1

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

A. Latar Belakang Masalah Faktor terpenting dalam kegiatan menggerakkan orang lain untuk menjalankan administrasi atau manajemen adalah kepemimpinan (leadership). Mengapa demikian? Sebab, kepemimpinanlah yang menentukan arah dan tujuan, memberikan bimbingan dan menciptakan iklim kerja yang mendukung pelaksanaan proses administrasi secara keseluruhan. Kesalahan dalam kepemimpinan dapat mengakibtakan gagalnya lembaga dalam menjalankan misinya.1 Sebagai pemimpin di lingkungannya, kepala sekolah tidak hanya wajib melaksanakan tugas-tugas administratif tapi juga menyangkut tugas-tugas bagaimana harus mengatur seluruh program sekolah. Dia harus mampu memimpin dan mengarahkan aspek-aspek baik administratif maupun proses kependidikan di sekolahnya, sehingga sekolah yang dipimpinnya menjadi dinamis dan dialektis dalam usaha inovasi. Peranan kepemimpinannya di sekolah harus digerakkan sedemikian rupa sehingga pengaruhnya dapat dirasakan di kalangan staf dan guru-guru langsung atau tidak langsung. Oleh karenanya, perilakunya sebagai orang yang memegang kunci dalam perbaikan administrasi dan pengajaran harus mampu menggerakkan kegiatan-kegiatan dalam rangka inovasi di bidang metode pengakaran, teknik mengajar, dalam mencobakan ide-ide baru dan mencobakan praktek baru, serta dalam bentuk manajemen kelas yang lebih efektif dan sebagainya.2 Lebih-lebih di era globalisasi ini, kemenangan ditentukan oleh mutu SDM. Mutu SDM itu sendiri ditentukan oleh pendidikan bermutu baik pada tingkat dasar, menengah maupun tinggi. Pendidikan memegang peranan kunci
1 Burhanuddin, Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan, cet. I., (Jakarta: Bumi Aksara, 1994), hal. 61. 2 M. Arifin, Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum), cet. III., (Bandung: Bumi Aksara, 1995), hal. 155.

2

dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini sesuai dengan cita-cita dan sumpah dari founding fathers kita untuk membangun suatu masyarakat Indonesia yang kuat, demokratis, mandiri, menghayati nilai-nilai untuk bersatu dalam kebhinekaan, menguasai ilmu dan teknologi, dan mampu bersaing dalam era kehidupan domestik dan global. Bertitik dari hal ini, sebagai pemimpin tunggal di sekolah, seorang kepala sekolah dituntut memiliki tanggung jawab untuk mengajar dan mempengaruhi semua yang terlibat dalam kegiatan pendidikan di sekolah, untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan sekolah. Ukuran keberhasilan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya, adalah dengan mengukur kemampuannya di dalam menciptakan “iklim belajar mengajar”, dengan mempengaruhi, mengajak, dan mendorong guru, siswa dan staf lainnya untuk menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaikbaiknya. Terciptanya iklim belajar mengajar secara tertib, lancar dan efektif ini tidak terlepas dari kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai administrator (baca: supervisor) dan pemimpin pendidikan di sekolah.3 Hal ini, dilakukan dalam rangka untuk menciptakan iklim yang kondusif di sekolah, sehingga akan terwujud suatu perubahan dan pengembangan yang akhirnya akan mampu menghasilkan sekolah yang efektif dan produktif. Namun, harus diingat, bahwa upaya ini tidak akan berhasil dan tepat sasaran jika tidak ditunjang dengan pemahaman dan penerapan prinsipprinsip peningkatan mutu, seperti; keterpaduan, sistem strategis untuk memenuhi kepuasan stakeholders (peran serta masyarakat dalam pendidikan), melibatkan administrator (supervisor) serta unsur-unsur sekolah lainnya dalam upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peningkatan mutu berkelanjutan (continous quality improvement) merupakan suatu formula atau pendekatan yang diharapkan dapat mengatasi masalah rendahnya mutu pendidikan yang tidak hanya mengandalkan pendekatan yang bersifat konvensional, melainkan dibutuhkan suatu
3 Nanang Fattah, Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah, cet. I., (Bandung: Pustaka Bani Quraisy, 2004), hal. 125-126.

out come) pendidikan yang berkualitas. pemahaman terhadap filosofi mutu. Peranan kepala sekolah selaku pimpinan dalam melaksanakan upaya peningkatan mutu berkelanjutan di sekolah. cenderung lebih banyak menggunakan waktu untuk kegiatan memimpin. 25 tahun 2000 tentang program pembangunan nasional (propernas) tahun 2000-2004. Menurut Fakry Gaffar. ketiga. bahkan Sellis mengemukakan adanya kegagalan pada proses penerapan teori peningkatan mutu utamanya disebabkan oleh kurangnya komitmen dari pemimpin (baca: kepala sekolah). menyebutkan bahwa program peningkatan mutu telah menjadi prioritas kedua setelah peningkatan pemerataan kesempatan di semua jenjang pendidikan. melibatkan semua personil sekolah. peran strategis sesuai dengan. Mutu pendidikan adalah sebagai prioritas di dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan. Di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional (sisdiknas) bahwa kurikulum untuk pendidikan formal harus menggunakan pendekatan kompetensi. pertama. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai sasaran secara efektif. kedua. kreatif dan inovatif yang berorientasi kepada peningkatan mutu pendidikan. keempat. ada beberapa faktor kunci yang perlu diperoleh seorang manager. yang di dalam prosesnya menuntut komitmen bersama terhadap masalah mutu pendidikan di sekolah. kelima. gaya kepemimpinan yang tepat untuk membudayakan mutu. Dari adanya undang-undang tersebut di atas. wewenang dan tanggung jawab. merencanakan ide-ide baru dan bekerja lebih dekat dengan para guru maupun stafnya. Tumbuhnya komitemen di kalangan personil sekolah melalui peranan kepala sekolah sebagai pimpinan pendidikan. empowering teacher atas dasar . tentunya memberikan alternatif bagi terciptanya lulusan (out put. Kemudian kebijakan pemerintah tentang kurikulum dalam UU No. efisien.3 pendekatan dalam rangka optimalisasi sumber daya dan sumber dana. lingkup. Adanya pemahaman dan komitmen yang kuat dari kepala sekolah merupakan unsur yang amat penting. visi tentang peningkatan mutu berkelanjutan. Upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

B. pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan mungkin juga kegagalan. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.4 learner focus. Permasalahan Berangkat dari latar belakang masalah tersebut. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap organisasi atau lembaga dan bagi setiap kegiatan. . hal. Membuat perencanaan Salah satu fungsi utama dan pertama yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah adalah membuat atau menyusun perencanaan. 106. kepala sekolah hendaknya memahami. pengkoordinasian. dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai administrator pendidikan. menguasai. dan pembiayaan. 126-127. pengawasan. Pembahasan Masalah Kepala sekolah merupakan administrator pendidikan yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolahnya. cet. menjelang dimulainya tahun ajaran baru. 1992). pengorganisasian. setiap kepala sekolah paling tidak harus membuat rencana tahunan. (Bandung: Remaja Rosda Karya. 1. Oleh karena itu..4 a. 5 M. maka nalar pikir penulis semakin tergelitik dan mencoba untuk mengejawantahkan permasalahan tentang seberapa jauhkah peran kepala sekolah dalam mewujudkan mutu pendidikan. kepegawaian. Setiap tahun. V. untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. hal. Dengan demikian.5 Kegiatan administrator pendidikan tersebut yang mana di dalamnya terkandung fungsi-fungsi perencanaan. kepala sekolah sebagai adminstrator dituntut untuk mampu mengaplikasikan fungsifungsi tersebut ke dalam pengelolaan sekolah yang dipimpinnya. Ngalim Purwanto. Oleh karenanya.. 4 Ibid. baik perorangan dan atau kelompok. Tanpa perencanaan atau planning.

sistem penilaian hasil belajar. a) program pengajaran. perbaikan atau pembuatan lapangan olah raga. baik uang yang berasal dari pemerintah. alat-alat pelajaran. c) kepegawaian. atau sumber lainnya. . perbaikan atau pembuatan pagar pekarangan sekolah. pengelompokan siswa dan pembagian kelas. Para anggota menerima dan memahami tujuan tersebut. Menyusun organisasi sekolah Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan perlu menyusun organisasi sekolah yang dipimpinnya. dan melaksanakan pembagian tugas serta wewenangnya kepada guru-guru dan pegawai sekolah sesuai dengan struktur organisasi sekolah yang telah disusun dan disepakati bersama. hal. pembagian tugas mengajar. atau dari BP3. b. maka rencana atau program tahunan hendaklah mencakup bidang-bidang. mutasi dan atau promosi guru dan pegawai sekolah. dan sebagainya. b) kesiswaan.5 kepala sekolah hendaknya sudah siap menyusun rencana yang akan dilaksanakan untuk tahun ajaran berikutnya. Mempunyai tujuan yang jelas. kegiatan kokurikuler. dan sebagainya. bimbingan atau konseling siswa. d) keuangan.6 2.. seperti kebutuhan tenaga guru sehubungan kepindahan dan lain-lain. dan e) perlengkapan. Sesuai dengan ruang lingkup administrasi sekolah. pengadaan buku-buku pelajaran. dan lain-lain. 6 Ibid. seperti syarat-syarat dan prosedur penerimaan siswa baru. seperti. dan sebagainya. pembagian tugas guru dan pegawai sekolah. Untuk menyusun organisasi sekolah yang baik perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: a. dan alat peraga. pelayanan kesehatan siswa (UKS). perbaikan atau pengadaan bangku siswa. yang mencakup pengadaan dan pengelolaan keuangan untuk berbagai kegiatan yang telah direncanakan. 106-107. penambahan ruang kelas. pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah. pengadaan dan pengembangan laboratorium sekolah. seperti penerimaan dan penempatan guru atau pegawai baru. yang meliputi perbaikan atau rehabilitasi gedung sekolah.

. Struktur organisasi hendaknya disusun sesederhana mungkin.6 c. ditindak sewenang-wenang dan sebagainya. hal. pengawasan. i. Pola organisasi hendaknya relatif permanen. sesuai dengan kebutuhan koordinasi. merasa tidak aman atau ragu-ragu dalam tindakan. Artinya. mudah menimbulkan penyalahgunaan wewenang. bawahan atau anggota tidak merasa gelisah karena takut dipecat. Oleh karena itu. para bawahan/anggota hanya mempunyai seorang atasan langsung. tidak adanya keseimbangan tersebut akan memudahkan timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. meskipun struktur organisasi dapat dan memang harus diubah sesuai dengan tuntutan perkembangan. serta kepadanya ia harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya. 2) jika tanggung jawab lebih besar daripada wewenang. e. f. Garis-garis kekuasaan dan tanggung jawab serta hierarki tata kerjanya jelas tergambar di dalam struktur atau bagan organisasi. dan pengendalian.. keahlian. Sebab. dan sebagainya. Adanya kesatuan perintah (unity of command). Adanya pembagian tugas pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.7 3. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang di dalam organisasi tersebut. h. j. pola dasar struktur organisasi perlu dibuat sedemikian rupa sehingga sedapat mungkin permanen. mudah menimbulkan banyak kemacetan. dan atau bakat masing-masing. kesatuan pikiran. Adanya kesatuan arah sehingga dapat menimbulkan kesatuan tindakan. dan daripadanya ia menerima perintah atau bimbingan. seperti: 1) jika wewenang lebih besar daripada tanggung jawab. g. Bertindak sebagai koordinator dan pengarah Adanya koordinasi serta pengarahan yang baik dan berkelanjutan 7 Ibid. 108-109. Adanya jaminan keamanan dalam bekerja (security of tunere). fleksibilitas dalam penyesuaian itu jangan bersifat prinsip. d.

