PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), sebagai substansi dari Undang-Undang Sisdiknas tersebut nampak jelas dari visinya, yakni terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manuasia yang berkualitas sehingga mampu proaktif menjawab tantangan zaman. Mutu pendidikan tercapai apabila masukan, proses, keluaran, guru, sarana dan prasarana serta biaya dari seluruh komponen tersebut memenuhi syarat tertentu. Namun dari beberapa komponen tersebut yang lebih banyak berperan adalah tenaga kependidikan yang bermutu yaitu yang mampu menjawab tantangan-tantangan dengan cepat dan tanggung jawab. Tenaga kependidikan pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut tenaga kependidikan untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Pendidikan yang bermutu sangat membutuhkan tenaga kependidikan yang professional. Tenaga kependidkan mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan pengetahuan, ketrampilan, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu tenaga kependidikan yang professional akan melaksanakan tugasnya secara professional sehingga menghasilkan tamatan yang lebih bermutu. Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya. Adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme. Ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting dalam hal ini adalah kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah.

Secara garis besar. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Serta pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. ruang lingkup tugas kepala sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua aspek pokok. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Karena tenaga kependidikan profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu. yaitu pekerjaan di bidang administrasi sekolah dan pekerjaan yang berkenaan dengan pembinaan profesional kependidikan. Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam . ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill). Kepala sekolah harus memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin. 1979. Untuk melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik–baiknya. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi. akan tetapi mampu memotivasi peserta didik. pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Dari uraian di atas dapat dikatakan ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek. memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. sehingga kompetensi guru bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud. melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri. pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya. seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya. maka secara otomatis lembaga pendidikan (sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagai mana yang diharapkan. dan metode yang tepat. penyediaan sarana pendidikan. yaitu ketrampilan teknis (technical skill). bahan ajar.1981) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah).

. Masalah atau Topik Bahasan Yang menjadi masalah atau topik bahasan dalam makalah ini adalah “Kepemimpinan kepala sekolah dan perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan” 3. Untuk mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah dan peranannya dalam meningkatkan mutu pendidikan. tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). 2.batas-batas tertentu. Tujuan Penulisan Makalah Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah: 1.

tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan kearah tujuan tertentu (Suyuti. perasaan. 1982:39) Sedangkan menurut Asmara. baik pada tingkat individual. mengemukakan bahwa kepemimpinan memainkan peranan yang dominan. kakitangan sekolah. membimbing dan pempengaruhi pikiran.M dan Hijrah Abu Ahmadi menyatakan kepemimpinan pendidikan sebagai brikut: “Kepemimpinan Pendidikan yaitu muat kegiatan mempengaruhi. 2001:7) Pendapat lain menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi dan mengarah tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan organissasi atau kelompok (Kartono. Lebih lanjut. Kepemimpinan dari segi pendidikan.BAB II PEMBAHASAN PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN 1. Siagian (2002: 62). kepemimpinan adalah tingkah laku untuk mempengaruhi orang lain agar mereka memberikan kerjasamanya dalam mencapai tujuan yang menurut pertimbangan mereka perlu dan bermanfaat (Asmara. 1985:17). . yang didalamnya terkandung makna menggerakkan. Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan salah satu bagian dari manajemen (Nasution. dan pada tingkat organisasi. krusial. pada tingkat kelompok. Menurut Achmad Suyuti yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah proses mengarahkan. dalam hal ini. 2005: 200). memotivasi orang lain dan kelompok agar bersedia melakukan tugas-tugas sebagai rekan kerja di sekolah” Ahmad Rohani H. dan kritikal dalam keseluruhan upaya untuk meningkatkan produktivitas kerja. Hadari Nawawi mengemukakan pengertian kepemimpinan pendidikan dan kepemimpinan sekolah sebagai berikut: “Kepemimpinan sekolah adalah proses menyatukan buah pikiran dan pendapat untuk mewujudkan menjadi suatu gerak yang terarah pada pencapaian matlamat persekitaran.

Pandangan ini telah menimbulkan pendekatan contingency pada kepemimpinan yang bermaksud untuk menetapkan faktor-faktor situasional yang menentukan seberapa besar efektifitas situasi gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan pertama memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat yang tampak. dan situasional. pemimpin yang demikian bekerja keras. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati. pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan dan sebagainya. ada beberapa pendekatan kepemimpinan yang diklasifikasikan sebagai pendekatan-pendekatan kesifatan. yaitu : 1. yaitu: 1. teliti dan tertib. sungguh-sungguh. . memberdayakan seluruh sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran. keterampilan dan pengharapan bawahan. perilaku. Tipe–Tipe Kepemimpinan Menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian. Otokratis. Pendekatan ketiga yaitu pandangan situasional tentang kepemimpinan. Pandangan ini menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektifitas kepempimpinan bervariasi dengan situasi yakni tugas-tugas yang dilakukan. Pendekatan kedua pendekatan ini mempunyai anggapan bahwa seorang individu yang memiliki sifat-sifat tertentu atau memperagakan perilaku-perilaku tertentu akan muncul sebagai pemimpin dalam situasii kelompok apapun dimana ia berada. dan menggerakkan. Menurut Handoko (1999:295). 2. 3. mendorong.menggerakkan dan menyelaras individu-individu organisasi atau institusi tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan” Dari definisi di atas dapat dirumuskan definisi kepemimpinan pendidikan sebagai suatu kemampuan dalam mempengaruhi. lingkungan organisasi. Pendekatan kedua bermaksud mengidentifikasikan perilaku-perilaku (behaviours) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. mengarahkan. 2.

Demokratis. penyelenggaraan. Mutu berasal dari bahasa latin yakni “Qualis” yang berarti what kind of (tergantung kata apa yang mengikutinya). yaitu apakah telah memenuhi standar yang telah ditetapkan (Usman. Ditinjau dari sudut hokum. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif.2. pengawasan dan penilaian.” “Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengambangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur. bangsa dan negara. masyarakat. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan. Mutu yang absolut ialah mutu yang idealismenya tinggi dan harus dipenuhi. Laissezfaire. perencanaan. 2006 : 407). untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. 3. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Mutu yang relatif bukanlah sebuah akhir. semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya. keperibadian. pengendalian diri. sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan. pemimpin yang bertipe demikian.pasal 1(1 dan 4).Mutu menurut Juran ialah kecocokan dengan kebutuhan. 2006 : 408). dipinisi pendidikan berdasarkan undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatankegiatan. Mutu menurut Deming ialah kesesuaian dengan kebutuhan. dengan sifat produk bergengsi tinggi. namun sebagai sebuah alat yang telah ditetapkan atau jasa dinilai. (Usman. kecerdasan.yaitu “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Mutu Pendidikan Defenisi mutu memiliki konotasi yang bermacam-macam bergantung orang yang memakainya. segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya. pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Masih dalam buku yang sama (406) petikan dari Sallis (2003) mengemukakan mutu adalah konsep yang absolut dan relatif. berstandar tinggi. 3. . akhlak mulia.

Karena dalam dunia pendidikan mutu lulusan suatu sekolah dinilai berdasarkan kesesuaian kemampuan yang dimilikinya dengan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum. 2006 : 410). visi. Menurut Sunario seperti dikutip Usman (2006:7) potensi otak manusia yang digunakan untuk barpikir baru 4% .Jadi masih 96% dari otak manusia yang belum digunakan untuk berpikir. dan jenis pendidikan”(Husaini Usman:2006:7). dan amal. yang dilandasi oleh kompetensi personal dan sosial.jenjang. yang keseluruhannya merupakan kecakapan hidup (life skill). gaji wajar. Kreatif. . Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. dan outcome. Mutu dalam konteks manajemen mutu terpadu atau Total Quality Management (TQM) bukan hanya merupakan suatu gagasan. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana yang PAKEM (Pembelajaran yang Aktif. melalui perubahan nilai. lebih lanjut Sudradjat megemukakan pendidikan bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan manusia seutuhnya (manusia paripurna) atau manusia dengan pribadi yang integral (integrated personality) yaitu mereka yang mampu mengintegralkan iman. semua pihak mengakui kehebatannya lulusannya dan merasa puas (Usman. baik kompetensi akademik maupun kompetensi kejuruan. Input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berperoses. 2) Proses dan Pendekatan Interpersonal dalam Menjalankan Tugas Sebagai Kepala Sekolah. dan tujuan. Output dinyatakan bermutu apabila hasil belajar akademik dan nonakademik siswa tinggi. misi. serta nilai-nilai akhlak mulia. dan Menyenangkan). Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugastugas yang harus ia laksankan. Tugas pokok Kepala Sekolah ini diuraikan dalam dua bagian besar yaitu: 1) Prosedur Standar Operasi ( Standard Operation Procedure ) Tugas Kepala Sekolah. Mutu di bidang pendidikan meliputi mutu input. melainkan suatu filosofi dan metodologi dalam membantu lembaga untuk mengelola perubahan secara totalitas dan sistematik. Sedangkan menurut Hari Sudradjad (2005 : 17) pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan atau kompotensi. 4. proses. output. ilmu. Outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap di dunia kerja.

mengikuti perkembangan IPTEK. yaitu: mengelola administrasi KBM dan BK. 5. membimbing siswa. Meski pun demikian. Kepala Sekolah Sebagai Pendidik (Edukator). Kepala Sekolah Sebagai Leader (Pemimpin). membimbing karyawan. mengola administrasi keuangan. mengelola administrasi kesiswaan.4. menyusun organisasi kepegawaian di Sekolah. Kepala Sekolah sebagai pimpinan tertingi di dalam suatu sekolah mempunyai tugas yang kompleks dan dan sangat menentukan maju mundurnya suatu sekolah. . membimbing guru.I. Kepala Sekolah Sebagai Administrator Kepala Sekolah sebagai Administrator mempunyai tugas enam hal penting. Kepala Sekolah Sebagai Inovator. dan memberi contoh Bimbingan Konsling / Karier yang baik. mengelola administrasi ketenagaan. yaitu: mengajar di kelas. Kepala Sekolah Sebagai Pendidik ( educator ) Kepala Sekolah sebagai Pendidik mempunyai tugas 7 aspek penting. Kepala Sekolah sebagai Motivator. menggerakkan staf (guru dan karyawan). Kepala Sekolah Sebagai Manajer Kepala Sekolah sebagai Manager mempunyai tugas empat hal penting. mengembangkan staf. yaitu menyusun progran sekolah. tidak dapat dirumuskan seluruhnya kedalam suatu prosedur tugas Kepala Sekolah. standar minimal prosedur tugas Kepala Sekolah dapat digolongkan menjadi tujuh pokok sebagai berikut: 1. 4. 2. 6. Kepala Sekolah Sebagai Administrator. Kepala Sekolah Sebagai Manajer. dan mengelola administrasi persuratan. dan mengoptimalkan sumber daya sekolah. mengelola administrasi sarana prasarana. 3. 7. Tugas Kepala Sekolah yang kompleks tersebut. Prosedur Standar Operasi (Standard Operation Procedure ) Kepala Sekolah. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor (Penyelia).

dan memanfaatkan hasil supervisi. dan siswa dengan baik. Kepala Sekolah Sebagai Inovator Tugas Kepala Sekolah saebagai innovator meliputi dua hal. Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. melaksanakan program supervisi. kemampuan mengatur sarana kerja. dan memiliki kemampuan berkomunikasi. dan kemampuan menetapkan prinsip penghargaan dan hukuman (reward and punishment) Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah:    Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di lingkungan sekolah.Kepala Sekolah Sebagai Supervisor (Penyelia) Tugas Kepala Sekolah sebagai Supervisor meliputi: menyusun program supervisi. yaitu: kemampuan untuk mencari / menemukan gagasan baru untuk pembaharuan sekolah. memahami kondisi guru. memiliki kemampuan mengambil keputusan. staf. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. seorang kepala sekolah .Dengan segala keterbatasan. memiliki visi dan memahami misi sekolah. siswa. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru. Kepala Sekolah Sebagai Motivator Tugas Kepala Sekolah Sebagai Motivator meliputi tiga hal yaitu kemampuan mengatur lingkungan kerja. dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah  Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan. karyawan. Kepala Sekolah Sebagai Leder (Pemimpin) Tugas Kepala Sekolah sebagai Pemimpin harus memiliki kepribadian yang kuat. Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugastugas yang harus ia laksankan. dan kemampuan utuk melaksanakan pembaharuan di sekolah.

seperti organisasi profesi. selain harus tahu dan paham tugasnya sebagai pemimpin. Tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem.  Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit.  Kepala sekolah adalah seorang diplomat. kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible. sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan. apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut.harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise). Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya. Dalam menjalankan kepemimpinannya. OSIS. Serta harus dapat melihatsetiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan. (b) Peranan informasional. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dn kesulitan-kesulitan. Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif.  Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. . yang tak kalah penting dari itu semua seyogyanya kepala sekolah memahami dan mengatahui perannya. Adapun peran-peran kepala sekolah yang menjalankan peranannya sebagai manajer seperti yang diungkapkan oleh Wahjosumidjo (2002:90) adalah: (a) Peranan hubungan antar perseorangan. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut. BP3.  Kepala sekolah adalah seorang politisi. (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis. (2) terbentuknya aliasi atau koalisi. dan sebagainya.  Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah.

2.  Kepemimpinan (Leadership). Kepala sekolah selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan karena kemungkinan adanya informasi-informasi yang berpengaruh terhadap sekolah. Kepala sekolah menjadi penghubung antara kepentingan kepala sekolah dengan kepentingan lingkungan di luar sekolah. staf dan siswa.  Penghubung (liasion). Peranan hubungan antar perseorangan  Figurehead. Kepala sekolah menyabarkan informasi kepada lingkungan di luar yang dianggap perlu. figurehead berarti lambang dengan pengertian sebagai kepala sekolah sebagai lambang sekolah. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara guru. Kepala sekolah selalu berusaha memperbaiki penampilan sekolah melalui berbagai macam pemikiran program-program yang baru serta malakukan survey untuk mempelajari berbagai persoalan yang timbul di lingkungan sekolah.  Sebagai disseminator. dapat penulis uraikan sebagai berikut: 1. dan orang tua murid. Sebagai pengambil keputusan  Enterpreneur. 3.  Orang yang memperhatikan ganguan (Disturbance handler). Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan memabagi-bagi informasi kepada para guru. Kepala sekolah adalah pemimpin untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah sehingga dapat melahirkan etos kerja dan peoduktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan. Dari tiga peranan kepala sekolah sebagai manajer tersebut. . Peranan informasional  Sebagai monitor. staf. Kepala sekolah harus mampu mengantisipasi gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi dan ketepatan keputusan yang diambil.  Spokesman.(c) Sebagai pengambil keputusan.

 A negotiator roles. Kepala sekolah sebagai komunikator bertugas menjadi perantara untuk meneruskan instruksi kepada guru. Kunci bagi kelancaran kerja kepala sekolah terletak pada stabilitas dan emosi dan rasa percaya diri. Alur penyampaian informasi berlangsung dua arah. serta meningkatkan partisipasi aktif dari orang tua murid. ada tiga jenis ketrampilan pokok yang harus dimiliki oleh kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yaitu ketrampilan teknis (technical skill). Hal ini merupakan landasan psikologis untuk memperlakukan stafnya secara adil. Kepala sekolah harus mampu untuk mengadakan pembicaraan dan musyawarah dengan pihak luar dalam memnuhi kebutuhan sekolah 2. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber-sumber yang disediakan dan dibagikan. Menurut persepsi banyak guru. Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Secara garis besar. yaitu pekerjaan di bidang administrasi sekolah dan pekerjaan yang berkenaan dengan pembinaan profesional kependidikan. Dalam konteks ini. bertingkah laku dan melaksanakan tugas. ketrampilan berkomunikasi (human relations skill) dan ketrampilan konseptual (conceptual skill). Orang yang menyediakan segala sumber (A Resource Allocater). Untuk melaksanakan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya. Keterlibatan kepala sekolah dalam proses pembelajaran siswa lebih banyak dilakukan secara tidak langsung. kepala sekolah bisa mendapatkan dukungan penuh setiap program kerjanya. Dengan demikian. keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah terutama dilandasi oleh kemampuannya dalam memimpin. ruang lingkup tugas kepala sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua aspek pokok. Pola komunikasi dari sekolah pada umumnya bersifat kekeluargaan dengan memanfaatkan waktu senggang mereka. serta menyalurkan aspirasi personel sekolah kepada instansi vertikal maupun masyarakat. kepala sekolah dituntut untuk menampilkan kemampuannya membina kerja sama dengan seluruh personel dalam iklim kerja terbuka yang bersifat kemitraan. . yaitu melalui pembinaan terhadap para guru dan upaya penyediaan sarana belajar yang diperlukan. memberikan keteladanan dalam bersikap. serta menyalurkan aspirasi personel sekolah kepada instansi kepada para guru.

Selanjutnya mutu sistem tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem. (6) kompetensi pelayanan (servitability). yaitu: (1) kinerja (performance). (3) kehandalan (reliability). Untuk itu kepala sekolah harus lebih berperan sebagai pemimpin dibandingkan sebagai manager. Menutut Boediono (1998). serta proses yang berlangsung hingga membuahkan hasil. Lebih banyak mengarahkan daripada mendorong atau memaksa . buku informasi keliling. Media komunikasi yang digunakan oleh kepala sekolah ialah: rapat dinas. (5) durability. Ada pula masyarakat yang berpendapat bahwa kualitas sekolah dapat dilihat dari jumlah lulusan sekolah tersebut yang diterima di jenjang pendidikan selanjutnya. yaitu: sesuai standar (fitness to standard). surat edaran. perlu kiranya melihat pendidikan formal di sekolah sebagai suatu sistem. yang dimaksud dengan mutu memiliki pengertian sesuai dengan makna yang terkandung dalam siklus pembelajaran. dan sesuai lingkungan global (fitness to global environmental requirements). papan data. Dalam pandangan masyarakat umum sering dijumpai bahwa mutu sekolah atau keunggulan sekolah dapat dilihat dari ukuran fisik sekolah. Untuk dapat memahami kualitas pendidikan formal di sekolah. Dalam bidang pendidikan. Secara ringkas dapat disebutkan beberapa kata kunci pengertian mutu. cenderung bersifat instruktif. Adapun yang dimaksud mutu sesuai dengan standar. sedangkan komunikasi bottom-up cenderung berisi pernyataan atau permintaan akan rincian tugas secara teknis operasional. Garvin seperti dikutip Gaspersz mendefinisikan delapan dimensi yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik suatu mutu.yaitu komunikasi top-down. (4) konfirmasi (conformance). seperti gedung dan jumlah ekstra kurikuler yang disediakan. (7) estetika (aestetics). (2) feature. dan (8) kualitas yang dipersepsikan pelanggan yang bersifat subjektif. pengumuman lisan serta pesan berantai yang disampaikan secara lisan. Dalam pelaksanaan manajemen peningkatan mutu. Kepala sekolah harus senantiasa memahami sekolah sebagai suatu sistem organic. sesuai penggunaan pasar/pelanggan (fitness to use). sebagai leader maka kepala sekolah harus : 1. yaitu jika salah satu aspek dalam pengelolaan pendidikan itu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. sesuai perkembangan kebutuhan (fitness to latent requirements).

dan akurat). kepala sekolah merupakan salah satu sumber daya sekolah yang disebut sumberdaya manusia jenis manajer (SDM-M) yang memiliki tugas dan fungsi mengkoordinasikan dan menyerasikan sumberdaya manusia jenis pelaksana (SDM-P) melalui sejumlah input manajemen agar SDM-P menggunakan jasanya untuk bercampur tangan dengan sumberdaya selebihnya (SDslbh). (d) Memiliki kemampuan memobilisasi sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan dan yang mampu menggugah pengikutnya untuk melakukan hal-hal penting bagi tujuan sekolahnya. (b) Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan seluruh sumberdaya terbatas yang ada untuk mencapai tujuan atau untuk memenuhi kebutuhan sekolah (yang umumnya tak terbatas). tepat. PH. karakteristik kepala sekolah tangguh dapat dituliskan sebagai berikut (Slamet.2. Senantiasa mengembangkan suasana antusias bukannya mengembangkan suasana yang menjemukan 6. Senantiasa menunjukkan bagaimana cara melakukan sesuatu daripada menunjukkan bahwa ia tahu sesuatu. Secara umum. Lebih bersandar pada kerjasama dalam menjalankan tugas dibandingkan bersandar pada kekuasaan atau SK. 3. sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik untuk menghasilkan output yang diharapkan. cekat. Senantiasa menanamkan kepercayaan pada diri guru dan staf administrasi. 4. (2000). . Senantiasa memperbaiki kesalahan yang ada daripada menyalahkan kesalahan pada seseorang. (c) Memiliki kemampuan mengambil keputusan dengan terampil (cepat. PH. 5.2000): Kepala sekolah: (a) Memiliki wawasan jauh kedepan (visi) dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan (misi) serta paham benar tentang cara yang akan ditempuh (strategi). Bukannya menciptakan rasa takut. bekerja dengan penuh ketangguhan bukannya ogah-ogahan karena serba kekurangan. Menurut Poernomosidi Hadjisarosa (1997 dalam slamet.

pendidik (mengajak nikmat untuk berubah). penyelia (mengarahkan. kecurigaan. akan tetapi sama sekali tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. kualifikasi. wirausahawan (membuat sesuatu bisa terjadi). kewenangan. kewajiban. yang disertai fungsi. berpikir eklektif (kuantitatif +kualitatif). pembaharu (memberi nilai tambah). Kepala sekolah menggunakan “pendekatan sistem” sebagai dasar cara berpikir.(e) Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang dan tidak mencari orang-orang yang mirip dengannya. berpikir secara holistik (tidak parsial). berpikir “sebab-akibat” (ingat ciptaan-Nya selalu berpasang-pasangan). cara mengelola. regulator (membuat aturan-aturan sekolah). berpikir entropis (apa yang diubah pada komponen tertentu akan berpengaruh terhadap komponen-komponen lainnya). yaitu ketidakpedulian. kaku. ketentuanketentuan/limitasi (peraturan perundang-undangan. spesifikasi. berpikir multi-inter-lintas disiplin (tidak parosial). berpikir interdipendensi dan integrasi. dan cara menganalisis kehidupan sekolah. pengurus/administrator (mengadminitrasi). imitasi. prosedur kerja. kepala sekolah harus berpikir sistem (bukan unsystem). Adapun peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kepala sekolah memahami. pemborosan. rencana (diskripsi produk yang akan dihasilkan). dsb. yaitu berpikir secara benar dan utuh. standar. prestasi. tidak membuat keputusan. berpikir secara runtut (tidak meloncat-loncat). dan berpikir sinkretisme. pengendalian (tindakan turun tangan). dan memberikan kesan yang baik kepada anak buahnya. menghayati. yangditunjukkan oleh kelengkapan dan kejelasan dalam tugas (apa yang harus dikerjakan. (f) Memiliki kemampuan memerangi musuh-musuh kepala sekolah. arogansi. metoda kerja. dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. Kepala sekolah memiliki input manajemen yang lengkap dan jelas. 3. . 2. membimbing dan memberi contoh). tanggungjawab. dan pembangkit motivasi (menyemangatkan). dan hak). mediokrasi. dan nilai-nilai.). pencipta iklim kerja (membuat situasi kehidupan kerja nikmat). program (alokasi sumberdaya untuk merealisasikan rencana). Oleh karena itu. dan melaksanakan perannya sebagai manajer (mengkoordinasi dan menyerasikan sumberdaya untuk mencapai tujuan). pemimpin (memobilisasi dan memberdayakan sumberdaya manusia).

Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah sebagai konsekuensi logis dari pergeseran kebijakan manajemen. pengelolaan program. dsb. menghayati. Kepala sekolah memiliki kemampuan dan kesanggupan menciptakan sekolah belajar . manajemen personalia. (c) dimensi lingkungan meliputi pengelolaan waktu. Berangkat dari sini. pembawaan diri. gaya bicara dan gaya menulis (Lipham. tempat. Kepala sekolah menciptakan situasi yang dapat menumbuhkan kreativitas dan memberikan peluang kepada warganya untuk melakukan eksperimentasi-eksperimentasi untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan baru. dan kelompok kepentingan. meskipun hasilnya tidak selalu benar (salah). 9. manajemen kesiswaan. sumberdaya. yang dapat diuraikan sebagai berikut: (a) dimensi tugas terdiri dari: pengembangan kurikulum. meliputi pengambilan keputusan. pengelolaan keuangan. 7. dan melaksanakan dimensi-dimensi tugas (apa).4. Dengan kata lain. pengelolaan kelembagaan. hubungan sekolahmasyarakat. pemecahan masalah. dilanjutkan dengan memilih fungsifungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. dan (d) dimensi keterampilan personal meliputi organisasi diri. maka sasaran tidak akan pernah tercapai. 8. Sepanjang masih ada persoalan. menumbuhkan solidaritas/kerjasama/kolaborasi dan bukan kompetisi sehingga terbentuk iklim kolektifitas yang dapat menjamin kepastian hasil/output sekolah. pemantauan dan pengevaluasian. pemotivasian. 6. dan mengupayakan langkah-langkah pemecahan persoalan. Kepala sekolah memahami. dan pengelolaan proses belajar mengajar. kemudian dirumuskan sasaran yang akan dicapai oleh sekolah. 5. 1985). proses (bagaimana). dan keterampilan personal. 1974. Threat) untuk menemukan faktor-faktor yang tidak siap (mengandung persoalan). Norton. lalu melakukan analisis SWOT (Strength. Kepala sekolah mampu menciptakan tantangan kinerja sekolah (kesenjangan antara kinerja yang aktual/nyata dan kinerja yang diharapkan). Kepala sekolah mengupayakan teamwork yang kompak/kohesif dan cerdas. pengkoordinasian. manajemen fasilitas. Weaknes. lingkungan. (b) dimensi proses. yaitu . kepala sekolah mendorong warganya untuk mengambil dan mengelola resiko serta melindunginya sekiranya hasilnya salah. Opportunity. hubungan antar manusia. serta membuat saling terkait dan terikat antar fungsi dan antar warganya.

dan sumberdaya. pengelolaan proses belajar mengajar dianggap memiliki tingkat kepentingan tertinggi dan kegiatan-kegiatan lainnya dianggap memiliki tingkat kepentingan lebih rendah. . dan memandang kegiatan-kegiatan lain sebagai penunjang/pendukung proses belajar mengajar. Kepala sekolah memusatkan perhatian pada pengelolaan proses belajar mengajar sebagai kegiatan utamanya. keluwesan. Kepala sekolah mampu dan sanggup memberdayakan sekolahnya (Slamet PH.pergeseran dari Manajemen Berbasis Pusat menuju Manajemen Berbasis Sekolah (dalam kerangka otonomi daerah). 2000). terutama sumberdaya manusianya melalui pemberian kewenangan. Karena itu. 10. 11.

kurikulum. ilmu pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan pada umumya. Kepala sekolah harus mendorong para guru untuk meningkatkan kualitas akademik dan profesionalnya. Kesimpulan Misi Kepala Sekolah adalah menyehatkan manajemen sekolah. peran serta aktif guru. pribadi. membangun sikap. Saran Maju mundurnya mutu pendidikan sekolah sangatlah dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. penguasaan Iptek dan Informasi Kepemimpinan kepala sekolah yang konsisten akan aturan yang berlaku besar sekali pengaruhnya terhadap peningkatan mutu di sekolah dengan catatan adanya interaksi antara kepala sekolah dan guru serta para orangtua saling menunjang dan mengisi masing-masing konsisten dan tanggung jawab atas hak dan kewajibannya sehingga tercipta situasi dan kondisi yang diinginkan.BAB III PENUTUP 1. 2. mencerdaskan siswa. moral. . sarana sekolah yang mendukung. Untuk itu kepala sekolah harus memahami tugas dan perannya dalam memajukan mutu pendidikan sekolah Kepala sekolah diharapkan menguasai substansi akademis.

Penerapan Total Management In Education (TQME) Pada Perguruan Tinggi di Indonesia.id diakses 20 Januari 2001). Jilid 3. Jakarta Kartono. 1994. No. Depdiknas. Ghalia Indonesia. PH. Artikel dipublikasikan diinternet. MN.ut. 2000. Husnal. No. Manajemen Mutu Terpadu. 3 (http://www. Sudarsono. Jakarta: Rajawali Moh. 2000. 5 (online) (http://www. 2000. Karakteristik Kepala Sekolah Yang Tangguh. Peran Baru Administrasi Pendidikan dari Sistem Sentralistik Menuju Sistem Desentralistik. dkk. Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan. Kajian Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan . Jurnal Pendidikan. Jakarta: Ghalia Gaspersz. Hanafiah. 2000. dalam Jurnal Ilmu Pendidikan. Vincent. Jilid 8. Nomor 1. Panduan Manajemen Sekolah. 2000.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Tim Kajian Staff Mendiknas Bidang Mutu Pendidikan. 2007. Husaini. hand out pelatihan calon kepala sekolah. 2000. 1985. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Nasution.ut. Direktorat Sekolah lanjutan Pertama.ac. Slamet. 1994.id diakses 20 Januari 2001). Asmara. Jilid 6. Iwan Apriyadi. Manajemen Kepala Sekolah Dalam Pelayanan Publik. Februari 2001. Pengelolaan Mutu Total Pendidikan Tinggi. Jusuf. M. Usman. Dikmenum Anonim. Makalah dipublikasikan diinternet. Jurnal Pendidikan (online). Kartini.ac. 2007. Depdiknas. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan/Kultur Sekolah. Pemimpin dan Kepemimpinan. Pengatar Kepemimpinan Pendidikan.