TEORI ORGANISASI

entititas sosial yang teroordinasi dengan batas-batas relatif jelas dan menjalankan fungsi secara relatif kontinyu utuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan

Daftar isi
Daftar isi ...................................................... 2 Organisasi
Definisi ......................................................... 3 Pendekatan Organisasi ................................ 4 Ilmu Organisasi Dan faktor Penentu............. 4 Alasan Berorganisasi .................................... 5 Bentuk organisasi ......................................... 5 Tipe Organisasi ............................................. 6 Sasaran Pokok ............................................ 7 Karakteristik individu ..................................... 8 Pengaruh Kelompok ..................................... 9 Kesimpulan..................................................... 10 Daftar Pustaka ................................................ 11

dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya. Akan tetapi sebaliknya. Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih . meskipun pada saat mereka menjadi anggota. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama . karena memberikan kontribusi seperti. dan ada pula yang berbeda. dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. 2. ada yang cocok sama satu sama lain. bukan berarti keanggotaan seumur hidup. yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. 4. sarana-parasarana. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar. Stephen P. Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan. . Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka. . orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur. data. bekerjasama secara rasional dan sistematis. metode. 1. lingkungan). James D. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut. material. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama 3. mesin. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi. terencana. dalam memanfaatkan sumber daya (uang. Rasa keterkaitan ini. terpimpin dan terkendali. pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggotaanggotanya sehingga menekan angka pengangguran Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. . Chester I. terorganisasi.Organisasi entititas sosial yang teroordinasi dengan batas-batas relatif jelas dan menjalankan fungsi secara relatif kontinyu utuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan Definisi Organisasi adalah entititas sosial yang teroordinasi dengan batas-batas relatif jelas dan menjalankan fungsi secara relatif kontinyu utuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan.

2. tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan. Dalam praktek yang perlu kita pahami adalah tiap teori dan dalam praktek tidak menjamin pilihan atas satu model yang tidak siap mengungkapkan dampak pengaruh perubahan yang rumit dan komplek sehingga prinsip-prinsip organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten karena ketidak mampuan memecahkan hal-hal yang terkait dengan kepentingan individu.blogspot. Organisasi staff dan garis e. kegiatan berfungsi secara lancar) . perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) . pelayanan . pertumbuhan penghasilan . pegawai adalah kompensasi.2010 http://pajak-ub. maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut : 1. tnjangan tambahan. Organisasi staff b. menurut bentuk yang banyak diterapkan. perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) . dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi. Pendekatan nilai-nilai bersaing. rasio keluaran terhadap masukan tinggi) . pelanggan adalah kepuasan terhadap harga. Pendekatan pencapaian tujuan. kepuasaan pada kondisi kerja . oleh karena itu. Organisasi fungsional dan staff Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 3 . kualitas. kelompok dan organisasi. stabilitas (perasaan tenteram. Dalam praktek. produktifitas (volume keluaran tinggi. bentuk dan tipe organisasi dapat anda pelajari dari beberapa penulis yang banyak dapat kita ketemukan dan dipergunakan sebagai informasi. Organisasi garis c. mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik) Ilmu Organisasi Dan Faktor Penentu Ilmu organisasi yang menjelaskan mengenai organisasi yang mengungkapkan macam. bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. pikiran. kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang. menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) . Pendekatan Organisasi Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan. oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan 3. Organisasi fungsional d. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental. bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan . Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai. Pendekatan stakeholders. dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Pendekatan sistim. kontinuitas. apa yang disebut dengan: a. Organisasi garis dan fungsional f. menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya. bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan. 4. Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) .com/ Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi.

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi.blogspot. sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok. Kekuatan kebiasaan pikiran dalam mendorong tuntutan perubahan akan sjalan dengan kemampuan untuk memahami atas dimensi sebagai komponen dari struktur organisasi yang dapat diibaratkan sebuah kursi yang berkaki tiga dimana tanpa satu kaki. dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Organisasi panitia. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun. Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Alasan Sosial (social reason).com/ g. Seorang pakar bernama Herbert G. lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus.2010 http://pajak-ub. Alasan berorganisasi Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politik jika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap. Alasan Materi (material reason). organisasi kemahasiswaan ekstra kampus. maka ia tidak berfungsi. Bentuk Organisasi Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan. maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintasTeori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 4 . Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran. Organisasi garis h. Dalam pengertian yang lebih luas. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersamasama. manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Hal ini dapat kita temui pada organisasiorganisasi yang memiliki sasaran intelektual. melalui bantuan sebuah organisasi 3. maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. atau ekonomi. b. partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. fungsional dan staff i. Dari pengalaman juga memberikan gambaran bahwa bentuk organisasi tersebut diatas yang bersifat abstrak dan menjadi konkrit digerakkan oleh manusia tidak mampu menjamin dalam menyesuaikan dengan tuntutan perubahan. Dapat memperbesar kemampuannya 2. melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1.

organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual. organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks: Organisasi Primer. Organisasi Sekunder.com/ kampus. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu. Status. dan universitas-universitas Organisasi informal Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar. pangkat dan jabatan. maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. dan kontraktual. imbalan. Organisasi formal Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah. prestise. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap.2010 http://pajak-ub. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu. serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 5 . pribadi dan emosional anggotanya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya. kekuasaan. badan-badan pemerintah.blogspot. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya. yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia. dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan. yaitu organisasi formal dan organisasi informal. tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. rasional. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Tipe-tipe organisasi Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam.

Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations) 6. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations). Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations). yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu 3. Merencanakan apa yang hendak dicapai oleh organisasi beserta sub-sub unitnya selama priode waktu tertentu. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis. 2.2010 http://pajak-ub. Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations) 5.blogspot. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah: 1. yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Dalam mengelola organisasi inisudah pasti tidak dapat terlepas dari aspek-aspek managerial yang berkaitan erat dengan aktivitas untuk: 1. Organisasi-organisasi sosial (social organizations) Agar supaya tujuan organisasinya tercapai maka perlu dilakukan usaha-usaha tertentu untuk mengelola organisasinya.com/ Contoh stuktur organisasi: STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN DIREKTUR JENDRAL SEKERTARIS DIREKTORAT JENDRAL DIREKTUR PENGEMBANGAN PASAR DIREKTUR PROMOSI LUAR NEGRI DIREKBTUR PROMOSI LUAR NEGRI DIREKTUR SARANA PROMOSI Sasaran Pokok Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 6 . Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations) 4.

blogspot. Ada yang terlampau aktif. maaf-maaf kalau kita mengamati anggota baru di kantor. Anggota sebagai individu ketika memasuki organisasi akan membawa kemampuan. Oleh karena itu. maka mereka cenderung untuk tidak tertarik melakukan hal yang terbaik (Cowling dan James. Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. pemahaman tentang perilaku organisasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerjanya. kepercayaan pribadi. Mempengaruhi perilaku orang-orang yang ada dalam organisai tersebut untuk diarahkan pada tujuannya Proses tercapainya pengendalian dalam suatu organisasi mencakup suatu analisa tentang pola otonomi yaitu hubungan-hubungan struktural yang ditetapkan oleh pucuk pimpinan yang dicerminkan dalam bagan struktur organisasinya. Hasil interaksi tersebut akan membentuk perilaku-perilaku tertentu individu dalam organisasi. ia akan cenderung berperilaku positif. sistem kompensasi dan sistem pengendalian. Mengevaluasi informasi tersebut untuk dibandingkan terhadap apa yang diinginkan dan mengambil tindakan tertentu untuk mengoreksi atas penyimpangan yang terjadi. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. Selanjutnya menurut Cowling dan James. maupun yang terlampau pasif. Mengkoordinasikan semua rencana berserta aktivitasnya dari seluruh bagian yang ada demi tercapainya keselarasan kerja yang mengarah pada tujuan yang sama 3. Misalnya dengan memberikan masa orientasi. kebutuhan dan pengalaman masa lalunya sebagai karakteristik individualnya.2010 http://pajak-ub. Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu. Karakteristik Individu Manusia adalah salah satu dimensi penting dalam organisasi.com/ 2. sedangkan struktur informal sisini adalah pola hubungan antara sesama anggota yang diatur melalui struktur organisasinya. 5. jika anggota merasa bahwa organisasi memenuhi kebutuhan dan karakteristik individualnya. jika anggota tidak merasa diperlakukan dengan adil. wewenang dan tanggung jawab. tugas-tugas. pengharapan-pengharapan. Tetapi sebaliknya.al. Mengolah informasi yang terdapat dalam setiap unit organisasi maupun diantara unitunit yang ada serta informasi yang berasal dari lingkungan ekstern guna pengambilan keputusan. 1998). Akibatnya beberapa target Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 7 . Hal ini dapat dimengerti karena anggota baru biasanya masih membawa sifat-sifat karakteristik individualnya. 1996) Untuk itu. akan berinteraksi dengan tatanan organisasi seperti: peraturan dan hirarki. seseorang akan menunjukkan perilaku terbaiknya dalam bekerja (Duran-Arenas et. Perilaku Organisasi Pada tingkat individu. serta gaya manajemen yang diterapkan oleh pucuk pimpinan di dalam usahanya untuk mempengaruhi prilaku bawahannya. tidak semua individu tertarik dengan pekerjaannya. baik melalui struktur formalnya maupun struktur informalnya. ketika seseorang mempunyai ketertarikan yang tinggi dengan pekerjaan. Oleh karena itu. Oleh karena itu penting bagi manajer untuk mengnalkan aturan-aturan organisasi kepada anggota baru. 4. Tercapainya tujuan organisasi sangat tergantung pada ada atau tidaknya unsur kerja sama diantara sesama anggotanya. Selanjutnya karakteristik ini menurut Thoha (1983). para anggotalah yang menentukan keberhasilannya. sedangkan struktur informal disini adalah pola hubungan antara sesama anggota yang terjadinya secara spontan dan tidak diatur melalui struktur organisasinya. Yang dimaksud dengan struktur formal disini adalah pola hubungan antara sesama anggota yang terjadi yang diatur melalui struktur organisasinya.

nilai dan perilaku diantara para anggotanya ( Cartwright. perilaku yang diharapkan dalam pekerjaan akan meningkat jika seseorang merasakan adanya hubungan yang positif antara usaha-usaha yang dilakukannya dengan kinerja (Simamora. setiap anggota kelompok itu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mempertahankan kelompok tersebut. Kesempatan saling berinteraksi antara para anggotanya secara lebih sering membantu berkembangnya kohesivitas kelompok tersebut. 1968 ). Menurut Vroom’s expectancy theory.com/ pekerjaan tidak tercapai. Kohesivitas yang lebih besar terdapat dalam kelompok yang mempunyai lebih banyak kemiripan sikap. Keanggotaan kelompok ini dapat juga mempengaruhi perilaku anggotanya bila tidak ada anggota lain disekitarnya.blogspot. terutama imbalan yang bernilai bagi dirinya. tujuan-tujuan organisasi tertunda dan kepuasan dan produktivitas anggota menurun. Guna mempertahankan individu senantiasa dalam rangkaian perilaku dan kinerja. Di lain pihak. Arah yang ditempuhnya sebagian besar tergantung dari norma – norma yang ada dalam kelompok tersebut ( Jewell. Kohesivitas yang lebih besar terutama berkembang dalam kelompok yang relatif kecil dan mempunyai organisasi yang lebih bersifat kerjasama daripada persaingan ( Jewel & Reitz. Belajar dari Vroom Menurut Teori Pengharapan. Perilaku-perilaku tersebut selanjutnya meningkat jika ada hubungan positif antara kinerja yang baik dengan imbalan yang mereka terima. 1976 ). Kelompok – kelompok yang berbeda dalam hal kohesivitasnya. 1990 ). pendapat. memberi imbalan dan umpan balik yang tepat.2010 http://pajak-ub. dan jika memungkinkan. Kohesivitas Kelompok Kohesivitas kelompok mengacu pada sejauh mana anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. 1981 ). organisasi berharap dapat memenuhi standar-standar sekarang yang sudah ditetapkan serta dapat meningkat sepanjang waktu. Perbedaan persepsi mengenai kelompok sendiri dan kelompok lain digambarkan dalam studi mengenai hubungan antar kelompok dalam perusahaan yang besar ( Alderfer and Smith. Pengaruh terhadap perilaku ini besar sekali terutama dalam kelompok yang mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi. sasaran organisasi menjadi sasaran individu dan kelompok. Pengaruh Kelompok Terhadap Perilaku Individu Pada dasarnya keanggotaan kelompok dapat mengubah perilaku individu ( Tedeschi & Lindskold. organisasi harus melakukan evaluasi yang akurat. Untuk itu diperlukan pemahaman bagaimana orang-orang dalam organisasi itu bekerja serta kondisikondisi yang memungkinkan mereka dapat memberikan kontribusinya yang tinggi terhadap organisasi. 1982 ). Dalam kelompok yang kohesivitasnya tinggi. perilaku kerja merupakan fungsi dari tiga karakteristik: (1) persepsi anggota bahwa upayanya mengarah pada suatu kinerja (2) persepsi anggota bahwa kinerjanya dihargai (misalnya dengan gaji atau pujian) (3) nilai yang diberikan anggota terhadap imbalan yang diberikan. Pada tahap awal perkembangan kelompok tingkat kemiringan tadi mengurangi kemungkinan terjadinya pertentangan yang mungkin memecah kelompok tadi menjadi fraksi – fraksi yang lebih kecil atau menghancurkannya sama sekali. pengaruh kelompok ini dapat membuat anggotanya melakukan hal – hal dalam organisasi yang tidak akan dilakukannya jika mereka sendiri. Adanya kesamaan persepsi Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 8 . 1999). Masalahnya adalah cara menyelaraskan sasaran-sasaran individu dan kelompok dengan sasaran organisasi. Pendapat mengenai tujuan dan nilai dua kelompok organisasi dilihat dari anggota sendiri dan dari anggota kelompok lain diperlihatkan dalam Skema 1. LN. Siegall M. dan banyak yang tidak pernah mencapai tingkat kelompok yang mempunyai daya tarik tertentu dan komitmen bersama yang merupakan ciri kohesivitas yang kuat.

para anggotalah yang menentukan keberhasilannya. Dalam kelompok yang kohesivitasnya tinggi. standar ini mungkin sama kuatnya ( atau bahkan lebih ) dibandingkan dengan aturan organisasi mengenai masuk kerja. Kesimpulan Organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja secara bersamasama dengan mengunakan sumber daya tertentu untuk berusaha mencapai tujuannya. Norma tersebut merupakan budaya yang kuat dari organisasi. Kelompok – kelompok yang berbeda dalam hal kohesivitasnya. Namun sebagian besar organisasi terlalu besar untuk menjadi kelompok yang mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi dan sebagian besar norma – norma yang kuat untuk karyawan sebagai individu berasal dari kelompok formal maupun informal yang lebih kecil. Manusia adalah salah satu dimensi penting dalam organisasi. setiap anggota kelompok itu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mempertahankan kelompok tersebut. Kohesivitas kelompok mengacu pada sejauh mana anggota kelompok saling tertarik satu sama lain dan merasa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Kelompok kerja yang mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi.2010 http://pajak-ub. Dengan kata lain bahwa organisasi itu terdiri dari orang-orang yang bekerja dalam suatu system pencarian tujuan. Kesempatan saling berinteraksi antara para anggotanya secara lebih sering membantu berkembangnya kohesivitas kelompok tersebut. Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 9 . 1981 ). Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya. Penyesuaian anggota kelompok dengan norma tersebut adalah bagian dari harga yang harus dibayar sebagai hasil dari diterima menjadi anggota kelompok. Dalam interaksi maka karakteristik tiap individu akan membaur dalam organisasi tersebut sehingga akan menjadi sebuah karakteristik organisasi.blogspot. Seluruh pekerjaan dalam organisasi itu. Dalam mencapai tujuan tersebut maka para anggta-anggotanya akan selalu berinteraksi dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut.com/ anggota dalam masing – masing kelompok dan perbedaan persepsi dengan persepsi dari anggota dalam kelompok lain. Norma dalam Organisasi Kelompok Salah satu arti organisasi adalah sebuah kelompok yang besar dan mempunyai norma – norma yang mempengaruhi perilaku para anggotanya. Kohesivitas yang lebih besar terutama berkembang dalam kelompok yang relatif kecil dan mempunyai organisasi yang lebih bersifat kerjasama daripada persaingan ( Jewel & Reitz. Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas organisasi harus dimulai dari perbaikan produktivitas anggota. dan banyak yang tidak pernah mencapai tingkat kelompok yang mempunyai daya tarik tertentu dan komitmen bersama yang merupakan ciri kohesivitas yang kuat.

Wikipedia : Peranan Organisasi Dalam Mempengaruhi Angotanya(online) diakses 2 September 2010 (http://imadiklus. Wikipedia : Wikipedia Bahasa Indonesia.org/wiki/Organisasi ) 3.2010 http://pajak-ub.wikipedia. C. Dasar-dasar Organisasi.com/peran-organisasi-dalam-mempengaruhitingkah-laku-anggotanya/) 4. 1987. Jakarta: Bina Aksara. halaman 55.com/ Daftar Pustaka 1. Organisasi: teori dan tingkah laku.co. Herbert G. Google Book : Teori Organisasi (http://books.blogspot.id/books?id=UX9hHAAACAAJ&dq=teori+organisasi&hl=id&ei=YsiVT MO3HobEvQOu67mEBA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCgQ6AEwAA) 2. Yogyakarta. Sutarto. Ensiklopedia Bebas (online) diakses 30 Agustus 2010 (http://id. Ray Gullett(1987). 1987 5. Gajah Mada University Press. Hicks. Teori Organisasi Dan Adminitrasi Halaman 10 .google.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful