2009) 72 Hasil data observasi pengamat 1 jumlah skor yang diperoleh adalah 28 sedangkan skor maksimal adalah 30.3 jumlah skor keseluruhan adalah 56 dan skor maksimal adalah 60. 93 % 100 60 56 x . Akhir 12. Melakukan refleksi. √ √ 13. √ √ (Sumber: Penelitian Lapangan. guru menyempurnakan jawaban siswa.5 berikut: .

sampai semua anggota menguasai sub topik yang dikerjakan. Pada akhir kegiatan setiap anggota mengerjakan tes untuk semua sub topik dan topik yang dipelajari. Didalam teknik ini siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil menggunakan inkuiri kooperatif. dan setiap anggota kelompok mencari informasi tentang isi satu sub topik dari topik yang dipelajari.masing anggota kelompok akan mengadakan lomba dengan anggota kelompok lain. d. Skor hasil tes tiap kelompok dihitung dan diumumkan secara terbuka. Penilaian kelompok didasarkan pada jumlah nilai yang diperoleh dari masing. Siswa yang mengajarkan informasi yang diperoleh kepada kelompok lain. anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asalnya dan mengajarkan sub topik yang dikuasainya kepada kelompok lain. sesuai dengan tingkat kemampuannya. e. Artinya kelompok dibongkar dan siswa-siswa yang mempunyai topik yang sama dari kelompok yang 25 berbeda bertemu atau membentuk kelompok baru yang disebut “kelompok ahli”. Anggota kelompok ahli ini saling mengajarkan dan mendiskusikan perolehannya. Tiap kelompok diberi tanggung jawab untuk memilih topik yang diminati. JigsawDalam metode jigsaw setiap kelompok mendapat satu topik bahasan.masing anggota kelompok. GI(Group Investigation) Group Investigation adalah strategi pembelajaran yang dirancang agar siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan mengembangkan keterampilan meneliti. diskusi kelompok dan perencanaan serta proyek kooperatif. Mereka juga . membagi tugas-tugas menjadi sub-sub topiknya tersebut. Kemudian.

b. 1997: 21) ada lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif metode STAD. terdiri dari laki-laki dan perempuan. rendah. Penyajian Kelas Penyajian kelas merupakan penyajian materi yang dilakukan guru secara klasikal dengan menggunakan presentasi verbal atau teks. Pembelajaran Kooperatif Metode STAD (Student Teams Achievement Division) Pembelajaran kooperatif metode STAD merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Laporan hasil kerja kelompok dilaporkan kesemua anggota kelompok. dan apabila memungkinkan berasal dari suku. 4. sedang. Kelompok kecil ini mempunyai anggota 4-5 siswa yang berkemampuan tinggi. Fungsi dibentuknya kelompok adalah untuk . Siswa dalam 26 pembelajaran kooperatif metode STAD dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. kuis atau diskusi. siswa bekerja pada kelompok untuk menuntaskan materi pelajaran melalui tutorial.mengintegrasikan materi sub-sub topiknya untuk menyusun laporan kelompok. agam dan etnis yang berbeda (Ibrahim. yaitu: a. Setelah penyajian materi. Penyajian difokuskan pada konsep-konsep dari materi yang dibahas. Menetapkan siswa dalam kelompok Kelompok menjadi hal yang sangat penting dalam STAD karena didalam kelompok harus tercipta suatu kerja kooperatif antar siswa untuk mencapai kemampuan akademik yang diharapkan. Menurut Slavin (dalam Noornia. 2000: 20).

c. Pengakuan kelompok Pengakuan . Siswa harus menyadari bahwa usaha dan keberhasilan mereka nantinya akan memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kesuksesan kelompok. satu siswa dari kelompok bawah dan dua siswa dari kelompok sedang. Tes dan Kuis Siswa diberi tes individual setelah melaksanakan satu atau dua kali penyajian kelas dan bekerja serta berlatih dalam kelompok. Guru perlu mempertimbangkan agar jangan sampai terjadi pertentangan antar anggota dalam satu 27 kelompok.saling meyakinkan bahwa setiap anggota kelompok dapat bekerja sama dalam belajar. Lebih khusus lagi untuk mempersiapkan semua anggota kelompok dalam menghadapi tes individu. Kelompok yang dibentuk sebaiknya terdiri dari satu siswa dari kelompok atas. nilai pretes yang dilakukan oleh guru sebelumnya melaksanakan pembelajaran kooperatif metode STAD. e. d. Skor peningkatan individual dihitung berdasarkan skor dasar dan skor tes. Skor peningkatan individual Skor peningkatan individual berguna untuk memotivasi agar bekerja keras memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Skor dasar dapat diambil dari skor tes yang paling akhir dimiliki siswa. walaupun ini tidak berarti siswa dapat menentukan sendiri teman sekelompoknya.

Kelompok dapat diberi sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya jika dapat mencapai kriteria yang telah ditetapkan bersama. Guru tidak boleh membiarkan siswa memilih kelompoknya sendiri karena akan cenderung memilih teman yang disenangi saja. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi. Persiapan STAD 1) Materi Materi pembelajaran kooperatif metode STAD dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. ras dan sukunya. sedang dan rendah. Pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru. Bila memungkinkan harus diperhitungkan juga latar belakang. dibuat lembar kegiatan (lembar diskusi) yang akan dipelajari kelompok kooperatif dan lembar jawaban dari lembar kegiatan tersebut. 2) Menetapkan siswa dalam kelompok Kelompok siswa merupakan bentuk kelompok yang heterogen.kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan kelompok selama belajar. Menurut Maidiyah (1998: 7-13) langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD adalah sebagai berikut: 28 a. . Sebelum menyajikan materi pembelajaran.

seimbangkanlah kelompok. . sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan rangking. Jika hasil baginya tidak bulat. c) Membagi siswa dalam kelompok Dalam melakukan hal ini. misalnya ada 42 siswa.Sebagai pedoman dalam menentukan kelompok dapat diikuti petunjuk berikut (Maidiyah. Gunakan informasi apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan rangking tersebut.kelompok yang dibentuk yang terdiri dari siswa dengan tingkat hasil belajar rendah. Dengan demikian ada sepuluh kelompok yang akan dibentuk. Dengan demikian tingkat hasil belajar ratarata semua kelompok dalam kelas kurang lebih sama. 1998:7-8): a) Merangking siswa Merangking siswa berdasarkan hasil belajar akademiknya di dalam kelas. d) Mengisi lembar rangkuman kelompok isikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok pada lembar rangkuman kelompok (format perhitungan hasil kelompok untuk pembelajaran kooperatif metode STAD). b) Menentukan jumlah kelompok Setiap kelompok sebaiknya beranggotakan 4-5 siswa. 29 bagilah banyaknya siswa dengan empat. Untuk menentukan berapa banyak kelompok yang dibentuk. berarti ada delapan kelompok yang beranggotakan empat siswa dan dua kelompok yang beranggotakan lima siswa. Salah satu informasi yang baik adalah skor tes.

dan kuis. hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 1) Pendahuluan a) Guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting untuk memunculkan rasa ingin tahu siswa. 5) Jadwal Aktivitas STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur. tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas. Selain itu. Mengajar Setiap pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas. kerja kelompok. 4) Kerja sama kelompok Sebelum memulai pembelajaran kooperatif. Hal ini dapat dilakukan dengan . yang meliputi pendahuluan.3) Menentukan Skor Awal Skor awal siswa dapat diambil melaluiPre Test yang dilakukan guru sebelum pembelajaran kooperatif metode STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa. aktivitas kelompok. petunjuk praktis. b. Hal ini 30 merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok. yaitu penyampaian materi pelajaran oleh guru. Dalam presentasi kelas. skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya. pengembangan. sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok.

cara memberi teka-teki. b) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan konsep atau untuk menimbulkan rasa senang pada pembelajaran. 2) Pengembangan a) Guru menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran. memunculkan masalah-masalah yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari. 31 b) Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna. dan sebagainya. . c) Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. e) Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya. b) Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diajukan. d) Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah. bukan hafalan. 3) Praktek terkendali a) Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru.

c) Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru. guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok. dan kemudian guru memberikan umpan balik. 2) Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan. d) Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan. c) Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. b) Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran. b) Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya. Kegiatan Kelompok 1) Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya . Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal. c.peraturan lain sesuai kesepakatan bersama.c) Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini. yaitu: a) Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah: a) Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya.

Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa. guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. d. Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi. Penghargaan Kelompok 1) Menghitung skor individu dan kelompok Setelah diadakan kuis. Waktu yang disediakan guru untuk kuis adalah setengah sampai satu jam pelajaran. Setiap siswa menerima satu lembar kuis. e. d) Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. guru memberikan kuis atau tes individual. teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan. Kuis atau Tes Setelah siswa bekerja dalam kelompok selama kurang lebih dua kali penyajian.mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. 2) Menghargai hasil belajar kelompok Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok. Jika ada seorang teman yang belum memahami. Setelah itu . guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu. Dengan demikian setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya. Hasil dari kuis itu kemudian diberi skor dan akan disumbangkan sebagai skor kelompok. 33 3) Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok.

j. b. Mengembalikan kumpulan kuis yang pertama Guru mengembalikan kumpulan kuis pertama kepada siswa. Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa. k. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. Rasa percaya diri siswa meningkat. Kebaikan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STADSetiap model pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sedangkan keuntungan model pembelajaran kooperatif metode STAD untuk jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut : . Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21)cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Kelebihan: a.guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian. b. informasi. Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dapat dipraktekkan. baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku. Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru. d. perilaku sosial. keterampilan. dan orientasi tugas. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian. Dapat mengembangkan prestasi siswa. etnis. agama. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. f. begitu juga dengancooperative learning. i. 34 5. c. dan pandangan-pandangan. normal atau cacat. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois. Keuntungan jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara anggota kelompok yang berbeda etnis. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. h. g. f. siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya. kelas sosial. jenis kelamin. e. c. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.

Siswa yang tekun juga merasa timnya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka. Kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka diterapkan dalam grup. b. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan . Banyak siswa tidak senang disuruh untuk kerja sama dengan yang lain.35 a. e. yaitu kurang dari empat. misalnya tiga. b. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas. Kebanyakan pengajar enggan untuk menerapkan sistem ini karena beberapa alasan. Sampai saat ini model pembelajaran kooperatif metode STAD belum banyak diterapkan dalam dunia pendidikan kita. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama. Banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok. dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama. sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. d. c. e. c. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet. f. b. belajar mendengarkan pendapat orang lain. d. Menurut Lie (2002:22) bahwa alasan pengajar enggan menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas yaitu: a. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya. Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning mempunyai kekurangan sebagai berikut: a. g. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah. karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya.

Selanjutnya.kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas. Hasil Belajar Keberhasilan suatu pengajaran salah satunya dapat dilihat dari hasil belajar siswa. kelemahan-kelemahan lain yang mungkin terjadi menurut Soewarso (1998:23) adalah bahwa pembelajaran kooperatif bukanlah obat yang paling mujarab untuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelompok kecil. menyebabkan siswa yang lambat berpikir tidak dapat berlatih belajar mandiri. pengajar mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian materi. adanya suatu ketergantungan. 6. Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas bahwa untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif metode STAD. Selain di atas. maka kerja kelompok akan kurang efektif. Dan juga pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama sehingga target mencapai kurikulum tidak dapat dipenuhi. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif. tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepat. sebaiknya dalam satu anggota kelompok ditugaskan untuk membaca bagian yang berlainan. Dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMK . Dengan cara inilah maka setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar berhasil mencapai tujuan dengan baik. serta penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya. sehingga mereka dapat berkumpul dan bertukar informasi. c.

yang mengerti memberi tahu yang belum mengerti dan di kelas telah tercipta suasana yang kondusif. Hasil observasi peneliti dan teman sejawat meliputi aktivitas dalam mengajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran diuraikan sebagai berikut: 1) Hasil observasi terhadap aktivitas peneliti dalam pembelajaran . saling belajar. Secara keseluruhan berdasarkan pengamatan peneliti. Mereka bertukar pendapat.70 5) Pada saatpost test siswa sudah mulai mengerjakan secara individu dan tidak tampak ada kecurangan. terlihat bahwa sebagian besar siswa sudah aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. saling memberi dan menerima gagasan maupun pendapat orang lain.

kemudian dihitung nilai rata-rata dengan rumus sebagai berikut % 100    maksimal skor perolehan skor rata rata nilai Persentase Kategori taraf keberhasilan tindakan dapat ditentukan sebagai berikut: . sedangkan untuk penilaian “tidak” (tidak munculnya deskriptor) mendapat skor 0.Analisis data hasil observasi menggunakan analisis persentase. adapun setiap munculnya deskriptor (penilaian “ya”) mendapatkan skor 1. Skor yang muncul terhadap masing.masing indikator dijumlahkan dan hasilnya disebut jumlah skor.

.

2009) Hasil observasi kedua pengamat yaitu Ibu RR. Retno.3 Kategori Keberhasilan Tindakan Taraf Keberhasilan Kategori Nilai 86-100 Sangat Baik A 66-85 Baik B 46-65 Cukup C 26-45 Kurang D 0-25 Sangat Kurang E (Sumber: Silabus KTSP SMK Negeri 1 Tanggul.Pd dan M.4 berikut: . Lutfar terhadap aktivitas peneliti dapat dilihat pada tabel 4. S.71 Tabel 4.

Melakukan aktivitas rutin di awal tatap muka (memberi salam dan mempresentasi siswa). 2. Awal 1. Mengingatkan materi yang akan dipelajari.Memberikanpost test 14. 5. .4 Hasil Observasi Pengamatan Aktivitas Guru Siklus 1 No Tahap Indikator Pengamat 1 Pengamat 2 Ya Tidak Ya Tidak 1. √ √ 3..Tabel 4. √ √ √ √ √ √ 13. Melakukan refleksi. guru menyempurnakan jawaban siswa. meminta siswa dari masing-masing kelompok untuk menjawab. √ √ 2. Akhir 12. √ √ 11. Inti 7. 10 . Menjelaskan aturan main pembelajaran kooperatif metodeStudent Teams Achievement Division √ √ √ √ √ √ 8. Membagikan topik diskusi sebagai pengganti pertanyaan lisan kepada siswa. 4. Mengingatkan kompetensi yang ingin dicapai. Membagi siswa menjadi 10 kelompok 9. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3. Memotivasi siswa. MemberikanPre Test 6 Mengembangkan pengetahuan awal.Meminta siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban tersebut.

3 jumlah skor keseluruhan adalah 56 dan skor maksimal adalah 60. Observasi kedua pengamat terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4. Melakukan aktivitas rutin pada akhir tatap muka.15.5 berikut: . √ √ (Sumber: Penelitian Lapangan. 2009) 72 Hasil data observasi pengamat 1 jumlah skor yang diperoleh adalah 28 sedangkan skor maksimal adalah 30. hal ini dapat diartikan berdasarkan hasil observasi kedua pengamat keberhasilan kegiatan penelitian termasuk dalam kategori A. 2) Hasil Observasi terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran Hasil observasi aktivitas siswa tetap dianalisis menggunakan analisis persentase dan kriteria keberhasilan tindakan yang sama dengan analisis dan kriteria keberhasilan untuk kegiatan peneliti. Pengamat 2 jumlah skor yang diperoleh adalah 28 sedangkan skor maksimal adalah 30. 93 % 100 60 56  x . Berdasarkan hasil data observasi kedua pengamat pada tabel 4. Dengan demikian persentase nilai rata-rata adalah % 33 .

233 Uploaded: 02/01/2010 Category: Research>Science Rated: 0 5 false false 0 Copyright: Attribution Non-commercial stad hasil belajar kooperatif learning stad hasil belajar kooperatif learning (fewer) arizna Sections show allcollapse« prev | next » .Info and Rating Reads: 32.

Hakikat Belajar dan Pembelajaran 2.Tahap PelaksanaanSiklus 2 c.TemuanSiklus 2 khususnya pada mata pelajaran Komunikasi A.Tahap PerencanaanSiklus 2 b.Tahap-tahap Penelitian B.TemuanSiklus 1 2.KegunaanPenelitian E.Data dan Sumber Data E.5 Hasil Analisis Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran 3.Paparan DataSiklus 1 a.TeknikPengumpulan Data F.9 Hasil Analisis Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran d.Lokasi Penelitian D.Kajian Teori 1.Tahap PelaksanaanSiklus 1 c.Kehadiran Peneliti C.Pendekatan dan Jenis Penelitian B.Pengertian Pembelajaran Kooperatif 3.BeberapaMetodePembelajaran Kooperatif 6.Tahap PerencanaanSiklus 1 b.8 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas GuruSiklus 2 Tabel 4.Keterbatasan Penelitian F.Definisi Istilah A.Paparan Data 1.Tujuan Penelitian D.TemuanPenelitian yang Relevan B.Tahap ObservasiSiklus 2 Tabel 4.Paparan DataSiklus 2 a.Tahap RefleksiSiklus 2 C.Kesimpulan DAFTAR RUJUKAN SILABUS .3Kategori Keberhasilan Tindakan Tabel 4.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • B.Rumusan Masalah C.Temuan Penelitian 1.Tahap ObservasiSiklus 1 Tabel 4.Paparan Data Pra Tindakan 2.Hasil Belajar A.

• Topik Diskusi Siklus 2 Share & Embed Related Documents PreviousNext .