Pembangkit Sinyal Segitiga

Abstact : Operational Amplifier or concise op-amp is a one of analog device using in the various of structure electonic. Basicly op amp is a differential amplifier have two output. Op amp input likes knowed mention of input inverting and non-inverting. In this module can explain basicly op amp aplication, where feedback stucture. Keyword : two column triangle signal

Abstrak : Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang popular digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan. Input (masukan) op-amp seperti yang telah dimaklumi ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar, dimana rangkaian feedback (umpan balik) negatif memegang peranan penting. Kata Kunci : Pembangkit Sinyal Segitiga dua kolom

1. Pendahuluan Gelombang sinusoidal merupakan hal paling mendasar dari semua jenis bentuk gelombang lainnya. Itu sebabnya ketika anda mempelajari dasar-dasar arus listrik bolak-balik, amplifier atau oscilator selalu tak lepas dari gelombang sinusoidal. Walaupun gelombang sinusoidal sangat penting dalam bidang elektronik , gelombang nonsinusoidal juga tak kalah pentingnya. Bidang study gelombang sinusoidal dan nonsinusoidul (pulse crcuit) sangat luas dan oleh karena itu dalam ruang yang relatif terbatas ini penulis mencoba membahas topik dimaksud secara singkat namun mendasar. Pembahasan meliputi Aplikasi op-amp popular yang paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar, dimana rangkaian feedback (umpan balik) negatif memegang peranan penting. Secara umum, umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. Ada banyak jenis oscilator umumnya bekerja berdasarkan prinsip umpan balik (feedback) Artinya umpan balik diperlukan untuk mempertahankan oscillasi.Sebagaimana telah disebutkan di atas ada tiga type oscillator pembangkil gelombang sinusoidal yakni LC Oscillator, RC Oscillator dan Crystal Oscillator.Mari kita lihat bagaimana cara kerja masing-masing type oscillator tadi. 2. Pembahasan 2.1 Op Amp Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu komponen analog yang popular digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian elektronika. Aplikasi op-amp popular yang paling sering dibuat antara lain adalah rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan

2. Seperti misalnya op-amp LM741 yang sering digunakan oleh banyak praktisi elektronika. Op-amp ideal memiliki open loop gain (penguatan loop terbuka) yang tak terhingga besarnya. Penguat operasional (op amp) adalah suatu blok penguat yang mempunyai dua masukan dan satu keluaran. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule. Secara umum.adalah nol (v+ . Op amp biasa terdapat di pasaran berupa rangkaian terpadu (integrated circuit. Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal.differensiator.= 0 atau v+ = v.1. Penguatan yang sebesar ini membuat op-amp menjadi tidak stabil.1 Op-amp Ideal Op-amp pada dasarnya adalah sebuah differential amplifier (penguat diferensial) yang memiliki dua masukan. umpanbalik positif akan menghasilkan osilasi sedangkan umpanbalik negatif menghasilkan penguatan yang dapat terukur. dan penguatannya menjadi tidak terukur (infinite). pembaca tentu .= 0) Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp. memiliki karakteristik tipikal open loop gain sebesar 104 ~ 105.2 Inverting amplifier Rangkaian dasar penguat inverting adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.v. dimana sinyal masukannya dibuat melalui input inverting.) Aturan 2 : Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i. Input (masukan) op-amp seperti yang telah dimaklumi ada yang dinamakan input inverting dan non-inverting. Sebagai perbandingan praktis. yaitu : Aturan 1 : Perbedaan tegangan antara input v+ dan v. sehingga op-amp dapat dirangkai menjadi aplikasi dengan nilai penguatan yang terukur (finite). Disinilah peran rangkaian negative feedback (umpanbalik negatif) diperlukan. sehingga mestinya arus input pada tiap masukannya adalah 0. 2. dimana rangkaian feedback (umpan balik) negatif memegang peranan penting. Seperti tersirat pada namanya.IC). Nilai impedansi ini masih relatif sangat besar sehingga arus input op-amp LM741 mestinya sangat kecil. Impedasi input op-amp ideal mestinya adalah tak terhingga. op-amp LM741 memiliki impedansi input Zin = 106 Ohm. Pada pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling dasar.

Dengan fakta ini.= v+ = 0. Kemudian dengan menggunakan aturan 2. arus masukan op-amp adalah 0. iin + iout = vin/R1 + vout/R2 = 0 Selanjutnya vout/R2 = . karena menurut aturan 2. Seperti namanya. input op-amp v. di ketahui bahwa : iin + iout = i. atau v+ = 0.= vout. 2. umpanbalik negatif di bangun melalui resistor R2. dapat dihitung tegangan jepit pada R1 adalah vin – v.sudah menduga bahwa fase keluaran dari penguat inverting ini akan selalu berbalikan dengan inputnya.vin/R1 . Karena input inverting (-) pada rangkaian ini diketahui adalah 0 (virtual ground) maka impendasi rangkaian ini tentu saja adalah Zin = R1. Pada rangkaian ini.= 0.R2/R1 Jika penguatan G didefenisikan sebagai perbandingan tegangan keluaran terhadap tegangan masukan.= vin dan tegangan jepit pada reistor R2 adalah vout – v. Input non-inverting pada rangkaian ini dihubungkan ke ground. atau vout/vin = . maka akan dipenuhi v.. Dengan mengingat dan menimbang aturan 1 (lihat aturan 1). penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non- . Karena nilainya = 0 namun tidak terhubung langsung ke ground.pada rangkaian ini dinamakan virtual ground. maka dapat ditulis …(1) Impedansi rangkaian inverting didefenisikan sebagai impedansi input dari sinyal masukan terhadap ground.3 Non-Inverting amplifier Prinsip utama rangkaian penguat non-inverting adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar 2 berikut ini...

yang berarti arus iR1 = vin/R1. Untuk menganalisa rangkaian penguat op-amp non inverting. Lalu tegangan jepit pada R1 adalah v. lihat aturan 1.= vin. Hukum kirchkof pada titik input inverting merupakan fakta yang mengatakan bahwa : iout + i(-) = iR1 Aturan 2 mengatakan bahwa i(-) = 0 dan jika disubsitusi ke rumus yang sebelumnya. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya.inverting.. maka diperoleh iout = iR1 dan Jika ditulis dengan tegangan jepit masing-masing maka diperoleh (vout – vin)/R2 = vin/R1 yang kemudian dapat disederhanakan menjadi : vout = vin (1 + R2/R1) Jika penguatan G adalah perbandingan tegangan keluaran terhadap tegangan masukan.. atau iout = (vout-vin)/R2. caranya sama seperti menganalisa rangkaian inverting..= vin . Dari sini ketahui tegangan jepit pada R2 adalah vout – v.. antara lain : vin = v+ v+ = v. maka didapat penguatan op-amp non-inverting : … (2) Impendasi untuk rangkaian Op-amp non inverting adalah impedansi dari input non-inverting op- . kita uraikan dulu beberapa fakta yang ada. Dengan menggunakan aturan 1 dan aturan 2.= vout – vin.

v. karena secara matematis tegangan keluaran rangkaian ini merupakan fungsi integral dari tegangan input. Prinsipnya sama dengan menganalisa rangkaian opamp inverting. Mari kita coba menganalisa rangkaian ini. misalnya rangkaian penapis (filter). Salah satu contohnya adalah rangkaian integrator seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.(3) Dari sinilah nama rangkaian ini diambil.amp tersebut. 2. dimana f = 1/t dan . akan diperoleh persamaan : iin = iout = vin/R = -C dvout/dt. Dari datasheet. hanya saja rangkaian umpanbaliknya (feedback) bukan resistor melainkan menggunakan capasitor C. LM741 diketahui memiliki impedansi input Zin = 108 to 1012 Ohm.= 0 iin = iout .= 0 (aturan1) iout = -C d(vout – v-)/dt = -C dvout/dt. Aplikasi yang paling populer menggunakan rangkaian integrator adalah rangkaian pembangkit sinyal segitiga dari inputnya yang berupa sinyal kotak. Sesuai dengan nama penemunya. dimana v.. rangkaian yang demikian dinamakan juga rangkaian Miller Integral. Rangkaian dasar sebuah integrator adalah rangkaian op-amp inverting. Dengan analisa rangkaian integral serta notasi Fourier. atau dengan kata lain .. (aturan 2) Maka jika disubtisusi. Dengan menggunakan 2 aturan op-amp (golden rule) maka pada titik inverting akan didapat hubungan matematis : iin = (vin – v-)/R = vin/R .4 Integrator Op-amp bisa juga digunakan untuk membuat rangkaian-rangkaian dengan respons frekuensi.

maka outputnya akan mengahasilkan sinyal kotak. Ketika inputnya berupa sinyal dc (frekuensi = 0). Terlihat dari rumus tersebut secara matematis. penguatan akan semakin kecil (meredam) jika frekuensi sinyal input semakin besar. Dengan analisa yang sama seperti rangkaian integrator. kapasitor akan berupa saklar terbuka. Contoh praktis dari hubungan matematis ini adalah jika tegangan input berupa sinyal segitiga.R2/R1. yaitu dengan mengingat rumus dasar penguatan opamp inverting G = . akan diperoleh persamaan penguatannya : …(7) Rumus ini secara matematis menunjukkan bahwa tegangan keluaran vout pada rangkaian ini adalah differensiasi dari tegangan input vin. Pada prakteknya. rangkaian feedback integrator mesti diparalel dengan sebuah resistor dengan nilai misalnya 10 kali nilai R atau satu besaran tertentu yang diinginkan.…(4) penguatan integrator tersebut dapat disederhanakan dengan rumus …(5) Sebenarnya rumus ini dapat diperoleh dengan cara lain. . Jika tanpa resistor feedback seketika itu juga outputnya akan saturasi sebab rangkaian umpanbalik op-amp menjadi open loop (penguatan open loop opamp ideal tidak berhingga atau sangat besar). maka akan diperoleh rangkaian differensiator seperti pada gambar 4. rangkain integrator ini merupakan dasar dari low pass filter. Pada rangkaian integrator (gambar 3) tersebut diketahui Dengan demikian dapat diperoleh penguatan integrator tersebut seperti persamaan (5) atau agar terlihat respons frekuensinya dapat juga ditulis dengan …(6) Karena respons frekuensinya yang demikian. 2.5 Differensiator Kalau komponen C pada rangkaian penguat inverting di tempatkan di depan. Nilai resistor feedback sebesar 10R akan selalu menjamin output offset voltage (offset tegangan keluaran) sebesar 10x sampai pada suatu frekuensi cutoff tertentu.

Pembangkit sinyal segitiga dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Namun demikian. sistem seperti ini akan menguatkan noise yang umumnya berfrekuensi tinggi. rangkaian ini dibuat dengan penguatan dc sebesar 1 (unity gain). Dengan cara ini akan diperoleh penguatan 1 (unity gain) pada nilai frekuensi cutoff tertentu. . Rangkaian ini menggunakan dua buah op-amp dan rangkaian pendukung lainnya. 2.6 Rangkaian Pembangkit Sinyal Segitiga Rangkaian ini merupakan pembangkit sinyal segitiga yang dapat diatur lebar pulsanya dengan mengatur kedua potensio. Biasanya kapasitor diseri dengan sebuah resistor yang nilainya sama dengan R. dimana besar penguatan berbanding lurus dengan frekuensi.Bentuk rangkaian differensiator adalah mirip dengan rangkaian inverting. Untuk praktisnya. Sehingga jika berangkat dari rumus penguat inverting G = -R2/R1 dan pada rangkaian differensiator diketahui : maka jika besaran ini disubtitusikan akan didapat rumus penguat differensiator …(8) Dari hubungan ini terlihat sistem akan meloloskan frekuensi tinggi (high pass filter).

.Frekuensi sinyal output ditentukan oleh rangkaian RC dan rangkaian histeresis. Dengan menggunakan beberapa opamp hampir semua bentuk gelombang atau pulsa dapat dibangkitkan.7 Generator Sinyal Segitiga Rangkaian terdiri dari komparator dengan histeresis dan rangkaian integrator. Rangkaian integrator harus mempunyai konstanta waktu yang lebih besar dari frekuensi sinyal diinginkan. Rangkaian ini tidak membutuhkan input tegangan lainnya. 2.Rangkaian ini akan bekerja jika pin 4 diberi tegangan negatif (-) dan pin 7 diberi tegangan positif (+).

html.Diposkan oleh Rachma http://rachma-taskblog.blogspot.com/2009/06/pembangkit-sinyal-segitiga. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful