P. 1
Penilaian Bahasa Indonesia

Penilaian Bahasa Indonesia

|Views: 79|Likes:
Published by Mar Wanti

More info:

Published by: Mar Wanti on Dec 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2012

pdf

text

original

2 Votes

A. Pendahuluan Keberhasilan suatu pembelajaran ditentukan oleh perencanaan, proses dan evaluasi. Ketiga hal ini harus dipersiapkan secara matang agar terjadi proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Artinya, semua KD dapat disampaikan secara tepat sesuai dengan tuntutan kurikulum. Evaluasi pembelajaran menjadi bagian yang tak terpisahkan pada proses belajar mengajar (PBM). Dalam konteks KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) evaluasi berfungsi; (1) untuk menilai keberhasilan siswa dalam pencapaian kompetensi, (2) sebagai umpan balik untuk perbaikan proses pembelajaran (Wina Sanjaya, 183:2005) Menurut Guba dan Lincoln dalam (Wina Sanjaya, 181:2005), menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda, kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu. Karakteristik evaluasi sesuai konsep di atas mengandung pengertian bahwa evaluasi merupakan suatu proses dan berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Sebagai suatu proses, pelaksanaan evaluasi seharusnya berupa tindakan yang harus dilakukan. Dengan demikian, evaluasi bukan sekadar produk atau hasil, melainkan rangkaian kegiatan. Sebagai pemberian nilai atau arti, evaluasi harus menunjukkan kualitas yang dinilai. Evaluasi berbeda dengan pengukuran. Pengukuran (measurement) pada umumnya berkenaan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan informasi yang diukur. Oleh karena itu, dalam proses pengukuran diperlukan alat bantu tertentu. Untuk mengukur berat badan diperlukan timbangan, untuk mengukur IQ, digunakan tes IQ. B. Penilaian Berbasis Kelas Evalusi pembelajaran yang berpihak pada pengembangan keterampilan berbahasa dan bersastra adalah penilaian berbasis kelas. Penilaian berbasis kelas adalah proses penilaian yang dilakukan secara terus-menerus. Penilaian dilakukan pada saat siswa melaksanakan proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas, seperti di laboratorium atau lapangan. Dengan demikian kegiatan evaluasi bukan merupakan kegiatan yang terpisah dari proses pembelajaran.

penilaian produk. baik evaluasi yang berkaitan dengan pengujian dan pengukuran tingkat kognitif menggunakan tes. psikomotor dan afektif.) dengan memperhatikan santun berbahasa. Demikian pula aspek membaca dan mendengarkan. Penilaian tidak semata-mata memberikan angka sebagai hasil proses pengukuran tetapi memberikan arti akan nilai yang dicapai siswa. nelayan. 4:2006). Tidak menutup kemungkinan bahwa satu indikator dapat diukur dengan beberapa teknik penilaian. Pada Kompetensi Kompetensi Dasar (KD) 2. pengolahan. alat penilaian bentuk tes pilihan ganda tentu saja tidak . tentunya juga diperlukan alat penilaian yang tidak sama. penilaian harus menjamin validitas. pedagang. pedagang. Penilaian bukan semata-mata untuk memenuhi syarat administratif belaka.1 kelas V ―Berwawancara sederhana dengan narasumber (petani. penilaian proyek. produk atau karya. setiap kompetensi menuntut jenis atau alat penilaian yang berbeda. hal ini karena memuat domain kognitif. Ada materi-materi yang harus dinilai dengan bentuk tes. penyusunan alat penilaian.) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa‖ atau Kompetensi Dasar (KD) 1. Penilaian tidak boleh menyimpang dari kompetensi yang ingin dicapai. Pada Standar Kompetensi bahasa dan sastra Indonesia SD terdapat beberapa rumusan materi yang pembelajarannya harus dilakukan di luar kelas. Keterlibatan dan keaktifan siswa harus dipertimbangkan selain sebuah produk sebagai hasil akhir. d) terbuka. seperti penilaian unjuk kerja (performance).1 kelas V SD tidak harus dilaksanakan di dalam kelas. standar kompetensi dasar dan kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian berbasis kelas menganut prinsip-prinsip. ada pula yang harus dilakukan dengan non-tes. f) menyeluruh. tetapi diarahkan untu memperoleh ketercapaian kompetensi seperti yang dirumuskan pada SK dan KD. Teknik penilaian yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik indikator. a) motivasi. Penilaian berbasis kelas diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa melalui upaya pemahaman akan kekuatan dan kelemahan guru maupun siswa. berbeda dengan aspek menulis. guru dapat memotivasi siswa untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. penilaian tertulis (paper and pencil test). Dengan demikian. dan penilaian diri (Depdiknas. e) berkesinambungan. pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus terencana dan terarah sesuai dengan tujuan pencapaian kompetensi.1 Menanggapi penjelasan narasumber (petani. Pada tahap refleksi. karyawan. nelayan. pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik. maupun evaluasi terhadap perkembangan mental melalui penilaian tentang sikap. dll. Pada kompetensi berbicara. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara. dll. sebagai suatu proses.Penilaian berbasis kelas harus mengembangkan berbagai jenis evaluasi. Wina Sanjaya (2005:185) mengatakan. penilaian sikap. Pembelajaran pada KD 2. Dengan kata lain. karyawan.1 dan KD 1. Oleh karena itu penilaian yang dilakukan harus mempertimbangkan semua aspek penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil akhir atau produk yang dihasilkan siswa saja. Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan. penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio). Alat penilaian aspek berbicara. c) adil. g) bermakna dan h) edukatif. b) validitas.

penilaian sikap. Alat penilaian yang baik adalah alat penilaian yang dapat dipahami secara baik oleh penilai maupun objek yang dinilai.tepat. Keterbukaan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk memperoleh hasil yang baik sehingga memotivasi cara belajar mereka. Teknik penilaian unjuk kerja tepat untuk menilai kompetensi berbicara siswa. Penilaian bebasis kelas menempatkan siswa pada posisi kesejajaran. Penilaian berbasis kelas memungkinkan siswa berkembang secara individual. Setiap siswa mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam proses pembelajaran. Penjelasan tentang kelima teknik penilaian tersebut sebagai berikut: . siswa mengetahui kelemahan dirinya. Keterbukaan juga memungkinkan siswa memahami posisi mereka dalam pencapaian kompetensi. tetapi hasil penilaian harus memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses agar pembelajaran berjalan secara optimal. setiap siswa berhak memperoleh perlakuan yang sama. Artinya. Dengan penilaian berbasis kelas. penilaian portofolio. Dengan prinsip keterbukaan. Oleh karena itu. Ada tujuh teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran tetapi teknik yang sering digunakan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Penilaian berbasis kelas tidak terbatas pada ruang dan waktu. penilaian harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. yakni penilaian unjuk kerja. Penilaian kelas sebagai bagian integral proses pembelajaran. guru harus mampu menyusun alat penilaian untuk semua siswa dengan segala karakteristiknya. skala sikap. tanpa memandang latar belakang siswa. guru harus mengulang hingga siswa menguasai kompetensi tersebut. Penilaian berbasis kelas harus tersusun dan terarah. proses penilaian tidak semata-mata tanggung jawab guru. Siswa perlu diberitahu prosedur penilaian yang akan dilakukan beserta kriteria penilaiannya. guru harus menggunakan berbagai ragam penilaian. Oleh karena itu. Dengan demikian. Setiap siswa berhak untuk dievaluasi. penilaian tertulis. Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi perkembangan dan kemajuan siswa dalam pencapaian kompetensi. siswa mengetahui kemampuan dan kekurangan dalam pencapaian kompetensi. khususnya siswa. Artinya. sehingga hasilnya memberikan makna kepada semua pihak. kemudian berusaha menutup kelemahan tersebut dengan belajar lebih giat lagi. Hasil penilaian berbasis kelas tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa dalam pencapaian kompetensi melalui angka yang diperoleh. Program perbaikan dan pengayaan adalah salah satu cara penilaian berkesinambungan. tetapi tidak tepat untuk menilai kompetensi menulis atau mendengarkan. misalnya tes. penilaian produk. Oleh karena itu. jika siswa belum mencapai kompetensi tertentu. Penilaian bebasis kompetensi diarahkan untuk perkembangan siswa secara menyeluruh. penampilan (performance) dan lainnya. guru atau orang tua dapat memberikan bimbingan sesuai kebutuhan siswa dalam upaya mencapai kompetensi. Oleh karena itu. Siswa juga dilibatkan pada proses penilaian karena penilaian adalah bagian dari proses pembelajaran. penilaian proyek. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat dilakukan beragam teknik penilaian yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. baik perkembangan kognitif. afektif maupun psikomotor. penilaian proyek.

(3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa seperti: presentasi. misalnya benar-salah. Cara penilaian ini dianggap lebih autentik daripada tes tertulis karena yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. seperti: diskusi dalam kelompok kecil. Dengan menggunakan daftar cek. gambaran kemampuan siswa akan lebih utuh. diskusi. (4) Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. baik-tidak baik. bercerita. Kelemahan cara ini adalah guru hanya mempunyai dua pilihan mutlak. (5) Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Dengan demikian. dapat diamati-tidak dapat diamati. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut. Daftar Cek (Check-list) Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (baik-tidak baik). (1) Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan siswa untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi (2) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai. Jika tidak dapat diamati. dan membaca puisi. Untuk menilai kemampuan berbicara. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. bermain peran dan melakukan wawancara. berpidato. siswa mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh guru. Contoh daftar cek (check list) pada penilaian berbicara tampak pada rubrik di bawah ini: Rubrik Penilaian Berbicara No 1 Unsur yang dinilai Ekspresi Fisik a) Berdiri tegak melihat khalayak SKOR 1 2 3 4 5 b) Mengubah ekspresi wajah sesuai perubahan pernyataan yang disampaikan c) Gerak tubuh dan gerak tangan (unsur kinestik) membantu memberikan penegasan Ekspresi Suara 2. Untuk mengamati unjuk kerja siswa dapat menggunakan alat atau instrumen berikut: a. berpidato. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu.a) Penilaian Unjuk Kerja Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. bermain peran. siswa tidak memperoleh nilai. . sehingga mudah diamati. misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam.

No Unsur yang dinilai a) Berbicara dengan kata-kata yang jelas b) Nada dan suara berubah-ubah sesuai pernyataan c) Berbicara cukup keras untuk didengar khalayak Ekspresi Verbal a) Memilih kata-kata yang tepat untuk menegaskan arti b) Tidak mengulang-ulang pernyataan c) Menggunakan kalimat yang lengkap untuk mengutarakan satu pikiran d) Menyimpulkan pokok-pokok pikiran yang penting Jumlah Skor SKOR 1 2 3 4 5 3 Skor maksimal adalah 10 x 5 = 50 Skor Perolehan Nilai = ————————— x 100 Skor Maksimal Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut : 1). Jika seorang siswa memperoleh skor 35-44 dapat ditetapkan kompeten 3). Jika seorang siswa memperoleh skor kurang dari 30 dapat ditetapkan tidak kompeten. Jika seorang siswa memperoleh skor 30-34 dapat ditetapkan cukup kompeten 4). Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau . Jika seorang siswa memperoleh skor 45-59 dapat ditetapkan sangat kompeten 2). b) Penilaian Sikap Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek.

strategi. sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Sikap terhadap proses pembelajaran. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Proses pembelajaran yang menarik. Observasi perilaku Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam sesuatu hal. Contoh isi Buku Catatan Harian : No. Hari/ Tanggal Nama Siswa Kejadian (positif atau negatif) Tindak Lanjut . Berikut contoh format buku catatan harian. dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku. Secara umum. Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap guru. Oleh karena itu. yakni: afektif. Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi pelajaran. Sikap terdiri atas tiga komponen. Hasil pengamatan dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. siswa yang memiliki sikap negatif terhadap guru akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Proses pembelajaran mencakup suasana pembelajaran. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap. Sikap terhadap guru/pengajar. Misalnya kasus atau masalah rendahnya minat baca. Siswa yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut.     Sikap terhadap materi pelajaran. dan konatif. Siswa juga perlu memiliki sikap yang tepat. dan teknik pembelajaran yang digunakan. berkaitan dengan materi kebahasaan. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. kognitif. pertanyaan langsung. guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. akan lebih mudah diberi motivasi. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif agar mempunyai kegemaran membaca. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: a. nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. metodologi. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. Siswa perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran.pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Siswa juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Dengan sikap positif dalam diri siswa akan tumbuh dan berkembang minat belajar. Sikap dapat dibentuk.

Mensuplai jawaban. menggambar dan lainnya. Laporan pribadi Penggunaan teknik ini adalah siswa diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapan tentang suatu masalah. Tes Tertulis adalah tes dengan soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Hal ini menimbulkan kecenderungan siswa tidak belajar untuk memahami pelajaran . Tes pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami dengan cakupan materi yang luas. bagaimana tanggapan siswa tentang kebijakan yang baru diberlakukan di sekolah mengenai ―Peningkatan Ketertiban‖. c. maka akan menerka saja.Kolom kejadian diisi dengan kejadian positif maupun negatif. keadaan. Ada dua bentuk soal tes tertulis. 2008: 218). yang dibedakan menjadi:     pilihan ganda dua pilihan (benar-salah. dibedakan menjadi:    isian atau melengkapi jawaban singkat atau pendek uraian Dari berbagai alat penilaian tertulis. tes memilih jawaban benar-salah. Berdasarkan jawaban dan reaksi memberi jawaban dapat dipahami sikap siswa terhadap objek sikap. Yang diharapkan dari pertanyaan langsung adalah sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Memilih jawaban. c) Penilaian Tertulis Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Dalam menjawab soal siswa tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti memberi tanda. mewarnai. selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku siswa. Dari ulasan yang dibuat oleh siswa dapat dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya. Pertanyaan langsung Pertanyaan langsung berupa pertanyaan atau wawancara. isian singkat. menjodohkan dan sebab akibat merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. bermanfaat pula untuk menilai sikap siswa dan dijadikan bahan penilaian perkembangan siswa secara keseluruhan. pilihan ganda mempunyai kelemahan. yaitu: a. b. ya-tidak) menjodohkan sebab-akibat b. Misalnya. Namun. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Misalnya. atau hal yang menjadi objek sikap. siswa diminta menulis pandangannya tentang ―Kasus KKN‖ yang terjadi di Indonesia. yaitu siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya bahkan jika siswa tidak mengetahui jawaban yang benar. Catatan dalam lembaran buku tersebut. Tes memiliki reliabilitas bila menghasilkan hasil-hasil yang konsisten selama beberapa kali pengadministrasian atau disajikan dengan beberapa macam bentuk (Arends.

Keaslian : proyek yang dilakukan siswa harus merupakan hasil karyanya. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman. kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan pada mata pelajaran tertentu secara jelas. kompetensi dasar dan indikator pencapaian pada kurikulum. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk poster. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. dan menyimpulkan. bahasa. Dalam penilaian proyek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu:  Kemampuan pengelolaan : kemampuan siswa dalam memilih topik. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi. Untuk itu. materi. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan.   Penilaian proyek dilakukan mulai dari perencanaan. pengorganisasian. misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. Tes tertulis bentuk uraian adalah alat penilaian yang menuntut siswa untuk mengingat. konstruksi. pengumpulan data. proses pengerjaan. pengumpulan data. . Dalam menyusun instrumen penilaian tertulis perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:     Karakteristik mata pelajaran dan keluasan ruang lingkup materi yang akan diuji. berpikir logis. dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan. dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek siswa. kemampuan mengaplikasikan. misalnya kesesuian soal dengan standar kompetensi. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian. sampai hasil akhir proyek. guru perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai. analisis data. d) Penilaian Proyek Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. memahami. Relevansi : kesesuaian dengan mata pelajaran. seperti penyusunan desain. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. misalnya mengemukakan pendapat. pengolahan dan penyajian data. mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan. Karena itu kurang dianjurkan pemakaiannya dalam penilaian kelas.tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. Siswa mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran. dan penyiapkan laporan tertulis. misalnya rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.

. antara lain: karangan. Saling percaya antara guru dan siswa . hasil tes (bukan nilai) atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran.. guru dan siswa dapat menilai perkembangan kemampuan siswa kemudian melakukan perbaikan. Informasi tersebut dapat berupa karya siswa dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik.PENILAIAN PROYEK MENULIS KARYA TULIS SEDERHANA ( SMP ) KELOMPOK : ………. ……………… 3. Dengan demikian. hasil diskusi. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. hasil membaca buku/ literatur. Akhir suatu priode. catatan perkembangan pekerjaan. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut. ……………… NO. antara lain:  4. Guru melakukan penelitian atas hasil karya siswa yang dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil karya sendiri. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa melalui karyanya.  Karya siswa adalah benar-benar karya sendiri. hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan siswa. TUGAS YG HARUS DISELESAIKAN KETERANGAN PARAF GURU DIKERJAKAN TANGGAL 1 Membagikan angket dan interview 2 Menganalisis hasil angket 3 Menyusun Bab I 4 Menyusun Bab II 5 Menyusun Bab III 6 Menyelesaikan Laporan Awal – Daftar Pustaka 7 Penyerahan hasil e) Penilaian Portofolio Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. dsb. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio. 5. hasil wawancara. ……………… 2. surat.. ………………. / KELAS …… Anggota: 1. puisi. hasil penelitian. ……………….

 Penilaian dan pembelajaran Penilaian portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. . Manfaat utama penilaian ini sebagai diagnostik yang sangat berarti bagi guru untuk melihat kelebihan dan kekurangan siswa. 4. Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan siswa sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.Dalam proses penilaian guru dan siswa harus memiliki rasa saling percaya.  Penilaian proses dan hasil Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan guru tentang kinerja dan karya siswa.  Kepuasan Hasil kerja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih meningkatkan diri. Tentukan bersama siswa sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. keterampilan. dan minatnya. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan. tetapi membutuhkan waktu bagi siswa untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.  Milik bersama (joint ownership) antara siswa dan guru Guru dan siswa perlu mempunyai rasa memiliki berkas portofolio sehingga berupaya terus meningkatkan kemampuannya. 3. Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder di rumah masing atau loker masing-masing di sekolah. Teknik penilaian portofolio memerlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. saling memerlukan dan saling membantu sehingga proses pembelajaran berlangsung dengan baik.  Kesesuaian Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan kompetensi yang tercantum dalam kurikulum. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang digunakan oleh guru untuk penilaian. Portofolio antara siswa yang satu dan yang lain bisa berbeda. 2. Jelaskan kepada siswa bahwa penggunaan portofolio.  Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan siswa perlu dijaga dengan baik dan tidak disampaikan kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan sehingga berdampak negatif pada proses pembelajaran. tetapi digunakan juga oleh siswa sendiri.

Richard I. Dengan demikian. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. penilaian tertulis. . Kriteria penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan ejaan. SK / KD Menanggapi siaran atau informasi dari televisi/radio Dst Total Skor Catatan: Setiap Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. antara siswa dan guru perlu membuat perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. Penilaian harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Model Penilaian Kelas. C. 2007. 2006. Daftar Rujukan :    Arends. 2008. Pengelolaan Kelas yang Dinamis. Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para siswa. Kemudian Guru menjelaskan bobot dari setiap portofolio yang dibuat. pilihan kata. maka siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Contoh. 2. siswa mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai standar tersebut. Jakarta: Depdiknas. dan sistematika penulisan. Penutup Evaluasi pembelajaran yang berpihak pada pengembangan keterampilan berbahasa dan bersastra adalah evaluasi berbasis kelas karena pengambilan nilai berlangsung baik di dalam maupun di luar kelas. Namun. misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki wajib diserahkan kembali. Contoh Rangkuman Penilaian Portofolio Mata Pelajaran Alokasi Waktu : Bahasa Indonesia : 1 Semester Kelas/Smt Skor (1 – 10) Prestasi T BT Keterangan Nama Siswa : _________________ No 1. Teknik penilaian berbasis kelas yang tepat untuk pembelajaran bahasa dan sastra adalah penilaian unjuk kerja. Depdiknas. Harsanto. penilaian proyek. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. kelengkapan gagasan.5. dan penilaian portofolio. Diskusikan cara penilaian kualitas karya para siswa. Learning to Teach: Belajar untuk Mengajar. Radno. penilaian sikap.

Ansari. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Yamin. 2007. Sanjaya. Martinis dan Bansu I. Jakarta: Gaung Persada Press. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2005. Yamin. Kiat Membelajarkan Siswa. 2005. Jakarta: PT Bumi Aksara. Efective Teaching. Jakarta: Kencana. 2007. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. S. Pembelajaran dalam Iplementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. teori dan aplikasi. Daniel dan David Reynolds.      Muijs. 2008. Martinis. . Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wina. Nasution. 2008. Trianto. Jakarta: Gaung Persada Press.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->