Kaderisasi adalah proses pendidikan jangka panjang untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada seorang kader.

Siapakah kader? Kader adalah anggota, penerus organisasi. Nilai-nilai apa? Nilai-nilai yang diyakini bersama sebagai pembentuk watak dan karakter organisasi. Organisasi, apapun itu mutlak mensyaratkan kaderisasi. Kecuali bila organisasi anda adalah organisasi diri sendiri, yang anggotanya anda sendiri. Organisasi terpimpin sekalipun, dimana si Ketua menjadi Ketua sepanjang hidupnya tetap saja membutuhkan regenerasi untuk rekan kerjanya. m Sebuah organisasi dapat kita analogikan sebagai sebuah bangunan. Sebuah bangunan tentunya harus memiliki pondasi yang kuat agar bangunan tersebut dapat tetap kokoh. Dalam sebuah organisasi salah satu pondasi yang diprelukan adalah kaderisasi. Kaderisasi dalam sebuah organisasi dapat kita artikan sebagai proses penurunan nilai kepada individu dimana nilai atau nilai-nilai tersebut adalah sesuatu yang memang dibutuhkan untuk menyiapkan individu tersebut melaksanakan tujuan organisasi yang mengkadernya. Kaderisasi merupakan merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis. Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan yang di atas rata-rata orang umum. Bung Hatta pernah menyatakan kaderisasi dalam kerangka kebangsaan, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”

Kaderisasi Organisasi : Sebuah Proses Jangka Panjang Pandangan umum mengenai kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi. Sifat sebagai subyek dan obyek dari proses kaderisasi ini sejatinya harus memenuhi beberapa fondasi dasar dalam pembentukan dan pembinaan kader-kader organisasi yang handal, cerdas dan matang secara intelektual dan psikologis. Sebagai subyek atau pelaku, dalam pengertian yang lebih jelas adalah seorang pemimpin. Bagi Bung Hatta, kaderisasi sama artinya dengan edukasi, pendidikan! Pendidikan tidak harus selalu diartikan pendidikan formal, atau dalam istilah Hatta “sekolah-sekolahan”, melainkan dalam pengertian luas. Tugas pertama-tama seorang pemimpin adalah mendidik. Jadi, seorang pemimpin hendaklah seorang yang memiliki jiwa dan etos seorang pendidik. Memimpin berarti menyelami perasaan dan pikiran orang yang dipimpinnya serta memberi inspirasi dan membangun keberanian hati orang yang dipimpinnya agar mampu berkarya secara maksimal dalam lingkungan tugasnya. Sedangkan sebagai obyek dari proses kaderisasi, sejatinya seorang kader memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk melanjutkan

eksistensi di masyarakat menurun. Seorang pelatih yang baik mutlak perlu cukup bacaan. Maka.visi dan misi organisasi ke depan. dan termasuk sikap mereka terhadap persoalan mendesak dan aktual kemasyarakatan. Untuk dapat menjalankan peran tersebut. Kaderisasi gagal biasanya terjadi karena beberapa hal : 1. Karena jatuh-bangunnya organisasi terletak pada sejauh mana komitmen dan keterlibatan mereka secara intens dalam dinamika organisasi. berkarya dan berkreasi seoptimal mungkin. dan tanggung jawab mereka untuk melanjutkan perjuangan organisasi yang telah dirintis dan dilakukan oleh para pendahulupendahulunya. maka jiwanya akan terpacu untuk bekerja. untuk menggarap bibit-bibit potensial tadi. Kemauan adalah awal dari semuanya terjadi. Dan memang sepatutnya organisasi/pergerakan mampu melakukannya. di sana ada semacam landasan berfikir atau filosofi kaderisasi yang harus mendapatkan porsi perhatian oleh setiap organisasi/pergerakan. senior. Kader-kader potensial. Pelatih/Senior tidak memiliki kemampuan melatih 2. bukan sebaliknya? Gagalnya Kaderisasi Apa yang terjadi bila Kaderisasi gagal? Yang akan terjadi adalah. maka carilah orang lain. Jangan terlena dengan cerita! buatlah romantisme perjuangan anda sendiri. antara lain: rangkap jabatan. serta menawarkan romantika dinamika organisasi yang menantang bagi para kader yang potensial. Jika tidak ada kemauan melatih dari senior anda. Potensi dasar tersebut sesungguhnya telah dapat dibaca melalui perjalanan hidupnya. organisasi/pergerakan dituntut untuk dapat mengantisipasi dan menyalurkannya secara positif. dan akhirnya bila tidak ada perbaikan. nilai-nilai organisasi tidak sampai kepada generasi berikutnya. alumni. Pelatih/Senior tidak memiliki kemauan melatih 3. kegiatan / proker tidak berjalan. organisasi tersebut akan dilupakan kemudian mati. karena bukankah yang namanya organsiasi/pergerakan berarti terobsesi progresif bergerak maju dengan satu organisasi yang efisien dan efektif. setelah mereka memahami dan meyakini pandangan dan sistem yang telah diinternalisasikan. Gejala yang tampak dari luar. sehingga mereka dengan senang hati akan terlibat mencurahkan segenap potensinya dalam kancah organisasi. Inilah yang membedakan seorang tukang dengan insinyur. Sebab kedua yang paling memprihatinkan. serta pada saat yang sama tersedianya para pengkader yang handal. Tidak ada anggota/kader untuk dilatih. anggota yang merasa tertipu karena kenyataan tidak semanis yang dijanjikan lalu meninggalkan organisasi. sulit suksesi (pergantian) pengurus karena tidak ada yang mau mengabdi bagi organisasi sosial. dan harganya sangat murah. Dalam kaderisasi. Orang sebelum anda. Generasi tua akan selalu memikul beban sejarah sendiri. Sebab kesatu muncul karena senior hanya bersandar kepada pengalaman yang dimiliki. selamanya. jadilah pelatih bagi anda dan teman-teman. Jika tidak ada. Romantisme perjuangan mereka mengalir lengkap dengan bumbu-bumbu. maka organisasi atau sebuah pergerakan harus terlebih dahulu mematangkan visi-misi mereka. di sini. Yaitu: harus ditemukan upaya mencari bibit-bibit unggul dalam kaderisasi. Jangan biarkan orang yang sedang sekarat ini membuat mati organisasi anda. dan berikan harga yang mahal bagi kaderisasi. . pelatih / senior harus mampu mengkomunikasikan ilmu dan pengalaman. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam hal kaderisasi adalah potensi dasar sang kader. Jadi. Mengapa kaderisasi gagal? Ini pertanyaan klasik. Sejauh mana kecenderungannya terhadap problema-problema sosial lingkungannya. biasanya akan selalu membandingkan bahwa dulu kondisinya tidak seperti sekarang. Subyek harus mampu menawarkan visi dan misi ke depan yang jelas dan memikat.