a) Membentuk semacam ikatan keluarga sekolah yang bersifat sosial. adanya pengkoordinasian yang baik memungkinkan semua bagian atau personal bekerjasama saling membantu ke arah satu tujuan yang telah ditetapkan seperti kerjasama antara urusan kurikulum dan pengajaran dengan guru-guru. pengkoordinasian. c) Mengadakan kegiatankegiatan seperti olah raga. akan tetapi juga kesejahteraan yang bersifat rohani dan jasmani. Dengan kata lain. kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya sebagai supervisor juga harus 8 Usaha-usaha lain ini bisa berupa.8 Selain harus menjalankan fungsi perencanaan. bimbingan dan konseling dengan para wali kelas. dan pembiayaan tersebut. kepegawaian. b) Membentuk koperasi keluarga personel sekolah. dan e) Mengusulkan dan menguruskan kenaikan gaji atau pangkat guru-guru dan pegawai tepat pada waktunya sesuai dengan peraturan yang berlaku. pengawasan. seperti kesempatan melanjutkan pendidikan. dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. dan sebagainya. Yang dimaksud kesejahteraan personel bukan sekedar kesejahteraan yang berupa materi atau uang. . dan sebagainya. Melaksanakan pengelolaan kepegawaian Tugas-tugas yang menyangkut pengelolaan kepagawaian ini sebagaian besar dikerjakan oleh bagian TU sekolah seperti pengusulan guru dan atau pegawai baru. d) Memberikan kesempatan dan bantuan dalam rangka pengembvangan karier. yang dapat mendorong para pesonel sekolah bekerja lebih giat dan bergairah. kesempatan mengikuti pelatihan-pelatihan. Banyak cara dan usaha yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan personel sekolah. kenaikan pangkat guru. Di samping pemberian insentif dan atau gaji yang layak.7 dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat anatarbagian atau antarpersonal sekolah. usaha meningkatkan kesejahteraan personel dapat pula dilakukan dengan usaha-usaha lain. 4. pengorganisasian. TU dengan wali kelas dan guru-guru. selama tidak mengganggu atau merugikan jalannya sekolah. diskusi-diskusi yang berhubungan dengan pengembangan profesi guruguru atau pegawai sekolah. pegawai sekolah. Hal yang termasuk kegiatan pengelolaan kepagawaian ialah masalah kesejahteraan personel. kerjasama antara BP3 dengan bagian bimbingan dan konseling dan para wali kelas.

5. Hendaknya bersifat preventif. Harus dapat memberikan perasaan aman dan pada guruguru dan pegawai-pegawai sekolah yang disupervisi. 7. yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja. sikap. 117. 9. seperti yang diungkapkan oleh Rifa’i yang dikutip oleh M. dan mungkin prasangka-prasangka guru dan pegawai sekolah. 6.10 korektif.12 Di samping itu. Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan 9 M. Harus didasarkan atas dasar profesional. 3. . Harus selalu memperhitungkan kesanggupan. 11 Korektif berarti memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. 10 Preventif berarti berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal yang negatif. Tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau bahkan antipati dari guru-guru. kepala sekolah harus berorientasi ke arah “membangun” kepada orang yang dipimpinnya. 10.8 bertolak pada beberapa prinsip. 12 Kooperatif berarti bahwa mencari kesalahan-kesalahan atau kekurangan-kekurangan dan usaha memperbaikinya dilakukan bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi. mudah dilaksanakan).Cit. atau kedudukan pribadi. Tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat. misalnya. Tidak boleh mencari-cari kesalahan dan kekurangan. Ngalim Purwanto. antara lain: 1.9 yaitu: 1. Ngalim Purwanto. dan 11. Hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif. hal. dalam melaksanakan tugas (baca: usaha) secara umum. … Op. bukan atas dasar hubungan pribadi. 4. Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil. Harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya. mengusahakan atau memenuhi syarat-syarat sebelum terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan. 8. dan tidak boleh lekas merasa kecewa. Harus berdasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenarnya (realistis. 2.11 dan kooperatif..

sesuai dengan bidangnya masing-masing. 5. kelompok. Sedangkan secara khusus dan lebih kongkrit lagi. Membina kerjasama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya. 4. dan sebagainya. 4. Membimbing guru-guru dalam penyusunan Program Semester dan . dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku. Bersama guru-guru berusaha mengembangkan. seminar. 2. 3. Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah. 2. mencari. Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 dan instansi-instansi lain dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa. Mendiskusikan tujuan-tujuan dan filsafat pendidikan dengan guru-guru. dan 6. antara lain dengan mengadakan menyediakan diskusi-diskusi perpustakaan sekolah.9 pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengakapan sekolah termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar. 3. dan atau menegirim mereka untuk mengikuti pelatihan. usaha-usaha yang mungkin dapat dilakukan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Menghadiri rapat atau pertemuan organisasi-organisasi profesional. seperti PGRI. Mendiskusikan metode dan teknik-teknik dalam rangka pembinaan dan pengembangan proses belajar mengajar.

maka tidak mustahil mutu pendidikan dalam rangka mencapai hasil yang maksimal akan bisa tercapai dan direalisasikan. 9. 5. Mutu proses pendidikan di lembaga pendidikan dapat diartikan sebagai kemampuan lembaga baik teknis maupun profesional pengelolaan yang mendukung proses belajar siswa agar dapat mencapai prestasi seoptimal mungkin. 3) Hasil 13 M. yaitu proses dan produk.Cit. 10. Membimbing guru-guru dalam memilih dan menilai buku-buku untuk perpustakaan sekolah dan buku-buku pelajaran bagi siswa. 119-120. jika memenuhi ciri-ciri sebagai berikut. Melakukan kunjungan kelas atau classroom visitation dalam rangka sipervisi klinis. Ngalim Purwanto. 7.13 Jika item-item yang tersebut di atas dapat dijalankan dengan baik oleh semua komponen sekolah. … Op. Dalam pendidikan. 1) Siswa menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugas belajar sesuai dengan tujuan dan sasaran pendidikan sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan (kompetensi). Membimbing guru-guru dalam menganalisis dan menginterpretasikan hasil tes dan penggunaannya bagi perbaikan proses belajar mengajar. 2) Hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan lingkungan khususnya dunia kerja (relevansi). Sedangkan produk pendidikan termasuk bermutu. Mengadakan kunjungan obeservasi atau observation visit bagi guru-guru demi perbaikan cara mengajarnya. Menyelenggarakan manual atau buletin tentang pendidikan dalam ruang lingkup bidang tugasnya. yang membedakannya dengan dunia industri. Mutu dalam pendidikan mempunyai dimensi yang khas. 8. mutu menunjuk pada dua hal. Mengadakan peretemuan-pertemuan individu dengan guru-guru tentang masalah-masalah yang mereka hadapi atau kesulitan-kesulitan yang mereka alami. dan 11. hal. Berwawancara dengan orang tua siswa dan pengurus BP3 tentang hal-hal yang mengenai pendidikan anak-anak mereka. 6. .10 Program Satuan Pelajaran..

7) Hasil pendidikan dapat dipertanggungjawabkan (kredibilitas dari segi kemampuannya). 9) Hasil pendidikan dapat merespon (responsiveness) tuntutan kebutuhan masyarakat. Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan di Daerah Dalam Rangka Desentralisasi Pendidikan. Sedangkan aliran relativitas berpandangan bahwa tidak ada kriteria yang absolut yang dapat diterapkan untuk menggambarkan mutu pendidikan secara valid karena pada hakekatnya setiap institusi pendidikan itu berbeda baik tujuan. Nurhadi. yaitu aliran obyektivitas. dan 14) Hasil pendidikan bebas dari bahaya dan resiko atau keraguan (security). 4) Hasil pendidikan tidak mengakibatkan adanya pemborosan ekonomi maupun pemborosan sosial (efisiensi). 12. dalam pendekatan terakhir ini yang 14 Ibid.11 pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga dapat melakukan sesuatu untuk keperluan hidupnya dalam rangka penyesuaian diri dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat (fleksibilitas). Sedangkan untuk aliran perkembangan lebih mendekati kualitas pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu kinerja dari lembaga pendidikan.14 Menurut Barnett15 ada tiga aliran dalam mendekati konsep mutu pendidikan. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Aliran objektivitas berangkat dari asumsi bahwa dimungkinkan untuk mengidentifikasi dan menghitung aspek-aspek tertentu dari masukan (in put) dan luaran (out put) pendidikan yang menggambarkan mutu pendidikan. 15 Muljani A. . 10) Hasil pendidikan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang realtif lama (durability). 2002). Maka dari itu. 5) Hasil pendidikan dapat menghasilkan sesuatu yang produktif (berdaya hasil). 6) Hasil pendidikan memberikan kepastian/jaminan mutu. fokus pendekatannya adalah kualitas dalam arti aktivitas yang berkaitan dengan proses pendidikan. 8) Hasil pendidikan memberikan sesuatu yang memenuhi spesifikasi dan bernilai tinggi sehingga mengakibatkan justifikasi uang yang dikeluarkan pemakainya. 12) Hasil pendidikan dapat dilihat dari unjuk kerja (performance) dan etos kerja. Oleh sebab itu. relativitas dan perkembangan. maupun kondisi sosialnya. 11) Hasil pendidikan dapat memberikan sesuatu yang menarik dan berseni (estetik). hal. tradisi.

(Banduung: Remaja Rosdakarya. penelitian terhadap mutu pendidikan secara ekstrinsik. Begitu pula dengan melihat mutu pendidikan dari luaran yang hanya mengandalkan pengukuran hasil belajar kognitif. Kemudian menurut berbagai literatur yang lain menunjukkan bahwa mutu pendidikan dapat dilihat dari berbagai sisi: masukan. Analisis Kebijakan Pendidikan. 159-164. instansi pemerintah. mengacu mutu pendidikan dari kacamata luar saja. tidak lengkap dan bias. proses.12 dievaluasi adalah prosesnya bukan masukan atau luarannya. tetapi dalam kenyataan sehari-hari mutu hanya didekati dari segi masukan instrumental dan luarannya saja dan bersifat ekstrinsik. Kedua. sangat menyederhanakan makna mutu pendidikan. luaran. Pendekatan seperti ini mengandung tiga kelemahan. . yaitu bagaimana masukan instrumental itu digunakan dalam proses pendidikan. karena justru orang di dalam sekolah. Suatu Pengantar. Penilaian terhadap mutu pendidikan sebaiknya tidak hanya melihat yang ekstrinsik tetapi juga yang intrinsik terkandung di dalamnya. yaitu seberapa besar pengaruh pendidikan yang 16 Ace Suryadi Tilaar. juga tidak memberikan gambaran yang komplit tentang mutu hasil pendidikan. misalnya pengusaha. misalnya mengatakan mutu pendidikan rendah karena banyak sarjana yang menganggur. hanya mampu melihat kulit luarnya saja. Yang paling tahu bagaimana mutu pendidikan itu berkembang di dalam proses pendidikan. Bahkan mutu luaran hanya ditafsirkan dengan nilai hasil belajar yang bersifat kognitif saja yang tertera pada hasil nilai indek prestasi komulatif akhir. banyak lulusan tidak bisa bekerja dan sebagainya. Mutu pendidikan harus ditafsirkan lebih luas yaitu didasarkan kepada efektifitas program pendidikan. Pertama. dan bahkan dampaknya16. 1993). dan swasta (stakeholders) sebagai pengguna lulusan. pendekatan mutu pendidikan dari segi masukan instrumental saja ternyata bisa menyesatkan karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa bukan masukan instrumental yang menunjang mutu pendidikan. bersifat parsial. seperti tenaga pendidik. supervisi dan lai-lain. hal. tetapi lebih kepada proses. dengan menggunakan indikator kualitatif bukan kuantitatif. Ketiga.

185. tingkat pendidikan. sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi mutu hasil pendidikan yaitu: 1) Komponen guru yang meliputi lama mengajar di kelas. hubungan fungsi guru dengan kemampuan mengajar yang mengfungsikan berbagai perangkat media mengajar. hal. . pemberdayaan dan komitmen. membagi informasi. sangat dipenuhi oleh kualitas profesionalisme guru. bahwa pengaruh latar belakang keluarga meliputi keadaan sosial ekonomi. pengalaman. Mulyasa19.. Mulyasa. tugas. 2) Komponen buku yang meliputi digunakannya buku untuk belajar. 45. yang besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan adalah keadaan sosial ekonomi keluarga. … hal. Ada beberapa faktor yang dapat menunjang mutu pendidikan yaitu: 1) Pengaruh latar belakang keluarga. memberikan pekerjaan rumah. pemilihan metode mengajar. hal. jumlah jam membaca di rumah. tanggung jawab dan peran guru dalam pendidikan formal di sekolah sebagai ujung tombak dalam menentukan keberhasilan kurikulum. 18 Ibid. sikap. Namun toh demikian. Nurhadi.. Karakteristik dan Implementasi. 2004). dan penghasilan orang tua. 2) Pengaruh komponen pendidikan17. lamanya persiapan mengajar. tingkat pendidikan. 19 E. Konsep. penggunaan lembar kerja. harapan dan sikap masyarakat terhadap pendidikan dan sebagainya. Lebih jauh Woussman18 menererangkan dalam hasil penelitiannya. 47. digunakan untuk pekerjaan rumah. kepemimpinan sekolah. 4) Manajemen yang meliputi kreasi meningkatkan demand. …Op. (Bandung: Remaja Rosda Karya. efektifitas penggunaan laboratorium. bahwa komponen pendidik merupakan faktor penting yang pengaruhnya sangat besar terhadap keberhasilan kurikulum.13 diperoleh oleh siswa dalam bentuk perkembangan pengetahuan. mobilisasi masyarakat. Cit. nilai dan tingkah laku. Seperti yang dikatakan E. struktur organisasi yang mendukung. pekerjaan. Kurikulum Berbasis Kompetensi. kreasi mengoptimalkan sumber daya. 3) Laboratorium yang meliputi kelengkapan sarana prasarana. Posisi. Artinya bahwa kedewasaan siswa sangat 17 Muljani A. Lebih lanjut dijelaskan Nurhadi. Misalnya.

Lebih-lebih dalam konteks pendidikan modern dewasa ini. Hubungan kerjasama antara guru seharusnya sudah mulai dipertimbangkan untuk lebih meningkatkan kemampuan mengajar guru dan memperkaya wawasan pengajaran guru. b. hal.14 tergantung dari fungsi guru di kelas maupun di luar kelas. Fungsi guru yang selama ini selalu mendominasi penentuan arah pengembangan minat dan bakat anak didik. Hal ini menuntut seorang guru untuk meningkatkan kualitas dalam menghadapi berbagai tantangan globalisasi. e. Gobel20. bukan sebagai pemegang otoritas. 1983). Dengan demikian jelaslah bahwa. Pengembangan Kurikulum. 4. sebab dalam konteks pendidikan dialogis guru harus mampu menghidupkan suasana belajar yang komunikatif dengan memancing interaksi dan partisipasi peserta didik dalam proses belajar. tugas. untuk masa depan harus mulai diperhatikan dan melibatkan anak didik dalam menentukan arah dan minat mereka masing-masing. hal. (Jakarta: Gunung Agung. Teori dan Praktek. Fungsi guru tidak selamanya harus difahami sebagai informatory tunggal bagi siswa. tanpa batas. Perubahan Peranan Guru. 2004). tetapi dapat dilaksanakan dan diakses dengan teknologi modern. Menurut M. (Bandung: Remaja Rosda Karya. guru harus mampu menempatkan diri sebagai motivator dan fasilitator. tanggung jawab dan peran yang diemban guru di sekolah semakin kompleks. Bahkan pada era global ini proses belajar mengajar tidak lagi dibatasi pada ruang yang sempit.21 Dari hasil penelitian Woussman tersebut nampaknya tenaga pendidik 20 Nana Syaodih Sukmadinata. . Guru harus lebih menunjukkan tanggung jawabnya sebagai perantara bagi siswa untuk mengakses pengetahuan daripada sebagai pemegang otoritas dalam memegang mata pelajaran atau sebagai nara sumber. 194. Proses pengajaran sudah mulai ditandai oleh penggunaan metode dan sarana yang lebih modern dengan tingkat kemajuan teknologi yang tinggi. Gobel. yaitu: a. d. 21 Norman M. c. terdapat beberapa perubahan fungsi dan peran guru dalam konteks pengembangan pendidikan di masa depan.

Untuk itu sangat besar pengaruh guru agar buku tersebut digunakan. tetapi yang paling besar pengaruhnya bukanlah tingkat pendidikan guru tetapi berapa jam guru mengajar di kelas yang menggambarkan intensitas proses mengajar guru. dan ini menggambarkan kualitas pengajaran. yaitu bukan mahal dan lengkapnya laboratorium yang memberikan kontribusi terhadap mutu pendidikan tetapi lebih kepada seberapa intensif laboratorium itu digunakan untuk melakukan berbagai percobaan dan praktik sehingga dapat diperoleh pengetahuan dan ketrampilan melalui pembuktian dan pengamatan gejala lapangan di laboratorium. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman mengajar riil yang dilakukan di depan kelas. Guru yang mampu dan mau mengembangkan metode mengajar berarti telah mencari kesesuaian antar materi yang diajarkannya dengan metode penyampaiannya agar selaras dengan kharasteristik dan tingkat berfikir peserta didik agar mudah dipahami. Mutu hasil pendidikan lebih banyak ditentukan oleh kualitas proses pendidikan dari pada kualitas masukan instrumental pendidikan sebagaimana telah diuraikan di atas. Lamanya persiapan mengajar di rumah menggambarkan kesiapan guru dalam menguasai materi yang akan diberikan. digunakan dan dicerna baik di dalam kelas maupun di rumah. Pengaruh buku juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pengaruh laboratorium juga hampir sama dengan buku. Pengaruh ini tidak terletak kepada berapa buah buku yang telah disediakan atau dibeli. Ini berarti bahwa kemampuan untuk mengelola masukan instrumental secara integratif menjadi . Pengaruh manajemen pendidikan. Pengaruh ini sangat penting dalam menghasilkan mutu pendidikan. tetapi seberapa besar intansitas buku itu dibaca. dan tergantung dari percepatan belajarnya masing-masing.15 memegang peranan penting dalam mempengaruhi mutu hasil pendidikan. Beberapa hasil penelitian tentang hubungan antara pengalaman kerja dengan produktivitas optimalnya kalau sudah berpengalaman melakukan tugas ini antara 5 sampai 8 tahun. misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah yang mengharuskan membaca buku tersebut.

Keadaan sosial ekonomi keluarga siswa. Tersedianya buku untuk belajar pada guru dan siswa. 4. Begitu juga 22 Ibid. amanah. 2. Tersedianya buku dan sumber bacaan lain. 5. Manajemen kelas yang efektif oleh tenaga pendidik. 3. seperti perpustakaan dan jika dimungkinkan dan atau dijangkau dilengkapi dengan internet. Dari beberapa konsep sebagaimana tersebut di atas. Begitu pula pengaturan jam pelajaran yang baik sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk dapat memanfaatkan perpustakaan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Begitu pula laboratorium tidak akan pernah digunakan kalau guru praktek tidak cukup dihargai reputasinya dan tidak disediakan anggaran untuk membeli bahan-bahan paraktikum yang tidak murah. dan 6. hanya akan berfungsi efektif bila para kepala sekolah. 123 – 124. tetapi seberapa lama interaksinya dengan siswa di kelas. (Jakarta: Direktorat PAIS Pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid. Panduan Pesantren Kilat.23 Kalau ketujuh hal tersebut ada pada pimpinan.22 Sehingga dalam sebuah organisasi leadership (pemimpin) mempunyai peranan yang sangat penting dalam pergerakan lembaga (baca: sekolahan). Seorang kepala sekolah. maka organisasi itu kemungkinan akan berkembang secara dinamis. hal. 2004). Pelaksanaan pendidikan. Tersedianya tenaga pendidik yang profesional. supervisor dan guru-guru mau dan mampu menerapkan prinsipprinsip manajemen yang efektif. Kelengkapan alat dan efektivitas penggunaan laboratorium. Agar interaksi itu intensif maka pola manajemen yang dilakukan haruslah mengarah kepada terjadinya proses pendidikan. mempunyai konsep visioner. bertanggung jawab. dan sederhana. jujur. dapat disimpulkan kaitannya dengan faktor-faktor penunjang mutu pendidikan adalah sebagai berikut : 1. harus memiliki sifat-sifat yaitu. Bukan latar belakang pendidikan guru yang lebih utama dalam mempengaruhi mutu hasil pendidikan. 23 Departemen Agama RI.. hal. 27-28. . mempunyai kapasitas dan kapabilitas.16 sangat penting. mengetahui manajemen sekolah.

.24 Kepala sekolah harus pandai mencari terobosan-terobosan yang berguna bagi pengembangan sekolah. karena Kepala sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan maju dan mundurnya sekolah. Dengan pilihan manajemen strategik kepala sekolah akan melahirkan tindakan yang signifikan bagi perubahan sekolah yang dipimpinnya. maka sekolah tersebut lambat laun akan mengalami kemunduran atau tidak berkembang.17 kalau pemimpin tidak mempunyai ciri sebagaimana di atas. Untuk itu. membangun link (koneksi) dengan pihak luar. . bisa dilakukan dengan mengikuti pelatihan. Oleh karena itu. 6. hal. Untuk mewujudkan dan merealisasikan hal itu kepala sekolah mempunyai visi sebagaimanan peran seorang manajer. Atau dengan kata lain. untuk menuju sekolah yang bermutu dan berhasil kepala sekolah harus mampu memunculkan terobosan-terobosan baru guna mengoptimalkan sumber daya pendidikan yang dimiliki dengan dukungan kemampuan menjalankan kepemimpinan pendidikan secara efektif. Akan tetapi sebaliknya. karena 24 Ibid. dan sebagainya. peningkatan pengembangan kurikulum. pembelajaran. dalam mengelola pendidikan yang dipimpinnya tidak bisa lagi bertindak dengan asal jadi atau serampangan. memaksimalkan kegiatan ekstra kurikuler. dituntut agar mampu dan kreatif melakukan peningkatan kualitas guru. Tuntutan tersebut penting sekali dipenuhi agar sekolah menjadi efektif dalam membina sumber daya manusia yang berkualitas guna menjamin kemampuan bangsa Indonesia melakukan daya saing (kompetisi) dan daya sanding (kerjasama) dengan bangsa lain. kepala sekolah di semua jenjang dan jenis pendidikan. serta pembinaan kepribadian dan keterampilan peserta didik. pengembangan mutu pembiayaan. penyediaan sarana dan prasarana. Hal ini harus dilakukan. setiap kepala sekolah. Peran manajer (dalam konteks ini adalah kepala sekolah) mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mengambil keputusan dalam menentukan masa depan sekolah. Banyak hal yang perlu mendapat perhatian untuk diubah atau diperbaiki dalam sekolah. kepala sekolah dalam mengelola pendidikannya tidak bisa dilkaukan secara “rutinitas” saja.

teknologi. 3) Memiliki komunikasi yang baik dalam penyampaian ide-idenya dengan jelas. Kedua. Sekolah Aliyah Kejuruan. kegigihan. 2) Chaster I. dan ini sudah menjadi tuntutan. Nasution26 adalah. 150-151. Penulis dalam hal ini hanya mengambil apa yang dikatakan oleh Nasution. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). keteguhan. yang menentukan syarat-sayarat seorang pemimpin yang berbeda-beda. 138-146. antara lain. cet. maka ia telah benar-benar menjadi kepala sekolah profesional dalam paradigma baru manajemen pendidikan. 1) Mempunyai tanggung jawab yang seimbang antara dirinya dan pekerjaan yang telah men jadi amanat. Hasil positif itu adalah. Perhatian tersebut harus ditunjukkan dalam kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan diri sekolahnya secara optimal. terciptanya proses pendidikan yang efektif. keramahan dan kasih saying.. IV.18 dialah “nahkoda” yang akan membawa ke arah mana sekolah yang diawakinya itu akan dibawa. 1) Ordway Tead.25 Agar terwujud sekolah yang maju dan berkualitas. perhatian pada tuyjuan dan pemberian petunjuk. ketegasan. Dan masih banyak lagi para pakar ( Henri Fayol.. . Tuntutan yang harus dimiliki bagi seorang kepala sekolah yang baik. dan Selo Sumardjan). hal. semangat yang bergelora. kesabaran dan keberanian. maka kepala sekolah harus memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan secara optimal. 2004).N. tumbuhnya kepemimpinan sekolah yang kuat. ia memberi patokan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai sifat-sifat. 5) Mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang lain. Nasution. energi fisik dan ketegapan tubuh. keunggulan dalam cara-cara kepemimpinan. yaitu. keunggulan fisik. hal. yang meliputi. meleiputi. Jika sifat ini dimiliki dan mampu dilaksanakan dengan paripurna. 2) Mempunyai model peranan yang positif yang dapat dijadikan teladan bagi karyawannya. pengetahuan. Arah dan Prospek Pengembangan.N. ingatan dan khayalan. sebagaimana yang diungkapkan oleh M. maka tidak mustahil akan membuahkan hasil yang positif. Baca Harbangan Siagian. karena tentang syarat-syarat pemimpin banyak lagi dikemukakan oleh para pakar manajemen. tenaga kependidikan dapat 25 Departemen Agama RI. Terry. hal. I. (Jakarta: Dirjend Bagais. 51. ringkas dan tepat. Kalau itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh kepala sekolah. 26 M. 1993). keahlian teknis. Manajemen Sebuah Pengantar. pertama. Koontz & O’Dannel. kejujuran. (Semarang: Satya Wacana. membagi menjadi dua kelompok. Barnard. Setiap kepala sekolah harus memiliki perhatian yang cukup tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. keahlian. 2001). Keunggulan dalam psychis. (Jakarta: Ghalia Indonesia. cet. 4) Memiliki pengaruh positif terhadap karyawannya dan mempergunakannya dengan positif pula. keahlian mengajar dan setia atau iman yang teguh.

pengembangan. maupun karyawan. . sampai pada imbal jasa. Oleh karena itu. evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran akan terus berkelanjutan. Sedangkan peran orang tua yang dimaksud adalah. orang tua siswa. guru adalah jiwa dari sekolah. 123. Pustakawan. Proses pembelajaran yang berekelanjutan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah semata. evaluasi kerja. misalnya. Selain melibatkan karyawan. maka kerjanya tidak akan maksimal. Pustakawan. (Jakarta: Grasindo. karena dengan pelibatan siswa dalam pengelolaan pendidikan maka akan tercipta suatu proses pembelajaran pendewasaan kepada siswa sehingga akan mampu dijadikan bekal ketika ia sudah keluar dari bangku sekolah. terwujudnya akuntabilitas dalam seluruh proses pendidikan dan pengelolaan sekolah. Peningkatan profesionalisme guru ini harus dilakukan secara berkesinambungan dan terus-menerus. Langkah ini sangat efektif karena.19 terkelola dengan efektif. Teori. Nurkholis27 lebih lanjut menambahkan siswa. Model dan Aplikasi. Manajemen Berbasis Sekolah. 2005). dan Laboran). dan masyarakat juga mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu dan kemandirian sekolah. hubungan kerja. Guru juga mempunyai peran yang fital dalam mewujudkan peningkatan mutu dan kemandirian sekolah. peningkatan profesionalisme guru mulai dari analisis kebutuhan. perencanaan. dan hal yang juga harus diberikan kepada karyawan yang lain. Lalu dikembangkan dengan disksusi dengan guru dan pembimbing peserta didik. Sebab. terbinanya partisipasi warga sekolah dan masyarakat.II.. hal. akan tetapi juga menjadi tanggung jawab tenaga kependidikan yang lain. cet. cerdas dan dinamis. orang tua juga harus menyediakan waktunya untuk memantau proses belajar anaknya dengan berkunjung ke sekolah dan ke kelas. TU. Penulis setuju dengan pendapat ini. akan mampu menyelesaikan hambatan-hambatan dan kemajuan yang dialami anaknya. tertanamnya budaya mutu dalam sanubari setiap warga sekolah. Tata Usaha [TU]. Karena tanpa bantuan tenaga kependidikan yang lain (Guru. harus mendapat perhatian yang baik dari kepala sekolah. Selain itu juga mampu mengantisipasi dan mengeliminasi 27 Nurkholis. terwujudnya network yang kompak.

sehingga akan menghasilkan output yang siap menghadapi tantangan zaman. Orang tua akan menjadi guru yang baik ketika di rumah. sehingga peserta didik akan lebih percaya diri ketika mengikuti proses pembelajaran di kelas. Pendidikan di sekolah hanyalah keluarga.20 kemungkinan kegagalan anaknya dalam proses pendidikan. Misalnya. kurang 28 Ibid. jika anaknya dalam proses pembelajaran itu tidak semangat. 126-127. 3. hal. Pencapaian akademik dan perkembangan pengetahuan siswa akan lebih berkembang ke arah yang lebih bagus dan signifikan. karena pendidikan dari orang tua itu tidak bisa diwakilkan kepada pihak lain. 2.. Orang tua akan menaruh perhatian yang positif terhadap sekolah. setidaknya ada enam keuntungan28. maka orang tua akan mengambil sikap dan memberi motivasi agar lebih giat untuk belajar. Orang tua akan mengetahui perkembangan anaknya secara langsung. Mampu meningkatkan relevansi pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan akan lebih baik dan berkualitas. Proses pendidikan juga membutuhkan peran masyarakat karena akan memiliki banyak keuntungan-keuntungan. kepanjangan dari pendidikan di dalam . 4. yaitu: 1. sehingga akan tahu upaya apa yang harus dilakukan. Sehingga mempunyai keuntungan dan manfaat. sebagaimana yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia selama ini. 2. yaitu: 1. dan ini bisa dijadikan sebagai masukan pihak sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.

demokratisasi proses pendidikan. sumber daya penunjang yang mememadai.… hal. tujuan dan sasaran serta kebijakan dalam suatu formulasi manajemen strategis lembaga pendidikan kontemporer (kekinian) tetapi benar-benar dijalankan dengan penuh komitmen terhadap pencapaian kualitas. Keempat faktor ini perlu dikembangkan dan dioptimalkan kemampuannya agar sistem dan manajemen pendidikan mampu memberdayakan manusia Indonesia di masa depan. . 3. ketiga.21 berhasilnya pendidikan karena adanya masalah relevansi yang mengakibatkan pendidikan selalu ter(ke)tinggal-an dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat di dalam masyarakat. Sehingga mampu menciptakan dan menjadikan siswa menjadi kaffah di segala bidang. partisipasi masyarakat di dalam mengelola pendidikannya (community based education). yaitu : pertama. visi. bahwa dalam mengelola sistem pendidikan nasional ada beberapa prinsip dasar untuk menuju masyarakat Indonesia baru. Mendorong terselenggaranya sistem pendidikan yang adil. Lain daripada itu. Maka yang dibutuhkan saat ini adalah pengelolaan pendidikan yang berorientasi kepada SDM yang profesional. 5. dan keempat. 22-23. 4. Tilaar menjelaskan.. sehingga masyarakat tidak ada kendala dan alasan hanya karena tidak mempunyai sumber daya finansial mereka tidak melaksanakan pendidikan. kedua.29 29 Ibid. sumber daya pendidikan yang profesional. Mencipatkan pendidikan yang berbasis masyarakat. Hal itu dapat dilakukan dengan mengandalkan peranan para manajer dalam mengambil keputusan efektif sehingga dapat berimplikasi terhadap pembuatan misi. kepala sekolah juga bertanggung jawab untuk melakukan perubahan manajemen ke arah yang lebih efektif. Mampu mengurangi konflik yang sering terjadi di dalam sekolah/sekolah.

ini merupakan upaya agar fakultas selalu lebih maju dari sebelumnya. Di samping guru mengembangkan manajemen kelas yang efektif. (Surabaya: Usaha Nasional. Beberapa hasil penelitian30. 2) Memimpin program perubahan dan pengembangan kelas. bakat dan kreativitasnya. 3) Mengembangkan kepemimpinan kolektif (distributed leadership) yaitu dengan membagi wewenang dan tanggung jawab dengan stafnya. 4) Menjadi pusat penegakan moral.22 Kalau kita perhatikan secara mendalam. kecerdasan. yaitu: 1) Kemampuan mengarahkan proses dan fokus pengajaran (instruksional leader) dalam hal ini pimpinan bukanlah birokrat tetapi lebih kepada pemimpin dalam sistem pengajaran yang lebih bertumpu kepada nilai-nilai pendidikan dari pada nilainilai administrasi publik. a. . Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan. Kesimpulan Dari penjelasan di atas. hal. menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada empat peran supervisi (pimpinan) untuk mendukung agar guru memiliki kemampuan dalam mengelola kelas. Sehingga dengan ini keputusan menjadi lebih legitimate dan menghasilkan komitmen yang sangat diperlukan dalam implementasinya. perlu juga dukungan dari para pimpinan sebagai supervisi pendidikan untuk menunjang mutu pendidikan. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kepala sekolah sebagai seorang supervisor dan atau administrator dituntut dan 30 Piet A Sahertian. sistem manajemen pendidikan yang ditempuh selama ini masih bersifat masal. akan tetapi kurang menunjang usaha mengoptimalisasikan pengembangan potensi SDM secara cepat dan tepat. minat. Sistem manajemen pendidikan seperti ini memang sahih dan sangat tepat dalam konteks pemerataan kesempatan. Padahal. mereka berbeda tingkat kecakapan. 23-30. yang memberikan perlakuan dan layanan pendidikan yang sama kepada semua siswa. 1981).

Tentunya upaya itu tidak dapat dilakukan sendiri. semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan para pembaca budiman yang menaruh perhatian besar kepada dunia pendidikan. C. Suatu Pengantar. Penutup Demikian makalah ini penulis buat. Sebab dialah “nahkoda” yang akan membawa ke arah mana sekolah yang diawakinya itu akan dibawa. Analisis Kebijakan Pendidikan. guru.23 bertanggung jawab untuk selalu mampu melakukan terobosan-terobosan ke arah perbaikan mutu pendidikan. Bandung: . orang tua siswa dan stakeholders). akan tetapi harus dibantu dan melibatkan semua personil sekolah yang ada (staf/karyawan. DAFTAR PUSTAKA Ace Suryadi Tilaar. baik terobosan dalam melakukan perubahan manajemen ke arah yang lebih efektif yang berpegang pada filosofis pendidikan. kritik konstruktif sangat diharapkan untuk kesempurnaan selanjutnya. Dan. siswa.

2001 Nurhadi. Muljani. Teori. cet. Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management). Paradigma Baru Pengelolaan Pendidikan di Daerah Dalam Rangka Desentralisasi Pendidikan. Norman. Model dan Aplikasi. III. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah.24 Remaja Rosdakarya. Piet. Panduan Pesantren Kilat. Bandung: Remaja Rosda Karya. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Konsep. Bandung: Bumi Aksara. Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan. V. cet. Nana. M. Jakarta: Gunung Agung. E. M.. Ngalim. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1995 Burhanuddin. Manajemen Berbasis Sekolah.. Bandung: Remaja Rosda Karya. cet. Jakarta: Direktorat PAIS Pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid. A. Arah dan Prospek Pengembangan. (Bandung: Pustaka Bani Quraisy. 1992 Sahertian. 2004 Fattah. Jakarta: Dirjend Bagais. 2005 cet.. 1981 Sukmadinata..II. Karakteristik dan Implementasi. M. Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Grasindo. Syaodih.. Nanang... Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. 2004 -------------.. Sekolah Aliyah Kejuruan.... (Jakarta: Bumi Aksara. 1983 Mulyasa.. cet. Bandung: Remaja Rosda Karya. M.. I. I. 2004 . Teori dan Praktek. 2004 Nasution.N. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum). Purwanto. 1993 Arifin. cet. Surabaya: Usaha Nasional. I. Perubahan Peranan Guru. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. A. 1994 Departemen Agama RI. 2004 Gobel. 2002 Nurkholis. Kurikulum Berbasis Kompetensi..