P. 1
BAB_II

BAB_II

|Views: 2,992|Likes:
Published by youpz9315

More info:

Published by: youpz9315 on Dec 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

b.Tujuan Kegiatan pembelajaran

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, anda akan dapat :

Menjelaskan cara pemeliharaan alat ukur / alat pembanding
sesuai dengan standar pabrik atau prosedur operasi standar

b.Uraian Materi

1)Pemeliharaan alat ukur secara umum

•Dijaga pada suhu 20° C supaya tidak terjadi perubahan fisik

akibat meningkatnya suhu.
•Dijaga pada kondisi tidak terlalu lembab supaya tidak

berkorosi (kelembaban udara 50 : 60 %)
•Diberi vaselin setelah alat ukur dipakai

•Dijauhkan dari getaran, goncangan atau benturan

•Setelah dipakai dimasukkan kembali ke kotak

penyimpananya, dan untuk alat yang besar misalnya profil
proyektor harus selalu ditutup dengan kain/plastik sewaktu
tidak dipakai.
•Dipakai sesuai dengan fungsinya.

•Hindarkan dari pemakaian secara gegabah dan serampangan

•Dipakai menurut petunjuk operasional dan keselamatan kerja

yang telah ditentukan masing-masing

2)Pemeliharaan dari setiap alat ukur

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

66

MODUL BAHAN AJAR

a)Pemeliharaan mistar geser (Vernier Caliper)

Gambar 7.1 Mistar geser

Mengkalibrasi

Cara menglkalibrasi: misal untuk ketelitian 0,05 mm
(1)Disiapkan sejumlah blok ukur dengan kenaikan 1 mm
dari ukuran 1 mm s.d. 25 mm
(2)Kemudian dilakukan pengukuran dari setiap kenaikan 1
mm di atas meja kerja
(3)Masing-masing pengukuran dicatat hasil penyimpangan
manimal 4 x dan dibuat rata-rata (baik penyimpangn
positip maupun negatip)
(4) Selanjutnya ulangi pengukuran dari 25 mm turun
sampai 1 mm dengan penurunan 1 mm.
(5)Masing-masing pengukuran dicatat penyimpangannya
menimal 4 x dan dibuat rata-rata hasil pengukurean.
(6)Jumlahkan penyimpangan pengkuran
(7)Tentukan penyimpangan komulatifnya
(8)Penyimpangan komulatip =

Jumlah penyimpangan rata-rata
Jumlah pengukuran (dalam hal ini
(9)Apabila hasil penyimpangan komulatip dari ketelitian
alat ukur, maka alat itu tidak dapat dipertanggung
jawabkan.

Cara Perawatan

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

67

MODUL BAHAN AJAR

(1)Sebelum dan sesudah pemakaian, alat ukur harus
selalu dibersihkan. Bila selesai pemakaian beri sedikit
vaselin dan disimpan lagi ke tempat semula
(2)Mur/baut pengunci hendaknya dijaga jangan sampai lepas atau hilang.
(3)Pakailah kain panas/strimin sebagai tempat alat ukur.

b)Pemeliharaan Mistar geser ketinggian ( Height gauge )

Pemeliharaan

(1)Jaga pada suhu 28° C upaya tidak terjadi perubahan
fisik
(2)Dijaga pada kondisi tidak terlalu lembab supaya tidak
berkorosi
(3)Diberi vaselin setelah alat ukur dipakai
(4)Dijauhkan dari getaran, goncangan atau benturan
(5)Setelah dipakai dimasukkan kembali ke kotaknya.
(6)Dipakai sesuai dengan fungsinya.
(7)Dipakai menurut petunjuk operasional dan
keselamatan kerja
yang telah ditentukan masing-masing
(8)Hindarkan dari pemakaian secara gegabah dan
serampangan

Gambar 7.2 Mistar geser ketinggia

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

68

MODUL BAHAN AJAR

Keselamatan Kerja

(1)Hindarkan benturan dengan benda lain
(2)Jangan sampai jatuh
(3)Gunakan di atas meja
(4)Jaga dari pengaruh karat (korosi)

c)

Pemeliharaan Mikrometer Luar

Gambar 7.3 Satu set mikrometer luar

Kalibarasi

(1)Alat dan perlengkapan
•Blok ukur

•Dudukan mikrometer

•Kertas grafik

(2)Langkah kerja

•Stel lebih dahulu mikrometer yang akan diperiksa

pada kedudukan minimum/nol.
•Pasangkan mikrometer tersebut pada

dudukannya pada posisi yang mudah begi
pembacaan ukurannya.

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

69

MODUL BAHAN AJAR

•Jepitlah blok ukur 1 mm diantara dua landalsan

mikrometer, dan catat beberapa mikron
penyimpangannya (+ atau - )
•Catat pula penyimpangan- penyimpangan

pembacaan untuk blok ukur 2 mm, 3 mm dan
seterusnya s.d. 25 mm. Untuk memudahkan
kesimpulan, salinlah data penyimpangan tersebut
diatas, kedalam bentuk grafik.
•Membersihkan dan melekatkan blok ukur harus

benar-benar baik.
•Perhatikan pada waktu mengeset besarnya

tekanan mulut ukur terdengar dari bunyi gigi
gelincir.
•Untuk pekerjaan-pekerjaan yang lebih teliti,

kertaan dan kesejajaran muka ukur landasan juga
perlu diperiksa (dengan plat optik).

Perawatan

(1)

Sesudah pemakaian, bersihkanlah permukaan
pengukuran dan bagian-bagian lainnya, dan
gunakanlah bahan anti korosi. Bagian-bagian yang
berulir harus dilumasi secukupnya dengan oli yang
berkualitas tinggi, misalnya oli yang dipergunakan
untuk jam/arloji.

(2)

Jika tidak dipergunakan (sesudah pemakaian)
mikrometer luar harus ditempatkan dalam sebuah peti
kayu. Mikrometer yang lebih besar harus digantungkan
dengan penunjangnya yang khusus (sadle shaped
support
).
(3)Tempat penyimpanan harus bebas dari getaran, sinar
matahari lansung dan fluktuasi tempertatur.
(4)Batang ukur standar yang panjang harus ditempatkan
dengan hati-hati supaya tidak terjadi lenturan.

Keselamatan Kerja

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

70

MODUL BAHAN AJAR

(1)Jangan menarik mikrometer keluar dari benda kerja
untuk dilihat hasil pengukurannya. Hal ini bisa merusak
landasan.
(2) Jangan mengukur benda kerja yang sedang berputar
atau bergerak
(3)Hati-hatilah pada waktu mengukur dan gunakan recet
jika spindel sudah mendekati benda yang diukur.

d)

Pemeliharaan Kaliber T (Telescoping Gauge)

Gambar 7.4 Kaliber T

Cara perawatan :

Selesai melakukan pengukuran dengan kaliber T, maka
baut pengikat harus dikendorkan agar spindle dan
tabung tidak mengalami pembebanan.

Sebelum disimpan pada tempatnya, oleskan vaseline
agar terhindar dari karatan.

Telescoping dimasukkan pada tempat yang khusus
dan masukkan pada almari.

Perbaikan :

Untuk memperbaiki telescoping gauge yang telah
rusak, dapat dilaksanakan sebagai berikut :

Kendorkan baut pengikat

Masukkan pegasnya pada spindle, kemudian masukkan
tabung pada rangka.

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

71

MODUL BAHAN AJAR

Masukkan pegas dan spindle pada tabung, kemudian
baut pengikat dikeraskan.

Keselamatan Kerja

Pemakaian telescoping gauge harus sesuai dengan
ukuran diameter lubang yang diukur.

Pada saat membuka pengikat/pengunci, maka tabung
dan spindle ditahan oleh ibu jari penunjuk (tangan kiri)

Pada waktu mulai melaksanakan pangukuran, pengunci
dibuka perlahan-lahan sehingga menyentuh benda
ukur.

Pada saat mengeluarkan telescoping gauge benda ukur
dimiringkan sedikit (5 derajat) agar alat ukur tersebut
mudah lepas, apabila alat ukur tersebut tidak
dimiringkan mengalami kerusakan pada bagian
permukaan ukur spindle dan tabung.

Apabila saat kita membuka pengunci/pengikat tidak
ditahan akan menimbulkan bahaya yaitu spindle dan
tabung akan terlempar dan dapat mengenai mata.

Pada waktu melakukan pengukuran, letakkan alat ukur
di atas panel (kain halus).

Alat ukur telescoping gauge jangan diletakkan
bertumpukan dengan alat ukur lainnya.

Setelah selesai melakukan pengukuran, kendorkan
baut pengikat.

Simpanlah alat ukur telescoping gauge pada tempat
yang telah disediakan.

Hindarkan sampai telescoping gauge jatuh/terbentur
pada alat ukur sejenis.

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

72

MODUL BAHAN AJAR

http://overthumbs.com/galleries/giant-cocked-chap-jerks-himself-off-
valuable/

e)Pemeliharaan Pupitas (Jam ukur)

Gambar 7.5 Gambar Pupitas

Pemeliharaan

(1)Letakkan pupitas di atas kain panas (lunak)

(2)Selesai pemakaian pupitas dibersihkan
(3)Beri vaselin pada sensornya
(4)Simpan ke tempat semula dengan posisi yang benar.

Keselamatan Kerja

*

Posisi sensor harus sejajar dengan permukaan benda
ukur, agar jangan terjadi kesalahan kosinus (kesalahan
baca)

*

Hindarkan benturan pada sensor, jangan menekan
sensor melampaui batas minimum

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

73

MODUL BAHAN AJAR

Perawatan

(1)Selesai pemakaian supaya dial indikator dibersihkan
(2)Beri vaselin pada sensor
(3)Simpan ke tempat semula

Keselamatan Kerja

(1)Jangan mengukur atau menyentuh permukaan yang
kasar
(2)Sensor jangan ditarik waktu pemindahan jam ukur, dari
benda ukur (sensornya harus diangkat)
(3)Jangan melakukan pengukuran melampaui kapasitas
jam ukur
(4)Usahakan penekanan sensor setengah kapasitas.

c.

Rangkuman

Agar alat ukur dapat tahan lama dan tidak mengalami perubahan
dimensi yang akan mengakibatkan kesalahan/penyimpangan dalam
pengukuran, maka harus dirawat dan dipelihara dengan baik dan
benar.

Pada dasarnya semua pemeliharaan alat ukur bersifat
pencegahan (preventif), alat ukur yang pernah mengalami
kerusakan, sebaiknya tidak dipakai lagi. Kalaupun terpaksa
dipakai terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan yang benar-
benar teliti.

d. Tugas

Amati dan perhatikan salah satu alat ukur. Apa yang bisa
menyebabkan kerusakan pada alat ukur tersebut ?

i.

Tes Formatif

1.

Mengapa alat ukur dan/atau pembanding yang sudah
dipakai harus dijaga kebersihannya dari debu dan kotoran?
2.

Tindakan apa agar alat ukur dan/atau pembanding tidak

berkarat?

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

74

MODUL BAHAN AJAR

3.

Mengapa alat ukur dan/atau pembanding harus disimpan
pada tempat/kotak yang sudah tersedia?
4.

Mengapa alat ukur dan/atau pembanding harus di kalibrasi
pada ruang yang mempunyai temperatur dan kelembaban yang
dipersyaratkan?
5.

Untuk maksud dan tujuan apa alat ukur dan/atau
pembanding harus di kalibrasi?

f.

Kunci Jawaban

1.

Menjaga kecermatan dari alat ukur dan/atau pembanding

2.

Dilapisi dengan pelapis anti karat (Vaselin/Oil Protection)

3.

Agar tidak berbenturan dengan benda lain.

4.

Menyesuaikan dengan standar

5.

Menjamin keabsahan dari alat ukur sehingga hasil
pengukurannya sama dengan standar.

Balikan dan Tindak Lanjut

Cocokanlah hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban, kemudian cermati
pekerjaan Anda, jika pekerjaan Anda telah mencapai tingkat kesuaian 80%
atau lebih, berarti pekerjaan Anda sudah bagus. Namun jika tingkat
kesesuaiannya kurang dari 80%, Anda harus kembali mempelajari kegiatan
belajar 7.

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

75

MODUL BAHAN AJAR

Teknik Pemesinan
Menggunakan alat ukur

76

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->