Makna Keutuhan NKRI Diskripsi di atas mewakili 2 cerita tentang anasir yang mesti diwaspadai terkait keutuhan wilayah

Republik Indonesia. Pertama adalah anasir dari luar yang digambarkan oleh Negara tetangga kita, Malaysia. Anasir kedua adalah anasir yang muncul dari dalam NKRI sendiri. Anasir itu ada yang sudah berujud gerakan yang secara terang-terangan berani melakukan makar seperti Gerakan Aceh Merdeka, Republik Maluku Selatan dan Gerakan Papua Merdeka, ada juga yang berupa kelompok kecil yang belum kelihatan. Kasus-kasus pesengketaan antar warga atau antar instansi pemerintah patut juga diwaspadai. Sekecil apapun sengketa atau perselisihan tersebut akan menggangu sendi-sendi kerukunan dan persatuan bangsa jika tidak disikapi secara bijaksana. Memperhatikan diskripsi dan pengalaman di atas terlihat bahwa pemahaman tentang keutuhan NKRI mencakup makna: 1. Keutuhan wilayah, meliputi seluruh pulau dengan segenap tanah, air dan udara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. 2. Keutuhan khasanah budaya meliputi adat istiadat, karya cipta dan hasil pemikiran Bangsa Indonesia dan suku-suku di seluruh wilyah NKRI. 3. Keutuhan Sumber Daya Alam (SDA), meliputi seluruh kekayaan alam berupa barang tambang, flora dan fauna beserta seluruh plasma nutfahnya. 4. Keutuhan penduduk atau Sumber Daya Manusia (SDM), meliputi keutuhan orangnya, statusnya, keselamatan bahkan kesejahteraannya. Merenungkan Permasalahan Menyadari luasnya cakupan makna keutuhan NKRI maka menjadi berat dan luas pula tugas menjaganya. Penjagaan atau pembelaan tidak cukup dilakukan dengan menyampaikan nota protes oleh pejabat negara atau demonstrasi oleh rakyat dan mahasiswa, lebih penting dari itu adalah merenungkan apa penyebab kasus-kasus ancaman tersebut terjadi, untuk kemudian melakukan langkah-langkah pencegahannya. Sekurang-kurangnya ada dua penyebab mengapa ancaman terhadap NKRI terjadi sebagaimana diskripsi peristiwaperistiwa tersebut di atas: 1) Kurangnya kepedulian terhadap keutuhan NKRI

identifikasi dan topografi terhadap masing-masing pulau sekaligus penancapan batu prasasti atau papan nama yang beridentitas Indonesia. Kemungkinan pertama penilitian itu tidak dicatat secara tertib dan kemungkinan lainnya penelitian tersebut dicatat tetapi tidak diarsipkan secara baik. Dr. Indonesia mempunyai penduduk lebih dari 210 juta jiwa dan mempunyai 17 ribu lebih pulau. Muso dari UGM mengindikasikan hal itu. Indonesia dinilai lalai dalam megelola kedua pulau itu sejak tahun 1950. Andai kedua pemda tersebut memiliki arsip-arsip topografi daerahnya masing-masing tentu sengketa itu tidak perlu terjadi. Beberapa pulau yang berbatasan langsung . Prof. Mengomentari kekalahan tersebut Mantan Menteri Luar Negeri RI. Muladi mengatakan lepasnya kedua pulau tersebut karena Deplu RI menganggap persoalan tersebut sepele.19 dan 21 Desember 2002) 2) Lemahnya Budaya Sadar Pengalaman hilangnya hasil penelitian Prof. Keutuhan Wilayah Indonesia adalah negara besar dilihat dari jumlah penduduk maupun luas wilayahnya dan jumlah pulaunya. Sementara Malaysia dengan berbagai trik berusaha mengelola kedua pulau itu. Jangankan merawat memberi nama saja tidak mudah. Peran Arsip dalam mengawal Keutuhan NKRI I. Betapa sulitnya menjaga dan merawat pulau sebanyak itu. (KR/ 18. Kejadian sengketa tanah antar Pemda Kebumen dan Pemda Cilacap juga menunjukkan rendahnya kesadaran kearsipan kita. Pulau-pulau yang belum bernama segera diusahakan untuk diberi nama. Kalupun tetap terjadi maka penyelesaiannya tidak perlu memakan waktu bertahun-tahun. Diantaranya dengan membuka penangkaran penyu dan membangun motel-motel bahkan mempromosikannya.Salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional dalam memutuskan sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan adalah soal kepedulian. Sebagai langkah awal perlu diadakan inventarisasi seluruh pulau. Betapapun berat tugas merawat dan menjaga Indonesia Raya itu Pemerintah dan segenap komponen bangsa harus tetap berkomitmen untuk melaksanakannya demi keutuhan NKRI. Selanjutnya diadakan pendataan.

Kegiatan ini juga sangat baik dilakukan oleh Pemda-pemda di Indonesia supaya kasus Tanah Timbul Sungai Bodho di Kebumen tidak terjadi di daerah lain. dan budaya sendiri-sendiri. Dengan kata lain Wilayah Indonesia merupakan Mega Centre Kekayaan Plasma Nutfah dan Biodiversitas Kelautan Dunia. Identifikasi dan topografi perlu dilakukan secara terencana dalam kurun waktu tertentu untuk mengantisipasi perubahan wilayah karena proses alam. (KR. arsip-arsip tersebut juga harus disimpan di Arsip Nasional. lagu. Seluruh kegiatan tersebut pasti menghasilkan arsip baik berupa tekstual (arsip kertas) maupun nontektual seperti foto. Seiring waktu karena proses alam antara delta sungai itu menyatu dengan daratan Cilacap sehingga wajar Cilacap mengklaim sebagai wilayahnya. Sementara demi keamanan dan keselamatan. Untung dokemen peta tersebut disimpan oleh Kodam IV Diponegoro sehingga sengketa dapat diselesaikan pada Februari 2002. Arsip-arsip inilah yang harus disimpan oleh lembaga-lembaga terkait seperti TNI. Begitu pula khasanah dan ragam budayanya. tarian. denah. Kita bisa terima. Depdagri dan lain-lain. Indonesia mempunyai banyak suku bangsa. rumah. Arsip inilah yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang sehingga mereka mempunyai bukti otentik jika sewaktu-waktu wilayah NKRI dipersoalkan. Keutuhan SDA dan khasanah budaya Indonesia adalah negeri terbesar kedua dalam hal kekayaan plasma nutfah setelah Brazil. kalau mereka sekedar menyanyikan lagu atau memainkan musik tradisional kita. Padahal menurut peta yang dibuat Belanda tahun 1931 Tanah Timbul tersebut wilayah Kebumen. film dan lain-lain. Jika ditambah dengan keragaman hayati kelautan maka Indonesia menduduki posisi paling puncak. Dulu tanah timbul itu berupa delta yang terpisah dari wilayah Cilacap. Oleh karenanya perlu didaftarkan ke lembaga internasional yang berwenang. 20 Juni 2002) II. Bahkan mungkin kita bangga sebab karya bangsa kita diapresiasi tinggi oleh bangsa lain. Upaya ini perlu dibarengi dengan patroli keamanan secara rutin oleh TNI untuk menjaga masuknya pihak lain secara illegal. . peta. Masing-masing suku mempunyai upacara. Depkumham. senjata. pakaian. Pengakuan internasional atas wilayah berikut seluruh pulaunya juga penting.dengan wilayah negara lain perlu dibangunkan mercu suar. Kalau tiba-tiba bangsa lain mengklaim karya budaya nenek moyang kita sebagai miliknya tentu kita tersinggung. Dephan. alat musik.

Inventarisasi terhadap sumber daya alam dan hasil karya budaya bangsa 2. Arsip-arsip inilah yang akan kita wariskan kepada anak cucu dan sebagai bahan bukti jika ada terjadi sengketa atau klaim oleh negara lain demi menjaga keutuhan NKRI. Entah bagaimana asal muasalnya sejumlah WNI dengan mudah pindah kewarganegaraan kemudian mereka diorganisir. III. Pengarsipan seluruh bukti administrasi dan hasil identifikasi oleh instansi terkait serta Arsip Nasional RI. Pembuatan sentral data SDA dan karya budaya secara nasional 4. Hampir bisa dipastikan penomoran KTP dalam satu kabupaten atau kecamatan tidak akan berurutan. berarti kita berperang melawan bangsa sendiri. 3. Program pemberlakuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional dapat dijadikan alternatif solusi. Pendataan dan identifikasi ciri-ciri spesifik setiap SDA atau karya budaya disetai foto atau film dilengakapi penelusuran asal muasalnya. Disamping efektif karena KTP berlaku seumur hidup. Cara ini akan mempermudah mengontrol keberadaan serta status setiap WNI tetapi tidak mudah diemplementasikan. Program KTP . program itu menjadikan setiap warga negara tidak akan pernah ganti nomor KTP walaupun dia pindah tempat tinggal di kota lain di Indonesia.Rangkaian langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya menjaga keutuhan khasanah budaya bangsa dan SDA Indonesia adalah: 1. Peristiwa tersebut juga menunjukan kalau negara lemah dalam menjaga keutuhan penduduknya. digaji dan direkrut menjadi tentara cadangan Malaysia. Publikasi yang dilakukan kepada rakyat Indonesia sendiri supaya mencintai dan melestarikan maupun kepada bangsa lain agar memperoleh apresiasi dan pengakauan. 5. dilatih. Keutuhan Bangsa Kasus Askar Wathoniyah adalah bukti carut marut pengelolaan negara kita dalam bidang administrasi kependudukan. Mereka diberi atribut kemiliteran dan diberi tugas membantu Tentara Diraja Malaysia untuk menjaga daerah yang berbatasan dengan Indonesia. Apa yang terjadi jika diperbatasan tersebut terjadi perang atau bentrok. Hal ini tentu menyulitkan pengelolan filefile di komputer maupun pengarsipan berkas di kabupaten atau kecamatan. Usaha perbaikan sistem administrasi kependudukan mendesak dilakukan.

1980 Sofyan Said.) Perlu upaya sungguh-sungguh dan terencana untuk menjaga keutuhan NKRI.nasional akan berjalan baik jika benar-benar didukung pengarsipan yang handal baik secar elektronik maupun manual. Umar Suwito.) Arsip adalah aset bangsa yang sangat penting dan tak tergantikan karena di dalamnya terekam data seluruh aspek keutuhan NKRI. Arsip juga akan menjadi pusat memori dan sumber referensi bagi generasi mendatang untuk mengawal keutuhan NKRI. Kasus Sipadan dan Ligitan: Cermin Manajemen Kenegaraan Kita. Daftar Bacaan 1. 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan ANRI.17 November 2007. Seluruh aspek harus dijaga dari gangguan pihak luar dan pihak dalam. . Arsip dan Sejarah. Salah satunya dengan membangun �budaya sadar arsip� oleh seluruh komponen bangsa. 4. 3. Republika. Arsip akan menjadi bukti jika aspekaspek tersebut dipersoalkan pihak lain. Lagu Kita Dibajak? Tidak Cuma �Rasa Sayange�. 13 Desember 2002. 3. UU No. sumber daya manusia dan seluruh khasanah budaya bangsa. Simpulan Uraian di atas secara singkat dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 2. 2.) Keutuhan NKRI tidak hanya bermakna wilayah melainkan mencakup aspek sumber daya alam. Kedaulatan Rakyat.