sudah selayaknya memikirkan sebuah sistem pengkaderan yang sistematis dan berkesinambungan. harus ditemukan titik keseimbangan antara nilai-nilai tekstual-normatif tadi dengan realitas-kontekstualnya. dari segi penamaan. Sudah untuk kesekian kalinya KPMKT menyelenggarakan LKDM (Latihan Kader Dasar Manajemen) yang digelar secara berkala setiap tahunnya. Meninjau Pembahasan di atas. Pertama. Jadi. perlu dilakukan evaluasi tentang kelayakan dan efektifitasnya sebagai wadah pengkaderan organisasi pelajar dan mahasiswa yang berbasis pendidikan. KPMKT Cab. berupa penumbuhan dan stimulasi etos intelektual dan sosial. dan itu berarti penamaan LKDM lebih pada dimensi administratif-organisasi daripada dimensi sosial-kemanusiaan. Perlu dirumuskan kembali nukta-nukta paradigma kaderisasi yang kondusif bagi KPMKT sebagai lembaga pelajar dan mahasiswa. Janjikanlah kepada calon anggota. kaderisasi yang diharapkan dari institusi KPMKT dapat menemukan relevansi sejarahnya. Pengkaderan KPMKT ala LKDM ini.Sebab ketiga adalah alasan mengapa organisasi harus melakukan penerimaan anggota. Mampu merespon setiap perkembangan aktualita sosial-masyarakat dengan segala dimensinya. Ada yang mungkin mengatakan tidak penting kuantitas anggota yang penting kualitas. Seberapa lama ia mampu bertahan. LKDM yang berarti Latihan Kader Dasar Manajemen mengandung konotasi bahwa pengkaderan ini menjadi “ladang” bagi penemuan dan pembentukan kader-kader organisasi yang siap mengisi posisi struktural pada hirarki kerja dalam tubuh KPMKT. harus mampu membangun paradigma berpikir dan berkarya ke arah orientasi aksi sosial. Kuantitas dulu baru kualitas. Perlu dimulai upaya ke arah kaderisasi yang berorientasi pada karya dan aksi sosial dalam level general. tetapi lebih jauh dari itu. Realitas menyatakan sebaliknya. Sehingga mampu memproduksi kader-kader potensial dan handal yang siap menjalankan fungsi dan idealisme organisasi secara terukur dan terarah. 2. perlu dipikirkan bersama format kurikulum pendidikan dan pelatihan yang rekonstruktif dan progresif. dan yang pasti: waktu. Jangan belagak seperti kebanyakan politikus : over promise under deliver . Maka untuk tujuan itu. hal-hal yang bisa organisasi berikan. dan memberikan yang terbaik. Kaderisasi adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan kata lain. Pada titik inilah. Dalam perjalanan organisasi kualitas seorang kader akan diuji oleh komitmennya. Membangun kesadaran tanggung jawab dan sensibilitas sosial.Makassar : Kaderisasi = Eksistensi KPMKT sebagai sebuah organisasi Pelajar dan mahasiswa asal Provinsi Kalimantan Timur di Makassar ini. bagaimana menggabungkan atau menemukan konvergensi yang ideal antara aktifitas berpikir (belajar) sebagai—entitas mahasiswa—dan aktifitas aksi sosial sebagai pengejawantahan dari nilai-nilai tekstualnormatif. Kedua. maka penulis menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi . Sedangkan melihat kepada fungsi dan peran KPMKT sebagai sebuah lembaga organisasi yang berbasaskan kekeluargaan dan berbasis pendidikan sejatinya menjadikan institusi kaderisasinya tidak hanya mengandalkan keterampilan dan manajemen administrasi-organisasi.

waktu. atau apapun namanya). ada proses perputaran dan pergantian disana. junior / anggota baru bisa melihat. tapi yang lebih penting adalah tetap berpegang pada komitmen sosial dengan segala dimensinya. Layaknya sebuah hukum alam.3. 4. rekan kerja dan sebagainya. Karena. wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan. Selain melalui hal-hal yang sifatnya formal. belajar bagaimana cara me-manage tim. keuangan. 5. Kaderisasi merupakan kebutuhan internal organisasi yang tidak boleh tidak dilakukan. Tampaknya perlu dicermati kembali urgensi dari kaderisasi berkala yang dilakukan oleh KPMKT (LKDM[?]. guna memunculkan kader-kader yang tidak hanya mempunyai kemampuan di bidang manajemen organisasi. yaitu format dan mekanisme yang komprehensif dan mapan. Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Melalui kegiatan bersama. . Namun satu yang perlu kita pikirkan. kaderisasi informal dalam bentuk kegiatan juga tidak kurang pentingnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful